Modul Ajar Berpikir Komputasional
Modul Ajar Berpikir Komputasional
Berpikir Komputasional
DISUSUN OLEH:
Bayu Setiajid, [Link]
DECOMPOSITION
PATTERN RECOGNITION
4 4 4 4 4 4
Proposisi, negasi, konjungsi, implikasi, deduktif, induktif, abduktif, bilangan digital, system
bilangan, computasional thinking, biner, heksadesimal,
Sarana Prasarana
1. Laptop/Komputer
2. Lab. Komputer/Ruang Kelas
3. Jaringan internet
Target Peserta
Reguler
Didik
Kegiatan
1. Pengaturan Siswa : Individu, Berkelompok
Pembelajaran
2. Metode : Diskusi, Presentasi, Demonstrasi, Proyek
Utama
Asesmen
1. Penilaian : Asesmen Individu dan Kelompok
2. Jenis : Performa, Tertulis, Observasi
Persiapan
Pembelajaran 1. Guru menyiapkan perangkat ajar, materi, LKPD
2. Guru menyiapkan rubrik penilaian dan lembar observasi
3. Guru menyiapkan alat dan bahan untuk pembelajaran
Pengetahuan Keterampilan
Konsep
Bilanga Konversi
n Konsep Menerapkan Bilangan
digital
Logika konsep logika
proposisl propose
Berpikir
Komputasional
Memecahkan
Berpikir [Link] dgn
komputasional berpikir
komputasional
Sikap
Mandiri
Kreatif
Berfikir kritis
4. Deskripsi Aktifitas
Pada zaman ini penggunaan bahasa atas ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah
satu syarat mutlak bagi eksistensi bangsa. Bahasa adalah alat komunikasi, logika
merupakan pola pikir, matematika berperan dalam pola pikir deduktif . Logika sangat
berguna bagi para ilmuwan untuk mengetahui kesahihan penalarannya.
PERTEMUAN 1
Pendahuluan
1. Memberi Salam
2. Guru meminta peserta didik memimpin doa dan muraja’ah Guru
3. mengabsen, mengecek kerapian berpakaian, kebersihan kelas.
4. Guru menyampaikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang akan
5. dicapai Guru memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan
10
3. pembelajaran Guru melakukan apersepsi
Menit
7 Guru memberikan pertanyaan arahan (Guide Questions) :
. a. Pernahkah kita salah dalam mengambil kesimpulan dari sebuah informasi ?
b. apa bahaya nya jika kita sebagai pemimpin, salah dalam mengambil
kesimpulan dari sebuah informasi tersebut ?
8. Guru memberi motivasi kepada peserta didik
Inti
A. Orientasi peserta didik pada masalah
Penutup
D. Materi
Pengertian Proposisi
kalimat-kalimat proposisi
Kebenaran suatu kalimat sesuai dengan fakta, kalimat palsu tidak sesuai
dengan fakta. Kalimat terdiri dari empat elemen, dua di antaranya adalah
subjek kalimat, sementara dua lainnya berfungsi sebagai objek yang
menyertainya. Keempat elemen yang dimaksud adalah konsep sebagai subjek,
konsep sebagai predikat, kopula dan kuantifier.
Kalimat proposisi adalah ucapan atau pernyataan yang menggambarkan
beberapa keadaan yang tidak selalu benar atau salah dalam bentuk kalimat.
Contoh Proposisi :
1. 2 + 3 = 5 (proposisi yang bernilai benar)
2. Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia (proposisi yang bernilai benar)
3. x + 5 = 7 (bukan termasuk proposisi karena nilai “x” belum ditentukan)
4. 5 + 2 = 8 (proposisi yang bernilai salah)
5. Jam berapa pesawat garuda sampai di bandara Soekarno Hatta ? (bukan
proposisi karna belum ditentukan )
Proposisi Majemuk
Proposisi majemuk menjelaskan "kemajemukan proposisi (anteseden dan
konsekuen) yang dipadukan". Anteseden sering disebut dengan premis, dan
konsekuen disebut dengan kesimpulan. Proposisi majemuk terdiri atas satu
subjek dan dua predikat atau bisa juga terdiri atas dua proposisi tunggal.
Contoh kalimat proposisi majemuk, antara lain :
a. Bayam merupakan tanaman sayuran sekaligus obat alami penurun darah tinggi.
Subyek: Bayam; predikat : sayuran dan obat alami penurun darah tinggi
b. Antiseden : “Kuda adalah kendaraan para ksatria dizaman kerajaan dan
Kuda merupakan simbol kejayaan”.
Menjadi Konsekuen : “Kuda adalah kendaraan para ksatria dizaman
kerajaan dan symbol kejayaan”
Negasi (~ )
Negasi/ingkaran suatu pernyataan adalah suatu pernyataan yang bernilai benar
(B), jika pernyataan semula bernilai salah (S) dan sebaliknya. Berikut adalah table
kebenaran Negasi
P ~P
B S
S B
Konjungsi ( A )
Konjungsi hanya akan bernilai benar jika kedua pernyataan benar Contoh :
1. Diberikan dua pernyataan berikut p : Sapi berkaki empat
(benar)
q : Sapi memiliki gading (salah)
Kalimat Konjungsi nya yaitu : Sapi berkaki empat dan memiliki gading
(salah) (p A q)
2. Kalimat “dua adalah bilangan genap dan bilangan prima”
Kalimat diatas bernilai benar karena ....
P = dua adalah bilangan genap (benar)
Q = dua adalah bilangan prima (benar)
Dikarenakan keduanya bernilai benar, maka dipastikan diatas bernilai benar.
Disjungsi
Implikasi
Implikasi hanya akan bernilai salah jika anteseden (p) benar, dan konsekuen(q)
salah
Contoh :
1. Diberikan dua pernyataan berikut
p : Kerbau berkaki empat (benar)
q : kerbau memiliki gading
(salah)
Kalimat implikasi nya yaitu : jika sapi berkaki empat maka sapi memiliki
gading (salah) (p ^ q)
Inferensi menurut Collins Dictionary adalah kesimpulan yang kita tarik tentang sesuatu
dengan menggunakan informasi yang sudah kita miliki tentang itu .
Contoh :
1. Selly mendengar alarm asap di rumah tetangganya dan mencium bau daging
gosong .
Selly dapat menyimpulkan bahwa masakan tetangganya terbakar (gosong)
2. Heri melihat remah - remah kue di ruang tamu dan coklat di sekitar mulut
putrinya.
Heri dapat menyimpulkan bahwa putrinya makan kue di ruang tamu
E. Tugas Diskusi
1. Misalkan p adalah “ iwan bisa berbahasa Jawa”, q adalah “ Iwan bisa berbahasa
Indonesia”, dan r adalah “Iwan bisa berbahasa Mandarin”. Terjemahkan kalimat
majemuk berikut kedalam notasi simbolik :
1. Iwan bisa berbahasa Jawa atau Indonesia
2. Iwan bisa berbahasa Indonesia tetapi tidak bahasa mandarin
3. Iwan bisa bahasa jawa atau bahasa Indonesia atau dia tidak bisa mandarin atau
bahasa Indonesia
4. Tidak benar bahwa iwan bisa berbahasa mandarin atau jawa
5. Tidak benar bahwa iwan bisa berbahasa Indonesia atau mandarin tetapi tidak bisa
jawa
2. Misalkan p adalah “ Hari ini adalah hari minggu”, q adalah “hujan turun”, dan r
adalah “hari ini panas”. Terjemahkan notasi simbolik ini dengan kata-kata
1.
p*~q
2.
~p*~q
3.
p*q*~r
4.
~ (p v q) * r
(
5.
p * q) v (~r v p)
F. Langkah Kerja
1. Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan tugas masing - masing anggota
2. Mengidentifikasi soal
1.1.7 Asesmen
a. Teknik dan bentuk penilaian
Teknik
No Aspek Penilaian Bentuk Penilaian
Petunjuk Penskoran :
3) Soal Penugasan
Tugas Diskusi
Nama Kelompok
Anggota Kelompok
1. ___
2. ___
3. _____
4.
Rangkuman Hasil Diskusi
No Pertanyaan Jawaban Hasil Diskusi
4
(2) Lembar observasi
Kelompok 1
1
3
4
Kelompok 2
1
3
4
dst.
Total Skor
Nilai Kelompok x 100
Skor Maksimal
1.1.9 Referensi
1. Henry pandia, 2016 .Informatika untuk SMA/MA kelas X. erlangga. Jakarta
2. Novianto Andi, 2016. Sistem [Link] Jakarta.
1.1.10 Glosarium
1. kopula = kata kerja penghubung antara subjek dengan kmplemen dalam sebuah
frasa atau kalimat .
2. kuantifier = kalimat yang menyatakan jumlah ataupun angka
Inti
A. Orientasi peserta didik pada masalah
1. Guru memberikan kepada peserta didik sebuah kalimat informasi:
■ Peserta didik mendengarkan kalimat yang diutarakan oleh guru.
■ Peserta didik diminta memberikan tanggapan dan pendapat terhadap
kalimat yang diutarakan.
■ Peserta didik diberikan kesempatan untuk menetapkan permasalahan
dalam bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan kalimat yang
diutarakan.
2. Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelompok sebanyak 4 155
orang. Menit
■ Guru membagikan lembar kerja dan kertas gambar secara berkelompok
yang berisi permasalahan yang ditetapkan dalam pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan dan tugas membuat
■ Peserta didik (dalam kelompok) membaca dan mengamati aktivitas
pembelajaran yang diberikan.
■ Guru bertanya secara acak pada peserta didik
■ Peserta didik menjawab pertanyaan guru
Penutup
Entimen
Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
Contoh
a. Dia menerima hadiah pertama katena dia telah menang dalam sayembara itu
b. Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu anda berhak menerima
hadiahnya.
Silogisme :
Silogisme kategorial
Disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis
yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor,
sedangkan premis yang mengandung subyek dalam kesimpulan disebut premis
minor.
Sologisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu :
Pemis Umum = Premis Mayor (My)
Premis Khusus = Premis Minor (Mn)
5. Silogisme hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional
hipotesis
Contoh
My : Jika tidak ada minuman, kucingku akan kehausan
Mn : Minuman tidak ada K : jadi, kusingku akan
kehausan
6. Silogisme alternative
Terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternative
yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Kesimpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh
My : Adik saya berada di Jakarta atau bogor
Mn : Adik saya berada di Jakarta K : jadi,
adik saya tidak berada di bogor
Penalaran Induktif adalah suatu proses berpikir berupa sebuah penarikan
kesimpulan yang bersifat umum atas dasar pengetahuan tentang hal - hal
khusus(fakta)
Contoh
kerbau punya mata, anjing punya mata, kucing punya mata, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa setiap hewan punya mata. Penalaran induktif membutuhkan
banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat
Penalaran Abduktif adalah metode untuk memilih argumentasi terbaik dari sekian
banyak argumentasi yang mungkin
Contoh
Diketahui bahwa semua pohon manga di kebun pak Mamat adalah jenis manga
manalagi. Di dapur pak mamat ada sekeranjang buah manga, dan kesemuanya jenis
manga manalagi. Bisa disimpulkan ada kemungkinan bahwa manga manga
manalagi itu dipetik dari kebun pak mamat sendiri.
7. Tugas Diskusi
1. Buatlah 4 contoh penalaran secara
a. Deduktif
b. Induktif
c. abduktif
2. Sebagian besar orang percaya bahwa harimau jawa telah punah. Tetapi, pada
suatu hari Agus membuat pernyataan kontroversial berikut :
a. Saya melihat harimau di hutan
b. Jika saya melihat harimau dihutan, maka saya juga melihat serigala.
Misal kita diberitahu bahwa Agus terkadang berbohong dan kadang jujur,
gunakan table kebenaran untuk memeriksa apakah agus benar - benar
melihat harimau atau tidak ?
3. Periksa kesahihan argument berikut :
P^~q
~r^pq
r
8. Langkah Kerja
1. Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan tugas masing - masing anggota
2. Mengidentifikasi soal
3. Mendiskusikan hasil identifikasi soal
4. Menentukan dan merangkum hasil identifikasi soal
2.1.8 Asesmen
a. Teknik dan bentuk penilaian
Teknik
No Aspek Penilaian Bentuk Penilaian
1 Sikap Observasi Lembar Pengamatan
2 Pengetahuan Penugasan Penugasan
3 Keterampilan Praktik
Lembar penilaian kerja/praktik
b. Kriteria penilaian 1) Penilaian sikap
No Aspek Skor Keterangan
Berpikir Kritis Peserta didik tidak dapat bernalar kritis dalam
1 1
mengemukakan pendapat/gagasan
2
Peserta didik dapat sedikit bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan (50% tepat)
Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
3
mengemukakan pendapat/gagasan (75% tepat)
Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
4
mengemukakan pendapat/gagasan dengan tepat
Kreatif Peserta didik tidak ada kreatifitas dalam
2 1
pembuatan infografis
2
Peserta didik sedikit memiliki kreatifitas dalam
pembuatan infografis
Peserta didik cukup memiliki kreatifitas dalam
3
pembuatan infografis dengan kurang kreatif
4 Peserta didik sangat kreatif dalam pembuatan
infografis dengan kreatif
3 Mandiri Peserta didik tidak terlibat aktif dalam pembuatan
1
infografis
2
Peserta didik ikut berperan aktif dalam
pembuatan infografis (aktif dalam 50% kegiatan)
Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
3
infografis (aktif dalam 75% kegiatan)
4 Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
infografis
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : Nilai = ■ ;—, . x 4
[Link] MCtHLSlYYlCll
r
Lembar Kerja Peserta didik
Nama Kelompok: _
Anggota Kelompok:
1. ___
2. ___
3. _____
Kelompok 1
1
3
4
Kelompok 2
1
3
4
dst.
2.1.10 Referensi
1. Henry pandia, 2016 .Informatika untuk SMA/MA kelas X. erlangga. Jakarta
2. Novianto Andi, 2016. Sistem [Link] Jakarta.
3. Modul PKP Informatika
4. [Link]
2.1.11 Glosarium
Pertemuan 3 Pendahuluan
1. Memberi Salam
2. Guru meminta peserta didik memimpin doa dan muraja’ah
3. Guru mengabsen, mengecek kerapian berpakaian, kebersihan kelas.
4. Guru menyampaikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai
5. Guru memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan pembelajaran
6. Guru melakukan apersepsi
7. Guru memberikan pertanyaan arahan (Guide Questions) :
Pernahkah anda melihat symbol 1 atau 0 di saklar listrik ? Apa arti symbol 0 dan
1 tersebut ? 10
Menit
8. Guru memberi motivasi kepada peserta didik
Inti
A. Orientasi peserta didik pada masalah
1. Guru memberikan kepada peserta didik sebuah numerik:
■ Peserta didik mendengarkan numerik yang diutarakan oleh guru.
■ Peserta didik diminta memberikan tanggapan dan pendapat terhadap
numerik yang diutarakan.
■ Peserta didik diberikan kesempatan untuk menetapkan permasalahan dalam
bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan numerik yang diutarakan.
2. Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelompok sebanyak 4 orang.
■ Guru membagikan lembar kerja dan kertas gambar secara berkelompok yang
berisi permasalahan yang ditetapkan dalam pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan dan tugas mengkonversikan bilangan biner ke heksadesimal atau
pun sebaliknya
■ Peserta didik (dalam kelompok) membaca dan mengamati aktivitas 160
pembelajaran yang diberikan. Menit
■ Guru bertanya secara acak pada peserta didik
■ Peserta didik menjawab pertanyaan guru
3. Guru memberikan kesempatan peserta didik bertanya dengan menanyakan
bagian yang belum dipahami.
BINER
Sistem Bilangan biner yaitu sebuah system penulisan angka dengan dua jenis angka (numeric), yaitu 0 dan 1, 0
mewakili tidak adanya arus listrik ,(LOW) 1 mewakili adanya arus listrik (HIGH). Nama lain dari biner adalah
bilangan basis 2. Adapun cara penulisannya N2, dengan N adalah bilangan biner.
Nilai sebuah bilangan biner jika di konversikan kedalam bilangan heksadesimal memiliki rumus X (A x 2b), A
bernilai 0 atau 1 sedangkan b bernilai........................................................., -3, -2, -1,
0, 1, 2, 3 ...
Sistem bilangan Heksademimal atau bilangan berbasis 16, yaitu suatu system bilangan yang penulisannya dengan
16 jenis symbol , yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Adapun cara penulisannya N 16 dengan N adalah
bilangan heksadesimal. A16 mewakili nilai 10, B16 mewakili nilai 11, C16 mewakili nilai 12, D16 mewakili nilai 13,
E16 mewakili nilai 14 dan F 16 mewakili nilai 15 . Nilai sebuah bilangan heksadesimal jika di konversikan kedalam
bilangan decimal memiliki rumus X (A x 16 b ) A bernilai 0, 1, 2 , 3 , 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F . sedangkan b
bernilai............................., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3 ...
Jika dalam kehidupan sehari hari bilangan biner dapat diterapkan seperti untuk menyalakan saklar listrik, apabila
angka 1 adalah berarti lampu menyala dan angka 0 berarti lampu mati, maka dapat diperoleh sebagai berikut
b. Konjungsi
Z bernilai benar ( 1 ) jika “ X ” dan “ Y “ bernilai benar
X Y Z
1 1 1
1 0 0
0 1 0
0 0 0
X Y Z
1 1 1
1 0 1
0 1 1
0 0 0
X ~X
1 0
0 1
1. Tugas Diskusi
1) Setelah anda membaca dan mencari referensi dari buku dan internet, jelaskan oleh kelompok anda seperti apa
konsep bilangan biner dan heksadesimal ?
2) Konversikan bilangan biner berikut ini ke menjadi bilangan heksadesimal
a. 1 1 1 1 2
b. 1 0 1 0 2
c. 1 0 1 1 1 1 2
d. 1 1 1 0 1 1 2
2. Langkah Kerja
1. Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan tugas masing - masing anggota
2. Mengidentifikasi soal
3. Mendiskusikan hasil identifikasi soal
4. Menentukan dan merangkum hasil identifikasi soal
5. Membuat laporan hasil identifikasi soal menggunakan MS. Word
6. Membuat presentasi hasil kelompok
7. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
3.1.7 Asesmen
a. Teknik dan bentuk penilaian
1) Penilaian sikap
No Aspek Skor Keterangan
Berpikir Kritis Peserta didik tidak dapat bernalar kritis dalam
1 1
mengemukakan pendapat/gagasan
2 Peserta didik dapat sedikit bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan (50% tepat)
Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
3
mengemukakan pendapat/gagasan (75% tepat)
4 Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan dengan tepat
Kreatif Peserta didik tidak ada kreatifitas dalam pembuatan
2 1
infografis
Peserta didik sedikit memiliki kreatifitas dalam
2
pembuatan infografis
Peserta didik cukup memiliki kreatifitas dalam
3
pembuatan infografis dengan kurang kreatif
4 Peserta didik sangat kreatif dalam pembuatan
infografis dengan kreatif
3 Mandiri Peserta didik tidak terlibat aktif dalam pembuatan
1
infografis
2 Peserta didik ikut berperan aktif dalam pembuatan
infografis (aktif dalam 50% kegiatan)
Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
3
infografis (aktif dalam 75% kegiatan)
4 Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
infografis
Petunjuk Penskoran :
Nama Kelompok: _
Anggota Kelompok:
1. ___
2. ___
3. _____
4. _____
5.
Rangkuman Hasil Diskusi
No Pertanyaan Jawaban Hasil Diskusi
Kelompok 1
1
2
3
4
Kelompok 2
1
2
3
4
dst.
3.1.9 Referensi
1. Novianto Andi, 2016. Sistem [Link].
2. Henry pandia, 2016 .Informatika untuk SMA/MA kelas X. erlangga. Jakarta
3.1.10 Glosarium
Konversi = merubah dari satu system ke system yang lainnya
Pertemuan 4
Pendahuluan
1. Memberi Salam
2. Guru meminta peserta didik memimpin doa dan muraja’ah Guru
3. mengabsen, mengecek kerapian berpakaian, kebersihan kelas.
4. Guru menyampaikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai Guru
5. memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan pembelajaran Guru melakukan 10
3. apersepsi Menit
7 Guru memberikan pertanyaan arahan (Guide Questions) :
. Bagaimana penerapan logika proposisi pada bilangan biner dalam kehidupan
sehari hari
8. Guru memberi motivasi kepada peserta didik
Inti
A. Orientasi peserta didik pada masalah
1. Guru memberikan kepada peserta didik sebuah kalimat majemuk :
■ Peserta didik mendengarkan kalimat majemuk yang diutarakan oleh
guru.
■ Peserta didik diminta memberikan tanggapan dan pendapat
terhadapkalimat majemuk yang diutarakan.
■ Peserta didik diberikan kesempatan untuk menetapkan permasalahan
dalam bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan negasi, konjungsi, disjungsi
serta operator logika yang diutarakan. 160
2. Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelompok sebanyak 4 Menit
orang.
■ Guru membagikan lembar kerja dan kertas gambar secara berkelompok
yang berisi permasalahan yang ditetapkan dalam pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan dan tugas menerapkan logika proposional pada bilangan
biner dan heksadesimal
■ Peserta didik (dalam kelompok) membaca dan mengamati aktivitas
pembelajaran yang diberikan.
■ Guru bertanya secara acak pada peserta didik
Jika dalam kehidupan sehari hari bilangan biner dapat diterapkan seperti untuk
menyalakan saklar listrik, apabila angka 1 adalah berarti lampu menyala dan angka 0
berarti lampu mati, maka dapat diperoleh sebagai berikut
b. Konjungsi
Z bernilai benar ( 1 ) jika “ X ” dan “ Y “ bernilai benar
c. Disjungsi
Z bernilai benar ( 1 ) jika “ X ” atau “ Y “ bernilai benar
X Y Z
1 1 1
1 0 1
0 1 1
0 0 0
2. Langkah Kerja
1. Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan tugas masing - masing anggota
2. Mengidentifikasi soal
3. Mendiskusikan hasil identifikasi soal
4. Menentukan dan merangkum hasil identifikasi soal
5. Membuat laporan hasil identifikasi soal menggunakan MS. Word
6. Membuat presentasi hasil kelompok
7. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
b. Kriteria penilaian
1) Penilaian sikap
No Aspek Skor Keterangan
Berpikir Kritis Peserta didik tidak dapat bernalar kritis dalam
1 1
mengemukakan pendapat/gagasan
Peserta didik dapat sedikit bernalar kritis dalam
2
mengemukakan pendapat/gagasan (50% tepat)
Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
3
mengemukakan pendapat/gagasan (75% tepat)
Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
4
mengemukakan pendapat/gagasan dengan tepat
Kreatif Peserta didik tidak ada kreatifitas dalam pembuatan
2 1
infografis
Peserta didik sedikit memiliki kreatifitas dalam
2
pembuatan infografis
Peserta didik cukup memiliki kreatifitas dalam
3
pembuatan infografis dengan kurang kreatif
4 Peserta didik sangat kreatif dalam pembuatan
infografis dengan kreatif
3 Mandiri Peserta didik tidak terlibat aktif dalam pembuatan
1
infografis
2 Peserta didik ikut berperan aktif dalam pembuatan
infografis (aktif dalam 50% kegiatan)
3 Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
infografis (aktif dalam 75% kegiatan)
4 Peserta didik berperan aktif dalam pembuatan
infografis
Petunjuk Penskoran :
2) Penilaian pengetahuan b)
Penugasan Kelompok 1) Kisi Kisi
No Tujuan Indikator soal Bentuk No soal
Pembelajaran soal
Nama Kelompok: _
Anggota Kelompok:
1. __________
2. __________
3. _____
4. _____
5.
Rangkuman Hasil Diskusi
No Pertanyaan Jawaban Hasil Diskusi
Lembar observasi
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK
Profil Pelajar Pancasila
Nama Peserta Jumlah Rata-rata
No Berfikir
Didik Mandiri Kreatif Skor Nilai
kritis
Kelompok 1
1
2
3
4
Kelompok 2
1
2
3
4
dst.
3) Indikator Penilaian :
Individu : Kelompok :
4 : Sering 3 : Kadang-kadang 4:
2 : Jarang 1 : Tidak pernah Memuaska
n 3 : Baik 2
Keterangan Aspek Penilaian : : Cukup 1 :
A : Mengemukakan ide/gagasan Kurang
B : Menjawab pertanyaan C :
Ketelitian
D : Keterlibatan dalam diskusi a : Penyelesaian tugas kelompok
b : Ketepatan hasil diskusi
c : Keijasama kelompok
Total Skor
Nilai Individu = Skor Maksimal x 100
4.1.9 Referensi
Novianto Andi, 2016. Sistem [Link].
Heriyanto . Gito Rolis. 2013. Sistem Komputer. Yudhistira. Jakarta
4.1.10 Glosarium