0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan104 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 SD

Diunggah oleh

siti istikhomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan104 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 SD

Diunggah oleh

siti istikhomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar Baru 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 1 : Seni di Sekitarku
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa berdiskusi mengenai aneka karya seni dan alasan mereka menciptakan karya seni
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Saya dapat menghasilkan karya dan tindakan yang original.
 Mandiri: Regulasi: Saya percaya diri dalam mengekspresikan idesaya melalui seni.
D. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
E. SARANA DAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
SumberBelajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Pensil/krayon/arang/pulpen/spidol dan lain-lain; murid dipersilahkan memilih dan mencoba
alat yang berbeda saat berkreasi.
 Guru dapat mempersiapkan beberapa benda artistik sebagai tambahan stimulus bagi murid

F. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
G. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
 Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
 Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
 Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan,merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber, A.3
Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi serupa.
Menciptakan
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan berbagai media, bahan, alat, teknologi dan
proses yang sesuai dengan tujuan tertentu.
Tujuan Pembelajaran Kegiatan 1
 Siswa mampu mengasosiasikan definisi“indah” atau “artistik” dari benda-benda di sekitarnya.
 Siswa mampu mendokumentasikan hasil pengamatannya.
 Siswa percaya diri dalam memilih alat dalam proses dalam berkreasi
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Peserta didik akan mengeksplorasi cara menggunakan media yang tersedia (mungkin pensil,
krayon, pensil warna, spidol, kapur atau media lainnya)
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa yang membuat kreasimu berbeda dengan kreasi orang lain?
 Apa yang membuatmu memilih alat tertentu untuk membuat kreasi dari apa yang kamu amati?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa hadir secara sadar, membangun koneksi emosi dan kognisi terhadap
pengalaman belajar seni.

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama untuk membangun kesadaran dan
kesiapan belajar.
2. Dilanjutkan dengan sesi refleksi singkat: siswa diminta mengingat satu benda favorit
yang menurut mereka “indah” dan menjelaskan alasannya dalam hati.
3. Guru memancing diskusi awal:
o “Menurut kalian, apa arti dari kata ‘artistik’ atau ‘indah’?”
o “Apakah semua orang punya pendapat yang sama?”
4. Guru menjelaskan bahwa pada hari ini, setiap siswa akan mengeksplorasi keindahan dari
benda-benda sederhana di sekitarnya tanpa batasan teknik.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Memberi ruang bagi kreativitas, eksplorasi bebas, dan pemaknaan terhadap keindahan
dalam perspektif masing-masing siswa.

1. Eksplorasi dan Observasi:


o Siswa diajak untuk berjalan-jalan di sekitar kelas atau lingkungan sekolah untuk
memilih satu benda yang menurut mereka paling “artistik” atau “menarik”.
o Guru memberi waktu dan ruang bagi siswa untuk benar-benar mengamati detail
benda tersebut (bentuk, garis, tekstur, atau warna).
2. Dialog & Refleksi Bersama:
o Siswa mendiskusikan pilihannya dalam kelompok kecil:
 “Mengapa memilih benda itu?”
 “Apa yang membuatnya artistik menurutmu?”
o Guru memfasilitasi diskusi klasikal untuk menemukan definisi kolektif tentang
‘artistik’, berdasarkan ragam pandangan siswa.
3. Kreasi Visual:
o Siswa menggambar benda hasil pengamatannya menggunakan alat yang tersedia
(bebas: pensil, bolpen, spidol, arang, dll.).
o Guru memberikan dukungan dan contoh teknik menggambar garis atau bentuk
jika diperlukan, tanpa membatasi gaya siswa.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa menemukan makna dari proses eksplorasi dan membangun
pemahaman mendalam melalui ekspresi dan kolaborasi.

1. Gallery Walk:
o Siswa menampilkan hasil gambar mereka dalam bentuk pameran kelas mini.
o Setiap siswa diberi waktu untuk berjalan, mengamati karya teman, dan
menuliskan atau menyampaikan pertanyaan atau apresiasi.
o Pertanyaan pemandu:
 “Apa yang membuat karyamu unik dibandingkan karya teman?”
 “Mengapa kamu memilih alat atau teknik tertentu?”
2. Refleksi Akhir:
o Guru mengajak siswa merefleksikan pengalaman:
 “Apa yang kamu pelajari hari ini tentang keindahan?”
 “Bagaimana perasaanmu setelah mengekspresikan pengamatan melalui
gambar?”
o Guru menyimpulkan pembelajaran dengan menguatkan bahwa setiap ekspresi
seni bersifat personal dan sah.
3. Penutupan:
o Guru memberi apresiasi atas usaha semua siswa.
o Siswa diberi kesempatan secara bergantian memimpin doa penutup sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan siswa
dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan menunjukkan
orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan konteks siswa.
Guru hanya mengajarkan pengetahuan danketerampilan. Siswa diberi keleluasaan untuk
menerjemahkan pengetahuan danketerampilannya ke dalam karya yang kemudian diapresiasi
bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk mengumpulkan,menyimpan
dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam bentuktulisan dan gambar. Guru dan
orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dankreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai informasi
untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran kerja. Guru
dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai suatu
topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Ajak siswa untuk menggunakan kosakata seni dalam mendeskripsikan garis yang
digunakan dalam gambar.
 Siswa bisa mencoba untuk mengamati orang dan menggambarnya. Bisa berpasangan2025
dengan teman
Mengetahui:untuk menjadi model gambar.
Remedial
Kepala SDN Johar Baru 19 Pagi, Guru kelas I,
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami
materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-1

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Seni ada di sekitarmu.
Amati, rasakan dan alami.
Selalu ada sisi yang spesial dan artistik.
Bahkan dari benda-benda yang biasa kamu lihat sehari-hari.

Kamu bisa membuat kreasi dari apa yang kamu amati.


Walaupun mengamati benda yang sama, kreasimu pasti akan berbeda dari kreasi orang lain.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-2

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Lihatlah gambar boks berikut ini.
Kemudian pejamkan mata Anda.
Bayangkan boks ini berisi benda paling indah yang pernah Anda lihat.
Benda apakah itu?
Seperti apa bentuknya?

Bagaimana warnanya?
Apakah permukaannya kasar atau halus?
Apakah benda tersebut memiliki bau?

Masih pejamkan mata Anda.


Sekarang bayangkan Anda akan memasukkan foto sebuah pemandangan terindah yang
pernah anda lihat ke dalam boks ini.
Pemandangan apakah itu?
Di manakah Anda melihat pemandangan tersebut?
Bagaimana perasaan Anda ketika melihat pemandangan
itu?

Terakhir,
Bayangkan Anda akan memasukkan beberapa lembar kertas ke dalam boks ini.
Setiap kertas berisi satu kata sifat.
Kata-kata sifat tersebut adalah kata sifat yang ingin Anda rasakan dan alami melalui pelajaran Seni
Rupa.
Kata-kata sifat tersebut adalah kata sifat yang juga ingin Anda tanamkan pada siswa Anda melalui
pelajaran Seni Rupa.
Nilai Paraf Orang Tua
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Bacaan Guru
Kata-kata apa saja yang Anda masukkan?
Kreativitas?
Apresiasi?
Keindahan?
Kepercayaan diri?
Kemanusiaan?

Sekarang, perlahan Anda akan membuka mata.


Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan
perlahan. Bagaimana pengalaman Anda barusan?

Kami mengucapkan selamat apabila Anda merasa nyaman dengan pengalaman barusan.
Kami juga mengucapkan selamat apabila Anda merasa tidak nyaman dengan pengalaman
barusan karena Anda sudah berani mengambil resiko dan bersedia merasa tidak nyaman.
Dua hal itu adalah langkah awal yang sangat baik menuju kreativitas.

Boks ini adalah bekal Anda untuk sepanjang tahun ajaran berikut.
Setiap kali Anda merasakan kebuntuan atau kelelahan,
buka kembali boks ini untuk mendapatkan energi dan ide-ide baru.
Anda boleh mengganti isinya setiap saat Anda merasa mendapatkan ide atau pengalaman
estetika baru yang menurut Anda lebih sesuai untuk disimpan.

Sekali lagi,
Kami mengucapkan selamat belajar dan berbagi bersama siswa-siswi Anda!
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya lukisan Basoeki Abdullah: Siblings (1971)
 Karya patung Dolorosa Sinaga: Sufi Dancer (2013)
 Karya lukisan Yayoi Kusama: Pumpkin (1990)
 Karya macrame Agnes Hansella: Mountain (Bali, 2020)
D. GLOSARIUM
 Mengenai aneka karya seni dan alasan mereka menciptakan karya seni
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun :Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 2 : Aneka Garis
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mengidentifikasi aneka garis yang terdapat di sekitar mereka
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: Saya dapat mengaplikasikan ide
baru sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan.
 Bernalar Kiritis: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: Saya
dapatmenggunakan kosakata seni.
D. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
E. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup
luas Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Kertas
 Pensil/krayon
 Jendela bidik (viewfinder). Cara membuatnya: siapkan bekas kotak susu atau kotak makanan.
Potong sepertibentuk di bawah ini.

F. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
G. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
MengalamiMenciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media (pensil/krayon).
Merefleksikan
 R.1 Menghargai pengalamandan pembelajaran artistik

Tujuan Pembelajaran Kegiatan 2


 Siswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis garis, pada gambar ataupun pada benda-benda
di sekitarnya.
 Siswa dapat menggambar sebuah pohon dengan menggunakan beberapa macam garis.
 Siswa membandingkan dan mengambil kesimpulan tentang arti garis tipis dan garis tebal
yang ditemukanpada pohon.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Garis dibagi berdasarkan bentuknya menjadi lurus, bergelombang, zigzag, spiral, melingkar,
lengkung. Garis juga dibagi berdasarkan arahnya menjadi vertikal, horizontal dan diagonal.
Mereka akan menerapkan pengertian tentang garis tersebut ke dalam sebuah karya 2
dimensi,dan membandingkan media yang berbeda untuk menggambar garis.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa perbedaan cara membuat garis tipis dan garis tebal?
 Bagaimana kamu dapat membandingkan ranting yang tebal dan ranting yang tipis?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kegiatan Awal (Mindful Learning)

1. Guru membuka kegiatan dengan salam hangat dan doa bersama untuk membangun
suasana belajar yang tenang dan penuh rasa syukur.
2. Guru memfasilitasi sesi relaksasi ringan (contoh: latihan pernapasan atau ice breaking
reflektif) untuk membantu peserta didik hadir secara mental dan emosional.
3. Guru memotivasi siswa dengan mengingatkan bahwa setiap karya adalah cerminan unik
dari diri mereka. Tidak ada gambar yang salah, karena seni adalah bentuk ekspresi.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami elemen garis dan
menggunakannya untuk mengekspresikan ide melalui gambar pohon.
5. Guru mengecek kehadiran peserta didik sambil membangun koneksi personal (contoh:
menyapa satu per satu atau bertanya singkat tentang perasaan mereka hari ini).

B. Kegiatan Inti (Joyful & Meaningful Learning)


Fase Eksplorasi dan Kolaborasi (Joyful)

1. Siswa diajak membaca bersama tulisan pada modul siswa yang berkaitan dengan jenis-
jenis garis.
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang gambar-gambar dalam modul. Pertanyaan pemantik:
o “Apa yang kalian lihat dari gambar ini?”
o “Apa jenis garis yang terlihat?”
o “Apa perbedaan dan persamaannya?”
3. Siswa diberikan alat bantu berupa jendela bidik untuk eksplorasi garis di lingkungan
sekitar kelas atau sekolah.
4. Dalam kelompok kecil, siswa mencari berbagai bentuk garis (lurus, lengkung, patah,
spiral, dll.) dari benda di sekitar mereka, kemudian mendokumentasikan hasil
temuannya.

Fase Elaborasi dan Kreasi (Meaningful)

5. Guru menjelaskan bahwa siswa akan membuat gambar pohon dengan memanfaatkan
pemahaman tentang garis. Pohon bisa bersifat imajinatif atau realistis.
6. Siswa membuat gambar pohon dengan memperhatikan penggunaan garis untuk: akar,
batang, dahan, ranting, serta menambahkan detail seperti daun, tupai, burung, atau
elemen lainnya.
7. Guru mendorong siswa untuk menggunakan seluruh area kertas dan berani
mengeksplorasi variasi garis.
8. Sambil menggambar, guru berkeliling, memberikan umpan balik positif dan pertanyaan
reflektif (contoh: “Apa yang membuat kamu memilih bentuk batang seperti itu?”).

C. Kegiatan Penutup (Reflektif & Meaningful Closure)

1. Guru mengajak siswa melakukan gallery walk sederhana di kelas, melihat karya teman-
teman, lalu saling memberi apresiasi.
2. Siswa diminta menyampaikan refleksi singkat:
o “Apa garis favoritmu dalam gambar ini?”
o “Apa hal baru yang kamu pelajari tentang garis?”
o “Bagaimana perasaanmu saat membuat karya ini?”
3. Guru memberikan klarifikasi dan memperkuat konsep yang muncul dalam diskusi.
4. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama siswa, dan memberikan pesan
penguatan: bahwa keberanian mengekspresikan diri adalah bagian dari proses belajar.
yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secarabergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untukmemimpin doa sebagai tanda
berakhirnya pembelajaran.

Berpikir & Bekerja Artistik


Gallery walk
Para siswa mendisplay gambar-gambarnya. Berikankesempatan untuk mereka saling memberikan
pendapat atau pertanyaan.
Pertanyaan esensial
 Apa perbedaan cara membuat garis tipis dan garis tebal?
 Bagaimana kamu dapat membandingkan ranting yang tebal dan ranting yang tipis?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawatdan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasidan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil ataubesar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannyamengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnyakelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Ajak siswa untuk membayangkan dirinya sebagai sebuah pohon. Apa yang terjadi ketika
pohon tumbuh? Bayangkan biji di dalam tanah tumbuh menjadi tunas, muncul ke permukaan
tanah, makin lama makin tinggi, dahan dan rantingnya pun makin besar/ Bayangkan pohon
tersebut menyapa matahari pagi yang memberinya sinar untuk tumbuh. Bayangkan apa yang
terjadi saat hujan datang, atau angin sepoi-sepoi tiba-tiba berubah menjadi angin yang besar.
Bayangkan binatang-binatang yang hidup dan bermain di sekitar pohon itu.

Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

2025
Mengetahui:
Kepala SDN Johar Baru 19 Pagi, Guru kelas I,

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Yuk amati elemen garis pada gambar-gambar berikut
ini. Dapatkah kamu menemukan garis lurus?
Garis lengkung? Garis spiral? Garis tebal dan tipis?

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya lukisan Adi Dharma aka stereoflow: Beats and Pieces (2017)
 Karya lukisan Barli Sasmitawinata: Dua Gadis (2000)
 Karya lukisan Krasner: Untitled (1948)

D. GLOSARIUM
 Menerapkan pengertian tentang garis tersebut ke dalam sebuah karya 2 dimensi,dan
membandingkan media yang berbeda untuk menggambar garis

E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 3 : Garis yang Menunjukkan Gerakan
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa membentuk persepsi dan menggambarkan kualitas garis (misalnya tebal, tipis atau rapat,
renggang) dengan cara menghubungkannya dengan suara atau gerakan tertentu. Mereka
kemudian membuat gambar menggunakan berbagai macam garis sebagai bentuk respon
terhadap musik tertentu.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Mandiri: Regulasi: Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah
disepakati.
 Kreatif: Menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal:Saya mencari inspirasi untuk
membantu memunculkan ide-ide sendiri; Saya dapat menghubungkan gagasan-gagasan
yang ada dalam merespon dan membuat karya seni.
D. 8 D I M E N S I PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Kertas
 Pensil/krayon/arang/pulpen/spidol dan lain-lain ; murid dipersilahkan memilih dan mencoba
alat yang berbeda saat berkreasi.
 Beberapa jenis lagu dengan irama yang bervariasi: keroncong, dangdut, rock,klasik, gamelan,
dll.

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan,merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2 Eksplorasi aneka media dan proses.
Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media (pensil/krayon).
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.
Tujuan PembelajaranKegiatan 3
 Siswa mampu merasakan arah dan gerakan yang direpresentasikan oleh garis.
 Siswa mengeksplorasi garis dalam hubungannya dengan musik dan perasaan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Siswa untuk menelusuri garis yang ada pada gambar-gambar pada modul murid
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bentuk garis seperti apakah yang dirasakan?
 Apakah garistersebut statis atau dinamis?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membangun kesadaran dan kesiapan mental untuk belajar melalui eksplorasi
pengalaman personal terhadap bentuk dan gerak.

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.


2. Siswa diajak untuk duduk tenang dan memusatkan perhatian pada pernapasan dalam
diam sejenak (1 menit mindfulness).
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
o “Apa bentuk garis yang kamu lihat di sekitarmu hari ini?”
o “Apakah semua garis terlihat sama, atau berbeda-beda geraknya?”
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menghubungkan dengan pengalaman
sehari-hari, misalnya gerakan kertas tertiup angin, ikan berenang, atau daun jatuh.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi aktif dan imajinatif, serta memberikan ruang bagi siswa untuk
berekspresi melalui garis dan musik.

1. Eksplorasi Visual:
o Siswa menelusuri garis-garis pada gambar dalam modul murid.
o Diskusi bersama:
 “Apakah garisnya statis atau dinamis?”
 “Bagaimana kamu membedakan garis yang ‘tenang’ dan garis yang
‘bergerak’?”
2. Eksplorasi Imajinatif:
o Guru mengajak siswa membayangkan bentuk garis yang dihasilkan oleh
gerakan benda alami, seperti:
 kertas melayang di udara,
 ikan berenang,
 asap dari lilin,
 ular merayap,
 rumput bergoyang ditiup angin.
o Siswa menyebutkan benda lain di sekitarnya dan menggambarkan bagaimana
gerakan benda itu dapat diterjemahkan menjadi garis.
3. Eksplorasi Musik & Garis:
o Guru menyiapkan kertas dan berbagai alat gambar (pensil warna, spidol, krayon,
pulpen).
o Guru memutar musik dengan karakteristik berbeda (lambat, cepat, riang,
tenang).
o Siswa menutup mata saat mendengarkan, dan membayangkan garis seperti apa
yang "muncul" di benaknya.
o Setelah mendengar, siswa membuka mata dan menggambarkan interpretasi
garis berdasarkan musik tersebut di atas kertas.
o Siswa bebas memilih atau mengganti alat gambar agar lebih sesuai dengan
ekspresi irama.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Memberi makna pada proses kreatif yang telah dilakukan dan menyadarkan siswa
pada hubungan antara irama, gerak, dan ekspresi visual.

1. Refleksi Bersama:
o Diskusi ringan:
 “Bagaimana musik mempengaruhi garis yang kamu gambar?”
 “Apakah kamu merasa lebih bebas saat menggambar dengan musik?”
o Siswa saling berbagi hasil karyanya dan memberi komentar apresiatif satu sama
lain.
2. Makna & Koneksi:
o Guru menyimpulkan bahwa garis tidak hanya bersifat visual, tetapi juga
dapat menjadi ekspresi dari rasa dan gerak.
o Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan: “Bagaimana kamu bisa
menggunakan garis untuk menceritakan perasaanmu, atau menggambarkan
suasana hati?”
3. Penutupan:
o Guru mengajak siswa merefleksikan pengalaman hari ini secara pribadi.
o Pelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin siswa secara bergantian.
Berpikir & Bekerja Artistik
Integrasi Seni Rupa dan Seni Tari:
Ajak siswa untuk menari mengikuti musik, dan membayangkan jejak garis-garis apa yang
terbentuk, Minta mereka untuk membandingkan garis-garis yang mungkin terbentuk oleh tarian
yang diiringi oleh musik gamelan Bali,dibandingkan dengan musik seruling Sunda.

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian, minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir
dankreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawatdan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil ataubesar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek, laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Jika memungkinkan untuk menyediakan krayon dan cat air, siswa dapat mencoba teknik wax-
resistant (tahan lilin). Gunakan krayon untuk menggambar garis-garis [Link] itu,
sapukan cat air. Amati apa yang terjadi dengan cat air pada bagian garis yang digambar dengan
krayon.
………………., Juli 20..
Remedial Mengetahui,
Remedial diberikanKepala
kepadaSD
peserta
……… Gurumemahami
didik yang membutuhkan bimbingan untuk Kelas materi atau
pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

………………………………. ………………………………
NIP. NIP.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Lihatlah semua garis ini. Semua menunjukkan gerakan.
Mari gerakkan jari atau tanganmu mengikuti garisnya. Garis seperti apa yang kamurasakan?
Sekarang pejamkan matamu. Dengarkan lagu yang diputarkan gurumu. Gerakkan tanganmu
mengikuti irama lagu. Garis seperti apa yang kamu dapatkan?

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya Zaky Arifin: Conundrum #1 (2014)
 Karya-karya ilusi optik seniman Bridget Riley: Descending (1965-1966)
 Karya Wassily Kandinsky: Transverse Line (1923)
 Karya Kartika Affandi: Fishing Boat Perahu Eretan (1993)
D. GLOSARIUM
 Membuat gambar menggunakan berbagai macam garis sebagai bentuk respon terhadap musik
tertentu
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 4 : Garis Membuat Bentuk
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa membentuk persepsi tentang bagaimana garis lurus dan garis lengkung membuat bentuk
geometris dan bentuk organik. Mereka kemudian menerapkan aneka bentuk ke dalam sebuah
karya 2 dimensi sambil mengidentifikasi jenis garis dan ukuran bentukyang digambarnya.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Menghasilkan karya dan tindakan yang original: Saya dapat mengaplikasikan ide
baru sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan.
 Mandiri: Regulasi Diri: Saya dapat menyelesaikan tugastugas dalam waktu yang
telahdisepakati.
C. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Kertas warna, atau kertas koran, atau majalah bekas.
 Pensil, atau alat gambar lain.
 Foto rumah atau truk atau mobil, sebagai alat peraga. Lebih baik jika dapat melakukan
pengamatan langsung.

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring),
pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Platform daring.
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2 Eksplorasi aneka media dan proses.
Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media (pensil/krayon).
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.

Tujuan PembelajaranKegiatan 4
 Siswa memahami bahwa berbagai jenis bentuk dibentuk oleh berbagai macam garis.
 Siswa dapat mengidentifikasi nama-nama bentuk geometris (segitiga, segiempat, lingkaran,
oval, trapesium) dan bentukorganik.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Memahami bahwa berbagai jenis bentuk dibentuk oleh berbagai macam garis.
 Mengidentifikasi nama-nama bentuk geometris (segitiga, segiempat, lingkaran, oval,
trapesium) dan bentuk organik
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Darimana kamu mendapatkan idemu? Apa atau siapa yangmenjadi inspirasimu?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa hadir secara sadar dan terhubung secara emosional dan kognitif
dengan konsep bentuk dalam kehidupan sehari-hari.

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.


2. Guru mengajak siswa bermeditasi ringan dengan menutup mata dan membayangkan
rumah mereka.
3. Dengan nada pelan dan terarah, guru menyebut beberapa bentuk seperti “lingkaran”,
“persegi panjang”, “segi tiga”, dan siswa diminta menyebutkan benda di rumah yang
memiliki bentuk tersebut (misalnya: pintu = persegi panjang, jam = lingkaran).
4. Guru memantik diskusi awal:
o “Apa yang membedakan bentuk persegi dengan bentuk awan?”
o “Bentuk seperti apa yang kamu sering lihat di alam?”
o Menjelaskan bahwa garis yang kembali ke titik awal akan membentuk
bentuk (shape), dan bentuk bisa bersifat geometris atau organik.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi visual dan imajinatif, mengembangkan kemampuan


menggambar berdasarkan pengalaman dan pengamatan detail.

1. Eksplorasi Imajinatif:
o Guru menawarkan dua pilihan subjek gambar: “rumah” atau “truk”.
o Siswa bebas memilih satu objek untuk digambar, dan menyampaikan alasannya
(misalnya: suka bermain truk, rumah impian, kenangan masa kecil).
o Guru menekankan pentingnya menggunakan beragam jenis garis (lurus,
lengkung, zig-zag, putus-putus) dan bentuk (geometris dan organik) dalam
gambar.
2. Kreasi Visual:
o Siswa mulai menggambar dengan imajinasi dan ingatan mereka.
o Guru mendampingi siswa menggali lebih dalam pada detail visual:
 “Apa bentuk pegangan pintunya?”
 “Bentuk apa yang kamu gunakan untuk jendela?”
 “Bagaimana bentuk bemper atau pot bunga di depan rumahmu?”
o Guru memberi ruang agar siswa dapat menggunakan alat gambar yang mereka
sukai.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa menyadari hubungan antara bentuk, garis, dan pengamatan, serta
memberi makna terhadap proses menggambar.

1. Presentasi Mini:
o Siswa menampilkan gambar mereka secara berpasangan atau kelompok kecil.
o Teman diminta mengamati dan mengajukan pertanyaan, seperti:
 “Kenapa kamu memilih bentuk bulat untuk jendelanya?”
 “Apa arti benda ini dalam gambar kamu?”
2. Refleksi Bersama:
o Guru memandu diskusi:
 “Apa yang kamu pelajari tentang garis dan bentuk hari ini?”
 “Apa perasaanmu saat menggambar dari ingatan dan imajinasi?”
o Siswa diajak menyimpulkan perbedaan bentuk geometris dan bentuk organik
melalui contoh dalam gambar mereka sendiri.
3. Penutupan:
o Guru memberi penguatan bahwa setiap bentuk punya nilai cerita dan ekspresi
personal.
o Pelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin secara bergiliran oleh siswa.
Berpikir& Bekerja Artistik
Pertanyaan esensial
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Darimana kamu mendapatkan idemu? Apa atau siapa yangmenjadi inspirasimu?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atauketerampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkanbersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan danketerampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan danketerampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuktulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir
dankreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawatdan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapatmelihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakansebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadiefektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasidan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalamkehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil ataubesar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannyamengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnyakelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadaptampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Guru dapat memberikan tantangan lebih dengan:
 Mengintegrasikan kegiatan berhitung, misalnya: “Coba atur agar bentuk geometris yang
kamu gambar lebih banyak dari pada bentuk organik,”
 Mengamati kain tenun tradisional, lalu mengajak anak untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk
geometris pada elemen dekoratif kain tenun tersebut.
2025
Mengetahui:
Remedial
Kepala SDN Johar Baru 19 Pagi, Guru kelas I,
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Motif pada ubin klasik Jogja
 Karya Piet Mondrian: Broadway Boogie Woogie (1942-1943)
 Karya-karya WPAP (Wedha Pop-Art Portrait) dari inpirasi karya Wedha Abdul Rashid
 Karya Krasner: Blue Square (1939-1943)
C. GLOSARIUM
 Menerapkan aneka bentuk ke dalam sebuah karya 2 dimensi sambil mengidentifikasi jenis
garis dan ukuran bentukyang digambarnya.
D. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun :Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 5 : Membuat Bentuk dengan Potong & Tempe
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa menggunakan pemahamannya akan berbagai bentuk untuk membuat kreasi binatang
imajinasinya dalam bentuk kolase. Dalam proses membuat kolase, siswa jugaakan berlatih
menggunakan gunting dan lem dengan efektif.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Menghasilkan gagasan yang orisinal: Saya tidak takut untuk membuat kesalahan
karena saya tahu saya bisa belajar dari kesalahan tersebut.
 Bergotong Royong: Kolaborasi: Saya bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai
tujuan bersama; Saya dapat berkoordinasi, menjadi pemimpin ataupun menjadi yang
dipimpin.
D. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Pensil, atau alat gambar lain.
 Gunting dan lem
 Kertas warna, atau kertas koran, atau majalah bekas
 Berbagai macam ukuran (besar, sedang, kecil) dari bentuk segitiga, segiempat, lingkaran dan
oval.
 Berbagai foto binatang

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring),
pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Platform daring.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2 Eksplorasi aneka media dan proses.
Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media (pensil/krayon).
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.
Merefleksikan
 R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.

Tujuan PembelajaranKegiatan 5
 Siswa mampu berkreasi dan mampu memilih bentuk yang diperlukannya.
 Siswa dapat mengidentifikasi nama-nama bentuk geometris dan bentuk organik.
 Siswa dapat menggunakan lem dan gunting untuk membuat kolase.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Berkreasi dan mampu memilih bentuk yang diperlukannya.
 Mengidentifikasi nama-nama bentuk geometris dan bentuk organik.
 Menggunakan lem dan gunting untuk membuat kolase.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Bagian mana yang paling mudah kamu lakukan?
 Bagian mana yang dirasa tersulit bagimu? Bagaimana kamumengatasi kesulitanmu?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membangun kesadaran dan kesiapan mental siswa untuk mengamati, berimajinasi, dan
memahami bentuk-bentuk dasar sebagai bagian dari ekspresi seni.

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.


2. Siswa diajak menyadari kehadirannya dengan aktivitas singkat: “Tutup mata,
bayangkan hewan favoritmu. Apa bentuk tubuhnya? Apa warna khasnya? Bagaimana
bentuk kepalanya? Apakah besar atau kecil?”
3. Guru menayangkan gambar binatang (poin A) dan mengajak siswa mengamati:
o “Bentuk geometris apa yang bisa kamu temukan di tubuh binatang ini?”
o “Apakah kamu bisa membayangkan hewan lain yang juga terbentuk dari
bentuk-bentuk sederhana?”
4. Guru menunjukkan gambar lain (poin B) dan memantik diskusi:
o “Bagaimana variasi ukuran dan warnanya?”
o “Apakah bentuk besar lebih dominan atau saling melengkapi?”

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi visual dan imajinatif, serta memberikan ruang untuk ekspresi
kreatif dan kerja kolaboratif melalui media kolase.

1. Pemahaman Konsep Kolase:


o Guru menjelaskan bahwa seniman sering menggunakan bentuk-bentuk
sederhana (lingkaran, persegi, segitiga, oval) untuk membuat karya unik.
o Guru menekankan bahwa setiap karya adalah hasil dari pilihan personal dalam
bentuk, ukuran, warna, dan penempatan.
o Penjelasan teknis: cara menggunakan lem secara tepat agar kolase rapi dan
tidak rusak.
2. Kegiatan Kreasi Kolase:
o Guru membagikan berbagai bentuk geometris dari kertas warna-warni dan kertas
dasar sebagai media tempel.
o Siswa diminta berpasangan untuk membuat binatang imajinasi dengan
menggabungkan bentuk-bentuk tersebut.
o Guru memfasilitasi suasana kolaboratif:
 “Apa nama binatang imajinasimu?”
 “Bagaimana kalian membagi tugas: siapa menyusun bentuk tubuh, siapa
menempel, siapa memilih warna?”
 “Apa cerita di balik binatang ini?”
o Siswa diberi kebebasan memilih bentuk dan warna sesuai imajinasi mereka.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa memahami nilai proses, menghargai hasil kerja kolaboratif, dan
memberi makna pada karya yang telah dibuat.

1. Presentasi dan Apresiasi:


o Setiap pasangan mempresentasikan kolase binatang imajinasinya.
o Teman-teman diberi kesempatan bertanya dan memberi apresiasi:
 “Apa yang membuat kolase kalian unik?”
 “Mengapa kalian memilih bentuk dan warna tersebut?”
2. Refleksi Bersama:
o Guru memfasilitasi diskusi makna:
 “Apa yang kamu pelajari tentang bentuk dari kegiatan hari ini?”
 “Apa rasanya bekerja sama membuat satu karya?”
o Siswa menuliskan satu hal yang paling mereka sukai dari proses belajar hari ini.
3. Penutupan:
o Guru menyimpulkan bahwa kreativitas tidak harus rumit; dari bentuk-bentuk
sederhana bisa lahir karya luar biasa.
o Pelajaran ditutup dengan doa oleh siswa secara bergiliran.
Berpikir& Bekerja Artistik
Pertanyaan esensial
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Bagian mana yang paling mudah kamu lakukan?
 Bagian mana yang dirasa tersulit bagimu? Bagaimana kamu mengatasi kesulitanmu?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk mengumpulkan,
menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam bentuk tulisan dan
gambar. Guru dan orang tua dapat meninjau kembali proses berpikir dan kreasi siswa
melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnyakelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Siswa dapat menggambar bentuk pada halaman berwarna dari majalah bekas, untuk
kemudian digunting dan digunakan untuk membuat kolase binatang imajinasinya.
2025
Mengetahui:
Remedial
Kepala diberikan
 Remedial SDN Johar Baru
kepada 19 Pagi,
peserta Guru
didik yang membutuhkan kelas untuk
bimbingan I,
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya kolase Ika Vantiani: Red Houses (2009)
 Karya kolase Resatio Adiputra: Currency Series (2017)
 Karya lukisan Paul Klee: Castle and Sun (1928)
D. GLOSARIUM
 Dalam proses membuat kolase, siswa juga akan berlatih menggunakan gunting dan lem
dengan efektif
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis PublicationInc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth. New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : SITI ISTIKHOMAH, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 6 : Bentuk dalam Topeng
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mendiskusikan mengapa orang menciptakan dan memakai topeng. Mereka akan
mengidentifikasikan fitur-fitur yang terdapat dalam sebuah topeng, kemudian menciptakan
topeng manusia atau hewan dengan bahan yang tersedia.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Berkebinekaan Global: Mengenal dan menghargaibudaya: Saya
mengenali,mengidentifikasi, danmendeskripsikan berbagaimacam budaya dan
karyaseninya di tingkat lokal, regional,nasional, dan global.
 Bernalar Kritis: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: Saya dapat
menggunakan kosakata seni(simetri); Saya menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat
bertanya untuk membantu pemahaman saya dalam seni.
C. 8 D I M E N S I P R O F I L L U L U S A N
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Pensil, atau alat gambar lain.
 Gunting dan lem
 Kertas warna, atau kertas koran, atau majalah bekas
 Template topeng di bagian mata. Guru bisa menyiapkannya dulu sejumlah anak sebelum kelas
dimulai.

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Elemen dan Sub-Elemen Capaian
Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2 Eksplorasi aneka media dan proses.
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa .
Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media (pensil/krayon).
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.

Tujuan Pembelajaran Kegiatan 6


 Siswa mengenal berbagai macam topeng dari Indonesia.
 Siswa mengenal konsep simetri.
 Siswa menggunakan teknik lipat, gunting dan tempel untukmembuat topeng kertas.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Mengenal berbagai macam topeng dari Indonesia.
 Mengenal konsep simetri.
 Menggunakan teknik lipat, gunting dan tempel untuk membuat topeng kertas.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Saat melihat berbagai jenis topeng dari berbagai budaya:
 Apa yang kamu lihat? Apa yang kamu pikirkan? Apa yang ingin kamu tanyakan?
 Apa perbedaan yang kamu amati? Apa persamaan yang kamu
amati? Saat melakukan proses kreatif:
 Bagian mana yang terasa paling mudah dalam proses pembuatan karyamu?
 Bagian mana yang terasa sulit?
 Bagaimana strategimu untuk mengatasi kesulitan tersebut? Apa yang kamu rasakan setelah
kamu berhasil mengatasi bagian yang tersulit dalam proses berkaryamu?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membangun kesadaran siswa terhadap kekayaan budaya dan membuka ruang refleksi
atas fungsi, makna, dan simbol yang terkandung dalam karya seni topeng.

1. Pembukaan:
o Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
o Guru melakukan pengecekan kehadiran siswa serta menyampaikan tujuan dan
manfaat pembelajaran hari itu.
2. Aktivasi Kesadaran Budaya:
o Guru memulai dengan pertanyaan reflektif:
 “Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata ‘topeng’?”
 “Apakah kamu pernah melihat pertunjukan yang menggunakan
topeng?”
o Guru mengajak siswa menonton tayangan pendek atau melihat gambar-gambar
topeng dari berbagai daerah (Topeng Bali, Cirebon, Dayak, Papua, dll.)

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi aktif, diskusi bermakna, dan pengembangan pemahaman lintas
budaya melalui pengamatan topeng dan analisis visual-kultural.

1. Eksplorasi dan Observasi:


o Guru mengarahkan siswa menggunakan strategi “Lihat, Pikir, Tanya”:
 Lihat: Apa yang kamu lihat dari topeng ini? (warna, bentuk, ekspresi,
bahan)
 Pikir: Apa fungsi dari topeng ini menurutmu? Apakah warnanya punya
arti? Bagaimana bentuknya memengaruhi ekspresinya?
 Tanya: Apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang topeng ini?
o Diskusi dilakukan secara berkelompok dan hasilnya dipresentasikan singkat oleh
perwakilan.
2. Eksperimen Visual:
o Guru mengajak siswa melakukan eksperimen visual:
 Menutup salah satu sisi topeng dan memperkirakan bentuk sisi yang lain.
 Diskusi reflektif:
 “Apakah sisi kiri dan kanan selalu sama?”
 “Apa arti keseimbangan bentuk dan ekspresi dalam seni
topeng?”
3. Makna Budaya:
o Guru menjelaskan secara kontekstual bahwa topeng memiliki nilai estetika,
simbolik, dan fungsi sosial tertentu (ritual, hiburan, pertunjukan, dll.).
o Siswa mengaitkan topeng dengan tema ekspresi emosi atau peran sosial manusia
dalam kehidupan sehari-hari.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Mengaitkan pengalaman belajar dengan nilai-nilai budaya, membangun rasa ingin
tahu, dan mendorong refleksi personal terhadap makna seni dalam kehidupan.

1. Refleksi Siswa:
o Siswa menuliskan atau menyampaikan secara lisan:
 “Topeng mana yang paling berkesan bagimu? Kenapa?”
 “Apa yang kamu pelajari tentang ekspresi dan simbol dalam budaya
melalui topeng?”
2. Apresiasi dan Penutup:
o Guru memberikan apresiasi atas antusiasme siswa.
o Guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini:
 “Melalui topeng, kita tidak hanya belajar menggambar atau melihat
bentuk. Kita juga belajar menghargai makna, fungsi, dan kekayaan
budaya yang melekat di dalamnya.”
o Pelajaran ditutup dengan doa oleh salah satu siswa.
Berpikir& Bekerja Artistik
Pertanyaan esensial
Saat melihat berbagai jenis topeng dari berbagai budaya:
 Apa yang kamu lihat? Apa yang kamu pikirkan? Apa yang ingin kamu tanyakan?
 Apa perbedaan yang kamu amati? Apa persamaan yang kamu
amati? Saat melakukan proses kreatif:
 Bagian mana yang terasa paling mudah dalam proses pembuatan karyamu?
 Bagian mana yang terasa sulit?
Bagaimana strategimu untuk mengatasi kesulitan tersebut? Apa yang kamu rasakan setelah
kamu berhasil mengatasi bagian yang tersulit dalam proses berkaryamu?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan danketerampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuktulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasidan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalamkehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil ataubesar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannyamengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnyakelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadaptampilan tersebut. 2025
Mengetahui:
5) Laporan
Kepala SDN Johar
Siswa membuat Baru
laporan, 19atau
esai Pagi, Guru pemahamannya
bagan untuk menunjukkan kelas I, mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
NIP. 196905031993082001
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas

G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
 Ajak siswa untuk bereksplorasi dengan bentuk-bentuk [Link] organik
yang bagaimana yang mudah digambar?Mudah digunting? Mudah ditempel?
Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya lukisan Georgia O’Keeffe: Cow’s Skull: Red, White, and Blue (1931)
 Karya-karya lukisan arang Heather Hansen: Emptied Gestures (2013)
 Karya Maya Hayuk: Big Bang Breakthrough 2 (2013)
D. GLOSARIUM
 Mengidentifikasikan fitur-fitur yang terdapat dalam sebuah topeng, kemudian menciptakan
topeng manusia atau hewan dengan bahan yang tersedia

E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar BARU 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 7 : Warna, Garis dan Bentuk
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mendiskusikan perencanaan penggunaan garis, bentuk dan warna dalam sebuahkarya.
Mereka akan menciptakan sebuah karya atau desain dan merencanakan warna.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Menghasilkan karya dan tindakan yang original: Saya dapat menghubungkan
gagasan-gagasan yang ada dalam merespon dan membuat karya seni.
 Bernalar Kritis: Refleksi proses berpikir : Saya memahami bahwa kesalahan adalah
bagian dari proses belajar; Saya melakukan refleksi saat berproses untuk meningkatkan
kualitas pekerjaansaya.
C. 8 D I M E N S I PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Pensil, atau alat gambar lain yang memiliki warna panas, warna dingin dan warna netral.
 Spidol hitam, untuk memperjelas bentuk

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengalami
 A.2 Eksplorasi aneka media danproses.
 A.3 Mengamati, merekam danmengumpulkan pengalaman daninformasi rupa.
Menciptakan
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.
Merefleksikan
R.1 Menghargai dan memahamipengalaman estetik dan pembelajaran artistik.
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.4 Meninjau dan memperbarui karya pribadi.

Tujuan Pembelajaran Kegiatan 7


 Siswa mengerti kosakata bentuk dan garis, nama-nama warna, warna panas, warna dingin
dan warna netral, juga kosakata “tumpang tindih”, dan dapat mengaplikasikan
pemahamannya ke dalam karya.
 Siswa dapat melakukan refleksi akan karyanya, membuat alternatif karya, dan
membandingkannya.
 Siswa dapat memilih warna ataupun karya yang ingin digunakan, dan dapat menyebutkan
alasannya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Menciptakan sebuah karya atau desain dan merencanakan warna
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa judul karyamu?
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Darimana kamu mendapatkan idemu? Apa atau siapa yangmenjadi inspirasimu?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa membangun kesadaran awal tentang hubungan warna dengan emosi,
pengalaman inderawi, dan objek-objek di sekitar mereka.

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.


2. Siswa diajak untuk menutup mata sejenak dan membayangkan:
o “Bagaimana rasanya berada di bawah matahari siang hari?”
o “Bagaimana rasanya saat kamu minum es saat cuaca panas?”
o “Warna apa yang muncul di pikiranmu saat merasakan panas? Dingin?”
3. Guru memulai diskusi terbuka dengan pertanyaan:
o “Apa yang kalian ketahui tentang warna panas, warna dingin, dan warna
netral?”
4. Guru menunjukkan lembar peraga warna dan mengaitkan contoh warna dengan
benda-benda sehari-hari:
o Warna panas: matahari, api, cabai
o Warna dingin: air, langit malam, mentimun
o Warna netral: batu, pasir, tanah
5. Siswa diajak melihat ke sekeliling kelas/sekolah dan menyebutkan contoh warna panas,
dingin, dan netral dari benda nyata di sekitar.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Memberi ruang eksplorasi visual, eksperimentasi bebas, dan mendorong keberanian
berekspresi melalui garis, bentuk, dan warna.

1. Kegiatan Gambar dan Bentuk:


o Guru menjelaskan bahwa siswa akan membuat karya yang memenuhi seluruh
bidang kertas dengan garis dan bentuk.
o Siswa diminta untuk menggambar berbagai macam garis dan bentuk,
termasuk bentuk yang besar, kecil, sederhana, rumit, dan tumpang tindih.
o Guru memberikan kebebasan penuh atas bentuk yang dihasilkan, menekankan
bahwa tidak ada yang salah dalam berkarya seni.
2. Eksperimen Visual dan Evaluasi Diri:
o Setelah menyelesaikan satu gambar, siswa diberi kertas kedua dan mengulang
proses yang sama dengan pendekatan baru.
o Siswa diminta membandingkan kedua karyanya:
 “Mana yang menurutmu lebih menarik atau artistik?”
 “Apa perbedaan cara kamu menggambar di kertas pertama dan
kedua?”
o Siswa memilih satu karya untuk dilanjutkan ke tahap mewarnai.
3. Pewarnaan Berdasarkan Kategori Warna:
o Siswa memilih satu dari tiga kategori warna: panas, dingin, atau netral.
o Guru memberikan panduan teknis ringan, tetapi membebaskan siswa dalam
mengekspresikan warna sesuai intuisi dan persepsi mereka.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa menemukan makna dari proses menggambar dan mewarnai, serta
memahami hubungan antara warna, ekspresi diri, dan pengalaman visual.

1. Presentasi dan Refleksi:


o Siswa menampilkan hasil karya mereka dan berbagi cerita:
 “Mengapa kamu memilih warna panas/dingin/netral?”
 “Apa yang kamu rasakan saat menggambar dan mewarnai?”
o Teman-teman diajak memberikan apresiasi dan tanggapan positif.
2. Diskusi Penutup:
o Guru mengajak siswa merenung:
 “Apa yang kamu pelajari tentang warna hari ini?”
 “Bagaimana warna bisa memengaruhi suasana hati kita?”
3. Penutup:
o Guru memberikan penguatan bahwa warna tidak hanya untuk keindahan,
tapi juga bisa mengungkapkan rasa dan makna.
o Pelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin siswa secara bergiliran.
Berpikir& Bekerja Artistik
Pertanyaan esensial
 Apa judul karyamu?
 Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu menyukainya?
 Darimana kamu mendapatkan idemu? Apa atau siapa yang menjadi inspirasimu?
Berikan lembar refleksi pada siswa, dimana ia bisa menuliskan nama-nama berbagai macam
garis, bentuk dan warna yang ia gunakan dalam karyanya. Ia juga bisa menuliskan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan esensial saat ia sudah menyelesaikan karyanya.

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan danketerampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuktulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir
dankreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnyakelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadaptampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteriasukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas

G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
2025
 Siswa dapat membuat gambar objek favoritnya (misalnya binatang, tanaman, roket, atau
Mengetahui:
ilustrasi dari buku cerita anak yang biasa ia baca) dan kemudian mewarnainya dengan
Kepala SDNatau
warna panas Johar
warnaBaru 19 iswa
dingin. Pagi,dapat bekerjasama untuk
Guru kelas I, karya-karya
memajang
mereka
sesuai kategori warna panas, warna dingin atau warna netral.

Remedial
KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
NIP. 196905031993082001
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Nama-nama warna

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya Affandi: Three Moods (1966)
 Warna netral: Karya Ichsan Harja: Portable Chicken Cages at Cockfigthing Market Semarang
(2016)
 Warna netral: Karya Arin Dwihartanto Sunaryo: Merapi Volcanic Ash Series (2013)
 Warna panas: Kazuya Sakai: Red Waves in Matsushima (1976)
 Warna panas: Gustav Klimt: Portrait of Adele Bloch-Bauer (1903-1907)
 Warna dingin: Pablo Picasso: The Old Guitarist (1903-1904)
 Warna dingin: Monet (Japanese Bridge (1899)

D. GLOSARIUM
 Mereka akan menciptakan sebuah karya atau desain dan merencanakan warna
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis PublicationInc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth. New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar Baru 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 8 : Bentuk yang Berulan
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mengidentifikasi garis, warna dan bentuk yang membentuk susunan berulang
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Bernalar Kritis: Refleksi proses berpikir: Saya memahami bahwa kesalahan adalah
bagian dari proses belajar; Saya melakukan refleksi saat berproses untuk meningkatkan
kualitas pekerjaan saya.
C. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Pensil dan kertas gambar
 Gunting, lem
 Kertas berwarna untuk digunting
 Alat peraga dari guru berupa baju bermotif atau foto-foto yang menunjukkan bentuk berulang

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi\
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengalami
 A.2 Eksplorasi aneka media danproses.
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa.
Menciptakan
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media yang sesuai dengan tujuan
tertentu.
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.4 Meninjau dan memperbarui karya pribadi.
Berdampak
 D.2 Mengaitkan gagasan dan temuan berpikir kritis terhadap mata pelajaran yang lain
sebagai korelasi fisik, system dan nilai untuk pengembangan diri serta menguatkan kearifan
lokal.

Tujuan Pembelajaran Kegiatan 8


 Siswa dapat mengidentifikasi bentuk berulang
 Siswa dapat membuat kreasi dari bentuk yang berulang dengan cara memilih minimal 1
teknik: menggambar, kolase,menganyam, dan lain-lain.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Membuat karya 2D dengan perulangan garis, warna dan bentuk
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana cara kamu membuatnya?
 Apa yang membedakan karyamu dengan karya orang lain?
 Bagian mana yang terasa paling mudah dalam proses pembuatan karyamu?
 Bagian mana yang terasa sulit?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Membangun kesadaran dan fokus siswa terhadap pola visual di lingkungan sekitar
serta mengaktifkan rasa ingin tahu mereka terhadap motif dalam seni.

1. Pembukaan:
o Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
o Guru melakukan pengecekan kehadiran dan menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini.
2. Aktivasi Kesadaran Visual:
o Guru menunjukkan alat peraga (misalnya: kain batik, anyaman, atau benda
bermotif) dan mengajak siswa mengamati bentuk berulang yang terdapat di
dalamnya.
o Pertanyaan pemantik:
 “Apa yang kamu lihat berulang pada benda ini?”
 “Apa kira-kira alasan motif ini diulang?”
 “Bagaimana pengaruh warna dan garis terhadap bentuk berulang
tersebut?”
o Siswa diajak menelusuri lingkungan kelas/sekolah dan mencatat atau memotret
bentuk berulang yang mereka temukan.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Memberikan pengalaman eksploratif, kreatif, dan kolaboratif melalui pengamatan dan
pembuatan bentuk berulang menggunakan berbagai teknik dan media.

1. Eksplorasi dan Diskusi Kelompok:


o Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (4–6 orang) dan ditantang untuk
membuat bentuk berulang (motif) menggunakan benda-benda sederhana yang
mereka temukan di sekitar mereka (misal: daun, tutup botol, kertas sisa, stik es
krim).
o Guru memberikan ruang eksplorasi bebas dan membimbing siswa untuk:
 Mengidentifikasi elemen visual: warna, bentuk, garis.
 Membangun kesepakatan pola yang akan dibuat.
 Menyusun pola berulang secara kreatif di atas kertas atau media lain.
2. Demonstrasi Teknik dan Kreasi Individu/Kelompok:
o Guru memberikan contoh sederhana pembuatan bentuk berulang dengan teknik:
 Menggambar manual
 Kolase dari kertas warna
 Cetak motif dari benda
 Menyusun potongan untuk pola anyaman sederhana
o Siswa memilih teknik yang disukai dan membuat motif sendiri secara individu
atau kelompok, menggabungkan pengetahuan tentang warna, bentuk, dan
garis.
3. Proses Berkarya:
o Guru memberikan panduan teknis dan mendorong siswa untuk memperhatikan:
 Keunikan motif
 Keseimbangan pola
 Kerapian dan konsistensi bentuk berulang
o Siswa bekerja sambil saling memberi masukan dan refleksi di tengah proses
berkarya.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Memberi ruang apresiasi dan makna terhadap proses eksplorasi visual dan pemaknaan
bentuk berulang sebagai bagian dari budaya visual.

1. Presentasi dan Apresiasi Karya:


o Setiap kelompok/individu mempresentasikan hasil karyanya dan menjelaskan:
 “Apa inspirasi motifmu?”
 “Apa makna dari bentuk dan warna yang kalian pilih?”
 “Apa tantangan saat membuat bentuk berulang ini?”
o Teman lain diminta memberi komentar apresiatif dan pertanyaan kritis.
2. Refleksi Bersama:
o Guru mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran:
 “Apa yang kamu pelajari tentang bentuk berulang hari ini?”
 “Bagaimana kamu bisa menemukan seni di sekitar kita?”
 “Apa yang membuat motifmu berbeda dan unik?”
3. Penutup:
o Guru memberi penguatan bahwa bentuk berulang adalah bagian dari budaya
visual yang memperindah dan memberi makna dalam seni dan kehidupan.
o Pelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin siswa secara bergiliran.
Berpikir& Bekerja Artistik
Gallery walk
Para siswa mendisplay karya-karyanya. Berikan kesempatan untuk mereka saling memberikan
pendapat atau pertanyaan dengan fokus pada bentuk yang berulang.
Pertanyaan esensial
 Bagaimana cara kamu membuatnya?
 Apa yang membedakan karyamu dengan karya orang lain?
 Bagian mana yang terasa paling mudah dalam proses pembuatan karyamu?
 Bagian mana yang terasa sulit?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian, minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Guru mengajak siswa untuk memperhatikan motif pada batik atau kain tenun
Indonesia lainnya, juga pada berbagai macam ukiran tradisional Indonesia, yang
menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Remedial 2025
 Mengetahui:
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami
Kepala SDNmateri atauBaru
Johar pembelajaran
19 Pagi,mengulang kepada siswa
Guruyang belum
kelas I, mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Motif batik seperti truntum, batik parang rusak, mega mendung.
 Motif ukiran Toraja
 Karya Syagini Ratna Wulan: 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15 (2015)
D. GLOSARIUM
 Membuat karya 2D dengan perulangan garis, warna dan bentuk
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Ratih Pujiati, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar Baru 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 9 : Bentuk Huru
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mengenali tipografi sederhana, mereka mengetahui bahwa sebuah huruf dapat dituliskan
dengan berbagai cara atau gaya
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Kreatif: Menghasilkan gagasan yang orisinal : Saya mencoba untuk tidak menciptakan hal
yang sama dengan cara yang sama sepanjang waktu. Saya dapat menghasilkan gagasan
atau ide yang orisinil.
C. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Kertas
 Pensil dan alat pewarna
 Alat peraga berupa berbagai macam font yang sudah dicetak, majalah atau brosur iklan yang
memiliki berbagai jenis font.

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengalami
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa.
Menciptakan
 C.2 Merekonstruksi bentuk sesuai dengan makna visual dan makna simbolik karya seni rupa
dalam berbagai aliran, gaya serta visi penciptaan.
Tujuan Pembelajaran Kegiatan 9
 Siswa mengenal dan dapat menggunakan kosakata: Huruf, Abjad, Alfabet, Fonts.
 Siswa mengenali bahwa huruf dapat dipresentasikan dalam berbagai bentuk.
 Siswa mampu merancang tulisan indah sederhana, dan menggunakan polasederhana sebagai
dekorasi.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Membuat sebuah papan nama atau kartu ucapan sederhana yang menggunakan tulisan tangan
mereka sendiri
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa jenis fonts yang kamu suka? Bagian apa yang paling kamu sukai dari fonts tersebut?
 Bagaimana perasaanmu jika seseorang membuat karya khusus untukmu?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Mengaktifkan kesadaran siswa terhadap keunikan bentuk huruf (font), serta
menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap estetika tipografi di kehidupan sehari-hari.

1. Pembukaan:
o Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
o Melakukan pengecekan kehadiran dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari
ini.
2. Aktivasi Visual dan Rasa Ingin Tahu:
o Guru memperlihatkan berbagai contoh font/tulisan dari beragam media (iklan,
kemasan, poster, pakaian, seragam, logo).
o Siswa diajak mengamati dan berdiskusi:
 “Apa yang membuat sebuah huruf tetap terbaca meskipun bentuknya
berbeda?”
 “Mengapa ada huruf yang terlihat lucu, serius, formal, atau misterius?”
o Strategi "Lihat, Pikir, Tanya":
 Lihat: Jenis huruf/font yang mereka temukan di gambar/peraga.
 Pikir: Perasaan atau kesan yang muncul dari masing-masing font.
 Tanya: Mengapa bentuk huruf bisa memengaruhi emosi atau makna?

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong kreativitas siswa dalam mengekspresikan identitas melalui huruf, serta
memadukan pemahaman elemen garis, bentuk, dan warna dalam menciptakan tipografi artistik.

1. Perencanaan dan Eksplorasi:


o Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat papan nama pribadi
yang akan diletakkan di atas meja masing-masing.
o Siswa diminta menentukan jenis font yang paling mereka sukai dan akan
digunakan dalam menuliskan nama sendiri.
 “Pilih font yang menurutmu paling mencerminkan kepribadianmu.”
 “Apakah kamu ingin font-nya tegas, lembut, unik, modern, atau klasik?”
2. Kreasi Nama Artistik:
o Siswa menggunakan kertas karton/manila untuk menuliskan nama mereka
dalam ukuran besar (terbaca dari 3 meter).
o Guru mendorong eksplorasi artistik:
 Bentuk huruf boleh dimodifikasi asal tetap terbaca.
 Setiap huruf boleh diberi hiasan pola, warna, atau simbol yang
bermakna.
 Hiasan di sekeliling kertas boleh mencerminkan identitas diri, hobi,
atau hal yang disukai siswa.
3. Kolaborasi dan Umpan Balik:
o Siswa diminta bertukar karya dengan teman sebangku dan saling memberi
komentar positif:
 “Apa yang menarik dari font yang digunakan temanmu?”
 “Apa yang bisa kamu pelajari dari gaya hurufnya?”

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Menghubungkan pengalaman berkarya dengan pemahaman tentang identitas, estetika,


dan komunikasi visual melalui huruf.

1. Presentasi Karya dan Refleksi:


o Beberapa siswa dipilih untuk mempresentasikan papan namanya dan
menjelaskan:
 “Mengapa kamu memilih font tersebut?”
 “Apa arti warna atau pola yang kamu tambahkan?”
o Siswa lain memberikan apresiasi dan tanggapan.
2. Refleksi Bersama:
o Guru mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini:
 “Apa yang membuat font menjadi lebih dari sekadar tulisan?”
 “Apa yang kamu pelajari tentang huruf dan identitasmu hari ini?”
o Siswa menuliskan satu hal baru yang mereka temukan tentang huruf, desain,
atau diri mereka sendiri melalui aktivitas ini.
3. Penutup:
o Guru menguatkan bahwa huruf adalah bagian dari seni visual yang bisa
membawa makna dan karakter.
o Pelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin siswa secara bergiliran.
Berpikir& Bekerja Artistik
Berpasangan dan berbagi:
Siswa dibagi berpasangan lalu mereka saling memberikan pendapat mengenai hasil karya satu
sama lainnya.
Pertanyaan esensial
 Apa jenis fonts yang kamu suka? Bagian apa yang paling kamu sukai dari fonts tersebut?
 Bagaimana perasaanmu jika seseorang membuat karya khusus untukmu?
F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian, minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Siswa dapat menggunting bentuk huruf yang mereka buat dan menempelkannya di atas
kertas berwarna lain, sebelum kemudian mereka menambahkan elemen dekorasi lain berupa
pola.
 Siswa dapat membuat papan nama untuk anggota keluarganya atau teman lainnya, jika waktu
dan alat bahan masih memungkinkan.

2025
Remedial
Mengetahui:
 Kepala
RemedialSDN
diberikan
Johar kepada
Barupeserta didik yang membutuhkan
19 Pagi, bimbingan
Guru kelas I,untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya Romero Britto: Star Wars (2011)
 Karya Jasper Johns: 0-9 (1960)
 Karya Abenk ALter: Sunday Crowd (2019)
D. GLOSARIUM
 Membuat sebuah papan nama atau kartu ucapan sederhana yang menggunakan tulisan tangan
mereka sendiri
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar Baru 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan10 : Bentuk Besar Kecil dalam Arsitektu
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mengamati aneka bentuk dan ukuran pada sebuah bangunan
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia : Akhlak
kepada alam; Saya memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar
D. 8 D I M E N S I PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANADAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Kertas/ Buku Gambar
 Pensil dan pewarna
 Alternatif : Kertas lipat berwarna, gunting dan perekat
 Gambar-gambar rumah adat Nusantara:
[Link]
mpul%20Rumah%20Adat%[Link]

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengalami
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat, teknologi
dan proses yang sesuai dengan tujuan karyanya.
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.1 Menghasilkan,mengembangkan,menciptakan, mereka ulang dan
mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses
Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.
Tujuan Pembelajaran Kegiatan 10
 Siswa mengenal dan dapat menggunakan kosakata: Bangunan, Gedung, Rumah, Kediaman,
Arsitek (orang yang merancang bangunan), Arsitektur (bentuk hasil rancangan bangunan).
 Siswa mengamati bentuk, bidang dan ukuran dalam sebuah bangunan.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Mereka belajar bahwa arsitektur merupakan bagian dari seni dan memiliki peran penting bagi
kehidupan
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bentuk geometris apa saja yang kamu gunakan dalam gambarmu?
 Dari mana kamu mendapatkan inspirasi gambarmu?
 Apa saja ruangan yang terdapat dalam bangunan ini?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Menumbuhkan kesadaran siswa terhadap bentuk dan fungsi bangunan, serta
menghubungkannya dengan warisan budaya arsitektur Nusantara.

1. Pembukaan:
o Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
o Guru melakukan pengecekan kehadiran dan menyampaikan tujuan pembelajaran
hari itu.
2. Aktivasi Visual dan Budaya:
o Guru memulai dengan pertanyaan reflektif:
 “Pernahkah kamu memperhatikan bentuk-bentuk bangunan di
sekitarmu?”
 “Apa bentuk atap rumahmu? Apakah kamu pernah melihat rumah
tradisional Indonesia?”
o Siswa diajak menonton tayangan/gambar rumah adat dan bentuk bangunan
modern, lalu berdiskusi:
 “Apa bedanya bentuk rumah adat dan rumah modern?”
 “Apa yang membuat sebuah bangunan terlihat menarik dan nyaman?”
o Guru mengenalkan peran arsitek sebagai perancang bangunan dan menekankan
pentingnya perencanaan visual dan fungsi ruang.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi visual, berpikir desain, dan mengekspresikan imajinasi melalui
gambar bangunan.

1. Eksplorasi Bentuk dan Fungsi Bangunan:


o Guru dan siswa berdiskusi tentang elemen-elemen bangunan: pintu, jendela,
tangga, atap, tiang, dinding.
o Siswa diajak mengenali bentuk-bentuk geometris yang biasa digunakan dalam
bangunan (persegi, segitiga, lingkaran, dll).
o Guru menunjukkan bahwa bentuk dalam bangunan bukan hanya estetika, tetapi
juga memiliki fungsi (atap segitiga untuk menahan hujan, jendela sebagai
sirkulasi udara, dll).
2. Kreasi Arsitektural:
o Siswa membuat gambar bangunan impian mereka atau rumah adat yang
sudah dipelajari, dengan memperhatikan bentuk dan proporsi ukuran bagian-
bagian bangunan.
o Siswa dimotivasi untuk:
 Mengombinasikan bentuk-bentuk geometris
 Menambahkan detail yang fungsional dan estetis
 Memberikan nama dan latar belakang bangunan tersebut
3. Refleksi dan Revisi:
o Setelah menggambar, siswa diajak untuk:
 Mengamati ulang karyanya
 Menilai apakah bentuk dan proporsinya sesuai
 Memperbaiki bagian yang kurang tepat
o Siswa kemudian mewarnai karyanya dengan warna yang menarik dan memberi
nama di bagian bawah.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Membantu siswa memahami pentingnya rancangan bangunan, nilai estetika, dan
warisan budaya Indonesia melalui kegiatan menggambar yang menyenangkan dan reflektif.

1. Presentasi dan Apresiasi:


o Beberapa siswa dipilih untuk menjelaskan gambar bangunan mereka:
 “Apa yang paling kamu sukai dari rancangan bangunanmu?”
 “Apa bagian yang kamu anggap paling penting dari bangunan
tersebut?”
o Teman-temannya diajak memberi apresiasi dan komentar positif.
2. Refleksi Bersama:
o Guru mengajak siswa menyimpulkan:
 “Apa yang kamu pelajari tentang bangunan hari ini?”
 “Apa pentingnya perencanaan dalam membangun sesuatu?”
 “Apa yang membuat rumah adat di Indonesia istimewa?”
3. Penutup:
o Guru memberi penguatan bahwa arsitektur adalah seni yang memadukan
fungsi, bentuk, dan budaya.
o Pembelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin salah satu siswa secara
bergiliran.
Berpikir& Bekerja Artistik
Gallery walk: Display gambar bangunan yang dibuat siswa
Pertanyaan esensial
 Bentuk geometris apa saja yang kamu gunakan dalam gambarmu?
 Dari mana kamu mendapatkan inspirasi gambarmu?
 Apa saja ruangan yang terdapat dalam bangunan ini?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Siswa dapat membuat kolase rumah adat sederhana dari kertas origami. Mereka akan
menggunting kertas origami aneka warna menjadi bentuk geometris yang diperlukan untuk
2025
membuat bentuk bangunan. Misalnya bujur sangkar, persegi panjang, segitiga, lingkaran
Mengetahui:
atau setengah lingkaran.
Kepala SDN Johar Baru 19 Pagi, Guru kelas I,
Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati
ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)
C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL
 Karya Romero Britto: Star Wars (2011)
 Karya Jasper Johns: 0-9 (1960)
 Karya Abenk ALter: Sunday Crowd (2019)

D. GLOSARIUM
 Mereka belajarbahwa arsitektur merupakan bagian dari seni dan memiliki peran penting bagi
[Link] dapat membuat gambar atau membuat kolase bentuk bangunan.

E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.
MODUL AJAR SENI RUPA SD KELAS 1

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Siti Istikhomah, [Link].
Instansi : SD Negeri Johar Baru 19 Pagi
Tahun Penyusunan : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / 1 (Satu)
Kegiatan 11 : Membuat Model Bangunan
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
 Siswa mempelajari mengenai arsitektur sebagai bagian dari seni
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia : Akhlak
kepada alam; Saya memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar
C. 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
D. SARANA DAN PRASARANA
 Lampu ruang kelas yang memadai
 Ruang kelas yang cukup luas
Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki
Raindriati.
Alat Bahan :
 Perekat (lem, selotip atau selotip kertas). Guru dapat mempersiapkan selotip di sepanjang sisi
meja (bukan diatas koran) agar siswa dapat merobek atau mengambil selotip dengan mudah.
 Gunting dan koran/kain bekas untuk alas penutup meja
 Untuk tiap siswa/grup : 3-4 boks atau kardus bekas kecil, tutup botol, gelas atau botol plastik
bekas, kertas bekas atau origami.

E. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Joyful, Meaningful
• Mindful: Siswa belajar dengan fokus dan kesadaran penuh.
• Joyful: Proses belajar menyenangkan dan membangkitkan semangat.
• Meaningful: Materi pelajaran relevan dan bermakna bagi kehidupan siswa
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Mengalami
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat, teknologi
dan proses yang sesuai dengan tujuan karyanya.
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang dan
mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses
Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.
Tujuan Pembelajaran Kegiatan 11
 Siswa mengenal dan dapat menggunakan kosakata: Bangunan, Gedung, Rumah, Kediaman,
Arsitek (orang yang merancang bangunan), Arsitektur (bentuk hasil rancangan bangunan).
 Siswa dapat mengolah bentuk dan merakit model 3 dimensi sederhana.
 Siswa dapat menggunakan bahan-bahan bekas di sekitarnya.
 Siswa memahami bahwa model 3 dimensional dapat membantu perencanaan bangunan
sebenarnya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Mereka belajar bahwa sebuah model dapat membantu perencanaan bangunan yang
sesungguhnya. Mereka dapat membuat gambar rumah dan model rumah dari karton atau
barang daur ulang atau bahan lain yang tersedia disekitar.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bangunan apakah ini?
 Apa yang bangunan paling indah yang pernah kamu lihat? Dimana letaknya? Seperti apa
bentuknya?
 Dari mana kamu mendapatkan ide untuk merancang model bangunanmu?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
AWAL (MINDFUL LEARNING)

Tujuan: Mengembangkan kesadaran siswa terhadap hubungan antara bentuk bangunan, fungsi
sosialnya, serta pentingnya keberadaan infrastruktur dalam kehidupan komunitas.

1. Pembukaan Kelas:
o Guru menyapa dan mengajak siswa memulai pelajaran dengan doa bersama.
o Pengecekan kehadiran dilakukan dengan suasana positif dan penuh perhatian.
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: “Kita akan mengenal
berbagai bentuk bangunan dan mencoba merancang bangunan yang bermanfaat
bagi masyarakat.”
2. Aktivasi Pengetahuan Awal:
o Guru memancing rasa ingin tahu siswa dengan bertanya:
 “Bangunan apa yang kamu lihat setiap hari?”
 “Mengapa bangunan rumah sakit berbeda bentuknya dengan sekolah?”
 “Apa yang membuat bentuk bangunan sesuai dengan fungsi
kegunaannya?”
o Siswa diajak mengamati bentuk dasar bangunan di sekitar: silinder, limas, kubus,
kerucut, dan lainnya.
o Guru membagikan bacaan/gambar bangunan dengan fungsi sosial (rumah sakit,
masjid, sekolah, pasar, stadion, dll) untuk dianalisis bentuk, warna, dan
desainnya.

INTI (JOYFUL LEARNING)

Tujuan: Mendorong eksplorasi kreatif dan kolaboratif dalam mendesain bangunan berdasarkan
fungsi, dengan mengaplikasikan elemen bentuk, warna, dan tata ruang.

1. Eksplorasi Konsep dan Perencanaan:


o Guru mengenalkan pentingnya fungsi bangunan bagi komunitas: tempat
ibadah, pendidikan, kesehatan, rekreasi, perdagangan, dan lain-lain.
o Diskusi terbuka dilakukan:
 “Kalau kamu mendesain rumah sakit, apa yang perlu kamu
perhatikan?”
 “Apa bentuk terbaik untuk stadion atau masjid agar sesuai fungsinya?”
o Siswa menggambar rencana bangunan yang ingin mereka buat dan menjelaskan
fungsinya dalam kehidupan masyarakat.
2. Kreasi Model Bangunan 3D:
o Guru mendemonstrasikan penggunaan lem dan selotip secara efisien sesuai
dengan bentuk bahan (datar vs melengkung).
o Siswa diberikan beragam bahan daur ulang seperti kardus, kotak, gelas
plastik, gulungan tisu, botol bekas.
o Siswa menyusun, mengecat, membungkus, dan menggambar bagian bangunan
sesuai rancangannya:
 Pintu, jendela, atap, tangga
 Penambahan warna dan dekorasi yang bermakna
 Memberi nama bangunan dan menempelkan di bagian bawah karya
o Guru mendampingi dan memberi umpan balik pada saat proses berlangsung agar
siswa dapat menyesuaikan bentuk dan fungsi dengan tepat.

PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING)

Tujuan: Memberikan ruang refleksi atas makna bangunan sebagai elemen penting dalam
kehidupan sosial dan mengaitkan hasil karya dengan kehidupan nyata.

1. Apresiasi Karya dan Pemaparan:


o Siswa diberi kesempatan mempresentasikan bangunan yang dibuat:
 “Bangunan apa yang kamu buat?”
 “Apa fungsinya bagi komunitas?”
 “Apa tantangan dan hal menarik saat kamu membuatnya?”
o Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan pertanyaan reflektif.
2. Refleksi Personal dan Kolektif:
o Guru memfasilitasi refleksi:
 “Apa yang kamu pelajari tentang bentuk dan fungsi bangunan hari ini?”
 “Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat lingkungan lebih nyaman
dengan bangunan yang baik?”
o Siswa mencatat kesimpulan dan perasaan mereka dalam bentuk singkat (di
lembar refleksi atau lisan).
3. Penutup:
o Guru menguatkan bahwa arsitektur dan desain bukan hanya soal bentuk,
tetapi soal memberi manfaat pada kehidupan banyak orang.
o Doa penutup dipimpin oleh siswa secara bergiliran.
o Guru memastikan karya siswa disimpan rapi untuk dilanjutkan ke kegiatan
membuat miniatur kota pada pertemuan selanjutnya.

Berpikir& Bekerja Artistik


Gallery walk: Display gambar rumah yang dibuat siswa dansandingkan dengan model 3
dimensionalnya.
Pertanyaan esensial
 Bangunan apakah ini?
 Apa yang bangunan paling indah yang pernah kamu lihat?
 Dimana letaknya? Seperti apa bentuknya?
 Dari mana kamu mendapatkan ide untuk merancang model bangunanmu?

F. ASESMEN/ PENILAIAN
Penilaian
Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan
siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat unik dan
menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian,minat, kemampuan dan
konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi
keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang
kemudian diapresiasi bersama.
Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa
Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk
mengumpulkan,menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam
bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan
kreasi siswa melalui jurnal visualnya.
2) Portofolio
Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan
mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat
perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai
informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif.
3) Proyek
Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau
eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-
hari. Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran
kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek,laporan dan keterlibatan siswa.
4) Demonstrasi
Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan
suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum).
Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut.
5) Laporan
Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai
suatu topik atau peristiwa tertentu.
6) Rubrik
Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu.
7) Penilaian Pribadi atau Kelompok
Bersama dengan guru, siswa meninjau kembali karyanya/ karya temannya dengan
menggunakan rubrik yang mencantumkan kriteria sukses yang jelas
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Siswa mungkin hanya menggunakan satu buah benda (boks, kardus, gelas dan/atau botol).
Ajak mereka untuk membuat detail pada bagian-bagian bangunan, dengan menggambar atau
menambah potongan-potongan kertas sebagai jendela atau pintu atau papan nama bangunan
misalnya. Jika siswa tidak dapat menggunting selotip karena lengket, guru dapat
menyediakan potongan-potongan pendek selotip untuk digunakan di bagian pinggir meja
(siswa tinggal mengambil saja).
 Bacaan Siswa bisa dilihat pada bagian Appendix 2025
Mengetahui:
Remedial
Kepala SDN Johar Baru 19 Pagi, Guru kelas I,
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP

KASWATI, [Link]. SITI ISTIKHOMAH, [Link].


NIP. 196905031993082001
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Rumah Adat Indonesia Dan Bangunan Hijau
Bangunan hijau merupakan istilah untuk perencanaan bangunan yang bertujuan membuat
hidup lebih baik melalui perhatian pada faktor kelestarian alam, kesehatan, dan juga sosial.
Konsep Bangunan Hijau (Green Building) mencoba melakukan efisiensi pada empat hal :
1. Efisiensi Energi
Desain bangunan hijau sangat mempertimbangkan penghematan energi seperti udara,
cahaya/listrik dan air. Contohnya : bangunan yang memiliki banyak bukaan untuk
meningkatkan sirkulasi udara dan penerangan alami cenderung menghasilkan energi
pembuangan lebih rendah ketimbang bangunan yang menggunakan pendingin suhu
ruangan.
2. Efisiensi Air
Dengan meningkatnya jumlah populasi dan semakin berkurangnya lahan hijau di
dunia, ketersediaan air bersih merupakan masalah tersendiri. Bangunan Hijau sangat
memerhatikan efisiensi penggunaan air, termasuk bagaimana mendapatkan air dan
mengelolanya dengan cara yang ramah lingkungan. Misalnya dengan pembangunan
sumur resapan, tendon tadah hujan dan sistem drainase yang efektif.
3. Efisiensi Material
Material penyusun bangunan menggunakan ketersediaan material bebas racun di
lingkungan tanpa merusak alam sekitar dengan tetap mempertimbangkan efisiensi
rancangan struktur bangunan, energi dan dana pembangunan.

Dengan efisiensi pada keempat hal tersebut, diharapkan Bangunan Hijau dapat memberikan
dampak positif berupa :
1. Penghematan
Bangunan Hijau sangat membantu menghemat biaya pembangunan dan energi
(seperti listrik dan air).
2. Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hidup
Dengan berada pada bangunan yang memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang cukup
dan memiliki ketersediaan air bersih tentunya mempengaruhi kesehatan seseorang
secara fisik maupun mental. Bangunan hijau dan gaya hidup sehat sangat mendorong
meningkatnya kualitas hidup karena kebahagiaan seseorang sangat menentukan
produktivitas dan kualitas dirinya.
Jika ditilik dari konteks Bangunan Hijau yang sangat memperhatikan keberlanjutan,
penghematan energi dan biaya, serta keramahan terhadap lingkungan, umumnya rumah adat
Indonesia memiliki semua aspek tersebut dengan sangat baik.

Bacaan Guru
Apabila kita mengamati bentuk-bentuk umum rumah adat dari berbagai suku di
Indonesia,biasanya jendela diletakkan pada posisi yang berhadapan atau saling silang tanpa
sekat sehingga mengurangi kelembapan udara dalam ruangan dan membuat suhu terasa lebih
sejuk. Contoh lain, pada banyak rumah adat dibuat berbentuk panggung dan menyisakan ruang
di kolong bangunan. Rancangan demikian sangat berguna untuk menghindari luapan air
pasang dan menghindari binatang buas. Fungsi lainnya, ruang yang ada dapat digunakan untuk
bekerja dan mengawasi rumah. Selain itu, rumah tidak mudah kotor dan aman bagi
penghuninya.

disadur dari :
 [Link]
untuk-indonesia/
 [Link]
413474/3 )

Membuat Model bangunan

Namaku Nusa. Umurku 6 tahun


Aku tinggal di Kampung Bajo.
Kampungku ada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Rumahku berbentuk
panggung. Ada laut di kolong
rumahku.
Banyak ikan berenang di situ.

Aku dan keluargaku selalu menjaga


kebersihannya Kata orangtuaku, rumah di setiap
daerah di Indonesia berbeda-beda.
Ceritakan padaku, kamu tinggal di mana?
Seperti apa bentuk rumahmu?

Bacaan Siswa

Namaku Ibo. Umurku 6 tahun


Aku tinggal di kaki gunung Arfak,
Manokwari. Desaku ada di Papua Barat.

Rumahku berbentuk
panggung. Namanya rumah
kaki seribu.
Kami menyebutnya Mod Aki Aksa.

Disebut kaki seribu,


karena kakinya ada banyak.
Dibuat dari batang kayu kecil.
Seperti apa bentuk rumahmu?

C. KARYA SENI YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL


 Karya Romero Britto: Star Wars (2011)
 Karya Jasper Johns: 0-9 (1960)
 Karya Abenk ALter: Sunday Crowd (2019)
D. GLOSARIUM
 Mereka belajar bahwasebuah model dapat membantu perencanaan bangunan yang
sesungguhnya. Mereka dapat membuat gambar rumah dan model rumah dari karton atau
barang daur ulang atau bahan lain yang tersedia disekitar.
E. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: DavisPublication
Inc. Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
PublicationInc. Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New
York:Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Programfor Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: NortheastFoundation
for Children.

Anda mungkin juga menyukai