0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan16 halaman

Menjauhi Pergaulan Bebas dalam Pendidikan

Diunggah oleh

sitifatmah01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan16 halaman

Menjauhi Pergaulan Bebas dalam Pendidikan

Diunggah oleh

sitifatmah01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA UNTUK MELINDUNGI


HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : RIDWAN,[Link]
Satuan Pendidikan : SMAN 1 LANGGUDU
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 2 JP (45 x2)
Tahun Penyusunan : 2025

II. KOMPETENSI AWAL


Guru bisa berkomunikasi dan diskusi dengan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan dan IPA Biologi, tentang kesehatan reproduksi, anatomi tubuh, resiko
terpapar penyakit menular seksual dan lain-lain. Diskusi dengan guru mata pelajaran lain ini
akan menambah wacana dan pengetahuan guru terhadap pengembangan materi yang akan
disampaikan kepada peserta didik.

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

IV. SARANA DAN PRASARANA


Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya LCD Projector, multimedia pembelajaran
interaktif, mushaf al-Qur’an, kitab tajwid, kitab tafsir al-Qur’an, komputer/laptop,printer, alat
pengeras suara, jaringan internet. Sarana dan prasarana ini bisa disesuaikan dengan kondisi di
sekolah masing-masing.

V. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Melalui metode reading aloud dan the power of two, peserta didik mampu membiasakan diri
membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
• Melalui metode muraja’ah dan metode tasmi’, peserta didik mampu menghafalkan dengan
fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an- Nur /24: 2, serta hadis terkait;
• Melalui metode make a match, card sort dan information search, peserta didik mampu
menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina;
• Melalui model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), peserta didik mampu
menyajikan paparan mengenai bahaya larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
• Melalui model discovery learning, peserta didik mampu meyakini bahwa pergaulan bebas
dan zina merupakan larangan agama
• Melalui model discovery learning, peserta didik mampu membiasakan sikap menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan berhati-hati dan menjaga kehormatan diri

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


• Guru dapat menghubungkan pelajaran dengan pengamatan peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya kasus-kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) di kalangan
pelajar dan mahasiswa akibat dari pergaulan bebas, tingginya angka perceraian karena kasus
perselingkuhan, atau berita tentang penemuan mayat bayi yang baru saja dibuang setelah
dilahirkan, dan lain-lain.
• Guru memberikan pembanding dengan memberikan gambaran siswa yang berprestasi baik
akademik maupun non akademik, sukses dalam pendidikan dan selalu menjaga adab dalam
pergaulan, membina rumah tangga menjadi keluarga yang bahagia dan sukses dengan
kehidupannya.
• Peserta didik diminta mengemukakan pendapatnya lalu mengambil hikmah dan pelajaran
dari kedua perbandingan kondisi yang berbeda tersebut.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


• Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari cerita gambar (cergam) dan
infografis. Tampilan menarik infografis akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi
untuk mempelajari materi pelajaran.
• Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi dan
menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas
6.1).
• Sebaiknya guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komentar peserta didik
bahwa pernikahan merupakan lembaga resmi yang diakui oleh negara dan sah menurut
hukum agama, dalam rangka menyalurkan hasrat biologis yang halal dan tidak melanggar
norma. Berbeda hal-nya dengan pergaulan bebas tanpa ikatan pernikahan yang dilakukan
baik oleh orang yang sama-sama masih lajang, maupun sudah terikat pernikahan dan
melakukannya dengan pasangan lain yang sangat dilarang oleh norma agama maupun
hukum positif yang berlaku di Indonesia. Peserta didik harus mampu menjaga marwah dan
kehormatan dirinya, hingga sampai ke jenjang pernikahan dan tidak boleh terjerumus dalam
pergaulan bebas.
• Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati kisah inspiratif agar peserta didik dapat
mengambil hikmah dan nilai-nilai keteladanan dari kisah tersebut (aktivitas 6.2).
• Guru perlu memberikan reinforcement terhadap hikmah kisah inspiratif yang disimpulkan
oleh peserta didik, bahwa godaan untuk melakukan pergaulan bebas dan zina dapat terjadi
kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun. Apalagi derasnya informasi dan mudahnya
akses teknologi komunikasi sangat berpengaruh terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, salah
satu benteng yang kokoh untuk menghindar dari godaan untuk melakukan pergaulan bebas
dan zina salah satunya adalah dengan mempertimbangkan dampak buruknya apabila terjadi
dengan dan atau pada keluarga masingmasing. Terdapat marwah, harga diri dan kehormatan
keluarga yang harus senantiasa di jaga, sehingga terhindar dari potensi melakukan perbuatan
tercela tersebut.

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
• Guru membawa salam dan menanyakan keadaan peserta didik
• Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
• Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.

Kegiatan Inti (70 Menit)


Langkah-langkah model pembelajaran berbasis discovery learning adalah:
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi.
• Guru memberikan permasalahan terkait penerapan perilaku larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
• Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait perilaku dan upaya menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dalam kehidupan sehari-hari.
• Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.
• Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari referensi buku-buku
yang relevan untuk menjawab rumusan masalah.
• Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi dengan mendiskusikan di dalam
kelompoknya.
• Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
• Secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.
• Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman yang berisi poin-poin penting
materi.

Kegiatan Penutup (10 MENIT)


• Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
• Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
• Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
• Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin peserta didik, baik
yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti salat, puasa sunah, membaca Al-Qur`an, dll)
maupun ibadah sosial (seperti membantu orang lain, dll), begitu pula perilaku yang terkait
dengan materi, yakni larangan pergaulan bebas dan zina. Kemudian peserta didik diminta
mengisi lembar penilaian diri dengan cara membubuhkan tanda centang (√ ) pada kolom
yang sesuai. Apabila peserta didik belum menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat
ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK.

b. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta mengerjakan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan pada bab ini adalah:
1) Peserta didik dapat membaca dan menghafalkan Q.S. al-Q.S. al- Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2 dengan lancar dan sesuai kaidah tajwid.
Contoh rubrik penilaian membaca:
Nama lengkap :
Kelas :
Skor
No Nama Surat
4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan: Nilai maksimal adalah 4 X 3 = 12
• Skor 4 : Lancar dan sesuai kaidah tajwid Penghitungan nilai
• Skor 3 : Kurang lancar tapi sesuai kaidah Skor yang diperoleh
tajwid X 100
Skor maksimal
• Skor 2 : Lancar tapi tidak seuai kaidah tajwid
• Skor 1 : Tidak lancar dan tidak sesuai kaidah
tajwid
Catatan guru:
……………………………………………………………………………
2) Peserta didik dapat menghafalkan Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2
dengan fasih dan lancar..
Contoh rubrik penilaian menghafal
Nama lengkap :
Kelas :
Skor
No Nama Surat
4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan: Nilai maksimal adalah 4 X 3 = 12
• Skor 4 : Hafal dan fasih Penghitungan nilai
• Skor 3 : Hafal tapi kurang fasih Skor yang diperoleh
X 100
• Skor 2 : Kurang hafal dan kurang fasih Skor maksimal
• Skor 1 : Hafal sebagian kecil
Catatan guru:
……………………………………………………………………………
c) Peserta didik dapat membuat dan menyajikan paparan digital Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Contoh rubrik penilaian proyek:
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama proyek :
Skor dan kriteria skor
Aspek
3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan data Jika daftar Jika daftar Jika daftar
pertanyaan untuk pertanyaan untuk pertanyaan untuk
perencanaan perencanaan perencanaan
program dapat program dapat program tidak
dilaksanakan semua dilaksanakan dilaksanakan
dan data tercatat semua, tetapi data semua, tetapi data
dengan rapi dan tidak tercatat tidak tercatat
lengkap dengan rapi dan dengan rapi dan
lengkap lengkap
Pengolahan data Jika pembahasan Jika pembahasan Jika sekadar
data sesuai tujuan data kurang melaporkan
proyek menggambarkan perencanaan
tujuan proyek program tanpa
membahas data
Pelaporan tertulis Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
penulisan benar dan penulisan benar kurang sistematis
menggunakan namun bahasa dan bahasa kurang
bahasa komunikatif kurang komunikatif komunikatif

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


1. Remedial/Perbaikan
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial. Kegiatan remedial
dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.
2. Pengayaan
Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan pengayaan berupa pendalaman materi.
Kegiatan pengayaan dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.

Isi dan kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32 adalah tentang larangan untuk mendekati dan melakukan
perbuatan zina karena merupakan perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.
1. Q.S. an-Nur/34: 2 mengandung perintah untuk menghukum pelaku zina, baik pezina
perempuan maupun pezina laki-laki.
2. Perbuatan zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang lakilaki dan
perempuan yang tidak terikat oleh tali pernikahan.
3. Zina ghairu muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan
yang belum pernah menikah.
4. Zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan
yang masih atau pernah terikat pernikahan dengan orang lain, atau perbuatan zina yang
dilakukan oleh seorang janda dan seorang duda.
5. Perumpamaan orang yang mendekati perbuatan zina itu serupa dengan orang yang berdiri
di pinggir jurang. Ia akan mudah terjerumus ke dalam jurang perzinaan jika tidak segera
menjauhinya.
6. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina ghairu muhsan adalah 100 kali
dera/hukum cambuk dan diasingkan atau diusir dari wilayah tempat tinggalnya.
7. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina muhsan adalah dihukum rajam (dilempari
batu) hingga meninggal dunia.
8. Hukuman qisas untuk pelaku zina tersebut, berlaku bagi wilayah atau negara yang
memberlakukan syari’at Islam sebagai hukum positif yang
dianutnya.

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


Kemukakan pendapat kalian terkait manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi di
atas!
Sangat Cukup Kurang Sangat kurang
Bermanfaat
bermanfaat bermanfaat bermanfaat bermanfaat
Alasannya: ................................................................................................................................
................................................................................................................................
LAMPIRAN- LAMPIRAN

Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah harian kalian pada
buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari ibadah wajib seperti halnya salat 5
waktu dilanjutkan dengan ibadah sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, zikir, salawat,
membantu ora

ngtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan
serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin, ikhlas dan penuh tanggungjawab kepada Allah
Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami
larangan pergaulan bebas
dan zina, maka saya sadar
untuk selalu berusaha
menjauhinya
2 Saya akan istikamah untuk
menutup dan menjaga
aurat agar terhindar dari
perbuatan zina
3 Saya akan selektif dalam
memilih konten, tayangan,
artikel dan aplikasi di
media sosial, agar tidak
terjebak pada hal-hal yang
mendatangkan maksiat
4 Saya berkomitmen untuk
menjaga kehormatan dan
harga diri saya dengan
tidak melakukan perbuatan
zina, sampai kelak saya
menikah dengan pasangan
halal saya
5 Saya akan beribadah, salat
5 waktu dengan tertib dan
memohon kepada Allah
Swt. agar senantiasa
terlindung dari godaan
melakukan perbuatan zina
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju)
2. Penilaian Pengetahuan
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang paling tepat!
1) Perhatikan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!

Lafal yang tepat untuk melengkapi ayat tersebut adalah ….

A.

B.

C.

D.

E.
2) Perhatikan Q.S. al-Isra’/17:32 berikut ini!

Pada lafal yang bergaris bawah, secara berurutan, hukum bacaannya adalah ….
A. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
B. Alif lam syamsiyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
C. Alif lam qamariyah, mad asli, mad ‘aridl lii sukun
D. Alif lam syamsiyah, mad jaiz munfasil, mad ‘iwad
E. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘aridl lii sukun
3) Perhatikan tabel potongan ayat dan arti dari Q.S. al-Isra’/17: 32 berikut ini!
No. Kalimat Huruf Arti
1 a dan jalan yang buruk

2 b Sesungguhnya pada perbuatan (zina) itu

3 c perbuatan yang keji

4 d Dan janganlah kamu mendekati zina

Secara berurutan, pasangan lafal dan arti yang tepat dari tabel tersebut adalah ….
A. 1 – a, 2 – b, 3 – c, 4 – d
B. 1 – b, 2 – c, 3 – d, 4 – a
C. 1 – c, 2 – d, 3 – a, 4 – b
D. 1 – d, 2 – b, 3 – c, 4 – a
E. 1 – e, 2 – a, 3 – b, 4 – c
4) Perhatikan penggalan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!
Berdasarkan ketentuan ayat tersebut, ancaman hukuman untuk pezina laki-laki dan
pezina perempuan jika terbukti bersalah adalah….
A. diasingkan dari negaranya
B. dicambuk hingga mati
C. dirajam hingga mati
D. dicambuk 100 kali
E. dirajam 100 kali
5) Kumbang adalah seorang perjaka yang akan menikahi seorang gadis desa yang sudah
hamil sebelum menikah. Zani adalah seorang suami yang sering mengkhianati istrinya
dengan seorang PSK. Zaniyati adalah seorang janda yang merupakan selingkuhan
seorang pria beristri. Mawar adalah seorang istri yang berselingkuh dengan suami orang
lain. Bunga adalah seorang janda yang akan segera melangsungkan pernikahan dengan
seorang duda.
Dari paparan tersebut, yang merupakan perbuatan zina muhsan dilakukan oleh….
A. Zani
B. Bunga
C. Mawar
D. Zaniyati
E. Kumbang
6) Perhatikan pernyataan berikut ini!
(a) memilih tayangan atau konten di media sosial dengan selektif
(b) menahan diri untuk tidak mendatangi tempat-tempat maksiat
(c) melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat merangsang syahwat
(d) mengenakan pakaian yang ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh
(e) melihat tayangan yang mengandung pornografi dan porno aksi
Dari pernyataan tersebut, yang berupakan upaya untuk menghindari pergaulan bebas
dan zina ditunjukkan oleh….
A. (a) dan (b)
B. (a) dan (e)
C. (b) dan (c)
D. (c) dan (d)
E. (d) dan (e)
7) Perhatikan kutipan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!

Maksud dari kutipan ayat tersebut terhadap pelaksanaan hukuman bagi para pelaku zina
jika mereka terbukti bersalah adalah….
A. pelaksanakan hukuman tersebut harus dilakukan oleh aparat yang berwenang
dengan penuh ketegasan.
B. pelaksanaan hukuman hendaklah disaksikan oleh sebagian orang yang beriman atau
penduduk wilayah tersebut
C. pelaksanaan hukuman hendaklah dilakukan setelah terdapat kesaksian dari 4 orang
dengan kesaksian yang sama
D. pelaksanaan hukuman hendaklah dilakukan setelah keluar pengakuan dari pelaku
E. pelaksanaan hukuman untuk pezina yang sudah bersuami, hendaklah dilakukan
setelah sumpah (li’an) sang suami
8) Menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah usaha terus menerus yang
harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini yang bukan merupakan ikhtiar
untuk menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah ….
A. menutup dan menjaga aurat
B. selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.
C. menjaga pergaulan yang sehat dan beretika
D. selektif dalam memilih situs-situs di internet
E. mengikuti ajakan teman karena khawatir dibully dan dikucilkan
9) Dampak buruk dari perbuatan zina, selain dapat menghilangkan kewibawaan dari
pelakunya, juga berpotensi memicu timbulnya tindak kriminal lanjutan. Berikut ini yang
bukan merupakan kejahatan lanjutan dari perbuatan zina adalah ….
A. tindakan aborsi dan praktek aborsi ilegal
B. tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak
C. tindakan membunuh dan membuang bayi yang dilahirkan
D. tindakan penelantaran terhadap anak hasil hubungan gelap
E. menutup aib dengan menyembunyikan kehamilan hasil zina
10) Perbuatan zina yang dilakukan di masa remaja dan masa muda tentu akan berdampak
bagi kehidupan di masa depan. Berikut ini yang bukan merupakan dampak buruk
perbuatan zina adalah ….
A. dilaknat oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya
B. dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat di sekitarnya
C. garis keturunan/nasab menjadi tidak jelas
D. anak hasil perbuatan zina tidak dapat dinasabkan kepada garis keturunan ayah
biologisnya
E. anak hasil perbuatan zina, akan tetap mendapat warisan dari ayahnya

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!


1. Apakah yang kalian ketahui tentang pergaulan bebas dan perbuatan zina? Jelaskan dan
berikan masing-masing satu contohnya!
2. Sebuah larangan biasanya dilatarbelakangi adanya kekhawatiran. Begitu pun dengan
larangan pergaulan bebas dan zina dalam ajaran Islam. Jelaskan mengapa pergaulan
bebas dan zina merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.?
3. Mustahil menghindari pergaulan bebas dan zina, jika tidak diikuti dengan langkah-
langkah nyata. Jelaskan apa saja yang dapat dilakukan, agar dapat menghindari pergaulan
bebas dan zina!
4. Akibat dari pergaulan bebas dan zina, akan ditanggung oleh pelakunya baik saat masih
berada di dunia, maupun azab di akhirat. Jelaskan dampak dunia dan dampak akhirat
seperti apakah yang akan dialami oleh pelaku zina?
5. Bagaimana pendapat kalian jika melihat tayangan berita tentang penemuan mayat bayi di
tempat sampah, berita tentang tindak pidana aborsi dan sebagainya. Bisakah hal tersebut
dihindari? Apa yang seharusnya kita lakukan, terutama oleh kalangan pemuda dan
pelajar? Jelaskan pendapatmu!
3. Penilaian Keterampilan
A. Bacalah dengan tartil dan hafalkan dengan fasih ayat-ayat berikut ini. Baca dan
hafalkan sesuai dengan petunjuk dari bapak/ibu guru!
1) Q.S. al-Isra/17:32

2) Q.S. an-Nur/24: 2

B. Berdasarkan kelompok yang telah terbentuk pada saat kegiatan pembelajaran,


masing-masing kelompok buatlah paparan/mediapresentasi tentang materi larangan
pergaulan bebas dan zina dengan menggunakan aplikasi atau plat form yang kalian
kuasai.
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

MATERI

Isi dan kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32 adalah tentang larangan untuk


mendekati dan melakukan perbuatan zina karena merupakan perbuatan yang
keji dan jalan yang buruk.
1. Q.S. an-Nur/34: 2 mengandung perintah untuk menghukum pelaku zina, baik pezina
perempuan maupun pezina laki-laki.
2. Perbuatan zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang lakilaki dan perempuan
yang tidak terikat oleh tali pernikahan.
3. Zina ghairu muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang
belum pernah menikah.
4. Zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang
masih atau pernah terikat pernikahan dengan orang lain, atau perbuatan zina yang dilakukan
oleh seorang janda dan seorang duda.
5. Perumpamaan orang yang mendekati perbuatan zina itu serupa dengan orang yang berdiri di
pinggir jurang. Ia akan mudah terjerumus ke dalam jurang perzinaan jika tidak segera
menjauhinya.
6. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina ghairu muhsan adalah 100 kali dera/hukum
cambuk dan diasingkan atau diusir dari wilayah tempat tinggalnya.
7. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina muhsan adalah dihukum rajam (dilempari
batu) hingga meninggal dunia.
8. Hukuman qisas untuk pelaku zina tersebut, berlaku bagi wilayah atau negara yang
memberlakukan syari’at Islam sebagai hukum positif yang dianutnya.

Lampiran 3
GLOSARIUM
ahli kitab : orang-orang yg berpegang pada ajaran kitab suci selain Alquran
akhlak mahmudah : akhlak yang terpuji.
akhlak mazmumah : akhlak tercela.
aklamasi : pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu usul tanpa melalui
pemungutan suara
amalun bil arkan : Ikrar Billisan ialah mengakui kebenaran seiringan dengan Hati tentang ucapan kebenaran
iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
animisme : kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dsb)
asuransi : pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban
membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya
kepada pembayar iuran/kontribusi/ premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang
miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai materi konten baik berupa
tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan dan pendapat yang merujuk
pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dicari
dera : pukulan (dengan rotan, cemeti dan sebagainya) sebagai hukuman.
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan
penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yg dapat mempengaruhi
keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk
kesejahteraan orang lain
etnis : konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki sekelompok masyarakat yang
membedakannya dari kelompok yang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
gaduh : rusuh dan gempar karena perkelahian (percekcokan dsb); ribut; huru-hara
ghadhab : marah. Orang yang memiliki sifat ini disebut pemarah.
gharar : suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada
atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, mahupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan
di dalam akad tersebut
had : menentukan batasnya supaya tidak melebihi jumlah, ukuran, dan sebagainya; membatasi.
hati sanubari : perasaan batin
hawa nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb
hedonisme : pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam
hidup
hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Allah Swt
Hijrah : perpindahan Nabi Muhammad Saw. bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk
menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy
hudud : memisahkan sesuatu agar tidak tercampur dengan yang lain, merupakan bentuk tunggal dari kata ini,
yakni had.
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu
membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat
perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
import : pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri
instan : langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan kebenaran iman yang tidak
perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi (agama samawi) yang
mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung
jawab
islamisasi : pengislaman
karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu
khalifah : penguasa; pengelola
kodrat : kekuasaan Allah Swt.
kolektif : secara bersama; secara gabungan
kompetisi : persaingan
kontemporer : pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini
koperasi : sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan
bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan
literasi : kemampuan menulis dan membaca
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
materialisme : andangan hidup yang men-cari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dl
alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan segala sesuatu yg mengatasi alam indra
pmetode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang
dikehendaki
misi : perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang
diplomatik, politik, perdagangan, kesenian
monopoli : situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional)
sekurangkurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu kelompok, sehingga harganya dapat
dikendalikan
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
nasabah : orang yang mempercayakan pengurusan uangnya kepada bank untuk digunakan dalam
operasional bisnis perbankan yang dengan hal tersebut mengharap imbalan berupa uang atas simpanan
tersebut
niaga : kegiatan jual beli untuk memperoleh untung
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal) otoritas hak
melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau tempat dimana sistem operasi
bekerja
polis : sebuah bukti kontrak perjanjian yang tertulis antara kedua pihak dalam asuransi yaitu pihak
penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung (nasabah asuransi), yang berisi segala hak dan
kewajiban antara masing-masing pihak tersebut
premi : sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas
keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah
ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu
dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan;
pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik muslim
maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi
dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu
melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah
talkshow : gelar wicara yaitu uatu jenis acara televisi atau radio yang berupa perbincangan atau diskusi
seorang atau sekelompok orang «tamu» tentang suatu topik tertentu (atau beragam topik) dengan dipandu
oleh pemandu gelar wicara.
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki
tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah (dalam penderitaan,
dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat,
pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat (melingkupi) seluruh
dunia;
wabah : penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang
luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera, corona)
zina ghairu muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sama-sama belum menikah
zina muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah dengan dengan orang yang bukan
pasangannya, baik orang tersebut sudah menikah atau belum.

Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa, Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian AgamaRI

Anda mungkin juga menyukai