Tempat Sampah Otomatis Arduino Uno
Tempat Sampah Otomatis Arduino Uno
SKRIPSI/TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga
Jakarta
2024
1
2
3
4
5
PANDUAN PENGGUNAAN HAK CIPTA
6
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik. Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3)
ini penulis sajikan dalam bentuk buku yang sederhana. Adapun judul Tugas Akhir,
yang penulis ambil sebagai berikut, “Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino
Uno dengan Sensor Ultrasonik”.
Tujuan penulisan Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3) ini dibuat
sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Universitas Bina Sarana
Informatika. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan hasil penelitian
(eksperimen), observasi dan beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan ini.
Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka
penulisan Tugas Akhir ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan
ini, ijinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika.
2. Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika
3. Ketua Program Studi Teknologi dan Informatika Universitas Bina Sarana
Informatika.
4. Ibu Indra Riyana Rahadjeng, ST, [Link]. selaku Pembimbing Tugas Akhir
5. Staff / karyawan / dosen di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika.
7. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moral maupun spiritual.
Serta semua pihak yang terlalu banyak untuk disebut satu persatu sehingga
terwujudnya penulisan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih
jauh sekali dari sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga Tugas Akhir ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan
bagi para pembaca pada umumnya.
Jakarta, 30 Agustus 2024
Penulis
7
Abstrak
Mohamad Alif Dermawan, NIM 13210024
Salah satu komponen penting dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah tempat
sampah yang bersih dan higienis. Namun, tempat sampah konvensional sering kali
memerlukan kontak langsung dengan tangan, meningkatkan kemungkinan penyebaran
kuman dan bakteri. Oleh karena itu,tempat sampah otomatis yang tidak perlu disentuh
harus dibuat.
Dalam proyek ini, tempat sampah otomatis berbasis Arduino Uno dilengkapi dengan
sensor ultrasonik. Sensor ini mendeteksi keberadaan tangan atau objek lain di atas
tempat sampah pada jarak tertentu, sehingga tutup tempat sampah terbuka secara
otomatis tanpa kontak fisik dan menutup kembali secara otomatis ketika objek tersebut
bergerak menjauh. Sistem ini dimaksudkan untuk meminimalkan kontak langsung
dengan permukaan tempat sampah sekaligus meningkatkan kenyamanan dan
kebersihan penggunaan tempat sampah.
Pemrograman Arduino Uno diperlukan untuk menerapkan sistem ini untuk mengontrol
motor servo yang menggerakkan tutup tempat sampah menggunakan sinyal dari sensor
ultrasonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mendeteksi objek pada jarak
tertentu dan responsif membuka dan menutup tutup tempat sampah. Diharapkan proyek
ini dapat membantu meningkatkan kebersihan dan kenyamanan dalam penggunaan
tempat sampah di berbagai tempat, seperti rumah, kantor, dan area publik.
Kata kunci : Arduino uno, sensor
8
Abstract
9
Daftar isi
BAB I Pendahuluan....................................................................................................17
1.1 Latar Belakang............................................................................................17
1.2 Rumusan masalah.......................................................................................18
1.3 Tujuan dan manfaat.....................................................................................18
1.4 Metode penelitian........................................................................................19
1.5 Ruang lingkup.............................................................................................19
10
BAB IV PENUTUP....................................................................................................30
4.1 Kesimpulan..................................................................................................30
4.2 Saran...........................................................................................................30
Daftar Pustaka............................................................................................................31
Daftar Riwayat hidup.................................................................................................33
Surat keterangan pkl...................................................................................................34
Surat keterangan mentor.............................................................................................35
Turnitin.......................................................................................................................36
11
Daftar Simbol Flowchart
12
Simbol Komponen
Arduino Uno
Sensor Ultrasonik
Motor Servo
RTC DS3231
Buzzer
13
Daftar Gambar
14
Daftar Tabel
Table konsultasi..........................................................................................................5
15
Daftar Lampiran
16
BAB I
Pendahuluan
17
1.2 Rumusan masalah
Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai salah satu syarat kelulusan
Program Diploma Tiga (DIII) Program studi Teknologi Komputer di Fakultas
Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika.
Sedangkan manfaat dari penulisan Tugas akhir ini adalah :
1. Otomatisasi Pembuangan Sampah: Mempermudah proses pembuangan sampah
tanpa menyentuh tempat sampah, sehingga lebih nyaman bagi pengguna.
2. Higienis: Mengurangi kontak langsung dengan tempat sampah dapat mengurangi
penyebaran kuman dan bakteri.
3. Efisiensi Energi: Menggunakan teknologi hemat energi dengan sensor ultrasonik
yang hanya bekerja saat diperlukan.
4. Kesadaran Lingkungan yang Tinggi: Menggunakan teknologi untuk mendukung
kebersihan dan manajemen sampah yang lebih baik
18
1.4 Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan Penulis untuk mengumpulkan informasi yang
dianggap penting untuk penulisan tugas akhir ini adalah mengutip literatur terkait
dari jurnal, buku, atau artikel yang membahas tentang penggunaan Arduino, sensor
ultrasonik, dan teknologi otomatisasi dalam pengelolaan sampah.
Metode penelitian ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk merancang,
mengembangkan, dan menguji tempat sampah otomatis berbasis Arduino,
memastikan bahwa proyek dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
1.5 Ruang lingkup
Ruang lingkup penulisan Tugas Akhir ini adalah mulai dari perancangan rangkaian
elektronik untuk menghubungkan sensor ultrasonik, servo motor, dan Arduino,
pengembangan kode program pada Arduino Uno untuk mengontrol sensor dan
motor servo berdasarkan input dari sensor ultrasonic serta pengujian dan kalibrasi
sistem untuk memastikan tutup dapat membuka dan menutup dengan baik
berdasarkan deteksi sensor
19
BAB II
Landasan Teori
20
2.3 Tinjauan Pustaka
Arduino Uno Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATMega328.
Memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat
digunakan sebagai output PWM (PulseWidht Modulation) dan 6 pin input analog, 16
MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset
(Arduino, 2012). Mikrokontroler Arduino Uno berfungsi sebagai pusat pengolah
data atau dapat dikatakan sebagai CPU (Central Proccesing Unit), yang mana
tugasnya mengolah semua data yang masuk dan data yang keluar (Guntoro,
Somantri, & Haritman, 2018). Motor Servo Motor servo adalah sebuah motor
dengan sistem closed feedback dimana posisi dari motorakan diinformasikan
kembali ke rangkaian kontrol yang ada di dalam motor servo. Motor ini terdiri dari
sebuah motor, serangkaian gear, potensiometer dan rangkaian kontrol. Potensiometer
berfungsi untuk menentukan batas sudut dari putaran servo. Sedangkan sudut dari
sumbu motor servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal
dari kabel motor (Nasution, 2019).
C. Sensor Ultrasonik PING Sensor Ultrasonic PING merupakan modul sensor
Ultrasonik ini dapat mengukur jarak antara 3 cm sampai 300 cm. Keluaran dari
modul sensor ultrasonik Ping ini berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan
jarak. Lebar pulsanya yang dihasilkan modul sensor ultrasonik ini bervariasi dari 115
uS sampai 18,5 Ms (Arief, 2019).
Menurut (Budiharto & Nalwan, 2009) pengukuran jarak adalah salah satu
elemenpenting pada sebuah robot yang sedang bergerak. Hal ini dibutuhkan oleh
robot untukmengetahui posisi robot terhadap objek-objek tertentu. Dalam jarak
antara 3 cm hingga 3meter, ultrasonik adalah media yang sesuai. Contoh
penerapannya untuk lengan robot adalah untuk menentukan kapan lengan akan
menjulur saat mendeteksi objek di depannya. Proses pengukuran dilakukan dengan
menembakkan sinyal ultrasonik dan menghitung kapan sinyal tersebut diterima
kembali oleh sensor. Sensor ultrasonik yangsering digunakan di pasaran adalah
sensor yang memiliki respon frekuensi 40 kHz. Olehkarena itu, untuk memancarkan
sinyal dengan respon maksimum, dibutuhkan gelombang dengan frekuensi 40 kHz
yang dibangkitkan dengan osilator.
21
BAB III
Pembahasan
22
Kotak Proyek atau Housing: Untuk menempatkan Arduino dan rangkaian elektronik
agar terlindung.
Modul Regulator Tegangan: Jika menggunakan sumber daya dari baterai yang
membutuhkan regulasi tegangan.
23
3.4 Rangkaian blox alat
Output
input motor setvo
Sensor ultrasonik
Input
rct
24
3.5 Flowchard program
25
3.6 Sistem koding
26
3.7 Cara kerja alat
Deteksi Objek dengan Sensor Ultrasonik:
Sensor ultrasonik memiliki dua bagian: pemancar (transmitter) dan penerima
(receiver).
Arduino mengirimkan sinyal untuk memicu pemancar agar mengeluarkan gelombang
ultrasonik.
Ketika ada objek di depan sensor, gelombang ini akan memantul kembali ke sensor
dan diterima oleh penerima.
Arduino menghitung waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk kembali dan
menggunakan waktu ini untuk menghitung jarak objek dari sensor.
Mengambil Keputusan:
Arduino akan memproses data jarak dari sensor ultrasonik. Misalnya, jika jaraknya
kurang dari 20 cm (bisa disesuaikan), Arduino akan menganggap ada objek di
dekatnya.
Jika jaraknya kurang dari ambang batas tertentu, Arduino akan mengirim sinyal ke
servo motor untuk membuka tutup tempat sampah.
Menggerakkan Servo Motor:
Servo motor akan berputar ke sudut tertentu untuk membuka tutup tempat sampah.
Setelah beberapa detik (atau setelah objek tidak lagi terdeteksi dalam jarak tertentu),
Arduino akan mengirim sinyal untuk menutup tutup tempat sampah.
27
3.10 Kelebihan alat
Tempat sampah otomatis berbasis Arduino Uno dengan sensor ultrasonik adalah
inovasi teknologi yang memanfaatkan sensor untuk mendeteksi keberadaan objek
(misalnya, tangan manusia) dan kemudian membuka tutup tempat sampah secara
otomatis. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem ini:
Kelebihan:
Higienis: Tempat sampah otomatis memungkinkan orang membuang sampah tanpa
menyentuh tutupnya, yang dapat mengurangi penyebaran kuman dan bakteri,
menjaga kebersihan, dan kesehatan.
Efisien: Sensor ultrasonik dapat mendeteksi objek dengan cepat dan akurat,
sehingga tutup tempat sampah dapat terbuka hanya ketika diperlukan, menghemat
waktu dan usaha pengguna.
Hemat Energi: Sistem berbasis Arduino Uno biasanya menggunakan daya yang
relatif rendah, terutama jika didukung oleh baterai atau sumber daya yang hemat
energi.
Kemudahan Penggunaan: Pengguna tidak perlu mengoperasikan tutup secara
manual. Hal ini sangat bermanfaat untuk anak-anak, orang tua, atau mereka yang
memiliki keterbatasan fisik.
Menarik: Tempat sampah otomatis dapat menarik perhatian dan memberikan kesan
modern serta canggih pada lingkungan, baik itu di rumah, kantor, atau ruang publik.
Mengurangi Bau: Dengan tutup yang otomatis menutup setelah digunakan, sistem
ini dapat membantu mengurangi penyebaran bau dari sampah.
Tempat sampah otomatis berbasis Arduino Uno dengan sensor ultrasonik
memberikan solusi praktis dan higienis untuk pengelolaan sampah, namun juga
memerlukan perhatian khusus terhadap biaya, perawatan, dan daya tahan.
28
3.11 Kekurangan alat
Kekurangan:
Biaya Lebih Tinggi: Dibandingkan dengan tempat sampah konvensional, tempat
sampah otomatis berbasis sensor memerlukan biaya tambahan untuk komponen
elektronik seperti Arduino Uno, sensor ultrasonik, dan aktuator.
Perawatan: Sistem ini memerlukan perawatan lebih lanjut untuk memastikan
semua komponen berfungsi dengan baik, termasuk penggantian baterai atau
perbaikan komponen yang rusak.
Ketahanan Terhadap Lingkungan: Komponen elektronik mungkin rentan terhadap
kondisi lingkungan seperti kelembaban tinggi, suhu ekstrem, atau kontak langsung
dengan air dan bahan kimia.
Kemungkinan Kesalahan Deteksi: Sensor ultrasonik bisa saja salah mendeteksi
keberadaan objek, misalnya membuka tutup karena ada hewan kecil atau objek lain
yang tidak diinginkan.
Keterbatasan Kapasitas: Jika tempat sampah penuh, sistem ini mungkin tidak
berfungsi dengan baik karena sensor bisa terhalang oleh sampah yang ada di
dalamnya.
Ketergantungan pada Daya: Sistem ini membutuhkan sumber daya listrik yang
andal. Jika baterai habis atau terjadi pemadaman listrik, maka fungsi otomatis ini
tidak dapat bekerja.
29
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Tempat sampah otomatis berbasis Arduino Uno dengan sensor ultrasonik adalah
perangkat yang dirancang untuk membuka dan menutup tutup tempat sampah
secara otomatis ketika mendeteksi adanya objek di dekatnya, seperti tangan
seseorang. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor ultrasonik yang
mengukur jarak antara sensor dan objek di depannya. Ketika jarak yang terukur
berada di bawah ambang batas tertentu, Arduino Uno akan memicu mekanisme
servo motor untuk membuka tutup tempat sampah. Setelah objek menjauh atau
setelah beberapa detik, tutup akan menutup kembali secara otomatis.
Penggunaan tempat sampah otomatis ini meningkatkan kebersihan dan
kenyamanan, karena pengguna tidak perlu menyentuh tutup tempat sampah, yang
dapat mengurangi penyebaran kuman dan bakteri. Selain itu, teknologi ini juga
memberikan solusi yang praktis dan efisien untuk pengelolaan sampah di berbagai
tempat, seperti rumah, kantor, atau tempat umum lainnya.
4.2 Saran
Integrasi dengan sensor lain, seperti sensor gas untuk mendeteksi bau tidak sedap.
Implementasi sistem notifikasi penuh, misalnya melalui jaringan IoT untuk
memberitahukan jika tempat sampah sudah penuh dan perlu dikosongkan.
Penggunaan energi terbarukan, seperti panel surya, untuk mengoperasikan tempat
sampah otomatis ini.
30
Daftar Pustaka
Abdulrahman, S., & Ahmed, M. (2019). Design and Implementation of a Smart Waste
Management System Using IoT and Ultrasonic Sensor. Journal of Engineering
and Technology, 15(2), 75-82.
Artikel ini menjelaskan tentang sistem manajemen sampah pintar yang
menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dan sensor ultrasonik untuk
mendeteksi tingkat kepenuhan tempat sampah.
Bhat, M. R., & Gupta, R. (2020). Automatic Waste Segregation and Disposal System
Using Arduino. International Journal of Innovative Research in Computer and
Communication Engineering, 8(5), 1523-1529.
Penelitian ini membahas tentang sistem segregasi dan pembuangan sampah
otomatis yang memanfaatkan Arduino dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi
jenis dan jumlah sampah.
Kumar, R., & Priya, M. (2021). Smart Dustbin: An IoT Based Approach to Waste
Management Using Arduino and Ultrasonic Sensor. International Journal of
Engineering Research & Technology (IJERT), 10(4), 250-254.
Artikel ini menguraikan tentang pengembangan dustbin pintar berbasis IoT yang
menggunakan Arduino dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi dan mengelola
sampah secara efisien.
Patil, S. M., & Pawar, A. (2018). Development of IoT Based Smart Waste Bin Using
Arduino and Ultrasonic Sensor. International Journal of Advanced Research in
Computer and Communication Engineering, 7(3), 555-558.
31
Studi ini mengembangkan konsep tempat sampah pintar dengan memanfaatkan
teknologi IoT, Arduino, dan sensor ultrasonik untuk mengotomatiskan proses
pemantauan tingkat kepenuhan sampah.
Sharma, V., & Rani, K. (2019). Smart Waste Management System Using IoT and
Ultrasonic Sensors. International Journal of Scientific & Engineering Research,
10(6), 1282-1287.
Artikel ini membahas penggunaan sensor ultrasonik dan platform IoT dalam
pengelolaan sampah, yang memungkinkan deteksi dini tingkat kepenuhan dan
pengaturan jadwal pengangkutan sampah.
Singh, A., & Kumar, S. (2020). Design and Implementation of Automatic Smart Waste
Management System Using Arduino and Ultrasonic Sensor. International Journal
of Recent Technology and Engineering, 8(5), 212-215.
Penelitian ini membahas desain dan implementasi sistem manajemen sampah
otomatis yang menggunakan Arduino dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan
efisiensi dalam pengelolaan sampah.
32
DAFTAR RIWAYAT HIUP
A. Biodata Mahasiswa
N.I.M 1320024
Nama Lengkap :
Mohamad Alif D
Tempat & Tanggal Lahir Tegal , 15
Oktober 1991
Alamat Lengkap : Jl tanjakan auri rt 10/rw 1 Cakung Timur ,
Jakarta Timur
B. Riwayat Pendidikan
Formal SDN Demangharjo 02 (
1999-2004 ) SMPN 1 Warureja
tegal (
2005-2007) SMK YPT
Kota Tegal ( 2008-2010 )
Universitas Bina Sarana Informatika ( 2021-sekarang )
C. Seminar
1. Seminar Wajib Interpreneur
34
Surat keterangan mentor
35
Turnitin
36
37
38