0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan104 halaman

Kinerja Staf Pelayanan Desa Lamantu

Diunggah oleh

sintanuragustin140
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan104 halaman

Kinerja Staf Pelayanan Desa Lamantu

Diunggah oleh

sintanuragustin140
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS KINERJA STAF DALAM MEMBERIKAN

PELAYANAAN ADMINISTRASI KEPADA


MASYARAKAT DESA LAMANTU,
KABUPATEN KEPULAUAN
SELAYAR

SKRIPSI

APRIANTI
105721108419

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2023
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA

JUDUL PENELITIAN

ANALISIS KINERJA STAF DALAM MEMBERIKAN


PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA MASYARAKAT
DESA LAMANTU, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Oleh:

APRIANTI
105721108419

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi


Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2023

ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Sesungguhnya berserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila


Engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada
Tuhanmulah engkau
Berharap (Q.S. Al Insyirah: 6-8)

PERSEMBAHAN

Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya


sehingga Skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulilah Rabbil’alamin

Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta


Orang-orang yang saya sayang dan almamaterku

PESAN DAN KESAN

Tetaplah semangat dalam mengerjakan sesuatu hal, jika mulai


merasakan lelah beristirahatlah sejenak dan jika sudah membaik
lanjutkanlah pekerjaan yang sempat tertunda sebelumnya.

iii
viii
ix
x
xi
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas

segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya,

Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad

SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat

yang tiada ternilai manakala penulis skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Staf

Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,

Kabupaten Kepulauan Selayar”.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam

menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada

kedua orang tua penulis Bapak Abduh dan Ibu Sitti Ara yang senantiasa memberi

harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-

saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat

hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta

dukungan baik materi maupun moral, serta doa restu yang telah diberikan demi

keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka

berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia

dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud

tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula

viii
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan

dengan hormat kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, [Link], rektor Universitas Muhammadiyah

Makassar.

2. Dr. H. Andi Jam’an, SE., [Link], Dekan Fakultas Ekonomi Universitas

Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Nasrullah. SE.. MM, selaku Ketua Program Studi Manajemen

Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Dr. Ir. Ahmad AC.. ST..M.M, selaku Pembimbing I yang senantiasa

meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga

skripsi selesai dengan baik.

5. Bapak Idham Khalid. S.E. M.M, selaku Pembimbing II yang telah berkenan

membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya

kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah Makassar.

8. Terima kasih kepada kedua orang tua saya Bapak Abduh dan Ibu Sitti Ara

yang senantiasa memberikan dukungan dan doa yang tak henti-hentinya

dipanjatkan untuk anaknya tercinta.

9. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi

Manajemen Angkatan 2019 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit

bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

ix
10. Terima kasih untuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu

yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya

sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih

sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamannya

para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan

kritiknya demi kesempurnaan Skripsi ini.

Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak

kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum [Link].

Makassar, 10 Juli 2023

Aprianti

x
ABSTRAK

APRIANTI. 2023. Analisis Kinerja Staf Dalam Memberikan Pelayanan


Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan
Selayar. Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Pembimbing I Ahmad
dan Pembimbing II Idham Khalid.

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja


Pegawai kantor Desa Lamantu dalam memberikan pelayanan administrasi
berfokus pada pelayanan administrasi penduduk yaitu pembuatan surat pengantar
kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) kepada masyarakat Desa
Lamantu.

Penelitian ini mengunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan


melakukan wawancara langsung dengan pegawai Desa dan masyarakat Desa.
Adapun teknik pengumpulan data yakni menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi. Penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai kantor Desa Lamantu
Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memberikan pelayanan administrasi masih
belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan masyarakat dapat dilihat dari ketidak
mampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dan masih adanya pegawai
yang kurang ramah dalam melayani, kedisplinan pegawai yang tidak sesuai
dengan jam kerja dan kurangnya sumber daya manusia yang belum mampu
mengoperasikan alat bantu.

Kata kunci : Pelayanan administrasi, Kinerja pegawai, Kesejahteraan Masyarakat

xi
ABSTRACT

APRIANTI. 2023. Analysis of Staff Performance in Providing Services


Administration to the Community of Lamantu Village, Selayar Islands
Regency. Thesis Management Study Program, Faculty of Economics and
Business, University of Makassar Muhammadiyah. Supervised by Advisor I
Ahmad and Supervisor II Idham Khalid.

The purpose of this research is to describe and analyze the performance


of Lamantu Village office employees in providing focused administrative services
in population administration services, namaly making cover letters for identity card
(KTP) and family card (KK) to the people of Lamantu Village.

This study uses a qualitatifapproach descriptive method with conducting


direct interview with village officers and village community. The data colletion
Techniques are using observation techniques, interviews and documentation. The
results of this study shows that the performance of employees of the Lamantu
Village office, Islands Regency Selayar in providing Administrative services is still
not fully operational in accordance with the expectations of Society can be seen
from the inability of employees in using assistive devices and there are still
employees who are not friendly enough serving, employee discipline that is not in
accordance with working hours and lack human resources who have not been able
to operate assistive devices.

Keywords :Performance, Lamantu head of village officers, Administration


Services, Public Welfare

xii
DAFTAR ISI

SAMPUL………………………………………………….....………………..… i
HALAMAN JUDUL……………………………………………………..……… ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN…………………………………………...… iii
HALAMAN PERSETUJUAN……………………………….….............….… iv
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………...…… v
HALAMAN PERYATAAN KEABSAHAN…………………………………… vi
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI AKHIR………………………… vii
KATA PENGANTAR………………………………………………………..… viii
ABSTRAK……………………………………………………………………… ix
ABSTRACT………………………………………………………………..…… xii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. xiii
DAFTAR TABEL…………………………………………………………….… xv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………… xvi
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….… xvii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………...….… 1
A. Latar Belakang………………………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………….……… 4
C. Tujuan Penelitian……………………………………………………… 4
D. Manfaat Penelitian………………………………………….…….…… 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…………………………………….………… 5
A. Tinjauan Teori…………………………………………………………. 5
1. Pengertian Analisis…………………………………………… 5
2. Pengertian Kinerja……………………………………………. 5
3. Administrasi Desa……………………………………..……… 9
4. Masyarakat………………………………..………………...… 11
5. Pengertian Pelayanan………………………………………… 12
B. Penelitian Terdahulu…………………………………………………… 20
C. Kerangka Pikir…………………………………………………………. 22
BAB III. METODE PENELITIAN…………………………………..……….... 24
A. Jenis Penelitian………………………………………………...……… 24
B. Fokus Penelitian…………………………………………….…….…… 24

xiii
C. Situs dan Waktu Penelitian…………………………………………… 24
D. Jenis dan Sumber Data……………………………………………..… 25
E. Informan………………………………………………………………… 25
F. Teknik Pengumpulan Data…………………………………….……… 26
G. Metode Analisis Data……………………………..…………………… 27
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………… 29
A. Gambaran Umum Objek Penelitian………………………….……… 29
B. Hasil Penelitian………………………………………………………… 37
C. Pembahasan…………………………………………………………… 48
BAB V. PENUTUP……………………………………………………….…….. 54
A. Kesimpulan………………………………………………….……..…… 54
B. Saran……………………………………………………………………. 54
DAFTAR PUSTAKA………………………..………………………………..… 56
LAMPIRAN

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu………………………………………….…… 20

Tabel 3.1 Penelitian informan………………………………………………… 26

xv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir…………………………………………………… 23

Gambar 4.1 Struktur Organisasi……………………………………………… 32

xvi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Coding Wawancara…………………………………….… 60

Lampiran 2. Surat Izin Penelitian……………………………………… 68

Lampiran 3. Dokumen Wawancara…………………………….…...… 72

Lampiran 4. Surat Keterangan Bebas Plagiat ……………………..… 76

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelayanan adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau

peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan sehingga

dapat memenuhi kualitas yang diharapkan oleh masyarakat sehingga dapat

menimbulkan citra yang baik terhadap aparatur pemerintah. M. Manullang

(1986) mengatakan bahwa prestasi atau efektivitas organisasi pada dasarnya

adalah efektivitas perorangan, atau dengan kata lain bila tiap anggota

organisasi secara terkoordinasi melaksanakan tugas dan pekerjaannya

masing-masing dengan baik, dan efektivitas pelayanan secara keseluruhan

akan timbul.

Pada dasarnya manusia membutuhkan pelayanan, bahkan secara

realita dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan

kehidupan Manusia. Masyarakat setiap waktu selalu menuntut pelayanan

publik yang berkualitas dari pemerintah, meskipun tuntutan tersebut sering

tidak sesuai dengan harapan karena secara empiris pelayanan publik yang

terjadi selama ini masih berbelit-belit, lambat, mahal, dan melelahkan.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang

pelayanan publik, yakni pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian

kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,

jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara

pelayanan publik. Kecenderungan seperti ini terjadi karena masyarakat masih

diposisikan sebagai pihak melayani bukan yang dilayani. Hal ini menimbulkan

1
2

dampak buruk terhadap perkembangan kualitas pelayanan yakni sering

terlantarnya upaya peningkatan pelayanan dan kurang berkembangnya

inovasi dalam pelayanan serta kurang terpacunya pemerintah daerah untuk

memperbaiki kualitas pelayanan.

Penyelenggaraan pemerintahan Desa merupakan sub-sistem dari

sistem penyelenggaraan pemerintahan, sehingga perintah Desa memiliki

kewenangan untuk mengatur masyarakatnya. Sesuai dengan Undang-undang

Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Desa adalah penyelenggara

urusan pemerintahan oleh pemerintahan Desa dalam mengatur dan mengurus

kepentingan masyarakat dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara

Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Syukuri 2002:8 (dalam Abdul Kadir 2015:137) menjelaskan bahwa

untuk mendapatkan kinerja yang optimal di perlukan 4 (empat) persyaratan,

yaitu:

1) Kapasitas SDM yang memadai, kemampuan pengetahuan,

keterampilan dan pengalaman serta didukung oleh sikap mental dan

moral, loyalitas dan dedikasi dari eksekutif akan sangat mendukung

bagi terwujudnya kinerja daerah yang optimal;

2) Rekrutmen yang baik, untuk mendapatkan pegawai yang quaified

diperlukan suatu mekanisme dan proses rekrutmen yang tertata

dengan baik dan benar;

3) Pembinaan yang memadai, untuk meningkatkan kinerja maka

perlunya upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitasnya secara

terencana dan berkelanjutan; dan


3

4) Pengawasan masyarakat, baik oleh lembaga perwakilan rakyat,

maupun media massa dan masyarakat secara langsung perlu

dilaksanakan dan ditingkatkan secara terus-menerus.

Menurut Carlzon dalam Sadu Wasistino (2003:16) mengatakan, bahwa

abad ke-21 sebagai “abad pelanggan”, dalam arti para pengguna jasa atau

pelanggan ditempatkan pada tempat yang sangat terhormat. Berangkat dari

pemikiran tersebut, pegawai kantor desa lamantu, kabupaten kepulauan selayar

sebagai tempat penelitian ini ,menurut pengamatan penelitian, menunjukkan

bahwa kemampuan pegawai pada kantor desa lamantu dalam pelaksanaan tugas

terutama dalam menyiapkan bahan dan informasi yang dibutuhkan untuk

kepentingan masyarakat, hasilnya masih minim atau belum terlaksana secara

optimal. Dilihat dari penelitian pelaksanaan tugas-tugas administrasi yang tidak

terlaksana dengan baik dan konsisten sesuai ketentuan, baik administrasi umum,

pelayanan administrasi penduduk, maupun administrasi lainnya. Isu-isu masalah

yang terjadi kurangnya pelayanan administrasi yang diberikan misalnya dalam

memberikan pelayanan administrasi penduduk:

1) Pelayanan pembuatan surat pengantar Kartu Tanda Penduduk (KTP )

2) Pengantar Kartu Keluarga (KK)

Kapasitas yang masih rendah merupakan bagian dari permasalahan yang

ditunjukkan di lapangan. Diantaranya masih belum optimalnya aspek pelayanan

yang diberikan oleh pemerintahan Desa. Dalam hal ini pelayanan masyarakat

sangat dibutuhkan di kehidupan Masyarakat Desa Lamantu sehingga peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Kinerja Staf Dalam

Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,

Kabupaten Kepulauan Selayar”.


4

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana

Analisis Kinerja Staf Kantor Desa dalam Memberikan Pelayanan Administrasi

Kepada Masyarakat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana

Kemampuan Kinerja Staf Kantor Desa dalam memberikan Pelayanan

Administrasi Kepada Masyarakat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan

Selayar.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis : Untuk dapat memperkaya konsep atau teori yang

membantu perkembangan ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan

dalam kehidupan berbirokrasi, khususnya untuk pengembangkan

pengetahuan ilmu ke pemerintahan. Supaya dapat dijadikan sebagai

bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis : Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan

atau konsep perangkat desa khususnya dalam pemerintahan dan kepada

masyarakat umumnya dalam meningkatkan pengetahuan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Pengertian Analisis

Analisis berasal dari bahasa inggris yaitu analyzis yang artinya:

mengupas, menguraikan, mengulas, dan membahas. Analisis merupakan

proses mengurai suatu hal menjadi berbagai unsur yang terpisah untuk

memahami sifat, hubungan, dan peranan masing-masing unsur. Dalam

linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap

sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa secara mendalam.

Steers, 1985 (Dwiyanto, 2005) analisis secara umum sering juga

disebut pembagian. Analisis atau pembagian berarti pemecah belahan

atau penguraian bagian dari keseluruhan yang selalu berhubungan dan

suatu keseluruhan adalah terdiri dari atas bagian-bagian. Ditinjau dari

sudut kualitas pelayanan masyarakat, peraturan sebagai salah satu sarana

dalam mencapai bukan hanya satu kata yang tidak bermakna dan

diabaikan tanpa ditaati.

2. Pengertian Kinerja

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual

performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh

seseorang). Menurut Priansa, (2019) dalam bahasa Inggris kinerja dapat

disebut sebagai job Performance atau actual performance atau Level of

performance, merupakan tingkat pencapaian karyawan dan konfigurasi

karyanya. Kinerja merupakan tindakan individualitas, seperti minat atau

kemampuan, perbedaan mewujudkan kekuatan dalam bentuk karya yang

5
6

terbukti. Hasil kerja yang dicapai pegawai dalam menjalankan fungsi dan

pekerjaan yang berasal dari industri.

Menurut Moeheriono ( 2018 ) Kinerja merupakan suatu gambaran

mengenai tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan strategi aktifitas atau

kegiatan dalam mencapai tujuan sasaran, visi dan misi organisasi yang

masuk melalui perencanaan strategis sekelompok.

Menurut Hasibuan (2016) mendefinisikan kinerja sebagai suatu

hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang

dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman,

kesunguhan serta waktu.

Menurut Garvera Rindu.R 2018 Secara umum dapat dijelaskan

bahwa dalam mewujudkan efektivitas pelayanan umum dari aparat

pemerintah terhadap warga masyarakat pengguna jasa pelayanan melalui

kualitas disiplin kerja aparat pemerintah yang memadai, maka birokrat

mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif.

1) Kriteria-kriteria kinerja pegawai adalah:

a) Sifat

Tolak ukur menurut sifat memfokuskan diri pada karakteristik diri

individu tenaga kerja. Berbagai jenis tolak ukur Ini menempatkan

orang pada prinsip kerja setiap individu tidak mengikuti apa yang

inginkan atau bukan pencapaian individu disuatu bekerja.

b) Perilaku

Berdasarkan cara pandang berfokus pada cara mengerjakan

pekerjaan yang diberikan. Barometer sangat diperlukan bagi

pekerja yang menginginkan kaitan antar personal tenaga kerja.


7

c) Hasil

Persyaratan pendapat ini memberi tumpuan kepada apa yang

sesuatu telah diinginkan atau dihasilkan dalam cara sesuatu untuk

pencapaian

2) Aspek-aspek yang mempengaruhi kinerja pegawai

a) Kemampuan seseorang

Kemampuan individu mencakup talenta, keinginan dan aspek

pribadi. Peningkatan keahlian yaitu para setiap orang seperti

memiliki pendidikan, pengertian, keahlian, keterampilan

berkomunikasi, dan kecakapan teknis.

b) Usaha yang mencurahkan

Upaya dibayarkan untuk tenaga kerja merupakan ketika mereka

bekerja kehadiran dan motivasi.

c) Lingkup organisasi

Wilayah institusi, industry menyiapkan perlengkapan alat bantu

bagi tenaga kerja yang meliputi pelatihan dan pengembangan,

inventaris, tehnologi, dan tata kelola.

Menurut Mangkunegara (Umam 2019) menerangkan aspek yang

mempengaruhi kapasitas tenaga kerja merupakan.

a) Aspek kemampuan intelektual, kekuatan (ability) tenaga kerja

berbagai kemampuan kesangupan (IQ) kekuatan kenyataan

(pendidikan) oleh karena itu, pegawai perlu diposisikan pada

pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.


8

b) Aspek motifasi

Aspek ini mewujudkan tingkahlaku (attitude) seorang tenaga kerja

dalam mengimbangi situasi kerja. Cita-cita merupakan keadaan

mengarahkan pegawai kearah perolehan tenaga kerja.

c) Sikap mental

Perbuatan mentalitas merupakan keadaan mentalitas yang

mengarahkan seseorang.

3) Dimensi Pengukuran Kinerja Pegawai

Menurut Premeaux (Priansa 2017,55) ada enam dimensi dalam

pengukuran kinerja:

a) Kuantitas kerja quantity of work, berkaitan dengan kapasitas

pekerjaan dan kerja yang dihasilkan oleh tenaga kerja pada waktu

yang sudah ditetapkan oleh instansi.

b) Kualitas kerja quantity of work, berjalinan dengan peninjauan

kecerdasan, kecekatan kerja mampu menangani tugas-tugas

yang diberikan oleh diperusahaan.

c) Kemandirian dependabilty, berhubungan dan ketelitian dengan

kemampuan tenaga kerja dan memprioritaskan tugas secara

individu untuk mencegah bantuan orang lain.

d) Inisiatif (initiative), berhubung dan pertimbangan individual,

keluwasan berpikir, dan kesanggupan untuk mendapatkan

tanggung jawab.

e) Adaptabilitas (adaptability), berhubungan dengan kekuatan untuk

penyesuaian, meninjau kemampuan untuk menggapai terhadap

kepentingan dan situasi.


9

f) Kerja sama (cooperation), berkaitan dengan kontrol kemampuan

untuk kerjasama dengan rekan kerja yang lain.

3. Administrasi Desa

Administrasi merupakan bagian yang paling nyata dari pemerintah

seperti administrasi pemerintah dalam tindakan, administrasi eksekutif,

operatif, bagian paling jelas dari pemerintah dan tugas-tugas administrasi

yang selama ini dipelajari dengan tekun dan sistematik memerlukan

penyesuaian terhadap standar-standar kebijakan yang teruji secara cermat

Menurut Wilson dalam Ahmad Jamaluddin (2015:104). Moenir (87:2014)

Adminstrasi mempunyai dua pengertian luas dan sempit. Dalam pengertian

luas administrasi meliputi seluruh proses kegiatan organisasi dalam rangka

pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan dan dilaksankan oleh

tenaga-tenaga yang berkemampuan (skilled work force). Sedangkan

dalam pengertian sempit, administrasi menyelinap kebagian-bagian paling

kecil dalam organisasi yang dilaksanakan oleh tenaga-tenaga tingkat

rendah melalui keterampilannya. Sebutan umum untuk administasi dalam

pengertian sempit ini adalah tata usaha ( clerical work ).

Persoalan atau masalah administrasi publik yang menjadi

persoalan atau masalah negara, demikian pula halnya bahwa persoalan

atau masalah negara menjadi masalah pemerintah, karena memang ketiga

elemen ini merupakan satu kesatuan dalam totalitas Makmur dan Thahire,

(2016)Amercan Socly Puby Administrasi Publik Bentuk di (Basuki, 2018)

menyebutkan prinsip Etika Administrasi Publik:


10

1) Layanan ke publik harus hierarkis.

2) Masyarakat berhak dan mereka yang bekerja di layanan publik benar-

benar bertanggung jawab untuknya.

3) Undang-undang yang mengatur semua kegiatan layanan publik, yang ada

harus jelas dan harus dicari cara terbaik untuk memberikan layanan publik

terbaik.

4) Manajemen yang efektif dan efisien adalah dasar dari administrator publik.

Penyalahgunaan layanan dan berbagai perspektif yang tidak diinginkan

tidak dapat diampuni.

5) Kesamaan, ketulusan, keberanian, kesamaan, kecerdasan dan kuadrat

adalah nilai yang harus dinaikkan dan harus dikembangkan secara aktif.

Jenis-jenis administrasi desa yang dapat diselenggarakan pada setiap

pemerintah desa, menurut Rohman, Ferina & Ermadiani (2018:54) adalah sebagai

berikut:

1. Administrasi Umum

Tata usaha yang merupakan kegiatan pendataan dan informasi tentang

implementasi pemerintah desa dalam buku tata kerja yang umum.

Adimnistrasi umum mencakup pembukuan mengenai data peraturan desa,

data keputusan dari kepala desa, inventaris desa, data manajer pemerintah

desa, data terestrial milik desa atau harta desa.

2. Administrasi penduduk

Administrasi warga merupakan pendaftaran dan informasi data tentang

penghuni dan mutasi populasi dalam buku administrasi publik.


11

3. Administrasi keuangan

Kegiatan pencatatan dan informasi tata kelolah keuangan, mengenai

pengurusan keuangan desa pada buku tata kerja keuangan.

4. Administrasi pembangunan

Administrasi pembangunan, informasi pendaftaran dan pengembangan

data yang akan moderat dan dilakukan dalam buku administrasi keuangan.

5. Administrasi permusyawaratan desa

Administrasi permusyawaratan desa, kegiatan pencantan data dan

informasi mengenai BPD. Bentuk administrasi pembangunan adalah

pencatatan kedalam buku administrasi permusyawaratan desa.

4. Masyarakat

Menurut (James 2017, 50) Masyarakat adalah sekumpulan orang

yang tinggal di wilayah tertentu dan memiliki budaya adat istiadat, relatif

sendiri dan orang-orang diluar wilayah itu, dan mempunyai budaya yang

relatif sama. Masyarakat adalah setiap kelompok yang telah hidup dan

telah mampu bekerjasama dan cukup lama sehingga dapat mengatur diri

mereka dan memikir diri mereka sebagai kehidupan sosial dengan batas-

batas yang telah di rumuskan.

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang

berasal dari kata latin socius yang berarti teman. Kata masyarakat berasal

dari kata bahasa arab syaraka yang berarti ikut serta dan berpartisipasi.

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling bergaul, dalam istilah

ilmiah adalah saling berinteraksi. Definisi lainnya adalah masyarakat

mengacu pada sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang
12

sama, relatif independent dan orang-orang diluar wilayah, dengan budaya

yang relatif sama.

Jika semua kepentingan dipertahankan dan perangkat desa

menganggap semua kepentingan publik dan pribadi sama, masyarakat

desa akan menjadi masyarakat yang tertib. Dengan kata lain, tercapainya

keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dalam rangka memenuhi

kebutuhan dan tuntutan di masa yang akan datang, pemerintah dapat

menerapkan strategi lapangan yang didasarkan pada perumusan

kebijakan kependudukan yang diarahkan pada pengendalian kualitas dan

peningkatan kualitas pelayanan.

5. Pengertian Pelayanan

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2000:888) kata pelayanan

berarti kegiatan yang dilakukan oleh pelayan atau suatu usaha untuk

membantu menyiapkan atau mengurus apa yang diperlukan orang lain.

Menurut Pandiangan (2005:3) pengertian pelayanan adalah suatu proses

pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung.

Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa suatu

kegiatan pelayanan itu memerlukan sebuah proses manajemen (mengatur

dan mengarahkan) dalam rangka mencapai tujuan organisasi itu sendiri.

Pelayanan masyarakat sebagai layanan keperluan orang atau masyarakat

yang mempunyai kepentingan oleh organisasi atau perorangan sesuai

dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.

Menurut Moenir dalam (Abdul Kadir 2015 :108 ), pelayanan

merupakan : “ untuk memenuhi kebutuhan, manusia berusaha baik melalui

aktivitas sendiri, maupun secara langsung melalui aktivitas orang lain


13

aktivitas adalah suatu proses penggunaan akal, pikiran, panca indera, dan

anggota badan dengan atau tanpa kebutuhan melalui aktivitas orang lain

yang secara langsung inilah yang dinamakan pelayanan “.

a. Pelayanan Administrasi Kemasyarakatan

Peningkatan kualitas pelayanan yang menjadi tuntutan masyarakat

harus dipenuhi oleh aparat kantor desa sebagai penyelenggara

pemerintahan desa. Karena pada dasarnya menerima pelayanan pegawai

pemerintah desa yang memuaskan diri merupakan hak yang dimiliki oleh

setiap warga masyarakat. Dengan pelayanan yang diterima tersebut maka

diharapkan masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam mendukung tugas-

tugas aparat pemerintah, sehingga terjadi keseimbangan antara hak yang

ditetapkan oleh masyarakat dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai

warga negara.

Pelayanan yang diberikan harus tanpa memandang status,

pangkat, dan golongan dari suatu masyarakat. Pada saat yang sama

masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan

tersebut dengan landasan yang bersifat umum dalam bentuk pedoman

tatalaksana pelayanan umum.

Salah satu fungsi utama pemerintahan adalah penyelenggaraan

pelayanan umum yang tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan

masyarakat, pelayanan umum yang memuaskan dapat terwujud apabila

dilaksanakan secara efisien, efektif, berkeadilan, transparan, dan

akuntabel. Hal ini mengisyaratkan bahwa setiap pemerintah harus

mengikuti perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.


14

b. Pelayanan Publik

Menurut Rasyid (Garvera, 2018:114) “Pelayanan publik dapat

diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau

masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai

dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.” Sementara

menurut Widodo ( Nurulsyam, 2019:640) “Pelayanan publik dapat diartikan

sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat

yang mempunyai kepentingan pada organisasi tersebut sesuai dengan

aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.”

Menurut (Yanuar, 2019) pelayanan publik termasuk dalam inti dari

adanya penyelenggaraan pemerintah, hal ini dikatakan karena kegiatan

pelayanan berlangsung digerakkan atau dijalankan oleh sekelompok

individu atau organisasi yang telah mengemban tugas dalam pelayanan

publik. Dari pernyataan tersebut dapat dipastikan bahwa setiap masyarakat

maupun pemerintah menginginkannya sebuah pelayanan yang mampu

untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas kepada masyarakat, namun

dalam kenyataannya para aparat birokrasi selaku pemberi pelayanan

kepada masyarakat hanya sekedar memberikan pelayanan singkat tanpa

memberikan pelayanan dari arti yang sebenarnya dalam kata pelayanan

publik itu sendiri (Nurdin, 2019). Dalam hal ini tentu secara langsung akan

berdampak kepada kondisi atau keadaan masyarakat yang berakhir pada

kekecewaan terhadap pemerintah.

Menurut undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang pelayan publik

diuraikan bahwa pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan dalam

rangka peraturan, pembinaan, bimbingan, penyediaan fasilitas, jasa dan


15

lainnya yang dilaksanakan oleh aparatur pemeintahan sebagai upaya

pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-

undangan yang berlaku. Menurut AG. Subarsono (Agus Dwiyanto, 2005)

pelayanan publik didefinisikan sebagai serangkaian pelayanan publik

didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi

publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Maksudnya warga

pengguna adalah warga negara pembuatan KTP, akte nikah, akte

kematian, sertifikat.

1) Adapun Kinerja Pelayanan Publik:

Kinerja mengacu pada istilah yang berasal dari kata job

performance atau actual Performance (prestasi kerja atau prestasi

sesungguhnya yang dicapai seseorang). Kinerja Menurut A.A Anwar Prabu

Mangkunegara dalam Bukunya yang berjudul Evaluasi Kinerja Sumber

Daya Manusia, diartikan sebagai kualitas dan kuantitas yang diperoleh

seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung

jawab yang diberikan kepadanya. (Mangkunegara, 2009:9) kinerja seorang

pegawai akan baik jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, keahlian

untuk bekerja, adanya imbalan atau upah yang layak dan mempunyai

harapan masa depan (Prawirosentono,2011).

Berdasarkan sudut pandang diatas, dapat dilihat bahwa kinerja

merupakan hasil kerja atau kebijakan pegawai yang dirumuskan oleh

kantor desa untuk mencapai tujuannya. Untuk mencapai kinerja yang

tinggi, karyawan harus bersedia melakukan pekerjaan dengan baik

(motivasi), harus mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif

kemampuan), dan harus memiliki materi, sumber daya, perlengkapan, dan


16

informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut

(lingkungan). Defisiensi di salah satu area bidang ini akan menurunkan

kinerja. Oleh karena Itu, manajer atau pimpinan harus bekerja keras untuk

memastikan bahwa ketiga kondisi tersebut terpenuhi (Moorhead dan

Griffin,2013).

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa untuk mencapai kinerja

pegawai yang lebih tinggi perlu adanya dorongan dari atasan, kemampuan

yang dimiliki, dan lingkungan yang mendukung. Selain itu, pencapaian

kinerja tersebut perlu didukung melalui tugas, pokok, fungsi yang telah

ditetapkan dan berpedoman pada peraturan pemerintah. Demikian pula,

untuk mencapai kinerja pegawai kantor desa yang baik harus berpedoman

kepada tugas, pokok, fungsi utama kantor desa itu sendiri dan berpedoman

pada peraturan perundang-undangan daerah yang berlaku.

2) Adapun Jenis-Jenis Pelayanan Publik adalah

Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang

Pelayanan Publik, ruang lingkup pelayanan publik meliputi pelayanan

barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yang diatur

dalam peraturan perundang-undangan. Ruang lingkup sebagaimana

dimaksud meliputi pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat

tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan

sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata,

dan sektor strategis lainnya. Yang dimaksud dengan pelayanan barang

publik adalah pengadaan dan penyaluran barang publik yang dilakukan

oleh instansi pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya bersumber

dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran


17

pendapatan dan belanja daerah. Sedangkan pelayanan atas jasa publik

adalah penyediaan jasa publik yang diberikan oleh Instansi pemerintah

yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran

pendapatan dan belanja negara dan atau anggaran pendapatan dan

belanja daerah.

Kualitas pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan

masyarakat untuk mencapai kepuasan itu menurut Lijan Poltak Sinambela

(2006:6) dituntut kualitas pelayanan prima yang tercermin dari:

1) Transparansi, yakni pelayan yang bersifat terbuka, mudah dan

dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan

disediakan secara nomaden dan mudah dimengerti.

2) Akuntabilitas, pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan

sesuai dengan peraturan perundang - undangan.

3) Kondisional, yakni pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan

kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap

berpegang pada efisiensi dan efektivitas.

4) Partisipatif, yaitu pelayanan yang dapat mendorong peran serta

masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan

memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat.

5) Kesamaan Hak yaitu pelayanan yang tidak melakukan diskriminasi

dilihat dari aspek apapun kususnya suku, ras, agama, golongan,

status sosial, dan lain -lain.

6) Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pelayanan yang

mempertimbangkan aspek keadilan antara pemberi dan penerima

pelayanan publik.
18

Menurut (Sinambela, 2006), pada intinya Manusia bahkan sangat

diperlukan layanan yang sangat dinyatakan bahwa layanan tidak dapat dipisahkan

dari kehidupan manusia. Dimana pelayanan begitu akrab dalam kehidupan kita

hari-hari. Pelayanan publik dibutuhkan masyarakat guna menunjang berbagai

kebutuhan karena pada dasarnya masyarakat membutuhkan pelayanan setia

harinya. Menurut kotler (sinambela dkk,2011) Menurut Bagian 5 dari Undang-

undang, Layanan Publik 2009 No. 25, ruang lingkup layanan publik mencakup

barang publik dan layanan publik dan perwujudan yang diatur oleh hukum. Adapun

peningkatan pengembangan dalam masyarakat menujukan segera tercapainya

masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila defenisi pelayanan publik

menurut KEMENPAN No. 63 tahun 2004 tentang pedunia umum implementasi

layanan publik adalah semua kegiatan layanan yang dilakukan oleh

penyelenggara layanan publik untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat

layanan dan implementasi ketentuan-ketentuan hukum. Pada dasarnya pelayanan

publik merupakan pemberian pelayanan perima kepada masyarakat yang

merupakan perwujudan kewajiban aparatur negara sebagai abdi

masyrakat. Ada 5 jenis pelayanan administrasi yaitu:

1. Membuat KTP

2. Keterangan Tidak Mampu

3) Kartu Keluarga

4) Keterangan Pindah Penduduk

5) Pengantar Akta Kelahiran

Berkaitan tentang pemerintahan desa yaitu dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-

undang Nomor 6 Tahun 2014 dijelaskan bahwa: Pemerintahan Desa adalah


19

penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat

dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu,

menurut Adon Nasrullah jamaludin (2015;110) pemerintah desa merupakan

bagian dari pemerintah nasional, yang penyelenggaraannya ditujukan kepada

desa pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

bertanggungjawab dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat

setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan

dihormati dalam System Negara Indonesia.


20

B. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama peneliti Judul penelitian Variabel Hasil penelitian


dan tahun
penelitian
1. Marsinem Analisa kinerja Kualitatif Hasil penelitian
(2019) pelayanan menyatakan bahwa
pembuatan pelayanan publik dalam
keterangan pembuatan surat
tidak mampu keterangan tidak
pada kantor mampu (SKTM) di
Desa Sepuh Kantor Desa Sepuh
Gembol Gembol Kecamatan
Kecamatan Wonomerto dapat
Wonomerto dikatakan sudah
Kabupaten terwujud dengan baik.
Probolinggo Hal ini dapat dilihat
dengan indikator-
indikator yang ada
dalam pelayanan publik
yaitu, prosedur
pelayanan, persyaratan
pelayanan, waktu
pelayanan, biaya
pelayanan, produk
pelayanan,
sarana/prasarana
dan kompetensi
petugas pembeli
pelayanan dimana
semua indikator-
indikator tersebut
berada dalam kategori
baik.
2. Muhammad Profesionalisme Kualitatif Hasil penelitian ini
Aly Umar Pelayanan menunjukkan bahwa
(2020) Publik pada profesional pegawai
Pelayanan pada pelayanan kartu
E-KTP di tanda penduduk
Kecamatan elektronik (e-KTP) di
Pakong Kecamatan Pakong
Kabupaten Kabupaten Pamekasan
Pamekasan termasuk dalam
kategori baik. Hal Ini
ditunjukkan dengan
indikator sebagai
berikut: Kreatifitas
21

cukup baik, Inovasi


cukup maksimal, dan
Responsibilitas baik.

3. Pransiska Analisis Kinerja Kualitatif Hasil penelitian dapat


Ropi, Pegawai Kantor disimpulkan bahwa
Agustinus Desa Dalam Pelayanan Administrasi
Fritz Wijaya, Memberikan Kependudukan yang
Frederik Pelayanan dilakukan oleh pegawai
Samuel Administrasi Kantor Desa Mayak
Papilaya Kepada masih belum optimal.
(2021) Masyarakat Diketahui juga bahwa
disiplin pegawai Kantor
Desa Mayak masih
kurang baik, Aparatur
Desa masih kurang
tangkap keluhan
masyarakat dalam
memberikan
pelayanan.
4. Elianata, Budi Analisis Kualitatif Hasil penelitian ini
Setiawati menunjukkan bahwa
(2021) kinerja aparatur desa
dalam memberikan
pelayanan administrasi
kepada masyarakat di
desa biwan kecamatan
awang kabupaten
barito timur dapat
dikategorikan cukup
baik, pemimpin yang
berani dan tegas dalam
mengambil tindakan
dan cukup aktif
mengawasi perilaku
aparat.
5. Robiatul Analisis Kinerja Kualitatif Hasil penelitian dapat
Awaliyah, Perangkat diketahui bahwa
Agus Desa Dalam Kinerja Perangkat Desa
Nurulsyam, Memberikan dalam memberikan
[Link] Pelayanan pelayanan kepada
Garvera Kepada masyarakat di Desa
(2022) Masyarakat Di Babakan Kecamatan
Desa Babakan Pangandaran
Kecamatan Kabupaten
Pangandaran Pangandaran
Kabupaten berdasarkan
Pangandaran
22

penelitian secara
umum dapat
dikatakan secara
keseluruhan
sudah dilaksanakan
tetapi masih belum
optimal.
6. Dody Kualitatif Hasil penelitian ini
Wahyudi menunjukkan bahwa
Sinaga pegawai desa kolam
(2022) cukup baik dalam
melayani masyarakat,
dan kinerjanya
dikatakan cukup
tangkap.

C. Kerangka Pikir

Pada dasarnya penguraian kerangka dalam penulisan skripsi ini

didasarkan kepada manfaat administrasi kearsipan dalam memperlancar

tugas pegawai. Dalam bukunya Buinness Research (1992) mengemukakan

bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana

teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah dirumuskan dalam

masalah. Basir Barthos (2013:2) kearsipan merupakan peranan yang penting

dalam penyimpanan berkas-berkas, sebagai sumber informasi dan sebagai

alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam

rangka pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam

rangka kegiatan perencanaan.

Kantor Desa merupakan suatu tempat dimana masyarakat dapat

mengaspirasikan keperluan penduduk, maksud dari keperluan penduduk

adalah pelayanan publik dan desa merupakan bagian organisasi terkecil

dalam suatu Negara. Selanjutnya kantor Desa tidak terlepas dari adanya

jenis-jenis pelayanan, dalam judul skripsi yang peneliti teliti adalah jenis-jenis

pelayanan dalam administrasi adapun jenis-jenisnya adalah: 1)Pelayanan


23

pembuatan surat pengantar Kartu Tanda Penduduk (KTP), 2)Pengantar

Kartu Keluarga (KK), karena sering adanya permasalahan masyarakat desa

Lamantu dalam pelayanan tersebut.

Tentunya permasalahan yang telah dipaparkan diatas tidak terlepas

dari adanya kinerja pegawai. (Wastiono 2003 :20) proses pelayanan bukan

tanggung jawab dari pegawai terdepan (front liner) saja, tetapi merupakan

proses dari setiap organisasi mulai dari pimpinan instansi sampai keseluruh

pegawai lainnya. Salah satu faktor keberhasilan dari kinerja pelayanan dalam

sebuah organisasi adalah budaya berorganisasi. Budaya organisasi, tidak

terlepas dari peran dan komitmen pimpinan dan sumber daya organisasi

tersebut

Sesuai dengan judul yang diangkat maka peneliti membuat sebuah

kerangka pemikiran sebagai berikut:

Kantor Desa
Lamantu

Pelayanan
Administrasi:
Kinerja Kualitas
Pelayanan
pegawai pembuatan pelayanan
pengantar KK dan
KTP

Hasil Kepuasan
Masyarakat

Gambar 2.1 Kerangka Pikir


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis metode yang digunakan adalah deskriptif dengan

menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan

gambaran atau penjelasan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai

kinerja pegawai kantor desa dalam pelayanan masyarakat di Desa

Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini dimaksudkan untuk membatasi studi kualitatif

sekaligus membatasi penelitian guna memilih mana data yang

relevandanmana yang tidak relevan (Moleong, 2010). Pembatasan dalam

penelitian kualitatif ini lebih didasarkan pada tingkat kepentingan/urgensi

dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Penelitian ini akan

difokuskan pada Bagaimana Analisis Kinerja Staf Dalam Memberikan

Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu, Kabupaten

Kepulauan Selayar.

C. Situs dan Waktu Penelitian

Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, maka penelitian ini

dilakukan pada kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar. Yang

berlokasi di Jl. Poros Miantuu Kecamatan Pasimarannu Kabupaten

Kepulauan Selayar. Waktu penelitian yaitu selama 2 bulan, terhitung mulai

tanggal 24 Februari 2023 sampai dengan 24 April 2023.

24
25

D. Jenis dan Sumber Data

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek

penelitian yang diamati, metode yang digunakan melalui survey

lapangan atau wawancara terhadap Staf Desa Lamantu, Kabupaten

Kepulauan Selayar.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak secara langsung

diberikan kepada pihak pengumpulan data, melainkan di dapat pada

buku, kajian literatur lain dan penelitian sebelumnya sebagai data

pelengkap dari data utama.

E. Informan

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan

informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian dan

merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan

di teliti.

Berdasarkan Sugiyono (2014), untuk mendapatkan informasi yang

benar-benar valid, peneliti melakukan pemelihan informan dalam penelitian

ini dilakukan secara acak. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa

informan yang telah terpilih adalah orang-orang yang benar-benar

mengetahui atau terlibat langsung dalam fokus penelitian. Informan dalam

penelitian ini terdiri dari : Kepala Desa, Pegawai Kantor Desa, Masyarakat

di sekitar Desa Lamantu. Peneliti mengambil kriteria tersebut karena

menurut peneliti kriteria itu mampu memberikan informasi terkait masalah

apa yang sedang diteliti yang ada di Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan

Selayar.
26

Tabel 3.1
Tabel Informan

JABATAN NAMA JUMLAH

Kepala Desa Taiyeb 1 Orang

Staf Desa Husniati 1 Orang

Masyarakat Mahyuddin, Fitria, Andi 5 Orang


Faisal, Syafaruddin.
Total 6 Orang

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling

strategis dalam penelitia, karena tujuan utama dari penelitian ini

menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi yang dilakukan dengan cara mengadakan

penelitian langsung terhadap objek penelitian untuk

memperoleh fakta-fakta berdasarkan pengamatan peneliti yaitu

bertempat di Desa Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

2. Wawancara

Wawancara mendalam bertujuan untuk menggali

informasi lebih dalam mengenai pikiran serta perasaan

informan dan mengetahui lebih jauh bagaimana informan

meneliti, menilai tentang Analisis Kinerja Staf dalam

memberikan pelayanan Administrasi kepada masyarakat Desa

Lamantu, Kabupaten Kepulauan Selayar.


27

3. Dokumentasi

Studi dokumentasi dalam penelitian ini, dilakukan

melalui rekaman kegiatan, yaitu dengan cara melihat-lihat hal

penting selama penelitian berlangsung, rekaman tersebut

berupa foto untuk memperoleh gambaran visual kegiatan

pelayanan administrasi di Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan

Selayar.

G. Metode Analisis Data

Analisis data yang digunakan dengan cara menurut Miles and

Huberman Sugiyono (2019) bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif

dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai

tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Analisis data ini dilakukan dengan

cara:

1. Reduksi Data

Reduksi data yaitu dengan meruduksi data peneliti

mencoba menggambungkan, mengklasifikasikan, memilah-milah

atau menggelompokan data dari temuan di lapangan, maka

reduksi data dilakukan dengan merangkum hal-hal apa saja yang

berhubungan dengan tujuan penelitian.

2. Penyajian Data

Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat berupa

uraian singkat, skema, bagan, tabel, korelasi antara kategori dan

sejenisnya. yang bermanfaat dalam membentuk gambaran yang

jelas dan menyiapkan hasil studi. Singkatnya penyajian data


28

dimaksudkan untuk memberikan informasi dengan cara yang logis

dan mudah dipahami.

3. Verifikasi

Menurut sugiono (2012:252), verifikasi dan kesimpulan

dalam penelitian kualitatif mungkin akan menjawab rumusan

masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara dan akan

berkembang setelah penelitian di lapangan, namun apabila

kesimpulan yang akan dikemukakan didukung oleh bukti-bukti

yang valid dan konsisten maka kesimpulan yang dikemukakan

merupakan kesimpulan yang kredibel.


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya Desa Lamantu

Desa Lamantu adalah pemekaran dari Desa Bonerate. dengan

tujuan Desa Lamantu ingin berdiri sendiri dan ingin membuka lapangan

kerja bagi masyarakat Desa dan memudahkan pelayanan bagi

masyarakat. Nama Desa Lamantu diambil dari penggabungan antara tiga

dusun yaitu:

1. Dusun Lamantu

2. Dusun Miantuu

3. Dusun Tunggua

1) Kondisi Geografis

Desa Lamantu dengan luas 17.691,075 Ha memiliki lahan

Pertanian/Perkebunan Perikanan dan Kelautan. Terletak antara 122,15°LU

- 122,45°LS dan 119,50°BT – 120,12°BB. Jarak antara Ibukota Desa

dengan Ibukota Kabupaten 65 mil waktu tempuh dapat mencapai 14 jam

dengan menggunakan kapal motor kayu. Desa Lamantu merupakan

wilayah administratif yang terletak di Kecamatan Pasimarannu Kabupaten

Kepulauan Selayar yang memanjang dari Barat ke Timur dengan batas-

batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Khusus Pasitallu

2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Batu Bingkung

3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bonerate

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lambego

29
30

Secara administratif pemerintahan masih terbagi menjadi 3 dusun

masing-masing: Dusun Lamantu, Dusun Tunggua, Dusun Miantuu. Desa

Lamantu merupakan satu dari beberapa Desa yang berada dalam wilayah

Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar. Jarak antara

Desa Lamantu dengan Ibukota Kecamatan Pasimarannu Adalah 0.25 km.

Kondisi topografi daratan Desa Lamantu relatif berbukit dengan

ketinggian sekitar 2 meter dari permukaan laut dengan keadaan suhu

udara rata-rata sebesar 30 - 50°C. Penggunaan sumberdaya lahan untuk

bangunan di Desa Lamantu relatif beraneka ragam yakni berupa bangunan

sekolah (TK) seluas 15×25 m, bangunan sekolah (SD) seluas 0,5 Ha.

2) Perekonomian Desa

Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Desa Lamantu

adalah petani dan buruh tani 236 orang, PNS 9 orang, pedagang 34 orang,

nelayan 85 orang, pertukangan 119 orang, sementara pelaut 65 orang,

lainnya 323 orang.

Nelayan dari Desa Lamantu umumnya melakukan kegiatan di Desa

Lamantu yaitu sebagai petani rumput laut di Burungo dan Majapahit di

samping beberapa orang sebagai nelayan pencari ikan baik secara sendiri-

sendiri maupun berkelompok pada areal penangkapan yang lebih jauh.

Sementara pekerjaan masyarakat yang dominan adalah petani yang

lokasinya membentang antara Dusun Lamantu dan Dusun Miantuu. untuk

pedagang umumnya mereka membuka kios/warung-warung dengan

kelontong dengan berbagai macam barang dagangan yang umumnya

adalah barang kebutuhan sehari-hari (sembako) dan beberapa warung


31

makan. Tukang kayu umumnya mereka sebagai pembuat kapal, lemari,

pintu, dan kusen untuk bangunan.

3) Kondisi Sosial Budaya Desa

Jumlah penduduk Desa Lamantu terdiri dari 456 kepada keluarga

(KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 1.505 jiwa dengan komposisi laki-

laki sebanyak 782 jiwa dan perempuan sebanyak 723 jiwa.

2. Visi dan Misi

Visi

Mewujudkan Masyarakat Desa Lamantu Yang Sejahtera Berorientasi Pada

Kemajuan, Keadilan, Kelestarian, Keunggulan Berbasis Spritualitas dan

Kearifan Lokal

Misi

1. Meningkatkan pendidikan melalui program-program unggulan sembari

membangun jaringan kerja sama dengan pusat-pusat unggulan pendidikan

ditingkat Kabupaten.

2. Menciptakan kehidupan ekonomi yang sehat, padat karya, bervisi

kerakyatan, dan non diskriminatif.

3. Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi “ekonomi baru” baik disektor

agraris maupun maritim yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.

4. Membangun tradisi pelayanan publik yang prima, terukur dan amanah.

5. Mendorong ditegakkannya hukum dan kehidupan demokrasi yang sehat

berdasarkan rasa keadilan masyarakat.

6. Melestarikan tradisi utama dan kearifan lokal masyarakat Desa Lamantu

dalam satu strategi kebudayaan yang mendapat perhatian masyarakat.


32

7. Membudayakan dan mengolah pelestarian lingkungan alam yang berbasis

masyarakat.

8. Menciptakan “Keunggulan Komparatif” dan “Keunggulan Kompetitif” yang

berbasis pada sumber daya alam lokal dan masyarakat.

9. Menjadikan agama dan spritualitas serta kearifan lokal sebagai sumber

inspirasi dan basis nilai dalam membangun Desa Lamantu secara

terencana dan berkelanjutan.

3. Struktur Organisasi Kantor Desa Lamantu

Gambar 4.1
Struktur Organisasi Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar

Kepala Desa
BPD

Sekretaris

Kasi Kasi Kasi Kaur Tata Kaur Kaur


Pemerintahan Kesejahteraan Pelayanan Usah & Umum Keuangan Perencanaan

Kadus Kadus Kadus


Lamantu Tunggua Miantuu

Sumber : Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan Selayar 2023


33

4. Tugas Dan Fungsi

a. Kepala Desa

1. Desa berkedudukan sebagai Kepala Pemerintah Desa yang memimpin

penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

2. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa,

melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan

pemberdayaan masyarakat.

3. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala

Desa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:

1) Menyelenggarakan Pemerintahan Desa seperti tata praja

pemerintahan, penetapan peraturan desa di desa, pembinaan

masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban,

melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi

kependudukan, serta penataan dan pengelolaan wilayah;

2) Melaksanakan pembangunan seperti pembangunan sarana

prasarana pedesaan dan pembangunan bidang pendidikan dan

kesehatan;

3) Pembinaan kemasyarakatan seperti pelaksanaan hak dan

kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya

masyarakat, keagamaan dan ketenagakerjaan;

4) Pemberdayaan masyarakat seperti tugas sosialisasi dan motivasi

masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup,

pemberdayaan keluarga, pemuda, olah raga dan karang taruna;

dan menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat

dan lembaga lainnya.


34

b. Sekretaris Desa

1. Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur pimpinan Sekretariat

Desa.

2. Sekretaris Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam bidang

administrasi pemerintahan.

3. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat

(2), Sekretaris Desa mempunyai fungsi :

1) Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah,

administrasi surat menyurat, arsip dan ekspedisi;

2) Melaksanakan urusan umum seperti penataan administrasi

perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor,

penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi,

perjalanan dinas, dan pelayanan umum;

3) Melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi

keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan

pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan dan administrasi

penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD dan lembaga

pemerintahan desa lainnya;

4) Melaksanakan urusan perencanaan seperti menyusun rencana

anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-

data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan

evaluasi program, serta penyusunan laporan.


35

c. Kepala Urusan

1. Kepala urusan berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.

2. Kepala urusan bertugas membantu Sekretaris Desa dalam urusan

pelayanan administrasi pendukung pelaksanaan tugas-tugas

pemerintahan.

1) Kepala urusan tata usaha dan umum mempunyai fungsi

melaksanakan urusan ketatausahaan.

2) Kepala urusan keuangan mempunyai fungsi melaksanakan urusan

keuangan.

3) Kepala urusan perencanaan mempunyai fungsi mengoordinasikan

urusan perencanaan.

d. Kepala seksi

1. Kepala seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis.

2. Kepala seksi bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana

tugas operasional.

1) Kepala seksi pemerintahan

2) Kepala seksi kesejahteraan

3) Kepala seksi pelayanan

e. Kepala Kewilayahan (Kepala Dusun)

1. Kepala Kewilayahan atau Kepala Dusun berkedudukan sebagai unsur

satuan tugas kewilayahan yang bertugas membantu Kepala Desa

dalam pelaksanaan tugas di wilayahnya.

2. Untuk melaksanakan tugas Kepala Dusun memiliki fungsi : Pembinaan

ketenteraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan


36

masyarakat, mobilitas kependudukan serta penataan dan pengelolaan

wilayah.

3. Mengawasi pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.

4. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan

kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga

lingkungannya; dan

5. Melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam

menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan

pembangunan.

f. Unsur Staf (Pembantu Kaur/Kasi)

Unsur staf atau pembantu Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Kepala Dusun

yang telah menjabat sebelum Peraturan Desa ini mulai berlaku, tetap

melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan habis masa jabatan

sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan diakui sebagai

Perangkat Desa Lainnya.


37

B. Hasil Penelitian

Pelayanan pegawai di masyarakat dapat dilihat dari kinerja pegawai

atau kepegawaian pegawai. Kinerja pegawai dalam pencapaian tujuan

organisasi merupakan prioritas semua organisasi pada tingkat tindakan

yang diperlukan dalam setiap tindakan antara sesama pegawai dan

pegawai serta pimpinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Fungsi dari aparatur pemerintahan Desa dalam memberikan

pelayanan kepada masyarakat aparatur Desa harus mempunyai tugas-

tugas antara lain ialah meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat,

memelihara prinsip tata dalam pemerintahan Desa yang bersih dan bebas

dari kolusi dan nepotisme (KKN). Dan serta menyelenggarakan

administrasi pemerintahan yang baik.

Adapun beberapa hasil dialog wawancara dengan bapak Taiyeb

selaku kepala Desa Lamantu yang dilaksanakan pada hari Selasa 28 Maret

2023. Penulis uraikan sebagai berikut:

Penulis: Bagaimana perkembangan kondisi masyarakat di Desa saat ini?

Kepala Desa: “Perkembangan di Desa saat ini cukup baik dan kondusif”.

Penulis: Permasalahan apa saja yang telah terjadi pada masyarakat desa?

Kepala Desa: “Permasalahan yang kita temukan di lapangan itu sering


terjadi karena adanya ketimpangan sosial yang merasa bahwa adanya
ketidak adilan”.

Penulis: Bagaimana cara bapak mengatasi permasalahan yang dialami


masyarakat?

Kepala Desa: “Solusi yang kita tawarkan dalam permasalahan ini


masyarakat yang merasa ada ketimpangan maka kita memberikan
pelayanan yang seadil-adilnya”.

Penulis: Menurut Bapak apa yang menyebabkan permasalahan-


permasalahan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perangkat dan staf
kantor Desa?
38

Kepala Desa: “Kalau terkait permasalahan-permasalahan tentang


pelayanan terkait kebijakan itu sangat terbatas semua yang ada masalah
administrasi kita selalu merujuk pada kebijakan dari kabupaten terkait dari
masalah itu adapun masalah-masalah yang kita temukan terkait masalah
data-data yang tidak akurat itu ada hal yang tidak bisa kita tangani itu harus
di Kabupaten”.

Penulis: Bagaimana peranan bapak dalam meningkatkan kualitas


pelayanan administrasi kepada masyarakat?

Kepala Desa: “Kami sebagai selaku pemerintah Desa untuk melakukan


pelayanan administrasi terhadap masyarakat apapun yang menjadi
kebutuhan masyarakat terkait dengan masalah administrasi pengurusan
kita harus siapkan yang terkait dengan kebijakan-kebijakan yang harus di
persiapkan oleh kepala Desa dan masyarakat bisa terlayani dengan baik”.

Penulis: Mohon informasi apakah bapak senantiasa melakukan


pengawasan dalam pelaksanaan tugas perangkat dan staf, dan bentuk apa
pengawasan petugas yang bapak lakukan?

Kepala Desa: “Sebagai pimpinan atau sebagai kepala pemerintah kita


selalu melakukan pengawasan, bentuk pengawasannya yaitu kita
melakukan full up terhadap perangkat dan staf Desa salah satunya kita
melakukan evaluasi terhadap kinerja dari pada perangkat Desa dan Staf
Desa, kita selalu melakukan brifing mengarahkan mengevaluasi kerjanya
kemudian hal-hal apa mereka tidak mampu, itu kita arahkan supaya
pelayanan masyarakat ini bisa teratasi dengan baik”.

Dari hasil wawancara dengan kepala Desa Lamantu peneliti dapat

menarik kesimpulan bahwa masih adanya beberapa kendala dalam

pelayanan administrasi yang dilakukan pegawai kantor Desa Lamantu

sehingga menimbulkan adanya beberapa anggapan bahwa yang menjadi

masalah adalah masih adanya anggapan masyarakat dalam melakukan

administrasi belum dilakukan dengan seadil-adilnya, namun dari hasil

wawancara tersebut kepala Desa Lamantu menegaskan bahwa pihak

pemerintah Desa akan berusaha melayani dengan sebaik-baiknya

masyarakat dalam pengurusan administrasi terutama dalam hal

pembuatan surat pengantar KTP dan KK.


39

Untuk mengetahui kinerja pegawai Kantor Desa Lamantu, peneliti

meneliti dengan menggunakan beberapa indikator pertanyaan.

1. Kedisiplinan pegawai dalam melakukan proses pelayanan

Kedisiplinan dalam bekerja sangat diperlukan oleh setiap pegawai

dalam Melaksanakan pelayanan. Disiplin menjadi persyaratan bagi

pembentukan sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang akan membentuk

kepribadian pegawai yang penuh tanggung jawab dalam bekerja, dengan

begitu akan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung

usaha pencapaian tujuan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan

dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret

2023mengatakan bahwa:

“Menurut saya kedisiplinan itu penting karena jika tidak disiplin, maka
pengguna layanan tidak akan menilai baik kinerja kami selaku pegawai
layanan disini. Pegawai masuk jam 08.00 sampai jam pulang, dan kami
sebagai pegawai disini sudah berusaha menepati jadwal yang telah
ditentukan. Namun masih ada beberapa yang datang tidak sesuai dengan
jadwal yang ditentukan”.

Kedisiplinan akan tercipta dengan baik apabila disertai dengan

pengawasan yang efektif. Untuk suksesnya suatu pengawasan diperlukan

kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses suatu pekerjaan

dengan kerja sama tersebut dimaksudkan bahwa masing-masing pekerja

dalam proses kerja memegang peranan dalam upaya meningkatkan tujuan

yang akan dicapai.

Seperti yang dikatakan Ibu Fitria dalam wawancara pada Rabu 5

April 2023 selaku masyarakat Desa Lamantu mengatakan bahwa:

“Pegawai disini belum disiplin dalam melayani masyarakat, karena saya


pernah ingin mengurus pembuatan surat kartu keluarga (KK) saya datang
ke kantor jam 09:00 tetapi belum ada pegawai yang berada di kantor desa”.
40

Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku

masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023

mengatakan bahwa:

“Saya rasa belum karena masih banyak pegawai yang belum melakukan
tugasnya dengan baik”.

Berdasarkan beberapa hasil wawancara di atas peneliti dapat

disimpulkan bahwa kedisiplinan pegawai dalam melayani masyarakat

belum sepenuhnya terlaksana dengan baik dalam menjalankan tugasnya.

Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang

tepat pada waktu, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik,

mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku,

Malayu S.P Hasibuan 2006 (dalam Umi Farida dan Hartono, 2011).

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa betapa

pentingnya program kedisiplinan kerja karyawan yang berdisiplin tinggi

berarti karyawan yang harus mentaati semua peraturan yang ada di

perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis dan tidak mengelak adanya

sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang di berikan

kepadanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

Dalam usahanya untuk melaksanakan disiplin dengan baik, yang harus

dimiliki oleh para pekerja adalah kesadaran akan arti pentingnya aturan.

Oleh karena itu diperlukan prinsip disiplin yang sehat.

2. Penggunaan alat bantu dalam proses pelayanan

Alat bantu dalam proses pelayanan sangat dibutuhkan demi

kelancaran proses pelayanan. Alat bantu yang biasa digunakan oleh

pegawai kecamatan dalam menyelesaikan tugasnya adalah komputer

(laptop), printer dan perangkat lainnya. untuk keperluan pembuatan


41

persuratan. Adanya alat bantu sangat mendukung proses pelayanan

sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan cepat. Seperti yang

disampaikan oleh Ibu Husniati selaku pegawai Desa Lamantu melalui

wawancara pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:

“Iya, Kami menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan, yaitu


komputer, printer, dan perangkatnya.

Demikian juga disampaikan oleh ibu Fitria selaku masyarakat Desa

Lamantu melalui wawancara pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:

“Sudah menggunakan, seperti yang saya lihat di kantor desa lamantu


sudah menggunakan alat bantu seperti komputer”

Berdasarkan hasil wawancara di atas mengenai penggunaan alat

bantu dalam pelayanan di kantor desa lamantu peneliti dapat simpulkan

bahwa sudah ada alat bantu yang digunakan oleh pegawai seperti

komputer (laptop), printer dan perangkat lainnya.

3. Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam proses

pelayanan

Kemampuan pegawai menggunakan alat bantu dalam proses

pelayanan merupakan modal yang sangat penting dalam menunjang

meningkatnya pelayanan. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan,

pegawai pelayanan yang ada di kantor desa lamantu belum semuanya

mampu untuk menggunakan alat bantu yang ada di ruangan pelayanan.

Hanya ada beberapa orang yang mampu mengoperasikan. Berdasarkan

hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Husniati selaku pegawai Desa

Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:

“Belum semua pegawai di kantor desa lamantu mampu dalam


menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan. Hanya ada beberapa
orang saja yang dapat menggunakan komputer dan perangkat lainnya”.
42

Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam

proses pelayanan sangat penting agar proses pelayanan dapat berjalan

dengan baik. Sesuai dengan hasil wawancara yang disampaikan oleh ibu

Fitria selaku masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023

mengatakan bahwa:

“Menurut yang saya lihat cuman ada dua orang yang sering menggunakan
alat bantu yang disediakan di kantor desa’.

Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku

masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023

mengatakan bahwa:

“Lumayan, setahu saya hanya sedikit pegawai yang memiliki kemampuan


untuk mengoperasikan seperti komputer dan alat-alat lainnya sehingga
belum maksimal dalam melakukan pelayanan”.

Setiap pegawai seharusnya serba bisa dalam melakukan pekerjaan

dalam proses pelayanan, termasuk bisa mengoperasikan alat bantu. Akan

terasa percuma alat bantu itu ada jika Sumber Daya Manusianya saja

kurang ahli dalam menjalankannya. Sesuai dengan hasil observasi, saya

juga melihat demikian, hanya ada beberapa yang bisa, artinya belum

semuanya bisa mengoperasikan alat bantu tersebut. Sehingga bisa

disimpulkan bahwa kantor Desa Lamantu masih kurang Sumber Daya

Manusianya yang mampu mengoperasikan alat bantu seperti komputer,

printer dan perangkat lainnya.

4. Pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau membeda-bedakan

Dalam proses pelayanan, tidak hanya keramahan dan sikap sopan

santun, tetapi sikap tidak membeda-bedakan juga sangat perlu untuk

diterapkan. Sikap tidak membeda-bedakan maksudnya, ketika melayani


43

pegawai tidak mendahulukan pengguna layanan yang sudah kenal saja

misalnya keluarga atau teman dekat. Semua harus dilayani dengan sama.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Husniati

selaku pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan

bahwa:

“kami melayani pengguna layanan dengan tidak membeda-bedakan. Kami


melayani semua dengan sama”.

Diskriminasi adalah tindakan negatif terhadap orang yang menjadi

objek prasangka seperti rasial, etnik dan agama. Diskriminasi merujuk

kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana

layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu

tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai

dalam masyarakat, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk

membeda-bedakan yang lain, Swim (dalam Anggi Dwi Pangestu, 2016: 6)

Berdasarkan pendapat di atas bahwa diskriminasi merupakan

adanya tindakan negatif ataupun tindakan yang berbeda terhadap individu

yang diberikan kepada pelaku diskriminasi dalam hal ini salah satu hal

dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Lamantu. Untungnya

pelayanan yang diberikan di kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan

Selayar sesuai yang disampaikan masyarakat bahwa pelayanannya tidak

pernah membeda-bedakan atau Diskriminatif. Salah satu pengguna

layanan ibu Fitria selaku masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara

pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:

“Tidak membeda-bedakan. Semua dilayani sama sesuai keperluannya


masing-masing”.
44

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dapat simpulkan bahwa

pegawai layanan memang tidak pernah membeda-bedakan atau

mendiskriminasi pengguna layanan dalam proses pelayanan. Semua

dilayani dengan sama dan tidak membeda-bedakan sekalipun pengguna

layanan itu adalah keluarganya. Sikap tidak membeda-bedakan dalam

melayani masyarakat ini berarti pegawai layanan sudah melakukan

pelayanan dengan profesional dan sesuai dengan standar pelayanan

administrasi.

5. Pegawai melakukan pelayanan dengan tepat waktu

Waktu yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan dalam suatu

proses pelayanan merupakan hal yang penting, karena dengan

menyelesaikan dengan tepat waktu maka tidak akan membuat pengguna

layanan menunggu terlalu lama. Tetapi tidak semua pekerjaan dapat

diselesaikan dengan tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara yang

dilakukan dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa Lamantu pada Selasa

28 Maret 2023 mengatakan bahwa:

“Kami berusaha tepat waktu dalam melayani pengguna layanan agar


pengguna layanan merasa puas dengan kinerja kami”.

Demikian juga wawancara yang dilakukan dengan ibu Fitria selaku

masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:

“Waktu itu saya mengurus surat KK, tapi tidak bisa selesai hari ini jadi
kemudian saya dikasih jaminan untuk datang lagi besok, hal ini
dikarenakan ada pejabat yang tidak ada di tempat”.

Hal yang sama disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku

masyarakat Desa Lamantu pada Kamis 6 April 2023 mengatakan bahwa:

“Tidak tepat waktu, karena tidak sesuai dengan waktu yang dijanjikan”.
45

Dari semua pendapat pengguna layanan yang mengatakan bahwa

pelayanannya tidak tepat waktu menurut pengalamannya. Dan menurut

hasil observasi dilihat dari pelayanannya memang kadang tidak tepat

waktu. Dalam proses pelayanan, pegawai belum sepenuhnya memberikan

waktu yang tepat. Contohnya dalam pembuatan KK pegawai belum bisa

menjanjikan kapan bisa selesai hal ini dikarenakan kurangnya pegawai

yang mahir dalam mengoperasikan alat bantu seperti komputer dan

lainnya.

Bagian pelayanan kantor Desa Lamantu telah berupaya maksimal

untuk melaksanakan tugas dengan baik selama proses pelayanan

berlangsung. Apabila ada keluhan dari masyarakat maka kantor Desa

Lamantu akan segera menindak lanjuti. Hal tersebut sesuai dalam

keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.

63/KEP/[Link]/7/2003 dan UU No. 25 tentang Standar Pelayanan yang

salah satunya kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan

dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap,

dan perilaku yang dibutuhkan.

6. Pegawai mendahulukan kepentingan pengguna layanan

Pengguna layanan dalam proses pelayanan merupakan prioritas

dalam pelayanan. Apapun keperluan pengguna layanan terkait pelayanan

di kantor Desa Lamantu harus mendapat prioritas utama dan harus sesuai

dengan apa yang diperlukan oleh pengguna layanan. Berdasarkan hasil

wawancara yang dilakukan dengan ibu Husniati selaku Pegawai Desa

Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 mengatakan bahwa:


46

“Seharusnya seperti itu. Karena tujuan kami disini adalah melayani


pengguna layanan jadi kami harus mendahulukan kepentingan pengguna
layanan”.

Demikian juga wawancara yang dilakukan bersama ibu Fitria selaku

masyarakat Desa Lamantu pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:

“Saya rasa tergantung kepentingannya, pegawai juga pasti akan melihat


Kepentingannya”.

Hal yang sama disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku

masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023

mengatakan bahwa:

“Tidak, saya waktu itu pernah menunggu pegawai rapat baru bisa dilayani”.

Namun ketika peneliti mengamati tidak semua pegawai

mendahulukan kepentingan pengguna layanan. Terlihat ketika masih ada

pengguna layanan yang mengantri namun ada pegawai yang memilih

untuk mementingkan urusan pribadinya seperti adanya urusan keluarga

dan harus kembali ke rumah. Tapi jika dikaitkan dengan pendapat ibu

Husniati bahwa tujuan kami adalah melayani pengguna layanan jadi harus

mendahulukan kepentingan layanan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pegawai melayani dengan

mendahulukan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan dirinya

sendiri. Untuk kepentingan keluarga bisa dipertimbangkan jika tidak

terlalau urgent. Jika pengguna layanan tidak merasa didahulukan akan

timbul keluhan dan akan memberikan citra yang buruk bagi bagian

pelayanan pada kantor Desa Lamantu tersebut.

7. Pegawai bersikap ramah dan sopan kepada pengguna layanan

Keramahan pegawai pelayanan sangat diperlukan dalam proses

pelayanan. Jika pegawai pelayanan ramah maka akan memberikan


47

penilaian yang baik dari pengguna layanan, karena pada dasarnya semua

orang akan menyukai tempat pelayanan yang didalamnya banyak terdapat

orang yang ramah. Orang yang ramah berarti orang yang tanggap dengan

keperluan orang lain. Selain ramah, sikap sopan santun juga sangat

diperlukan oleh pegawai layanan untuk melayani pengguna layanan.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama ibu Husniati selaku

Pegawai Desa Lamantu pada Selasa 28 Maret 2023 menyatakan bahwa:

“Kami rasa kami sudah melayani pengguna layanan dengan sopan dan
ramah, Agar pengguna layanan merasa senang dengan sikap yang kami
berikan”.

Keramahan pegawai adalah poin utama yang perlu diterapkan

dalam sebuah pelayanan. Karena berawal dari keramahan itulah pengguna

layanan akan merasa yang untuk pelayanan selanjutnya.

Demikian juga disampaikan oleh ibu Fitria selaku masyarakat Desa

Lamantu melalui wawancara pada Rabu 5 April 2023 mengatakan bahwa:

“Terkadang ramah, tetapi saya juga pernah mendapati ada pegawai


pelayanan yang cuek dan tidak tanggap dalam melayani”.

Hal yang sama juga disampaikan oleh bapak Mahyuddin selaku

masyarakat Desa Lamantu melalui wawancara pada Kamis 6 April 2023

mengatakan bahwa:

“ Menurut saya, pegawai di kantor Desa Lamantu ada yang ramah dan
sopan tapi ada juga yang kurang ramah, mungkin sedang ada masalah
atau sesuatu jadi hanya menanyakan keperluan tanpa menyapa terlebih
dahulu”.

Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti dapat simpulkan

kesimpulan bahwa Pegawai layanan belum sepenuhnya dikatakan

memberikan keramahan kepada pengguna layanan, karena terkadang ada

beberapa pegawai yang berbicara dengan pegawai lain ketika melayani


48

pengguna layanan. Meskipun sebenarnya sudah sopan namun terkadang

ada juga yang cuek. Keramahan dan sikap sopan santun memang sangat

penting dimiliki oleh pegawai pelayanan dalam proses pelayanan melayani

pengguna layanan agar pengguna layanan mereka puas terhadap

pelayanan yang diberikan.

C. Pembahasan

Pelayanan administrasi merupakan pelayanan yang diberikan oleh

unit pelayanan berupa pencatatan, penelitian, pengambilan keputusan,

rekomendasi dan kegiatan tata usaha lainnya yang secara keseluruhan

menghasilkan produk akhir berupa dokumen, misalnya sertifikat, izin-izin,

rekomendasi, keterangan dan Lain-lain. Sesuai dengan Undang-Undang

Nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan dijelaskan

bahwa administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan

penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data

kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil,

pengelolaan infromasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan

hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain (pasal 1

ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006).

Selanjutnya pasal 27 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 37

Tahun 2007 tentang administrasi kependudukan menegaskan dalam

penyelenggaraan urusan administrasi kependudukan di kabupaten/kota,

dibentuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil sebagai instansi

pelaksana yang diatur dalam peraturan daerah. Pelayanan administrasi

secara umum harus memenuhi harapan-harapan pelanggan atau

pengguna layanan dan memuaskan kebutuhan mereka.


49

Untuk melihat proses pelayanan administrasi kinerja aparatur atau pegawai

kantor Desa Lamantu dalam berjalannya suatu pelayanan yang baik maka

dapat nilai dari indikator-indikator pelayanan sebagai berikut:

1. Kedisiplinan pegawai dalam melakukan proses pelayanan

Menurut pengamatan peneliti dapat dilihat pegawai

pelayanan belum cukup disiplin dalam melakukan proses

pelayanan contohnya seperti kedisiplinan dalam melayani

pengguna layanan, bisa dilihat dari proses pembuatan persuratan

dalam melayani yang tidak sesuai dengan aturan. Namun dalam

kedisplinan waktu pegawai belum bisa dikatakan disiplin, ini dapat

dilihat dari pegawai yang belum semuanya bisa datang tepat waktu.

2. Penggunaan alat bantu dalam proses pelayanan

Dalam proses pelayanan, pegawai menggunakan alat

bantu. Alat bantu yang digunakan oleh pegawai adalah komputer

(laptop), printer dan perangkat lainnya keperluan pengurusan surat

keterangan pengantar KK dan KTP. Sehingga dengan begini

pegawai bisa dengan mudah melakukan proses pelayanan.

3. Kemampuan pegawai dalam menggunakan alat bantu dalam

proses pelayanan

Tidak semua pegawai pelayanan mampu menguasai alat

bantu dalam melakukan proses pelayanan hanya ada beberapa

orang yang bisa menguasai alat bantu tersebut. Dari beberapa

pegawai yang saya lihat biasanya hanya ada dua orang yang duduk

dihadapan alat bantu tersebut.


50

4. Pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau membeda-

bedakan

Pegawai tidak membeda-bedakan atau mediskriminasi

pengguna layanan dalam proses pelayanan. Semua dilayani

dengan sama dan tidak membeda-bedakan sekalipun pengguna

layanan itu adalah keluarganya.

5. Pegawai melakukan pelayanan dengan tepat waktu

Dalam proses pelayanan, pegawai belum sepenuhnya

memberikan waktu yang tepat. Contohnya dalam pembuatan KK

Pegawai belum bisa menjanjikan kapan kantor Desa Lamantu bisa

diselesaikan. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia

di kantor Desa Lamantu yang masih belum mampu

mengoperasikan alat bantu seperti komputer dan lainnya.

6. Pegawai mendahulukan kepentingan pengguna layanan

Tidak semua pegawai mendahulukan kepentingan

pengguna layanan, hal ini terlihat ketika masih ada pengguna

layanan yang mengantri namun ada pegawai yang memilih untuk

mementingkan urusan pribadinya seperti misalnya ada urusan

keluarga.

7. Pegawai bersikap ramah dan sopan kepada pengguna layanan

Pegawai layanan belum sepenuhnya dikatakan

memberikan keramahan kepada pengguna layanan, karena

terkadang ada beberapa pegawai yang cerita dengan pegawai lain

ketika melayani pengguna layanan. meskipun sebenarnya sudah

sopan namun terkadang ada juga yang cuek.


51

Hasil penelitian di Kantor Desa Lamantu Kabupaten Kepulauan

Selayar belum sesuai dengan penelitian terdahulu seperti penelitian yang

telah dilakukan oleh Marsinem pada tahun 2019. Penelitian yang dilakukan

adalah untuk mengetahui analisa kinerja pelayanan pembuatan

keterangan tidak mampu pada kantor desa sepuh gembol kecamatan

wonomerto kabupaten probolinggo. Hasil dari penelitian yang dilakukan

adalah menunjukkan bahwa pelayanan publik dalam pembuatan surat

keterangan tidak mampu (SKTM) di kantor desa sepuh gembol kecamatan

wonomerto dapat dikatakan sudah terwujud dengan baik. Hal ini dapat

dilihat dengan indikator-indikator yang ada dalam pelayanan publik, yaitu

prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, waktu pelayanan, biaya

pelayanan, produk pelayanan, sarana/prasarana.

Penelitian lain juga dilakukan oleh Muhammad Aly Umar pada

tahun 2020. Penelitian yang dilakukan adalah profesionalisme pelayanan

publik pada pelayanan E-KTP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa

profesional pegawai pada pelayanan kartu tanda penduduk elektronik E-

KTP di kecamatan pakong kabupaten pamekasan termasuk dalam kategori

baik. Hal ini ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut: kreatifitas cukup

baik, inovasi cukup maksimal, dan responsibilitas baik.

Penelitian berikutnya dilakukan oleh Elianata, Budi Setiawati pada

tahun 2021. Penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui dan

menganalisa tentang kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan

administrasi kepada masyarakat di kantor desa biwan kecamatan awang

kabupaten barito timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja

aparatur desa dalam memberikan pelayanan administrasi kepada


52

masyarakat di desa biwan kecamatan awang kabupaten barito timur dapat

dikategorikan cukup baik, pemimpin yang berani dan tegas dalam

mengambil tindakan dan cukup aktif mengawasi perilaku aparat dalam

menjalankan tugas dan fungsi dalam kinerja pelayanan administrasi

kepada masyarakat.

Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dody Wahyudi Sinaga pada

tahun 2022. Penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui analisis

kinerja pegawai desa dalam memberikan pelayanan publik di desa kolam

kecamatan percut sei tuan kabupaten delin sendang. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa pegawai desa kolam cukup baik dalam melayani

masyarakat, dan kinerjanya dikatakan cukup tangkap, disisi lain hal yang

kurang dari kinerja pegawai terlihat dari fasilitas umum yang masih kurang

maksimal

Namun sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Robiatul

Awaliyah, Agus Nurulsyam, [Link] Garvera pada tahun 2022. Penelitian

yang dilakukan yaitu untuk mengetahui analisis kinerja perangkat Desa

dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa kinerja perangkat Desa dalam memberikan

pelayanan kepada masyarakat di Desa babakan kecamatan pangandaran

kabupaten pangandaran dapat dikatakan secara keseluruhan sudah

dilaksanakan tetapi masih belum optimal.

Berdasarkan penelitian diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa

analisis kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan sangatlah

berpengaruh terhadap masyarakat karena masyarakat sangat

membutuhkan pelayanan dengan baik dan tepat waktu. Tetapi jika pegawai
53

tidak melakukan tugasnya dengan baik maka masyarakat akan kesulitan

dalam melakukan pengurusan dalam hal pengurusan persuratan.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja aparat

kantor Desa Lamantu belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Masih ada

beberapa indikator pelayanan yang belum diterapkan seperti kedisiplinan

dalam proses pelayanan, kemampuan pegawai dalam mengelola alat

bantu, belum tepat waktunya pelayanan, dan lain-lain.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti dapat

menarik kesimpulan bahwa Kinerja Pegawai Kantor Desa Lamantu

Kabupaten Kepulauan Selayar belum sepenuhnya dikatakan baik

dikarenakan masih ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai

dengan keinginan masyarakat, antara lain masih belum bisa

menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu, belum bisa

memanfaatkan jam kerja dikarenakan masih ada yang sering terlambat,

dan pelayanan pembuatan surat pengantar kartu tanda penduduk (KTP)

dan kartu keluarga (KK) dan sebagainya masih terbilang lama sehingga

pelayanan kepada masyarakat belum maksimal.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian di atas yang telah diperoleh peneliti

selama penelitian, maka ada beberapa hal yang penulis sarankan yang

semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi bahan evaluasi untuk

kedepannya, yaitu sebagai berikut

1. Diharapkan kepada pegawai kantor Desa Lamantu sebaiknya

kualitas dalam memberikan pelayanan administrasi terhadap

masyarakat banyak lebih di tingkatkan lagi dalam perihal

pengurusan surat-surat yang masyarakat butuhkan dalam

memberikan pelayanan administrasi terhadap masyarakat.

2. Diharapkan kepada pegawai Kantor Desa Lamantu yang terlibat

sebagai pelayanan administrasi agar tetap mempertahankan

54
55

kualitas pelayanan yang sudah diterapkan baik dalam mengurus

perizinan maupun Non perizinan.

3. Diharapkan kepada pemerintah Desa Lamantu untuk memberikan

pelatihan kepada pegawai yang belum mampu mengoperasikan

alat bantu yang tersedia dalam proses pelayanan. Dan sebaiknya

pegawai saling mengingatkan arti pentingnya keramahan terhadap

pengguna layanan.
DAFTAR PUSTAKA

Adon Nasrullah Jamaludin, 2015, Sosiologi Pedesaan, CV. PUSTAKA


SETIA:Bandung

Agus Dwiyanto. 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan


[Link] Pelajar. Yogyakarta.

Ahmad, Jamaluddin. 2015. Metode Penelitian Administrasi Publik Teori dan


Aplikasinya. Gava Media. Yogyakarta.

Awaliyah, R., Suparman, A. N., & Garvera, R. R. (2022). ANALISIS


KINERJAPERANGKAT DESA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN
KEPADA MASYARAKAT DI DESA BABAKAN KECAMATAN
PANGNDARAN KABUPATEN PANGANDARAN.

Basuki. J. (2018). Administrasi publik: telaah teorities dan Empiris. Cetakan Ke-
[Link]: PT. Raja Grafindo Persada.

Barthos, Basir. 2013. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Bumi Aksara

Dwiyanto, Agus. 2005. Penilaian Kinerja Organisasi Publik, Jurusan Ilmu


Administrasi Negara, Yogyakarta.

Garvera, R. R. (2018) Kinerja Aparat Desa Dalam Pelayanan Publik Di


DesaNagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis (Studi
Tentang Pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu. Moderat: Jurnal
Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 4(1), 107-125.

Garu, T. M., Sumardi, S., Herianto, D., & Firman, A. (2022). Analisis Kinerja
Pegawai Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat
Di Desa Golo Ncuang Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai. Jurnal
Inovasi dan Pelayanan Publik Makassar, 1(1), 1-13.

Griffin, Moorhead dan. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Hasibuan, M. 2016, Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah Edisi ke-7.


InJakarta: Bumi Aksara

Islamiyah, N. (2021). ANALISIS KINERJA PEGAWAI KANTOR DESA


DALAMMEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA
MASYARAKAT DI DESA MAKMUR MULIA KECAMATAN SATUI
KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN2021 (Doctoral dissertation,
Universitas Islam Kalimantan MAB).

Horne, James C. Van, dan John M., Wachowicz, Jr., (2017), Prinsip-prinsip
Manajemen Keuangan, Edisi 13, Buku 1, Cetakan ke-5, Salemba Empat,
Jakarta Selatan 12160.

56
57

Kadir, Abdul. 2015. Studi Pemerintahan Daerah dan Pelayanan Publik.


[Link] Perada Dharmasraya. Edisi Pertama.

Khoer, M., Hendriyani, E., & Garvera, R. R. (2022). KINERJA


PELAYANANADMINISTRASI PEMERINTAH DESA CIBOGO
KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN.

Kotler, P. 2017. Customer Value Management. Journal of Creating Value.

Laia, S., Sitepu, E., & Perwirawati, E. (2022). KINERJA PEGAWAI KANTOR
DESADALAM MEMBERIKAN PELAYANAN MASYARAKAT DI DESA
HILIMAUFA KECAMATAN MAZO KABUPATEN NIAS SELATAN.
JURNALGOVERNANCEOPINION, 7(1), 7-15.

Malayu S.P. Hasibuan. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.

Mangkunegara, A.A Anwar Prabu. 2009. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia.
Bandung: Refika Aditama.

Makmur. H., Thahire. R. (2016). Supranaturaldan trasedental Administrasi Dan


Organize against Public Policy First

Moeheriono. 2018. Indikator Kinerja Utama. Rajawali Pers. Jakarta.

Miles, B. Mathew dan Michael Huberman.1992. Analisis Data Kualitatif Buku


Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.

Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya.

Moenir, H.A.S. 2014. Manajemen Pelayanan Umum di indonesia. Bumi Aksara,


Jakarta

M. Manulang. 1986. Peningkatan Kinerja Pegawai. Jakarta: Mitra Wacana Media


Wastiono, sadu. 2003. Kapita Selekta Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah. Alqaprint, Jatinangor.

Nurdin, I. (2019). Kualitas Pelayanan Publik (Perilaku Aparat Dan Komunikasi


Birokrasi Dalam Pelayanan Publik) (Lutfia, Ed.) Penerbit Media Sahabat
Cendekia.

Prawirosentono, Suryadi. (2011). Kinerja. Bandung: Alfabeta.

Priansa. D.J.2017. Manajemen Kinerja Pegawainya Cetakan ke-1.


Bandung:[Link] SETIA.
58

Rohman.A [Link].,& Ermadiani. (2018). Pengelolaan Administrasi Keuangan


Pemerintah Desa. Edisi Pertama. Yogyakarta : Cetakan Sekolah Tinggi
Ilmu Manajemen YYKPN

Ropi, P., Wijaya, A. F., & Papilaya, F. S. (2021). Analisis Kinerja Pegawai Kantor
Desa dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat.
Buletin Poltanesa, 22(1), 11-14.

Sembiring, Masana. (2012). & Kinerja Organisasi : Perspektif Organisasi


Pemerintah. Bandung : Fokus Media.

Sinambela, LijanPoltak, dkk. 2011. Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi


Aksara.

Sinambela, Lijan Poltak. 2006. Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, Dan
Implementasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sugiyono, (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta

Umam. K. (2017). Perilaku Organisasi Cetakan ke-3. CV. PUSTAKA SETIA:


Bandung

Yanuar, R. M. (2019). Inovasi Pelayanan Publik (Studi Kasus: Public Safety Center
(PSC)119Kabupaten Bantul Sebagai Layanan Kesehatan dan
Kegawatdaruratan). Jurnal Ilmu Pemerintahan, 04(0274), 20.
LAMPIRAN

59
60

Lampiran 1. Coding Wawancara

LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA

Daftar pertanyaan wawancara penelitian skripsi “Analisis Kinerja Staf

Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Desa Lamantu,

Kabupaten Kepulauan Selayar”.

1. Nama Informan : Taiyeb (T)

Jabatan : Kepala Desa

2. Nama Informan : Husniati (H)

Jabatan : Staf Desa

3. Nama Informan : Mahyuddin (M)

Pekerjaan : Tokoh Pemuda

4. Nama Informan : Fitria (F)

Pekerjaan : Ibu rumah tangga (IRT)

5. Nama Informan : Andi Faisal (AF)

Pekerjaan : Pedagang

6. Nama Infornan : Syafaruddin (S)

Pekerjaan : Guru
61

No PERTANYAAN CODING

1. Bagaimana kondisi perkembangan masyarakat di Desa T

saat ini?

2. Permasalah apa saja yang telah terjadi pada masyarakat T

Desa?

3. Bagaimana cara bapak mengatasi permasalah yang T

dialami masyarakat?

4. Menurut bapak apa yang menyebabkan permasalahan- T

permasalahan terhadap pelayanan yang diberikan oleh

perangkat dan staf Desa?

5. Bagaimana peranan bapak dalam meningkatkan kualitas T

pelayanan administrasi kepada masyarakat?

6. Mohon informasi apakah bapak senantiasa melakukan T

pengawasan dalam pelaksanaan tugas perangkat dan

staf, dan bentuk apa pengawasan petugas yang bapak

lakukan?

7. Apakah kedisiplinan pegawai penting dalam melakukan H

proses pelayanan ?

8. Apakah dalam melakukan proses pelayanan, pegawai H

menggunakan alat bantu ?

9. Bagaimana kemampuan pegawai dalam menggunakan H

alat bantu yang digunakan dalam proses pelayanan ?

10. Apakah pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau H

membeda-bedakan ?
62

11. Apakah pegawai melayani dengan tepat waktu dalam H

proses pelayanan ?

12. Ketika memberikan layanan, apakah mendahulukan H

kepentingan layanan dari pada kepentingan pribadi?

13. Apakah pegawai sudah melayani pengguna layanan H

dengan sopan santun dan ramah ?

14. Apakah kedisiplinan pegawai penting dalam melakukan M,F,AF,S.

proses pelayanan ?

15. Apakah dalam melakukan proses pelayanan, pegawai M,F,AF,S.

menggunakan alat bantu ?

16. Bagaimana kemampuan pegawai dalam menggunakan M,F,AF,S.

alat bantu yang digunakan dalam proses pelayanan ?

17.. Apakah pegawai melayani dengan tidak diskriminatif atau M,F,AF,S.

membeda-bedakan ?

18. Apakah pegawai melayani dengan tepat waktu dalam M,F,AF,S.

proses pelayanan ?

19. Ketika memberikan layanan, apakah mendahulukan M,F,AF,S.

kepentingan layanan daripada kepentingan pribadi ?

20. Apakah pegawai sudah melayani pengguna layanan M,F,AF,S.

dengan sopan santun dan ramah?


63

TRANSKIP WAWANCARA

NO CODING TRANSKIP

1. T Perkembangan di Desa saat ini cukup baik dan kondusif.

2. Permasalahan yang kita temukan di lapangan itu sering terjadi


T
karena adanya ketimpangan sosial yang merasa bahwa

adanya ketidak adilan.

3. Solusi yang kita tawarkan dalam permasalahan ini


T
masyarakat yang merasa ada ketimpangan maka kita

memberikan pelayanan yang seadil-adilnya.

4. Kalau terkait permasalahan-permasalahan tentang pelayanan

terkait kebijakan itu sangat terbatas semua yang ada masalah


T
administrasi terkait dari masalah itu adapun masalah-masalah

yang kita temukan terkait masalah data-data yang tidak akurat

itu ada hal yang tidak bisa kita tangani itu harus di Kabupaten.

5. Kami sebagai selaku pemerintah Desa untuk melakukan

pelayanan administrasi terhadap masyarakat apapun yang

menjadi kebutuhan masyarakat terkait dengan masalah


T
administrasi pengurusan kita harus siapkan yang terkait

dengan kebijakan yang harus di persiapkan oleh kepala Desa

dan masyarakat yang harus di persiapkan oleh kepala Desa

dan masyarakat bisa terlayani dengan baik.

6. Sebagai pimpinan atau sebagai kepala pemerintah Desa kita


T
selalu melakukan pengawasan, bentuk pengawasannya yaitu
64

kita melakukan full up dan staf salah satunya kita melakukan

brifing mengarahkan, mengevaluasi kerjanya kemudian hal-

hal apa yang merasa tidak mampu itu kita arahkan supaya

pelayanan masyarakat ini bisa teratasi dengan baik.

7. Menurut saya kedisplinan itu penting karena jika tidak disiplin,

maka pengguna layanan tidak akan menilai kinerja kami

selaku pegawai lainnya di sini. Pegawai masuk jam 09:00


H
sampai jam pulang dan kami sebagai pegawai disini sudah

berusaha menepati jadwal yang telah ditentukan. Namun

masih ada yang datang tidak sesuai dengan jadwal yang

ditentukan.

8. Iya, Kami menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan,


H
yaitu komputer dan perangkatnya.

9. Belum semua pegawai di kantor Desa Lamantu mampu dalam

menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan. Disini kami


H
hanya ada beberapa orang saja yang dapat menggunakan

komputer dan perangkat lainnya.

10. Kami melayani pengguna layanan dengan tidak membeda


H
bedakan. Kami melayani semua dengan sama.

11. Kami berusaha tepat waktu dalam melayani pengguna


H
layanan agar pengguna layanan merasa puas dengan kinerja

kami.

12. Seharusnya seperti itu. Karena tujuan kami disini adalah


H
melayani pengguna layanan jadi kami harus mendahulukan

kepentingan pengguna layanan.


65

13. Kami rasa kami sudah melayani pengguna layanan dengan


H
sopan dan ramah, agar pengguna layanan merasa senang

dengan sikap yang kami berikan.

14. Saya rasa belum karena masih banyak pegawai yang belum
M
melakukan tugasnya.

Pegawai disini belum disiplin dalam melayani masyarakat,

karena saya pernah ingin mengurus pembuatan surat KK


F
saya datang ke kantor jam 09:00 tetapi belum ada pegawai

yang berbeda di kantor Desa.

AF Belum disiplin.

Pegawai di sini belum disiplin dalam melakukan proses


S
pelayanan.

15. M Iya, sudah menggunakan.

Sudah menggunakan, seperti yang saya lihat di kantor Desa


F
Lamantu sudah menggunakan alat bantu seperti komputer

AF Menurut saya sudah menggunakan alat bantu.

S Menurut saya iya, sudah menggunakan.

16. Lumayan, setahu saya hanya sedikit pegawai yang memiliki

kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan alat-alat


M
lainnya sehingga belum maksimal dalam melakukan proses

pelayanan.

Menurut yang saya lihat cuma ada dua orang yang sering
F
menggunakan alat bantu yang disediakan di kantor Desa.
66

AF Saya rasa belum semua pegawai.

S Tidak semua pegawai mampu mengoperasikan alat bantu.

17. M Tidak

F Tidak membeda-bedakan. Semua dilayani sama dan sesuai

keperluannya masing-masing.

Tidak
AF

Ya, tidak
S

18. M Tidak tepat waktu, karena tidak sesuai dengan waktu yang

dijanjikan.

F Waktu itu saya mengurus surat KK, tapi tidak bisa selesai hari

ini jadi kemudian saya di kasih jaminan untuk datang lagi

besok, hal ini dikarenakan karena ada pegawai yang tidak ada

di tempat.

AF Tidak tepat waktu.

S Belum tepat waktu.

19. Tidak, saya waktu itu pernah menunggu pegawai rapat baru
M
bisa dilayani.

Saya rasa tergantung kepentingannya, pegawai juga pasti


F
akan melihat kepentingannya.
67

Tidak
AF

Tidak tepat waktu.


S

20. M Menurut saya pegawai di kantor Desa Lamantu ada yang

ramah dan sopan tapi juga ada yang kurang ramah, mungkin

sedang ada masalah atau sesuatu jadi hanya menanyakan

keperluan tanpa menyapa terlebih dahulu.

F Terkadang ramah, tetapi saya juga pernah mendapati ada

pegawai pelayanan yang cuek dan tidak tanggap.

AF Belum ramah

S Kurang ramah
68

Lampiran 2. Surat Izin Penelitian


69
70
71
72

Lampiran3. Dokumentasi Wawancara

Wawancara Bersama Bapak Taiyeb Selaku Kepala Desa Lamantu

Wawancara Bersama Ibu Husniati Selaku Staf Desa Lamantu


73

Wawancara Bersama Bapak Mahyuddin Selaku Masyarakat Desa Lamantu

Wawancara Bersama Ibu Fitria Selalu Masyarakat Desa Lamantu


74

Wawancara Bersama Bapak Andi Faisal Selaku Masyarakat Desa Lamantu

Wawancara Bersama Bapak Syafaruddin Selaku Masyarakat Desa Lamantu


75

Kantor Desa Lamantu


76

Lampiran 4. Surat Keterangan Bebas Plagiat


77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87

BIOGRAFI PENULIS

Aprianti panggilan Apri lahir di Bonerate pada tanggal 18

Oktober 2000 dari pasangan suami istri. Bapak Abduh dan Ibu

Sitti Ara. Peneliti adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Peneliti

sekarang bertempat tinggal di Jalan Sultan Alauddin 2 Kota

Makassar, Sulawesi Selatan.

Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu SD Inpres Lamantu lulus tahun 2013,

SMPN 1 Pasimarannu lulus tahun 2016, SMAN 6 Selayar lulus tahun 2019, dan

mulai tahun 2019 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi

Manajemen Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan

sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai

Mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi Manajemen

Universitas Muhammadiyah Makassar.

Anda mungkin juga menyukai