0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Informasi Kesesuaian Tata Ruang Belu

Diunggah oleh

baufredrikus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Informasi Kesesuaian Tata Ruang Belu

Diunggah oleh

baufredrikus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BELU

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


Jl. A. YANI NO. 19 TELP (0389) 21136/21281
ATAMBUA

INFORMASI KESESUAIAN TATA RUANG


Nomor : / [Link] / PUPR / IX / 2025

Menindaklanjuti Surat Nomor: 01/[Link]/IX/2025 Perihal Permohonan Informasi Kesesuaian


Tata Ruang Sehubungan dengan Rencana Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa
Manleten Kecamatan Tasifeto Timur maka diberikan informasi sebagai berikut :

Data Bidang Tanah :


1. Nama Barang : Tanah Kantor Kecamatan Tasifeto Timur
2. Nama Pemegang Hak : Pemerintah Daerah TK II Belu
3. Luas Lahan : 32.510 m²
4. Kebutuhan Lahan : 800 m²
5. Koordinat Lokasi : -9.129182°LS 124.983207°BT

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Belu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu Tahun 2020 – 2040 bidang tanah tersebut berada pada
Kawasan Permukiman Perkotaan dan dapat diizinkan untuk membangun Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi.

Ketentuan Umum Peraturan Zonasi (KUPZ) Kawasan Peruntukan Permukiman Perkotaan


meliputi:
1. Mengefisienkan perubahan fungsi ruang untuk kawasan terbangun melalui arahan bangunan
vertikal sesuai kondisi masing-masing ibukota kecamatan dengan tetap menjaga harmonisasi
intensitas ruang yang ada;
2. Pada setiap kawasan terbangun yang digunakan untuk kepentingan publik juga harus
menyediakan ruang untuk pejalan kaki dengan tidak mengganggu fungsi jalan;
3. Pada setiap kawasan terbangun untuk berbagai fungsi terutama permukiman padat harus
menyediakan ruang evakuasi bencana sesuai dengan kemungkinan timbulnya bencana yang
dapat muncul;
4. Perubahan atau penambahan fungsi ruang tertentu (misalnya pada zona permukiman sebagian
digunakan untuk fasilitas umum termasuk ruko) boleh dilakukan sepanjang saling menunjang
atau setidaknya tidak menimbulkan efek negatif bagi zona yang telah ditetapkan;
5. Tidak boleh melakukan kegiatan pembangunan diluar area yang telah ditetapkan sebagai bagian
dari ruang milik jalan atau ruang pengawasan jalan, termasuk melebihi ketinggian bangunan
seperti yang telah ditetapkan, kecuali diikuti ketentuan khusus sesuai dengan kaidah desain
kawasan, seperti diikuti pemunduran bangunan, atau melakukan kompensasi tertentu yang
disepakati oleh stakeholder terkait;
6. Pada setiap lingkungan permukiman yang dikembangkan harus disediakan sarana dan
prasarana lingkungan yang memadai sesuai kebutuhan masing-masing;
7. Pada setiap pusat-pusat kegiatan masyarakat harus dialokasikan kawasan khusus
pengembangan sektor informal;
8. Pada lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan di
kawasan perkotaan harus tetap dilindungi dan tidak dilakukan alih fungsi; dan
9. Pada kawasan yang telah ditetapkan batas ketinggian untuk alat komunikasi dan jaringan
pengaman saluran udara tegangan tinggi tidak boleh melakukan kegiatan pembangunan dalam
radius keamanan dimaksud.

Demikian informasi ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Atambua, 04 September 2025

Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat


Kabupaten Belu,

Simplisius Vinsen Dalung, ST


Pembina Tk. l
NIP.19760820 200112 1 006

Paraf Hierarki
Plt. Sekertaris
Kepala Bidang Tata Ruang
Pejabat Fungsional Penata Ruang

Anda mungkin juga menyukai