0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan28 halaman

Pembelajaran Operasi Matriks Matematika

Diunggah oleh

Cocok Angkut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan28 halaman

Pembelajaran Operasi Matriks Matematika

Diunggah oleh

Cocok Angkut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

A. IDENTITAS DAN INFORMASI UMUM


Nama Penyusun : Henny Susila Murti, [Link]., Gr
Sekolah : SMAN 4 Maros
Semester : Ganjil
Fase / Kelas : F / XI-4
Mata Pelajaran : Matematika Tingkat Lanjut
Domain / Topik : Aljabar dan Fungsi / Operasi Matriks
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran (2 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)
Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, Presentasi
Media Pembelajaran : PowerPoint (PPT), Lembar Kerja Murid, Materi Ajar
Sarana dan Prasarana : Papan tulis, Spidol, Laptop, LCD Proyektor, Gadget dengan
internet

B. IDENTIFIKASI
Kompetensi Awal 1. Murid sudah mampu melakukan operasi hitung dasar
matematika
2. Murid sudah memahami sistem persamaan linear
Tinjauan Pengetahuan 1. Faktual
Dalam pembelajaran mengenai matriks, murid memahami
bahwa ordo matriks menunjukkan jumlah baris dan kolom,
misalnya matriks 2x3 memiliki 2 baris dan 3 kolom.
2. Konseptual
Dalam pembelajaran mengenai operasi matriks, murid
memahami bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks
hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki ordo
yang sama dan dua matriks dapat dikalikan jika jumlah
kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris matriks
kedua, serta transpose matriks adalah matriks baru yang
diperoleh dengan menukar baris dan kolom matriks awal.
3. Prosedural
Dalam pembelajaran mengenai operasi matriks, murid
mampu melakukan penjumlahan atau pengurangan matriks
dengan menjumlahkan atau mengurangi elemen-elemen
yang bersesuaian dari kedua matriks, menggunakan aturan
perkalian baris-kolom pada perkalian matriks dengan
mengalikan elemen baris matriks pertama dengan elemen
kolom matriks kedua lalu jumlahkan hasilnya, serta
menukar baris dan kolom matriks awal untuk mendapatkan
transpose matriks.
4. Metakognitif
Dalam pembelajaran mengenai operasi matriks, murid
menyadari pentingnya memilih metode yang tepat untuk
menyelesaikan soal matriks dan menggunakan pengetahuan
tentang matriks dalam konteks yang lebih luas.
Dalam pembelajaran matriks, murid mengetahui bahwa
Kaitan Kehidupan
terdapat aplikasi matriks dalam kehidupan sehari-hari dalam
Sehari-hari
berbagai bidang, seperti ekonomi, sains, dan teknologi.
Pemahaman Bermakna 1. Murid dapat memahami konsep penjumlahan dan
pengurangan matriks
2. Murid dapat memahami konsep perkalian dua matriks
Pertanyaan Pemantik 1. Pernahkah kalian berbelanja di aplikasi belanja online?
2. Bagaimana menjumlahkan, mengurangi, dan mengalikan
kedua matriks?
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis:
Ketika dihadapkan pada soal perkalian matriks, murid harus
mampu menentukan apakah perkalian tersebut valid
berdasarkan aturan dimensi matriks, dan kemudian
menerapkan langkah-langkah perkalian yang benar.
Pemecahan Masalah:
Dalam masalah sistem persamaan linear, murid dapat
menggunakan operasi matriks untuk menyederhanakan dan
menyelesaikan persamaan tersebut.
Komunikasi:
Murid dapat menjelaskan bagaimana cara melakukan
penjumlahan dua matriks kepada temannya, atau menuliskan
langkah-langkah perkalian matriks dalam sebuah laporan.

C. DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Murid dapat melakukan operasi aljabar pada matriks dan
menerapkannya dalam transformasi geometri
Lintas Disiplin Ilmu Ekonomi:
(Interdisipliner) Matriks dapat digunakan untuk menganalisis ketergantungan
berbagai sektor ekonomi. Misalnya, bagaimana perubahan
produksi pada satu sektor akan mempengaruhi sektor lain.
Matriks dapat membantu dalam meramalkan tren pasar,
mengelola portofolio investasi, dan membuat keputusan
keuangan yang lebih baik, serta dapat digunakan untuk
menentukan kombinasi optimal sumber daya (bahan baku,
tenaga kerja, dan lain-lain) untuk mencapai tujuan produksi
tertentu dengan biaya minimal.
Sains (Ilmu Pengetahuan Alam):
Matriks dapat digunakan untuk menyeimbangkan persamaan
reaksi kimia, membantu dalam perhitungan stoikiometri,
matriks digunakan dalam mekanika kuantum, optik, dan bidang
lain untuk merepresentasikan transformasi dan rotasi, serta
dapat membantu dalam analisis data genetik, pemodelan
populasi, dan studi tentang interaksi protein.
Teknologi:
Matriks digunakan untuk merepresentasikan transformasi objek
3D (translasi, rotasi, scaling) dalam permainan komputer dan
animasi. Dalam pemrosesan sinyal, matriks digunakan dalam
pengolahan citra digital, pengenalan pola, dan kompresi data.
Dalam sistem navigasi, matriks digunakan dalam perhitungan
posisi dan orientasi perangkat GPS.
Informatika:
Algoritma Google menggunakan matriks untuk menentukan
peringkat halaman web. Matriks juga digunakan dalam sistem
rekomendasi film atau produk di situs web seperti Netflix atau
Amazon atau aplikasi belanja online. Selain itu, pada analisis
jaringan sosial matriks dapat digunakan untuk menganalisis
hubungan antar individu dalam jaringan sosial.
Tujuan Pembelajaran 1. Murid mampu melakukan operasi dasar matriks
(penjumlahan, pengurangan, perkalian matriks, dan
perkalian dengan skalar)
2. Murid mampu menggunakan operasi matriks untuk
menyelesaikan masalah kontekstual sederhana
Praktik Pedagogis Diskusi kelompok:
Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap
kelompok diberikan lembar kerja untuk didiskusikan dan
diselesaikan bersama. Kemudian, setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
Pemecahan masalah:
Guru memberikan soal cerita dalam lembar kerja yang
berkaitan dengan operasi matriks. Murid diminta untuk
mengidentifikasi informasi yang relevan, merumuskan
masalah dalam bentuk
matriks, melakukan operasi matriks, dan menarik kesimpulan.
Kemitraan Pembelajaran 1. Masyarakat sekitar dalam aktivitas ekonomi dan sosial
yang bisa diamati oleh murid
2. Orang tua atau wali murid dalam pendampingan
penggunaan media sosial sehingga algoritma tetap dalam
pengawasan
Lingkungan Ruang Fisik:
Pembelajaran Ruang kelas dengan sarana dan prasarana yang mendukung
pembelajaran
Ruang Virtual:
WhatsApp Group bagi murid untuk berdiskusi dan menanyakan
materi yang belum sepenuhnya dipahami di kelas
Budaya Belajar:
Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
Pemanfaatan Digital Perencanaan:
Pembuatan media pembelajaran berupa PowerPoint (PPT)
Pelaksanaan:
Video pembelajaran dari YouTube
(Akses pada [Link]

D. PENGALAMAN BELAJAR (DEEP LEARNING)


Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Mindful Learning: Membangun Koneksi dan Kesiapan Belajar
1. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar murid
2. Ketua kelas menyiapkan kelas dan memimpin berdoa
3. Guru bersama murid menyanyikan lagu Indonesia Raya
4. Guru mengecek kehadiran murid
5. Guru menyiapkan murid secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran dengan
ice breaking sederhana
6. Guru membangkitkan motivasi dan keingintahuan murid tentang manfaat mempelajari
matriks melalui tayangan video tentang hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang
berkaitan dengan matriks
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan mengaitkan tayangan video sebagai
masalah yang bisa dijawab dan dipecahkan dengan matriks
Kegiatan Inti (65 menit)
Langkah 1: Mengorganisasi murid pada masalah (Mindful Learning)
1. Penyajian masalah kontekstual dan pemahaman masalah:
Guru menyajikan masalah yang relevan dengan murid, berupa tabel data pengeluaran
murid selama 3 hari dalam 2 pekan. Data disajikan dalam bentuk tabel yang dapat
direpresentasikan sebagai matriks. Murid diminta menghitung total pengeluaran
berdasarkan tabel data yang disajikan.
Langkah 2: Mengorganisasi murid untuk belajar (Meaningful Learning)
2. Pembagian kelompok:
Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil
3. Pembagian lembar kerja murid:
Guru membagikan lembar kerja kepada setiap kelompok dan menjelaskan produk yang
harus dihasilkan, berupa model matematika dan hasil operasi matriks pada data yang
telah disajikan sesuai lembar kerja setiap kelompok.
4. Diskusi kelompok dan perumusan strategi:
Setiap kelompok berdiskusi dalam menganalisis masalah yang disajikan dan
mengidentifikasi informasi-informasi pendukung dalam menentukan solusi yang tepat
atas masalah yang disajikan.
Langkah 3: Membimbing penyelidikan yang dilakukan secara individu maupun
kelompok (Mindful and Meaningful Learning)
5. Eksplorasi dan pemahaman konsep:
Murid merepresentasikan data ke dalam bentuk matriks dan menggunakan informasi
pendukung dari materi ajar untuk melakukan operasi matriks (penjumlahan/
pengurangan/perkalian/perkalian skalar) pada data matriks yang telah disusun.
6. Diskusi dan verifikasi:
Setiap anggota kelompok berdiskusi untuk membandingkan hasil dan strategi
penyelesaian masalah, kemudian menentukan solusi dan jawaban dari masalah yang
sedang diselesaikan.
Langkah 4: Mengembangkan dan menyajikan penyelesaian masalah (Joyful
Learning)
7. Penyusunan solusi:
Setiap kelompok menyusun hasil diskusi mereka, termasuk rumus yang digunakan dan
penyelesaian masalah kontekstual pada lembar kerja.
8. Presentasi kelompok:
Perwakilan dari beberapa kelompok yang memiliki pendekatan yang bervariasi
mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian masalahnya di depan kelas.
Langkah 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (Deep
Learning)
9. Diskusi kelas, tanya jawab, dan penguatan konsep:
Guru memfasilitasi diskusi kelas dan tanya jawab untuk menganalisis dan
mengevaluasi berbagai solusi yang disajikan. Guru memberikan penguatan terhadap
konsep yang benar dan meluruskan miskonsepsi.
10. Perumusan dan penerapan konsep dan rumus umum:
Bersama murid, guru menyimpulkan dan merumuskan rumus umum operasi matriks,
guru juga memberikan beberapa contoh soal lain yang sederhana untuk memastikan
pemahaman murid tentang penggunaan rumus.
 Penjumlahan
Jika A = [aᵢⱼ] dan B = [bᵢⱼ], maka C = [aᵢⱼ + bᵢⱼ]
 Pengurangan
Jika A = [aᵢⱼ] dan B = [bᵢⱼ], maka C = [aᵢⱼ - bᵢⱼ]
 Perkalian
Jika A = [aᵢⱼ] dan B = [bⱼₖ], maka C = [cᵢₖ], dimana cᵢₖ = Σ (aᵢⱼ × bⱼₖ) untuk semua j

Jika A = [aᵢⱼ] dan k 㔖 R, maka A = (kaᵢⱼ)


 Perkalian skalar

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Guru membagikan lembar refleksi untuk diisi dan dikumpulkan murid.
2. Guru memberikan pengantar singkat untuk materi pada pertemuan selanjutnya.
3. Guru menutup pembelajaran sesuai prosedur rutin.

E. ASESMEN
Asesmen Formatif Sikap:
Observasi Keterlibatan Diskusi
Pengetahuan:
Penilaian Lembar Kerja Kelompok
Keterampilan:
Presentasi Solusi

F. LAMPIRAN
Daftar Lampiran 1. Materi Ajar
2. Media pembelajaran PowerPoint (PPT)
3. Lembar Kerja Murid

Mengetahui, Maros, 24 Juli 2025


Kepala UPT SMAN 4 Maros Guru Mata Pelajaran

Drs. Abdul Azis, [Link] Henny Susila Murti, [Link]., Gr


NIP. 19690703 199403 1 010 NIP. 19940318 202321 2 027
RUBRIK PENILAIAN
I. PENILAIAN PENGETAHUAN
No. Deskripsi Jawaban yang Diharapkan Skor
1. Misalkan, 25
Matriks A menunjukkan pengeluaran hari ke-1
5.000 3.000 5.000 7.000 4.000
𝐴 = [4.0002.000 5.000 6.000 4.000]
3.000 1.000 5.000 5.000 2.000
Matriks B menunjukkan pengeluaran hari ke-2
7.000 5.000 2.000 8.000 5.000
𝐵 = [3.000 1.000 4.000 2.000 2.000]
3.000 1.000 6.000 1.000 2.000
Jumlah pengeluaran diperoleh dengan menjumlahkan matriks A dan B
5.000 + 7.000 3.000 + 5.0005.000 + 2.000 7.000 + 8.000
4.000 + 5.000
𝐴 + 𝐵 = [4.000 + 3.000 2.000 + 1.0005.000 + 4.000 6.000 +
2.000 4.000 + 2.000]
3.000 + 3.000 1.000 + 1.0005.000 + 6.000 5.000 +
1.000 2.000 + 2.000
12.000 8.000 7.000 15.000 9.000
𝐴 + 𝐵 = [ 7.000 3.000 9.000 8.000
6.000]
6.000 2.000 11.000 6.000 4.000
Maka, diperoleh jumlah pengeluaran setiap orang adalah
Orang 1 = 12.000 + 7.000 + 6.000 = 25.000
Orang 2 = 8.000 + 3.000 + 2.000 = 13.000
Orang 3 = 7.000 + 9.000 + 11.000 = 27.000
Orang 4 = 15.000 + 8.000 + 6.000 = 29.000
Orang 5 = 9.000 + 6.000 + 4.000 = 19.000
2. Jika jumlah pengeluaran setiap orang direpresentasikan dalam matriks, misalnya matriks O maka 25
diperoleh
25.000
13.000
𝑂 =
27.000
29.000
[19.000]
Jika setiap orang memperoleh uang jajan sebesar Rp. 150.000,- maka dapat dimisalkan sebagai
matriks I
150.000
150.000
𝐼 =
150.000
150.000
[150.000]
Jumlah uang setiap orang diperoleh dengan mengurangi matriks I dan O
150.000 2 25.000
150.000 2 13.000
𝐼 2 𝑂 = 150.000 2 27.000
150.000 2 29.000
[150.000 2 19.000]
125.000
137.000
𝐼 2 𝑂 = 123.000
121.000
[131.000]
Jadi, jumlah uang setiap orang adalah
Orang 1 = Rp. 125.000,-
Orang 2 = Rp. 137.000,-
Orang 3 = Rp. 123.000,-
Orang 4 = Rp. 121.000,-
Orang 5 = Rp. 131.000,-
3. Pada hari ke-3 pengeluaran setiap orang adalah dua kali lipat pengeluaran di hari ke-2 25
7.000 5.000 2.000 8.000 5.000
2𝐵 = 2 × [3.000 1.000 4.000 2.000 2.000]
3.000 1.000 6.000 1.000 2.000
14.000 10.000 4.000 16.000 10.000
2𝐵 = [ 6.000 2.000 8.000 4.000 4.000 ]
6.000 2.000 12.000 2.000 4.000
Maka, diperoleh jumlah pengeluaran setiap orang di hari ke-3 adalah
Orang 1 = 14.000 + 6.000 + 6.000 = 26.000
Orang 2 = 10.000 + 2.000 + 2.000 = 14.000
Orang 3 = 4.000 + 8.000 + 12.000 = 24.000
Orang 4 = 16.000 + 4.000 + 2.000 = 22.000

2 3
Orang 5 = 10.000 + 4.000 + 4.000 = 18.000

1) 2𝐻 = 2 × [45]
4. 25

1 2
4 6
2𝐻 = [8 10]
2 4
12 24 36
4 𝑀 =4 ×48 [ 60 72 ]
2) 1 1

3 6 9
4 𝑀 =12[ 15 18 ]
1

3 6 9 9 18 27
𝑀 = 3 ( 𝑀) = 3 × [ ]=[ ]
3 1

4 4 12 15 18 36 45 54
3) S berordo 2x3 maka matriks yang bisa dikalikan dengan S adalah matriks yang
memiliki jumlah baris 3
A berordo 1x3 tidak termasuk
B berordo 3x3 termasuk

C berordo 3x3 termasuk


D berordo 2x3 tidak termasuk
1 2
𝐸 = 𝑆𝑇 = [2
4]
3 6
E berordo 3x2 termasuk
Maka diperoleh hasil perkalian matriks S adalah
(1)(1) (2)(0) (3)(0) 1 0 0
𝑆𝐵 =[] ]=[
(2)(0) (4)(1) (6)(0) 0 4 0
(1)(3) 3
𝑆𝐶 =(2)(0)
[ ] [= ]
0
(1)(1)(2)(2) 1 4
𝑆𝐸 =[(2)(2) (4)(4) ] = 4
[ 16]
Skor
Nilai Akhir Perolehan × 100
100
=
Skor
Maksimal

II. PENILAIAN KETERAMPILAN


4 3 2 1
Kriteria (Sangat Baik) (Baik) (Cukup) (Perlu Bimbingan)
Penyajian Hasil Hasil penyajian data Hasil penyajian Hasil penyajian Hasil penyajian
sangat rapi, jelas, data cukup rapi dan data kurang rapi data tidak rapi dan
dan mudah dipahami jelas dan kurang jelas sulit dipahami
Presentasi Menyampaikan hasil Menyampaikan Menyampaikan Tidak mampu
Kelompok dengan percaya diri, hasil dengan baik, hasil dengan menyampaikan
lengkap, dan namun kurang sebagian benar hasil dengan baik
menarik menarik dan kurang
percaya diri

III. PENILAIAN SIKAP


4 3 2 1
Kriteria (Sangat Baik) (Baik) (Cukup) (Perlu Bimbingan)
Kerjasama Selalu bekerja sama Sering bekerja Kadang-kadang Tidak
dan mendukung sama dan bekerja sama berpartisipasi
anggota kelompok mendukung dengan anggota dalam kelompok
anggota kelompok kelompok
Kemandirian Mampu Mampu Membutuhkan Tidak mampu
menyelesaikan tugas menyelesaikan bimbingan menyelesaikan
tanpa banyak tugas dengan dalam tugas tanpa
bimbingan sedikit bimbingan menyelesaikan bimbingan penuh
tugas
Tanggung Selalu bertanggung Bertanggung jawab Kadang-kadang Tidak
Jawab jawab dalam sebagian besar menunjukkan menunjukkan
menyelesaikan tugas waktu tanggung jawab tanggung jawab
kelompok dalam tugas
kelompok
MATERI AJAR
OOPPEERRAASSII
MMAATTRRIIKKSS
PPEENNJJUUMMLLAAHHA
ANN DDAANN
PPEENNGGUURRAANNGGAA
NN MMAATTRRIIKKSS

Dua matriks hanya dapat dijumlahkan atau dikurangkan


jika keduanya memiliki ordo (ukuran) yang sama.

Hasil penjumlahan atau pengurangan adalah matriks


baru dengan elemen-elemen yang merupakan hasil
penjumlahan atau pengurangan elemen-elemen yang
bersesuaian dari matriks awal.

C COO
NNTT
PPEERRKKAALLIIAANN
MMAATTRRIIKKSS

Dua matriks dapat dikalikan jika jumlah kolom


matriks pertama sama dengan jumlah baris
matriks kedua. Hasil perkalian adalah matriks
baru dengan ordo (baris matriks pertama x
kolom matriks kedua).
PPEERRKKAALLIIAANN SSKKAALLAARR

Perkalian matriks dengan skalar adalah operasi dimana


setiap elemen matriks dikalikan dengan sebuah bilangan
skalar.

TTRRAANNSSPPOOS
SEE
MMAATTRRIIKKSS
Transpose matriks adalah operasi mengubah baris matriks
menjadi kolom, dan kolom menjadi baris. Jika matriks A
berordo mxn, maka transpose matriks A (A T) akan berordo
nxm.
LLEEMMBBA
AR R
KKEERRJJAA
MMUURRIIDD
OPERASI MATRIKS

KELOMPOK
: ANGGOTA
KELOMPOK :
Kegiatan I.
Isilah tabel di bawah ini dengan data pengeluaran setiap
anggota kelompok selama 2 hari
Pengeluaran Hari ke-1
Jenis
Pengeluaran

Pengeluaran Hari ke-2


Jenis
Pengeluaran

Buatlah model matematika dari data di atas dengan


menggunakan kofisep matriks, lalu hitunglah jumlah
pengeluaran setiap orang sesuai dengan pemahaman
kalian. Diskusikan dengan kelompokmu!
Kegiatan II.
Jika setiap orang memperoleh uang jajan sebesar Rp
150.000 dihari ke-1, maka hitunglah jumlah uang setiap
orang sesuai dengan konsep matriks yang kalian pahami.
Diskusikan dengan kelompokmu.!
Kegiatan III.
Pada hari ke-3, pengeluaran setiap orang adalah dua kali lipat
pengeluaran pada hari ke-2. Dengan konsep matriks, hitunglah
jumlah pengeluaran setiap orang di hari ke-3. Diskusikan
dengan kelompokmu!
AYO BERLATIH

Dari kegiatan diskusi yang telah kalian lakukan, apa


kesimpulan yang dapat kalian peroleh ?
LEMBAR REFLEKSI MURID
Refleksikan pengalaman belajarmu hari ini

Lingkari 1 emoji di bawah ini yang menggambarkan


perasaanmu setelah proses pembelajaran hari ini.
(boleh memilih lebih dari 1)

Tuliskan alasanmu memilih emoji tersebut


Hal yang saya sukai Hal yang perlu saya perdalam

Rencana saya di kegiatn pembelajaran selanjutnya.


LEMBAR REFLEKSI GURU

Aspek Refleksi Jawaban

Apakah saya sudah


Pemahaman Materi memahami materi dengan
baik?

Apakah saya sudah


Penyampaian Materi menyampaikan materi
dengan baik kepada murid?

Apakah murid sudah


Umpan Balik memahami capaian
pembelajarannya?

Refic6fi6 Tifid6k L6fijut


MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT (PPT)

Anda mungkin juga menyukai