RESUSITASI
JANTUNG PARU(RJP)
Apa yang ada dipikiran anda mengenai organ ini?
Menurut anda, seberapa penting organ ini?
Bagaimana jika organ ini BERHENTI berfungsi?
Dan jika itu terjadi kepada orang terdekat kita, apa yang bisa kita lakukan?
Perkenalkan, namanya Jantung.
Salahsatu organ penting ditubuh
manusia.
Tugasku adalah memompa darah ke seluruh tubuh,
tanpaku sel-sel ditubuh manusia tidak akan mendapat
nutrisi dan akan mati.
Aku memiliki teman yang bernama Paru-Paru. Kami
bekerjasama menyalurkan darah yang kaya dengan
oksigen keseluruh tubuh .
• Jantung terletak di tengah dada manusia condong ke
kiri.
• Jantung manusia memompa 2000 galoon dalam
sehari
• Jantung memberi makan dirinya sendiri melalui
arteri coroner yang menyelubungi jantung.
• Jantung membutuhkan listrik untuk berdetak. Listrik
jantung dapat dilihat dalam gelombang ECG dan dapat
digunakan untuk mendiagnosa masalah jantung.
TERDAPAT 2 SISTEM UTAMA DI TUBUH MANUSIA :
Sistem Sistem yang bertanggungjawab untuk mencukupi kebutuhan
Pernafasan oksigen di dalam tubuh.
Sistem
Sistem yang berfungsi untuk mengantarkan nutrisi kepada sel yang
Peredaran ada di seluruh tubuh.
Darah
D R C A B
3A Response Circulation Airway Breathing
Aman3diri
Aman Lingkungan
A-V-P-U
3 3 3 3
Cek nadi karotis Cek Airway
Aman Pasien A-S-N-T Selama 10 detik (HTCL / JAWTHRUST)
Cek pernafasan pasien
selama 10 dtk
AHA, 2020
• Setiap Bystander yang menemukan orang tidak sadar (tidak merespon
ASNT/AVPU) diperbolehkan untuk melakukan RJP sesegera mungkin
tanpa mengecheck C-A-B
Circulation
Aliran darah yang berada di tubuh manusia, dikontrol oleh jantung dan
merupakan sistem yang sangat penting bagi tubuh.
Point penting RJP adalah mengembalikan sirkulasi, maka harus dilakukan sesegera
mungkin.
Pada dewasa pemeriksaan Circulation berada di nadi CAROTIS (Leher), bukan di
RADIALIS ataupun BRANCHIALIS
Titik Nadi
Manusia
Dalam pengecekan nadi, gunakan jari
telunjuk dan tengah.
Tidak perlu ditekan, cukup ditempel dan
dirasakan denyutan
Stetoschope tidak bisa digunakan untuk
mendengarkan nadi. Gunakan Oxymetri
untuk mengecek nadi
Pulse indeks
Kekuatan pulse ( 0,2 - 20%)
SpO2 Jumlah / Frekwensi
Saturasi oksigen nadi
Gelombang Nadi
Airway
Jalan Nafas
Melihat apakah ada sumbatan di dalam saluran
pernafasan pasien
Sumbatan dapat mengancam nyawa, meski diberikan terapi O2 jika jalan
nafas tidak bebas maka tidak ada gunanya.
Pada pasien NON-TRAUMA, jika tidak diperlukan CPR/RJP untuk
membebaskan jalan nafas dengan cara dimiringkan (jika sumbatan cair).
Jika padat bisa dilakukan teknik fingerswab
Airway
Jalan Nafas
Ada beberapa cara mempertahankan Airway
pasien.
Head Tilt Chin Lift (HTCL) Jaw Thrust
Pasien non-trauma Pasien Trauma
Airway
Jalan Nafas
Mempertahankan jalan nafas dengan
alat.
Oropharyngeal Airway Nasopharnygeal Airway
OPA/Mayo/Guedel
Airway
Jalan Nafas
Tekhnik untuk membersihkan jalan nafas
pasien
Fingersweep (Tanpa Alat) Suction (Dengan alat)
Breathing
Pernafasan
Menghitung pernafasan sekaligus memastikan apakah
pasien bernafas
Untuk menentukan apakah pasien perlu dilakukan rescue breathing atau
tidak.
Melihat kembang-kempis dada selama 1 menit jika pasien sadar
Melihat kembang kempis dada selama 10 detik jika pasien tidak sadar.
Apakah pemberian bantuan nafas Mouth to Mouth diperbolehkan?
BAG VALVE MASK
Bag Valve Mask adalah alat yang digunakan untuk memberikan bantuan
nafas kepada pasien. Dengan Bag Valve Mask, penolong tidak perlu
melakukan Mouth-To-Mouth sehingga terhindar dari penyebaran penyakit
dari korban ke penolong.
LOOK - LISTEN - FEEL (LLF)
LIHAT - DENGAR - RASAKAN (LDR)
Look / Lihat : Pandangan ke dada pasien
Listen / Dengarkan : Dengarkan pernafasan pasien melalui mulut / hidung pasien
Feel / Rasakan : Rasakan hembusan nafas pasien dengan pipi penolong.
Semakin segera melakukan
CPR, semakin tinggi
persentase kembali hidup.
GOLDEN TIME :
0-10 menit
Tanda-tanda mati klinis
Tidak ada denyut Tidak ada nafas spontan
Tidak ada respon nadi
Berlangsung 1-6 menit
pasca tidak ada nadi
MASIH BISA DITOLONG DENGAN DILAKUKAN RJP
SESEGERA MUNGKIN!!!
Tanda tanda mati biologis
Lebam Mayat Kaku Mayat Dekomposisi Suhu tubuh berubah
20-30 menit pasca kematian 1 s/d 2 jam pasca kematian 6-12 jam pasca kematian 15-30 menit pasca kematian
SUDAH TIDAK BISA DITOLONG
Push Fast
Push Hard (100 - 120 x/menit)
Minimal Push Deep
Interuption ( 5 -6 cm)
Maximum
Recoil
Siklus pemberian RJP pada Dewasa adalah
30 : 2
30 kali Pijatan + 2 Bantuan Nafas
Jika hanya menggunakan tangan saja
(Hands only)
Lakukan selama 2 menit atau 5 siklus lalu cek respon pasien (nadi nafas)
kembali
Untuk bayi
15 : 2
15 kali Pijatan + 2 Bantuan Nafas
Tentukan titik kompresi
Letakkan kedua tangan kearah titik
kompresi
Posisi tangan penolong tegak lurus
dengan pasien
Lakukan kompresi dan bantuan
ventilasi
Evaluasi nadi / respon pasien
Jika tidak ada, mulai kompresi kembali
AED
Automatic External Defibillator
Alat portable dari Defibilator yang berfungsi untuk memberikan
kejutan listrik untuk merangsang kembalinya listrik di jantung agar
bisa memompa darah keseluruh tubuh
Alat ini secara otomatis menganalisa ritme jantung dan
memberikan instruksi kepada penolong agar memperoleh “High
Quality CPR”.
AED
Automatic External Defibillator
Memiliki 2 pad yang akan menghantarkan listrik ke tubuh pasien.
Sekaligus terdapat instruksi gambar pemasangan. Penolong hanya
perlu menyalakan lalu menempel pad ke pasien lalu mengikuti
instruksi AED.
Alat ini dapat ditemui di Public Area seperti Bandara Udara, Mall,
perkantoran, ataupun area lain yang padat pengunjung.
Harapannya penolong dapat memberikan pertolongan pertama
sebelum tim medis datang.
RECOVERY
POSITION
Recovery Position adalah posisi yang diberikan setelah pasien Kembali
hidup (nadi & nafas terasa dan teraba).
Indikator keberhasilan dari Recovery Position adalah agar airway pasien
terbebas dari sumbatan baik sumbatan yang berasal dari muntahan atau
dari lidah pasien
RECOVERY
POSITION
Pastikan mulut terbuka dan
pipi tersanggah oleh telapak
tangan pasien
Pasien tidak diletakkan pada bidang
yang datar dan keras
Tidak menghubungi panggilan darurat sebelum
melakukan kompresi ( 1-1-2/1-1-9/9-1-1)
Kebocoran saat melakukan nafas buatan
Tidak menengadahkan kepala pasien saat memberikan nafas buatan
Kompresi terlalu lambat atau terlalu cepat
Kapan Harus Berhenti Melakukan
RJP ?
Penderita Sadar
(Nafas dan nadi ada) Penolong kelelahan
Diambil ali oleh penolong lain atau
Tenaga Medis Profesional
Penolong terancam bahaya
Jika muncul tanda-tanda kematian
SEKIAN, TERIMAKASIH