0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Rapat Pra Pelaksanaan Proyek Jalan 2023

Diunggah oleh

erywindo82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Rapat Pra Pelaksanaan Proyek Jalan 2023

Diunggah oleh

erywindo82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BERITA ACARA RAPAT PRA PELAKSANAAN

( PRE CONTRUCTION MEETING )

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


TUGAS PEMBANTUAN

PAKET PEKERJAAN
Perbaikan Jalan Ruas Tanah Rekah - [Link] (Teras Terunjam) E Katalog Paket 1
SUMBER DANA APBN
TAHUN ANGGARAN 2023

Nomor : PW.04.01/38/PPK/SKPDT-TP/DPU/2023

PENDAHULUAN

Pada hari ini Selasa tanggal Sebelas bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga pukul 10.00
WIB. bertempat di Ruang Rapat SKPD-TP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Bengkulu, Jalan Prof. DR. Hazairin, SH No. 901 Bengkulu, telah dilaksanakan Rapat
PRA PELAKSANAAN PEKERJAAN (PRE CONTRUCT ION MEETING). Sesuai dengan
Petunjuk Surat Direktur Jenderal Bina Marga Nomor : UM.0205/Db/515 tanggal 19 Oktober
1990 dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 349/KPTS/M/2004, tentang
Penyelenggaraan Kontrak Jasa Pelaksanaan.

Rapat dihadiri oleh unsur–unsur sebagai berikut :

1.1. Unsur Proyek / Kegiatan


1. Yasiruddin, ST,[Link] : Kepala SKPD-TP DPU Prov. Bengkulu
2. Sajiwo Winarno Putro, S.T : PPK-TP 01 SKPD-TP
3. Gusmiadi, ST : Pengawas Utama SKPD-TP
4. Lilis Suryani, BPA : Asisten Administrasi SKPD-TP
5. Andi Rapinsyah, ST : Asisten Perencanaan SKPD-TP
6. Nursyamsi,ST : Asisten Bina Pelaksana SKPD-TP

2.2. Kontraktor Pelaksana PT. LESTARI SARANA MANDIRI BENGKULU


1. : Direktur Cabang
2. : General Superintendent

I. MAKSUD DAN TUJUAN


Untuk mendapatkan kesepakatan-kesepakatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
atau mengurangi permasalahan yang mungkin terjadi dalam periode pelaksanaan.
Mendapatkan kesamaan pengertian dan cara aplikasi dari pasal-pasal yang tertera didalam
Dokumen Surat Pesanan (Kontrak).
Sebagai acuan dalam proses/tahapan pelaksanaan kegiatan tentang tata cara dan prosedur
Administrasi maupun teknis penyelenggaraan pekerjaan.
Untuk meningkatkan kualitas Pengendalian Program serta Mutu pelaksanaan kegiatan.

II. KESIMPULAN / MATERI BAHASAN


1. Organisasi Kerja
2. Site Take Over (Penyerahan Lapangan)
3. Umum dan Mobilisasi
4. Maintenance of Traffic ( Pemeliharaan dan Pengamanan Lalu Lintas )
5. Asuransi
6. Pajak-pajak (Pengamanan Penerimaan Negara)
7. Pekerjaan Tambah / kurang
8. Sub Letting (Sub Kontraktor)
9. Kegiatan Fungsional / Efektif
10. Contruction Schedule dan Shop Drawing
11. Request Sheet dan Approval
12. Pengajuan Monthly Certificate (MC)
13. Kerja Lembur
14. Perpanjangan Waktu
15. Termination dan Forteiture
16. As Built Drawing
17. Foto–Foto Dokumentasi
18. Laporan – laporan
19. Provisional Hand Over (PHO)
20. Masa Pemeliharaan ( Warranty Period ).
21. Final Hand Over (FHO)
22. Surat izin
23. Lain-lain

III.1. ORGANISASI
- Sesuai dengan syarat umum Kontrak, diisyaratkan adanya susunan organisasi
dan personalia yang jelas sehingga setiap petugas dapat mengetahui wewenang
dan tanggung jawabnya.
- Susunan organisasi dan personalia yang dibuat untuk memenuhi prosedur
administrasi dan operasional pelaksanaan proyek harus mendapat persetujuan
Direksi.
- Ketiga pihak yang terkait yaitu pihak KEGIATAN pihak SUPERVISI, pihak
KONTRAKTOR agar menciptakan hubungan kerjasama yang baik guna
mendapatkan tata cara dan prosedur teknis dalam mencapai tujuan kegiatan.

III.2. SITE TAKE OVER ( Penyerahan Lapangan ).


- Untuk memulai pelaksanaan pekerjaan telah diadakan penyerahan lapangan yang
dibuat dalam bentuk Berita Acara dari Pejabat Pembuat Komitmen TP kepada
Kontraktor.
- Dengan adanya penyerahan lapangan kepada kontraktor, maka tanggung jawab
pemeliharaan kepada kontraktor, dalam hal ini agar jalan dalam kondisi baik dan
lalu lintas dapat berjalan lancar.

III.3. UMUM DAN MOBILISASI


- Kontraktor harus membuat daftar dan Schedulle mobilisasi berupa pengiriman
semua sumber daya milik kontraktor yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan
proyek antara lain mobilisasi alat, personil dan membuat Direksi Keet bangsal
kerja, bertempat pada lokasi kegiatan ( lokasi pekerjaan ).
- Semua peralatan yang sudah dimobilisasi untuk keperluan kegiatan berada
dibawah pengawasan kegiatan sehingga setiap pemindahan/penarikan alat dari
daerah kerja harus sepengetahuan kegiatan.
- Pemindahan/penarikan alat dari daerah kerja dapat dilakukan atas usulan
kontraktor bersangkutan setelah dipertimbangkan oleh Pengawas Utama antara
lain jika alat tersebut tidak digunakan lagi.
- Kontraktor berkewajiban mengganti alat yang tidak berfungsi (rusak) yang
tercantum dalam daftar peralatan dan sudah berada di lapangan.
- Alat yang digunakan/melayani 2 paket atau lebih seperti excavator, kontraktor
harus menjamin pengaturan penggunaannya, sehingga kegiatan pekerjaan
masing-masing tetap berjalan lancar.
- Bahan material harus memiliki izin Quarry
- Alat yang dimobilisasi oleh kontraktor harus jelas statusnya : sewa atau milik
sendiri.
- Penyewaan alat milik Dinas Pekerjaan Umum harus melalui prosedur dan
ketentuan yang berlaku.
- Keterlambatan mobilisasi dan fisik Schedulle akan dikenakan sangsi sesuai
spesifikasi.
- Kontraktor akan diminta segera melaksanakan mobilisasi peralatan dan harus
sudah selesai seluruhnya selama 30 Hari Kalender.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu dilakukan survey penyelidikan
tanah, pemotongan/pembersihan pada lokasi pekerjaan tanah kemudian diikuti
pemasangan Stake Out, Titik BM untuk pelaksanaan pengukuran Long section
dan Cross Section.
- Data hasil pengukuran lapangan harus ditanda tangani di lapangan pada saat
pengukuran selesai. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan atau pembacaan
alat, maka kesalahan tersebut tidak boleh di “ Tip Ex “, cukup dicoret dan ditulis
yang benar kemudian di paraf oleh pengawas. Data Asli diserahkan kepada pihak
direksi, setelah difotocopy kontraktor.
- Pengujiaan Material dan Pembuatan Rancangan Campuraan / Design Mix
Formula (DMF) adalah :
 Pembuatan Rancangan Campuran / Design Mix Formula ( DMF ) harus
mengacu pada Spesifikasi Dokumen Kontrak dan buku petunjuk lain yang
berhubungan dengan masing-masing pekerjaan termasuk metode pembuatan
DMF tersebut yang mencakup pekerjaan :
- Lapis Pondasi Aggregat Klas – A
- Material pilihan / Sirtu
- Lapis AC – BC
- Lapis AC - WC
- Dan item lainnya
- Disepakati selain kontraktor membuat rancangan campuran (JMF) di laboratorium
milik Kontraktor, dapat di Akreditasi/Legalisasi oleh Balai Pengujian Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu.
- Seluruh material yang dibutuhkan harus diuji dan pada pelaksanaan produksi
dalam jumlah tertentu harus dikontrol mutu dan campurannya, sesuai persyaratan
spesifikasi dan persyaratan lain yang berlaku pada dokumen kontrak untuk
mendapat persetujuan atau ditolak pihak direksi sebelum dibawa ke lapangan.

III.4. MAINTENANCE OF TRAFFIC (Pemeliharaan dan pengamanan Lalu Lintas).


- Kontraktor wajib mengamankan kelancaran kerja serta keselamatan lalu lintas di
lapangan, yaitu dengan :
 Membuat metode pelaksanaan pekerjaan yang mengutamakan kepentingan
lalu lintas kendaraan umum.
 Untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas, kontraktor wajib menyediakan
petugas beserta sarananya berupa rambu-rambu petunjuk pengamanan,
handy talky dan lain-lain selama pelaksanaan pekerjaan, khusunya pekerjaan
Lapis Penetrasi dan pekerjaan berbutir.
 Jalan yang rusak akibat pengangkutan material/bahan ataupun akibat
mobilisasi alat berat kontraktor wajib memperbaiki dan menjadi tenggung
jawab Kontraktor dan bahan/ material yang digunakan harus disetujui Direksi.
 Jika karena sesuatu hal, kontraktor menggunakan jalan masuk/l\keluar untuk
kebutuhan pekerjaan dan pengangkutan material melalui jalan Desa, jalan
Provinsi maupun jalan Nasional, maka segala kerusakan yang diakibatkannya
semua menjadi tanggung jawab kontraktor untuk memperbaikinya seperti
kondisi semula.
III.5. ASURANSI
- Sesuai dengan syarat-syarat umum kontrak adalah kewajiban kontraktor untuk
menyediakan jaminan pertanggungan dalam bentuk asuransi atas nama bersama
Pemilik Pekerjaan berupa :
 Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( JAMSOSTEK ).
 Asuransi untuk personil ( kontraktor, konsultan, dan kegiatan )
 Asuransi untuk pihak ketiga yaitu orang-orang yang mengalami musibah/
kecelakaan akibat kelalaian kontraktor.
- Bukti–bukti polis asuransi tersebut diatas harus diserahkan sebelum periode
mobilisasi berakhir.
- Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP-196/MEN/1999,
bahwa kontraktor mengasuransikan tenaga kerjanya ( tenaga kerja harian lepas)
dari Pihak Ketiga ( PT. JAMSOSTEK ).
- Sebelum Sertifikat Bulanan (MC) No.01, polis–polis asuransi harus sudah diterima
Pejabat Pembuat Komitmen TP.

III.6. PAJAK-PAJAK (Pengamanan Penerimaan Negara).


Dalam melaksanakan kegiatannya kontraktor harus memperhatikan peraturan
perpajakan seperti :
- PPN (11 % x Monthly Certificate)
- PPH Pasal 22

III.7. PEKERJAAN TAMBAH / KURANG.


Pekerjaan Tambah/kurang dapat terjadi karena adanya perubahaan atau penyesuaian
di lapangan yang tidak dapat dielakan sehingga terjadi perubahan volume dari suatu
item pekerjaan atau karena kondisi lapangan memerlukan item baru. Apabila pada
pekerjaan utama ( Mayor Pay Item ) terjadi kenaikan volume pekerjaan melebihi 10 %
dan akibat dari kenaikan volume tersebut ternyata mengakibatkan biaya tambahan,
maka dapat dipertimbangkan untuk menyesuaikan harga satuan per item tersebut dan
hal ini akan dipertimbangkan oleh Employer dengan tetap mengacu pada analisa
dalam Bid Pice .
Prosedur untuk penyelesaian jika terjadi hal tersebut harus mangacu kepada dokumen
surat pesanan (kontrak) dimana pelaksanaannya diproses oleh kegiatan dan dievaluasi
oleh Panitia Tim Justifikasi Teknis (apabila ada).

III.8. SUB LETTING / SUB KONTRAKTOR.


Kontraktor tidak dibenarkan men-subkontraktorkan pekerjaan utama, dan untuk
pekerjaan yang bukan pekerjaan utama dapat disub-kontraktorkan sekecil-kecilnya
0 % atau 30% dari nilai kontrak.

III.9. KEGIATAN EFEKTIF.


Kegiatan effektif adalah kewajiban yang harus dilaksanakaan oleh kontraktor untuk
meningkatkan kemampuan jalan dalam menerima beban dan volume kendaraan yang
melewatinya dan menjaga agar jalan tetap terbuka untuk Lalu lintas umum, dengan
baik selama periode pelaksanaan sampai diterbitkannya Berita Acara Serah terima
Akhir ( FHO ).

III.10. CONSTRUCTION SCHEDULLE DAN SHOP DRAWING.


- Kontraktor harus membuat Shop Drawing dan Rencana tertulis tentang
pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam dokumen Surat
pesanan (kontrak) antara lain perincian urutan kegiatan pekerjaan, jadwal
pengajuan gambar kerja ( Schedulle Of Shop Drawing Submission ), logika
ketergantungan serta metode konstruksi yang mencerminkan pekerjaan yang akan
dilaksanakaan.
- Schedulle ini penting karena merupakan kesepakatan waktu dan pedoman
pelaksanaan pekerjaan.
- Shop Drawing ( gambar rencana ) dibuat dan disiapkan oleh kontraktor, diperiksa /
dievaluasi oleh konsultan supervisi, dan untuk diajukan / disetujui oleh Pihak
Direksi.
- Selain mengacu pada gambar rencana atau gambar revisi, sebagai lampiran izin
Pelaksanaan ( Request ) kontraktor harus membuat gambar kerja (Shop Drawing )
yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.
- Shop Drawing (Gambar kerja) harus sudah siap dan telah disetujui sebelum
pekerjaan dimulai.
- Seluruh Copy gambar kerja dan gambar revisi harus berada di kantor kegiatan dan
Lapangan sebagai acuan pedoman kerja.

III.11. REQUEST SHEET DAN APPROVAL.


- Request Sheet merupakan permohonan / permintaan ijin dimulainya suatu bagian
pekerjaan dari item-item pekerjaan yang ada. Request memuat jenis, ukuran serta
target pekerjaan yang akan dilaksanakan.
- Sebelum memberikan persetujuan (Approved) maka konsultan supervisi dan
kegiatan terlebih dahulu harus memeriksa / meneliti kelayakan dan kesiapan dari
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Untuk memberi kesempatan bagi direksi untuk melakukan pemeriksaan/pengujian terhadap


kesiapan dari item suatu pekerjaan yang dimohon maka waktu pengajuaan request adalah
minimal 2 x 24 jam sebelum pekerjaan yang dimaksud dimulai.
- Supervisi dan Direksi pekerjaan wajib memberi pernyatan setuju/tidak setuju,
disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, dalam waktu minimal 1 x 24
jam setelah request dimaksud diterima.
- Sebelum mengajukan izin pelaksanaan secara khusus per item pekerjaan,
Kontraktor harus membuat rencana kerja mingguan untuk pekerjaan yang akan
dikerjakan desesuaikan dengan lokasi, kemampuan alat, kemampuan tenaga
kerja, kemampuan kerja dan rencana ( estimasi Volume ).
- Disepakati bahwa Request ( izin pelaksanaan ) yang akan diajukan oleh kontraktor
terdiri dari :
1. Request Pelaksanaan.
Yaitu bilamana akan dimulai aktifitas pekerjaan, kontraktor harus terlebih
dahulu mengajukan request dengan dilampirkan gambar kerja (shop drawing)
kemudian secara bersama-sama antara kontraktor, konsultan pengawas dan
pengawas dari pihak pemilik proyek memeriksa ke lapangan untuk
selanjutnya memberikan persetujuan atau menolak request tersebut dengan
alasan penolakan secara tertulis dan bila disetujui oleh konsultan, pihak
pemilik proyek dapat menerima tembusannya.
2. Request Survey dan Opname.
Yaitu bilamana akan melaksanakan survey (pengukuran ) dan opname (check
hasil kerja) yang menyangkut perhitungan pembayaran, request yang diajukan
kontraktor harus disetujui terlebih dahulu oleh Supervisi dan Direksi.

III.12. PENGAJUAN MC. ( Monthly Certificate ).


- Perlu diadakan Rapat Bulanan, setiap Minggu ke 4 (empat) Bulan berjalan, yang
bertujuan untuk evaluasi dan persiapan pengajuan MC (Monthly Certificate).
- Bentuk pembayaran untuk pekerjaan ini adalah sertifikat bulanan (monthly
certificate), yang diberikan setelah kontraktor mengajukan pencapaian volume
serta nilai pekerjaan untuk bulan yang bersangkutan. Data pendukung untuk
setiap sertifikat adalah :
 Lembar hasil pengukuran yang diperlukan.
 Back Up pendukung perhitungan volume dan jadwal pencapaian volume
tersebut beserta gambar.
 Back Up pendukung kualitas ( Pengendalian Mutu ) beserta hasil pengujian
mutu dari laboratorium atau balai Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Provinsi
Bengkulu.
 Foto dokumentasi yang ditagihkan.
 Laporan Harian Standar dan Laporan Mingguan.
 Berita Acara penyelesaian yang dibuat ditanda tangani oleh kontraktor,
konsultan dan pihak kegiatan.
- Data pendukung ( Back Up ) daan Monthly Certificate harus selesai paling lambat
setiap tanggal 25 bulan bersangkutan. Dengan demikian opname lapangan paling
lambat dilaksanakan tanggal 20 bulan bersangkutan.
- Kontraktor harus sudah mengajukan permintaan pembayaran setiap tanggal 25
bulan berjalan. Bilamana tidak mengajukan permintaan pembayaran, kontraktor
harus menyampaikan surat penundaan pembayaran kepada direksi dengan
menyebutkan alasan – alasannya. Sesuai dengan Dokumen surat pesanan
(Kontrak) maka MC diajukan tidak lewat dari 30 ( tiga puluh ) hari.
- Selain Prestasi bulanan yang ditagihkan untuk MC, maka kontraktor harus
membuat laporan prestasi mingguan dan akhir bulan sebagai laporan yang
diperhitungkan sesuai dengan aktual dilapangan walaupun belum dapat
diperhitungkan untuk pembayaran.
- Jika prestasi pekerjaan belum mencapai 100 % sampai dengan tanggal Serah
Terima Pekerjaan, maka MC yang dapat dibayarkan hanya sebesar bobot
pekerjaan dilapangan, tidak dapat dilakukan pembayaran MC setelah tanggal
tersebut.
Pembayaran Uang Muka.
1). Uang Muka yang dibayar harus digunakan untuk pelaksanaan Kegiatan itu
sendiri.
2). Kontraktor harus memberikan keterangan secara rinci penggunaan uang
muka yang dipergunakan kepada Kepala SKPD/Pejabat Pembuat Komitmen
TP.
3). Cara pengembalian Uang Muka adalah dengan pengurangan sebesar 30 %
dari nilai / bobot setiap MC, sehingga pada saat fisik mencapai 100 %, Uang
Muka sudah dikembalikan seluruhnya.
4). Retensi dipotong sebesar 5 % dari nilai / bobot bersih prestasi pekerjaan
Monthly Certificate (MC).
- Segala sesuatu yang berhubungan dengan Administrasi dan teknis pelaksanaan
pekerjaan ini berpedoman dan mengacu pada :
Kontrak beserta lampirannya ( Dokumen Surat Pesanan ( Kontrak )).
1). Petunjuk Teknis Pelaksanaan KEPPRES 80 tahun 2003.
2). Keputusan Menteri Pekerjaan Umum.
3). Pedoman-pedoman yang mempunyai kekuatan hukum lainnya.

III.13. PEKERJAAN LEMBUR.


Seluruh pekerjaan lembur yang dilaksanakan pada hari libur resmi atau diluar kerja
normal maka kontraktor harus memberitahu dan mendapat persetujuan dari pihak Site
Engineer ( konsultan pengawas) dan pengawas utama ( pemilik kegiatan).

III.14. PERPANJANGAN WAKTU.


Jika Progres Fisik di lapangan belum mencapai 100 % sampai dengan tanggal Serah
Terima Pertama Pekerjaan, maka tidak dapat dilakukan perpanjangan waktu
pelaksanaan pekerjaan, kecuali jika ada ketentuan lebih lanjut.

III.15. TERMINATION / FORTEITURE.


- Merupakan bentuk / tata cara Pemutusan Hubungan Kerja yang dapat dilakukan
apabila :
1). Kontraktor tidak melakukan pekerjaan secara baik dan menerus.
2). Kontraktor meninggalkan pekerjaan tanpa alasan yang dapat diterima.
3). Kontraktor gagal dalam melaksanakan instruksi / perintah.
- Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
349/KPTS/2004 Tentang Penyelenggaraan Kontrak Jasa Pelaksanaan,yang
tergolong Kontrak “Kritis” adalah” antara lain :
1). Dalam periode – I ( Rencana Pelaksanaan Fisik 0 – 70 % ) keterlambatan
kemajuan fisik > 10 %.
2). Dalam periode – II ( Rencana Pelaksanaan Fisik 70– 100 % ) keterlambatan
kemajuan Fisik > 5 %.
3). Apabila Kontraktor tidak berhasil menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang
telah ditetapkan, akan dikenakan denda keterlambatan yang besarnya sesuai
ketentuan dalam Dokumen Kontrak.
- Apabila terjadi keterlambatan yang nilai “ kritis “ sesuai dengan katagori butir 3)
diatas maka perlu diadakan Rapat pembuktian ( Show Cause Meeting ). Dan jika
beberapa proses Rapat Pembuktian ( Test Case ) telah dilaksanakan, ternyata
kontraktor gagal menunjukkan prestasi kerja, maka Kepala SKPD-TP /Pejabat
Pembuat Komitmen TP dapat mengusulkan Pemutusaan Kontrak atau
kesepakatan tiga pihak ( Three Parties Agreement ) sesuai KEPMEN PU Nomor :
67/KPTS/1998.
- Apabila terjadi pemutusan kontrak maka jaminan pelaksanaan disita untuk
Negara.

III. 16. AS BUILT DRAWING.


- As Built Drawing dibuat oleh kontraktor, disetujui oleh konsultan supervisi dan
kegiatan. As Built Drawing dibuat dan disusun secara baku sesuai bentuk / format
dari kegiatan dalam rangkap 12 ( 1 asli, 7 copy 100%, 4 copy 50 % ).
- As Built Drawing adalah gambar pelaksanaan sebenarnya yang disusun / dibuat
setelah setiap pekerjaan mendekati selesai.
- Draft As Built Drawing harus sudah siap pada saat kontraktor mengajukan surat
permohonan PHO, dan selesai pada saat PHO dapat diterima.

III.17. FOTO-FOTO DOKUMENTASI.


- Merupakan dokumen visual tentang pelaksanaan kegiatan yang memberikan
gambaran tentang keadaan – keadaan berikut :
1. Keadaan sebelum pekerjaan dimulai ( Kondisi 0 % ).
2. Keadaan Pekerjaan Sedang Dilaksanakan ( Kondisi 50 % ).
3. Keadaan Pekerjaan telah selesai ( Kondisi 100 % ).
- Ketiga keadaan tersebut diatas harus diambil dari sudut pandang dan titik
pengambilaan yang sama.
- Foto – foto tersebut diperbanyak / dibuat rangkap 3 ( tiga ) dengan ukuran 3 R, dan
disusun rapi dalam album foto, diserahkan kepada kegiatan untuk diteruskan
kepada yang terkait.

III.18. LAPORAN-LAPORAN.
Laporan Harian Standar harus dibuat oleh kontraktor dan diisi setiap hari serta ditanda tangani
oleh kontraktor, konsultan supervisi dan direksi.
- Kontraktor juga harus membuat laporan Mingguan yang merupakan rangkuman
kegiatan setiap minggu dan ditanda tangani oleh kontraktor bersama supervisi dan
direksi.
- Keberadaan dan tanggung jawab personil konsultan pengawas adalah mengawasi
sesuai dengan tanggung jawabnya mengenai pelaksanaan di lapangan, dalam
mengawasi dan mengarahkan kontraktor harus berada di lapangan.
- Keberadaan dan tanggung jawab personil kontraktor pelaksana yaitu kepala
kegiatan ( General Superintendent / GS ) termasuk staff kegiatan dari pihak
kontraktor akan selalu di lokasi pekerjaan dan apabila ada keperluan yang
mendesak untuk meninggalkan lokasi pekerjaan, maka harus mendapat izin dari
PPK -TP serta menunjuk wakilnya yang dapat memutuskan hal – hal yang
dianggap perlu di lapangan.
III.19. PROVISIONAL HAND OVER ( PHO ).
- Tanggal PHO atau penyerahan pertama pekerjaan dari kontraktor kepada kegiatan
merupakan awal dari masa pemeliharaan ( Warranty Period ).
- Usulan PHO diajukan tiga (3) minggu oleh kontraktor sebelum tanggal Surat pesana
(kontrak) berakhir setelah prosentase kemajuan fisik di lapangan mencapai 100 %
,
- Pelaksanaan penyerahan dilakukan oleh suatu panitia PHO (Tim Teknis) yang
dibentuk dengan Surat Keputusan Pihak Pemilik Proyek.
- Panitia tersebut meninjau lapangan, membuat Berita Acara dan menetapkan
pekerjaan yang masih perlu diperbaiki atau disempurnakan.
- Setelah diterbitkan Berita Acara Serah Terima Pertama ( PHO ) maka pembayaran
kepada kontraktor dapat dilakukan setelah kontraktor menyerahkan jaminan
pemeliharaan sebesar 5 % .Jaminan pemeliharaan sebesar 5 % dapat dibayar
pada saat masa pemeliharaan berakhir ( FHO )
- Provesional Hand Over ( PHO ) dan Final Hand Over ( FHO ), harus mengikuti
prosedure yang ditentukan dalam Surat Pesanan (kontrak) dan dilengkapi dengan
segala yang berhubungan dengan tata cara administrasi kegiatan, melalui jalur
birokrasi yang benar ( keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
67/KPTS/1998/Bab XXVII ).

III.20. WARRANTY PERIOD ( Masa Pemeliharaan ).


- Masa pemeliharaan selama 365 ( Tiga Ratus enam Puluh ) hari kalender mulai
berlaku pada tanggal yang ditetapkan dalam Berita Acara Serah Terima Pertama
Pekerjaan (PHO).
- Selama masa tersebut kontraktor wajib memelihara hasil pekerjaan agar tetap
dalam kondisi baik. Untuk itu kontraktor perlu menyiapkan suatu Tim
Pemeliharaan yang memiliki personil alat dan bahan yang sesuai.

III.21. FINAL HAND OVER.


- Penyerahan Pekerjaan Akhir dari kontraktor kepada Pihak kegiatan dapat
dilaksanakan setelah seluruh kewajiban kontraktor selama masa pemeliharaan
diselesaikan.
- Dalam tahap ini semua jaminan dikembalikan kepada kontraktor.
- Jaminan pemeliharaan akan dikembalikan setelah Serah Terima Akhir (FHO).

III.22. LAIN-LAIN.
- Pihak rekanan harus membuat surat pernyataan untuk pekerjaan padat karya
Bahwa pihak rekanan sanggup membayar upah pekerja sesuai dengan Upah
minimum Provinsi ( UMP ).
Pekerja Padat karya diutamakan masyarakat di lokasi pekerjaan dan laporan di
laporkan setiap bulan berikutnya.
- Demi kelancaran pelaksana pekerjaan pihak Kontraktor harus melakukan
pendekatan kepada masyarakat disekitar lokasi pekerjaan terutama pada area
milik penduduk yang terkena lokasi pekerjaan dan tidak ada ganti rugi dalam
bentuk apapun.
- Kepada pihak kontraktor/penyedia jasa agar bertanggung jawab terhadap terjadinya
kecelakaan kerja sesuai dengan Peraturan mentri pekerrjaan Umum
No.05/PRT/M/2014 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja ( SMK3 ) :
1. Penyedia jasa / kontraktor harus menugaskan ahli K3 Konstruksi untuk
setiap pekerjaan yang mempunyai potensi bahaya K3 tinggi atau petugas
K3 tingkat potensi bahaya rendah.
2. Pihak penyedia jasa harus melaporkan kepada PPK-TP dan Dinas yang
membidangi ketenaga kerjaan setempat tentang kejadian bahaya ,
kecelakaan kerja Konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi dalam
bentuk laporan bulanan.
3. Menindaklanjuti surat peringatan yang diterima oleh PPK – TP.
4. Pihak kontraktor bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja , Apabila tidak menyelenggarakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU sesuai dengan RK3K.
5. Pihak kontraktor harus mengikut sertakan pekerjanya dalam program
perlindungan tenaga kerja selama kegiatan pekerjaan konstruksi.
6. Pihak Kontraktor harus melakukan pengendalian resiko K3 Konstruksi,
termasuk inspeksi yang meliputi : tempat kerja, Peralatan kerja, cara kerja,
Alat Pelindung Diri ( APD ) , Rambu-rambu dan lingkungan kerja sesuai
RK3K.
- Untuk mempermudah pengambilan keputusan dalam waktu yang cepat dan untuk
mengurangi kelemahan-kelemahan perlu diadakan pertemuan mingguan antara
unsur terkait yaitu : kontraktor, konsultan dan pihak kegiatan.
- Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan, kontraktor perlu menyediakan
alat atau fasilitas komunikasi.
- Kontraktor harus membuat pernyataan yang isinya menyatakan bahwa segala
bentuk pembayaran yang diterima baik berupa uang muka maupun nilai prestasi
pekerjaan hanya digunakan oleh kontraktor untuk keperluan kegiatan.
- Berita Acara ini dilampirkan dengan :
1. Surat Penugasan Personil.
2. Struktur Organisasi.
3. Daftar Peralatan Kontraktor.
4. Sket Lokasi kegiatan, Quary, AMP dan Base Camp.
5. Time Schedule.

Demikian, Berita acara PCM ini merupakan suatu kesatuan dengan Surat Pesanan
(Kontrak) :

Bengkulu, Agustus 2023

Untuk dan atas nama Penyedia Untuk dan atas nama


PT. LESTARI SARANA MANDIRI PPK-TP 01
BENGKULU SKPD-TP Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Bengkulu

Kuwatono Sajiwo Winarno Putro, S.T


Kepala Cabang NIP. 19820619 200904 1 001

DAFTAR HADIR
RAPAT PELAKSANAAN PRA PEKERJAAN
( PRE CONSTRUCTION MEETING )

PEKERJAAN : Perbaikan Jalan Ruas Tanah Rekah -[Link] (Teras Terunjam) E Katalog
Paket 1

HARI / TANGGAL : Selasa/11 April 2023


/ 2 Juli 2007P
PUKUL : 10.00 WIB s/d. Selesai

TEMPAT : Ruang Rapat SKPD-TP Dinas PU Provinsi Bengkulu

NO NAMA JABATAN TANDA TANGAN


111

2
Nomor : PR.01.02 / PPK /SKPD-TP/DPU/227 Bengkulu, 10 April 2023
Lamp. : --

Kepada Yth.
1. Dir/GS [Link] Purajaya
di -
TEMPAT

Perihal : Undangan Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (PCM)

Sehubungan dengan Surat pesanan No:HK.02.03/030/PPK/SKPD/DPU/2023 Tanggal 6 April


2023 dan SPMK No : KU.02.09/031/PPK/SKPD-TP/DPU/2023 Tanggal 6 April 2023 dengan
ini Pejabat Pembuat Komitmen TP Paket pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Jalan Kerkap –
SP. Nakau (E Katalog) mengundang saudara untuk menghadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan
Pekerjaan (PCM) dan mempresentasikan Rencana Mutu Kontrak (RMK), yang akan
diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Selasa / 11 April 2023


Jam : 10.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Ruang Rapat SKPD-TP Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu
Jl. Prof. DR. Hazairin, SH No. 901 Bengkulu.

Mengingat pentingnya acara ini maka diharapkan saudara hadir dalam rapat tepat pada
waktunya.
Kuasa Pengguna Anggaran
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen TP
SKPD-TP DPU Provinsi Bengkulu

Yasiruddin, S.T., [Link]


NIP. 19781013 200604 1 005

Tembusan disampaikan Kepada :

1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu.


2. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Provinsi Bengkulu.
3. Kepala SKPD-TP Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu.
4. Arsip.
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
SKPD-TP DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI
BENGKULU
Jl. Prof. DR. Hazairin, SH No. 901 Bengkulu Telp. (0736) 21139

BERITA ACARA
RAPAT PRA PELAKSANAAN
( PRE CONTRUCTION MEETING )

NOMOR KONTRAK :
HK.02.03/030/PPK/SKPD-TP/DPU/2023/SKPD- TANGGAL
KONTRAK : 6 April 2023
NILAI KONTRAK : RP. [Link],-
PENYEDIA JASA : PT. RODATEKNINDO PURAJAYA

PEKERJAAN PRESERVASI
JALAN AIR KERKAP – SP. NAKAU (E KATALOG)

TAHUN ANGGARAN 2023

Anda mungkin juga menyukai