Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia pada Makalah Mahasiswa
Semester 4A Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta Tahun Akademik
2024/2025
PROPOSAL
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
dan Penyusunan Tugas Akhir Semester Ganjil 2025/2026
Dosen Pengampu: Dr. Hj. Tatu Hilaliyah, [Link].
Disusun Oleh:
Aulia Najla Huwaida
2222230043
PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2025
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kesalahan berbahasa Indonesia kerap terjadi pada individu baik tingkat
sekolah menengah, sekolah atas, bahkan perguruan tinggi. Banyak individu
yang kurang mahir untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
sesuai dengan kaidah atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Melihat dan
nenilai kualitas kebahasaan selain berdasarkan tuturan lisan dapat juga dilihat
melalui media tulisan (teks), dalam hal ini makalah. Putri dkk. (2020) telah
melakukan analisis kesalahan berbahasa pada surat resmi organisasi keluarga
besar mahasiswa FKIP Untirta, dengan hasil yang menunjukkan terdapat
kesalahan terkait penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia) sebanyak 77 buah kesalahan dengan dominasi kesalahan pemakaian
huruf besar (kapital).
Kesalahan lainnya ditemukan pada mahasiswa STKIP Muhammadiyah
Pringsewu Lampung, mahasiswa teknik mesin Universitas Muhammadiyah
Tangerang, mahasiswa pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah
Tangerang, mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai di Lampung,
mahasiswa Universitas Cordova di Sumbawa. Beberapa penelitian yang telah
dilakukan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang tersebar di seluruh
penjuru wilayah Indonesia masih mengalami kesalahan berbahasa Indonesia.
Rendahnya kualitas berbahasa Indonesia pada mahasiswa akan menjadi masalah
serius jika tidak ditanggapi dan diabaikan, hal tersebut disebabkan karena
seorang mahasiswa merupakan individu dengan tingkat pendidikan yang tinggi
dibandingkan dengan siswa. Pengalaman berbahasa dan pengetahuan kosakata
yang dimiliki oleh mahasiswa jauh lebih banyak, oleh karena itu penggunaan
bahasa Indonesia yang benar sesuai kaidah perlu dilatih dan dikuasai oleh para
mahasiswa.
Bahasa merupakan suatu sistem yang dibentuk secara konvensional atau
berdasarkan kesepakatan dalam suatu kelompok. Bahasa menjadi unsur paling
penting dalam kehidupan karena pada hakikatnya bahasa memiliki fungsi
sebagai alat komunikasi antarmanusia. Fungsi lain dari bahasa yaitu dapat
menjadi media dalam aktivitas bertukar informasi, pengalaman, atau ide yang
dimiliki seseorang kepada orang lain. Berdasarkan pemahaman tersebut, penting
bagi setiap individu untuk menguasai bahasa khususnya bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional. Penguasaan suatu bahasa dapat dilakukan dengan cara
berlatih menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah, serta
memperluas pengetahuan mengenai kosakata dengan banyak membaca bacaan
yang mendidik.
Ragam bahasa berdasarkan media penggunaannya yaitu terdapat bahasa
tulis dan bahasa lisan. Bahasa tulis memiliki kelebihan karena tidak terikat oleh
ruang dan waktu, artinya tulisan-tulisan yang dibuat kemarin akan tetap
memiliki makna yang sama jika dibaca hari ini. Pemanfaatan bahasa tulis dapat
terlihat salah satunya dalam bidang akademik, di mana kegiatan belajar
mengajar di sekolah ataupun perguruan tinggi tidak terlepas dari kegiatan
menulis. Ciri suatu tulisan yang baik selain harus berisikan informasi faktual
dan jelas, kosakata yang digunakan pun harus sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hal tersebut
mendukung pernyataan bahwa pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan
atau pemilihan suatu bahasa yang baik memiliki pengaruh penting dalam
kelangsungan kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Penelitian mengenai kesalahan berbahasa Indonesia pada mahasiswa
menarik untuk dilakukan karena pada praktiknya masih banyak ditemukan
kesalahan berbahasa mengenai pembentukan kata. Mahasiswa menjadi subjek
penelitian karena dianggap telah menguasai berbagai bahasa seperti bahasa
asing, bahasa gaul, dan bahasa daerah, namun harus tetap dapat menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah. Kebiasaan berbahasa yang
sesuai kaidah dapat membuat mahasiswa secara tidak langsung akan
meningkatkan karakter untuk berusaha menggunakan bahasa yang sesuai
kaidah. Kebiasaan menggunakan bahasa yang benar membuat karakter
seseorang dapat tercermin dari penggunaan bahasanya. Selain itu, dengan
adanya analisis kesalahan berbahasa guru dapat memperbaiki pembelajaran
bahasa Indonesia dengan lebih baik.
1.2 Kajian Penelitian yang Relevan
Penelitian mengenai analisis kesalahan berbahasa tataran morfologi
sebelumnya telah dilakukan oleh beberapa peneliti lain. Beberapa diantaranya
yaitu,
1) Kajian yang dimuat dalam Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan
Budaya (MORFOLOGI) volume 2, nomor 3, tahun 2024 dengan judul
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Makalah Mahasiswa Prodi Pendidikan
Ekonomi Fakultas Ekonomi UNIMED. Tujuan dari dilakukannya penelitian
ini yaitu menganalisis dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa yang
terjadi pada makalah mahasiswa menggunakan metode kualitatif deskriptif
dengan menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan berbahasa.
Hasil penelitian menunjukkan empat kategori utama kesalahan, yaitu
kesalahan penulisan huruf, kata, tanda baca, dan unsur serapan. Penelitian
ini menjadi relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan karena
memiliki kesamaan objek yang akan diteliti yaitu makalah mahasiswa.
2) Kajian yang dimuat dalam EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
volume 3, nomor 1, tahun 2023 dengan judul Analisis Kesalahan Penerapan
Ejaan Bahasa Indonesia pada Jurnal Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Tujuan dari dilakukannya penelitian
ini yaitu untuk menjelaskan kesalahan penerapan ejaan bahasa Indonesia
dalam Jurnal Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia,
dan Daerah menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik baca-
catat. Hasil penelitian ditemukan 26 kesalahan ejaan bahasa Indonesia
diantaranya sembilan kesalahan pada penggunaan huruf, enam kesalahan
pada tanda baca, serta sebelas kesalahan penulisan kata. Penelitian ini
menjadi relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan karena memiliki
kesamaan atas unsur yang akan diteliti yaitu kesalahan ejaan bahasa
Indonesia.
3) Kajian yang dimuat dalam Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia volume 8, nomor 1, tahun 2023 dengan judul
Analisis Kesalahan Ejaan dalam Artikel Opini Media Massa
[Link] Sebagai Sarana Pembinaan Bahasa Indonesia. Tujuan dari
penelitian ini yaitu menemukan jenis kesalahan ejaan dan
mendeskripsikannya dalam artikel opini media massa menggunakan metode
kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan ejaan
yang terdapat pada penggunaan kata, huruf, tanda baca, serta unsur serapan.
Penelitian ini menjadi relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan
karena memiliki kesamaan atas unsur yang akan diteliti yaitu kesalahan
ejaan bahasa Indonesia.
1.3 Fokus dan Sub Fokus Penelitian
Fokus penelitian kualitatif menurut Sugiyono “lebih didasarkan pada
tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan)”.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, penelitian ini
difokuskan pada kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang terjadi
pada makalah mahasiswa semester 4A Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta
tahun akademik 2024/2025.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian di atas, rumusan masalah yang diperoleh
sebagai berikut.
1) Apa saja aspek kesalahan penggunaan ejaan pada makalah mahasiswa
semester 4A Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta TA 2024/2025?
2) Bagaimana analisis kesalahan penggunaan ejaan pada makalah mahasiswa
semester 4A Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta TA 2024/2025?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang sudah diuraikan, maka dapat
diketahui tujuan penelitian adalah sebagai berikut.
1) Mendeskripsikan aspek kesalahan penggunaan ejaan pada makalah
mahasiswa semester 4A Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta TA
2024/2025.
2) Mendeskripsikan analisis kesalahan penggunaan ejaan pada makalah
mahasiswa semester 4A Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta TA
2024/2025.
1.6 Manfaat Hasil Penelitian
Penelitian ini memiliki dua manfaat yaitu manfaat teoritis dan manfaat
praktis, dipaparkan sebagai berikut.
1) Manfaat teoritis
Secara teoretis, penelitian ini dapat mendeskripsikan mengenai
kesalahan penggunaan ejaan dalam makalah mahasiswa semester 4A
Pendidikan Bahasa Indonesia TA 2024/2025 sekaligus mengetahui tingkat
penguasaan mahasiswa terhadap bahasa yang baik dan benar dalam menyusun
makalah, serta sebagai usaha untuk memberikan landasan yang kuat tentang
kaidah kebahasaan.
2) Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis
sebagai berikut:
(1) Manfaat bagi Mahasiswa
Penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan
mahasiswa dalam memperhatikan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan
benar dalam penulisan karya ilmiah.
(2) Manfaat bagi Pendidik
Penelitian ini menjadi bahan acuan untuk mengembangkan
program pembinaan dan pelatihan Bahasa Indonesia bagi mahasiswa,
serta untuk menyusun panduan penulisan karya ilmiah yang lebih baik.
(3) Manfaat bagi Pembaca
Penelitian ini membantu pembaca mengenali pola kesalahan
ejaan bahasa Indonesia yang umum terjadi sehingga dapat
menghindarinya dalam penulisan kepentingan akademik maupun non-
akademik.
(4) Manfaat bagi Peneliti Lain
Penelitian ini menjadi bahan perbandingan untuk penelitian
sejenis di jenjang, program studi, atau konteks yang berbeda, sehingga
dapat memperluas kajian kesalahan berbahasa Indonesia di dunia
akademik.
BAB 2
KAJIAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
Pada penelitian ini, menganalisis bentuk-bentuk kesalahan penggunaan
ejaan bahasa Indonesia pada tulisan makalah mahasiswa semester 4A Pendidikan
Bahasa Indonesia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Teori yang sesuai dan
relevan untuk melakukan penelitian telah dirumuskan hingga diharapkan dapat
mencapai tujuan dalam penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut berikut pemaparan
kajian pustaka yang relevan dengan penelitian ini.
2.1.1 Kesalahan Berbahasa
Kesalahan merupakan kejadian yang terjadi pada seseorang terjadi secara
tidak sadar. Nababan & Subyakto (dalam Tricahyo 2021:1) menyatakan,
“kesalahan (error) ialah apa yang diucapkan oleh seorang penutur bahasa sasaran
yang tidak sadar bahwa ia berbuat kesalahan sehingga ia tidak dapat
memperbaikinya sendiri dengan segera. Chomsky (dalam Tricahyo, 2021:2)
membedakan kesalahan menjadi dua, yaitu kesalahan performansi disebabkan
oleh faktor keletihan (fatigues) dan kesalahan kompetensi yang disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan pembelajar tentang kaidah-kaidah bahasa sasaran.
Menurut Lennon (dalam Mantasiah & Yusri, 2020:2) kesalahan berbahasa
tidaklah harus dihindari, melainkan satu fenomena yang dapat dipelajari oleh
pengajar. Mempelajari kesalahan berbahasa akan dengan mudah memberikan
solusi sesuai dengan jenis kesalahan yang ada. Kemampuan mengenali hambatan
belajar siswa disebut kemampuan diagnosis kebutuhan pembelajar. Ilmu linguistik
menyebutnya sebagai analisis kesalahan berbahasa. Bertujuan untuk
mengidentifikasi kesalahan siswa dan merancang strategi untuk menguranginya.
2.1.2 Analisis Kesalahan Berbahasa
Analisis kesalahan merupakan kegiatan yang muncul akibat dari adanya
kesalahan berbahasa, berfungsi untuk mengidentifikasi dan mencari tahu
bagaimana kesalahan berbahasa dapat terjadi.
Crystal (dalam Mantasiah & Yusri, 2020:2) menyatakan, "analisis kesalahan
adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan dan
menginterpretasikan secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh
pembelajar yang sedang belajar bahasa asing atau bahasa kedua dengan
menggunakan teori-teori linguistik".
Pendapat tersebut menyatakan bahwa analisis kesalahan muncul untuk melakukan
identifikasi dan interpretasi kesalahan yang terjadi pada pembelajar menggunakan
teori linguistik. Sejalan dengan hal tersebut,
Henry dan Lilis (dalam Putra, 2022:21) menyatakan, “analisis kesalahan
berbahasa adalah suatu prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau
pengajar bahasa, meliputi kegiatan pengumpulan sampel kesalahan,
mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam sampel, menjelaskan
kesalahan tersebut, mengklasifikasikan kesalahan itu, dan mengevaluasi taraf
keseriusan kesalahan itu”.
Kesalahan ditentukan berdasarkan kaidah atau aturan yang berlaku dalam bahasa
yang sedang dipelajari, jika kalimat yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah
maka pelajar bahasa telah melakukan kesalahan, Pelaksanaan analisis kesalahan
berbahasa memaksa peneliti untuk harus fokus pada kesalahan sistematis. Ini
karena kesalahan tersebut tidak terjadi secara acak, melainkan mencerminkan
kurangnya kompetensi dalam menguasai kaidah bahasa.
2.1.3 Tujuan Analisis Kesalahan
Analisis kesalahan tidak semata-mata muncul tanpa dirancang kegunaan
atau kebermanfaatan atas suatu ilmu. Richards (dalam Mantasiah & Yusri,
2020:5) menyatakan, “tujuan utama dari analisis kesalahan yaitu (1) memberikan
data terkait kecenderungan kesalahan yang dialami oleh pembelajar ketika
mempelajari bahasa sasaran serta faktor-faktor yang berpotensi untuk
mempengaruhi terjadinya kesalahan tersebut, dan (2) hasil dari analisis kesalahan
berbahasa digunakan sebagai landasan dalam mengembangkan strategi
pembelajaran dan perangkat pembelajaran berdasarkan analisis kebutuhan
pembelajar”.
Selain itu, Corder dan Tarigan (dalam Mantasiah & Yusri, 2020:7)
membagi dua tujuan dari analisis kesalahan, yaitu (1) tujuan teoritis, adanya usaha
untuk memahami proses pembelajaran bahasa sasaran atau bahasa asing; dan (2)
tujuan praktis, dapat membantu pengajar dalam proses pembelajaran secara
langsung karena temuan dari pendekatan tersebut dapat langsung dipraktikkan
atau digunakan dalam mengembangkan model pembelajaran, buku ajar, dan
perangkat pembelajaran lainnya.
2.1.1 Ejaan Bahasa Indonesia
Ejaan merupakan suatu hal yang harus sangat diperhatikan dalam
penulisan sebuah karya ilmiah atau yang lainnya dalam penulisan bahasa
indonesia. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa
demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulisan.
Tussolekha (2019:36) menyatakan, “ejaan bahasa Indonesia adalah raangkaian
aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa Indonesia resmi”.
Ejaan merupakan proses atau sistem penulisan yang mengatur cara penggunaan
huruf, tanda baca, dan aturan tertentu untuk merepresentasikan kata-kata secara
tertulis. Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan makna yang jelas dan
konsisten dalam komunikasi tertulis. Ejaan juga membantu menjaga keseragaman
dalam penulisan, memudahkan pembaca untuk memahami teks, serta
memfasilitaskan pertukaran informasi antara individu dan antar kelompok.
Ejaan yang disempurnakan ini terdiri dari empat bab, yaitu (1) pemakaian
huruf, (2) penulisan kata, (3) pemakaian tanda baca, dan (4) penulisan unsur
serapan.
Huruf kapital atau huruf besar dapat dipergunakan dalam hal-hal berikut.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata padaawal kalimat.
Misalnya: Kita harus bergotong-royong membersihkan lingkungan
sekolah.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:
Ibu bertanya. “Kapan kamu pulang?”
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang
berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti
untuk Tuhan. Misalnya: Tuhan akan menambah rezeki pada umat-NYA
yang pandai bersyukur.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: Mahaputra
Yasmin, Sultan Hasanudin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
2.1.2 Penulisan Huruf Miring
Pemakaian huruf miring memiliki tiga kegunaan, yaitu untuk menuliskan
nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan, menegaskan atau
mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata, dan menuliskan kata
ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan Ejaannya. Ketiganya
masih sering mengalami kesalahan disebabkan kurangnya pemahaman tentang
kaidah pemakaian huruf miring atau dapat juga disebabkan kurangnya ketelitian.
1) Penulisan Huruf Kapital
Huruf kapital atau huruf besar dapat dipergunakan dalam hal-hal berikut.
(1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya: Kita harus bergotong-royong membersihkan lingkungan
sekolah.
(2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:
Ibu bertanya. “Kapan kamu pulang?”
(3) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang
berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti
untuk Tuhan. Misalnya: Tuhan akan menambah rezeki pada umat-NYA
yang pandai bersyukur.
(4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang Misalnya: Mahaputra
Yasmin, Sultan Hasanudin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
2.1.3 Gabungan Kata
1) Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah
khusus, ditulis terpisah.
2) Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan
membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
3) Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika
mendapat awalan atau akhiran.
2.1.4 Penulisan Tanda Baca
1) Tanda titik, dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia diterangkan bahwa tanda
titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan merupakan seruan atau
pertanyaan.
2) Tanda koma, ada kaidah yang mengatur kapan tanda koma digunakan dan
kapan tanda koma tidak digunakan.
3) Tanda Titik Koma, tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat
yang setara didalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata
penghubung.
4) Tanda Titik Koma, afinda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan
kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata
penghubung.
5) Tanda Titik Dua, dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti
rangkain.
6) Tanda Hubung, dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian
ungkapan.
7) Tanda Pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi
penjelasan khusus diluar bangun kalimat, menegaskan adanya aposisi atau
keterangan yang lain sehingga menjadi diantara dua nama kota yang berarti
“ke” atau “sampai”.
8) Tanda Petik, mengapit langsung, judul syair, karangan, istilah yang
mempunyai arti khusus atau kurang dikenal.
9) Tanda Petik Tunggal, mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau
ungkapan asing.
2.1.5 Penulisan Kata
1) Kata dasar, ditulis sebagai satu kesatuan.
2) Kata Depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari
3) Katayang mengikutinya.
4) Partikel,
5) Bentuk Ulang, menggunakan tanda hubung (-).
2.1.6 Penulisan Unsur Serapan
Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai
bahasa, baik dari bahasa daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Bali, maupun
dari bahasa asing, seperti bahasa Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan
Inggris.
2.2 Kerangka Teori
Corder adalah tokoh penting dalam analisis kesalahan. Ia memandang
kesalahan bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dan penting
dari proses belajar bahasa. Corder (1967) mengemukakan bahwa kesalahan
memiliki makna penting bagi guru, peneliti, dan pelajar itu sendiri.
Pembedaan Error dan Mistake: Corder membedakan antara kesalahan
(error) dan kekeliruan (mistake). Kesalahan (error) adalah penyimpangan
sistematis yang terjadi karena pelajar belum menguasai kaidah bahasa target
secara penuh (mencerminkan kompetensi yang belum sempurna). Sementara itu,
kekeliruan (mistake) adalah penyimpangan yang tidak sistematis, biasanya terjadi
karena kelelahan, kurang konsentrasi, atau faktor performa lainnya, dan pelajar
mampu mengoreksinya sendiri. Dalam konteks makalah, Corder akan fokus pada
errors karena ini menunjukkan masalah sistematis dalam penguasaan ejaan.
Prosedur Analisis Kesalahan: Corder (1974) mengusulkan langkah-langkah dalam
menganalisis kesalahan:
1) Pengumpulan Sampel Kesalahan: Mengumpulkan semua kesalahan ejaan dari
makalah mahasiswa.
2) Identifikasi Kesalahan: Menandai dan mengenali setiap kesalahan.
3) Deskripsi Kesalahan: Mengklasifikasikan kesalahan ke dalam kategori
linguistik, misalnya:
Kesalahan penulisan huruf kapital.
Kesalahan penggunaan tanda baca.
Kesalahan penulisan kata serapan.
4) Penjelasan Kesalahan: Mencari tahu penyebab kesalahan, apakah karena
interferensi bahasa pertama (B1) atau karena perkembangan internal
(interlanguage).
2.3 Kerangka Pemikiran
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa
Indonesia pada Makalah Mahasiswa Semester 4A
Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untirta Tahun
Akademik 2024/2025
Teori Analisis Corder
Ejaan Bahasa Indonesia
Makalah Mahasiswa Semester 4A
Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untirta
Huruf Gabungan Tanda Penulisan Unsur
Kata Baca Kata Serapan
Simpulan
DAFTAR PUSTAKA
Corder, S. P. (1967). The Significance of Learner’s Errors. International Review
of Applied Linguistics, 5(4), 161-170.
Debora, D., dkk. (2024). Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Makalah Mahasiswa
Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi UNIMED. Jurnal Ilmu
Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya (MORFOLOGI), 2(3), 191-202.
Mantasiah, R., & Yusril. (2020). Analisis Kesalahan Berbahasa (Sebuah
Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa). Yogyakarta: Deepublish
Publisher.
Putra, W. H. (2022). Analisis Kesalahan Berbahasa Arab: Teori, Metodologi, dan
Implementasi. Indramayu: CV. Adanu Abimata.
Rustanti, H. D. (2024). Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia
pada Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 86 Jakarta Tahun
Pelajaran 2021/2022. Skripsi UIN Syarif Hidayatullah.
Sari, A., dkk. (2023). Analisis Kesalahan Ejaan dalam Artikel Opini Media Massa
[Link] Sebagai Sarana Pembinaan Bahasa Indonesia. Bahtera
Indonesia: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
8(1), 165-177.
Serungkel, M., dkk. (2023). Analisis Kesalahan Penerapan Ejaan Bahasa
Indonesia Pada Jurnal Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra
Indonesia dan Daerah. EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia,
3(1), 10-22.
Tussolekha, R. (2019). Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada
Makalah Karya Mahasiswa. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 20(1), 35-
43.
Tricahyo, A. (2021). Error Analysis: Analisis Kesalahan dan Kekeliruan
Berbahasa. Ponorogo: CV. Nata Karya.