Analisis Teknik Defense Tim Voli SMPN 15
Analisis Teknik Defense Tim Voli SMPN 15
Oleh:
DIAH ANGGRAINI ASTUTI
NIM 301220048
NIM 301220048
Mengetahui
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN.........................................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................................................
DAFTAR TABEL........................................................................................................................
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN..........................................................................................................................
B. Fokus Penelitian...................................................................................................................
C. Rumusan Masalah................................................................................................................
D. Tujuan Penelitian.................................................................................................................
E. Manfaat Penelitian...............................................................................................................
BAB II
KAJIAN PUSTAKA......................................................................................................................
BAB III
METODE PENELITIAN............................................................................................................
A. Seting Penelitian................................................................................................................
iii
B. Metode dan Prosedur Penelitian........................................................................................
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1.....................................................................................................................25
Tabel 3.2.....................................................................................................................27
Tabel 3.3.....................................................................................................................28
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.3 : Jaring bola voli dengan tiang dan dudukan wasit................................20
BAB 1
vi
PENDAHULUAN
fisik, serta peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Salah satu cabang olahraga
yang banyak diminati di tingkat pelajar hingga dewasa adalah bola voli. Bola voli
tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga keterampilan teknik, strategi
permainan, serta kerja sama tim yang solid. Di antara berbagai aspek penting dalam
permainan bola voli, teknik defense atau pertahanan memiliki peran sentral dalam
mengantisipasi serangan lawan dan menjaga kestabilan tim. Teknik defense yang baik
akan memungkinkan tim untuk bertahan lebih lama, menciptakan peluang serangan
teknik defense yang efektif sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, terlebih
pada tingkat pelajar yang merupakan masa pembinaan dan pembelajaran dasar
teknik-teknik permainan.
yang aktif dilaksanakan dan diminati oleh siswa. Berdasarkan hasil observasi awal,
diketahui bahwa tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau memiliki semangat berlatih
dan kekompakan yang cukup baik, namun masih terdapat kelemahan pada aspek
pertahanan, terutama ketika menghadapi serangan cepat dari tim lawan. Beberapa
kesalahan yang sering terjadi meliputi posisi bertahan yang kurang tepat,
vii
keterlambatan dalam mengantisipasi bola, serta teknik dasar defense seperti dig dan
block yang belum optimal. Hal ini menjadi perhatian penting bagi peneliti untuk
mengetahui lebih jauh bagaimana kemampuan teknik defense siswa dalam tim bola
voli sekolah tersebut, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan peningkatan melalui
Menurut Suharno (2008: 44), teknik dasar dalam permainan bola voli mencakup
servis, passing, smash, block, dan pertahanan (defense). Pertahanan dalam bola voli
terdiri dari dua jenis utama, yaitu pertahanan di atas net (blocking) dan pertahanan
pertahanan yang baik dalam olahraga beregu seperti bola voli membutuhkan
koordinasi antarpemain. Latihan yang berfokus pada skenario permainan dan evaluasi
teknik dalam olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai
dari pemahaman dasar, latihan teknik individual, hingga aplikasi dalam kondisi
viii
Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti selama beberapa sesi latihan tim
1. Masih banyak pemain yang belum memahami posisi bertahan yang efektif
communication).
4. Kecepatan reaksi pemain dalam mengantisipasi bola pantul atau bola drop
belum mendapatkan pelatihan teknik defense secara mendalam dan latihan masih
fokus pada peningkatan fisik serta teknik dasar secara umum. Hal ini menunjukkan
perlunya penelitian lebih lanjut untuk menganalisis seberapa besar kemampuan teknik
defense pemain, baik secara individu maupun tim, agar dapat diberikan pelatihan
memiliki fasilitas olahraga yang cukup memadai, termasuk lapangan bola voli
ix
permanen yang digunakan untuk latihan dan pertandingan. Sekolah ini aktif
mengikuti berbagai kegiatan dan turnamen antar sekolah, baik di tingkat kota maupun
kabupaten. Tim bola voli sekolah ini memiliki semangat kompetitif yang tinggi dan
Namun demikian, berdasarkan data dari pelatih dan guru olahraga, sering kali tim
itu, analisis mendalam mengenai teknik defense sangat dibutuhkan sebagai bahan
dengan judul "Analisis Kemampuan Teknik Defense pada Tim Bola Voli SMPN 15
Lubuklinggau". Judul ini dipilih karena adanya permasalahan nyata yang ditemukan
defense, peneliti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam bentuk saran
teknis dan metode latihan yang dapat diterapkan oleh pelatih dan pemain untuk
Selain itu, penelitian ini juga relevan dengan bidang ilmu Pendidikan Jasmani
x
pembinaan prestasi olahraga di tingkat pelajar. Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan gambaran yang jelas tentang kekuatan dan kelemahan teknik defense
pada tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau, serta menjadi referensi bagi penelitian-
B. Fokus Penelitian
pemain bola voli yang tergabung dalam tim bola voli SMPN 15 Lubuklinggau. Fokus
utama terletak pada keterampilan teknik dasar pertahanan (defense) dalam permainan
serangan/spike lawan).
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki tim dalam aspek pertahanan.
xi
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kemampuan teknik defense yang dimiliki oleh pemain tim bola
2. Apa saja jenis teknik defense yang paling sering digunakan oleh tim bola voli
D. Tujuan Penelitian
xii
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
khususnya dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga, terutama mengenai teknik
defense dalam permainan bola voli. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan referensi
bagi peneliti selanjutnya yang tertarik mengkaji aspek keterampilan teknik dalam
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Pelatih
b. Bagi Pemain
xiii
d. Bagi Guru PJOK
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1. Hakikat Analisis
Secara etimologis, istilah analisis atau analisa berasal dari bahasa Yunani kuno,
yakni kata “analusis” yang secara harfiah berarti “melepaskan” atau “menguraikan.”
Kata analusis sendiri merupakan gabungan dari dua suku kata: “ana” yang berarti
kembali, dan “luein” yang berarti melepas atau menghancurkan. Bila keduanya
xiv
bentuk asalnya. Istilah ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi
Dalam praktiknya, kata analisis digunakan secara luas dalam berbagai bidang
ilmu, baik dalam ranah ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu alam (sains), ilmu bahasa dan
Khusus dalam bidang bahasa dan linguistik, analisis dimaknai sebagai suatu proses
morfologi, sintaksis, dan semantik. Proses ini bertujuan untuk memahami cara kerja
bahasa secara ilmiah, termasuk dalam hal hubungan antarunsur dan fungsinya dalam
sistem bahasa.
atau keterampilan untuk memecah atau mengurai suatu informasi, objek, atau materi
diamati, dipahami, dan dikaji secara lebih jelas dan sistematis. Analisis membantu
seseorang melihat struktur internal dari sesuatu yang kompleks, sehingga bisa
Lebih lanjut, analisis juga dapat diartikan sebagai suatu usaha kognitif dalam
mengamati dan memahami sesuatu secara terperinci, baik dengan cara memecahnya
xv
kembali bagian-bagian tersebut menjadi suatu sistem yang bermakna. Proses ini
dipahami hubungan satu sama lain, dan ditentukan fungsi spesifiknya dalam suatu
sistem yang utuh dan terkoordinasi. Dengan demikian, analisis menjadi alat penting
Menurut Irwanto (2021), permainan bola voli pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1895 oleh William G. Morgan, seorang instruktur pendidikan jasmani yang
dengan tujuan menyediakan alternatif aktivitas fisik yang lebih ringan dibandingkan
basket, namun tetap dapat meningkatkan kebugaran jasmani para pekerja atau buruh.
Permainan ini awalnya dikenal dengan nama "Minonette", yang memiliki kemiripan
dengan olahraga bulu tangkis, baik dari segi pola permainan maupun cara
memainkannya secara berkelompok tanpa batas jumlah pemain. Filosofi utama dari
permainan ini adalah untuk mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh secara
massal.
xvi
Seiring waktu, Morgan mulai melakukan penyempurnaan terhadap aturan dan
cara bermain permainan tersebut agar dapat dikembangkan menjadi sebuah cabang
olahraga kompetitif. Nama "Minonette" kemudian diubah menjadi "volley ball", yang
secara harfiah berarti melakukan pukulan atau mengembalikan bola secara bergantian
sebelum bola menyentuh tanah. Permainan ini pun mengalami perkembangan yang
sangat pesat di Amerika Serikat. Berkat inisiasi Morgan, pada tahun 1922, YMCA
menandai tonggak awal bola voli sebagai olahraga yang diorganisasi secara resmi.
Penyebaran permainan bola voli meluas secara global melalui peristiwa sejarah
besar, yakni Perang Dunia I, di mana tentara Sekutu memperkenalkan permainan ini
ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Beberapa negara yang pertama kali mengenal
dan mengadopsi permainan ini antara lain: Jepang, Cina, India, Filipina, Prancis,
Ketika memasuki era Perang Dunia II, bola voli semakin menyebar luas dan
mulai dikenal di hampir seluruh penjuru dunia, terutama di wilayah Asia dan Eropa
Timur. Ironisnya, popularitas dan prestasi bola voli di Amerika Serikat justru
Eropa Timur dan Asia, olahraga ini berkembang sangat pesat baik dari segi teknik,
Permainan bola voli mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1928, yakni pada masa
penjajahan kolonial Belanda. Saat itu, guru-guru pendidikan jasmani dari Belanda
xvii
bola voli. Selain peran para guru, tentara Belanda juga turut memopulerkan
meningkat. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai klub bola voli di berbagai
daerah, yang menjadi dasar pembinaan atlet dan pengembangan kompetisi. Untuk
pertama kalinya, bola voli secara resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga
induk cabang olahraga bola voli di Indonesia, yaitu Persatuan Bola Voli Seluruh
Kejuaraan Nasional Bola Voli pertama, yang menjadi awal dari keterlibatan aktif
Indonesia dalam kancah bola voli nasional dan internasional. Sejak saat itu, PBVSI
terus mendorong pengembangan bola voli melalui pembinaan atlet, pelatih, dan
signifikan. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah klub-klub bola voli di
berbagai pelosok tanah air, serta bertambahnya partisipasi dalam kejuaraan nasional,
PON, dan turnamen-turnamen lainnya. Data peserta menunjukkan tren kenaikan yang
konsisten dari tahun ke tahun, menandakan semakin besarnya minat dan keterlibatan
xviii
Secara nasional, bola voli kini menduduki peringkat ketiga sebagai olahraga
paling populer di Indonesia, setelah sepak bola dan bulu tangkis. Puncak prestasi bola
voli Indonesia salah satunya terlihat saat menjelang pelaksanaan Asian Games 1962
dan GANEFO I tahun 1963 di Jakarta, di mana tim bola voli putri Indonesia berhasil
meraih juara III, dan tim putra meraih peringkat IV. Keberhasilan ini menjadi bukti
bahwa bola voli telah berkembang menjadi olahraga prestasi yang mampu
Permainan bola voli merupakan salah satu jenis permainan bola besar yang sangat
populer dan dimainkan secara beregu, terdiri dari dua tim yang masing-masing
beranggotakan enam orang pemain. Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk
permainan lawan serta mencegah lawan melakukan hal yang sama. Dalam pandangan
Barbara L. Viera (2000:2), bola voli digambarkan sebagai olahraga kompetitif yang
melibatkan dua tim yang saling berhadapan di lapangan dengan ukuran masing-
masing sisi selebar 9 meter (atau total 18 meter), yang dipisahkan oleh sebuah net.
Setiap tim berusaha memukul bola melewati net ke wilayah pertahanan lawan,
dengan harapan bola tidak dapat dikembalikan oleh lawan secara sah, sehingga
menghasilkan poin.
Lebih jauh lagi, permainan bola voli bukanlah olahraga yang dapat dimainkan
secara sembarangan atau tanpa persiapan. Menurut Nuril Ahmadi (2007:20), voli
adalah permainan yang kompleks karena menuntut tingkat kebugaran fisik yang
xix
tinggi, kekuatan otot yang prima, serta koordinasi gerak yang baik antara seluruh
anggota tubuh. Para pemain harus mampu bergerak cepat, melompat, memukul, serta
mengantisipasi arah bola dengan tepat, yang semuanya memerlukan latihan intensif
Dalam pembinaan olahraga bola voli, penguasaan teknik dasar menjadi aspek
yang sangat penting dan krusial. Seperti yang diungkapkan oleh Suharno HP
seperti kondisi fisik, mental, dan strategi permainan. Tanpa penguasaan teknik yang
baik, sebuah tim akan kesulitan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Servis, Passing, Set-up atau umpan, Smash, Blocking atau bendungan. Keseluruhan
teknik tersebut merupakan fondasi yang harus dikuasai oleh setiap pemain bola voli,
baik yang masih dalam tahap pembelajaran maupun yang berada pada level
1) Service Bawah
a) Posisikan badan berdiri dengan salah salah satu kaki berada didepan.
xx
b) Arahkan pandangan anda ke net.
d) Tarik tangan kanan kebelakang, kemudian lakukan pemukulan bola kearah daerah
2) Service Samping
e) Tekuk kedua lutut sedikit agar berat badan dapat ditumpu kebelakang.
g) Putar badan dan lakukan gerakan lanjutan dengan memindahkan berat badan
kedepan.
3) Service Atas
a) Posisikan badan berdiri dengan salah salah satu kaki berada didepan dan sedikit
ditekuk.
c) Kemudian lambungkan bola keatas kira kira satu meter diatas kepala dan sedikit
didepan bahu.
xxi
d) Gunakan tangan kiri untuk melambungkan bola tadi.
e) Tarik tangan kanan kebelakang kepala secepat mungkin dengan posisi telapak
f) Posisikan tubuh dengan lenting kebelakang dan pukul bola dengan telapak tangan.
4) Passing Atas
a) Posisikan badan berdiri tegak dan regangkan kedua kaki selebar bahu.
b) Kedua lutut sedikit ditekuk sehingga badan lebih relaks dan bungkukkan badan
kedepan.
e) Tekuk sedikit siku tangan dan angkat tangan keatas dengan posisi jari jari yang
f) Tekuk sedikit pergelangan tangan dengan posisi tangan diatas dahi ketika bola
berada diatas badan. Kenakan jari jari tangan untuk melakukan passing atas.
g) Regangkan jari tangan agar bola dapat memantul dengan baik, kemudian dorong
bola menggunakan pergelangan tangan dan diakhiri dengan tangan yang lurus
kedepan.
h) Pendorongan bola dilakukan menggunakan ibu jari, jari tengah dan jari telunjuk.
i) Lakukan gerakan akhir dengan mengangkat tumit sedikit, posisi lutut dan pinggul
naik, kedua tangan lurus dan arahkan pandangan anda menuju gerakan bola.
5) Passing Bawah
xxii
a) Posisikan badan berdiri tegak dan regangkan kedua kaki selebar bahu.
b) Posisikan tangan lurus dan rapat didepan badan agar posisi ibu jari sejajar.
c) Ayunkan kedua tangan dari bawah keatas secara bersamaan sampai tinggi bahu.
e) Gunakan pergelangan tangan saat menyentuh bola agar bola terkena tangan
dengan baik.
f) Lakukan passing bawah dengan besar ayunan tangan kurang dari 90 derajat dari
6) Smash
a) Awalan
Tahap pertama teknik dasar bola voli dalam smash ini ialah teknik awalan yang
(3) Lakukan persiapan awalan dengan menjaga keseimbangan badan menggunakan kedua
kaki.
b) Tolakan
Tahap selanjutnya dalam teknik dasar bola voli smash ini ialah teknik tolakan
(1) Lakukan tolakan dengan mnghentakkan tumit dan jari kaki ketanah.
xxiii
(4) Tahap terakhir lakukan lompatan vertical dengan bantuan gerakan eksplosif.
c) Pukulan Smash
Teknik dasar smash dalam permainan bola voli yang utama ialah teknik memukul
bola. Teknik dasar bola voli ini ialah tahap paling penting dalam melakukan smash.
(2) Pukul bola dengan cepat dan tinggi dengan melecutkan tangan dari belakang
(3) Gunakan telapak tangan untuk mengenakan bola dibagian atas bola.
(4) Lakukan gerakan lanjutan saat memukul bola yaitu posisikan lengan kearah garis
tengah badan.
(5) Teknik pukulan yang tepat dapat menghasilkan bola yang cepat dan top spin.
d) Sikap Mendarat
Teknik dasar smash dalam permainan bola voli yang terakhir ialah teknik
pendaratan. Teknik dasar bola voli ini ialah tahap terakhir dalam melakukan smash.
(2) Pastikan badan siap melakukan serangan selanjutnya namun badan tetap dalam
kondisi rileks.
(4) Pada saat melakukan pendaratan maka bagian jari kaki dan lutut dalam keadaan
lentur.
xxiv
7) Block
Sarana dan prasarana adalah alat-alat yang digunakan pada melakukan suatu
aktivitas, misalnya pada saat bermain bola voli perlu menyiapkan alat-alat seperti net,
bola, dan perlu menyiapkan lapangan voli untuk bermain. Sesuai yang dikemukakan
oleh Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, MS mendefinisikan sarana sebagai segala bentuk
peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam menjalankan suatu kegiatan atau
tugas. Sementara prasarana adalah segala fasilitas fisik yang disiapkan untuk
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk permainan bola voli adalah sebagai
berikut :
merupakan ukuran baku yang ditetapkan baik dalam permainan nasional maupun
dari ujung ke ujung dan 9 m dari sideline ke sideline. Garis tengah (di bawah jaring)
membagi lapangan menjadi dua dan setiap garis serangan tim adalah 3 m dari garis
tengah. Untuk garis tengah yaitu poros (titik) garis tengah membagi dua lapangan
xxv
menjadi dua bidang yang masing-masing berukuran 9 m x 9 m. Garis-garis ini
terletak di bawah net dari garis samping ke garis samping yang lainnya.
2) Net
Untuk ukuran tinggi net voli putri, 2,24 m (7 kaki, 4-1 / 8 inci) sedangkan untuk
tinggi net bola voli putra gawangnya 2,43 m (7 kaki, 11-5 / 8 inci), (Joel Dearing,
xxvi
2019: 5). Jaring harus digantung dengan erat untuk menghindari kendur dan untuk
memungkinkan bola memantul ke net, bukan jatuh langsung ke lantai. Antena berada
di samping kanan dan kiri nett. Antena atau rod adalah tongkat yang lentur, panjang
1,80 m, dan garis tengahnya 10 mm. Terbuat dari fibre glass atau bahan sejenis.
Gambar 2.3 : Jaring bola voli dengan tiang dan dudukan wasit
(Sumber : SJoel Dearing, 2019:6)
Tiang net adalah sebagai penunjang, bentuknya harus bulat dan licin, dengan
ketinggian 2,55 m. Spesifikasi untuk bola yang dipakai berbentuk bulat lapisan
luarnya berbahan lentur dan lapisan dalamnya karet atau sejenisnya. Keliling 65
sampai 67 cm, beratnya 260 sampai 280 gram, tekanan udara 0,40 sampai 0,45
xxvii
Gambar 2.4 : Desain net dan perangkatnya
(Sumber : [Link])
3) Bola Voli
a) Diameter bola = 18 - 20 cm
b) Keliling bola = 65 - 67 cm
c) Tekanan bola = 0.30 - 0.325 kg/cm² atau 294.3 - 318.82 mbar atau 4.26 - 4.61
hPa/psi
3. Hakikat Defense
Defense atau pertahanan adalah salah satu aspek teknis dalam permainan yang
memiliki peran krusial, yakni untuk menghalau serangan lawan serta menjaga agar
tim tidak kehilangan poin. Namun, lebih dari sekadar mencegah lawan mencetak
angka, strategi pertahanan yang baik juga dapat menjadi awal dari serangan balik
xxviii
yang efektif dan terencana. Dengan kata lain, defense bukan hanya bersifat reaktif,
menciptakan peluang untuk meraih poin. Tidak hanya itu, kekompakan dan kekuatan
pertahanan juga dapat memberikan tekanan mental kepada lawan, membuat mereka
Dalam konteks permainan bola voli, penguasaan teknik defense sangatlah vital.
Teknik seperti blocking, digging, dan menerima servis lawan (serve receive) menjadi
bagian penting dari sistem pertahanan yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap
pemain. Jika sebuah tim memiliki pertahanan yang lemah, maka peluang lawan untuk
mencetak poin akan semakin besar, dan hal tersebut akan menyulitkan tim untuk
Oleh karena itu, penguatan dan peningkatan kemampuan dalam aspek pertahanan
menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan. Latihan rutin, koordinasi antarpemain,
serta pemahaman taktik pertahanan yang tepat akan sangat membantu dalam
Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini sangat diperlukan untuk
mendukung kajian teoritis yang telah ditemukan sehingga dapat digunakan sebagai
xxix
landasan pada kerangka berfikir.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model latihan penting
atau model yang diberikan, sehingga diperlukan pelatih yang menguasai model
bolavoli.
Kemampuan Block dan Defense pada Cabang Olahraga Bolavoli”. gga sangat
penelitian diperoleh hasil bahwa, rerata kemampuan block dan defence pemain
level usia 15-18 Tahun adalah tim dengan kemampuan block rata-rata π≤ 0.5 tiap
set dan juga kemampuan defend rata-rata π ≤ 0.5 tiap set akan memiliki peluang
kritis, apabila rerata kemampuan block rendah dalam hal ini dibawah 0,5. Maka
tim tersebut harus mendapatkan rerata yang lebih besar pada kemampuan
pada level kemampuan tim yang seimbang dengan skor yang ketat dan kritis.
xxx
3. Penelitian oleh Dwi Kikikurniawan dan Muhammad (2023), dengan judul
Hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan libero rakha dan hendry dalam
receive spike berhasil 3 sedangkan gagalnya 5, pada libero Irfan dan pras recive
danreceive spike.
xxxi
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Seting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu di lapangan bola
Selatan.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal latihan atlet bola voli SMPN 15
Lubuklinggau yang berjumlah 20 orang. Waktu penelitian dimulai pada bulan juni s.d
juli 2025.
1. Metode Penelitian
Penelitian sangat berhubungan erat dengan metode, metode yang akan digunakan
harus sesuai dengan apa yang akan di teliti oleh peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
xxxii
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kelincahan dalam
1. Jenis Data
a. Data primer merupakan data yang didapat langsung dari observasi, misalnya
b. Data sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpulan
data misalnya didapat dari beberapa referensi berupa buku, skripsi, dan sumber
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 atlet bola voli SMPN 15
Lubuklinggau.
data yang dipelukan. Peneliti mengguunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu
1. Observasi
Tabel 1
xxxiii
LEMBAR PEDOMAN OBSERVASI
Nama :
Alamat :
bola.
bola.
melakukan penyerangan.
2. Wawancara
Wawancara adalah pembuktian informasi yang diperoleh dengan cara tanya jawab
xxxiv
adalah pertemuan dua orang yang ingin melakukan studi pendahuluan untuk
menyedia informasi yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak serta menciptakan
pemahaman yang lebih baik. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian
tujuan penelitian dalam bentuk tanya jawab untuk mendapatkan informasi sebanyak-
banyaknya.
Wawancara dilaksanakan kepada pelatih dan atlet yang terlibat dalam kegiatan
latihan bola voli. Dalam wawancara ini peneliti menggunakan dengan tanya jawab
dengan responden dan menuangkan hasil wawancara dalam bentuk catatan lapangan.
melakukan defense.
Tabel 2
Wawancara Atlet
Nama : Waktu :
Hari/Tanggal : Klub :
Tempat :
No Pertanyaan
2. Menurut anda hal apa saja yang harus atlet perhatikan saat melakukan
defense?
xxxv
3. Menurut anda kesalahan apa yang sering terjadi pada saat melakukan
defense?
4. Menurut anda apakah defense sangat penting dalam permainan bola voli?
5. Apakah anda mampu saat mendarat menggunakan jari-jari kaki pada saat
melakukan block?
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah kegiatan mencari dokumen seperti foto-foto dan vidio yang
berhubungan dengan objek penelitian seperti dokumen bersama atlet bola voli SMPN
Tabel 3
Nama-nama Atlet
1. Ma Laki-laki
2. Re Laki-laki
3. Bi Laki-laki
4. Jo Laki-laki
5. Ko Laki-laki
6. Ra Laki-laki
7. Ma Laki-laki
8. Ya Laki-laki
xxxvi
9. Fa Laki-laki
10. Mi Laki-laki
11. Lu Laki-laki
12. Je Laki-laki
13. Ya Laki-laki
14. Ja Laki-laki
15. Mi Laki-laki
16. Re Laki-laki
17. Ra Laki-laki
18. Wa Laki-laki
19. Ri Laki-laki
20. Ba Laki-laki
sesuatu yang ditemukan di penelitian. Analisis data mempunyai prinsip yaitu untuk
mengolah data dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang sistematis,
teratur, terstruktur, dan mempinyai makna. Miles dan Huberman dalam Sugiyono
dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas,
xxxvii
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan
masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti yang
telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif
masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.
sebelumnya belum pernah ada temuan dapat berubah deskripsi atau gambaran suatu
objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti
menjadi jelas.
Pengkodean dalam penelitian ini dibuat berdasarkan kasus latar penelitian, teknik
Pengkodean yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel berikut ini.
Pengkodean ini digunakan dalam kegiatan analisis data. Kode fokus penelitian
xxxviii
lapangan atau transkrip wawancara dicantumkan; kodelokasi penelitian, teknik
pengumpulan data, sumber data, tanggal, bulan, dan tahun. Berikut ini disajikan
W : Wawancara
2 : Nomor Responden
P : Pelatih
setiap satuan data yang tertera di dalamnya diberi kode yangsesuai. Yang dimaksud
kalimat, paragraf, atau urutan alinea. Kode- kode tersebut dituliskan pada tepi lembar
bagian tepi kirinya. Untuk memudahkan pelacakannya pada catatan lapangan yang
asli, maka pada bagian bawah setiap satuan data tersebut diberinotasi.
xxxix
Ketiga, perumusan kesimpulan-kesimpulan sebagai temuan-temuan sementara
pada setiap kasus tunggal dilakukan dengan cara mensintesiskan semua data yang
konteks. Jika tidak bisa, maka hanya dibuat kesimpulan- kesimpulan saja.
Uji keabsahan data dalam metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang
1. Kredibilitas
Kredibilitas untuk membantu memenuhi kebenaran nilai dari data dan informasi
yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian tersebut harus bisa dipercaya oleh semua
pembaca secara akurat dan dari responden sebagai informasi. Maka dari itu, agar
terbukti penelitian tersebut memiliki nilai kebenaran dari data yang telah didapatkan
2. Transferabilitas
sebab itu, agar orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif, maka peneliti
dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis,
dan dapat dipercaya. Dengan demikian pembaca lebih jelas atas hasil penelitian yang
xl
dilakukan. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian
3. Dependabilitas
Kriteria ini bisa digunakan sebagai penilaian apakah proses penelitian kualitatif
tersebut berkualitas atau tidak, dengan cara mengecek apakah penulis sudah cukup
reliabilitas. Merupakan suatu penelitian yang reliable apabila orang lain dapat
uji keabsahpan data, hingga membuat kesimpulan harus ditunjukkann. Jika peneliti
4. Konfirmabilitas
dipakai untuk menilai kualitas dari proses yang ditempuh oleh peneliti maka
apakah data serta informasi dan juga interpretasi dan hal lainnya didukung oleh
xli
materi yang sudah ada dalam audit trail. Dalam melakukan penelitian teknik smash
bolavoli pada atlet Klub Sehase Kota Lubuklinggau dan didukung oleh materi-materi
yang diperoleh dari berbagai sumber, baik itu dari media cetak atau media elektronik
obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Pengujian konfirmabilitas
penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Dalam penelitian, jangan sampai
xlii