0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Uji Sondir untuk Pondasi Pabrik Bogor

Hh

Diunggah oleh

bxq289p66x
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Uji Sondir untuk Pondasi Pabrik Bogor

Hh

Diunggah oleh

bxq289p66x
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JITES Vol. 4 No.

1 (2023)

Jurnal Informasi, Teknologi,


Engineering, dan Sains
[Link]

PENYELIDIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE UJI SONDIR


UNTUK PERENCANAAN EKSPANSI PABRIK DI CITEUREUP BOGOR

Januari Yanto, Muhammad Nur Ikhsan*, Raka Surya Pradana, Endah Purnamasari
Teknik Sipil, Universitas Tangerang Raya, Tangerang, Indonesia

Sejarah Artikel: Abstrak: Cone Penetration Test (CPT) atau sondir adalah metode yang dirancang untuk
Diterima Agustus 2024 mengetahui dan menguji kekuatan lapisan tanah. Uji sondir ini dilakukan di Kecamatan Citeureup,
Disetujui Agustus 2024 Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk mengetahui daya dukung dan menentukan jenis pondasi yang
Dipublikasi September sesuai dengan lokasi penelitian. Metode penyelidikan tanah dilakukan dengan cara percobaan
2024
lapangan langsung dengan menggunakan alat sondir. Data sekunder diambil dari sejumlah
dokumen penelitian. Data primer diperoleh dari hasil uji sondir di tujuh titik lokasi yang telah
Kata Kunci:
ditentukan. Analisis data menggunakan dua parameter pada setiap kedalaman yaitu Nilai
Daya Dukung Tanah, Jenis
Perlawanan Konus (qc) dalam satuan kg/cm2, nilai geseran total (Tf) dalam satuan kg/cm. Kedua
Pondasi, Tes Sondir,
parameter diatas dicatat pada setiap titik uji untuk setiap interval 20 cm dan berhenti setelah
Investigas Tanah
mendapatkan nilai qc ≈ 250 kg/cm2. Pada titik 1 berhenti di kedalaman –3.00 m dengan nilai Tf
adalah 201.33 kg/cm. Pada titik 2 berhenti di kedalaman –5.20 m dengan nilai Tf adalah 333,33
kg/cm. Pada titik 3 berhenti di kedalaman –3.60 m dengan nilai Tf adalah 242,67 kg/cm.
Berdasarkan hasil sondir diatas, maka jenis pondasi yang cocok untuk kondisi tanah di Citeureup
adalah tiang pancang dan pondasi tiang strauss atau sumuran.

Abstract: Cone Penetration Test (CPT) or sondir is a method designed to determine and test the
strength of soil layers. This sondir test was conducted in Citeureup District, Bogor Regency, West Java
to determine the bearing capacity and determine the type of foundation that is suitable for the research
location. The soil investigation method was carried out by means of direct field experiments using sondir
tools. Secondary data were taken from a number of research documents. Primary data were obtained
from sondir test results at seven predetermined locations. Data analysis used two parameters at each
depth, namely the Conus Resistance Value (qc) in kg/cm2, the total shear value (Tf) in kg/cm. Both
parameters above were recorded at each test point for every 20 cm interval and stopped after obtaining
a qc value of ≈ 250 kg/cm2. Point 1 stopped at a depth of -3.00 m with a Tf value of 201.33 kg/cm.
At point 2 stop at a depth of -5.20 m with a Tf value of 333.33 kg/cm. At point 3 stop at a depth of -
3.60 m with a Tf value of 242.67 kg/cm. At point 6 stop at a depth of -5.80 m with a Tf value of 418.67
kg/cm. At point 7 it stops at a depth of -4.00 m with a Tf value of 281.33 kg/cm. Based on the sondir
results above, the types of foundations suitable for soil conditions in Citeureup are piles and strauss pile
foundations or pits.
Keywords: Soil Supportability, Foundation Type, Sondir Test, Soil Investigation

*e-mail: nurikhsan053@[Link] © 2024 Universitas Tangerang Raya


E-ISSN: 2985-5403

60
PENDAHULUAN

Pada konstruksi bangunan gedung pondasi merupakan hal yang pertama yang harus ada sebelum
elemen lain terbentuk. Ketahanan bangunan juga tergantung pada pondasinya karena salah satu
fungsinya adalah untuk meneruskan beban dari struktur atas menuju ke bagian tanah dasar pondasi.
Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu pondasi
(Mahmudi, 2023).
Penyelidikan tanah (soil investigation) merupakan langkah paling awal dalam suatu kegiatan
proyek, yang berkaitan dengan perencanaan suatu pondasi (struktur bawah). Kegiatan ini diharapkan
memberikan informasi tentang kondisi tanah, jenis tanah, muka air tanah, lapisan struktur tanah dan sifat-
sifat tanah untuk perencanaan pondasi (Bela and Sianto, 2022).
Kondisi tanah, pengaruh beban di atasnya, pengaruh beban sekitar merupakan faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi jenis pondasi yang cocok untuk mendirikan sebuah bangunan agar tidak terjadi
kegagalan konstruksi. Oleh sebab itu Analisis daya dukung tanah penting dipersiapkan dalam penentuan
jenis pondasi yang akan digunakan dalam pembangunan fisik infrastruktur (Asnur and Fardela, 2022).
Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan Pabrik yang berlokasi di Citereup, Jawa Barat
adalah sangat penting untuk mengetahui profil dan karakteristik tanah pada lokasi dimana bangunan
tersebut akan didirikan. Karena itu, perlu untuk melakukan penyelidikan tanah sebagai bagian dari
perhitungan struktur secara keseluruhan (Maulana, 2023).

METODE PENELITIAN

2.1 Survey Lapangan


Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang dilakukan
secara sistematis dengan mengangkat data yang ada di lapangan (Ridhayani and Saputra, 2021). Metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif, karena data
diperoleh menggunakan alat sondir berkapasitas 2,5ton untuk mencari kedalaman tanah tertentu hingga
nilai qc ≈ 250 kg/cm2.
2.2 Uji Sondir
Ada beberapa cara untuk menentukan daya dukung tanah, salah satu diantaranya adalah untuk
melakuan pengetesan dengan alat sondir, terhadap tanah dimana bangunan akan didirikan. Alat sondir
atau yang dikenal dengan dengan nama Dutch Cone Penetration, terdiri dari serangkaian alat dengan
bagian pokok yang disebut bikonus yang dapat bekerja ganda (Ukiman et al., 2017).
Sondir adalah suatu jenis pengujian lapangan yang digunakan untuk memperoleh data
tanah sesuai dengan kedalamannya. Dengan uji sondir secara teknis profil tanah dapat diperoleh secara
kontinyu, mudah dan ekonomis. Data tanah yang diperoleh secara langsung adalah besarnya tahanan
ujung konus dan jumlah hambatan pelekat sepanjang kedalaman tersebut. Sedangkan dari interprestasi
lainnya dapat diperoleh gambaran mengenai jenis lapisan tanah dan korelasi kuat geser undrained dengan
tahanan ujung (Tjahyati, 2018).
Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh praktisi dan pakar
geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan tanah
terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diidentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan
tahanan ujung dan gesekan selimutnya. Besaran penting yang diukur pada uji sondir adalah perlawanan
ujung yang diambil sebagai gaya penetrasi persatuan luas ujung sondir (qc). Besarnya gaya ini seringkali
menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan ujung lebih
besar daripada tanah butiran halus (Wibowo, 2013).

61
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

2.3 Kapasitas Daya Dukung Pondasi


Diantara perbedaan tes dilapangan, sondir atau cone penetration test (CPT) seringkali sangat
dipertimbangkan berperanan dari geoteknik. CPT atau sondir ini tesyang sangat cepat, sederhana,
ekonomis dan tes tersebut dapat dipercaya dilapangan dengan pengukuran terus-menerus dari
permukaan tanah-tanah dasar. CPT atau sondir ini dapat juga mengklasifikasi lapisan tanah dan dapat
memperkirakan kekuatan dankarakteristik dari tanah. Didalam perencanaan pondasi tiang pancang (pile),
data tanah geser sangat diperlukan dalam merencanakan kapasitas daya dukung (bearing capacity) dari
tiang pancang sebelum pembangunan dimulai, guna menentukan kapasitas ultimit dari tiang pancang
(Husnah, 2015). Persamaan yang dipergunakan dalam perhitungan kapasitas daya dukung tekan pondasi
dalam untuk tiang pancang adalah sebagai berikut:
𝑄𝑝 𝑄𝑠
𝑄𝑎𝑙𝑙 = +
𝐹𝐾𝑝 𝐹𝐾𝑠
𝑄𝑝 = 𝑞𝑝 𝐴𝑝
𝑄𝑠 = 𝑞𝑠 𝑃∆𝐻
Dimana :
Qall = Daya dukung ijin
Qp = Daya dukung ujung tiang
Qs = Daya dukung selimut tiang
FKp, FKs = Faktor keamanan ujung dan selimut tiang
qp = Unit daya dukung ujung tiang
Ap = Luas penampang tiang
qs = Unit daya dukung selimut tiang
P = Peripheri
∆H = Panjang tiang
Pada perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang, untuk perhitungan daya dukung ujung
diambil dari rata-rata nilai SPT yang dihitung dari ujung tiang sampai kedalaman 4 kali diameter. Untuk
tanah non-kohesif, nilai unit daya dukung selimut dan ujung tiang didapat dari kurva hubungan panjang
pembenaman, diameter tiang, serta sudut geser tanah seperti yang diusulkan Coyle & Costello (Triastuti
and Indriasari, 2019). Untuk tanah kohesif, nilai unit daya dukung ujung tiang (qp) dan daya dukung
selimut (qs) didapat sebagai berikut:
𝐷
𝐷
𝑞𝑝 = 𝐵
× 9𝐶𝑢 untuk 𝐵 < 4
4
𝐷
𝑞𝑝 = 9𝐶𝑢 untuk 𝐵 > 4
𝑞𝑠 = 𝛼𝐶𝑢
Dimana :
Cu = Kuat geser tanah undrained
D= Diameter tiang
B = Panjang tiang
α = Faktor adhesi

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Survey Lapangan

62
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

Survey lapangan dilakukan untuk menentukan titik lokasi sondir, yaitu di Kecamatan Citeureup,
Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peta titik lokasi sondir tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 dengan titik
koordinatnya seperti yang ditunjukan pada Tabel 1.

Tabel 1. Koordinat titik sondir


Koordinat
No
S E
1 6° 30' 5.799" 106° 53' 10.201"
2 6° 30' 8.817" 106° 53' 7.706"
3 6° 30' 5.218" 106° 53' 3.399"

Gambar 1. Peta lokasi titik sondir

3.2 Uji Sondir


a. Titik Uji Sondir ke-1
Penyelidikan Sondir pada titik 1 diukur dari elevasi ±0.00 (muka tanah setempat) perlawanan konus (qc)
≈ 250 kg/cm2 didapat pada posisi kedalaman –3.00 m dengan nilai geseran total (Tf) adalah 201,33 kg/cm.
Data sondir hasil penyelidikan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Data hasil analisa uji sondir titik 1


Depth Manometer Reading Total Cum. Local Friction
(m) Cone Total Friction Friction Ratio
(kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm’) (kg/cm2) (%)
0,00
0,20 23 29 8,00 0,40 1,74
0,40 30 44 26,67 0,93 3,11
0,60 20 25 33,33 0,33 1,67
0,80 30 45 53,33 1,00 3,33
1,00 24 36 69,33 0,80 3,33
1,20 29 40 84,00 0,73 2,53
1,40 15 25 97,33 0,67 4,44
1,60 17 30 114,67 0,87 5,10
1,80 12 19 124,00 0,47 3,89
2,00 14 21 133,33 0,47 3,33
2,20 16 25 145,33 0,60 3,75
2,40 25 40 165,33 1,00 4,00

63
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

2,60 30 43 182,67 0,87 2,89


2,80 21 35 201,33 0,93 4,44
3,00 250

Grafik hasil analisis uji sondir titik 1 dapat dilihat pada Gambar 2 berikut :
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 2 4 6 8 10
0 0

-1 -1
Depth (m)

Depth (m)
-2 -2

-3 -3

-4 -4

qc (kg/cm2) TCF/10 (kg/cm') Friction Ratio (%)

(a) (b)

Gambar 2. (a) Grafik Hubungan depth terhadap qc, dan depth terhadap TCF.
(b) Grafik Hubungan depth terhadap Fr

b. Titik Uji Sondir ke-2


Penyelidikan Sondir pada titik 2 diukur dari elevasi ±0.00 (muka tanah setempat) perlawanan konus (qc)
≈ 250 kg/cm2 didapat pada posisi kedalaman –5.20 m dengan nilai geseran total (Tf) adalah 333,33 kg/cm.
Data sondir hasil penyelidikan dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Data hasil analisa uji sondir titik 2


Depth Manometer Reading Total Cum. Local Friction
(m) Cone Total Friction Friction Ratio
(kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm’) (kg/cm2) (%)
0,00
0,20 9 14 6,67 0,33 3,70
0,40 11 16 13,33 0,33 3,03
0,60 20 25 20,00 0,33 1,67
0,80 14 26 36,00 0,80 5,71
1,00 9 22 53,33 0,87 9,63
1,20 3 8 60,00 0,33 11,11
1,40 4 10 68,00 0,40 10,00
1,60 2 6 73,33 0,27 13,33
1,80 25 38 90,67 0,87 3,47
2,00 30 40 104,00 0,67 2,22
2,20 5 15 117,33 0,67 13,33
2,40 7 16 129,33 0,60 8,57
2,60 8 17 141,33 0,60 7,50
2,80 7 16 153,33 0,60 8,57
3,00 10 18 164,00 0,53 5,33
3,20 11 19 174,67 0.53 4,85
3,40 10 21 189,33 0,73 7,33
3,60 13 23 202,67 0,67 5,13
3,80 12 22 216,00 0,67 5,56
64
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

4,00 13 25 232,00 0,80 6,15


4,20 14 27 249,33 0,87 6,19
4,40 15 26 264,00 0,73 4,89
4,60 21 33 280,00 0,80 3,81
4,80 22 37 300,00 1,00 4,55
5,00 30 55 333,33 1,67 5,56
5,20 250

Grafik hasil analisis uji sondir titik 2 dapat dilihat pada Gambar 3 berikut :
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 2 4 6 8 10 12 14
0 0

-1 -1

-2 -2

Depth (m)
Depth (m)

-3 -3

-4 -4

-5 -5

-6 -6

qc (kg/cm2) TCF/10 (kg/cm') Friction Ratio (%)

(a) (b)

Gambar 3. (a) Grafik Hubungan depth terhadap qc, dan depth terhadap TCF.
(b) Grafik Hubungan depth terhadap Fr

c. Titik Uji Sondir ke-3


Penyelidikan Sondir pada titik 3 diukur dari elevasi ±0.00 (muka tanah setempat) perlawanan konus (qc)
≈ 250 kg/cm2 didapat pada posisi kedalaman –3.60 m dengan nilai geseran total (Tf) adalah 242,67 kg/cm.
Data sondir hasil penyelidikan dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Data hasil analisa uji sondir titik 3


Depth Manometer Reading Total Cum. Local Friction
(m) Cone Total Friction Friction Ratio
(kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm’) (kg/cm2) (%)
0,0
0,2
0,4
0,6
0,8 21 38 22,67 1,13 5,40
1,0 11 29 46,67 1,20 10,91
1,2 9 23 65,33 0,93 10,37
1,4 10 20 78,67 0,67 6,67
1,6 12 22 92,00 0,67 5,56
1,8 13 26 109,33 0,87 6,67
2,0 12 24 125,33 0,80 6,67
2,2 10 22 141,33 0,80 8,00
2,4 12 25 158,67 0,87 7,22
2,6 16 31 178,67 1,00 6,25
2,8 24 36 194,67 0,80 3,33
3,0 11 29 218,67 1,20 10,91
3,2 9 18 230,67 0.60 6,67
65
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

3,4 8 17 242,67 0,60 7,50


3,6 250

Grafik hasil analisis uji sondir titik 3 dapat dilihat pada Gambar 3 berikut :
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 2 4 6 8 10 12 14
0 0

-1 -1

Depth (m)
Depth (m)

-2 -2

-3 -3

-4 -4

qc (kg/cm2) TCF/10 (kg/cm') Friction Ratio (%)

(a) (b)

Gambar 4. (a) Grafik Hubungan depth terhadap qc, dan depth terhadap TCF.
(b) Grafik Hubungan depth terhadap Fr

3.3 Kapasitas Daya Dukung Pondasi


Untuk bangunan Pabrik yang akan dibangun, disarankan menggunakan pondasi dalam sebagai
substruktur. Untuk beban yang relatif ringan, maka pondasi dalam yang disarankan adalah pondasi tiang
pancang atau pondasi strauss maupun sumuran (Maulana, 2023).
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan daya dukung tiang pancang adalah :
- Pondasi tiang pancang diletakkan pada kedalaman 3.0 – 6.0 m.
- Asumsi pilecap diletakkan di kedalaman 1.0 m di bawah permukaan tanah eksisting.
- Faktor keamanan kapasitas ujung dan selimut tiang tiang pancang diambil sebesar 2.5.
- Faktor keamanan untuk kapasitas dukung tarik sebesar 3.0.

Tabel 5. Perkiraan Daya Dukung Pondasi Dalam – Tiang Pancang


Tipe Pondasi Panjang Tiang Panjang Efektif Qult Qult Qall Qall
(cm) (m) (m) Ujung Selimut Tekan Tarik
(ton) (ton) (ton) (ton)
Tiang Pancang
25 × 25 3,0 – 6,0 2,0 – 5,0 61 13 30 3
30 × 30 3,0 – 6,0 2,0 – 5,0 88 15 41 4
35 × 35 3,0 – 6,0 2,0 – 5,0 112 18 52 4
⌀ 30 3,0 – 6,0 2,0 – 5,0 69 12 32 3
⌀ 40 3,0 – 6,0 2,0 – 5,0 105 16 49 3

Asumsi yang digunakan dalam perhitungan daya dukung tiang strauss dan sumuran adalah :
- Pondasi tiang strauss atau sumuran diletakkan pada kedalaman 6.0 m.
- Asumsi pilecap diletakkan di kedalaman 1.0 m di bawah permukaan tanah eksisting.
- Untuk pondasi tiang strauss atau sumuran factor keamanan kapasitas ujung diambil sebesar
4.0 dan selimut tiang diambil sebesar 3.0.
- Faktor keamanan untuk kapasitas dukung tarik sebesar 3.0.

66
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

Tabel 6. Perkiraan Daya Dukung Pondasi Dalam – Tiang Strauss dan Sumuran
Tipe Pondasi Panjang Tiang Panjang Efektif Qult Qult Qall Qall
(cm) (m) (m) Ujung Selimut Tekan Tarik
(ton) (ton) (ton) (ton)
Tiang Strauss
⌀ 40 6,0 5,0 36 17 15 4
⌀ 50 6,0 5,0 57 22 22 5
⌀ 60 6,0 5,0 75 26 27 6
Tiang Sumuran
⌀ 80 6,0 5,0 124 34 42 8

SIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian sondir, secara umum dari permukaan hingga kedalaman sekitar 3.0–
5.5 m dijumpai nilai qc sondir berkisar antara 5–25 kg/cm2. Namun, dijumpai beberapa nilai qc mencapai
45 kg/cm2 di berbagai kedalaman. Selanjutnya, pada setiap sondir nilai qc meningkat secara signifikan
karena telah mencapai kapasitas maksimum alatnya (qc > 250 kg/cm2). Untuk bangunan Pabrik yang akan
dibangun, disarankan menggunakan pondasi dalam sebagai substruktur. Pondasi dalam yang disarankan
adalah pondasi tiang pancang dan pondasi tiang strauss atau sumuran.

Saran

Berdasarkan hasil pengujian sondir yang terhenti pada kedalaman bervariasi, ada kemungkinan
penetrasi tiang pancang dapat berbeda–beda tergantung pada keberadaan lapisan pendukung. Sangat
disarankan untuk menghitung settlement dan differential settlement yang mungkin terjadi baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Asnur, H., Fardela, R., 2022. Soil Investigation Berdasarkan Uji Sondir di Kecamatan Harau Kabupaten
Lima Puluh Kota. Rang Teknik Journal 5, 69–76.
Bela, K.R., Sianto, P., 2022. Penyelidikan Tanah Menggunakan Metode Uji Sondir. Eternitas Jurnal Teknik
Sipil 2, 50–58.
Husnah, H., 2015. Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Pondasi
Tissue block 5 & 6. Siklus Jurnal Teknik Sipil 1, 15–25.
Mahmudi, A., 2023. Analisis Hasil Pengujian Sondir Untuk Mengetahui Kapasitas Dukung Dan Penurunan
Pondasi Tiang Pancang Dan Bore Pile Terhadap Variasi Dimensi Di Lokasi Ubhara Surabaya.
Jurnal Inter Tech 1, 43–51.
Maulana, Y., 2023. Hasil Penyelidikan Tanah Pabrik Citeureup Jawa Barat. PT. Testana Indoteknika,
Jakarta.
Ridhayani, I., Saputra, I., 2021. Studi Analisis Daya Dukung Tanah Berdasarkan Data Sondir Di Kampus
Padhang-Padhang Universitas Sulawesi Barat. Bandar Journal of Civil Engineering 3, 37–42.
Tjahyati, H., 2018. Penggunaan Hasil Sondir untuk Interpretasi Parameter Tanah dan Perencanaan
Pondasi. Jurnal Jalan Jembatan 35, 31–35.
Triastuti, N.S., Indriasari, I., 2019. Analisis Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Hasil Perhitungan dan
Loading Test. Indonesian Journal of Construction Engineering and Sustainable Development 2,
48–53.
Ukiman, U., Utomo, S., Yusetyowati, Y., 2017. Alat Uji Sondir. Bangun Rekaprima 3, 57–63.
67
J urnal I nf o rm asi , Tekno l o gi , E ngin ee ring, d an Sa ins
Vo l . 3 N o . 1 ( 2023 )

Wibowo, H.T., 2013. Analisis Hasil Pengujian Sondir Untuk Mengetahui Peningkatan Kekuatan Tanah
Sangat Lunak Di Lokasi Gate House Dalam Pekerjaan “Grouting At Semarang Pumping Station &
Retarding Pond. Geological Engineering E-Journal 5, 362–368.

68

Anda mungkin juga menyukai