PLC
(Programmable
Logic Controller)
- Zulfa Nur Hamidah -
Definisi PLC
PLC adalah sebuah perangkat elektronik berbasis
mikroprosesor yang digunakan untuk mengotomatisasi dan
mengontrol proses mesin atau sistem industri. PLC dapat
menerima input dari berbagai sensor atau perangkat
eksternal, memproses informasi tersebut menggunakan
program yang telah diprogramkan sebelumnya, dan
kemudian mengeluarkan sinyal untuk mengendalikan
aktuator, motor, katup, atau peralatan lainnya.
Meskipun sebuah PC dapat digunakan untuk mengendalikan
peralatan luar, filosofi perancangan PC tidak dimaksudkan
untuk digunakan sebagai perangkat pengontrolan, melainkan
pengolahan data
Fungsi PLC
Kontrol Otomatis Proses Industri : untuk mengendalikan proses yang
berlangsung di pabrik, seperti produksi, pengemasan, pengisian, dan
perakitan. Misalnya, PLC dapat mengontrol urutan gerakan mesin pada jalur
produksi.
Pengumpulan dan Pengolahan Data : PLC dapat mengumpulkan data dari
berbagai sensor dan mengolahnya untuk pemantauan atau analisis lebih
lanjut. Data ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi atau
mendeteksi masalah operasional.
Kontrol Waktu (Timing) dan Urutan (Sequencing) : PLC sering digunakan
untuk mengatur urutan operasi dalam proses yang memerlukan langkah-
langkah teratur. PLC dapat diatur untuk mengaktifkan dan menonaktifkan
perangkat dalam urutan tertentu berdasarkan waktu atau kondisi spesifik.
Kontrol Input/Output (I/O) : PLC memiliki antarmuka input/output yang
dapat menerima sinyal dari sensor dan mengirim sinyal ke perangkat
eksternal. Dengan demikian, PLC dapat membaca kondisi seperti suhu,
tekanan, atau posisi, dan mengontrol perangkat seperti motor, solenoid, atau
alarm.
Komponen Utama PLC
CPU (Central Processing Unit): Otak dari sistem PLC yang
memproses informasi, menjalankan program, dan mengatur
tugas-tugas di sistem PLC
Memori: Terdiri dari RAM (Random Access Memory) dan ROM
(Read-Only Memory). RAM digunakan untuk menyimpan data
dan variabel selama eksekusi program, sedangkan ROM
menyimpan sistem operasi PLC dan program kontrol yang
dikembangkan pengguna
Modul Input/Output (I/O): Modul ini berinteraksi dengan
sensor, sakelar, dan perangkat lain untuk memberikan informasi
tentang keadaan proses atau mesin. Modul input menerima
informasi dari dunia luar, sedangkan modul output
mengirimkan sinyal ke perangkat penggerak
Power Supply: Menyediakan daya untuk PLC.
Proses Kerja PLC
1. Membaca Input (Read): CPU menerima informasi dari modul
input, seperti signal dari sensor
2. Menggunakan Program (Execute): CPU menjalankan program
yang disimpan dalam memori berdasarkan logika dan algoritme
kontrol yang telah ditentukan. Program ini mendefinisikan
bagaimana PLC harus bereaksi terhadap input yang diterimax
3. Mengirimkan Output (Write): Setelah memproses informasi
input berdasarkan logika yang diprogram, CPU mengirimkan
sinyal ke modul output. Modul output kemudian mengontrol
perangkat penggerak seperti motor, katup, dan aktuator
Bahasa Pemrograman PLC
Ladder Diagram (LD): Bahasa grafis yang umum digunakan,
menyerupai diagram rangkaian listrik.
Function Block Diagram (FBD): Menggunakan blok-blok fungsi
yang terhubung untuk membentuk program.
Structured Text (ST): Bahasa pemrograman berbasis teks yang
mirip dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Sequential Function Chart (SFC): Menggunakan diagram
langkah-langkah untuk menggambarkan urutan operasi.
Instruction List (IL): Bahasa pemrograman tingkat rendah yang
menggunakan kode assembly sederhana.
Jenis - Jenis PLC
PLC Tetap (Compact PLC): Jenis ini memiliki input dan output
yang terintegrasi ke dalam mikrokontroler. Jumlah input dan
output tidak boleh ditambah pada PLC jenis ini, dan setiap jenis
keluaran atau masukan bersifat tetap dan ditentukan oleh
pembuatnya.
PLC Modular: Jenis ini memungkinkan beberapa perluasan
sistem PLC melalui penggunaan modul. Modul memberikan fitur
tambahan pengontrol logika yang dapat diprogram, seperti
peningkatan jumlah unit I/O. Keuntungan dari PLC modular
adalah fleksibilitasnya yang tinggi dan mudah untuk diperluas.
Namun, biaya awal lebih tinggi dibandingkan dengan PLC
terpadu
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan :
Fleksibel, efisien, dapat beradaptasi dengan perubahan persyaratan
kontrol, dan memiliki kemampuan pemrosesan waktu nyata
Kekurangan:
Kurang cocok untuk aplikasi statis, suhu tidak stabil, dan
memerlukan pemeliharaan rutin untuk memastikan kinerjanya
optimal