0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Potensi Kebun Raya Bogor dan Wisata

Diunggah oleh

Paon Ku
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Potensi Kebun Raya Bogor dan Wisata

Diunggah oleh

Paon Ku
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 Kota Bogor

Secara administratif, Kota Bogor terdiri dari 6 wilayah kecamatan, 31

kelurahan, dan 37 desa. Wilayah kecamatan di Kota Bogor terbagi atas: Bogor

Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, dan Tanah

Sareal. Kecamatan Bogor Barat merupakan kecamatan paling luas di Kota Bogor

dengan luas wilayah sebesar 32,85 km2, sedangkan Kecamatan Bogor Tengah

merupakan kecamatan dengan luas wilayah terkecil, yaitu dengan luas wilayah

sebesar 8,13 km2 (Badan Pusat Statistik Kota Bogor, 2016).

Wilayah Kota Bogor merupakan Kawasan yang dikelilingi oleh Kabupaten

Bogor. Adapun perbatasan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor, adalah sebagai

berikut (Pemerintah Kota Bogor, 2021): 1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kec.

Kemang, Bojong Gede, dan Kec. Sukaraja Kabupaten Bogor; 2) Sebelah Timur

berbatasan dengan Kec. Sukaraja dan Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor; 3) Sebelah

Barat berbatasan dengan Kec. Darmaga dan Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor; 4)

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Cijeruk dan Kec. Caringin, Kabupaten

Bogor. Peta administratif Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 2.1.

52
Gambar 2.1 Peta Administratif Kota Bogor

Sumber: [Link]

Kota Bogor berada di antara 10648’ BT dan 626’ LS. Kedudukan

geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta letaknya

yang tidak jauh dengan ibu kota negara, merupakan potensi yang perlu

dikembangkan bagi banyak hal, seperti pertumbuhan ekonomi dan jasa, industri,

perdagangan, transportasi, dan tidak terkecuali pada sektor pariwisata (Pemerintah

Kota Bogor, 2021). Kota Bogor memiliki 23 Objek Daya Tarik Wisata (ODTW),

termasuk Kebun Raya Bogor yang telah menjadi ikon Kota Bogor. Berikut ini

merupakan daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota Bogor:

53
Tabel 2. 1 Daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota Bogor

Objek Wisata Alamat Jenis Objek Luas Wilayah


Kebun Raya Jalan Ir. H. Juanda Alam, Ilmiah, dan 87 hektare
Bogor Budaya
Istana Jalan Ir. H. Juanda Sejarah 28,8 hektare
Kepresidenan No. 1
Bogor
Prasasti Batu Tulis Jalan Batutulis Sejarah 21,34 m2
No. 54
Plaza Kapten Jalan Kapten Rekreasi 17.690 m2
Muslihat Muslihat No. 51
Museum Zoologi Jalan Ir. H. Juanda Ilmiah dan 1500 m2
Bogor No. 9 Budaya
Museum Jalan Ir. H. Juanda Ilmiah 1600 m2
Etnobotani No, 22-24
Museum Jalan Merdeka No Sejarah dan 650 m2
Perjuangan 56 Budaya
Bogor
Rancamaya Jalan Rancamaya Taman Rekreasi 400 hektare
Country Utama Ciawi
Golf Bogor
Museum dan Jalan Jend Sejarah dan 9.400 m2
Monumen PETA Sudirman No. 35 Budaya
Balai Penelitian Jalan Tentara Ilmiah 1 hektare
Rempah dan Obat Pelajar No. 3
Museum Tanah Jalan Ir. H Juanda Ilmiah 30 m2
Danau Wisata Situ Jalan Tambakan Taman Rekreasi 6 hektare
Gede No. 1 dan Alam
Country Club Jalan KH. Sholeh Rekreasi 3,7 hektare
Cimanggu Iskandar No. 1
The Jungle Bogor Nirwana Rekreasi 3 hektare
Residence
Museum Jalan Ir. H. Juanda Sejarah dan -
Kepresidenan RI No. 1 Bogor Budaya
Balai Kirti
Taman Sringanis / Kampung Ilmiah 1000 m2
Tanaman Obat Cimanengah No.
29, Kelurahan
Cipaku,
Kecamatan Bogor
Selatan
Bogor Golf Club Jalan [Link] Rekreasi 18 hektare
No. 65 Bogor
Kebun Raya KRR Pasir kuda Rekreasi 2000 m2

54
Residence sports Bogor 16199
club
The Jungle Fest Bogor Nirwana Rekreasi 5,5 hektare
Residence
Taman Jalan Temenggung Rekreasi 4 hektare
parahyangan Wiradireja
1
Sagara Swimming Jalan Sumanta Rekreasi 5100 m2
pool Direja No.32
Pamoyanan
Bogor
Yasmin Center Jalan Ringroad Rekreasi dan 21.433 m2
Perum Taman Olahraga
Yasmin
Sumber: RPJMD Kota Bogor 2019-2024

Berdasarkan Tabel 2.1 terkait Daftar Objek Daya Tarik Wisata di Kota

Bogor, terdapat berbagai jenis objek wisata di Kota Bogor, yaitu wisata alam,

ilmiah, rekreasi, budaya, sejarah, rekreasi, dan olahraga. Macam-macam objek

wisata tersebut, perlu dipelihara dan dikembangkan secara optimal. Salah satu

objek wisata yang ikonik dan mencakup berbagai jenis wisata alam, ilmiah, dan

budaya, yaitu Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor mencakup berbagai jenis

wisata karena fungsi dan nilai historisnya yang menjadikan berbagai potensi

terkandung dalam objek wisata ini. Potensi wisata yang dimiliki Kebun Raya

Bogor perlu dikelola dengan baik agar memiliki nilai tambah. Kebun Raya Bogor

juga merupakan hutan kota di pusat Kota Bogor, yang dalam pengelolaan

wisatanya juga perlu mempertimbangkan fungsi-fungsinya yang lain.

2.2 Kebun Raya

Kebun raya atau kebun botani adalah taman yang didedikasikan untuk

koleksi, budidaya, pelestarian, dan tampilan berbagai tanaman, yang biasanya

55
diberi label dengan nama botaninya masing-masing. Kebun raya biasanya terdiri

dari berbagai tanaman khusus seperti kaktus dan tanaman sukulen lainnya, kebun

herbal, tanaman dari bagian dunia tertentu, dan tanaman langka lainnya (Spencer

dan Cross, 2017). Sebagian besar dari kebun raya dibuka untuk umum dan

menawarkan tur wisata, pameran pendidikan, dan hiburan lainnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Botanic Gardens Conservation

International (n.d.), sejarah berdirinya Kebun Raya terjadi pada abad ke-16 dan

ke-17 yang ditandai dengan adanya taman fisik botani di Italia. Kebun-kebun ini

murni untuk studi akademis tanaman obat. Pada abad ke-16 kebun obat ini telah

menyebar ke seluruh Eropa tengah seperti Koln, Jerman dan Praha, Ceko. Kebun

raya kemudian mengalami perubahan penggunaan selama abad ke-16 dan ke-17.

Kebun seperti Royal Botanic Gardens, Kew didirikan untuk mencoba

membudidayakan spesies baru yang dibawa kembali dari ekspedisi ke daerah

tropis. Kebun ini tidak hanya mempromosikan dan mendorong eksplorasi botani

di daerah tropis, tetapi juga membantu menemukan kebun baru di daerah tropis

untuk membantu membudidayakan spesies tanaman yang baru ditemukan ini.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan [Link] (2022), Royal Botanic

Gardens, Kew (Kebun Raya Kew) termasuk ke dalam salah satu kebun raya

terbaik di dunia. Kebun Raya Kew dapat dilihat pada Gambar 2.2.

56
Gambar 2.2 Kebun Raya Kew

Sumber: [Link], 2022

Kebun Raya Kew yang terletak di Inggris merupakan kebun botani yang

mempunyai koleksi tanaman terbesar dan paling beragam di dunia. Kebun raya ini

dibuka pada tahun 1759 di London, Inggris. Kebun dengan areal seluas 130 hektar

ini memiliki arsitektur lanskap yang indah dan memberikan suasana yang damai.

Kebun Raya Kew memiliki beberapa spot menarik, seperti Great Broad Walk

Borders, Temperate House, dan Treetop Walkway ([Link], 2022).

Pada dasarnya, kebun raya sebagai kebun yang dikhususkan untuk koleksi,

budidaya, dan pelestarian berbagai tanaman memegang beberapa fungsi yang

penting baik untuk studi maupun konservasi. Chen dan Sun (2018)

menggolongkan fungsi kebun raya menjadi tiga jenis utama, yaitu penelitian

ilmiah, konservasi ex situ, dan tempat pendidikan bagi publik. Adapun penjabaran

fungsi-fungsi kebun raya adalah sebagai berikut:

57
1. Penelitian ilmiah

Kebun raya adalah lokasi yang baik untuk banyak cabang penelitian

ilmiah. Kebun raya tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian

taksonomi dan sistematis, tetapi juga memiliki peran penting sebagai

sumber berharga untuk pengumpulan data ekologi tanaman seperti indikasi

penyakit akibat perubahan iklim, fisiologi tanaman, pertumbuhan tanaman,

dan juga interaksi tumbuhan dengan hewan. Fungsi kebun raya dalam

penelitian ilmiah juga mencakup penyelidikan ekologi penyerbukan dan

penyebaran benih tanaman. Penelitian di kebun raya juga telah menjadi

acuan bagi para konservasionis untuk tidak mengabaikan potensi risiko

hibridisasi (perkawinan silang) koleksi ex situ dari spesies tumbuhan yang

terancam.

2. Konservasi ex situ

Koleksi tanaman merupakan kontribusi utama kebun raya, yang

diperkirakan terdapat lebih dari 80.000 spesies tanaman ada di seluruh

kebun raya dunia. Konservasi tanaman hidup di kebun raya, terutama

spesies yang terancam di alam liar, memiliki tradisi yang panjang dan

telah memberikan kontribusi besar bagi pemahaman tentang spesies yang

terancam punah. Adapun konservasi ex situ merupakan konservasi

keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya. Salah satu tujuan utama

dari kebun raya adalah untuk membuat dan mendukung koleksi tanaman

asli, untuk membangun dan memelihara stok tanaman untuk konservasi ex

situ, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya tanaman di dunia.

58
3. Tempat pendidikan bagi publik

Kebun raya memiliki fungsi lainnya selain kegiatan ilmiah, seperti

konservasi dan penelitian. Fungsi lainnya yang dimiliki kebun raya, yaitu

untuk tempat pendidikan publik dan pameran taman, yang juga merupakan

tujuan penting dari kebun raya di berbagai negara. Adanya kebun raya

membuat masyarakat dapat mempelajari terkait berbagai informasi

tanaman yang ada, meliputi asal tanaman, reproduksi tanaman, dan

respons genetik tanaman terhadap habitatnya. Pengetahuan-pengetahuan

tersebut dapat mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan interaksi

masyarakat dengan lingkungan hidup.

Pengelolaan kebun raya perlu memperhatikan fungsi-fungsi tersebut, tanpa

mengganggu esensi salah satu fungsi. Pemanfaatan kebun raya sebagai pameran

koleksi tanaman yang terbuka untuk pengetahuan umum, perlu memperhatikan

fungsi penelitian dan konservasinya. Perhatian khusus tersebut diperlukan agar

pengelolaannya tetap terjaga dan tanaman yang ada di dalamnya tetap lestari.

Desain lanskap, penyediaan tempat yang estetik, dan penanaman yang menarik

terkadang bersaing dengan kepentingan ilmiah (Royal Botanic Gardens

Melbourne, 2010). Oleh karena itu, manajemen kebun raya perlu menemukan titik

temu antara kebutuhan akan kedamaian koleksi tanaman di dalamnya dengan

kebutuhan publik akan informasi dan layanan pengunjung.

Indonesia memiliki kebun raya yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi

Nasional (BRIN). Keempat kebun raya yang ada di Indonesia, yaitu Kebun Raya

Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali.

59
Berdasarkan keempat kebun raya tersebut, Kebun Raya Bogor merupakan kebun

raya yang paling luas di Indonesia dengan luas mencapai 87 hektar. Wilayah

Kebun Raya Bogor yang luas tersebut perlu diperhatikan dengan khusus karena di

areal seluas itu terdapat bermacam-macam spesies tanaman koleksi. Perhatian

khusus juga perlu diberikan mengingat kebun raya memegang peranan atau fungsi

penting bagi keseimbangan lingkungan.

2.3 Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor merupakan sebuah kebun raya yang terletak di pusat

Kota Bogor. Kebun Raya Bogor mempunyai kurang lebih 15.000 koleksi pohon

dan tumbuhan yang terdiri dari, 191 famili, 1.202 marga, 3.555 jenis, dan 12.370

spesimen (Ariati dan Widyatmoko, 2019; [Link], 2018). Koleksi pohon

dan tumbuhan tersebut ditanam di atas areal kebun seluas 87 hektar yang

menjadikannya sebagai kebun raya terluas di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara

(Bakti dan Oktafiani, 2019). Awalnya, kebun ini hanya akan dipakai sebagai

kebun percobaan tanaman perkebunan untuk nantinya diperkenalkan ke Hindia

Belanda. Berdirinya Kebun Raya Bogor dapat dikatakan telah memulai

perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan menjadi wadah bagi para

ilmuwan khususnya di bidang botani di Indonesia secara terorganisir

([Link], n.d.).

Kebun Raya Bogor secara resmi berdiri pada tanggal 18 Mei 1817. Aktor

yang menginisiasikan pendirian Kebun Raya Bogor, yaitu Reinwardt yang

merupakan seorang ahli biologi. Dia menulis surat terkait gagasan mendirikan

60
kebun raya kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen. Pendirian

Kebun Raya Bogor ditandai dengan prosesi penancapan ayunan cangkul pertama

di bumi Pajajaran sebagai pertanda awal mula pembangunan kebun tersebut

([Link], 2018). Saat ini, Kebun Raya Bogor sudah berusia 206 tahun

dan menjadikannya sebagai kebun raya tertua di Asia Tenggara. Peta Kebun Raya

Bogor dapat dilihat pada Gambar 2.3.

61
Gambar 2.3 Peta Kebun Raya Bogor

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2023

Berdasarkan Gambar 2.3 dapat terlihat bahwa Kebun Raya Bogor terdiri

dari berbagai spot yang tersebar di area seluas 87 hektar. Spot-spot yang tersebar

di Kebun Raya Bogor diklasifikasikan menjadi 3 spot besar, yaitu fasilitas, situs

menarik, dan koleksi tanaman. Spot-spot yang menjadi fasilitas di Kebun Raya

Bogor ditandai oleh nomor 1-26, antara lain: gerbang utama, laboratorium,

62
Gedung Herbarium, restoran, dan tempat pembibitan anggrek. Kemudian, spot

situs menarik ditandai oleh nomor 27-40, antara lain: Makam Belanda, Jembatan

Gantung, dan Griya Anggrek. Spot selanjutnya, yaitu terkait koleksi tanaman yang

ditandai dengan nomor 41-57, antara lain Koleksi Tumbuhan Obat, Koleksi

Kaktus (Taman Meksiko), Koleksi Tanaman Air, dan Koleksi Anggrek. Adapun

keberadaan toilet di peta tersebut ditandai dengan logo lingkaran berwarna biru

muda, sedangkan keberadaan tempat parkir ditandai dengan logo lingkaran

berwarna biru tua.

Kebun Raya Bogor dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

(LIPI), yang sekarang telah berubah menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional

(BRIN). Pengelolaan Kebun Raya Bogor perlu memperhatikan 5 pilar utama yang

dimiliki kebun raya, di antaranya ([Link], n.d.):

1. Konservasi

Pilar konservasi menjadikan kebun raya memiliki kewajiban dalam

pelestarian beragam jenis tumbuhan secara ex situ (konservasi di luar

habitat asli). Koleksi pohon dan tumbuhan yang menjadi rujukan dalam

konservasi ini bernilai ilmiah tinggi dalam pemanfaatannya secara

berkelanjutan. Fungsi konservasi ini juga memiliki peran vital dalam

upaya pemulihan jenis tanaman yang langka.

2. Edukasi

Pilar edukasi berperan penting dalam peningkatan pengetahuan dan

informasi bagi pengunjung kebun raya terkait bidang botani, konservasi,

lingkungan dan pemanfaatan tanaman. Pilar ini juga berfungsi untuk

63
menumbuhkan kesadaran, kepedulian, tanggung jawab dan komitmen

masyarakat untuk melestarikan tumbuhan.

3. Penelitian

Melalui pilar ini, kebun raya ditujukan sebagai tempat untuk pelaksanaan

beragam aktivitas penelitian dan pengembangan di bidang konservasi,

domestik dan reintroduksi tumbuhan serta botani ekonomi.

4. Wisata alam

Kebun raya melalui pilar ini berupaya dalam memberikan wisata alam

yang memiliki muatan edukasi di dalamnya, sekaligus juga memberikan

penyegaran dan inspirasi bagi pengunjung dalam menciptakan kehidupan

sosial kemasyarakatan yang lebih baik.

5. Jasa lingkungan

Kebun raya melalui pilar ini berupaya memberikan dampak positif bagi

peningkatan kualitas lingkungan yang meliputi tata air yang lebih baik,

menjadi wadah bagi keanekaragaman hayati di kota, penyerapan partikel-

partikel berbahaya (karbon dioksida, karbon monoksida, dan lain-lain),

serta menambah keindahan lingkungan.

Kelima pilar yang dimiliki Kebun Raya Bogor perlu dikelola dengan baik.

Salah satu pilar dari Kebun Raya Bogor, yaitu wisata alam merupakan tujuan

utama dari masyarakat untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Sekitar 90 persen

masyarakat yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor memiliki tujuan untuk

berwisata ([Link], 2022). Oleh karenanya, dalam pengelolaan pilar

wisata alam diperlukan juga suatu perhatian yang khusus agar masyarakat yang

64
berkunjung dapat merasakan manfaat eduwisata di Kebun Raya Bogor, namun

juga tidak mengganggu 4 pilar lainnya dari Kebun Raya Bogor.

Tempat-tempat menarik di Kebun Raya Bogor tersebar di beberapa titik.

Beberapa lokasi yang menjadi spot menarik untuk pengunjung, antara lain

([Link], n.d.):

1. Taman Meksiko

Taman Meksiko merupakan taman yang berisi berbagai tanaman kaktus

yang ada di Kebun Raya Bogor. Taman ini berisi koleksi spesies tanaman

yang hidup di area panas dan kering yang berjumlah lebih dari 100

spesies, seperti: agave, yucca, kaktus, dan tanaman sukulen lainnya.

Koleksi tanaman yang ada di Taman Meksiko berasal dari Amerika

Tengah dan Amerika Selatan. Adapun penampakan dari Taman Meksiko

ditunjukkan oleh Gambar 2.4 berikut ini:

Gambar 2.4 Taman Meksiko

Sumber: [Link]

65
2. Taman Akuatik

Taman Akuatik merupakan taman koleksi di Kebun Raya Bogor yang

terdiri dari berbagai tumbuhan yang berhabitat di air. Lingkungan kolam

yang digunakan dalam Taman Akuatik telah ditata sedemikian rupa agar

terlihat rapi, sejuk, indah, dan bersih. Terdapat juga pohon besar di tengah-

tengah taman agar pengunjung dapat merasakan kesejukan di Taman

Akuatik. Adapun penampakan dari Taman Akuatik ditunjukkan oleh

Gambar 2.5 berikut ini:

Gambar 2. 5 Taman Akuatik

Sumber: [Link]

3. Taman Astrid

Tempat ini merupakan salah satu tempat yang memiliki sejarah tersendiri

di Kebun Raya Bogor. Jalan pada taman ini dibangun pada tahun 1929

sebagai tempat penyambutan Ratu Astrid dari Belgia yang berkunjung ke

Kebun Raya Bogor. Sepanjang jalan ini ditanami Bunga Canna Indica,

dengan warna bunga merah dan kuning seperti warna bendera negara

66
Belgia. Adapun penampakan dari Taman Astrid ditunjukkan oleh Gambar

2.6 berikut ini:

Gambar 2. 6 Taman Astrid

Sumber: [Link]

4. Ecodome

Ecodome merupakan bangunan estetik yang digunakan sebagai tempat

bagi beberapa tanaman untuk ditata sedemikian rupa. Fungsi dari

Ecodome, yaitu sebagai wahana edukasi lingkungan bagi wisatawan.

Bagian luar Ecodome dirancang dan dilapisi dengan lumut. Tujuan

Ecodome dirancang seperti itu agar dapat menjaga resapan air hujan serta

membersihkan udara dari bakteri yang ada. Bangunan ini kaya akan

tanaman dan bunga tropis. Adapun penampakan dari Ecodome

ditunjukkan oleh Gambar 2.7 berikut ini:

67
Gambar 2. 7 Ecodome

Sumber: [Link]

Beberapa spot memang dikhususkan sebagai taman tematik atau dalam arti lain,

taman tersebut terdiri dari tumbuhan yang memiliki kesamaan tema tertentu.

Penentuan tema tidak hanya berdasarkan karena dikelompokkan sesuai

kekerabatan tumbuhan, melainkan juga karena kesamaan habitatnya.

Area Kebun Raya Bogor seluas 87 hektar dengan lokasi-lokasi yang

menarik tersebut dapat dikelilingi oleh pengunjung menggunakan kendaraan yang

disewakan di Kebun Raya Bogor. Beberapa kendaraan yang disewakan di Kebun

Raya Bogor, antara lain sepeda, shuttle bus, dan e-scooter. Adapun informasi

lebih lengkap terkait penyewaan kendaraan-kendaraan tersebut dijabarkan sebagai

berikut ([Link], n.d.):

68
1. Sepeda

Sepeda merupakan kendaraan yang cocok digunakan dalam mengelilingi

Kebun Raya Bogor sembari menikmati suasana asri di sana. Pengunjung

dapat memilih berbagai jenis sepeda yang tersedia, seperti sepeda

keranjang maupun sepeda gunung. Adapun harga yang dikenakan bagi

pengunjung untuk menyewa sepeda di Kebun Raya Bogor adalah sebesar

Rp 40.000 per jamnya. Penampakan sepeda yang disewakan di Kebun

Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.8 berikut ini:

Gambar 2. 8 Sepeda yang Disewakan di Kebun Raya Bogor

Sumber: [Link]

69
2. Shuttle bus

Kendaraan lainnya yang disewakan di Kebun Raya Bogor adalah shuttle

bus. Harga sewa yang perlu dikeluarkan oleh pengunjung untuk menaiki

shuttle bus adalah sebesar Rp 30.000 per orang untuk sekali naik.

Kendaraan ini sudah ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik

dalam pengoperasiannya. Penampakan shuttle bus yang disewakan di

Kebun Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.9 berikut ini:

Gambar 2. 9 Shuttle Bus yang Disewakan di Kebun Raya Bogor


Sumber: [Link]

3. E-scooter

Kendaraan lainnya yang bisa disewa oleh pengunjung Kebun Raya Bogor

adalah E-scooter. Kendaraan ini merupakan skuter yang pengoperasiannya

digerakkan dengan menggunakan tenaga listrik sehingga ramah

lingkungan dan tidak menghasilkan suara yang bising. Harga sewa yang

perlu pengunjung keluarkan untuk menikmati fasilitas ini, yaitu sebesar Rp

50.000 per jamnya. Penampakan E-scooter yang disewakan di Kebun

Raya Bogor ditunjukkan oleh Gambar 2.10 berikut ini:

70
Gambar 2. 10 E-sccoter yang Disewakan di Kebun Raya Bogor

Sumber: [Link]

Berbagai kendaraan yang tersedia dapat menjadi opsi bagi pengunjung untuk

mengelilingi dan menikmati suasana di Kebun Raya Bogor. Adanya berbagai

kendaraan yang disewakan tersebut juga dapat memberikan pengalaman yang

berbeda dalam menikmati suasana asri dan alami di Kebun Raya Bogor.

Pengelolaan wisata alam di Kebun Raya Bogor dengan mencakup

tempat/spot yang menarik perlu dikelola secara optimal. Pengelolaan aspek wisata

alam dari Kebun Raya Bogor juga tidak boleh menyalahi ataupun mengganggu 4

pilar dalam Kebun Raya Bogor lainnya. Oleh karenanya, pengelola perlu

memperhatikan manajemen pariwisatanya, mulai dari perencanaan hingga

pengawasan. Manajemen pariwisata juga diperlukan agar Kebun Raya Bogor

dapat senantiasa lestari dan terjaga keasriannya.

Penelitian terkait manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor penting

dikaji mengingat Kebun Raya Bogor pada dasarnya merupakan tempat konservasi

71
bagi ribuan koleksi pohon dan tumbuhan yang tersebar di sana. Pengelolaan dan

juga pembangunan atraksi, sarana prasarana, serta fasilitas-fasilitas lainnya terkait

wisata tidak boleh mengganggu kelestarian alam yang ada. Penelitian terkait

fungsi-fungsi manajemen pariwisata mulai dari perencanaan hingga pengawasan

penting dilakukan agar pengelolaan wisata di Kebun Raya Bogor tidak

bersinggungan dengan empat pilar lainnya. Oleh karenanya, penelitian mengenai

manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor menarik untuk dikaji secara lebih

mendalam.

2.4 Pengelola Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor merupakan kebun botani yang status kepemilikannya

sepenuh ada di negara. Lembaga negara yang mengemban tugas dalam

mengoperasikan dan mengelola Kebun Raya Bogor adalah Badan Riset dan

Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga ini didirikan oleh Presiden Joko Widodo

melalui Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2019 tentang Badan Riset dan

Inovasi Nasional. Berdasarkan Perpres Nomor 74 Tahun 2019, tugas BRIN adalah

menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi

dan inovasi yang terintegrasi ([Link], 2022).

Salah satu tugas BRIN, yaitu mengelola kebun raya di Indonesia. Terdapat 4

kebun raya di Indonesia yang dikelola BRIN, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun

Raya Cibodas, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Purwodadi ([Link],

2022). Pengelolaan Kebun Raya Bogor dan 3 kebun raya lainnya dilakukan oleh 3

pihak BRIN, yakni Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Deputi

Infrastruktur melalui Direktorat Laboratorium dan Kawasan Sains dan Teknologi,

72
serta Deputi Infrastruktur melalui Direktorat Koleksi ([Link], 2021).

Pengelolaan Kebun Raya Bogor yang dilakukan BRIN lebih berfokus pada fungsi

konservasi dan fungsi riset atau penelitian.

Pengelolaan Kebun Raya Bogor tidak hanya dilakukan oleh BRIN, terdapat

pihak lainnya sebagai mitra BRIN dalam mengelola Kebun Raya Bogor, yaitu PT.

Mitra Natura Raya (PT. MNR). PT. Mitra Natura Raya merupakan pihak swasta

yang bergerak dalam bisnis konservasi alam dan juga merupakan anak usaha dari

PT. Dyandra Media International ([Link], 2020). PT. Mitra Natura Raya

bertugas dalam manajemen edukasi wisata dari Kebun Raya Bogor

([Link], 2022). Kemitraan antara BRIN dan PT. Mitra Natura Raya

dimulai pada 1 Januari 2020 dan ditujukan untuk mendukung tugas fungsi kebun

raya dalam riset dan penyelamatan dari jenis tumbuhan di Indonesia

([Link], 2020).

Subjek pengelola dalam penelitian manajemen pariwisata Kebun Raya

Bogor berfokus pada pihak pengelola pariwisata, yaitu PT. Mitra Natura Raya.

Pihak PT. Mitra Natura Raya dipilih karena mereka merupakan pengelola yang

bertugas dalam manajemen pariwisata di Kebun Raya Bogor. PT. Mitra Natura

Raya juga merupakan pelaksana fungsi manajemen pariwisata Kebun Raya

Bogor, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.

Fungsi-fungsi tersebut digunakan untuk melihat keberlangsungan manajemen

pariwisata di Kebun Raya Bogor.

73

Anda mungkin juga menyukai