0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan36 halaman

Pemeliharaan Pompa Air Sirkulasi PLN

Laporan kerja praktek ini menganalisis pemeliharaan Circulation Water Pump pada unit pembangkit di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya. Tujuan utama dari kerja praktek ini adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari di dunia industri. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemeliharaan CWP dalam operasi pembangkit listrik.

Diunggah oleh

eriardyansah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan36 halaman

Pemeliharaan Pompa Air Sirkulasi PLN

Laporan kerja praktek ini menganalisis pemeliharaan Circulation Water Pump pada unit pembangkit di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya. Tujuan utama dari kerja praktek ini adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari di dunia industri. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemeliharaan CWP dalam operasi pembangkit listrik.

Diunggah oleh

eriardyansah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KERJA PRAKTEK-TKM4001

Analisis Pemeliharaan Circulation Water


Pump pada Unit Pembangkit di PT. PLN
Indonesia Power UBP Keramasan UP
Indralaya

Rian Dwi Apriansyah


NIM 03051182227003

Dosen Pembimbing
Ir. Nurhabibah Paramitha Eka Utami, S.T., M.T.

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2025
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

LEMBAR PENGESAHAN
KERJA PRAKTEK

ANALISIS PEMELIHARAAN CIRCULATION WATER PUMP PADA


UNIT PEMBANGKIT DI PT. PLN INDONESIA POWER UBP
KERAMASAN UP INDRALAYA.

Oleh :
Rian Dwi Apriansyah
03051182227003

Menyetujui,
Team Leader Maintenance

Oktong Koswara
NIP 9519807ZY

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya penulis dapat
melaksanakan kerja praktek yang bertempat di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan
UP Indralaya pada tanggal 21 Juli 2025 – 4 September 2025 dengan sebaik baiknya dan
tepat waktu.

Tujuan dari penulisan ini adalah memenuhi sebagian kurikulum dan syarat kelulusan
mata kuliah Kerja Praktek pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya. Dalam
penyusunan Laporan Kerja Praktek ini, penulis mendapatkan banyak bantuan berupa
petunjuk dan bimbingan baik lisan maupun tertulis dari berbagai pihak mulai dari dari
pengajuan judul hingga laporan akhir ini terselesaikan. Penulis berharap Laporan Kerja
Praktek ini berguna bagi yang membaca maupun penulis pribadi. Pada kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu:

1. Orang tua dan keluarga penulis, yang selalu mendukung baik dalam hal materil
maupun doa yang tulus kepada anaknya.
2. Bapak Oktong Koswara, Bapak Zulkarnain, dan Bapak Yofi Alan Fantoni selaku
pembimbing lapangan yang telah membantu dan membimbing dalam
melaksanakan Kerja Praktek di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP
Indralaya.
3. Ibu. Ir. Nurhabibah Paramitha Eka Utami, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing
kerja praktek.
4. Bapak Prof. Amir Arifin, S.T., [Link], Ph.D. selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
5. Bapak Ir. Risky Utama Putra, S.T., M.T. selaku Koordianator Kerja Praktek
Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya.
6. Seluruh Karyawan PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya yang
telah berkontribusi besar dan membantu dalam menyelesaikan laporan
Kerja Praktek ini.
7. Rekan seperjuangan kerja praktek Rein Hose Parulian Manullang dan Muhamad
Nuzul Maulana Putra yang membantu dalam menyelesaikan laporan.
Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu
penulis menerima saran dan kritik agar pembuatan laporan kerja praktek ini lebih baik
kedepannya.

Indralaya, 8 September 2025

Rian Dwi Apriansyah

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................................................
KATA PENGANTAR.................................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
DAFTAR GAMBAR..................................................................................................................
DAFTAR TABEL.......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................
1.2 Tujuan............................................................................................................................
1.3 Ruang Lingkup..............................................................................................................
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI.......................................................
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi...........................................................................................
2.2 Sejarah PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya.................................
2.4 Tugas dan Fungsi Perusahaan/Instansi..........................................................................
2.5 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi........................................................................
BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTEK.................................................................................
3.1 Kegiatan Kerja Praktek..................................................................................................
3.2 Daftar Mahasiswa Kerja Praktek...................................................................................
3.3 Waktu Kerja Praktek / Magang.....................................................................................
BAB IV DASAR TEORI STUDI KASUS..............................................................................16
4.1 Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)...................................................17
4.2 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).............................17
4.3 Komponen Utama Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).....................18
4.2 Circulation Water Pump.............................................................................................18
4.3 Spesifikasi teknis CWP pada PLTGU Indralaya (template jurusan)...........................19
4.4 Bagian-bagian pada Circulation Water Pump.............................................................19
4.5 Prinsip Kerja Circulation Water Pump.......................................................................22
4.6 Pemeliharaan CWP......................................................................................................23
4.7 Preventive Maintenance..............................................................................................23
4.8 Corrective Maintenance..............................................................................................25
BAB V PENUTUP...................................................................................................................28
5.1 Kesimpulan..................................................................................................................28
5.2 Saran............................................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................29

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Anak Perusahaan PLN Persero...............................................................................
Gambar 2.2 PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya.....................................
Gambar 2.3 Peta PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya.............................
Gambar 2.4 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi.................................................................
Gambar 4.1 Siklus Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)........................
Gambar 4.2 Circulation Water Pump.......................................................................................
Gambar 4.3 Suction Bell...........................................................................................................
Gambar 4.4 Impeller.................................................................................................................
Gambar 4.5 Diffuser.................................................................................................................
Gambar 4.6 Dicsharge Elbow...................................................................................................
Gambar 4.7 Upper main shaft & Lower main shaft.................................................................
Gambar 4.8 Motor.....................................................................................................................

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kegiatan Kerja Praktek..............................................................................................9
Tabel 3.2 Daftar Mahasiswa Kerja Praktek...............................................................................9
Tabel 3.3 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-1 (satu)........................................................9
Tabel 3.4 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-2 (dua)......................................................11
Tabel 3.5 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-3 (tiga)......................................................12
Tabel 3.6 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-4 (empat)..................................................13
Tabel 3.7 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-5 (lima).....................................................14
Tabel 3.8 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-6 (enam)...................................................15
Tabel 3.9 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-7 (tujuh)....................................................16

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya tingkat industrialisasi suatu negara, kebutuhan terhadap


energi listrik juga mengalami peningkatan yang signifikan. Kecenderungan ini diperkirakan
akan terus berlanjut di masa mendatang, tidak hanya disebabkan oleh pertambahan jumlah
penduduk, perkembangan industri, perdagangan, dan jasa, tetapi juga karena energi listrik
memiliki keunggulan dalam kemudahan konversinya ke berbagai bentuk energi lain.
Meningkatnya kebutuhan energi listrik perlu diantisipasi dengan baik, mengingat
keterbatasan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai energi primer. PT PLN
(Persero) sebagai penyedia jasa ketenagalistrikan nasional menghadapi tantangan dalam
menyediakan pasokan listrik yang andal, berkesinambungan, efisien, serta memiliki kualitas
yang baik. Tantangan ini sekaligus menjadi peluang bagi PLN untuk terus meningkatkan
kinerjanya sebagai perusahaan penyedia energi listrik yang profesional.
Salah satu unit pembangkit listrik yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan adalah
PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya, yang memiliki dua unit
pembangkit tenaga gas dan uap. Keberadaan unit ini memiliki peran strategis dalam
menjaga stabilitas pasokan energi listrik di wilayah tersebut. Selain itu, sinergi antara
perguruan tinggi sebagai institusi pencetak tenaga kerja terampil dengan dunia industri
sebagai pengguna tenaga kerja sangat diperlukan untuk mewujudkan keterpaduan (link and
match). Oleh karena itu, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan kerja praktik berbobot dua (2) SKS yang wajib
diikuti oleh mahasiswa setelah memenuhi persyaratan akademik.
Kegiatan kerja praktik yang dilaksanakan selama satu bulan tiga minggu ini bertujuan
memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa agar mampu mengimplementasikan
teori yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam dunia kerja nyata. Sehubungan dengan
hal tersebut, penulis memilih PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 1 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

sebagai lokasi kerja praktik untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, serta
memperoleh pengalaman praktis dalam bidang ketenagalistrikan.
1.2 Tujuan
Mengacu pada kurikulum Universitas Sriwijaya yang menetapkan kerja praktek
sebagai salah satu syarat kelulusan. Maka, pada kali ini penulis berkesempatan kerja praktek
pada PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya. Adapun tujuan dari kerja
praktik lapangan ini adalah sebagai berikut :
a. Menggali wawasan lebih luas, mengenai proses kerja, sistem, dan teknologi yang
digunakan di industri pembangkit listrik, khususnya di bidang metalurgi dan
material.
b. Mengetahui dan ikut serta dalam kegiatan baik itu perawatan, perbaikan,
pengukuran, pengoperasian & prinsip kerja yang ada di PT. PLN Indonesia Power
UBP Keramasan UP Indralaya.
c. Mengidentifikasi dan memahami berbagai tantangan yang muncul dalam industri
pembangkit listrik, khususnya di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP
Indralaya.
d. Memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bidang teknik umumnya
dan teknik mesin pada khususnya.
e. Sebagai pengalaman dan wawasan kerja untuk menghadapi dunia kerja di
kemudian hari.

1.3 Ruang Lingkup


Mengingat luasnya permasalahan yang ada di PT. PLN Indonesia Power UBP
Keramasan UP Indralaya. Penulis membatasi pokok permasalahan yaitu: “Analisis
Pemeliharaan Circulation Water Pump pada Unit Pembangkit PT. PLN Indonesia Power
UBP Keramasan UP Indralaya”. Diharapkan dengan pembahasan ini dapat memberikan
gambaran yang jelas mengenai pentingnya pemeliharaan CWP dalam mendukung
kelancaran operasi unit pembangkit di PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP
Indralaya.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 2 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi
Sejarah Perusahaan Listrik Negara (PLN) berakar dari masa penjajahan Belanda,
ketika kebutuhan listrik di Indonesia mulai dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan swasta
kolonial seperti Nederlandsch Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM). Pada masa
pendudukan Jepang, pengelolaan listrik diambil alih oleh pemerintah militer Jepang hingga
akhirnya, setelah kemerdekaan Indonesia, pengelolaan kelistrikan nasional mulai dibangun
secara mandiri.
Tanggal 27 Oktober 1945 menjadi tonggak penting kelistrikan Indonesia, saat
pemerintah Republik Indonesia membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen
Pekerjaan Umum dan Tenaga. Saat itu kapasitas pembangkit listrik nasional baru sekitar
157,5 MW. Kemudian, pada tahun 1961, lembaga ini berubah menjadi Badan Pimpinan
Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN), dan pada tahun 1972, resmi menjadi
Perusahaan Umum Listrik Negara (Perum PLN).
Sebagai upaya modernisasi dan efisiensi perusahaan, pada tahun 1994, PLN diubah
menjadi Perseroan Terbatas (PT PLN (Persero) dan menjadi bagian dari Badan Usaha Milik
Negara (BUMN). PLN pun diberi tanggung jawab menyeluruh dalam penyediaan energi
listrik nasional, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan kepada
pelanggan.
Pada tahun 2021, di tengah perubahan dinamis di lingkungan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Menteri BUMN memberikan arahan kepada PLN untuk membentuk
struktur holding-subholding. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memperjelas fokus bisnis
anak perusahaan PLN dan meningkatkan efisiensi serta profesionalisme dalam
pengelolaannya.
Kemudian, pada September 2022, struktur holding-subholding PLN secara resmi
diresmikan oleh Menteri BUMN. Restrukturisasi ini melibatkan pembagian anak-anak
perusahaan PLN ke dalam subholding-subholding tertentu, yaitu:

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 3 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Gambar 2.1 Anak Perusahaan PLN Persero


a. PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) – pengelolaan pasokan dan logistik
energi primer (batubara, gas, BBM, dan biomassa) untuk pembangkit listrik.
b. PT PLN Nusantara Power – pengelolaan dan pengoperasian pembangkit
listrik regional serta pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
c. PT PLN Indonesia Power – pengelolaan unit pembangkitan listrik di wilayah
Jawa-Bali dan pengembangan teknologi pembangkit yang efisien.
d. PT PLN Icon Plus – penyedia layanan infrastruktur digital dan
telekomunikasi (jaringan fiber optic, internet, smart grid, IoT, dll).

2.2 Sejarah PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya

Gambar 2.2 PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya


PLN Indonesia Power UBP Keramasan Terletak 3 km dari pusat kota Palembang.
PLN Indonesia Power UBP Keramasan, merupakan satu sektor penting dalam penyediaan

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 4 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

energi listrik di wilayah Sumatera Bagian Selatan, khususnya kota Palembang. Oleh karena
itu perlu mengembangkan, menerapkan serta memelihara suatu sistem manajemen
Perusahaan yang sistematis, transparan, efektif dan dirancang untuk selalu memperbaiki
kinerja secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan harapan pelanggan
atau pihak-pihak yang berkepentingan. Menyediakan total daya sebesar 324,85 MW, yang
dapat dibangkitkan melalui 3 pusat Listrik yang berda dibawah naungan Unit Bisnis
Pembangkitan Keramasan, yaitu:
1. Unit Pembangkit (UP) Keramasan
2. Unit Pembangkit (UP) Indralaya
3. Unit Pembangkit (UP) Merah Mata (Borang)
Sejarah pembentukan PLN Sektor Keramasan dimulai pada bulan Januari 1975, yaitu
setelah selesainya pembangunan dan uji coba operasi (trial operation) PLTGU Unit I dan
Unit II. Pembangunan PLN Sektor Keramasan sendiri berawal dari perencanaan pendirian
unit PLTGU Keramasan pada tahun 1962. Pada saat itu, kemampuan PLTD Boom Baru
yang berada di bawah pengelolaan PLN Cabang Palembang sudah tidak mampu lagi
memenuhi permintaan tenaga listrik dari para konsumen. Sebagai tindak lanjut, pada tahun
1963 dimulai pembangunan dengan kegiatan awal berupa penyediaan lahan, penimbunan
rawa-rawa, serta pembangunan fasilitas penampungan material yang sebagian besar
didatangkan dari Yugoslavia. Namun, pada periode 1964 hingga 1968, proses pembangunan
mengalami perlambatan (slowdown) akibat keterbatasan dana. Pembangunan kembali
dilanjutkan setelah ditetapkannya proyek Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keramasan
sebagai salah satu bagian dari Proyek Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I Nasional pada 1
April 1969. Sejak saat itu, pembangunan dilaksanakan secara bertahap hingga selesai pada
tahun 1974. Dalam rangka meningkatkan keandalan pembangkitan, pada tahun 1968
dimulai pengembangan Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Unit II di Keramasan, yang
kemudian disusul dengan pembangunan PLTG Unit III pada tahun 1979 di lokasi yang
sama.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 5 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

2.3 Lokasi Perusahaan/Instansi

Gambar 2.3 Peta PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya

Unit Pembangkitan Indralaya (UPIDL) merupakan salah satu unit pembangkit yang
berada di bawah naungan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Keramasan, dengan alamat di
Jalan Palembang–Indralaya KM 32, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara,
Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) GT
1.2 Indralaya mulai beroperasi pada tahun 2004, sedangkan Steam Turbine (ST) 1.0 mulai
beroperasi pada tahun 2008. Unit Pembangkitan Indralaya termasuk dalam kategori
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menggunakan bahan bakar gas
alam (Liquefied Natural Gas / LNG) dengan pasokan dari PT Medco. Konfigurasi PLTGU
Indralaya terdiri atas dua Gas Turbine (GT), dua Heat Recovery Steam Generator (HRSG),
dan satu Steam Turbine (ST). Namun demikian, hingga saat ini hanya beroperasi satu gas
turbine, satu HRSG, dan satu steam turbine. Untuk PLTG yang digunakan adalah merek
General Electric (GE) dengan tipe PG 6581 B dan kapasitas daya terpasang sebesar 42.100
kW.
Berdasarkan Performance Test (PT) PLTGU GT 1.2 Indralaya memiliki daya
mampu netto (DMN) 34 MW, sedangkan untuk steam turbine atau ST 1.0 memiliki DMN
sebesar 14 MW. Namun untuk pola operasi sendiri sesuai dengan permintaan P3BS
tergantung dengan kebutuhan system Sumatera.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 6 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

2.4 Tugas dan Fungsi Perusahaan/Instansi


Sektor Pembangkit Keramasan memiliki tugas pokok antara lain :
a. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan operasi pusat
pembangkit listrik untuk menyediakan energi listrik sesuai permintaan PT PLN
Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B Sumatera Unit P3B Palembang).
b. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pemeliharaan unit
pembangkit listrik.
c. Melaksanakan pembinaan satuan organisasi UP Keramasaan, UP Indralaya, UP
Merah Mata.
d. Mengelola sumber daya manusia, keuangan, material dan administrasi milik PT
PLN (Persero) yang berada di PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan
Keramasan.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 7 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

2.5 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi

Gambar 2.4 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi


Sumber daya manusia di PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya
telah tersusun secara rapi dalam struktur organisasi yang jelas. Struktur organisasi tersebut
berfungsi sebagai wadah koordinasi yang memungkinkan setiap bagian dapat bergerak dan
bekerja sama menuju satu tujuan, yaitu memajukan perusahaan. Dengan adanya pembagian
divisi yang memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda, perusahaan mampu menjalankan
manajemen secara efektif. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang tercatat
dalam portofolio perusahaan, yang sekaligus menjadi bukti bahwa PT PLN Indonesia Power
UBP Keramasan UP Indralaya memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan energi
listrik bagi masyarakat serta berkontribusi nyata dalam upaya menerangi negeri.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 8 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB III
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
3.1 Kegiatan Kerja Praktek

Tabel 3.1 Kegiatan Kerja Praktek

Perusahan/Instansi : PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP


Indralaya

Alamat : Jl Lintas Sumatera [Link]. 36, Timbangan, Kec.


Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
30862

Tempat Kerja □ Pembangkit □ Petrokimia □


Praktek : listrik Pertambangan

□ Industri Maritim □ Penerbangan □ Industri


Transportasi

□ Oli/Gas □ Perkebunan □ Industri


Penjungang

□ Instansi □ Lainnya: ........


Pemerintah

3.2 Daftar Mahasiswa Kerja Praktek

Tabel 3.2 Daftar Mahasiswa Kerja Praktek

No. Nama NIM

1 Rian Dwi Apriansyah 03051182227003


2 M. Nuzul Maulana Putra 03051182227010
3 Rein Hose Parulian M. 03051282227026

3.3 Waktu Kerja Praktek / Magang

Tabel 3.3 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-1 (satu)


Halaman: 9
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek


Kegiatan kerja praktik dimulai dengan proses pemotongan dan
21 Juli
pengukuran besi INP bekas untuk membuat dudukan trafo, dilanjutkan
2025
dengan pengelasan rangka dudukan tersebut.
Melakukan fitting dudukan trafo di ruang Control Room ST. Setelah
22 Juli ditemukan bahwa permukaan dudukan tidak sejajar dengan lantai,
2025 dilakukan penyesuaian ulang dengan menambahkan komponen tambahan
dan menutup dudukan menggunakan besi agar sejajar dengan lantai cor.
Fokus kegiatan beralih pada sistem pelumasan. Dimulai dengan
pembukaan pompa Lube Oil Tank pada Steam Turbine karena bearing
23 Juli yang telah aus, dilanjutkan dengan pengurasan tangki oli bagian bawah
2025 mesin diesel menggunakan pompa, dan diakhiri dengan pengangkatan
pipa pompa serta penutupan sementara tangki untuk mencegah masuknya
kotoran.
Kegiatan diawali dengan pengurasan kembali Lube Oil Tank, kali ini pada
bagian atas mesin diesel. Selanjutnya, peserta melihat secara langsung
24 Juli
proses pengangkatan casing combustion chamber pada Gas Turbine,
2025
kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran pompa dan pelepasan
bearing.
Dilakukan pembukaan valve HP (High Pressure) akibat kebocoran air
(passing), diikuti proses pengamplasan menggunakan grit 1000. Setelah
25 Juli
itu, dilakukan pembersihan saluran pompa Lub Oil Tank dengan kikir dan
2025
sikat, serta penggantian bearing pada pompa Lub Oil Tank untuk unit
Steam Turbine.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 10 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tabel 3.4 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-2 (dua)

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek


Membuka baut pada kopling pompa yang mengarah ke kondensor untuk
28 Juli keperluan maintenance, dilanjutkan dengan pengujian dye penetrant pada
2025 bearing turbin (upper dan lower) untuk mendeteksi adanya cacat atau
porositas.
Merakit tumpuan chain block untuk mengangkat filter air di cooling
29 Juli
tower, kemudian melakukan perakitan kembali pipa dan impeller pada
2025
Lube Oil Tank setelah proses perbaikan bearing selesai.
Terlibat dalam pembuatan dudukan pompa menggunakan besi INP dan
30 Juli plat aluminium, yang dilanjutkan dengan pekerjaan pengelasan dan
2025 penggerindaan. Setelah itu, saya membantu membuka casing accessories
gearbox untuk pemeliharaan bagian gear di dalamnya.
Melakukan pengurasan air radiator mesin diesel akibat ditemukan
31 Juli kebocoran saat pembukaan casing sebelumnya, kemudian saya
2025 melanjutkan dengan perakitan ulang pipa impeller pada pompa Lube Oil
Tank.
Memotong dan mengelas connector pompa, kemudian merakitnya
1 Agustus
bersama flange dan memasang unit pompa tersebut ke sambungan pipa
2025
pada sistem Circulation Water Pump (CWP).

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 11 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tabel 3.5 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-3 (tiga)

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek


Penyesuaian posisi saluran pipa pompa agar sejajar dan terhubung
4 Agustus dengan baik ke aliran Circulation Water Pump (CWP), kemudian
2025 membuka cover bearing CWP untuk melakukan pemeriksaan visual
terhadap kondisi komponennya.
Merapikan dan membersihkan area Workshop agar lebih nyaman dan
5 Agustus aman untuk bekerja, lalu menyaksikan proses Alignment pada pompa
2025 CWP guna mensejajarkan poros agar terhindar dari getaran berlebih
yang menyebabkan vibrasi.
Membersihkan Cover Accessories Gear untuk mencegah kotoran masuk
6 Agustus
ke dalam sistem, kemudian memasang paking (Gasket) pada Cover
2025
Lube Oil agar tidak terjadi kebocoran.

Memasang kembali sensor panas untuk mengukur suhu di Gas Turbine


7 Agustus
(GT) dan membantu mengisi serta menyusun pasokan drum Oil untuk
2025
GT menggunakan forklift.
Penyesuaian posisi Impeller pada CWP agar tekanan air sesuai,
8 Agustus mengangkat filter air di area Cooling Tower menggunakan chain block,
2025 dan mengganti CVT lama di area switchyard dengan yang baru karena
komponen lama mengalami gangguan.

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek

11 Melakukan pemolesan baut pada Circulation Water Pump (CWP) yang


Agustus mengalami korosi, kemudian melapisi baut tersebut dengan Molykote
2025 untuk mengurangi gesekan, keausan, serta mencegah karat.

Melaksanakan pemasangan pompa baru di daerah Intake sebagai


12
pengganti pompa lama yang sudah rusak akibat korosi, lalu
Agustus
membersihkan area sekitar pompa agar tetap aman dan nyaman
2025
digunakan.
Membersihkan sisa Red Silicone lama pada Manhole Condenser,
13
menggantinya dengan Red Silicone baru untuk mencegah kebocoran,
Agustus
kemudian menutup dan mengunci baut Manhole Condenser setelah proses
2025
pemasangan selesai.

14
Melakukan penggantian kabel pada daerah Intake karena kondisi kabel
Agustus
lama sudah rusak dan berpotensi menimbulkan korsleting.
2025
Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI
Mengganti Bearing pada Van Gland Steam yang sudah mengalami 12 dari 37
15
getaran berlebih, kemudian memasang kembali Van Gland Steam tersebut
Agustus
setelah diperbaiki, dan menambahkan oli baru ke dalam Lube Oil Tank
2025
pada Turbine Gas sebanyak satu tong.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Tabel 3.6 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-4 (empat)

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 13 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Tabel 3.7 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-5 (lima)

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek

18
Melakukan pergantian bearing gland steam yang mengalami vibrasi
Agustus
untuk memastikan sistem tetap beroperasi dengan baik.
2025

19 Melaksanakan mechanical packing pada shaft Circulation Water Pump


Agustus (CWP) guna mencegah kebocoran air, dilanjutkan dengan pemeriksaan
2025 kondisi operasi pompa, termasuk monitoring getaran dan suhu bearing.

20 Melakukan pemasangan pompa pada sistem gland steam dengan


Agustus penyelarasan posisi, serta pekerjaan packing pada casing gland steam
2025 untuk mencegah kebocoran uap dan menjaga kestabilan tekanan sistem.
Melaksanakan pemasangan glass wool pada exhaust turbin gas untuk
21
meredam panas dan suara, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan
Agustus
baut serta pengelasan pada exhaust guna memperkuat dudukan dan
2025
mencegah kebocoran panas.
22 Melakukan pengecekan aliran pipa cooling tower untuk memastikan
Agustus tidak ada kebocoran atau sumbatan, serta monitoring tekanan dan debit
2025 aliran agar sistem pendingin bekerja optimal.

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek

25 Kegiatan diawali dengan membuka packing filter inlet turbin gas. Setelah
Agustus itu dilakukan proses lifting filter inlet turbin gas ke ruang inlet
2025 compressor GT 12 hingga sore hari.

26 Melakukan pembukaan baut pada heat exchanger A di area Steam


Agustus Turbine 1. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan cleaning heat
2025 exchanger A serta pemasangan kembali baut.

27 Kegiatan serupa dilakukan pada heat exchanger B. Dimulai dengan


Agustus pembukaan baut heat exchanger B di area Steam Turbine 1, kemudian
2025 dilanjutkan dengan proses cleaning serta pemasangan kembali baut.

28 Melakukan pembersihan area sekitar heat exchanger pada sistem Steam


Agustus Turbine 1. Pekerjaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan
2025 area kerja dalam kondisi bersih dan aman.
Halaman:
Dilakukan inspeksi
Jurusan visual
Teknik dan pengecekan
Mesin, UNSRI ulang pada heat exchanger A
14 dari 37
29 dan B setelah proses cleaning. Selanjutnya dilakukan uji coba awal
Agustus (running test) untuk memastikan kondisi operasi, dengan monitoring
2025 tekanan serta debit aliran, sehingga heat exchanger dinyatakan siap
beroperasi kembali.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Tabel 3.8 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-6 (enam)

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 15 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Tabel 3.9 Agenda Kerja Praktek (KP) Minggu ke-7 (tujuh)

Tanggal Uraian Kegiatan Kerja Praktek


Memulai kegiatan dengan menyusun laporan akhir kerja praktek.
1
Aktivitas ini difokuskan pada penyusunan bagian awal laporan, termasuk
September
penulisan latar belakang, tujuan, serta uraian umum mengenai kegiatan
2025
yang telah dilaksanakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan melengkapi dan memperdalam isi laporan.
2
Penulis menambahkan uraian detail mengenai hasil pengamatan, analisis
September
kegiatan pemeliharaan, serta dokumentasi pendukung agar laporan lebih
2025
sistematis dan komprehensif.
Dilakukan bimbingan akhir laporan kerja praktek bersama pembimbing
3
lapangan. Pada kesempatan ini, laporan diperiksa secara menyeluruh
September
untuk memastikan kelengkapan data dan kesesuaian format. Masukan dari
2025
pembimbing dijadikan dasar untuk penyempurnaan dokumen.
Kegiatan difokuskan pada pengurusan surat penyelesaian kerja praktek.
4
Proses ini meliputi koordinasi administrasi internal perusahaan sehingga
September
mahasiswa resmi dinyatakan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan
2025
kerja praktek.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 16 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB IV
DASAR TEORI STUDI KASUS

4.1 Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)


Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) merupakan gabungan antara
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU),
dimana panas dari gas buang gas turbine digunakan untuk menghasilkan uap yang
digunakan sebagai fluida kerja dari steam turbine. Dan bagian yang digunakan untuk
menghasilkan uap tersebut adalah Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Seiring
berjalannya waktu, komponen-komponen pada PLTGU akan mengalami penurunan
performa ataupun mengalami kerusakan akibat proses yang berjalan secara terus menerus
sehingga untuk meminimalisir resiko kerusakan yang terjadi di lakukanlah perawatan
(maintenance) pada komponen-komponen PLTGU.
4.2 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

Gambar 4.1 Siklus Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) merupakan pengaplikasian dari
siklus Brayton dan siklus Rankine pada teori termodinamika. Siklus Brayton memanfaatkan
gas sebagai bahan bakar untuk memutar turbin yang kemudian akan menggerakkan
generator. Sedangkan siklus Rankine memanfaatkan panas uap (steam) sebagai fluida kerja
Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 17 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


untuk memutar turbin. Penggunaan dua siklus ini untuk menghasilkan daya listrik pada
PLTGU dikenal dengan istilah combined cycle power plant.

Prinsip kerja pada PLTGU dimulai dengan masuknya udara ke dalam kompresor
melalui air filter atau penyaring udara agar udara yang masuk ke dalam kompresor bersih
dari debu maupun kotoran yang lain. Pada kompresor, tekanan udara dinaikkan lalu
dialirkan menuju ruang bakar untuk dibakar bersama bahan bakar. Disini, penggunaan
bahan bakar menentukan apakah proses pembakaran bisa langsung dibakar dengan udara
atau tidak. Jika bahan bakar yang digunakan berupa gas maka bisa langsung dicampur
dengan udara untuk dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas
dengan suhu serta tekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas hasil pembakaran ini lalu
disemprotkan ke turbin, sehingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang
akan memutar generator untuk menghasilkan listrik. Setelah itu, gas buang dari turbin gas
dimanfaatkan kembali untuk memasak air yang berada di HRSG (Heat Recovery Steam
Generator). Kemudian, uap yang dihasilkan dari HRSG akan digunakan sebagai fluida kerja
untuk memutar turbin uap yang nantinya akan memutar generator dan menghasilkan daya
listrik.
4.3 Komponen Utama Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
PLTGU terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara sinergis.
Komponen-komponen tersebut meliputi Turbin Gas sebagai penggerak utama siklus gas,
Heat Recovery Steam Generator (HRSG) yang berfungsi sebagai penukar panas untuk
menghasilkan uap, turbin uap yang digerakkan oleh uap dari HRSG, dan Generator yang
mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Selain itu, sistem air pendingin
(Circulation Water Pump), yang mencakup kondensor dan pompa air sirkulasi, memegang
peranan krusial dalam efisiensi siklus uap dengan memastikan uap yang keluar dari turbin
uap dapat terkondensasi dengan baik.
4.2 Circulation Water Pump
Circulation water pump (CWP) sebagai bagian dari sistem pembangkitan pada
PLTGU yang berfungsi sebagai penyedia pasokan bagi air pendingin pada kondensor. CWP
pada PLTGU terdiri dari 3 buah unit pompa untuk satu unit PLTGU. Jenis dari pompa ini
menurut alirannya adalah tipe mixed flow.
Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 18 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Gambar 4.2 Circulation Water Pump

4.3 Spesifikasi teknis CWP pada PLTGU Indralaya (template jurusan)

Paramater Nilai
Manufacture China Hunan Xemc Changsha Pump Works
CO.,LTD
Jumlah Unit 3
Tipe pompa 24LBSA-21
Kapasitas 3255 m3/h (jam)
Efisiensi 85,2 %
Power 218,6 kW
Head 21 m
Weight 5579 kg
Motor YLQ400-6, 2800 Kw, 6,6 Kv, 990 rpm

4.4 Bagian-bagian pada Circulation Water Pump


a. Suction Bell
Suction Bell pompa memompa air sampai ke impeller dalam keadaan yang stabil.
Didalamnya terdapat dua plate untuk menghindari terjadinya arus turbulensi,
sehingga dapat meningkatkan efisiensi pompa.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 19 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Gambar 4.3 Suction Bell


b. Impeller Chamber & Impeller
Impeller Chamber atau rumah impeller merupakan tempat berputarnya impeller,
impeller chamber terhubung dengan diffuser menggunakan flange impeller chamber.
Sedangkan impeller berfungsi untuk mentransfer gaya mekanik menjadi gaya
dinamis fluida (liquid's dynamic power).

Gambar 4.4 Impeller


c. Diffuser
Diffuser berfungsi untuk mengubah energi kinetik (gaya dinamis) fluida yang
dihasilkan oleh impeller menjadi energi tekanan, serta mengarahkan aliran fluida
menuju middle connection pipe dan selanjutnya ke discharge elbow. Diffuser juga
membantu mengurangi kehilangan energi sehingga aliran fluida menjadi lebih stabil
dan efisien.

Gambar 4.5 Diffuser


Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 20 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

d. Discharge Elbow
Discharge elbow berfungsi untuk membelokkan arah aliran dari vertikal ke
horizontal dan memberikan dukungan mekanis pada sistem pompa. Terdapat anti
korosi berupa auxiliary electrode dibagian discharge elbow ini yang berguna untuk
mengurangi laju korosi akibat aliran fluida yang bersifat korosif.

Gambar 4.6 Dicsharge Elbow


e. Upper main shaft & Lower main shaft
Upper main shaft merupakan bagian atas pompa yang berfungsi meneruskan putaran
dari motor. Lower main shaft merupakan bagian bawah pompa yang langsung
menggerakkan impeller. Keduanya saling terhubung membentuk satu kesatuan untuk
transmisi daya dari motor menuju impeller.

Gambar 4.7 Upper main shaft & Lower main shaft


f. Motor
Berfungsi sebagai penggerak utama yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik untuk memutar shaft dan impeller, sehingga air pendingin dapat dipompa
secara terus-menerus ke condenser.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 21 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Gambar 4.8 Motor


4.5 Prinsip Kerja Circulation Water Pump
Circulating Water Pump (CWP) berfungsi memompa air pendingin dari basin pada
cooling tower menuju kondensor, lalu mengembalikannya lagi ke cooling tower untuk
didinginkan. Proses ini memastikan kondensor tetap bekerja pada suhu rendah, sehingga
efisiensi turbin uap tetap terjaga.

Cara kerjanya dimulai ketika motor listrik berdaya besar memutar poros pompa
melalui flexible coupling. Putaran poros ini diteruskan hingga ke bagian bawah pompa, di
mana terdapat impeller yang terendam air basin. Impeller tipe axial flow ini mendorong air
ke atas melalui pipa kolom (column pipe). Saat air mencapai bagian atas pompa, aliran
diarahkan oleh discharge elbow dari posisi vertikal menjadi horizontal menuju pipa sistem
pendingin. Dari sini, air mengalir ke kondensor untuk menyerap panas dari uap buangan
turbin. Setelah proses pendinginan selesai, air yang sudah lebih panas dialirkan kembali ke
circulating tower untuk melewati proses pendinginan ulang sebelum masuk ke basin dan
dipompa kembali oleh CWP.
Di PLTGU Indralaya, terdapat tiga unit CWP yang dapat dioperasikan bergantian
atau bersamaan. Pengaturan ini memungkinkan suplai air pendingin tetap stabil, bahkan
jika salah satu pompa menjalani perawatan, proses pembangkitan listrik dapat berjalan
tanpa gangguan.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 22 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

4.6 Pemeliharaan CWP


Pemeliharaan (maintenance) merupakan serangkaian kegiatan terencana maupun tidak
terencana yang dilakukan untuk menjaga dan memulihkan kondisi peralatan agar tetap
berfungsi sesuai spesifikasi kinerja yang diinginkan. Pemeliharaan Circulating Water Pump
(CWP) merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan sistem pendingin pada
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). CWP berfungsi untuk mensirkulasikan
air dari cooling tower menuju kondensor dan kembali lagi ke cooling tower, sehingga
kinerja pompa ini sangat menentukan keberlangsungan operasi pembangkit. Mengingat
perannya yang vital, setiap kegiatan pemeliharaan CWP harus dilakukan secara terencana,
sistematis, dan berkesinambungan agar pompa tetap beroperasi dalam kondisi optimal serta
dapat meminimalisasi potensi terjadinya gangguan yang berakibat pada penurunan efisiensi
maupun penghentian operasi unit pembangkit. Pemeliharaan dilakukan dengan dua
pendekatan utama, yaitu Preventive Maintenance (PM) dan Corrective Maintenance (CM).
4.7 Preventive Maintenance
Untuk Circulation Water Pump (CWP) sendiri menggunakan prefentive maintenance
dilaksanakan oleh tim maintenance dengan metode Major Inspection (MI) yang dilakukan
secara berkala setiap enam bulan sekali agar CWP selalu dalam keadaan yang normal dan
tanpa adanya kegagalan operasi. Berikut work order check list preventive maintenance CWP
yang dilakukan oleh tim maintenance.
1. Bearing
Pemeriksaan kondisi bearing dilakukan untuk memastikan tidak terjadi keausan
berlebih maupun kerusakan akibat vibrasi dan beban operasi. Pelumasan juga dicek
agar sesuai dengan standar, baik dari segi jenis maupun jumlah pelumas. Jika
ditemukan bearing yang aus atau mengalami overheating, dilakukan penggantian
untuk mencegah kerusakan lanjutan pada poros maupun komponen pompa lainnya.
2. Mechanical Seal (packing)
Mechanical seal (packing) diperiksa untuk mendeteksi adanya kebocoran.
Kebocoran yang dibiarkan dapat menurunkan tekanan sistem dan merusak
komponen di sekitar seal akibat masuknya fluida. Jika terdapat indikasi kerusakan,

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 23 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


dilakukan penggantian seal dengan komponen baru agar performa pompa tetap
optimal dan kebocoran dapat dicegah.
3. Shaft & Coupling
Shaft & Coupling diperiksa untuk memastikan agar posisi antara motor dan pompa
tetap sejajar sehingga tingkat getaran tidak meningkat. Selain itu, kondisi fisik shaft
diperiksa untuk mengetahui adanya retakan atau keausan, dan coupling
diperiksa untuk menemukan kerusakan pada komponen penghubung. Tindakan
perbaikan dilakukan dengan alignment ulang menggunakan metode dial indicator
apabila terjadi ketidaksesuaian.
4. Pemeriksaan Alignment Poros
Alignment poros merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin kesejajaran
antara poros motor dan poros pompa. Misalignment dapat menyebabkan getaran
berlebih, mempercepat keausan bearing, bahkan merusak mechanical seal. Oleh
karena itu, pemeriksaan alignment dilakukan dengan menggunakan dial indicator
atau laser alignment tool. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar toleransi,
dan apabila terjadi penyimpangan, maka dilakukan penyesuaian agar poros kembali
sejajar sesuai spesifikasi.
5. Pemeriksaan baut pengikat (Fastener Check)
Baut pengikat harus selalu berada pada tingkat kekencangan yang sesuai standar torsi
agar pompa tidak mengalami getaran berlebih dan tetap stabil saat beroperasi. Dalam
preventive maintenance, baut yang longgar akan dikencangkan kembali, sedangkan
baut yang mengalami deformasi, korosi, atau kerusakan lainnya diganti dengan baut
baru.
6. Pemeriksaan Getaran
Pemeriksaan getaran dilakukan untuk mendeteksi dini adanya masalah pada pompa.
Getaran diukur dengan vibration analyzer, kemudian hasilnya dibandingkan dengan
standar ISO 10816. Apabila nilai getaran melebihi batas normal, maka hal ini
menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan, misalignment, atau keausan komponen
internal yang perlu segera ditindaklanjuti.
7. Pemeriksaan sistem pelumasan

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 24 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Sistem pelumasan sangat berpengaruh terhadap kinerja pompa. Pelumasan dan
Pemeriksaan Bearing Level oli pada oil gauge diperiksa untuk memastikan berada di
batas aman. Jika level rendah atau kualitas oli menurun (terkontaminasi atau berubah
warna), dilakukan pengisian atau penggantian dengan oli ISO VG32. Proses
pelumasan harus memastikan seluruh bearing mendapat distribusi pelumas yang
merata
8. Evaluasi
Setelah seluruh tahapan preventive maintenance dilaksanakan, dilakukan evaluasi
sebagai tahap akhir. Evaluasi ini meliputi pendokumentasian hasil pemeriksaan,
perbandingan kondisi aktual dengan standar operasional pabrikan, serta penyusunan
rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan permasalahan. Evaluasi yang baik akan
menjadi dasar untuk menentukan tindakan corrective maintenance dan perencanaan
preventive maintenance berikutnya.
4.8 Corrective Maintenance
Corrective Maintenance (CM) pada Circulating Water Pump (CWP) di PLTGU
Indralaya merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan ketika pompa menunjukkan
tanda-tanda kerusakan atau penurunan kinerja yang signifikan. Tujuan CM adalah
mengembalikan fungsi pompa ke kondisi operasi normal dengan mengikuti standar prosedur
pabrikan dan pedoman kerja internal. Proses ini memerlukan keterampilan teknis, ketelitian
dalam pemeriksaan, serta dokumentasi yang baik untuk mencegah terjadinya kerusakan
berulang.
Pelaksanaan CM diawali dengan tahap persiapan, yang mencakup penerbitan izin
kerja, penghentian operasi pompa yang bermasalah, serta isolasi aliran air pendingin untuk
menghindari risiko kecelakaan kerja. Setelah aliran air dikosongkan melalui drain valve,
teknisi menyiapkan peralatan seperti kunci torsi, alignment tool, vibration meter,
thermometer, dan alat pengangkat untuk komponen yang berat.
Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengidentifikasi sumber kerusakan berdasarkan
gejala yang muncul saat pompa beroperasi. Langkah ini penting untuk menentukan tindakan
perbaikan yang tepat serta mencegah kesalahan diagnosa. Beberapa kasus kerusakan yang
umum terjadi pada CWP di PLTGU Indralaya antara lain:

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 25 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


1. Kebocoran pada Mechanical seal (Packing)
Kebocoran biasanya ditandai dengan adanya tetesan air di sekitar rumah pompa.
Kondisi ini sering disebabkan oleh keausan seal, pemasangan yang tidak presisi, atau
adanya getaran berlebih yang merusak komponen.
1. Misalignment Poros (Shaft Misalignment)
Ketidaksejajaran antara poros motor dan poros pompa menimbulkan getaran tinggi,
keausan bearing yang cepat, hingga kerusakan pada coupling. Kondisi ini dapat
terdeteksi melalui pengukuran getaran maupun pemeriksaan alignment.
2. Keausan impeller
Impeller yang aus menyebabkan efisiensi hidrolis pompa menurun, sehingga kapasitas
aliran dan tekanan keluaran berkurang. Keausan biasanya terjadi akibat gesekan partikel
padat yang terbawa air pendingin atau karena korosi. Dalam kondisi parah, impeller
perlu diperbaiki melalui proses balancing atau diganti dengan yang baru agar performa
pompa kembali normal.
Setelah proses diagnosis awal selesai, teknisi melanjutkan ke tahap pembongkaran
pompa. Setiap komponen yang dilepas diberi penanda posisi untuk memudahkan proses
perakitan kembali dengan presisi. Bagian-bagian kecil seperti baut, ring, dan seal
ditempatkan pada wadah khusus yang telah diberi label agar tidak tercampur atau hilang.
Pada kasus kebocoran, dilakukan pembongkaran seal atau mechanical seal. Jika ditemukan
gejala getaran berlebih, kopling dilepas untuk kemudian dilakukan pemeriksaan pada
bearing. Sementara itu, pada kasus keausan impeller, casing pompa dibuka terlebih dahulu
sebelum impeller dilepas untuk dianalisis kondisinya.
Kemudian dilakukan tindakan perbaikan untuk kerusakan yang terjadi, yang
disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan jenis kerusakan yang teridentifikasi. Beberapa
tindakan perbaikan yang umum dilakukan pada Circulating Water Pump (CWP) di PLTGU
Indralaya antara lain :
1. Pergantian Mechanical seal (packing)
Pada kasus kebocoran, mechanical seal yang aus atau rusak diganti dengan komponen
baru sesuai spesifikasi pabrikan. Pemasangan dilakukan dengan presisi untuk
memastikan tidak terjadi kebocoran ulang saat pompa beroperasi.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 26 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK


2. Realignment Poros dan Kopling
Pada kasus getaran berlebih akibat misalignment, dilakukan penyelarasan ulang
(realignment) antara poros pompa dan motor penggerak menggunakan dial indicator.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi getaran, menurunkan beban kerja bearing, serta
memperpanjang umur seal.
3. Perbaikan impeller
Jika impeller mengalami keausan ringan, dilakukan perbaikan dengan proses balancing
untuk mengembalikan keseimbangannya. Namun, apabila tingkat keausan sudah parah
atau terjadi kerusakan struktural, impeller diganti dengan yang baru agar performa
hidrolis pompa kembali optimal.
Setelah proses perbaikan selesai, pompa dirakit kembali dengan mengikuti urutan
seperti saat pembongkaran. Seluruh sambungan dikencangkan menggunakan kunci torsi
sesuai spesifikasi pabrik, sedangkan pelumasan bearing diisi hingga mencapai level yang
dianjurkan. Tahap berikutnya adalah pengujian pasca-perbaikan (commissioning), yang
mencakup pengukuran ulang tingkat getaran, pemantauan suhu pada bearing, serta
pemeriksaan potensi kebocoran pada area seal maupun sambungan pipa. Hasil pengujian ini
digunakan sebagai acuan untuk memastikan bahwa kondisi operasi pompa telah kembali
normal dan layak dioperasikan secara berkelanjutan.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 27 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan kerja praktek yang telah dilakukan di PLN Indonesia Power UBP
Keramasan UP Indralaya, khususnya pada pemeliharaan Circulating Water Pump (CWP) di
PLTGU Indralaya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Circulating Water Pump (CWP) memiliki peran vital dalam sistem pendingin
PLTGU, yaitu mensirkulasikan air pendingin dari cooling tower menuju kondensor.
Keandalan CWP sangat menentukan kelancaran proses konversi energi sehingga
ketersediaannya harus selalu terjaga.
2. Preventive Maintenance (PM) terbukti penting untuk menjaga performa CWP.
Melalui PM yang terjadwal, kondisi bearing, mechanical seal, shaft, coupling,
alignment poros, baut pengikat, getaran, dan sistem pelumasan dapat diperiksa
secara berkala sehingga potensi kerusakan dapat diminimalkan.
1. Corrective Maintenance (CM) diperlukan saat terjadi kerusakan yang tidak dapat
dicegah dengan PM, seperti kebocoran pada seal, kerusakan bearing, misalignment
poros, keausan impeller, maupun kebocoran pada sambungan pipa.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil kerja praktek dan analisis yang telah dilakukan, beberapa saran
yang dapat diberikan terkait pemeliharaan Circulating Water Pump (CWP) di PLTGU
Indralaya adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan Preventive Maintenance (PM). Jadwal
PM sebaiknya dijalankan secara konsisten agar potensi kerusakan dapat dideteksi
sejak dini dan tidak berkembang menjadi kerusakan besar yang memerlukan
Corrective Maintenance (CM).
2. Menerapkan analisis akar penyebab kerusakan (Root Cause Analysis). Setiap kali
terjadi CM besar, analisis akar masalah perlu dilakukan untuk mencegah
kerusakan serupa terulang di masa depan.
Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 28 dari 37
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Jalan Raya Palembang – Prabumulih KM. 32 Indralaya – OI Telp/Fax 0711 580272

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR PUSTAKA
Galih Satrio Nugroho. (2014), Pemeliharaan Circulation Water Pump (CWP) pada PLTU
1 Jawa Tengah Rembang
PT. Pembangkitan Jawa Bali UBJ O&M Rembang. (2024) , Standard Operation
Procedure (SOP) Circulating Water Pump.
PT. PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Indralaya
Rafi Prasetiyo, Putra Bismantolo, Agus Suandi. (2021), Maintenance on the Combustion
Section Gas Turbine of Unit 2 Gas & Steam Power Plant PLTGU
Wahyudhi Alfitrah , Jufrizel , Dian Musrsyitah , Aulia Ullah. (2025), Reliability Analysis
of the Circulating Water Pump Instrumentation System Using the FMEA Method at

PT PLN Nusantara Power UP Tenayan.

Halaman:
Jurusan Teknik Mesin, UNSRI 29 dari 37

Anda mungkin juga menyukai