BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 Kota Bogor
Secara administratif, Kota Bogor terdiri dari 6 wilayah kecamatan, 31
kelurahan, dan 37 desa. Wilayah kecamatan di Kota Bogor terbagi atas: Bogor
Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, dan Tanah
Sareal. Kecamatan Bogor Barat merupakan kecamatan paling luas di Kota Bogor
dengan luas wilayah sebesar 32,85 km2, sedangkan Kecamatan Bogor Tengah
merupakan kecamatan dengan luas wilayah terkecil, yaitu dengan luas wilayah
sebesar 8,13 km2 (Badan Pusat Statistik Kota Bogor, 2016).
Wilayah Kota Bogor merupakan Kawasan yang dikelilingi oleh Kabupaten
Bogor. Adapun perbatasan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor, adalah sebagai
berikut (Pemerintah Kota Bogor, 2021): 1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kec.
Kemang, Bojong Gede, dan Kec. Sukaraja Kabupaten Bogor; 2) Sebelah Timur
berbatasan dengan Kec. Sukaraja dan Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor; 3) Sebelah
Barat berbatasan dengan Kec. Darmaga dan Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor; 4)
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Cijeruk dan Kec. Caringin, Kabupaten
Bogor. Peta administratif Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 2.1.
52
Gambar 2.1 Peta Administratif Kota Bogor
Sumber: [Link]
Kota Bogor berada di antara 10648’ BT dan 626’ LS. Kedudukan
geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta letaknya
yang tidak jauh dengan ibu kota negara, merupakan potensi yang perlu
dikembangkan bagi banyak hal, seperti pertumbuhan ekonomi dan jasa, industri,
perdagangan, transportasi, dan tidak terkecuali pada sektor pariwisata (Pemerintah
Kota Bogor, 2021). Kota Bogor memiliki 23 Objek Daya Tarik Wisata (ODTW),
termasuk Kebun Raya Bogor yang telah menjadi ikon Kota Bogor. Berikut ini
merupakan daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota Bogor:
53
Tabel 2. 1 Daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota Bogor
Objek Wisata Alamat Jenis Objek Luas Wilayah
Kebun Raya Jalan Ir. H. Juanda Alam, Ilmiah, dan 87 hektare
Bogor Budaya
Istana Jalan Ir. H. Juanda Sejarah 28,8 hektare
Kepresidenan No. 1
Bogor
Prasasti Batu Tulis Jalan Batutulis Sejarah 21,34 m2
No. 54
Plaza Kapten Jalan Kapten Rekreasi 17.690 m2
Muslihat Muslihat No. 51
Museum Zoologi Jalan Ir. H. Juanda Ilmiah dan 1500 m2
Bogor No. 9 Budaya
Museum Jalan Ir. H. Juanda Ilmiah 1600 m2
Etnobotani No, 22-24
Museum Jalan Merdeka No Sejarah dan 650 m2
Perjuangan 56 Budaya
Bogor
Rancamaya Jalan Rancamaya Taman Rekreasi 400 hektare
Country Utama Ciawi
Golf Bogor
Museum dan Jalan Jend Sejarah dan 9.400 m2
Monumen PETA Sudirman No. 35 Budaya
Balai Penelitian Jalan Tentara Ilmiah 1 hektare
Rempah dan Obat Pelajar No. 3
Museum Tanah Jalan Ir. H Juanda Ilmiah 30 m2
Danau Wisata Situ Jalan Tambakan Taman Rekreasi 6 hektare
Gede No. 1 dan Alam
Country Club Jalan KH. Sholeh Rekreasi 3,7 hektare
Cimanggu Iskandar No. 1
The Jungle Bogor Nirwana Rekreasi 3 hektare
Residence
Museum Jalan Ir. H. Juanda Sejarah dan -
Kepresidenan RI No. 1 Bogor Budaya
Balai Kirti
Taman Sringanis / Kampung Ilmiah 1000 m2
Tanaman Obat Cimanengah No.
29, Kelurahan
Cipaku,
Kecamatan Bogor
Selatan
Bogor Golf Club Jalan [Link] Rekreasi 18 hektare
No. 65 Bogor
Kebun Raya KRR Pasir kuda Rekreasi 2000 m2
54
Residence sports Bogor 16199
club
The Jungle Fest Bogor Nirwana Rekreasi 5,5 hektare
Residence
Taman Jalan Temenggung Rekreasi 4 hektare
parahyangan Wiradireja
1
Sagara Swimming Jalan Sumanta Rekreasi 5100 m2
pool Direja No.32
Pamoyanan
Bogor
Yasmin Center Jalan Ringroad Rekreasi dan 21.433 m2
Perum Taman Olahraga
Yasmin
Sumber: RPJMD Kota Bogor 2019-2024
Berdasarkan Tabel 2.1 terkait Daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota
Bogor, terdapat berbagai jenis objek wisata di Kota Bogor, yaitu wisata alam,
ilmiah, rekreasi, budaya, sejarah, rekreasi, dan olahraga. Macam-macam objek
wisata tersebut, perlu dipelihara dan dikembangkan secara optimal. Salah satu
objek wisata yang ikonik dan mencakup berbagai jenis wisata alam, ilmiah, dan
budaya, yaitu Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor mencakup berbagai jenis
wisata karena fungsi dan nilai historisnya yang menjadikan berbagai potensi
terkandung dalam objek wisata ini. Potensi wisata yang dimiliki Kebun Raya
Bogor perlu dikelola dengan baik agar memiliki nilai tambah. Kebun Raya Bogor
juga merupakan hutan kota di pusat Kota Bogor, yang dalam pengelolaan
wisatanya juga perlu mempertimbangkan fungsi-fungsinya yang lain.
2.2 Kebun Raya
Kebun raya atau kebun botani adalah taman yang didedikasikan untuk
koleksi, budidaya, pelestarian, dan tampilan berbagai tanaman, yang biasanya
55
diberi label dengan nama botaninya masing-masing. Kebun raya biasanya terdiri
dari berbagai tanaman khusus seperti kaktus dan tanaman sukulen lainnya, kebun
herbal, tanaman dari bagian dunia tertentu, dan tanaman langka lainnya (Spencer
dan Cross, 2017). Sebagian besar dari kebun raya dibuka untuk umum dan
menawarkan tur wisata, pameran pendidikan, dan hiburan lainnya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Botanic Gardens Conservation
International (n.d.), sejarah berdirinya Kebun Raya terjadi pada abad ke-16 dan
ke-17 yang ditandai dengan adanya taman fisik botani di Italia. Kebun-kebun ini
murni untuk studi akademis tanaman obat. Pada abad ke-16 kebun obat ini telah
menyebar ke seluruh Eropa tengah seperti Koln, Jerman dan Praha, Ceko. Kebun
raya kemudian mengalami perubahan penggunaan selama abad ke-16 dan ke-17.
Kebun seperti Royal Botanic Gardens, Kew didirikan untuk mencoba
membudidayakan spesies baru yang dibawa kembali dari ekspedisi ke daerah
tropis. Kebun ini tidak hanya mempromosikan dan mendorong eksplorasi botani
di daerah tropis, tetapi juga membantu menemukan kebun baru di daerah tropis
untuk membantu membudidayakan spesies tanaman yang baru ditemukan ini.
Berdasarkan artikel yang diterbitkan [Link] (2022), Royal Botanic
Gardens, Kew (Kebun Raya Kew) termasuk ke dalam salah satu kebun raya
terbaik di dunia. Kebun Raya Kew dapat dilihat pada Gambar 2.2.
56
Gambar 2.2 Kebun Raya Kew
Sumber: [Link], 2022
Kebun Raya Kew yang terletak di Inggris merupakan kebun botani yang
mempunyai koleksi tanaman terbesar dan paling beragam di dunia. Kebun raya ini
dibuka pada tahun 1759 di London, Inggris. Kebun dengan areal seluas 130 hektar
ini memiliki arsitektur lanskap yang indah dan memberikan suasana yang damai.
Kebun Raya Kew memiliki beberapa spot menarik, seperti Great Broad Walk
Borders, Temperate House, dan Treetop Walkway ([Link], 2022).
Pada dasarnya, kebun raya sebagai kebun yang dikhususkan untuk koleksi,
budidaya, dan pelestarian berbagai tanaman memegang beberapa fungsi yang
penting baik untuk studi maupun konservasi. Chen dan Sun (2018)
menggolongkan fungsi kebun raya menjadi tiga jenis utama, yaitu penelitian
ilmiah, konservasi ex situ, dan tempat pendidikan bagi publik. Adapun penjabaran
fungsi-fungsi kebun raya adalah sebagai berikut:
57
1. Penelitian ilmiah
Kebun raya adalah lokasi yang baik untuk banyak cabang penelitian
ilmiah. Kebun raya tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian
taksonomi dan sistematis, tetapi juga memiliki peran penting sebagai
sumber berharga untuk pengumpulan data ekologi tanaman seperti indikasi
penyakit akibat perubahan iklim, fisiologi tanaman, pertumbuhan tanaman,
dan juga interaksi tumbuhan dengan hewan. Fungsi kebun raya dalam
penelitian ilmiah juga mencakup penyelidikan ekologi penyerbukan dan
penyebaran benih tanaman. Penelitian di kebun raya juga telah menjadi
acuan bagi para konservasionis untuk tidak mengabaikan potensi risiko
hibridisasi (perkawinan silang) koleksi ex situ dari spesies tumbuhan yang
terancam.
2. Konservasi ex situ
Koleksi tanaman merupakan kontribusi utama kebun raya, yang
diperkirakan terdapat lebih dari 80.000 spesies tanaman ada di seluruh
kebun raya dunia. Konservasi tanaman hidup di kebun raya, terutama
spesies yang terancam di alam liar, memiliki tradisi yang panjang dan
telah memberikan kontribusi besar bagi pemahaman tentang spesies yang
terancam punah. Adapun konservasi ex situ merupakan konservasi
keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya. Salah satu tujuan utama
dari kebun raya adalah untuk membuat dan mendukung koleksi tanaman
asli, untuk membangun dan memelihara stok tanaman untuk konservasi ex
situ, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya tanaman di dunia.
58
3. Tempat pendidikan bagi publik
Kebun raya memiliki fungsi lainnya selain kegiatan ilmiah, seperti
konservasi dan penelitian. Fungsi lainnya yang dimiliki kebun raya, yaitu
untuk tempat pendidikan publik dan pameran taman, yang juga merupakan
tujuan penting dari kebun raya di berbagai negara. Adanya kebun raya
membuat masyarakat dapat mempelajari terkait berbagai informasi
tanaman yang ada, meliputi asal tanaman, reproduksi tanaman, dan
respons genetik tanaman terhadap habitatnya. Pengetahuan-pengetahuan
tersebut dapat mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan interaksi
masyarakat dengan lingkungan hidup.
Pengelolaan kebun raya perlu memperhatikan fungsi-fungsi tersebut, tanpa
mengganggu esensi salah satu fungsi. Pemanfaatan kebun raya sebagai pameran
koleksi tanaman yang terbuka untuk pengetahuan umum, perlu memperhatikan
fungsi penelitian dan konservasinya. Perhatian khusus tersebut diperlukan agar
pengelolaannya tetap terjaga dan tanaman yang ada di dalamnya tetap lestari.
Desain lanskap, penyediaan tempat yang estetik, dan penanaman yang menarik
terkadang bersaing dengan kepentingan ilmiah (Royal Botanic Gardens
Melbourne, 2010). Oleh karena itu, manajemen kebun raya perlu menemukan titik
temu antara kebutuhan akan kedamaian koleksi tanaman di dalamnya dengan
kebutuhan publik akan informasi dan layanan pengunjung.
Indonesia memiliki kebun raya yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN). Keempat kebun raya yang ada di Indonesia, yaitu Kebun Raya
Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali.
59
Berdasarkan keempat kebun raya tersebut, Kebun Raya Bogor merupakan kebun
raya yang paling luas di Indonesia dengan luas mencapai 87 hektar. Wilayah
Kebun Raya Bogor yang luas tersebut perlu diperhatikan dengan khusus karena di
areal seluas itu terdapat bermacam-macam spesies tanaman koleksi. Perhatian
khusus juga perlu diberikan mengingat kebun raya memegang peranan atau fungsi
penting bagi keseimbangan lingkungan.
2.3 Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor merupakan sebuah kebun raya yang terletak di pusat
Kota Bogor. Kebun Raya Bogor mempunyai kurang lebih 15.000 koleksi pohon
dan tumbuhan yang terdiri dari, 191 famili, 1.202 marga, 3.555 jenis, dan 12.370
spesimen (Ariati dan Widyatmoko, 2019; [Link], 2018). Koleksi pohon
dan tumbuhan tersebut ditanam di atas areal kebun seluas 87 hektar yang
menjadikannya sebagai kebun raya terluas di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara
(Bakti dan Oktafiani, 2019). Awalnya, kebun ini hanya akan dipakai sebagai
kebun percobaan tanaman perkebunan untuk nantinya diperkenalkan ke Hindia
Belanda. Berdirinya Kebun Raya Bogor dapat dikatakan telah memulai
perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan menjadi wadah bagi para
ilmuwan khususnya di bidang botani di Indonesia secara terorganisir
([Link], n.d.).
Kebun Raya Bogor secara resmi berdiri pada tanggal 18 Mei 1817. Aktor
yang menginisiasikan pendirian Kebun Raya Bogor, yaitu Reinwardt yang
merupakan seorang ahli biologi. Dia menulis surat terkait gagasan mendirikan
60
kebun raya kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen. Pendirian
Kebun Raya Bogor ditandai dengan prosesi penancapan ayunan cangkul pertama
di bumi Pajajaran sebagai pertanda awal mula pembangunan kebun tersebut
([Link], 2018). Saat ini, Kebun Raya Bogor sudah berusia 206 tahun
dan menjadikannya sebagai kebun raya tertua di Asia Tenggara. Peta Kebun Raya
Bogor dapat dilihat pada Gambar 2.3.
61
Gambar 2.3 Peta Kebun Raya Bogor
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023
Berdasarkan Gambar 2.3 dapat terlihat bahwa Kebun Raya Bogor terdiri
dari berbagai spot yang tersebar di area seluas 87 hektar. Spot-spot yang tersebar
di Kebun Raya Bogor diklasifikasikan menjadi 3 spot besar, yaitu fasilitas, situs
menarik, dan koleksi tanaman. Spot-spot yang menjadi fasilitas di Kebun Raya
Bogor ditandai oleh nomor 1-26, antara lain: gerbang utama, laboratorium,
62
Gedung Herbarium, restoran, dan tempat pembibitan anggrek. Kemudian, spot
situs menarik ditandai oleh nomor 27-40, antara lain: Makam Belanda, Jembatan
Gantung, dan Griya Anggrek. Spot selanjutnya, yaitu terkait koleksi tanaman yang
ditandai dengan nomor 41-57, antara lain Koleksi Tumbuhan Obat, Koleksi
Kaktus (Taman Meksiko), Koleksi Tanaman Air, dan Koleksi Anggrek. Adapun
keberadaan toilet di peta tersebut ditandai dengan logo lingkaran berwarna biru
muda, sedangkan keberadaan tempat parkir ditandai dengan logo lingkaran
berwarna biru tua.
Kebun Raya Bogor dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI), yang sekarang telah berubah menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN). Pengelolaan Kebun Raya Bogor perlu memperhatikan 5 pilar utama yang
dimiliki kebun raya, di antaranya ([Link], n.d.):
1. Konservasi
Pilar konservasi menjadikan kebun raya memiliki kewajiban dalam
pelestarian beragam jenis tumbuhan secara ex situ (konservasi di luar
habitat asli). Koleksi pohon dan tumbuhan yang menjadi rujukan dalam
konservasi ini bernilai ilmiah tinggi dalam pemanfaatannya secara
berkelanjutan. Fungsi konservasi ini juga memiliki peran vital dalam
upaya pemulihan jenis tanaman yang langka.
2. Edukasi
Pilar edukasi berperan penting dalam peningkatan pengetahuan dan
informasi bagi pengunjung kebun raya terkait bidang botani, konservasi,
lingkungan dan pemanfaatan tanaman. Pilar ini juga berfungsi untuk
63
menumbuhkan kesadaran, kepedulian, tanggung jawab dan komitmen
masyarakat untuk melestarikan tumbuhan.
3. Penelitian
Melalui pilar ini, kebun raya ditujukan sebagai tempat untuk pelaksanaan
beragam aktivitas penelitian dan pengembangan di bidang konservasi,
domestik dan reintroduksi tumbuhan serta botani ekonomi.
4. Wisata alam
Kebun raya melalui pilar ini berupaya dalam memberikan wisata alam
yang memiliki muatan edukasi di dalamnya, sekaligus juga memberikan
penyegaran dan inspirasi bagi pengunjung dalam menciptakan kehidupan
sosial kemasyarakatan yang lebih baik.
5. Jasa lingkungan
Kebun raya melalui pilar ini berupaya memberikan dampak positif bagi
peningkatan kualitas lingkungan yang meliputi tata air yang lebih baik,
menjadi wadah bagi keanekaragaman hayati di kota, penyerapan partikel-
partikel berbahaya (karbon dioksida, karbon monoksida, dan lain-lain),
serta menambah keindahan lingkungan.
Kelima pilar yang dimiliki Kebun Raya Bogor perlu dikelola dengan baik.
Salah satu pilar dari Kebun Raya Bogor, yaitu wisata alam merupakan tujuan
utama dari masyarakat untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Sekitar 90 persen
masyarakat yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor memiliki tujuan untuk
berwisata ([Link], 2022). Oleh karenanya, dalam pengelolaan pilar
wisata alam diperlukan juga suatu perhatian yang khusus agar masyarakat yang
64
berkunjung dapat merasakan manfaat eduwisata di Kebun Raya Bogor, namun
juga tidak mengganggu 4 pilar lainnya dari Kebun Raya Bogor.
Tempat-tempat menarik di Kebun Raya Bogor tersebar di beberapa titik.
Beberapa lokasi yang menjadi spot menarik untuk pengunjung, antara lain
([Link], n.d.):
1. Taman Meksiko
Taman Meksiko merupakan taman yang berisi berbagai tanaman kaktus
yang ada di Kebun Raya Bogor. Taman ini berisi koleksi spesies tanaman
yang hidup di area panas dan kering yang berjumlah lebih dari 100
spesies, seperti: agave, yucca, kaktus, dan tanaman sukulen lainnya.
Koleksi tanaman yang ada di Taman Meksiko berasal dari Amerika
Tengah dan Amerika Selatan. Adapun penampakan dari Taman Meksiko
ditunjukkan oleh Gambar 2.4 berikut ini:
Gambar 2.4 Taman Meksiko
Sumber: [Link]
65
2. Taman Akuatik
Taman Akuatik merupakan taman koleksi di Kebun Raya Bogor yang
terdiri dari berbagai tumbuhan yang berhabitat di air. Lingkungan kolam
yang digunakan dalam Taman Akuatik telah ditata sedemikian rupa agar
terlihat rapi, sejuk, indah, dan bersih. Terdapat juga pohon besar di tengah-
tengah taman agar pengunjung dapat merasakan kesejukan di Taman
Akuatik. Adapun penampakan dari Taman Akuatik ditunjukkan oleh
Gambar 2.5 berikut ini:
Gambar 2. 5 Taman Akuatik
Sumber: [Link]
3. Taman Astrid
Tempat ini merupakan salah satu tempat yang memiliki sejarah tersendiri
di Kebun Raya Bogor. Jalan pada taman ini dibangun pada tahun 1929
sebagai tempat penyambutan Ratu Astrid dari Belgia yang berkunjung ke
Kebun Raya Bogor. Sepanjang jalan ini ditanami Bunga Canna Indica,
dengan warna bunga merah dan kuning seperti warna bendera negara
66
Belgia. Adapun penampakan dari Taman Astrid ditunjukkan oleh Gambar
2.6 berikut ini:
Gambar 2. 6 Taman Astrid
Sumber: [Link]
4. Ecodome
Ecodome merupakan bangunan estetik yang digunakan sebagai tempat
bagi beberapa tanaman untuk ditata sedemikian rupa. Fungsi dari
Ecodome, yaitu sebagai wahana edukasi lingkungan bagi wisatawan.
Bagian luar Ecodome dirancang dan dilapisi dengan lumut. Tujuan
Ecodome dirancang seperti itu agar dapat menjaga resapan air hujan serta
membersihkan udara dari bakteri yang ada. Bangunan ini kaya akan
tanaman dan bunga tropis. Adapun penampakan dari Ecodome
ditunjukkan oleh Gambar 2.7 berikut ini:
67
Gambar 2. 7 Ecodome
Sumber: [Link]
Beberapa spot memang dikhususkan sebagai taman tematik atau dalam arti lain,
taman tersebut terdiri dari tumbuhan yang memiliki kesamaan tema tertentu.
Penentuan tema tidak hanya berdasarkan karena dikelompokkan sesuai
kekerabatan tumbuhan, melainkan juga karena kesamaan habitatnya.
Area Kebun Raya Bogor seluas 87 hektar dengan lokasi-lokasi yang
menarik tersebut dapat dikelilingi oleh pengunjung menggunakan kendaraan yang
disewakan di Kebun Raya Bogor. Beberapa kendaraan yang disewakan di Kebun
Raya Bogor, antara lain sepeda, shuttle bus, dan e-scooter. Adapun informasi
lebih lengkap terkait penyewaan kendaraan-kendaraan tersebut dijabarkan sebagai
berikut ([Link], n.d.):
68
1. Sepeda
Sepeda merupakan kendaraan yang cocok digunakan dalam mengelilingi
Kebun Raya Bogor sembari menikmati suasana asri di sana. Pengunjung
dapat memilih berbagai jenis sepeda yang tersedia, seperti sepeda
keranjang maupun sepeda gunung. Adapun harga yang dikenakan bagi
pengunjung untuk menyewa sepeda di Kebun Raya Bogor adalah sebesar
Rp 40.000 per jamnya. Penampakan sepeda yang disewakan di Kebun
Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.8 berikut ini:
Gambar 2. 8 Sepeda yang Disewakan di Kebun Raya Bogor
Sumber: [Link]
69
2. Shuttle bus
Kendaraan lainnya yang disewakan di Kebun Raya Bogor adalah shuttle
bus. Harga sewa yang perlu dikeluarkan oleh pengunjung untuk menaiki
shuttle bus adalah sebesar Rp 30.000 per orang untuk sekali naik.
Kendaraan ini sudah ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik
dalam pengoperasiannya. Penampakan shuttle bus yang disewakan di
Kebun Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.9 berikut ini:
Gambar 2. 9 Shuttle Bus yang Disewakan di Kebun Raya Bogor
Sumber: [Link]
3. E-scooter
Kendaraan lainnya yang bisa disewa oleh pengunjung Kebun Raya Bogor
adalah E-scooter. Kendaraan ini merupakan skuter yang pengoperasiannya
digerakkan dengan menggunakan tenaga listrik sehingga ramah
lingkungan dan tidak menghasilkan suara yang bising. Harga sewa yang
perlu pengunjung keluarkan untuk menikmati fasilitas ini, yaitu sebesar Rp
50.000 per jamnya. Penampakan E-scooter yang disewakan di Kebun
Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.10 berikut ini:
70
Gambar 2. 10 E-sccoter yang Disewakan di Kebun Raya Bogor
Sumber: [Link]
Berbagai kendaraan yang tersedia dapat menjadi opsi bagi pengunjung untuk
mengelilingi dan menikmati suasana di Kebun Raya Bogor. Adanya berbagai
kendaraan yang disewakan tersebut juga dapat memberikan pengalaman yang
berbeda dalam menikmati suasana asri dan alami di Kebun Raya Bogor.
Pengelolaan wisata alam di Kebun Raya Bogor dengan mencakup
tempat/spot yang menarik perlu dikelola secara optimal. Pengelolaan aspek wisata
alam dari Kebun Raya Bogor juga tidak boleh menyalahi ataupun mengganggu 4
pilar dalam Kebun Raya Bogor lainnya. Oleh karenanya, pengelola perlu
memperhatikan manajemen pariwisatanya, mulai dari perencanaan hingga
pengawasan. Manajemen pariwisata juga diperlukan agar Kebun Raya Bogor
dapat senantiasa lestari dan terjaga keasriannya.
Penelitian terkait manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor penting
dikaji mengingat Kebun Raya Bogor pada dasarnya merupakan tempat konservasi
71
bagi ribuan koleksi pohon dan tumbuhan yang tersebar di sana. Pengelolaan dan
juga pembangunan atraksi, sarana prasarana, serta fasilitas-fasilitas lainnya terkait
wisata tidak boleh mengganggu kelestarian alam yang ada. Penelitian terkait
fungsi-fungsi manajemen pariwisata mulai dari perencanaan hingga pengawasan
penting dilakukan agar pengelolaan wisata di Kebun Raya Bogor tidak
bersinggungan dengan empat pilar lainnya. Oleh karenanya, penelitian mengenai
manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor menarik untuk dikaji secara lebih
mendalam.
2.4 Pengelola Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor merupakan kebun botani yang status kepemilikannya
sepenuh ada di negara. Lembaga negara yang mengemban tugas dalam
mengoperasikan dan mengelola Kebun Raya Bogor adalah Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga ini didirikan oleh Presiden Joko Widodo
melalui Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2019 tentang Badan Riset dan
Inovasi Nasional. Berdasarkan Perpres Nomor 74 Tahun 2019, tugas BRIN adalah
menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi
dan inovasi yang terintegrasi ([Link], 2022).
Salah satu tugas BRIN, yaitu mengelola kebun raya di Indonesia. Terdapat 4
kebun raya di Indonesia yang dikelola BRIN, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun
Raya Cibodas, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Purwodadi ([Link],
2022). Pengelolaan Kebun Raya Bogor dan 3 kebun raya lainnya dilakukan oleh 3
pihak BRIN, yakni Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Deputi
Infrastruktur melalui Direktorat Laboratorium dan Kawasan Sains dan Teknologi,
72
serta Deputi Infrastruktur melalui Direktorat Koleksi ([Link], 2021).
Pengelolaan Kebun Raya Bogor yang dilakukan BRIN lebih berfokus pada fungsi
konservasi dan fungsi riset atau penelitian.
Pengelolaan Kebun Raya Bogor tidak hanya dilakukan oleh BRIN, terdapat
pihak lainnya sebagai mitra BRIN dalam mengelola Kebun Raya Bogor, yaitu PT.
Mitra Natura Raya (PT. MNR). PT. Mitra Natura Raya merupakan pihak swasta
yang bergerak dalam bisnis konservasi alam dan juga merupakan anak usaha dari
PT. Dyandra Media International ([Link], 2020). PT. Mitra Natura Raya
bertugas dalam manajemen edukasi wisata dari Kebun Raya Bogor
([Link], 2022). Kemitraan antara BRIN dan PT. Mitra Natura Raya
dimulai pada 1 Januari 2020 dan ditujukan untuk mendukung tugas fungsi kebun
raya dalam riset dan penyelamatan dari jenis tumbuhan di Indonesia
([Link], 2020).
Subjek pengelola dalam penelitian manajemen pariwisata Kebun Raya
Bogor berfokus pada pihak pengelola pariwisata, yaitu PT. Mitra Natura Raya.
Pihak PT. Mitra Natura Raya dipilih karena mereka merupakan pengelola yang
bertugas dalam manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor. PT. Mitra Natura
Raya juga merupakan pelaksana fungsi manajemen pariwisata Kebun Raya
Bogor, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Fungsi-fungsi tersebut digunakan untuk melihat keberlangsungan manajemen
pariwisata di Kebun Raya Bogor.
73