SLIDE 3 PENDAHULUAN
Listrik Adalah energi fundamental dalam kehidupan modern. Distribusi listrik
membutuhkan media (kabel) yang aman dan efisien. Konduktor logam harus diisolasi untuk
mencegah korsleting, kebocoran arus dan bahaya sengatan listrik. Disinilah peran material
isolator menjadi sangat krusial.
SLIDE 4 APA ITU POLIMER?
Polimer secara Bahasa, diambil dari Bahasa Yunani yaitu poly/polus yang artinya
banyak dan mer/meros yang artinya bagian. Disebut demikian karena polimer merupakan
makro molekul (molekul raksasa) yang tersusun oleh monomer penyusunya yang disebut
polimerisasi.
Perbandingan material polimer dengan logam. logam memiliki komponen atau entitas
terkecil nya berupa atom yang terhubung dengan ikatan logam sehingga tersusun rapi dan
sangat padat sedangkan polimer, entitas terkecilnya merupakan molekul panjang sehingga
diantara molekulnya terdapat ruang kosong yang jauh lebih besar dibandingkan dengan
logam. Karena besarnya ruang kosong maka material polimer memiliki densitas lebih rendah
dan mampu tembus cahaya.
SLIDE 5 SUMBER POLIMER
Alami. Polimer yang didapati dari alam dalam bentuk polimer contohnya kapas, atau
karet alam, protein dll.
Sintesis. Polimer yang didapatkan dari proses sintesis atau proses polimerisasi dari
monomer penyusunnya. Monomer penyusun dari petroleum (minyak bumi), maka disebut
petropolimer. Aplikasinya dapat berupa botol plastik, body motor/interior mobil dan kabel
listrik. Jika monomer penyusunnya dari alam, disebut bio polimer.
(tidak dibaca)Sintesis molekul-molekul besar (polimer) disebut polimerisasi; ini adalah
proses di mana monomer-monomer disatukan untuk membentuk rantai panjang yang terdiri
dari unit-unit berulang. Secara umum, bahan baku untuk polimer sintetis berasal dari batu
bara, gas alam, dan produk-produk minyak bumi. Reaksi-reaksi yang menyebabkan
polimerisasi terjadi dikelompokkan ke dalam dua klasifikasi umum—penambahan dan
kondensasi—menurut mekanisme reaksinya, seperti yang akan dibahas selanjutnya.
SLIDE 6 POLIMER SINTETIS PADA KABEL LISTRIK
Insulasi pada kabel listrik dibuat dari petro polimer (polimer yang berasal dari minyak
bumi) seperti Polietilena (PE), Poly (Vinyl Chloride) (PVC) dan Polietilena ikatan silang.
Polietilena (PE) adalah plastik polimer yang paling banyak digunakan di dunia,
terbentuk dari monomer etilena melalui proses polimerisasi dan memiliki unsur kimia
C2H4. PE terkenal karena sifatnya yang ringan, fleksibel, kuat dan memiliki sifat termal
termoplastik (dapat meleleh). Termoplastik dijadikan insulasi kabel karena memiliki sifat
isolasi listrik yang baik, membuatnya tidak menghantarkan listrik dan melindungi pengguna
dari sengatan listrik.
Poly (Vinyl Chloride) (PVC) adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal
jumlah pemakaian di dunia, terbentuk melalui proses polimerisasi dari monomer vinil
klorida dan memiliki unsur C2H3Cl. PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai.
PVC bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel. PVC yang fleksibel umumnya dipakai sebagai
bahan pakaian, perpipaan, atap, dan insulasi kabel listrik.
Polietilen ikatan silang adalah polimer polietilen yang diperkuat dengan proses
pengikatan struktur molekul silang melalui reaksi kimia yang disebut vulkanisasi. Akibat
ikatan silang, ketahanan retak pada polimer ini meningkat dan cocok digunakan sebagai
isolasi untuk kabel listrik tegangan. Polietilen ikatan silang memiliki sifat termal elastomer
yaitu menjadi lebih keras saat suhu rendah dan lebih lunak atau bahkan meleleh pada suhu
tinggi.
SLIDE 7 STRUKTUR MOLEKUL POLIMER
Polimer linier adalah polimer di mana unit pengulangan disambungkan ujung ke
ujung dalam rantai tunggal. Beberapa polimer umum yang terbentuk dengan struktur linear
adalah polietilen, polivinil klorida, polistiren, polimetil metakrilat, nilon, dan fluorokarbon.
Polimer bercabang dapat terbentuk akibat reaksi samping yang terjadi selama sintesis
polimer. Polimer yang membentuk struktur linear juga dapat bercabang. Misalnya, polietilen
densitas tinggi (HDPE) secara utama adalah polimer linear, sedangkan polietilen densitas
rendah (LDPE) mengandung cabang rantai pendek.
Pada polimer silang, rantai linear yang berdekatan dihubungkan satu sama lain
melalui reaksi kimia. Seringkali, silang-silang ini dicapai dengan atom atau molekul
tambahan yang terikat kovalen pada rantai. Banyak bahan elastis karet yang terikat silang;
pada karet, proses ini disebut vulkanisasi.
Polimer jaringan Adalah Monomer multifungsi yang membentuk tiga atau lebih ikatan
kovalen aktif membentuk jaringan tiga dimensi.
Polimer biasanya tidak hanya memiliki satu jenis struktur yang khas. Misalnya,
polimer yang dominan linear dapat memiliki cabang dan silang yang terbatas.
SLIDE 8 VULKANISASI
Proses pengikatan silang pada struktur polimer disebut vulkanisasi, yang dicapai
melalui reaksi kimia. Tujuannya Adalah meningkatkan Modulus elastisitas, kekuatan tarik,
dan ketahanan korosi. Pada gambar ditunjukkan bahwa Karet yang telah divulkanisasi
mampu meningkatkan Modulus elastisitas dan kekuatan tarik dibandingan dengan yang
belum di vulkanisasi.
SLIDE 9 SIFAT TERMAL POLIMER
Respon termal dari setiap polimer berbeda-beda, dibedakan menjadi termoplastik,
elastomer dan thermoset.
Polimer dengan struktur linear atau bercabang jika diberikan panas tinggi maka
molekulnya akan berjauhan sehingga fenomena yang dapat diamati terjadinya pelelehan atau
dapat meleleh. Kemudian, jika diberikan tarikan mekanis, maka akan polimer akan
terdeformasi menjadi panjang atau plastis disebut termoplastis.
Pada polimer ikatan silang jika diberikan panas, maka polimer hanya akan melunak
karena pergerakan molekul terbatas. Kemudian jika diberikan tarikan mekanis, maka polimer
ini akan kembali kebentuk semula yang disebut dengan elastis, maka sifat ini disebut dengan
elastomer.
Pada polimer jaringan, karena hampir semua monomer penyusunnya sangat padat
terhubung silang, maka saat diberu temperatur tinggi polimer ini tidak meleleh atau melunak.
SLIDE 10 KESIMPULAN
1. Material polimer sebagai isolator pada kabel listrik menciptakan keamanan
dan efisiensi distribusi listrik dengan mencegah korsleting dan bahaya
sengatan listrik melalui insulator kabel listrik.
2. Sifat termal dan mekanis polimer sangat ditentukan oleh struktur molekulnya.
Polimer termoplastik seperti PE dan PVC bersifat fleksibel dan dapat meleleh,
sedangkan rekayasa melalui proses vulkanisasi menciptakan polimer ikatan
silang (XLPE) yang meningkatkan elastisitas polimer.
3. Pemilihan jenis polimer dan rekayasa strukturnya merupakan faktor penentu
untuk menciptakan kabel listrik dengan performa spesifik, seperti penggunaan
Polietilen ikatan silang yang lebih tangguh untuk aplikasi kabel tegangan
tinggi.