Strategi Pemasaran Deposito Mudharabah
Strategi Pemasaran Deposito Mudharabah
OLEH
SELFIANA
NIM: 2020203861206019
2024
STRATEGI PEMASARAN PRODUK DEPOSITO MUDHARABAH
DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DI BANK BTN
SYARIAH PAREPARE
OLEH
SELFIANA
NIM: 2020203861206019
Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
pada Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Parepare
2024
i
PERSETUJUAN KOMISI PEMBIMBING
Disetujui oleh:
Mengetahui:
Dekan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
ii
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI
Mengetahui:
Dekan,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
iii
KATA PENGANTAR
َّح ُْى
ِ ْــــــــــــــــــى هللاِ انرَّحْ ًَ ٍِ انر
ِ بِط
taufik dan maunah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan tulisan ini, dan tak
lupa kita kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan nabi besar Muhammad
Saw yang telah membawa kita semua dari jalan kegelapan menuju jalan terang
benderang saat ini hingga akhirat kelak. Tulisan ini sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi
Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IAIN) Parepare. Selama
dorongan dari berbagai pihak yang telah mendukung dan membimbing penulis.
orang tua saya tercinta Bapak Syahril dan Ibu Nurjannah yang telah memberikan
dukungan, dan motivasi. Serta tiada hentinya doa tulusnya yang dipanjatkan untuk
Penulis telah banyak menerima bimbingan dan bantuan dari Ibu Dr. Hj. St.
Nurhayati, [Link]. dan Ibu Ulfa Hidayati, M.M. selaku dosen pembimbing yang
dan kritikan. Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan, penulis
iv
Selanjutnya, penulis juga menyampaikan terima kasih kepada:
2. Ibu Dr. Muzdalifah Muhammadun, [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam.
dosen penguji yang telah memberikan arahan, saran, dan kritikan dalam
5. Bapak dan Ibu dosen yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu yang
telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mendidik dan membagi ilmu
6. Pimpinan dan seluruh jajaran Bank BTN Syariah Parepare yang telah
7. Seluruh kepala unit yang berada dalam lingkungan IAIN Parepare beserta
seluruh staf yang telah memberikan pelayanan kepada penulis selama menjalani
studi di IAIN Parepare.
8. Terima kasih kepada saudara Adam Edzwar yang selalu memberikan dukungan
kepada penulis dan selalu membantu penulis baik dukungan moral maupun
material.
9. Kepada sahabat saya Ikha Wahyuningsih dan Fenny Febrianti yang telah
v
10. Untuk sahabat-sahabat seperjuangan saya selama menempuh pendidikan di
Institut Agama Islam Negeri Parepare, Rahmi, Mila, Hikmah dan teman-teman
prodi Perbankan Syariah Angkatan 20 yang tidak dapat saya sebutkan satu
persatu. Semoga kelak kita bertemu kembali dengan kabar kesuksesan masing-
masing.
11. Teman-teman seperjuangan KKN yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu,
serta Ibu dan Bapak Posko 63 Tindalun, terima kasih sudah menjadi bagian dari
proses penulis dalam menyelesaikan pendidikan ini.
Penulis mengucapkan terima kasih atas waktu luang dan pikiran yang mereka
berikan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, kritik dan
Penulis,
Selfiana
NIM: 2020203861206019
vi
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Nama : Selfiana
NIM : 2020203861206019
Penyusun,
Selfiana
NIM. 2020203861206019
vii
ABSTRAK
Selfiana. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare (dibimbing oleh Ibu Hj. St.
Nurhayati dan Ibu Ulfa Hidayati).
Persaingan usaha yang semakin ketat dan beragamnya produk pada setiap
bank sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk-
produk yang dimiliki. Salah satu produk yang paling diminati pada Bank BTN
Syariah Parepare yaitu produk deposito mudharabah, dalam memasarkan produk
deposito mudharabah pihak bank tentunya memiliki strategi-strategi tertentu sehingga
dapat meningkatkan jumlah nasabah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Bentuk produk deposito pada Bank BTN Syariah Parepare, dan Strategi
pemasaran produk deposito mudharabah dalam meningkatkan jumlah nasabah di
Bank BTN Syariah Parepare.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan, serta metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian yaitu: 1) Bentuk produk deposito mudharabah pada Bank
BTN Syariah Parepare adalah produk investasi berjangka dengan jangka waktu 1
bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan yang menggunakan akad
mudharabah muthlaqah. Persentase bagi hasil yang akan di peroleh yaitu 29,50%
untuk nasabah dan 70,50% untuk bank yang telah disepakati di awal akad. 2) Strategi
pemasaran yang diterapkan Bank BTN Syariah parepare menggunakan bauran
pemasaran (marketing mix) dengan komponen 4P, yaitu Product (Produk) dengan
berupaya meningkatkan citra produk dan mengutamakan kualitas produk deposito
mudharabah, Price (Harga) dengan menetapkan harga yang kompetitif, Place
(Tempat/Lokasi) dengan pemilihan lokasi yang strategis, Promotion (Promosi)
dengan melakukan periklanan menggunakan media cetak dan media sosial, dan
melakukan promosi secara langsung kepada nasabah. Bauran pemasaran 4P yang
diterapkan menunjukkan bahwa strategi marketing mix 4P secara baik dapat
meningkatkan jumlah nasabah pada Bank BTN Syariah Parepare.
viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
PERSETUJUAN KOMISI PEMBIMBING ........................................................... ii
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI..................................................................... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ............................................................... vii
ABSTRAK ........................................................................................................... viii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii
PEDOMAN TRANSLITERASI .......................................................................... xiv
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 6
C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6
D. Kegunaan Penelitian ............................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 8
A. Tinjauan Penelitian Relevan ................................................................... 8
B. Tinjauan Teoritis .................................................................................. 12
1. Strategi Pemasaran ............................................................................... 12
2. Produk Bank Syariah............................................................................ 20
3. Deposito Mudharabah .......................................................................... 23
4. Bank Syariah ......................................................................................... 29
C. Tinjauan Konseptual ............................................................................. 31
D. Kerangka Pikir ...................................................................................... 32
ix
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 34
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ........................................................... 34
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................ 35
C. Fokus Penelitian ................................................................................... 35
D. Jenis dan Sumber Data ......................................................................... 35
E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data ......................................... 36
F. Uji Keabsahan Data .............................................................................. 39
G. Teknik Analisis Data ............................................................................ 40
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 42
A. Hasil Penelitian ..................................................................................... 42
1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah
Parepare.................................................................................................. 42
2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam
Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare ... 48
B. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................ 58
1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah
Parepare.................................................................................................. 58
2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam
Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare ... 64
BAB V PENUTUP ................................................................................................ 74
A. Simpulan ............................................................................................... 74
B. Saran ..................................................................................................... 75
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 76
LAMPIRAN .......................................................................................................... 80
PEDOMAN WAWANCARA............................................................................... 85
BIODATA PENULIS ......................................................................................... 110
x
DAFTAR TABEL
xi
DAFTAR GAMBAR
xii
DAFTAR LAMPIRAN
xiii
PEDOMAN TRANSLITERASI
1. Transliterasi
a. Konsonan
Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan
dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan
sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lain lagi dilambangkan dengan
huruf dan tanda. Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf Latin:
ب Ba B Be
ت Ta T Te
ج Jim J Je
ز Dal D De
ر Ra R Er
xiv
ز Zai Z Zet
ش Sin S Es
غ Gain G Ge
ف Fa F Ef
ق Qof Q Qi
ك Kaf K Ka
ل Lam L El
و Mim M Em
xv
ٌ Nun N En
و Wau W We
ِ Ha H Ha
ٌ Ya Y Ye
Hamzah ( )ءyang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda
apapun. Jika terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (ʼ)
b. Vocal
Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal
atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.
1. Vocal tunggal (monoftong) bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau
harakat, transliterasinya sebagai berikut:
َا Fathah A A
ِا Kasrah I I
ا Dammah U U
2. Vokal rangkap (diftong) bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara
harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:
xvi
ٌَْ۔ fathah dan ya Ai a dan i
Contoh:
ڧ
َ ڲ: kaifa
c. Maddah
Maddah atau vocal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf,
tranliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:
Contoh:
ََيات : māta
ًََىْ ت : yamūtu
d. Ta Marbutah
xvii
Transliterasi untuk ta marbutah ada dua:
1. Ta marbutah yang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah,
transliterasinya adalah [t].
2. Ta marbutah yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah
[h]. Kalau pada kata yang terakhir dengan ta marbutah diikuti oleh kata yang
menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta
marbutah itu ditransliterasikan denga ha (h).Contoh:
e. Syaddah (Tasydid)
Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan
sebuah tanda tasydid (ّ)۔, dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan
huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.
Contoh:
َربََُّا : Rabbanā
عَسو : „Aduwwun
Jika huruf يbertasydid diakhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah
( ٌِّ)۔, maka ia litransliterasi seperti huruf maddah (i).
xviii
Contoh:
f. Kata Sandang
Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf ( الalif
lam ma‟rifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasikan
seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariah.
Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang [Link] sandang
ditulis terpisah dari katayang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar
()ـ.
Contoh:
g. Hamzah
Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof („) hanya berlaku bagi
hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun bila hamzah terletak di awal
kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan arab ia berupa alif. Contoh:
ٌَ ْتأيرو : ta‟murūna
انَُّىْ ء : al-nau‟
ٍَء
ْ ش : syai‟un
ا ِيرْ ت : umirtu
h. Kata Arab yang lazim digunakan dalan bahasa Indonesia
xix
Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau
kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat
yang sudah lazim dan menjadi bagian dari pembendaharaan bahasa Indonesia, tidak
lagi.
Namun bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab
maka mereka harus ditransliterasi secara utuh. Contoh:
Fī ẓilāl al-qur‟an
Al-sunnah qabl al-tadwin
Al-ibārat bi „umum al-lafẓ lā bi khusus al-sabab
ّل
i. Lafẓ al-Jalalah ()لِلا
Kata “Allah” yang didahuilui partikel seperti huruf jar dan huruf lainnya atau
berkedudukan sebagai mudaf ilahi (frasa nominal), ditransliterasi tanpa huruf
hamzah. Contoh:
ًّ ٍَِْز
ِهللا Dīnullah ِبِا ًّلل billah
Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital, dalam transliterasi
ini huruf tersebut digunakan juga berdasarkan kepada pedoman ejaan Bahasa
Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan
huruf awal nama diri (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan
kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan
huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.
Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut
menggunakan huruf kapital (Al-). Contoh:
xx
Wa mā Muhammadun illā rasūl
Inna awwala baitin wudi‟a linnāsi lalladhī bi Bakkata mubārakan
Syahru Ramadan al-ladhī unzila fih al-Qur‟an
Nasir al-Din al-Tusī
Abū Nasr al-Farabi
Jika nama resmi seseorang menggunakan kata Ibnu (anak dari) dan Abū
(bapak dari) sebagai nama kedua terakhirnya, maka kedua nama terakhir itu harus
disebutkan sebagai nama akhir dalam daftar pustaka atau daftar referensi. Contoh:
Abū al-Walid Muhammad ibnu Rusyd, ditulis menjadi: Ibnu Rusyd, Abū al-
Walīd Muhammad (bukan: Rusyd, Abū al-Walid Muhammad Ibnu)
Naṣr Hamīd Abū Zaid, ditulis menjadi Abū Zaid, Naṣr Hamīd (bukan: Zaid,
Naṣr Hamīd Abū)
2. Singkatan
Beberapa singkatan yang di bakukan adalah:
swt. = subḥānāhu wa ta„āla
saw. = ṣallallāhu „alaihi wa sallam
a.s = „alaihi al-sallām
H = Hijriah
M = Masehi
SM = Sebelum Masehi
1. = Lahir Tahun
w. = Wafat Tahun
HR = Hadis Riwayat
ص = صفحة
xxi
زو = ٌبسوٌ يكا
ط =طبعة
ج =جسء
Beberapa singkatan yang digunakan secara khusus dalam teks referensi perlu
dijelaskan kepanjanagannya, diantaranya sebagai berikut:
1. ed. : editor (atau, eds. [kata dari editors] jika lebih dari satu orang editor).
Karena dalam bahasa indonesia kata “edotor” berlaku baik untuk satu atau
lebih editor, maka ia bisa saja tetap disingkat ed. (tanpa s). Dalam catatan
kaki/akhir, kata ed. tidak perlu diapit oleh tanda kurung, cukup membubuhkan
tanda koma (,) antara nama editor (terakhir) dengan kata ed. Tanda koma (,)
yang sama juga mengantarai kata ed. dengan judul buku (menjadi: ed.,). Dalam
daftar pustaka, tanda koma ini dihilangkan. Singkatan ed. dapat ditempatkan
sebelum atau sesudah nama editor, tergantung konteks pengutipannya. Jika
diletakkan sebelum nama editor, ia bisa juga ditulis panjang menjadi, “diedit
oleh....”
2. Et al. : “dan lain-lain” atau “ dan kawan-kawan” (singkatan dari et alia).
Ditulis dengan huruf miring. Alternatifnya, digunakan singkatan dkk.(“dan
kawan-kawan”) yang ditulis dengan huruf biasa/tegak. Yang mana pun dipilih,
penggunaannya harus konsisten.
3. Cet. : Cetakan. Keterangan frekuensi cetakan buku atau literatur sejenis
biasanya perlu disebutkan karena alasan tertentu, misalnya karena karya
tersebut telah dicetak lebih dari sekali, terdapat perbedaan penting antara
cetakan sebelumnya dalam hal isi, tata letak halaman, dan nama penerbit. Bisa
xxii
juga untuk menunjukkan bahwa cetakan yang sedang digunakan merupakan
edisi paling mutakhir dari karya yang bersangkutan.
4. Terj : Terjemahan (oleh). Singkatan ini juga untuk penulisan karta
terjemahan yang tidak menyebutkan nama penerjemahnya.
5. Vol. : Volume. Dipakai untuk menunjukkan jumlah jilid sebuah buku atau
ensiklopedia dalam bahasa [Link] buku-buku berbahasa Arab biasanya
digunakan kata juz.
6. No. : Nomor. Digunakan untuk menunjukkan jumlah nomor karya ilmiah
berkala seperti jurnal, majalah, dan sebagainya.
xxiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
mengenai definisi bank adalah sebuah badan usaha dengan tugas menghimpun dana
dalam bentuk kredit maupun bentuk lainnya. Bank terdiri dua jenis, ada bank
memakai sistem bunga dan terdiri dari bank pengkreditan rakyat dan bank umum
syariah.1
yang bekerja berdasarkan etika dan sistem Islam, khususnya yang bebas dari bunga
(riba), bebas dari kegiatan spekulatif dan perjudian (maysir), bebas dari hal-hal yang
tidak jelas (gharar), berprinsip keadilan dan hanya membiayai kegiatan usaha yang
yang lebih sempit dari bank syariah, dimana sejumlah instrument atau operasinya
bebas dari bunga. Bank Syariah selain menghindari bunga, juga secara aktif ikut
berpartisipasi dalam mencapai sasaran dan tujuan dari ekonomi Islam yang
1
Fendi, dkk, „Implementasi Akad Mudharabah pada Produk Tabungan Koperasi Syariah‟,
Jurnal Ekonomi Syariah, 8.1 (2021), h.46
2
Muhammad Fauzi, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keinginan Migrasi
Nasabah Bank Umum Syariah di Kota Semarang”, (Skripsi Sarjana, IAIN Walisongo, 2008) h. 11
1
2
operasionalnya. Kegiatan operasional bank syariah terdiri dari tiga aktivitas yaitu
prinsip-prinsip bank syariah. Prinsip yang paling banyak digunakan dalam aktivitas
mudharabah ini terdapat unsur keadilan, di mana tidak ada suatu pihak yang
diuntungkan sementara pihak yang lain dirugikan antara pemilik dana dan pengelola
dana.
Bank syariah mempunyai produk deposito yang dijamin aman dari riba, sebab
uang itu memang tidak ditanamkan dengan sistem bunga, melainkan sistem bagi
hasil. juga ada aturan bahwa bank syariah tersebut tidak dibenarkan menanamkan
uang deposito pada institusi yang mempunyai produk haram. Dan disetiap bank
syariah sudah dapat dipastikan adanya dewan pengawas syariah yang didalamnya
terdiri dari pakar yang paham dengan hukum perbankan syariah. dengan demikian
3
Kanzul Fikri, “Analisis Penerapan Akad Mudharabah Muthlaqah pada Produk Deposito
Mudharabah (Studi pada Bank Muamalat Cabang Pembantu Genteng” (Skripsi Sarjana; Jurusan
Ekonomi Syariah, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi)
3
mudharabah, nasabah deposan bertindak sebagai shabibul maal dan bank bertindak
sebagai mudharib.4
Bank harus dapat memberikan nilai lebih kepada nasabah, baik dari segi
layanan, kualitas kerja, produk sampai pada tingkat kepercayaan disamping kondisi
financial dan organisasi yang sehat, selain itu dalam era teknologi informasi saat ini,
persaingan teknologi juga menjadi satu tolak ukur yang penting. Persaingan usaha
yang semakin ketat menuntut para pemilik usaha untuk memiliki strategi agar usaha
dapat bertahan dan terus berkembang. Tingkat persaingan ini menuntut setiap usaha
persaingan, terutama untuk usaha yang beroperasi di industri yang sama.5 Semakin
untuk dapat bersaing dan mampu mengantisipasi dampak dari persaingan tersebut.
pemasaran, bank memiliki beberapa sasaran yang hendak dicapai. Artinya, nilai
penting pemasaran terletak dari tujuan yang ingin dicapai tersebut seperti dalam hal
4
Yuliana, dkk, „Sistem Akad Mudharabah Produk Deposito pada Bank Muamalat KCP
Palopo‟, Journal of Islamic Economic Law, 8.2 (2023), h.38
5
Irdha Yanti Musyawarah dan Desi Idayanti, „Analisis Strategi Pemasaran Untuk
Meningkatkan Jumlah Penjualan pada Usaha Ibu Bagas di Kecamatan Mamuju‟, Jurnal Ilmiah Ilmu
Manajemen , 1.1 (2022), h.2
6
Adi Krismanto, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Nasabah” (Tesis:
Jurusan Magister Manajemen: Semarang, 2009) h.18
4
meningkatkan mutu pelayanan dan menyediakan ragam produk yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan nasabah. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka setiap
bank harus memulai melakukan perencanaan pemasaran secara baik. Dalam rangka
mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah, maka bank perlu melakukan riset
wawancara dengan bapak Muhammad Edwin Ilyas selaku Customer Service Officer
bahwa jumlah nasabah produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare
Tabel 1.1
1. 2021 613
2. 2022 756
3. 2023 908
Sumber: Wawancara dengan CSO Bank BTN Syariah Parepare
tahun. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa Bank BTN Syariah Parepare mampu
7
Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2018), h.3
5
Bank BTN Syariah termasuk bank yang mempunyai dua segmen dalam
pemasarannya, yaitu pada perorangan dan lembaga atau instansi. Selain produk untuk
pembiayaan perumahan yang diminati nasabah, bank BTN Syariah juga memiliki
produk unggulan lainnya pada produk penghimpunan dana yaitu produk deposito
mudharabah.
dengan Akad Mudharabah dengan jangka waktu yang fleksibel dan memiliki bagi
Deposito sebagai salah satu produk perbankan syariah yang menggunakan skema
mudharabah, deposito dalam perbankan syariah khusunya Bank BTN Syariah adalah
salah satu produk yang diberikan oleh Bank BTN Syariah kepada nasabah sebagai
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti tertarik
untuk meneliti bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan bank BTN Syariah pada
B. Rumusan Masalah
Parepare?
C. Tujuan Penelitian
Syariah Parepare
D. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
2. Kegunaan Praktis
a. Bagi Penulis
TINJAUAN PUSTAKA
penelitian sehingga penulis dapat menambah teori yang digunakan dalam mengkaji
penelitian yang dilakukan. Penulis melihat dari hasil penelitian yang relevan dengan
judul penelitian ini sebagai tambahan referensi bagi penulis, diantaranya yaitu:
Menurut penelitian Muhammad Andi Azmi dalam skripsinya dengan judul
“Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah pada BRI Syariah
adalah dengan menggunakan teori 7P yang terdiri dari product, price, place, physical
evidence, promotion, process, people. Dari strategi tersebut bank BRI Syariah sudah
kesimpulan bahwa produk tersebut memiliki boot yang tinggi pada point pengelolaan
marketing.8
Penelitian relevan diatas memiliki persamaan dengan hasil penelitian ini yaitu
pada strategi pemasaran yang dilakukan dari segi product, price, dan place. Dari segi
produk deposito mudharabah pada Bank BRI Syariah KC Fatmawati dan di Bank
BTN Syariah Parepare didefinisikan sebagai produk investasi dengan jangka waktu
8
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.56
8
9
yang ditetapkan dan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan. Dari strategi harga pada
Bank BRI Syariah KC Fatmawati dan Bank BTN Syariah Parepare yaitu dengan
menggunakan produk deposito mudharabah. Dari segi lokasi Bank BRI Syariah KC
Fatmawati dan Bank BTN Syariah Parepare terletak di lokasi yang strategis yaitu
pusat kota. Adapun perbedaannya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Muhammad
promotion, process, dan people sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti
Parepare”, dalam skripsinya dia menyimpulkan bahwa bentuk produk tabungan easy
mudharabah pada bank BSI KC Parepare sama dengan tabungan mudharabah bank
syariah pada umumnya. Tabungan Easy Mudharabah mempunyai dua bentuk yakni,
mudharabah muthlaqah dan mudharabah muqayyadah. Strategi yang digunakan Bank
yaitu product (produk), price (harga), place (tempat atau saluran distribusi), dan
produk tabungan easy mudharabah tak lepas dari kegiatan promosi, dimana pihak
10
instansi-instansi rekanan.9
pemasaran 4P dapat meningkatkan jumlah nasabah pada bank BSI KC Parepare dan
Bank BTN Syariah Parepare. Adapun perbedaannya yaitu terletak pada promosi yang
strategi pesta hadiah yaitu dengan adanya hadiah yang diberikan bank kepada
nasabah yang diblokir dananya selama waktu yang ditentukan, sedangkan pada hasil
penelitian ini adalah promosi yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare pada
produk deposito mudharabah yaitu hanya dengan melakukan promosi secara langsung
Minat Nasabah Deposito Mudharabah pada Bank Aceh Syariah” dia menyimpulkan
bahwa nisbah bagi hasil, promosi, pelayanan, berpengaruh secara simultan terhadap
minat nasabah menggunakan produk deposito mudharabah pada Bank Aceh Syariah
dengan nilai determinan adalah 0,466 atau 4,66%. Artinya semakin meningkat nilai
nisbah bagi hasil, promosi, dan pelayanan maka semakin meningkatkan minat positif
9
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.67
10
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
11
Penelitian relevan diatas memiliki persamaan dengan hasil penelitian ini yaitu
bahwa promosi yang dilakukan secara baik pada produk deposito mudharabah dapat
dilakukan oleh Chaira Usrati membahas mengenai faktor yang mempengaruhi minat
nasabah dalam menggunakan produk deposito mudharabah yaitu dari nisbah bagi
hasil, promosi dan pelayanan yang dilakukan Bank Aceh Syariah sedangkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu membahas mengenai strategi pemasaran
yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare dalam meningkatkan jumlah nasabah
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam” dia
menyimpulkan bahwa strategi pemasaran PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah adalah
dengan target, sistem jemput dana, serta dengan pemberian nama pada produk
tabungan qurban secara singkat dan jelas, produk tabungan qurban bebas dari unsur
riba. Strategi harga tidak adanya minimal setoran. Strategi tempat, terletak di tepi
11
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
12
nasabah pada PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah dan Bank BTN Syariah Parepare.
Adapun perbedaannya yaitu pada akad yang digunakan pada produk yang diteliti.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurfadillah adalah produk tabungan qurban
pada PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah menggunakan akad wadiah sedangkan hasil
penelitian ini yaitu produk deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare
menggunakan akad mudharabah muthlaqah.
B. Tinjauan Teoritis
1. Strategi Pemasaran
a. Pengertian Strategi
Strategi adalah cara terbaik untuk mencapai suatu sasaran atau untuk
melaksanakan suatu pekerjaan. Selain itu strategi berarti penentuan tujuan dan
sasaran jangka panjang organisasi atau perusahaan. Pada saat perusahaan ingin
memenangkan persaingan pada suatu industri satu hal yang harus diputuskan yaitu
strategi yang harus diberlakukan. Keberhasilan suatu strategi tidak lepas dari
pendanaan dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.13 Strategi
hanya didefinisikan sebagai satu bagian dari rencana (plan). Sehingga Mintzberg
12
Pontas [Link], Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan (Jakarta: Mitra
Wacana Media, 2011), h.118
13
Fandi Tjiptono, Strategi Pemasaran (Yogyakarta: Andi, 2020), h.17
13
1) Strategy as a plan
2) Strategy as a play
Strategi dalam hal ini merupakan suatu maneuver yang spesifik untuk
3) Strategy as a pattern
Strategi sebagai sebuah pola atau serangkaian tindakan yang dilakukan oleh
4) Strategy as a position
lingkungan perusahaan.
5) Strategy as a perspective
Strategi ini merupakan perspektif dari para pembuat keputusan strategis.
Strategi merupakan pemikiran yang hidup di dalam benak para pembuat keputusan
strategi yang baik ada beberapa kriteria-kriteria yang harus dipenuhi antara lain:
14
Edi Suryadi , Strategi Komunikasi Sebuah Analisis Teori dan Praktis di Era Global
(Bandung: Rosda, 2018), h.10
14
organisasi.
interpretasi.15
b. Pengertian Pemasaran
mengkomunikasikan, dan menawarkan produk atau jasa yang memiliki nilai bagi
15
Sondang Siagian, Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi
(Jakarta: PT Gunung Agung), h.23
16
Darmanto dan Sri Wardaya, Manajemen Pemasaran (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h.1
15
terhadap organisasi.17 Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik
keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin
semakin meningkat. Bagi dunia perbankan yang merupakan badan usaha yang
nasabahnya akan terpenuhi. Karena itu, bagi dunia usaha apalagi seperti usaha
Dengan kata lain, strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan dan sasaran,
perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta
17
Muhammad Yusuf Saleh dan Miah Said, Konsep dan Strategi Pemasaran (Makassar: CV
Sah Media, 2019), h.1
18
Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2018), h.52
16
pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan
atau usaha pemasaran dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan
lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
pengalokasian sumber daya, serta interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan
lingkungan lain. Isu penting strategi pemasaran adalah penentuan pasar sasaran
19
Sofjan Assuri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.168-169
20
Gunanto dan Joko Pramono, Produk Kreatif dan Kewirausahaan (Yogyakarta: Andi, 2018),
h.118
21
Zulki Zulkifli Noor, Manajemen Pemasaran Strategik Dilengkapi dengan Kasus-Kasus
dalam Bidang dan Sektor Publik Tahun 2016 (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h.41
17
nasabah.
seperangkat alat pemasaran yang sifatnya dapat dikendalikan yaitu yang lebih
inti dari sistem pemasaran, variable yang dapat dikendalikan oleh perusahaan
22
Kasmir, Manajemen Perbankan (Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2001), h.171
23
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah (Bandung: Alfabeta, 2010),
h.14
18
1) Produk (Product)
Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak)
memnuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi
dan ide.
penentuan harga dan cara penyalurannya. Strategi produk yang dapat dilakukan
rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah
3) Lokasi (Place)
jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah
4) Promosi (Promotion)
konsumen.24
mix atau bauran promosi yang meliputi periklanan, personal selling, publisitas,
24
Sofjan Assuri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
20
atau kebutuhan. Secara luas definisi produk meliputi objek fisik, pelayanan, orang,
tempat, organisasi dan gagasan.26 Produk merupakan salah satu aspek penting dalam
variable pemasaran. Produk juga adalah salah satu variable yang menentukan dalam
25
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank (Bandung: Alfabeta, 2010), h.169-
186
26
Tetet Cahyati & Dadang Munandar, Perilaku Konsumen: Teori dan Aplikasi (Surabaya:
Cipta Media Nusantara, 2023), h.103
21
merupakan hasil dari suatu Perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
dikonsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari
yang lain baik itu dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, pelayanan agar dapat
tersebut dapat diambil atau dicairkan kapanpun nasabah membutuhkan, dan bagi
hasilnya termasuk rendah untuk yang menabung. Namun, produk ini merupakan
produk yang menghimpun dana lebih dikarenakan biaya minimal bagi pihak
bank akan menawarkan bagi hasil yang rendah. Pada saat sekarang ini sudah ada
produk yang gabungan dari tabungan dan deposito misalnya tabungan berencana
yang sifatnya itu hampir mirip dengan tabungan biasa namun nasabah yang
nasabah tersebut, kemudian tidak dapat diambil dalam waktu tertentu. Tabungan
berencana tersebut memiliki bagi hasil yang lebih besar dibandingkan
terkadang lebih memilih tabungan ini sebagai strategi dalam mengatur keuangan
27
Darmis, Hal-Hal yang Mempengaruhi Harga (Jawa Tengah: YLGI, 2021), h.14-15
28
Muhammad Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah (Bandung:
Alfabeta, 2012)
22
Tabungan adalah jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang
dapat ditarik sesuai dengan syarat tertentu yang diperjanjikan antara pihak bank
dan nasabah. Pada perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan
b. Produk Giro
lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan. Uang yang disimpan di rekening
giro dapat ditarik berkali-kali kapanpun, dengan catatan dana yang tersedia masih
29
Ismail, Manajemen Perbankan; Dari Teori Menuju Aplikasi (Jakarta: Prenadamedia Group,
2018), h.44
30
Soetanto Hadinoto, Bank Strategy on Funding and Liability Management (Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo , 2008), h.60
23
menggunakan sarana seperti cek dan bilyet giro. Pencairan giro secara tunai
dilakukan dengan menggunakan cek sebagai sarana pencairan tunai, dan untuk
giro, selain itu nasabah bisa menggunakan sarana lain seperti formulir transfer
yang disediakan oleh bank. Giro merupakan jenis simpanan yang bisa ditarik
atau dicairkan kapanpun dengan menggunakan cek dan bilyet giro. Pemilik dana
dapat menarik dananya kapanpun, asal saldonya cukup. Pemilik simpanan giro
juga dapat menarik dananya dari bank lain yang biasa disebut kliring.31
c. Produk Deposito
pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang
bersangkutan.32
3. Deposito Mudharabah
tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank atau pada saat
jatuh tempo. Dalam pasal 1 angka 22 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008,
tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada waktu tertentu berdasarkan akad antara nasabah penyimpan dan Bank Syariah
31
Ismail, Manajemen Perbankan; Dari Teori Menuju Aplikasi (Jakarta: Prenadamedia Group,
2018), h.47
32
Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank
Syariah (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005), h.54
24
dan/atau UUS.33 Deposito adalah simpanan pihak ketiga yang penarikannya hanya
dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan
disebut deposito mudharabah. Kata mudharabah secara etimologi berasal dari kata
dharb. Kata ini memiliki banyak arti seperti bepergian, memukul, berjalan, dan
sebagainya. Pengertian memukul atau berjalan ini tepatnya adalah proses seseorang
memukulkan kakinya atau berjalan dalam menjalankan usaha.35 Secara sederhana
mudharabah atau penanaman modal adalah bentuk penyerahan modal uang kepada
salah satu bentuk kontrak, mudharabah adalah akad bagi hasil dimana pemilik dana
dihasilkan akan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya
antara dua pihak dimana pihak pertama berperan sebagai pemilik modal (shahibul
maal) dan mempercayakan sejumlah modalnya untuk dikelola oleh pihak kedua
33
Khotibul Umam, Perbankan Syariah: Dasar-Dasar dan Dinamika Perkembangannya di
Indonesia, (Jakarta: Rajawali Pers , 2016), h.95-96
34
Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank
Syariah (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005), h.54
35
Muhammad syafi‟i Antonio, Bank Syariah: dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.95
36
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), h.61
25
singkatnya mudharabah adalah persetujuan kongsi antara harta dari salah satu pihak
kerja sama usaha antara dua pihak atau lebih dimana pihak pertama (shahibul maal)
menyediakan seluruh atau 100% kebutuhan modal sebagai penyuntik sejumlah dana
prinsip syariah, serta digunakan oleh perbankan syariah dalam melakukan transaksi
unsur terpenting karena dalam transaksi mudharabah, shahibul maal tidak boleh
meminta jaminan dari mudharib dan tidak boleh ikut campur di dalam pengelolaan
usaha yang dijalankan oleh mudharib.40 Terdapat dua bentuk mudharabah, yaitu
mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi
37
Adiwarman Karim, Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan (Jakarta: [Link]
Persada, 2004), h.79
38
Veithzal Rivai, Teori, Konsep, dan Aplikasi Panduan Praktis untuk Lembaga Keuangan,
Nasabah, Praktisi, dan Mahasiswa, (Jakarta: [Link] Persada, 2008), h.43
39
St. Nurhayati Ali, Problema Manusia Modern: Solusi Tasawuf Menrut Seyyed Hossein
Nasr, (Depok: Rajawali Pers, 2022), h.157
40
Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah: Produk-Produk dan Aspek-Aspek Hukumnya
(Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), h.294
26
muthlaqah. Mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, atau tempat
ketiga (perseroan atau badan usaha) yang penarikannya hanya dapat dilakukan
dalam jangka waktu tertentu jatuh tempo, dengan mendapatkan imbalan bagi hasil.43
memerlukan jasa perbankan. Salah satu produk penghimpunan dana dari masyarakat
adalah deposito, yaitu simpanan dana berjangka yang penarikannya hanya dapat
bank. Berdasarkan pada Fatwa DSN-MUI ini deposito yang dibenarkan secara
syariah adalah dengan berdasarkan prinsip mudharabah dengan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
a. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik
41
Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.97
42
Wiroso, Produk Perbankan Syariah (Jakarta: LPFE Usakti, 2009), h.155
43
Muammar Khaddafi, Akuntansi Syariah (Medan: Madenatera, 2016), h.157
27
c. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan
piutang.
berikut ini:
a. Al-Quran
44
Abdul Ghofur Anshori, Perbankan Syariah di Indonesia (Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press, 2018), h.94-95
45
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah An-Nisa (4), Ayat 29
28
berlaku suka sama suka. Tetapi, jangan sampai kegiatan itu berujung
bahwa seorang umat muslim dilarang mengambil harta orang lain dengan jalan
yang bathil (tidak benar). Jalan bathil yang dimaksud yaitu seperti mencuri, riba,
korupsi, menipu, berbuat curang, serta hal-hal lain yang bisa merugikan orang lain.
telah disepakati antara kedua belah pihak. Salah satunya dengan deposito dengan
b. Hadist
Terdapat sebuah hadist yang berasal dari riwayat Ibnu Majah dari Shuhaib
46
[Link] Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran (Jakarta:
Lentera Hati, 2005).
47
Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, (Beirut: Dar al Fikr,1995), 768.
29
terdapat dalam akad mudharabah, harus terdapat kerelaan antara pihak nasabah
4. Bank Syariah
Bank syariah beroperasi berdasarkan pada prinsip syariah atau prinsip agama
Islam. Bank yang menerapkan prinsip syariah tidak dikenal adanya istilah bunga
dalam memberikan jasa kepada penyimpan maupun peminjam. Allah SWT
hamba Nya yang mukmin memberlakukan riba yang berlipat ganda, seperti yang
biasa mereka lakukan bila telah tiba masa pelunasan utang, Allah SWT juga
larangan terhadap praktik riba (bunga), seperti pada produk deposito mudharabah
yang menghindari riba dan memastikan bahwa keuntungan diperoleh dari usaha dan
Di bank ini jasa bank yang diberikan disesuaikan dengan prinsip syariah
sesuai dengan hukum islam. Prinsip yang diterapkan oleh bank syariah adalah
48
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah Al-Imran (3), Ayat 130
49
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, Tafsir Ibnu Katsir (Bandung: Sygma Creative
Media, 2012).
30
prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan
kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah
muntahiyyah bittamlik).50
berikut:
a. Keadilan. Prinsip ini tercermin dalam pengaturan bagi hasil atas kegiatan
c. Kehalalan. Produk dan layanan yang ditawarkan oleh bank syariah telah
Sistem bank syariah dalam mengelola dana nasabah yaitu dalam bentuk
titipan maupun investasi (deposito). Cara titipan dan investasi berbeda dengan
nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan maupun
50
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: Raja grafindo Persada, 2002), h.25
51
Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN Malang Press,
2009), h.64
31
nasabah yang disalurkan dalam berbagai usaha yang akan dibagikan kepada
nasabah. Jika hasil usaha semakin tinggi, maka semakin besar pula keuntungan yang
C. Tinjauan Konseptual
pembahasan dalam proposal ini lebih spesifik. Berikut ini akan diuraikan makna
mempunyai tujuan yang sama, akan tetapi strategi pemasaran yang dilakukan
mudharabah (investasi) yang merupakan kerja sama antara dua pihak dengan
52
Totok Budisantoso & Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain (Jakarta: Salemba
Empat, 2006), h.153
32
D. Kerangka Pikir
kerangka pikir sebagai acuan kerangka pada penelitian ini. Perkembangan produk-
produk yang ditawarkan dikalangan perbankan syariah menjadi persaingan bagi Bank
BTN syariah Parepare. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran terhadap
yang dilakukan akan mempengaruhi selera dan daya tarik konsumen, dalam
bauran pemasaran yaitu product, price, place, promotion guna untuk mengetahui
Strategi Pemasaran
4P
Meningkatkan Jumlah
Nasabah
METODE PENELITIAN
1. Pendekatan Penelitian
narasi dan kata-kata dalam menjelaskan dan menjabarkan makna dari setiap
fenomena, gejala, dan situasi sosial tertentu. Dalam penelitian kualitatif, peneliti
fenomena, gejala dan situasi tertentu.53 Dengan kata lain, penelitian kualitatif yaitu
dan tidak langsung dengan informan, dokumentasi, dan observasi guna untuk
2. Jenis Penelitian
dengan objek dan data yang diteliti. Jenis penelitian ini secara khusus
53
Marinu Waruwu, „pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif,
metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi‟, Jurnal Pendidikan Tambusai,
7.1 (2023), h.2898
34
35
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti yaitu Bank BTN Syariah KCP
Parepare, Jl. Bau Massepe, Kp. Baru, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare,
Sulawesi Selatan.
2. Waktu penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu dimulai dari
C. Fokus Penelitian
penelitian yang dilakukan memberikan batas hal-hal yang peneliti teliti agar
penelitian tersebut bisa terarah dan hanya mencari informasi yang terkait dengan
1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan adalah jenis data subjek. Data subjek merupakan
jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman, karakteristik, dan
seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian (informan). Data
subjek diartikan sebagai data penelitian yang diberikan langsung oleh informan.
36
2. Sumber Data
Sumber data pada suatu penelitian adalah asal dari mana data tersebut
diperoleh. Pada penelitian ini jenis dan sumber data yang digunakan adalah jenis
a. Data Primer
informasi yang dicari. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam
b. Data Sekunder
bacaan seperti jurnal, buku, hasil penelitian, dan sebagainya yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti. Sumber data sekunder peneliti diperoleh dari
suatu abstrak tidak dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata tetapi dapat
54
Zainuddin Ali, Metodologi Penelitian Hukum (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), h.106
37
tergantung teknik mana yang sesuai dengan penelitian. Teknik pengumpulan data
mungkin terjadi dalam penelitian. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini
keadaan atau perilaku obyek sasaran.56 Dalam hal ini peneliti melakukan
Parepare.
b. Wawancara
55
Ridwan, Statistika Untuk Lembaga dan Instansi Pemerintahan/Swasta (Bandung: Alfabeta,
2004), h.137
56
Abdurrahman Fatoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta: PT.
Rinekha Cipta, 2006), h.104-105
38
Tabel 2.1
4. Nuritasari Nasabah
5. [Link] P Nasabah
6. Darwis Nasabah
7. [Link] Nasabah
c. Dokumentasi
Parepare.
39
Teknik pengolahan data merupakan cara atau proses yang digunakan untuk
b. Klasifikasi (Classifying)
Klasifikasi adalah proses pengelompokan seluruh data baik yang berasal dari
di lapangan atau observasi. Data yang diperoleh tersebut dibaca dan ditelaah
dilakukan agar data yang telah diperoleh menjadi mudah dibaca dan dipahami,
yang diperoleh. Terdapat beberapa Teknik umum yang digunakan dalam uji
keabsahan data pada metode kualitatif salah satunya metode Triangulasi. Triangulasi
57
Abu Achmadi dan Cholid Narkubo, Metode Penelitian, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005),
h.85
58
Lexy [Link], Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1993),
h.104-105
40
kredibilitas data yang dilakukan dengan mengecek data yang telah diperoleh melalui
beberapa sumber.59
Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menta secara sistematis
catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman
peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang
lain.60
1. Reduksi Data
Kegiatan dalam reduksi data yaitu meringkas hasil data yang telah
memisahkan informasi yang dianggap tidak berkaitan dengan penelitian ini. Hal
59
Endang Widi Winarni, Teori dan Praktik: Penelitian Kuantitatif Kualitatif, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2018), h.184
60
Ahmad Rijali, „Analisis Data Kualitatif‟, Jurnal Alhadharah , 17.33 (2018), h.84
41
ini dilakukan untuk memilah data yang penting dan data yang tidak penting
2. Penyajian Data
informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih,
sehingga memudahkan untuk melihat apa yang sedang terjadi, apakah kesimpulan
3. Penarikan Kesimpulan
rumusan masalah yang diajukan. Secara teknis proses penarikan kesimpulan dalam
data yang ditemukan langsung dianalisis dan juga diolah sehingga dapat ditarik
61
Ahmad Rijali, „Analisis Data Kualitatif‟, Jurnal Alhadharah, 17.33 (2018), h.91-94
BAB IV
A. Hasil Penelitian
observasi langsung di Bank BTN Syariah Parepare untuk pengambilan data awal
terkait dengan objek penelitian. Tahapan selanjutnya adalah melakukan wawancara
dengan informan yang merupakan pegawai dan nasabah yang terkait dengan fokus
Produk-produk ini tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga
pada pemberian pembiayaan yang berprinsip adil dan sesuai dengan hukum syariah.
Dengan demikian, bank syariah bertujuan untuk melakukan mobilisasi dan investasi
dana secara adil, yang memberikan manfaat yang seimbang dan berkeadilan bagi
semua pihak yang terlibat dalam transaksi [Link] penghimpunan dana
a. Produk Tabungan
3) Tabunganku iB
42
43
b. Produk Giro
1) Giro BTN iB
bank syariah dengan investasi berjangka bagi lembaga dengan bagi hasil yang
sama antara dua pihak dengan keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.
Parepare yaitu:
c. Melampirkan NPWP
dengan kebutuhan
44
Tarif atau biaya yang diterapkan Bank BTN Syariah Parepare pada produk
Parepare dapat mencakup berbagai jenis produk perbankan syariah yang dirancang
untuk mengumpulkan dana dari masyarakat salah satunya yaitu produk deposito
Ilyas selaku Customer Service Officer Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare itu adalah salah satu
produk penghimpunan dana yang lumayan banyak peminatnya yang
ditawarkan ke masyarakat untuk berinvestasi”62
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa produk
penghimpunan dana pada Bank BTN Syariah Parepare yaitu salah satunya produk
deposito BTN iB merupakan salah satu produk yang banyak diminati oleh
62
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
45
diminati karena jangka waktunya yang fleksibel dan setoran awalnya terjangkau
(mudharib) dalam mengelola modal yang diberikan shahibul maal yang dapat
63
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
64
Riski Ananda, Consumer Financing Service, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30
Mei 2024
46
digunakan sebagai modal investasi atau bisnis. Bank BTN Syariah Parepare
kepada bank yang akan dikelolah oleh pihak bank dan akan mendapatkan
keuntungan bagi hasil sesuai dengan yang telah ditentukan di awal akad. Deposito
mudharabah ini memiliki jangka waktu yang fleksibel dan setoran awal yang
pilihan bagi nasabah yaitu ARO dan Non ARO. ARO (Automatic Roll Over) yaitu
deposito berjangka tersebut akan diperpanjang otomatis pada saat jatuh tempo.
Non ARO artinya tidak diperpanjang otomatis sehingga harus dicairkan pada saat
jatuh tempo.
kepada nasabah dan calon nasabah sudah sesuai dengan prinsip islam dan
Bapak Wawan Darmawan selaku Teller Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Produk deposito mudharabah disini itu dapat dikatakan sebagai salah satu
produk yang diminati oleh nasabah karena kegunaannya itu sebagai investasi
berjangka dengan prinsip yang halal tentunya, nisbah nya itu ditentukan dalam
bentuk persentase bukan nominal jadi pada saat keuntungan yang kita peroleh
meningkat, maka nisbah yang akan diperoleh oleh nasabah itu meningkat
juga, produk ini juga bebas administrasi bulanan tetapi nasabah tetap ki dapat
bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh bank”65
Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa produk deposito
mudharabah yang ditawarkan oleh Bank BTN Syariah Parepare beroperasi sesuai
dengan prinsip syariah yang mengharuskan praktik yang halal. Produk ini
menerapkan sistem bagi hasil yang telah disepakati, bukan sistem bunga seperti
65
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
47
keuntungan bagi nasabah didasarkan pada hasil yang diperoleh dari investasi yang
dilakukan oleh bank sebagai mudharib. Oleh karena itu, besarnya bagi hasil yang
diperoleh oleh nasabah dapat bervariasi tergantung pada kinerja investasi dan
keuntungan harus dihasilkan melalui kerja sama dan tanggung jawab bersama
antara nasabah dan bank.
Persentase nisbah keuntungan atau bagi hasil harus dinyatakan dalam bentuk
persentase bukan dinyatakan dalam nilai nominal tertentu sehingga memiliki bagi
Edwin Ilyas selaku Customer Service Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Akad mudharabah kan akad kerja sama dengan bagi hasil. Salah satu
produk disini yang menggunakan akad mudharabah itu produk deposito,
untuk nisbah bagi hasilnya sendiri itu akumulasi pokok atau kredit sumber
rekening nasabah sebesar 29,50%. Contoh simulasi perhitungan bagi hasil
bulanan untuk nasabah yaitu. Misalnya simpanan nasabah adalah Rp1
Milyar dan misalnya pendapatan bank pada bulan berjalan itu sebesar Rp5
Milyar serta saldo rata-rata per deposito mudharabah sebesar Rp50 Milyar.
Maka bagi hasil yang akan diterima oleh nasabah adalah (Rp1 Milyar/Rp50
Milyar) x Rp 5 Milyar x 29,50% = Rp 29.500.000. nah, dari contoh ini
nasabah akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp29.500.000”66
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa bagi hasil
tersebut, nasabah akan mendapatkan bagi hasil sebesar 29,50% dari keuntungan
yang dihasilkan. Besaran nisbah ini tidak bersifat tetap karena keuntungan yang
66
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
48
diperoleh tergantung pada kinerja investasi yang dilakukan oleh bank sebagai
mudharib dan keadaan pasar. Meskipun begitu, baik nasabah maupun bank
sebagai pemilik dana (shahibul maal) akan tetap mendapatkan bagian keuntungan
sesuai dengan persentase yang telah disepakati sebelumnya dalam kontrak. Hal ini
tetapi juga menjamin keterlibatan dan tanggung jawab yang adil antara kedua
pemasaran dalam memasarkan suatu produk dengan berbagai cara atau strategi
Produk deposito mudharabah pada bank BTN Syariah Parepare adalah produk
Sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Wawan Darmawan selaku Teller Bank BTN
produk deposito mudharabah yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare
dengan cara secara aktif menjelaskan kepada nasabah dan calon nasabah bahwa
nasabah pada produk deposito mudharabah karena didasarkan pada prinsip syariah
mengenai perbedaan antara deposito syariah dan konvensional, dengan fokus pada
keuntungan yang berasal dari hasil bagi hasil. Dengan mempertimbangkan aspek
tersebut. Sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin Ilyas
67
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
50
nasabah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh salah satu Nasabah di Bank BTN
bahwa:
“Saya menggunakan produk deposito mudharabah disini karena saya memang
berniat untuk melakukan investasi”70
Hasil wawancara dengan Bapak M. Taufiq selaku nasabah mengatakan
bahwa:
“Saya menjadi nasabah deposito mudharabah disini karena yang saya tau,
disini itu menggunakan prinsip syariah”71
Adapun hasil wawancara dengan ibu Nining selaku Nasabah mengatakan
bahwa:
“Saya menggunakan produk deposito mudharabah karena yang dijelaskan CS
itu bahwa produknya bebas dari bunga, sebagaimana yang kita tau bahwa
bunga itu kan riba”72
Berdasarkan hasil uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa strategi produk
68
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
69
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
70
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
71
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
72
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
51
keunggulan produk ditawarkan dengan semenarik mungkin agar dapat diingat oleh
b. Harga (Price)
Harga adalah nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah untuk melakukan
mendapatkan suatu produk atau jasa. Harga tergantung pada kebijakan perusahaan
tetapi tentu dengan mempertimbangkan berbagi hal. Harga untuk produk deposito
mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare sudah ditentukan oleh perusahaan
menetapkan harga yang cukup terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Hal
ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Darmawan selaku Teller
bahwa:
“Disini pembukaan rekening deposito itu dapat dikatakan terjangkau untuk
setoran awalnya karena penetapan harga ini kan sebagai salah satu strategi
untuk menarik minat nasabah, jadi kalau misalnya setoran awalnya itu nda
terlalu mahal otomatis nasabah akan tertarik menggunakan produk ini”74
73
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
74
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
52
ditetapkan oleh Bank BTN Syariah Parepare dalam produk deposito mudharabah
yaitu dengan menetapkan harga yang terjangkau yaitu dengan setoran awal
penentuan harga berpengaruh pada daya tarik mayarakat yang akan menggunakan
produk deposito mudharabah. Sesuai dengan yang dikemukakan salah satu
bahwa:
“Menurut saya harga setoran awal deposito mudharabah disini yang
dikenakan itu termasuk murah”78
75
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
76
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
77
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
78
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
53
bahwa:
“Untuk harga atau setoran awalnya itu kalau menurut saya itu termasuk murah
dan terjangkau”79
Berdasarkan hasil uraian diatas dapat diketahui bahwa strategi penetapan
harga pada produk deposito mudharabah Bank BTN Syariah Parepare sudah
menetapkan harga secara kompetitif dimana harga yang telah ditetapkan dapat
dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Strategi pemasaran dari segi harga
dengan penetapan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat
dapat menarik minat nasabah menggunakan produk deposito di Bank BTN Syariah
Parepare.
c. Tempat (Place)
Pemilihan lokasi penting dalam pemasaran karena pemilihan lokasi yang tepat
dapat meningkatkan minat dan jumlah nasabah pada bank. Lokasi Bank BTN
Syariah Parepare dapat dikatakan strategis yaitu di Jl. Bau Massepe, Kp. Baru,
Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Wawan
memilih lokasi yang mudah dijangkau dan lingkungan yang ramai dengan
79
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
80
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
54
masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak
BTN Syariah Parepare itu strategis, yaitu berada disamping jalan raya sehingga
mudah dijangkau oleh nasabah dan calon nasabah dan juga terletak pada
nasabah atau calon nasabah untuk mengakses informasi produk di Bank BTN
Syariah Parepare. Hal ini juga diakui oleh Nasabah Bank BTN Syariah Parepare
81
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
82
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
83
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
84
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
55
“Menurut saya lokasi nya ini strategis karena lumayan dekat juga sama
lapangan yang biasanya banyak keramaian”85
pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare sudah sesuai yaitu dengan lokasi
yang strategis dan dapat dijangkau dan diakses dengan mudah oleh masyarakat
sehingga dapat meningkatkan minat dan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah
Parepare.
d. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan suatu strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan
Promosi tersebut adalah suatu hal yang sangat penting bagi lembaga keuangan,
baik itu bank syariah maupun bank konvensional guna untuk memperkenalkan
85
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
56
Promosi yang dilakukan pada Bank BTN Syariah Parepare untuk menarik
nasabah yaitu ada dua cara sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Muhammad
produk deposito mudharabah sesuai dengan pernyataan salah satu Nasabah produk
86
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
87
Riski Ananda, Consumer Financing Service, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30
Mei 2024
88
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
57
bahwa:
“Sebenarnya yang menawarkan saya untuk menggunakan produk deposito
disini itu adalah Customer Service”91
Adapun hasil wawancara dengan Ibu [Link] selaku Nasabah mengatakan
bahwa:
“Customer Service yang menawarkan kepada saya ketika saya datang
membuka rekening tabunga disini”92
Berdasarkan wawancara diatas, promosi yang dilakukan secara langsung
mungkin sehingga dapat menarik minat nasabah dalam menggunakan produk yang
Bank BTN Syariah Parepare masih kurang melakukan sosialisasi secara langsung
89
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
90
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
91
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
92
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
58
kegunaannya sebagai investasi berjangka dengan ini bank selaku pengelola dana
bentuk rekening pada Bank atas nama Pemilik Rekening (Pemilik dana/Shahibul
Maal). Dana yang disimpan oleh nasabah tersebut dikelola oleh bank sesuai
tersebut ditutup atau berakhirnya akad, hal ini sejalan juga dengan teori bahwa
oleh jenis usaha, waktu atau tempat selama sesuai dengan syariat islam.93 Maka
dari itu dalam melaksanakan suatu akad mudharabah muthlaqah nasabah tidak
Setoran awal yang harus dibayarkan nasabah yaitu dengan jumlah minimal
93
Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.97
59
lembaga yaitu sebesar Rp2.500.000 dan rekening deposito dapat dikatakan aktif.
nisbah atau bagi hasil yang akan diterima oleh masing-masing pihak. Nasabah
yang akan dibagikan secara bulanan. Meskipun nilai keuntungan yang diperoleh
tidak bersifat tetap karena tergantung pada kinerja investasi dan hasil usaha yang
dijalankan oleh bank, baik nasabah maupun bank tetap terjamin untuk menerima
bagi hasil sesuai dengan persentase yang telah ditentukan sebelumnya. Pendekatan
ini tidak hanya menjamin transparansi dalam proses investasi, tetapi juga
mengedepankan prinsip keadilan dalam pembagian hasil usaha antara kedua belah
mereka dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip syariah, sementara bank
nasabahnya.
semua pihak mendapatkan perlakuan yang setara dan merata. Prinsip ini tercermin
dalam pengaturan bagi hasil atas kegiatan usaha dan penentuan margin keuntungan
yang telah disepakati bersama antara bank dan nasabah.94 Prinsip keadilan ini
pada produk deposito mudharabah sehingga masyarakat dapat lebih aman dalam
94
Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN Malang Press,
2009), h.64
60
bertransaksi. Selain itu, dalam mudharabah keuntungan yang dihasilkan dari usaha
harus dibagi sesuai dengan proporsi yang disepakati di awal, sehingga dapat
memastikan bahwa pembagian keuntungan tersebut tidak hanya adil tetapi juga
diperbolehkan karena besaran nisbah bagi hasil telah disepakati antara kedua belah
pihak di awal akad. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S An-Nisa (4): 29:
berlaku suka sama suka. Tetapi, jangan sampai kegiatan itu berujung
menjerumuskan diri karena melanggar perintah Allah karena Allah selalu
bahwa seorang umat muslim dilarang mengambil harta orang lain dengan jalan
yang bathil (tidak benar). Jalan bathil yang dimaksud yaitu seperti mencuri, riba,
korupsi, menipu, berbuat curang, serta hal-hal lain yang bisa merugikan orang lain.
95
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah An-Nisa (4), Ayat 29
96
[Link] Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran (Jakarta:
Lentera Hati, 2005).
61
telah disepakati antara kedua belah pihak. Salah satunya dengan deposito dengan
menggunakan akad mudharabah yang berasal dari riwayat Ibnu Majah dari
terdapat dalam akad mudharabah, harus terdapat kerelaan antara pihak nasabah
bulan, dan 24 bulan. Prosedur untuk membuka rekening deposito juga melibatkan
beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama-tama, calon nasabah harus memiliki
dokumen identitas seperti KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau
KITAS/KITAP untuk Warga Negara Asing (WNA). Selain itu, nasabah juga
97
Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, (Beirut: Dar al Fikr,1995), 768.
62
diwajibkan untuk melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta mengisi
ketentuan yang berlaku. Dengan memenuhi semua syarat ini, nasabah dapat
memulai investasi deposito mudharabah dengan aman dan sesuai dengan prinsip
tabungannya akan bertambah dengan jangka waktu yang ditetapkan sesuai dengan
Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Ismayanti dalam skripsinya dengan
mudharabah muthlaqah yang sejalan dengan penelitian ini.99 Penelitian ini juga
sejalan dengan penelitian Chaira Usrati dengan judul “Analisis Faktor yang
yang menyatakan bahwa bagi hasil yang kompetitif dapat meningkatkan minat
98
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.41
99
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.67
63
nasabah pada produk deposito mudharabah.100 Namun penelitian ini tidak sejalan
PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam” yang pada
tabungan qurban.101
syariah. Nasabah akan mendapatkan bagi hasil berbasis pada nisbah yang
disepakati, yang bisa lebih menguntungkan jika dikelolah dengan baik. Di sisi lain,
terdapat dampak negatif yang mungkin timbul dari produk deposito mudharabah.
Misalnya, nasabah yang melakukan pencairan sebelum jatuh tempo yang akan
mengakibatkan nasabah mungkin kehilangan sebagian atau seluruh bagi hasil yang
telah dijanjikan dan nasabah juga akan dikenakan denda jika deposito dicairkan
sebelum jatuh tempo. Penarikan sebelum jatuh tempo juga akan mempengaruhi
100
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
101
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
64
bank harus mempunyai strategi pemasaran yang menarik guna untuk menarik
pemasaran yang biasa dikenal dengan istilah bauran pemasaran atau marketing
mix. Dimana bauran pemasaran tersebut hampir diterapkan pada semua lembaga
dapat meningkatkan jumlah nasabah, hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang
pemasaran dengan komponen 4P, yaitu Product, Price, Plece, Promotion dapat
meningkatkan jumlah nasabah di BSI KC Parepare.103 Namun, hal ini tidak sejalan
102
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.168-169
103
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.66
65
dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Andi Azmi dalam skripsinya
yang diterapkan oleh Bank BRI Syariah Fatmawati dalam memasarkan produk
product, price, place, physical evidence, promotion, process, people.104 Hal ini
juga sejalan dengan teori Sofjan Assauri yang mengemukakan bahwa bauran
pemasaran merupakan kombinasi variable atau kegiatan yang merupakan inti dari
sistem pemasaran yang terdiri dari unsur-unsur marketing mix 4P yaitu Product,
a. Produk (Product)
menggunakan strategi dari segi produk dimana suatu produk sangat penting dalam
suatu perusahaan, seperti halnya produk deposito mudharabah pada Bank BTN
Syariah Parepare merupakan salah satu produk yang banyak diminati oleh
nasabah.
nasabah dan calon nasabah bahwa deposito di bank syariah memiliki perbedaan
104
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.56
105
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
66
(bunga) dan praktik-praktik lain yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.
hamba Nya yang mukmin memberlakukan riba yang berlipat ganda, seperti yang
biasa mereka lakukan bila telah tiba masa pelunasan utang, Allah SWT juga
larangan terhadap praktik riba (bunga), seperti pada produk deposito mudharabah
yang menghindari riba dan memastikan bahwa keuntungan diperoleh dari usaha
biaya administrasi bulanan yang sering menjadi beban tambahan bagi nasabah. Hal
ini bertujuan untuk memastikan bahwa nasabah merasa lebih diuntungkan secara
finansial karena tidak perlu membayar biaya administrasi rutin yang umumnya
106
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah Al-Imran (3), Ayat 130
107
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, Tafsir Ibnu Katsir (Bandung: Sygma Creative
Media, 2012).
67
yang telah ditetapkan antara bank sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul
maal. Hal ini menunjukkan komitmen Bank BTN Syariah dalam memastikan
bahwa nasabah tidak hanya mendapatkan layanan yang sesuai dengan prinsip
keuntungan hasil usaha. Dengan cara ini, Bank BTN Syariah berharap dapat
membangun reputasi yang kuat dalam menyediakan produk deposito mudharabah
mudharabah muthlaqah.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Andi Azmi
pada BRI Syariah KC Fatmawati” yang menyatakan bahwa salah satu keunggulan
dari produk deposito mudharabah adalah memberikan bagi hasil yang kompetitif
yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak dan saling
diuntungkan.108
b. Harga (Price)
Bauran pemasaran dari segi harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan
taktis seperti tingkat harga diantara berbagai kelompok nasabah.109 Harga yang
108
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.41
109
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
68
ditetapkan oleh Bank BTN Syariah Parepare berbeda antara perorangan dan
jenis nasabah. Bagi perorangan, bank menawarkan harga yang lebih kompetitif
kecil dan karakteristik keuangan pribadi yang berbeda-beda. Sementara itu, untuk
instansi seperti perusahaan atau lembaga besar, bank menetapkan harga yang bisa
lebih fleksibel atau lebih tinggi, mengingat skala investasi yang lebih besar dan
potensi pengembalian yang lebih signifikan.
Penetapan harga atau setoran awal yang diterapkan oleh Bank BTN Syariah
kalangan masyarakat dikarenakan harga yang ditawarkan tidak terlalu murah dan
tidak terlalu mahal untuk dijangkau oleh semua kalangan, untuk perorangan
sebesar Rp1.000.000 dan untuk lembaga sebesar Rp2.500.000. Dalam hal harga
atau setoran awal produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare
lebih rendah dari Bank lain, misalnya seperti Bank BRI yang biasanya
menawarkan harga lebih tinggi dari Bank BTN Syariah karena bisa mencapai 5
juta-10 juta untuk minimum setoran awalnya.110 Maka tak heran jika dalam
pemasaran produk ini jika dilihat dari segi harga lebih unggul sehingga dapat
menarik perhatian masyarakat dan tidak memberatkan bagi masyarakat yang ingin
Syariah Parepare. Harga yang ditawarkan pun dapat bersaing dengan produk
110
Bank BRI, „Persyaratan Pembukaan Rekening Deposito Rupiah‟, [Link]
rupiah, diakses 23 Juli 2024
69
c. Tempat (Place)
yang sangat penting adalah kemudahan akses bagi masyarakat serta keberadaan di
faktor, seperti berada di pusat kota yang merupakan pusat kegiatan masyarakat dan
yang baik, baik itu dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan
umum, karena bank ini berlokasi di tepi jalan raya utama. Hal ini sangat
Bank BTN Syariah Parepare terletak dalam lokasi yang strategis sehingga
mudah dijangkau oleh nasabah untuk dapat melakukan transaksi. Bank BTN
Syariah parepare ini dekat dengan pusat kota tepatnya di Jl. Bau Massepe, Kp.
Baru, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Lokasi Bank BTN
Syariah dapat dikatakan strategis karena dekat dengan akses jalan raya dan terletak
Tinjauan Ekonomi Islam” yang menyatakan bahwa salah satu bauran pemasaran
yang dilakukan dalam meningkatkan jumlah nasabah yaitu dari segi lokasi dengan
70
memilih lokasi yang strategis yang berada di pinggir jalan raya sehingga mudah
d. Promosi (Promotion)
Tujuan promosi pada Bank BTN Syariah Parepare salah satunya adalah untuk
Berikut ini strategi promosi yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare
dalam mempromosikan produk deposito mudharabah:
produk kepada nasabah. Periklanan yang digunakan oleh Bank BTN Syariah
media cetak seperti brosur, poster serta juga menggunakan media sosial untuk
mengeluarkan biaya yang cukup besar. Berbagai media cetak tersebut akan
111
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
71
Strategi ini dianggap sangat efektif karena nasabah menerima informasi tanpa
waktu yang lama, sehingga strategi promosi ini dapat memberikan keuntungan
Syariah Parepare. Namun, dalam hal promosi, Bank BTN Syariah Parepare masih
mudharabah.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurfadillah dengan
Ekonomi Islam” yang menyatakan bahwa strategi promosi yang dilakukan adalah
dengan periklanan, penjualan pribadi, dan juga pemasaran secara langsung.112 Hal
ini juga sejalan dengan skripsi Chaira Usrati dengan judul “Analisis Faktor yang
112
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
72
yang menyatakan bahwa hasil penelitian yaitu bahwa promosi yang dilakukan
nasabah.113 Namun, hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
1) Strategi produk, dengan menerapkan strategi produk yang efektif, Bank BTN
dengan produk serupa di pasar. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan
menarik lebih banyak nasabah dan dapat memenuhi keinginan nasabah terkait
banyak nasabah.
113
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
114
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.68
73
3) Strategi lokasi, memilih lokasi yang strategis di area dengan jumlah populasi
tinggi dapat meningkatkan aksesibilitas bagi nasabah. Hal ini penting untuk
menarik lebih banyak calon nasabah dengan mudahnya akses ke Bank BTN
Syariah Parepare.
sosial media untuk promosi yang dirancang dengan baik dengan menjelaskan
fitur dan keuntungan produk deposito mudharabah dapat menjangkau audiens
secara luas. Tanpa sosialisasi yang memadai akan berdampak pada adanya
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti
terhadap karyawan/staff Bank BTN Syariah Parepare maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Bentuk produk deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare adalah
muthlaqah yang merupakan akad kerja sama antara nasabah dan bank dimana
usaha yang akan dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare. Nisbah bagi hasil
keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana, untuk persentase bagi hasil
yang akan diperoleh yaitu untuk nasabah 29,50% dan untuk bank 70,50%.
mix 4P yaitu dari segi Produk (Product). Strategi pemasaran dari segi produk
yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare dengan berupaya
dengan prinsip syariah sehingga produk tersebut banyak diminati oleh nasabah
dan dapat meningkatkan minat nasabah. Selanjutnya dari segi Harga (Price).
Strategi dari segi harga yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare yaitu
74
75
selanjutnya dari segi Tempat (Place). Strategi pemasaran dari segi tempat yang
dilakukan Bank BTN Syariah Parepare yaitu dengan memilih tempat yang
strategis yang dekat dengan akses jalan raya dan terletak pada perkotaan
sehingga mudah dijangkau nasabah dan calon nasabah. Strategi dari segi
dan media sosial. Selain itu promosi juga dilakukan dengan personal selling
B. Saran
deposito mudharabah.
2. Bagi Institut Agama Islam Negeri Parepare, diharapkan skripsi ini dapat mejadi
bahan atau materi pembelajaran dan dapat dijadikan referensi bagi kalangan
mahasiswa.
Al-Qur‟an Al-Karim
Achmadi, Abu dan Cholid Narkubo, Metode Penelitian, Jakarta: PT Bumi Aksara,
2005.
Ali, St. Nurhayati, Problema Manusia Modern: Solusi Tasawuf Menrut Seyyed
Hossein Nasr, Depok: Rajawali Pers, 2022.
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Assauri, Sofjan, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi, Indonesia: CV.
Rajawali.
Budisantoso, Totok, & Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta:
Salemba Empat, 2006.
Cahyati, Tetet & Dadang Munandar, Perilaku Konsumen: Teori dan Aplikasi,
Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2023.
76
77
Gunanto dan Joko Pramono, Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Yogyakarta: Andi,
2018.
Hadinoto, Soetanto, Bank Strategy on Funding and Liability Management, Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo , 2008.
Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, Beirut: Dar al Fikr,1995, 768.
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: Raja grafindo Persada,
2002.
Kasmir, Manajemen Perbankan, Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2001.
Musyawarah, Irdha Yanti dan Desi Idayanti, „Analisis Strategi Pemasaran Untuk
Meningkatkan Jumlah Penjualan pada Usaha Ibu Bagas di Kecamatan
Mamuju‟, Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen , 1.1 (2022).
78
Pardede, Pontas M., Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan, Jakarta: Mitra
Wacana Media, 2011.
Saleh, Muhammad Yusuf dan Miah Said, Konsep dan Strategi Pemasaran, Makassar:
CV Sah Media, 2019.
Suryadi, Edi, Strategi Komunikasi Sebuah Analisis Teori dan Praktis di Era Global,
Bandung: Rosda, 2018.
Syafi‟I, Muhammad Antonio, Bank Syariah: dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema
Insani Press, 2001.
Winarni, Endang Widi, Teori dan Praktik: Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2018.
Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha
Bank Syariah, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005.
Yuliana, dkk, „Sistem Akad Mudharabah Produk Deposito pada Bank Muamalat KCP
Palopo‟, Journal of Islamic Economic Law, 8.2 (2023).
LAMPIRAN
80
81
NAMA : SELFIANA
NIM : 2020203861206019
PEDOMAN WAWANCARA
Wawancara Karyawan/Staff
Parepare?
Parepare?
Wawancara Nasabah
Parepare?
TRANSKRIP WAWANCARA
Syariah parepare?
Narasumber : Untuk setoran awal atau minimal setoran deposito mudharabah ini
terjangkau karena tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah untuk
Syariah Parepare?
Narasumber : Pada saat pembukaan rekening deposito nasabah juga diberi pilhan
yaitu ARO dan Non ARO. ARO itu perpanjangan otomatis, jadi kalau
misalnya nasabah pilih jangka waktu 3 bulan, kalau sudah 3 bulan itu
dengan nasabah, nah kalau Non ARO itu tidak diperpanjang otomatis
jadi dalam jangka waktu yang ditentukan itu harus dicairkan. Akad
mudharabah kan akad kerja sama dengan bagi hasil. Salah satu produk
nisbah bagi hasilnya sendiri itu akumulasi pokok atau kredit sumber
Rp1 Milyar dan misalnya pendapatan bank pada bulan berjalan itu
sebesar Rp5 Milyar serta saldo rata-rata per deposito mudharabah
sebesar Rp50 Milyar. Maka bagi hasil yang akan diterima oleh
Narasumber : Untuk strategi harga itu, kami menetapkan setoran awal atau minimal
Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare dapat dikatakan strategis
Narasumber : Strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare sudah sangat
strategis karena berada di sekitar lingkungan mayarakat, lokasi nya
Narasumber : Strategi yang dilakukan untuk menarik minat nasabah itu ada
minat nasabah secara langsung itu apabila ada nasabah yang datang ke
Bank BTN Syariah Parepare diliat potensinya bisa untuk investasi, jadi
media sosial.
Jabatan : Teller
Syariah Parepare?
Narasumber : Produk deposito mudharabah disini itu dapat dikatakan sebagai salah
satu produk yang diminati oleh nasabah karena kegunaannya itu
nya itu ditentukan dalam bentuk persentase bukan nominal jadi pada
saat keuntungan yang kita peroleh meningkat, maka nisbah yang akan
diperoleh oleh nasabah itu meningkat juga, produk ini juga bebas
untuk setoran awalnya karena penetapan harga ini kan sebagai salah
satu strategi untuk menarik minat nasabah, jadi kalau misalnya setoran
Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare dapat dikatakan strategis
dalam memasarkan produk deposito mudharabah?
Narasumber : Untuk strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare bisa
juga transaksi yang jalan di sekitaran sini dan kalau dilihat dari
Nama : Darwis
Jabatan : Nasabah
Narasumber : Kualitas produk deposito di Bank BTN Syariah Parepare itu tidak
Narasumber : Lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini sudah strategis karena berada
di tengah kota juga berada di pinggir jalan jadi akses kesini itu mudah.
101
Nama : Nuritasari
Jabatan : Nasabah
Jabatan : Nasabah
Nama : [Link] P
Jabatan : Nasabah
Narasumber : Menurut saya lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini strategis karena
dekat sama pusat kota, lokasinya juga ini mudah dijangkau juga dekat
dengan keramaian.
Nama : [Link]
Jabatan : Nasabah
DOKUMENTASI
1. Wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin Ilyas, Selaku Customer Service
officer Bank BTN Syariah Parepare
2. Wawancara dengan Bapak Wawan Darmawan, Selaku Teller Bank BTN Syariah
Parepare
106
3. Wawancara dengan Bapak Rizki Ananda, Selaku Financing Service Bank BTN
Syariah Parepare
BIODATA PENULIS