0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan134 halaman

Strategi Pemasaran Deposito Mudharabah

Diunggah oleh

Muh Akbarz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan134 halaman

Strategi Pemasaran Deposito Mudharabah

Diunggah oleh

Muh Akbarz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

STRATEGI PEMASARAN PRODUK DEPOSITO MUDHARABAH


DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DI BANK BTN
SYARIAH PAREPARE

OLEH

SELFIANA
NIM: 2020203861206019

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PAREPARE

2024
STRATEGI PEMASARAN PRODUK DEPOSITO MUDHARABAH
DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DI BANK BTN
SYARIAH PAREPARE

OLEH

SELFIANA
NIM: 2020203861206019

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
pada Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Parepare

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PAREPARE

2024

i
PERSETUJUAN KOMISI PEMBIMBING

Judul Skripsi : Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah


dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank
BTN Syariah Parepare
Nama Mahasiswa : Selfiana
Nomor Induk Mahasiswa : 2020203861206019
Program Studi : Perbankan Syariah
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
Dasar Penetapan Pembimbing : Surat Penetapan Pembimbing Skripsi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
No. B.6895/In.39/FEBI.04/PP.00.9/12/2023

Disetujui oleh:

Pembimbing Utama : Dr. Hj. St. Nurhayati, [Link] (………...)

NIP : 19641231 199102 2 002

Pembimbing Pendamping : Ulfa Hidayati, M.M. (………...)

NIP : 19911030 201903 2 016

Mengetahui:

Dekan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dr. Muzdalifah Muhammadun, M. Ag


NIP. 19710208 2001 12 2 002

ii
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI

Judul Skripsi : Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah


dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank
BTN Syariah Parepare
Nama Mahasiswa : Selfiana
Nomor Induk Mahasiswa : 2020203861206019
Program Studi : Perbankan Syariah
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
Dasar Penetapan Pembimbing : Surat Penetapan Pembimbing Skripsi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
No. B.6895/In.39/FEBI.04/PP.00.9/12/2023
Tanggal Kelulusan : 30 Juli 2024

Disahkan Oleh Komisi Penguji

Dr. Hj. St. Nurhayati, [Link] (Ketua) (……………..)

Ulfa Hidayati, M.M. (Sekretaris) (……………..)

Dr. An Ras Try Astuti, M.E. (Anggota) (……………..)

Dian Resky Pangestu, S.H., M.E. (Anggota) (……………..)

Mengetahui:

Dekan,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dr. Muzdalifah Muhammadun, [Link].


NIP 19710208 2001 12 2 002

iii
KATA PENGANTAR
‫َّح ُْى‬
ِ ‫ْــــــــــــــــــى هللاِ انرَّحْ ًَ ٍِ انر‬
ِ ‫بِط‬

‫ص ْحبِ ِه أَ ْج َم ِعيْنَ أَ َّما بَ ْع ُد‬ َ ‫ف ْاألَ ْنبِيَا ِء َوا ْل ُم ْر‬


َ ‫سلِيْنَ َو َعلَى اَلِ ِه َو‬ ْ َ‫سالَ ُم َعلَى أ‬
ِ ‫ش َر‬ ّ ‫ا ْل َح ْم ُد ِ ه‬
َّ ‫لِلاِ َر ِّب ا ْل َعالَ ِميْنَ َوال‬
َّ ‫صالَةُ َواال‬
Puji syukur panjatkan kehadirat Allah swt. berkat rahmat, hidayah, hidayah,

taufik dan maunah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan tulisan ini, dan tak

lupa kita kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan nabi besar Muhammad

Saw yang telah membawa kita semua dari jalan kegelapan menuju jalan terang

benderang saat ini hingga akhirat kelak. Tulisan ini sebagai salah satu syarat untuk

menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi

Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IAIN) Parepare. Selama

proses penyusunan skripsi tentunya penulis mendapatkan banyak bantuan dan

dorongan dari berbagai pihak yang telah mendukung dan membimbing penulis.

Penulis menghaturkan banyak terima kasih yang setulus-tulusnya kepada

orang tua saya tercinta Bapak Syahril dan Ibu Nurjannah yang telah memberikan

kepercayaan kepada penulis untuk melanjutkan pendidikan ke tahap ini, yang

mengorbankan segalanya untuk penulis, selalu memberikan kasih sayang, cinta,

dukungan, dan motivasi. Serta tiada hentinya doa tulusnya yang dipanjatkan untuk

penulis dalam mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan pendidikan.

Penulis telah banyak menerima bimbingan dan bantuan dari Ibu Dr. Hj. St.

Nurhayati, [Link]. dan Ibu Ulfa Hidayati, M.M. selaku dosen pembimbing yang

telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis, memberikan arahan, saran,

dan kritikan. Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan, penulis

ucapkan terima kasih.

iv
Selanjutnya, penulis juga menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Hannani, [Link]. selaku Rektor IAIN Parepare.

2. Ibu Dr. Muzdalifah Muhammadun, [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Islam.

3. Bapak I Nyoman Budiono, M.M. selaku penanggung jawab Program studi

Perbankan Syariah atas jasanya mengembangkan Program Studi Perbankan

syariah menjadi lebih baik lagi.


4. Ibu Dr. An Ras Try Astuti, M.E. dan Ibu Dian Resky Pangestu, M.E. selaku

dosen penguji yang telah memberikan arahan, saran, dan kritikan dalam

menyelesaikan skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu dosen yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu yang

telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mendidik dan membagi ilmu

kepada penulis selama studi di IAIN Parepare.

6. Pimpinan dan seluruh jajaran Bank BTN Syariah Parepare yang telah

mengizinkan dan memberikan data informasi terkait penelitian.

7. Seluruh kepala unit yang berada dalam lingkungan IAIN Parepare beserta

seluruh staf yang telah memberikan pelayanan kepada penulis selama menjalani
studi di IAIN Parepare.

8. Terima kasih kepada saudara Adam Edzwar yang selalu memberikan dukungan

kepada penulis dan selalu membantu penulis baik dukungan moral maupun

material.

9. Kepada sahabat saya Ikha Wahyuningsih dan Fenny Febrianti yang telah

mendukung, menghibur, mendengarkan segala keluh kesah penulis, dan

memberikan semangat kepada penulis.

v
10. Untuk sahabat-sahabat seperjuangan saya selama menempuh pendidikan di

Institut Agama Islam Negeri Parepare, Rahmi, Mila, Hikmah dan teman-teman

prodi Perbankan Syariah Angkatan 20 yang tidak dapat saya sebutkan satu

persatu. Semoga kelak kita bertemu kembali dengan kabar kesuksesan masing-

masing.

11. Teman-teman seperjuangan KKN yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu,

serta Ibu dan Bapak Posko 63 Tindalun, terima kasih sudah menjadi bagian dari
proses penulis dalam menyelesaikan pendidikan ini.

Penulis mengucapkan terima kasih atas waktu luang dan pikiran yang mereka

berikan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, kritik dan

saran membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Parepare, 30 Mei 2024


21 Zulkaidah 1445 H

Penulis,

Selfiana
NIM: 2020203861206019

vi
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini;

Nama : Selfiana

NIM : 2020203861206019

Tempat/ Tgl. Lahir : Gattungeng, 19 Desember 2002

Program Studi : Perbankan Syariah

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Judul Skripsi : Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah


dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN
Syariah Parepare

Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini


benar merupakan hasil karya saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti bahwa ia
merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau
seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Parepare, 30 Mei 2024

Penyusun,

Selfiana
NIM. 2020203861206019

vii
ABSTRAK
Selfiana. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare (dibimbing oleh Ibu Hj. St.
Nurhayati dan Ibu Ulfa Hidayati).
Persaingan usaha yang semakin ketat dan beragamnya produk pada setiap
bank sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk-
produk yang dimiliki. Salah satu produk yang paling diminati pada Bank BTN
Syariah Parepare yaitu produk deposito mudharabah, dalam memasarkan produk
deposito mudharabah pihak bank tentunya memiliki strategi-strategi tertentu sehingga
dapat meningkatkan jumlah nasabah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Bentuk produk deposito pada Bank BTN Syariah Parepare, dan Strategi
pemasaran produk deposito mudharabah dalam meningkatkan jumlah nasabah di
Bank BTN Syariah Parepare.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan, serta metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian yaitu: 1) Bentuk produk deposito mudharabah pada Bank
BTN Syariah Parepare adalah produk investasi berjangka dengan jangka waktu 1
bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan yang menggunakan akad
mudharabah muthlaqah. Persentase bagi hasil yang akan di peroleh yaitu 29,50%
untuk nasabah dan 70,50% untuk bank yang telah disepakati di awal akad. 2) Strategi
pemasaran yang diterapkan Bank BTN Syariah parepare menggunakan bauran
pemasaran (marketing mix) dengan komponen 4P, yaitu Product (Produk) dengan
berupaya meningkatkan citra produk dan mengutamakan kualitas produk deposito
mudharabah, Price (Harga) dengan menetapkan harga yang kompetitif, Place
(Tempat/Lokasi) dengan pemilihan lokasi yang strategis, Promotion (Promosi)
dengan melakukan periklanan menggunakan media cetak dan media sosial, dan
melakukan promosi secara langsung kepada nasabah. Bauran pemasaran 4P yang
diterapkan menunjukkan bahwa strategi marketing mix 4P secara baik dapat
meningkatkan jumlah nasabah pada Bank BTN Syariah Parepare.

Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Deposito Mudharabah, Bank Syariah

viii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
PERSETUJUAN KOMISI PEMBIMBING ........................................................... ii
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI..................................................................... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ............................................................... vii
ABSTRAK ........................................................................................................... viii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii
PEDOMAN TRANSLITERASI .......................................................................... xiv
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 6
C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6
D. Kegunaan Penelitian ............................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 8
A. Tinjauan Penelitian Relevan ................................................................... 8
B. Tinjauan Teoritis .................................................................................. 12
1. Strategi Pemasaran ............................................................................... 12
2. Produk Bank Syariah............................................................................ 20
3. Deposito Mudharabah .......................................................................... 23
4. Bank Syariah ......................................................................................... 29
C. Tinjauan Konseptual ............................................................................. 31
D. Kerangka Pikir ...................................................................................... 32

ix
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 34
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ........................................................... 34
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................ 35
C. Fokus Penelitian ................................................................................... 35
D. Jenis dan Sumber Data ......................................................................... 35
E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data ......................................... 36
F. Uji Keabsahan Data .............................................................................. 39
G. Teknik Analisis Data ............................................................................ 40
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 42
A. Hasil Penelitian ..................................................................................... 42
1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah
Parepare.................................................................................................. 42
2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam
Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare ... 48
B. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................ 58
1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah
Parepare.................................................................................................. 58
2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam
Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare ... 64
BAB V PENUTUP ................................................................................................ 74
A. Simpulan ............................................................................................... 74
B. Saran ..................................................................................................... 75
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 76
LAMPIRAN .......................................................................................................... 80
PEDOMAN WAWANCARA............................................................................... 85
BIODATA PENULIS ......................................................................................... 110

x
DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Tabel Halaman

1.1 Jumlah Nasabah Produk Deposito Mudharabah 4

2.1 Daftar Nama Informan 38

xi
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Gambar Halaman

2.1 Bagan Kerangka pikir 33

4.1 Lokasi Bank BTN Syariah Parepare 55

xii
DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Lampiran Halaman

Lampiran 1 Surat Penetapan Pembimbing 81

Lampiran 2 Berita Acara Revisi Judul Skripsi 82

Lampiran 3 Surat Permohonan Izin Penelitian 83

Lampiran 4 Surat Rekomendasi Penelitian 84

Lampiran 5 Pedoman Wawancara 85

Lampiran 6 Surat Keterangan Wawancara 88

Lampiran 7 Transkrip Wawancara 95

Lampiran 8 Surat Keterangan Selesai Meneliti 103

Lampiran 9 Lokasi Bank BTN Syariah Parepare 104

Lampiran 10 Dokumentasi 105

Lampiran 11 Promosi Media Sosial 109

Lampiran 12 Biodata Penulis 110

xiii
PEDOMAN TRANSLITERASI
1. Transliterasi
a. Konsonan

Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan
dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan
sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lain lagi dilambangkan dengan
huruf dan tanda. Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf Latin:

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

‫ا‬ Alif Tidak Tidak dilambangkan


dilambangkan

‫ب‬ Ba B Be

‫ت‬ Ta T Te

‫ث‬ Tha Th te dan ha

‫ج‬ Jim J Je

‫ح‬ Ha ḥ ha (dengan titik


dibawah)

‫خ‬ Kha Kh ka dan ha

‫ز‬ Dal D De

‫ش‬ Dhal Dh de dan ha

‫ر‬ Ra R Er

xiv
‫ز‬ Zai Z Zet

‫ش‬ Sin S Es

‫ظ‬ Syin Sy es dan ye

‫ص‬ Shad ṣ es (dengan titik


dibawah)

‫ض‬ Dad ḍ de (dengan titik


dibawah)

‫ط‬ Ta ṭ te (dengan titik


dibawah)

‫ظ‬ Za ẓ zet (dengan titik


dibawah)

‫ع‬ „ain „ koma terbalik keatas

‫غ‬ Gain G Ge

‫ف‬ Fa F Ef

‫ق‬ Qof Q Qi

‫ك‬ Kaf K Ka

‫ل‬ Lam L El

‫و‬ Mim M Em

xv
ٌ Nun N En

‫و‬ Wau W We

ِ Ha H Ha

‫ء‬ Hamzah ‟ Apostrof

ٌ Ya Y Ye

Hamzah (‫ )ء‬yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda
apapun. Jika terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (ʼ)

b. Vocal
Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal
atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.
1. Vocal tunggal (monoftong) bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau
harakat, transliterasinya sebagai berikut:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

َ‫ا‬ Fathah A A

ِ‫ا‬ Kasrah I I

‫ا‬ Dammah U U

2. Vokal rangkap (diftong) bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara
harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

xvi
ٌَْ‫۔‬ fathah dan ya Ai a dan i

ْ‫۔َو‬ fathah dan wau Au a dan u

Contoh:

‫ڧ‬
َ ‫ ڲ‬: kaifa

‫ َحىْ َل‬: haula

c. Maddah

Maddah atau vocal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf,
tranliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Harkat dan Nama Huruf dan Tanda Nama


Huruf

ٌَ‫۔‬/‫۔َا‬ fathah dan alif atau Ā a dan garis diatas


ya

ٌِْ‫۔‬ kasrah dan ya Ī i dan garis diatas

ْ‫۔و‬ dammah dan wau Ū u dan garis diatas

Contoh:

َ‫َيات‬ : māta

ً‫َر َي‬ : ramā

‫لِ ُْ َم‬ : qīla

‫ًََىْ ت‬ : yamūtu

d. Ta Marbutah

xvii
Transliterasi untuk ta marbutah ada dua:

1. Ta marbutah yang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah,
transliterasinya adalah [t].
2. Ta marbutah yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah
[h]. Kalau pada kata yang terakhir dengan ta marbutah diikuti oleh kata yang
menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta
marbutah itu ditransliterasikan denga ha (h).Contoh:

َ ْ‫ان َجَُّة َرو‬


‫ضة‬ : Rauḍah al-jannah atau Rauḍatul jannah

ِ ‫اَ ْن ًَ ِس ََُْة ْانفَا‬


‫ضهَ ِة‬ : Al-madīnah al-fāḍilah atau Al-madīnatul fāḍilah

‫اَ ْن ِح ْك ًَة‬ : Al-hikmah

e. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan
sebuah tanda tasydid (ّ‫)۔‬, dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan
huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.

Contoh:

‫َربََُّا‬ : Rabbanā

‫ََ َّر َُُْا‬ : Najjainā

‫ْان َحك‬ : Al-Haqq

‫ْان َحد‬ : Al-Hajj

‫َ ِّع َى‬ : Nu‟ima

‫عَسو‬ : „Aduwwun

Jika huruf ‫ ي‬bertasydid diakhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah
( ٌِّ‫)۔‬, maka ia litransliterasi seperti huruf maddah (i).

xviii
Contoh:

ٍِ‫َع َرب‬ : „Arabi (bukan „Arabiyy atau „Araby)

ٍِ‫َعه‬ : “Ali (bukan „Alyy atau „Aly)

f. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf ‫( ال‬alif
lam ma‟rifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasikan
seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariah.
Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang [Link] sandang
ditulis terpisah dari katayang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar
(‫)ـ‬.

Contoh:

‫اَ ْن َش ًْص‬ : al-syamsu (bukan asy-syamsu)

‫اَن َّس ْن َسنَة‬ : al-zalzalah (bukan az-zalzalah)

‫اَ ْنفَه َطفَة‬ : al-falsafah

‫اَ ْنبِالَز‬ : al-bilādu

g. Hamzah
Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof („) hanya berlaku bagi
hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun bila hamzah terletak di awal
kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan arab ia berupa alif. Contoh:

ٌَ ْ‫تأيرو‬ : ta‟murūna
‫انَُّىْ ء‬ : al-nau‟
‫ٍَء‬
ْ ‫ش‬ : syai‟un
‫ا ِيرْ ت‬ : umirtu
h. Kata Arab yang lazim digunakan dalan bahasa Indonesia

xix
Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau
kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat
yang sudah lazim dan menjadi bagian dari pembendaharaan bahasa Indonesia, tidak
lagi.

Namun bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab
maka mereka harus ditransliterasi secara utuh. Contoh:

Fī ẓilāl al-qur‟an
Al-sunnah qabl al-tadwin
Al-ibārat bi „umum al-lafẓ lā bi khusus al-sabab
‫ّل‬
i. Lafẓ al-Jalalah (‫)لِلا‬
Kata “Allah” yang didahuilui partikel seperti huruf jar dan huruf lainnya atau
berkedudukan sebagai mudaf ilahi (frasa nominal), ditransliterasi tanpa huruf
hamzah. Contoh:
ًّ ٍَْ‫ِز‬
ِ‫هللا‬ Dīnullah ِ‫بِا ًّلل‬ billah

Adapun ta marbutah di akhir kata yang disandarkan kepada lafẓ al-jalālah,


ditransliterasi dengan huruf [t]. Contoh:
ًّ ‫ه ْى فٍِ َرحْ ً ِة‬
ِ‫هللا‬ Hum fī rahmmatillāh
َ
j. Huruf Kapital

Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital, dalam transliterasi
ini huruf tersebut digunakan juga berdasarkan kepada pedoman ejaan Bahasa
Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan
huruf awal nama diri (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan
kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan
huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.
Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut
menggunakan huruf kapital (Al-). Contoh:

xx
Wa mā Muhammadun illā rasūl
Inna awwala baitin wudi‟a linnāsi lalladhī bi Bakkata mubārakan
Syahru Ramadan al-ladhī unzila fih al-Qur‟an
Nasir al-Din al-Tusī
Abū Nasr al-Farabi

Jika nama resmi seseorang menggunakan kata Ibnu (anak dari) dan Abū
(bapak dari) sebagai nama kedua terakhirnya, maka kedua nama terakhir itu harus
disebutkan sebagai nama akhir dalam daftar pustaka atau daftar referensi. Contoh:

Abū al-Walid Muhammad ibnu Rusyd, ditulis menjadi: Ibnu Rusyd, Abū al-
Walīd Muhammad (bukan: Rusyd, Abū al-Walid Muhammad Ibnu)

Naṣr Hamīd Abū Zaid, ditulis menjadi Abū Zaid, Naṣr Hamīd (bukan: Zaid,
Naṣr Hamīd Abū)

2. Singkatan
Beberapa singkatan yang di bakukan adalah:
swt. = subḥānāhu wa ta„āla
saw. = ṣallallāhu „alaihi wa sallam
a.s = „alaihi al-sallām
H = Hijriah
M = Masehi
SM = Sebelum Masehi
1. = Lahir Tahun
w. = Wafat Tahun

QS../..: 4 = = QS al-Baqarah/2:187 atau QS Ibrahim/..., ayat 4

HR = Hadis Riwayat

Beberapa singkatan dalam bahasa Arab :

‫ص‬ = ‫صفحة‬

xxi
‫زو‬ = ٌ‫بسوٌ يكا‬

‫صهعى‬ =‫صهً انههعهُهىضهى‬

‫ط‬ =‫طبعة‬

ٌ‫ز‬ =‫بسوٌ َاشر‬

‫اند‬ =ِ‫إنً آذر‬/‫ٳنً آذرها‬

‫ج‬ =‫جسء‬

Beberapa singkatan yang digunakan secara khusus dalam teks referensi perlu
dijelaskan kepanjanagannya, diantaranya sebagai berikut:

1. ed. : editor (atau, eds. [kata dari editors] jika lebih dari satu orang editor).
Karena dalam bahasa indonesia kata “edotor” berlaku baik untuk satu atau
lebih editor, maka ia bisa saja tetap disingkat ed. (tanpa s). Dalam catatan
kaki/akhir, kata ed. tidak perlu diapit oleh tanda kurung, cukup membubuhkan
tanda koma (,) antara nama editor (terakhir) dengan kata ed. Tanda koma (,)
yang sama juga mengantarai kata ed. dengan judul buku (menjadi: ed.,). Dalam
daftar pustaka, tanda koma ini dihilangkan. Singkatan ed. dapat ditempatkan
sebelum atau sesudah nama editor, tergantung konteks pengutipannya. Jika
diletakkan sebelum nama editor, ia bisa juga ditulis panjang menjadi, “diedit
oleh....”
2. Et al. : “dan lain-lain” atau “ dan kawan-kawan” (singkatan dari et alia).
Ditulis dengan huruf miring. Alternatifnya, digunakan singkatan dkk.(“dan
kawan-kawan”) yang ditulis dengan huruf biasa/tegak. Yang mana pun dipilih,
penggunaannya harus konsisten.
3. Cet. : Cetakan. Keterangan frekuensi cetakan buku atau literatur sejenis
biasanya perlu disebutkan karena alasan tertentu, misalnya karena karya
tersebut telah dicetak lebih dari sekali, terdapat perbedaan penting antara
cetakan sebelumnya dalam hal isi, tata letak halaman, dan nama penerbit. Bisa

xxii
juga untuk menunjukkan bahwa cetakan yang sedang digunakan merupakan
edisi paling mutakhir dari karya yang bersangkutan.
4. Terj : Terjemahan (oleh). Singkatan ini juga untuk penulisan karta
terjemahan yang tidak menyebutkan nama penerjemahnya.
5. Vol. : Volume. Dipakai untuk menunjukkan jumlah jilid sebuah buku atau
ensiklopedia dalam bahasa [Link] buku-buku berbahasa Arab biasanya
digunakan kata juz.
6. No. : Nomor. Digunakan untuk menunjukkan jumlah nomor karya ilmiah
berkala seperti jurnal, majalah, dan sebagainya.

xxiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Lembaga Keuangan merupakan sebuah perusahaan yang menjalankan kegiatan

dibidang keuangan yang berkaitan dengan masalah keuangan termasuk menghimpun

dana dan mendistribusikannya. Dalam pasal Undang-Undang No 21 Tahun 2008,

mengenai definisi bank adalah sebuah badan usaha dengan tugas menghimpun dana
dalam bentuk kredit maupun bentuk lainnya. Bank terdiri dua jenis, ada bank

konvensional dan bank syariah. Bank konvensional menjalankan kegiatannya dengan

memakai sistem bunga dan terdiri dari bank pengkreditan rakyat dan bank umum

konvensional. Sedangkan bank syariah kegiatan usahanya sesuai dengan aturan

syariah.1

Bank Syariah merupakan lembaga intermediasi dan penyedia jasa keuangan

yang bekerja berdasarkan etika dan sistem Islam, khususnya yang bebas dari bunga

(riba), bebas dari kegiatan spekulatif dan perjudian (maysir), bebas dari hal-hal yang

tidak jelas (gharar), berprinsip keadilan dan hanya membiayai kegiatan usaha yang

halal yang kesemuanya merupakan prinsip-prinsip perbankan syariah. Bank Syariah


sering dipersamakan dengan bank tanpa bunga. Bank tanpa bunga merupakan konsep

yang lebih sempit dari bank syariah, dimana sejumlah instrument atau operasinya

bebas dari bunga. Bank Syariah selain menghindari bunga, juga secara aktif ikut

berpartisipasi dalam mencapai sasaran dan tujuan dari ekonomi Islam yang

berorientasi pada kesejahteraan sosial.2 Salah satu kunci keberhasilan manajemen

1
Fendi, dkk, „Implementasi Akad Mudharabah pada Produk Tabungan Koperasi Syariah‟,
Jurnal Ekonomi Syariah, 8.1 (2021), h.46
2
Muhammad Fauzi, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keinginan Migrasi
Nasabah Bank Umum Syariah di Kota Semarang”, (Skripsi Sarjana, IAIN Walisongo, 2008) h. 11

1
2

bank merupakan bagaimana bank mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui

penghimpunan dana masyarakat sehingga perannya sebagai lembaga perantara

berjalan dengan baik.

Perbankan syariah yang menggunakan prinsip-prinsip syariah dengan

berlandaskan Fatwa DSN-MUI harus menjalankan nilai-nilai islam dalam

operasionalnya. Kegiatan operasional bank syariah terdiri dari tiga aktivitas yaitu

kegiatan penghimpun dana atau pendanaan (funding), kegiatan pembiayaan (lending)


dan jasa-jasa bank lainnya. Bank syariah melakukan kegiatan pendanaan dengan

prinsip-prinsip bank syariah. Prinsip yang paling banyak digunakan dalam aktivitas

pendanaan bank syari‟ah merupakan prinsip mudharabah dan wadiah.3 Konsep

mudharabah ini terdapat unsur keadilan, di mana tidak ada suatu pihak yang

diuntungkan sementara pihak yang lain dirugikan antara pemilik dana dan pengelola

dana.

Bank syariah mempunyai produk deposito yang dijamin aman dari riba, sebab

uang itu memang tidak ditanamkan dengan sistem bunga, melainkan sistem bagi

hasil. juga ada aturan bahwa bank syariah tersebut tidak dibenarkan menanamkan

uang deposito pada institusi yang mempunyai produk haram. Dan disetiap bank
syariah sudah dapat dipastikan adanya dewan pengawas syariah yang didalamnya

terdiri dari pakar yang paham dengan hukum perbankan syariah. dengan demikian

pendapatan dari deposito mudharabah tidak tetap sebagaimana pada bunga,

melainkan berfluktuasi sesuai tingkat pendapatan bank syariah. Dalam deposito

3
Kanzul Fikri, “Analisis Penerapan Akad Mudharabah Muthlaqah pada Produk Deposito
Mudharabah (Studi pada Bank Muamalat Cabang Pembantu Genteng” (Skripsi Sarjana; Jurusan
Ekonomi Syariah, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi)
3

mudharabah, nasabah deposan bertindak sebagai shabibul maal dan bank bertindak

sebagai mudharib.4

Bank harus dapat memberikan nilai lebih kepada nasabah, baik dari segi

layanan, kualitas kerja, produk sampai pada tingkat kepercayaan disamping kondisi

financial dan organisasi yang sehat, selain itu dalam era teknologi informasi saat ini,

persaingan teknologi juga menjadi satu tolak ukur yang penting. Persaingan usaha

yang semakin ketat menuntut para pemilik usaha untuk memiliki strategi agar usaha
dapat bertahan dan terus berkembang. Tingkat persaingan ini menuntut setiap usaha

untuk menghasilkan berbagai ide inovatif yang berbeda untuk mengalahkan

persaingan, terutama untuk usaha yang beroperasi di industri yang sama.5 Semakin

ketatnya persaingan dalam industri perbankan mendorong industri perbankan untuk

cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat di sekitarnya. Industri

perbankan saat ini berlomba-lomba untuk meningkatkan layanan kepada nasabah

dengan berbagai strategi maupun fasilitas-fasilitas yang terstruktur.6 Dalam

menghadapi persaingan tersebut, industri perbankan memerlukan strategi yang baik

untuk dapat bersaing dan mampu mengantisipasi dampak dari persaingan tersebut.

Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan jasa keuangan


membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya. Dalam melakukan

pemasaran, bank memiliki beberapa sasaran yang hendak dicapai. Artinya, nilai

penting pemasaran terletak dari tujuan yang ingin dicapai tersebut seperti dalam hal

4
Yuliana, dkk, „Sistem Akad Mudharabah Produk Deposito pada Bank Muamalat KCP
Palopo‟, Journal of Islamic Economic Law, 8.2 (2023), h.38
5
Irdha Yanti Musyawarah dan Desi Idayanti, „Analisis Strategi Pemasaran Untuk
Meningkatkan Jumlah Penjualan pada Usaha Ibu Bagas di Kecamatan Mamuju‟, Jurnal Ilmiah Ilmu
Manajemen , 1.1 (2022), h.2
6
Adi Krismanto, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Nasabah” (Tesis:
Jurusan Magister Manajemen: Semarang, 2009) h.18
4

meningkatkan mutu pelayanan dan menyediakan ragam produk yang sesuai dengan

keinginan dan kebutuhan nasabah. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka setiap

bank harus memulai melakukan perencanaan pemasaran secara baik. Dalam rangka

mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah, maka bank perlu melakukan riset

pemasaran dan memiliki sistem informasi pemasaran yang baik. 7 Dengan

diketahuinya keinginan serta kebutuhan nasabah dapat memudahkan bank untuk

melakukan strategi guna meningkatkan minat nasabah. Strategi yang dilakukan


meliputi penentuan strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, dan strategi

promosi. Strategi ini dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).

Berdasarkan hasil informasi awal yang diperoleh peneliti dengan melakukan

wawancara dengan bapak Muhammad Edwin Ilyas selaku Customer Service Officer

bahwa jumlah nasabah produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare

dari tahun 2021-2023 sebagai berikut:

Tabel 1.1

Jumlah Nasabah Produk Deposito Mudharabah

No. Tahun Jumlah Nasabah

1. 2021 613

2. 2022 756

3. 2023 908
Sumber: Wawancara dengan CSO Bank BTN Syariah Parepare

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nasabah produk deposito

mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare mengalami peningkatan dari tahun ke

tahun. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa Bank BTN Syariah Parepare mampu

7
Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2018), h.3
5

bersaing dengan lembaga keuangan lainnya walaupun banyak lembaga yang

menawarkan produk sejenis.

BTN Syariah menerapkan strategi pemasaran khususnya dalam memasarkan

produknya agar dapat berkembang secara maksimal. Dalam memasarkan produknya,

Bank BTN Syariah termasuk bank yang mempunyai dua segmen dalam

pemasarannya, yaitu pada perorangan dan lembaga atau instansi. Selain produk untuk

pembiayaan perumahan yang diminati nasabah, bank BTN Syariah juga memiliki
produk unggulan lainnya pada produk penghimpunan dana yaitu produk deposito

mudharabah.

Deposito Mudharabah pada Bank BTN Syariah adalah simpanan berjangka

dengan Akad Mudharabah dengan jangka waktu yang fleksibel dan memiliki bagi

hasil yang kompetitif untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Deposito sebagai salah satu produk perbankan syariah yang menggunakan skema

mudharabah, deposito dalam perbankan syariah khusunya Bank BTN Syariah adalah

salah satu produk yang diberikan oleh Bank BTN Syariah kepada nasabah sebagai

salah satu alternatif pemenuhan investasi masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi peneliti, masyarakat lebih banyak menggunakan


produk deposito di bank konvensional dibandingkan bank syariah dikarenakan

masyarakat masih minim pengetahuan mengenai produk deposito mudharabah,

masyarakat tidak mengetahui bagaimana dengan sistem mekanisme yang digunakan

baik secara keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan nasabah.

Kegiatan pemasaran dalam lembaga keuangan harus menetapkan strategi

pemasarannya, karena strategi pemasaran yang digunakan dalam pemasaran dapat

menentukan tujuan dari pemasaran itu sendiri.


6

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti tertarik

untuk meneliti bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan bank BTN Syariah pada

produk deposito mudharabah dalam meningkatkan jumlah nasabahnya. Sehingga

peneliti mengambil judul ”Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah

dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan


permasalahan pada penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare?

2. Bagaimana Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam

Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk Mengetahui Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare

2. Untuk Mengetahui Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam

Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare

D. Kegunaan Penelitian

1. Kegunaan Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu kajian serta dapat

menambah wawasan mengenai produk deposito mudharabah serta strategi

pemasarannya, juga sebagai tambahan informasi dan literatur serta dijadikan

pembanding bagi peneliti yang lain.


7

2. Kegunaan Praktis

a. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan yang luas dalam dunia perbankan

mengenai strategi pemasaran produk deposito mudharabah tersebut.

b. Bagi Bank BTN Syariah Parepare

Memberikan saran dan masukan bagi Bank BTN Syariah Parepare

serta sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan strategi pemasaran


pada produk deposito mudharabah.

c. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi sumber informasi,

sumber literatur, dan juga dapat dijadikan sumber pengetahuan mengenai

produk deposito mudharabah.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Penelitian Relevan

Penelitian relevan ini dijadikan acuan oleh penulis dalam melakukan

penelitian sehingga penulis dapat menambah teori yang digunakan dalam mengkaji

penelitian yang dilakukan. Penulis melihat dari hasil penelitian yang relevan dengan

judul penelitian ini sebagai tambahan referensi bagi penulis, diantaranya yaitu:
Menurut penelitian Muhammad Andi Azmi dalam skripsinya dengan judul

“Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah pada BRI Syariah

KC Fatmawati”, dia menyimpulkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh

Bank BRI Syariah Fatmawati dalam memasarkan produk deposito mudharabah

adalah dengan menggunakan teori 7P yang terdiri dari product, price, place, physical

evidence, promotion, process, people. Dari strategi tersebut bank BRI Syariah sudah

cukup maksimal dalam menerapkan strategi tersebut untuk melakukan pemasaran.

Analisis SWOT yang dilakukan terhadap produk deposito mudharabah menghasilkan

kesimpulan bahwa produk tersebut memiliki boot yang tinggi pada point pengelolaan

dana berdasarkan prinsip syariah. Sedangkan produk tersebut mempunyai kelemahan


pada faktor sumber daya manusia di bidang pemasaran yang dilakukan oleh tim

marketing.8

Penelitian relevan diatas memiliki persamaan dengan hasil penelitian ini yaitu

pada strategi pemasaran yang dilakukan dari segi product, price, dan place. Dari segi

produk deposito mudharabah pada Bank BRI Syariah KC Fatmawati dan di Bank

BTN Syariah Parepare didefinisikan sebagai produk investasi dengan jangka waktu

8
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.56

8
9

yang ditetapkan dan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan. Dari strategi harga pada

Bank BRI Syariah KC Fatmawati dan Bank BTN Syariah Parepare yaitu dengan

menetapkan harga yang terjangkau sehingga dapat menarik perhatian masyarakat

menggunakan produk deposito mudharabah. Dari segi lokasi Bank BRI Syariah KC

Fatmawati dan Bank BTN Syariah Parepare terletak di lokasi yang strategis yaitu

pusat kota. Adapun perbedaannya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Muhammad

Andi Azmi pada strategi pemasaran produk deposito mudharabah dengan


menggunakan bauran pemasaran 7P yaitu product, price, place, physical evidence,

promotion, process, dan people sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti

pada strategi pemasaran produk deposito mudharabah menggunakan bauran

pemasaran 4P yaitu product, price, place, promotion.

Penelitian selanjutnya yaitu yang dilakukan Ismayanti dalam skripsinya

dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam

Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang

Parepare”, dalam skripsinya dia menyimpulkan bahwa bentuk produk tabungan easy

mudharabah pada bank BSI KC Parepare sama dengan tabungan mudharabah bank

syariah pada umumnya. Tabungan Easy Mudharabah mempunyai dua bentuk yakni,
mudharabah muthlaqah dan mudharabah muqayyadah. Strategi yang digunakan Bank

Syariah Indonesia KC Parepare dalam memasarkan produk tabungan easy

mudharabah, menggunakan bauran pemasaran/marketing mix dengan komponen 4 P,

yaitu product (produk), price (harga), place (tempat atau saluran distribusi), dan

promotion (promosi). Bank Syariah Indonesia KC Parepare dalam memasarkan

produk tabungan easy mudharabah tak lepas dari kegiatan promosi, dimana pihak
10

bank melakukan promosi kepada nasabah penabung, nasabah perorangan, dan

instansi-instansi rekanan.9

Penelitian relevan tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian ini,

yaitu bahwa strategi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan bauran

pemasaran 4P dapat meningkatkan jumlah nasabah pada bank BSI KC Parepare dan

Bank BTN Syariah Parepare. Adapun perbedaannya yaitu terletak pada promosi yang

dilakukan dalam memasarkan produk deposito mudharabah, dimana penelitian yang


dilakukan oleh Ismayanti pada Bank Syariah Indonesia KC Parepare melakukan

strategi pesta hadiah yaitu dengan adanya hadiah yang diberikan bank kepada

nasabah yang diblokir dananya selama waktu yang ditentukan, sedangkan pada hasil

penelitian ini adalah promosi yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare pada

produk deposito mudharabah yaitu hanya dengan melakukan promosi secara langsung

kepada nasabah penabung dan melakukan promosi dengan periklanan.

Skripsi Chaira Usrati dengan judul “Analisis Faktor yang Mempengaruhi

Minat Nasabah Deposito Mudharabah pada Bank Aceh Syariah” dia menyimpulkan

bahwa nisbah bagi hasil, promosi, pelayanan, berpengaruh secara simultan terhadap

minat nasabah menggunakan produk deposito mudharabah pada Bank Aceh Syariah
dengan nilai determinan adalah 0,466 atau 4,66%. Artinya semakin meningkat nilai

nisbah bagi hasil, promosi, dan pelayanan maka semakin meningkatkan minat positif

terhadap produk deposito mudharabah pada Bank Aceh Syariah.10

9
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.67
10
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
11

Penelitian relevan diatas memiliki persamaan dengan hasil penelitian ini yaitu

bahwa promosi yang dilakukan secara baik pada produk deposito mudharabah dapat

meningkatkan jumlah nasabah. Adapun perbedaannya yaitu hasil penelitian yang

dilakukan oleh Chaira Usrati membahas mengenai faktor yang mempengaruhi minat

nasabah dalam menggunakan produk deposito mudharabah yaitu dari nisbah bagi

hasil, promosi dan pelayanan yang dilakukan Bank Aceh Syariah sedangkan hasil

penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu membahas mengenai strategi pemasaran
yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare dalam meningkatkan jumlah nasabah

pada produk deposito mudharabah.

Penelitian yang dilakukan Nurfadillah dalam skripsinya yang berjudul

“Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan

Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam” dia

menyimpulkan bahwa strategi pemasaran PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah adalah

dengan target, sistem jemput dana, serta dengan pemberian nama pada produk

tabungan qurban secara singkat dan jelas, produk tabungan qurban bebas dari unsur

riba. Strategi harga tidak adanya minimal setoran. Strategi tempat, terletak di tepi

jalan raya pekanbaru-bangkinang. Strategi promosi antara lain periklanan, promosi


penjualan, penjualan pribadi, dan pemasaran langsung. Kendala-kendala dalam

memasarkan produk tabungan qurban di [Link] Berkah Dana Fadhillah di

antaranya masyarakat yang kurang mengenal BPRS, maraknya persaingan antara

Bank Konvensional, kurangnya kepedulian masyarakat untuk menabung tabungan

qurban di bank, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang anjuran berqurban.11

11
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
12

Penelitian relevan tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian ini,

yakni strategi pemasaran dengan bauran pemasaran 4P dapat meningkatkan jumlah

nasabah pada PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah dan Bank BTN Syariah Parepare.

Adapun perbedaannya yaitu pada akad yang digunakan pada produk yang diteliti.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurfadillah adalah produk tabungan qurban

pada PT. BPRS Berkah Dana Fadhillah menggunakan akad wadiah sedangkan hasil

penelitian ini yaitu produk deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare
menggunakan akad mudharabah muthlaqah.

B. Tinjauan Teoritis

1. Strategi Pemasaran

a. Pengertian Strategi

Strategi adalah cara terbaik untuk mencapai suatu sasaran atau untuk

melaksanakan suatu pekerjaan. Selain itu strategi berarti penentuan tujuan dan

sasaran jangka panjang organisasi atau perusahaan. Pada saat perusahaan ingin

memenangkan persaingan pada suatu industri satu hal yang harus diputuskan yaitu

strategi yang harus diberlakukan. Keberhasilan suatu strategi tidak lepas dari

sumber daya dan kecakapan pendayagunaannya.12 Didalam strategi yang baik


terdapat kordinasi tim kerja, memiliki tema mengidentifikasi faktor pendukungnya

sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisiensi dalam

pendanaan dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.13 Strategi

hanya didefinisikan sebagai satu bagian dari rencana (plan). Sehingga Mintzberg

12
Pontas [Link], Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan (Jakarta: Mitra
Wacana Media, 2011), h.118
13
Fandi Tjiptono, Strategi Pemasaran (Yogyakarta: Andi, 2020), h.17
13

memperluas konsep strategi dan mendefinisikan srategi dengan memperhatikan

berbagai konsep strategi yang dinamakan “5 p‟s of strategy”, yaitu :

1) Strategy as a plan

Strategi sebagai sebuah “plan” dimana strategi merupakan suatu rencana

yang terpadu, komprehensif, dan terintegrasi yang dirancang untuk memastikan

bahwa tujuan-tujuan pokok perusahaan dapat dicapai.

2) Strategy as a play
Strategi dalam hal ini merupakan suatu maneuver yang spesifik untuk

memberi isyarat mengancam kepada pesaing perusahaan karena perusahaan

memiliki kekuatan ekonomi yang lebih baik dari pada pesaing.

3) Strategy as a pattern

Strategi sebagai sebuah pola atau serangkaian tindakan yang dilakukan oleh

manajemen dalam mengejar sebuah tujuan.

4) Strategy as a position

Strategi ini digunakan untuk memposisikan organisasi perusahaan di dalam

lingkungan perusahaan.

5) Strategy as a perspective
Strategi ini merupakan perspektif dari para pembuat keputusan strategis.

Strategi merupakan pemikiran yang hidup di dalam benak para pembuat keputusan

strategis dan seperti halnya ideologi atau budaya di dalam organisasi.14

Menurut Sondang Siagian untuk memenuhi persyaratan-persyaratan

strategi yang baik ada beberapa kriteria-kriteria yang harus dipenuhi antara lain:

14
Edi Suryadi , Strategi Komunikasi Sebuah Analisis Teori dan Praktis di Era Global
(Bandung: Rosda, 2018), h.10
14

1) Strategi sebagai keputusan jangka panjang harus mengandung penjelasan

singkat tentang masing-masing komponen dari strategi organisasi yang

bersangkutan, dalam arti terlihat kejelasan dari ruang lingkup, pemanfaatan

sumber dan dan daya, serta keunggulannya, bagaimana menghasilkan

keunggulan tersebut dan sinergi antara komponen-komponen tersebut.

2) Strategi sebagai keputusan jangka panjang yang mendasar sifatnya harus

memberikan petunjuk tentang bagaimana strategi akan membawa organisasi


lebih cepat dan efektif menuju tercapainya tujuan dan berbagai sasaran

organisasi.

3) Strategi organisasi dinyatakan dalam pengertian fungsional, dalam arti

jelasnya satuan kerja sebagai pelaksana utama kegiatan melalui pembagian

kerja yang jelas sehingga kemungkinan terjadinya tumpah tindih, saling

lempar tanggung jawab dan pemborosan dapat dicegah.

4) Pernyataan strategi harus bersifat spesifik dan tepat, bukan penyataan-

pernyataan yang masih dapat diimplementasikan dengan berbagai jenis

interpretasi yang pada selera dan persepsi individu dari pembuat

interpretasi.15
b. Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah proses mengatur aktifitas organisasi untuk menciptakan,

mengkomunikasikan, dan menawarkan produk atau jasa yang memiliki nilai bagi

pelanggan, mitra, dan masyarakat pada umumnya.16 Pemasaran adalah fungsi

organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan

15
Sondang Siagian, Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi
(Jakarta: PT Gunung Agung), h.23
16
Darmanto dan Sri Wardaya, Manajemen Pemasaran (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h.1
15

memberikan nilai kepada pelanggan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan

cara yang menguntungkan organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan

terhadap organisasi.17 Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik

usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial.

Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan

keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin

penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga


bisa dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu ke waktu

semakin meningkat. Bagi dunia perbankan yang merupakan badan usaha yang

berorientasi profit, kegiatan pemasaran sudah merupakan suatu keharusan untuk

dijalankan. Tanpa kegiatan pemasaran jangan diharapkan kebutuhan dan keinginan

nasabahnya akan terpenuhi. Karena itu, bagi dunia usaha apalagi seperti usaha

perbankan perlu mengemas kegiatan pemasarannya secara terpadu dan terus

menerus melakukan riset pasar.18

c. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan rencana secara menyeluruh, terpadu, dan

menyatu dalam bidang pemasaran, yang menjelaskan panduan tentang kegiatan


yang akan dilaksanakan agar dapat mencapai tujuan pemasaran suatu perusahaan.

Dengan kata lain, strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan dan sasaran,

aturan dan kebijakan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran

perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta

17
Muhammad Yusuf Saleh dan Miah Said, Konsep dan Strategi Pemasaran (Makassar: CV
Sah Media, 2019), h.1
18
Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2018), h.52
16

alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan

dan keadaan persaingan yang telah berubah.19

Strategi pemasaran adalah logika pemasaran sehingga unit bisnis

diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran

terdiri dari peusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran. Strategi

pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan

atau usaha pemasaran dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan
lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Strategi pemasaran merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk

mencapai perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang

berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang

digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.20

Strategi pemasaran merupakan pedoman dasar dan rencana tujuan,

pengalokasian sumber daya, serta interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan

lingkungan lain. Isu penting strategi pemasaran adalah penentuan pasar sasaran

untuk produk tertentu, kemudian mengembangkan program bauran pemasaran

untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen pada sasaran tersebut.


Fokus utama strategi pemasaran adalah mengalokasikan dan

mengkoordinasikan sumber daya dan aktivitas pemasaran secara efektif untuk

mencapai tujuan perusahaan dalam produk pasar tertentu.21

d. Tujuan Strategi Pemasaran

19
Sofjan Assuri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.168-169
20
Gunanto dan Joko Pramono, Produk Kreatif dan Kewirausahaan (Yogyakarta: Andi, 2018),
h.118
21
Zulki Zulkifli Noor, Manajemen Pemasaran Strategik Dilengkapi dengan Kasus-Kasus
dalam Bidang dan Sektor Publik Tahun 2016 (Yogyakarta: Deepublish, 2016), h.41
17

Dalam hal menjalankan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki

banyak kepentingan untuk mencapai tujuan yang diharapakan. Secara umum

tujuan pemasaran bank adalah:

1) Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan

merangsang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah dalam membeli

produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.

2) Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dalam arti bank menyediakan


berbagai jenis produk bank sehingga nasabah memiliki pilihan.

3) Memaksimumkan konsumen melalui berbagai pelayanan yang diinginkan

nasabah.

4) Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan

kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efisien.22

e. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Keberhasilan suatu perusahaan berdasarkan keahliannya dalam

mengendalikan strategi pemasaran yang dimiliki, konsep pemasaran mempunyai

seperangkat alat pemasaran yang sifatnya dapat dikendalikan yaitu yang lebih

dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).23 Menurut Sofjan Assauri,


bauran pemasaran merupakan kombinasi variable atau kegiatan yang merupakan

inti dari sistem pemasaran, variable yang dapat dikendalikan oleh perusahaan

untuk memepengaruhi reaksi para pembeli dan konsumen. Bauran pemasaran

didefinisikan sebagai perangkat alat pemasaran faktor yang dapat dikendalikan

product, price, promotions, place yang dipadukan oleh perusahaan untuk

22
Kasmir, Manajemen Perbankan (Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2001), h.171
23
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah (Bandung: Alfabeta, 2010),
h.14
18

menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran. Adapun unsur-unsur

dari bauran pemasaran (marketing mix) menurut Sofjan Assauri yaitu:

1) Produk (Product)

Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk

mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak)

yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan


dan keingina tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar

untuk diperhatikan, diperoleh, dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat

memnuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi

dan ide.

Pemilihan jenis produk yang akan dihasilkan dan dipasarkan suatu

perusahaan akan menentukan kegiatan promosi yang dibutuhkan, serta

penentuan harga dan cara penyalurannya. Strategi produk yang dapat dilakukan

mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk (product mix), merek

dagang (brand), kemasan produk (product packaging), tingkat mutu/kualitas

dari produk, serta pelayanan (service) yang diberikan.


2) Harga (Price)

Bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti

tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi

harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya

rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah

produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.


19

3) Lokasi (Place)

Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap

jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah

saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan

mudah memperoleh suatu produk.

4) Promosi (Promotion)

Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu iklan, promosi penjualan,


penjualan tatap muka, dan hubungan masyarakat. Menggambarkan berbagai

macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke

konsumen.24

Seperti halnya dengan bauran pemasaran yang lain, promosi juga

mempunyai kombinasi unsur promosi yang lebih dikenal dengan promotional

mix atau bauran promosi yang meliputi periklanan, personal selling, publisitas,

dan promosi penjualan. Promotional Mix diantaranya:

a) Periklanan (Advertising) merupakan promosi yang dilakukan dalam

bentuk tayangan atau gambar atau kata-kata yang tertuang dalam

spanduk, televisi, atau radio. Periklanan merupakan bentuk promosi ide,


barang atau jasa, iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank

untuk menginformasikan keunggulan produk, manfaat produk, harga

produk serta keuntungan-keuntungan produk dibandingkan dengan

produk pesaing. Tujuan promosi dengan iklan adalah untuk menarik

minat dan mempengaruhi calon nasabahnya.

24
Sofjan Assuri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
20

b) Promosi penjualan (Sales Promotion) adalah promosi yang digunakan

untuk meningkatkan penjualan melalui potongan harga atau hadiah pada

waktu tertentu terhadap barang-barang tertentu pula. Tujuan promosi

penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan ataupun untuk

meningkatkan jumlah nasabah. Promosi penjualan dilakukan guna untuk

menarik nasabah untuk segera menggunakan produk yang ditawarkan.

c) Publisitas (Publicity) merupakan promosi yang dilakukan untuk


meningkatkan citra bank di depan nasabah atau calon nasabahnya

melalui kegiatan amal, sosial atau olahraga.

d) Penjualan Pribadi (Personal Selling) merupakan promosi yang

dilakukan melalui pribadi-pribadi karyawan bank dalam melayani serta

ikut mempengaruhi nasabah. Penjualan pribadi yang umumnya

dilakukan oleh seluruh pegawai bank.25

2. Produk Bank Syariah

Produk adalah sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan

perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi serta dapat memenuhi keinginan

atau kebutuhan. Secara luas definisi produk meliputi objek fisik, pelayanan, orang,
tempat, organisasi dan gagasan.26 Produk merupakan salah satu aspek penting dalam

variable pemasaran. Produk juga adalah salah satu variable yang menentukan dalam

kegiatan sebuah usaha.

25
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank (Bandung: Alfabeta, 2010), h.169-
186
26
Tetet Cahyati & Dadang Munandar, Perilaku Konsumen: Teori dan Aplikasi (Surabaya:
Cipta Media Nusantara, 2023), h.103
21

Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk

merupakan hasil dari suatu Perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk

dikonsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari

perusahaannya. Suatu produk harus mempunyai keunggulan dari produk-produk

yang lain baik itu dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, pelayanan agar dapat

menarik minat konsumen untuk mencoba menggunakan produk tersebut.27

Adapun produk-produk penghimpunan dana dari bank syariah yaitu:


a. Produk Tabungan

Tabungan merupakan bentuk simpanan pihak ketiga yang produknya

tersebut dapat diambil atau dicairkan kapanpun nasabah membutuhkan, dan bagi

hasilnya termasuk rendah untuk yang menabung. Namun, produk ini merupakan

produk yang menghimpun dana lebih dikarenakan biaya minimal bagi pihak

bank akan menawarkan bagi hasil yang rendah. Pada saat sekarang ini sudah ada

produk yang gabungan dari tabungan dan deposito misalnya tabungan berencana

yang sifatnya itu hampir mirip dengan tabungan biasa namun nasabah yang

bersangkutan wajib menyetor dana secara rutin sesuai dengan kemampuan

nasabah tersebut, kemudian tidak dapat diambil dalam waktu tertentu. Tabungan
berencana tersebut memiliki bagi hasil yang lebih besar dibandingkan

dibandingkan kesulitan dalam mengatur keuangan mereka, maka nasabah

terkadang lebih memilih tabungan ini sebagai strategi dalam mengatur keuangan

keluarga dan dilengkapi fasilitas asuransi jiwa.28

27
Darmis, Hal-Hal yang Mempengaruhi Harga (Jawa Tengah: YLGI, 2021), h.14-15
28
Muhammad Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah (Bandung:
Alfabeta, 2012)
22

Tabungan adalah jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang

penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai perjanjian antara

bank dan pihak nasabah. Dalam perkembangannya, penarikan Tabungan bisa

dilakukan setiap saat dengan menggunakan sarana penarikan berupa slip

penarikan, ATM, surat kuasa, dan sarana lainnya.

Undang-Undang No.10 1998 mengemukakan bahwa Tabungan hanya

dapat ditarik sesuai dengan syarat tertentu yang diperjanjikan antara pihak bank
dan nasabah. Pada perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan

Masyarakat pengguna produk Tabungan, maka bank tidak lagi membatasi

jumlah, maupun frekuensi penarikannya. Meskipun demikian, bank masih

mensyaratkan adanya saldo minimal yang harus dipelihara oleh nasabah.

Besarnya saldo minimal tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Saldo minimal tersebut digunakan sebagai cadangan apabila nasabah akan

menutup rekening tabungannya.29

b. Produk Giro

Menurut Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 tanggal 10

November 1998, giro adalah simpanan yang penariakannya dapat dilakukan


setiap saat dengan menggunakan giro. billyed giro, sarana perintah pembayaran

lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan. Uang yang disimpan di rekening

giro dapat ditarik berkali-kali kapanpun, dengan catatan dana yang tersedia masih

mencukupi. Kemudian juga harus memenuhi persyaratan lain yang diterapkan

oleh bank yang bersangkutan seperti keabsahan alat penarikannya.30

29
Ismail, Manajemen Perbankan; Dari Teori Menuju Aplikasi (Jakarta: Prenadamedia Group,
2018), h.44
30
Soetanto Hadinoto, Bank Strategy on Funding and Liability Management (Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo , 2008), h.60
23

Giro adalah simpanan pihak ketiga yang penarikannya harus

menggunakan sarana seperti cek dan bilyet giro. Pencairan giro secara tunai

dilakukan dengan menggunakan cek sebagai sarana pencairan tunai, dan untuk

pemindahbukuan dari rekening nasabah ke rekening lain menggunakan bilyet

giro, selain itu nasabah bisa menggunakan sarana lain seperti formulir transfer

yang disediakan oleh bank. Giro merupakan jenis simpanan yang bisa ditarik

atau dicairkan kapanpun dengan menggunakan cek dan bilyet giro. Pemilik dana
dapat menarik dananya kapanpun, asal saldonya cukup. Pemilik simpanan giro

juga dapat menarik dananya dari bank lain yang biasa disebut kliring.31

c. Produk Deposito

Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan

pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang

bersangkutan.32

3. Deposito Mudharabah

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 deposito

didefinisikan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu

tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank atau pada saat
jatuh tempo. Dalam pasal 1 angka 22 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008,

Deposito didefinisikan sebagai investasi dana berdasarkan akad mudharabah yang

tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan

pada waktu tertentu berdasarkan akad antara nasabah penyimpan dan Bank Syariah

31
Ismail, Manajemen Perbankan; Dari Teori Menuju Aplikasi (Jakarta: Prenadamedia Group,
2018), h.47
32
Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank
Syariah (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005), h.54
24

dan/atau UUS.33 Deposito adalah simpanan pihak ketiga yang penarikannya hanya

dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan

bank yang bersangkutan.34

Nama produk dari deposito syariah berdasarkan prinsip mudharabah sering

disebut deposito mudharabah. Kata mudharabah secara etimologi berasal dari kata

dharb. Kata ini memiliki banyak arti seperti bepergian, memukul, berjalan, dan

sebagainya. Pengertian memukul atau berjalan ini tepatnya adalah proses seseorang
memukulkan kakinya atau berjalan dalam menjalankan usaha.35 Secara sederhana

mudharabah atau penanaman modal adalah bentuk penyerahan modal uang kepada

orang yang berniaga dan nantinya ia mendapatkan persentase keuntungan. Sebagai

salah satu bentuk kontrak, mudharabah adalah akad bagi hasil dimana pemilik dana

(shahibul maal) menyediakan dana 100% kepada pengelolah (mudharib), untuk

melaksanakan suatu usaha dengan syarat tertentu bahwa keuntungan yang

dihasilkan akan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya

dalam akad.36 Adapun pengertian mudharabah menurut para ahli yaitu:

Menurut Adiwarman Karim, mudharabah adalah sebagai bentuk kontrak

antara dua pihak dimana pihak pertama berperan sebagai pemilik modal (shahibul
maal) dan mempercayakan sejumlah modalnya untuk dikelola oleh pihak kedua

(mudharib) yakni si pelaksana usaha, dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau

33
Khotibul Umam, Perbankan Syariah: Dasar-Dasar dan Dinamika Perkembangannya di
Indonesia, (Jakarta: Rajawali Pers , 2016), h.95-96
34
Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank
Syariah (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005), h.54
35
Muhammad syafi‟i Antonio, Bank Syariah: dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.95
36
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), h.61
25

singkatnya mudharabah adalah persetujuan kongsi antara harta dari salah satu pihak

dengan kerja dari pihak lain.37

Menurut Veithzal Rivai mengemukakan bahwa mudharabah adalah sistem

kerja sama usaha antara dua pihak atau lebih dimana pihak pertama (shahibul maal)

menyediakan seluruh atau 100% kebutuhan modal sebagai penyuntik sejumlah dana

sesuai kebutuhan pembiayaan proyek, sedangkan customer sebagai pengelola

(mudharib) mengajukan permohonan pembiayaan dengan menyediakan


keahliannya38.

Mudharabah merupakan salah satu transaksi pembiayaan yang menggunakan

prinsip syariah, serta digunakan oleh perbankan syariah dalam melakukan transaksi

pembiayaan, yang dilaksanakan oleh para pihak berdasarkan kepercayaan.

Kepercayaan adalah “pembenaran hati” yang mengikat manusia dan

mengarahkannya sesuai dengan hakikat dan objek iman.39 Kepercayaan merupakan

unsur terpenting karena dalam transaksi mudharabah, shahibul maal tidak boleh

meminta jaminan dari mudharib dan tidak boleh ikut campur di dalam pengelolaan

usaha yang dijalankan oleh mudharib.40 Terdapat dua bentuk mudharabah, yaitu

mudharabah muthlaqah dan mudharabah muqayyadah yaitu sebagai berikut:


a. Mudharabah Muthlaqah adalah bentuk kerja sama antara shahibul maal dan

mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi

jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis.

37
Adiwarman Karim, Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan (Jakarta: [Link]
Persada, 2004), h.79
38
Veithzal Rivai, Teori, Konsep, dan Aplikasi Panduan Praktis untuk Lembaga Keuangan,
Nasabah, Praktisi, dan Mahasiswa, (Jakarta: [Link] Persada, 2008), h.43
39
St. Nurhayati Ali, Problema Manusia Modern: Solusi Tasawuf Menrut Seyyed Hossein
Nasr, (Depok: Rajawali Pers, 2022), h.157
40
Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah: Produk-Produk dan Aspek-Aspek Hukumnya
(Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), h.294
26

b. Mudharabah Muqayyadah atau disebut juga dengan istilah restricted

mudharabah/specified mudharabah adalah kebalikan dari mudharabah

muthlaqah. Mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, atau tempat

usaha. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkan kecenderungan

umum shahibul maal dalam memasuki jenis usaha.41

Deposito mudharabah merupakan simpanan dana dengan akad mudharabah

dimana pemilik dana (shahibul maal) mempercayakan dananya untuk dikelolah


bank (mudharib) dengan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati sejak

awal.42 Deposito mudharabah adalah merupakan investasi melalui simpanan pihak

ketiga (perseroan atau badan usaha) yang penarikannya hanya dapat dilakukan

dalam jangka waktu tertentu jatuh tempo, dengan mendapatkan imbalan bagi hasil.43

DSN melalui Fatwa Nomor 03/DSN-MUI/IV/2000 yang menyatakan bahwa

keperluan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan dan dalam bidang investasi,

memerlukan jasa perbankan. Salah satu produk penghimpunan dana dari masyarakat

adalah deposito, yaitu simpanan dana berjangka yang penarikannya hanya dapat

dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan

bank. Berdasarkan pada Fatwa DSN-MUI ini deposito yang dibenarkan secara
syariah adalah dengan berdasarkan prinsip mudharabah dengan ketentuan-ketentuan

sebagai berikut:

a. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik

dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelolah dana.

41
Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.97
42
Wiroso, Produk Perbankan Syariah (Jakarta: LPFE Usakti, 2009), h.155
43
Muammar Khaddafi, Akuntansi Syariah (Medan: Madenatera, 2016), h.157
27

b. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai

macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan

mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.

c. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan

piutang.

d. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan

dalam akad pembukaan rekening.


e. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito dengan

menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.

f. Bank tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah keuntungan.44

Dalam Fatwa DSN Nomor 03/DSN-MUI/IV/2000 tentang deposito

memberikan landasan syariah dan ketentuan tentang deposito mudharabah seperti

berikut ini:

a. Al-Quran

Firman Allah dalam Q.S An-Nisa (4): 29:

ْ‫تج َار ًة َع ْن َت َراض م ْن ُك ْمۗ َو َلا َت ْق ُت ُلوْٓا‬


َ َ ْ ُ َ ْ َ َّ َ ْ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ْ ُ َ ٰ َ ْ َّ َ َ ٰٓ
ُّ
ِ ٍ ِ ‫يايها ال ِذين امنوا لا تأكلوْٓا اموالكم بينكم ِبالب‬
ِ ‫اط ِل ِال ْٓا ان تكون‬
ً ُ َ َ ‫َ ْ ُ ُ َّ ه‬
َ ‫انف َسك ْمۗ ان‬
٢٩ ‫اّٰلل كان ِبك ْم َر ِح ْيما‬ ِ
Terjemahnya :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta
sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan
atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”45

44
Abdul Ghofur Anshori, Perbankan Syariah di Indonesia (Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press, 2018), h.94-95
45
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah An-Nisa (4), Ayat 29
28

Menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan pada ayat tersebut

setiap umat islam bahwa manusia diperbolehkan melakukan perniagaan yang

berlaku suka sama suka. Tetapi, jangan sampai kegiatan itu berujung

menjerumuskan diri karena melanggar perintah Allah karena Allah selalu

melimpahkan rahmat Nya kepada kaum muslimin.46 Ayat di atas menjelaskan

bahwa seorang umat muslim dilarang mengambil harta orang lain dengan jalan

yang bathil (tidak benar). Jalan bathil yang dimaksud yaitu seperti mencuri, riba,
korupsi, menipu, berbuat curang, serta hal-hal lain yang bisa merugikan orang lain.

Seseorang diperbolehkan mencari harta dari keuntungan yang didapatkan, asalkan

telah disepakati antara kedua belah pihak. Salah satunya dengan deposito dengan

menggunakan akad mudharabah karena hal ini harus berdasarkan kesepakatan

antara shahibul maal dan mudharib.

b. Hadist

Terdapat sebuah hadist yang berasal dari riwayat Ibnu Majah dari Shuhaib

r.a., bahwasanya Rasulullah Saw. Bersabda:

ْ‫ِيهنَْ ال َب َر َك ُْة ال َبيعُْ إِلَى أَ َجل‬


ِ ‫ّللا ـ صلى ّللا عليه وسلم ـْ ْ" َثالَثْ ف‬ َِْ ‫ل‬ ُْ ‫ل َرسُو‬ َْ ‫ َقا‬،ِ‫َعنْ أَ ِبيه‬
َْ ‫ل َقا‬
.ْْ"ْْ‫لَ لِل َبي ِْع‬
ْ ‫ت‬
ِْ ‫ِير لِل َبي‬ ُْ َ‫ض ُْة َوإِخال‬
ِْ ‫ط البُرْ ِبال َشع‬ َ ‫ار‬َ ‫َوال ُم َق‬
Artinya:
“Nabi bersabda, ada tiga hal yang mengandung berkah: jual beli tidak
secara tunai, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan
jewawut untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual” (HR. Ibnu Majah
dari Shuhaib).47
Berdasarkan hadist diatas dapat dipahami bahwa dalam akad mudharabah itu

diperbolehkan dan mendapatkan berkah tetapi harus dilakukan dengan adanya

46
[Link] Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran (Jakarta:
Lentera Hati, 2005).
47
Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, (Beirut: Dar al Fikr,1995), 768.
29

kerelaan masing-masing pihak ketika melalukan transaksi. Segala ketentuan yang

terdapat dalam akad mudharabah, harus terdapat kerelaan antara pihak nasabah

dan bank, tidak bisa ditentukan secara sepihak.

4. Bank Syariah

Bank syariah beroperasi berdasarkan pada prinsip syariah atau prinsip agama

Islam. Bank yang menerapkan prinsip syariah tidak dikenal adanya istilah bunga
dalam memberikan jasa kepada penyimpan maupun peminjam. Allah SWT

berfirman dalam Q.S. Ali-Imran (3): 130:


َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ َ ‫ه‬ ُ َّ َّ ً َ َ ٰ ُّ ً َ ْ َ ٰ ُ ُ ْ َ َ ْ ُ َ ٰ َ ْ َّ َ َ ٰٓ
ُّ
١٣٠ َۚ‫الربوْٓا اضعافا مضعفةۖواتقوا اّٰلل لعلكم تف ِلحون‬ ِ ‫يايها ال ِذين امنوا لا تأكلوا‬
Terjemahnya :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”48
Menurut tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT melarang hamba-

hamba Nya yang mukmin memberlakukan riba yang berlipat ganda, seperti yang

biasa mereka lakukan bila telah tiba masa pelunasan utang, Allah SWT juga

memerintahkan kepada hamba Nya untuk bertakwa, supaya mereka beruntung

dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.49 Ayat diatas menjelaskan tentang

larangan terhadap praktik riba (bunga), seperti pada produk deposito mudharabah
yang menghindari riba dan memastikan bahwa keuntungan diperoleh dari usaha dan

investasi yang sah.

Di bank ini jasa bank yang diberikan disesuaikan dengan prinsip syariah

sesuai dengan hukum islam. Prinsip yang diterapkan oleh bank syariah adalah

pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan

48
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah Al-Imran (3), Ayat 130
49
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, Tafsir Ibnu Katsir (Bandung: Sygma Creative
Media, 2012).
30

prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan

memperoleh keuntungan (murabahah) atau pembiayaan barang modal berdasarkan

prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan

kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah

muntahiyyah bittamlik).50

Prinsip dasar perbankan syariah berdasarkan pada Al-Quran dan sunah.

Secara lebih rinci, perbankan syariah telah merumuskan prinsip-prinsip yang


menjadi landasan pengaturan kelembagaan dan kegiatan operasional sebagai

berikut:

a. Keadilan. Prinsip ini tercermin dalam pengaturan bagi hasil atas kegiatan

usaha dan penentuan margin keuntungan yang telah disepakati bersama

antara bank dan nasabah.

b. Kebersamaan. Prinsip ini tercermin dalam pengaturan hak dan kewajiban

dalam melakukan transaksi antara bank dan nasabah.

c. Kehalalan. Produk dan layanan yang ditawarkan oleh bank syariah telah

didasarkan atas rekomendasi DPS dan Bank Indonesia.51

Sistem bank syariah dalam mengelola dana nasabah yaitu dalam bentuk
titipan maupun investasi (deposito). Cara titipan dan investasi berbeda dengan

deposito pada bank konvensional di mana deposito di bank konvensional

merupakan upaya membungakan uang. Sesuai dengan fungsi bank sebagai

intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada

nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan maupun

50
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: Raja grafindo Persada, 2002), h.25
51
Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN Malang Press,
2009), h.64
31

investasi tadi kemudian dimanfaatkan atau disalurkan kedalam transaksi perniagaan

yang diperbolehkan pada sistem syariah. Keuntungan dari pemanfaatan dana

nasabah yang disalurkan dalam berbagai usaha yang akan dibagikan kepada

nasabah. Jika hasil usaha semakin tinggi, maka semakin besar pula keuntungan yang

dibagikan kepada nasabah. Namun, jika keuntungannya kecil otomatis semakin

kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya.52

C. Tinjauan Konseptual

Judul skripsi ini adalah “Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah

dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare”. Judul

tersebut memiliki unsur-unsur pokok yang perlu dibatasi pengertiannya sehingga

pembahasan dalam proposal ini lebih spesifik. Berikut ini akan diuraikan makna

dari judul tersebut.

1. Strategi Pemasaran : Strategi pemasaran merupakan suatu rencana yang

dilakukan oleh perusahaan atau lembaga dengan cara mengantisipasi kebutuhan

nasabah serta untuk mencapai tujuan perusahaan. Meskipun setiap perusahaan

mempunyai tujuan yang sama, akan tetapi strategi pemasaran yang dilakukan

berbeda-beda. Bank mengatur strategi pemasaran dengan menggunakan bauran

pemasaran 4P yaitu product, price, place, promotion.

2. Produk Deposito Mudharabah : Produk deposito mudharabah adalah salah satu

produk penghimpunan dana bank syariah dengan investasi berjangka bagi

lembaga dengan bagi hasil yang kompetitif yang menggunakan akad

mudharabah (investasi) yang merupakan kerja sama antara dua pihak dengan

keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.

52
Totok Budisantoso & Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain (Jakarta: Salemba
Empat, 2006), h.153
32

D. Kerangka Pikir

Berdasarkan konsep dan kajian teori diatas, maka peneliti merumuskan

kerangka pikir sebagai acuan kerangka pada penelitian ini. Perkembangan produk-

produk yang ditawarkan dikalangan perbankan syariah menjadi persaingan bagi Bank

BTN syariah Parepare. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran terhadap

produk penghimpunan dana khususnya deposito yang menggunakan akad

mudharabah, adanya kemudahan-kemudahan bagi nasabah dalam mengakses dunia


perbankan syariah akan semakin meningkatkan minat nasabah, strategi pemasaran

yang dilakukan akan mempengaruhi selera dan daya tarik konsumen, dalam

memasarkan produknya, bank mengatur strategi pemasaran dengan menggunakan

bauran pemasaran yaitu product, price, place, promotion guna untuk mengetahui

kebutuhan dan keinginan nasabah yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah

nasabah di Bank BTN Syariah Parepare.


33

Kerangka pikir penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.1:

Bank BTN Syariah Parepare

Produk Penghimpunan Dana

Tabungan Deposito Giro

Strategi Pemasaran
4P

Product Price Place Promotion

Meningkatkan Jumlah
Nasabah

Gambar 2.1: Kerangka Pikir Penelitian


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

kualitatif yang bersifat deskriptif. Deskriptif dalam penelitian kualitatif berarti


menggambarkan dan menjabarkan peristiwa, fenomena dan situasi sosial yang

diteliti. Penelitian kualitatif adalah suatu teknik penelitian yang menggunakan

narasi dan kata-kata dalam menjelaskan dan menjabarkan makna dari setiap

fenomena, gejala, dan situasi sosial tertentu. Dalam penelitian kualitatif, peneliti

adalah instrument kunci untuk memaknai dan menginterpretasikan setiap

fenomena, gejala dan situasi tertentu.53 Dengan kata lain, penelitian kualitatif yaitu

suatu prosedur penelitian yang lebih mengutamakan wawancara secara langsung

dan tidak langsung dengan informan, dokumentasi, dan observasi guna untuk

mendapatkan informasi jelas yang akan dijadikan pembanding dalam proses

analisis sehingga hasil penelitian yang didapat lebih valid.

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang

merupakan penelitian yang dilakukan di lapangan yang langsung berhubungan

dengan objek dan data yang diteliti. Jenis penelitian ini secara khusus

53
Marinu Waruwu, „pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif,
metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi‟, Jurnal Pendidikan Tambusai,
7.1 (2023), h.2898

34
35

menggambarkan suatu kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu

gejala, keadaan, atau suatu kondisi.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti yaitu Bank BTN Syariah KCP

Parepare, Jl. Bau Massepe, Kp. Baru, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare,
Sulawesi Selatan.

2. Waktu penelitian

Waktu yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu dimulai dari

tanggal 15 April 2024 – 15 Juni 2024.

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitian digunakan untuk mengungkapkan garis besar dari

penelitian yang dilakukan memberikan batas hal-hal yang peneliti teliti agar

penelitian tersebut bisa terarah dan hanya mencari informasi yang terkait dengan

rumusan dan tujuan untuk menjawab permasalahan yang ditemukan. Penelitian

ini difokuskan pada strategi pemasaran produk deposito mudharabah dalam

meningkatkan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah Parepare.

D. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan adalah jenis data subjek. Data subjek merupakan

jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman, karakteristik, dan

seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian (informan). Data

subjek diartikan sebagai data penelitian yang diberikan langsung oleh informan.
36

2. Sumber Data

Sumber data pada suatu penelitian adalah asal dari mana data tersebut

diperoleh. Pada penelitian ini jenis dan sumber data yang digunakan adalah jenis

data primer dan sekunder sebagai berikut:

a. Data Primer

Data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari

sumbernya, baik melalui wawancara kemudian diolah oleh peneliti.54 Sumber


data primer diperoleh dari sejumlah informan yang merupakan orang-orang

yang memiliki hubungan dengan masalah pokok penelitian sebagai bahan

informasi yang dicari. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam

penelitian ini adalah wawancara dengan Karyawan/Staff dan Nasabah Bank

BTN Syariah KCP Parepare.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber yang diperoleh dari bahan-bahan

bacaan seperti jurnal, buku, hasil penelitian, dan sebagainya yang berhubungan

dengan masalah yang diteliti. Sumber data sekunder peneliti diperoleh dari

buku-buku, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan strategi pemasaran


produk deposito mudharabah.

E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Teknik pengumpulan dan pengolahan data adalah cara-cara yang

digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dimana cara tersebut menunjukkan

suatu abstrak tidak dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata tetapi dapat

diperuntukkan penggunaannya. Teknik pengumpulan data adalah cara yang dapat

54
Zainuddin Ali, Metodologi Penelitian Hukum (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), h.106
37

digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data.55 Dalam melakukan

penelitian, peneliti dapat menggunakan berbagai jenis Teknik pengumpulan data,

tergantung teknik mana yang sesuai dengan penelitian. Teknik pengumpulan data

dilakukan untuk meminimalisasi hambatan, kesalahan, ataupun masalah yang

mungkin terjadi dalam penelitian. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini

dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:

1. Teknik Pengumpulan data


a. Observasi

Observasi merupakan Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan

melalui pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap

keadaan atau perilaku obyek sasaran.56 Dalam hal ini peneliti melakukan

pengamatan langsung mengenai objek penelitian pada Bank BTN Syariah

Parepare.

b. Wawancara

Wawancara adalah melakukan tanya jawab dengan karyawan

perusahaan yang diteliti dalam mendapatkan informasi/data yang diperlukan.

Wawancara ditujukan untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendalam


tentang fenomena yang terjadi, dimana hal tersebut tidak dapat ditemukan

melalui observasi. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan di Bank BTN

Syariah Parepare, adapun informan tersebut diantaranya:

55
Ridwan, Statistika Untuk Lembaga dan Instansi Pemerintahan/Swasta (Bandung: Alfabeta,
2004), h.137
56
Abdurrahman Fatoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta: PT.
Rinekha Cipta, 2006), h.104-105
38

Tabel 2.1

Daftar Nama Informan

No. Informan Keterangan

1. Muhammad Edwin Ilyas Customer Service Officer

2. Wawan Darmawan Teller

3. Riski Ananda Consumer Financing Service

4. Nuritasari Nasabah

5. [Link] P Nasabah

6. Darwis Nasabah

7. [Link] Nasabah

8. Nining Sri Indriani Nasabah

Tabel di atas merupakan daftar nama informan yang dipilih peneliti

untuk mendapatkan informasi tentang yang diteliti.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik yang dipergunakan dalam melengkapi

serta menambah keakuratan, kebenaran data dan informasi yang

dikumpulkan dari bahan-bahan yang ada di lapangan serta dapat dijadikan

bahan pengecekan keabsahan data. Teknik dokumentasi ini digunakan untuk

mengumpulkan data sebagai pendukung dan pelengkap bagi data-data yang

diperoleh melalui observasi dan wawancara. Adapu teknik dokumentasi

yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pengambilan gambar terkait

strategi pemasaran produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare.
39

2. Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data merupakan cara atau proses yang digunakan untuk

mengolah data agar dapat memperoleh informasi. Adapun tahap pengolahan

data yang digunakan oleh peneliti yaitu:

a. Pemeriksaan Data (Editing)

Pemeriksaan data adalah meneliti data-data yang telah diperoleh, terutama

dari kelengkapan jawaban, keterbacaan tulisan, kejelasan makna, kesesuaian dan


relevansinya dengan data yang lain.57 Dalam penelitian ini, pemeriksaan data

adalah langkah awal yang dilakukan peneliti setelah melakukan wawancara

dengan memeriksa data hasil wawancara dengan informan.

b. Klasifikasi (Classifying)

Klasifikasi adalah proses pengelompokan seluruh data baik yang berasal dari

hasil wawancara dengan subjek penelitian, pengamatan, dan pencatatan langsung

di lapangan atau observasi. Data yang diperoleh tersebut dibaca dan ditelaah

secara mendalam, kemudian digolongkan sesuai kebutuhan.58 Hal tersebut

dilakukan agar data yang telah diperoleh menjadi mudah dibaca dan dipahami,

serta memberikan informasi yang objektif yang diperlukan oleh peneliti.

F. Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang

dilakukan benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data

yang diperoleh. Terdapat beberapa Teknik umum yang digunakan dalam uji

keabsahan data pada metode kualitatif salah satunya metode Triangulasi. Triangulasi

57
Abu Achmadi dan Cholid Narkubo, Metode Penelitian, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005),
h.85
58
Lexy [Link], Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1993),
h.104-105
40

merupakan teknik pengecekan data dari berbagai sumber data, menggunakan

berbagai cara seperti observasi, wawancara, dokumentasi. Triangulasi yang

digunakan adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber tersebut untuk menguji

kredibilitas data yang dilakukan dengan mengecek data yang telah diperoleh melalui

beberapa sumber.59

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menta secara sistematis
catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman

peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang

lain.60

1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada

penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari

catatan-catatan tertulis di lapangan. Proses ini berlangsung terus-menerus selama

penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul sebagaimana

terlihat dari kerangka konseptual penelitian, permasalahan studi, dan pendekatan

pengumpulan data yang dipilih oleh peneliti.

Kegiatan dalam reduksi data yaitu meringkas hasil data yang telah

dikumpulkan ke dalam kategori, konsep tertentu, kemudian data yang tidak

terpakai akan dibuang.

Hasil wawancara yang diperoleh kemudian dipilih, disatukan, lalu

memisahkan informasi yang dianggap tidak berkaitan dengan penelitian ini. Hal

59
Endang Widi Winarni, Teori dan Praktik: Penelitian Kuantitatif Kualitatif, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2018), h.184
60
Ahmad Rijali, „Analisis Data Kualitatif‟, Jurnal Alhadharah , 17.33 (2018), h.84
41

ini dilakukan untuk memilah data yang penting dan data yang tidak penting

sehingga dapat digolongkan ke dalam hal-hal pokok yang menjadi fokus

permasalahan yang diteliti yaitu strategi pemasaran produk deposito mudharabah

di Bank BTN Syariah Parepare.

2. Penyajian Data

Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun,

sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan


pengambilan tindakan. Bentuk penyajian data kualitatif dapat berupa teks naratif

berbentuk catatan lapangan, grafik, dan bagan. Bentuk-bentuk ini menggabungkan

informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih,

sehingga memudahkan untuk melihat apa yang sedang terjadi, apakah kesimpulan

sudah tepat atau sebaiknya melakukan analisis kembali.61

3. Penarikan Kesimpulan

Langkah selanjutnya setelah penyajian data adalah pengambilan kesimpulan

dan verifikasi. Kesimpulan hasil penelitian harus memberikan jawaban dari

rumusan masalah yang diajukan. Secara teknis proses penarikan kesimpulan dalam

penelitian ini dilakukan dengan cara mendiskusikan data-data yang ditemukan


dilapangan dengan teori-teori yang dimasukkan dalam tinjauan pustaka. Setiap

data yang ditemukan langsung dianalisis dan juga diolah sehingga dapat ditarik

sebuah kesimpulan. Dalam penarikan suatu kesimpulan harus menggunakan

kalimat yang jelas dan mudah dipahami.

61
Ahmad Rijali, „Analisis Data Kualitatif‟, Jurnal Alhadharah, 17.33 (2018), h.91-94
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bank BTN Syariah Parepare dengan menggunakan

metode penelitian lapangan. Tahapan-tahapan yang dilakukan diantaranya yaitu

melakukan pengamatan atau observasi lapangan. Peneliti melakukan pengamatan atau

observasi langsung di Bank BTN Syariah Parepare untuk pengambilan data awal
terkait dengan objek penelitian. Tahapan selanjutnya adalah melakukan wawancara

dengan informan yang merupakan pegawai dan nasabah yang terkait dengan fokus

penelitian. Tahapan terakhir yaitu dokumentasi yang dilakukan untuk

mengidentifikadi referensi lain dan mengumpulkan bukti autentik proses penelitian

yang telah dilakukan.

1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare

Produk-produk ini tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga

pada pemberian pembiayaan yang berprinsip adil dan sesuai dengan hukum syariah.

Dengan demikian, bank syariah bertujuan untuk melakukan mobilisasi dan investasi

dana secara adil, yang memberikan manfaat yang seimbang dan berkeadilan bagi
semua pihak yang terlibat dalam transaksi [Link] penghimpunan dana

yang ada di Bank BTN Syariah Parepare terbagi menjadi 3 yaitu:

a. Produk Tabungan

1) Tabungan BTN Batara iB

2) Tabungan BTN Prima iB

3) Tabunganku iB

42
43

4) Tabungan BTN Emas iB

5) Tabungan BTN Simpanan Pelajar iB

6) Tabungan BTN Haji & Umroh iB

7) Tabungan BTN Qurban iB

b. Produk Giro

1) Giro BTN iB

2) Giro BTN Prima iB


c. Produk Deposito

1) Deposito BTN iB (Deposito Mudharabah)

2) Deposito On Call BTN iB

Produk deposito mudharabah adalah salah satu produk penghimpunan dana

bank syariah dengan investasi berjangka bagi lembaga dengan bagi hasil yang

kompetitif yang menggunakan akad mudharabah (investasi) yang merupakan kerja

sama antara dua pihak dengan keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.

Adapun persyaratan pembukaan rekening deposito pada Bank BTN Syariah

Parepare yaitu:

a. Memiliki rekening tabungan


b. Melampirkan KTP untuk WNI, dan KITAS/KITAP untuk WNA

c. Melampirkan NPWP

d. Mengisi dan menandatangani formulir pembukaan rekening deposito.

Manfaat atau keunggulan dari produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare yaitu:

a. Sebagai investasi berjangka dengan jangka waktu yang fleksibel sesuai

dengan kebutuhan
44

b. Deposito dapat dilakukan perpanjangan secara otomatis melalui metode

Automatic Roll Over (ARO)

c. Dapat dijadikan sebagai jaminan pembiayaan.

Tarif atau biaya yang diterapkan Bank BTN Syariah Parepare pada produk

deposito mudharabah antara lain yaitu:

a. Setoran awal minimum sebesar Rp1.000.000 untuk perorangan

b. Setoran awal minimum sebesar Rp2.500.000 untuk lembaga


c. Biaya penerbitan bilyet Rp3.000

d. Biaya penggantian bilyet hilang/rusak Rp 5.000

e. Biaya materai pembukaan Rp10.000

f. Biaya materai penutupan Rp10.000

g. Biaya administrasi pencairan sebelum jatuh tempo Rp 50.000

Produk penghimpunan dana yang ditawarkan oleh Bank BTN Syariah

Parepare dapat mencakup berbagai jenis produk perbankan syariah yang dirancang

untuk mengumpulkan dana dari masyarakat salah satunya yaitu produk deposito

mudharabah. Sebagaimana hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin

Ilyas selaku Customer Service Officer Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare itu adalah salah satu
produk penghimpunan dana yang lumayan banyak peminatnya yang
ditawarkan ke masyarakat untuk berinvestasi”62
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa produk

penghimpunan dana pada Bank BTN Syariah Parepare yaitu salah satunya produk

deposito BTN iB merupakan salah satu produk yang banyak diminati oleh

masyarakat yang ingin berinvestasi, produk deposito mudharabah juga banyak

62
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
45

diminati karena jangka waktunya yang fleksibel dan setoran awalnya terjangkau

dengan menggunakan akad mudharabah muthlaqah. Sebagaimana hasil

wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin Ilyas selaku Customer Service

Officer Bank BTN Syariah Parepare bahwa:


“Deposito disini itu menggunakan akad mudharabah muthlaqah.
Mudharabah itu kan terbagi 2, ada mudharabah muqayyadah dan ada
mudharabah muthlaqah. Mudharabah muthlaqah itu nasabah tidak ikut
menentukan jenis usaha yang akan dilakukan bank. Untuk mudharabah
muqayyadah itu kebalikan dari mudharabah muthlaqah tadi. Nah, disini itu
hanya menggunakan mudharabah muthlaqah. Produk deposito mudharabah
ini kegunaannya itu sebagai investasi berjangka, adapun jangka waktunya
disini itu ada 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Jadi, dia
investasi berjangka namanya dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
Untuk setoran awal atau minimal setoran deposito mudharabah ini yaitu
sebesar Rp1.000.000 untuk perorangan sedangkan untuk lembaga itu sebesar
Rp2.500.000. Harga tersebut dapat dikatakan terjangkau karena tidak terlalu
mahal dan tidak terlalu murah untuk dijangkau oleh semua kalangan
masyarakat. Pada saat pembukaan rekening deposito nasabah juga diberi
pilhan yaitu ARO dan Non ARO. ARO itu perpanjangan otomatis, jadi kalau
misalnya nasabah pilih jangka waktu 3 bulan, kalau sudah 3 bulan itu
tabungan deposito otomatis diperpanjang tanpa harus konfirmasi dengan
nasabah, nah kalau Non ARO itu tidak diperpanjang otomatis jadi dalam
jangka waktu yang ditentukan itu harus dicairkan.”63
Adapun hasil wawancara dengan Bapak Riski Ananda selaku Consumer

Financing Service mengatakan bahwa:

“Produk deposito mudharabah disini itu ditujukan kepada masyarakat yang


mau melakukan investasi, jadi produk deposito mudharabah ini sebenarnya
untuk memudahkan masyarakat untuk berinvestasi yang memiliki jangka
waktu tertentu”64
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa deposito

mudharabah adalah simpanan berjangka dengan akad mudharabah Muthlaqah

yang memberikan keleluasaan atau kebebasan penuh kepada pengelolah modal

(mudharib) dalam mengelola modal yang diberikan shahibul maal yang dapat
63
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
64
Riski Ananda, Consumer Financing Service, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30
Mei 2024
46

digunakan sebagai modal investasi atau bisnis. Bank BTN Syariah Parepare

menggunakan akad mudharabah muthlaqah dimana nasabah memberikan dana

kepada bank yang akan dikelolah oleh pihak bank dan akan mendapatkan

keuntungan bagi hasil sesuai dengan yang telah ditentukan di awal akad. Deposito

mudharabah ini memiliki jangka waktu yang fleksibel dan setoran awal yang

termasuk terjangkau. Dalam pembukaan rekening deposito mudharabah ada 2

pilihan bagi nasabah yaitu ARO dan Non ARO. ARO (Automatic Roll Over) yaitu
deposito berjangka tersebut akan diperpanjang otomatis pada saat jatuh tempo.

Non ARO artinya tidak diperpanjang otomatis sehingga harus dicairkan pada saat

jatuh tempo.

Produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare yang ditawarkan

kepada nasabah dan calon nasabah sudah sesuai dengan prinsip islam dan

dijalankan sesuai dengan prinsip islam. Sebagaimana hasil wawancara dengan

Bapak Wawan Darmawan selaku Teller Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Produk deposito mudharabah disini itu dapat dikatakan sebagai salah satu
produk yang diminati oleh nasabah karena kegunaannya itu sebagai investasi
berjangka dengan prinsip yang halal tentunya, nisbah nya itu ditentukan dalam
bentuk persentase bukan nominal jadi pada saat keuntungan yang kita peroleh
meningkat, maka nisbah yang akan diperoleh oleh nasabah itu meningkat
juga, produk ini juga bebas administrasi bulanan tetapi nasabah tetap ki dapat
bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh bank”65
Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa produk deposito

mudharabah yang ditawarkan oleh Bank BTN Syariah Parepare beroperasi sesuai

dengan prinsip syariah yang mengharuskan praktik yang halal. Produk ini

menerapkan sistem bagi hasil yang telah disepakati, bukan sistem bunga seperti

pada produk keuangan konvensional. Dalam akad mudharabah, perhitungan

65
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
47

keuntungan bagi nasabah didasarkan pada hasil yang diperoleh dari investasi yang

dilakukan oleh bank sebagai mudharib. Oleh karena itu, besarnya bagi hasil yang

diperoleh oleh nasabah dapat bervariasi tergantung pada kinerja investasi dan

penghasilan yang dihasilkan oleh bank dalam mengelola dana nasabah.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen Bank BTN Syariah Parepare dalam

memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, di mana

keuntungan harus dihasilkan melalui kerja sama dan tanggung jawab bersama
antara nasabah dan bank.

Persentase nisbah keuntungan atau bagi hasil harus dinyatakan dalam bentuk

persentase bukan dinyatakan dalam nilai nominal tertentu sehingga memiliki bagi

hasil yang kompetitif. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Muhammad

Edwin Ilyas selaku Customer Service Bank BTN Syariah Parepare bahwa:
“Akad mudharabah kan akad kerja sama dengan bagi hasil. Salah satu
produk disini yang menggunakan akad mudharabah itu produk deposito,
untuk nisbah bagi hasilnya sendiri itu akumulasi pokok atau kredit sumber
rekening nasabah sebesar 29,50%. Contoh simulasi perhitungan bagi hasil
bulanan untuk nasabah yaitu. Misalnya simpanan nasabah adalah Rp1
Milyar dan misalnya pendapatan bank pada bulan berjalan itu sebesar Rp5
Milyar serta saldo rata-rata per deposito mudharabah sebesar Rp50 Milyar.
Maka bagi hasil yang akan diterima oleh nasabah adalah (Rp1 Milyar/Rp50
Milyar) x Rp 5 Milyar x 29,50% = Rp 29.500.000. nah, dari contoh ini
nasabah akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp29.500.000”66
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa bagi hasil

atau nisbah deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare memiliki

ketentuan khusus terkait pembagian keuntungan. Dalam akad mudharabah

tersebut, nasabah akan mendapatkan bagi hasil sebesar 29,50% dari keuntungan

yang dihasilkan. Besaran nisbah ini tidak bersifat tetap karena keuntungan yang

66
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
48

diperoleh tergantung pada kinerja investasi yang dilakukan oleh bank sebagai

mudharib dan keadaan pasar. Meskipun begitu, baik nasabah maupun bank

sebagai pemilik dana (shahibul maal) akan tetap mendapatkan bagian keuntungan

sesuai dengan persentase yang telah disepakati sebelumnya dalam kontrak. Hal ini

menunjukkan bahwa akad mudharabah tidak hanya mengatur pembagian hasil

tetapi juga menjamin keterlibatan dan tanggung jawab yang adil antara kedua

belah pihak dalam menjalankan aktivitas investasi berdasarkan prinsip syariah.


2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam Meningkatkan

Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare

Setiap perusahaan ataupun lembaga keuangan pasti mempunyai strategi

tersendiri dalam memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan jumlah

nasabahnya begitupun pada Bank BTN Syariah Parepare dalam memasarkan

produk deposito mudharabah menerapkan strategi-strategi pemasaran. Strategi

pemasaran dalam memasarkan suatu produk dengan berbagai cara atau strategi

tertentu diharapkan dapat mencapai suatu tujuan perusahaan. Adapun strategi-

strategi pemasaran yang dilakukan dalam menarik minat nasabah menggunakan

produk deposito mudharabah, adapun elemen strategi marketing mix yaitu:


a. Produk (Product)

Produk deposito mudharabah pada bank BTN Syariah Parepare adalah produk

investasi berjangka dengan akad mudharabah muthlaqah. Keunggulan dari produk

deposito mudharabah yaitu bisnisnya dijalankan dengan prinsip yang halal.

Sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Wawan Darmawan selaku Teller Bank BTN

Syariah Parepare bahwa:


“Strategi pemasaran yang dilakukan dari segi produk deposito mudharabah itu
salah satunya dengan meningkatkan citra dari produk deposito mudharabah itu
49

dengan menjelaskan kepada nasabah bahwa produk deposito mudharabah


disini itu menggunakan prinsip syariah sehingga bisa mengubah
pandangannya masyarakat bahwa deposito di bank syariah itu berbeda dari
bank konvensional”67
Berdasarkan wawancara di atas dapat diketahui bahwa strategi pemasaran

produk deposito mudharabah yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare

yaitu dengan membangun citra produk deposito mudharabah terhadap nasabah

dengan cara secara aktif menjelaskan kepada nasabah dan calon nasabah bahwa

deposito di bank syariah memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan


produk deposito di bank konvensional. Strategi pemasaran yang berlandaskan pada

prinsip syariah akan memberikan point plus tersendiri terhadap pandangan

nasabah pada produk deposito mudharabah karena didasarkan pada prinsip syariah

dalam agama Islam.

Strategi pemasaran yang efektif dapat melibatkan penjelasan mendalam

mengenai perbedaan antara deposito syariah dan konvensional, dengan fokus pada

prinsip-prinsip syariah yang mendasarinya seperti larangan riba dan adanya

keuntungan yang berasal dari hasil bagi hasil. Dengan mempertimbangkan aspek

ini, Bank BTN Syariah Parepare berupaya untuk meningkatkan pemahaman

nasabah potensial tentang prinsip-prinsip syariah yang terkait dengan produk


deposito mudharabah, sehingga menguatkan posisi mereka sebagai pilihan yang

dapat dipercaya dalam layanan keuangan syariah.

Bank BTN Syariah juga mengutamakan kualitas produk serta keunggulan

produk deposito mudharabah sehingga masyarakat tertarik menggunakan produk

tersebut. Sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin Ilyas

selaku Customer Service Officer bahwa:

67
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
50

“Pada strategi produk untuk meningkatkan jumlah nasabah deposito


mudharabah itu, kita mengedepankan kualitas produk dan keunggulan produk
deposito mudharabah seperti bebas biaya administrasi bulanan juga bebas riba
jadi nasabah lebih tertarik menggunakan produk deposito di bank syariah”68
Bank BTN Syariah Parepare berupaya untuk memberikan produk yang tepat

sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan mengutamakan kualitas produk deposito

mudharabah yang dapat menarik minat nasabah dan meningkatkan kepuasan

nasabah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh salah satu Nasabah di Bank BTN

Syariah Parepare bahwa:


“Produk deposito di Bank BTN Syariah Parepare itu tidak ada biaya
administrasi bulanan sehingga saya tertarik menggunakan produk deposito
mudharabah disini”69
Adapun hasil wawancara dengan ibu Nuritasari selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Saya menggunakan produk deposito mudharabah disini karena saya memang
berniat untuk melakukan investasi”70
Hasil wawancara dengan Bapak M. Taufiq selaku nasabah mengatakan

bahwa:
“Saya menjadi nasabah deposito mudharabah disini karena yang saya tau,
disini itu menggunakan prinsip syariah”71
Adapun hasil wawancara dengan ibu Nining selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Saya menggunakan produk deposito mudharabah karena yang dijelaskan CS
itu bahwa produknya bebas dari bunga, sebagaimana yang kita tau bahwa
bunga itu kan riba”72
Berdasarkan hasil uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa strategi produk

deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah parepare yaitu dengan

68
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
69
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
70
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
71
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
72
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
51

mengutamakan kualitas dari produk deposito mudharabah yang ditawarkan serta

keunggulan produk ditawarkan dengan semenarik mungkin agar dapat diingat oleh

masyarakat sehingga tertarik menggunakan produk tersebut.

b. Harga (Price)

Harga adalah nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah untuk melakukan

transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayarkan masyarakat untuk

mendapatkan suatu produk atau jasa. Harga tergantung pada kebijakan perusahaan
tetapi tentu dengan mempertimbangkan berbagi hal. Harga untuk produk deposito

mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare sudah ditentukan oleh perusahaan

sebagaimana dikemukakan oleh Bapak Muhammad Edwin Ilyas selaku Customer

Service Officer bahwa:


“Untuk strategi harga itu, kami menetapkan setoran awal atau minimal setoran
deposito mudharabah ini yaitu sebesar Rp1.000.000 untuk perorangan
sedangkan untuk lembaga itu sebesar Rp2.500.000. Harga tersebut dapat
dikatakan terjangkau karena hanya dengan biaya tersebut masyarakat sudah
bisa membuka rekening deposito di Bank BTN Syariah Parepare”73
Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa strategi pemasaran dari segi harga

produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare yaitu dengan

menetapkan harga yang cukup terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Hal

ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Darmawan selaku Teller
bahwa:
“Disini pembukaan rekening deposito itu dapat dikatakan terjangkau untuk
setoran awalnya karena penetapan harga ini kan sebagai salah satu strategi
untuk menarik minat nasabah, jadi kalau misalnya setoran awalnya itu nda
terlalu mahal otomatis nasabah akan tertarik menggunakan produk ini”74

73
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
74
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
52

Berdasarkan wawancara diatas dapat diketahui bahwa strategi harga yang

ditetapkan oleh Bank BTN Syariah Parepare dalam produk deposito mudharabah

yaitu dengan menetapkan harga yang terjangkau yaitu dengan setoran awal

Rp1.000.000 untuk perorangan dan Rp2.500.000 untuk instansi atau lembaga.

Berdasarkan strategi harga yang ditetapkan tersebut dapat dikatakan mampu

meningkatkan minat nasabah untuk membuka rekening deposito karena dalam

penentuan harga berpengaruh pada daya tarik mayarakat yang akan menggunakan
produk deposito mudharabah. Sesuai dengan yang dikemukakan salah satu

nasabah Bank BTN Syariah Parepare bahwa:


“Menurut saya harga yang ditetapkan pada produk deposito mudharabah itu
terjangkau karena dengan Rp1.000.000 kita sudah dapat membuka rekening
deposito di Bank BTN Syariah Parepare”75
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:


“Setoran awal produk deposito mudharabah disini menurut saya sangat
terjangkau karena setoran awalnya itu tidak terlalu besar”76
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:


“Untuk setoran awal deposito mudharabah ini menurut saya sudah terbilang
murah dan standar”77
Adapun hasil wawancara dengan ibu [Link] selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Menurut saya harga setoran awal deposito mudharabah disini yang
dikenakan itu termasuk murah”78

75
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
76
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
77
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
78
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
53

Adapun hasil wawancara dengan Bapak Darwis selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Untuk harga atau setoran awalnya itu kalau menurut saya itu termasuk murah
dan terjangkau”79
Berdasarkan hasil uraian diatas dapat diketahui bahwa strategi penetapan

harga pada produk deposito mudharabah Bank BTN Syariah Parepare sudah

menetapkan harga secara kompetitif dimana harga yang telah ditetapkan dapat
dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Strategi pemasaran dari segi harga

mampu memberikan peluang besar dalam meningkatkan jumlah nasabah karena

dengan penetapan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat

dapat menarik minat nasabah menggunakan produk deposito di Bank BTN Syariah

Parepare.

c. Tempat (Place)

Pemilihan lokasi penting dalam pemasaran karena pemilihan lokasi yang tepat

dapat meningkatkan minat dan jumlah nasabah pada bank. Lokasi Bank BTN

Syariah Parepare dapat dikatakan strategis yaitu di Jl. Bau Massepe, Kp. Baru,

Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Wawan

Darmawan selaku Teller Bank BTN Syariah Parepare bahwa:


“Untuk strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare bisa dibilang
strategis untuk memasarkan produk deposito mudharabah karena bisa dilihat
dijalurnya sendiri itu banyak masyarakat, banyak juga transaksi yang jalan di
sekitaran sini dan kalau dilihat dari strategisnya itu karena dekat juga dari
pusat kota”80
Bank BTN Syariah Parepare dalam menentukan strategi lokasi dengan

memilih lokasi yang mudah dijangkau dan lingkungan yang ramai dengan

79
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
80
Wawan Darmawan, Teller, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 21 Mei 2024
54

masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak

Muhammad Edwin Ilyas selaku Customer Service Officer bahwa:


“Strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare sudah sangat strategis
karena berada di sekitar lingkungan mayarakat, lokasi nya juga ini termasuk
pusat kota karena banyaknya kegiatan masyarakat disekitar sini,sehingga
mudah dijangkau masyarakat”81
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dikatakan bahwa lokasi dari Bank

BTN Syariah Parepare itu strategis, yaitu berada disamping jalan raya sehingga
mudah dijangkau oleh nasabah dan calon nasabah dan juga terletak pada

lingkungan mayarakat. Strategi pemasaran yang strategis juga dapat memudahkan

nasabah atau calon nasabah untuk mengakses informasi produk di Bank BTN

Syariah Parepare. Hal ini juga diakui oleh Nasabah Bank BTN Syariah Parepare

yang menyatakan bahwa:


“Menurut saya lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini strategis karena dekat
sama pusat kota, lokasinya juga ini mudah dijangkau juga dekat dengan
keramaian”82
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:


“Lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini sudah strategis karena berada di
tengah kota juga berada di pinggir jalan jadi akses kesini itu mudah”83
Adapun hasil wawancara dengan ibu Nuritasari selaku Nasabah mengatakan
bahwa:
“Lokasi nya ini menurut saya strategis sekali karna di pinggir jalan raya dan
banyak juga keramaian”84
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:

81
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
82
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
83
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
84
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
55

“Menurut saya lokasi nya ini strategis karena lumayan dekat juga sama
lapangan yang biasanya banyak keramaian”85

Gambar 4.1 Lokasi Bank BTN Syariah Parepare

Berdasarkan hasil wawancara dan gambar di atas dapat diketahui bahwa

pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare sudah sesuai yaitu dengan lokasi

yang strategis dan dapat dijangkau dan diakses dengan mudah oleh masyarakat

sehingga dapat meningkatkan minat dan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah

Parepare.

d. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan suatu strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan

dalam memperkenalkan produk yang dimiliki perusahaan kepada masyarakat

sehigga dapat mempengaruhi mayarakat menggunakan produk yang ditawarkan.

Promosi tersebut adalah suatu hal yang sangat penting bagi lembaga keuangan,

baik itu bank syariah maupun bank konvensional guna untuk memperkenalkan

produk dan jasa kepada masyarakat luas.

85
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
56

Promosi yang dilakukan pada Bank BTN Syariah Parepare untuk menarik

nasabah yaitu ada dua cara sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Muhammad

Edwin selaku Customer Service Officer (CSO) bahwa:


“Strategi yang dilakukan untuk menarik minat nasabah itu ada promosi secara
langsung dan secara tidak langsung. Untuk menarik minat nasabah secara
langsung itu apabila ada nasabah yang datang ke Bank BTN Syariah Parepare
diliat potensinya bisa untuk investasi, jadi misalnya ini nasabah dilihat
banyakmi saldonya bisa langsung ditawari untuk investasi dengan deposito
mudharabah, dijelaskan mi mengenai produknya, kelebihannya, sempat
nasabah tertarik menggunakan produk tersebut, biasa juga datang langsung ke
kantor untuk menawarkan produk. Nah untuk promosi secara tidak langsung
itu dengan periklanan seperti brosur, dan dibagikan juga di media sosial.”86
Adapun hasil wawancara dengan Bapak Riski Ananda selaku Consumer

Financing Service bahwa:


“Promosi yang kita lakukan itu lebih ke promosi langsung CS ke nasabah juga
promosi lewat sosial media, kita masih kurang melakukan sosialisasi-
sosialisasi ke masyarakat langsung mengenai produk deposito mudharabah,
karena kami lebih menggunakan promosi lansung CS dan promosi di
sosmed”87
Pemasaran produk deposito mudharabah yang sering dilakukan oleh Customer

Service secara promosi tatap muka dapat mempengaruhi nasabah menggunakan

produk deposito mudharabah sesuai dengan pernyataan salah satu Nasabah produk

deposito mudharabah Bank BTN Syariah Parepare bahwa:


“Awalnya saya mengetahui produk deposito mudharabah ini dari Customer
Service pada saat saya datang di Bank BTN Syariah Parepare, dia
menawarkan produk deposito mudharabah kepada saya”88
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:

86
Muhammad Edwin Ilyas, Customer Service Officer, Wawancara di Bank BTN Syariah
Parepare, 21 Mei 2024
87
Riski Ananda, Consumer Financing Service, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30
Mei 2024
88
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
57

“Saya tau produk deposito mudharabah karena Customer Service yang


mempromosikan produk deposito mudharabah kepada saya dan saya juga
sering liat di sosmed”89
Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu nasabah Bank

BTN Syariah Parepare bahwa:


“Saya mengetahui produk deposito mudharabah disini karena saya liat di
sosial media”90
Adapun hasil wawancara dengan Bapak Darwis selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Sebenarnya yang menawarkan saya untuk menggunakan produk deposito
disini itu adalah Customer Service”91
Adapun hasil wawancara dengan Ibu [Link] selaku Nasabah mengatakan

bahwa:
“Customer Service yang menawarkan kepada saya ketika saya datang
membuka rekening tabunga disini”92
Berdasarkan wawancara diatas, promosi yang dilakukan secara langsung

dilakukan antara nasabah yang belum menggunakan produk deposito mudharabah

dengan pihak bank dalam hal ini CS (Customer Service). CS memberikan

informasi mengenai produk deposito mudharabah yang ditawarkan semenarik

mungkin sehingga dapat menarik minat nasabah dalam menggunakan produk yang

ditawarkan. Nasabah mengetahui produk deposito mudharabah dari promosi yang


dilakukan oleh Customer Service dan juga dari sosial media. Dalam hal promosi,

Bank BTN Syariah Parepare masih kurang melakukan sosialisasi secara langsung

kepada masyarakat sehingga menyebabkan beberapa masyarakat masih kurang

memahami produk deposito mudharabah.

89
Nining Sri Indriani, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 04 Juni 2024
90
Nuritasari, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
91
Darwis, Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 03 Juni 2024
92
[Link], Nasabah, Wawancara di Bank BTN Syariah Parepare, 30 Mei 2024
58

Kunjungan langsung juga dilakukan kepada nasabah perorangan maupun

instansi untuk mempromosikan produk deposito mudharabah. Bank BTN Syariah

Parepare juga melakukan promosi secara tidak langsung dengan menggunakan

brosur serta menggunakan media sosial dalam menawarkan produk. Dengan

demikian, kegiatan promosi secara langsung maupun tidak langsung yang

dilakukan dapat meningkatkan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah Parepare.

B. Pembahasan Hasil Penelitian


1. Bentuk Produk Deposito Mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare

Produk deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare itu

kegunaannya sebagai investasi berjangka dengan ini bank selaku pengelola dana

(Mudharib) menyatakan bersedia mengelola serta mengadministrasikan dalam

bentuk rekening pada Bank atas nama Pemilik Rekening (Pemilik dana/Shahibul

Maal). Dana yang disimpan oleh nasabah tersebut dikelola oleh bank sesuai

dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah. Berdasarkan prinsip ini, bank memiliki

keleluasaan dalam menggunakan dana yang dihimpun sampai dengan rekening

tersebut ditutup atau berakhirnya akad, hal ini sejalan juga dengan teori bahwa

Akad mudharabah muthlaqah adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal


(nasabah) dan juga mudharib (bank) yang cakupannya luas serta tidak dibatasi

oleh jenis usaha, waktu atau tempat selama sesuai dengan syariat islam.93 Maka

dari itu dalam melaksanakan suatu akad mudharabah muthlaqah nasabah tidak

akan membatasi usaha yang akan dilakukan oleh bank.

Setoran awal yang harus dibayarkan nasabah yaitu dengan jumlah minimal

sebesar Rp1.000.000 untuk perorangan sedangkan setoran awal minimal untuk

93
Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani
Press, 2001), h.97
59

lembaga yaitu sebesar Rp2.500.000 dan rekening deposito dapat dikatakan aktif.

Dalam pengelolaan dana, Bank BTN Syariah Parepare menjalankan prinsip

mudharabah dengan memberikan informasi mendetail kepada nasabah mengenai

nisbah atau bagi hasil yang akan diterima oleh masing-masing pihak. Nasabah

akan mendapatkan bagian hasil sebesar 29,50%, sementara bank akan

mendapatkan 70,50% dari keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut,

yang akan dibagikan secara bulanan. Meskipun nilai keuntungan yang diperoleh
tidak bersifat tetap karena tergantung pada kinerja investasi dan hasil usaha yang

dijalankan oleh bank, baik nasabah maupun bank tetap terjamin untuk menerima

bagi hasil sesuai dengan persentase yang telah ditentukan sebelumnya. Pendekatan

ini tidak hanya menjamin transparansi dalam proses investasi, tetapi juga

mengedepankan prinsip keadilan dalam pembagian hasil usaha antara kedua belah

pihak. Dengan demikian, nasabah dapat memiliki kepastian bahwa investasi

mereka dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip syariah, sementara bank

memastikan hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan dengan

nasabahnya.

Prinsip keadilan yang diterapkan pada perbankan syariah sangat penting


karena dapat menciptakan struktur ekonomi yang adil dan berkelanjutan, di mana

semua pihak mendapatkan perlakuan yang setara dan merata. Prinsip ini tercermin

dalam pengaturan bagi hasil atas kegiatan usaha dan penentuan margin keuntungan

yang telah disepakati bersama antara bank dan nasabah.94 Prinsip keadilan ini

dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembagian hasil

pada produk deposito mudharabah sehingga masyarakat dapat lebih aman dalam

94
Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN Malang Press,
2009), h.64
60

bertransaksi. Selain itu, dalam mudharabah keuntungan yang dihasilkan dari usaha

harus dibagi sesuai dengan proporsi yang disepakati di awal, sehingga dapat

memastikan bahwa pembagian keuntungan tersebut tidak hanya adil tetapi juga

transparan dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Mendapatkan bagi hasil dari keuntungan yang didapatkan oleh bank

diperbolehkan karena besaran nisbah bagi hasil telah disepakati antara kedua belah

pihak di awal akad. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S An-Nisa (4): 29:

ْ‫تج َار ًة َع ْن َت َراض م ْن ُك ْمۗ َو َلا َت ْق ُت ُلوْٓا‬


َ َ ْ ُ َ ْ َ َّ َ ْ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ْ ُ َ ٰ َ ْ َّ َ َ ٰٓ
ُّ
ِ ٍ ِ ‫يايها ال ِذين امنوا لا تأكلوْٓا اموالكم بينكم ِبالب‬
ِ ‫اط ِل ِال ْٓا ان تكون‬
ً ُ َ َ ‫َ ْ ُ ُ َّ ه‬
َ ‫انف َسك ْمۗ ان‬
٢٩ ‫اّٰلل كان ِبك ْم َر ِح ْيما‬ ِ
Terjemahnya :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta
sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan
atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”95

Menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan pada ayat tersebut

setiap umat islam bahwa manusia diperbolehkan melakukan perniagaan yang

berlaku suka sama suka. Tetapi, jangan sampai kegiatan itu berujung
menjerumuskan diri karena melanggar perintah Allah karena Allah selalu

melimpahkan rahmat Nya kepada kaum muslimin.96 Ayat di atas menjelaskan

bahwa seorang umat muslim dilarang mengambil harta orang lain dengan jalan

yang bathil (tidak benar). Jalan bathil yang dimaksud yaitu seperti mencuri, riba,

korupsi, menipu, berbuat curang, serta hal-hal lain yang bisa merugikan orang lain.

Seseorang diperbolehkan mencari harta dari keuntungan yang didapatkan, asalkan

95
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah An-Nisa (4), Ayat 29
96
[Link] Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran (Jakarta:
Lentera Hati, 2005).
61

telah disepakati antara kedua belah pihak. Salah satunya dengan deposito dengan

menggunakan akad mudharabah karena hal ini harus berdasarkan kesepakatan

antara shahibul maal dan mudharib.

Terdapat sebuah hadist yang memperbolehkan deposito dengan

menggunakan akad mudharabah yang berasal dari riwayat Ibnu Majah dari

Shuhaib r.a., bahwasanya Rasulullah Saw. Bersabda:

ْ‫ِيهنَْ ال َب َر َك ُْة ال َبيعُْ إِلَى أَ َجل‬


ِ ‫ّللا ـ صلى ّللا عليه وسلم ـْ ْ" َثالَثْ ف‬ َِْ ‫ل‬ ُْ ‫ل َرسُو‬ َْ ‫ َقا‬،ِ‫َعنْ أَ ِبيه‬
َْ ‫ل َقا‬
.ْْ"ْْ‫لَ لِل َبي ِْع‬
ْ ‫ت‬
ِْ ‫ِير لِل َبي‬ ُْ َ‫ض ُْة َوإِخال‬
ِْ ‫ط البُرْ ِبال َشع‬ َ ‫ار‬َ ‫َوال ُم َق‬
Artinya:
“Nabi bersabda, ada tiga hal yang mengandung berkah: jual beli tidak secara
tunai, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan jewawut
untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual” (HR. Ibnu Majah dari
Shuhaib).97
Berdasarkan hadist diatas dapat dipahami bahwa dalam akad mudharabah itu

diperbolehkan dan mendapatkan berkah tetapi harus dilakukan dengan adanya

kerelaan masing-masing pihak ketika melalukan transaksi. Segala ketentuan yang

terdapat dalam akad mudharabah, harus terdapat kerelaan antara pihak nasabah

dan bank, tidak bisa ditentukan secara sepihak.

Dana deposito mudharabah tidak dapat ditarik kapan saja, melainkan

memiliki jangka waktu tertentu seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12

bulan, dan 24 bulan. Prosedur untuk membuka rekening deposito juga melibatkan

beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama-tama, calon nasabah harus memiliki

rekening tabungan di bank tersebut. Selanjutnya, mereka perlu melampirkan

dokumen identitas seperti KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau

KITAS/KITAP untuk Warga Negara Asing (WNA). Selain itu, nasabah juga

97
Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, (Beirut: Dar al Fikr,1995), 768.
62

diwajibkan untuk melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta mengisi

dan menandatangani formulir pembukaan rekening deposito sesuai dengan

ketentuan yang berlaku. Dengan memenuhi semua syarat ini, nasabah dapat

memulai investasi deposito mudharabah dengan aman dan sesuai dengan prinsip

syariah yang diterapkan oleh Bank BTN Syariah Parepare.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian relevan yang dilakukan oleh

Muhammad Andi Azmi dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Deposito


dalam Akad Mudharabah pada BRI Syariah KC Fatmawati” yang menyatakan

bahwa produk deposito menggunakan prinsip mudharabah yang merupakan bentuk

simpanan dana masyarakat sebagai investasi, dengan menabung jumlah

tabungannya akan bertambah dengan jangka waktu yang ditetapkan sesuai dengan

kesepakatan dan terdapat bagi hasil yang keduanya saling diuntungkan.98

Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Ismayanti dalam skripsinya dengan

judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam

Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang

Parepare” yang menyatakan bahwa produk tabungan menggunakan akad

mudharabah muthlaqah yang sejalan dengan penelitian ini.99 Penelitian ini juga
sejalan dengan penelitian Chaira Usrati dengan judul “Analisis Faktor yang

Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah pada Bank Aceh Syariah”

yang menyatakan bahwa bagi hasil yang kompetitif dapat meningkatkan minat

98
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.41
99
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.67
63

nasabah pada produk deposito mudharabah.100 Namun penelitian ini tidak sejalan

dengan penelitian Nurfadillah dalam skripsinya yang berjudul “Strategi

Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan Qurban di

PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam” yang pada

hasil penelitiannya bukan membahas mengenai produk deposito melainkan produk

tabungan qurban.101

Implikasi positif produk deposito mudharabah dalam menyediakan sumber


dana yang penting untuk pembiayaan proyek dan investasi bank. Dana ini dapat

digunakan untuk mengembangkan berbagai usaha yang sesuai dengan prinsip

syariah. Nasabah akan mendapatkan bagi hasil berbasis pada nisbah yang

disepakati, yang bisa lebih menguntungkan jika dikelolah dengan baik. Di sisi lain,

terdapat dampak negatif yang mungkin timbul dari produk deposito mudharabah.

Misalnya, nasabah yang melakukan pencairan sebelum jatuh tempo yang akan

mengakibatkan nasabah mungkin kehilangan sebagian atau seluruh bagi hasil yang

telah dijanjikan dan nasabah juga akan dikenakan denda jika deposito dicairkan

sebelum jatuh tempo. Penarikan sebelum jatuh tempo juga akan mempengaruhi

likuiditas bank yang berpotensi mengganggu rencana investasi yang telah


direncanakan.

100
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
101
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
64

2. Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah dalam Meningkatkan

Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare

Strategi pemasaran merupakan rencana secara menyeluruh, terpadu, dan

menyatu dalam bidang pemasaran, yang menjelaskan panduan tentang kegiatan

yang akan dilaksanakan agar dapat mencapai tujuan pemasaran suatu

perusahaan.102 Strategi pemasaran pada produk deposito mudharabah dalam Bank

BTN Syariah Parepare sangat dibutuhkan, dikarenakan banyaknya persaingan


antara bank-bank baik itu bank syariah maupun bank konvensional sehingga setiap

bank harus mempunyai strategi pemasaran yang menarik guna untuk menarik

minat nasabah. Dalam sebuah lembaga atau instansi menerapkan strategi

pemasaran yang biasa dikenal dengan istilah bauran pemasaran atau marketing

mix. Dimana bauran pemasaran tersebut hampir diterapkan pada semua lembaga

keuangan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa strategi pemasaran produk deposito

mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare dengan strategi marketing mix 4P

dapat meningkatkan jumlah nasabah, hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh Ismayanti yang berjudul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan


Easy Mudharabah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank Syariah

Indonesia Kantor Cabang Parepare” yang menyatakan bahwa strategi bauran

pemasaran dengan komponen 4P, yaitu Product, Price, Plece, Promotion dapat

meningkatkan jumlah nasabah di BSI KC Parepare.103 Namun, hal ini tidak sejalan

102
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.168-169
103
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.66
65

dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Andi Azmi dalam skripsinya

dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah

pada BRI Syariah KC Fatmawati”, dia menyimpulkan bahwa strategi pemasaran

yang diterapkan oleh Bank BRI Syariah Fatmawati dalam memasarkan produk

deposito mudharabah adalah dengan menggunakan teori 7P yang terdiri dari

product, price, place, physical evidence, promotion, process, people.104 Hal ini

juga sejalan dengan teori Sofjan Assauri yang mengemukakan bahwa bauran
pemasaran merupakan kombinasi variable atau kegiatan yang merupakan inti dari

sistem pemasaran yang terdiri dari unsur-unsur marketing mix 4P yaitu Product,

Price, Place, dan Promotion.105

a. Produk (Product)

Bank BTN Syariah Parepare dalam memasarkan produk deposito mudharabah

menggunakan strategi dari segi produk dimana suatu produk sangat penting dalam

suatu perusahaan, seperti halnya produk deposito mudharabah pada Bank BTN

Syariah Parepare merupakan salah satu produk yang banyak diminati oleh

nasabah.

Strategi pemasaran dalam hal meningkatkan jumlah nasabah pada produk


deposito mudharabah, Bank BTN Syariah Parepare berupaya meningkatkan citra

produk deposito mudharabah dengan cara secara aktif menjelaskan kepada

nasabah dan calon nasabah bahwa deposito di bank syariah memiliki perbedaan

yang signifikan dibandingkan dengan produk deposito di bank konvensional. Bank

BTN Syariah Parepare menekankan bahwa produk deposito mudharabah

104
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.56
105
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
66

didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, yang meliputi larangan terhadap riba

(bunga) dan praktik-praktik lain yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S Al-Imran (3): 130:


َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ َ ‫ه‬ ُ َّ َّ ً َ َ ٰ ُّ ً َ ْ َ ٰ ُ ُ ْ َ َ ْ ُ َ ٰ َ ْ َّ َ َ ٰٓ
ُّ
١٣٠ َۚ‫الربوْٓا اضعافا مضعفةۖواتقوا اّٰلل لعلكم تف ِلحون‬ ِ ‫يايها ال ِذين امنوا لا تأكلوا‬
Terjemahnya :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”106
Menurut tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT melarang hamba-

hamba Nya yang mukmin memberlakukan riba yang berlipat ganda, seperti yang

biasa mereka lakukan bila telah tiba masa pelunasan utang, Allah SWT juga

memerintahkan kepada hamba Nya untuk bertakwa, supaya mereka beruntung

dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.107 Ayat diatas menjelaskan tentang

larangan terhadap praktik riba (bunga), seperti pada produk deposito mudharabah

yang menghindari riba dan memastikan bahwa keuntungan diperoleh dari usaha

dan investasi yang sah.

Selain menjelaskan perbedaan produk deposito mudharabah dengan produk

bank konvensional berdasarkan prinsip-prinsip syariah, Bank BTN Syariah juga

mengutamakan kualitas produk. Produk deposito mudharabah dari Bank BTN


Syariah dikembangkan dengan fokus pada keunggulan tertentu, seperti bebas dari

biaya administrasi bulanan yang sering menjadi beban tambahan bagi nasabah. Hal

ini bertujuan untuk memastikan bahwa nasabah merasa lebih diuntungkan secara

finansial karena tidak perlu membayar biaya administrasi rutin yang umumnya

diterapkan pada produk yang lain.

106
Kementrian Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Surah Al-Imran (3), Ayat 130
107
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, Tafsir Ibnu Katsir (Bandung: Sygma Creative
Media, 2012).
67

Selain itu, keunggulan lain dari produk deposito mudharabah adalah

kemampuannya untuk tetap memberikan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan

yang telah ditetapkan antara bank sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul

maal. Hal ini menunjukkan komitmen Bank BTN Syariah dalam memastikan

bahwa nasabah tidak hanya mendapatkan layanan yang sesuai dengan prinsip

syariah, tetapi juga menjamin transparansi dan keadilan dalam pembagian

keuntungan hasil usaha. Dengan cara ini, Bank BTN Syariah berharap dapat
membangun reputasi yang kuat dalam menyediakan produk deposito mudharabah

yang tidak hanya berkualitas namun juga mengutamakan kepentingan dan

kepuasan nasabah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Produk deposito

mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare merupakan salah satu produk

unggulan yang banyak diminati masyarakat dengan menggunakan akad

mudharabah muthlaqah.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Andi Azmi

dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah

pada BRI Syariah KC Fatmawati” yang menyatakan bahwa salah satu keunggulan

dari produk deposito mudharabah adalah memberikan bagi hasil yang kompetitif
yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak dan saling

diuntungkan.108

b. Harga (Price)

Bauran pemasaran dari segi harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan

taktis seperti tingkat harga diantara berbagai kelompok nasabah.109 Harga yang

108
Muhammad Andi Azmi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad Mudharabah
pada BRI Syariah KC Fatmawati” (Skripsi Sarjana; Jurusan Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021) h.41
109
Sofjan Assauri, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi (Indonesia: CV.
Rajawali), h.200
68

ditetapkan oleh Bank BTN Syariah Parepare berbeda antara perorangan dan

instansi, hal ini mencerminkan pendekatan yang disesuaikan untuk masing-masing

jenis nasabah. Bagi perorangan, bank menawarkan harga yang lebih kompetitif

dan terjangkau dengan mempertimbangkan skala investasi yang umumnya lebih

kecil dan karakteristik keuangan pribadi yang berbeda-beda. Sementara itu, untuk

instansi seperti perusahaan atau lembaga besar, bank menetapkan harga yang bisa

lebih fleksibel atau lebih tinggi, mengingat skala investasi yang lebih besar dan
potensi pengembalian yang lebih signifikan.

Penetapan harga atau setoran awal yang diterapkan oleh Bank BTN Syariah

dalam produk deposito mudharabah dapat dikatakan terjangkau bagi seluruh

kalangan masyarakat dikarenakan harga yang ditawarkan tidak terlalu murah dan

tidak terlalu mahal untuk dijangkau oleh semua kalangan, untuk perorangan

sebesar Rp1.000.000 dan untuk lembaga sebesar Rp2.500.000. Dalam hal harga

atau setoran awal produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare

lebih rendah dari Bank lain, misalnya seperti Bank BRI yang biasanya

menawarkan harga lebih tinggi dari Bank BTN Syariah karena bisa mencapai 5

juta-10 juta untuk minimum setoran awalnya.110 Maka tak heran jika dalam
pemasaran produk ini jika dilihat dari segi harga lebih unggul sehingga dapat

menarik perhatian masyarakat dan tidak memberatkan bagi masyarakat yang ingin

membuka rekening deposito mudharabah, karena hanya dengan Rp1.000.000

masyarakat sudah dapat membuka rekening deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare. Harga yang ditawarkan pun dapat bersaing dengan produk

tabungan sejenisnya dari lembaga keuangan lainnya.

110
Bank BRI, „Persyaratan Pembukaan Rekening Deposito Rupiah‟, [Link]
rupiah, diakses 23 Juli 2024
69

c. Tempat (Place)

Dalam memilih lokasi untuk Bank BTN Syariah Parepare, pertimbangan

yang sangat penting adalah kemudahan akses bagi masyarakat serta keberadaan di

lingkungan yang ramai. Lokasi ini dipilih dengan memperhitungkan beberapa

faktor, seperti berada di pusat kota yang merupakan pusat kegiatan masyarakat dan

perkantoran. Selain itu, lokasi yang dipilih juga mempertimbangkan aksesibilitas

yang baik, baik itu dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan
umum, karena bank ini berlokasi di tepi jalan raya utama. Hal ini sangat

menguntungkan bagi nasabah dan masyarakat umum yang ingin mengunjungi

bank untuk melakukan transaksi atau mendapatkan layanan perbankan syariah.

Dengan demikian, Bank BTN Syariah Parepare tidak hanya memastikan

keberadaannya mudah dijangkau oleh semua pihak, tetapi juga memberikan

kenyamanan dan kemudahan dalam berinteraksi dengan layanan yang disediakan.

Bank BTN Syariah Parepare terletak dalam lokasi yang strategis sehingga

mudah dijangkau oleh nasabah untuk dapat melakukan transaksi. Bank BTN

Syariah parepare ini dekat dengan pusat kota tepatnya di Jl. Bau Massepe, Kp.

Baru, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Lokasi Bank BTN
Syariah dapat dikatakan strategis karena dekat dengan akses jalan raya dan terletak

pada perkotaan sehingga mudah dijangkau nasabah dan calon nasabah.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian relevan yang dilakukan oleh

Nurfadillah yang berjudul “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah

Nasabah Produk Tabungan Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut

Tinjauan Ekonomi Islam” yang menyatakan bahwa salah satu bauran pemasaran

yang dilakukan dalam meningkatkan jumlah nasabah yaitu dari segi lokasi dengan
70

memilih lokasi yang strategis yang berada di pinggir jalan raya sehingga mudah

dijangkau oleh masyarakat.111

d. Promosi (Promotion)

Tujuan promosi pada Bank BTN Syariah Parepare salah satunya adalah untuk

menginformasikan produk deposito mudharabah sehingga dapat membujuk dan

mempengaruhi calon nasabah untuk dapat menggunakan produk yang ditawarkan.

Berikut ini strategi promosi yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare
dalam mempromosikan produk deposito mudharabah:

1) Periklanan (Advertizing) adalah jenis promosi yang digunakan oleh Bank

BTN Syariah Parepare dalam memperkenalkan atau menginformasikan

produk kepada nasabah. Periklanan yang digunakan oleh Bank BTN Syariah

Parepare dilakukan dengan memanfaatkan beberapa media periklanan dengan

media cetak seperti brosur, poster serta juga menggunakan media sosial untuk

memperkenalkan produknya. Strategi ini dinilai cukup efektif serta tidak

mengeluarkan biaya yang cukup besar. Berbagai media cetak tersebut akan

dibagikan ke berbagai target yang telah ditentukan sebelumnya.

2) Penjualan Pribadi (Personal Selling) dimana strategi ini dilakukan dengan


cara menawarkan produk deposito mudharabah kepada nasabah perorangan

atau instansi-instansi rekanan, biasanya dengan mendatangi langsung ke

kantor untuk menawarkan produk deposito mudharabah. Karyawan juga

melakukan promosi secara langsung kepada nasabah penabung yang datang

ke Bank BTN Syariah Parepare sehingga dapat membuat nasabah tertarik

111
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
71

untuk menggunakan produk deposito mudharabah. Bank BTN Syariah sering

menggunakan strategi promosi ini untuk memperomosikan produknya.

Strategi ini dianggap sangat efektif karena nasabah menerima informasi tanpa

waktu yang lama, sehingga strategi promosi ini dapat memberikan keuntungan

bagi Bank BTN Syariah maupun nasabah.

Kegiatan promosi dalam bauran pemasaran yang dilakukan dapat

meningkatkan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah Parepare melalui promosi


secara langsung kepada nasabah yang datang di Bank BTN Syariah Parepare,

melakukan kunjungan ke kantor untuk menawarkan produk Bank BTN Syariah

Parepare, membagikan brosur, serta menggunakan sosial media untuk membuat

masyarakat tertarik menggunakan produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare. Namun, dalam hal promosi, Bank BTN Syariah Parepare masih

kurang melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat sehingga

menyebabkan beberapa masyarakat masih kurang memahami produk deposito

mudharabah.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurfadillah dengan

judul “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk


Tabungan Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan

Ekonomi Islam” yang menyatakan bahwa strategi promosi yang dilakukan adalah

dengan periklanan, penjualan pribadi, dan juga pemasaran secara langsung.112 Hal

ini juga sejalan dengan skripsi Chaira Usrati dengan judul “Analisis Faktor yang

Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah pada Bank Aceh Syariah”

112
Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan
Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan Ekonomi Islam ” (Skripsi Sarjana;
Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019) h.83
72

yang menyatakan bahwa hasil penelitian yaitu bahwa promosi yang dilakukan

secara baik pada produk deposito mudharabah dapat meningkatkan jumlah

nasabah.113 Namun, hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Ismayanti dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy

Mudharabah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia

Kantor Cabang Parepare” yang menyatakan bahwa strategi promosi yang

dilakukan yaitu dengan menerapkan adanya pesta hadiah, promosi kepada


nasabah, serta melakukan kegiatan event atau seminar.114

Diterapkannya strategi produk, strategi harga, strategi tempat, dan strategi

promosi pada produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare

memiliki implikasi dan dampak yang signifikan yaitu:

1) Strategi produk, dengan menerapkan strategi produk yang efektif, Bank BTN

Syariah Parepare dapat membedakan produk deposito mudharabah mereka

dengan produk serupa di pasar. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan

menarik lebih banyak nasabah dan dapat memenuhi keinginan nasabah terkait

bagi hasil, keamanan, dan kepatuhan pada prinsip syariah.

2) Strategi harga, penetapan harga yang kompetitif dapat meningkatkan daya


tarik produk deposito mudharabah bagi calon nasabah. Dengan menawarkan

harga yang mudah dijangkau masyarakat sehingga dapat menarik lebih

banyak nasabah.

113
Chaira Usrati, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito Mudharabah
pada Bank Aceh Syariah” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Banda Aceh, 2023) h.136
114
Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare” (Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Parepare, 2023) h.68
73

3) Strategi lokasi, memilih lokasi yang strategis di area dengan jumlah populasi

tinggi dapat meningkatkan aksesibilitas bagi nasabah. Hal ini penting untuk

menarik lebih banyak calon nasabah dengan mudahnya akses ke Bank BTN

Syariah Parepare.

4) Strategi promosi, promosi yang efektif dapat meningkatkan kesadaran

nasabah tentang produk deposito mudharabah. Promosi dengan periklanan dan

sosial media untuk promosi yang dirancang dengan baik dengan menjelaskan
fitur dan keuntungan produk deposito mudharabah dapat menjangkau audiens

secara luas. Tanpa sosialisasi yang memadai akan berdampak pada adanya

calon nasabah yang tidak mengetahui adanya produk deposito mudharabah

atau tidak memahami manfaat dan keunggulannya. Hal ini dapat

mengakibatkan rendahnya minat calon nasabah.


BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti

terhadap karyawan/staff Bank BTN Syariah Parepare maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Bentuk produk deposito mudharabah pada Bank BTN Syariah Parepare adalah

produk investasi berjangka dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9


bulan, 12 bulan, dan 24 bulan dengan menggunakan prinsip yang halal. Produk

deposito mudharabah di Bank BTN Syariah menggunakan akad mudharabah

muthlaqah yang merupakan akad kerja sama antara nasabah dan bank dimana

nasabah memberikan keleluasaan kepada bank dengan tidak membatasi jenis

usaha yang akan dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare. Nisbah bagi hasil

keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana, untuk persentase bagi hasil

yang akan diperoleh yaitu untuk nasabah 29,50% dan untuk bank 70,50%.

2. Strategi pemasaran produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare dalam upaya meningkatkan jumlah nasabah dengan strategi marketing

mix 4P yaitu dari segi Produk (Product). Strategi pemasaran dari segi produk
yang dilakukan oleh Bank BTN Syariah Parepare dengan berupaya

meningkatkan citra produk deposito mudharabah, mengutamakan kualitas

produk dengan keunggulan serta kelebihan produk deposito mudharabah

dengan prinsip syariah sehingga produk tersebut banyak diminati oleh nasabah

dan dapat meningkatkan minat nasabah. Selanjutnya dari segi Harga (Price).

Strategi dari segi harga yang dilakukan Bank BTN Syariah Parepare yaitu

dengan menetapkan harga yang kompetitif mudah dijangkau oleh seluruh

74
75

kalangan masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat membuka

rekening deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare. Strategi

selanjutnya dari segi Tempat (Place). Strategi pemasaran dari segi tempat yang

dilakukan Bank BTN Syariah Parepare yaitu dengan memilih tempat yang

strategis yang dekat dengan akses jalan raya dan terletak pada perkotaan

sehingga mudah dijangkau nasabah dan calon nasabah. Strategi dari segi

Promosi (Promotion). Strategi pemasaran yang dilakukan Bank BTN Syariah


Parepare dari segi promosi yaitu periklanan dengan menggunakan media cetak

dan media sosial. Selain itu promosi juga dilakukan dengan personal selling

yaitu pihak bank melakukan pemasaran secara langsung kepada nasabah.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang dapat peneliti

berikan yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Bank BTN Syariah Parepare, diharapkan supaya dapat terus

mengoptimalkan strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan minat

masyarakat menggunakan produk deposito mudharabah Selain itu, perlunya

sosialisasi agar masyarakat lebih mengetahui produk deposito mudharabah


karena banyaknya masyarakat yang minim pengetahuan mengenai mekanisme

deposito mudharabah.

2. Bagi Institut Agama Islam Negeri Parepare, diharapkan skripsi ini dapat mejadi

bahan atau materi pembelajaran dan dapat dijadikan referensi bagi kalangan

mahasiswa.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut

dengan melibatkan variabel lain yang berhubungan dengan penelitian ini.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur‟an Al-Karim

Achmadi, Abu dan Cholid Narkubo, Metode Penelitian, Jakarta: PT Bumi Aksara,
2005.

Al Arif, M. Nur Rianto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, Bandung: Alfabeta,


2010.

Al Arif, Muhammad Nur Rianto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, Bandung:


Alfabeta, 2012.
Al Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman, Tafsir Ibnu Katsir, Bandung: Sygma
Creative Media, 2012

Ali, St. Nurhayati, Problema Manusia Modern: Solusi Tasawuf Menrut Seyyed
Hossein Nasr, Depok: Rajawali Pers, 2022.

Ali, Zainuddin, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Anshori, Abdul Ghofur, Perbankan Syariah di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press, 2018.

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Assauri, Sofjan, Manajemen Perusahaan Dasar, Konsep dan Strategi, Indonesia: CV.
Rajawali.

Azmi, Muhammad Andi, “Strategi Pemasaran Produk Deposito dalam Akad


Mudharabah pada BRI Syariah KC Fatmawati”, Skripsi Sarjana; Jurusan
Manajemen Dakwah: Jakarta, 2021.

Bank BRI, „Persyaratan Pembukaan Rekening Deposito Rupiah‟,


[Link] diakses 23 Juli 2024

Budisantoso, Totok, & Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta:
Salemba Empat, 2006.

Cahyati, Tetet & Dadang Munandar, Perilaku Konsumen: Teori dan Aplikasi,
Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2023.

Darmanto dan Sri Wardaya, Manajemen Pemasaran, Yogyakarta: Deepublish, 2016.

Darmis, Hal-Hal yang Mempengaruhi Harga, Jawa Tengah: YLGI, 2021.

Fatoni, Abdurrahman, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi,


Jakarta: PT. Rinekha Cipta, 2006.

76
77

Fauzi, Muhammad, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keinginan Migrasi


Nasabah Bank Umum Syariah di Kota Semarang”, Semarang, IAIN
Walisongo, 2008.

Fendi, dkk, „Implementasi Akad Mudharabah pada Produk Tabungan Koperasi


Syariah‟ Jurnal Ekonomi Syariah , 8.1 (2021).

Fikri, Kanzul, “Analisis Penerapan Akad Mudharabah Muthlaqah pada Produk


Deposito Mudharabah (Studi pada Bank Muamalat Cabang Pembantu
Genteng”, Prodi Ekonomi Syariah, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Gunanto dan Joko Pramono, Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Yogyakarta: Andi,
2018.
Hadinoto, Soetanto, Bank Strategy on Funding and Liability Management, Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo , 2008.

Hadis, Sunan Ibnu Majah no. 2289, Beirut: Dar al Fikr,1995, 768.

Ismail, Manajemen Perbankan; Dari Teori Menuju Aplikasi, Jakarta: Prenadamedia


Group, 2018.

Ismayanti, “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Easy Mudharabah dalam


Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank Syariah Indonesia KC Parepare”,
Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan Syariah: Parepare, 2023.

Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia, Malang: UIN Malang


Press, 2009.

Karim, Adiwarman, Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan, Jakarta:


[Link] Persada, 2004.

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: Raja grafindo Persada,
2002.
Kasmir, Manajemen Perbankan, Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2001.

Kasmir, Pemasaran Bank, Jakarta: Kencana, 2018.

Khaddafi, Muammar, Akuntansi Syariah, Medan: Madenatera, 2016.

Krismanto, Adi, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Nasabah”


Tesis: Jurusan Magister Manajemen: Semarang, 2009.

Moelong Lexy J, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Musyawarah, Irdha Yanti dan Desi Idayanti, „Analisis Strategi Pemasaran Untuk
Meningkatkan Jumlah Penjualan pada Usaha Ibu Bagas di Kecamatan
Mamuju‟, Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen , 1.1 (2022).
78

Noor, Zulki Zulkifli, Manajemen Pemasaran Strategik Dilengkapi dengan Kasus-


Kasus dalam Bidang dan Sektor Publik Tahun 2016, Yogyakarta: Deepublish,
2016.

Nurfadillah, “Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk


Tabungan Qurban di PT BPRS Berkah Dana Fadhillah Menurut Tinjauan
Ekonomi Islam ”, Skripsi Sarjana; Jurusan Ekonomi Syariah: Riau, 2019.

Pardede, Pontas M., Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan, Jakarta: Mitra
Wacana Media, 2011.

Quraish, M. Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran


(Jakarta: Lentera Hati, 2005).
Ridwan, Statistika Untuk Lembaga dan Instansi Pemerintahan/Swasta, Bandung:
Alfabeta, 2004.

Rijali, Ahmad, „Analisis Data Kualitatif‟, Jurnal Alhadharah, 17.33 (2018).

Rivai,Veithzal, Teori, Konsep, dan Aplikasi Panduan Praktis untuk Lembaga


Keuangan, Nasabah, Praktisi, dan Mahasiswa, Jakarta: [Link]
Persada, 2008.

Saleh, Muhammad Yusuf dan Miah Said, Konsep dan Strategi Pemasaran, Makassar:
CV Sah Media, 2019.

Sjahdeini, Sutan Remy, Perbankan Syariah: Produk-Produk dan Aspek-Aspek


Hukumnya, Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.

Sondang Siagian, Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi,


Jakarta: PT Gunung Agung.

Suryadi, Edi, Strategi Komunikasi Sebuah Analisis Teori dan Praktis di Era Global,
Bandung: Rosda, 2018.
Syafi‟I, Muhammad Antonio, Bank Syariah: dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema
Insani Press, 2001.

Tjiptono, Fandi, Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Andi, 2020.

Umam, Khotibul, Perbankan Syariah: Dasar-Dasar dan Dinamika


Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers , 2016.

Usrati, Chaira, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Deposito


Mudharabah pada Bank Aceh Syariah”, Skripsi Sarjana; Jurusan Perbankan
Syariah: Banda Aceh, 2023.
79

Waruwu, Marinu, „pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif,


metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi‟, Jurnal
Pendidikan Tambusai, 7.1 (2023).

Winarni, Endang Widi, Teori dan Praktik: Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2018.

Wiroso, Produk Perbankan Syariah, Jakarta: LPFE Usakti, 2009.

Wiroso, Seri Perbankan Syariah Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha
Bank Syariah, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005.

Yuliana, dkk, „Sistem Akad Mudharabah Produk Deposito pada Bank Muamalat KCP
Palopo‟, Journal of Islamic Economic Law, 8.2 (2023).
LAMPIRAN

80
81

SURAT PENETAPAN PEMBIMBING SKRIPSI


82

BERITA ACARA REVISI JUDUL SKRIPSI


83

SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN


84

SURAT REKOMENDASI PENELITIAN


85

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

Jl. Amal Bakti No. 8 Soreang 91131 Telp. (0421) 21307

VALIDASI INSTRUMEN PENELITIAN

NAMA : SELFIANA

NIM : 2020203861206019

FAKULTAS : EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

PRODI : PERBANKAN SYARIAH

JUDUL :STRATEGI PEMASARAN PRODUK DEPOSITO


MUDHARABAH DALAM MENINGKATKAN JUMLAH
NASABAH DI BANK BTN SYARIAH PAREPARE

PEDOMAN WAWANCARA

Wawancara Karyawan/Staff

1. Bagaimana produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare?

a. Produk apa saja yang ada di Bank BTN Syariah Parepare?

b. Bagaimana bentuk produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare?

c. Apa saja syarat-syarat untuk membuka tabungan deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?

d. Berapa setoran awal minimum untuk melakukan pembukaan rekening


deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare?
86

e. Apa saja kelebihan produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare?

2. Bagaimana Strategi pemasaran produk deposito mudharabah dalam

meningkatkan jumlah nasabah di Bank BTN Syariah Parepare?

a. Bagaimana strategi pemasaran dari segi produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?

b. Apakah harga/setoran awal yang ditetapkan pada produk deposito


mudharabah dapat menarik minat nasabah di Bank BTN Syariah Parepare?

c. Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare dapat dikatakan strategis

dalam memasarkan produk deposito mudharabah?

d. Bagaimana bentuk kegiatan promosi produk deposito mudharabah di Bank

BTN Syariah Parepare dalam menarik minat nasabah?

e. Apakah dengan promosi yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah

nasabah produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare?

Wawancara Nasabah

1. Bagaimana bapak/ibu bisa mengetahui produk deposito mudharabah di Bank

BTN Syariah Parepare?


2. Bagaimana kualitas produk deposito mudharabah di Bank BTN Syariah

Parepare?

3. Apakah harga/setoran awal pada produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare termasuk terjangkau?

4. Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare termasuk strategis?


87
88

SURAT KETERANGAN WAWANCARA


89
90
91
92
93
94
95

TRANSKRIP WAWANCARA

Nama : Muhammad Edwin Ilyas

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Jabatan : Customer Service Officer

Peneliti : Bagaimana bentuk produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah parepare?

Narasumber : Deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare itu adalah

salah satu produk penghimpunan dana yang lumayan banyak

peminatnya yang ditawarkan ke masyarakat untuk berinvestasi.

Deposito disini itu menggunakan akad mudharabah muthlaqah.

Mudharabah itu kan terbagi 2, ada mudharabah muqayyadah dan ada

mudharabah muthlaqah. Mudharabah muthlaqah itu nasabah tidak ikut

menentukan jenis usaha yang akan dilakukan bank. Untuk

mudharabah muqayyadah itu kebalikan dari mudharabah muthlaqah

tadi. Nah, disini itu hanya menggunakan mudharabah muthlaqah.

Produk deposito mudharabah ini kegunaannya itu sebagai investasi

berjangka, adapun jangka waktunya disini itu ada 1 bulan, 3 bulan, 6

bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Jadi, dia investasi berjangka namanya

dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Peneliti : Berapa setoran awal minimum untuk melakukan pembukaan

rekening deposito mudharabah di Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Untuk setoran awal atau minimal setoran deposito mudharabah ini

yaitu sebesar Rp1.000.000 untuk perorangan sedangkan untuk


96

lembaga itu sebesar Rp2.500.000. Harga tersebut dapat dikatakan

terjangkau karena tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah untuk

dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Peneliti : Apa saja kelebihan produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare?

Narasumber : Pada saat pembukaan rekening deposito nasabah juga diberi pilhan

yaitu ARO dan Non ARO. ARO itu perpanjangan otomatis, jadi kalau
misalnya nasabah pilih jangka waktu 3 bulan, kalau sudah 3 bulan itu

tabungan deposito otomatis diperpanjang tanpa harus konfirmasi

dengan nasabah, nah kalau Non ARO itu tidak diperpanjang otomatis

jadi dalam jangka waktu yang ditentukan itu harus dicairkan. Akad

mudharabah kan akad kerja sama dengan bagi hasil. Salah satu produk

disini yang menggunakan akad mudharabah itu produk deposito, untuk

nisbah bagi hasilnya sendiri itu akumulasi pokok atau kredit sumber

rekening nasabah sebesar 29,50%. Contoh simulasi perhitungan bagi

hasil bulanan untuk nasabah yaitu. Misalnya simpanan nasabah adalah

Rp1 Milyar dan misalnya pendapatan bank pada bulan berjalan itu
sebesar Rp5 Milyar serta saldo rata-rata per deposito mudharabah

sebesar Rp50 Milyar. Maka bagi hasil yang akan diterima oleh

nasabah adalah (Rp1 Milyar/Rp50 Milyar) x Rp 5 Milyar x 29,50% =

Rp 29.500.000. nah, dari contoh ini nasabah akan mendapatkan bagi

hasil sebesar Rp29.500.000.

Peneliti : Bagaimana Strategi pemasaran produk deposito mudharabah di Bank

BTN Syariah Parepare?


97

Narasumber : Pada strategi produk untuk meningkatkan jumlah nasabah deposito

mudharabah itu, kita mengedepankan kualitas produk dan keunggulan

produk deposito mudharabah seperti bebas biaya administrasi bulanan

juga bebas riba jadi nasabah lebih tertarik menggunakan produk

deposito di bank syariah.

Peneliti : Bagaimana strategi penetapan harga/setoran awal yang ditetapkan

pada produk deposito mudharabah sehingga dapat menarik minat


nasabah di Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Untuk strategi harga itu, kami menetapkan setoran awal atau minimal

setoran deposito mudharabah ini yaitu sebesar Rp1.000.000 untuk

perorangan sedangkan untuk lembaga itu sebesar Rp2.500.000. Harga

tersebut dapat dikatakan terjangkau karena hanya dengan biaya

tersebut masyarakat sudah bisa membuka rekening deposito di Bank

BTN Syariah Parepare.

Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare dapat dikatakan strategis

dalam memasarkan produk deposito mudharabah?

Narasumber : Strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare sudah sangat
strategis karena berada di sekitar lingkungan mayarakat, lokasi nya

juga ini termasuk pusat kota karena banyaknya kegiatan masyarakat

disekitar sini,sehingga mudah dijangkau masyarakat.

Peneliti : Bagaimana bentuk kegiatan promosi produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Strategi yang dilakukan untuk menarik minat nasabah itu ada

promosi secara langsung dan secara tidak langsung. Untuk menarik


98

minat nasabah secara langsung itu apabila ada nasabah yang datang ke

Bank BTN Syariah Parepare diliat potensinya bisa untuk investasi, jadi

misalnya ini nasabah dilihat banyakmi saldonya bisa langsung ditawari

untuk investasi dengan deposito mudharabah, dijelaskan mi mengenai

produknya, kelebihannya, sempat nasabah tertarik menggunakan

produk tersebut, biasa juga datang langsung ke kantor atau rumah

untuk menawarkan produk. Nah untuk promosi secara tidak langsung


itu dengan periklanan seperti brosur, banner, dan dibagikan juga di

media sosial.

Nama : Wawan Darmawan

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Jabatan : Teller

Peneliti : Bagaimana bentuk produk deposito mudharabah di Bank BTN

Syariah Parepare?

Narasumber : Produk deposito mudharabah disini itu dapat dikatakan sebagai salah
satu produk yang diminati oleh nasabah karena kegunaannya itu

sebagai investasi berjangka dengan prinsip yang halal tentunya, nisbah

nya itu ditentukan dalam bentuk persentase bukan nominal jadi pada

saat keuntungan yang kita peroleh meningkat, maka nisbah yang akan

diperoleh oleh nasabah itu meningkat juga, produk ini juga bebas

administrasi bulanan tetapi nasabah tetap ki dapat bagi hasil dari

keuntungan yang diperoleh bank.


99

Peneliti : Bagaimana Strategi pemasaran produk deposito mudharabah di Bank

BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Strategi pemasaran yang dilakukan dari segi produk deposito

mudharabah itu salah satunya dengan meningkatkan citra dari produk

deposito mudharabah itu dengan menjelaskan kepada nasabah bahwa

produk deposito mudharabah disini itu menggunakan prinsip syariah

sehingga bisa mengubah pandangannya masyarakat bahwa deposito di


bank syariah itu berbeda dari bank konvensional.

Peneliti : Bagaimana strategi penetapan harga/setoran awal yang ditetapkan

pada produk deposito mudharabah sehingga dapat menarik minat

nasabah di Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Disini pembukaan rekening deposito itu dapat dikatakan terjangkau

untuk setoran awalnya karena penetapan harga ini kan sebagai salah

satu strategi untuk menarik minat nasabah, jadi kalau misalnya setoran

awalnya itu nda terlalu mahal otomatis nasabah akan tertarik

menggunakan produk ini.

Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah Parepare dapat dikatakan strategis
dalam memasarkan produk deposito mudharabah?

Narasumber : Untuk strategi pemilihan lokasi Bank BTN Syariah Parepare bisa

dibilang strategis untuk memasarkan produk deposito mudharabah

karena bisa dilihat dijalurnya sendiri itu banyak masyarakat, banyak

juga transaksi yang jalan di sekitaran sini dan kalau dilihat dari

strategisnya itu karena dekat juga dari pusat kota.


100

Nama : Riski Ananda

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Jabatan : Consumer Financing Service

Peneliti : Bagaimana bentuk kegiatan promosi produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Promosi yang kita lakukan itu lebih ke promosi langsung CS ke


nasabah juga promosi lewat sosial media, kita masih kurang

melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat langsung mengenai

produk deposito mudharabah, karena kami lebih menggunakan

promosi lansung CS dan promosi di sosmed

Nama : Darwis

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Jabatan : Nasabah

Peneliti : Bagaimana kualitas produk deposito mudharabah di Bank BTN


Syariah Parepare?

Narasumber : Kualitas produk deposito di Bank BTN Syariah Parepare itu tidak

ada biaya administrasi bulanan sehingga saya tertarik menggunakan

produk deposito mudharabah disini.

Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah termasuk strategis?

Narasumber : Lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini sudah strategis karena berada

di tengah kota juga berada di pinggir jalan jadi akses kesini itu mudah.
101

Nama : Nuritasari

Jenis Kelamin : Perempuan

Jabatan : Nasabah

Peneliti : Bagaimana anda bisa mengetahui produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?


Narasumber : Saya mengetahui produknya dari CS

Peneliti : Apakah harga/setoran awal pada produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare termasuk terjangkau?

Narasumber : Menurut saya harga yang ditetapkan pada produk deposito

mudharabah itu terjangkau karena dengan Rp1.000.000 kita sudah

dapat membuka rekening deposito di Bank BTN Syariah Parepare.

Nama : Nining Sri Indriani

Jenis Kelamin : Perempuan

Jabatan : Nasabah

Peneliti : Apakah harga/setoran awal pada produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare termasuk terjangkau?

Narasumber : Setoran awal produk deposito mudharabah disini menurut saya

sangat terjangkau karena setoran awalnya tidak terlalu besar.


102

Nama : [Link] P

Jenis Kelamin : Perempuan

Jabatan : Nasabah

Peneliti : Apakah lokasi Bank BTN Syariah termasuk strategis?

Narasumber : Menurut saya lokasi Bank BTN Syariah Parepare ini strategis karena

dekat sama pusat kota, lokasinya juga ini mudah dijangkau juga dekat
dengan keramaian.

Nama : [Link]

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Jabatan : Nasabah

Peneliti : Bagaimana anda bisa mengetahui produk deposito mudharabah di

Bank BTN Syariah Parepare?

Narasumber : Awalnya saya mengetahui produk deposito mudharabah ini dari

Customer Service pada saat saya datang di Bank BTN Syariah


Parepare, dia menawarkan produk deposito mudharabah kepada saya.
103

SURAT KETERANGAN SELESAI MENELITI


104

LOKASI BANK BTN SYARIAH PAREPARE


105

DOKUMENTASI
1. Wawancara dengan Bapak Muhammad Edwin Ilyas, Selaku Customer Service
officer Bank BTN Syariah Parepare

2. Wawancara dengan Bapak Wawan Darmawan, Selaku Teller Bank BTN Syariah
Parepare
106

3. Wawancara dengan Bapak Rizki Ananda, Selaku Financing Service Bank BTN
Syariah Parepare

4. Wawancara dengan Nasabah Bank BTN Syariah Parepare


107
108
109
110

BIODATA PENULIS

Selfiana, Lahir di Gattungeng pada tanggal 19 Desember 2002.


Anak kedua dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Syahril dan
Ibu Nurjannah. Penulis bertempat tinggal di Gattungeng, Desa
Pallawa, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Provinsi
Sulawesi Selatan. Menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri
di SDN 170 Pallawa pada tahun 2008-2014, kemudian pada tahun
2014-2017 melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di
SMPN 3 Marioriwawo, setelah itu melanjutkan pendidikan
Sekolah Menengah Atas di SMAN 5 Soppeng pada tahun 2017-
2020. Selanjutnya melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Parepare pada tahun 2020 dengan mengambil program studi Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Penulis melaksanakan Praktik pengalaman Lapangan (PPL) di Bank Syariah
Indonesia KCP Tamalanrea 2, penulis juga melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
di Desa Tindalun, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Penulis menyelesaikan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Parepare dengan judul skripsi “Strategi Pemasaran Produk Deposito Mudharabah
dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Bank BTN Syariah Parepare”.

Anda mungkin juga menyukai