0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Inovasi Pengelolaan Sampah Puskesmas Kayangan

Dokumen ini menjelaskan program 'Wah berJakat' yang diluncurkan oleh UPT BLUD Puskesmas Kayangan untuk mengelola sampah dengan tujuan mengurangi pencemaran lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi kompos. Program ini melibatkan masyarakat dan berbagai stakeholder dalam pengelolaan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan kunjungan pelayanan di Puskesmas.

Diunggah oleh

Heru Kiran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Inovasi Pengelolaan Sampah Puskesmas Kayangan

Dokumen ini menjelaskan program 'Wah berJakat' yang diluncurkan oleh UPT BLUD Puskesmas Kayangan untuk mengelola sampah dengan tujuan mengurangi pencemaran lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi kompos. Program ini melibatkan masyarakat dan berbagai stakeholder dalam pengelolaan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan kunjungan pelayanan di Puskesmas.

Diunggah oleh

Heru Kiran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

UPT BLUD PUSKESMAS KAYANGAN

WAH
berJAKAT
“BAWA SAMPAH
JADI BERKAT”
TAHUN 2025

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang
berbentuk padat atau semi padat, berupa zat organik atau anorganik, dan bersifat dapat
terurai atau tidak dapat terurai, yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke
lingkungan.( UU Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah)
Sampah merupakan salah satu permasalahan yang patut untuk diperhatikan.
Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia,
karena pada dasarnya semua manusia pasti menghasilkan sampah. Sampah merupakan
suatu buangan yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Volume peningkatan
sampah sebanding dengan meningkatnya tingkat konsumsi manusia.
Manusia sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat mempunyai
kebutuhan yang bersifat individual maupun kolektif, sehingga selalu ada upaya untuk
memenuhi kebutuhan tersebut. Aktifitas manusia dalam upaya mengelola sumber daya
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semakin beragam seiring dengan pertumbuhan
jumlah penduduk.
Setiap aktifitas manusia secara pribadi maupun kelompok, dirumah, kantor,
pasar, sekolah, maupun dimana saja akan menghasilkan sampah, baik sampah organik
maupun sampah anorganik. Dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 pasal 1
tentang sampdisebutkan bahwa sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam
yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat
terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang
kelingkungan.
Pemanfaatan sampah sampah harus diprioritaskan sebelum terjadinya
pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan masyarakat. Maka perlu adanya
pengelolaan sampah, pengelolaan sampah memerlukan kegiatan yang sistematis,
menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan
sampah. Dalam UndangUndang RI Tahun 2008 Nomer 18 tentang, pengelolaan sampah
disebutkan bahwa pengelolaan sampah bertujuan agar menjadikan sampah sebagai
sumber daya.
Berdasarkan tujuan inilah, maka pemerintah berupaya untuk mengubah pola
pikir masyarakat yang masih menggunakan sistem kumpul-angkut-buang sebagi solusi
pengurangan sampah. Pola pikir masyarakat diarahkan pada kegiatan pengurangan dan
penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan 3R yaitu reuse, reduce,
dan recycle, sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan,
pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemprosesan akhir.
Sucipto (2012: 15) mengemukakan bahwa Sosialisasi terkait kegiatan
pengurangan dan penanganan sampah telah banyak dilakukan yaitu dengan kegiatan
pelatihan pengelolaan sampah melalui sekolah, pemerintah, daerah dan organisasi-
organisasi berbasis lingkungan lainnya, salah satunya adalah melalui pembentukan Bank
Sampah.
UPT BLUD Puskesmas Kayangan sudah memiliki Bank Sampah sendiri yang di
Kelola oleh petugas Saniatrian dan di dukung oleh semua staf yang ada di Puskesmas
tersebuat. Dari sinilah muncul trobosan baru Bernama “Wah berJakat” (Bawa Sampah
Jadi Berkat) untuk mengurangi semua jenis sampah yang ada dari semua aktifitas baik
dalam Gedung maupun di luar Gedung.

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud
Maksud dari bawa sampah jadi berkat ini adalah mengolah dan mengolah
sampah yang dihasilkan dari aktifitas petugas maupun Masyarakat yang berkunjung ke
UPT BLUD Puskesmas kayangan. Dari hasil sampah yang didapat terseut akan Kembali
lagi ke Masyarakat atau sataf itu sendiri berbentuk kompos yang di hasilkan dari
pengolahan sampah tersebuat
b. Tujuan

Tujuan dari inovasi Wah Berjakat ini adalah:

 Mengurangi pengeluaran atau evisiensi dalam pengelolaan limbah pada pihak ke 3


(Tiga)
 Mengurangi pencemaran lingkungan baik yang ada di lingkungan Puskesmas maupun
di Masyarakat.
 Sebagai media percontohan dalam penanganan sampah di instansi dan Masyarakat
 Meningkatkan kunjungan pelayanan ke UPT BLUD Puskesmas Kayangan.
 Menambah pendapatan distribusi untuk UPT BLUD Puskesmas kayangana sesuai
yang di atur dalam perturan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

3. MANFAAT INOVASI
a. Mengurangi pembuangan sampah di Tempat Penampungan Ahir.
b. Melakukan pemanfaatan Kembali sampah yang di hasilkan oleh petugas
maupun Masyarakat.
c. Membuat kompos dari sampah organic yang dihasilkan dari pelayanan dalam
Gedung dan yang di bawa oleh msyarakat

4. STAKEHOLDER INNOVASI

Stakeholder yang terlibat dalam inovasi ini sebagai berikut :

a. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara


b. BAPPEDA (Badan Perencanaan PembangunanDaerah)
c. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara
d. UPT Persampahan Kabupaten Lombok Utara

5. HASIL INOVASAI

Inovasi yang dihasilkan muali dari perencanaan dengan di lakukannya


pemaparan internal di dalam puskesmas, kemudian sosialisasi kepada Masyarakat ,
maka inovasi ini sudah di jalankan dan memiliki hasil yang cukup baik, terutama
dalam penanganan sampah di dalam Gedung puskesmas, semua sampah yang di
hasilkan dari aktfitas atau pelayanan baik dalam Gedung maupun luar Gedung di
Kumpulkan jadi satu pada Bank Sampah UPT BLUD Puskesmas Kayangan. Sedangkan
sampah yang dri luar Gedung yang dibawa oleh Masyarakat saat berkunjung atau
melakukan pengobatan akan ditukarkan dengan kompos dari pengelolaan sampah
organic tersebut.

Anda mungkin juga menyukai