0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan10 halaman

Modul Ajar Cerita Fantasi Bahasa Inggris

Diunggah oleh

Yunika Anggela
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan10 halaman

Modul Ajar Cerita Fantasi Bahasa Inggris

Diunggah oleh

Yunika Anggela
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS (TINGKAT LANJUT)


UNIT 3: FANTASY

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 PALANGKA RAYA
Nama Penyusun : YUNIKA ANGGELA, [Link]
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI 1/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 5 x 45 menit (4 Pertemuan Tatap Muka)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN MURID


Murid pada umumnya memiliki pemahaman dasar tentang genre cerita, termasuk cerita
fiksi. Beberapa mungkin sudah familiar dengan cerita fantasi melalui film, buku, atau
game. Mereka diharapkan memiliki kemampuan membaca dan memahami teks bahasa
Inggris pada tingkat menengah ke atas, serta kemampuan dasar dalam menulis dan
berbicara. Keterampilan yang sudah dimiliki meliputi kemampuan mengidentifikasi ide
pokok, informasi spesifik, dan inferensi sederhana dari sebuah teks. Pemahaman mereka
tentang kosa kata terkait deskripsi karakter, latar, dan peristiwa dalam cerita mungkin
bervariasi.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi pelajaran ini berfokus pada genre cerita fantasi, yang merupakan jenis
pengetahuan konseptual dan prosedural. Relevansinya dengan kehidupan nyata murid
adalah melalui paparan terhadap imajinasi, kreativitas, dan nilai-nilai moral yang sering
terkandung dalam cerita fantasi. Tingkat kesulitan materi dianggap sedang, karena
melibatkan pemahaman elemen naratif yang lebih kompleks dan analisis mendalam
terhadap pesan moral. Struktur materi meliputi pengenalan genre, analisis unsur-unsur
cerita fantasi (tokoh, latar, alur, konflik, tema, pesan moral), dan produksi karya
sederhana berupa cerita fantasi. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
imajinasi, kreativitas, empati, serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami pesan
moral yang terkandung dalam cerita.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Murid mampu menganalisis unsur-unsur cerita fantasi dan
mengidentifikasi pesan moral di dalamnya.
● Kreativitas: Murid mampu mengembangkan ide-ide orisinal untuk menciptakan
cerita fantasi sederhana.
● Kolaborasi: Murid mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis cerita
dan berbagi ide.
● Kemandirian: Murid mampu mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran dan
menyelesaikan tugas secara mandiri.
● Komunikasi: Murid mampu menyampaikan ide dan analisis mereka secara lisan
maupun tulisan dengan jelas dan efektif.
4. DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase F (Kelas XI), murid mampu:
● Mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur kebahasaan dan struktur teks cerita
fantasi dalam bahasa Inggris.
● Menganalisis pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita fantasi.
● Menghasilkan cerita fantasi sederhana secara lisan dan/atau tulisan dengan
memperhatikan elemen-elemen cerita dan kaidah kebahasaan.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Bahasa Indonesia: Konsep dasar narasi, unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita, dan
pengembangan ide cerita.
● Seni Budaya (Seni Rupa/Seni Drama): Eksplorasi imajinasi visual dan pementasan
karakter dalam cerita.
● Pendidikan Karakter: Penanaman nilai-nilai moral dan etika melalui pesan-pesan
dalam cerita fantasi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami dan Menganalisis Elemen Cerita Fantasi
● Tujuan Pembelajaran: Murid mampu mengidentifikasi dan menganalisis tokoh,
latar, alur, konflik, tema, dan pesan moral dalam teks cerita fantasi yang diberikan,
dengan tepat, melalui diskusi kelompok dan presentasi.
Pertemuan 2: Mengeksplorasi Kosakata dan Ungkapan dalam Cerita Fantasi
● Tujuan Pembelajaran: Murid mampu mengidentifikasi dan menggunakan kosa kata
serta ungkapan deskriptif yang relevan dalam cerita fantasi melalui kegiatan
eksplorasi teks dan latihan melengkapi kalimat.
Pertemuan 3: Menulis Cerita Fantasi Sederhana
● Tujuan Pembelajaran: Murid mampu menyusun draf cerita fantasi sederhana secara
individu atau berpasangan, dengan memperhatikan elemen-elemen cerita dan
penggunaan kosa kata yang tepat, berdasarkan panduan penulisan.
Pertemuan 4: Merevisi dan Mempresentasikan Cerita Fantasi
● Tujuan Pembelajaran: Murid mampu merevisi dan menyempurnakan cerita fantasi
yang telah dibuat, serta mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas dengan
percaya diri dan komunikatif, setelah menerima umpan balik dari teman sejawat dan
guru.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berpusat pada "Petualangan dalam Dunia Fantasi: Membangun
Cerita Kita Sendiri". Murid akan diajak untuk menjelajahi berbagai contoh cerita fantasi
dari buku yang diunggah dan sumber lain, menganalisis struktur dan gaya bahasa yang
digunakan, serta pada akhirnya menciptakan cerita fantasi mereka sendiri yang
mencerminkan kreativitas dan pemahaman mereka tentang genre ini.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Murid akan terlibat dalam proyek
penulisan cerita fantasi, mulai dari perencanaan, penulisan draf, hingga revisi dan
presentasi.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis elemen cerita, berbagi ide, dan memberikan
umpan balik konstruktif.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Kontekstual): Mengidentifikasi inspirasi untuk
cerita fantasi dari lingkungan sekitar atau melalui sumber-sumber daring (misalnya,
menjelajahi situs web yang menampilkan gambar-gambar fantasi atau deskripsi
makhluk mitologi).
● Wawancara: Murid dapat "mewawancarai" karakter fiksi atau tokoh-tokoh yang
menginspirasi cerita fantasi (dalam konteks imajinatif/permainan peran) untuk
mengembangkan ide.
● Presentasi: Mempresentasikan hasil analisis dan cerita fantasi yang dibuat.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya Bahasa Indonesia, Seni
Budaya) untuk kolaborasi interdisipliner.
● Lingkungan Luar Sekolah: Komunitas penulis lokal (jika memungkinkan),
pustakawan, atau seniman yang bergerak di bidang ilustrasi fantasi.
● Masyarakat: Melibatkan orang tua dalam mendorong minat baca cerita fantasi dan
memberikan dukungan untuk proyek siswa.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang diatur untuk memfasilitasi diskusi kelompok,
brainstorming, dan presentasi. Penataan tempat duduk fleksibel untuk mendorong
kolaborasi.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
mengumpulkan tugas, dan forum diskusi daring. Penggunaan aplikasi seperti Kahoot
atau Mentimeter untuk interaksi dan penilaian.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang kolaboratif, di mana siswa merasa
nyaman berbagi ide dan memberikan umpan balik. Menumbuhkan rasa ingin tahu
melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka dan eksplorasi topik yang menarik.
Membangun lingkungan yang berpartisipasi aktif dengan mendorong setiap siswa
untuk berkontribusi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses e-book atau artikel tentang cerita fantasi.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron tentang elemen cerita, ide, dan proses
penulisan.
● Penilaian Daring: Menggunakan kuesioner daring atau fitur kuis di Google
Classroom.
● Kahoot/Mentimeter: Untuk ice-breaking, kuis interaktif, atau pengumpulan ide
secara cepat.
● Google Classroom: Sebagai pusat pembelajaran untuk berbagi materi, tugas, dan
pengumuman.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
PERTEMUAN 1 : 3X45 MENIT
Pertemuan 1: Memahami dan Menganalisis Elemen Cerita Fantasi
Pendahuluan (5 menit):
● Guru menyapa murid dengan hangat dan menciptakan suasana yang ramah. (Joyful
Learning)
● Guru menampilkan gambar atau klip pendek dari film fantasi populer dan
menanyakan "What comes to your mind when you see this?" (Mindful Learning -
memicu pemikiran awal, Joyful Learning - menggunakan media menarik).
● Guru mengaitkan jawaban murid dengan topik "Fantasy Stories" dan menjelaskan
relevansi materi dengan kehidupan mereka. (Meaningful Learning)
Motivasi (5 menit):
● FASE 1 (Orientasi Murid Pada Masalah)
● Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami dan
menginspirasi, menekankan bahwa mereka akan menciptakan dunia fantasi mereka
sendiri. (Meaningful Learning, Joyful Learning - berorientasi pada pencapaian
kreatif).
● Guru menyampaikan manfaat mempelajari cerita fantasi (misalnya, meningkatkan
imajinasi, berpikir kritis, memahami budaya lain).
Apersepsi (5 menit):
Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1
● Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Do you have a favorite fantasy story? What
makes it interesting to you?" (Mindful Learning - mengaktifkan pengetahuan
sebelumnya, Joyful Learning - personal connection).
● Guru memandu diskusi untuk merumuskan masalah untuk di carikan solusi terkait
cerita fantasi.
KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING,
MINDFUL LEARNING)
Memahami (35 menit - Mindful Learning):
● Guru membagikan kutipan cerita fantasi dari buku yang diunggah (misalnya, bagian
deskripsi latar atau karakter yang kuat) atau sumber lain yang relevan.
● Murid membaca kutipan tersebut secara mandiri dan menggarisbawahi kata-kata atau
frasa yang menarik perhatian mereka untuk menggali informasi pemahaman tentang
cerita fantasi
● Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan tentang makna dari kutipan
cerita tersebut.

Mengaplikasi (40 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):


● Murid dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi berdasarkan kesiapan:
kelompok dengan kemampuan analisis lebih tinggi dapat diberi teks yang sedikit
lebih kompleks).
● Setiap kelompok diberikan lembar kerja berisi pertanyaan panduan untuk
menganalisis elemen-elemen cerita fantasi (tokoh, latar, alur, konflik, tema, pesan
moral) dari cerita utuh yang sudah ditentukan (misalnya, sebuah cerita pendek fantasi
dari buku siswa). (Meaningful Learning - aplikasi konsep).
● Guru berkeliling, membimbing, dan memberikan scaffolding sesuai kebutuhan.
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas
(Mindful Learning - memantau dan menyesuaikan).
Merefleksi (20 menit - Mindful Learning):
● Guru dan kelompok lain memfasilitasi murid memahami menerapkan konsep cerita
fantasy serta kendala yang ditemukan.
● Guru menyimpulkan poin-poin penting tentang elemen cerita fantasi dan mendorong
murid untuk menghubungkan elemen-elemen tersebut dengan pesan moral. (Mindful
Learning - konsolidasi pemahaman).

PERTEMUAN 2: MENGEKSPLORASI KOSAKATA DAN UNGKAPAN DALAM


CERITA FANTASI
Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru menampilkan berbagai contoh kosa kata dan frasa deskriptif dari cerita fantasi
yang sudah dibaca (misalnya, "enchanted forest," "ancient prophecy," "brave
knight").
● Murid bekerja secara individu untuk mengidentifikasi makna dan konteks
penggunaannya.
Mengaplikasi (20 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Guru mengadakan permainan "Vocabulary Charades" atau "Descriptive Word
Association" di mana murid menebak kata/frasa berdasarkan deskripsi atau gerakan.
(Joyful Learning).
● Murid diberi latihan melengkapi kalimat rumpang dengan kosa kata fantasi yang tepat
atau membuat kalimat deskriptif mereka sendiri. (Diferensiasi: Beberapa siswa
mungkin membuat kalimat yang lebih kompleks, sementara yang lain fokus pada
penggunaan dasar).
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Murid berbagi kalimat atau deskripsi yang mereka buat.
● Guru memberikan umpan balik dan mengoreksi jika ada kesalahan, menekankan
pentingnya kosa kata yang kaya untuk membangun dunia fantasi.

PERTEMUAN 3: MENULIS CERITA FANTASI SEDERHANA


Memahami (15 menit - Mindful Learning):
● Guru memfasilitasi brainstorming ide cerita fantasi secara klasikal, mencatatnya di
papan tulis atau melalui Mentimeter.
● Guru memberikan panduan langkah-langkah penulisan cerita fantasi (ide, karakter,
latar, plot, resolusi).
Mengaplikasi (25 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Murid mulai menyusun draf cerita fantasi sederhana mereka secara individu atau
berpasangan (diferensiasi konten: siswa dapat memilih topik atau tingkat
kompleksitas cerita yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka).
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan menjawab pertanyaan. (Meaningful
Learning - penerapan langsung).

Merefleksi (5 menit - Mindful Learning):


● Murid diminta untuk menulis satu kalimat refleksi tentang tantangan atau kesenangan
dalam proses penulisan awal.

PERTEMUAN 4: MEREVISI DAN MEMPRESENTASIKAN CERITA FANTASI


Memahami (10 menit - Mindful Learning):
● Guru menjelaskan pentingnya revisi dan memberikan ceklis untuk revisi (misalnya,
kejelasan alur, konsistensi karakter, penggunaan kosa kata, tata bahasa).
Mengaplikasi (25 menit - Meaningful Learning, Joyful Learning):
● Murid melakukan peer-editing (saling mengoreksi) cerita satu sama lain dengan
menggunakan ceklis. (Kolaborasi).
● Murid merevisi cerita mereka berdasarkan umpan balik dari teman dan guru.
● Beberapa murid mempresentasikan cerita mereka di depan kelas. (Joyful Learning -
kesempatan untuk berbagi karya).
Merefleksi (10 menit - Mindful Learning):
● Guru memfasilitasi diskusi tentang pelajaran yang didapat dari proses penulisan dan
presentasi.
● Murid diminta untuk berbagi pengalaman dan perasaan mereka setelah menyelesaikan
proyek.

KEGIATAN PENUTUP (MEMBERIKAN UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA)
Umpan Balik Konstruktif (5 menit):
● Guru memberikan umpan balik secara keseluruhan tentang proses pembelajaran,
menyoroti kemajuan dan area yang perlu ditingkatkan.
● Guru mendorong murid untuk terus mengembangkan imajinasi dan keterampilan
menulis mereka.
Menyimpulkan Pembelajaran (5 menit):
● Guru memimpin diskusi singkat untuk merekapitulasi poin-poin kunci pembelajaran
tentang cerita fantasi.
● Murid diminta untuk menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari atau satu
keterampilan yang mereka tingkatkan.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (5 menit):
● Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan topik atau unit selanjutnya.
● Guru menanyakan kepada murid: "What other fantasy elements would you like to
explore in the future?" atau "What challenges did you face that we can address in our
next unit?" (Memancing keterlibatan siswa dalam perencanaan).
● Guru memberikan tugas pengayaan (opsional) seperti membaca cerita fantasi lain
atau menonton film fantasi dan menganalisisnya.
● Guru menutup pelajaran dengan ucapan terima kasih dan apresiasi.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi murid dalam diskusi awal
tentang cerita fantasi.
● Wawancara (singkat): Guru menanyakan beberapa murid secara acak tentang
pengalaman mereka dengan cerita fantasi ("What's your favorite fantasy book/movie
and why?").
KUESIONER (DIGITAL/LISAN):
● "Seberapa sering Anda membaca/menonton cerita fantasi?" (Selalu/Sering/Kadang-
kadang/Jarang/Tidak Pernah)
● "Apa yang menurut Anda paling menarik dari cerita fantasi?" (Pilihan ganda/isian
singkat)
TES DIAGNOSTIK (PRE-TEST SINGKAT - 5 SOAL):
1. What is typically the main purpose of a fantasy story? a) To teach about historical
events b) To explore imaginary worlds and magical elements c) To provide factual
information d) To report on current events
2. Which of the following is an essential element of a fantasy story? a) Realistic
characters and settings b) Detailed historical accuracy c) Supernatural creatures or
magic d) Real-world problems and solutions
3. In a fantasy story, where do events usually take place? a) In real cities and countries
b) In imaginary lands or alternate realities c) In a school or office setting d) In a
science laboratory
4. What is a common theme found in many fantasy stories? a) Everyday life and
routines b) The struggle between good and evil c) How to grow vegetables d)
Learning about different jobs
5. Which of these words best describes a typical character in a fantasy story? a)
Ordinary b) Magical c) Scientific d) Historical

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


TUGAS HARIAN (SELAMA KEGIATAN INTI):
● Pertemuan 1: Lembar kerja analisis elemen cerita fantasi.
1. Identify the main protagonist and antagonist in the story.
2. Describe the setting of the story. What makes it fantastical?
3. Summarize the main conflict in the story.
4. What is the main theme of the story?
5. What moral lesson can you learn from this fantasy story?
● Pertemuan 2: Latihan melengkapi kalimat dengan kosa kata fantasi dan membuat
kalimat deskriptif.
1. Complete the sentence: "The brave knight rode through the _________ forest."
(enchanted / ordinary / modern / noisy)
2. Write a descriptive sentence using the word "mystical."
3. Choose the best word to describe a dragon: (a) small (b) fierce (c) gentle (d) quiet.
4. Fill in the blank: "The ancient _________ foretold the coming of the hero." (car /
prophecy / newspaper / phone)
5. Create a short phrase that describes a magical object.
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati dan menilai partisipasi, kemampuan
berargumen, dan kolaborasi dalam diskusi kelompok saat menganalisis cerita dan
brainstorming ide.
● Presentasi: Guru menilai kelancaran, kejelasan, dan kepercayaan diri murid saat
mempresentasikan hasil analisis atau cerita mereka.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif: Murid menulis jurnal reflektif tentang pengalaman belajar mereka
di unit ini, termasuk tantangan yang dihadapi dan pelajaran yang diperoleh.
1. What was the most challenging part of learning about fantasy stories?
2. What new skills did you develop during this unit?
3. How do you think reading and writing fantasy stories can be beneficial in real
life?
4. If you could create one magical object, what would it be and what would it do?
5. What is one question you still have about fantasy stories or creative writing?

TES TERTULIS (5 SOAL - MENCAKUP PEMAHAMAN KONSEP DAN


APLIKASI):
1. Explain two common characteristics that define a fantasy story.
2. Name and briefly describe three essential elements of a narrative in a fantasy story.
3. How can a fantasy story convey a moral message to its readers? Provide an example.
4. Imagine you are creating a fantasy world. Describe one unique creature or magical
system you would include.
5. In your opinion, what is the most important element for a fantasy story to be
engaging? Justify your answer.
● Tugas Akhir/Proyek: Cerita fantasi sederhana yang telah direvisi dan
disempurnakan.
● Rubrik Penilaian Proyek Cerita Fantasi:
1. Kreativitas dan Orisinalitas: (1-5) - Sejauh mana cerita menunjukkan ide-ide
baru dan unik?
2. Pengembangan Karakter: (1-5) - Sejauh mana karakter utama dikembangkan
dengan baik?
3. Pengembangan Latar: (1-5) - Seberapa jelas dan imersif latar fantasi yang
diciptakan?
4. Alur Cerita: (1-5) - Apakah alur cerita logis, menarik, dan memiliki resolusi
yang jelas?
5. Penggunaan Bahasa (Kosa Kata & Tata Bahasa): (1-5) - Sejauh mana
penggunaan kosa kata deskriptif dan tata bahasa yang akurat?\

Palangka Raya, 16 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. ARBUSIN YUNIKA ANGGELA, [Link].


NIP. 19670302 199512 1 002 NIP. 19830603 201001 2 015

Anda mungkin juga menyukai