0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Solusi Ketidakstabilan Harga Jagung Indonesia

Diunggah oleh

lutfialfianto111
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Solusi Ketidakstabilan Harga Jagung Indonesia

Diunggah oleh

lutfialfianto111
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Permasalahan sektor pertanian di Indonesia menjadi salah satu wacana
penting yang sering terjadi sepanjang waktu. Salah satu permasalahan tersebut ialah
kondisi ketidakstabilan harga komoditas produk pertanian, sehingga mengancam
kesejahteraan sosial ekonomi petani. Dampak jangka panjangnya dapat
menyebabkan gairah produktivitas produk pertanian lokal semakin menurun serta
dikhawatirkan juga berpengaruh terhadap krisis pangan di kemudian hari.
Ketidakstabilan harga komoditas produk pertanian disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu ketergantungan impor bahan baku pangan, panjangnya rantai pemasaran
dari produsen, tengkulak, hingga konsumen tingkat akhir, serta faktor lingkungan
seperti musim panen, hama, kebutuhan pupuk, dan sebagainya. Salah satu komoditas
produk pertanian yang masih menjadi masalah adalah jagung. Berdasarkan berita
yang dilansir [Link] bahwa Indonesia mengimpor bahan baku jagung sebesar
171,660 ton pada bulan Februari 2018. Hal ini dikarenakan kebutuhan bahan baku
jagung untuk memenuhi permintaan bahan baku pakan ternak di dalam negeri.
Panjangnya rantai pemasaran pada komoditas produk pertanian, khususnya
bahan baku pakan ternak yaitu jagung disebabkan oleh ketergantungan produsen
kepada tengkulak untuk memasarkan produknya. Fakta di lapangan, tengkulak
mengambil margin keuntungan yang sangat tinggi dibandingkan produsen petani
lokal, hal ini menyebabkan ancaman terhadap tingkat kesejahteraan petani. Usaha-
usaha solutif sudah dilakukan untuk memotong rantai pemasaran antara petani
dengan konsumen tanpa melalui tengkulak dengan teknologi media sosial, seperti
Agromart, [Link] dan sebagainya. Namun, penyedia jasa pemasaran media
sosial ini memiliki kelemahannya yaitu tidak mampu menjadi mitra penyedia bahan
baku bibit, benih, dan pupuk untuk meningkatkan produktivitas hasil produk petani
serta tidak fokus untuk satu komoditi produk pertanian.
Permasalahan pertanian yang cukup kompleks dibutuhkan usaha-usaha solutif
dan inovatif. Inisiasi program sudah banyak dilakukan namun perlu adanya
dukungan dari pihak pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan generasi muda
sebagai aktor yang berperan merealisasikannya dalam suatu usaha di bidang
pertanian. [Link] merupakan salah satu website yang dikembangkan sebagai
media mitra produsen petani yang mendapatkan bibit, pupuk, serta sarana dan
prasarana produksi dan media penyedia pemasaran yang dapat memberikan margin
keuntungan yang maksimal dan optimal. Website ini dikembangkan sebagai
pengejawantahan dari program pemerintah yaitu salah satunya melalui kegiatan
“Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian” (PWMP) untuk
mengoptimalkan peran generasi muda untuk membantu menyelesaikan kompleksitas
permasalahan pertanian di Indonesia melalui usaha di bidang pertanian.

2. Tujuan
a. Membangkitkan gairah petani dan generasi muda dalam usaha di bidang
pertanian.
b. Memproduksi produk pertanian yang aman, sehat, dan berkualitas.
c. Mensejahterakan petani lokal dengan mendapatkan informasi dan edukasi
dalam meningkatkan produktifitas produk pertanian. Serta, mendapatkan
margin keuntungan yang optimal dengan tujuan pemasaran yang jelas.
ANALISIS SWOT

1. Strength
a. Kebutuhan produk pangan, pupuk, benih, dan bibit di bidang pertanian yang
cukup tinggi.
b. Kebutuhan informasi media pemasaran di bidang pertanian dengan margin
keuntungan yang optimal sangat tinggi
c. Integrasi solid pemerintah, pemuda, dan petani yang dapat meningkatkan
kuantitas dan kualitas komoditas produk pertanian.
d. [Link] merupakan media komparatif beberapa media online saat ini,
dan dikembangkan sangat kompetitif dibandingkan media online saat ini.
2. Weaknes
a. Menjaring kelompok tani dengan kriteria berintegritas baik cukup sulit
b. Keterbatasan modal
c. Membangun kerjasama antar pihak yang tidak mudah
d. Media online [Link] masih tahap perkembangan
3. Opportunities
a. Belum banyak penggerak yang dapat mengintegrasikan kerjasama berbagai
pihak antara pemerintah, petani, dan pemuda dalam satu wadah.
b. Belum banyak media bisnis pertanian online yang menyediakan fasilitas
sarana dan prasarana produksi serta informasi pemasaran.
c. Produk pertanian yang aman, sehat, dan berkualitas dibutuhkan pasar secara
luas
4. Threats
a. Bersaing secara langsung dengan tengkulak yang notabene banyak dikuasai
mafia pertanian.
b. Belum memiliki pengalaman membangun usaha berbagai pihak, sehingga visi
organisasi usaha terancam tidak berjalan sebagaimana semestinya.
JADWAL PELAKSANAAN

2018 2019 2020


Kegiatan 7 8 9 10 11 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 1 2 3 4 5 6
2 2 2
Membangun kemitraan
dengan petani
Masa pengembangan website
Masa sosialisasi dan
membangun kontrak kerja
sama
Masa pengadaan benih dan
pupuk jagung
Masa tanam
Masa pemeliharaan dan
pemupukan
Masa panen dan
penimbangan
Pemasaran
Evaluasi

Anda mungkin juga menyukai