0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan19 halaman

Energi Terbarukan dan Smart Home SMP

Diunggah oleh

Oni Arlitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan19 halaman

Energi Terbarukan dan Smart Home SMP

Diunggah oleh

Oni Arlitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun Oni Arlitasari, [Link]
Sekolah SMP Negeri 1 Surabaya
Tahun Peserta didikan 2024/2025
Jenjang SMP
Fase/Kelas/Semester D / IX / Ganjil
Alokasi waktu (menit) 8 x 40 menit (8 JP)
Bab Listrik, Magnet dan Sumber Energi Alternatif
Sub Bab Sumber Energi Alternatif/Terbarukan
B. Kompetensi Awal Peserta didik telah memahami tentang konsep energi untuk
menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari sekaligus pemanfaatannya.
C. Profil Peserta didik * Beriman kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
Pancasila
* Gotong Royong
* Mandiri
* Bernalar Kritis
* Kreatif
D. Sumber Belajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Laptop, Handphone, LCD
Sarana dan Prasarana Proyektor, e-Book, Buku Bacaan, Youtube, Bahan Ajar, Buku
IPA IX Kurikulum Merdeka, dll.
E. Target Peserta Didik * Peserta didik reguler: umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.

* Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar


yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio.
Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi
ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi, dsb.

* Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan


memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan
berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin.
F. Jumlah Peserta Didik 34 Peserta didik
G. Model Pembelajaran PJBL
H. Pendekatan STEAM
I. Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok, Penugasan Pembuatan Proyek, Presentasi
Proyek
J. Capaian Pembelajaran
1. Peserta didik memahami konsep energi terbarukan
dan prinsip kerja solar cell secara ilmiah
2. Peserta didik mampu merancang dan membuat
miniatur smart home yang terintegrasi solar cell
3. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi teknologi
smart home yaitu lampu otomatis yang terhubung
sistem Internet of Things (Iot)
4. Peserta didik dapat menjelaskan fenomena ilmiah
pada pembuatan miniatur smart home terintegrasi
solar sell.
5. Peserta didik menguji hasil proyek dengan
pendekatan interdisipliner, mengaitkan hasil dengan
aplikasi praktis dalam konteks STEAM

SAINS TEKNOLOGI

Energi, Konversi Energi, Energi Sensor, otomatisasi rumah pintar (IoT


Alternatif/Terbarukan, Prinsip Kerja Solar Sell sederhana)

ENGINEERING ART

Rancang bangun miniatur, instalasi panel surya Estetika Desain, Kreativitas & Inovasi
mini

MATEMATIKA

Membuat design miniatur smart home dengan


skala
Pertemuan 1
KOMPENEN DESKRIPSI
Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 JP)
Tujuan Setelah mempelajari bab ini, peserta didik dapat:
Pembelajaran • Memahami konsep energi terbarukan secara ilmiah.
• Mendeskripsikan prinsip kerja solar cell dengan lengkap.
• Mengidentifikasi alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proyek miniatur
smart home terintegrasi solar cell.
• Merencanakan desain miniatur smart home sebagai persiapan
pengerjaan proyek.

Pemahaman Peserta didik dapat menyebutkan berbagai contoh pembangkit energi listrik
Bermakna terbarukan, mengidentifikasi keterbatasan sumber energi dan dampaknya bagi
kehidupan, dan menyajikan ide/gagasan penyelesaian masalah keterbatasan
sumber energi, energi alternatif, dan dampaknya bagi kehidupan nyata
Pertanyaan 1. Mengapa saat ini banyak bermunculan mobil-mobil/kendaraan yang
Pemantik digerakkan dengan energi listrik?
2. Kenapa saat ini rumah-rumah atau jalan-jalan banyak dipasang lampu-
lampu berdaya rendah?
3. Mengapa banyak sekali seruan-seruan untuk menghemat energi?
4. Tahukah kamu sumber-sumber energi apa saja yang dapat digunakan
dalam jangka panjang?
Persiapan Guru menyiapkan bahan ajar/materi, menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan
Pembelajaran rubrik penilaian dan alat penilaian.
Kegiatan Pendahuluan:
Pembelajaran 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan
kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi,
dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur tempat duduk peserta didik dan mengkondisikan kelas agar
proses pembelajaran berlangsung menyenangkan.
3. Guru memotivasi peserta didik agar tetap memiliki semangat dalam proses
pembejaran.
4. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.
5. Guru mempersiapan segara peralatan yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran.

Apersepsi
Guru dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan menayangkan video
[Link] tentang energi terbarukan di
PLTS Cirata yang berada di Jawa Barat

Aktivitas Utama
1. Guru membagi kelas dengan 6 kelompok disesuaikan dengan pemerataan
kemampuan peserta didik.
2. Guru membagikan LKPD pada masing-masing kelompok untuk
mengerjakan dan mendisukusikannya.
3. Peserta didik melakukan presentasi hasil kerja kelompok
Penutup
1. Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan
dalam satu pembelajaran.
2. Peserta didik diminta menceritakan kesannya selama melakukan kegiatan
belajar ini serta menjelaskan manfaat yang dirasakan. Refleksi pemikiran
dan proses berpikir (Bernalar kritis).
3. Guru menutup proses pembelajaran dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk memimpin doa bersama.

Pertemuan 2
KOMPENEN DESKRIPSI
Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 JP)
Tujuan Setelah mempelajari bab ini, peserta didik dapat:
Pembelajaran • Merancang desain awal proyek miniatur smart home yang terintegrasi
dengan solar cell.
• Mengidentifikasi komponen yang diperlukan untuk proyek
• Menjelaskan fungsi masing-masing komponen dalam desain yang
direncanakan
• Mengintegrasikan konsep sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika
dalam desain proyek.
Pemahaman Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen yang diperlukan untuk proyek.
Bermakna menjelaskan fungsi masing-masing komponen dalam desain yang
direncanakan serta mengintegrasikan konsep sains, teknologi, teknik, seni, dan
matematika dalam desain proyek
Pertanyaan Guru memantik dengan pertanyaan: Bagaimana membuat rumah pintar
Pemantik sederhana yang bisa menggunakan energi matahari?
Persiapan Guru menyiapkan bahan ajar/materi, menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan
Pembelajaran rubric penilaian dan alat penilaian.
Kegiatan Pendahuluan:
Pembelajaran 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan
kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi,
dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur tempat duduk peserta didik dan mengkondisikan kelas agar
proses pembelajaran berlangsung menyenangkan.
3. Guru memotivasi peserta didik agar tetap memiliki semangat dalam proses
pembejaran.
4. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses
pembelajaran.
5. Guru mempersiapan segara peralatan yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran.

Apersepsi
Guru dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan menayangkan video
[Link] smart home.

Aktivitas Utama
1. Guru membagi kelas dengan 6 kelompok disesuaikan dengan pemerataan
kemampuan peserta didik.
2. Guru membagikan LKPD pada masing-masing kelompok untuk
mengerjakan dan mendisukusikannya.
3. Peserta didik melakukan presentasi hasil kerja kelompok

Penutup
1. Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan
dalam satu pembelajaran.
2. Peserta didik diminta menceritakan kesannya selama melakukan kegiatan
belajar ini serta menjelaskan manfaat yang dirasakan. Refleksi pemikiran
dan proses berpikir (Bernalar kritis).
3. Guru menutup proses pembelajaran dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk memimpin doa bersama.

Pertemuan 3
KOMPENEN DESKRIPSI
Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 JP)
Tujuan Setelah mempelajari bab ini, peserta didik dapat:
Pembelajaran 1. Merakit miniatur smart home sesuai desain yang telah dirancang dan
menjelaskan prinsip kerja secara ilmiah
2. Menerapkan konsep energi alternatif/terbarukan dan Internet of Things
(IoT) dalam proyek miniatur smart home.

Pemahaman Peserta didik dapat merakit miniatur smart home sesuai desain yang telah
Bermakna dirancang dan menjelaskan prinsip kerja secara ilmiah serta menerapkan
konsep energi alternatif/terbarukan dan Internet of Things (IoT) dalam proyek
miniatur smart home.
Pertanyaan Guru memantik dengan pertanyaan: Bagaimana membuat rumah pintar
Pemantik sederhana yang bisa menggunakan energi matahari?
Persiapan Guru menyiapkan bahan ajar/materi, menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan
Pembelajaran rubric penilaian dan alat penilaian.
Kegiatan Pendahuluan:
Pembelajaran 6. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan
kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi,
dan tempat duduk peserta didik.
7. Mengatur tempat duduk peserta didik dan mengkondisikan kelas agar
proses pembelajaran berlangsung menyenangkan.
8. Guru memotivasi peserta didik agar tetap memiliki semangat dalam proses
pembejaran.
9. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses
pembelajaran.
10. Guru mempersiapan segara peralatan yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran.
Apersepsi
Guru dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan menayangkan video
[Link] tentang smart
home dimasa depan.

Aktivitas Utama
1. Guru membagi kelas dengan 6 kelompok disesuaikan dengan pemerataan
kemampuan peserta didik.
2. Guru membagikan LKPD pada masing-masing kelompok untuk mengerjakan
dan mendisukusikannya.
3. Peserta didik melakukan presentasi hasil kerja kelompok

Penutup
1. Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan
dalam satu pembelajaran.
2. Peserta didik diminta menceritakan kesannya selama melakukan kegiatan
belajar ini serta menjelaskan manfaat yang dirasakan. Refleksi pemikiran
dan proses berpikir (Bernalar kritis).
3. Guru menutup proses pembelajaran dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk memimpin doa bersama.
Pertemuan 4
KOMPENEN DESKRIPSI
Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 JP)
Tujuan Setelah mempelajari bab ini, peserta didik dapat:
Pembelajaran 1. Mendemonstrasikan pengendalian miniatur perangkat smart home melalui
sistem IoT yang terhubung dengan solar cell.
2. Menjelaskan hubungan antara sistem energi surya (solar cell) dan
pengoperasian perangkat smart home.
3. Menganalisis manfaat teknologi smart home berbasis energi terbarukan
bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari

Pemahaman Peserta didik dapat mendemonstrasikan pengendalian miniatur perangkat


Bermakna smart home melalui sistem IoT yang terhubung dengan solar cell, menjelaskan
hubungan antara sistem energi surya (solar cell) dan pengoperasian perangkat
smart home, serta menganalisis manfaat teknologi smart home berbasis energi
terbarukan bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari

Pertanyaan Guru memantik dengan mengingatkan kembali tujuan proyek dan mengulas
Pemantik desain serta komponen yang sudah disusun pada pertemuan sebelumnya
Persiapan Guru menyiapkan bahan ajar/materi, menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan
Pembelajaran rubric penilaian dan alat penilaian.
Kegiatan Pendahuluan:
Pembelajaran 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan
kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi,
dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur tempat duduk peserta didik dan mengkondisikan kelas agar
proses pembelajaran berlangsung menyenangkan.
3. Guru memotivasi peserta didik agar tetap memiliki semangat dalam proses
pembejaran.
4. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses
pembelajaran.
5. Guru mempersiapan segara peralatan yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran.
Aktivitas Utama
1. Guru membagi kelas dengan 6 kelompok disesuaikan dengan pemerataan
kemampuan peserta didik.
2. Guru membagikan LKPD pada masing-masing kelompok untuk mengerjakan
dan mendisukusikannya.
3. Siswa menyiapkan miniatur smart home mereka, memastikan koneksi IoT
dan solar cell berfungsi
4. Tiap kelompok melakukan demonstrasi kendali perangkat:
Sensor mendeteksi gerakan atau Cahaya
Perangkat dikontrol lewat aplikasi
Energi berasal dari solar sel
5. Siswa mengamati dan mencatat
Perubahan kondisi perangkat saat sistem aktif
Performa solar sell saat cuaca berbeda
Kendala teknis saat kendali dilakukan
6. Peserta didik melakukan presentasi hasil kerja kelompok
Penutup
4. Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan
dalam satu pembelajaran.
5. Peserta didik diminta menceritakan kesannya selama melakukan kegiatan
belajar ini serta menjelaskan manfaat yang dirasakan. Refleksi pemikiran
dan proses berpikir (Bernalar kritis).
6. Guru menutup proses pembelajaran dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk memimpin doa bersama.

II. LAMPIRAN
KOMPENEN DESKRIPSI
LKPD
Asesment/Penilaian
Daftar Pustaka - Buku Panduan Guru dan peserta didik Ilmu Pengetahuan Alam
kelas IX SMP: Kemendikbudristek 2022.
- Buku Panduan Guru dan Guru Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX
SMP: Kemendikbudristek 2022
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (n.d.). Energi Baru
Terbarukan dan Konservasi Energi. EBTKE – Kementerian ESDM.
[Link]
- Badan Standar Nasional Pendidikan. Tanpa tahun. Energi
Terbarukan. Jakarta: BSNP. Diakses dari
[Link]
-
LAMPIRAN
RUBRIK PENILAIAN LKPD 1

Aspek yang Dinilai Indikator Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
1. Pemahaman Menjelaskan pengertian Menjelaskan dengan Penjelasan tidak
Menjelaskan dengan lengkap, bahasa Menjelaskan secara
Konsep Energi dan manfaat energi benar dan memberikan tepat atau tidak
ilmiah, dan memberikan contoh umum, kurang contoh
Terbarukan terbarukan 1 contoh lengkap
Mendeskripsikan cara Menjelaskan alur energi dengan benar Menjelaskan alur energi Penjelasan kurang Tidak mampu
2. Prinsip Kerja
kerja solar cell dalam dan rinci (dari cahaya → listrik → dengan benar tapi tepat atau kurang menjelaskan atau
Solar Cell
sistem kelistrikan penyimpanan/pemakaian) kurang rinci lengkap keliru
Menyebutkan 8–9 item Menyebutkan <5
3. Identifikasi Alat Menyebutkan alat dan Menyebutkan minimal 10 item dengan Menyebutkan 5–7 item,
dengan fungsi cukup item atau tidak
dan Bahan bahan beserta fungsinya pengelompokan & fungsi jelas fungsi belum jelas
jelas relevan
Sketsa desain miniatur Sketsa rapi, berlabel, logis, dan Sketsa cukup rapi dan Sketsa ada tapi kurang Tidak membuat
4. Rancangan
dan penempatan mencantumkan posisi solar cell, LED, mencantumkan detail atau tidak semua sketsa atau sketsa
Desain Miniatur
komponen baterai, dan sensor komponen utama komponen tergambar tidak relevan
5. Penalaran
Mengaitkan antara Memberi alasan logis, Penjelasan tidak Tidak menunjukkan
Ilmiah & Memberi alasan logis, menggunakan
konsep IPA dan mencantumkan minimal sepenuhnya ilmiah hubungan antar
Keterpaduan pendekatan STEAM (minimal 3 aspek)
perancangan teknologi 2 aspek STEAM atau kurang logis konsep
STEAM

Konversi Nilai Akhir


• Skor 17–20 → A (Sangat Baik)
• Skor 13–16 → B (Baik)
• Skor 9–12 → C (Cukup)
• Skor ≤ 8 → D (Perlu Bimbingan)
RUBRIK PENILAIAN LKPD 2

Aspek yang Dinilai Indikator Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Sketsa jelas, detail,
Sketsa cukup jelas dan Sketsa ada tetapi tidak Tidak membuat
1. Perancangan Membuat sketsa desain awal proporsional, dan logis;
mencakup sebagian lengkap atau kurang sketsa atau tidak
Desain Proyek miniatur smart home mencakup semua komponen
besar komponen logis relevan
utama
Menyebutkan ≥10 komponen Menyebutkan 4–6 Menyebutkan <4
2. Identifikasi Menentukan komponen yang Menyebutkan 7–9
dengan pengelompokan yang komponen, ada yang komponen atau tidak
Komponen diperlukan untuk proyek komponen relevan
tepat kurang relevan relevan
Sebagian besar Penjelasan kurang Tidak bisa
3. Penjelasan Menjelaskan fungsi tiap Semua komponen dijelaskan
komponen dijelaskan lengkap atau kurang menjelaskan atau
Fungsi Komponen komponen dalam sistem dengan tepat dan ilmiah
dengan benar tepat keliru
Mengintegrasikan sains, Menunjukkan 4–5 unsur Menunjukkan 3 unsur
4. Integrasi Menyebutkan 2 unsur Hanya 1 unsur atau
teknologi, teknik, seni, dan STEAM secara terintegrasi STEAM dengan
Konsep STEAM STEAM secara terpisah tidak relevan
matematika dalam desain dan logis integrasi yang cukup
5. Penalaran Kesesuaian desain dengan Desain sangat sesuai, Desain sesuai tapi Desain tidak sesuai
Desain cukup sesuai,
Ilmiah & Relevansi prinsip ilmiah dan kebutuhan penjelasan ilmiah kuat dan penjelasan kurang atau tidak ada
penjelasan ilmiah logis
Desain proyek kontekstual mendalam penjelasan ilmiah

Konversi Nilai Akhir


• Skor 17–20 → A (Sangat Baik)
• Skor 13–16 → B (Baik)
• Skor 9–12 → C (Cukup)
• Skor ≤ 8 → D (Perlu Bimbingan)
RUBRIK PENILAIAN LKPD 3

Aspek yang Dinilai Indikator Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Struktur cukup Struktur kurang sesuai, Tidak sesuai
1. Kesesuaian Hasil Merakit miniatur sesuai Struktur sesuai desain, rapi,
sesuai, ada sedikit beberapa bagian tidak rancangan, tidak
Rakit dengan Desain rancangan awal lengkap & fungsional
modifikasi berfungsi berfungsi
Menghubungkan solar cell Solar cell terpasang, Solar cell terpasang tapi Tidak memasang solar
2. Penerapan Energi Solar cell berfungsi baik,
dengan sistem kelistrikan namun efisiensi tidak terhubung dengan cell atau tidak
Terbarukan terintegrasi dengan sistem
miniatur belum optimal sistem berfungsi
Mengaktifkan dan menguji Sistem IoT berfungsi sempurna
3. Implementasi Sistem IoT berfungsi Sistem IoT belum Sistem IoT tidak
kontrol otomatisasi (misal (misal: nyala lampu otomatis,
Sistem IoT sebagian optimal atau tidak stabil digunakan atau gagal
via HP) kontrol via aplikasi)
4. Penjelasan Penjelasan kurang Penjelasan tidak tepat
Menjelaskan alur energi dan Penjelasan runtut, akurat, dan Penjelasan cukup
Prinsip Kerja secara runtut atau banyak atau tidak dapat
kerja sistem secara ilmiah menggunakan istilah ilmiah runtut dan benar
Ilmiah istilah umum menjelaskan
Bekerja sama dalam Terlibat namun kurang Tidak aktif atau
5. Kolaborasi & Sangat aktif berkontribusi dan Aktif dan bekerja
kelompok dan mengatasi aktif menyumbang mengganggu kerja
Problem Solving mampu menyelesaikan masalah sama cukup baik
kendala teknis solusi kelompok

Konversi Nilai Akhir


• Skor 17–20 → A (Sangat Baik)
• Skor 13–16 → B (Baik)
• Skor 9–12 → C (Cukup)
• Skor ≤ 8 → D (Perlu Bimbingan)
RUBRIK PENILAIAN LKPD 4

Aspek yang Dinilai Indikator Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Sistem IoT berjalan Sistem berjalan Sistem gagal
1. Demonstrasi Menunjukkan kontrol perangkat Sistem IoT berjalan lancar,
tapi ada sedikit sebagian, ada dijalankan atau tidak
Pengendalian IoT (lampu/sensor) dari jarak jauh real-time, dan responsif
keterlambatan kesalahan didemokan
Menjelaskan alur energi Menjelaskan alur Penjelasan kurang Penjelasan salah atau
2. Integrasi Solar Menjelaskan alur dari solar cell
dengan lengkap (panel → energi dengan cukup runtut atau kurang tidak bisa
Cell ke Sistem IoT ke perangkat smart home
baterai → modul → perangkat) benar lengkap menjelaskan
Mengaitkan manfaat smart Analisis jelas, mencakup aspek Analisis cukup Analisis dangkal Tidak menganalisis
3. Analisis Manfaat
home berbasis energi surya lingkungan, efisiensi, dan lengkap, mencakup 2 atau hanya atau jawaban tidak
Teknologi
dengan kehidupan nyata sosial aspek menyebut 1 manfaat relevan
Menjelaskan secara runtut, Bahasa cukup ilmiah, Penjelasan umum, Penjelasan tidak
4. Komunikasi Bahasa ilmiah tepat, penjelasan
logis, dan menggunakan istilah struktur penjelasan masih banyak istilah runtut dan tidak
Ilmiah sistematis dan meyakinkan
ilmiah jelas awam ilmiah
Menarik dan rapi, Tidak menarik, tidak
5. Kreativitas dan Tampilan miniatur dan cara Menarik, rapi, inovatif, dan Kurang rapi atau ide
namun kurang unsur rapi, atau tidak
Presentasi Proyek penyampaian dalam presentasi menarik perhatian tidak orisinal
inovasi selesai

Konversi Nilai Akhir


• Skor 17–20 → A (Sangat Baik)
• Skor 13–16 → B (Baik)
• Skor 9–12 → C (Cukup)
• Skor ≤ 8 → D (Perlu Bimbingan)
RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI

Aspek yang Dinilai Indikator Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Memahami materi dengan Cukup memahami, Tidak memahami,
1. Penguasaan Menyampaikan isi dengan Kurang memahami atau
sangat baik, menjelaskan menjelaskan sebagian banyak kesalahan
Materi tepat dan ilmiah penjelasan kurang jelas
runtut dan logis besar dengan benar ilmiah
2. Struktur dan Alur Ada pembuka, isi, dan Alur sangat runtut dan Alur cukup jelas, transisi Alur agak Tidak runtut atau
Presentasi penutup yang jelas mudah diikuti antar bagian baik membingungkan terputus-putus
3. Penggunaan Menggunakan istilah IPA Sebagian besar istilah Istilah ilmiah kurang Tidak menggunakan
Bahasa ilmiah tepat dan
Bahasa dan Istilah dan menjelaskannya ilmiah digunakan dengan tepat atau tidak bahasa ilmiah atau
sesuai konteks
Ilmiah dengan benar benar dijelaskan keliru
Media menarik, Media digunakan tapi Tidak menggunakan
4. Media dan Menggunakan media Media cukup jelas dan
informatif, mudah dibaca, kurang relevan atau media atau tidak
Visualisasi (slide, poster, alat bantu) sesuai isi
mendukung penjelasan berlebihan mendukung isi
Tidak bisa didengar,
5. Keterampilan Kontak mata, suara jelas, Komunikatif, suara Cukup percaya diri dan Banyak membaca,
gugup, atau tidak
Komunikasi tidak membaca teks lantang, percaya diri bisa dipahami kurang percaya diri
berbicara
6. Kerja Tim (untuk
Pembagian tugas dan kerja Semua anggota aktif dan Sebagian besar anggota Hanya 1–2 anggota Tidak ada kerja sama,
presentasi
sama antar anggota berbagi tugas seimbang berkontribusi dominan hanya 1 orang aktif
kelompok)

Konversi Nilai Akhir


• Skor 17–20 → A (Sangat Baik)
• Skor 13–16 → B (Baik)
• Skor 9–12 → C (Cukup)
• Skor ≤ 8 → D (Perlu Bimbingan)
SOAL LITERASI SAINS

Indikator Literasi Sains


Capaian Nomor Soal
Kompetensi Pengetahuan Konteks
Pembelajaran
Menjelaskan Menjelaskan Konten Global 1
keuntungan dari fenomena
energi tenaga surya secara ilmiah

KEUNTUNGAN ENERGI SURYA


Energi surya disebut juga sumber energi hijau atau energi bersih dan murah dari sinar matahari. Energi
surya merupakan salah satu dari sumber energi alami dan terbaik di dunia. Energi ini dikatakan hijau
karena tidak memancarkan polutan apapun ke atmosfer pada saat pemroduksian ataupun pengonsumsian
jika dibandingkan dengan sumber energi lain. Pada masa kini, banyak warga dunia sudah beralih ke tenaga
surya tidak hanya karena merupakan sumber energi hijau, tetapi juga karena biayanya semakin rendah
dan lebih efisien dari sebelumnya. Adapun keuntungan yang dapat diperoleh dari energi tata surya adalah
sebagai berikut:
1. Gratis.
Setelah mekanisme untuk menghasilkan tenaga surya dipasang, pemanasan atau listrik dari sistem
surya benar-benar tidak mengeluarkan biaya. Ini akan membantu untuk mengurangi tagihan dan
pada saat yang sama menurunkan jejak karbon rumah tangga.
2. Bekerja di mana saja.
Meskipun efisiensi panel surya meningkat secara proporsional dengan jumlah sinar matahari yang
diterimanya, panel ini dapat bekerja atau berfungsi di mana saja, bahkan ketika mendung. Selain
itu, menambahkan sistem penyimpanan baterai surya ke sistem tenaga surya memungkinkan kita
menikmati energi gratis di mana saja, bahkan saat malam hari.
3. Tidak perlu mengajukan izin.
Kita tidak perlu mendapatkan izin sebelum memasangnya di atap rumah kita. Namun, ada
beberapa batasan dan kewajiban yang perlu kita pertimbangkan ketika beralih ke energi surya.
Berdasarkan konsep dari teks diatas, yang merupakan keuntungan lain dari penggunaan energi tenaga
surya adalah…
A. Energi surya melepas substansi yang berbahaya atau suara ke atmosfer
B. Energi surya tidak ekonomis
C. Energi surya tidak memancarkan polutan apa pun ke atmosfer pada saat pemroduksian ataupun
pengonsumsian
D. Energi surya bekerja di satu tempat

JAWABAN : C

Indikator Literasi Sains


Capaian Nomor Soal
Kompetensi Pengetahuan Konteks
Pembelajaran
Menjelaskan manfaat Menjelaskan Konten Global 2
dari energi alternatif fenomena
secara ilmiah

Energi Alternatif
Energi alternatif adalah sumber energi terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil yang biasa
digunakan oleh manusia. Bahan bakar fosil merupakan energi yang terbentuk dari organisme yang sudah
terkubur di dalam bumi selama jutaan tahun. Contoh bahan bakar fosil adalah minyak bumi, batu bara,
dan gas alam. Bahan bakar fosil persediaannya terbatas dan dapat dihabiskan jika digunakan terus
menerus. Oleh sebab itu, peneliti berupaya mengembangkan pengganti bahan bakar fosil. Energi
pengganti bahan bakar fosil disebut dengan energi alternatif. Berikut adalah sumber energi alternatif yang
sudah dikembangkan.
1. Matahari, cahaya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan bantuan panel
surya. Panel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.
2. Angin, tenaga angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan bantuan turbin angin
pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Turbin angin dapat mengubah energi kinatik dari angin
menjadi mekanis untuk menggerakkan generator. Generator tersebut akan menghasilkan listrik.
3. Air, tenaga air dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin air di pembangkit listrik tenaga air
(PLTA).
4. Biofuel, merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Biofuel berasal dari
tanaman, alga (ganggang), atau kotoran hewan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
5. Panas bumi, berasal dari dalam kerak bumi.
6. Nuklir, dihasilkan dari reaksi pemisahan atau penggabungan inti dua otom atau lebih. Pembenagkit
listrik tenaga nuklir (PLTN) menggunakan reaksi fisi dengan bahan bakar berupa uranium. Saat
ini, beberapa negara sudah menggunakan nuklir sebagai sumber energi alternatif.
Sumber-sumber energi alternatif tersebut diharapkan dapat menggantikan bahan bakar fosil sebagai
sumber energi masa depan. Pemanfaatan energi alternatif juga diharapkan lebih ramah lingkungan.
Manusuia memerlukan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil karena…
A. Energi alternatif mudah terbakar
B. Bahan fosil dapat habis jika digunakan terus menerus
C. Energi alternatif belum dimanfaatkan
D. Energi alternatif mudah didapatkan di stasiun pengisian bahan bakar
JAWABAN : B

Indikator Literasi Sains


Capaian Kompetensi Pengetahuan Konteks Nomor Soal
Pembelajaran
Menganalisis Menjelaskan Konten Global 3
perubahan energi fenomena
matahari secara ilmiah

Pembangkit listrik tenaga surya adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya
matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip yang disebut efek photovoltaic. Energi listrik
yang dihasilkan akan disimpan ke dalam sebuah baterai, kemudian digunakan untuk mengoperasikan
perangkat elektronik sesuai kebutuhan listriknya.
Cara kerja panel surya adalah sebagai berikut:

Panel surya mengkonversi energi dari matahari menjadi arus


DC

Inverter merubah listrik yang dihasilkan oleh panel surya dari


arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik

Energi digunakan untuk memberi daya pada peralatan


listrik

Listrik dapat disalurkan ke berbagai saluran

Berdasarkan cara kerja panel surya tersebut, perubahan energi yang terjadi adalah…
A. Listrik menjadi panas
B. Listrik menjadi gerak
C. Panas matahari menjadi listrik
D. Panas matahari menjadi gerak
JAWABAN : C

Indikator Literasi Sains


Capaian Nomor Soal
Kompetensi Pengetahuan Konteks
Pembelajaran
Memahami dan Mengevalusi Epistemik Lokal 4,5,6,7,8
mengevaluasi dan
informasi ilmiah menggunakan
terkait energi informasi sains
alternatif untuk
pengambilan
keputusan dan
tindakan
Lampu Penerangan Jalan di Desa Makmur

Desa Makmur sedang mempertimbangkan untuk mengganti lampu penerangan jalan konvensional yang
boros energi dengan lampu LED yang hemat energi. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan sumber
energi untuk lampu-lampu tersebut. Dua opsi utama yang sedang didiskusikan adalah:
Opsi A:
Lampu LED dengan tenaga surya Setiap tiang lampu akan dilengkapi dengan panel surya kecil dan baterai
untuk menyimpan energi di siang hari dan digunakan pada malam hari.
Opsi B:
Lampu LED yang terhubung ke jaringan listrik desa Lampu-lampu akan menggunakan listrik dari jaringan
utama desa yang saat ini masih didominasi oleh pembangkit listrik tenaga diesel.
Pertanyaan:
4. Apa keuntungan utama dari penggunaan lampu LED dibandingkan lampu penerangan jalan
konvensional?
A. Biaya pemasangan yang lebih murah.
B. Menghasilkan cahaya yang lebih redup sehingga tidak mengganggu lingkungan malam.
C. Konsumsi energi yang lebih rendah untuk menghasilkan tingkat kecerahan yang sama.
D. Tidak memerlukan perawatan sama sekali.
JAWABAN : C
5. Jika Desa Makmur memilih Opsi A (lampu LED dengan tenaga surya), manakah pernyataan
berikut yang merupakan potensi kekurangan utama dari sistem ini?
A. Tidak dapat digunakan pada malam hari.
B. Bergantung pada intensitas cahaya matahari dan cuaca.
C. Menghasilkan polusi suara dari panel surya.
D. Membutuhkan bahan bakar secara terus-menerus.
JAWABAN : B
6. Jika Desa Makmur memilih Opsi B (lampu LED yang terhubung ke jaringan listrik desa), dan
jaringan listrik desa masih didominasi oleh pembangkit listrik tenaga diesel, dampak lingkungan
utama yang tetap ada adalah...
A. Emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil.
B. Peningkatan kebisingan di sekitar lampu penerangan jalan.
C. Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara langsung di lokasi lampu.
D. Ketergantungan pada cuaca untuk menghasilkan listrik.
JAWABAN : A
7. Manakah faktor berikut yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika membandingkan
keberlanjutan jangka panjang antara Opsi A dan Opsi B?
A. Harga awal pembelian lampu LED.
B. Biaya pemasangan tiang lampu.
C. Sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik.
D. Jumlah penduduk Desa Makmur.
JAWABAN : C
8. Bayangkan jika suatu saat Desa Makmur memiliki akses ke sumber energi angin untuk jaringan
listrik desanya. Jika mereka tetap memilih Opsi B (lampu LED terhubung ke jaringan), bagaimana
perubahan sumber energi jaringan listrik ini akan mempengaruhi dampak lingkungan dari
penerangan jalan dibandingkan jika mereka menggunakan Opsi A?
A. Dampak lingkungan Opsi B akan menjadi lebih besar karena turbin angin menghasilkan polusi
suara.
B. Dampak lingkungan Opsi B akan berkurang karena sumber energi menjadi lebih bersih.
C. Tidak ada perubahan pada dampak lingkungan Opsi B.
D. Dampak lingkungan Opsi A akan menjadi lebih besar karena panel surya tidak efisien.
JAWABAN : B
Indikator Literasi Sains
Capaian Nomor Soal
Kompetensi Pengetahuan Konteks
Pembelajaran
memahami dan Mengevalusi Epistemik Lokal 9,10
mengevaluasi dan
informasi ilmiah menggunakan
terkait energi informasi sains
alternatif untuk
pengambilan
keputusan dan
tindakan

Konteks:
Sebuah komunitas di daerah pesisir berencana mengganti penggunaan generator diesel dengan panel surya
untuk memenuhi kebutuhan listrik harian mereka. Data berikut menunjukkan perbandingan antara kedua
sumber energi tersebut:
• Generator Diesel:

o Emisi CO₂: 2,5 kg per kWh


o Biaya operasional: Rp1.500 per kWh
• Panel Surya:
o Emisi CO₂: 0 kg per kWh
o Biaya operasional: Rp500 per kWh
Pertanyaan:
9. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai dampak lingkungan dari penggunaan
panel surya dibandingkan dengan generator diesel?
A. Panel surya menghasilkan lebih banyak emisi CO₂ dibandingkan generator diesel
B. Panel surya tidak menghasilkan emisi CO₂ selama operasionalnya.
C. Generator diesel lebih ramah lingkungan karena biaya operasionalnya lebih rendah.
D. Panel surya dan generator diesel memiliki dampak lingkungan yang sama.
JAWABAN: B
10. Jika komunitas tersebut menggunakan 100 kWh listrik per hari, berapa penghematan biaya
operasional per hari yang diperoleh dengan beralih ke panel surya?
A. Rp50.000
B. Rp100.000
C. Rp150.000
D. Rp200.000
JAWABAN : B
Pedoman pensekoran tes pilihan ganda digunakan sebagai pedoman untuk menentukan
hasil tes yang telah dilakukan. Pedoman pensekoran yang digunakan adalah pedoman
penskoran pilihan ganda dengan ketentuan sebagai berikut:

➢ Skor 1 apabila jawaban atau alasan yang diberikan benar


➢ Skor 0 apabila jawaban atau alasan yang diberikan salah

Nilai akhir siswa yang diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎


𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = × 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛

Anda mungkin juga menyukai