0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Video Animasi untuk Pembelajaran Bahasa Arab

Buku

Diunggah oleh

junilyasari06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Video Animasi untuk Pembelajaran Bahasa Arab

Buku

Diunggah oleh

junilyasari06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol 9 No.

7 Juli 2025
Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu eISSN: 2118-7452

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI


PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB BAGI SISWA
SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU

Fatimah Fitri Alhamda1, Abna Hidayati2, Mutiara Felicita Amsal3, Septriyan Anugrah4
alhamda1601@gmail.com1, abnahidayati@[Link].id2, mutiaraamsal@[Link].id3,
septriyan@[Link].id4
Universitas Negeri Padang

ABSTRAK
Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik serta dominasi metode ceramah dalam
pembelajaran Bahasa Arab, yang berdampak pada rendahnya motivasi dan pemahaman siswa
terhadap materi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media video pembelajaran animasi
menggunakan aplikasi Sparkol Videoscribe untuk pembelajaran Bahasa Arab materi cuaca dan
musim pada siswa kelas V SDIT. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D)
dengan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Penelitian ini menghasilkan media
pembelajaran yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil validasi
materi oleh validasi yang dilakukan oleh ahli materi memperoleh rata-rata 4,87 dengan kategori
“sangat valid”. Hasil penilaian dari 2 orang validator media memperoleh rata-rata 4,83 dengan
kategori “sangat valid”. Hasil uji kepraktisan media memperoleh rata-rata nilai 4,8 dengan kategori
“sangat valid”. Hasil uji efektivitas menggunakan ketuntasan klasikal diperoleh ketuntasan siswa
sebanyak 24 siswa dari 26 siswa dengan persentase sebesar 92% melebihi syarat ketuntasan klasikal
yaitu ≥ 75% siswa yang tuntas hasil belajarnya. Berdasarkan hasil uji validitas, praktikalitas dan
efektivitas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan ini layak dan efektif
sehingga dapat digunakan pada mata pelajaran bahasa Arab kelas V di SDIT/MI.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Animasi, Videoscribe, Bahasa Arab, SDIT,
Pengembangan Media.

PE NDA HULUA N
i i i

Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih dan
berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Untuk
meningkatkan kualitas pendidikan, dilakukan berbagai inovasi dalam kurikulum, metode
pembelajaran, dan sarana prasarana (Novita, 2021). Guru dituntut menghadirkan inovasi
pembelajaran agar siswa dapat belajar secara optimal, salah satunya melalui media
pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Media pembelajaran
merupakan segala sesuatu yang digunakan pada saat proses pembelajaran yang dapat
mendukung pembelajaran dan membangkitkan motivasi, semangat serta perhatian
peserta didik ketika proses pembelajaran (Sari & Hidayati, 2020). Media pembelajaran
dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran, hal tersebut dikarenakan media dapat membantu
penyampaian informasi (Hidayati & Bentri, 2019).
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mengintegrasikan kurikulum umum dengan
nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Konsep ini menciptakan
lingkungan belajar holistik yang menyeimbangkan aspek akademik, spiritual, dan moral
siswa. SDIT memadukan pendekatan pesantren dan pendidikan modern, sehingga
menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta
berlandaskan nilai spiritual (Ismael & Iswantir, 2022).
Bahasa Arab merupakan mata pelajaran utama di SDIT karena menjadi kunci dalam
memahami Al-Qur’an dan Hadis. Penguasaan bahasa ini sejak dini memperkuat literasi
keislaman serta membentuk dasar intelektual dan spiritual siswa (Andriani, 2015). Oleh

430
karena itu, pembelajaran Bahasa Arab menjadi esensial dalam pendidikan Islam.
Perkembangan teknologi menuntut inovasi pembelajaran, termasuk dalam pengajaran
Bahasa Arab. Media pembelajaran berperan penting dalam membuat proses belajar lebih
menarik dan interaktif. Dalam konteks ini, video animasi menjadi solusi efektif untuk
meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam mempelajari Bahasa Arab di SDIT.
media video pembelajaran merupakan perangkat pembelajaran yang dapat dibuat oleh
pendidik berdasarkan kebutuhan dalam suatu pembelajaran (Hidayati et al., 2018).
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang
mendorong eksplorasi siswa. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 menyebutkan bahwa
guru adalah pendidik profesional yang mendidik, membimbing, melatih, menilai, dan
mengevaluasi siswa. Ini menuntut guru untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi,
dan merespons kebutuhan siswa yang beragam. Namun, tantangan seperti beban kerja tinggi
dan keterbatasan sumber daya seringkali menghambat efektivitas pengajaran (Yulistina,
2024).
Hasil observasi di SDIT Dar El-Iman 1 menunjukkan bahwa sekolah memiliki 656
siswa yang tersebar merata di enam tingkat kelas, masing-masing terdiri dari empat
rombongan belajar (A–D), dengan rata-rata 27 siswa per kelas. Namun, pembelajaran
Bahasa Arab masih didominasi oleh metode ceramah dan buku bergambar bilingual, serta
minim penggunaan media digital. Observasi pada 23 Oktober 2024 menemukan bahwa guru
kurang terampil dalam menggunakan media digital seperti video atau PPT. Interaksi guru
dengan siswa menggunakan Bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa
Indonesia bertujuan membiasakan siswa berbahasa Arab. Namun, siswa cenderung lebih
tertarik pada Bahasa Inggris, menandakan perlunya pendekatan yang lebih inovatif dalam
pembelajaran. Guru menyampaikan bahwa keterbatasan waktu dan persepsi bahwa media
digital kurang cocok untuk mata pelajaran Bahasa Arab menjadi alasan minimnya inovasi
media pembelajaran. Selain itu, keterbatasan dalam penggunaan musik di SDIT sebagai
bagian dari prinsip pembelajaran berbasis sunnah menjadi tantangan tersendiri dalam
pengembangan media digital.
Sebagai solusi, pengembangan media pembelajaran berbasis Videoscribe menjadi
alternatif yang relevan. Videoscribe memungkinkan pembuatan video animasi yang menarik
dan interaktif tanpa menggunakan musik, sesuai dengan prinsip SDIT. Media ini
memudahkan siswa memahami kosakata dan konsep Bahasa Arab melalui visualisasi dan
narasi yang mendukung berbagai gaya belajar. Keunggulan Videoscribe juga terletak pada
kemudahan penggunaannya, sehingga membantu guru yang memiliki keterbatasan waktu
dan keterampilan teknis. Dengan media ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan
efektif. Penelitian menunjukkan bahwa media video animasi mampu meningkatkan
motivasi belajar dan karakter kerja keras siswa (Wuryanti & Kartowagiran, 2016), serta
efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Arab (Zulkarnain, 2023).
Dengan demikian, pengembangan media video animasi berbasis Videoscribe
diharapkan menjadi solusi inovatif yang meningkatkan efektivitas, keterlibatan, dan
motivasi siswa dalam belajar Bahasa Arab, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran
abad ke-21 di SDIT Dar El-Iman.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/
R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran animasi yang valid,
praktis, dan efektif untuk pembelajaran Bahasa Arab di kelas V Sekolah Dasar Islam
Terpadu (SDIT). Penelitian pengembangan di bidang pendidikan merupakan suatu jenis
penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk pembelajaran yang diawali

431
dengan analisis kebutuhan, pengembangan produk, evaluasi produk, revisi, dan penyebaran
produk (Purnama, 2016:21).
Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang dikembangkan oleh
Thiagarajan, yang terdiri atas empat tahap, yang pertama tahap Define (Pendefinisian), pada
tahap ini dilakukan serangkaian analisis untuk menentukan kebutuhan dan karakteristik
pembelajaran yang dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan
meliputi analisis kurikulum, analisis kebutuhan guru, analisis kebutuhan siswa, dan analisis
konsep. Kedua tahap Design (Perancangan), pada tahap ini dilakukan untuk menyiapkan
standar produk media video animasi yang dirancang, tahap ini meliputi penyusunan
instrumen tes, pemilihan media yang relevan dengan karakteristik siswa dan konteks
pembelajaran, yaitu Sparkol Videoscribe, pemilihan format media berdasarkan kriteria
kemudahan dan daya tarik visual, dan perancangan awal berupa storyboard yang
menggambarkan alur narasi dan visualisasi dalam video. Ketiga tahap Develop
(Pengembangan) merupakan kegiatan uji validitas serta praktikalitas produk hingga
menghasilkan produk yang setara dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Validasi
dilakukan oleh satu orang ahli materi dan dua orang ahli media. Revisi produk dilakukan
berdasarkan saran dari para validator. Selanjutnya dilakukan uji kepraktisan dengan
melibatkan siswa kelas V dan guru Bahasa Arab di SDIT Dar El-Iman. Uji kepraktisan
bertujuan menilai kemudahan penggunaan dan daya tarik media. Terakhir, dilakukan uji
efektivitas untuk mengukur keberhasilan media dalam mencapai ketuntasan belajar secara
klasikal, dengan indikator ketuntasan ≥75% dari total siswa. Yang terakhit tahap
Disseminate (Penyebaran), tahap menyebarkan produk agar dapat digunakan oleh
pengguna, baik secara individu, berkelompok, maupun sistem.
Subjek Penelitian ini dilakukan di SDIT Dar El-Iman Padang pada siswa kelas V-C
yang berjumlah 26 orang. Teknik Pengumpulan melalui lembar angket validasi, angket
praktikalitas, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data kualitatif diperoleh dari saran
validator, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif. Skor dari angket dan tes
dianalisis menggunakan skala Likert dan kriteria interpretasi nilai persentase untuk
menentukan tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas media.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengembangan
Data hasil pengembangan ini didapat dari uji validitas, praktikalitas dan efektivitas.
Adapun uji validitas dilakukan oleh para ahli media dan ahli materi.
Uji validitas media
Data validasi media ini didapatkan berdasarkan penilaian oleh dua orang validator ahli
media yaitu dosen Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNP. Uji
validitas media ini dilakukan untuk menguji kelayakan media dengan memberikan
perbaikan dan saran tertulis maupun secara lisan yang nantinya akan dijadikan pedoman
dalam memperbaiki dan merevisi produk yang sedang dikembangkan. Adapun aspek yang
dinilai dalam uji validitas media ini yaitu teks, audio, animasi dan video. Hasil penilaian
validator media I dan II terlihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Hasil Akhir Uji Validitas Media
Aspek Indikator Validator Validator Media
Media 1 II
Teks 1 5 5
2 5 5
Audio 3 5 5
4 5 5

432
5 5 4
6 5 5
7 5 4
Animasi 8 5 5
9 5 4
10 4 5
11 5 5
12 5 5
13 5 5
14 5 4
Video
15 5 5
Jumlah 74 71
Rata-Rata 4,93 4,73
Keterangan Sangat Valid Sangat Valid
Melalui tabel hasil penilaian uji validitas media oleh validator I dan II di atas dapat
disimpulkan bahwa video pembelajaran animasi yang telah dibuat dikategorikan “sangat
valid” dari kedua validator. Dengan nilai rata-rata validator 1 yaitu 4,93 dan validator II
yaitu 4,73. Dengan begitu media video animasi ini layak digunakan.
Uji Validitas Materi
Data validasi materi ini didapatkan berdasarkan penilaian oleh salah seorang guru
mata pelajaran bahasa Arab kelas V SDIT Dar El Iman. Uji validitas materi ini dilakukan
untuk menguji kelayakan materi dengan media yang akan dikembangkan dengan
memberikan perbaikan dan saran tertulis maupun secara lisan yang nantinya akan dijadikan
pedoman dalam memperbaiki dan merevisi produk yang sedang dikembangkan. Adapun
aspek yang dinilai dalam uji validitas materi ini yaitu kelayakan konten (isi materi),
penyajian materi, kebahasaan, dan evaluasi. Hasil penilaian validator materi terlihat pada
tabel berikut:
Tabel 2. Hasil Akhir Uji Validitas Materi
Aspek Indikator Penilaian
kelayakan konten 1 5
(isi materi) 2 5
3 5
4 5
penyajian materi 5 5
6 5
7 5
kebahasaan 8 5
9 5
10 5
11 4
12 5
13 5
evaluasi 14 5
15 5
Jumlah 73
Rata-Rata 4,87
Sangat
Keterangan
Valid
Melalui tabel hasil penilaian uji validitas materi oleh salah seorang guru mata
pelajaran bahasa Arab kelas V SDIT Dar El Iman di atas dapat disimpulkan bahwa video

433
pembelajaran animasi yang telah dibuat dikategorikan “sangat valid” dari kedua validator.
Dengan nilai rata-rata yaitu 4,87. Dengan begitu media video animasi ini layak digunakan.
Uji Praktikalitas
Novrianti, (2016) menjelaskan bahwa proses pengembangan produk, validasi melalui
uji ahli, dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan untuk memastikan bahwa
produk yang dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Uji
Praktikalitas dilakukan pada siswa kelas V SDIT Dar El Iman sebanyak 26 siswa. Adapun
hasil uji praktikalitas media dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3. Hasil Uji Praktikalitas
No Aspek Penilaian Rata-rata Kategori
Gambar yang ditampilkan Sangat Praktis
1 membantu dalam memahami 4,8
materi
2 Penyajian materi oleh narator 4,7 Sangat Praktis
sudah jelas
3 Bahasa yang digunakan mudah 4,8 Sangat Praktis
dipahami
4 Suara narator dapat didengar 4,9 Sangat Praktis
dengan jelas
5 Penyampaian materi mudah 4,8 Sangat Praktis
dipahami
6 Gambar yang digunakan dapat 4,9 Sangat Praktis
terlihat dengan jelas
7 Teks yang ditampilkan dapat 4,9 Sangat Praktis
terbaca dengan baik
8 Background yang digunakan 4,7 Sangat Praktis
menarik
9 Warna yang digunakan menarik 4,8 Sangat Praktis
Video animasi ini membuat saya Praktis
10 lebih semangat dalam belajar 4,3
11 Video ini dapat membuat belajar 4,7 Sangat Praktis
jadi menyenangkan
Rata-rata Keseluruhan 4,8 Sangat Praktis
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa rata-rata skor yang diperoleh dari uji
praktikalitas adalah 4,8 dengan kategori “Sangat Praktis”. Mengacu pada Kriteria
Interpretasi Skor Praktikalitas, dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran animasi
ini sangat praktis digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab kelas V SDIT materi Cuaca
dan Musim.
Uji Efektivitas
Keefektifan media video animasi didasarkan pada hasil belajar siswa menggunakan
media video animasi yang telah dikembangkan. Suatu kelas dapat dikatakan tuntas
belajarnya (ketuntasan secara klasikal) jika dalam kelas tersebut terdapat ≥ 75% siswa yang
telah tuntas hasil belajarnya dari nilai KKM 80. Adapun hasil efektivitas hasil belajar siswa
berdasarkan ketuntasan klasikal adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Uji Efektivitas
Hasil Belajar
Jumlah
KKM Siswa Siswa Belum
Siswa Persentase Persentase
Tuntas Tuntas
26 80 24 92% 2 8%
Setelah menggunakan media video animasi, ketuntasan belajar siswa meningkat dari
54% (14 dari 26 siswa) menjadi 92% (24 siswa), melebihi ambang batas ketuntasan klasikal
434
≥ 75%. Hal ini menunjukkan bahwa media video animasi efektif digunakan dalam
pembelajaran materi Cuaca dan Musim.
Pembahasan
1. Tahap Define (Pendefinisian)
a. Analisis Kurikulum
Analisis kurikulum bertujuan untuk mengetahui capaian pembelajaran agar tujuan
sesuai dengan kurikulum. Analisis kurikulum diawali dengan tahapan analisis capaian
pembelajaran serta alur tujuan pembelajaran pada mata pelajaran di Sekolah Dasar. Analisis
kompetensi kemudian dikembangkan dalam bentuk indikator dan tujuan pembelajaran
dikembangkan (Hidayati, 2019). Menurut Mulyatiningsih (2016), analisis ini membantu
menentukan kompetensi yang akan dikembangkan. Berdasarkan wawancara, kurikulum
yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada
siswa.
b. Analisis Kebutuhan Guru
Meliyani et al., (2022) menyatakan bahwa analisis kebutuhan guru penting dilakukan
untuk menghasilkan media pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan efektif dalam
meningkatkan interaksi belajar-mengajar. Sementara itu, menurut Widiani & Darmayanti,
(2024) guru membutuhkan media video interaktif untuk menggantikan dominasi ceramah
dan meningkatkan keterlibatan siswa. Analisis ini membantu guru memilih media yang
sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa agar pembelajaran lebih menarik dan tidak
hanya ceramah. Guru masih menggunakan metode ceramah, sehingga diperlukan media
bantu untuk menyampaikan materi Cuaca dan Musim.
c. Analisis Kebutuhan Siswa
Menurut Taufik (2019), analisis kemampuan awal penting untuk mengembangkan
media yang tepat sasaran. Observasi menunjukkan siswa kelas V SDIT Dar El Iman kurang
aktif dan tidak fokus. Guru menyarankan penggunaan video animasi untuk membantu
pemahaman materi Cuaca dan Musim. Video animasi membantu siswa memahami materi
secara visual, dapat diulang, dan mendukung pembelajaran mandiri sesuai kecepatan
masing-masing.
d. Analisis Konsep
Analisis ini bertujuan menyusun konsep materi secara sistematis (Asriani et al., 2017).
Materi Cuaca dan Musim menuntut siswa memahami, menghafal, dan menerjemahkan
kosakata Arab. Media video animasi dipilih karena mampu menarik minat siswa dan
mempermudah pemahaman materi.
e. Tahap Design (Perancangan)
Tahap perancangan dimulai dengan penyusunan tes objektif sebanyak 10 soal untuk
mengukur ketuntasan indikator pembelajaran, dilanjutkan dengan pemilihan media berupa
video animasi berbasis Sparkol Videoscribe yang disesuaikan dengan materi dan
karakteristik siswa, serta penentuan format MP4 yang fleksibel digunakan baik secara online
maupun offline, kemudian dirancang storyboard sebagai visualisasi isi video meliputi audio
dan elemen visual, hingga akhirnya media video animasi dikembangkan menggunakan
aplikasi Sparkol Videoscribe. Hal ini sejalan dengan pendapat Yani et al., (2020) yang
menyatakan bahwa storyboard dalam pengembangan media video animasi berfungsi
sebagai panduan produksi agar media yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual,
tetapi juga sesuai dengan tujuan pembelajaran dan alur logis materi.
Tahap Develop (Pengembangan)
a. Uji Validitas
Menurut Arikunto (2018) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-
tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu [Link] diuji oleh dua dosen ahli

435
media dan satu guru bahasa Arab. Validitas materi: 4,87 (Sangat Valid) Validitas media:
4,93 dan 4,73, rata-rata 4,83 (Sangat Valid). Hasil ini menunjukkan media layak digunakan
(Huda, 2024).
b. Uji Praktikalitas
Dilakukan oleh 26 siswa kelas V SDIT Dar El Iman. Hasil praktikalitas: 4,8 (Sangat
Praktis). Media dinilai mudah digunakan dan bermanfaat. Hasil ini sejalan dengan
Syahputra (2022), yang menyatakan media dikatakan praktis jika berada pada kategori
minimal “Cukup Praktis”.
c. Uji Efektivitas
Efektivitas diukur melalui tes 10 soal. Sebelum menggunakan media, ketuntasan
hanya 54% (14 dari 26 siswa). Setelah menggunakan media, meningkat menjadi 92% (24
siswa). Hasil ini melebihi batas ketuntasan klasikal ≥75% (Trianto dalam Ratunguri, 2021),
sehingga media dinyatakan efektif.
d. Tahap Disseminate (Penyebaran)
Menurut Thiagarajan et al., (1974) dalam model 4D (Define, Design, Develop,
Disseminate), tahap disseminate dilakukan untuk memastikan bahwa produk pembelajaran
yang telah dinyatakan layak dapat diterapkan secara nyata di lapangan dan digunakan oleh
khalayak sasaran secara mandiri maupun terstruktur. Setelah dinyatakan layak, media
disebarkan kepada guru bahasa Arab kelas V dalam bentuk flashdisk dan melalui link
YouTube agar dapat digunakan secara mandiri oleh siswa.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan media video
pembelajaran animasi pada mata pelajaran bahasa Arab bagi siswa Sekolah Dasar Islam
Terpadu, dapat disimpulkan :
1. Penelitian pengembangan media video animasi ini menggunakan 4-D model (define,
design, develop and disseminate). Penelitian ini menghasilkan produk video animasi
yang dapat membantu guru dalam menyampaikan proses pembelajaran.
2. Hasil uji validitas produk video animasi yang telah dikembangkan baik dari segi media
maupun materi memperoleh kategori sangat valid dengan nilai rata-rata dari validator
materi 4,87 dan nilai rata-rata dari validator media 4,83, dimana perolehan nilai dari ahli
media I 4,93 dan dari ahli media II 4,73. Jadi dapat disimpulkan media video telah valid
untuk dapat digunakan dalam pembelajaran.
3. Hasil uji praktikalitas memperoleh kategori sangat praktis dengan skor rata-rata 4,8 pada
aspek kepraktisan dengan variabel kriteria kemudahan, kualitas dan aspek
kebermanfaatan dari media video dalam proses pembelajaran. Jadi media video animasi
praktis digunakan dalam pembelajaran.
4. Hasil uji efektifitas dinilai dari hasil belajar siswa berdasarkan ketuntasan klasikal
dengan diperoleh ketuntasan siswa sebanyak 24 siswa dari 26 siswa dengan persentase
sebesar 92%. Dapat disimpulkan media pembelajaran efektif dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Andriani, A. (2015). Urgensi Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Pendidikan Islam. Ta’allum, 03(01),
39–56.
Arikunto, S. (2018). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Asriani, P., Sa’dijah, C., & Akbar, S. (2017). Bahan Ajar Berbasis Pendidikan Karakter Untuk Siswa
Kelas Iv Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(11),
1456–1468.
Hidayati, A. (2019). The analysis of influencing factors of learning styles , teacher ’ s perceptions
and the availability of learning resources in elementary schools in T he analysis of influencing
436
factors of learning styles , teacher ’ s perceptions and the availability of. IOP Conf. Series:
Journal of Physics: Conf. Series. [Link]
Hidayati, A., Amsal, M. F., & Amilia, W. (2018). Need Analysis of Media Video Development for
Character Education at Early Childhood Education in Padang. Atlantis Press, 169, 108–110.
Hidayati, A., & Bentri, A. (2019). Interactive Media Design Based on Inquiry for Early Age
Children. Atlantis Press, 372, 131–133.
Huda, I. (2024). Pengembangan Media Video Animasi Pada Mata Pelajaran IPAS KELAS IV DI
SD. Universitas Negeri Padang.
Ismael, F., & Iswantir. (2022). Konsep Pendidikan Sekolah Islam Terpadu. Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan Indonesia, 1(2), 127–134.
Meliyani, A. R., Mentari, D., Syabani, G. P., & Zuhri, N. Z. (2022). Analisis Kebutuhan Media
Pembelajaran Digital Bagi Guru Agar Tercipta Kegiatan Pembelajaran yang Efektif dan Siswa
Aktif. 2(02), 264–274.
Mulyatiningsih, E. (2016). Pengembangan Model Pembelajaran. [Link].
Novita, J. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Ips Sd Materi Globalisasi Melalui Video
Animasi Pada Siswa Kelas Vi Sdn Pelem 2. Research, 9(1), 135–150.
Novrianti, N. (2016). Teknik Pengembangan Dan Evaluasi Program Pembelajaran. Jurnal
Educative: Journal of Educational Studies, 1(1). [Link]
Purnama, S. (2016). Metode Penelitian Dan Pengembangan (Pengenalan untuk Mengembangkan
Produk Pembelajaran Bahasa Arab). LITERASI, IV(1), 19–32.
Ratunguri, Y. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Savi (Somatis, Auditori, Visual Dan
Intelektual) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH
DASAR. Edu Primary Journal : Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 171–177.
Sari, T. K., & Hidayati, A. (2020). Pengembangan Media Video Pembelajaran Berbasis Kartun
Animasi Pada Tema 8 Kelas V SEKOLAH DASAR. 2(2), 1–5.
[Link]
Taufik, A. (2019). Analisis Karakteristik Peserta Didik. El-Ghiroh, XVI(01).
Thiagarajan, Sivasailam, & Others, A. (1974). instructional development for training teachers of
exceptional children. ERIC.
Widiani, N. L., & Darmayanti, N. W. S. (2024). Analisis Kebutuhan Guru Terhadap Media
Pembelajaran Video Interaktif Dalam Muatan IPA DI SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 89–
95.
Wuryanti, U., & Kartowagiran, B. (2016). Pengembangan Media Video Animasi Untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Karakter Kerja Keras Siswa Sekolah Dasar. 232–245.
Yani, M., Syahril, S., Putra, R. W. Y., & Simatupang, A. T. (2020). Sparkol Learning Media : Is It
Effective To Improve Students ’ Mathematical Understanding ? Media Pembelajaran Sparkol :
Apakah Efektif Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa ? Indonesian Journal of
Science and Mathematics Education, 03(3), 329–335.
[Link]
Yulistina, N. (2024). Evaluasi Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Menggunakan Model CIPP
BAGI GURU. Universitas Negeri Padang.
Zulkarnain, I. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Video Animasi
Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa MTsN 2 BIMA. UIN Alauddin
Makassar.

437

Anda mungkin juga menyukai