PARTOGRAF
HANIK ROHMAH IRAWATI
PROFESI KEPERAWATAN MATERNITAS
PENGERTIAN
❖Partograf adalah alat pencatatan persalinan, untuk
menilai keadaan ibu, janin & seluruh proses persalinan.
❖Partograf digunakan untuk mendeteksi jika ada
penyimpangan / masalah dari persalinan,
sehingga menjadi partus abnormal dan
memerlukan tindakan bantuan lain untuk
menyelesaikan persalinan.
❖Partograf merupakan lembaran form dengan berbagai
grafik dan kode yang menggambarkan berbagai
parameter untuk menilai kemajuan persalinan.
❖Gambaran partograf dinyatakan dengan garis tiap
parameter (vertikal) terhadap garis perjalanan
waktu (horizontal)
Bahaya / komplikasi persalinan sulit
/ abnormal
1. Kematian ibu atau kematian bayi
atau keduanya
2. Ruptura uteri
3. Infeksi / sepsis puerperal
4. Perdarahan postpartum
5. Fistel
PARTOGRAF WHO
Sesuai standarisasi WHO (World Health
Organization), untuk digunakan di pelosok-pelosok
negara berkembang atau miskin, supaya mudah
digunakan oleh pelayanan kesehatan di sarana
terbatas.
Jika dinilai ada masalah yang memerlukan intervensi,
dapat segera diusahakan untuk dirujuk ke pusat
kesehatan yang lebih baik.
Lanjutan...
Dengan partograf WHO dapat dinilai kapan diperlukan
tindakan untuk menyelesaikan proses persalinan
dengan :
1) perlu/ tidaknya dirujuk,
2) perlu/ tidaknya induksi infus oksitosin, dan
3) perlu/ tidaknya operasi sectio cesarea.
Penelitian partograf WHO dilakukan multisentral di
beberapa negara (1990 -1991), menghasilkan modul /
form partograf yang sekarang banyak dipakai di mana-
mana.
KAPAN PARTOGRAF DIISI
Partograf mulai diisi bila
Mereka yang masuk dalam persalinan :
1. fase laten (pembukaan < 3 cm), his teratur, frekuensi min.2x/10’,
lamanya<20".
2. fase aktif (pembukaan >3cm), his teratur, frekuensi min.1x/10’,
lamanya<20".
Masuk dengan ketuban pecah spontan tanpa adanya his :
1. bila infus oksitosin dimulai
2. bila persalinan dimulai
Masuk untuk induksi persalinan :
1. pemecahan ketuban (amniotomi) dengan atau tanpa infus
oksitosin
2. induksi medis (infus oksitosin, balon kateter atau pemberian
prostaglandin)
3. bila persalinan dimulai atau induksi dimulai atau ketuban pecah.
Lanjutan...
Partograf tidak perlu diisi bila
1. Masuk dengan kala 1 akhir fase aktif
pembukaan 9 cm atau lebih
2. Sectio cesarea elektif
3. Sectio cesarea darurat saat datang
4. Usia kehamilan kurang dari 34 minggu
MONITOR PADA PARTOGRAF
Frekuensi denyut jantung janin
Normal antara 120-160 kali per menit.
Laporan dengan memberi tanda pada form grafik
sesuai frekuensi
jantung pada garis waktu.
Selaput / cairan ketuban
Dinilai apakah selaput ketuban masih utuh atau
sudah pecah, jika sudah pecah dan keluar dinilai
warna cairan ketubannya.
Kode dengan huruf dalam lingkaran.
(u) atau (+) : selaput ketuban utuh
(-) : selaput ketuban pecah / tidak teraba
Warna cairan : jernih (J), mekonium (M), darah (D),
hijau (H)
Jika kering/ tidak ada cairan : huruf (K).
Moulage (Penyusupan) Kepala Janin
➢ Diraba fisura antara tulang-tulang kepala,
dilaporkan dalam angka (0) sampai (+3)
menurut derajatnya.
➢0 : Tulang-tulang kepala janin terpisah, sutura
dengan mudah dipalpasi
+ : Tulang-tulang hanya saling bersentuhan
++ : Tulang-tulang saling tumpang tindih, tapi
masih dapat dipisahkan
+++ : Tulang-tulang tumpang tindih dan tidak
dapat dipisahkan
➢ Catat pada kolom penyusupan yang ada
dibawah lajur air ketuban
Pembukaan serviks
Kode dengan tanda silang (X) pada form grafik
sesuai pembukaan serviks pada garis waktu.
Fase laten partus kala 1 antara 0 sampai 8 jam
sampai dengan pembukaan 3 cm.
Fase aktif sekitar 7 jam, dengan perhitungan
atau harapan membuka 1 cm setiap jam
sampai lengkap.
Sebaiknya pemeriksaan dalam dilakukan setiap
4 jam pada fase laten, dan tiap 3 jam pada fase
aktif. Perkiraan masuk kala 2 dapat dari
observasi jika ada tanda-tanda klinis lain.
GARIS WASPADA DAN GARIS
TINDAKAN
Garis waspada dimulai pada pembukaan 4 cm
Pencatatan selama fase aktif harus dimulai
digaris waspada
Jika pembukaan serviks mengarah ke sebelah
kanan garis waspada (< 1 cm per jam) →
pertimbangkan untuk tindakan intervensi misal :
amniotomi, infus oksitosin atau persiapan rujukan
yang mampu menangani penyakit
kegawatdaruratan obstetri.
Jika pembukaan serviks berada disebelah kanan
garis tindakan → persalinan harus diselesaikan
Penurunan presentasi (pada
persalinan normal : kepala) janin
Dapat dari pemeriksaan Leopold saja
maupun dari konfirmasi pemeriksaan
dalam, dinilai dalam berapa perlimaan
bagian kepala janin yang masih
berada di luar pintu atas panggul (5/5
belum masuk, sampai 0/5 sudah
masuk).
Kepala disebut "engaged" bila bagian
terbesar kepala sudah masuk pintu
atas panggul.
HIS/ KONTRAKSI
Diperiksa dengan meraba dinding rahim di atas
umbilikus (fundus).
Frekuensi dihitung berapa kali dalam per 10
menit, dan berapa lama kontraksinya.
Hasilnya digambarkan pada form grafik his
sesuai garis waktu pemeriksaan.
Gambar isi kotak sesuai jumlah / frekuensi : isi
kotak dengan titik titik untuk lama kurang dari 20
detik, dengan arsir garis untuk lama 20-40 detik,
dan dengan blok untuk lama lebih dari 40 detik.
Obat-obatan / cairan yang digunakan
Dituliskan dalam kolom obat / cairan yang digunakan
sesuai garis waktu.
Pemeriksaan tanda vital ibu
Tekanan darah (dengan panah atas bawah untuk sistolik
diastolik), nadi (titik), suhu (derajat Celcius), frekuensi
pernapasan.
Urine
Jumlah (cc), proteinuria (+ / - ), aseton.
Jika memungkinkan, untuk tujuan praktis, gunakan
kertas celup berbagai indikator (strip-test) : dapat juga
mendeteksi pH, glukosa, bilirubin, leukosit-esterase dan
sebagainya, dalam satu kali pemeriksaan kertas yang
dicelupkan.
Gambar partograf
Gambar partografgambar [Link]
Halaman belakang partograf: Mencatat hal-hal
yang terjadi selama proses persalinan dan
kelahiran serta tindakan-tindakan yang
dilakukan sejak persalinan kala I hingga kala II
CONTOH KASUS
Ny. A usia 35 tahun G3P2AoH39 mgg datang ke klinik
“Sayang Bunda” tanggal 2 September 2021 pukul 06.00
WIB dengan keluhan mules-mules sejak pukul 02.00
WIB. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum
baik, TD 110/70 mmHg, S : 36,50C, N: 84 kali/menit. His
4 kali dalam 10 menit, durasi 38 detik. DJJ 140
kali/menit. Pembukaan 4 cm, kepala turun 3/5, portio
lunak, ketuban utuh, molase negatif.
Pukul 07.00 WIB: DJJ 140 kali/menit, his 3 kali dalam
10 menit, durasi 42 detik, nadi 78 kali/ menit
Pukul 08.00 WIB: DJJ 148 kali/menit, his 3 kali dalam
10 menit, durasi 48 detik, nadi 82 kali/ menit
Pukul 09.00 WIB: DJJ 150 kali/menit, his 4 kali dalam
10 menit, durasi 50 detik, nadi 80 kali/ menit
Pukul 10.00 WIB, TD: 120/80 mmHg, S: 36,7C, N: 88
kali/ menit. His 4 X 10 menit, durasi 43 detik. DJJ 153
kali/ menit. PD: pembukaan 8 cm, portio lunak menipis,
ketuban pecah spontan, warna jernih, kepala turun 2/5,
urin 250 cc.
Pukul 11.00 WIB ibu ingin mengejan, dilakukan PD portio
tidak teraba (Pembukaan lengkap/ 10 cm). Kepala turun
1/5, TD: 120/70 mmHg,N: 84 kali/menit, S: 37°C, DJJ
154 kali/menit, his 5 X 10 menit, durasi 50 detik.
Pukul 11.30 Bayi lahir secara spontan jenis kelamin laki-
laki, BB lahir 3300 gram, PB 49 cm, LK 34 cm, LD 32 cm,
apgar skor 8/9.
Buat observasi partografnya.