Analisis Pendidikan di MTs Al Bidayah
Analisis Pendidikan di MTs Al Bidayah
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1
Nasional Pendidikan. Pasal 1 ayat 16 berbunyi kurikulum adalah
separangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Pada ayat 20 berbunyi, kurikulum tingkat satuan
pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
2
sekarang. Sadar akan kalimat bijak tersebut dan rasa tanggung jawab
yang besar dalam membantu upaya pemerintah mewujudkan tujuan
Pendidikan Nasional dan meningkatkan mutu layanan madrasah, maka
MTs Al Bidayah senantiasa mengemas kembali KTSP agar segala
potensi yang dimiliki dapat teroptimalkan, senantiasa melakukan inovasi
sehubungan perubahan zaman guna mempersiapkan siswa didiknya
menempuh pendidikan lebih tinggi, membekali untuk hidup di masa
depan.
Pada Tahun Pelajaran 2023/2024 sesuai dengan kebijakan
Kementerian Agama, MTs Al Bidayah memberlakukan Kurikulum 2013
untuk kelas VIII dan IX dan Kurikulum Merdeka untuk kelas VII. Kurikulum
Operasional Madrasah sebagai pedoman pelaksanaan Kurikulum
Merdeka disusun secara terpisah dari Dokumen 1 KTSP.
Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di MTs Al
Bidayah, baik yang bersumber dari dalam (internal) dan dari luar
(eksternal). Pada bagian ini akan dibahas kondisi internal madrasah yang
menjadi kekuatan dan kelemahan, dan kondisi eksternal madrasah yang
merupakan peluang dan tantangan.
3
tingkat KKM. Kelulusan dan kenaikan kelas, prosentase kelulusan
kelas 9 sebesar 100%, dengan jumlah melanjutkan ke sekolah negeri
sebesar 5%. Prosentase kenaikan kelas sebesar 100%
b. Standar Isi
Dokumen 1 (KTSP) 90% telah disusun sesuai dengan SNP. Dokumen
2 (Silabus Pembelajaran) dan Dokumen 3 (RPP) sesuai 90% dengan
SNP dan perlu pengembangan lebih lanjut.
c. Standar Proses
PBM. Buku kerja 1 dan 2 90% dimiliki guru mapel, pemanfaatan
media pembelajaran, penerapan pendekatan dan metode
pembelajaran dan pembelajaran diluar kelas oleh guru mapel masih
perlu ditingkatkan. Sumber Belajar. Kepemilikan sumber belajar guru
mapel 100% sedangkan sumber belajar siswa 1:4. Pelaksanan
Penilaian Pembelajaran. Penyusunan instrumen penilaian oleh guru
mapel baru mencapai 80%. Supervisi. Kegiatan supervisi oleh kepala
madrasah telah dilaksanakan, namun perlu peningkatan dalam hal
tindak lanjut.
d. Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kepala Madrasah. Pendidikan S1, memiliki sertifikat pendidikan dan
sertifikat kepala madrasah. Tenaga pendidik. Pendidikan 100% S1,
bersertifikat pendidik 70%, ketersediaan guru mapel 70%. Tenaga
kependidikan; Tenaga kependidikan masih merangkap sebagai
tenaga pendidik. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
belum dilaksanakan secara optimal baik tenaga pendidik maupun
tenaga kependidikan.
e. Standar Sarana Prasarana
Ruang kelas yang memadai berjumlah 15 ruang, Dua ruang Lab.
Komputer dengan 60 komputer client, Jaringan internet, ruang guru
yang dilengkapi jaringan LAN, ruang kepala dan ruang TU yang cukup
memadai, ruang ibadah yang memadai, lapangan olah raga yang
mamadai. Sarana prasarana yang masih perlu peningkatan dan
4
pengembangan diantaranya; Ruang perpustakaan, ruang unit
kegiatan siswa, dan ruang BP/BK; Toilet bersih untuk peserta didik
dan tenaga pendidik/tenaga kependidikan; Ruang UKS.
f. Standar Pengelolaan
Dokumen pengelolaan madrasah; RKJM, RKT, RKAM, PSB,
pedoman kurikulum, pedoman pembinaan kesiswaan, dokumen
penugasan tenaga pendidik, dokumen administrasi sekolah lainya
90% tersedia. Struktur organisasi dan mekanisme kerja 90% tersedia.
Supervisi, monitoring, dan evaluasi; Instrumen, pelaporan,
pendokumentasian, dan tindak lanjut 80% telah dilaksanakan.
Kemitraan dan peran serta masyarakat; kerjasama yayasan,
madrasah, komite madrasah dan orang tua siswa telah terjalin dengan
baik, perlu peningkatan kerjasama dengan lembaga terkait lainnya.
g. Standar Pembiayaan
Sumber pembiayaan bersumber dari Dana BOS dan Komite
Madrasah sudah dialokasikan ke dalam 8 SNP. Penggunaan,
pelaporan, dan dokumen pendukung pelaporan 100% telah sesuai
dengan juklak dan juknis.
h. Standar Penilaian
Penilaian harian telah dilaksanakan oleh seluruh guru mapel,
penilaian tengah semester, penilaian akhir semester dan akhir tahun,
ujian madrasah dilaksanakan sesuai kalender akademik, instrumen
penilaian oleh guru mapel baru mencapai 90%.
a. Kondisi geografis
5
Letak madrasah strategis berada pada jalur utama kendaraan
umum yang mudah diakses, dari sebelah Utara daerah Cicekek,
Cimareme, Cimerang, Padalarang, Cipeundeuy dan dari sebelah
Selatan Daerah Batujajar, Galanggang, Cihampelas, Selacau
dihubungkan oleh angkutan umum Cililin-Cimahi. Dari arah Timur
daerah Ciseupan, Cibeber, Padakasih dan Leuwigajah
dihubungkan oleh angkutan umum Cangkorah-Batujajar. Letak
strategis tersebut merupak peluang besar yang harus
dimanfaatkan secara optimal; Letak madrasah berada di kaki
Gunung Padakasih yang merupakan pusat industri galian tambang
C (batu belah) dan berada di kawasan industri yang berpengaruh
terhadap kualitas lingkungan terutama masalah pencemaran
udara dan rawan kemacetan. Kondisi lingkungan menjadi
tantangan bagi madrasah dalam menciptakan lingkungan
madrasah yang bersih dan sehat.
b. Kondisi sosiologis
Letak madrasah di kawasan industri menimbulkan tantangan
tersendiri bagi madrasah. Perubahan kawasan dari agraris ke
kawasan industri sangat berpengaruh terhadap keadaan sosial
kemasyarakatan penduduknya. Perubahan gaya hidup dan
timbulnya permasalahan sosial; pengangguran, penyalahgunaan
obat- obatan, narkoba, premanisme, dan pergaulan bebas. Kondisi
tersebut menjadi tantangan dan sangat berpengaruh terhadap
kebijakan-kebijakan madrasah. Kawasan industri menyebabkan
timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, disisi
lain masyarakat sadar akan pengaruh negatif yang timbul dari
kawasan industri maka perlu adanya pendidikan yang memberikan
penguasaan kompetensi kepada peserta didik yang diperlukan bagi
kehidupan di masa depan yang ditunjang dengan kompetensi
peserta didik dalam kehidupan beragama untuk meningkatkan
6
keimanan , ketakwaan dan akhlak mulia, sebagai benteng dalam
menghadapi dampak negatif industrialisasi. Madrasah sebagai
satuan pendidikan umum yang berciri khas Islam diharapkan mampu
menjawab tantangan dan harapan masyarakat tersebut.
c. Kondisi demografis
Berdasarkan data statistik tahun 2022, penduduk di Kecamatan
Batujajar berjumlah 100.657, sekitar 6,04% dari 1.667.724 jumlah
penduduk Kabupaten Bandung Barat. Dari jumlah tersebut sebanyak
1.235.144 merupakan penduduk berumur 15 tahun keatas, sisanya
sekitar 432.580 merupakan penduduk usia sekolah; SD/MI di
Kecamatan Batujajar berjumlah 55 buah, dengan jumlah siswa
sebanyak 12.962, terjadi peningkatan sebanyak 321 orang dari
tahun sebelumnya yang berjumlah 12.641 siswa. Demikian selalu
meningkat setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan terjadinya
peningkatan populasi penduduk usia sekolah di Kecamatan Batujajar
khususnya dan di Kabupaten Bandung Barat pada umumnya.
Kondisi demografis tersebut merupakan peluang besar yang perlu
disikapi dengan sangat baik.
B. Landasan Hukum
7
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan;
8
14. Peraturan Menteri Agama Nomor 207 Tahun 2014 tentang Kurikulum
Madrasah;
9
25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun
2018 tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Pada
Jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA;
26. Keputusan Menteri Agama No 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum
PAI dan B. Arab Pada Madrasah;
27. Keputusan Menteri Agama No. 184 Tahun 2019 Tentang Pedoman
Impelentasi Kurikulum Pada Madrasah;
28. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5162 Tahun
2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar Pada Madrasah
Tsanawiyah;
29. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5163 Tahun
2018 tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Pada
Madrasah
30. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun
2018 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Pada Madrasah;
31. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor : 69 tahun 2013 Tentang
Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Dan Sastera Daerah Pada
Jenjang Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah;
32. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3459.A/ Dj.I/
PP.01.1/08/2016 tanggal 29 Agustus Tahun 2016 tentang
Penyesuaian Kode Mapel Sertfikasi Guru dan Kewenangan Mengajar
Pada Madrasah;
33. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6981 Tahun 2019 Tentang
Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah;
34. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2762 Tahun 2023 tentang
Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024;
35. Keputusan Kepala Madrasah Nomor : MTs.i/12.1.23/pp.005.1/
2425 /V/ 2023 tentang pembentukan Tim Pengembang Kurikulum
Madrasah;
10
C. Tujuan Pengembangan
11
8. Merupakan dokumen penting yang menjadi acuan, rujukan, tolok ukur
atau pegangan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran di MTs Al
Bidayah
D. Prinsip Pengembangan
12
dengan Majlis Taklim di lingkungan madrasah dan lingkungan peserta
didik dalam pengembangan dan pembudayaan belajar sepanjang
hayat.
13
perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial,
spritual, dan kinestetik peserta didik.
3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman
karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan
pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman
hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat
keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan
dengan kebutuhan pengembangan daerah. Kurikulum MTs Al
Bidayah disusun untuk merespon tuntutan dan tantangan lingkungan
peserta didik, yang berubah dari wilayah pedesaan menjadi
perkotaan, dan dari agraris ke industri.
4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan
yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan
mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan
wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara
berimbang dan saling mengisi. Kurikulum MTs Al Bidayah disusun
untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan
daerah dan nasional.
5. Tuntutan dunia kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh
kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan
mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu
memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki
dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan
kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi. Kurikulum MTs Al Bidayah berupaya mengembangkan
jiwa wirausaha dan kecakapan hidup peserta didik
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
14
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa
masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan
sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus
menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan
IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.
Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan
berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum MTs Al Bidayah mulai
diarahkan kepada pengembangan kegiatan belajar mengajar secara
digital, hal ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan siswa
menghadapi era digital.
7. Moderasi Beragama
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman
dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan
kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum
semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman,
taqwa dan akhlak mulia. Kuriukulum MTs Al Bidayah
mengembangkan pribadi peserta didik yang taat beribadah dan
toleran antar umat seagama dan antar umat beragama.
8. Dinamika perkembangan global
Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu
maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh
pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat
memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta
mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku
dan bangsa lain. Kurikulum MTs Al Bidayah mengembangkan jadi
diri peserta didik sebagai manusia ciptaan Tuhan dan sebagai
bagian dari sebuah bangsa dalam menghadapi persaingan global.
9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan
kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi
15
upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka
NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya
wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk
memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Kurikulum MTs
Al Bidayah mengembangkan peserta didik yang mencintai dirinya ,
keluarga, tetangga, tanah airnya, bersedia berkorban untuk bangsa
dan negara.
10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik
sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian
keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya
setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari
budaya dari daerah dan bangsa lain. Kurikulum MTs Al Bidayah
mengembangkan kebudayaan lokal sebagai apresiasi terhadap
budaya setempat.
11. Kesetaraan Jender
Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang
berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. Kurikulum MTs
Al Bidayah dikembangkan untuk semua golongan baik golongan
sosial, ekonomi, suku dan ras, politik, dan jender
12. Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan,
kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. Kurikulum MTs Al Bidayah
disusun sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan segala potensi yang
dimiliki oleh MTs Al Bidayah
13. Pendidikan Anti Korupsi
Kurikulum diarahkan pada pembentukan karakter termasuk
mengembangkan kejujuran dan nilai integritas sedini mungkin agar
anak menjadikannya sebagai kebiasaan dan pandangan hidup
termasuk di dalamnya pendidikan anti korupsi. Kurikulum MTs Al
Bidayah disusun untuk mengembangkan sikap jujur dan integritas
16
tinggi peserta didik untuk menunjang program pendidikan anti
korupsi.
14. Pendidikan Anti Narkoba
Dalam upaya mencegah permasalahan sosial global saat ini
kurikulum harus menjamin terwujudnya karakter peserta didik yang
tangguh dan tidak mudah terbawa pada perilaku menyimpang
termasuk penggunaan narkoba. Kurikulum MTs Al Bidayah disusun
memprioritaskan kepada pengembangan aspek spiritual siswa
sebagai upaya membendung permasalahan sosial global yaitu
penggunaan narkoba.
E. Profil Madrasah
1 Identitas Madrasah
Nama Madrasah : MTs. Al-Bidayah
No Statistik Madrasah : [Link]
No Pokok Sekolah Nasional : 20279385
No. SK Ijin Operasional : No. 489 tahun 2019
Tanggal SK Ijin Operasional : 26 April 2019
Peringkat Akreditasi : A (Nilai Akreditasi: 90,00)
Klasifikasi : Amat Baik
Tahun Akreditasi : 2018
No SK Akreditasi : SK BAN- SM/NOMOR
02.00/128/SK/BAN-SM/IX/2018
2 Data Pokok Madrasah
Alamat Lengkap : JL. H. Sidiq No. 29 RT 001/007
[Link] Kec. Batujajar Kab.
Bandung Barat 40561
Nomor Rekening BOS : 32700100008565
Nama Bank : PT. Bank Rakyat Indonesia
17
(Persero) Tbk
Nama Pemegang Rekening : MTSS. AL BIDAYAH
1. H. Dadan Mahmud Hamdani,
[Link] (Kepala Madrasah)
2. Hartati. (Bendahara)
NPWP : [Link]-421.000
Alamat e-mail : mtsalbidayah29a@[Link]
Lokasi Peta : Latitude (Lintang) : -6.898751
Longitude (Bujur) : 107.503822
No. Telp/HP : (022) 86679697
Nama Yayasan : Yayasan Pesantren Al Bidayah
Cangkorah
No Telp. Yayasan : (022) 86679697
Alamat Yayasan : Jl. Raya Batujajar
No. Akta Pendirian Yayasan : No. 16 Tanggal 26 Bulan 08 Tahun
2021
Nama Ketua Yayasan : Drs. H. Anwar Hafili
Nama Kepala Madrasah : H. Dadan Mahmud Hamdani, [Link]
Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 2 Januari 1970
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Alamat Rumah : Jl. H. Sidiq, Kp. Babakan
RT001/RW007 Desa Giriasih,
Kec. Batujajar, Kab Bandung Barat
Status Kepegawaian : GTY (Guru Tetap Yayasan)
Tingkat Pendidikan : S.1
Nama Pendidikan : Universitas Padjadjaran
Tahun Lulus : 1996
Jurusan : Administrasi Negara
18
3 Data Asset Madrasah
Kepemilikan Tanah : Milik sendiri seluas 2620 M²
Status Bangunan : Permanen
Luas Bangunan : 1500 M²
Daya Listrik : 4 line @ 3.500 watt
19
Jumlah Rombel : 15
Kelas VII : 5
Kelas VIII : 5
Kelas IX : 5
Jumlah Siswa : 478
Kelas VII : 150
Kelas VIII : 157
Kelas IX : 171
20
Tenaga Kependidikan
a. Status Pegawai
Pegawai Tetap Yayasan : 5 orang
b. Kualifikasi Akademik
S1 : 5 orang
SMA : 1 orang
Pendidikan
SD : 115 orang
SMP : 171 orang
SMA : 177 orang
D2/D3 : 9 orang
S1 : 6 orang
7 Data Tamatan
2020-2021 : 159 siswa
2021-2022 : 167 siswa
2022-2023 : 164 siswa
8 Prestasi Madrasah
Juara 1 Bidang Studi IPS : Kompetisi Sains Madrasah Tahun
Terpadu 2022 Tingkat Kabupaten/ Kota
21
Juara 1 Bola Volly Putri : Tk. KKM
Juara 3 Bulu Tangkis Putri : Tk. KKM
Juara 1 Lari 100m Puteri : Tk. KKM
Juara 3 Pidato B. Inggis Putra : Tk. KKM
9 Struktur Organisasi
22