ANALISIS KINERJA STAF DALAM MEMBERIKAN
PELAYANAAN ADMINISTRASI KEPADA
MASYARAKAT DESA LAMANTU,
KABUPATEN KEPULAUAN
SELAYAR
SKRIPSI
APRIANTI
105721108419
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2023
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA
JUDUL PENELITIAN
ANALISIS KINERJA STAF DALAM MEMBERIKAN
PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA MASYARAKAT
DESA LAMANTU, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Oleh:
APRIANTI
105721108419
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2023
ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Sesungguhnya berserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila
Engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada
Tuhanmulah engkau
Berharap (Q.S. Al Insyirah: 6-8)
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya
sehingga Skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulilah Rabbil’alamin
Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta
Orang-orang yang saya sayang dan almamaterku
PESAN DAN KESAN
Tetaplah semangat dalam mengerjakan sesuatu hal, jika mulai
merasakan lelah beristirahatlah sejenak dan jika sudah membaik
lanjutkanlah pekerjaan yang sempat tertunda sebelumnya.
iii
viii
ix
x
xi
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas
segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya,
Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad
SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat
yang tiada ternilai manakala penulis skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Staf
Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,
Kabupaten Kepulauan Selayar”.
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam
menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada
kedua orang tua penulis Bapak Abduh dan Ibu Sitti Ara yang senantiasa memberi
harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-
saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat
hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta
dukungan baik materi maupun moral, serta doa restu yang telah diberikan demi
keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka
berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia
dan di akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud
tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula
viii
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan
dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, [Link], rektor Universitas Muhammadiyah
Makassar.
2. Dr. H. Andi Jam’an, SE., [Link], Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Nasrullah. SE.. MM, selaku Ketua Program Studi Manajemen
Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Dr. Ir. Ahmad AC.. ST..M.M, selaku Pembimbing I yang senantiasa
meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga
skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Idham Khalid. S.E. M.M, selaku Pembimbing II yang telah berkenan
membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya
kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Makassar.
8. Terima kasih kepada kedua orang tua saya Bapak Abduh dan Ibu Sitti Ara
yang senantiasa memberikan dukungan dan doa yang tak henti-hentinya
dipanjatkan untuk anaknya tercinta.
9. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi
Manajemen Angkatan 2019 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit
bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
ix
10. Terima kasih untuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu
yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya
sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamannya
para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan
kritiknya demi kesempurnaan Skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum [Link].
Makassar, 10 Juli 2023
Aprianti
x
ABSTRAK
APRIANTI. 2023. Analisis Kinerja Staf Dalam Memberikan Pelayanan
Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan
Selayar. Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Pembimbing I Ahmad
dan Pembimbing II Idham Khalid.
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja
Pegawai kantor Desa Lamantu dalam memberikan pelayanan administrasi
berfokus pada pelayanan administrasi penduduk yaitu pembuatan surat pengantar
kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) kepada masyarakat Desa
Lamantu.
Penelitian ini mengunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan
melakukan wawancara langsung dengan pegawai Desa dan masyarakat Desa.
Adapun teknik pengumpulan data yakni menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi. Penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai kantor Desa Lamantu
Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memberikan pelayanan administrasi masih
belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan masyarakat dapat dilihat dari ketidak
mampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dan masih adanya pegawai
yang kurang ramah dalam melayani, kedisplinan pegawai yang tidak sesuai
dengan jam kerja dan kurangnya sumber daya manusia yang belum mampu
mengoperasikan alat bantu.
Kata kunci : Pelayanan administrasi, Kinerja pegawai, Kesejahteraan Masyarakat
xi
ABSTRACT
APRIANTI. 2023. Analysis of Staff Performance in Providing Services
Administration to the Community of Lamantu Village, Selayar Islands
Regency. Thesis Management Study Program, Faculty of Economics and
Business, University of Makassar Muhammadiyah. Supervised by Advisor I
Ahmad and Supervisor II Idham Khalid.
The purpose of this research is to describe and analyze the performance
of Lamantu Village office employees in providing focused administrative services
in population administration services, namaly making cover letters for identity card
(KTP) and family card (KK) to the people of Lamantu Village.
This study uses a qualitatifapproach descriptive method with conducting
direct interview with village officers and village community. The data colletion
Techniques are using observation techniques, interviews and documentation. The
results of this study shows that the performance of employees of the Lamantu
Village office, Islands Regency Selayar in providing Administrative services is still
not fully operational in accordance with the expectations of Society can be seen
from the inability of employees in using assistive devices and there are still
employees who are not friendly enough serving, employee discipline that is not in
accordance with working hours and lack human resources who have not been able
to operate assistive devices.
Keywords :Performance, Lamantu head of village officers, Administration
Services, Public Welfare
xii
DAFTAR ISI
SAMPUL………………………………………………….....………………..… i
HALAMAN JUDUL……………………………………………………..……… ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN…………………………………………...… iii
HALAMAN PERSETUJUAN……………………………….….............….… iv
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………...…… v
HALAMAN PERYATAAN KEABSAHAN…………………………………… vi
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI AKHIR………………………… vii
KATA PENGANTAR………………………………………………………..… viii
ABSTRAK……………………………………………………………………… ix
ABSTRACT………………………………………………………………..…… xii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. xiii
DAFTAR TABEL…………………………………………………………….… xv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………… xvi
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….… xvii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………...….… 1
A. Latar Belakang………………………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………….……… 4
C. Tujuan Penelitian……………………………………………………… 4
D. Manfaat Penelitian………………………………………….…….…… 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…………………………………….………… 5
A. Tinjauan Teori…………………………………………………………. 5
1. Pengertian Analisis…………………………………………… 5
2. Pengertian Kinerja……………………………………………. 5
3. Administrasi Desa……………………………………..……… 9
4. Masyarakat………………………………..………………...… 11
5. Pengertian Pelayanan………………………………………… 12
B. Penelitian Terdahulu…………………………………………………… 20
C. Kerangka Pikir…………………………………………………………. 22
BAB III. METODE PENELITIAN…………………………………..……….... 24
A. Jenis Penelitian………………………………………………...……… 24
B. Fokus Penelitian…………………………………………….…….…… 24
xiii
C. Situs dan Waktu Penelitian…………………………………………… 24
D. Jenis dan Sumber Data……………………………………………..… 25
E. Informan………………………………………………………………… 25
F. Teknik Pengumpulan Data…………………………………….……… 26
G. Metode Analisis Data……………………………..…………………… 27
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………… 29
A. Gambaran Umum Objek Penelitian………………………….……… 29
B. Hasil Penelitian………………………………………………………… 37
C. Pembahasan…………………………………………………………… 48
BAB V. PENUTUP……………………………………………………….…….. 54
A. Kesimpulan………………………………………………….……..…… 54
B. Saran……………………………………………………………………. 54
DAFTAR PUSTAKA………………………..………………………………..… 56
LAMPIRAN
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu………………………………………….…… 20
Tabel 3.1 Penelitian informan………………………………………………… 26
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pikir…………………………………………………… 23
Gambar 4.1 Struktur Organisasi……………………………………………… 32
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Coding Wawancara…………………………………….… 60
Lampiran 2. Surat Izin Penelitian……………………………………… 68
Lampiran 3. Dokumen Wawancara…………………………….…...… 72
Lampiran 4. Surat Keterangan Bebas Plagiat ……………………..… 76
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau
peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan sehingga
dapat memenuhi kualitas yang diharapkan oleh masyarakat sehingga dapat
menimbulkan citra yang baik terhadap aparatur pemerintah. M. Manullang
(1986) mengatakan bahwa prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya
adalah efektivitas perorangan, atau dengan kata lain bila tiap anggota
organisasi secara terkoordinasi melaksanakan tugas dan pekerjaannya
masing-masing dengan baik, dan efektivitas pelayanan secara keseluruhan
akan timbul.
Pada dasarnya manusia membutuhkan pelayanan, bahkan secara
realita dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan
kehidupan Manusia. Masyarakat setiap waktu selalu menuntut pelayanan
publik yang berkualitas dari pemerintah, meskipun tuntutan tersebut sering
tidak sesuai dengan harapan karena secara empiris pelayanan publik yang
terjadi selama ini masih berbelit-belit, lambat, mahal, dan melelahkan.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang
pelayanan publik, yakni pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,
jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik. Kecenderungan seperti ini terjadi karena masyarakat masih
diposisikan sebagai pihak melayani bukan yang dilayani. Hal ini menimbulkan
1
2
dampak buruk terhadap perkembangan kualitas pelayanan yakni sering
terlantarnya upaya peningkatan pelayanan dan kurang berkembangnya
inovasi dalam pelayanan serta kurang terpacunya pemerintah daerah untuk
memperbaiki kualitas pelayanan.
Penyelenggaraan pemerintahan Desa merupakan sub-sistem dari
sistem penyelenggaraan pemerintahan, sehingga perintah Desa memiliki
kewenangan untuk mengatur masyarakatnya. Sesuai dengan Undang-undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Desa adalah penyelenggara
urusan pemerintahan oleh pemerintahan Desa dalam mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Syukuri 2002:8 (dalam Abdul Kadir 2015:137) menjelaskan bahwa
untuk mendapatkan kinerja yang optimal di perlukan 4 (empat) persyaratan,
yaitu:
1) Kapasitas SDM yang memadai, kemampuan pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman serta didukung oleh sikap mental dan
moral, loyalitas dan dedikasi dari eksekutif akan sangat mendukung
bagi terwujudnya kinerja daerah yang optimal;
2) Rekrutmen yang baik, untuk mendapatkan pegawai yang quaified
diperlukan suatu mekanisme dan proses rekrutmen yang tertata
dengan baik dan benar;
3) Pembinaan yang memadai, untuk meningkatkan kinerja maka
perlunya upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitasnya secara
terencana dan berkelanjutan; dan
3
4) Pengawasan masyarakat, baik oleh lembaga perwakilan rakyat,
maupun media massa dan masyarakat secara langsung perlu
dilaksanakan dan ditingkatkan secara terus-menerus.
Menurut Carlzon dalam Sadu Wasistino (2003:16) mengatakan, bahwa
abad ke-21 sebagai “abad pelanggan”, dalam arti para pengguna jasa atau
pelanggan ditempatkan pada tempat yang sangat terhormat. Berangkat dari
pemikiran tersebut, pegawai kantor desa lamantu, kabupaten kepulauan selayar
sebagai tempat penelitian ini ,menurut pengamatan penelitian, menunjukkan
bahwa kemampuan pegawai pada kantor desa lamantu dalam pelaksanaan tugas
terutama dalam menyiapkan bahan dan informasi yang dibutuhkan untuk
kepentingan masyarakat, hasilnya masih minim atau belum terlaksana secara
optimal. Dilihat dari penelitian pelaksanaan tugas-tugas administrasi yang tidak
terlaksana dengan baik dan konsisten sesuai ketentuan, baik administrasi umum,
pelayanan administrasi penduduk, maupun administrasi lainnya. Isu-isu masalah
yang terjadi kurangnya pelayanan administrasi yang diberikan misalnya dalam
memberikan pelayanan administrasi penduduk:
1) Pelayanan pembuatan surat pengantar Kartu Tanda Penduduk (KTP )
2) Pengantar Kartu Keluarga (KK)
Kapasitas yang masih rendah merupakan bagian dari permasalahan yang
ditunjukkan di lapangan. Diantaranya masih belum optimalnya aspek pelayanan
yang diberikan oleh pemerintahan Desa. Dalam hal ini pelayanan masyarakat
sangat dibutuhkan di kehidupan Masyarakat Desa Lamantu sehingga peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Kinerja Staf Dalam
Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,
Kabupaten Kepulauan Selayar”.
4
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana
Analisis Kinerja Staf Kantor Desa dalam Memberikan Pelayanan Administrasi
Kepada Masyarakat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana
Kemampuan Kinerja Staf Kantor Desa dalam memberikan Pelayanan
Administrasi Kepada Masyarakat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan
Selayar.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis : Untuk dapat memperkaya konsep atau teori yang
membantu perkembangan ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan
dalam kehidupan berbirokrasi, khususnya untuk pengembangkan
pengetahuan ilmu ke pemerintahan. Supaya dapat dijadikan sebagai
bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis : Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan
atau konsep perangkat desa khususnya dalam pemerintahan dan kepada
masyarakat umumnya dalam meningkatkan pengetahuan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
1. Pengertian Analisis
Analisis berasal dari bahasa inggris yaitu analyzis yang artinya:
mengupas, menguraikan, mengulas, dan membahas. Analisis merupakan
proses mengurai suatu hal menjadi berbagai unsur yang terpisah untuk
memahami sifat, hubungan, dan peranan masing-masing unsur. Dalam
linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap
sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa secara mendalam.
Steers, 1985 (Dwiyanto, 2005) analisis secara umum sering juga
disebut pembagian. Analisis atau pembagian berarti pemecah belahan
atau penguraian bagian dari keseluruhan yang selalu berhubungan dan
suatu keseluruhan adalah terdiri dari atas bagian-bagian. Ditinjau dari
sudut kualitas pelayanan masyarakat, peraturan sebagai salah satu sarana
dalam mencapai bukan hanya satu kata yang tidak bermakna dan
diabaikan tanpa ditaati.
2. Pengertian Kinerja
Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual
performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh
seseorang). Menurut Priansa, (2019) dalam bahasa Inggris kinerja dapat
disebut sebagai job Performance atau actual performance atau Level of
performance, merupakan tingkat pencapaian karyawan dan konfigurasi
karyanya. Kinerja merupakan tindakan individualitas, seperti minat atau
kemampuan, perbedaan mewujudkan kekuatan dalam bentuk karya yang
5
6
terbukti. Hasil kerja yang dicapai pegawai dalam menjalankan fungsi dan
pekerjaan yang berasal dari industri.
Menurut Moeheriono ( 2018 ) Kinerja merupakan suatu gambaran
mengenai tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan strategi aktifitas atau
kegiatan dalam mencapai tujuan sasaran, visi dan misi organisasi yang
masuk melalui perencanaan strategis sekelompok.
Menurut Hasibuan (2016) mendefinisikan kinerja sebagai suatu
hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman,
kesunguhan serta waktu.
Menurut Garvera Rindu.R 2018 Secara umum dapat dijelaskan
bahwa dalam mewujudkan efektivitas pelayanan umum dari aparat
pemerintah terhadap warga masyarakat pengguna jasa pelayanan melalui
kualitas disiplin kerja aparat pemerintah yang memadai, maka birokrat
mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif.
1) Kriteria-kriteria kinerja pegawai adalah:
a) Sifat
Tolak ukur menurut sifat memfokuskan diri pada karakteristik diri
individu tenaga kerja. Berbagai jenis tolak ukur Ini menempatkan
orang pada prinsip kerja setiap individu tidak mengikuti apa yang
inginkan atau bukan pencapaian individu disuatu bekerja.
b) Perilaku
Berdasarkan cara pandang berfokus pada cara mengerjakan
pekerjaan yang diberikan. Barometer sangat diperlukan bagi
pekerja yang menginginkan kaitan antar personal tenaga kerja.
7
c) Hasil
Persyaratan pendapat ini memberi tumpuan kepada apa yang
sesuatu telah diinginkan atau dihasilkan dalam cara sesuatu untuk
pencapaian
2) Aspek-aspek yang mempengaruhi kinerja pegawai
a) Kemampuan seseorang
Kemampuan individu mencakup talenta, keinginan dan aspek
pribadi. Peningkatan keahlian yaitu para setiap orang seperti
memiliki pendidikan, pengertian, keahlian, keterampilan
berkomunikasi, dan kecakapan teknis.
b) Usaha yang mencurahkan
Upaya dibayarkan untuk tenaga kerja merupakan ketika mereka
bekerja kehadiran dan motivasi.
c) Lingkup organisasi
Wilayah institusi, industry menyiapkan perlengkapan alat bantu
bagi tenaga kerja yang meliputi pelatihan dan pengembangan,
inventaris, tehnologi, dan tata kelola.
Menurut Mangkunegara (Umam 2019) menerangkan aspek yang
mempengaruhi kapasitas tenaga kerja merupakan.
a) Aspek kemampuan intelektual, kekuatan (ability) tenaga kerja
berbagai kemampuan kesangupan (IQ) kekuatan kenyataan
(pendidikan) oleh karena itu, pegawai perlu diposisikan pada
pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.
8
b) Aspek motifasi
Aspek ini mewujudkan tingkahlaku (attitude) seorang tenaga kerja
dalam mengimbangi situasi kerja. Cita-cita merupakan keadaan
mengarahkan pegawai kearah perolehan tenaga kerja.
c) Sikap mental
Perbuatan mentalitas merupakan keadaan mentalitas yang
mengarahkan seseorang.
3) Dimensi Pengukuran Kinerja Pegawai
Menurut Premeaux (Priansa 2017,55) ada enam dimensi dalam
pengukuran kinerja:
a) Kuantitas kerja quantity of work, berkaitan dengan kapasitas
pekerjaan dan kerja yang dihasilkan oleh tenaga kerja pada waktu
yang sudah ditetapkan oleh instansi.
b) Kualitas kerja quantity of work, berjalinan dengan peninjauan
kecerdasan, kecekatan kerja mampu menangani tugas-tugas
yang diberikan oleh diperusahaan.
c) Kemandirian dependabilty, berhubungan dan ketelitian dengan
kemampuan tenaga kerja dan memprioritaskan tugas secara
individu untuk mencegah bantuan orang lain.
d) Inisiatif (initiative), berhubung dan pertimbangan individual,
keluwasan berpikir, dan kesanggupan untuk mendapatkan
tanggung jawab.
e) Adaptabilitas (adaptability), berhubungan dengan kekuatan untuk
penyesuaian, meninjau kemampuan untuk menggapai terhadap
kepentingan dan situasi.
9
f) Kerja sama (cooperation), berkaitan dengan kontrol kemampuan
untuk kerjasama dengan rekan kerja yang lain.
3. Administrasi Desa
Administrasi merupakan bagian yang paling nyata dari pemerintah
seperti administrasi pemerintah dalam tindakan, administrasi eksekutif,
operatif, bagian paling jelas dari pemerintah dan tugas-tugas administrasi
yang selama ini dipelajari dengan tekun dan sistematik memerlukan
penyesuaian terhadap standar-standar kebijakan yang teruji secara cermat
Menurut Wilson dalam Ahmad Jamaluddin (2015:104). Moenir (87:2014)
Adminstrasi mempunyai dua pengertian luas dan sempit. Dalam pengertian
luas administrasi meliputi seluruh proses kegiatan organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan dan dilaksankan oleh
tenaga-tenaga yang berkemampuan (skilled work force). Sedangkan
dalam pengertian sempit, administrasi menyelinap kebagian-bagian paling
kecil dalam organisasi yang dilaksanakan oleh tenaga-tenaga tingkat
rendah melalui keterampilannya. Sebutan umum untuk administasi dalam
pengertian sempit ini adalah tata usaha ( clerical work ).
Persoalan atau masalah administrasi publik yang menjadi
persoalan atau masalah negara, demikian pula halnya bahwa persoalan
atau masalah negara menjadi masalah pemerintah, karena memang ketiga
elemen ini merupakan satu kesatuan dalam totalitas Makmur dan Thahire,
(2016)Amercan Socly Puby Administrasi Publik Bentuk di (Basuki, 2018)
menyebutkan prinsip Etika Administrasi Publik:
10
1) Layanan ke publik harus hierarkis.
2) Masyarakat berhak dan mereka yang bekerja di layanan publik benar-
benar bertanggung jawab untuknya.
3) Undang-undang yang mengatur semua kegiatan layanan publik, yang ada
harus jelas dan harus dicari cara terbaik untuk memberikan layanan publik
terbaik.
4) Manajemen yang efektif dan efisien adalah dasar dari administrator publik.
Penyalahgunaan layanan dan berbagai perspektif yang tidak diinginkan
tidak dapat diampuni.
5) Kesamaan, ketulusan, keberanian, kesamaan, kecerdasan dan kuadrat
adalah nilai yang harus dinaikkan dan harus dikembangkan secara aktif.
Jenis-jenis administrasi desa yang dapat diselenggarakan pada setiap
pemerintah desa, menurut Rohman, Ferina & Ermadiani (2018:54) adalah sebagai
berikut:
1. Administrasi Umum
Tata usaha yang merupakan kegiatan pendataan dan informasi tentang
implementasi pemerintah desa dalam buku tata kerja yang umum.
Adimnistrasi umum mencakup pembukuan mengenai data peraturan desa,
data keputusan dari kepala desa, inventaris desa, data manajer pemerintah
desa, data terestrial milik desa atau harta desa.
2. Administrasi penduduk
Administrasi warga merupakan pendaftaran dan informasi data tentang
penghuni dan mutasi populasi dalam buku administrasi publik.
11
3. Administrasi keuangan
Kegiatan pencatatan dan informasi tata kelolah keuangan, mengenai
pengurusan keuangan desa pada buku tata kerja keuangan.
4. Administrasi pembangunan
Administrasi pembangunan, informasi pendaftaran dan pengembangan
data yang akan moderat dan dilakukan dalam buku administrasi keuangan.
5. Administrasi permusyawaratan desa
Administrasi permusyawaratan desa, kegiatan pencantan data dan
informasi mengenai BPD. Bentuk administrasi pembangunan adalah
pencatatan kedalam buku administrasi permusyawaratan desa.
4. Masyarakat
Menurut (James 2017, 50) Masyarakat adalah sekumpulan orang
yang tinggal di wilayah tertentu dan memiliki budaya adat istiadat, relatif
sendiri dan orang-orang diluar wilayah itu, dan mempunyai budaya yang
relatif sama. Masyarakat adalah setiap kelompok yang telah hidup dan
telah mampu bekerjasama dan cukup lama sehingga dapat mengatur diri
mereka dan memikir diri mereka sebagai kehidupan sosial dengan batas-
batas yang telah di rumuskan.
Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang
berasal dari kata latin socius yang berarti teman. Kata masyarakat berasal
dari kata bahasa arab syaraka yang berarti ikut serta dan berpartisipasi.
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling bergaul, dalam istilah
ilmiah adalah saling berinteraksi. Definisi lainnya adalah masyarakat
mengacu pada sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang
12
sama, relatif independent dan orang-orang diluar wilayah, dengan budaya
yang relatif sama.
Jika semua kepentingan dipertahankan dan perangkat desa
menganggap semua kepentingan publik dan pribadi sama, masyarakat
desa akan menjadi masyarakat yang tertib. Dengan kata lain, tercapainya
keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan tuntutan di masa yang akan datang, pemerintah dapat
menerapkan strategi lapangan yang didasarkan pada perumusan
kebijakan kependudukan yang diarahkan pada pengendalian kualitas dan
peningkatan kualitas pelayanan.
5. Pengertian Pelayanan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2000:888) kata pelayanan
berarti kegiatan yang dilakukan oleh pelayan atau suatu usaha untuk
membantu menyiapkan atau mengurus apa yang diperlukan orang lain.
Menurut Pandiangan (2005:3) pengertian pelayanan adalah suatu proses
pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung.
Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa suatu
kegiatan pelayanan itu memerlukan sebuah proses manajemen (mengatur
dan mengarahkan) dalam rangka mencapai tujuan organisasi itu sendiri.
Pelayanan masyarakat sebagai layanan keperluan orang atau masyarakat
yang mempunyai kepentingan oleh organisasi atau perorangan sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.
Menurut Moenir dalam (Abdul Kadir 2015 :108 ), pelayanan
merupakan : “ untuk memenuhi kebutuhan, manusia berusaha baik melalui
aktivitas sendiri, maupun secara langsung melalui aktivitas orang lain
13
aktivitas adalah suatu proses penggunaan akal, pikiran, panca indera, dan
anggota badan dengan atau tanpa kebutuhan melalui aktivitas orang lain
yang secara langsung inilah yang dinamakan pelayanan “.
a. Pelayanan Administrasi Kemasyarakatan
Peningkatan kualitas pelayanan yang menjadi tuntutan masyarakat
harus dipenuhi oleh aparat kantor desa sebagai penyelenggara
pemerintahan desa. Karena pada dasarnya menerima pelayanan pegawai
pemerintah desa yang memuaskan diri merupakan hak yang dimiliki oleh
setiap warga masyarakat. Dengan pelayanan yang diterima tersebut maka
diharapkan masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam mendukung tugas-
tugas aparat pemerintah, sehingga terjadi keseimbangan antara hak yang
ditetapkan oleh masyarakat dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai
warga negara.
Pelayanan yang diberikan harus tanpa memandang status,
pangkat, dan golongan dari suatu masyarakat. Pada saat yang sama
masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan
tersebut dengan landasan yang bersifat umum dalam bentuk pedoman
tatalaksana pelayanan umum.
Salah satu fungsi utama pemerintahan adalah penyelenggaraan
pelayanan umum yang tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan
masyarakat, pelayanan umum yang memuaskan dapat terwujud apabila
dilaksanakan secara efisien, efektif, berkeadilan, transparan, dan
akuntabel. Hal ini mengisyaratkan bahwa setiap pemerintah harus
mengikuti perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.
14
b. Pelayanan Publik
Menurut Rasyid (Garvera, 2018:114) “Pelayanan publik dapat
diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau
masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.” Sementara
menurut Widodo ( Nurulsyam, 2019:640) “Pelayanan publik dapat diartikan
sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat
yang mempunyai kepentingan pada organisasi tersebut sesuai dengan
aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.”
Menurut (Yanuar, 2019) pelayanan publik termasuk dalam inti dari
adanya penyelenggaraan pemerintah, hal ini dikatakan karena kegiatan
pelayanan berlangsung digerakkan atau dijalankan oleh sekelompok
individu atau organisasi yang telah mengemban tugas dalam pelayanan
publik. Dari pernyataan tersebut dapat dipastikan bahwa setiap masyarakat
maupun pemerintah menginginkannya sebuah pelayanan yang mampu
untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas kepada masyarakat, namun
dalam kenyataannya para aparat birokrasi selaku pemberi pelayanan
kepada masyarakat hanya sekedar memberikan pelayanan singkat tanpa
memberikan pelayanan dari arti yang sebenarnya dalam kata pelayanan
publik itu sendiri (Nurdin, 2019). Dalam hal ini tentu secara langsung akan
berdampak kepada kondisi atau keadaan masyarakat yang berakhir pada
kekecewaan terhadap pemerintah.
Menurut undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang pelayan publik
diuraikan bahwa pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan dalam
rangka peraturan, pembinaan, bimbingan, penyediaan fasilitas, jasa dan
15
lainnya yang dilaksanakan oleh aparatur pemeintahan sebagai upaya
pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-
undangan yang berlaku. Menurut AG. Subarsono (Agus Dwiyanto, 2005)
pelayanan publik didefinisikan sebagai serangkaian pelayanan publik
didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi
publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Maksudnya warga
pengguna adalah warga negara pembuatan KTP, akte nikah, akte
kematian, sertifikat.
1) Adapun Kinerja Pelayanan Publik:
Kinerja mengacu pada istilah yang berasal dari kata job
performance atau actual Performance (prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai seseorang). Kinerja Menurut A.A Anwar Prabu
Mangkunegara dalam Bukunya yang berjudul Evaluasi Kinerja Sumber
Daya Manusia, diartikan sebagai kualitas dan kuantitas yang diperoleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. (Mangkunegara, 2009:9) kinerja seorang
pegawai akan baik jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, keahlian
untuk bekerja, adanya imbalan atau upah yang layak dan mempunyai
harapan masa depan (Prawirosentono,2011).
Berdasarkan sudut pandang diatas, dapat dilihat bahwa kinerja
merupakan hasil kerja atau kebijakan pegawai yang dirumuskan oleh
kantor desa untuk mencapai tujuannya. Untuk mencapai kinerja yang
tinggi, karyawan harus bersedia melakukan pekerjaan dengan baik
(motivasi), harus mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif
kemampuan), dan harus memiliki materi, sumber daya, perlengkapan, dan
16
informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
(lingkungan). Defisiensi di salah satu area bidang ini akan menurunkan
kinerja. Oleh karena Itu, manajer atau pimpinan harus bekerja keras untuk
memastikan bahwa ketiga kondisi tersebut terpenuhi (Moorhead dan
Griffin,2013).
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa untuk mencapai kinerja
pegawai yang lebih tinggi perlu adanya dorongan dari atasan, kemampuan
yang dimiliki, dan lingkungan yang mendukung. Selain itu, pencapaian
kinerja tersebut perlu didukung melalui tugas, pokok, fungsi yang telah
ditetapkan dan berpedoman pada peraturan pemerintah. Demikian pula,
untuk mencapai kinerja pegawai kantor desa yang baik harus berpedoman
kepada tugas, pokok, fungsi utama kantor desa itu sendiri dan berpedoman
pada peraturan perundang-undangan daerah yang berlaku.
2) Adapun Jenis-Jenis Pelayanan Publik adalah
Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik, ruang lingkup pelayanan publik meliputi pelayanan
barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yang diatur
dalam peraturan perundang-undangan. Ruang lingkup sebagaimana
dimaksud meliputi pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat
tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan
sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata,
dan sektor strategis lainnya. Yang dimaksud dengan pelayanan barang
publik adalah pengadaan dan penyaluran barang publik yang dilakukan
oleh instansi pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya bersumber
dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran
17
pendapatan dan belanja daerah. Sedangkan pelayanan atas jasa publik
adalah penyediaan jasa publik yang diberikan oleh Instansi pemerintah
yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran
pendapatan dan belanja negara dan atau anggaran pendapatan dan
belanja daerah.
Kualitas pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan
masyarakat untuk mencapai kepuasan itu menurut Lijan Poltak Sinambela
(2006:6) dituntut kualitas pelayanan prima yang tercermin dari:
1) Transparansi, yakni pelayan yang bersifat terbuka, mudah dan
dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan
disediakan secara nomaden dan mudah dimengerti.
2) Akuntabilitas, pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan
sesuai dengan peraturan perundang - undangan.
3) Kondisional, yakni pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan
kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap
berpegang pada efisiensi dan efektivitas.
4) Partisipatif, yaitu pelayanan yang dapat mendorong peran serta
masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan
memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.
5) Kesamaan Hak yaitu pelayanan yang tidak melakukan diskriminasi
dilihat dari aspek apapun kususnya suku, ras, agama, golongan,
status sosial, dan lain -lain.
6) Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pelayanan yang
mempertimbangkan aspek keadilan antara pemberi dan penerima
pelayanan publik.
18
Menurut (Sinambela, 2006), pada intinya Manusia bahkan sangat
diperlukan layanan yang sangat dinyatakan bahwa layanan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Dimana pelayanan begitu akrab dalam kehidupan kita
hari-hari. Pelayanan publik dibutuhkan masyarakat guna menunjang berbagai
kebutuhan karena pada dasarnya masyarakat membutuhkan pelayanan setia
harinya. Menurut kotler (sinambela dkk,2011) Menurut Bagian 5 dari Undang-
undang, Layanan Publik 2009 No. 25, ruang lingkup layanan publik mencakup
barang publik dan layanan publik dan perwujudan yang diatur oleh hukum. Adapun
peningkatan pengembangan dalam masyarakat menujukan segera tercapainya
masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila defenisi pelayanan publik
menurut KEMENPAN No. 63 tahun 2004 tentang pedunia umum implementasi
layanan publik adalah semua kegiatan layanan yang dilakukan oleh
penyelenggara layanan publik untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat
layanan dan implementasi ketentuan-ketentuan hukum. Pada dasarnya pelayanan
publik merupakan pemberian pelayanan perima kepada masyarakat yang
merupakan perwujudan kewajiban aparatur negara sebagai abdi
masyrakat. Ada 5 jenis pelayanan administrasi yaitu:
1. Membuat KTP
2. Keterangan Tidak Mampu
3) Kartu Keluarga
4) Keterangan Pindah Penduduk
5) Pengantar Akta Kelahiran
Berkaitan tentang pemerintahan desa yaitu dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-
undang Nomor 6 Tahun 2014 dijelaskan bahwa: Pemerintahan Desa adalah
19
penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu,
menurut Adon Nasrullah jamaludin (2015;110) pemerintah desa merupakan
bagian dari pemerintah nasional, yang penyelenggaraannya ditujukan kepada
desa pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
bertanggungjawab dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan
dihormati dalam System Negara Indonesia.
20
B. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama peneliti Judul penelitian Variabel Hasil penelitian
dan tahun
penelitian
1. Marsinem Analisa kinerja Kualitatif Hasil penelitian
(2019) pelayanan menyatakan bahwa
pembuatan pelayanan publik dalam
keterangan pembuatan surat
tidak mampu keterangan tidak
pada kantor mampu (SKTM) di
Desa Sepuh Kantor Desa Sepuh
Gembol Gembol Kecamatan
Kecamatan Wonomerto dapat
Wonomerto dikatakan sudah
Kabupaten terwujud dengan baik.
Probolinggo Hal ini dapat dilihat
dengan indikator-
indikator yang ada
dalam pelayanan publik
yaitu, prosedur
pelayanan, persyaratan
pelayanan, waktu
pelayanan, biaya
pelayanan, produk
pelayanan,
sarana/prasarana
dan kompetensi
petugas pembeli
pelayanan dimana
semua indikator-
indikator tersebut
berada dalam kategori
baik.
2. Muhammad Profesionalisme Kualitatif Hasil penelitian ini
Aly Umar Pelayanan menunjukkan bahwa
(2020) Publik pada profesional pegawai
Pelayanan pada pelayanan kartu
E-KTP di tanda penduduk
Kecamatan elektronik (e-KTP) di
Pakong Kecamatan Pakong
Kabupaten Kabupaten Pamekasan
Pamekasan termasuk dalam
kategori baik. Hal Ini
ditunjukkan dengan
indikator sebagai
berikut: Kreatifitas
21
cukup baik, Inovasi
cukup maksimal, dan
Responsibilitas baik.
3. Pransiska Analisis Kinerja Kualitatif Hasil penelitian dapat
Ropi, Pegawai Kantor disimpulkan bahwa
Agustinus Desa Dalam Pelayanan Administrasi
Fritz Wijaya, Memberikan Kependudukan yang
Frederik Pelayanan dilakukan oleh pegawai
Samuel Administrasi Kantor Desa Mayak
Papilaya Kepada masih belum optimal.
(2021) Masyarakat Diketahui juga bahwa
disiplin pegawai Kantor
Desa Mayak masih
kurang baik, Aparatur
Desa masih kurang
tangkap keluhan
masyarakat dalam
memberikan
pelayanan.
4. Elianata, Budi Analisis Kualitatif Hasil penelitian ini
Setiawati menunjukkan bahwa
(2021) kinerja aparatur desa
dalam memberikan
pelayanan administrasi
kepada masyarakat di
desa biwan kecamatan
awang kabupaten
barito timur dapat
dikategorikan cukup
baik, pemimpin yang
berani dan tegas dalam
mengambil tindakan
dan cukup aktif
mengawasi perilaku
aparat.
5. Robiatul Analisis Kinerja Kualitatif Hasil penelitian dapat
Awaliyah, Perangkat diketahui bahwa
Agus Desa Dalam Kinerja Perangkat Desa
Nurulsyam, Memberikan dalam memberikan
[Link] Pelayanan pelayanan kepada
Garvera Kepada masyarakat di Desa
(2022) Masyarakat Di Babakan Kecamatan
Desa Babakan Pangandaran
Kecamatan Kabupaten
Pangandaran Pangandaran
Kabupaten berdasarkan
Pangandaran
22
penelitian secara
umum dapat
dikatakan secara
keseluruhan
sudah dilaksanakan
tetapi masih belum
optimal.
6. Dody Kualitatif Hasil penelitian ini
Wahyudi menunjukkan bahwa
Sinaga pegawai desa kolam
(2022) cukup baik dalam
melayani masyarakat,
dan kinerjanya
dikatakan cukup
tangkap.
C. Kerangka Pikir
Pada dasarnya penguraian kerangka dalam penulisan skripsi ini
didasarkan kepada manfaat administrasi kearsipan dalam memperlancar
tugas pegawai. Dalam bukunya Buinness Research (1992) mengemukakan
bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana
teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah dirumuskan dalam
masalah. Basir Barthos (2013:2) kearsipan merupakan peranan yang penting
dalam penyimpanan berkas-berkas, sebagai sumber informasi dan sebagai
alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam
rangka pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam
rangka kegiatan perencanaan.
Kantor Desa merupakan suatu tempat dimana masyarakat dapat
mengaspirasikan keperluan penduduk, maksud dari keperluan penduduk
adalah pelayanan publik dan desa merupakan bagian organisasi terkecil
dalam suatu Negara. Selanjutnya kantor Desa tidak terlepas dari adanya
jenis-jenis pelayanan, dalam judul skripsi yang peneliti teliti adalah jenis-jenis
pelayanan dalam administrasi adapun jenis-jenisnya adalah: 1)Pelayanan
23
pembuatan surat pengantar Kartu Tanda Penduduk (KTP), 2)Pengantar
Kartu Keluarga (KK), karena sering adanya permasalahan masyarakat desa
Lamantu dalam pelayanan tersebut.
Tentunya permasalahan yang telah dipaparkan diatas tidak terlepas
dari adanya kinerja pegawai. (Wastiono 2003 :20) proses pelayanan bukan
tanggung jawab dari pegawai terdepan (front liner) saja, tetapi merupakan
proses dari setiap organisasi mulai dari pimpinan instansi sampai keseluruh
pegawai lainnya. Salah satu faktor keberhasilan dari kinerja pelayanan dalam
sebuah organisasi adalah budaya berorganisasi. Budaya organisasi, tidak
terlepas dari peran dan komitmen pimpinan dan sumber daya organisasi
tersebut
Sesuai dengan judul yang diangkat maka peneliti membuat sebuah
kerangka pemikiran sebagai berikut:
Kantor Desa
Lamantu
Pelayanan
Administrasi:
Kinerja Kualitas
Pelayanan
pegawai pembuatan pelayanan
pengantar KK dan
KTP
Hasil Kepuasan
Masyarakat
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis metode yang digunakan adalah deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan
gambaran atau penjelasan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai
kinerja pegawai kantor desa dalam pelayanan masyarakat di Desa
Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar.
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini dimaksudkan untuk membatasi studi kualitatif
sekaligus membatasi penelitian guna memilih mana data yang
relevandanmana yang tidak relevan (Moleong, 2010). Pembatasan dalam
penelitian kualitatif ini lebih didasarkan pada tingkat kepentingan/urgensi
dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Penelitian ini akan
difokuskan pada Bagaimana Analisis Kinerja Staf Dalam Memberikan
Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu, Kabupaten
Kepulauan Selayar.
C. Situs dan Waktu Penelitian
Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, maka penelitian ini
dilakukan pada kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar. Yang
berlokasi di Jl. Poros Miantuu Kecamatan Pasimarannu Kabupaten
Kepulauan Selayar. Waktu penelitian yaitu selama 2 bulan, terhitung mulai
tanggal 24 Februari 2023 sampai dengan 24 April 2023.
24
25
D. Jenis dan Sumber Data
1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek
penelitian yang diamati, metode yang digunakan melalui survey
lapangan atau wawancara terhadap Staf Desa Lamantu, Kabupaten
Kepulauan Selayar.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak secara langsung
diberikan kepada pihak pengumpulan data, melainkan di dapat pada
buku, kajian literatur lain dan penelitian sebelumnya sebagai data
pelengkap dari data utama.
E. Informan
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan
informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian dan
merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan
di teliti.
Berdasarkan Sugiyono (2014), untuk mendapatkan informasi yang
benar-benar valid, peneliti melakukan pemelihan informan dalam penelitian
ini dilakukan secara acak. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa
informan yang telah terpilih adalah orang-orang yang benar-benar
mengetahui atau terlibat langsung dalam fokus penelitian. Informan dalam
penelitian ini terdiri dari : Kepala Desa, Pegawai Kantor Desa, Masyarakat
di sekitar Desa Lamantu. Peneliti mengambil kriteria tersebut karena
menurut peneliti kriteria itu mampu memberikan informasi terkait masalah
apa yang sedang diteliti yang ada di Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan
Selayar.
26
Tabel 3.1
Tabel Informan
JABATAN NAMA JUMLAH
Kepala Desa Taiyeb 1 Orang
Staf Desa Husniati 1 Orang
Masyarakat Mahyuddin, Fitria, Andi 5 Orang
Faisal, Syafaruddin.
Total 6 Orang
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling
strategis dalam penelitia, karena tujuan utama dari penelitian ini
menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
1. Observasi
Observasi yang dilakukan dengan cara mengadakan
penelitian langsung terhadap objek penelitian untuk
memperoleh fakta-fakta berdasarkan pengamatan peneliti yaitu
bertempat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
2. Wawancara
Wawancara mendalam bertujuan untuk menggali
informasi lebih dalam mengenai pikiran serta perasaan
informan dan mengetahui lebih jauh bagaimana informan
meneliti, menilai tentang Analisis Kinerja Staf dalam
memberikan pelayanan Administrasi kepada masyarakat Desa
Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
27
3. Dokumentasi
Studi dokumentasi dalam penelitian ini, dilakukan
melalui rekaman kegiatan, yaitu dengan cara melihat-lihat hal
penting selama penelitian berlangsung, rekaman tersebut
berupa foto untuk memperoleh gambaran visual kegiatan
pelayanan administrasi di Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan
Selayar.
G. Metode Analisis Data
Analisis data yang digunakan dengan cara menurut Miles and
Huberman Sugiyono (2019) bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif
dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai
tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Analisis data ini dilakukan dengan
cara:
1. Reduksi Data
Reduksi data yaitu dengan meruduksi data peneliti
mencoba menggambungkan, mengklasifikasikan, memilah-milah
atau menggelompokan data dari temuan di lapangan, maka
reduksi data dilakukan dengan merangkum hal-hal apa saja yang
berhubungan dengan tujuan penelitian.
2. Penyajian Data
Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat berupa
uraian singkat, skema, bagan, tabel, korelasi antara kategori dan
sejenisnya. yang bermanfaat dalam membentuk gambaran yang
jelas dan menyiapkan hasil studi. Singkatnya penyajian data
28
dimaksudkan untuk memberikan informasi dengan cara yang logis
dan mudah dipahami.
3. Verifikasi
Menurut sugiono (2012:252), verifikasi dan kesimpulan
dalam penelitian kualitatif mungkin akan menjawab rumusan
masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara dan akan
berkembang setelah penelitian di lapangan, namun apabila
kesimpulan yang akan dikemukakan didukung oleh bukti-bukti
yang valid dan konsisten maka kesimpulan yang dikemukakan
merupakan kesimpulan yang kredibel.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya Desa Lamantu
Desa Lamantu adalah pemekaran dari Desa Bonerate. dengan
tujuan Desa Lamantu ingin berdiri sendiri dan ingin membuka lapangan
kerja bagi masyarakat Desa dan memudahkan pelayanan bagi
masyarakat. Nama Desa Lamantu diambil dari penggabungan antara tiga
dusun yaitu:
1. Dusun Lamantu
2. Dusun Miantuu
3. Dusun Tunggua
1) Kondisi Geografis
Desa Lamantu dengan luas 17.691,075 Ha memiliki lahan
Pertanian/Perkebunan Perikanan dan Kelautan. Terletak antara 122,15°LU
- 122,45°LS dan 119,50°BT – 120,12°BB. Jarak antara Ibukota Desa
dengan Ibukota Kabupaten 65 mil waktu tempuh dapat mencapai 14 jam
dengan menggunakan kapal motor kayu. Desa Lamantu merupakan
wilayah administratif yang terletak di Kecamatan Pasimarannu Kabupaten
Kepulauan Selayar yang memanjang dari Barat ke Timur dengan batas-
batas wilayah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Khusus Pasitallu
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Batu Bingkung
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bonerate
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lambego
29
30
Secara administratif pemerintahan masih terbagi menjadi 3 dusun
masing-masing: Dusun Lamantu, Dusun Tunggua, Dusun Miantuu. Desa
Lamantu merupakan satu dari beberapa Desa yang berada dalam wilayah
Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar. Jarak antara
Desa Lamantu dengan Ibukota Kecamatan Pasimarannu Adalah 0.25 km.
Kondisi topografi daratan Desa Lamantu relatif berbukit dengan
ketinggian sekitar 2 meter dari permukaan laut dengan keadaan suhu
udara rata-rata sebesar 30 - 50°C. Penggunaan sumberdaya lahan untuk
bangunan di Desa Lamantu relatif beraneka ragam yakni berupa bangunan
sekolah (TK) seluas 15×25 m, bangunan sekolah (SD) seluas 0,5 Ha.
2) Perekonomian Desa
Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Desa Lamantu
adalah petani dan buruh tani 236 orang, PNS 9 orang, pedagang 34 orang,
nelayan 85 orang, pertukangan 119 orang, sementara pelaut 65 orang,
lainnya 323 orang.
Nelayan dari Desa Lamantu umumnya melakukan kegiatan di Desa
Lamantu yaitu sebagai petani rumput laut di Burungo dan Majapahit di
samping beberapa orang sebagai nelayan pencari ikan baik secara sendiri-
sendiri maupun berkelompok pada areal penangkapan yang lebih jauh.
Sementara pekerjaan masyarakat yang dominan adalah petani yang
lokasinya membentang antara Dusun Lamantu dan Dusun Miantuu. untuk
pedagang umumnya mereka membuka kios/warung-warung dengan
kelontong dengan berbagai macam barang dagangan yang umumnya
adalah barang kebutuhan sehari-hari (sembako) dan beberapa warung
31
makan. Tukang kayu umumnya mereka sebagai pembuat kapal, lemari,
pintu, dan kusen untuk bangunan.
3) Kondisi Sosial Budaya Desa
Jumlah penduduk Desa Lamantu terdiri dari 456 kepada keluarga
(KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 1.505 jiwa dengan komposisi laki-
laki sebanyak 782 jiwa dan perempuan sebanyak 723 jiwa.
2. Visi dan Misi
Visi
Mewujudkan Masyarakat Desa Lamantu Yang Sejahtera Berorientasi Pada
Kemajuan, Keadilan, Kelestarian, Keunggulan Berbasis Spritualitas dan
Kearifan Lokal
Misi
1. Meningkatkan pendidikan melalui program-program unggulan sembari
membangun jaringan kerja sama dengan pusat-pusat unggulan pendidikan
ditingkat Kabupaten.
2. Menciptakan kehidupan ekonomi yang sehat, padat karya, bervisi
kerakyatan, dan non diskriminatif.
3. Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi “ekonomi baru” baik disektor
agraris maupun maritim yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.
4. Membangun tradisi pelayanan publik yang prima, terukur dan amanah.
5. Mendorong ditegakkannya hukum dan kehidupan demokrasi yang sehat
berdasarkan rasa keadilan masyarakat.
6. Melestarikan tradisi utama dan kearifan lokal masyarakat Desa Lamantu
dalam satu strategi kebudayaan yang mendapat perhatian masyarakat.
32
7. Membudayakan dan mengolah pelestarian lingkungan alam yang berbasis
masyarakat.
8. Menciptakan “Keunggulan Komparatif” dan “Keunggulan Kompetitif” yang
berbasis pada sumber daya alam lokal dan masyarakat.
9. Menjadikan agama dan spritualitas serta kearifan lokal sebagai sumber
inspirasi dan basis nilai dalam membangun Desa Lamantu secara
terencana dan berkelanjutan.
3. Struktur Organisasi Kantor Desa Lamantu
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar
Kepala Desa
BPD
Sekretaris
Kasi Kasi Kasi Kaur Tata Kaur Kaur
Pemerintahan Kesejahteraan Pelayanan Usah & Umum Keuangan Perencanaan
Kadus Kadus Kadus
Lamantu Tunggua Miantuu
Sumber : Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar 2023
33
4. Tugas Dan Fungsi
a. Kepala Desa
1. Desa berkedudukan sebagai Kepala Pemerintah Desa yang memimpin
penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
2. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa,
melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan
pemberdayaan masyarakat.
3. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala
Desa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1) Menyelenggarakan Pemerintahan Desa seperti tata praja
pemerintahan, penetapan peraturan desa di desa, pembinaan
masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban,
melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi
kependudukan, serta penataan dan pengelolaan wilayah;
2) Melaksanakan pembangunan seperti pembangunan sarana
prasarana pedesaan dan pembangunan bidang pendidikan dan
kesehatan;
3) Pembinaan kemasyarakatan seperti pelaksanaan hak dan
kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya
masyarakat, keagamaan dan ketenagakerjaan;
4) Pemberdayaan masyarakat seperti tugas sosialisasi dan motivasi
masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup,
pemberdayaan keluarga, pemuda, olah raga dan karang taruna;
dan menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat
dan lembaga lainnya.
34
b. Sekretaris Desa
1. Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur pimpinan Sekretariat
Desa.
2. Sekretaris Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam bidang
administrasi pemerintahan.
3. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat
(2), Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
1) Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah,
administrasi surat menyurat, arsip dan ekspedisi;
2) Melaksanakan urusan umum seperti penataan administrasi
perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor,
penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi,
perjalanan dinas, dan pelayanan umum;
3) Melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi
keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan
pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan dan administrasi
penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD dan lembaga
pemerintahan desa lainnya;
4) Melaksanakan urusan perencanaan seperti menyusun rencana
anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-
data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan
evaluasi program, serta penyusunan laporan.
35
c. Kepala Urusan
1. Kepala urusan berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.
2. Kepala urusan bertugas membantu Sekretaris Desa dalam urusan
pelayanan administrasi pendukung pelaksanaan tugas-tugas
pemerintahan.
1) Kepala urusan tata usaha dan umum mempunyai fungsi
melaksanakan urusan ketatausahaan.
2) Kepala urusan keuangan mempunyai fungsi melaksanakan urusan
keuangan.
3) Kepala urusan perencanaan mempunyai fungsi mengoordinasikan
urusan perencanaan.
d. Kepala seksi
1. Kepala seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis.
2. Kepala seksi bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana
tugas operasional.
1) Kepala seksi pemerintahan
2) Kepala seksi kesejahteraan
3) Kepala seksi pelayanan
e. Kepala Kewilayahan (Kepala Dusun)
1. Kepala Kewilayahan atau Kepala Dusun berkedudukan sebagai unsur
satuan tugas kewilayahan yang bertugas membantu Kepala Desa
dalam pelaksanaan tugas di wilayahnya.
2. Untuk melaksanakan tugas Kepala Dusun memiliki fungsi : Pembinaan
ketenteraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan
36
masyarakat, mobilitas kependudukan serta penataan dan pengelolaan
wilayah.
3. Mengawasi pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.
4. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan
kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga
lingkungannya; dan
5. Melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam
menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan.
f. Unsur Staf (Pembantu Kaur/Kasi)
Unsur staf atau pembantu Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Kepala Dusun
yang telah menjabat sebelum Peraturan Desa ini mulai berlaku, tetap
melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan habis masa jabatan
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan diakui sebagai
Perangkat Desa Lainnya.
37
B. Hasil Penelitian
Pelayanan pegawai di masyarakat dapat dilihat dari kinerja pegawai
atau kepegawaian pegawai. Kinerja pegawai dalam pencapaian tujuan
organisasi merupakan prioritas semua organisasi pada tingkat tindakan
yang diperlukan dalam setiap tindakan antara sesama pegawai dan
pegawai serta pimpinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi dari aparatur pemerintahan Desa dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat aparatur Desa harus mempunyai tugas-
tugas antara lain ialah meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat,
memelihara prinsip tata dalam pemerintahan Desa yang bersih dan bebas
dari kolusi dan nepotisme (KKN). Dan serta menyelenggarakan
administrasi pemerintahan yang baik.
Adapun beberapa hasil dialog wawancara dengan bapak Taiyeb
selaku kepala Desa Lamantu yang dilaksanakan pada hari Selasa 28 Maret
2023. Penulis uraikan sebagai berikut:
Penulis: Bagaimana perkembangan kondisi masyarakat di Desa saat ini?
Kepala Desa: “Perkembangan di Desa saat ini cukup baik dan kondusif”.
Penulis: Permasalahan apa saja yang telah terjadi pada masyarakat desa?
Kepala Desa: “Permasalahan yang kita temukan di lapangan itu sering
terjadi karena adanya ketimpangan sosial yang merasa bahwa adanya
ketidak adilan”.
Penulis: Bagaimana cara bapak mengatasi permasalahan yang dialami
masyarakat?
Kepala Desa: “Solusi yang kita tawarkan dalam permasalahan ini
masyarakat yang merasa ada ketimpangan maka kita memberikan
pelayanan yang seadil-adilnya”.
Penulis: Menurut Bapak apa yang menyebabkan permasalahan-
permasalahan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perangkat dan staf
kantor Desa?
38
Kepala Desa: “Kalau terkait permasalahan-permasalahan tentang
pelayanan terkait kebijakan itu sangat terbatas semua yang ada masalah
administrasi kita selalu merujuk pada kebijakan dari kabupaten terkait dari
masalah itu adapun masalah-masalah yang kita temukan terkait masalah
data-data yang tidak akurat itu ada hal yang tidak bisa kita tangani itu harus
di Kabupaten”.
Penulis: Bagaimana peranan bapak dalam meningkatkan kualitas
pelayanan administrasi kepada masyarakat?
Kepala Desa: “Kami sebagai selaku pemerintah Desa untuk melakukan
pelayanan administrasi terhadap masyarakat apapun yang menjadi
kebutuhan masyarakat terkait dengan masalah administrasi pengurusan
kita harus siapkan yang terkait dengan kebijakan-kebijakan yang harus di
persiapkan oleh kepala Desa dan masyarakat bisa terlayani dengan baik”.
Penulis: Mohon informasi apakah bapak senantiasa melakukan
pengawasan dalam pelaksanaan tugas perangkat dan staf, dan bentuk apa
pengawasan petugas yang bapak lakukan?
Kepala Desa: “Sebagai pimpinan atau sebagai kepala pemerintah kita
selalu melakukan pengawasan, bentuk pengawasannya yaitu kita
melakukan full up terhadap perangkat dan staf Desa salah satunya kita
melakukan evaluasi terhadap kinerja dari pada perangkat Desa dan Staf
Desa, kita selalu melakukan brifing mengarahkan mengevaluasi kerjanya
kemudian hal-hal apa mereka tidak mampu, itu kita arahkan supaya
pelayanan masyarakat ini bisa teratasi dengan baik”.
Dari hasil wawancara dengan kepala Desa Lamantu peneliti dapat
menarik kesimpulan bahwa masih adanya beberapa kendala dalam
pelayanan administrasi yang dilakukan pegawai kantor Desa Lamantu
sehingga menimbulkan adanya beberapa anggapan bahwa yang menjadi
masalah adalah masih adanya anggapan masyarakat dalam melakukan
administrasi belum dilakukan dengan seadil-adilnya, namun dari hasil
wawancara tersebut kepala Desa Lamantu menegaskan bahwa pihak
pemerintah Desa akan berusaha melayani dengan sebaik-baiknya
masyarakat dalam pengurusan administrasi terutama dalam hal
pembuatan surat pengantar KTP dan KK.
39
Untuk mengetahui kinerja pegawai Kantor Desa Lamantu, peneliti
meneliti dengan menggunakan beberapa indikator pertanyaan.
1. Kedisiplinan pegawai dalam melakukan proses pelayanan
Kedisiplinan dalam bekerja sangat diperlukan oleh setiap pegawai
dalam Melaksanakan pelayanan. Disiplin menjadi persyaratan bagi
pembentukan sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang akan membentuk
kepribadian pegawai yang penuh tanggung jawab dalam bekerja, dengan
begitu akan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung
usaha pencapaian tujuan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret
2023mengatakan bahwa:
“Menurut saya kedisiplinan itu penting karena jika tidak disiplin, maka
pengguna layanan tidak akan menilai baik kinerja kami selaku pegawai
layanan disini. Pegawai masuk jam 08.00 sampai jam pulang, dan kami
sebagai pegawai disini sudah berusaha menepati jadwal yang telah
ditentukan. Namun masih ada beberapa yang datang tidak sesuai dengan
jadwal yang ditentukan”.
Kedisiplinan akan tercipta dengan baik apabila disertai dengan
pengawasan yang efektif. Untuk suksesnya suatu pengawasan diperlukan
kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses suatu pekerjaan
dengan kerja sama tersebut dimaksudkan bahwa masing-masing pekerja
dalam proses kerja memegang peranan dalam upaya meningkatkan tujuan
yang akan dicapai.
Seperti yang dikatakan Ibu Fitria dalam wawancara pada Rabu 5
April 2023 selaku masyarakat Desa Lamantu mengatakan bahwa:
“Pegawai disini belum disiplin dalam melayani masyarakat, karena saya
pernah ingin mengurus pembuatan surat kartu keluarga (KK) saya datang
ke kantor jam 09:00 tetapi belum ada pegawai yang berada di kantor desa”.
40
Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku
masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023
mengatakan bahwa:
“Saya rasa belum karena masih banyak pegawai yang belum melakukan
tugasnya dengan baik”.
Berdasarkan beberapa hasil wawancara di atas peneliti dapat
disimpulkan bahwa kedisiplinan pegawai dalam melayani masyarakat
belum sepenuhnya terlaksana dengan baik dalam menjalankan tugasnya.
Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang
tepat pada waktu, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik,
mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku,
Malayu S.P Hasibuan 2006 (dalam Umi Farida dan Hartono, 2011).
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa betapa
pentingnya program kedisiplinan kerja karyawan yang berdisiplin tinggi
berarti karyawan yang harus mentaati semua peraturan yang ada di
perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis dan tidak mengelak adanya
sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang di berikan
kepadanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Dalam usahanya untuk melaksanakan disiplin dengan baik, yang harus
dimiliki oleh para pekerja adalah kesadaran akan arti pentingnya aturan.
Oleh karena itu diperlukan prinsip disiplin yang sehat.
2. Penggunaan alat bantu dalam proses pelayanan
Alat bantu dalam proses pelayanan sangat dibutuhkan demi
kelancaran proses pelayanan. Alat bantu yang biasa digunakan oleh
pegawai kecamatan dalam menyelesaikan tugasnya adalah komputer
(laptop), printer dan perangkat lainnya. untuk keperluan pembuatan
41
persuratan. Adanya alat bantu sangat mendukung proses pelayanan
sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan cepat. Seperti yang
disampaikan oleh Ibu Husniati selaku pegawai Desa Lamantu melalui
wawancara pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:
“Iya, Kami menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan, yaitu
komputer, printer, dan perangkatnya.
Demikian juga disampaikan oleh ibu Fitria selaku masyarakat Desa
Lamantu melalui wawancara pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:
“Sudah menggunakan, seperti yang saya lihat di kantor desa lamantu
sudah menggunakan alat bantu seperti komputer”
Berdasarkan hasil wawancara di atas mengenai penggunaan alat
bantu dalam pelayanan di kantor desa lamantu peneliti dapat simpulkan
bahwa sudah ada alat bantu yang digunakan oleh pegawai seperti
komputer (laptop), printer dan perangkat lainnya.
3. Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam proses
pelayanan
Kemampuan pegawai menggunakan alat bantu dalam proses
pelayanan merupakan modal yang sangat penting dalam menunjang
meningkatnya pelayanan. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan,
pegawai pelayanan yang ada di kantor desa lamantu belum semuanya
mampu untuk menggunakan alat bantu yang ada di ruangan pelayanan.
Hanya ada beberapa orang yang mampu mengoperasikan. Berdasarkan
hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Husniati selaku pegawai Desa
Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:
“Belum semua pegawai di kantor desa lamantu mampu dalam
menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan. Hanya ada beberapa
orang saja yang dapat menggunakan komputer dan perangkat lainnya”.
42
Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam
proses pelayanan sangat penting agar proses pelayanan dapat berjalan
dengan baik. Sesuai dengan hasil wawancara yang disampaikan oleh ibu
Fitria selaku masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023
mengatakan bahwa:
“Menurut yang saya lihat cuman ada dua orang yang sering menggunakan
alat bantu yang disediakan di kantor desa’.
Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku
masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023
mengatakan bahwa:
“Lumayan, setahu saya hanya sedikit pegawai yang memiliki kemampuan
untuk mengoperasikan seperti komputer dan alat-alat lainnya sehingga
belum maksimal dalam melakukan pelayanan”.
Setiap pegawai seharusnya serba bisa dalam melakukan pekerjaan
dalam proses pelayanan, termasuk bisa mengoperasikan alat bantu. Akan
terasa percuma alat bantu itu ada jika Sumber Daya Manusianya saja
kurang ahli dalam menjalankannya. Sesuai dengan hasil observasi, saya
juga melihat demikian, hanya ada beberapa yang bisa, artinya belum
semuanya bisa mengoperasikan alat bantu tersebut. Sehingga bisa
disimpulkan bahwa kantor Desa Lamantu masih kurang Sumber Daya
Manusianya yang mampu mengoperasikan alat bantu seperti komputer,
printer dan perangkat lainnya.
4. Pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau membeda-bedakan
Dalam proses pelayanan, tidak hanya keramahan dan sikap sopan
santun, tetapi sikap tidak membeda-bedakan juga sangat perlu untuk
diterapkan. Sikap tidak membeda-bedakan maksudnya, ketika melayani
43
pegawai tidak mendahulukan pengguna layanan yang sudah kenal saja
misalnya keluarga atau teman dekat. Semua harus dilayani dengan sama.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Husniati
selaku pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan
bahwa:
“kami melayani pengguna layanan dengan tidak membeda-bedakan. Kami
melayani semua dengan sama”.
Diskriminasi adalah tindakan negatif terhadap orang yang menjadi
objek prasangka seperti rasial, etnik dan agama. Diskriminasi merujuk
kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana
layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu
tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai
dalam masyarakat, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk
membeda-bedakan yang lain, Swim (dalam Anggi Dwi Pangestu, 2016: 6)
Berdasarkan pendapat di atas bahwa diskriminasi merupakan
adanya tindakan negatif ataupun tindakan yang berbeda terhadap individu
yang diberikan kepada pelaku diskriminasi dalam hal ini salah satu hal
dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Lamantu. Untungnya
pelayanan yang diberikan di kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan
Selayar sesuai yang disampaikan masyarakat bahwa pelayanannya tidak
pernah membeda-bedakan atau Diskriminatif. Salah satu pengguna
layanan ibu Fitria selaku masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara
pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:
“Tidak membeda-bedakan. Semua dilayani sama sesuai keperluannya
masing-masing”.
44
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dapat simpulkan bahwa
pegawai layanan memang tidak pernah membeda-bedakan atau
mendiskriminasi pengguna layanan dalam proses pelayanan. Semua
dilayani dengan sama dan tidak membeda-bedakan sekalipun pengguna
layanan itu adalah keluarganya. Sikap tidak membeda-bedakan dalam
melayani masyarakat ini berarti pegawai layanan sudah melakukan
pelayanan dengan profesional dan sesuai dengan standar pelayanan
administrasi.
5. Pegawai melakukan pelayanan dengan tepat waktu
Waktu yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan dalam suatu
proses pelayanan merupakan hal yang penting, karena dengan
menyelesaikan dengan tepat waktu maka tidak akan membuat pengguna
layanan menunggu terlalu lama. Tetapi tidak semua pekerjaan dapat
diselesaikan dengan tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa Lamantu pada Selasa
28 Maret 2023 mengatakan bahwa:
“Kami berusaha tepat waktu dalam melayani pengguna layanan agar
pengguna layanan merasa puas dengan kinerja kami”.
Demikian juga wawancara yang dilakukan dengan ibu Fitria selaku
masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:
“Waktu itu saya mengurus surat KK, tapi tidak bisa selesai hari ini jadi
kemudian saya dikasih jaminan untuk datang lagi besok, hal ini
dikarenakan ada pejabat yang tidak ada di tempat”.
Hal yang sama disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku
masyarakat Desa Lamantu pada Kamis 6 April 2023 mengatakan bahwa:
“Tidak tepat waktu, karena tidak sesuai dengan waktu yang dijanjikan”.
45
Dari semua pendapat pengguna layanan yang mengatakan bahwa
pelayanannya tidak tepat waktu menurut pengalamannya. Dan menurut
hasil observasi dilihat dari pelayanannya memang kadang tidak tepat
waktu. Dalam proses pelayanan, pegawai belum sepenuhnya memberikan
waktu yang tepat. Contohnya dalam pembuatan KK pegawai belum bisa
menjanjikan kapan bisa selesai hal ini dikarenakan kurangnya pegawai
yang mahir dalam mengoperasikan alat bantu seperti komputer dan
lainnya.
Bagian pelayanan kantor Desa Lamantu telah berupaya maksimal
untuk melaksanakan tugas dengan baik selama proses pelayanan
berlangsung. Apabila ada keluhan dari masyarakat maka kantor Desa
Lamantu akan segera menindak lanjuti. Hal tersebut sesuai dalam
keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.
63/KEP/[Link]/7/2003 dan UU No. 25 tentang Standar Pelayanan yang
salah satunya kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan
dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap,
dan perilaku yang dibutuhkan.
6. Pegawai mendahulukan kepentingan pengguna layanan
Pengguna layanan dalam proses pelayanan merupakan prioritas
dalam pelayanan. Apapun keperluan pengguna layanan terkait pelayanan
di kantor Desa Lamantu harus mendapat prioritas utama dan harus sesuai
dengan apa yang diperlukan oleh pengguna layanan. Berdasarkan hasil
wawancara yang dilakukan dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa
Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:
46
“Seharusnya seperti itu. Karena tujuan kami disini adalah melayani
pengguna layanan jadi kami harus mendahulukan kepentingan pengguna
layanan”.
Demikian juga wawancara yang dilakukan bersama ibu Fitria selaku
masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:
“Saya rasa tergantung kepentingannya, pegawai juga pasti akan melihat
Kepentingannya”.
Hal yang sama disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku
masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023
mengatakan bahwa:
“Tidak, saya waktu itu pernah menunggu pegawai rapat baru bisa dilayani”.
Namun ketika peneliti mengamati tidak semua pegawai
mendahulukan kepentingan pengguna layanan. Terlihat ketika masih ada
pengguna layanan yang mengantri namun ada pegawai yang memilih
untuk mementingkan urusan pribadinya seperti adanya urusan keluarga
dan harus kembali ke rumah. Tapi jika dikaitkan dengan pendapat ibu
Husniati bahwa tujuan kami adalah melayani pengguna layanan jadi harus
mendahulukan kepentingan layanan.
Jadi bisa disimpulkan bahwa pegawai melayani dengan
mendahulukan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan dirinya
sendiri. Untuk kepentingan keluarga bisa dipertimbangkan jika tidak
terlalau urgent. Jika pengguna layanan tidak merasa didahulukan akan
timbul keluhan dan akan memberikan citra yang buruk bagi bagian
pelayanan pada kantor Desa Lamantu tersebut.
7. Pegawai bersikap ramah dan sopan kepada pengguna layanan
Keramahan pegawai pelayanan sangat diperlukan dalam proses
pelayanan. Jika pegawai pelayanan ramah maka akan memberikan
47
penilaian yang baik dari pengguna layanan, karena pada dasarnya semua
orang akan menyukai tempat pelayanan yang didalamnya banyak terdapat
orang yang ramah. Orang yang ramah berarti orang yang tanggap dengan
keperluan orang lain. Selain ramah, sikap sopan santun juga sangat
diperlukan oleh pegawai layanan untuk melayani pengguna layanan.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama ibu Husniati selaku
Pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 menyatakan bahwa:
“Kami rasa kami sudah melayani pengguna layanan dengan sopan dan
ramah, Agar pengguna layanan merasa senang dengan sikap yang kami
berikan”.
Keramahan pegawai adalah poin utama yang perlu diterapkan
dalam sebuah pelayanan. Karena berawal dari keramahan itulah pengguna
layanan akan merasa yang untuk pelayanan selanjutnya.
Demikian juga disampaikan oleh ibu Fitria selaku masyarakat Desa
Lamantu melalui wawancara pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:
“Terkadang ramah, tetapi saya juga pernah mendapati ada pegawai
pelayanan yang cuek dan tidak tanggap dalam melayani”.
Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku
masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023
mengatakan bahwa:
“ Menurut saya, pegawai di kantor Desa Lamantu ada yang ramah dan
sopan tapi ada juga yang kurang ramah, mungkin sedang ada masalah
atau sesuatu jadi hanya menanyakan keperluan tanpa menyapa terlebih
dahulu”.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti dapat simpulkan
kesimpulan bahwa Pegawai layanan belum sepenuhnya dikatakan
memberikan keramahan kepada pengguna layanan, karena terkadang ada
beberapa pegawai yang berbicara dengan pegawai lain ketika melayani
48
pengguna layanan. Meskipun sebenarnya sudah sopan namun terkadang
ada juga yang cuek. Keramahan dan sikap sopan santun memang sangat
penting dimiliki oleh pegawai pelayanan dalam proses pelayanan melayani
pengguna layanan agar pengguna layanan mereka puas terhadap
pelayanan yang diberikan.
C. Pembahasan
Pelayanan administrasi merupakan pelayanan yang diberikan oleh
unit pelayanan berupa pencatatan, penelitian, pengambilan keputusan,
rekomendasi dan kegiatan tata usaha lainnya yang secara keseluruhan
menghasilkan produk akhir berupa dokumen, misalnya sertifikat, izin-izin,
rekomendasi, keterangan dan Lain-lain. Sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan dijelaskan
bahwa administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan
penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data
kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil,
pengelolaan infromasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan
hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain (pasal 1
ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006).
Selanjutnya pasal 27 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 37
Tahun 2007 tentang administrasi kependudukan menegaskan dalam
penyelenggaraan urusan administrasi kependudukan di kabupaten/kota,
dibentuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil sebagai instansi
pelaksana yang diatur dalam peraturan daerah. Pelayanan administrasi
secara umum harus memenuhi harapan-harapan pelanggan atau
pengguna layanan dan memuaskan kebutuhan mereka.
49
Untuk melihat proses pelayanan administrasi kinerja aparatur atau pegawai
kantor Desa Lamantu dalam berjalannya suatu pelayanan yang baik maka
dapat nilai dari indikator-indikator pelayanan sebagai berikut:
1. Kedisiplinan pegawai dalam melakukan proses pelayanan
Menurut pengamatan peneliti dapat dilihat pegawai
pelayanan belum cukup disiplin dalam melakukan proses
pelayanan contohnya seperti kedisiplinan dalam melayani
pengguna layanan, bisa dilihat dari proses pembuatan persuratan
dalam melayani yang tidak sesuai dengan aturan. Namun dalam
kedisplinan waktu pegawai belum bisa dikatakan disiplin, ini dapat
dilihat dari pegawai yang belum semuanya bisa datang tepat waktu.
2. Penggunaan alat bantu dalam proses pelayanan
Dalam proses pelayanan, pegawai menggunakan alat
bantu. Alat bantu yang digunakan oleh pegawai adalah komputer
(laptop), printer dan perangkat lainnya keperluan pengurusan surat
keterangan pengantar KK dan KTP. Sehingga dengan begini
pegawai bisa dengan mudah melakukan proses pelayanan.
3. Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam
proses pelayanan
Tidak semua pegawai pelayanan mampu menguasai alat
bantu dalam melakukan proses pelayanan hanya ada beberapa
orang yang bisa menguasai alat bantu tersebut. Dari beberapa
pegawai yang saya lihat biasanya hanya ada dua orang yang duduk
dihadapan alat bantu tersebut.
50
4. Pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau membeda-
bedakan
Pegawai tidak membeda-bedakan atau mediskriminasi
pengguna layanan dalam proses pelayanan. Semua dilayani
dengan sama dan tidak membeda-bedakan sekalipun pengguna
layanan itu adalah keluarganya.
5. Pegawai melakukan pelayanan dengan tepat waktu
Dalam proses pelayanan, pegawai belum sepenuhnya
memberikan waktu yang tepat. Contohnya dalam pembuatan KK
Pegawai belum bisa menjanjikan kapan kantor Desa Lamantu bisa
diselesaikan. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia
di kantor Desa Lamantu yang masih belum mampu
mengoperasikan alat bantu seperti komputer dan lainnya.
6. Pegawai mendahulukan kepentingan pengguna layanan
Tidak semua pegawai mendahulukan kepentingan
pengguna layanan, hal ini terlihat ketika masih ada pengguna
layanan yang mengantri namun ada pegawai yang memilih untuk
mementingkan urusan pribadinya seperti misalnya ada urusan
keluarga.
7. Pegawai bersikap ramah dan sopan kepada pengguna layanan
Pegawai layanan belum sepenuhnya dikatakan
memberikan keramahan kepada pengguna layanan, karena
terkadang ada beberapa pegawai yang cerita dengan pegawai lain
ketika melayani pengguna layanan. meskipun sebenarnya sudah
sopan namun terkadang ada juga yang cuek.
51
Hasil penelitian di Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan
Selayar belum sesuai dengan penelitian terdahulu seperti penelitian yang
telah dilakukan oleh Marsinem pada tahun 2019. Penelitian yang dilakukan
adalah untuk mengetahui analisa kinerja pelayanan pembuatan
keterangan tidak mampu pada kantor desa sepuh gembol kecamatan
wonomerto kabupaten probolinggo. Hasil dari penelitian yang dilakukan
adalah menunjukkan bahwa pelayanan publik dalam pembuatan surat
keterangan tidak mampu (SKTM) di kantor desa sepuh gembol kecamatan
wonomerto dapat dikatakan sudah terwujud dengan baik. Hal ini dapat
dilihat dengan indikator-indikator yang ada dalam pelayanan publik, yaitu
prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, waktu pelayanan, biaya
pelayanan, produk pelayanan, sarana/prasarana.
Penelitian lain juga dilakukan oleh Muhammad Aly Umar pada
tahun 2020. Penelitian yang dilakukan adalah profesionalisme pelayanan
publik pada pelayanan E-KTP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
profesional pegawai pada pelayanan kartu tanda penduduk elektronik E-
KTP di kecamatan pakong kabupaten pamekasan termasuk dalam kategori
baik. Hal ini ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut: kreatifitas cukup
baik, inovasi cukup maksimal, dan responsibilitas baik.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Elianata, Budi Setiawati pada
tahun 2021. Penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui dan
menganalisa tentang kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan
administrasi kepada masyarakat di kantor desa biwan kecamatan awang
kabupaten barito timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja
aparatur desa dalam memberikan pelayanan administrasi kepada
52
masyarakat di desa biwan kecamatan awang kabupaten barito timur dapat
dikategorikan cukup baik, pemimpin yang berani dan tegas dalam
mengambil tindakan dan cukup aktif mengawasi perilaku aparat dalam
menjalankan tugas dan fungsi dalam kinerja pelayanan administrasi
kepada masyarakat.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dody Wahyudi Sinaga pada
tahun 2022. Penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui analisis
kinerja pegawai desa dalam memberikan pelayanan publik di desa kolam
kecamatan percut sei tuan kabupaten delin sendang. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pegawai desa kolam cukup baik dalam melayani
masyarakat, dan kinerjanya dikatakan cukup tangkap, disisi lain hal yang
kurang dari kinerja pegawai terlihat dari fasilitas umum yang masih kurang
maksimal
Namun sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Robiatul
Awaliyah, Agus Nurulsyam, [Link] Garvera pada tahun 2022. Penelitian
yang dilakukan yaitu untuk mengetahui analisis kinerja perangkat Desa
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kinerja perangkat Desa dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat di Desa babakan kecamatan pangandaran
kabupaten pangandaran dapat dikatakan secara keseluruhan sudah
dilaksanakan tetapi masih belum optimal.
Berdasarkan penelitian diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa
analisis kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan sangatlah
berpengaruh terhadap masyarakat karena masyarakat sangat
membutuhkan pelayanan dengan baik dan tepat waktu. Tetapi jika pegawai
53
tidak melakukan tugasnya dengan baik maka masyarakat akan kesulitan
dalam melakukan pengurusan dalam hal pengurusan persuratan.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja aparat
kantor Desa Lamantu belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Masih ada
beberapa indikator pelayanan yang belum diterapkan seperti kedisiplinan
dalam proses pelayanan, kemampuan pegawai dalam mengelola alat
bantu, belum tepat waktunya pelayanan, dan lain-lain.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti dapat
menarik kesimpulan bahwa Kinerja Pegawai Kantor Desa Lamantu
Kabupaten Kepulauan Selayar belum sepenuhnya dikatakan baik
dikarenakan masih ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai
dengan keinginan masyarakat, antara lain masih belum bisa
menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu, belum bisa
memanfaatkan jam kerja dikarenakan masih ada yang sering terlambat,
dan pelayanan pembuatan surat pengantar kartu tanda penduduk (KTP)
dan kartu keluarga (KK) dan sebagainya masih terbilang lama sehingga
pelayanan kepada masyarakat belum maksimal.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di atas yang telah diperoleh peneliti
selama penelitian, maka ada beberapa hal yang penulis sarankan yang
semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi bahan evaluasi untuk
kedepannya, yaitu sebagai berikut
1. Diharapkan kepada pegawai kantor Desa Lamantu sebaiknya
kualitas dalam memberikan pelayanan administrasi terhadap
masyarakat banyak lebih di tingkatkan lagi dalam perihal
pengurusan surat-surat yang masyarakat butuhkan dalam
memberikan pelayanan administrasi terhadap masyarakat.
2. Diharapkan kepada pegawai Kantor Desa Lamantu yang terlibat
sebagai pelayanan administrasi agar tetap mempertahankan
54
55
kualitas pelayanan yang sudah diterapkan baik dalam mengurus
perizinan maupun Non perizinan.
3. Diharapkan kepada pemerintah Desa Lamantu untuk memberikan
pelatihan kepada pegawai yang belum mampu mengoperasikan
alat bantu yang tersedia dalam proses pelayanan. Dan sebaiknya
pegawai saling mengingatkan arti pentingnya keramahan terhadap
pengguna layanan.
DAFTAR PUSTAKA
Adon Nasrullah Jamaludin, 2015, Sosiologi Pedesaan, CV. PUSTAKA
SETIA:Bandung
Agus Dwiyanto. 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan
[Link] Pelajar. Yogyakarta.
Ahmad, Jamaluddin. 2015. Metode Penelitian Administrasi Publik Teori dan
Aplikasinya. Gava Media. Yogyakarta.
Awaliyah, R., Suparman, A. N., & Garvera, R. R. (2022). ANALISIS
KINERJAPERANGKAT DESA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN
KEPADA MASYARAKAT DI DESA BABAKAN KECAMATAN
PANGNDARAN KABUPATEN PANGANDARAN.
Basuki. J. (2018). Administrasi publik: telaah teorities dan Empiris. Cetakan Ke-
[Link]: PT. Raja Grafindo Persada.
Barthos, Basir. 2013. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Bumi Aksara
Dwiyanto, Agus. 2005. Penilaian Kinerja Organisasi Publik, Jurusan Ilmu
Administrasi Negara, Yogyakarta.
Garvera, R. R. (2018) Kinerja Aparat Desa Dalam Pelayanan Publik Di
DesaNagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis (Studi
Tentang Pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu. Moderat: Jurnal
Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 4(1), 107-125.
Garu, T. M., Sumardi, S., Herianto, D., & Firman, A. (2022). Analisis Kinerja
Pegawai Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat
Di Desa Golo Ncuang Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai. Jurnal
Inovasi dan Pelayanan Publik Makassar, 1(1), 1-13.
Griffin, Moorhead dan. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
Hasibuan, M. 2016, Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah Edisi ke-7.
InJakarta: Bumi Aksara
Islamiyah, N. (2021). ANALISIS KINERJA PEGAWAI KANTOR DESA
DALAMMEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA
MASYARAKAT DI DESA MAKMUR MULIA KECAMATAN SATUI
KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN2021 (Doctoral dissertation,
Universitas Islam Kalimantan MAB).
Horne, James C. Van, dan John M., Wachowicz, Jr., (2017), Prinsip-prinsip
Manajemen Keuangan, Edisi 13, Buku 1, Cetakan ke-5, Salemba Empat,
Jakarta Selatan 12160.
56
57
Kadir, Abdul. 2015. Studi Pemerintahan Daerah dan Pelayanan Publik.
[Link] Perada Dharmasraya. Edisi Pertama.
Khoer, M., Hendriyani, E., & Garvera, R. R. (2022). KINERJA
PELAYANANADMINISTRASI PEMERINTAH DESA CIBOGO
KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN.
Kotler, P. 2017. Customer Value Management. Journal of Creating Value.
Laia, S., Sitepu, E., & Perwirawati, E. (2022). KINERJA PEGAWAI KANTOR
DESADALAM MEMBERIKAN PELAYANAN MASYARAKAT DI DESA
HILIMAUFA KECAMATAN MAZO KABUPATEN NIAS SELATAN.
JURNALGOVERNANCEOPINION, 7(1), 7-15.
Malayu S.P. Hasibuan. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Mangkunegara, A.A Anwar Prabu. 2009. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia.
Bandung: Refika Aditama.
Makmur. H., Thahire. R. (2016). Supranaturaldan trasedental Administrasi Dan
Organize against Public Policy First
Moeheriono. 2018. Indikator Kinerja Utama. Rajawali Pers. Jakarta.
Miles, B. Mathew dan Michael Huberman.1992. Analisis Data Kualitatif Buku
Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Moenir, H.A.S. 2014. Manajemen Pelayanan Umum di indonesia. Bumi Aksara,
Jakarta
M. Manulang. 1986. Peningkatan Kinerja Pegawai. Jakarta: Mitra Wacana Media
Wastiono, sadu. 2003. Kapita Selekta Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah. Alqaprint, Jatinangor.
Nurdin, I. (2019). Kualitas Pelayanan Publik (Perilaku Aparat Dan Komunikasi
Birokrasi Dalam Pelayanan Publik) (Lutfia, Ed.) Penerbit Media Sahabat
Cendekia.
Prawirosentono, Suryadi. (2011). Kinerja. Bandung: Alfabeta.
Priansa. D.J.2017. Manajemen Kinerja Pegawainya Cetakan ke-1.
Bandung:[Link] SETIA.
58
Rohman.A [Link].,& Ermadiani. (2018). Pengelolaan Administrasi Keuangan
Pemerintah Desa. Edisi Pertama. Yogyakarta : Cetakan Sekolah Tinggi
Ilmu Manajemen YYKPN
Ropi, P., Wijaya, A. F., & Papilaya, F. S. (2021). Analisis Kinerja Pegawai Kantor
Desa dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat.
Buletin Poltanesa, 22(1), 11-14.
Sembiring, Masana. (2012). & Kinerja Organisasi : Perspektif Organisasi
Pemerintah. Bandung : Fokus Media.
Sinambela, LijanPoltak, dkk. 2011. Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sinambela, Lijan Poltak. 2006. Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, Dan
Implementasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sugiyono, (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta
Umam. K. (2017). Perilaku Organisasi Cetakan ke-3. CV. PUSTAKA SETIA:
Bandung
Yanuar, R. M. (2019). Inovasi Pelayanan Publik (Studi Kasus: Public Safety Center
(PSC)119Kabupaten Bantul Sebagai Layanan Kesehatan dan
Kegawatdaruratan). Jurnal Ilmu Pemerintahan, 04(0274), 20.
LAMPIRAN
59
60
Lampiran 1. Coding Wawancara
LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA
Daftar pertanyaan wawancara penelitian skripsi “Analisis Kinerja Staf
Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,
Kabupaten Kepulauan Selayar”.
1. Nama Informan : Taiyeb (T)
Jabatan : Kepala Desa
2. Nama Informan : Husniati (H)
Jabatan : Staf Desa
3. Nama Informan : Mahyuddin (M)
Pekerjaan : Tokoh Pemuda
4. Nama Informan : Fitria (F)
Pekerjaan : Ibu rumah tangga (IRT)
5. Nama Informan : Andi Faisal (AF)
Pekerjaan : Pedagang
6. Nama Infornan : Syafaruddin (S)
Pekerjaan : Guru
61
No PERTANYAAN CODING
1. Bagaimana kondisi perkembangan masyarakat di Desa T
saat ini?
2. Permasalah apa saja yang telah terjadi pada masyarakat T
Desa?
3. Bagaimana cara bapak mengatasi permasalah yang T
dialami masyarakat?
4. Menurut bapak apa yang menyebabkan permasalahan- T
permasalahan terhadap pelayanan yang diberikan oleh
perangkat dan staf Desa?
5. Bagaimana peranan bapak dalam meningkatkan kualitas T
pelayanan administrasi kepada masyarakat?
6. Mohon informasi apakah bapak senantiasa melakukan T
pengawasan dalam pelaksanaan tugas perangkat dan
staf, dan bentuk apa pengawasan petugas yang bapak
lakukan?
7. Apakah kedisiplinan pegawai penting dalam melakukan H
proses pelayanan ?
8. Apakah dalam melakukan proses pelayanan, pegawai H
menggunakan alat bantu ?
9. Bagaimana kemampuan pegawai dalam menggunakan H
alat bantu yang digunakan dalam proses pelayanan ?
10. Apakah pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau H
membeda-bedakan ?
62
11. Apakah pegawai melayani dengan tepat waktu dalam H
proses pelayanan ?
12. Ketika memberikan layanan, apakah mendahulukan H
kepentingan layanan dari pada kepentingan pribadi?
13. Apakah pegawai sudah melayani pengguna layanan H
dengan sopan santun dan ramah ?
14. Apakah kedisiplinan pegawai penting dalam melakukan M,F,AF,S.
proses pelayanan ?
15. Apakah dalam melakukan proses pelayanan, pegawai M,F,AF,S.
menggunakan alat bantu ?
16. Bagaimana kemampuan pegawai dalam menggunakan M,F,AF,S.
alat bantu yang digunakan dalam proses pelayanan ?
17.. Apakah pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau M,F,AF,S.
membeda-bedakan ?
18. Apakah pegawai melayani dengan tepat waktu dalam M,F,AF,S.
proses pelayanan ?
19. Ketika memberikan layanan, apakah mendahulukan M,F,AF,S.
kepentingan layanan daripada kepentingan pribadi ?
20. Apakah pegawai sudah melayani pengguna layanan M,F,AF,S.
dengan sopan santun dan ramah?
63
TRANSKIP WAWANCARA
NO CODING TRANSKIP
1. T Perkembangan di Desa saat ini cukup baik dan kondusif.
2. Permasalahan yang kita temukan di lapangan itu sering terjadi
T
karena adanya ketimpangan sosial yang merasa bahwa
adanya ketidak adilan.
3. Solusi yang kita tawarkan dalam permasalahan ini
T
masyarakat yang merasa ada ketimpangan maka kita
memberikan pelayanan yang seadil-adilnya.
4. Kalau terkait permasalahan-permasalahan tentang pelayanan
terkait kebijakan itu sangat terbatas semua yang ada masalah
T
administrasi terkait dari masalah itu adapun masalah-masalah
yang kita temukan terkait masalah data-data yang tidak akurat
itu ada hal yang tidak bisa kita tangani itu harus di Kabupaten.
5. Kami sebagai selaku pemerintah Desa untuk melakukan
pelayanan administrasi terhadap masyarakat apapun yang
menjadi kebutuhan masyarakat terkait dengan masalah
T
administrasi pengurusan kita harus siapkan yang terkait
dengan kebijakan yang harus di persiapkan oleh kepala Desa
dan masyarakat yang harus di persiapkan oleh kepala Desa
dan masyarakat bisa terlayani dengan baik.
6. Sebagai pimpinan atau sebagai kepala pemerintah Desa kita
T
selalu melakukan pengawasan, bentuk pengawasannya yaitu
64
kita melakukan full up dan staf salah satunya kita melakukan
brifing mengarahkan, mengevaluasi kerjanya kemudian hal-
hal apa yang merasa tidak mampu itu kita arahkan supaya
pelayanan masyarakat ini bisa teratasi dengan baik.
7. Menurut saya kedisplinan itu penting karena jika tidak disiplin,
maka pengguna layanan tidak akan menilai kinerja kami
selaku pegawai lainnya di sini. Pegawai masuk jam 09:00
H
sampai jam pulang dan kami sebagai pegawai disini sudah
berusaha menepati jadwal yang telah ditentukan. Namun
masih ada yang datang tidak sesuai dengan jadwal yang
ditentukan.
8. Iya, Kami menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan,
H
yaitu komputer dan perangkatnya.
9. Belum semua pegawai di kantor Desa Lamantu mampu dalam
menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan. Disini kami
H
hanya ada beberapa orang saja yang dapat menggunakan
komputer dan perangkat lainnya.
10. Kami melayani pengguna layanan dengan tidak membeda
H
bedakan. Kami melayani semua dengan sama.
11. Kami berusaha tepat waktu dalam melayani pengguna
H
layanan agar pengguna layanan merasa puas dengan kinerja
kami.
12. Seharusnya seperti itu. Karena tujuan kami disini adalah
H
melayani pengguna layanan jadi kami harus mendahulukan
kepentingan pengguna layanan.
65
13. Kami rasa kami sudah melayani pengguna layanan dengan
H
sopan dan ramah, agar pengguna layanan merasa senang
dengan sikap yang kami berikan.
14. Saya rasa belum karena masih banyak pegawai yang belum
M
melakukan tugasnya.
Pegawai disini belum disiplin dalam melayani masyarakat,
karena saya pernah ingin mengurus pembuatan surat KK
F
saya datang ke kantor jam 09:00 tetapi belum ada pegawai
yang berbeda di kantor Desa.
AF Belum disiplin.
Pegawai di sini belum disiplin dalam melakukan proses
S
pelayanan.
15. M Iya, sudah menggunakan.
Sudah menggunakan, seperti yang saya lihat di kantor Desa
F
Lamantu sudah menggunakan alat bantu seperti komputer
AF Menurut saya sudah menggunakan alat bantu.
S Menurut saya iya, sudah menggunakan.
16. Lumayan, setahu saya hanya sedikit pegawai yang memiliki
kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan alat-alat
M
lainnya sehingga belum maksimal dalam melakukan proses
pelayanan.
Menurut yang saya lihat cuma ada dua orang yang sering
F
menggunakan alat bantu yang disediakan di kantor Desa.
66
AF Saya rasa belum semua pegawai.
S Tidak semua pegawai mampu mengoperasikan alat bantu.
17. M Tidak
F Tidak membeda-bedakan. Semua dilayani sama dan sesuai
keperluannya masing-masing.
Tidak
AF
Ya, tidak
S
18. M Tidak tepat waktu, karena tidak sesuai dengan waktu yang
dijanjikan.
F Waktu itu saya mengurus surat KK, tapi tidak bisa selesai hari
ini jadi kemudian saya di kasih jaminan untuk datang lagi
besok, hal ini dikarenakan karena ada pegawai yang tidak ada
di tempat.
AF Tidak tepat waktu.
S Belum tepat waktu.
19. Tidak, saya waktu itu pernah menunggu pegawai rapat baru
M
bisa dilayani.
Saya rasa tergantung kepentingannya, pegawai juga pasti
F
akan melihat kepentingannya.
67
Tidak
AF
Tidak tepat waktu.
S
20. M Menurut saya pegawai di kantor Desa Lamantu ada yang
ramah dan sopan tapi juga ada yang kurang ramah, mungkin
sedang ada masalah atau sesuatu jadi hanya menanyakan
keperluan tanpa menyapa terlebih dahulu.
F Terkadang ramah, tetapi saya juga pernah mendapati ada
pegawai pelayanan yang cuek dan tidak tanggap.
AF Belum ramah
S Kurang ramah
68
Lampiran 2. Surat Izin Penelitian
69
70
71
72
Lampiran3. Dokumentasi Wawancara
Wawancara Bersama Bapak Taiyeb Selaku Kepala Desa Lamantu
Wawancara Bersama Ibu Husniati Selaku Staf Desa Lamantu
73
Wawancara Bersama Bapak Mahyuddin Selaku Masyarakat Desa Lamantu
Wawancara Bersama Ibu Fitria Selalu Masyarakat Desa Lamantu
74
Wawancara Bersama Bapak Andi Faisal Selaku Masyarakat Desa Lamantu
Wawancara Bersama Bapak Syafaruddin Selaku Masyarakat Desa Lamantu
75
Kantor Desa Lamantu
76
Lampiran 4. Surat Keterangan Bebas Plagiat
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
BIOGRAFI PENULIS
Aprianti panggilan Apri lahir di Bonerate pada tanggal 18
Oktober 2000 dari pasangan suami istri. Bapak Abduh dan Ibu
Sitti Ara. Peneliti adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Peneliti
sekarang bertempat tinggal di Jalan Sultan Alauddin 2 Kota
Makassar, Sulawesi Selatan.
Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu SD Inpres Lamantu lulus tahun 2013,
SMPN 1 Pasimarannu lulus tahun 2016, SMAN 6 Selayar lulus tahun 2019, dan
mulai tahun 2019 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi
Manajemen Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan
sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai
Mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi Manajemen
Universitas Muhammadiyah Makassar.