0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan22 halaman

Program 5K untuk Sekolah Berkualitas

Diunggah oleh

aoetomo521
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan22 halaman

Program 5K untuk Sekolah Berkualitas

Diunggah oleh

aoetomo521
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

5K

( KEAMANAN, KEBERSIHAN, KEKELUARGAAN,

KERAPIHAN, KEINDAHAN)

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan

rahmat dan karunia_Nya serta kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan

Program 5K ( KEAMANAN, KEBERSIHAN, KEKELUARGAAN, KERAPIHAN,

KEINDAHAN) ini tepat pada waktunya. Program ini merupakan salah satu tugas Kepala

Sekolah. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu

dalam pembuatan program ini, sehingga akhirnya program ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari “tidak ada gading yang tak retak’’ penulis mohon maaf apabila

terdapat kesalahan dalam pembuatan program ini. Semoga program ini dapat bermanfaat

dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Penulis juga mohon kritik dan saran dari

pembaca demi kesempurnaan program ditahun mendatang.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi upaya-upaya kita dalam

meningkatkan mutu pendidikan. Aamiin

Cirebon, Juli 2016

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

Untuk mengembangkan sekolah yang bermutu (berkualitas) dibutuhkan adanya

lingkungan dan budaya sekolah yang kondusif, dinamis dan demokratis. Dalam rangka

ke arah itu, beberapa hal yang dapat dikembangkan terkait dengan lingkungan dan

budaya di sekolah, sebagai berikut.

1. Disiplin

Disiplin adalah sikap mental yang mengandung kerelaan memenuhi semua

ketentuan, peratiuran dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung

jawab. Untuk itu sangat penting diperhatikan agar tugas dan tanggung jawab dapat

dilakukan dengan sebaik-baiknya. Ada dua jenis dorongan yang mempengaruhi disiplin,

yaitu :

Dorongan yang datang dari dalam diri manusia, yaitu pengetahuan, kesadaran dan

kemauan untuk berbuat disiplin.

Dorongan yang datangnya dari luar yaitu perintah, larangan, pengawasan, pujian,

ancaman, hukuman dan ganjaran.

Peningkatan disiplin atas dasar dorongan dari dalam diri manusia dapat

terlaksana, kalau menyadari dan menerima disiplin itu sebagai hal yang wajar dalam

kehidupan di manapun kita berada. Begitu pula rasa tanggung jawab dapat ditingkatkan

kalau orang dilibatkan sejak dari merencanakan kegiatan, sehingga merasa bahwa

kegiatan itu adalah miliknya.

Dorongan yang datangnya dari luar, dalam batas-batas tertentu dapat menunjang

disiplin, tetapi dalam batas-batas tertentu pula dapat menjadi penghambat tegaknya

disiplin. Oleh karena itu, pemanfaatan dorongan dari luar tersebut hendaknya

dipertimbangkan lebih dahulu secara matang.

Terwujudnya disiplin di sekolah secara nyata terlihat apabila :

a. Seluruh warga sekolah dari kepala sekolah, guru, pegawai, dan siswa hadir dan pulang

pada waktunya.
b. Mengikuti keseluruhan program sekolah yang diperuntukkan baginya.

c. Meningkatkan disiplin dirinya di dalam dan di luar sekolah.

d. Memakai seragam sekolah menurut ketentuan yang berlaku.

e. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menerima pelajaran bagi siswa, mengajar

bagi guru, melaksanakan tugas-tugas bagi kepala sekolah dan pegawai.

f. Mematuhi dan melaksanakan semua peraturan yang berlaku baginya.

2. Upacara Bendera

Upacara bendera merupakan kegiatan sekolah yang wajib dilaksanakan untuk

menanamkan, membina dan meningkatkan penghayatan serta pengamalan nilai luhur dan

cita-cita bangsa Indonesia.

Disamping itu pelaksanaan upacara bendera ini juga sangat penting dalam hal

mewujudkan disiplin, ketertiban, rasa cinta tanah air serta sebagai sarana untuk

menyampaikan informasi yang sifatnya menyeluruh kepada aparat sekolah atau warga

sekolah.

Upacara bendera ini wajib diikuti oleh seluruh komponen manusiawi sekolah, dan

diusahakan untuk dapat dilaksanakan setiap hari Senin jam 07.00 di lapangan sekolah.

Pembina dan petugas upacara diatur sedemikian rupa, sehingga setiap guru serta siswa

dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sarana upacara serta pengaturan jalannya upacara agar betul-betul dapat

mencapai tujuan seperti yang disebutkan di atas diatur oleh urusan kesiswaan, guru piket

dan pengurus OSIS.

3. Jalur Informasi dan Komunikasi

Untuk kepentingan koordinasi dan fungsionalisasi organisasi, sekolah harus

memiliki jalur informasi dan komunikasi, diatur dan disiapkan waktunya secara

terjadwal. Jalur informasi dan komunikasi yang paling umum dikenal adalah rapat

kerja/dinas (rapat rutin, rapat berkala, rapat koordinasi dan lain-lainnya), baik yang
berhubungan dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan maupun yang berkaitan

dengan masyarakat (hubungan masyarakat).

Untuk dapat memberikan gambaran transparansi dan kuntabilitas yang dilakukan

oleh sekolah melalui program-program kerjanya, hendaknya sekolah memiliki sistem

informasi manajemen (SIM), dan membiasakan membuat pengumuman-pengumuman

yang penting untuk diketahui oleh warga sekolah dan masyarakat.

Semua kegiatan di atas, hendaknya dikemas dengan cara sebaik-baiknya dalam

pelaksanaannya dengan memperhatikan keefektifan dan keefesienannya. Disamping itu

juga mempedomani ketentuan/peraturan yang berlaku, dan memperhatikan kelengkapan

administrasi penyelenggaraan kegiatan, sehingga kegiatan terarsip dengan baik dan tidak

menimbulkan persoalan-persoalan yang tidak diinginkan.

4. Senam Pagi dan Club Olahraga

Senam pagi dan club olah raga merupakan kegiatan sekolah untuk meningkatkan

kesegaran jasmani dan rohani yang dibutuhkan manusia sepanjang hidupnya. Selain itu

dengan senam pagi dan kegiatan olah raga lainnya dapat dikembangkan rasa syukur

kepada Allah, rasa etetika melalui gerakan senam dan kegemaran berolahraga.

Pembudayaan senam pagi/olahraga di sekolah sangat besar pengaruhnya bagi

usaha mengolah ragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga.

Dengan berolah raga/senam pagi diharapkan seluruh warga sekolah sehat jasmani

dan rohani, sehingga pelaksanaan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab masing-

masing dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.

5. Pelaksanaan 5 K

Pelaksanaan 5K di setiap sekolah penting untuk dilaksanakan, dan dapat

diupayakan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

a. Ketaqwaan, yaitu wujud dari rasa syukur kepada Allah dengan menjalankan perintah

dan larangan-Nya serta merupakan prasyarat bagi penciptaan keharmonisan dalam

kehidupan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan membimbing dan memberikan kesempatan

kepada warga sekolah untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang

dianutnya (Islam).

b. Keamanan, yaitu rasa aman dan tenteram, bebas dari rasa takut, baik lahir maupun

bathin diusahakan dengan jalan :

Usaha penanggulangan gangguan keamanan dari luar dengan membuat pagar

keliling, pembentukan dan peningkatan kerja guru piket, pengadaan petugas satpam dan

jaga malam serta peraturan tamu yang tegas.

Usaha penanggulangan gangguan keamanan dari dalam dengan jalan mencegah

sedini mungkin gejala perkelahian di antara siswa melalui bimbingan fisik oleh guru,

anjuran untuk ikut menjaga keamanan sekolah dengan pembagian tugas dan tanggung

jawab kepada regu piket yang dilakukan oleh siswa. Disamping itu juga dengan

menugaskan guru piket dan satpam untuk mengawasi tamu atau orang-orang yang masuk

lingkungan sekolah tanpa kepentingan yang jelas dengan peraturan tamu yang tegas.

c. Kebersihan adalah wujud dari bersih jasmani dan rohani serta merupakan syarat untuk

kesehatan fisik dan mental spiritual.

Pelaksanaan kebersihan di sekolah adalah dengan anjuran agar semua pihak baik

guru, pegawai maupun siswa untuk selalu mengadakan gerakan kebersihan baik

kebersihan WC/kamar mandi, kantin/koperasi sekolah, ruang kelas, ruang perpustakaan,

ruang laboratorium, ruang guru dan TU, ruang kepala sekolah serta halaman kelas, kantor

dan halaman sekolah secara umum. Pelaksanaan kebersihan juga bisa dilakukan melalui

gerakan massal kebersihan pada tiap hari Jum’at atau Sabtu (Jum’at atau Sabtu Bersih)

selesai kegiatan senam pagi, dan diupayakan melalui lomba kebersihan antar kelas yang

dilakukan pada musim hujan dan tiap akhir semester (pada minggu sebelum/menjelang

pembagian raport).

d. Ketertiban adalah keteraturan yang menimbulkan keserasian, keselarasan dan

keseimbangan dalam tata letak, tata hidup dan tata pergaulan.

Ketertiban ini dapat terlaksana dengan baik dengan memperhatikan kehadiran

guru, pegawai dan siswa sekolah. Disamping itu juga terlihat dari ketepatan melakukan
kewajiban seperti membayar iuran/sumbangan (jika ada) dan pelaksanaan pembelajaran

(PBM) oleh guru pada setiap hari kerja.

Untuk mengupayakan ketertiban, maka akan ditempuh dengan cara monitoring

dan evaluasi, serta dengan melakukan operasi ketertiban siswa. Operasi ketertiban siswa

dimaksudkan untuk mencegah tindakan, perilaku dan perbuatan siswa yang mengarah

kepada hal-hal yang negatif.

e. Keindahan, adalah perpaduan unsur alami ciptaan Allah yang menimbulkan rasa

estetika dalam kehidupan.

Pelaksanaannya di sekolah adalah dengan menata halaman sekolah dengan

tanaman-tanaman yang tidak mahal, namun serasi baik bentuk maupun jenisnya.

Penataan dan pemeliharannya dikoordinasikan oleh urusan kesiswaan dan perlengkapan,

dengan dibantu setiap dua kali dalam tahun pelajaran oleh seluruh warga sekolah dalam

kegiatan “Kemah Terpadu” dan “Kemah Bakti Pramuka”, yang pelaksanaannya pada

akhir setiap semester.

f. Kekeluargaan adalah wujud kehidupan yang dijiwai oleh tenggang rasa dan gotong

royong dalam mewujudkan saling asih, saling asah dan saling asuh dalam masyarakat

sekolah.

Hal ini dilaksanakan dengan tetap membina hubungan yang baik antara sekolah

dan komite [Link], guru – murid, guru dengan pegawai TU dan instansi

lain. Disamping itu akan diupayakan melalui “Temu Keakraban Warga Sekolah” yang

dilaksanakan satu kali dalam tahun pelajaran, yaitu pada akhir tahun pelajaran, dan

dilaksanakan (berlokasi) di objek-objek wisata atau tempat-tempat yang menarik di luar

wilayah kabupaten Kuningan (missal: Pangandaran). Dilakukan pula melalui pertemuan

yang dilaksanakan oleh Unit Kersejahteraan dan Darma Wanita sekolah.

g. Kerindangan, adalah suasana teduh yang diakibatkan oleh adanya tumbuhan baik

berupa pohon, perdu, semak maupun tanaman memanjat/merambat yang ditata sebagai

pelindung yang serasi di sekolah.

Pelaksanaannya di sekolah hendaknya diupayakan dengan memilih pohon-pohon

dan tanaman lain yang ditanam di lingkungan sekolah dengan sifat-sifat tidak mudah
sempal, tidak banyak daun yang gugur serta perakarannya tidak mengganggu pondasi

bangunan sekolah.

Bertitik tolak kepada pengertian dari masing-masing K tersebut di atas, maka

pelaksanaannya sangat penting bahkan mutelak dalam mewujudkan sekolah sebagai

pusat kebudayaan dan kehidupan masyarakat bernuansa pendidikan.

Pengelolaan 7 K di sekolah harus melibatkan seluruh warga sekolah yaitu,

pesuruh dan karyawan (pegawai), guru dan siswa secara terpadu di bawah koordinasi

urusan kesiswaan dan sarana prasarana (perlengkapan) sebagai mana tercantum dalam

struktur organisasi sekolah.


BAB II

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL

Menciptakan kondisi belajar yang nyaman bagi siswa menjadikan tujuan dari

setiap sekolah pada umumnya, karena dengan kondisi yang nyaman tersebut

memudahkan siswa menerima ilmu pengetahuan dengan baik dan mendorong siswa

untuk berkompetisi dan berprestasi. Atas dasar inilah maka SMP Negeri 1 mulai awal

tahun ajaran 2015/2016 telah menunjuk bapak Kusliana,[Link] selaku Pembina 7K

( Keamanan, Kebersihan, Keimanan, Kekeluargaan, Kerindangan dan Keindahan).

Program 7 K ini sebagai salah satu cara membentuk karakter dan kepribadian siswa

apabila dapat diterapkan dengan baik, karena telah mencakup beberapa aspek yang

mampu manciptakan siswa-siswa unggul dalam budi pekerti dan prestasi akademik.

Dimulai dengan Keamanan ( Rasa aman merupakan landasan utama dalam menjalankan

semua aktivitas terutama belajar, dengan adanya jaminan keamanan ini akan

memperlancar proses kegiatan belajar mengajar dan bisa meminimalkan gangguan ).

Ketertiban ( Adanya ketertiban dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar akan

berdampak potitif dalam keberhasilan siswa, dimana ketertiban akan membangun mental

produktif teratur dan disiplin sehingga diharapkan siswa mampu mematuhi peraturan

yang berlaku di sekolah). Kebersihan ( Menjaga kebersihan baik kebersihan diri sendiri,

ruang kelas, lingkungan di sekitar sekolah sangatlah perlu dilakukan, dengan kebersihan

ini diharapkan dapat menciptakan keindahan dan mengurangi ketidaknyamanan dalam

belajar mengajar). Keindahan ( Menciptakan lingkungan belajar yang indah dan menarik

akan mampu meningkatkan rasa kecintaan kepada seni dan nyaman berada di sekolah

seperti bagaimana kita menghias kelas, lingkungan sekolah serta tidak melakukan

pencorat-coretan dinding, bangku dll) Kekeluargaan ( kekeluargaan yang dijalin selama

kegiatan belajar mengajar diharapkan mampu meningkatkan rasa simpati dan empaty

bagi semua pihak sehingga akan terbentuk rasa memiliki dan kecintaan kepada

almamater). Kerindangan ( Penghijauan di lingkungan sekolah menjadi syarat utama

mengurangi pemanasan global yang tengah mengancam bumi kita ini, sehingga sekecil
kontribusi kita untuk mempertahankan bumi ini sangat diperlukan ) dan yang terakhir

Kesehatan ( Menjaga kesehatan adalah kewajiban pokok bagi semua orang, karena

dengan adanya kesehatan jaminan semua aktivitas kita bisa terlaksana dengan baik ).

Dengan adanya sosialisasi terhadap program sekolah 7K ini diharapkan akam mampu

membantu dalam pembentukan pribadi-pribadi yang unggul dan memiliki karakter yang

kuat dari sekolah. Mari kita dukung program 7K dengan saling mengingatkan dan

memberikan contoh kepada siswa semua agar bisa menjalankan program ini untuk hal-

hal yang lebih baik lagi di masa depan. Ayo kita Dukung dan Sukseskan 7 K.
BAB III

PROGRAM 7K SMP NEGERI 1

TAHUN PELAJARAN 2015-2016

A. 7 K DALAM PELAKSANAAN SEHARI-HARI.

Apa itu 7 K ?

7 K meliputi :

1. KEAMANAN

2. KEBERSIHAN

3. KEIMANAN

4. KEKELUARGAAN

5. KERINDANGAN

6. KERAPIHAN

7. KEINDAHAN.

Bagimana Penerapannya ?

1. Keamanan.

 Aman , adalah bebas dari gangguan seseorang/ sekelompok orang/lingkungan.

 Aman, adalah hak mendasar yang harus dimiliki manusia.

 Aman, meliputi : aman dalam lingkungan belajar, bekerja, maupun mengeluarkan

pendapat.

 Dalam pelaksanaannya meliputi : kita mulai pada diri kita sendiri, saling

menjaga,menghindari konflik antar teman, berani membela hak dan kebenaran,

menciptakan susasana aman di sekolah./ lingkungan sekolah.

2. Kebersihan.

 Bersih, adalah tempat atau lingkungan , bebas dari sampah, debu, sehingga nampak

sedap dipandang.

 Kebersihan merupakan modal utama kesehatan, kebersihan merupakan sebagian dari

iman seseorang.
 Kebersihan meliputi : bersih tempat tinggal, tempat belajar/ kelas, sekolah/ lingkungan

sekolah, tempat ibadah, tempat bekerja.

 Pelaksannannya meliputi : mulai dari dari diri kita, menciptakan kebersihan dalam

kelas, lingkungan kelas, halaman sekolah/ lingkungan sekolah,membuang sampah pada

tempatnya jika habis jajan, tidak mencoret-coret bangku/ meja, dinding kelas/ sekolah

dengan tip-ex, spidol.

3. Keimanan.

 Iman, adalah kita percaya Allah SWT ada.

 Biasanya Iman dimanifestasikan dalam ibadah.

 Iman merupakan landasan penting dalam belajar, dan bekerja.

 Pelaksanannya adalah : merayakan hari keagamaan bersma di sekolah misalnya korban,

hari raya idul fitri, mendirikan pengajian rutin, mejelis taklim untuk kajian agama di

sekolah.

4. Kekeluargaan.

 Kekeluargaan, adalah hubungan yang erat antar orang-orang dalam rumah, kelas,

sekolah/ OSIS, kantor/ tempat bekerja, dan masyarakat.

 Kekeluargaan merupakan dasar dasar persatuan, modal utama dalam masyarakat/

lingkungan untuk ketentaraman, bahkan modal majunya sekolah.

 Kekeluargaan bisa tercapai manakala tidak ada rasa curiga, saling percaya, saling

menghargai,kerja sama dan rukun.

 Pelaksanaannya adalah : kita harus saling menghargai, mengayomi, tidak mencari

selamat diri sendiri, menyenguk jika teman jika sakit, menolong sesama siswa.

5. Kerindangan.

 Rindang atau sejuk, adalah lingkungan yang mempunyai sisrkulasi udara yang baik,

dengan adanya tanaman yang menyejukan, serta bebas dari polusi udara.

 Pelaksanaanya adalah : menanami halaman / lingkungan sekolah dengan pepohonan

yang bermanfaat, taman depan kelas dengan berbagai tamanan bunga, rajin menyiangi

dan menyirami

6. Kerapihan.
 Rapih, adalah suasana harmonis dalam dalam diri kita,keluarga , sekolah, kantor, atau

lingkungan sekitar.

 Pelaksaannya, adalah : rapih dari cara kita berpakaian, memakai seragam sekolah

sesuai dengan aturan yang ditetapkan, menata ruang kelas dengan baik misalnya jadwal

piket, gambar pahawan, presiden dan wkill presiden dan lambing negara.

7. Keindahan.

 Indah adalah suasana asri enak di pandang mata yang menyangkut lingkungan sekolah

kita,.

 Keindahan bisa tercapai manakala keamanan, kebersihan, keimanan, kekeluargaan,

kerindangan dan kerapihan tercapai.

 Pelaksaannya adalah : dengan menciptakan rasa aman, suasana bersih, iman,

kebersamaan, kerindangan, dan penataan yang apik.

 Dengan terciptanya 7 K, kita akan merasa betah dan nyaman disekolah tempat kita

belajar dan bekerja.

B. PROGRAM 7K SMP NEGERI 1 TAHUN PELAJARAN 2015-2016

NO PROGRAM 7K TINDAK LANJUT TINDAKAN


PEMBINAAN
1 KEAMANAN  Jika ketahuan di 1 bulan sekali razia
panggil bulanan
 Siswa di larang orangtuanya
membawa senjata  Jika ketahuan di
tajam beri nasehat
 Siswa di larang  Jika ketahuan
membawa uang diberi masukan
berlebihan  Jika dilanggar 3
 Siswa di larang kali diberhentikan
membawa kaset,
buku (novel) porno
 Siswa di larang
berkelahi
 Siswa di larang
minggat (lompat
pagar)

2 KEBERSIHAN  Setiap hari kelas di  Setiap bulan


nilai oleh Pembina diumumkan
 Siswa di larang  Setiap 1 bulan kelas terbersih
diadakan dan terkotor
membuang sampah kebersihan  Pemberian tropi
sembaranga menyeluruh juara 1
 Siswa dianjurkan
menyapu kelas
setiap selesai KBM
 Siswa diwajibkan
operasi semut
sebelum masuk
kelas

3 KEKELUARGAAN  Jika ada musibah


(meninggal)
 Siswa diwajibkan diwajibkan
mengenal guru melayat
bahkan hafal  Setiap ada
namanya keluarga guru
 Siswa diwajibkan menikah atau
menghormati guru melahirkan
 Siswa diwajibkan dianjurkan
menjaga anjangsana
keharmonisan  Setiap 1 bulan
dengan guru sekali diadakan
 Siswa diwajibkan arisan
meghormati kakak
kelas dan
menyayangi adik
kelas
 Bagi bapak dan ibu
guru harus
mengenal keluarga
besar SMAN 2
Pbm.

4 KEINDAHAN  Setiap tahun ajaran


baru (Siswa baru)
 Siswa diwajibkan disuruh membawa
membuat taman kembang sepatu,
kelas sapu lidi, dan tanah
 Siswa diwajibkan hitam
melengkapi alat-alat  Setiap tahun
yang dibutuhkan diwajibkan
kelas mengecet taman
 Siswa diwajibkan  Setiap tahun
menata ruang kelas diwajibkan menata
ruangan,
memasang
hordeng, gambar
presiden, dan
wapres, pancasila,
dsb.

5 KETERTIBAN  Setiap masuk pintu  Jika siswa


gerbang setiap melanggar
 Siswa di larang siswa diperiksa diberikan sanksi
berambut panjang atribut dan atau disita
(laki-laki) kerapihan pakaian barang yang
 Siswa di larang  Sebelum jam KBM melanggar
mengecer rambut dimulai guru  ilakukan secara
 Siswa di larang memeriksa berulang-ulang
memanjangkan kembali maka siswa
kuku kelengkapan siswa. diskor.
 Siswa di larang
memakai baju, rok
sempit, dan ketat
 Siswa di larang
memakai celana
cutbarai dam
“pensil”
 Siswa di laranga
memakai aksesoris
seperti gelang dsb
 Siswa diwajibkan
menggunakan
sepatu bertali dan
berwarna hitam
 Siswa di larang
membawa
handphone

6 KERAPIHAN Setiap masuk siswa  Jika siswa


diperiksa oleh guru melanggar
 Siswa diwajibkan diberikan sanksi
memasukkan baju atau disita
ke dalam celana barang yang
atau rok yang melanggar
dipakai  Dilakukan
 Siswa diwajibkan secara berulang-
memakai ikat ulang maka
pinggang berwarna siswa akan
hitam dan tidak diskor dan
menggunakan dipanggil
kepala yang terbuat orangtuanya.
dari besi
 Siswa diwajibkan
memakai kaor kaki
putih dan panjang
sedengkul
 Siswa di larang
memakai jaket di
lingkungan sekolah

7 KERINDANGAN Guru dan siswa


Setiap awal semester tahun menanam pohon
pelajaran pihak sekolah penghijauan di halaman,
membeli pohon yang depan kelas sesuai
dipandang perlu untuk kebutuhan.
kerindangan
C. TEKNIS LOMBA 7K ANTAR KELAS DI SMP NEGERI 1 TAHUN

PELAJARAN 2015/2016

TEKNIS

* .Perlombaan dimulai pada awal bulan (Minggu pertama awal bulan).

* Setiap siswa dalam satu kelas wajib menjaga kelas sesuai kriteria 7 K yaitu, keamanan,

kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan, kenyamanan dan kekeluargaan.

* . Setiap hari guru yang masuk ke setiap kelas memberikan penilaian kriteria 7K

dengan format yang telah ditentukan sebelumnya (Lampiran 2).

* . Penilaian didasarkan atas rubrik-rubrik penilaian dengan range nilai antara 1 – 4.

* . Hasil penilaian akan diakumulasikan diakhir bulan (Minggu ke empat akhir bulan)

* Hasil akumulasi penilaian akan diumumkan pada dialog senin pagi awal bulan

berikutnya untuk ditentukan pemenang Lomba 7K antar Kelas antar kelas tersbut

* . Kelas yang menang akan diberikan penghargaan berupa sertifikan Lomba 7K antar

kelas setiap edisinya.

* . Dengan adanya Lomba 7K antar kelas ini diharapkan dapat memndisiplinkan siswa

dalam menerapkan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan,

kenyamanan dan kekeluargaan serta menciptakan lingkungan berbasis 7K.

D. RUBRIK PENILAIAN LOMBA 7K ANTAR KELAS SMP NEGERI 1 TAHUN

PELAJARAN 2015/2016

NO URAIAN RUBRIK 1 = (1 dari 4) 2 = (2 dari 4) 3 = (3 dari 4) 4 = (4 dari 4)

1 Keamanan ü Aman dari pencurian di kelas ü Terjadi pertikaian dan tindakan asusila

siswa ü Kurangnya kedisiplinan kelas ü Tidak ada kerjasama di kelas ü Aman dari

pencurian di kelas ü

Aman dari pertikaian dan tindakan asusila siswa ü Kurangnya kedisiplinan kelas ü Tidak

ada kerjasama di kelas ü Aman dari pencurian di kelas ü Aman dari pertikaian dan

tindakan asusila siswa ü Menjaga kedisiplinan kelas ü Tidak ada kerjasama di kelas ü
Aman dari pencurian di kelas ü Aman dari pertikaian dan tindakan asusila siswa Menjaga

kedisiplinan kelas ü Menjaga Kerjasama di kelas

2 Kebersihan · Melaksanakan piket kelas dengan baik · Sebelum memulai pelajaran

papan masih kotor dan spidol beum terisi · Masih ditemukan sampah makanan atau

sampah dalam bentuk apapun di kelas termasuk laci bangku · Tidak membuang sampah

di tempat sampah · Melaksanakan piket kelas dengan baik · Sebelum memulai pelajaran

papan harus bersih dan spidol telah terisi · Masih ditemukan sampah makanan atau

sampah dalam bentuk apapun di kelas termasuk laci bangku · Tidak membuang sampah

di tempat sampah · Melaksanakan piket kelas dengan baik · Sebelum memulai pelajaran

papan harus bersih dan spidol telah terisi · Tidak ditemukan sampah makanan atau

sampah dalam bentuk apapun di kelas termasuk laci bangku · Tidak membuang sampah

di tempat sampah · Melaksanakan piket kelas dengan baik · Sebelum memulai pelajaran

papan harus bersih dan spidol telah terisi · Tidak ditemukan sampah makanan atau

sampah dalam bentuk apapun di kelas termasuk laci bangku · Membuang sampah di

tempat sampah

3 Ketertiban Ø Setiap siswa di kelas menggunakan seragam yang benar dengan atribut

yang lengkap Ø Terlambat Masuk ke dalam kelas saat pelajaran telah berlangsung Ø

Belum menitipkan kepada wali kelas di kantor segala jenis elektronik yang dibawa

sebelum jam ke-1 Ø Kelas gaduh, terdapat siswa yang tidak patuh, dan terdapat siswa

berkata kotor Ø Setiap siswa di kelas menggunakan seragam yang benar dengan atribut

yang lengkap Ø Masuk ke dalam kelas tepat waktu saat pelajaran telah berlangsung Ø

Belum menitipkan kepada wali kelas di kantor segala jenis elektronik yang dibawa

sebelum jam ke-1 Ø Kelas gaduh, terdapat siswa yang tidak patuh, dan terdapat siswa

berkata kotor Ø Setiap siswa di kelas menggunakan seragam yang benar dengan atribut

yang lengkap Ø Masuk ke dalam kelas tepat waktu saat pelajaran telah berlangsung Ø

Menitipkan kepada wali kelas di kantor segala jenis elektronik yang dibawa

sebelum jam ke-1 Ø Kelas gaduh, terdapat siswa yang tidak patuh, dan terdapat siswa

berkata kotor Ø Setiap siswa di kelas menggunakan seragam yang benar dengan atribut

yang lengkap Ø Masuk ke dalam kelas tepat waktu saat pelajaran telah berlangsung Ø
Menitipkan kepada wali kelas di kantor segala jenis elektronik yang dibawa sebelum jam

ke-1 Ø Menjaga kelas tetap kondusif

4 Keindahan ü Meja, kursi, sepatu, dan sandal tertata rapi ü Susunan aksesoris yang

berada di kelas tidak teratur dan semrawut (tempelan nilai hasil belajar, hasil praktikum,

hasta karya, dll) ü Tidak adanya penambahan vas bunga, atau bunga hidup baik di luar

ataupun di dalam kelas. ü Kelas kotor ü Meja, kursi, sepatu, dan sandal tertata rapi ü

Susunan aksesoris yang berada di kelas harus serasi dan rapi (tempelan nilai hasil belajar,

hasil praktikum, hasta karya, dll) ü Tidak adanya penambahan vas bunga, atau bunga

hidup baik di luar ataupun di dalam kelas. ü Kelas kotor ü Meja, kursi, sepatu, dan sandal

tertata rapi ü Susunan aksesoris yang berada di kelas harus serasi dan rapi (tempelan nilai

hasil belajar, hasil praktikum, hasta karya, dll) ü Terdapat vas bunga, atau bunga hidup

baik di luar ataupun di dalam kelas yang dirawat dengan baik ü Kelas kotor ü Meja,

kursi, sepatu, dan sandal tertata rapi ü Susunan aksesoris yang berada di kelas harus

serasi dan rapi (tempelan nilai hasil belajar, hasil praktikum, hasta karya, dll) ü Terdapat

vas bunga, atau bunga hidup baik di luar ataupun di dalam kelas yang dirawat dengan

baik ü Kelas bersih, rapi, dan harum

5 Kerindangan · Terdapat tanaman dalam pot yang terawat dengan baik · Ruangan yang

pengap dengan kelambu yang kotor · Hasil kerja siswa diletakkan sembarangan · Tidak

tertib piket kelas · Terdapat tanaman dalam pot yang terawat dengan baik · Ruangan

yang sejuk (pengharum ruangan) dengan kelambu yang bersih · Hasil kerja siswa

diletakkan sembarangan · Tidak tertib piket kelas · Terdapat tanaman dalam pot yang

terawat dengan baik · Ruangan yang sejuk (pengharum ruangan) dengan kelambu yang

bersih · Hasil kerja siswa diletakkan dengan rapi · Tidak tertib piket kelas · Terdapat

tanaman dalam pot yang terawat dengan baik · Ruangan yang sejuk (pengharumruangan)

dengan kelambu yang bersih · Hasil kerja siswa diletakkan dengan rapi · Tertib piket

kelas

6 Kenyamanan Ø Menjaga ketenangan di kelas Ø Tidak menjaga ketertiban di kelas Ø

Tidak berbicara dengan sopan dan tidak berteriak-teriak Ø Tidak menempatkan perabot

kelas pada tempatnya dengan baik (sapu,mukena, dll) Ø Menjaga ketenangan di kelas Ø
Menjaga ketertiban di kelas Ø Tidak berbicara dengan sopan dan tidak berteriak-teriak Ø

Tidak menempatkan perabot kelas pada tempatnya dengan baik (sapu,mukena, dll) Ø

Menjaga ketenangan di kelas Ø Menjaga ketertiban di kelas Ø Berbicara dengan sopan

dan tidak berteriak-teriak Ø Tidak menempatkan perabot kelas pada tempatnya dengan

baik (sapu,mukena, dll Ø Menjaga ketenangan di kelas Ø Menjaga ketertiban di kelas Ø

Berbicara dengan sopan dan tidak berteriak-teriak Ø Menempatkan perabot kelas pada

tempatnya dengan baik (sapu,mukena, dll)

7 Kekeluargaan ü Membuat susunan struktur kelas dan melaksanakannya dengan baik ü

Tidak tepat waktu dalam membayar dansos ü Acuh tak acuh terhadap teman dalam

kebaikan di kelas ü Tidak ada teamwork/kelompok belajar yang baik ü Membuat susunan

struktur kelas dan melaksanakannya dengan baik ü Ketepatan waktu dalam membayar

dansos ü Acuh tak acuh terhadap teman dalam kebaikan di kelas ü Tidak ada

teamwork/kelompok belajar yang baik.


BAB IV

PENUTUP

Pelaksanaan 7 K di setiap sekolah penting untuk dilaksanakan, dan dapat

diupayakan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

a. Ketaqwaan, yaitu wujud dari rasa syukur kepada Allah dengan menjalankan perintah

dan larangan-Nya serta merupakan prasyarat bagi penciptaan keharmonisan dalam

kehidupan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan membimbing dan memberikan

kesempatan kepada warga sekolah untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran

agama yang dianutnya (Islam).

b. Keamanan, yaitu rasa aman dan tenteram, bebas dari rasa takut, baik lahir maupun

bathin diusahakan dengan jalan :

Usaha penanggulangan gangguan keamanan dari luar dengan membuat pagar keliling,

pembentukan dan peningkatan kerja guru piket, pengadaan petugas satpam dan jaga

malam serta peraturan tamu yang tegas.

Usaha penanggulangan gangguan keamanan dari dalam dengan jalan mencegah

sedini mungkin gejala perkelahian di antara siswa melalui bimbingan fisik oleh guru,

anjuran untuk ikut menjaga keamanan sekolah dengan pembagian tugas dan tanggung

jawab kepada regu piket yang dilakukan oleh siswa. Disamping itu juga dengan

menugaskan guru piket dan satpam untuk mengawasi tamu atau orang-orang yang masuk

lingkungan sekolah tanpa kepentingan yang jelas dengan peraturan tamu yang tegas.

c. Kebersihan adalah wujud dari bersih jasmani dan rohani serta merupakan syarat untuk

kesehatan fisik dan mental spiritual.


Pelaksanaan kebersihan di sekolah adalah dengan anjuran agar semua pihak baik

guru, pegawai maupun siswa untuk selalu mengadakan gerakan kebersihan baik

kebersihan WC/kamar mandi, kantin/koperasi sekolah, ruang kelas, ruang perpustakaan,

ruang laboratorium, ruang guru dan TU, ruang kepala sekolah serta halaman kelas, kantor

dan halaman sekolah secara umum. Pelaksanaan kebersihan juga bisa dilakukan melalui

gerakan massal kebersihan pada tiap hari Jum’at atau Sabtu (Jum’at atau Sabtu Bersih)

selesai kegiatan senam pagi, dan diupayakan melalui lomba kebersihan antar kelas yang

dilakukan pada musim hujan dan tiap akhir semester (pada minggu sebelum/menjelang

pembagian raport).

d. Ketertiban adalah keteraturan yang menimbulkan keserasian, keselarasan dan

keseimbangan dalam tata letak, tata hidup dan tata pergaulan.

Ketertiban ini dapat terlaksana dengan baik dengan memperhatikan kehadiran

guru, pegawai dan siswa sekolah. Disamping itu juga terlihat dari ketepatan melakukan

kewajiban seperti membayar iuran/sumbangan (jika ada) dan pelaksanaan pembelajaran

(PBM) oleh guru pada setiap hari kerja.

Untuk mengupayakan ketertiban, maka akan ditempuh dengan cara monitoring

dan evaluasi, serta dengan melakukan operasi ketertiban siswa. Operasi ketertiban siswa

dimaksudkan untuk mencegah tindakan, perilaku dan perbuatan siswa yang mengarah

kepada hal-hal yang negatif.

e. Keindahan, adalah perpaduan unsur alami ciptaan Allah yang menimbulkan rasa

estetika dalam kehidupan.

Pelaksanaannya di sekolah adalah dengan menata halaman sekolah dengan

tanaman-tanaman yang tidak mahal, namun serasi baik bentuk maupun jenisnya.

Penataan dan pemeliharannya dikoordinasikan oleh urusan kesiswaan dan perlengkapan,

dengan dibantu setiap dua kali dalam tahun pelajaran oleh seluruh warga sekolah dalam

kegiatan “Kemah Terpadu” dan “Kemah Bakti Pramuka”, yang pelaksanaannya pada

akhir setiap semester.


f. Kekeluargaan adalah wujud kehidupan yang dijiwai oleh tenggang rasa dan gotong

royong dalam mewujudkan saling asih, saling asah dan saling asuh dalam masyarakat

sekolah.

Hal ini dilaksanakan dengan tetap membina hubungan yang baik antara sekolah

dan komite [Link], guru – murid, guru dengan pegawai TU dan instansi

lain. Disamping itu akan diupayakan melalui “Temu Keagkern Warga Sekolah” yang

dilaksanakan satu kali dalam tahun pelajaran, yaitu pada akhir tahun pelajaran, dan

dilaksanakan (berlokasi) di objek-objek wisata atau tempat-tempat yang menarik di

sekitar wilayah kecamatan Jerowaru. Dilakukan pula melalui pertemuan yang

dilaksanakan oleh Unit Kersejahteraan dan Darma Wanita sekolah.

g. Kerindangan, adalah suasana teduh yang diakibatkan oleh adanya tumbuhan baik

berupa pohon, perdu, semak maupun tanaman memanjat/merambat yang ditata sebagai

pelindung yang serasi di sekolah.

Pelaksanaannya di sekolah hendaknya diupayakan dengan memilih pohon-pohon

dan tanaman lain yang ditanam di lingkungan sekolah dengan sifat-sifat tidak mudah

sempal, tidak banyak daun yang gugur serta perakarannya tidak mengganggu pondasi

bangunan sekolah.

Bertitik tolak kepada pengertian dari masing-masing K tersebut di atas, maka

pelaksanaannya sangat penting bahkan mutelak dalam mewujudkan sekolah sebagai

pusat kebudayaan dan kehidupan masyarakat bernuansa pendidikan.

Pengelolaan 7 K di sekolah harus melibatkan seluruh warga sekolah yaitu, pesuruh

dan karyawan (pegawai), guru dan siswa secara terpadu di bawah koordinasi urusan

kesiswaan dan sarana prasarana (perlengkapan) sebagai mana tercantum dalam struktur

organisasi sekolah.

Anda mungkin juga menyukai