0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Teori dan Faktor Prestasi Belajar Siswa

Dokumen ini membahas landasan teori terkait prestasi belajar, termasuk pengertian, karakteristik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain itu, perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua juga dijelaskan sebagai faktor penting dalam mendukung proses belajar anak. Kesimpulannya, perhatian dan dukungan dari orang tua serta kondisi ekonomi yang baik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.

Diunggah oleh

Falah Drajat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Teori dan Faktor Prestasi Belajar Siswa

Dokumen ini membahas landasan teori terkait prestasi belajar, termasuk pengertian, karakteristik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain itu, perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua juga dijelaskan sebagai faktor penting dalam mendukung proses belajar anak. Kesimpulannya, perhatian dan dukungan dari orang tua serta kondisi ekonomi yang baik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.

Diunggah oleh

Falah Drajat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

14

BAB II

LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan tentang landasan teori yang terdiri dari tiga sub

bab yakni: teori-teori variabel penelitian, hasil penelitian yang relevan dan

hipotesis.

A. Teori-Teori Variabel Penelitian

1. Prestasi Belajar

a. Pengertian prestasi belajar

Prestasi dalam pendidikan didefinisikan dengan hasil yang didapatkan

melalui aktivitas belajar yang dilaksanakan.1 Menurut Arifin prestasi adalah

suatu hasil yang diperoleh dari sebuah kemampuan, keterampilan dan sikap

dalam menyelesaikan suatu hal. 2 Sedangkan belajar yakni sebuah unsur utama

dalam proses pendidikan dan menurut Sagala mengartikan bahwa belajar

merupakan suatu perubahan kemampuan seseorang yang terjadi karena proses

belajar yang dilakukan secara terus menerus.3

Prestasi belajar pada umumnya didefinisikan sebagai hasil positif yang

diperoleh siswa dikarenakan telah menyelesaikan sebuah proses pembelajaran.

Dan hal ini juga sering diindikasikan sebagai pencapaian kompetensi yang

berhubungan dengan mata pelajaran yang telah dipelajari. Prestasi dilihat

secara makna mempunyai kecondongan pada suatu hal yang positif. Oemar

Hamalik

1
Muhammad Fathurrahman & Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras, 2012),
118.
2
Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 30.
3
Syaiful sagala, Konsep dan Makna pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2009), 68.
14
15

menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan memperteguh kelakuan

melalui pengalaman, yang mana hasil belajar bukan sebuah

penguasaan hasil latihan melainkan perubahan perilaku.4

Prestasi belajar adalah tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh peserta

didik dalam menerima, menolak, dan menilai informasi- informasi yang di

dapat dalam proses pembelajaran.5 Menurut Goods dalam Annes mengartikan

prestasi belajar merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dicapai

dan dikembangkan dalam macam-macam mata pelajaran di sekolah dan

biasanya ditentukan oleh nilai dari hasil ujian juga nilai yang diberikan oleh

pendidik.6 Menurut Kpolovie, Joe, dan Okoto menjelaskan bahwa prestasi

belajar adalah sebuah keampuan peserta didik untuk belajar, mengingat fakta

dan juga mengkomunikasikan ilmu pengetahuannya baik dari segi lisan

maupun tulisan atau ujian, dan biasanya bisa ditentukan berdasarkan

pengukuran dan penilaian.7

Berdasarkan dari beberapa paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa

prestasi belajar adalah sebuah hasil dari suatu kegiatan pembelajaran dengan

perubahan yang dicapai oleh peserta didik. Keberhasilan bisa dinyatakan

dalam bentuk simbol, angka, huruf dan kalimat dengan standarisasi yang telah

ditetapkan. Prestasi belajar juga dapat diketahui dari proses penilaian melalui

kegiatan evaluasi, dan pengukuran pretasi belajar bisa berupa tes dan bisa

dilihat dari hasil nilai ujian dan nilai raport.

4
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018), 27.
5
Ghullam Hamdu, Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar di Sekolah
Dasar, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1, April 2011, 83.
6
A. Annes, A Study of Academic Acheievement in Relation to Intelligence of Class VII Students.
Excellence International Jounal of Education and Research, 1 (3), 2013. 239-248.
7
P. J. Kpolovie, A. I. Joe, T. Okoto, Academic Achievement Prediction: Role of Interest in
Learning and Attitude Towards School. International Journal of Humanities Socil Sciences
and Education. 1 (11), 73-100.
16

b. Karakteristik Prestasi Belajar


Hasil belajar menjadi tolak ukur dalam menentukan prestasi
belajar yang bisa memberikan perubahan, pengetahuan, pemahaman,
sikap, dan keterampilan siswa sehingga bisa menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Sebagai ineraksi yang bernilai edukatif, karakteristik
prestasi belajar memiliki ciri-ciri yakni:
1) Prestasi Belajar Memiliki Tujuan
Tujuan untuk membantu peserta didik dalam perkembangan
tertentu dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat perhatian.
2) Prosedur Pembelajaran
Prosedur pembelajaran yang sistematis dan relevan diperlukan
agar bisa mencapai tujuan secara optimal.
3) Penentuan Materi
Penyusunan materi sebelum pembelajaran dimulai agar proses
evaluasi dapat berjalan dengan baik dalam menentukan pencapaian
peserta didik.
4) Aktivitas Peserta Didik
Aktivitas ini adalah syarat utama dalam interaksi edukatif baik
secara fisik maupun mental. Hal ini bisa memberikan pengaruh yang
sesuai dengan konsep Cara Belajar Siswa Aktif pada peserta didik.
5) Optimalisasi Peran Guru
Guru memberi motivasi pada siswa dalam proses interaksi
produktif. Guru juga berperan sebagai mediator dalam segala situasi
agar bisa menjadi teladan yang bisa ditiru oleh siswa.
6) Kedisiplinan
Agar bisa mencapai prestasi belajar secara optimal
pembelajaran harus sesuai dengan prosedur yang telah disepakati
bersama. Dengan hal itu siswa bisa mempunyai kedisiplinan yang
melekat pada dirinya.
17

7) Memiliki Batasan Waktu


Batasan waktu membentuk salah satu ciri yang tidak
dapat ditinggalkan. Pada setiap pembelajaran terdapat waktu
tertentu untuk mencapai tujuan.
8) Evaluasi
Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan oleh guru

terhadap siswa setelah proses pembelajaran. Hal ini dilakukan

agar mengetahui sejauh mana materi yang bisa difahami oleh

peserta didik.8

c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi beljar yang rendah belum tentu disebabkan oleh IQ

rendah. Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya

prestasi belajar, baik dari faktor eksternal maupun dari faktor

internal. Menurut Dalyono ada dua faktor yang mempengaruhi

prestasi belajar, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

1) Faktor internal yakni datang dari dalam diri peserta didik

itu sendiri yang berupa faktor fisiologis (kesehatan dan keadaan

tubuh) psikologis (minat, bakat, intelegensi, emosi, kelelahan,

dan cara belajar).

2) Faktor eksternal datang dari luar diri peserta didik

yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkunan sekolah,

lingkungan masyarakat, dan lingkungan alam.

Dua faktor tersebut harus saling berkontribusi satu sama lain karena

8
Moh. Zainul Rasyid, Prestasi Belajar (Malang: CV Literasi Nusantara Abadi, 2020), 11-13.
18

bisa mempengaruhi prestasi belajar dan bisa membantu siswa dalam

mencapai prestasi belajar. Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang

signifikan dalam tercapainya prestasi belajar seorang peserta didik.

2. Perhatian Orang Tua

a. Pengertian Perhatian Orang Tua

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perhatian adalah

memperhatikan apa yang diperhatikan. Orang tua yakni ayah dan

ibu kandung (yang melahirkan dan merawat), yang memiliki

tanggung jawab, mendidik, mengasuh mengayomi, orang yang

dituakan, orang yang dihargai dan disegani. Menurut suryabrata

perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek

atau kesadaran yang menyerai suatu aktivitas yang dilakukan.9

Dari pendapat Santrock dalam Rizqi perhatian merupakan

sebuah konsentrasi dan upaya mental yang terfokus, juga memiliki

sifat yang selektif dan beralih dan ditujukan oleh orang tua kepada

anaknya.10 Menurut Sumanto perhatian merupakan keaktifan jiwa

yang diarahkan pada suatu objek dan pengaruh pikiran.11 Menurut

Ahmadi dan Widodo Supriyono juga mengatakan bahwa perhatian

merupakan pemberian pemusatan pikiran atau fokus terhadap suatu

kegiatan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya12

Keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang terdiri dari ayah,

9
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta 2015), 156.
10
Rizqi Taufiq Riyadi, Pengaruh Perhatian Orang Tua, (Purwokerto: Universitas Muhammadiyah
Purwokerto, 2014), 23.
11
Sumanto, Psikologi Umum, (Yogyakarta: Center of Academic Publishing Service, 2014), 160.
12
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rhineka Cipta, 2013), 41.
19

ibu dan anak. Fungsi keluarga yakni memberikan jaminan

pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Orang tua wajib

bertanggung jawab merawat, melindungi dan juga mendidik anak

agar bisa tumbuh dengan sebaik-baiknya.13 Pengenalan pendidikan,

kebudayaan dan norma-norma semuanya berawal dari lingkungan

keluarga dan pendidikan dari keluarga adalah hal yang paling utama

sehingga diharapkan dengan pendidikan yang baik dari keluarga

seorang anak akan mengembangkan kualitas pendidikan dan

mengaplikasikannya secara utuh.14

Perhatian orang tua juga sangat dibutuhkan oleh seorang anak

dalam membantu proses perkembangannya. Semua orang tua pasti

menginginkan anaknya tumbuh cerdas, pintar dan berguna bagi nusa

bangsa dan agama. Slameto juga mengungkapkan bahwa orang tua

mendidik anak itu akan memberikan sebuah pengaruh yang sangat

besar terhadap anaknya. Karena keberhasilan belajar anak itu

tergantung dengan pola asuh orang tua.15

Orang tua memiliki peranan yang dapat menentukan dalam

tumbuh kembang anak. Jika orang tua saat dirumah berhasil

mendidik anak, maka proses belajar disekolah akan berhasil juga.

Dan begitu juga sebaliknya, jika orang tua gagal mendidik anaknya

maka keberhasilan belajar anak disekolah juga akan rendah.

13
Abu Ahmadi, Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 177.
14
Alfiatin Nisa, Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi
Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 11 No. 1 Maret 2015,
3.
15
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) 287.
20

Perhatian orang tua juga sangat berpengaruh terhadap prestasi

belajar karena pendidikan pertama anak adalah dari keluarga,

sekolah hanya menjadi pengembang. Anak akan tumbuh menjadi

anak yang pintar dan cerdas kalau orang tuanya selalu

memperhatikan dan memberi dorongan semangat pada ankanya,

bukan hanya memberi materi finansial saja. Akan tetapi orang tua

tidak boleh berlebihan dalam memberikan perhatian dan juga tidak

boleh kekurangan karena jika anak yang diperhatian secara

berlebihan akan membuat anak menjadi tertekan, dan jika anak

kekurangan perhatian maka bisa mengakibatkan memenuhi

kebutuhan tidak sesuai harapan. Jadi perhatian orang tua kepada

anak harus ideal atau sesuai dengan kebutuhan.16

Djamarah menjelaskan bahwa pola asuh orang tua dalam

keluarga memuat empat unsur penting, yakni pola asuh, orang tua,

anak, dan keluarga.17 dalam buku yang lain slameto mengungkapkan

bahwa perhatian merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan

berdasarkan rangsangan yang diterima dari apa yang seseorang

dapat dari lingkungannya.18

Dari beberapa paparan diatas dapat disimpulkan bahwa

perhatian orang tua adalah suatu aktivitas yang disengaja, dan

terpusatkan pada konsentrasi yang dilakukan oleh orang tua dengan


16
Arifudin Mahmud, Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa,
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran JP2, Vol 3 No 1, Tahun 2020, 123.
17
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2014), 114.
18
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010),
105.
21

rasa kasih sayang dan tanggung jawab demi tercapainya tumbuh

kembang anak yang lebih baik.

b. Indikator Perhatian Orang Tua

Adapun indikator perhatian orang tua dalam hal belajar anak

diantaranya adalah

1) Memberikan penghargaan (reward) atau hukuman

(punishment) Penghargaan bisa berupa hadiah atau pujian

dan bisa disesuaikan dengan keinginan orang tua atau

disesuaikan dengan prestasi yang diraih agar anak bisa lebih

bermotivasi. Sedangkan hukuman adalah hukuman yang

sifatnya mendidik.19

2) Memberi bimbingan atau bantuan kesulitan

Anak belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar

sikap dewasadan tanggung jawab belajar tumbuh pada diri

anak. Dan saat orang tua memberikan bimbingan pada anaknya

dalam belajar maka akan mengetahui perkembangan dan

kesulitan yang dihadapi sehingga hasil belajar bisa tercapai

dengan baik.20

3) Memberikan Contoh Yang Baik

Kebiasaan buruk orang tua dalam keluarga akan ditiru oleh

anak. Orang tua yang perhatian pada anaknya merupakan orang

tua yang perduli pada kebiasaan anak, dan orang tua yang bisa

19
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga , 114.
20
Dalyono, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), 71.
22

memberikan contoh dan menanamkan kebiasaan positif yang

mendukung belajar anak akan membantu mencapai prestasi

belajar yang baik.21

4) Memenuhi Kebutuhan Belajar Anak

Kebutuhan belajar adalah alat dan sarana yang dibutuhkan

saat proses belajar. Bisa berupa alat tulis, buku, ruang belajar

dan lain-lain.22

Jadi dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua merupakan

sebuah faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar.

3. Kondisi Ekonomi Orang Tua

a. Pengertian Kondisi Ekonomi Orang Tua

Kondisi ekonomi orang tua merupakan suatu kedudukan atau posisi

orang tua yang ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan,

pekerjaan dan lain sebagainya. Kondisi ekonomi orang tua ini sangat

dibutuhkan demi menunjang proses belajar anak, jika kondisi ekonomi

orang tua tinggi maka sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran

akan terpenuhi dan proses pencapaian hasil belajar akan lebih baik.

Perkembangan anak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi orang tua,

keluarga yang ekonominya cukup untuk memperbaiki lingkungan

material tempat tinggal anak-anaknya akan mempunyai kesempatan lebih

banyak dalam memperkenalkan bakat yang tidak akan berkembang jika

tidak ada infrastruktur.23

21
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga, 53.
22
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), 146.
23
A. K. Darul Prayogo, Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar
Taruna Teknika, Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 06 (02), 117-124.
23

Menurut Abdulsyani kondisi ekonomi adalah suatu posisi seorang

individu yang ditentukan dengan jenis-jenis kegiatan ekonomi,

pendapatan, dan kebutuhan.24 Slameto mengatakan keadaan ekonomi

keluarga ada kaitannya sangat erat dengan pendidikan anak, karena anak

yang sedang melaksanakan pendidikan kebutuhannya dan fasilitasnya

harus terpenuhi. Akan tetapi fasilitas itu bisa terpenuhi jika keluarga

punya dana yang cukup.25 Adapun kondisi ekonomi orang tua

menurut Maftukhah yakni latar belakang suatu keluarga

dipandang dari pendapatan keluarga, pengeluaran keluarga dan

kekayaan yang dimilikinya26

Dari teori penelitian Bintaro dalam Oktama menjelaskan

pengertian kondisi sosial ekonomi yakni suatu usaha bersama

dalam suatu masyarakat untuk menanggulangi atau mengurangi

kesulitan hidup.27 Sedangkan menurut Poerwadarminto kondisi

ekonomi orang tua adalah pernyataan, keadaan, atau suatu yang

dapat dilihat atau dirasakan dan diukur oleh indera manusia. 28

Iskandarwassid dan Sunendar dalam Haq dalam Arianah

menyatakan jika kondisi sosial ekonomi orang tua adalah sebuah

latar belakang pencapaian posisi orang tua dalam masyarakat yang

24
Abdul Syani, Sosiologi Sistematika, Teori dan Terapan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 56.
25
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta 2013), 116.
26
Maftukhah, Pengaruh Kondisi Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII
SMPN 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007, (Semarang: Skripsi Universitas
Negeri Semarang, 2007), 23.
27
Oktama R. Z. Bintaro, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pendidikan Anak
Keluarga Nelayan di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang,
(Semarang: Skripsi Universitas Negeri Semarang, 2013), 35.
28
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia: Cetakan III, (Jakarta: Balai Pustaka,
2012), 20.
24

bisa mempengaruhi keberhasilan belajar anak di sekolah.29

Menurut sugihartono status sosial ekonomi orang tua meliputi

tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang

tua. Adapun keadaan orang tua meliputi beberapa macam. Keadaan

sosial ekonomi yang baik maka akan menyediakan situasi yang baik

untuk perkembangan pendidikan anak dan anggota keluarga lainnya.

Kepemilikan aset atau kekayaan yang berupa barang-barang dan yang

bermanfaat untuk menunjang ekonominya bisa dimanfaatkan untuk

menunjang kebutuhan pendidikan anak. Aset-aset tersebut berupa

tempat tinggal, lahan, perhiasan, dan lain sebagainya.30

Secara garis besar kondisi ekonomi orang tua memiliki pengaruh

yang baik demi meningkatkan prestasi belajar. Hal ini disebabkan oleh

proses pendidikan yang membutuhkan alat atau perangkat pembelajaran

dan alat ini membantu untuk memudahkan peserta didik agar

mendapatkan informasi. Gerungan mengungkapkan bahwa keadaan

ekonomi orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak, jika

diperhatikan apabila perekonomian cukup, lingkungan material yang

dihadapi anak itu luas maka anak tersebut bisa mengembangkan

potensi-potensi yang dimiliki karena ada sarana dan prasarana yang

mendukung.31

Menurut pendapat Djaali pendidikan orang tua, status

ekonomi, rumah kediaman, presentase hubungan orang tua,

perkataan, dan bimbingan orang tua sangat berpengaruh terhadap

29
30
Sugihartono, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta:UNY Press 2007), 30.
31
Gerungan, Psikologi Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama, 2004), 196.
25

prestasi belajar.32 Keadaan ekonomi orang tua sangat mendukung

peserta didik dalam pengadaan sarana dan prasarana belajar yang

bisa memudahkan dan membantu pihak sekolah untuk

meningkatkan proses belajar mengajar. Untuk bisa melakukan

proses belajar mengajar membutuhkan dana yang banyak karena

kita harus memiliki alat-alat untuk melaksanakan proses belajar

mengajar diantaranya Buku Pelajaran, Buku tulis, Lembar Kerja

Siswa, Laptop, HP, Buku, Pensil, dan lain sebagainya.

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kondisi Ekonomi Orang

Tua

Dan adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi

sosial ekonomi orang tua diantaranya adalah Faktor sosial

ekonomi orang tua merupakan faktor yang menjadi bagian dari

aktifitas sosial ekonomi. Sosial ekonomi orang tua yang paling

berpengaruh untuk melanjutkan pendidikan anak yakni:

1. Tingkat pendapatan orang tua

Tingkat pendapatan yakni seluruh pendapatan yang

diterima, dapat diukur dengan uang dan bisa untuk memenuhi

kebutuhan bersama.

2. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan yakni suatu program pendidikan bagi

orang tua agar dapat terampil mendidik anak agar bisa

tumbuh dan berkembang secara optimal secara fisik,


32
Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), 9.
26

emosional, sosial, keuangan dan intelektual.

3. Tingkat Pekerjaan

Tingkat pekerjaan yakni suatu kerja keras yang dilakukan

oleh seseorang guna memperoleh hasil untuk mencukupi

kebutuhan.33

Dari beberapa paparan di atas dapat disimpulkan bahwa

kondisi ekonomi orang tua adalah kondisi yang sangat

mempengaruhi prestasi belajar, yang mana dalam proses belajar

mengajar tersebut membutuhkan sarana dan prasarana dan untuk

memenuhi sarana dan prasarana dibutuhkan dana. Dan pendidikan

yang baik adalah pendidikan yang bisa dinikmati oleh anak, maka

dari itu sebagai orang tua harus memperhatikan masa depan anak.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah seperti

yang telah dilakukan oleh:

1. Riffat Khasinah Zindiari dalam judul Pengaruh Perhatian Orang

Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidkan Agama Islam (PAI)

Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu. Hasil penelitian

menyatakan bahwa terdapat regresi signifikan pada perhatian orang

tua terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini dapat

dilihat dari hasil perhitungan berdasarkan pengaruh perhatian orang

33
Abdulsyani, Sosiologi Skematik, Teori dan Terapan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 73.
27

tua terhadap pretasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SD

Negeri 35 Kota Bengkulu yaitu pada taraf 5% f hitung >f tabel atau 0,539 >

0,433 maka Ho ditolak (regresi signifikan) sedangkan H a diterima (regresi

tidak signifikan).34

Adapun perbedaan penelitian Riffat Khasinah Zindiari dengan

penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah terletak pada mata

pelajaran PAI dan tingkatannya. Sedangkan persamaannya terletak

pada perhatian orang tua dan prestasi belajar.

2. Affah Mumtaza dengan judul Pengaruh Perhatian Orang Tua

Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti Kelas VIII SMP Negeri 18 Semarang. Hasil penelitian

menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif antara perhatian orang

tua erhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti Siswa SMP Negeri 18 Semarang. Dari hasil regresi diperoleh

harga F reg (124,685) dan F tabel 5% (3,90). Jika dibandingkan maka F

reg > F tabel, maka Ho ditolak karena ada pengaruh perhatian orang tua

terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Siswa kelas VIII SMP Negeri Semarang. Hal ini ditunjukkan dengan

persamaan regesi Ỷ = 39,305 + 0,532X. Dengan sumbangan relative

yang diperoleh melalui koefisien Deterinasi sebesar 45,1%. Hal ini

menunjukkan bahwa pengaruh perhatian orang tua terhadap

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa kelas VIII SMP
34
Riffat Khasinah Zindiari, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar
Pendidkan Agama Islam (PAI) Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu,
(Bengkulu: Institut Agama Islam Negeri (IAIN), 2020), 10.
28

Negeri Semarang adalah sebesar 45,1% sedangkan selebihnya 54,9%

dipengaruhi oleh faktor lain.35

Adapun perbedaan penelitian Affah Mumtaza dengan penelitian

yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran PAI dan

tingkatannya. Sedangkan persamaannya terletak pada perhatian orang tua

dan prestasi belajar.

3. Arfatin Nurrahmah dalam judul Pengaruh Kemandirian Belajar

dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar

Matematika. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan

bahwa: a) terdapat pengaruh positif yang signifikan kemandirian

belajar terhadap prestasi belajar matematika. b) terdapat pengaruh

positif yang signifikan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar

matematika, dan c) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara

kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar

matematika. Kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap

prestasi belajar matematika sebesar 45,3% sisanya sebesar 54,7%

disumbang oleh variabel-variabel lain selain kemandirian belajar dan

perhatian orang tua.36

Adapun perbedaan penelitian Arfatin Nurrahmah dengan

penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran

Matematika, dan kemandirian belajar. Sedangkan persamaannya

35
Affah Mumtaza, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti Siswa Kelas VIII SMP Negeri Semarang, (Semarang: Universitas
Negeri Semarang, 2018), 4.
36
Arifatin Nurrahmah, Pengaruh Kemandirian Belajar dan Perhatian Orang Tua
Terhadap Prestasi Belajar Matematika, (Jakarta: Universitas Indraprasta, 2016), 4.
29

terletak pada kondisi sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar.

4. Sinta Dyana Santi dalam judul Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi

Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XII

IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran

2008/2009. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini

adalah: a) bagaimana kondisi ekonomi orang tua Siswa Kelas XII

IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran

2008/2009. b) bagaimana prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII

IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran

2008/2009. c) adakah pengaruh antara kondisi ekonomi orang tua

terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMAN 1

Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran 2008/2009. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua termasuk

dalam kategori rendah (54,55%). Prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII

IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak termasuk dalam kategori

cukup (78,18%). Ada pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial

ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII IPS

SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran 2008/2009.37

Adapun perbedaan penelitian Sinta Dyana Santi dengan

penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran

Sosiologi. Sedangkan persamaannya terletak pada kondisi sosial

ekonomi orang tua dan prestasi belajar.

37
Sinta Dyana Santi, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi
Belajar Sosiologi Siswa Kela XII IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun
Ajaran 2008/2009, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2009), 8.
30

5. Nur Wahyudi DG Tapalak dengan judul Pengaruh Status Sosial

Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMPN

3 Kepulauan Selayar. Penelitian ini bertujuan mengeahui pengaruh

status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa di

smpn 3 kepulauan selayar dengan populasi sebanyak 268 siswa data

yang diperoleh melalui kuisioner dan teknik analisisya menggunakan

statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Dan hasil

peneliian ini menunjukkan bahwa variabel status sosial ekonomi

orang tua berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi

belajar siswa di smp kepulauan selayar.38

Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Nur Wahyu

DG Tapalak dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah

terletak pada studi kasusnya, sedangkan persamaannya adalah

terletak pada kondisi ekonomi orang tua dan prestasi belajarnya,

6. Prasetya Putra Nugraha dengan judul Pengaruh Kondisi Sosial

Ekonomi Orang Tua Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPS Kelas

VIII SMP Negeri 4 Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten

Batang Tahun Ajaran 2010/2011. Berdasarkan hasil penelitian kondisi

sosial ekonomi orang tua siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gringsing sebesar

(79%) tergolong tinggi, namun secara umum kondisinya sangat bervariasi

dalam pendidikan, pendapatan, pemilikan kekayaan, dan jenis tempat

tinggal. Dalam penelitian ini hipotesis diterima. Dalam uji hipotesis F hitung

38
Nur Wahyudi DG Tapalak, Pengaruh status sosial ekonomi Orang Tua terhadap prestasi
belajar siswa di SMPN 3 Kepulauan Selayar, (Makassar: Universitas Negeri Makassar,
2019), 6.
31

> F tabel (12,643 > 4,2) sehingga dapat dikatakan ada pengaruh kondisi

sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar IPS Siswa kelas

VIII SMP Negeri 4 Geringsing. Besarnya pengaruh tersebut adalah 30,1%

dari keseluruhan variabel.39

Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Prasetya

Putra Nugraha dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah

pada mata pelajaran IPS, dan persamaannya adalah pada kondisi

ekonomi orang tua dan prestasi belajarnya.

7. Aminatu Rohmah dalam judul Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi

Keluarga dan Perhatian Orang Tua Dengan Prestasi Belajar.

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan a)

kondisi sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar, b) perhatian

orang tua dengan prestasi belajar, dan c) kondisi sosial ekonomi

keluarga dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas

V di SDN Banjarejo, Kaliangkrik, Magelang. Kondisi sosial ekonomi

dapat menentukan tingkat perhatian orang tua yang akan berdampak

pada prestasi belajar. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa a)

tidak terdapat hubungan signifikan antara kondisi sosial ekonomi

keluarga dengan prestasi belajar, hasil analisis menunjukkan

signifikansi 0,701 > 0,05 dengan kontribusi sebesar 0,8%. b)

terdapat hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi

belajar memiliki hubungan positif yang signifikan, hasil analisis

39
Prasetya Putra Nugraha, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi
Belajar IPS Kelas VIII SMP Negeri 4 Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang
Tahun Ajaran 2010/2011, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2011), 2.
32

signifikansi 0,12 < 0,05 dan kontribusi sebesar 28,8% terdapat

hbungan positif dan signifikan antara kondisi sosial ekonomi dan

perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa, hasil analisis

regresi ganda menunjukkan nilai 0,036 < 0,05 dengan kontribusi

sebesar 30,6%.40

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Aminatu Rohma dan

peneliti terkait dengan kondisi sosial ekonomi orang tua, dan

perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

C. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, hipotesis yang diajukan dalam


penelitian ini adalah:

1. H1 : ꞵ1 ≠ 0

Prestasi belajar siswa MA Maslakul Huda itu baik.

Ho : ꞵ1 = 0
Prestasi belajar siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.

2. H1 : ꞵ1 ≠ 0
Perhatian Orang Tua Siswa MA Maslakul Huda itu baik.

Ho : ꞵ1 = 0
Perhatian Orang Tua siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.

3. H1 : ꞵ1 ≠ 0
Kondisi Ekonomi Orang Tua Siswa MA Maslakul Huda itu baik.

Ho : ꞵ1 = 0
40
Aminatu Rohma, Hubungan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perhatian orang tua
dengan prestasi belajar, (Magelang: Universitas Muhammadiyah Magelang, 2018). 8.
33

Kondisi Ekonomi Orang Tua siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.
4. Ha : ꞵ1 ≠ 0

Hubungan perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua siswa di

MA Maslakul Huda baik

Ho : ꞵ1 = 0

Hubungan perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua siswa di

MA Maslakul Huda tidak baik.

5. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa di MA
Maslakul Huda.

Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa
di MA Maslakul Huda.
6. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh kondisi ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar
siswa di MA Maslakul Huda

Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh kondisi ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa di MA Maslakul Huda.
7. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar siswa di MA Maslakul Huda.

Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar siswa di MA Maslakul Huda.
34
35

Anda mungkin juga menyukai