0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan42 halaman

Analisis Teknik Defense Tim Voli SMPN 15

Diunggah oleh

65j6y7zdz8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan42 halaman

Analisis Teknik Defense Tim Voli SMPN 15

Diunggah oleh

65j6y7zdz8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DEFENSE PADA TIM BOLA


VOLI SMPN 15 LUBUKLINGGAU

Oleh:
DIAH ANGGRAINI ASTUTI
NIM 301220048

Proposal Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan


mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI


KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI
2025
LEMBAR PERSETUJUAN

ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DEFENSE PADA TIM BOLA

VOLI SMPN 15 LUBUKLINGGAU

DIAH ANGGRAINI ASTUTI

NIM 301220048

Proposal Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan

mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan

Menyetujui untuk diajukan pada Seminar Proposal

Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

(Nama lengkap dan gelar) (Nama lengkap dan gelar)

Mengetahui

Ketua Prodi Penjaskesrek

Ever Sovensi, [Link]., [Link]

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN.........................................................................................................

DAFTAR ISI................................................................................................................................

DAFTAR TABEL........................................................................................................................

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................................

BAB 1

PENDAHULUAN..........................................................................................................................

A. Latar Belakang Masalah......................................................................................................

B. Fokus Penelitian...................................................................................................................

C. Rumusan Masalah................................................................................................................

D. Tujuan Penelitian.................................................................................................................

E. Manfaat Penelitian...............................................................................................................

BAB II

KAJIAN PUSTAKA......................................................................................................................

A. Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian........................................................

B. Kajian Penelitian yang Relevan.........................................................................................

BAB III

METODE PENELITIAN............................................................................................................

A. Seting Penelitian................................................................................................................

iii
B. Metode dan Prosedur Penelitian........................................................................................

C. Data dan Sumber Data.......................................................................................................

D. Teknik Pengumpulan Data.................................................................................................

E. Prosedur Analisis Data.......................................................................................................

E. Pemeriksaan Keabsahan Data............................................................................................

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1.....................................................................................................................25

Tabel 3.2.....................................................................................................................27

Tabel 3.3.....................................................................................................................28

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Lapangan voli.......................................................................................18

Gambar 2.2 : Lapangan voli beserta ukurannya.........................................................19

Gambar 2.3 : Jaring bola voli dengan tiang dan dudukan wasit................................20

Gambar 2.4 : Desain net dan perangkatnya................................................................20

Gambar 2.5 : Bola voli...............................................................................................21

Gambar 3.1 : Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif.......................30

BAB 1

vi
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga merupakan sarana penting dalam pembentukan karakter, pengembangan

fisik, serta peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Salah satu cabang olahraga

yang banyak diminati di tingkat pelajar hingga dewasa adalah bola voli. Bola voli

tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga keterampilan teknik, strategi

permainan, serta kerja sama tim yang solid. Di antara berbagai aspek penting dalam

permainan bola voli, teknik defense atau pertahanan memiliki peran sentral dalam

mengantisipasi serangan lawan dan menjaga kestabilan tim. Teknik defense yang baik

akan memungkinkan tim untuk bertahan lebih lama, menciptakan peluang serangan

balik, dan meningkatkan kemungkinan kemenangan. Oleh karena itu, penguasaan

teknik defense yang efektif sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, terlebih

pada tingkat pelajar yang merupakan masa pembinaan dan pembelajaran dasar

teknik-teknik permainan.

Di SMPN 15 Lubuklinggau, bola voli menjadi salah satu olahraga ekstrakurikuler

yang aktif dilaksanakan dan diminati oleh siswa. Berdasarkan hasil observasi awal,

diketahui bahwa tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau memiliki semangat berlatih

dan kekompakan yang cukup baik, namun masih terdapat kelemahan pada aspek

pertahanan, terutama ketika menghadapi serangan cepat dari tim lawan. Beberapa

kesalahan yang sering terjadi meliputi posisi bertahan yang kurang tepat,

vii
keterlambatan dalam mengantisipasi bola, serta teknik dasar defense seperti dig dan

block yang belum optimal. Hal ini menjadi perhatian penting bagi peneliti untuk

mengetahui lebih jauh bagaimana kemampuan teknik defense siswa dalam tim bola

voli sekolah tersebut, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan peningkatan melalui

pendekatan yang tepat.

Menurut Suharno (2008: 44), teknik dasar dalam permainan bola voli mencakup

servis, passing, smash, block, dan pertahanan (defense). Pertahanan dalam bola voli

terdiri dari dua jenis utama, yaitu pertahanan di atas net (blocking) dan pertahanan

lapangan (digging). Keduanya memiliki fungsi utama untuk menghentikan atau

menahan serangan lawan agar tidak menghasilkan poin.

Pendapat lain dikemukakan oleh Bompa (2009), yang menyatakan bahwa

pertahanan yang baik dalam olahraga beregu seperti bola voli membutuhkan

perpaduan antara kemampuan teknik, pengambilan keputusan yang cepat, dan

koordinasi antarpemain. Latihan yang berfokus pada skenario permainan dan evaluasi

video pertandingan dapat membantu meningkatkan kemampuan pertahanan pemain.

Sementara itu, Harsono (1988) menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan

teknik dalam olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai

dari pemahaman dasar, latihan teknik individual, hingga aplikasi dalam kondisi

permainan yang sesungguhnya.

viii
Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti selama beberapa sesi latihan tim

bola voli SMPN 15 Lubuklinggau, ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan

dengan teknik defense, antara lain:

1. Masih banyak pemain yang belum memahami posisi bertahan yang efektif

saat lawan melakukan serangan.

2. Kemampuan blocking masih rendah, terbukti dari banyaknya smash lawan

yang berhasil menembus pertahanan tanpa perlawanan.

3. Koordinasi antar pemain dalam pertahanan lapangan kurang optimal, yang

menyebabkan beberapa bola jatuh di antara dua pemain (miss

communication).

4. Kecepatan reaksi pemain dalam mengantisipasi bola pantul atau bola drop

masih perlu ditingkatkan.

Hasil wawancara dengan pelatih menyebutkan bahwa sebagian besar pemain

belum mendapatkan pelatihan teknik defense secara mendalam dan latihan masih

fokus pada peningkatan fisik serta teknik dasar secara umum. Hal ini menunjukkan

perlunya penelitian lebih lanjut untuk menganalisis seberapa besar kemampuan teknik

defense pemain, baik secara individu maupun tim, agar dapat diberikan pelatihan

yang lebih terarah.

SMPN 15 Lubuklinggau merupakan sekolah menengah pertama negeri yang

memiliki fasilitas olahraga yang cukup memadai, termasuk lapangan bola voli

ix
permanen yang digunakan untuk latihan dan pertandingan. Sekolah ini aktif

mengikuti berbagai kegiatan dan turnamen antar sekolah, baik di tingkat kota maupun

kabupaten. Tim bola voli sekolah ini memiliki semangat kompetitif yang tinggi dan

telah menunjukkan kemajuan dari segi kekompakan dan semangat juang.

Namun demikian, berdasarkan data dari pelatih dan guru olahraga, sering kali tim

mengalami kekalahan dalam pertandingan karena lemahnya lini pertahanan,

meskipun secara teknik serangan cukup berkembang. Kondisi ini menunjukkan

adanya ketidakseimbangan antara kemampuan menyerang dan bertahan. Maka dari

itu, analisis mendalam mengenai teknik defense sangat dibutuhkan sebagai bahan

evaluasi dan perbaikan program latihan yang sedang dijalankan.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian

dengan judul "Analisis Kemampuan Teknik Defense pada Tim Bola Voli SMPN 15

Lubuklinggau". Judul ini dipilih karena adanya permasalahan nyata yang ditemukan

di lapangan, yaitu lemahnya kemampuan pertahanan tim yang berdampak langsung

pada hasil pertandingan. Dengan melakukan analisis terhadap kemampuan teknik

defense, peneliti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam bentuk saran

teknis dan metode latihan yang dapat diterapkan oleh pelatih dan pemain untuk

meningkatkan performa tim secara keseluruhan.

Selain itu, penelitian ini juga relevan dengan bidang ilmu Pendidikan Jasmani

Kesehatan dan Rekreasi, khususnya dalam pengembangan teknik permainan dan

x
pembinaan prestasi olahraga di tingkat pelajar. Hasil penelitian diharapkan dapat

memberikan gambaran yang jelas tentang kekuatan dan kelemahan teknik defense

pada tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau, serta menjadi referensi bagi penelitian-

penelitian selanjutnya di bidang yang sama..

B. Fokus Penelitian

Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kemampuan teknik defense pada

pemain bola voli yang tergabung dalam tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau. Fokus

utama terletak pada keterampilan teknik dasar pertahanan (defense) dalam permainan

bola voli, seperti:

1. Kemampuan teknik blocking (menghadang serangan lawan di atas net).

2. Kemampuan teknik dig/penggagalan serangan lawan (penerimaan bola

serangan/spike lawan).

3. Posisi dan pergerakan pemain saat melakukan pertahanan.

4. Koordinasi tim dalam situasi bertahan.

Analisis akan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan

keterampilan pemain dalam menerapkan teknik-teknik defense, serta

mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki tim dalam aspek pertahanan.

xi
C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kemampuan teknik defense yang dimiliki oleh pemain tim bola

voli SMPN 15 Lubuklinggau?

2. Apa saja jenis teknik defense yang paling sering digunakan oleh tim bola voli

SMPN 15 Lubuklinggau dalam pertandingan?

3. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan teknik

defense pada tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau?

4. Sejauh mana efektivitas penerapan teknik defense dalam menunjang performa

tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau saat bertanding?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui tingkat kemampuan teknik defense (pertahanan) yang

dimiliki oleh tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau.

2. Untuk menganalisis jenis-jenis teknik defense yang paling dominan

digunakan oleh tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau dalam pertandingan.

3. Untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dalam penerapan teknik

defense oleh pemain bola voli SMPN 15 Lubuklinggau.

4. Untuk memberikan masukan yang konstruktif kepada pelatih dan pemain

dalam meningkatkan efektivitas teknik defense tim.

xii
E. Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang serta tujuan penelitian, maka manfaat yang

diharapkan peneliti melalui penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan,

khususnya dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga, terutama mengenai teknik

defense dalam permainan bola voli. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan referensi

bagi peneliti selanjutnya yang tertarik mengkaji aspek keterampilan teknik dalam

permainan bola voli.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Pelatih

Memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan teknik defense

pemain, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyusun

program latihan yang lebih tepat sasaran.

b. Bagi Pemain

Memberikan pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan dalam

teknik defense yang dimiliki, sehingga dapat menjadi motivasi untuk

meningkatkan kemampuan individu maupun tim.

c. Bagi Sekolah (SMP N 15 Lubuklinggau)

Memberikan kontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga bola voli

di sekolah melalui data analisis teknik yang dapat dijadikan dasar

pengembangan pembinaan atlet.

xiii
d. Bagi Guru PJOK

Sebagai masukan dalam merancang pembelajaran bola voli yang lebih

efektif, terutama dalam aspek keterampilan pertahanan (defense).

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian

1. Hakikat Analisis

Analisis merupakan suatu proses intelektual yang mencakup berbagai aktivitas

berpikir kritis, seperti menguraikan suatu objek, fenomena, atau permasalahan

menjadi bagian-bagian kecil, membedakan unsur-unsur tersebut berdasarkan

karakteristik tertentu, memilah dan mengelompokkannya sesuai dengan kategori yang

relevan, lalu mencari keterkaitan antar komponen tersebut untuk kemudian

ditafsirkan maknanya secara mendalam. Aktivitas ini tidak hanya sekadar

memisahkan bagian-bagian dari suatu keseluruhan, tetapi juga memahami hubungan

fungsional antar bagian dalam kerangka yang lebih luas.

Secara etimologis, istilah analisis atau analisa berasal dari bahasa Yunani kuno,

yakni kata “analusis” yang secara harfiah berarti “melepaskan” atau “menguraikan.”

Kata analusis sendiri merupakan gabungan dari dua suku kata: “ana” yang berarti

kembali, dan “luein” yang berarti melepas atau menghancurkan. Bila keduanya

digabungkan, maka maknanya menjadi melepaskan kembali atau menguraikan ke

xiv
bentuk asalnya. Istilah ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi

analysis, dan selanjutnya diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi analisis,

tanpa perubahan makna yang berarti.

Dalam praktiknya, kata analisis digunakan secara luas dalam berbagai bidang

ilmu, baik dalam ranah ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu alam (sains), ilmu bahasa dan

linguistik, maupun bidang-bidang lainnya. Masing-masing disiplin ilmu

menggunakan analisis sebagai pendekatan untuk menelaah objek kajiannya secara

sistematis dan logis, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Khusus dalam bidang bahasa dan linguistik, analisis dimaknai sebagai suatu proses

kajian mendalam terhadap unsur-unsur struktur kebahasaan, seperti fonologi,

morfologi, sintaksis, dan semantik. Proses ini bertujuan untuk memahami cara kerja

bahasa secara ilmiah, termasuk dalam hal hubungan antarunsur dan fungsinya dalam

sistem bahasa.

Secara umum, pengertian analisis dapat dirumuskan sebagai suatu kemampuan

atau keterampilan untuk memecah atau mengurai suatu informasi, objek, atau materi

menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga masing-masing komponen dapat

diamati, dipahami, dan dikaji secara lebih jelas dan sistematis. Analisis membantu

seseorang melihat struktur internal dari sesuatu yang kompleks, sehingga bisa

diinterpretasikan maknanya atau dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, analisis juga dapat diartikan sebagai suatu usaha kognitif dalam

mengamati dan memahami sesuatu secara terperinci, baik dengan cara memecahnya

menjadi unsur-unsur kecil yang menyusunnya, maupun dengan cara menyusun

xv
kembali bagian-bagian tersebut menjadi suatu sistem yang bermakna. Proses ini

memungkinkan seseorang untuk menilai, mengevaluasi, dan menyimpulkan sesuatu

berdasarkan bukti-bukti yang konkret.

Menurut pendapat Komaruddin (2001), analisis merupakan suatu aktivitas

berpikir yang bertujuan untuk menguraikan keseluruhan menjadi bagian-bagian

pembentuknya, agar masing-masing bagian tersebut dapat dikenali ciri-cirinya,

dipahami hubungan satu sama lain, dan ditentukan fungsi spesifiknya dalam suatu

sistem yang utuh dan terkoordinasi. Dengan demikian, analisis menjadi alat penting

dalam proses berpikir ilmiah dan pengambilan keputusan yang rasional.

2. Hakikat Bola Voli

a. Sejarah Bola Voli

Menurut Irwanto (2021), permainan bola voli pertama kali diperkenalkan pada

tahun 1895 oleh William G. Morgan, seorang instruktur pendidikan jasmani yang

aktif di Young Men’s Christian Association (YMCA) di kota Holyoke,

Massachusetts, Amerika Serikat. Pada awalnya, Morgan menciptakan permainan ini

dengan tujuan menyediakan alternatif aktivitas fisik yang lebih ringan dibandingkan

basket, namun tetap dapat meningkatkan kebugaran jasmani para pekerja atau buruh.

Permainan ini awalnya dikenal dengan nama "Minonette", yang memiliki kemiripan

dengan olahraga bulu tangkis, baik dari segi pola permainan maupun cara

memainkannya secara berkelompok tanpa batas jumlah pemain. Filosofi utama dari

permainan ini adalah untuk mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh secara

massal.

xvi
Seiring waktu, Morgan mulai melakukan penyempurnaan terhadap aturan dan

cara bermain permainan tersebut agar dapat dikembangkan menjadi sebuah cabang

olahraga kompetitif. Nama "Minonette" kemudian diubah menjadi "volley ball", yang

secara harfiah berarti melakukan pukulan atau mengembalikan bola secara bergantian

sebelum bola menyentuh tanah. Permainan ini pun mengalami perkembangan yang

sangat pesat di Amerika Serikat. Berkat inisiasi Morgan, pada tahun 1922, YMCA

berhasil menyelenggarakan kejuaraan nasional bola voli pertama di Amerika, yang

menandai tonggak awal bola voli sebagai olahraga yang diorganisasi secara resmi.

Penyebaran permainan bola voli meluas secara global melalui peristiwa sejarah

besar, yakni Perang Dunia I, di mana tentara Sekutu memperkenalkan permainan ini

ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Beberapa negara yang pertama kali mengenal

dan mengadopsi permainan ini antara lain: Jepang, Cina, India, Filipina, Prancis,

Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-Slovakia, Rumania, Yugoslavia, hingga Jerman.

Ketika memasuki era Perang Dunia II, bola voli semakin menyebar luas dan

mulai dikenal di hampir seluruh penjuru dunia, terutama di wilayah Asia dan Eropa

Timur. Ironisnya, popularitas dan prestasi bola voli di Amerika Serikat justru

mengalami penurunan setelah perang usai, sementara di negara-negara lain, terutama

Eropa Timur dan Asia, olahraga ini berkembang sangat pesat baik dari segi teknik,

organisasi, maupun prestasi internasional.

Permainan bola voli mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1928, yakni pada masa

penjajahan kolonial Belanda. Saat itu, guru-guru pendidikan jasmani dari Belanda

didatangkan secara khusus untuk mengembangkan berbagai jenis olahraga, termasuk

xvii
bola voli. Selain peran para guru, tentara Belanda juga turut memopulerkan

permainan ini melalui aktivitas permainan di asrama, lapangan terbuka, hingga

penyelenggaraan pertandingan antarkompeni militer.

Seiring waktu, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap bola voli terus

meningkat. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai klub bola voli di berbagai

daerah, yang menjadi dasar pembinaan atlet dan pengembangan kompetisi. Untuk

pertama kalinya, bola voli secara resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga

Nasional (PON) II tahun 1951 di Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan Pekan

Olahraga Mahasiswa (POM) I di Yogyakarta, dan PON III tahun 1953.

Momentum penting terjadi pada 22 Januari 1955, ketika didirikan organisasi

induk cabang olahraga bola voli di Indonesia, yaitu Persatuan Bola Voli Seluruh

Indonesia (PBVSI) di Jakarta. Pendirian PBVSI bertepatan dengan penyelenggaraan

Kejuaraan Nasional Bola Voli pertama, yang menjadi awal dari keterlibatan aktif

Indonesia dalam kancah bola voli nasional dan internasional. Sejak saat itu, PBVSI

terus mendorong pengembangan bola voli melalui pembinaan atlet, pelatih, dan

penyelenggaraan kompetisi di dalam dan luar negeri.

Pasca tahun 1962, perkembangan bola voli di Indonesia mengalami lonjakan

signifikan. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah klub-klub bola voli di

berbagai pelosok tanah air, serta bertambahnya partisipasi dalam kejuaraan nasional,

PON, dan turnamen-turnamen lainnya. Data peserta menunjukkan tren kenaikan yang

konsisten dari tahun ke tahun, menandakan semakin besarnya minat dan keterlibatan

masyarakat dalam olahraga ini.

xviii
Secara nasional, bola voli kini menduduki peringkat ketiga sebagai olahraga

paling populer di Indonesia, setelah sepak bola dan bulu tangkis. Puncak prestasi bola

voli Indonesia salah satunya terlihat saat menjelang pelaksanaan Asian Games 1962

dan GANEFO I tahun 1963 di Jakarta, di mana tim bola voli putri Indonesia berhasil

meraih juara III, dan tim putra meraih peringkat IV. Keberhasilan ini menjadi bukti

bahwa bola voli telah berkembang menjadi olahraga prestasi yang mampu

mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

b. Definisi Bola Voli

Permainan bola voli merupakan salah satu jenis permainan bola besar yang sangat

populer dan dimainkan secara beregu, terdiri dari dua tim yang masing-masing

beranggotakan enam orang pemain. Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk

memperoleh poin sebanyak-banyaknya dengan cara menjatuhkan bola ke dalam area

permainan lawan serta mencegah lawan melakukan hal yang sama. Dalam pandangan

Barbara L. Viera (2000:2), bola voli digambarkan sebagai olahraga kompetitif yang

melibatkan dua tim yang saling berhadapan di lapangan dengan ukuran masing-

masing sisi selebar 9 meter (atau total 18 meter), yang dipisahkan oleh sebuah net.

Setiap tim berusaha memukul bola melewati net ke wilayah pertahanan lawan,

dengan harapan bola tidak dapat dikembalikan oleh lawan secara sah, sehingga

menghasilkan poin.

Lebih jauh lagi, permainan bola voli bukanlah olahraga yang dapat dimainkan

secara sembarangan atau tanpa persiapan. Menurut Nuril Ahmadi (2007:20), voli

adalah permainan yang kompleks karena menuntut tingkat kebugaran fisik yang

xix
tinggi, kekuatan otot yang prima, serta koordinasi gerak yang baik antara seluruh

anggota tubuh. Para pemain harus mampu bergerak cepat, melompat, memukul, serta

mengantisipasi arah bola dengan tepat, yang semuanya memerlukan latihan intensif

dan kemampuan motorik yang terlatih.

Dalam pembinaan olahraga bola voli, penguasaan teknik dasar menjadi aspek

yang sangat penting dan krusial. Seperti yang diungkapkan oleh Suharno HP

(1979:15), kemampuan teknis pemain dalam menguasai dasar-dasar permainan sangat

menentukan dalam keberhasilan tim secara keseluruhan, di samping faktor-faktor lain

seperti kondisi fisik, mental, dan strategi permainan. Tanpa penguasaan teknik yang

baik, sebuah tim akan kesulitan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Seiring berkembangnya zaman, teknik-teknik dasar dalam permainan bola voli

juga mengalami kemajuan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,

teknologi, dan ilmu keolahragaan. Menurut M. Yunus (1992:68), teknik-teknik dasar

dalam permainan bola voli meliputi beberapa elemen penting, yaitu:

Servis, Passing, Set-up atau umpan, Smash, Blocking atau bendungan. Keseluruhan

teknik tersebut merupakan fondasi yang harus dikuasai oleh setiap pemain bola voli,

baik yang masih dalam tahap pembelajaran maupun yang berada pada level

kompetisi, demi menunjang performa permainan secara maksimal dan meningkatkan

kualitas prestasi tim.

Berikut cara melakukan gerakan teknik pada bola voli :

1) Service Bawah

a) Posisikan badan berdiri dengan salah salah satu kaki berada didepan.

xx
b) Arahkan pandangan anda ke net.

c) Lambungkan bola dari bawah ke atas.

d) Tarik tangan kanan kebelakang, kemudian lakukan pemukulan bola kearah daerah

lawan dengan cara mengayunkan tangan sekuat kuatnya.

e) Pada saat melakukan pukulan, posisi tangan mengepal.

f) Pindahkan berat badan kebagian kaki depan saat melakukan pukulan.

g) Lakukan gerakan lanjutan dengan memindahkan kaki belakang kedepan.

2) Service Samping

a) Posisikan badan berdiri dengan kedua kaki berada dihadapan lapangan.

b) Julurkan tangan setinggi kepala dan pegang bola voli tersebut.

c) Arahkan bola melambung didepan badan.

d) Lakukan pemukulan dengan cara mengayunkan tangan kebelakang.

e) Tekuk kedua lutut sedikit agar berat badan dapat ditumpu kebelakang.

f) Lakukan gerakan tangan melingkar saat melakukan pemukulan.

g) Putar badan dan lakukan gerakan lanjutan dengan memindahkan berat badan

kedepan.

3) Service Atas

a) Posisikan badan berdiri dengan salah salah satu kaki berada didepan dan sedikit

ditekuk.

b) Gunakan kedua tangan untuk memegang bola.

c) Kemudian lambungkan bola keatas kira kira satu meter diatas kepala dan sedikit

didepan bahu.

xxi
d) Gunakan tangan kiri untuk melambungkan bola tadi.

e) Tarik tangan kanan kebelakang kepala secepat mungkin dengan posisi telapak

tangan kearah depan.

f) Posisikan tubuh dengan lenting kebelakang dan pukul bola dengan telapak tangan.

g) Pindahkan berat badan kedepan saat melakukan service atas ini.

4) Passing Atas

a) Posisikan badan berdiri tegak dan regangkan kedua kaki selebar bahu.

b) Kedua lutut sedikit ditekuk sehingga badan lebih relaks dan bungkukkan badan

kedepan.

c) Lakukan penumpuan badan kebagian ujung kaki depan.

d) Tempatkan badan dibawah bola ketika bola voli datang.

e) Tekuk sedikit siku tangan dan angkat tangan keatas dengan posisi jari jari yang

melebar seperti mangkuk.

f) Tekuk sedikit pergelangan tangan dengan posisi tangan diatas dahi ketika bola

berada diatas badan. Kenakan jari jari tangan untuk melakukan passing atas.

g) Regangkan jari tangan agar bola dapat memantul dengan baik, kemudian dorong

bola menggunakan pergelangan tangan dan diakhiri dengan tangan yang lurus

kedepan.

h) Pendorongan bola dilakukan menggunakan ibu jari, jari tengah dan jari telunjuk.

i) Lakukan gerakan akhir dengan mengangkat tumit sedikit, posisi lutut dan pinggul

naik, kedua tangan lurus dan arahkan pandangan anda menuju gerakan bola.

5) Passing Bawah

xxii
a) Posisikan badan berdiri tegak dan regangkan kedua kaki selebar bahu.

b) Posisikan tangan lurus dan rapat didepan badan agar posisi ibu jari sejajar.

c) Ayunkan kedua tangan dari bawah keatas secara bersamaan sampai tinggi bahu.

d) Luruskan lutut ketika bola sudah menyentuh tangan.

e) Gunakan pergelangan tangan saat menyentuh bola agar bola terkena tangan

dengan baik.

f) Lakukan passing bawah dengan besar ayunan tangan kurang dari 90 derajat dari

bahu dan badan.

6) Smash

a) Awalan

Tahap pertama teknik dasar bola voli dalam smash ini ialah teknik awalan yang

benar. Berikut cara melakukannya:

(1) Lakukan awalan smash dengan jarak 2,5-4m dari net.

(2) Condongkan badan kedepan dengan badan dirilekskan.

(3) Lakukan persiapan awalan dengan menjaga keseimbangan badan menggunakan kedua

kaki.

b) Tolakan

Tahap selanjutnya dalam teknik dasar bola voli smash ini ialah teknik tolakan

yang benar. Berikut cara melakukannya:

(1) Lakukan tolakan dengan mnghentakkan tumit dan jari kaki ketanah.

(2) Ayunkan kedua tangan kedepan.

(3) Gerakan pinggul, badan dan telapak kaki secara bersamaan.

xxiii
(4) Tahap terakhir lakukan lompatan vertical dengan bantuan gerakan eksplosif.

c) Pukulan Smash

Teknik dasar smash dalam permainan bola voli yang utama ialah teknik memukul

bola. Teknik dasar bola voli ini ialah tahap paling penting dalam melakukan smash.

Berikut cara melakukannya:

(1) Letakkan bola didepan badan.

(2) Pukul bola dengan cepat dan tinggi dengan melecutkan tangan dari belakang

kearah bola yang akan dismash.

(3) Gunakan telapak tangan untuk mengenakan bola dibagian atas bola.

(4) Lakukan gerakan lanjutan saat memukul bola yaitu posisikan lengan kearah garis

tengah badan.

(5) Teknik pukulan yang tepat dapat menghasilkan bola yang cepat dan top spin.

d) Sikap Mendarat

Teknik dasar smash dalam permainan bola voli yang terakhir ialah teknik

pendaratan. Teknik dasar bola voli ini ialah tahap terakhir dalam melakukan smash.

Berikut cara melakukannya:

(1) Posisikan badan seperti semula setelah melakukan pukulan bola.

(2) Pastikan badan siap melakukan serangan selanjutnya namun badan tetap dalam

kondisi rileks.

(3) Daratkan kedua kaki dengan cara mengeper.

(4) Pada saat melakukan pendaratan maka bagian jari kaki dan lutut dalam keadaan

lentur.

xxiv
7) Block

a) Posisikn badan berdiri dan arahkan kaki sejajar.

b) Letakkan tangan didepan dada dengan sejajar kearah net.

c) Lakukan lompatan kearah datangnya bola.

c. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah alat-alat yang digunakan pada melakukan suatu

aktivitas, misalnya pada saat bermain bola voli perlu menyiapkan alat-alat seperti net,

bola, dan perlu menyiapkan lapangan voli untuk bermain. Sesuai yang dikemukakan

oleh Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, MS mendefinisikan sarana sebagai segala bentuk

peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam menjalankan suatu kegiatan atau

tugas. Sementara prasarana adalah segala fasilitas fisik yang disiapkan untuk

mendukung kegiatan tersebut.

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk permainan bola voli adalah sebagai

berikut :

1) Lapangan Bola Voli

Lapangan bola voli secara umum memiliki ukuran 18 x 9 m 2, ukuran ini

merupakan ukuran baku yang ditetapkan baik dalam permainan nasional maupun

internasional. Joel Dearing (2019: 6) menyebutkan lapangan voli memiliki jarak 18 m

dari ujung ke ujung dan 9 m dari sideline ke sideline. Garis tengah (di bawah jaring)

membagi lapangan menjadi dua dan setiap garis serangan tim adalah 3 m dari garis

tengah. Untuk garis tengah yaitu poros (titik) garis tengah membagi dua lapangan

xxv
menjadi dua bidang yang masing-masing berukuran 9 m x 9 m. Garis-garis ini

terletak di bawah net dari garis samping ke garis samping yang lainnya.

Gambar 2.1 : Lapangan voli


(Sumber : [Link])

Gambar 2.2 : Lapangan voli beserta ukurannya


(Sumber : Joel Dearing, 2019:5)

2) Net

Untuk ukuran tinggi net voli putri, 2,24 m (7 kaki, 4-1 / 8 inci) sedangkan untuk

tinggi net bola voli putra gawangnya 2,43 m (7 kaki, 11-5 / 8 inci), (Joel Dearing,

xxvi
2019: 5). Jaring harus digantung dengan erat untuk menghindari kendur dan untuk

memungkinkan bola memantul ke net, bukan jatuh langsung ke lantai. Antena berada

di samping kanan dan kiri nett. Antena atau rod adalah tongkat yang lentur, panjang

1,80 m, dan garis tengahnya 10 mm. Terbuat dari fibre glass atau bahan sejenis.

Gambar 2.3 : Jaring bola voli dengan tiang dan dudukan wasit
(Sumber : SJoel Dearing, 2019:6)

Tiang net adalah sebagai penunjang, bentuknya harus bulat dan licin, dengan

ketinggian 2,55 m. Spesifikasi untuk bola yang dipakai berbentuk bulat lapisan

luarnya berbahan lentur dan lapisan dalamnya karet atau sejenisnya. Keliling 65

sampai 67 cm, beratnya 260 sampai 280 gram, tekanan udara 0,40 sampai 0,45

kg/cm2 (Sutanto T, 2016: 93)

xxvii
Gambar 2.4 : Desain net dan perangkatnya
(Sumber : [Link])

3) Bola Voli

a) Diameter bola = 18 - 20 cm

b) Keliling bola = 65 - 67 cm

c) Tekanan bola = 0.30 - 0.325 kg/cm² atau 294.3 - 318.82 mbar atau 4.26 - 4.61

hPa/psi

d) Berat bola = 260 - 280 gram

Gambar 2.5 : Bola voli


(Sumber : Markijar)

3. Hakikat Defense

Defense atau pertahanan adalah salah satu aspek teknis dalam permainan yang

memiliki peran krusial, yakni untuk menghalau serangan lawan serta menjaga agar

tim tidak kehilangan poin. Namun, lebih dari sekadar mencegah lawan mencetak

angka, strategi pertahanan yang baik juga dapat menjadi awal dari serangan balik

xxviii
yang efektif dan terencana. Dengan kata lain, defense bukan hanya bersifat reaktif,

melainkan juga proaktif dalam membangun ritme permainan yang menguntungkan

bagi tim sendiri.

Pertahanan yang solid dan terkoordinasi mampu mengubah arah pertandingan

secara signifikan, terutama ketika berhasil mematahkan dominasi lawan dan

menciptakan peluang untuk meraih poin. Tidak hanya itu, kekompakan dan kekuatan

pertahanan juga dapat memberikan tekanan mental kepada lawan, membuat mereka

kehilangan kepercayaan diri dan meningkatkan rasa frustrasi dalam permainan.

Dalam konteks permainan bola voli, penguasaan teknik defense sangatlah vital.

Teknik seperti blocking, digging, dan menerima servis lawan (serve receive) menjadi

bagian penting dari sistem pertahanan yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap

pemain. Jika sebuah tim memiliki pertahanan yang lemah, maka peluang lawan untuk

mencetak poin akan semakin besar, dan hal tersebut akan menyulitkan tim untuk

bersaing secara kompetitif di lapangan.

Oleh karena itu, penguatan dan peningkatan kemampuan dalam aspek pertahanan

menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan. Latihan rutin, koordinasi antarpemain,

serta pemahaman taktik pertahanan yang tepat akan sangat membantu dalam

membangun tim yang tangguh dan sulit untuk dikalahkan.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini sangat diperlukan untuk

mendukung kajian teoritis yang telah ditemukan sehingga dapat digunakan sebagai

xxix
landasan pada kerangka berfikir.

1. Penelitian oleh Devaron Suardi (2019) dengan judul “ANALISIS KEBUTUHAN

KETERAMPILAN BERTAHAN DALAM PERMAINAN BOLAVOLI”.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model latihan penting

dibentuk untuk meningkatkan keterampilan bertahan bolavoli tingkat SMA, dan

upaya peningkatan keterampilan bertahan permainan bolavoli terkendala metode

atau model yang diberikan, sehingga diperlukan pelatih yang menguasai model

latihan yang mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam permainan

bolavoli.

2. Penelitian oleh Sujarwo dan Suharjana (2020) dengan judul “Kontribusi

Kemampuan Block dan Defense pada Cabang Olahraga Bolavoli”. gga sangat

mempengaruhi jarak tim dalam memenangkan pertandingan. Berdasarkan hasil

penelitian diperoleh hasil bahwa, rerata kemampuan block dan defence pemain

dalam tim untuk berkontribusi dalam memenangkan suatu pertandingan pada

level usia 15-18 Tahun adalah tim dengan kemampuan block rata-rata π≤ 0.5 tiap

set dan juga kemampuan defend rata-rata π ≤ 0.5 tiap set akan memiliki peluang

untuk memenangkan pertandingan tersebut. Untuk kemampuan block sangat

kritis, apabila rerata kemampuan block rendah dalam hal ini dibawah 0,5. Maka

tim tersebut harus mendapatkan rerata yang lebih besar pada kemampuan

defendnya. Kesimpulannya bahwa kemampuan block dan defend harus saling

melengkapi untuk mendukung tim dalam memenangkan pertandingan, khususnya

pada level kemampuan tim yang seimbang dengan skor yang ketat dan kritis.

xxx
3. Penelitian oleh Dwi Kikikurniawan dan Muhammad (2023), dengan judul

“ANALISIS RECEIVE SERV DAN RECEIVE SPIKE PADA FINAL PROLIGA

SURABAYA BHAYANGKARA SAMATOR VS LAVANI BOGOR CIKEAS”.

Hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan libero rakha dan hendry dalam

receive serve berhasil dengan skor 14 sedangkan gagalnya 4 dalam kemampuan

receive spike berhasil 3 sedangkan gagalnya 5, pada libero Irfan dan pras recive

serve berhasil dengan skor 18 sedangkan gagalnya 5 pada kemampuan receive

spike berhasil 5 sedangkan gagalnya [Link] dalam penelitian ini

menujukan bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan keberhasilan

tim untuk melakukan serangan,bertahan, serta kemampuan receive serve

danreceive spike.

xxxi
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Seting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Tempat yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu di lapangan bola

voli SMPN 15 Lubuklinggau. SMPN 15 Lubuklinggau terletak di Kelurahan Margo

Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera

Selatan.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal latihan atlet bola voli SMPN 15

Lubuklinggau yang berjumlah 20 orang. Waktu penelitian dimulai pada bulan juni s.d

juli 2025.

B. Metode dan Prosedur Penelitian

1. Metode Penelitian

Penelitian sangat berhubungan erat dengan metode, metode yang akan digunakan

harus sesuai dengan apa yang akan di teliti oleh peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti

akan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Dimana pendekatan kualitatif dilakukan melalui prosedur penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan

perilaku yang dapat diamati (Hasnunidah, 2017).

xxxii
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kelincahan dalam

melakukan defense pada tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau.

C. Data dan Sumber Data

1. Jenis Data

a. Data primer merupakan data yang didapat langsung dari observasi, misalnya

seperti foto-foto dan wawancara.

b. Data sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpulan

data misalnya didapat dari beberapa referensi berupa buku, skripsi, dan sumber

lainnya yang mendukung penelitian.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 atlet bola voli SMPN 15

Lubuklinggau.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang sistematis untuk mendapatkan

data yang dipelukan. Peneliti mengguunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu

observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui

pengamatan objek secara langsung. Nasution dalam Sugiono (2018:226)

mengungkapkann bahwa observasi dasar dari semua pengetahuan. Tujuan dari

observasi yaitu untuk mendapatkan bukti nyata topik penelitian.

Tabel 1

xxxiii
LEMBAR PEDOMAN OBSERVASI

Nama :

Alamat :

Indikator Penilaian Analisis Teknik Defense

Teknik Defense Indikator Benar Salah

Posisi Pemain  Posisi siap untuk menerima

penyerangan dari tim lawan

 Kembali pada posisi masing-

masing setelah selesai melakukan

penyerangan pada lawan.

 Reflek tubuh pada saat menerima

bola.

 Memperhatikan arah jatuh bola.

 Kelincahan kaki dalam mengejar

bola.

 Melakukan block pada saat lawan

melakukan penyerangan.

2. Wawancara

Wawancara adalah pembuktian informasi yang diperoleh dengan cara tanya jawab

saat bertatap muka. Esterberg dalam Sugiono (2018:231) menjelaskan wawancara

xxxiv
adalah pertemuan dua orang yang ingin melakukan studi pendahuluan untuk

mendapatkan permasalahan yang harus diteliti. Tujuan dari wawancara yaitu

menyedia informasi yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak serta menciptakan

pemahaman yang lebih baik. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian

kualitatif merupakan wawancara mendalam yaitu cara memperoleh keterangan denga

tujuan penelitian dalam bentuk tanya jawab untuk mendapatkan informasi sebanyak-

banyaknya.

Wawancara dilaksanakan kepada pelatih dan atlet yang terlibat dalam kegiatan

latihan bola voli. Dalam wawancara ini peneliti menggunakan dengan tanya jawab

dengan responden dan menuangkan hasil wawancara dalam bentuk catatan lapangan.

Wawancara dilakukan untuk pengumpulan data tentang kemampuan atlet dalam

melakukan defense.

Tabel 2

Wawancara Atlet

Nama : Waktu :

Hari/Tanggal : Klub :

Tempat :

No Pertanyaan

1. Berapa kali dalam seminggu kalian latihan bola voli?

2. Menurut anda hal apa saja yang harus atlet perhatikan saat melakukan

defense?

xxxv
3. Menurut anda kesalahan apa yang sering terjadi pada saat melakukan

defense?

4. Menurut anda apakah defense sangat penting dalam permainan bola voli?

5. Apakah anda mampu saat mendarat menggunakan jari-jari kaki pada saat

melakukan block?

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah kegiatan mencari dokumen seperti foto-foto dan vidio yang

berhubungan dengan objek penelitian seperti dokumen bersama atlet bola voli SMPN

15 Lubuklinggau dan dokumentasi dari kemampuan teknik defense yang di analisis.

Tabel 3

Nama-nama Atlet

No Nama Atlet Jenis Kelamin

1. Ma Laki-laki

2. Re Laki-laki

3. Bi Laki-laki

4. Jo Laki-laki

5. Ko Laki-laki

6. Ra Laki-laki

7. Ma Laki-laki

8. Ya Laki-laki

xxxvi
9. Fa Laki-laki

10. Mi Laki-laki

11. Lu Laki-laki

12. Je Laki-laki

13. Ya Laki-laki

14. Ja Laki-laki

15. Mi Laki-laki

16. Re Laki-laki

17. Ra Laki-laki

18. Wa Laki-laki

19. Ri Laki-laki

20. Ba Laki-laki

E. Prosedur Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu mendeskripsikan segala

sesuatu yang ditemukan di penelitian. Analisis data mempunyai prinsip yaitu untuk

mengolah data dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang sistematis,

teratur, terstruktur, dan mempinyai makna. Miles dan Huberman dalam Sugiyono

(2014:246-253) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif

dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas,

sehingga datanya sudah jenuh.

xxxvii
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan

masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti yang

telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif

masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang

sebelumnya belum pernah ada temuan dapat berubah deskripsi atau gambaran suatu

objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti

menjadi jelas.

Pengumpulan Data Pengumpulan Data

Pengumpulan Data Pengumpulan Data

Gambar 3.1 : Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis setelah pengumpulan data

adalah sebagai berikut. Pertama, pengembangan sistem kategori pengkodean.

Pengkodean dalam penelitian ini dibuat berdasarkan kasus latar penelitian, teknik

pengumpulan data, sumber data, permasalahan penelitian, waktu kegiatan penelitian.

Pengkodean yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel berikut ini.

Pengkodean ini digunakan dalam kegiatan analisis data. Kode fokus penelitian

digunakan untuk mengelompokkan data hasil penelitian yang diperoleh melalui

observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian pada bagian akhir catatan

xxxviii
lapangan atau transkrip wawancara dicantumkan; kodelokasi penelitian, teknik

pengumpulan data, sumber data, tanggal, bulan, dan tahun. Berikut ini disajikan

contoh penerapan kode dan cara membacanya.

W-2-TKSB. 06-2025 Keterangan:

W : Wawancara

2 : Nomor Responden

P : Pelatih

TKSB : Teknik Keterampilan Smash Bolavoli

06-2025 : Bulan dan Tahun.

Kedua, penyotiran data. Setelah kode-kode tersebut dibuat lengkap dengan

pembatasan operasionalnya, masing-masing catatan lapangan dibaca kembali, dan

setiap satuan data yang tertera di dalamnya diberi kode yangsesuai. Yang dimaksud

dengan satuan disini adalah potongan-potongan catatan lapangan yang berupa

kalimat, paragraf, atau urutan alinea. Kode- kode tersebut dituliskan pada tepi lembar

catatan lapangan. Kemudian semua catatan lapangannya difotokopi. Hasil kopinya

dipotong-potong berdasarkan satuan data, sementara catatan lapangan yang asli

disimpan sebagai arsip.

Potongan-potongan catatan lapangan tersebut dipilah-pilah atau dikelompok-

kelompokkan berdasarkan kodenya masing-masing sebagaimana tercantum pada

bagian tepi kirinya. Untuk memudahkan pelacakannya pada catatan lapangan yang

asli, maka pada bagian bawah setiap satuan data tersebut diberinotasi.

xxxix
Ketiga, perumusan kesimpulan-kesimpulan sebagai temuan-temuan sementara

pada setiap kasus tunggal dilakukan dengan cara mensintesiskan semua data yang

terkumpul. Untuk kepentingan itu terlebih dahulu dibuatkan beberapa diagram

konteks. Jika tidak bisa, maka hanya dibuat kesimpulan- kesimpulan saja.

F. Pemeriksaan Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang

berbeda dengan penelitian kuantitatif. Uji keabsahan data penelitian kualitatif

meliputi uji credibility (validitas interbal), transferability (validitas eksternal),

dependability (reabilitas), dan confirmability (obyektivitas).

1. Kredibilitas

Kredibilitas untuk membantu memenuhi kebenaran nilai dari data dan informasi

yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian tersebut harus bisa dipercaya oleh semua

pembaca secara akurat dan dari responden sebagai informasi. Maka dari itu, agar

terbukti penelitian tersebut memiliki nilai kebenaran dari data yang telah didapatkan

bersumber dari buku-buku mengenai nilai sosial.

2. Transferabilitas

Menurut Sugiyono (2018:325) transferabilitas adalah validitas eksternal dalam

penelitian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat

diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Oleh

sebab itu, agar orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif, maka peneliti

dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis,

dan dapat dipercaya. Dengan demikian pembaca lebih jelas atas hasil penelitian yang

xl
dilakukan. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian

jelasnya, maka suatu hasil penelitian dapat diberlakukan (transferabilitas), maka

laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas.

3. Dependabilitas

Kriteria ini bisa digunakan sebagai penilaian apakah proses penelitian kualitatif

tersebut berkualitas atau tidak, dengan cara mengecek apakah penulis sudah cukup

berhati-hati, apakah membuat kesalahan dalam mengonsep tualisasikan rencana

penelitiannya. Dalam hal pengumpulan data, serta dalam menginter pretasikannya.

Sugiyono (2018:325) mendefinisikan bahwa uji dependabilitas disebut juga

reliabilitas. Merupakan suatu penelitian yang reliable apabila orang lain dapat

mengulangi proses penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif, uji dependabilitas

dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan aktivitas peneliti dalam

melakukan proses penelitian. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah,

memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, melakukan

uji keabsahpan data, hingga membuat kesimpulan harus ditunjukkann. Jika peneliti

tidak mempunyai serta tidak menunjukkan "jejak aktivitas lapangan", maka

dependabilitas peneliti patut diragukan.

4. Konfirmabilitas

Kriteria ini guna menilai keberuntungan hasil penelitian. Jikalau dependabilitas

dipakai untuk menilai kualitas dari proses yang ditempuh oleh peneliti maka

konfirmasbilitas guna menilai kualitas hasil peneliti sendiri, dengan pernyataan

apakah data serta informasi dan juga interpretasi dan hal lainnya didukung oleh

xli
materi yang sudah ada dalam audit trail. Dalam melakukan penelitian teknik smash

bolavoli pada atlet Klub Sehase Kota Lubuklinggau dan didukung oleh materi-materi

yang diperoleh dari berbagai sumber, baik itu dari media cetak atau media elektronik

dan juga sebagainya.

Sugiyono (2018:326) mendefinisikan bahwa pengujian konfirmabilitas dalam

penelitian kualitatif disebut dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian dikatakan

obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Pengujian konfirmabilitas

dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji konfirmabilitas berarti menguji hasil

penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Dalam penelitian, jangan sampai

proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.

xlii

Anda mungkin juga menyukai