Analisis Pendidikan di MTs Al Bidayah
Analisis Pendidikan di MTs Al Bidayah
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
1
pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah,
dan berkesinambungan.
2
MTs Albidayah sebagai lembaga Pendidikan Islam dibawah
naungan Kementerian Agama dan Yayasan Pesantren Albidayah
Cangkorah dalam usianya yang cukup dewasa, dituntut
meningkatkan mutu layanan madrasah. Untuk itu MTs Albidayah
senantiasa mengikuti perkembangan dinamika pendidikan yang
yang terjadi. Sayidina Ali pernah bersabda : “Ajarilah anakmu
dengan ilmu masa depan kerena mereka akan hidup
bukan pada zaman seperti yang kamu alami sekarang.
Sadar akan kalimat bijak tersebut dan rasa tanggung jawab yang
besar dalam membantu upaya pemerintah mewujudkan tujuan
pendidikan nasional dan meningkatkan mutu layanan madrasah,
maka MTs Al Bidayah senantiasa mengemas kembali KTSP agar
segala potensi yang dimiliki dapat teroptimalkan, senantiasa
melakukan inovasi sehubungan perubahan zaman guna
mempersiapkan siswa didiknya menempuh pendidikan lebih
tinggi, membekali untuk hidup di masa depan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di
madrasah di MTs Al Bidayah, baik yang bersumber dari dalam
(internal) dan dari luar (eksternal). Pada bagian ini akan dibahas
kondisi internal madrasah yang menjadi kekuatan dan
kelemahan, dan kondisi eksternal madrasah yang merupakan
peluang dan tantangan.
3
Bidang akademik, rata-rata pencapaian KKM semua mata
pelajaran 65 dari nilai KKM tunggal 70. Rata-rata nilai Ujian
Madrasah sebesar 54,50. Siswa belum mendapatkan
penghargaan dalam kompetisi bidang akademik. Bidang non
akademik, siswa hanya mampu mendapatkan kejuaraan
bidang olahraga dan seni pada tingkat KKM. Kelulusan dan
kenaikan kelas, prosentase kelulusan kelas 9 sebesar 100%,
dengan jumlah melanjutkan ke sekolah negeri sebesar 5%.
Prosentase kenaikan kelas sebesar 100%
b. Standar Isi
Dokumen 1 (KTSP) 90% telah disusun sesuai dengan SNP.
Dokumen 2 (Silabus Pembelajaran) dan Dokumen 3 (RPP)
sesuai 90% dengan SNP dan perlu pengembangan lebih
lanjut.
c. Standar Proses
PBM. Buku kerja 1 dan 2 90% dimiliki guru mapel,
pemanfaatan media pembelajaran, penerapan pendekatan
dan metode pembelajaran dan pembelajaran diluar kelas
oleh guru mapel masih perlu ditingkatkan. Sumber Belajar.
Kepemilikan sumber belajar guru mapel 100% sedangkan
sumber belajar siswa 1:4. Pelaksanan Penilaian Pembelajaran.
Penyusunan instrumen penilaian oleh guru mapel baru
mencapai 80%. Supervisi. Kegiatan supervisi oleh kepala
madrasah telah dilaksanakan, namun perlu peningkatan
dalam hal tindak lanjut.
d. Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kepala Madrasah. Pendidikan S1, memiliki sertifikat
pendidikan dan sertifikat kepala madrasah. Tenaga pendidik.
Pendidikan 100% S1, bersertifikat pendidik 70%,
ketersediaan guru mapel 70%. Tenaga kependidikan. Tenaga
4
kependidikan masih merangkap sebagai tenaga pendidik.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) belum
dilaksanakan secara optimal baik tenaga pendidik maupun
tenaga kependidikan.
e. Standar Sarana Prasarana
Ruang kelas yang memadai berjumlah 15 ruang, Dua ruang
Lab. Komputer dengan 60 komputer client, Jaringan internet,
ruang guru yang dilengkapi jaringan LAN, ruang kepala dan
ruang TU yang cukup memadai, ruang ibadah yang memadai.
Sarana prasarana yang masih perlu peningkatan dan
pengembangan diantaranya; Ruang perpustakaan, lapangan
olah raga, ruang unit kegiatan siswa, dan ruang BP/BK.
Sarana dan prasarana yang perlu diadakan untuk pelaksaan
AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dalam Masa Kebiasaan Baru:
Toilet bersih untuk peserta didik dan tenaga pendidik/tenaga
kependidikan; Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun dengan air
mengalir atau Hand Sanitizer; Cairan Disinfectan; Faceshield;
Thermogun (pengukur suhu tubuh tembak); Media sosialisasi
Covid-19 dan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru); Ruang UKS.
f. Standar Pengelolaan
Dokumen pengelolaan madrasah; RKJM, RKT, RKAM, PSB,
pedoman kurikulum, pedoman pembinaan kesiswaan,
dokumen penugasan tenaga pendidik, dokumen administrasi
sekolah lainya 90% tersedia. Struktur organisasi dan
mekanisme kerja 100% tersedia. Supervisi, monitoring, dan
evaluasi; Instrumen, pelaporan, pendokumentasian, dan
tindak lanjut 80% telah dilaksanakan. Kemitraan dan peran
serta masyarakat; kerjasama yayasan, madrasah, komite
madrasah dan orang tua siswa telah terjalin dengan baik,
perlu peningkatan kerjasama dengan lembaga terkait
5
lainnya. Madrasah membentuk Satuan Tugas
Penanggulangan Covid-19 dengan melibatkan orang tua
peserta didik melalui Komite Madrasah dan Dinas Kesehatan
(Puskesmas)
g. Standar Pembiayaan
Sumber pembiayaan bersumber dari Dana BOS dan Komite
Madrasah sudah dialokasikan ke dalam 8 SNP. Penggunaan,
pelaporan, dan dokumen pendukung pelaporan 100% telah
sesuai dengan juklak dan juknis.
h. Standar Penilaian
Penilaian harian telah dilaksanakan oleh seluruh guru mapel,
penilaian tengah semester, penilaian akhir semester dan
akhir tahun, ujian madrasah dilaksanakan sesuai kalender
akademik, instrumen penilaian oleh guru mapel baru
mencapai 80%.
a. Kondisi geografis
Letak madrasah strategis berada pada jalur utama
kendaraan umum yang mudah diakses, dari sebelah Utara
daerah Cicekek, Cimareme, Cimerang, Padalarang,
Cipeundeuy dan dari sebelah Selatan Daerah Batujajar,
Galanggang, Cihampelas, Selacau dihubungkan oleh
angkutan umum Cililin-Cimahi. Dari arah Timur daerah
Ciseupan, Cibeber, Padakasih dan Leuwigajah
dihubungkan oleh angkutan umum Cangkorah- Batujajar.
6
Letak strategis tersebut merupak peluang besar yang
harus dimanfaatkan secara optimal.
Letak madrasah berada di kaki Gunung Padakasih yang
merupakan pusat industri galian tambang C (batu belah)
dan berada di Desa Giriasih yang merupakan kawasan
industri yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan
terutama masalah pencemaran udara. Kondisi lingkungan
menjadi tantangan bagi madrasah dalam menciptakan
lingkungan madrasah yang bersih dan sehat.
b. Kondisi sosiologis
Letak madrasah di kawasan industri menimbulkan
tantangan tersendiri bagi madrasah. Perubahan kawasan
dari agraris ke kawasan industri sangat berpengaruh
terhadap keadaan sosial kemasyarakatan penduduknya.
Perubahan gaya hidup dan timbulnya permasalahan sosial;
pengangguran, penyalahgunaan obat- obatan, narkoba,
premanisme, dan pergaulan bebas. Kondisi tersebut menjadi
tantangan dan sangat berpengaruh terhadap kebijakan-
kebijakan madrasah.
Kawasan industri menyebabkan timbulnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya pendidikan, disisi lain
masyarakat sadar akan pengaruh negatif yang timbul dari
kawasan industri maka perlu adanya pendidikan yang
memberikan penguasaan kompetensi kepada peserta didik
yang diperlukan bagi kehidupan di masa depan yang
ditunjang dengan kompetensi peserta didik dalam
kehidupan beragama untuk meningkatkan keimanan ,
ketakwaan dan akhlak mulia, sebagai benteng dalam
menghadapi dampak negatif industrialisasi. Madrasah
sebagai satuan pendidikan umum yang berciri khas Islam
7
diharapkan mampu menjawab tantangan dan harapan
masyarakat tersebut.
c. Kondisi demografis
Berdasarkan data statistik tahun 2020, penduduk di
Kecamatan Batujajar berjumlah 100.657, sekitar 6,04% dari
1.667.724 jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat. Dari
jumlah tersebut sebanyak 1.235.144 merupakan penduduk
berumur 15 tahun keatas, sisanya sekitar 432.580
merupakan penduduk usia sekolah.
SD/MI di Kecamatan Batujajar berjumlah 55 buah, dengan
jumlah siswa sebanyak 12.962, terjadi peningkatan
sebanyak 321 orang dari tahun 2019 yang berjumlah 12.641
siswa. Demikian selalu meningkat setiap tahunnya. Hal ini
sejalan dengan terjadinya peningkatan populasi penduduk
usia sekolah di Kecamatan Batujajar khususnya dan di
Kabupaten Bandung Barat pada umumnya. Kondisi
demografis tersebut merupakan peluang besar yang perlu
disikapi dengan sangat baik.
B. Landasan Hukum
8
3. Pemeraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
9
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68
Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan Guru Keterampilan
Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi
Kurikulum 2013;
10
21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24
Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
pada Kurikulum 2013;
11
31. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor : 69 tahun 2013
Tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Dan Sastera
Daerah Pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar Dan
Menengah;
32. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor
3459.A/ Dj.I/ PP.01.1/08/2016 tanggal 29 Agustus Tahun 2016
tentang Penyesuaian Kode Mapel Sertfikasi Guru dan
Kewenangan Mengajar Pada Madrasah;
33. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam
B-1044/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/04/2021 tentang Kalender Pendidikan
Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022;
34. Keputusan Kepala Madrasah No.011 tahun 2021 tentang
Muatan Lokal PIB/Qiroat dan Program Pengembangan Diri
MTs Al Bidayah.
C. Tujuan Pengembangan
12
pembelajaran di MTs Al Bidayah ini dapat terlaksana dengan
baik dan efektif
3. Dapat mengoptimalkan seluruh potensi MTs Al Bidayah , baik
potensi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun potensi lainnya
yang dimiliki oleh madrasah.
4. Dapat terciptanya sebuah kolaborasi antara seluruh tenaga
pendidik serta tenaga kependidikan MTs Al Bidayah.
5. Dapat meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik MTs Al
Bidayah sebagai tuntutan profesi pendidik.
6. Dapat meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya, dan
mutu pendidikan MTs Al Bidayah pada khususnya
sebagaimana yang diharapkan.
7. Memberikan arah yang jelas dan menjadi pedoman dalam
usaha mempersiapkan dan menyelenggarakan proses
pembelajaran di MTs Al Bidayah
8. Merupakan dokumen penting yang menjadi acuan, rujukan,
tolok ukur atau pegangan dalam penyelenggaraan proses
pembelajaran di MTs Al Bidayah
D. Prinsip Pengembangan
13
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mendukung
pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,
kebutuhan, kepentingan peserta didik dan tuntutan
lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan
pembelajaran berpusat pada peserta didik. Kurikulum MTs Al
Bidayah disusun untuk mengembangkan potensi peserta
didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya untuk
menghadapi tuntutan dan tantangan lingkungannya.
14
E. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum
15
dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu,
kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk
menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan
pengembangan daerah. Kurikulum MTs Al Bidayah disusun
untuk merespon tuntutan dan tantangan lingkungan peserta
didik, yang berubah dari wilayah pedesaan menjadi
perkotaan, dan dari agraris ke industri.
4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan
pendidikan yang otonom dan demokratis perlu
memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi
masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan
nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara
berimbang dan saling mengisi. Kurikulum MTs Al Bidayah
disusun untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam
pembangunan daerah dan nasional.
5. Tuntutan dunia kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh
kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa
kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh
sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk
membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini
sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan
dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi. Kurikulum MTs Al Bidayah berupaya
mengembangkan jiwa wirausaha dan kecakapan hidup
peserta didik
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang
membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana
16
IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama
perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan
adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga
tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh
karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala
dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum MTs Al Bidayah
mulai diarahkan kepada pengembangan kegiatan belajar
mengajar secara digital, hal ini dilakukan sebagai upaya
antisipasi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru)
7. Moderasi Beragama
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung
peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan
tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama.
Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran
harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak
mulia. Kuriukulum MTs Al Bidayah mengembangkan pribadi
peserta didik yang taat beribadah dan toleran antar umat
seagama dan antar umat beragama.
8. Dinamika perkembangan global
Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada
individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia
digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang
semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan
mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup
berdampingan dengan suku dan bangsa lain. Kurikulum MTs
Al Bidayah mengembangkan jadi diri peserta didik sebagai
manusia ciptaan Tuhan dan sebagai bagian dari sebuah
bangsa dalam menghadapi persaingan global.
9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
17
Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan
wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan
penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan
bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum
harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap
kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat
keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Kurikulum MTs Al
Bidayah mengembangkan peserta didik yang mencintai
dirinya , keluarga, tetangga, tanah airnya, bersedia
berkorban untuk bangsa dan negara.
10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan
menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan
dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu
ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan
bangsa lain. Kurikulum MTs Al Bidayah mengembangkan
kebudayaan lokal sebagai apresiasi terhadap budaya
setempat.
11. Kesetaraan Jender
Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan
yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.
Kurikulum MTs Al Bidayah dikembangkan untuk semua
golongan baik golongan sosial, ekonomi, suku dan ras,
politik, dan jender
12. Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi,
tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. Kurikulum
MTs Al Bidayah disusun sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan
segala potensi yang dimiliki oleh MTs Al Bidayah
18
13. Pendidikan Anti Korupsi
Kurikulum diarahkan pada pembentukan karakter termasuk
mengembangkan kejujuran dan nilai integritas sedini
mungkin agar anak menjadikannya sebagai kebiasaan dan
pandangan hidup termasuk di dalamnya pendidikan anti
korupsi. Kurikulum MTs Al Bidayah disusun untuk
mengembangkan sikap jujur dan integritas tinggi peserta
didik untuk menunjang program pendidikan anti korupsi.
14. Pendidikan Anti Narkoba
Dalam upaya mencegah permasalahan sosial global saat ini
kurikulum harus menjamin terwujudnya karakter peserta
didik yang tangguh dan tidak mudah terbawa pada perilaku
menyimpang termasuk penggunaan narkoba. Kurikulum MTs
Al Bidayah disusun memprioritaskan kepada pengembangan
aspek spiritual siswa sebagai upaya membendung
permasalahan sosial global yaitu penggunaan narkoba.
F. Profil Madrasah
1 Identitas Madrasah
Nama Madrasah : MTs. Al-Bidayah
No Statistik Madrasah : [Link]
No Pokok Sekolah Nasional : 20279385
No. SK Ijin Operasional : No. 489 tahun 2019
Tanggal SK Ijin Operasional : 07/08/1989
Peringkat Akreditasi : A (Nilai Akreditasi: 90,00)
Klasifikasi : Amat Baik
Tahun Akreditasi : 2018
No SK Akreditasi : SK BAN- S/MNOMOR
02.00/128/SK/BAN-SM/IX/2018
2 Data Pokok Madrasah
19
Alamat Lengkap : JL. H. Sidiq No. 29 RT 001/007
[Link] Kec. Batujajar Kab.
Bandung Barat 40561
20
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Alamat Rumah : Jl. H. Sidiq, Kp. Babakan
RT001/RW007 Desa Giriasih,
Kec. Batujajar, Kab Bandung
Barat
Status Kepegawaian : GTY (Guru Tetap Yayasan)
Tingkat Pendidikan : S.1
Nama Pendidikan : Universitas Padjadjaran
Tahun Lulus : 1996
Jurusan : Administrasi Negara
21
4 Data Siswa ( 3 Tahun Terakhir)
22
Kelas IX : 159
5 Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik
b. Status Pegawai
Guru Tetap Yayasan : 30 orang
Guru Tidak Tetap (GTT) : 5 orang
c. Kualifikasi Akademik
S-1 : 35 orang
S-2 : -
d. Sertifikat Pendidik
Sudah : 15 orang
Belum : 7 orang
Tenaga Kependidikan
a. Status Pegawai
Pegawai Tetap Yayasan : 5 orang
b. Kualifikasi Akademik
S1 : 5 orang
SMA : 1 orang
23
Pendidikan
SD : 135 orang
SMP : 181 orang
SMA : 182 orang
D2/D3 : 9 orang
S1 : 6 orang
7 Data Tamatan
2017-2018 253 siswa
2018-2019 157 siswa
2019-2020 160 siswa
8 Prestasi Madrasah
Juara 1 Bola Volly Putri Tk. KKM
Juara 3 Bulu Tangkis Putri Tk. KKM
Juara 1 Lari 100m Puteri Tk. KKM
Juara 3 Pidato B. Inggis Tk. KKM
Putra
9 Struktur Organisasi
24