0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Metode Analisis Beban Lalu Lintas

Dokumen ini menjelaskan metode analisis komponen untuk perencanaan tebal perkerasan jalan, termasuk rumus untuk menghitung beban lalu lintas dan faktor regional. Daya dukung tanah dasar, indeks permukaan, dan lintas ekivalen rencana juga dibahas untuk menentukan ketebalan perkerasan yang diperlukan. Contoh perhitungan dan penggunaan nomogram disertakan untuk ilustrasi lebih lanjut.

Diunggah oleh

irvan abidah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Metode Analisis Beban Lalu Lintas

Dokumen ini menjelaskan metode analisis komponen untuk perencanaan tebal perkerasan jalan, termasuk rumus untuk menghitung beban lalu lintas dan faktor regional. Daya dukung tanah dasar, indeks permukaan, dan lintas ekivalen rencana juga dibahas untuk menentukan ketebalan perkerasan yang diperlukan. Contoh perhitungan dan penggunaan nomogram disertakan untuk ilustrasi lebih lanjut.

Diunggah oleh

irvan abidah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

21/08/2025

21/08/2025
21/08/2025
21/08/2025

METODE ANALISA KOMPONEN

Rumus umum:
Log Wt18 = 9.36 log (ITP+1)-0.20+Gt/(0.40+(1094/(ITP+1)5.19))
+log FR + 0.372(DDT-3)
Dimana:
Wt18 = beban lalin selama UR atas dasar beban 18 kips yang
diperhitungkan terhadap faktor regional
Gt = log (IPo-IPt)/(IPo-1.5)
DDT = daya dukung tanah dasar yang merupakan korelasi dari CBR
FR = faktor regional (0.5-4)

Bersumber pada AASHTO ’72


21/08/2025

Daya Dukung Tanah Dasar Faktor Regional

 Punya korelasi dengan CBRsubgrade  Menurut AASHTO merupakan faktor pengaruh dari: drainase, muka air tanah,
kelandaian jalan
 Gunakan Grafik
 Menurut Bina Marga merupakan faktor pengaruh dari curah hujan
 CBR  skala log
DDT  skala linear Kelandaian I Kelandaian II Kelandaian III
(< 6 %) (6 – 10 %) (> 10 %)
Curah Hujan
% kendaraan berat % kendaraan berat % kendaraan berat

 30 % > 30 %  30 % > 30 %  30 % > 30 %


Iklim I
0,5 1,0 – 1,5 1,0 1,5 – 2,0 1,5 2,0 – 2,5
< 900 mm/th
Iklim II
1,5 2,0 – 2,5 2,0 2,5 – 3,0 2,5 3,0 – 3,5
> 900 mm/th

Faktor Regional Indeks Permukaan (IP)

 Catatan:  Merupakan nilai kerataan/kehalusan serta kekokohan permukaan yang


bertalian dengan tingkat pelayanan bagi lalu lintas yang lewat
Pada bagian-bagian jalan tertentu, seperti persimpangan,
pemberhentian atau tikungan tajam (R=30m) FR  Terdapat IPo dan IPt
ditambah dengan 0.5.  IPo = indeks permukaan pada awal usia rencana (lihat Tabel)
Tergantung jenis lapis permukaan yang direncanakan atau nilai roughness.
Pada daerah rawa FR ditambah 1.0.
 IPt = indeks permukaan pada akhir umur rencana (lihat Tabel)
Tergantung lintas ekivalen rencana dan klasifikasi jalan.
21/08/2025

Indeks Permukaan Awal (IPo) Indeks Permukaan Akhir (IPt)

Roughness
Jenis Lapis Perkerasan IPo
 Contoh: Bila jalan direncanakan (mm/km)
untuk perkerasan aspal beton 4  1000 Lintas Ekivalen Rencana *) Klasifikasi Jalan
LASTON
maka IPo > 4 3,9 – 3,5 > 1000
3,9 – 3,5  2000 (LER) Lokal Kolektor Arteri Tol
LASBUTAG
3,4 – 3,0 > 2000
3,9 – 3,5  2000
< 10 1,0 – 1,5 1,5 1,5 – 2,0 –
HRA
3,4 – 3,0 > 2000
10 – 100 1,5 1,5 – 2,0 2,0 –
BURDA 3,9 – 3,5 < 2000
BURTU 3,4 – 3,0 < 2000 100 – 1000 1,5 – 2,0 2,0 2,0 – 2,5 –
3,4 – 3,0  3000
LAPEN > 1000 – 2,0 – 2,5 2,5 2,5
2,9 – 2,5 > 3000
LATASBUM 2,9 – 2,5 –
BURAS 2,9 – 2,5 –  Pada proyek-proyek penunjang jalan, jalan murah atau jalan darurat maka IP dapat diambil 1,0.
LATASIR 2,9 – 2,5 –
 LER merupakan ekivalen dari beban sumbu standar 8.16 ton
JALAN TANAH  2,4 –
JALAN KERIKIL  2,4 –

Indeks Permukaan Akhir (IPt)

 Penentuan nilai IPo dan IPt ini untuk menentukan Nomogram


untuk menentukan Indeks Tebal Perkerasan (ITP)
 ITP akan dijelaskan lebih lanjut !!!
21/08/2025

Lintas Ekivalen Rencana (LER)

Contoh: bila volume kendaraan sbb.


Angka pertumbuhan = i = 6 %
Umur Rencana = UR = 20 th
Type jalan = 6 / 2 UD
Hitung LER20th !!!

Lintas Ekivalen Rencana (LER)


1. Hitung angka ekivalen masing-masing kendaraan: 2. Tentukan koef. C:

Etunggal = Etandem =

3. Hitung LEP (Lintas Ekivalen Permulaan) : LEP = Σ LHR . E . C


21/08/2025

Lintas Ekivalen Rencana (LER)


Contoh Penggunaan Nomogram
4. Hitung LEA (Lintas Ekivalen Akhir) : • Setelah direncanakan IPo dan diketahui LER maka dapat diketahui IPt, kemudian juga diketahui
DDT dan FR, maka tahap selanjutnya adalah memilih NOMOGRAM yang sesuai dengan IPo dan IPt.
LEA = Σ LHR (1+i)UR . C . E
• Nomogram u/ metode MAK ada 9 buah
LEA = LEP (1+0.06)20 = 60.065 (1.06)20 = 192.637 • Contoh penggunaan:
Bila diketahui jalan arteri dengan LER = 252.702 maka IPt = 2 – 2.5 diambil IPt = 2.5
5. Hitung LET (Lintas Ekivalen Tengah) :
LET = 0.5 (LEP + LEA) Lintas Ekivalen Rencana *) Klasifikasi Jalan

LET = 0.5 (60.065 + 192.637) = 126.351 (LER) Lokal Kolektor Arteri Tol
6. Hitung LER (Lintas Ekivalen Rencana) : < 10 1,0 – 1,5 1,5 1,5 – 2,0 –

LER = LET x FP 10 – 100 1,5 1,5 – 2,0 2,0 –

100 – 1000 1,5 – 2,0 2,0 2,0 – 2,5 –


LER = 126.351 x 20/10 = 252.702
> 1000 – 2,0 – 2,5 2,5 2,5

Faktor Regional (FR)


Indeks Permukaan Awal (IPo)
• Diketahui:
Roughness • Curah hujan = 500 mm/th
• Bila jalan direncanakan Jenis Lapis Perkerasan IPo • Kelandaian jalan rata-rata = 4 %
(mm/km)
dengan LASTON IPo = 4 • Jumlah kendaraan berat = 29 % dari total LHR
4  1000
LASTON • Maka FR = 0.5
3,9 – 3,5 > 1000
3,9 – 3,5  2000
LASBUTAG
3,4 – 3,0 > 2000
Kelandaian I Kelandaian II Kelandaian III
3,9 – 3,5  2000
HRA (< 6 %) (6 – 10 %) (> 10 %)
3,4 – 3,0 > 2000 Curah Hujan
% kendaraan berat % kendaraan berat % kendaraan berat
BURDA 3,9 – 3,5 < 2000
BURTU 3,4 – 3,0 < 2000  30 % > 30 %  30 % > 30 %  30 % > 30 %

3,4 – 3,0  3000 Iklim I


LAPEN 0,5 1,0 – 1,5 1,0 1,5 – 2,0 1,5 2,0 – 2,5
2,9 – 2,5 > 3000 < 900 mm/th
LATASBUM 2,9 – 2,5 –
Iklim II
BURAS 2,9 – 2,5 – 1,5 2,0 – 2,5 2,0 2,5 – 3,0 2,5 3,0 – 3,5
> 900 mm/th
LATASIR 2,9 – 2,5 –
JALAN TANAH  2,4 –
JALAN KERIKIL  2,4 –
21/08/2025

Daya Dukung Tanah


Indeks Tebal Perkerasan (ITP)
• Diketahui: CBR segmen rata2 = 2.9
• IPo = 4
• IPt = 2.5
• DDT = 3.8
• LER = 252.7
• FR = 0.5

CBR = 2.9
DDT = 3.8
ITP = 9.4

CBR = 2.9

Indeks Tebal Perkerasan (ITP) a1, a2, a3


• ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3
• a1, a2, a3 = kekuatan relatif (lihat Tabel)
• D1, D2, D3 = tebal lapis perkerasan (lihat Tabel)
• Berdasarkan hasil dari Nomogram 1
• ITP = 9.4
• Bila direncanakan:
• Surface : laston ; a1 = 0.4
• Base course: laston atas ; a2 = 0.28
• Sub base : batu pecah kelas A ; a3 = 0.13

SURFACE D1

BASE COURSE D2

SUBBASE COURSE D3
SUBGRADE
21/08/2025

Tebal Minimum
Indeks Tebal Perkerasan (ITP)

• ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3 SURFACE D1


• 9.4 = 0.4 x 7.5 + 0.28 x 10 + 0.13 x D3 BASE COURSE D2
• D3 = (9.4 – 3 – 2.8 ) / 0.13 = 27.7
• Dipakai D3 = 30 cm SUBBASE COURSE D3
• Jadi tebal perkerasan:
• D1 = 7.5 cm
• D2 = 10 cm SUBGRADE CBR
2.9%
• D3 = 30 cm
• Total = 47.5 cm

3. Penyelesaian :
LALU LINTAS TINGGI LHR pada tahun 2023 ( awal UR ) dengan rumus ( 1 + i )n
* Kend. Ringan 2 t = 3937 kend. = 3500 ( 1 + 0,04 )3
1. Rencanakan : Tebal perkerasan untuk jalan 2 jalur 2 arah, data lalulintas tahun 2020 seperti dibawah ini, * Bus 8 t = 1968 kend.
dengan umur rencana : a. 10 tahun b. 15 tahun. * Truk 2 as 13 t = 506 kend.
2. Data – Data : * Truk 3 as 20 t = 135 kend.
* Kendaraan ringan 2 ton ( 1 + 1 ) = 3500 kend. * Truk 5 as 30 t = 90 kend
* Bus 8 ton ( 3 + 5 ) = 1750 kend. LHR pada tahun ke 10
* Truk 2 as 13 ton ( 5 + 8 ) = 450 kend. * Kend. Ringan 2 t = 7051 kend. = 3937 ( 1 + 0,06 )10
* Truk 3 as 20 ton ( 6 + 7.7 ) = 120 kend. * Bus 8 t = 3525 kend.
* Truk 5 as 30 ton ( 6 + 7.7 + 5 + 5 ) = 80 kend. * Truk 2 as 13 t = 906 kend.
* Truk 3 as 20 t = 241 kend.
LHR2020 = 5.900 kend/hr/2 jalur * Truk 5 as 30 t = 161 kend.
Jalan akan dibuka tahun 2023 ( awal umur rencana ) dengan i = 4 %, perkembangan lalu lintas ( i ) = untuk 10 th = 6% dan untuk LHR pada tahun ke 15
15 th = 5%.
* Kend. Ringan 2 t = 8185 kend. = 3937 ( 1 + 0,05 )15
CBR tanah dasar = 3,4 % ; IP = 2,0 ; FR = 1,0
* Bus 8 t = 4091 kend.
Bahan – Bahan Perkerasan :
* Truk 2 as 13 t = 1052 kend.
→ Laston ( MS. 744 )
* Truk 3 as 20 t = 282 kend.
→ Batu Pecah ( CBR 100 )
* Truk 5 as 30 t = 187 kend.
→ Sirtu ( CBR 50 )
21/08/2025

Setelah dihitung, angka ekivalen ( E ) masing-masing kend. sbb :


* Kend. Ringan 2 t = 0,0002 + 0,0002 = 0,0004
Nilai Distribusi Kendaraan (C )
* Bus 8 t = 0,0183 + 0,1410 = 0,1593
* Truk 2 as 13 t = 0,1410 + 0,9238 = 1,0648
* Truk 3 as 20 t = 0,2923 + 0,7452 = 1,0375
* Truk 5 as 30 t = 1,0375 + 2 (0,1410) = 1,3195

MENGHITUNG LEP :
* Kend. Ringan 2 t = 0,50 x 3937 x 0,0004 = 0,7874
* Bus 8 t = 0,50 x 1968 x 0,1593 = 156,75
* Truk 2 as 13 t = 0,50 x 506 x 1,0648 = 268,39
* Truk 3 as 20 t = 0,50 x 135 x 1,0375 = 70,03
* Truk 5 as 30 t = 0,50 x 90 x 1,3195 = 59,38
LEP = 556,34

MENGHITUNG LEA 10 TAHUN : MENGHITUNG LET :


* Kend. Ringan 2 t = 0,50 x 7051 x 0,0004 = 1,4102 LET10 = ½ ( LEP + LEA10 ) = ½ ( 556,34 + 995,77 )
* Bus 8 t = 0,50 x 3525 x 0,1593 = 280,77 = 776,06
* Truk 2 as 13 t = 0,50 x 906 x 1,0648 = 482,35 LET15 = ½ ( LEP + LEA15 ) = ½ ( 556,34 + 1156,19 )
* Truk 3 as 20 t = 0,50 x 241 x 1,0375 = 125,02 = 1284,41
* Truk 5 as 30 t = 0,50 x 161 x 1,3195 = 106,22

MENGHITUNG LER :
LEA10 = 995,77
LER10 = LET10 x UR/10 = 776,06 x 10/10 = 776,06
LER15 = LET15 x UR/10 = 1284,41 x 15/10 = 1926,62
MENGHITUNG LEA 15 TAHUN :
* Kend. Ringan 2 t = 0,50 x 8185 x 0,0004 = 1,637
* Bus 8 t = 0,50 x 4091 x 0,1593 = 325,85 MENCARI ITP :
* Truk 2 as 13 t = 0,50 x 1052 x 1,0648 = 560,08 CBR tanah dasar = 3,4 % ; DDT = 4 ; IP = 2,0 : FR = 1,0
* Truk 3 as 20 t = 0,50 x 280 x 1,0375 = 145,25 LER10 = 776,06 → ITP10 = 10 ( IP0 = 3,9 – 3,5 )
* Truk 5 as 30 t = 0,50 x 187 x 1,3195 = 123,37 LER15 = 1926,62 → ITP15 = 11 ( IP0 = 3,9 – 3,5 )

LEA15 = 1156,19
21/08/2025

Koefisien Kekuatan Bahan

MENETAPKAN TEBAL PERKERASAN


* UR = 10 TAHUN PERENCANAAN KONSTRUKSI BERTAHAP
1. Rencanakan :
ITP = a1D1 + a2D2 + a3D3 Tebal perkerasan untuk jalan 2 jalur, data-data lalu lintas
10 = 0,35D1 + 0,14. 20 + 0,12. 10 tahun 2005 seperti dibawah ini, dan umur rencana : ( 5 + 5 )
Jalan dibuka tahun 2008 ( i selama pelaksanaan = 3,2 % per tahun ) FR = 1,0 dan
10 = 0,35D1 + 4 data CBR tanah dasar = 3,4 %.
D1 = 17,14  17,5 cm
2. Data – Data Lalu Lintas :
* Kendaraan ringan 2 ton ( 1 + 1 ) = 4785
* Bus 8 ton ( 3 + 5 ) = 2580
* UR = 15 TAHUN * Truk 2 as 13 ton ( 5 + 8 ) = 1875
ITP = a1D1 + a2D2 + a3D3 * Truk 3 as 20 ton ( 6 + 7.7 ) = 925
* Truk 5 as 30 ton ( 6 + 7.7 + 5 + 5 ) = 70
11 = 0,35D1 + 0,14. 20 + 0,12. 10
LHR 2005 = 10.225 kend/hr/2 jurusan
11 = 0,35D1 + 4 Perkembangan Lalu Lintas ( i ) = 3,8 %
D1 = 20 cm Bahan – Bahan Perkerasan :
* Laston ( MS.590 )
* Batu Pecah Klas A
* Sirtu Klas B
21/08/2025

* PENYELESAIAN : Angka Ekivalen ( E )


LHR pada tahun 2008 ( awal umur rencana ) : i = 3,2 % * Kendaraan ringan 2 ton = 0,0002 + 0,0002 = 0,0004
Rumus : LHR ( 1 + i ) n * Bus 8 ton = 0,0183 + 0,1410 = 0,1593
* Kendaraan ringan 2 ton ( 1 + 1 ) = 5259,2 * Truk 2 as 13 ton = 0,1410 + 0,9238 = 1,0648
* Bus 8 ton ( 3 + 5 ) = 2835,6 * Truk 3 as 20 ton = 0,2923 + 0,7452 = 1,0375
* Truk 2 as 13 ton ( 5 + 8 ) = 2060,8 * Truk 5 as 30 ton = 1,0372 +2(0,1410) = 1,3195
* Truk 3 as 20 ton ( 6 + 7.7 ) = 1016,6
* Truk 5 as 30 ton ( 6 + 7.7 + 5 + 5 ) = 76,9 Menghitung LEP : Rumus C x LHR x E
* Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 5259,2 x 0,0004 = 0,0518
LHR pada tahun ke 5, 10 ( Akhir Umur Rencana ) : i = 3,8 % * Bus 8 ton = 0,50 x 2835,6 x 0,1593 = 225,9
5 tahun 10 tahun * Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 2060,8 x 1,0648 = 1097,1
* Kendaraan ringan 2 ton = 6337,3 7636,9 * Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 1016,0 x 1,0375 = 527,4
* Bus 8 ton = 3417,0 4117,4 * Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 76,9 x 1,3195 = 50,8
* Truk 2 as 13 ton = 2483,2 2992,3
* Truk 3 as 20 ton = 1225,0 1476,2 LEP = 1901,25
* Truk 5 as 30 ton = 92,7 111,7

Menghitung LET
Menghitung LEA : Rumus C x LHR x E
LET5 = ½ ( LEP + LEA5 )
- 5 Tahun
= ½ ( 1901,25 + 2292,21 ) = 2096,73
* Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 6337,3 x 0,0004 = 1,2674
LET10 = ½ ( LEA5 + LEA10 )
* Bus 8 ton = 0,50 x 3417,0 x 0,1593 = 272,16
* Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 2483,2 x 1,0648 = 1322,1 = ½ ( 2292,21 + 2762,12 ) = 2527,17
* Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 1225,0 x 1,0375 = 635,51
* Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 92,7 x 1,3195 = 61,165 Menghitung LER :
LER5 = LET5 x UR/10 = 2096,73 x 5/10 = 1048,37
LEA5 = 2292,21 LER10 = LET10 x UR/10 = 2527,17 x 10/10 = 2527,17
- 10 Tahun
* Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 7636.9 x 0,0004 = 1.5274
Mencari ITP :
* Bus 8 ton = 0,50 x 4117.4 x 0,1593 = 327,9
CBR = 3,4 ; DDT = 4 ; IP = 2,0 ; FR = 1,0 ; IP0 = 3,9 – 3,5
* Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 2992.3 x 1,0648 = 1593.1
* Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 1476.3 x 1,0375 = 765.8 1,67 LER5 =1750,78 ITP5 =
* Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 111.7 x 1,3195 = 73.7 2,5 LER10 = 6317,93 ITP10 =
LEA10= 2762,02
21/08/2025

Menetapkan Tebal Perkerasan :


* UR = ( 5 + 5 ) tahun
ITP5 = a1D1 + a2D2 + a3D3
= 0,35 D1 + 0,13 . 20 + 0,11 . 10
= 0,35 D1 + 3,7
0,35 D1 = ............. D1 = ....................
ITP10 = a1D1 + a2D2 + a3D3
= 0,35 D1 + 0,13 . 20 + 0,11 . 10
= 0,35 D1 + 3,7
0,35 D1 = ................. D1 = ......................
 Susunan Perkerasan 5 Tahun
Laston MS 590 =
Batu Pecah Klas A = 20 cm
Sirtu Klas B = 10 cm
 Susunan Perkerasan 10 Tahun
Laston MS 590 =
Batu Pecah Klas A = 20 cm
Sirtu Klas B = 10 cm

2. Data – data :
PELAPISAN TAMBAHAN * Kendaraan ringan 2 ton ( 1 + 1 ) = 2000 kendaraan
1. Rencanakan * Bus 8 ton ( 3 + 5 ) = 600 kendaraan
Tebal lapisan tambahan lama 2 jalur, data lalu lintas tahun 2000 seperti di bawah ini, * Truk 2 as 13 ton ( 5 + 8 ) = 100 kendaraan
dan umur rencana adalah : * Truk 3 as 20 ton ( 6 + 7.7 ) = 60 kendaraan
a. 5 tahun b. 10 tahun * Truk 5 as 30 ton ( 6 + 7.7 + 5 + 5 ) = 20 kendaraan
LHR2000 = 2780 kend./ hari/ 2 jurusan
Susunan perkerasan jalan lama :
* Asbuton ( MS 744 ) = 10,5 cm * Perkembangan lalu lintas ( i ) :
* Batu Pecah ( CBR 100 ) = 20 cm untuk 5 tahun = 8 %
* Sirtu ( CBR 50 ) = 10 cm untuk 15 tahun = 6 %
Hasil penilaian kondisi jalan menunjukkan bahwa pada lapis permukaan Asbuton terlihat * Bahan lapis tambahan Asbuton ( MS 744 )
crack sedang, beberapa deformasi pada jalur roda akibat jumlah lalu lintas yang
melebihi perkiraan semula. FR = 1,0
21/08/2025

3. Penyelesaian
n Setelah dihitung angka ekivalen ( E ) masing – masing kendaraan sebagai berikut :
LHR pada tahun ke 5, rumus ( 1 + i ) :
* Kendaraan ringan 2 ton ( 1 + 1 ) = 0,0002 + 0,0002 = 0,0004
* Kendaraan ringan 2 ton = 2938,6 kendaraan
* Bus 8 ton ( 3 + 5 ) = 0,0183 + 0,1410 = 0,1593
* Bus 8 ton = 881,6 kendaraan * Truk 2 as 13 ton ( 5 + 8 ) = 0,1410 + 0,9238 = 1,0648
* Truk 2 as 13 ton = 146,9 kendaraan * Truk 3 as 20 ton ( 6 + 7.7 ) = 0,2923 + 0,7452 = 1,0375
* Truk 3 as 20 ton = 88,2 kendaraan * Truk 5 as 30 ton ( 6 + 7.7 ) + 5 + 5 = 1,0375 + 2 (1,3195) = 1,3195
* Truk 5 as 30 ton = 29,4 kendaraan
Menghitung LEP :
n * Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 2000 x 0,0004 = 0,400
LHR pada tahun ke 15, ( akhir umur rencana ), rumus ( 1 + 1 ) :
* Bus 8 ton = 0,50 x 600 x 0,1593 = 47,790
* Kendaraan ringan 2 ton = 4793,1 kendaraan * Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 100 x 1,0648 = 53,240
* Bus 8 ton = 1437,9 kendaraan * Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 60 x 1,0375 = 31,125
* Truk 2 as 13 ton = 239,7 kendaraan * Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 20 x 1,3195 = 13,194

* Truk 3 as 20 ton = 143,8 kendaraan


LEP = 145,759
* Truk 5 as 30 ton = 47,9 kendaraan

Menghitung LEA : Menghitung LET :


 5 Tahun  LET5 = ½ ( LEP + LEA5 ) = ½ ( 145,749 + 214,166 )
* Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 2938,6 x 0,0004 = 0,588 = 180
* Bus 8 ton = 0,50 x 881,6 x 0,1593 = 70,219  LET15 = ½ ( LEP + LEA15 )= ½ ( 145,749 + 249,300 )
* Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 146,9 x 1,0648 = 78,210 = 248
* Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 88,2 x 1,0375 = 45,754
* Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 29,4 x 1,3195 = 19,395 Menghitung LER :
 LER5 = LET5 x UR / 10 = 180 x 5 / 10 = 90
LEA5 = 145,759  LER15 = LET15 x UR / 10 = 248 x 15 / 10 = 372
 15 Tahun
* Kendaraan ringan 2 ton = 0,50 x 4793,1 x 0,0004 = 0,959 Mencari ITP :
* Bus 8 ton = 0,50 x 1437,9 x 0,1593 = 114,529  CBR tanah dasar = 3,4 % ; DDT = 4
* Truk 2 as 13 ton = 0,50 x 239,7 x 1,0648 = 127,616  IP = 2,0
* Truk 3 as 20 ton = 0,50 x 143,8 x 1,0375 = 74,596  FR = 1,0
* Truk 5 as 30 ton = 0,50 x 47,9 x 1,3195 = 31,600 LER5 = 90 ITP5 = 7,1 ( IP0 = 3,9 – 3,5 )
LER15 = 372 ITP15 = 8,8 ( IP0 = 3,9 – 3,5 )
LEA15 = 349,300
21/08/2025

Menetapkan tebal lapis tambahan :


 Kekuatan tebal lapis tambahan :
Asbuton ( MS 744 ) 10,5 cm = 60 % x 10,5 x 0,35 = 2,2
Batu Pecah ( CBR 100 ) 20 cm = 100 % x 20 x 0,14 = 2,8
Sirtu ( CBR 50 ) 10 cm = 100 % x 10 x 0,12 = 1,2

ITP ada = 6,2

UR = 5 tahun
ITP = ITP5 - ITP ada = 7,1 – 6,2 = 0,9
0,9 = 0,35 . D1
D1 = 2,6 = 3 cm Asbuton ( MS 744 )

UR = 15 tahun
ITP = ITP5 - ITP ada = 8,8 – 6,2 = 2,6
2,6 = 0,35 . D1
D1 = 7,4 ≈ 7,5 cm Asbuton ( MS 744 )

2. Lapis Pondasi
Tabel 8.1 Nilai Kondisi Perkerasan Jalan
1. Lapis Permukaan a. Pondasi aspal beton atau penetrasi macadam
• Umumnya tidak crack 90 % - 100 %
• Umumnya tidak crack, hanya sedikit deformasi pada jalur 90 % - 100 %
roda. • Terlihat crack halus, namun masih stabil 70 % - 90 %
• Terlihat crack halus, sedikit deformasi pada jalur roda namun • Crack sedang, pada dasarnya masih menunjukkan kestabilan 50 % - 70 %
70 % - 90 %
masih tetap stabil. • Crack banyak, menunjukkan gejala ketidakstabilan
• Crack sedang, beberapa deformasi pada jalur roda, pada 30 % - 50 %
50 % - 70 %
dasarnya masih menunjukkan kestabilan. b. Stabilisasi tanah dengan semen atau kapur :
• Crack banyak, demikian juga deformasi pada jalur roda, • Plastisitas Index ( PI ) ≤ 10
menunjukkan gejala ketidakstabilan. 30 % - 70 %
70 % - 100 %
c. Pondasi makadam atau batu pecah :
• Plastisitas Index ( PI ) ≤ 6
60 % - 100 %
21/08/2025

ANGKA EKIVALEN
3. Lapis Pondasi Bawah BEBAN SATU SUMBU ANGKA EKIVALEN
Kg Lbs SUMBU TUNGGAL SUMBU GANDA
• Plastisitas Index ( IP ) ≤ 6 90 % - 100 % 1000 2.025 0.0002 -
2000 4.409 0.0036 0.0003

• Plastisitas Index ( IP ) ≤ 10 70 % - 100 % 3000 6.614 0.0183 0.0016


4000 8.818 0.0577 0.0050
5000 11.023 0.1410 0.0121
6000 13.228 0.2923 0.0251
7000 15.432 0.5415 0.0466
8000 17.637 0.9238 0.0794
8160 18.000 1.0000 0.0860
9000 19.841 1.4798 0.1273
10.000 22.046 2.2555 0.1940
11.000 24.251 3.3022 0.2840
12.000 26.455 4.6670 0.4022
13.000 28.660 6.4419 0.5540
14.000 30.864 8.6647 0.7452
15.000 33.069 11.4194 0.9820
16.000 32.276 14.7815 1.2712

Anda mungkin juga menyukai