MODUL AJAR
BAB 1 Menjaga Lingkungan Sekitar
Informasi Umum Modul Ajar
Nama Penyusun : NUR ’ATIKA SIHOMBING, S. Pd
Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 PANDAN NAULI
Tahun Ajaran : 2024/2025
Fase/Kelas : D/VIII
Alokasi Waktu : 12 x 40 menit
Jumlah Pertemuan : 4 pertemuan
A. Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) pada Bab 1 terdapat dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis. Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan kemampuan Peserta didik juga memahami pentingnya
pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam.
B. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran pada Bab 1 meliputi hal-hal berikut ini.
1.1 Membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43]
ayat 13 dengan tartil
1.2 Menjelaskan hukum bacaan tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
1.3 Mempraktikkan hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
1.4 Menulis Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat
13
1.5 Menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43]
ayat 13
1.6 Menunjukkan hafalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13
1.7 Menjelaskan kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13
1.8 Menyebutkan contoh perilaku pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat
32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
1.9 Memaparkan Hadis tentang menjaga lingkungan
1.10 Menyebutkan hikmah menjaga lingkungan
C. Kata Kunci
Al-Qur'an
Ar-Rūm
Az-Zukhruf
Bahtera
Hadis
Ibadah gairu mahdah
Ibrāhīm
Kufur
Lingkungan
D. Profil Pelajar Pancasila
Gotong Royong
Upaya menjaga dan melestarikan lingkungan telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. melalui Hadis
tentang menghidupkan lahan yang mati, menanam pohon (reboisasi), dan larangan membuang hajat
sembarangan. Menjaga lingkungan merupakan tugas bersama. Upaya menjaga lingkungan akan terasa
mudah jika dilakukan bergotong royong.
E. Sarana dan Prasarana
1. Komputer atau laptop
2. LCD proyektor
3. Papan tulis
4. Spidol
5. Mushaf Al-Qur'an
F. Terget Peserta Didik
Regular/tipikal
G. Metode Pembelajaran
Demonstrasi, ceramah, diskusi, tanya jawab, presentasi, drill and practice (pengulangan dan latihan),
dan takrir (metode menghafal Al-Qur'an dengan mengulang ayat yang hendak dihafal sebanyak 5, 20,
hingga 40 kali),
H. Moda Pembelajaran
Tatap muka
I. Asesmen
Individu: Tertulis dan performa
Kelompok: Tertulis dan performa
J. Materi Ajar
1. Surah Ar-Rūm [30] Ayat 41
2. Surah Ibrāhīm [14] Ayat 32
3. Surah Az-Zukhruf [43] Ayat 13
4. Hikmah Menjaga Lingkungan
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
Topik
Membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Hukum tajwid hukum bacaan tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
Tujuan Pembelajaran
1.1 Membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43]
ayat 13 dengan tartil
1.2 Menjelaskan hukum bacaan tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
1.3 Mempraktikkan hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat memberikan penghayatan dalam kegiatan membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41,
Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13. Peserta didik pun dapat mengenal
hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah kemudian menerapkannya ketika membaca ayat
Al-Qur'an. Hal tersebut ditujukan sebagai upaya agar mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil.
Metode Pembelajaran
Demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab
Pertanyaan Pemantik
1. Apa yang dimaksud dengan tartil ketika membaca Al-Qur'an?
2. Mengapa seorang muslim harus mempelajari hukum bacaan tajwid?
3. Apa yang kamu ketahui tentang hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah?
A. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
Guru memberikan salam kepada peserta didik
Peserta didik merespon salam dari guru
Guru menyapa para peserta didik, membuka pembelajaran, melakukan doa dan shalawatan
bersama
Guru mengecek kehadiran peserta didik satu persatu
Guru memberikan kalimat motivasi kepada peserta didik
Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik terkait dengan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai pada Bab 1
Peserta didik mengamati peta konsep dan guru memberikan penjelasan bahwa peta konsep tersebut
menggambarkan alur pembelajaran yang akan dipelajari pada Bab 1
B. Kegiatan Inti (95 menit)
Peserta didik diminta untuk membuka mushaf Al-Qur'an dan mengamati dengan saksama Surah
Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41,
Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Perwakilan tiga orang peserta didik membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14]
ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 dengan suara lantang
Guru mengoreksi bacaan perwakilan peserta didik Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm
[14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 sesuai dengan makhraj huruf dan hukum bacaan
tajwid
Guru memberi contoh bacaan Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13 yang baik, benar, dan tartil
Peserta didik dituntun untuk mengikuti contoh bacaan guru terkait Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah
Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Peserta didik diarahkan untuk membaca Info terkait hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan
lam jalalah
Guru menjelaskan hukum bacaan tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
Guru mencontohkan cara membaca hukum tajwid tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
Satu persatu peserta didik membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan
Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 sesuai dengan kaidah hukum tajwid yang telah dipelajari
Guru memperhatikan bacaan setiap peserta didik serta memberikan koreksi
Peserta didik dibimbing untuk melakukan kegiatan kelompok
Peserta didik mengumpulkan hasil diskusi kelompok kepada guru untuk diberi penilaian
Peserta didik dipersilakan untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Peserta didik dan guru membuat kesimpulan pembelajaran pada pertemuan ini
Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran
Guru memberi informasi kepada peserta didik mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam
Pertemuan 2
Topik
Menulis dan Menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13
Tujuan Pembelajaran
1.4 Menulis Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat
13
1.5 Menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43]
ayat 13
1.6 Menunjukkan hafalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat menulis kemudian menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat
32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 beserta artinya dengan baik agar peserta didik mampu
memahami kandungan ayat-ayat tersebut.
Metode Pembelajaran
Drill and practice (berulang-ulang dan latihan)
Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa seorang muslim dianjurkan untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur'an?
2. Apa fadilah atau keutamaan bagi orang yang menghafal ayat-ayat Al-Qur'an?
A. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
Guru memberikan salam kepada peserta didik
Peserta didik merespon salam dari guru
Guru menyapa para peserta didik, membuka pembelajaran, melakukan doa dan shalawat bersama
Guru mengecek kehadiran peserta didik satu persatu
Guru melakukan apersepsi terkait pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
Guru memberikan kalimat motivasi kepada peserta didik
Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik terkait dengan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai
B. Kegiatan Inti (95 menit)
Peserta didik diminta untuk membuka mushaf Al-Qur'an dan mengamati dengan saksama Surah
Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Guru membimbing peserta didik untuk menulis Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14]
ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 dengan rapi pada buku tugas
Peserta didik menyerahkan hasil tulisan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32,
dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 pada buku tugas kepada guru untuk diberi penilaian
Peserta didik dibimbing untuk melakukan kegiatan individu
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41,
Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 beserta artinya dengan metode
drill and practice
Guru membimbing peserta didik untuk mengulang-ngulang bacaan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41,
Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 beserta artinya hingga hafal dan
lancar
Setelah hafal, setiap peserta didik bergiliran membacakan hafalannya di depan kelas dengan suara
lantang
Guru menyimak hafalan setiap peserta didik dengan saksama dan mengoreksinya jika ada
kesalahan dalam pelafalan
Guru mengapresiasi peserta didik yang telah menyetorkan hafalannya
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Peserta didik dan guru membuat kesimpulan pembelajaran pada pertemuan ini
Guru meminta tiga orang perwakilan peserta didik untuk mengungkapkan apa yang telah diperoleh
dari pembelajaran pada pada pertemuan ini
Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran
Guru memberi informasi kepada peserta didik mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam
Pertemuan 3
Topik
Kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat
13
Pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat
13
Tujuan Pembelajaran
1.7 Menjelaskan kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-
Zukhruf [43] ayat 13
1.8 Menyebutkan contoh perilaku pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat
32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat menjelaskan kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32,
dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13. Kemudian, peserta didik dapat menyebutkan contoh perilaku
pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat
13. Hal tersebut ditujukan agar peserta didik dapat mengamalkan isi kandungan Surah Ar-Rūm [30]
ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 melalui akhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari.
Metode Pembelajaran
Ceramah dan tanya jawab
Pertanyaan Pemantik
1. Apa perintah dalam Al-Qur'an telah kamu amalkan?
2. Bagaimana cara mengamalkan kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32,
dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13?
3. Apa contoh perilaku yang mencerminkan pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm
[14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13?
A. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
Guru memberikan salam kepada peserta didik
Peserta didik merespon salam dari guru
Guru menyapa para peserta didik, membuka pembelajaran, melakukan doa dan shalawat bersama
Guru mengecek kehadiran peserta didik satu persatu
Guru melakukan apersepsi terkait pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
Guru memberikan kalimat motivasi kepada peserta didik
Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik terkait dengan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai
B. Kegiatan Inti (95 menit)
Peserta didik diminta untuk membuka buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 2 untuk
SMP/MTs Kelas VIII yang berisi kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat
32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk membaca kandungan ayat-ayat tersebut
Guru meminta tiga orang perwakilan peserta didik untuk menjelaskan kandungan Surah Ar-Rūm
[30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13 berdasarkan hasil
bacaan
Guru mengapresiasi peserta didik yang telah percaya diri untuk menjelaskan kandungan Surah Ar-
Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Guru meberikan penguatan dan menjelaskan kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah
Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Peserta didik menyimak penjelasan guru dengan baik
Guru meminta setiap peserta didik untuk menuliskan satu contoh perilaku yang mencerminkan
pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf [43]
ayat 13 pada papan tulis menggunakan spidol
Guru mempersilakan peserta didik untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami
Peserta didik dibimbing untuk melakukan kegiatan latihan
Peserta didik mengumpulkan hasil latihan kepada guru untuk diberi penilaian
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Peserta didik dan guru membuat kesimpulan pembelajaran pada pertemuan ini
Guru meminta tiga orang perwakilan peserta didik untuk mengungkapkan apa yang telah diperoleh
dari pembelajaran pada pada pertemuan ini
Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran
Guru memberi informasi kepada peserta didik mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam
Pertemuan 4
Topik
Hikmah Menjaga Lingkungan
Tujuan Pembelajaran
1.11 Memaparkan Hadis tentang menjaga lingkungan
1.12 Menyebutkan hikmah menjaga lingkungan
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat memahami kandungan Hadis tentang menjaga lingkungan dan hikmah menjaga
lingkungan kemudian dapat memaparkannya. Hal tersbeut ditujukan agar peserta didik dapat
memehami urgensi menjaga lingkungan sekitar sebagai hal yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai
ajaran Islam.
Metode Pembelajaran
Ceramah, presentasi, dan tanya jawab
Pertanyaan Pemantik
1. Apa saja ciri-ciri lingkungan yang sehat? Uraikan penjelasanmu.
2. Upaya apa yang kamu lakukan untuk menjaga lingkungan sekitar?
3. Apakah perilaku menjaga lingkungan sesuai dengan nilai-nilai Islam? Uraikan pendapatmu.
D. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
Guru memberikan salam kepada peserta didik
Peserta didik merespon salam dari guru
Guru menyapa para peserta didik, membuka pembelajaran, melakukan doa dan shalawat bersama
Guru mengecek kehadiran peserta didik satu persatu
Guru melakukan apersepsi terkait pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
Guru memberikan kalimat motivasi kepada peserta didik
Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik terkait dengan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai
E. Kegiatan Inti (95 menit)
Guru menjelaskan Hadis tentang menjaga lingkungan dan hikmah menjaga lingkungan
Peserta didik menyimak penjelasan guru dengan baik
Guru meminta tiga orang perwakilan peserta didik untuk memaparkan pendapatnya terkait materi
yang disampaikan oleh guru
Guru memberikan penguatan terhadap pendapat peserta didik
Guru mempersilakan peserta didik untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami
Peserta didik dibimbing untuk mengerjakan rubrik Tugas Individu
Peserta didik yang diberi waktu untuk menghafal dan memahami kandungan Hadis tentang
menjaga lingkungan
Guru membimbing peserta didik untuk menghafal dan memahami kandungan Hadis tentang
menjaga lingkungan
Setalah hafal, masing-masing peserta didik membacakan Hadis tentang menjaga lingkungan dan
menjelaskan isi kandungannya di depan kelas
Guru mengapresiasi setiap peserta didik yang telah menyetorkan hafalannya
Peserta didik dibimbing untuk mengerjakan rubrik Latihan
Peserta didik menyerahkan hasil latihannya kepada guru untuk diberi penilaian
F. Kegiatan Penutup (10 menit)
Peserta didik dan guru membuat kesimpulan pembelajaran pada pertemuan ini
Guru meminta tiga orang perwakilan peserta didik untuk mengungkapkan apa yang telah diperoleh
dari pembelajaran pada pada pertemuan ini
Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran
Guru memberi informasi kepada peserta didik mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam
Refleksi
Refleksi Guru
Apakah pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan?
Bagian rencana pembelajaran manakah yang sulit dilakukan?
Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
Berapa persen siswa yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran?
Apa kesulitan yang dialami oleh siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran?
Apa yang akan saya lakukan untuk membantu mereka?
Refleksi Siswa
Pada bab ini kamu telah mempelajari materi mengenai Menjaga Lingkungan Sekitar. Agar
pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna, mari sejenak berefleksi tentang aktivitas
pembelajaran kali ini. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili
perasaanmu setelah mempelajari materi ini.
1. Apa yang sudah kamu pelajari?
.……………………………………………………………………………………………
2. Apa yang kamu kuasai dari materi ini?
.……………………………………………………………………………………………
3. Bagian apa yang belum kamu kuasai?
.……………………………………………………………………………………………
4. Apa upaya kamu untuk menguasai materi yang belum dikuasai? Coba diskusikan dengan teman
maupun gurumu.
……………………………………………………………………………………………
Glosarium
Al-Qur'an : firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan
perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk
dan pedoman hidup bagi umat manusia; kitab suci umat Islam
apersepsi : kegiatan sebelum memasuki pembelajaran inti untuk menarik perhatian peserta
didik agar fokus terhadap informasi baru yang akan disampaikan; penghayatan
untuk menerima ide- ide baru
drill and practice : sebuah metode pembelajaran berbentuk latihan dengan praktik yang dilakukan
berulang secara berkelanjutan untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan
peserta didik
Hadis : segala hal yang disandarkan kepada Rasulullah saw., baik berupa perkataan,
perbuatan, maupun ketetapannya (takrir)
kufur : menutupi; tidak beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, baik dengan
mendustakannya atau tidak mendustakannya.
lingkungan : sebuah ruang di mana makhluk hidup tinggal di dalamnya yang terdiri atas
komponen biotik seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta komponen abiotik
seperti batu, sungai, gunung; kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup
keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan
fauna yang;
reboisasi : reforestasi, penghijauan kembali, atau penghutanan kembali; penanaman kembali
hutan yang telah ditebang supaya tidak terjadi bahaya dari letusan gunung berapi.
refleksi : kegiatan merenungkan kembali apa yang sudah dilakukan; merenungkan kembali
apa yang sudah terjadi dan dilakukan; tindakan untuk menilai dan mengkaji diri,
berdasarkan kebiasaan dan perilaku yang dilakukan
tartil : membaca Al-Qur'an dengan jelas, perlahan, serta sesuai dengan makhraj huruf
dan hukum bacaan tajwid
Pandan, Juli 2024
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
NUR EKVAN SANTOSO, S. Pd., M. Si NUR’ATIKA SIHOMBING, S. Pd
NIP. 19750521 200312 1 002 NIP. 19920206 202012 2005
Lampiran
A. Bahan Bacaan Guru
Pertemuan 1
Topik : Membaca Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf
[43] ayat 13
Hukum tajwid hukum bacaan tafkhim, tarqiq, dan lam jalalah
Hukum Mengenal Al-Qur'an dengan Kaidah Tajwid
Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang cara pengucapan dan pelafalan Al-Qur'an. Syekh
Ibnul Jazari menuturkan bahwa mempelajari ilmu Tajwid sebagai adalah fardu kifayah, tetapi hukum
membaca Al-Qur'an dengan memakai hukum bacaan tajwid adalah fardu ain. Syeikh Ibnul Jazari
menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca Al-Qur'an tanpa memakai hukum bacaan tajwid maka
hukumnya dosa. Hal tersebut karena sesungguhnya Allah Swt. menurunkan Al-Qur'an beserta hukum
bacaan tajwidnya.
Hukum tajwid sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ketika membaca Al-Qur'an
haruslah benar, tartil, sesuai dengan makhraj huruf, serta mengetahui tanda waqaf. Adapun bagi orang-
orang yang belum mampu membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah-kaidah hukum bacaan tajwid,
wajib hukumnya untuk mempelajari ilmu Tajwid dan berusaha membaguskan bacaannya. Allah Swt.
memerintahkan manusia untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan perlahan, sebagaimana dalam
Surah al-Muzzamil [73] ayat 4 yang artinya, “atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu
dengan perlahan-lahan.”
Surah al-Muzzamil [73] ayat 4 menjelaskan bahwa Al-Qur'an harus dibaca dengan tartil atau
perlahan-lahan. Hal tersebut agar membantu dalam memahami dan merenungkan ayat yang dibaca.
Perintah tersebut dilaksanakan baik oleh Rasulullah saw. Siti Aisyah r.a. menuturkan bahwa Rasulullah
saw. membaca Al-Qur'an dengan perlahan-lahan sehingga terasa panjang. Dalam Sahih Bukhari,
sahabat Anas r.a. pernah ditanya mengenai bacaan Rasulullah saw. Anas r.a. menjawab bahwa bacaan
Al-Qur'an Rasulullah saw. panjang.
Hukum Bacaan Tajwid Tafkhim dan Tarqiq
Tafkhim artinya menggemukkan atau menebalkan, sedangkan secara istilah, tafkhim berarti ungkapan
tentang ketebalan yang masuk pada suara huruf ketika diucapkan sehingga memenuhi mulut dengan
gemanya. Adapaun tarqiq artinya menguruskan atau menipiskan. Secara istilah, tarqiq berarti ungkapan
tentang kekurusan yang masuk pada suatu huruf ketika diucapkan sehingga mulut tidak bisa penuh
dengan gemanya.
Huruf Ra ( )ﺭdibaca tafkhim atau tebal apabila berharakat fathah, fathahtain, damah, damahtain,
dan sukun yang huruf sebelumnya berharakat fathah atau damah. Sedangkan huruf Ra ( )ﺭdibaca tarqiq
atau tipis apabila berharakat kasrah, kasrahtain, dan sukun yang huruf sebelumnya berharakat kasrah.
Sebagai tambahan, selain tafkhim dan tarqiq, terdapat pula huruf Ra ( )ﺭyang boleh dibaca tebal atau
tipis. Hal ini terjadi apabila huruf Ra ( )ﺭberharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah,
sedang huruf sesudahnya adalah huruf isti'la yang berharakat kasrah. Perhatikan tabel beriku terkait
contoh bacaan Ra ( )ﺭTafkhim dan tarqiq.
Contoh Bacaan Ra ( )ﺭTafkhim Contoh Bacaan Ra ( )ﺭTarqiq
Surah Al-Fil ayat 1 Surah An-Nisa ayat 1
َأ
َلْم َتَر ِرَج ااًل َكِثيًر
Huruf Ra ( )ﺭberharakat fathatah. Huruf Ra ( )ﺭberharakat kasrah di awal kata.
Surah Al-Lahab ayat 3 Surah Al-Fajr ayat 1
َس َيْصَلٰى َناًر ا َوْلَفْج ِر
Huruf Ra ( )ﺭberharakat fathahtain. huruf Ra ( )ﺭberharakat kasrah di akhir kata.
Surah Al-Kautsar ayat 2 Surah Al-Baqarah ayat 6
َف َص ِّل ِل َر ِّب َك َوٱ ْن َح ْر َأ
ْم َلْم ُتنِذْر ُهْم
Huruf Ra ( )ﺭberharakat sukun dan huruf Huruf Ra ( )ﺭberharakat sukun dan huruf sebelumnya
sebelumnya berharakat kasrah. berharakat kasrah.
Hukum Bacaan Tajwid Lam Jalalah
Dalam kajian ilmu tajwid, terdapat beberapa hukum bacaan, salah satunya adalah bacaan Lam ()ﻝ.
Huruf Lam ( )ﻝdalam Al-Quran bisa dibaca sukun atau berharakat. Lam ( )ﻝsukun bisa bertemu
dengan huruf setelahnya dan dibaca idgham atau izhar. Sedangkan lam berharakat bisa dibaca tarqiq
atau tafkhim, bergantung pada huruf yang mendahuluinya. Hukum bacaan Lam ( )ﻝberharakat
dinamakan Lam jalalah. Sesuai dengan namanya, hukum bacaan ini hanya terdapat pada lafaz jalalah
atau lafaz dengan nama Allah ( )اللُه. Lam jalalah dibagi menjadi dua jenis, yakni tafkhim (tebal) dan
tarqiq (tipis).
Hukum bacaan Lam jalalah dibaca tafkhim. Tafkhim secara bahasa artinya tebal. Secara istilah,
tafkhim adalah mengucapkan huruf tebal sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya. Sesuai
dengan artinya, bunyi lam tafkhim harus dibaca tebal. Suara yang keluar tidak seperti bunyi "a",
melainkan menyerupai huruf "o". Lafaz jalalah dapat dibaca tafkhim jika didahului oleh huruf yang
berharakat fathah atau dammah. Berikut contohnya.
َأ
ُقْل ُهَواللُه َحٌد, dibaca qulhuqallohu ahad
ُيْؤِتَيهُم الله َخ ْيًر ا, dibaca yu'tiyahumulloh khoiron
Hukum bacaan Lam jalalah dibaca tarqiq. Tarqiq secara bahasa, tarqiq artinya tipis. Secara
istilah, tarqiq adalah mengucapkan huruf dengan ringan atau tipis sehingga tidak sampai memenuhi
mulut ketika mengucapkannya. Bunyi Lam ( )ﻝtarqiq harus dibaca tipis, sehingga suara yang keluar
seperti bunyi "a" bukan "o". Lam ( )ﻝini didahului oleh huruf yang berbaris kasrah. Berikut contohnya.
ِفْى َر ُس ْوِل اللِه, dibaca, fii rasuulillah
ِفْى ِدْيِن اللِه َأْفَواًج ا, dibaca, fii diinillahi afwaajaa
Sumber : Al-Hafizh, Abdul Aziz Abdur Rauf al-Hafizh. 2017. Panduan Ilmu Tajwid Aplikatif.
Jakarta: Markaz Al-Qur’an.
[Link]
[Link]
contohnya-1wTv8sgUiZk/full
Pertemuan 2
Topik : Menulis dan Menghafal Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan
Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Menulis ayat Al-Qur'an
Setiap muslim dianjurkan untuk mampu membaca dan menulis huruf hijaiyah. Hal tersebut karena
huruf hijaiyah digunakan dalam penulisan bahasa Arab dan bahasa Arab merupakan bahasa yang
digunakan dalam Al-Qur'an. Penulisan huruf Arab dimulai dari kanan ke kiri. Adapun huruf hijaiyah
berjumlah 28 huruf. Huruf-huruf tersebut ada yang dapat menyambung dan disambung, ada yang dapat
disambung tetapi tidak bisa menyambung (di tengah). Masing-masing mempunyai bentuk huruf sesuai
posisinya (di depan, tengah, di belakang, dan terpisah). Semua huruf Arab adalah konsonan, termasuk
Alif, Wau, dan Ya' (Sering disebut huruf illat). Oleh karena itu, memerlukan tanda vokal (syakal).
Berikut penulisan huruf hijaiah.
Menghafal ayat Al-Qur'an
Selain membaca dan menulis Al-Qur'an, setiap muslim dianjurkan untuk menghafal, memahami, dan
mengamalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Salah satu cara menghafal Al-Qur'an adalah menggunakan metode
at-Tiqrar atau pengulangan. Metode ini meruapakan metode menghafal Al-Qur'an dengan cara
mengulang-ulang bagian atau ayat yang hendak dihafal. Pengulangan ini dilakukan sampai bagian atau
ayat yang dimaksud melekat dalam pikiran hingga benar-benar membentuk reflek pada lisan. Metode
ini merupakan metode yang paling banyak diamalkan oleh para penghafal Al-Qur'an. Imam Bukhari
merupakan ahli Hadis yang sangat kuat hafalannya, pernah menuturkan bahwa beliau tidak
menemukan cara menghafal yang efektif selain dengan terus-menerus melihat tulisan dan mengulang-
ulang perkataan karena itulah sejatinya hafalan.
Hal utama dalam menghafal Al-Qur'an menggunakan motede Tiqrar adalah istikamah dan
teratur. Dalam menghafal Al-Qur'an menggunakan metode ini di utamakan agar selalu konsisten dan
tertatur dalam membaca dan mengualang bacaan Al-Qur'an, baik yang telah dihafal maupun yang
sedang di hafalkan. Dalam metode ini diperlukan pengulangan bacaan mulai dari 5, 20, hingga 40 kali
agar ayat yang dihafal dapat tertanam kuat dalam ingatan dan lisan menjadi ringan untuk
melafalkannya.
Sumber : Setiana, [Link] Metode Tikrar Dalam Menghafal Al-Qur’an di
Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an desa banjarejjo. Jurusan Pendidikan Agama
Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri (IAIN).
[Link]
oleh-umat-muslim-1vrejuL6ud5/full
Pertemuan 3
Topik : Kandungan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf
[43] ayat 13
Pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf
[43] ayat 13
Tafsir Surah Ar-Rūm [30] ayat 41
Dalam ayat ini Allah Swt. melarang manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi. Larangan
membuat kerusakan ini mencakup segala hal, seperti merusak pergaulan, jasmani, rohani, kehidupan
dan sumber-sumber penghidupan (pertanian, perdagangan dll), merusak lingkungan dan lain
sebagainya. Bumi ini sudah diciptakan Allah Swt. dengan segala kelengkapannya, seperti gunung,
lembah, sungai, lautan, daratan, hutan dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk keperluan
manusia, agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, manusia
dilarang membuat kerusakan di muka bumi.
Allah Swt. juga menurunkan agama dan mengutus para rasul untuk memberi petunjuk agar
manusia dapat hidup dalam kebahagiaan, keamanan, dan kedamaian. Sebagai penutup kenabian, Allah
Swt. mengutus Rasulullah saw. yang membawa ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bila
manusia mengikuti ajaran Islam dengan benar, maka seluruhnya akan menjadi baik, manusia menjadi
baik, bangsa menjadi baik, dan negara menjadi baik pula.
Di akhir ayat Surah Ar-Rūm [30] ayat 41 diungkap lagi tentang etika berdoa. Ketika berdoa
untuk urusan duniawi atau ukhrawi, selain dengan sepenuh hati, khusyuk dan suara yang lembut,
hendaknya disertai pula dengan perasaan takut dan penuh harapan. Cara berdoa semacam ini akan
mempertebal keyakinan dan akan menjauhkan diri dari keputusasaan, karena langsung memohon
kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kaya.
Rahmat Allah Swt. akan tercurah kepada orang yang berbuat baik, dan berdoa merupakan
perbuatan baik. Anjuran untuk berbuat baik banyak diungkap dalam Al-Qur'an, seperti berbuat baik
terhadap tetangga, kepada sesama manusia, kepada kawan, kepada lingkungan dan lainnya. Karena itu,
bila seseorang akan menyembelih binatang, hendaknya ia melakukan dengan cara yang baik, yaitu
dengan pisau yang tajam agar tidak menyebabkan penderitaan bagi binatang itu.
Tafsir Surah Ibrāhīm [14] ayat 32
Allah Swt. yang menciptakan bumi yang merupakan salah satu dari planet-planet ruang angkasa,
tempat manusia hidup, berdiam, dan mempersiapkan diri sebelum mengalami hidup yang sebenarnya di
akhirat. Permukaan bumi ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan buahnya yang
beraneka macam pula yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Di dalam perut bumi terdapat
barang tambang yang beraneka macam. Semuanya itu diciptakan Allah Swt. untuk manusia.
Dialah yang menurunkan hujan yang berasal dari uap air dan menjadi awan. Awan itu dihalau-
Nya dengan angin ke tempat tertentu, hingga menjadi mendung yang hitam pekat, kemudian berubah
dan jatuh sebagai hujan yang menyirami permukaan bumi. Dengan siraman hujan itu, tumbuh dan
suburlah tumbuh-tumbuhan yang kemudian menjadi besar, berbunga, dan berbuah. Secara kauniyah
(sains) ayat ini menjelaskan tentang siklus biosfer (Biospheric Cycle). Allah Swt. menegaskan kembali
akan kekuasaan-Nya dalam mengatur kehidupan di bumi ini. Dari air yang tercurah dari langit, maka
muncul kebun-kebun yang subur yang mengeluarkan buah-buahan, semuanya sebagai rezeki bagi
manusia.
Dalam ayat tersebut dilanjutkan dengan “Dia menundukkan kapal bagimu” dan “Dia telah
menundukkan sungai-sungai bagimu”. Menundukkan dalam kedua kalimat ayat di atas diterjemahkan
dari kata dalam bahasa Arab sakhkhara. Ini mengisyaratkan kepada manusia untuk menggunakan
akalnya (teknologinya) dalam membuat atau menciptakan kapal yang mampu berlayar di lautan, atau
dalam pengelolaan sungai, sebagai tempat untuk pelayaran atau keperluan lainnya. Jika manusia
menggunakan akalnya dengan menggunakan ilmu pengetahuan alam (ketentuan Allah Swt.) sehingga
dapat menemukan sendiri ketentuan Allah Swt. yang digunakan Allah Swt. untuk mengendalikan
kapal, maka manusia tadi dapat mengusahakan agar kehendak manusia sejalan dengan kehendak-Nya
dan ketentuan-Nya,
Ketentuan Allah Swt. itu menunjukkan bagaimana mengkonstruksikan kapal agar bisa
mengangkat tubuhnya beserta muatannya agar tidak tenggelam. Ketentuan Allah Swt. menunjukkan
bahwa suatu benda yang mengapung di air akan memindahkan air sebanyak isi benda tersebut. Berat
dari air yang dipindahkan benda tadi akan sebanding dengan tekanan ke atas yang dialami oleh benda
itu. Dengan membuat kapal berongga maka akan tercapai volume luar yang besar, tapi beratnya kecil
karena berongga. Oleh sebab itu, tubuh kapal dan muatannya itu mampu diangkat kekuatan ke atas
hingga mengapung. Dengan menggunakan mesin penggerak yang serupa dengan kendaraan darat tapi
telah disesuaikan sedemikian rupa, maka kapal itu selain mampu mengapung juga mampu bergerak ke
arah yang dikehendaki. Demikian penjelasan dari sudut kajian saintis.
Allah Swt. menundukkan sungai-sungai bagi manusia, seperti memberi kemampuan untuk
membendung dan mengalirkannya untuk kepentingan pertanian, serta mengubah arus air yang deras itu
menjadi sumber tenaga yang bermanfaat, seperti kincir air dan arus listrik. Sungai dapat juga berfungsi
sebagai jalan raya yang dilalui kapal-kapal dan merupakan urat nadi perdagangan. Untuk
memperpendek lalu-lintas sungai maka manusia membuat terusan-terusan yang menghubungkan antara
sungai yang satu dengan sungai yang lain, dan antara lautan yang satu dengan lautan yang lain. Air
sungai yang kotor dapat dibersihkan, sehingga dapat menjadi air minum yang sangat diperlukan.
Tafsir Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13
Pada ayat ini Allah Swt. menerangkan bahwa apabila manusia berada di atas punggung binatang,
perahu, kapal, kereta api, pesawat terbang dan lain-lain hendaklah mengingat nikmat yang telah
dikaruniakan Allah Swt. kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah Swt. dan menyucikan-Nya
dari sifat-sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya. Apabila Nabi
Muhammad saw. mengendarai kendaraannya untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau bertakbir
tiga kali. Kemudian beliau membaca, “Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami
padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada
Tuhan kami.” (Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i)
Ayat di atas mengajarkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah Swt. yang telah diberikan
berupa binatang dan memperlakukannya dengan baik. Kesetaraan di antara makhluk, terutama antara
binatang dan manusia, sangat ditekankan Tuhan. Salah satu ayat di bawah ini menjelaskan bahwa
binatang juga hamba Allah Swt., sama dengan manusia. Walau mereka mempunyai ciri, kekhususan,
dan sistem yang [Link] hakikatnya Islam mengajarkan pada umatnya untuk menyayangi
binatang dan melestarikan kehidupannya. Di dalam Al-Qur'an, Allah Swt. menekankan bahwa Dia
telah menganugerahi manusia wilayah kekuasaan yang mencakup segala sesuatu di dunia ini.
Al-Qur'an sama sekali tidak menunjukan bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak untuk
berbuat sekehendak hatinya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Manusia tidak pula memiliki
hak tanpa batas untuk menggunakan alam sehingga merusak keseimbangan ekologisnya. Islam pada
dasarnya tidak mendukung manusia untuk menyalahgunakan binatang untuk tujuan olahraga maupun
untuk menjadikan binatang sebagai objek eksperimen yang sembarangan. Ayat ini mengingatkan umat
manusia bahwa Allah Swt. telah menjadikan semua yang ada di alam ini (termasuk satwa) sebagai
amanah yang harus mereka jaga.
Pengamalan Surah Ar-Rūm [30] ayat 41, Surah Ibrāhīm [14] ayat 32, dan Surah Az-Zukhruf
[43] ayat 13
Sangat penting bagi manusia untuk membantu alam dan lingkungan untuk berkembang dengan baik.
Peningkatan akan kesadaran menjaga lingkungan harus terus digalakkan. Berikut contoh cara menjaga
lingkungan yang baik dan benar.
1. Perbanyak Menanam Pohon
Pohon adalah sumber oksigen terbesar yang menghilangkan karbon dioksida dan menyediakan
udara segar dan murni untuk bernapas. Pohon-pohon membantu mengurangi tingkat ozon di
lingkungan, mengurangi polusi suara, dan menawarkan berbagai buah dan bunga yang memberikan
beberapa manfaat kesehatan.
2. Menghemat Pemakaian Listrik
Mempraktikkan penghematan dalam penggunaan listrik. Ingatlah selalu untuk matikan lampu, kipas
angin, atau AC saat Anda keluar ruangan atau tidak membutuhkannya.
3. Hemat Air
Air adalah sumber daya alam dan persediaannya terbatas. Untuk melestarikan lingkungan dan
meminimalkan dampak kekeringan, perlu dilakukan konservasi air.
4. Hemat Bahan Bakar
menjaga lingkungan yang kelima dengan menghemat penggunaan bahan bakar. Berjalan kaki atau
bersepeda untuk pergi bekerja, sekolah, dan tempat lain akan mengurangi konsumsi bahan bakar.
5. Daur Ulang
Daur ulang membantu meminimalkan polusi dan melestarikan sumber daya alam. Prosesnya cukup
mudah, dan yang harus Anda lakukan adalah membuat pilihan yang bijak. Pilih produk dengan
kemasan paling sedikit. Kumpulkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan buang ke tempat
sampah yang disediakan.
Sumber : Abdullah, M. 2004. Tafsir Ibnu Katsi. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
[Link]
[Link]
[Link]
Pertemuan 4
Topik : Hikmah Menjaga Lingkungan
Kandungan Hadis tentang Menjaga Lingkungan
Ketersediaan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, begitu juga pentingnya udara yang sejuk
dan bebas polusi bagi kesehatan. Demikianlah gambaran pentingnya menanam tumbuhan, baik untuk
keperluan pangan atau keberlanjutan ekosistem alam yang hijau. Maka dari itu dalam sebuah hadis
Rasulullah saw. berpesan agar umatnya gemar menanam sekalipun ia tahu bahwa esok akan mati.
Dalam sebuah hadis dikatakan:
Dari Anas bin Malik, dari Nabi saw. bersabda, “Jika kiamat akan datang dan di tangan salah seorang
dari kalian memegang bibit pohon (kurma), maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk
menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari)
Berdasarkan hadis tersebut serta riwayat dari Umar bin Khattab, menunjukkan bahwa
sesungguhnya Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjaga dan merawat bumi. Sebab hal tersebut
akan menjadi pahala yang mengalir baginya setelah meninggal. Jika tahu akan manfaat yang akan
diberikan setiap tanaman, maka jangan berhenti untuk menanamnya. Sekalipun mengetahui akan
kiamat esok hari, tetap disunnahkan menanam. Sebab meski tidak untuk dirinya akan bermanfaat bagi
orang lain atau generasi setelahnya.
Hikmah Menjaga Lingkungan
Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk bersikap baik terhadap alam, karena alam adalah
bagian dari hidup manusia. Jika manusia tidak mengelola alam dengan baik, maka sama saja akan
menghancurkan hidupnya sendiri. Hadis-hadis yang menyebutkan tentang pelestarian lingkungan
merupakan isyarat tentang adanya keteraturan yang harus dijaga dan dilestarikan. Seperti hadis perintah
untuk bercocok tanam, menanam pohon (reboisasi), tidak boleh membuang hajat sembarangan.
Lingkungan sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah mestinya diijaga kelestariannya. Kelestarian
lingkungan terkait dengan kesejakteraan suatu bangsa. Oleh karena itu, manusia harus menjaga,
memelihara lingkungan dengan sebaik-baiknya. Upayaupaya yang harus ditempuh dalam melestarikan
lingkungan hidup adalah antara lain; memelihara dan melindungi hewan; menanam pohon dan
penghijauan; menghidupkan lahan mati; memanfaatkan udara dan air dengan baik, dan yang terpenting
adalah bagaimana agar keseimbangan alam dan habitatnya tetap terjaga.
Sumber : Mukhlishin. 2011. Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Islam.
Yogyakarta: Elsaq Press.
Ramly, Nadjamuddin. 2007. Islam Ramah Lingkungan; Konsep dan Strategi Islam dalam
Pengelolaan. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu
[Link]
B. Lembar Kerja Peserta Didik
Lembar Kerja Siswa (LKS)-1
Kerjakan tugas berikut ini dengan saksama secara mandiri.
1. Lengkapilah ayat-ayat berikut dan tulislah terjemahan dari ayat-ayat tersebut.
Surah Ar-Rūm [30] ayat 41
٤١ َيْرِج ُعْوَن... َبْعَض اَّلِذْي... الَّناِس... ِبَما َكَس َبْت... ِفى اْلَبِّر... َظَهَر
Terjemahan: ...........................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Surah Ibrāhīm [14] ayat 32
٣٢ۚ ٖه ۚ ِفىاْلَبْح ِبۚ َاْمِر... الَّثَمٰرِت ِرْزًقَّلٖهُكْمۚ اَوَسَّخَر َلُكُم... ۤاِءَمۤاًء
ۚ...ٖهَوَسَّخَر ۤاۤا
ِر ِم ۤاۤاال... َخَلَقالَّسٰمٰوِت... َالّٰلُه
ۚ َّسَم
َن
Terjemahan: ...........................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Lengkapilah tabel berikut dengan hukum bacaan tajwidnya yang sesuai, kemdian sertakan
keterangan mengenai hukum bacaan tajwid tersebut.
Hukum Bacaan
No. Lafaz Keterangan
Tajwid
1.
2.
3.
4.
5.
Lembar Kerja Siswa (LKS)-2
1. Perhatikan doa berikut.
ُس ْبٰح َن اَّلِذْي َس َّخ َر َلَنا ٰهَذا َوَما ُكَّنا َلٗه ُمْقِرِنْيَن َوِاَّنٓا ِاٰلى َر ِّبَنا
َلُمْنَقِلُبْوَن
Buatlah sebuah uraian mengenai kandungan doa tersebut
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Lengkapilah tabel berikut dengan arti penggalan ayat yang tepat.
َعَلْيِه ِاَذا اْس َتَوْيُتْم ِنْعَمَة َر ِّبُكْم ُثَّم َتْذُكُرْوا ُظْوِرٖهٖه
َعٰلى ُه ِلَتْس َتٗوا Ayat
.... .... .... .... .... .... Arti
َوَما ُكَّنا ٰهَذا َلَنا اَّلِذْي َس َّخ َر ُس ْبٰح َن َو َت ُق ْو ُل ْوا Ayat
.... .... .... .... .... .... Arti
َلٗه ُمْقِرِنْيَن Ayat
.... Arti
Rubrik Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS-1
Untuk soal nomor 1 melengkapi ayat, setiap penggalan ayat yang benar diberi skor 2 sehingga skor
maksimal 20. Untuk soal terjemah, jika benar dan tepat diberi skor 30. Untuk soal nomor 2, jika benar
setiap soal diberi skor 20, sehingga skor maksimal 100.
LKS-2
Untuk soal nomor 1, jika benar dan tepat diberi skor 40. Untuk soal nomor 2, jika benar dan tepat diberi
skor 40.
C. Lembar Kerja Peserta Didik
Lembar Latihan Akhir Bab 1
A. Pilihan Ganda
1. Berikut ini yang merupakan contoh hukum bacaan tajwid alif Ra ( )ﺭtafkhim adalah ....
A. ِلَتْس َتٗوا C. َس َّخ َر َلَنا
B. ُظ ُه ْو ِر ٖه D. ُمْقِرِنْين
2. Secara bahasa, taqiq artinya adalah ....
A. menipiskan
B. memanjang
C. menebalkan
D. memendekkan
3. Alam dan lingkungan merupakan ciptaan Allah Swt. dan telah diatur dengan baik oleh Allah Swt.
Itu semua untuk kemaslahatan ....
A. manusia
B. malaikat
C. binatang
D. tumbuhan
4. Secara bahasa, tafkim artinya ....
A. menipiskan
B. memanjang
C. menebalkan
D. memendekkan
5. Hukum bacaan pada kata yang digarisbawahi berikut َال ّٰلُه اَّلِذْيadalah ....
A. tarqiq
B. tafkhim
C. lam jajalah
D. mad thabi’i
6. Perhatikan penggalan ayat berikut.
ُثَّم َتْذُكُرْوا ِنْعَمَة َر ِّبُكْم
Arti penggalan ayat tersebut adalah ....
A. kamu duduk (di atas punggung)-nya
B. kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu
C. Maha Suci Zat yang telah menundukkan (semua) ini
D. padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya
7. Dalil Al-Quran tentang kerusakan di darat dan di laut yang diakibatkan oleh ulah manusia
adalah ....
A. Surah ar-Rūm [30] ayat 41
B. Surah ar-Rūm [30] ayat 42
C. Surah ar-Rūm [30] ayat 43
D. Surah ar-Rūm [30] ayat 44
8. Perhatikan penggalan ayat berikut.
٤١ ... َظَهَر اْلَفَس اُد ِفى اْلَبِّر َواْلَبْح ِر ِبَما َكَس َبْت َاْيِدى الَّناِس ِلُيِذْيَقُهْم َبْعَض اَّلِذْي َعِمُلْوا َلَعَّلُهْم
Lanjutan untuk penggalan ayat tersebut adalah ....
A. ٰاَمُنْٓوا C. ُّيْؤِمُنْوَن
B. َوا ْل َي ْو ِم D. َيْرِج ُعْوَن
9. Berikut ini yang bukan merupakan kandungan Surah Ibrāhīm [14] Ayat 32 adalah ....
A. Allah Swt. menurunkan air hujan yang suci dari langit
B. Allah Swt. menundukkan sungai-sungai yang membelah Bumi
C. Bahtera dapat mengapung dan berlayar di laut atas izin Allah Swt.
D. Allah Swt. adalah Zat yang mengatur dan menundukkan hewan-hewan
10. Selain mengucap rasa syukur, muslim yang baik mensyukuri karunia alam dan lingkungan dengan
cara ....
A. merusaknya
B. menjaganya
C. mengotorinya
D. membiarkannya
B. Uraian
1. Apa kandungan Surah Ibrāhīm [14] ayat 32?
2. Apa kandungan Surah Az-Zukhruf [43] ayat 13?
3. Uraikan tiga contoh perilaku pengamalan Surah ar-Rūm [30] ayat 41
4. Apa hikmah yang terkandung dalam perilaku menjaga lingkungan sekitar?
5. Perhatikan teks Hadis berikut dengan saksama.
Apa kandungan dari teks Hadis tersebut? Uraikan penjelasanmu.
Kunci Jawaban Lembar Latihan Akhir Bab 1
A. PilihanGanda
1. D
2. A
3. A
4. C
5. C
6. B
7. A
8. D
9. D
10. B
B. Uraian
1. Surah Ibrāhīm [14] ayat 32 menjelaskan bahwa Allah Swt. memberikan berbagai nikmat
kepada manusia, berupa air hujan, lautan, dan sungai-sungai. Allah Swt. menurunkan air
hujan yang bersih dan suci dari langit. Melalui air hujan itu tumbuh berbagai tanaman dan
buah buahan yang beraneka warna, bentuk, aroma, dan rasa. Hal tersebut merupakan rezeki
yang harus disyukuri oleh manusia. Bahtera-bahtera tersebut dapat mengapung dan berlayar
di laut atas izin Allah Swt. Para musafir bepergian menempuh jarak yang sangat jauh
dengan bahtera tersebut. Bahtera menjadi alat transportasi yang mengangkut barang
kebutuhan manusia dari suatu tempat ke tempat lain. Allah Swt. menundukkan sungai-
sungai yang membelah Bumi agar manusia dapat memanfaatkannya untuk minum, memberi
minum hewan ternak, irigasi, mengairi sawah, dan sarana transportasi.
2. Surah az-Zukhruf [43] ayat 13 menerangkan bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya Zat yang
menundukkan, mengatur, dan menjinakkan hewan-hewan agar manusia dapat menunggangi
punggung hewan tersebut dengan nyaman. Seandainya Allah Swt. tidak menundukkan
hewan-hewan tersebut, niscaya manusia tidak akan mampu menguasai dan
memanfaatkannya. Hewan merupakan karunia dari Allah Swt. yang harus disyukuri dengan
memperlakukannya secara baik dan tidak menyakitinya. Apabila manusia menunggangi
hewan atau mengendarai kendaraan, seperti motor, mobil, kereta api, kapal, dan pesawat,
hendaknya mengingat nikmat Allah Swt. dan memanjatkan doa.
3. Tidak mencemari lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya
Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi
Menanam pohon untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor
4. Hikmah menjaga lingkungan sekitar, di antaranya termasuk ke dalam golongan orang yang
bersyukur, melindungi beraneka hewan dan tumbuhan, terhindar dari penyakit dan bencana,
dan menyiapkan masa depan terbaik untuk generasi mendatang.
5. Hadis tersebut menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjaga dan
merawat bumi. Sebab hal tersebut akan menjadi pahala yang mengalir baginya setelah
meninggal. Tanaman yang ditanam akan menjadi sedekah dan amal bagi ornag yang
menanamnya. Sekalipun mengetahui akan kiamat esok hari, tetap disnnahkan menanam
tanaman yang dimiliki. Tanaman tersebut akan akan bermanfaat bagi generasi setelahnya.
Rubrik Penilaian Akhir Modul
A. Pilihan Ganda
Pedoman penskoran: Nilai = Jumlah Skor
Setiap soal dengan jawaban benar memiliki skor 10, dan salah memiliki skor 0. Terdapat 10 soal
Pilihan Ganda, maka skor tertinggi yaitu 100 (nilai 100). Perhatikan tabel berikut untuk panduan
penilaian.
Jumlah Jawaban Benar Nilai
10 100
9 90
8 80
7 70
6 60
5 50
4 40
3 30
2 20
1 10
0 0
B. Uraian
Skor
1 2 3 4
Terisi, namun tidak benar, Terisi benar sekitar Terisi benar sekitar Terisi benar
atau benar sekitar ≤50% >50%−≤75% >75%−≤90% sekitar >90%
Daftar Pustaka
Sumber Buku
Abdullah, M. 2004. Tafsir Ibnu Katsir. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Al-Hafizh, Abdul Aziz Abdur Rauf al-Hafizh. 2017. Panduan Ilmu Tajwid Aplikatif. Jakarta:
Markaz Al-Qur’an.
Mukhlishin. 2011. Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Islam. Yogyakarta:
Elsaq Press.
Ramly, Nadjamuddin. 2007. Islam Ramah Lingkungan; Konsep dan Strategi Islam dalam
Pengelolaan. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu
Setiana, [Link] Metode Tikrar Dalam Menghafal Al-Qur’an di Pondok
Pesantren Hidayatul Qur’an desa banjarejjo. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri (IAIN).
Syi’aruddin, M Anwar. 2023. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 2 untuk SMP/MTs
Kelas VIII. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Sumber Dokumen
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek
Nomor 033/H/KR/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 008/H/KR/2022 tentang
Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan
Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek
Nomor 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila
pada Kurikulum Merdeka.
Permendikbudristek RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Standar Mutu Buku, Standar Proses dan
Kaidah Pemerolehan Naskah, serta Standar Proses dan Kaidah Penerbitan Buku.
Sumber Internet
____. [Link] [diunduh 26 Mei 2023]
____. [Link] [diunduh 26 Mei 2023]
____. [Link] [diunduh 26 Mei 2023]
____.[Link]
lang=id [diunduh 26 Mei 2023]
[Link]://[Link]/berita/hukum-mempelajari-ilmu-tajwid/ [diunduh
26 Mei 2023]
AFM. 2021. [Link]
contohnya-1wTv8sgUiZk/full [diunduh 26 Mei 2023]
[Link]://[Link]/berita-hari-ini/cara-menulis-huruf-hijaiyah-yang-perlu-
diketahui-oleh-umat-muslim-1vrejuL6ud5/full [diunduh 26 Mei 2023]