14
BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori yang terdiri dari tiga sub
bab yakni: teori-teori variabel penelitian, hasil penelitian yang relevan dan
hipotesis.
A. Teori-Teori Variabel Penelitian
1. Prestasi Belajar
a. Pengertian prestasi belajar
Prestasi dalam pendidikan didefinisikan dengan hasil yang didapatkan
melalui aktivitas belajar yang dilaksanakan.1 Menurut Arifin prestasi adalah
suatu hasil yang diperoleh dari sebuah kemampuan, keterampilan dan sikap
dalam menyelesaikan suatu hal. 2 Sedangkan belajar yakni sebuah unsur utama
dalam proses pendidikan dan menurut Sagala mengartikan bahwa belajar
merupakan suatu perubahan kemampuan seseorang yang terjadi karena proses
belajar yang dilakukan secara terus menerus.3
Prestasi belajar pada umumnya didefinisikan sebagai hasil positif yang
diperoleh siswa dikarenakan telah menyelesaikan sebuah proses pembelajaran.
Dan hal ini juga sering diindikasikan sebagai pencapaian kompetensi yang
berhubungan dengan mata pelajaran yang telah dipelajari. Prestasi dilihat
secara makna mempunyai kecondongan pada suatu hal yang positif. Oemar
Hamalik
1
Muhammad Fathurrahman & Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras, 2012),
118.
2
Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 30.
3
Syaiful sagala, Konsep dan Makna pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2009), 68.
14
15
menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan memperteguh kelakuan
melalui pengalaman, yang mana hasil belajar bukan sebuah
penguasaan hasil latihan melainkan perubahan perilaku.4
Prestasi belajar adalah tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh peserta
didik dalam menerima, menolak, dan menilai informasi- informasi yang di
dapat dalam proses pembelajaran.5 Menurut Goods dalam Annes mengartikan
prestasi belajar merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dicapai
dan dikembangkan dalam macam-macam mata pelajaran di sekolah dan
biasanya ditentukan oleh nilai dari hasil ujian juga nilai yang diberikan oleh
pendidik.6 Menurut Kpolovie, Joe, dan Okoto menjelaskan bahwa prestasi
belajar adalah sebuah keampuan peserta didik untuk belajar, mengingat fakta
dan juga mengkomunikasikan ilmu pengetahuannya baik dari segi lisan
maupun tulisan atau ujian, dan biasanya bisa ditentukan berdasarkan
pengukuran dan penilaian.7
Berdasarkan dari beberapa paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa
prestasi belajar adalah sebuah hasil dari suatu kegiatan pembelajaran dengan
perubahan yang dicapai oleh peserta didik. Keberhasilan bisa dinyatakan
dalam bentuk simbol, angka, huruf dan kalimat dengan standarisasi yang telah
ditetapkan. Prestasi belajar juga dapat diketahui dari proses penilaian melalui
kegiatan evaluasi, dan pengukuran pretasi belajar bisa berupa tes dan bisa
dilihat dari hasil nilai ujian dan nilai raport.
4
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018), 27.
5
Ghullam Hamdu, Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar di Sekolah
Dasar, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1, April 2011, 83.
6
A. Annes, A Study of Academic Acheievement in Relation to Intelligence of Class VII Students.
Excellence International Jounal of Education and Research, 1 (3), 2013. 239-248.
7
P. J. Kpolovie, A. I. Joe, T. Okoto, Academic Achievement Prediction: Role of Interest in
Learning and Attitude Towards School. International Journal of Humanities Socil Sciences
and Education. 1 (11), 73-100.
16
b. Karakteristik Prestasi Belajar
Hasil belajar menjadi tolak ukur dalam menentukan prestasi
belajar yang bisa memberikan perubahan, pengetahuan, pemahaman,
sikap, dan keterampilan siswa sehingga bisa menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Sebagai ineraksi yang bernilai edukatif, karakteristik
prestasi belajar memiliki ciri-ciri yakni:
1) Prestasi Belajar Memiliki Tujuan
Tujuan untuk membantu peserta didik dalam perkembangan
tertentu dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat perhatian.
2) Prosedur Pembelajaran
Prosedur pembelajaran yang sistematis dan relevan diperlukan
agar bisa mencapai tujuan secara optimal.
3) Penentuan Materi
Penyusunan materi sebelum pembelajaran dimulai agar proses
evaluasi dapat berjalan dengan baik dalam menentukan pencapaian
peserta didik.
4) Aktivitas Peserta Didik
Aktivitas ini adalah syarat utama dalam interaksi edukatif baik
secara fisik maupun mental. Hal ini bisa memberikan pengaruh yang
sesuai dengan konsep Cara Belajar Siswa Aktif pada peserta didik.
5) Optimalisasi Peran Guru
Guru memberi motivasi pada siswa dalam proses interaksi
produktif. Guru juga berperan sebagai mediator dalam segala situasi
agar bisa menjadi teladan yang bisa ditiru oleh siswa.
6) Kedisiplinan
Agar bisa mencapai prestasi belajar secara optimal
pembelajaran harus sesuai dengan prosedur yang telah disepakati
bersama. Dengan hal itu siswa bisa mempunyai kedisiplinan yang
melekat pada dirinya.
17
7) Memiliki Batasan Waktu
Batasan waktu membentuk salah satu ciri yang tidak
dapat ditinggalkan. Pada setiap pembelajaran terdapat waktu
tertentu untuk mencapai tujuan.
8) Evaluasi
Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan oleh guru
terhadap siswa setelah proses pembelajaran. Hal ini dilakukan
agar mengetahui sejauh mana materi yang bisa difahami oleh
peserta didik.8
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi beljar yang rendah belum tentu disebabkan oleh IQ
rendah. Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya
prestasi belajar, baik dari faktor eksternal maupun dari faktor
internal. Menurut Dalyono ada dua faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
1) Faktor internal yakni datang dari dalam diri peserta didik
itu sendiri yang berupa faktor fisiologis (kesehatan dan keadaan
tubuh) psikologis (minat, bakat, intelegensi, emosi, kelelahan,
dan cara belajar).
2) Faktor eksternal datang dari luar diri peserta didik
yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkunan sekolah,
lingkungan masyarakat, dan lingkungan alam.
Dua faktor tersebut harus saling berkontribusi satu sama lain karena
8
Moh. Zainul Rasyid, Prestasi Belajar (Malang: CV Literasi Nusantara Abadi, 2020), 11-13.
18
bisa mempengaruhi prestasi belajar dan bisa membantu siswa dalam
mencapai prestasi belajar. Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang
signifikan dalam tercapainya prestasi belajar seorang peserta didik.
2. Perhatian Orang Tua
a. Pengertian Perhatian Orang Tua
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perhatian adalah
memperhatikan apa yang diperhatikan. Orang tua yakni ayah dan
ibu kandung (yang melahirkan dan merawat), yang memiliki
tanggung jawab, mendidik, mengasuh mengayomi, orang yang
dituakan, orang yang dihargai dan disegani. Menurut suryabrata
perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek
atau kesadaran yang menyerai suatu aktivitas yang dilakukan.9
Dari pendapat Santrock dalam Rizqi perhatian merupakan
sebuah konsentrasi dan upaya mental yang terfokus, juga memiliki
sifat yang selektif dan beralih dan ditujukan oleh orang tua kepada
anaknya.10 Menurut Sumanto perhatian merupakan keaktifan jiwa
yang diarahkan pada suatu objek dan pengaruh pikiran.11 Menurut
Ahmadi dan Widodo Supriyono juga mengatakan bahwa perhatian
merupakan pemberian pemusatan pikiran atau fokus terhadap suatu
kegiatan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya12
Keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang terdiri dari ayah,
9
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta 2015), 156.
10
Rizqi Taufiq Riyadi, Pengaruh Perhatian Orang Tua, (Purwokerto: Universitas Muhammadiyah
Purwokerto, 2014), 23.
11
Sumanto, Psikologi Umum, (Yogyakarta: Center of Academic Publishing Service, 2014), 160.
12
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rhineka Cipta, 2013), 41.
19
ibu dan anak. Fungsi keluarga yakni memberikan jaminan
pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Orang tua wajib
bertanggung jawab merawat, melindungi dan juga mendidik anak
agar bisa tumbuh dengan sebaik-baiknya.13 Pengenalan pendidikan,
kebudayaan dan norma-norma semuanya berawal dari lingkungan
keluarga dan pendidikan dari keluarga adalah hal yang paling utama
sehingga diharapkan dengan pendidikan yang baik dari keluarga
seorang anak akan mengembangkan kualitas pendidikan dan
mengaplikasikannya secara utuh.14
Perhatian orang tua juga sangat dibutuhkan oleh seorang anak
dalam membantu proses perkembangannya. Semua orang tua pasti
menginginkan anaknya tumbuh cerdas, pintar dan berguna bagi nusa
bangsa dan agama. Slameto juga mengungkapkan bahwa orang tua
mendidik anak itu akan memberikan sebuah pengaruh yang sangat
besar terhadap anaknya. Karena keberhasilan belajar anak itu
tergantung dengan pola asuh orang tua.15
Orang tua memiliki peranan yang dapat menentukan dalam
tumbuh kembang anak. Jika orang tua saat dirumah berhasil
mendidik anak, maka proses belajar disekolah akan berhasil juga.
Dan begitu juga sebaliknya, jika orang tua gagal mendidik anaknya
maka keberhasilan belajar anak disekolah juga akan rendah.
13
Abu Ahmadi, Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 177.
14
Alfiatin Nisa, Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi
Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 11 No. 1 Maret 2015,
3.
15
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) 287.
20
Perhatian orang tua juga sangat berpengaruh terhadap prestasi
belajar karena pendidikan pertama anak adalah dari keluarga,
sekolah hanya menjadi pengembang. Anak akan tumbuh menjadi
anak yang pintar dan cerdas kalau orang tuanya selalu
memperhatikan dan memberi dorongan semangat pada ankanya,
bukan hanya memberi materi finansial saja. Akan tetapi orang tua
tidak boleh berlebihan dalam memberikan perhatian dan juga tidak
boleh kekurangan karena jika anak yang diperhatian secara
berlebihan akan membuat anak menjadi tertekan, dan jika anak
kekurangan perhatian maka bisa mengakibatkan memenuhi
kebutuhan tidak sesuai harapan. Jadi perhatian orang tua kepada
anak harus ideal atau sesuai dengan kebutuhan.16
Djamarah menjelaskan bahwa pola asuh orang tua dalam
keluarga memuat empat unsur penting, yakni pola asuh, orang tua,
anak, dan keluarga.17 dalam buku yang lain slameto mengungkapkan
bahwa perhatian merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan
berdasarkan rangsangan yang diterima dari apa yang seseorang
dapat dari lingkungannya.18
Dari beberapa paparan diatas dapat disimpulkan bahwa
perhatian orang tua adalah suatu aktivitas yang disengaja, dan
terpusatkan pada konsentrasi yang dilakukan oleh orang tua dengan
16
Arifudin Mahmud, Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa,
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran JP2, Vol 3 No 1, Tahun 2020, 123.
17
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2014), 114.
18
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010),
105.
21
rasa kasih sayang dan tanggung jawab demi tercapainya tumbuh
kembang anak yang lebih baik.
b. Indikator Perhatian Orang Tua
Adapun indikator perhatian orang tua dalam hal belajar anak
diantaranya adalah
1) Memberikan penghargaan (reward) atau hukuman
(punishment) Penghargaan bisa berupa hadiah atau pujian
dan bisa disesuaikan dengan keinginan orang tua atau
disesuaikan dengan prestasi yang diraih agar anak bisa lebih
bermotivasi. Sedangkan hukuman adalah hukuman yang
sifatnya mendidik.19
2) Memberi bimbingan atau bantuan kesulitan
Anak belajar memerlukan bimbingan dari orang tua agar
sikap dewasadan tanggung jawab belajar tumbuh pada diri
anak. Dan saat orang tua memberikan bimbingan pada anaknya
dalam belajar maka akan mengetahui perkembangan dan
kesulitan yang dihadapi sehingga hasil belajar bisa tercapai
dengan baik.20
3) Memberikan Contoh Yang Baik
Kebiasaan buruk orang tua dalam keluarga akan ditiru oleh
anak. Orang tua yang perhatian pada anaknya merupakan orang
tua yang perduli pada kebiasaan anak, dan orang tua yang bisa
19
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga , 114.
20
Dalyono, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), 71.
22
memberikan contoh dan menanamkan kebiasaan positif yang
mendukung belajar anak akan membantu mencapai prestasi
belajar yang baik.21
4) Memenuhi Kebutuhan Belajar Anak
Kebutuhan belajar adalah alat dan sarana yang dibutuhkan
saat proses belajar. Bisa berupa alat tulis, buku, ruang belajar
dan lain-lain.22
Jadi dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua merupakan
sebuah faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar.
3. Kondisi Ekonomi Orang Tua
a. Pengertian Kondisi Ekonomi Orang Tua
Kondisi ekonomi orang tua merupakan suatu kedudukan atau posisi
orang tua yang ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan,
pekerjaan dan lain sebagainya. Kondisi ekonomi orang tua ini sangat
dibutuhkan demi menunjang proses belajar anak, jika kondisi ekonomi
orang tua tinggi maka sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran
akan terpenuhi dan proses pencapaian hasil belajar akan lebih baik.
Perkembangan anak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi orang tua,
keluarga yang ekonominya cukup untuk memperbaiki lingkungan
material tempat tinggal anak-anaknya akan mempunyai kesempatan lebih
banyak dalam memperkenalkan bakat yang tidak akan berkembang jika
tidak ada infrastruktur.23
21
Syaiful Bahri Djamarah, Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi dalam Keluarga, 53.
22
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), 146.
23
A. K. Darul Prayogo, Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar
Taruna Teknika, Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 06 (02), 117-124.
23
Menurut Abdulsyani kondisi ekonomi adalah suatu posisi seorang
individu yang ditentukan dengan jenis-jenis kegiatan ekonomi,
pendapatan, dan kebutuhan.24 Slameto mengatakan keadaan ekonomi
keluarga ada kaitannya sangat erat dengan pendidikan anak, karena anak
yang sedang melaksanakan pendidikan kebutuhannya dan fasilitasnya
harus terpenuhi. Akan tetapi fasilitas itu bisa terpenuhi jika keluarga
punya dana yang cukup.25 Adapun kondisi ekonomi orang tua
menurut Maftukhah yakni latar belakang suatu keluarga
dipandang dari pendapatan keluarga, pengeluaran keluarga dan
kekayaan yang dimilikinya26
Dari teori penelitian Bintaro dalam Oktama menjelaskan
pengertian kondisi sosial ekonomi yakni suatu usaha bersama
dalam suatu masyarakat untuk menanggulangi atau mengurangi
kesulitan hidup.27 Sedangkan menurut Poerwadarminto kondisi
ekonomi orang tua adalah pernyataan, keadaan, atau suatu yang
dapat dilihat atau dirasakan dan diukur oleh indera manusia. 28
Iskandarwassid dan Sunendar dalam Haq dalam Arianah
menyatakan jika kondisi sosial ekonomi orang tua adalah sebuah
latar belakang pencapaian posisi orang tua dalam masyarakat yang
24
Abdul Syani, Sosiologi Sistematika, Teori dan Terapan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 56.
25
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta 2013), 116.
26
Maftukhah, Pengaruh Kondisi Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII
SMPN 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007, (Semarang: Skripsi Universitas
Negeri Semarang, 2007), 23.
27
Oktama R. Z. Bintaro, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pendidikan Anak
Keluarga Nelayan di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang,
(Semarang: Skripsi Universitas Negeri Semarang, 2013), 35.
28
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia: Cetakan III, (Jakarta: Balai Pustaka,
2012), 20.
24
bisa mempengaruhi keberhasilan belajar anak di sekolah.29
Menurut sugihartono status sosial ekonomi orang tua meliputi
tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang
tua. Adapun keadaan orang tua meliputi beberapa macam. Keadaan
sosial ekonomi yang baik maka akan menyediakan situasi yang baik
untuk perkembangan pendidikan anak dan anggota keluarga lainnya.
Kepemilikan aset atau kekayaan yang berupa barang-barang dan yang
bermanfaat untuk menunjang ekonominya bisa dimanfaatkan untuk
menunjang kebutuhan pendidikan anak. Aset-aset tersebut berupa
tempat tinggal, lahan, perhiasan, dan lain sebagainya.30
Secara garis besar kondisi ekonomi orang tua memiliki pengaruh
yang baik demi meningkatkan prestasi belajar. Hal ini disebabkan oleh
proses pendidikan yang membutuhkan alat atau perangkat pembelajaran
dan alat ini membantu untuk memudahkan peserta didik agar
mendapatkan informasi. Gerungan mengungkapkan bahwa keadaan
ekonomi orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak, jika
diperhatikan apabila perekonomian cukup, lingkungan material yang
dihadapi anak itu luas maka anak tersebut bisa mengembangkan
potensi-potensi yang dimiliki karena ada sarana dan prasarana yang
mendukung.31
Menurut pendapat Djaali pendidikan orang tua, status
ekonomi, rumah kediaman, presentase hubungan orang tua,
perkataan, dan bimbingan orang tua sangat berpengaruh terhadap
29
30
Sugihartono, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta:UNY Press 2007), 30.
31
Gerungan, Psikologi Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama, 2004), 196.
25
prestasi belajar.32 Keadaan ekonomi orang tua sangat mendukung
peserta didik dalam pengadaan sarana dan prasarana belajar yang
bisa memudahkan dan membantu pihak sekolah untuk
meningkatkan proses belajar mengajar. Untuk bisa melakukan
proses belajar mengajar membutuhkan dana yang banyak karena
kita harus memiliki alat-alat untuk melaksanakan proses belajar
mengajar diantaranya Buku Pelajaran, Buku tulis, Lembar Kerja
Siswa, Laptop, HP, Buku, Pensil, dan lain sebagainya.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kondisi Ekonomi Orang
Tua
Dan adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi
sosial ekonomi orang tua diantaranya adalah Faktor sosial
ekonomi orang tua merupakan faktor yang menjadi bagian dari
aktifitas sosial ekonomi. Sosial ekonomi orang tua yang paling
berpengaruh untuk melanjutkan pendidikan anak yakni:
1. Tingkat pendapatan orang tua
Tingkat pendapatan yakni seluruh pendapatan yang
diterima, dapat diukur dengan uang dan bisa untuk memenuhi
kebutuhan bersama.
2. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan yakni suatu program pendidikan bagi
orang tua agar dapat terampil mendidik anak agar bisa
tumbuh dan berkembang secara optimal secara fisik,
32
Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), 9.
26
emosional, sosial, keuangan dan intelektual.
3. Tingkat Pekerjaan
Tingkat pekerjaan yakni suatu kerja keras yang dilakukan
oleh seseorang guna memperoleh hasil untuk mencukupi
kebutuhan.33
Dari beberapa paparan di atas dapat disimpulkan bahwa
kondisi ekonomi orang tua adalah kondisi yang sangat
mempengaruhi prestasi belajar, yang mana dalam proses belajar
mengajar tersebut membutuhkan sarana dan prasarana dan untuk
memenuhi sarana dan prasarana dibutuhkan dana. Dan pendidikan
yang baik adalah pendidikan yang bisa dinikmati oleh anak, maka
dari itu sebagai orang tua harus memperhatikan masa depan anak.
B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah seperti
yang telah dilakukan oleh:
1. Riffat Khasinah Zindiari dalam judul Pengaruh Perhatian Orang
Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidkan Agama Islam (PAI)
Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu. Hasil penelitian
menyatakan bahwa terdapat regresi signifikan pada perhatian orang
tua terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini dapat
dilihat dari hasil perhitungan berdasarkan pengaruh perhatian orang
33
Abdulsyani, Sosiologi Skematik, Teori dan Terapan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 73.
27
tua terhadap pretasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SD
Negeri 35 Kota Bengkulu yaitu pada taraf 5% f hitung >f tabel atau 0,539 >
0,433 maka Ho ditolak (regresi signifikan) sedangkan H a diterima (regresi
tidak signifikan).34
Adapun perbedaan penelitian Riffat Khasinah Zindiari dengan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah terletak pada mata
pelajaran PAI dan tingkatannya. Sedangkan persamaannya terletak
pada perhatian orang tua dan prestasi belajar.
2. Affah Mumtaza dengan judul Pengaruh Perhatian Orang Tua
Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti Kelas VIII SMP Negeri 18 Semarang. Hasil penelitian
menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif antara perhatian orang
tua erhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti Siswa SMP Negeri 18 Semarang. Dari hasil regresi diperoleh
harga F reg (124,685) dan F tabel 5% (3,90). Jika dibandingkan maka F
reg > F tabel, maka Ho ditolak karena ada pengaruh perhatian orang tua
terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Siswa kelas VIII SMP Negeri Semarang. Hal ini ditunjukkan dengan
persamaan regesi Ỷ = 39,305 + 0,532X. Dengan sumbangan relative
yang diperoleh melalui koefisien Deterinasi sebesar 45,1%. Hal ini
menunjukkan bahwa pengaruh perhatian orang tua terhadap
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa kelas VIII SMP
34
Riffat Khasinah Zindiari, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar
Pendidkan Agama Islam (PAI) Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu,
(Bengkulu: Institut Agama Islam Negeri (IAIN), 2020), 10.
28
Negeri Semarang adalah sebesar 45,1% sedangkan selebihnya 54,9%
dipengaruhi oleh faktor lain.35
Adapun perbedaan penelitian Affah Mumtaza dengan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran PAI dan
tingkatannya. Sedangkan persamaannya terletak pada perhatian orang tua
dan prestasi belajar.
3. Arfatin Nurrahmah dalam judul Pengaruh Kemandirian Belajar
dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar
Matematika. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan
bahwa: a) terdapat pengaruh positif yang signifikan kemandirian
belajar terhadap prestasi belajar matematika. b) terdapat pengaruh
positif yang signifikan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar
matematika, dan c) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara
kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar
matematika. Kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap
prestasi belajar matematika sebesar 45,3% sisanya sebesar 54,7%
disumbang oleh variabel-variabel lain selain kemandirian belajar dan
perhatian orang tua.36
Adapun perbedaan penelitian Arfatin Nurrahmah dengan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran
Matematika, dan kemandirian belajar. Sedangkan persamaannya
35
Affah Mumtaza, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti Siswa Kelas VIII SMP Negeri Semarang, (Semarang: Universitas
Negeri Semarang, 2018), 4.
36
Arifatin Nurrahmah, Pengaruh Kemandirian Belajar dan Perhatian Orang Tua
Terhadap Prestasi Belajar Matematika, (Jakarta: Universitas Indraprasta, 2016), 4.
29
terletak pada kondisi sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar.
4. Sinta Dyana Santi dalam judul Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi
Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XII
IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran
2008/2009. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini
adalah: a) bagaimana kondisi ekonomi orang tua Siswa Kelas XII
IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran
2008/2009. b) bagaimana prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII
IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran
2008/2009. c) adakah pengaruh antara kondisi ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMAN 1
Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran 2008/2009. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua termasuk
dalam kategori rendah (54,55%). Prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII
IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak termasuk dalam kategori
cukup (78,18%). Ada pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial
ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XII IPS
SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun Ajaran 2008/2009.37
Adapun perbedaan penelitian Sinta Dyana Santi dengan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada mata pelajaran
Sosiologi. Sedangkan persamaannya terletak pada kondisi sosial
ekonomi orang tua dan prestasi belajar.
37
Sinta Dyana Santi, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi
Belajar Sosiologi Siswa Kela XII IPS SMAN 1 Karang Tengah Kabupaten Demak Tahun
Ajaran 2008/2009, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2009), 8.
30
5. Nur Wahyudi DG Tapalak dengan judul Pengaruh Status Sosial
Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMPN
3 Kepulauan Selayar. Penelitian ini bertujuan mengeahui pengaruh
status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa di
smpn 3 kepulauan selayar dengan populasi sebanyak 268 siswa data
yang diperoleh melalui kuisioner dan teknik analisisya menggunakan
statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Dan hasil
peneliian ini menunjukkan bahwa variabel status sosial ekonomi
orang tua berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi
belajar siswa di smp kepulauan selayar.38
Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Nur Wahyu
DG Tapalak dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah
terletak pada studi kasusnya, sedangkan persamaannya adalah
terletak pada kondisi ekonomi orang tua dan prestasi belajarnya,
6. Prasetya Putra Nugraha dengan judul Pengaruh Kondisi Sosial
Ekonomi Orang Tua Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPS Kelas
VIII SMP Negeri 4 Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten
Batang Tahun Ajaran 2010/2011. Berdasarkan hasil penelitian kondisi
sosial ekonomi orang tua siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gringsing sebesar
(79%) tergolong tinggi, namun secara umum kondisinya sangat bervariasi
dalam pendidikan, pendapatan, pemilikan kekayaan, dan jenis tempat
tinggal. Dalam penelitian ini hipotesis diterima. Dalam uji hipotesis F hitung
38
Nur Wahyudi DG Tapalak, Pengaruh status sosial ekonomi Orang Tua terhadap prestasi
belajar siswa di SMPN 3 Kepulauan Selayar, (Makassar: Universitas Negeri Makassar,
2019), 6.
31
> F tabel (12,643 > 4,2) sehingga dapat dikatakan ada pengaruh kondisi
sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar IPS Siswa kelas
VIII SMP Negeri 4 Geringsing. Besarnya pengaruh tersebut adalah 30,1%
dari keseluruhan variabel.39
Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Prasetya
Putra Nugraha dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah
pada mata pelajaran IPS, dan persamaannya adalah pada kondisi
ekonomi orang tua dan prestasi belajarnya.
7. Aminatu Rohmah dalam judul Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi
Keluarga dan Perhatian Orang Tua Dengan Prestasi Belajar.
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan a)
kondisi sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar, b) perhatian
orang tua dengan prestasi belajar, dan c) kondisi sosial ekonomi
keluarga dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas
V di SDN Banjarejo, Kaliangkrik, Magelang. Kondisi sosial ekonomi
dapat menentukan tingkat perhatian orang tua yang akan berdampak
pada prestasi belajar. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa a)
tidak terdapat hubungan signifikan antara kondisi sosial ekonomi
keluarga dengan prestasi belajar, hasil analisis menunjukkan
signifikansi 0,701 > 0,05 dengan kontribusi sebesar 0,8%. b)
terdapat hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi
belajar memiliki hubungan positif yang signifikan, hasil analisis
39
Prasetya Putra Nugraha, Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi
Belajar IPS Kelas VIII SMP Negeri 4 Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang
Tahun Ajaran 2010/2011, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2011), 2.
32
signifikansi 0,12 < 0,05 dan kontribusi sebesar 28,8% terdapat
hbungan positif dan signifikan antara kondisi sosial ekonomi dan
perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa, hasil analisis
regresi ganda menunjukkan nilai 0,036 < 0,05 dengan kontribusi
sebesar 30,6%.40
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Aminatu Rohma dan
peneliti terkait dengan kondisi sosial ekonomi orang tua, dan
perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini adalah:
1. H1 : ꞵ1 ≠ 0
Prestasi belajar siswa MA Maslakul Huda itu baik.
Ho : ꞵ1 = 0
Prestasi belajar siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.
2. H1 : ꞵ1 ≠ 0
Perhatian Orang Tua Siswa MA Maslakul Huda itu baik.
Ho : ꞵ1 = 0
Perhatian Orang Tua siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.
3. H1 : ꞵ1 ≠ 0
Kondisi Ekonomi Orang Tua Siswa MA Maslakul Huda itu baik.
Ho : ꞵ1 = 0
40
Aminatu Rohma, Hubungan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perhatian orang tua
dengan prestasi belajar, (Magelang: Universitas Muhammadiyah Magelang, 2018). 8.
33
Kondisi Ekonomi Orang Tua siswa MA Maslakul Huda itu tidak baik.
4. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Hubungan perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua siswa di
MA Maslakul Huda baik
Ho : ꞵ1 = 0
Hubungan perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua siswa di
MA Maslakul Huda tidak baik.
5. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa di MA
Maslakul Huda.
Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa
di MA Maslakul Huda.
6. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh kondisi ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar
siswa di MA Maslakul Huda
Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh kondisi ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar siswa di MA Maslakul Huda.
7. Ha : ꞵ1 ≠ 0
Ada Pengaruh perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar siswa di MA Maslakul Huda.
Ho : ꞵ1 = 0
Tidak ada pengaruh perhatian orang tua dan kondisi ekonomi orang tua
terhadap prestasi belajar siswa di MA Maslakul Huda.
34
35