Menghitung Roti dari Tepung Terigu
Menghitung Roti dari Tepung Terigu
ROTI
Disusun oleh:
Tim Agroindustri
TIM AGROINDUSTRI
PROGRAM UPSKILLING
Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Program Keahlian
Balai Besar
Pengembangan dan Penjaminan
Mutu Pendidikan Vokasi
Pertanian
Cianjur
2024
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
1 A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Umum 3
C. Tujuan Khusus 4
-2-
TAHAPAN PROSES PENGOLAHAN
5 A. Pembuatan Roti Manis 1
B. Pembuatan Roti Beku/Goreng 3
MENGHITUNG BIAYA
6
A. Komponen Biaya Pembuatan Roti 12
B. Satuan Harga Bahan Untuk Pembuatan Roti 14
C. Menghitung Biaya Untuk Pembuatan Roti 17
LEMBAR KERJA
7
A. Pembuatan Roti Manis 18
B. Pembuatan Roti Goreng/Beku 19
DAFTAR PUSTAKA
8
-3-
1
C H A P T E R
PENDAHULUAN
M E M B U A T R O T I
-4-
LATAR BELAKANG
Mesir Kuno menjadi salah satu Mulai muncul berbagai jenis
peradaban pertama yang roti, dan penggunaan air
secara khusus sebagai bahan tambahan
mengembangkan seni dalam adonan menjadi umum.
membuat roti. Mereka Revolusi Industri membawa
mengenal proses fermentasi perubahan besar dalam
menggunakan ragi alami yang pembuatan roti. Mesin
ditemukan di lingkungan penggilingan modern, yang
sekitar mereka. Zaman Yunani dapat menghasilkan tepung
dan Romawi melibatkan terigu dengan cepat,
pengembangan teknik membantu memenuhi
pembuatan roti yang lebih permintaan yang semakin
canggih. Roti menjadi meningkat. Selama Perang
makanan dasar di sebagian Dunia, teknologi dan praktik
besar dunia Kuno. pembuatan roti terus
Selama Abad Pertengahan, berkembang, dan roti menjadi
para tukang roti (baker) salah satu sumber nutrisi yang
menjadi semakin penting penting selama masa-masa
dalam masyarakat. sulit.
-5-
Pada abad ke-19, penemuan Menurut SNI 1995, definisi roti
ragi kering memberikan adalah produk yang diperoleh
kemudahan dalam dari adonan tepung terigu yang
penggunaannya dalam skala diragikan dengan ragi roti dan
besar. Ragi kering lebih mudah dipanggang, dengan atau
disimpan dan diukur, tanpa penambahan bahan
memungkinkan industri roti makanan lain dan bahan
berkembang lebih pesat. tambahan makanan yang
Pada abad ke-20 dan 21, diijinkan. Dengan kata lain Roti
pemahaman tentang nutrisi adalah produk makanan yang
roti menjadi semakin terbuat dari fermentasi tepung
diperhatikan. Mulai muncul roti terigu dengan ragi atau bahan
gandum utuh dan roti dengan pengembang lainnya yang
kandungan nutrisi tambahan kemudian dipanggang. Roti
untuk memenuhi kebutuhan memiliki berbagai jenis, bentuk,
konsumen yang semakin sadar dan ukuran, yang
akan kesehatan. Pembuatan mencerminkan keragaman
roti terus berkembang seiring budaya kuliner di seluruh
waktu, mencerminkan dunia. Beberapa jenis roti yang
perkembangan dalam umum meliputi roti tawar, roti
teknologi, industri, dan selera gandum, baguette, roti kasur,
konsumen. Roti tetap menjadi roti pita, dan berbagai jenis roti
makanan dasar di banyak tradisional dari berbagai
budaya di seluruh dunia. negara. Pada bahan ajar ini,
Roti adalah produk makanan akan dibahas tentang roti
yang terbuat dari adonan yang manis dan roti beku /goreng.
dipanggang. Adonan tersebut Roti manis adalah produk
umumnya terdiri dari tepung makanan yang terbuat dari
terigu, air, ragi, dan garam. fermentasi tepung terigu
Proses pembuatannya dengan ragi dan rasanya manis
melibatkan penggabungan karena banyak menggunakan
bahan-bahan tersebut untuk gula. Biasanya roti manis
membentuk adonan, dibentuk dan diberi isian sesuai
fermentasi adonan (biasanya dengan selera. Roti manis
menggunakan ragi), dan mudah dalam pembentukan
akhirnya dipanggang hingga dan pengisian, produk atau
matang. bentuk dari roti manis sangat
banyak,
-6-
isian roti manis bisa dari selai Kedua produk tersebut di atas
buah, keju, meises, kelapa, bisa dikonsumsi secara
kacang-kacangan, sosis, dan langsung atau juga bisa
lain-lain. Roti manis juga bisa disimpan secara beku.
diberi toping seperti abon sapi, Penyimpanan roti secara beku
keju tabur, dan lain-lain. menjadi pilihan untuk
Roti beku/goreng pada dilakukan karena beberapa
prinsipnya, bahan dan cara faktor antara lain kemudahan
pembuatannya sama dengan penyimpanan, kemudahan
pembuatan roti manis. Hal dalam distribusi dan logistik,
membedakan adalah pada kemudahan untuk konsumen,
proses pematangan, roti manis beragam pilihan produk,
dipanggang dengan oven, kualitas yang tetap terjaga, dan
kalau roti beku/goreng dikukus peningkatan keamanan
untuk proses pematangannya. pangan:
Hal lain yang membedakan
dengan roti manis , roti
beku/gorengdilapisi dengan
tepung roti atau crumb. Roti
beku/goreng disimpan dalam
waktu lama dengan disimpan
dalam kondisi suhu rendah
atau beku. Jika sewaktu-waktu
ingin dikonsumsi, roti
beku/goreng dapat dipanaskan
dengan digoreng atau
dipanaskan menggunakan
microwave.
-7-
TUJUAN
TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS
-8-
2
C H A P T E R
MEMILIH DAN
MENANGANI BAHAN
M E M B U A T R O T I
-9-
JENIS–JENIS
BAHAN DALAM
PEMBUATAN ROTI
MANIS
-10-
Jenis Bahan Baku
Terigu
Terigu merupakan hasil dari
penggilingan biji gandum.
Gandum merupakan tanaman
tahunan dari genus Triticum
yang banyak tumbuh di banyak
negara di dunia terutama
negara beriklim sub tropis.
Tepung terigu merupakan hasil
penggilingan bagian
endosperm dari biji gandum.
Endosperm menjadi
komponen penting dalam Gambar Kernel Gandum
produksi tepung terigu karena
mengandung sebagian besar
protein yang dibutuhkan untuk akan dapat menghasilkan roti
membuat adonan roti yang dengan remah yang halus"
elastis. Dalam proses tekstur yang lembut" dan
pembuatan tepung terigu, volume pengembangan yang
endosperm digiling untuk besar. Tepung ini cocok untuk
menghasilkan serbuk tepung pembuatan roti dan produk
yang halus dan digunakan bakeri yang dikembangkan
sebagai bahan baku untuk dengan ragi.
pembuatan roti, pastry, kue,
dan makanan lainnya Soft flour memiliki kandungan
protein yang lebih rendah
Berdasarkan kandungan (antara 8-10%). Adonan yang
proteinnya, ada dua jenis terbentuk dari tepung jenis ini
tepung terigu yang dikenal kurang ekstensibel dan kurang
yaitu Hard flour dan Soft Flour. elastis sehingga kurang cocok
digunakan untuk pembuatan
Hard flour merupakan tepung roti, biasanya sangat cocok
terigu mengandung 11-13 % digunakan untuk pembuatan
protein yang mampu cake atau bolu, biskuit, cookies,
menyerap air dalam jumlah dan cracker.
banyak untuk mencapai
konsistensi adonan yang tepat
untuk pembuatan produk
bakeri" dan adonan tersebut
memiliki ekstensibilitas dan
sifat elastis yang baik"
-11-
Perbedaan dalam kandungan Komposisi tepung gandum
protein antara hard flour dan secara umum terdiri atas :
soft flour menyebabkan Pati 70%
perbedaan dalam elastisitas Air 14%
dan kekakuan adonan yang Protein 11,5 %
dihasilkan. Adonan yang dibuat Lemak 1 %
dari hard flour cenderung Gula 1 %
lebih elastis dan kaku, Mineral (abu) 0,4 %
sementara adonan yang dibuat Lain-lain 2,1 %
dari soft flour cenderung lebih
mudah kempes dan kurang Dalam proses pembuatan roti,
elastis. Oleh karena itu, terigu merupakan bahan yang
pemilihan jenis tepung terigu harus ada, karena terigu
yang tepat sangat penting mempunyai komponen yang
dalam memastikan kualitas disebut gluten. Gluten adalah
dan tekstur dari produk roti, senyawa protein kompleks
kue, atau pastry yang yang terdiri dari gliadin dan
dihasilkan. glutenin. Gluten akan
terbentuk ketika terjadi hidrasi
Protein pada tepung pada tepung terigu. Gluten
memegang peranan penting adalah komponen protein pada
dalam pengembangan adonan. terigu yang tidak larut dalam
Semakin tinggi kandungan air. Gliadin memiliki sifat kental
protein pada tepung terigu, dan dapat diregangkan
semakin besar potensi untuk menjadi untaian tipis yang
mengembangkan volume roti. mudah mengalir dengan
Ini terjadi karena protein dalam gravitasi seperti lem. Gliadin
tepung terigu (terutama berfungsi menentukan struktur
gluten) memainkan peran produk roti dan memberikan
penting dalam membentuk kekuatan pada adonan untuk
jaringan gluten dalam adonan menahan gas dari aktifitas ragi.
roti. Di sisi lain, glutenin terhidrasi
sangat elastis dan memiliki
ketahanan yang besar terhadap
gaya deformasi dan
peregangan. Ketika kedua
protein ini digabungkan,
mereka membentuk jaringan
kontinu tiga dimensi yang
disebut gluten.
-12-
Gluten merupakan bahan yang Jaringan gluten yang kuat dan
liat dan kenyal yang elastis memungkinkan adonan
mempunyai sifat dapat roti untuk menahan gas yang
menahan gas, sehingga akan dihasilkan oleh ragi atau agen
menyebabkan roti pengembang lainnya, sehingga
mengembang, dapat mengembang menjadi lebih
memanjang dan elastis. besar saat dipanggang.
-13-
Air Saat adonan roti diolah dan
diuleni, udara masuk ke dalam
Air memiliki peran penting adonan dan terperangkap di
dalam pengolahan roti. Air dalamnya. Air membantu
memiliki fungsi utama untuk menghasilkan uap air saat roti
melarutkan bahan kering dipanggang, yang
(melarutkan garam, suspensi mengembang dan
dan mendistribusikan bahan memberikan volume pada roti.
non-tepung) dan
memungkinkan glutend. Meningkatkan tekstur roti:
terbentuk (protein tepung Air juga berperan dalam
terhidrasi). Air juga dibutuhkan meningkatkan tekstur roti.
untuk menghidrasi danKelembaban yang tepat
mengaktifkan ragi. membantu menghasilkan roti
yang lembut dan empuk,
Beberapa fungsi air pada sementara kekurangan air
pengolahan roti antara lain: dapat menyebabkan roti yang
kering dan keras.
a. Mengaktifkan ragi:
Air membantu mengaktifkan e. Mengaktifkan enzim:
ragi yang digunakan untuk Air juga membantu
membuat roti. Ragi mengaktifkan enzim dalam
membutuhkan air untuk adonan roti. Enzim membantu
tumbuh dan berkembang biak, menguraikan protein dalam
sehingga air adalah salah satu tepung, yang memungkinkan
bahan yang paling penting adonan untuk diolah dengan
dalam membuat adonan roti. lebih baik dan memberikan
tekstur yang lebih baik pada
b. Meningkatkan kelembaban roti yang dihasilkan. Air yang
adonan: baik untuk membuat roti
Air juga berfungsi untuk adalah air yang kandungan
meningkatkan kelembaban mineralnya tidak terlalu
adonan roti. Kelembaban yang banyak. Air yang mengandung
tepat membantu kapur akan menyebabkan roti
menghasilkan adonan yang keras, sedangkan air yang
lembut dan elastis, yang mengandung besi akan
mudah untuk diolah dan menyebabkan roti menjadi
membentuk menjadi roti yang tidak menarik warnanya.
enak dan lezat.
-14-
Air yang digunakan untuk enzim maltase dan sakarosa,
proses pembuatan roti boleh serta zimase.
air dingin atau air es, maupun
air hangat kuku. Air panas tidakEnzim Zimase dalam prosesnya
boleh digunakan karena akan menghasilkan etil alkohol,
menyebabkan ragi tidak aktif karbon dioksida dan panas
atau mati. dengan memecah glukosa dan
molekul fruktosa, sehingga
Ragi/Yest akan melonggarkan struktur
adonan dan meningkat
volume, tetap memberi produk
Ragi/Yeast adalah kelompok rasa yang khas.
mikroorganisme yang dapat
menghasilkan gas sehingga Ada beberapa jenis ragi, yaitu:
adonan dapat mengembang, a) Ragi segar/ragi basah (fresh
menghasilkan asam yang yeast), yaitu berbentuk padat,
dapat melunakkan gluten, penggunaannya dengan cara
serta memberikan rasa dan diremas-remas dan dicampur
aroma khas pada roti. dalam adonan.
Mikroorganisme yang
digunakan adalah
Saccharomyces cerevisiae.
-15-
c) Ragi koral (active dry Ragi membutuhkan suhu yang
yeast), berbentuk butiran
optimal untuk berkembang
seperti merica, penggunaannya
biak dan menghasilkan gas
dilarutkan terlebih dahulu
karbon dioksida, yang
dalam air hangat (suam-suam membuat roti mengembang
kuku) dan menghasilkan tekstur yang
lembut. Pengaruh suhu
Suhu mempengaruhi aktivitas terhadap ragi dalam
ragi dalam pengolahan roti. pengolahan roti ditampilkan
pada gambar dibawah ini:
Garam
-16-
b. Mengatur fermentasi:
Garam membantu mengatur d. Memperpanjang umur
fermentasi pada adonan roti. simpan:
Ketika garam ditambahkan ke Garam juga membantu
adonan, ia membantu memperpanjang umur simpan
memperlambat aktivitas ragi. roti. Garam membantu
Ini memungkinkan adonan menghambat pertumbuhan
untuk mengembang secara mikroorganisme dan jamur
bertahap, sehingga yang dapat mempercepat
memungkinkan pembusukan roti. Oleh karena
pengembangan rasa yang itu, roti yang ditambahkan
lebih baik dan tekstur yang garam biasanya lebih tahan
lebih lembut. lama daripada roti yang tidak
ditambahkan garam.
c. Meningkatkan volume:
Garam juga membantu Pada umumnya, jumlah garam
meningkatkan volume roti. yang ditambahkan ke dalam
Ketika garam ditambahkan ke adonan atau sebagai bahan
adonan, ia membantu penyusun berkisar 1 – 2 % dari
menguatkan protein dalam perat tepung. Penambahan
tepung, yang dapat membantu garam yang terlalu banyak
memperkuat struktur roti. Hal akan mengakibatkan
ini memungkinkan roti untuk terhambatnya proses
mengembang dengan baik fermentasi atau malah
selama proses pemanggangan. mengakibatkan kegagalan
terjadinya proses fermentasi
-17-
Jenis Bahan Pembantu menghambat proses
fermentasi dan menyebabkan
Gula adonan menjadi lengket.
Gula memiliki peranan penting
bagi ragi. Gula merupakan Oleh karena itu ada batasan
sumber makanan dan energi penggunaan gula, yaitu setiap
bagi ragi. Selain sebagai pemakaian gula 8%, diperlukan
sumber energi, gula ragi 1%. Selain gula putih,
membantu meningkatkan beberapa jenis gula yang dapat
warna roti dan memberikan digunakan antara lain gula
tekstur yang lebih lembut dan merah, madu, sirup malt, dan
padat. Gula juga membantu juga bubuk malt. Penggunaan
menstabilkan struktur adonan beberapa jenis gula akan
roti, sehingga menghasilkan berpengaruh terhadap adonan
roti yang lebih kenyal dan tidak yaitu pada rasa, warna, dan
mudah hancur. kelembutan dari remah yang
dihasilkan.
Gula yang baik digunakan
adalah gula yang bersih dan Penggunaan beberapa jenis
mempunyai ukuran kristal gula dalam adonan akan
tidak terlalu besar. menghasilkan roti seperti
Penggunaan gula yang terlalu gambar di bawah ini.
banyak akan
-18-
Susu bubuk, karena mempunyai
daya simpan yang lebih lama
Susu berperan sebagai bahan dan tempat penyimpanan yang
tambahan pada proses lebih kecil. Susu bubuk dapat
pembuatan roti. Beberapa menambah daya absorbsi atau
manfaat pada penambahan serap air.
susu dalam pembuatan roti
antara lain: Jika susu bubuk dicairkan,
1. Menambah nutrisi pada roti maka perbandingan susu
karena susu mengandung dengan air adalah 1:10. Susu
protein dan kalsium yang digunakan susu skim
2. Memberikan rasa dan yang kadar lemak susunya
aroma khas susu sehingga berkisar 1% atau full cream yang
akan memperkaya aroma lemak susunya sekitar 29%.
dan rasa roti
3. Meningkatkan warna roti Susu
yaitu menjadi kekuningan
pada roti yang dihasilkan, Telur berfungsi sebagai
4. Meningkatkan kelembutan pengembang, pembentuk
tekstur roti karena warna, perbaikan rasa, dan
kandungan lemak yang ada penambah nilai gizi. Telur dapat
pada susu membantu meningkatkan
daya tahan roti karena
Selain peran di atas, susu juga mengandung zat pengawet
akan menambah karamelisasi alami. Pada umumnya telur
pada kerak roti. Umumnya susu yang digunakan adalah telur
yang digunakan adalah susu ayam atau telur bebek. Jika
sapi. Susu kambing juga bisa dalam adonan tidak
digunakan namun akan ditambahkan telur, maka
berdampak pada aroma roti adonan harus ditambah cairan
yang tidak semua orang bisa walaupun hasilnya kurang
menerimanya. Susu yang memuaskan.
digunakan baik berupa susu
bubuk maupun susu cair. Roti yang empuk dapat
Untuk produsen roti, lebih baik diperoleh dengan
menggunakan susu menambahkan kuning telur
yang lebih banyak.
-19-
kuning telur mengandung Telur utuh memiliki kandungan
lemak dan kolesterol yang berupa 75% air dan 9% lemak.
dapat memengaruhi elastisitas Kuning telur terdiri dari 50% air
dan kekuatan gluten dalam dan 30% lemak. Dan putih telur
adonan. Lemak dalam kuning adalah 90% air dan pada
telur dapat melapisi protein dasarnya 0% lemak. Putih telur
tepung dan membuatnya lebih mempunyai sifat creaming
sulit untuk membentuk gluten. yang lebih baik dibandingkan
Oleh karena itu, dalam kuning telur.
beberapa resep roti, kuning
telur dapat digunakan dengan Adonan yang ditambahkan
hati-hati atau dihindari agar telur utuh, kuning telur saja
adonan roti tidak menjadi ataupun putih telur saja akan
terlalu lembek dan tidak menghasilkan tektur roti yang
memiliki struktur yang baik. berbeda.
Kuning telur banyak
mengandung lesitin yang
berperan sebagai emulsifier.
-20-
Roti yang dihasilkan memiliki Lemak
kerak lebih berwarna, dan lebih
tipis dan lebih renyah daripada Lemak dapat menjadi bahan
yang tanpa telur serta memiliki penting dalam pembuatan roti,
remahnya lembut dan halus. terutama pada roti yang
Roti yang ditambahkan hanya diinginkan lebih lembut,
putih telur itu seperti roti tanpa empuk, dan beraroma khas
telur. Remah roti sedikit lebih lemak. Selain itu jika digunakan
kenyal karena putih telurnya, dalam jumlah yang tepat,
namun tidak ada rasa telur lemak juga dapat membantu
pada roti yang dihasilkan. meningkatkan aroma roti.
Sedangkan pada roti yang Lemak dapat membantu
ditambahkan kuning telur, melicinkan adonan roti dan
adonan yang dihasilkan lebih membuatnya lebih mudah
mengembang dibandingkan untuk diaduk atau dikocok.
dengan adonan yang Lemak juga dapat membantu
ditambahkan telur utuh atau menjaga kelembaban roti dan
putih telurnya saja. Roti ini juga mencegahnya menjadi kering
memiliki remah yang paling terlalu cepat.
longgar, paling lapang, dan
paling lembut dengan sedikit
rasa telur yang lebih kuat
daripada yang ditambahkan
telur utuh.
-21-
Lemak dalam adonan roti Improver dan bahan
dapat membantu pengembang kimia
memudahkan pemotongan
roti. Hal ini terjadi karena lemak Bread Improver adalah bahan
dapat membantu mengurangi tambahan yang digunakan
gesekan antara pisau dalam pembuatan roti untuk
pemotong dengan roti, meningkatkan kualitas roti.
sehingga memudahkan Bread improver terdiri dari
pemotongan dan campuran bahan-bahan seperti
menghasilkan potongan roti enzim, asam askorbat,
yang rapi. emulsifier, dan lain-lain yang
bertujuan untuk memperbaiki
Untuk penambahan lemak, tekstur, volume, kelembutan,
pilihlah lemak yang masih baik, dan keawetan roti.
yang tidak berbau tengik. Beberapa fungsi Bread
Berbagai macam lemak yang Improver dalam pembuatan
dapat ditambahkan kedalam roti adalah:
adonan roti antara lain:
a) Margarin, mengandung 80- a. Meningkatkan volume roti:
90% lemak nabati, 16% air, 2-4% Bread Improver dapat
garam dan emulsifier. membantu meningkatkan
volume roti dengan
b) Shortening, mengandung meningkatkan aktivitas ragi
99% lemak nabati atau hewani dan menghasilkan struktur kue
dan 1% air. yang lebih baik.
-22-
d. Meningkatkan rasa: dalam pembuatan roti,
Bread Improver dapat sehingga memastikan setiap
membantu meningkatkan rasa roti yang dihasilkan memiliki
roti dengan memperbaiki kualitas yang sama.
aktivitas enzim dan
meningkatkan reaksi kimia Penggunaan Bread Improver
yang terjadi selama tergantung pada jenis roti yang
pembuatan roti. akan dibuat dan preferensi
e. Meningkatkan masing-masing pembuat roti.
keseragaman: Beberapa jenis roti yang
Bread Improver dapat memerlukan Bread Improver
membantu meningkatkan adalah roti sandwich,
keseragaman
-23-
MUTU BAHAN
-24-
Jenis
Faktor Mutu
Bahan
Tepung Terigu Warna terigu putih
Tidak menggumpal
Tidak berbau apek
Tidak ada kutunya
Tidak berjamur
Tidak ada ulatnya
Garam Halus
Kering
Tidak menggumpal
Bersih
Mudah larut dalam air
-25-
Jenis
Faktor Mutu
Bahan
Susu Bubuk Tidak menggumpal
Tidak berubah warna
Tidak berbau tengik
-26-
Jenis Bahan Faktor Mutu
Kekentalan/konsistensi putih telur
masih baik,
Bila dipecahkan dan disimpan
pada piring kecil, posisi kuning
telur berada di tengah.
Bila dimasukkan ke dalam segelas
air, telur melayang telur sudah
disimpan lebih dari 20 hari, kalau
tenggelam dengan posisi berdiri
telur sudah disimpan lebih lama
lagi. Kualitas telur yang baik
adalah telur yang tenggelam
dengan posisi tidur/mendatar
Lemak Bersih
Segar
Memiliki aroma dan rasa yang baik
Bebas dari ketengikan dan
memiliki konsistensi yang lunak
Tekstur plastis
Berwarna putih atau kekuningan
-27-
3
C H A P T E R
MEMILIH DAN
MENYIAPKAN
PERALATAN
PRODUKSI ROTI
M E M B U A T R O T I
-28-
PERALATAN
PRODUKSI ROTI
-29-
Jenis dan Fungsi Alat Ketepatan penimbangan
Produksi sangat diperlukan untuk
menghasilkan produk dengan
Beberapa peralatan yang perlu kualitas baik.
dipersiapkan dalam proses
produksi roti adalah Sebelum digunakan,
Timbangan, Gelas Ukur, Mixer, timbangan diperiksa dahulu
Divider, Loyang/Baking Sheet, apakah dalam keadaan bersih
Proof Box/Proover, Oven, Rak dan sudah siap digunakan atau
Pendingin, Roller, Pisau atau belum. Setelah digunakan,
Alat Pemotong. timbangan dibersihkan dan
disimpan lagi pada tempatnya.
Timbangan Untuk hasil penimbangan yang
Timbangan yang digunakan baik, timbangan perlu ditera
bermacam-macam tergantung ulang secara berkala pada
seberapa banyak bahan yang dinas/lembaga yang terkait.
akan ditimbang. Pemilihan
timbangan harus benar-benar
diperhatikan, karena
timbangan yang tidak tepat
tidak hanya menyebabkan
kehilangan bahan, tapi juga
akan menghasilkan produk
yang tidak seragam. Ada
beberapa bahan yang
ditimbang dalam kapasitas
besar seperti terigu, gula,
lemak (mentega atau
margarin), dan telur,
memerlukan timbangan
dengan kapasitas
penimbangan yang besar pula.
Tetapi untuk bahan-bahan Gambar Timbangan Bahan
seperti ragi, garam, bread
improver, susu bubuk, dan
penimbangan adonan untuk
roti yang kecil, memerlukan
kapasitas timbagan kecil agar
hasil yang ditimbang benar-
benar tepat.
-30-
Gelas Ukur b. padle, digunakan untuk
mengaduk bahan yang agak
Seperti halnya dengan berat, seperti dalam
timbangan, gelas ukur pembuatan pie dan cookies,
digunakan untuk mengukur
cairan yang akan digunakan c. hook, digunakan untuk
dalam pembuatan produk- mengaduk bahan-bahan atau
produk bakery. adonan yang berat seperti
dalam pembuatan adonan roti
dan pastry.
Mixer
-31-
Dough Devider yaitu loyang terbuka, loyang
tinggi dan terbuka, serta loyang
Dough Divider adalah alat tinggi dan tertutup.
yang dapat membagi adonan Pembuatan roti manis
menjadi beberapa potong memerlukan loyang terbuka
dengan berat yang seragam dengan tinggi 2-3 cm, roti
sebelum adonan diisi dan tawar memerlukan loyang
dibentuk. Apabila alat ini tidak tinggi dan terbuka dengan
ada, adonan dapat dibagi ukuran yang biasa/umum
dengan cara penimbangan digunakan 25 cm x 10 cm x 12,5
dengan berat yang sama. cm, sedangkan roti sandwich
memerlukan loyang tinggi dan
tertutup dengan ukuran
normal 30 cm x 10 cm x 15 cm.
-32-
Proof Box/Proover Oven
Gambar Oven
-33-
Rak Pendingin Roller
-34-
Persyaratan Kebersihan dan Status Peralatan
-35-
Persyaratan kebersihan
Peralatan
dan status peralatan
Divider Harus bersih dari segala kotoran/kerak roti
(sisa-sisa) yang menempel.
-36-
4
C H A P T E R
TEKNOLOGI PROSES
PEMBUATAN ROTI
M E M B U A T R O T I
-37-
M
Teknologi proses pembuatan
roti sangat penting untuk
dipahami untuk membantu
meningkatkan pemahaman
mengenai produk roti.
Dengan memahami proses
pembuatan roti, masyarakat
dapat mengetahui kualitas
dan keamanan produk roti
yang dikonsumsi.
F
Selain itu, penjelasan
mengenai teknologi proses
pembuatan roti juga dapat
membantu para produsen
roti dalam meningkatkan
kualitas produk. Dalam
pembuatan roti, terdapat
beberapa tahapan yang
harus dilalui, seperti
pencampuran adonan,
fermentasi, dan
pemanggangan.
B
Setiap
memiliki
tahapan
peran
tersebut
penting
dalam menentukan kualitas
dan rasa roti yang dihasilkan.
-38-
Pencampuran Adonan dan konsistensi adonan yang
tepat agar proses produksi
Pencampuran adonan dapat berjalan lancar, serta
merupakan proses penting mencapai kualitas produk akhir
dalam setiap pembuatan yang diinginkan.
aneka jenis produk bakery.
Pencampuran adonan adalah Pencampuran adonan
proses di mana tepung dan air merupakan proses di mana
dicampur hingga gluten tepung dan air dicampur
terbentuk, yang merupakan hingga gluten terbentuk, yang
hasil dari peningkatan interaksi merupakan hasil dari
antara protein pembentuk peningkatan interaksi antara
gluten yang terdispersi dan protein pembentuk gluten
terhidrasi. Banyak perubahan yang terdispersi dan terhidrasi.
signifikan terjadi selama tahap Pencampuran adonan dapat
ini, dan hal itu dimulai dengan dipandang sebagai reaksi
pelarutan, hidrasi dan sederhana di mana reaktan
penyebaran berbagai bahan berubah menjadi adonan
dan komponennya. homogen dan ter-aerasi.
-39-
Pencampuran dilakukan secara Transfer energi terhadap
mekanis menggunakan mixer adonan ini akan berdampak
dengan berbagai variasi ukuran pada peningkatan suhu
mangkuk dan jenis pengaduk. adonan. Kenaikan suhu ini akan
Pencampuran adonan dari berdampak terhadap
berbagai bahan ini tujuannya ketahanan adonan dimana
adalah transfer energi ke dalam ketika suhu mencapai 35 °C
adonan dan menggabungkan atau lebih akan menurunkan
gas ke dalam campuran. daya retensi gas dari adonan.
Transfer energi merupakan Retensi gas ini dapat terjadi
bagian integral oleh keberadaan gluten hasil
pengembangan jaringan dari hidrasi tepung terigu.
gluten dan dalam hal ini
penting dalam pembuatan roti
dan produk fermentasi.
-40-
Hidrasi memungkinkan protein dalam
tepung terigu, terutama glutenin dan gliadin,
untuk membentuk gluten
-41-
Pencampuran adonan harus Beberapa faktor yang
cukup lama untuk mencapai mempengaruhi waktu pre
pengembangan gluten yang fermentasi antara lain suhu,
tepat (biasanya 12–18 menit bahan yang digunakan, jumlah
dengan kecepatan tinggi). ragi, makanan ragi seperti gula
Untuk mempersingkat waktu dan pati dari tepung, amilase
pencampuran, penambahan tepung, Tingkat penyerapan air
gula, lemak, dan garam pada adonan, dan pH adonan.
dilakukan tidak bersamaan
dengan bahan lainnya agar Tahap berikutnya adalah
gluten terhidrasi dan membuat adonan dengan
mengembang dengan cepata mencampurkan sisa bahan cair
dan memberikan gesekan dan kering selama 8-16 menit
maksimum terhadap bowl dalam alat mixer hingga
mixer. terbentuk adonan yang kalis.
-42-
Tahapan Selama Pencampuran
01 Pick up
Bahan-bahan kering mulai bercampur dengan air
hingga menjadi gumpalan yang basah dan lengket
Clean up
02 Adonan mulai rata, seluruh air mulai diserap semuanya
oleh bahan-bahan kering dan dinding-dinding tempat
adukan mulai bersih.
Pengembangan
03 adonan mulai menjadi elastis, tidak ada lagi bagian-
bagian yang masih kering.
Pengembangan akhir
04 Adonan sudah sangat elastis, kuat, mengkilap dan
halus.
Let Down
05 Adonan menjadi basah lagi, hangat dan lengket
Break Down
06 Adonan menjadi rusak, berair dan tidak elastis lagi
-43-
WINDOW PANE TEST
-44-
Tahap ketiga adalah Hasil dari proses pencampuran
pengembangan dimana ini adalah adonan yang sudah
adonan mulai menjadi elastis, kalis. Adonan yang kalis
tidak ada lagi bagian-bagian memiliki beberapa ciri-ciri,
yang masih kering. Tahap antara lain Adonan menjadi
keempat yaitu pengembangan elastis ketika ditarik, adonan
final dimana adonan sudah sudah bisa dibentuk menjadi
sangat elastis, kuat, mengkilap lembaran tipis, adonan tidak
dan halus. lengket di tangan. Suhu ideal
pada akhir proses
Setelah tahap-tahap ini, pencampuran adalah 25-28 °C.
adonan mencapai tahap let Adonan yang kalis menjadi
down dan tahap breakdown. dasar untuk pembuatan roti
Tahap ini merupakan periode yang lezat dan berstruktur baik.
pencampuran yang berlebihan, Ketika adonan diolah dengan
dimana adonan menjadi terlalu baik, roti dapat mengembang
hangat, menjadi kurang elastis dengan baik selama proses
dan mulai mencair. Pada tahap fermentasi, menciptakan
let down adonan menjadi tekstur yang ringan dan empuk
basah lagi, hangat dan lengket. setelah dipanggang.
Pada tahap break down
adonan menjadi rusak, berair
dan tidak elastis lagi
-45-
Fermentasi Beberapa faktor yang
mempengaruhi proses
Fermentasi merupakan proses fermentasi antara lain bahan-
biokimia di mana bahan, suhu adonan, dan suhu
mikroorganisme, khususnya lingkungan.
ragi dalam konteks pembuatan
roti, mengubah bahan-bahan Menurut Mudjajanto dan
dalam adonan untuk Yulianti (2004), kondisi ideal
menghasilkan gas karbon pada proses fermentasi adonan
dioksida, alkohol, dan senyawa- roti adalah suhu ruangan yang
senyawa lainnya. Fermentasi berkisar 35°C dan kelembaban
terjadi ketika adonan udara 75%. Semakin panas
diistirahatkan setelah dilakukan suhu ruangan, semakin cepat
proses pencampuran. Selama proses fermentasi dalam
proses fermentasi, terbentuk adonan roti. Sebaliknya,
etanol dan gas karbon dioksida. semakin dingin suhu ruangan
maka semakin lama proses
Pada proses ini, ragi mengubah fermentasinya. Kondisi-kondisi
gula menjadi karbondioksida tersebut harus diperhatikan
dan akan berdampak pada karena akan berpengaruh
pengembangan ukuran terhadap bentuk, flavor dan
adonan. Pada saat yang sama, rasa pada roti. Pada umumnya
pH menurun yang diakibatkan kualitas roti yang baik memiliki
oleh terbentuknya gas-gas volume yang cukup, bentuk
organic. Selama proses simetris dan permukaan kulit
fermentasi terjadi, Enzim akan roti tipis serta bewarna cokelat
mengubah karakteristik keemasan.
adonan (gluten) untuk
memungkinkan lebih banyak Pada pembuatan roti,
gas yang tertahan. Gas karbon fermentasi lazimnya dilakukan
dioksida ini tertahan oleh tiga kali yaitu setelah
gluten di dalam adonan dan pencampuran adonan, setelah
menyebabkan adonan pembulatan dan setelah
mengembang. pembentukan (fermentasi
Pengembangan ini akhir).
menciptakan rongga-rongga
dalam struktur roti, Fermentasi akhir setelah
memberikan keempukan dan dilakukannya pembentukan
kekenyalan pada hasil akhir. sebagau Upaya untuk
memungkinkan adonan yang
dicetak menjadi rileks dan
mengembang.
-46-
Gambar Proses Fermentasi
-47-
Peng-ovenan/Pemanggangan Selama pemanggangan, suhu
adonan akan meningkat seiring
Pemanggangan adalah proses dengan waktu pemanggangan.
paling umum dalam Berdasarkan kenaikan suhu,
pembuatan produk roti. proses pemanggangan dibagi
Pemanggangan adalah proses menjadi empat tahapan. Pada
kompleks di bawah pengaruh suhu 30-40 °C kapasitas
panas dan kelembapan, di produksi gas ragi, aktivitas
mana terjadi perubahan fisik, produksi asam bakteri dan
koloid, mikrobiologis, dan kecepatan proses enzimatik
biokimia yang rumit di dalam meningkat. Pada suhu 40-60
adonan. Tujuan peng-ovenan °C, kapasitas produksi gas ragi
adalah untuk menghasilkan tiba-tiba melambat dan
kerak yang kecokelatan dan menghilang, sel-sel mati, serta
remah yang bagus pada roti aktivitas enzim menurun
yang dihasilkan. Proses peng- kecuali α amilase.
ovenan ditentukan oleh ukuran
roti dan jenis adonan yang Perubahan paling signifikan
akan berperan penting terjadi antara 60-80 °C, saat
terhadap waktu memanggang gluten dan pati diubah, dan
dan suhu pemanggangan. fase pembentukan remah
dimulai. Protein gluten
Selama pemanggangan akan mengendap dan meleleh,
terjadi reaksi sebagai berikut: kehilangan kemampuan
Pada tahap awal memanjangnya, mengeras
pemanggangan volume ketika air ditambahkan ke
adonan akan cepat naik, dalam pembengkakan selama
karena sel gas dan setelah pencampuran.
mengembang. Akibat pengerasan gel pati dan
Pada awalnya ragi sangat protein, seluruh massa adonan
aktif, tetapi ketika suhu mengeras dan menjadi remah
mencapai 60 °C ragi akan roti. Selain itu adonan di antara
mati. gelembung gas membentuk
Koagulasi protein. dinding berpori tipis yang
Pati akan mengalami dapat pecah, enzim berhenti
gelatinisasi. berfungsi, dan alkohol yang
Kerak akan terbentuk dan terbentuk selama fermentasi
berwarna kecokelatan. akan menguap.
-48-
Ada 2 teknik pemanggangan
yang dilakukan yaitu High
Temperature Short Time
HTST) dan Low Temperature
Long Time (LTLT). HTST akan
menghasilkan roti dengan
kerak yang bagus tapi akan
berdampak terhadap struktur
yang tidak bagus. LTLT akan
menghasilkan kerak yang tebal
tanpa menimbulkan warna
Gambar Oven Pemanggang coklat. Produk roti yang banyak
mengandung gula
memerlukan suhu yang lebih
rendah (175 °C hingga 200 °C),
Pada suhu 80-100 °C karena kandungan lemak, gula,
kandungan air pada remah roti dan susunya membuat kerak
yang mulai mengeras akan lebih cepat kecokelatan.
berkurang karena penguapan,
dan volumenya tidak lagi
berubah. Pada suhu 100-120 °C
permukaannya kering dan
warnanya masih pucat. Antara
suhu 120-140 °C gel pati
terbentuk, dekstrin
terdegradasi menghasilkan
pewarna kekuningan. Pada
suhu 140-160 °C sudah muncul
dekstrin berwarna coklat muda.
Perubahan warna disebabkan
oleh karamelisasi gula dan hasil
reaksi Maillard antara gula dan
asam amino tertentu, disertai
penambahan rasa dan aroma
yang menyenangkan.
-49-
Pengukusan
Pengukusan merupakan
metode pemanasan bahan
menggunakan uap panas
hasil memanaskan air
hingga bahan mencapai
pematangan yang
diharapkan. Secara umum,
steaming dilakukan
dengan menggunakan uap
air mendidih. Alat yang
digunakan untuk
pengukusan berupa
dandang yaitu wadah yang
terdiri dari dua bagian.
Bagian bawah untuk air
pengukus sedangkan Gambar Alat Pengukus
bagian atas sebagai
tempat makanan yang Ini terjadi karena adanya
dikukus. perbedaan suhu antara fluida
yang bersentuhan dari sumber
panas ke daerah yang lebih
dingin.
-50-
Pada proses pengukusan, uap Konveksi alami terjadi ketika
air yang dihasilkan lebih panas perbedaan suhu menyebabkan
dibandingkan dengan suhu air pergerakan fluida tanpa
yang mendidih. Dampak dari bantuan peralatan eksternal
hal tersebut adalah bahan misalnya, air hangat yang naik
pangan yang diproses akan di dalam panci. Konveksi paksa
lebih cepat matang. Hal yang memerlukan dorongan
perlu diperhatikan agar eksternal, seperti kipas atau
menghasilkan pengukusan pompa, untuk menggerakkan
yang optimal antara lain saat fluida. Ini umum terjadi dalam
pengukusan, bahan yang sistem pemanasan dan
dikukus jangan sampai pendinginan, di mana udara
terendam air yang didihkan. atau air dipaksa bergerak
Saat mendidihkan air yang melewati penukar panas untuk
digunakan untuk mengukus mentransfer energi panas.
boleh menggunakan api besar
namun saat air sudah
mendidih api yang digunakan
sebaiknya menggunakan api
yang kecil. Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah waktu Pembekuan dan
yang digunakan untuk Penyimpanan Beku
mematangkan bahan tidak
tentu sehingga perlu Di dunia pabrik roti komersial
pengecekan secara kontinyu besar yang bergerak cepat,
untuk memastikan tingkat teknologi pembekuan
kematangan bahan. memainkan peran penting
Pengukusan jika dilakukan dalam memastikan produksi
secara benar akan makanan panggang
menghasilkan makanan yang berkualitas tinggi yang efisien.
tidak berkurang nutrisi, warna Seiring dengan meningkatnya
dan teksturnya. Ini terjadi permintaan dan ekspektasi
karena adanya perbedaan suhu konsumen yang meningkat,
antara fluida yang bersentuhan penting bagi produsen roti
dari sumber panas ke daerah untuk memahami teknologi
yang lebih dingin. pembekuan yang tersedia dan
penerapannya.
Ada dua jenis konveksi:
konveksi alami (atau konveksi Pangan yang telah diproses
bebas) dan konveksi paksa segera dilakukan proses
pembekuan cepat untuk
meminimalkan
-51-
perubahan fisik, kimia dan Suhu rendah ini digunakan
pertumbuhan mikroba karena untuk menghentikan atau
kristal es yang terbentuk memperlambat aktivitas
berukuran kecil. Pembekuan mikroorganisme, enzim, dan
cepat dilakukan pada suhu reaksi kimia lainnya yang dapat
-35°C s/d -40°C selama 30-40 menyebabkan kerusakan atau
menit. Proses pembekuan degradasi bahan. Penyimpanan
cepat tercapai saat suhu beku dalam produksi roti
produk telah mencapai biasanya melibatkan tahapan
maksimal -18°C untuk tertentu dalam rantai produksi
selanjutnya dipindahkan ke untuk mempertahankan
tempat penyimpanan beku kualitas dan umur simpan
secepat mungkin untuk produk roti. Metode
mempertahankan suhu produk pembekuan yang lazim
maksimal pada -18°C. digunakan adalah blast
freezing dan spiral freezing.
Penyimpanan beku merujuk
pada proses atau metode
penyimpanan bahan atau
produk pada suhu sangat
rendah, biasanya di bawah titik
beku air (0 derajat Celsius atau
32 derajat Fahrenheit).
-52-
BLAST FREEZING
Blast freezing dilakukan dengan memberikan hembusan
udara dingin terhadap roti yang akan didinginkan hingga
mencapai suhu dingin yang diinginkan secara cepat.
Keuntungan dari blast freezing ini adalah waktu pembekuan
yang lebih singkat, sehingga membantu menjaga kesegaran,
tekstur, dan rasa produk. Hal ini juga memungkinkan
penanganan dan penyimpanan yang efisien, karena produk
yang dibekukan secara individual dapat dengan mudah
dipisahkan. Namun, salah satu keterbatasan blast freezing ini
adalah potensi dehidrasi produk jika tidak dikontrol dengan
baik.
-53-
SPIRAL FREEZING
Teknik pembekuan lain yang digunakan adalah spiral
freezing. Dalam metode ini, makanan yang dipanggang
ditempatkan pada ban berjalan dan didinginkan secara
bertahap saat makanan tersebut bergerak melalui
terowongan pembekuan berbentuk spiral. Freezer spiral
menawarkan pembekuan berkelanjutan, memungkinkan
produk dalam jumlah besar diproses secara efisien. Selain itu,
mereka meminimalkan dehidrasi produk dan
mempertahankan suhu beku yang konsisten. Namun,
perangkat tersebut mungkin memerlukan investasi awal yang
signifikan dan memerlukan pemeliharaan rutin untuk
memastikan kinerja optimal.
-54-
Jika tidak ada peralatan untuk
melaksanakan metode
pembekuan cepat, maka cara
yang dapat dilakukan yaitu
melakukan pembekuan
dengan menggunakan
peralatan freezer. Freezer
untuk pembekuan dilakukan
untuk meyakinkan produk
yang disimpan sudah dalam
kondisi beku (-18°C). Jumlah
produk yang akan dibekukan
sangat tergantung dari suhu
dan kapasitas freezer.
Penyimpanan beku
merupakan tahap kritis
sehingga tempat penyimpanan
beku harus dirancang dan
dioperasikan untuk menjaga
suhu produk akhir selalu pada
suhu 18°C atau lebih dingin
dengan meminimalisir
fluktuasi suhu. Suhu tempat
penyimpanan beku merupakan
faktor penting untuk
memenuhi mutu produk, juga
untuk menghindari
penyimpangan suhu kritis yang
dapat membahayakan
keamanan pangan. Alur keluar
masuk produk, dipastikan
menggunakan sistem First in-
First out (FIFO) atau First
Expired First Out (FEFO). Alat
yang digunakan untuk
mengontrol suhu harus
dikalibrasi secara berkala.
-55-
Metode Pembekuan Produk Roti
Metode Penjelasan
Produk beku Produk berupa adonan yang telah kalis
belum kemudian dipotong dan dibentuk untuk
difermentasi selanjutnya disimpan ke dalam freezer. Pada
metode ini, produk yang disimpan beku tanpa
dilakukan proses fermentasi akhir. Untuk
disajikan, produk beku dilakukan thawing,
difermentasi untuk selanjutnya dioven.
-56-
Metode Pembekuan Produk Roti
Metode Penjelasan
Produk beku Proses selanjutnya cukup sederhana yaitu
yang sudah dengan pengovenan 2-3 menit untuk
matang 100 %. menghasilkan warna yang sesuai yang
diharapkan atau meningkatkan tingkat
kerenyahan. Metode ini cocok untuk roti
yang lembut.
-57-
5
C H A P T E R
TAHAPAN PROSES
PENGOLAHAN
M E M B U A T R O T I
-58-
TAHAPAN PROSES
PRODUKSI ROTI
-59-
Tahapan Proses Produksi Roti Manis
1. Seleksi Bahan
Bahan baku merupakan faktor yang menentukan dalam 01
proses produksi atau pembuatan bahan makanan. Jika
bahan baku yang digunakan mutunya baik maka
diharapkan produk yang dihasilkan juga berkualitas.
Evaluasi mutu dilakukan untuk menjaga agar bahan yang
digunakan dapat sesuai dengan syarat mutu yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
2. Penimbangan Bahan
Semua bahan ditimbang sesuai dengan formula yang 02
sudah ditetapkan oleh perusahaan. Proses penimbangan
harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi kesalahan
dalam penggunaan jumlah bahan. Dalam pemilihan
timbangan juga harus disesuaikan dengan bahan yang
akan ditimbang. Untuk bahan seperti tepung, margarine,
gula, dan telur menggunakan timbangan besar, sedangkan
untuk bahan seperti, garam, ragi, dan bahan pengembang
menggunakan timbangan kecil. Untuk mendapatkan
kualitas yang baik maka penimbangan dilakukan dengan
teliti.
-60-
3. Pengadukan atau Pencampuran (Mixing)-Lanjutan
Tanda-tanda adonan roti telah kalis adalah jika adonan
03
tidak lagi menempel di wadah atau di tangan atau saat
adonan dilebarkan akan terbentuk lapisan tipis yang elastis.
Kunci pokok dalam pengadukan adalah waktu yang
digunakan harus tepat karena jika pengadukkan terlalu
lama akan menghasilkan adonan yang keras dan tidak
kompak, sedangkan pengadukan yang sangat cepat
mengakibatkan adonan tidak tercampur rata dan lengket.
4. Peragian (Fermentasi I)
Fungsi ragi (yeast) dalam pembuatan roti adalah untuk 04
proses aerasi adonan dengan mengubah gula menjadi gas
karbondioksida, sehingga mematangkan dan
mengempukkan gluten dalam adonan. Kondisi dari gluten
ini akan memungkinkan untuk mengembangkan gas
secara merata dan menahannya, membentuk cita rasa
akibat terjadinya proses fermentasi. Suhu ruangan dan
kelembaban udara 75% merupakan kondisi yang ideal
dalam proses fermentasi adonan roti. Semakin panas suhu
ruangan, semakin cepat proses fermentasi dalam adonan
roti. Sebaliknya, semakin rendah suhu ruangan semakin
lama proses fermentasi. Selama peragian, adonan menjadi
lebih besar dan ringan.
Fermentasi I dilakukan setelah pencampuran atau
pengadukan diistirahatkan selama 20-30 menit supaya
adonan yang belum dipotong tersebut mengembang.
-61-
6. Pembulatan (Rounding)
Tujuan pembulatan adonan adalah untuk mendapatkan
06
permukaan yang halus dan membentuk kembali struktur
gluten. Setelah istirahat singkat lagi, adonan dibentuk
sesuai dengan yang dikehendaki atau diisi dengan selai
atau isian sesuai dengan kebutuhan. Adonan harus diambil
dengan hati-hati, karena jika adonan terlalu ditekan maka
kulitnya akan menjadi tidak seragam dan pecah.
Pembulatan adonan dilakukan dengan cara membulatkan
adonan dengan tangan tetapi jangan terlalu lama karena
apabila terlalu lama adonan akan menjadi kecil dan rusak.
Pembulatan adonan ± 5-6 detik. Dan sebelum melakukan
pembulatan adonan sebaiknya tangan dan meja diolesi
dengan sedikit minyak supaya tidak lengket dan adonan
tidak rusak.
-62-
9. Peletakkan Adonan dalam Loyang (Panning)
Adonan yang sudah dibentuk selanjutnya disimpan pada
09
loyang dan disusun dengan rapi dan jaraknya diatur supaya
tidak menempel dengan adonan yang lain saat diproofing.
Dalam satu loyang ukuran 60x40 cm rata-rata ada 9 atau 12
adonan sesuai dengan jenis rotinya, atau lebih bila adonan
kecil-kecil. Setiap lipatan pada adonan yang sudah
dibentuk sebaiknya diletakkan di bawah supaya lipatan
tersebut tidak terbuka dan akan lebih terlihat rapih, beri
jarak sekitar 2-3 jari.
-63-
12. Pendinginan
Proses pendinginan roti setelah keluar dari oven
12
mempunyai titik kritikal, yang mana pada proses
pendinginan tersebut menentukan daya tahan roti pada
rak-rak penjualan serta menentukan kualitas dari irisan roti.
Roti harus didinginkan dengan cara yang benar karena dua
alasan yaitu saat diiris suhu bagian tengah roti harus lebih
rendah dari 35°C, jika tidak maka irisan akan menempel
kembali, dan untuk menghindari kontaminasi mikrobiologi
karena roti yang pendinginannya memakai angin dari
udara terbuka akan mudah berjamur (Mita, 2011).
Pendinginan dapat dilakukan dengan cara meletakkan roti
pada tray/rak yang kemudian disemburkan udara sejuk
dengan kipas angin walaupun terdapat resiko roti akan
cepat berjamur karena ditumbuhi mikroba namun ini
efektif untuk menjadikan roti agar cepat dingin, atau
dibiarkan dingin pada rak pendinginan.
13. Pengemasan
13
Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan
pengamanan terhadap makanan/bahan pangan, agara
makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah
maupun yang telah mengalami pengolahan, dapat sampai
ke tangan konsumen dalam keadaan baik secara kualitas
maupun kuantitas. Pengemasan memegang peranan
penting dalam pengawetan dan mempertahankan mutu
bahan hasil pertanian. Adanya wadah atau pembungkus
dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi bahan pangan yang ada didalamnya,
melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik
(gesekan, benturan, getaran).
-64-
Tahapan Proses Pengolahan Roti Beku/Goreng
2. Pengukusan
Berbeda dengan roti manis yang dioven untuk 02
mematangkan adonan, pada pembuatan roti beku ini
dilakukan pengukusan untuk mematangkan adonan.
Pengukusan menggunakan alat pengukus berupa panci
pengukus dimana pemanasan dengan memanfaatkan uap
air sebagai media penghantar panas. Pengukusan
dilakukan hingga diperoleh adonan roti yang matang
3. Pendinginan
4. Pengemasan
-66-
PENGENDALIAN
PROSES
PEMILIHAN BAHAN
Jika bahan baku yang digunakan
mutunya baik maka diharapkan
produk yang dihasilkan juga
berkualitas
PENIMBANGAN
Proses penimbangan harus
dilakukan dengan benar sesuai
dengan formulasi yang digunakan
agar tidak terjadi kesalahan dalam
penggunaan jumlah bahan
PENCAMPURAN
pencampuran bahan tahap
pertama adalah mencampurkan
semua bahan kering kecuali
garam. Pencampuran yang kedua
adalah air, garam dan telur.
-67-
PEMILIHAN BAHAN (LANJUTAN)
FERMENTASI AWAL
Suhu ruangan 35°C dan
kelembaban udara 75%
merupakan kondisi yang ideal.
Proses ini berlangsung selama 20-
30 menit.
PEMOTONGAN DAN
PENIMBANGAN
Proses pemotongan dan
penimbangan harus dilakukan
dengan cepat karena proses
fermentasi tetap berjalan
-68-
PEMBULATAN ADONAN
Tujuan pembulatan adonan
untuk mendapatkan permukaan
yang halus dan membentuk
kembali struktur gluten.
PENGEMBANGAN SINGKAT
Tahap pengistirahatan adonan
pada suhu 35-36°C dengan
kelembaban 80-83% selama 10-
15 menit. Selesai dengan ditandai
dengan adonan mengembang
dua kali lipat ± 10-25 menit
PEMBENTUKAN ADONAN
Pembentukan adonan, adonan
yang telah dibulatkan dibalik,
bagian yang halus di bawah, dan
di roll agar gas yang ada di
dalamnya hilang dan mudah
dibentuk.
-69-
PELETAKAN ADONAN
Lipatan pada adonan yang
sudah dibentuk diletakkan di
bawah supaya lipatan tidak
terbuka dan akan lebih terlihat
rapih, beri jarak sekitar 2-3 jari.
FERMENTASI AKHIR
Pengembangan adonan untuk
mencapai volume optimum.
Suhu yang dipakai adalah 35-
44°C, kelembaban 80–85%, dan
waktu sekitar 45-60 menit .
PEMANGGANGAN
Suhu pembakaran tergantung
pada jenis roti atau produk yang
diinginkan. Roti manis
dipanggang pada suhu 170 –
180°C selama ±15 menit.
-70-
PENDINGINAN
Suhu bagian tengah roti harus
lebih rendah dari 35°C untuk
menghindari kontaminasi
mikrobiologi
PENGEMASAN
wadah atau pembungkus dapat
membantu mencegah atau
mengurangi kerusakan,
melindungi bahan pangan yang
ada di dalamnya, melindungi
dari bahaya pencemaran serta
gangguan fisik (gesekan,
benturan, getaran).
-71-
Penyimpangan dalam Proses Produksi Roti
-72-
Hasil Sebab dan Tindakan
Perbaikan
Volume roti Karena bahan tepung terigu berkadar protein
berkurang rendah, bahan lemak sedikit, bahan cairan
ragi panas, under mixing, over mixing, tekanan
uap air adonan roti berlebihan, panas oven
berlebih.
Perbaikan: menggunakan resep roti standar,
mengatur temperatur panas pembakaran
-73-
6
C H A P T E R
MENGHITUNG BIAYA
M E M B U A T R O T I
-74-
C
Biaya Produksi
F
Biaya tetap adalah biaya
yang dikeluarkan saat
produksi dilakukan yang
tidak berpengaruh pada
berapa banyak produk yang
akan dibuat, tetapi
berpengaruh pada berapa
lama (hari atau bulan)
produksi dilakukan. Yang
termasuk biaya tetap
diantaranya: biaya
penyusutan alat, tenaga
kerja, listrik, ruangan.
V
Biaya tidak tetap adalah
biaya yang dikeluarkan saat
produksi yang berpengaruh
pada berapa banyak produk
yang akan dibuat dan harga
bahan di pasaran. Yang
termasuk biaya tidak tetap
adalah: harga bahan, bahan
bakar, dan harga pengemas.
-75-
Satuan Harga Bahan Untuk Pembuatan Roti
Garam 30.000..00
Gula 16.000.00
Lemak 25.000.00
Gas 10.000,00
Kemasan 5.000,00
-76-
Alat Harga Ket
Planetary mixer 8.500.000,00 5 th
Proofer 11.500.000,00 5 th
Ruangan 150.000.000,00 25 th
Sumber:
Harga beberapa toko dan asumsi harga di Cianjur
-77-
Menghitung Biaya Untuk Pembuatan Roti
Untuk menghitung biaya produksi diperlukan data harga untk
biaya tetap dan biaya tidak tetap. Apabila dalam satu hari
diproduksi 2000 potong roti, dan dalam satu bulan dihitung 25 hari
kerja, maka perhitungan biaya produksi sebagai berikut:
Biaya Tetap
Total 342.250,00
-78-
Biaya Variabel
Satuan
Bahan Harga (per Jml Harga
kg)
Terigu protein 10.000,00 45 kg 450.000,00
tinggi
Total 2.0945.500,00
-79-
Biaya Produksi
Biaya tetap + biaya tidak tetap =
342.250 + 2.094.500 = 2.436.750
-80-
Lembar Kerja Proses Produksi
Roti Manis
Tujuan:
Peralatan
No Peralatan
1 Mixer Roti
2 Oven
3 Dough Divider
4 Proofer
5 Timbangan
6 Gelas Ukur
8 Loyang
9 Roll Kue
10 Pisau
-81-
Bahan
3 Ragi gr 45
4 Air ml 680
5 Garam gr 22,5
6 Gula gr 330
7 Susu gr 75
8 Lemak gr 225
9 Telur gr 150
-82-
Tahapan Proses
LANGKAH 1
TIMBANG DAN UKUR SEMUA BAHAN DENGAN TEPAT
LANGKAH 2
SEMUA BAHAN KERING (TERIGU, RAGI INSTANT, GULA PASIR,
DAN SUSU BUBUK) KECUALI GARAM, DIMASUKKAN KE DALAM
MESIN PENGADUK. ADUK DENGAN KECEPATAN 1
LANGKAH 3
SETELAH SEKITAR 1 MENIT PENGADUKAN, MASUKKAN 1/3 JUMLAH
AIR PERLAHAN-LAHAN, KEMUDIAN MASUKKAN TELUR YANG TELAH
DIKOCOK LEPAS, DAN TAMBAHKAN LAGI AIR DAN GARAM
LANGKAH 4
SETELAH TERCAMPUR RATA, PINDAHKAN KECEPATAN MIXER
KE KECEPATAN 2, MASUKKAN MARGARIN LALU ADUK
SAMPAI KALIS
LANGKAH 5
ADONAN DIDIAMKAN SELAMA 30 MENIT (TUTUP ADONAN DENGAN
SERBET/LAP).
LANGKAH 6
BAGI ADONAN DENGAN BERAT 50 GRAM PER BAGIAN,
LALU BULATKAN.
LANGKAH 7
ISTIRAHATKAN SELAMA 15 MENIT (TUTUP ADONAN DENGAN
SERBET/LAP).
LANGKAH 8
ADONAN DIROLL, DIISI DAN DIBENTUK
LANGKAH 9
BERI WAKTU UNTUK PERAGIAN TERAKHIR SELAMA KIRA-
KIRA 45 MENIT DI RUANG TERTUTUP DAN LEMBAB.
LANGKAH 10
BAKAR DALAM OVEN DENGAN SUHU 170-180°C SELAMA 12 MENIT.
LANGKAH 11
ROTI DIKELUARKAN DARI LOYANG DAN DIDINGINKAN
-83-
Lembar Kerja Proses Produksi
Roti Beku/Goreng
Tujuan:
1. Peserta dapat memahami prinsip pembuatan roti beku/goreng
2. Peserta dapat menentukan alat dan bahan untuk
memproduksi roti beku/goreng
3. Peserta dapat mengendalikan proses produksi roti beku/goreng
4. Peserta dapat menganalisis biaya produksi roti beku/goreng
Peralatan
No Peralatan
1 Mixer Roti
2 Alat Pengukus
3 Dough Divider
4 Proofer
5 Timbangan
6 Gelas Ukur
8 Loyang
9 Roll Kue
10 Pisau
-84-
Lembar Kerja Proses Produksi
Roti Beku/Goreng
Tujuan:
1. Peserta dapat memahami prinsip pembuatan roti beku/goreng
2. Peserta dapat menentukan alat dan bahan untuk
memproduksi roti beku/goreng
3. Peserta dapat mengendalikan proses produksi roti beku/goreng
4. Peserta dapat menganalisis biaya produksi roti beku/goreng
Peralatan
No Peralatan
1 Mixer Roti
2 Alat Pengukus
3 Dough Divider
4 Proofer
5 Timbangan
6 Gelas Ukur
8 Loyang
9 Roll Kue
10 Pisau
-85-
Bahan
3 Ragi gr 17,5
4 Air ml 350-400
5 Garam gr 10
6 Gula gr 225
7 Susu gr 50
8 Margarine gr 125
9 Mentega gr 50
10 Telur butir 2
-86-
Tahapan Proses
LANGKAH 1
CAMPURKAN BAHAN KERING KECUALI MARGARIN DAN
GARAM (KET: GULA PASIR JANGAN DIMASUKAN SEMUA,
SISAKAN 0,5 SDM UTK MELARUTKAN YEAST)
LANGKAH 2
LARUTKAN YEAST DENGAN MENGGUNAKAN AIR HANGAT
SEBANYAK 100 ML DAN DITAMBAH 0,5 SENDOK MAKAN GULA
PASIR (BIARKAN HINGGA BERBUSA)
LANGKAH 3
MASUKAN LARUTAN YEAST, TELUR DAN SISA AIR KE DALAM
CAMPURAN BAHAN KERING. MIXING SELAMA 4 MENIT
LANGKAH 4
MASUKAN GARAM DAN MARGARIN. MIXING HINGGA KALIS
KURANG LEBIH SELAMA 15 MENIT DENGAN KECEPATAN 3
LANGKAH 5
BAGI ADONAN DENGAN MENIMBANG SEBERAT 925 GRAM,
KEMUDIAN POTONG DENGAN MENGGUNAKAN DEVIDER (MASING-
MASING BERAT POTONGAN 25 GRAM)
LANGKAH 6
BULATKAN ADONAN YANG SUDAH DIPOTONG, BIARKAN
AGAK MENGEMBANG
LANGKAH 7
BULATAN DIISI DENGAN POTONGAN DARK COKLAT DAN DIBENTUK.
BIARKAN HINGGA MENGEMBANG
LANGKAH 8
BALURKAN KE DALAM BREADCRUMB HINGGA MERATA
LANGKAH 9
MASUKAN KE DALAM PROOFER KURANG LEBIH 35 MENIT
LANGKAH 10
KUKUS SELAMA KURANG LEBIH 10 MENIT
LANGKAH 11
DINGINKAN ROTI, KEMUDIAN DIKEMAS
LANGKAH 12
SIMPAN PADA SUHU BEKU, DAPAT DIGOREANG SETELAH 24 JAM
-87-
DAFTAR PUSTAKA
Zhou, W., Hui, Y.H., De Leyn, I., Pagani, M.A., Rosell, C.M.,
Selman, J.D., & Therdthai, N. (Eds.). (2014). Bakery Products
Science and Technology. John Wiley & Sons, Ltd. Print ISBN:
9781119967156 | Online ISBN: 9781118792001. DOI:
10.1002/9781118792001.
-88-
-88-