0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Kafe Kopi dan Co-Working Space: Studi Kelayakan

Diunggah oleh

muhammedsatui028
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Kafe Kopi dan Co-Working Space: Studi Kelayakan

Diunggah oleh

muhammedsatui028
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Studi Kelayakan Bisnis 66

Teknik Informatika

Nama : [Link] aini

NIM: 310122023675

Dosen Pengampu : Ibu [Link] Yudihartanti, [Link]

Kasus: Kafe Kopi dengan Ruang Kerja dan Co-Working Space

• Identifikasi Pasar: Target pasar utama adalah pekerja lepas (freelancer), mahasiswa, dan
pekerja kantoran yang membutuhkan tempat nyaman untuk bekerja sambil menikmati
kopi.

• Segmentasi Pasar: Berdasarkan


- demografis Usia 20-40 tahun, terdiri dari mahasiswa, freelancer, dan pekerja
kantoran.
- geografis Berlokasi di area perkantoran, dekat kampus, dan pusat kota.
- psikografis Pelanggan yang mencari suasana nyaman untuk bekerja, mengerjakan
tugas, atau sekadar bersantai dengan akses internet cepat.

• Analisis Permintaan:
- Meningkatnya jumlah pekerja lepas dan mahasiswa yang membutuhkan tempat kerja
dengan suasana nyaman.
- Tren bekerja dari luar kantor (remote working) semakin meningkat.
- Kebutuhan akan akses internet cepat dan tempat yang kondusif untuk bekerja.
- Kombinasi antara kafe dan co-working space menarik bagi mereka yang
membutuhkan tempat produktif tanpa harus menyewa kantor.

• Analisis Penawaran:
- Persaingan dengan kafe konvensional dan co-working space eksklusif cukup tinggi.
- Diferensiasi dapat dilakukan dengan menyediakan fasilitas lengkap seperti internet cepat,
ruang meeting, dan paket langganan untuk pelanggan tetap.
- Pelayanan yang ramah, suasana yang nyaman, serta harga yang kompetitif menjadi faktor
penentu kesuksesan.
- Adanya program loyalitas atau diskon bagi pelanggan tetap untuk meningkatkan retensi.

• Analisis Pasar:

1. Teknologi dan Peralatan


Teknologi yang digunakan harus mendukung efisiensi operasional kafe dan kenyamanan ruang
kerja:
- Peralatan Kafe: Mesin espresso, penggiling kopi, alat 'cold brew', dan blender untuk
minuman dingin.
- Fasilitas Co-Working Space: Wi-Fi cepat, sistem reservasi digital, serta perangkat seperti
layar proyektor atau monitor besar.
- Sistem Operasional: Aplikasi kasir digital untuk transaksi cepat dan sistem CRM untuk
mengelola pelanggan.

2. Proses Operasional
Operasional bisnis melibatkan pengelolaan layanan kafe serta penyediaan ruang kerja yang
nyaman:

- Kafe Kopi: Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas hingga penyajian minuman dengan
standar tinggi.
- Co-Working Space: Penataan ruang kerja ergonomis, fasilitas tambahan seperti printer, serta
pemeliharaan kebersihan secara rutin.

3. Sumber Daya Manusia (SDM)


SDM yang kompeten diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional:

- Barista untuk menyajikan minuman berkualitas.


- Tim administrasi untuk mengelola pemesanan ruang kerja.
- Teknisi IT guna memastikan kelancaran teknologi. - Tim kebersihan untuk menjaga kenyamanan
pelanggan.

Perhatian: Pelatihan rutin diperlukan agar semua staf dapat bekerja secara optimal.

4. Kapasitas Produksi
Kapasitas harus disesuaikan dengan permintaan pelanggan:

- Kafe Kopi: Mesin espresso dan alat 'cold brew' harus mampu melayani pelanggan dalam jumlah
besar. - Co-Working Space: Kapasitas meja atau ruangan dapat ditingkatkan sesuai permintaan.

5. Sistem Penyimpanan
Penyimpanan yang baik memastikan bahan baku tetap segar dan peralatan terorganisir:

- Biji kopi disimpan di wadah kedap udara.


- Minuman dingin disimpan di lemari pendingin. -
Peralatan kantor disimpan rapi di rak tertutup.
• Analisis Keuangan:
1. Proyeksi Pendapatan
- Target pasar utama adalah pekerja lepas (freelancer), mahasiswa, dan pekerja
- kantoran yang membutuhkan tempat nyaman untuk bekerja sambil menikmati kopi.
- Untuk menghitung proyeksi pendapatan, diperlukan estimasi penjualan harian,
harga jual rata-rata, dan jumlah hari operasional dalam setahun.

Contoh proyeksi pendapatan adalah sebagai berikut:


- Produk utama: granola, smoothies, salad, camilan organik.
- Harga jual rata-rata per unit: Rp30.000.
- Target penjualan harian: 80 paket/hari.
- Operasional: 25 hari/bulan x 12 bulan.
- Total Pendapatan: 80 x Rp30.000 x 300 = Rp720.000.000/tahun.

2. Biaya Investasi Awal


Biaya investasi awal adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memulai bisnis.

• Komponen biaya investasi awal meliputi:


- Peralatan kafe (mesin espresso, penggiling kopi, alat 'cold brew', dan blender untuk
minuman dingin).
- Fasilitas co-working space (Wi-Fi cepat, sistem reservasi digital, layar proyektor atau
monitor besar).
- Renovasi tempat usaha.
- Perizinan/legalitas.
- Biaya awal pemasaran.
- Modal kerja awal.

• Contoh biaya investasi awal:


- Peralatan produksi: Rp20.000.000
- Renovasi tempat: Rp10.000.000
- Perizinan: Rp2.000.000
- Pemasaran awal: Rp5.000.000
- Modal kerja (3 bulan): Rp15.000.000
- Total: Rp52.000.000

3. Proyeksi laba Rugi


Proyeksi laba rugi menunjukkan estimasi pendapatan, biaya, dan laba dalam periode
tertentu.

• Struktur umum: Pendapatan – Biaya Produksi – Biaya Operasional = Laba Bersih.


• Contoh proyeksi laba rugi (tahun pertama):

- Pendapatan: Rp300.000.000
- Biaya produksi: Rp120.000.000
- Biaya operasional lainnya: Rp80.000.000
- Laba bersih: Rp100.000.000

4. Arus kas
Arus kas adalah laporan mengenai masuk dan keluarnya uang dari kegiatan operasional,
investasi, dan pendanaan.

Fungsi arus kas:


-Mengukur kemampuan bisnis untuk membayar kewajiban.
-Menghindari kekurangan kas (cash crunch).
-Contoh sederhana arus kas (per bulan):
-Kas masuk: Rp25.000.000
-Kas keluar: Rp20.000.000
-Kenaikan kas: Rp5.000.000

5. Titik Impas (Break-Even Point/BEP)


Titik impas adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, yang berarti bisnis
tidak untung dan tidak rugi.

• Rumus BEP (unit): BEP = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit).

• Contoh perhitungan BEP:

- Biaya tetap: Rp10.000.000


- Harga jual: Rp25.000
- Biaya variabel: Rp10.000
- BEP = Rp10.000.000 / (Rp25.000 – Rp10.000) = 667 unit. Artinya, bisnis harus menjual
minimal 667 produk untuk impas.

• Contoh lain perhitungan BEP dari dokumen

- Biaya tetap bulanan: Rp15.000.000


- Harga jual per unit: Rp30.000
- Biaya variabel per unit: Rp12.000 - BEP = Rp15.000.000 / (Rp30.000 – Rp12.000) = 834
unit/bulan (±33 paket/hari).
• Analisis Risiko:

Berikut adalah jenis-jenis risiko yang relevan untuk bisnis kafe kopi dengan ruang kerja dan co-
working space:

1. Risiko Pasar
Risiko ini berkaitan dengan perubahan kondisi pasar, seperti preferensi konsumen, harga bahan
baku (misalnya, kopi), atau munculnya pesaing baru (kafe atau co-working space lain).
Contoh:
Pelanggan mulai beralih ke kafe dengan konsep yang lebih unik atau harga yang lebih murah.
Tren co-working space berubah, misalnya, lebih banyak yang mencari ruang yang lebih privat
daripada ruang terbuka.
Harga biji kopi meningkat secara signifikan, mempengaruhi biaya operasional.

2. Risiko Operasional
Risiko yang berasal dari kegagalan sistem, proses internal, atau kesalahan manusia dalam
operasional bisnis.
Contoh:
Kerusakan peralatan kafe (mesin espresso, Wi-Fi) yang mengganggu layanan.
Keterlambatan pasokan bahan baku (kopi, makanan) atau peralatan.
Kesalahan dalam pemesanan atau penyajian yang menurunkan kualitas layanan.
Gangguan pada sistem reservasi co-working space.

3. Risiko Keuangan
Risiko yang terkait dengan masalah pendanaan, arus kas, dan perubahan biaya.
Contoh:
Pendapatan dari kafe dan co-working space tidak sesuai proyeksi, sehingga tidak cukup untuk
menutup biaya operasional bulanan (sewa, gaji, utilitas).
Biaya renovasi atau peralatan ternyata lebih tinggi dari yang dianggarkan.
Keterlambatan pembayaran dari pelanggan co-working space.

4. Risiko Regulasi
Risiko akibat perubahan atau pengetatan regulasi pemerintah yang dapat mempengaruhi jalannya
bisnis.
Contoh:
Perubahan peraturan terkait izin usaha kafe atau standar kebersihan makanan.
Perubahan kebijakan pajak yang mempengaruhi biaya operasional.
Regulasi terkait jam operasional selama pandemi atau kondisi darurat lainnya.

5. Risiko Teknologi
Risiko yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam bisnis, termasuk keamanan data,
ketergantungan sistem, dan keusangan teknologi.
Contoh:
Gangguan pada sistem kasir digital atau sistem reservasi online.
Masalah keamanan data pelanggan (misalnya, kebocoran data reservasi atau informasi
pembayaran).
Perubahan teknologi yang cepat sehingga peralatan atau sistem yang ada menjadi ketinggalan
zaman.

6. Cara Mengelola Risiko


Identifikasi Risiko: Catat semua potensi risiko yang mungkin terjadi dalam operasional kafe dan
co-working space.
Analisis Dampak dan Probabilitas: Ukur seberapa besar pengaruh setiap risiko terhadap bisnis dan
seberapa besar kemungkinan terjadinya.
Rencana Mitigasi: Buat strategi untuk menghindari, mengurangi, atau mentransfer risiko.
Monitoring dan Evaluasi: Pantau secara berkala efektivitas strategi mitigasi dan sesuaikan jika
perlu.

Anda mungkin juga menyukai