MATERI PEMBELAJARAN
TEKNIK KONTROL MEKATRONIKA
Mata Pelajaran : Teknik Kontrol Mekatronika (TKM)
Durasi waktu : 5 jp ( 2 x 5 jp)
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Elektronika
Kompetensi Keahlian : Teknik Mekatronika
Semester : Ganjil
Fase : F (XII Mekatronika)
Tahun Pelajaran : 2025 - 2026
Programmable Logic Controller 1
PERTEMUAN KE -1
PLC (Programmable Logic Controller)
A. Indikator Keberhasilan
1. Peserta didik dapat mengetahui pengertian PLC, Bahasa Pemograman
PLC, Fungsi, prinsip kerja PLC, Jenis dan type PLC.
2. Peserta didik dapat mengetahui input dan output pada PLC omron
3. Peserta didik dapat memahami simbol dan wirring PLC
B. Pengenalan Perangkat Instalasi PLC
1. Pengertian PLC
Programmable Logic Controller (PLC) suatu perangkat yang dapat
digunakan untuk mengoptimalkan suatu sistem menjadikan otomatis
(otomatisasi) mesin-mesin didunia industri, pertama kali dikembangkan
oleh para engineer di General Motors pada tahun 1968 saat perusahaan
mencari alternatif untuk menggantikan sistem kontrol relay yang kompleks.
Gambar 1. PLC Omron
Programmable Logic Controller 2
Kelebihan dari penggunaan pemograman PLC :
1. Pemogramannya fleksibel dan dapat diubah sesuai dengan prinsip
dan sistem kerja yang diinginkan
2. Program dapat diubah tanpa perlu interfensi ke sistem (no internal
rewiring)
3. Lebih kecil dan lebih handal dibandingkan sistem kontrol
menggunakan relay
4. Maintenance cost-nya rendah
5. Meningkatkan kecepatan saat peralatan produksi dan line produksi
dapat diatur untuk membuat produk dengan cepat
6. Menurunkan biaya material
7. Meningkatkan kualitas dan menurunkan reject
8. Meminimalkan down time dari mesin produksi
9. Menurunkan biaya produksi
2. Bahasa Pemograman PLC
1. Leadder Diagram (LD)
Bahasa pemograman pada PLC yang menampilkan logika tangga
yang menggambarkan secara grafis diagram elektro
Programmable Logic Controller 3
Gambar 2. Diagram Leadder
2. Funtion Blok Diagram (FBD)
Bahasa pemrograman PLC yang menampilkan grafis yang
menggunakan blok-blok fungsi standar untuk memvisualisasikan
logika dan menghubungkan masukan dan keluaran untuk membentuk
suatu program.
Gambar 3. Funtion Blok Diagram
3. Sequential Function Chart (SFC)
Bahasa pemograman PLC yang menampilkan grafis yang
memvisualisasikan urutan proses dalam sistem kontrol, mirip dengan
diagram alir.
Programmable Logic Controller 4
Gambar 4. Sequential Function Chart
4. Structured Text (ST)
Bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk PLC yang menyerupai
bahasa seperti C atau Pascal dan digunakan dalam standar IEC
61131-3 untuk logika kontrol yang kompleks
Gambar 5 . Structured Text
5. Instruction List (IL)
Programmable Logic Controller 5
Bahasa pemograman yang pada penulisannya menggunakan perintah
teks seperti bahasa assembly
Gambar 6. Instruction List
3. Fungsi PLC
1. Otomatisasi Proses:
Mengontrol dan mengawasi berbagai proses industri secara
otomatis, seperti di jalur perakitan pabrik.
2. Pengendalian Mesin:
Programmable Logic Controller 6
Mengatur fungsi mesin agar bekerja secara presisi dan konsisten,
meningkatkan kualitas produksi.
3. Kontrol Logika:
Menjalankan instruksi berdasarkan logika tertentu, termasuk fungsi
timing, counting, sekuen, dan aritmatika.
4. Peningkatan Efisiensi:
Mempercepat waktu produksi, mengurangi biaya material dan tenaga
kerja, serta meminimalkan downtime mesin.
4. Proses dan Sistem Kerja PLC
a. Input: PLC menerima sinyal dari perangkat input seperti sensor atau
sakelar.
b. Proses: CPU memproses sinyal input tersebut berdasarkan logika
program yang sudah ditentukan.
c. Output: Berdasarkan hasil pemrosesan, CPU mengirimkan sinyal ke
perangkat output seperti motor, lampu, atau katup untuk melakukan
suatu tindakan.
5. Jenis PLC
a. PLC Fixed/Tetap
PLC dengan Input dan output yang tetap dan terintegrasi pada
microprosesor pada PLC itu sendiri.
b. PLC Modular
PLC dengan jenis yang memiliki input dan output yang dapat
ditingkatkan, Catu daya, modul komunikasi, modul Input/Output
semuanya terpisah dari mikrokontroler sebenarnya sehingga harus
menghubungkannya secara manual satu sama lain untuk membuat
sistem kontrol PLC.
c. PLC Raking
Jenis yang menggabungkan atau menyatukan, menampung CPU,
modul catu daya, dan modul I/O), serta menyediakan jalur
komunikasi antar modul tersebut
6. Prinsip Kerja PLC
Programmable Logic Controller 7
Secara umum perbandingan system kerja control manual dengan system
kerja PLC dapat di gambarkan sebagai berikut :
Gambar 7. Bagan prinsip kerja PLC Sederhana
2. Input dan Output pada PLC
Input PLC : sinyal dan perangkat luar yang memberikan masukan pada
PLC, contoh input pada PLC:
Input Digital sinyal yang memilki 2 status kerja yang pasti seperti
nyala/mati, On/Off,
a. Saklar
b. Tombol Tekan (Push Button)
c. Limit switch
d. Diten switch
Input Analog sinyal yang berupa nilai kontinu dan dapat memiliki nilai
(suhu, tekanan,level)
a. Sensor Suhu
b. Sensor Tekanan
c. Level control
3. Simbol/Address dan wirring PLC
Instruksi Input
No Instruksi Mnemonik Address Fungsi
Programmable Logic Controller 8
1 Load LD Menghubungkan Kondisi NO Kekiri bus bar
2 Load Not LD NOT Menghubungkan Kondisi NC Kekiri bus bar
3 AND AND Menghubungkan kondisi NO secara SERI
dengan sebelumnya
4 AND NOT AND NOT Menghubungkan kondisi NC secara SERI
dengan sebelumnya
5 OR OR Menghubungkan kondisi NO secara Paralel
dengan sebelumnya
6 OR NOT OR NOT Menghubungkan kondisi NO secara Paralel
dengan sebelumnya
7 AND AND Menghubungkan 2 blok intruksi secara seri
LOAD LOAD
8 OR LOAD OR LOAD Menghubungkan 2 blok intruksi secara
parallel
Tabel 1. Instruksi Input
Instruksi Output
No Instruksi Mnemonik Address Fungsi
1 Output Out Hasil output dari logika sebuah bit
2 Output NOT OUT NOT Hasil output terbalik dari logika
sebuah bit
3 SET SET Force set (ON) sebuah bit
4 RESET RESET Force reset (OFF) sebuah bit
5 KEEP KEEP Menahan status dari bit yang
bersangkutan
6 Differentiator UP DIFU Bit menjadi ON untuk siklus saat
transisi ke ON
7 Differentiator DIFD Bit menjadi ON untuk siklus saat
DOWN transisi ke OFF
Tabel 2. Instruksi Output
Programmable Logic Controller 9
PERTEMUAN KE -2
Wirring PLC (Programmable Logic Controller)
Programmable Logic Controller 10
A. Indikator Keberhasilan
1. Peserta didik dapat menentukan jumlah input/output pada diagram kontrol
motor 3 phase
2. Peserta didik dapat memahami diagram pengawatan (wirring PLC),
diagram power pada PLC,dan Leadder diagram pada software cx-
programmer
3. Peserta didik dapat memahami simbol dan wirring PLC
B. Diagram Pada PLC Omron
1. Cara menghitung jumlah kebutuhan input dan output pada suatu
rangkaian kendali/kontrol, sebagai contoh rangkaian dirct on line (DOL)
sebagai berikut:
Dari diagram kontrol diatas dapat di tentukan komponen yang termasuk input dan
komponen yang termasuk output :
Input :
1. Emergency Stop (ES)
2. Thermal Overload Relay (TOR)
Programmable Logic Controller 11
3. Push Button Off
4. Push Button ON
Output :
1. Kontaktor Magnet (K)
2. Lampu Kuning (LK)
3. Lampu Hijau (LH)
4. Lamput Merah (LM)
Mari kita buat tabel input dan output untuk gambar diatas :
INPUT
No Nama Komponen Alamat/Address Keterangan
1 Emergency Stop (ES) 000.00 NC
2 Thermal Overload Relay (TOR) 000.01 NC
3 Push Button Off 000.02 NC
4 Push Button ON 000.03 NO
OUTPUT
1 Kontaktor Magnet (K) 100.00 Load
2 Lampu Kuning (LK) 100.01 Load
3 Lampu Hijau (LH) 100.02 Load
4 Lamput Merah (LM) 100.03 Load
2. Diagram pengawatan (Wirring Diagram)
Programmable Logic Controller 12
3. Arti dari simbol pada PLC
Programmable Logic Controller 13