0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan30 halaman

Modul Pelatihan LSPD 2022

Diunggah oleh

Riko Alviano
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan30 halaman

Modul Pelatihan LSPD 2022

Diunggah oleh

Riko Alviano
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

20

22

FIELD
TRAINING
MODULE

LOS SANTOS POLICE DEPARTMENT


TABLE OF CONTENTS
FOREWORD: Chief of Police ................................................................. 2
FOREWORD: Coordinator of FTP Management.................................. 3
1. CHAPTER 1: Preliminary......................................................................... 4
1.1. Introduction to LSPD.................................................................... 4
1.2. Basic Knowledge ........................................................................... 5
1.3. LSPD Organization ....................................................................... 5
1.4. Field Training Program ................................................................ 8
2. CHAPTER 2: Basic Field Procedures ...................................................... 9
2.1. Patrol Equipments ........................................................................ 9
2.2. Use of Force ................................................................................... 9
2.3. LSPD’s Vehicles ...........................................................................10
1
2.4. Radio Communications ..............................................................12
2.5. Basic Response Guide ................................................................13
2.6. Tow Guide & Impound Guide ...................................................14
2.7. Traffic Stop ..................................................................................16
2.8. Felony Stop (High-Risk Stop)....................................................17
2.9. Arresting Procedures .................................................................20
3. CHAPTER 3: Advanced Field Procedures ........................................... 22
3.1. Duty Activity Reports ..................................................................22
3.2. Secondary Assignment................................................................22
3.3. Mobile Data Computer...............................................................23
3.4. Rank Job Description ..................................................................25
FOREWORD
CHIEF OF POLICE

Los Santos, 2022

Chief Bradley Herschel


Chief of Police | Los Santos Police Department
FOREWORD
COORDINATOR OF FIELD TRAINING PROGRAM MANAGEMENT

Salam sejahtera untuk kita semua,

Saya mengucapkan selamat dating dan selamat bergabung di


Departemen Kepolisian Los Santos yang kita banggakan, yaitu LSPD.
Dimana kita semua akan menjadi sebuah keluarga yang memiliki satu
tujuan, satu arah, dan satu visi demi mewujudkan Los Santos yang
aman dan tentram.

Buku Training Module ini adalah buku pegangan bagi setiap petugas
yang berada di lapangan, buku ini menjadi pedoman teknis dalam
menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang petugas
kepolisian. Kemudian buku ini juga menjadi sebuah acuan
3 pembelajaran serta kurikulum Akademi Kepolisian LS.

Sehingga semoga dengan adanya buku ini, petugas kepolisian tidak


lagi kesulitan dalam mencari pedoman atau petunjuk pelaksanaan
kegiatan.

Salam,
Los Santos, 2022

Officer II Raymundus Bonaparte


Coordinator of Field Training Program Management
CHAPTER I
PRELIMINARY
1.1. INTRODUCTION TO LSPD
Los Santos Police Department merupakan lembaga atau institusi
negara bagian San Andreas, tepatnya Kota Los Santos yang menjalankan
fungsi serta tugas kepolisian. Los Santos Police Department atau LSPD
memiliki regulasi serta prosedur yang ketat dalam setiap pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan setiap anggotanya. Tentunya sebagai seorang
petugas kepolisian, keselamatan nyawa adalah prioritas nomor satu.

Motto LSPD – To Protect and To Serve

Sebagai institusi kepolisian, LSPD bukan hanya memiliki tugas


sebagai pembasmi kejahatan saja, melainkan LSPD berkewajiban untuk
melakukan fungsi pengamanan, pelayanan, serta pengayoman kepada
masyarakat agar senantiasa masyarakat merasa tenang dan aman dengan
kehadiran LSPD.
LSPD dibentuk bukan hanya untuk keperluan penindakan represifitas
4 saja, melainkan LSPD juga mengedepankan upaya preventif untuk
mencegah terjadinya kejahatan seperti melakukan sosialisasi kepada
masyarakat dan serta himbauan serta teguran bagi masyarakat yang
melanggar peraturan. LSPD wajib mengedepankan sifat humanis dalam
melakukan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.
Dalam jenjang komandonya, LSPD memiliki tingkat kepangkatan
yang serupa dengan departemen kepolisian lain di Benua Amerika Serikat,
berikut adalah daftar kepangkatan di LSPD.
Pangkat
Police Commissioner
Chief of Police
Assistance Chief
Deputy Chief
Commander
Captain II
Captain I
Lieutenant II
Lieutenant I
Sergeant II
Sergeant I
Officer III+I
Officer III
Officer II
Officer I
Trainee

1.2. BASIC KNOWLEDGE


Sebagai seorang petugas kepolisian, anda dituntut untuk dapat
mengedepankan keselamatan masyarakat dan diri anda, bukan situasi yang
akan anda respon. Dalam menanggapi atau merespons suatu panggilan
darurat, pastikan anda berada pada posisi yang aman, wajib bagi anda untuk
melaporkan situasi yang anda hadapi melalui radio komunikasi agar
DISPATCH dapat memantau anda apabila anda dalam keadaan bahaya.
Jangan ragu dan segan untuk memanggil bantuan apabila kondisi situasi
yang anda hadapi sudah berada pada tingkat yang mengancam anda
maupun masyarakat sekitar anda.
5
1.3. LSPD ORGANIZATION
LSPD sebagai sebuah organisasi institusi kepolisian memiliki
beberapa divisi atau biro (bureau) yang terbagi dalam tugas serta fungsinya
masing-masing. Biro utama tersebut, setiap petugas akan mendapatkan
Primary Assignment dan dapat memilih Secondary Assignment sebagai
penunjang. Berikut pembagian assignment yang berada pada LSPD:
a. Primary Assignment
Primary Assignment adalah tugas utama anda sebagai petugas
kepolisian, setelah anda lulus Field Training Program sebagai
Officer I, anda akan mendapatkan Primary Assignment anda ketika
berada pada Officer II. Primary Assignment anda adalah Central
Patrol Division maupun Traffic Division.
b. Secondary Assignment
Secondary Assignment adalah tugas khusus anda, anda dapat
menentukan sendiri Secondary Assignment anda berdasarkan minat
dan kemampuan anda. Anda dapat mendaftarkan diri untuk
bergabung pada Secondary Assignment seperti: Recruitment and
Employment Division, Metropolitan Division (SWAT), atau
Detective Division pada pangkat minimum Officer III tentunya
dengan persyaratan dan pelatihan yang harus dijalani berdasarkan
divisi yang anda minati. ((silakan cek F3)).
Lebih lengkapnya, struktur biro dalam LSPD akan dijabarkan seperti berikut:
a. Operation Bureau
Operation Bureau merupakan biro umum yang melakukan aktivitas
di jalanan kota Los Santos. Operation Bureau merupakan biro yang
menjadi Primary Assignment atau tugas utama seorang anggota
LSPD. Dengan kata lain, setiap anggota LSPD dengan pangkat
Officer II pasti masuk sebagai anggota dari Operation Bureau
dengan pembagian sebagai berikut:
1) Central Patrol Division (CPD)
CPD merupakan salah satu Primary Assignment yang berada
pada Operation Bureau. Divisi ini menangani situasi patrol
anggota yang akan menangani kasus kekerasan, pencurian,
hingga pembunuhan. CPD bertanggung jawab terhadap
6 penanganan, penangkapan, hingga penahanan suspect.
CPD dipimpin oleh seorang polisi berpangkat Sergeant II.
2) Traffic Division (TD)
TD merupakan salah satu Primary Assignment yang berada
pada Operation Bureau. Divisi ini memaksimalkan
penugasan officer pada situasi tertentu di jalan raya seperti
kecelakaan lalu lintas, pelanggaran lalu lintas, penderekan
kendaraan, dan lainnya yang berhubungan dengan jalan
raya seperti impound kendaraan, pursuit, dan Razia
kendaraan. TD dipimpin oleh seorang polisi berpangkat
Sergeant II.
b. Counter Terrorism and Special Operation Bureau (CTSOB)
Counter Terrorism and Special Operation Bureau (CTSOB)
merupakan biro khusus Secondary Assignment setelah seorang
polisi mendapat Primary Assignment. Bertanggung jawab terhadap
tugas khusus yang melibatkan perencanaan, penanggapan, serta
pengelolaan terhadap data intelijen. Petugas yang berminat untuk
bergabung pada biro ini diwajibkan untuk memenuhi syarat dan
kriteria yang telah ditetapkan ((silakan cek F3)).
1) Metropolitan Division
MD atau SWAT merupakan divisi yang menangani situasi
taktis dengan perlengkapan khusus dan cepat untuk
diturunkan pada situasi yang penting seperti perampokan
bersenjata, penyekapan, dan terorisme. Pimpinan divisi ini
adalah seorang polisi berpangkat Lieutenant I.
2) Air Support Division
ASD adalah divisi penyokong berupa memberikan bantuan
unit udara, unit ini hanya dapat dikeluarkan apabila ada
perintah dari Supervisor.
c. Administrative Service Bureau (ASB)
Administrative Service Bureau atau ASB merupakan biro yang
berfokus pada pemberkasan serta administrasi pegawai serta
anggota LSPD aktif. Berperan sebagai biro penunjang dalam hal
administrasi di LSPD. Berikut adalah divisi yang berada pada ASB.
1) Recruitment and Employment Division (RED)
7 RED adalah divisi yang bertanggung jawab terhadap
perekrutan serta pelatihan dari setiap calon anggota LSPD.
RED akan menolak maupun menyetujui formulir aplikasi
setiap calon anggota LSPD. RED dipimpin oleh seorang
polisi berpangkat minimal Lieutenant.
d. Detective Bureau
Detective Bureau merupakan biro khusus yang bertanggung jawab
dalam penyelidikan dan penanganan kasus-kasus criminal.
Merupakan salah satu Secondary Assignment selain Biro CTSOB.
1) Gang and Narcotics Division
Divisi ini akan berfokus pada penanganan kasus kriminal
yang dititikberatkan pada kriminal-kriminal jalanan yang
dilakukan oleh gang. Serta divisi ini akan menargetkan
penyelidikan pada penyebaran dan pendistribusian narkoba.
2) Vice and Support Division
Divisi ini menjadi sumber informasi dan data intelijen dalam
melakukan penindakan-penindakan atas suatu kasus
tertentu terutama yang berkaitan dengan organisasi ilegal.
e. Professional Standards Bureau (PSB)
Professional Standards Bureau merupakan biro yang berada pada
komando langsung Chief of Police sebagai pimpinan tertinggi LSPD.
1) Internal Affairs Group
Merupakan divisi yang melakukan pengawasan, pelaporan,
dan penindakan terhadap petugas yang diduga melakukan
pelanggaran dan penyelewengan terhadap aturan-aturan
departemen.

1.4. FIELD TRAINING PROGRAM


Field Training Program atau FTP merupakan program wajib untuk
seluruh petugas yang telah menyelesaikan Akademi Kepolisian. FTP
dilakukan oleh petugas dengan pangkat Officer I yang tentunya dilakukan
untuk memenuhi seluruh program pelatihan di lapangan yang diberikan
oleh Field Training Program Management.
8 Seorang Officer I akan melakukan FTP selama kurang lebih satu
bulan, dalam periode tersebut Officer I dilarang untuk melakukan kegiatan
patroli sendiri, melainkan wajib didampingi oleh Officer II dan pangkat di
atasnya. Apabila telah dinyatakan layak dan lulus program FTP oleh
Supervisor, maka barulah anda akan mendapatkan kenaikan pangkat
menjadi Officer II dan mendapatkan penugasan Primary Assignment.
CHAPTER II
BASIC FIELD PROCEDURES
2.1. PATROL EQUIPMENTS
Dalam menjalankan tugas kepolisian, anda wajib untuk mematuhi
prosedur terutama dalam aspek peralatan serta persenjataan yang harus
Anda patuhi demi keamanan dan keselamatan Anda dan rekan-rekan Anda
di lapangan. Berikut adalah susunan perlengkapan yang harus Anda bawa
ketika memulai bertugas:
Lethal Weapons (ex. Deagle, Shotgun etc.)
Non Lethal Weapons (ex. Tazer, Bean Bag Shotgun etc)
Borgol
First Aid Kit
Kevlar
Body Cam
Punishment Guide
Ketika bertugas dilarang untuk membawa dua jenis senjata lethal
dalam waktu bersamaan, contohnya Anda dilarang untuk membawa Deagle
dan Shotgun dalam waktu bersamaan. Anda harus memilih satu diantara
9 satu jenis senjata dalam waktu bersamaan. Begitupun dengan senjata non-
lethal, Anda tidak diperbolehkan membawa dua jenis senjata non-lethal
secara bersamaan.

2.2. USE OF FORCE


Use of Force adalah hierarki tahapan-tahapan yang dapat Anda
gunakan ketika berhadapan dengan seseorang yang diduga akan menjadi
suspect Anda. Anda wajib untuk mengikuti tahapan-tahapan berikut demi
keamanan dan kenyamanan bersama, berikut adalah tahapan-tahapan use
of force:
a. VERBAL COMMANDS adalah perintah secara lisan atau verbal
yang Anda berikan kepada seseorang sebagai petugas kepolisian.
Verbal Commands harus diberikan secara tegas, ringkas, dan juga
jelas agar tidak menimbulkan miss-komunikasi antara Anda
dengan orang lain, contoh Verbal Commands adalah: perintah
untuk menepi, perintah untuk tiarap, perintah untuk angkat
tangan, dan lainnya.
b. SOFT HANDS adalah tahapan penggunaan kekuatan yang
selanjutnya. Apabila Verbal Commands Anda tidak dihiraukan
oleh suspect, maka Anda diperbolehkan untuk menggunakan
kontak fisik secara lembut, seperti memegang lengan suspect,
menepuk suspect, atau memegangi tangan suspect di pinggang
belakangnya.
c. HARD HANDS adalah tahapan penggunaan kekuatan yang
selanjutnya. Apabila Soft Hands masih tidak dihiraukan maka
Anda diperbolehkan untuk menggunakan kontak fisik yang lebih
keras seperti bergulat, membanting tersangka, atau bahkan
memukulnya untuk diamankan.
d. NON-LETHAL WEAPONS adalah tahapan penggunaan senjata
non-lethal, non-lethal weapons dapat langsung digunakan tanpa
harus menggunakan Soft Hands maupun Hard Hands apabila
suspect membawa senjata namun bukan senjata api, seperti pisau,
dan tongkat baseball. Biasanya penggunaan non-lethal weapons
juga bisa digunakan atas perintah atasan yang berada di lapangan,
apabila seorang suspect diduga berbahaya maka diperbolehkan
untuk melakukan pelumpuhan dengan senjata non-lethal seperti
tazer.
e. LETHAL WEAPONS adalah tahapan terakhir, lethal weapons
10 dapat digunakan langsung apabila suspect terbukti membawa
senjata api.
Sebagai catatan, Anda dilarang menggunakan senjata non-lethal
kepada suspect yang membawa senjata api. Non-lethal weapon hanya
digunakan untuk suspect yang bertangan kosong atau menggunakan
senjata tajam saja.

2.3. LSPD’s VEHICLES


Dalam menunjang penugasan setiap anggota, LSPD memiliki
beberapa kendaraan yang dapat digunakan berdasarkan peruntukan dan
minimal pangkat. Kendaraan yang digunakan menjadi tanggung jawab
anggota yang mengendarai, wajib bagi setiap pengguna kendaraan LSPD
untuk mengembalikan kendaraannya ke tempat asal dengan posisi bensin
sudah terisi penuh kembali dan tidak ada kerusakan (sudah diperbaiki).
Berikut adalah daftar kendaraan milik LSPD berdasarkan minimal pangkat
dan peruntukan:
Tipe Kendaraan Plat Nomor Minimal Pangkat Kode Radio
Towtruck TOWPD1 Officer I TOM-1
TOWPD2 Officer I TOM-2
DFT TOWPD3 Penugasan SPV TOM-3
Hydraulics Tow SU9 9950 Officer I -
Hino TOWPD4 Penugasan SPV TOM-4
Towtruck TOWPD5 Officer I TOM-5
TOWPD6 Officer I TOM-6
Saleen S-302 HSIU 1 Sergeant I HENRY-1
HSIU 2 Sergeant I HENRY-2
HSIU 3 Sergeant I HENRY-3
Ford Mustang HSIU 4 Sergeant I HENRY-4
SUV ALPHA 21 Officer III ALPHA-21
Interceptor ALPHA 22 Officer III ALPHA-22
Ford Bronco ALPHA 1 Lieutenant I ALPHA-1
HPV-1000 MARRY 1 Officer II MARRY-1
MARRY 2 Officer II MARRY-2
Crown Victoria LSPD 1 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-1
LSPD 2 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-2
LSPD 3 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-3
LSPD 4 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-4
LSPD 5 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-5
11
LSPD 6 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-6
LSPD 7 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-7
LSPD 8 Officer II (MDC) LINCOLN/ADAM-8
STAFF 1 Lieutenant I STAFF-1
STAFF 2 Lieutenant I STAFF-2
BMW STAFF 3 Sergeant I STAFF-3
Ford F-150 STAFF 4 Sergeant I STAFF-4
Chevy Tahoe VICTOR 1 SWAT/MD VICTOR-1
Enforcer VICTOR 2 SWAT/MD VICTOR-2
Riot Vehicle VICTOR 3 SWAT/MD VICTOR-3
Subaru Impreza IO1 7345 Lieutenant I GEORGE-1
Boxville ACADEMY 1 Penugasan SPV ACADEMY-1
ACADEMY 2 Penugasan SPV ACADEMY-2
Securicar LSPD 9 Penugasan SPV -
LSPD 10 Penugasan SPV -
Ambulance LSPD 11 Penugasan SPV -
Burrito B 001 Penugasan SPV -
B 002 Penugasan SPV -
B 003 Penugasan SPV -
2.4. RADIO COMMUNICATIONS
Radio dalam dunia kepolisian bagaikan sebuah nyawa, karena radio
adalah alat komunikasi utama yang digunakan dalam bertugas. Penggunaan
radio tidak memiliki bentuk baku, namun harus tetap jelas siapa yang
berbicara dan apa maksud dari pembicaraanya tersebut. Berikut adalah
beberapa basic radio yang harus diketahui.
STATUS CODE
STATUS-1 On Duty
STATUS-4 Off Duty
STATUS-7 Break
STATUS-11 Off Duty ((/quit))
Contoh penggunaan:
Officer #249930 heading STATUS-1
Officer #443892 heading STATUS-4

CODE STATUS
CODE-1 Merespon keadaan high-risk atau darurat tingkat tinggi,
biasanya terjadi pembunuhan officer atau terrorisme.
12 CODE-2 Merespon keadaan yang tidak darurat, tanpa sirine dan
harus tetap patuh peraturan lalu lintas.
CODE-3 Merespon keadaan darurat dengan sirine ke lokasi.
CODE-4 Situasi terkendali atau suspect sudah ditahan.
CODE-5 Sedang mengintai, unit patroli tidak boleh mendekat.
CODE-6 Unit sampai di lokasi situasi.
CODE-7 Sedang istirahat makan.
CODE-11 Perlu diturunkan unit SWAT (hanya dilakukan oleh
supervisor di lapangan).
CODE-12 Laporan palsu.
CODE-37 Unit kendaraan dicuri.
Contoh penggunaan:
LINCOLN-3 speaks, responding last calls, CODE-3
ALPHA-21 speaks, Shotsfired, 10-20 at my beacon, TAC-1, CODE-1.

TEN-CODES
10-1 Berkumpul
10-4 Mengerti
10-5 Tolong ulangi
10-7 Standby
10-8 Sedang sibuk
10-9 Sedang dalam misi penyamaran
10-14 Membawa seseorang dari (sebutkan lokasi)
10-15 Suspect tertangkap
10-18 Apakah butuh bantuan?
10-20 Lokasi
10-21 Kegiatan yang dilakukan
10-27 Pindah frekuensi radio
10-40 Banyak perkumpulan orang
10-41 Banyak perkumpulan orang (kemungkinan ilegal)
10-50 Turun dari kendaraan untuk investigasi
10-55 Traffic stop/pulled over
10-56 Felony stop
10-57 Pengejaran dengan kendaraan (pursuit)
10-58 Pengejaran dengan berlari (pursuit on foot)
10-60 Ciri-ciri kendaraan
10-61 Ciri-ciri orang
10-66 Kekerasan berhenti
10-69 Saya dalam bahaya
13
10-70 Butuh bantuan
10-71 Officer Down
10-98 Tidak butuh bantuan
Contoh penggunaan:
LINCOLN-2 speaks, 10-20 IGS, 10-21 Refueling unit enroute to HQ
Officer #231383 speaks, 10-1 at MR
HENRY-2 speaks, 10-20 at my beacon, 10-57, 10-60 Black “HR2 922”

2.5. BASIC RESPONSE GUIDE


Ketika Anda melakukan patroli, Anda akan mendapatkan
serangkaian panggilan baik dari rekan sesama petugas patroli, DISPATCH,
atau dari panggilan 911 yang masuk melalui radio Anda. Hal yang perlu
dilakukan setiap situasi memang berbeda. Namun tentunya Anda harus
tetap melakukan update keadaan Anda kepada DISPATCH melalui radio
komunikasi sehingga petugas lain dapat memantau keberadaan Anda.
Misalnya Anda mendapatkan panggilan karena adanya pembunuhan,
disana tergeletak mayat, tentunya Anda harus mengamankan lokasi sekitar
terlebih dahulu, memanggil EMT atau LSES yang bertugas dan tentunya
menyelidiki penyebab kematian seseorang tersebut beserta ciri-cirinya
kemudian dilaporkan melalui radio.
Sama halnya dengan ketika Anda mendapati adanya kejadian
lainnya, Anda diwajibkan untuk berinteraksi dengan warga sekitar untuk
memperoleh informasi mengenai kejadian yang baru saja terjadi, Anda
bukanlah seorang robot melainkan seorang petugas kepolisian yang harus
menyelesaikan suatu kasus kriminal.

2.6. TOW & IMPOUND GUIDE


Dalam melakukan tugas penderekan, Anda wajib mengetahui dasar-
dasar dalam melakukan penahanan terhadap suatu kendaraan yang diduga
melanggar peraturan. Namun sebelumnya, Anda wajib mengetahui lokasi
tempat penahanan (impound) atau penyitaan kendaraan milik LSPD yang
berada di Kota Los Santos, tempat penyitaan tersebut terbagi dua yaitu:
a. IMPOUND PARKING LOT – EAST BEACH
IPL EB merupakan Impound Parking Lot atau tempat penyitaan
kendaraan yang berada pada East Beach Los Santos. Lantai pertama
dari IPL EB dikhususkan untuk kendaraan selundupan dengan
ukuran besar seperti truk, dan juga dikhususkan untuk kendaraan
14 motor atau sepeda dengan pemilik yang bukan buronan. Lantai
kedua hingga ketiga adalah khusus untuk kendaraan berupa mobil
yang pemiliknya bukan buronan. Serta lantai paling atas dan satu
lantai di bawahnya khusus untuk kendaraan-kendaraan selundupan.
b. IMPOUND PARKING LOT – BLUEBERRY
IPL BB merupakan Impound Parking Lot atau tempat penyitaan
kendaraan yang berada pada Blueberry. IPL BB ini adalah tempat
penyitaan kendaraan bagi seseorang dengan status buronan.

Setelah mengetahui lokasi dan fungsi dari masing-masing Impound


Parking Lot, maka yang harus anda ketahui adalah tata cara atau pedoman
untuk melakukan penderekan atau towing terhadap suatu kendaraan.
Berikut adalah tata cara melakukan penderekan terhadap kendaraan:
a. Pastikan anda telah dengan posisi yang benar terhadap kendaraan
yang akan anda derek;
b. Cek plat nomor atau jika kendaraan yang akan diderek tidak ada
plat nomor, maka cek bagian mesin untuk mendapatkan nomor
rangka kendaraan (VIN);
c. Minta petugas lain atau silakan anda cek plat nomor tersebut
menggunakan Mobile Data Computer atau MDC untuk mengetahui
apakah kendaraan tersebut merupakan kendaraan milik
selundupan, buronan, atau clear;
d. Berikut tindak lanjut yang harus anda pahami apabila mengecek
kendaraan melalui MDC:
Selundupan Buronan Clear
Laporkan ke Laporkan ke Laporkan ke
DISPATCH bahwa DISPATCH bahwa DISPATCH bahwa
anda akan anda akan anda akan
melakukan melakukan melakukan
penderekan penderekan penderekan
kendaraan kendaraan kendaraan non-
selundupan untuk buronan untuk buron untuk dibawa
dibawa ke IPL EB. dibawa ke IPL BB. ke IPL EB.
Sebelum dibawa, Setelah sampai di Setelah sampai di IPL
pastikan mengecek IPL BB, cek EB, cek inventori
histori speedcam inventori mobil mobil tersebut.
dari mobil tersebut. Apabila Apabila ada benda
selundupan ada benda illegal illegal segera
15 tersebut. Apabila wajib dilakukan dokumentasikan ((ss
pernah ada orang dokumentasi ((ss untuk dimasukan ke
yang terekam untuk dimasukan discord)) dan jangan
speedcam ke discord)). lupa untuk buronkan
menggunakan Kemudian ambil pemilik kendaraan
mobil tersebut barang illegal tersebut. Apabila
maka buronkan tersebut untuk sudah, segera
orang tersebut dibawa ke pindahkan mobil
karena Securicar. ((jangan tersebut ke IPL BB
mengendarai lupa screenshot karena mobil
kendaraan dan kirim ke tersebut kini milik
selundupan. Discord sebagai buronan.
crime evidence))
Setelah sampai di Jangan lupa untuk Namun, apabila
IPL EB cek Kembali handbrake mobil tidak ditemukan
isi dari inventori tersebut dan segel benda illegal
mobil tersebut, kembali mobil apapun, langsung
apabila terdapat tersebut. parkirkan kendaraan
barang illegal
segera amankan di tersebut di lantai 2-3
Securicar. ((jangan IPL EB.
lupa screenshot dan Jangan lupa untuk
kirim ke Discord handbrake mobil
sebagai crime tersebut dan
evidence)) langsung impound
mobil tersebut
((/impound)).
Apabila inventori
sudah kosong,
silakan parkirkan
kendaraan di IPL EB
lantai paling atas.
Jangan lupa untuk
handbrake mobil
tersebut ((dan
/park)) serta segel
kembali mobil
tersebut.
Catatan: contoh radio untuk melakukan penderekan adalah
16 TOM-1 speaks, 10-20 Idlewood, 10-21 Towing, 10-60 Sultan “IO1
3423” heading to IPL EB.

2.7. TRAFFIC STOP


Traffic Stop adalah upaya untuk menepikan seseorang yang berada
pada sebuah kendaraan untuk kemudian dilakukan penindakan yang lebih
lanjut seperti penilangan, penangkapan maupun tindakan lainnya pada
seseorang yang berada di dalam kendaraan. Pastikan ketika menepikan
kendaraan, anda harus bisa mencari tempat yang aman dan menjaga jarak
sejauh satu ukuran mobil dengan kendaraan yang anda berhentikan. Hal ini
dibertujuan untuk membuat anda lebih aman dan mudah untuk berlindung
apabila terjadi ancaman.
Ketika anda hendak memberhentikan kendaraan, anda wajib
menggunakan sirine dan megaphone anda guna meminta kendaraan yang
hendak anda tepikan untuk minggir. Apabila dengan peringatan tersebut
tidak kemudian dihiraukan oleh kendaraan tersebut maka anda wajib
memberitahukan situasi pursuit kepada DISPATCH.
Selepas anda memberhentikan kendaraan, anda wajib untuk
melakukan laporan melalui radio bahwa anda tengah melakukan traffic
stop. Contoh penggunaan radionya adalah seperti ini LINCOLN-3 speaks,
10-20 Idlewood, 10-50, 10-55, 10-60 Sultan “IO1 3431”, over. Berarti unit
anda LINCOLN 3 sedang turun dari kendaraan (10-50), dan melakukan
traffic stop (10-55) dengan ciri-ciri kendaraan yang diberhentikan adalah
Sultan “IO1 3431”.
Perlu diperhatikan bahwa ketika melakukan traffic stop, anda harus
selalu menyebutkan ciri-ciri kendaraan yang anda berhentikan terutama
plat nomornya. Karena apabila kendaraan tersebut melarikan diri, unit lain
dapat dengan mudah melacak keberadaan kendaraan tersebut melalui plat
nomor yang telah disampaikan oleh anda.
Saat menghampiri kendaraan yang anda berhentikan, pastikan anda
menyapa terlebih dahulu pengemudi kendaraan tersebut, perkenalkan diri
anda, dan tanyakan terlebih dahulu kesalahan yang ia perbuat sehingga
anda berhentikan. Barulah kemudian anda menjelaskan alasan sebenarnya
mengapa anda memberhentikan kendaraan tersebut. Kemudian setelah
melakukan tindakan baik penilangan maupun tindakan lain jangan lupa
untuk melakukan update details pada MDC orang tersebut dan masukan
17 sanksinya.

2.8. FELONY STOP (HIGH-RISK STOP)


Felony Stop atau High-Risk Stop adalah bentuk traffic stop yang
didasarkan pada kejahatan yang dilakukan oleh suspect. Pemberhentian
atau felony ini membutuhkan taktik dan formasi khusus yang tentunya
dapat memberikan keselamatan bagi seluruh personil. Felony stop hanya
dapat dilakukan apabila ada tiga mobil atau lebih yang melakukan Felony
Stop dengan rincian satu unit inisiator dan dua unit backup.
Berikut adalah tata cara dan prosedur melakukan felony stop:
a. Apabila Anda adalah unit inisiator atau initiating unit, Anda wajib
melaporkan ke DISPATCH bahwa Anda akan melakukan felony stop
dengan radio, misalnya seperti ini LINCOLN-2 to DISPATCH, 10-20
Market, 10-50, 10-56, 10-60 Rancher “LJ3 2345”, over yang artinya
unit Anda LINCOLN-2 melakukan 10-56 atau Felony Stop di Market.
b. Jika anda adalah backup unit, pastikan anda langsung turun dari
kendaraan dan mengarahkan senjata anda ke kendaraan tersangka;
c. Anda tidak perlu turun dari kendaraan jika anda adalah
inisiator/initiating unit (termasuk penumpangnya);
d. Berikan perintah untuk mematikan mesin kendaraan;
e. Lempar kunci kendaraan tersebut keluar dari jendela (agar
tersangka tidak dapat kabur);
f. Initiating unit/unit inisiator boleh turun dari kendaraan pada saat
tersangka sudah melemparkan kuncinya (tergantung pada
pilihannya untuk tetap di dalam kendaraan atau turun);
g. Berikan perintah kepada tersangka untuk turun dari kendaraannya,
berjalan agak jauh dari kendaraannya, dan tiduran di jalan (berlaku
juga jika lebih dari satu tersangka di dalam kendaraan, pastikan
melakukannya satu per satu);
h. Backup unit berjalan ke arah kendaraan tersangka dan memeriksa
jika ada hal-hal yang mencurigakan lainnya (bilang "aman/clear");
i. Backup unit kembali ke formasi high-risk stop;
j. Para officers mulai mendekati tersangka satu per satu dan
memborgolnya.

Berikut adalah formasi felony stop yang benar:


18
19
20 2.9. ARRESTING PROCEDURES
Setelah suspect berhasil diamankan dan dibawa menggunakan unit
kendaraan, petugas wajib untuk melaporkan statusnya melalui radio.
Contohnya adalah LINCOLN-4 speaks, 10-14 Dillimore, 10-15, 10-61 2IC1
Male, enroute to HQ yang artinya adalah unit Anda LINCOLN-4 membawa
seseorang dari Dillimore (10-14) berupa tahanan (10-15) dengan ciri-ciri (10-61)
IC 1 Male. Kemudian begitu sampai di HQ, berikut adalah prosedur yang harus
Anda lakukan:
a. Setelah sampai di ruang interogasi, segera minta untuk menghadap
tembok dengan posisi tangan terborgol;
b. Mulai geledah suspect, cari terlebih dahulu identitasnya baik ID Card
maupun SIM. Setelah memastikan identitasnya cek namanya melalui
MDC untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki kasus lain
atau tidak;
c. Geledah seluruh tubuhnya dari senjata api dan senjata tajam, segera
amankan;
d. Apabila sudah, sebelum memasukan ke ruang tahanan wajib bagi setiap
petugas mengucapkan Miranda Rights yang berbunyi Anda memiliki hak
untuk tetap diam, segala perkataan dan perbuatan Anda akan kami
anggap serius. Segala perkataan dan perbuatan Anda akan
berpengaruh terhadap masa tahanan Anda, paham?
e. Masukan suspect ke ruang tahanan sesuai dengan ketentuan
pemenjaraan.

21
CHAPTER III
ADVANCED FIELD PROCEDURES
3.1. DUTY ACTIVITY REPORTS
Setiap petugas kepolisian wajib untuk menulis laporan akhir ketika
selesai bertugas atau selesai duty. Laporan tersebut dituangkan dalam
sebuah aplikasi LSPD ((discord LSPD)). Dalam laporan tersebut Anda
diwajibkan untuk mencantumkan dokumentasi-dokumentasi kejadian
ketika Anda melakukan duty. Serta pastikan Anda selalu update Duty
Activity Reports Anda.
Pastikan anda melengkapi Duty Activity Reports anda dengan nama
lengkap anda, pangkat, patrol partner apabila ada, callsign unit yang anda
gunakan selama duty, supervisor yang ada di lapangan (Officer III+1 ke
atas), kemudian Primary Assignment anda, tanggal, serta durasi duty anda.
Berikut adalah contoh pembuatan Duty Activity Reports:

22

3.2. SECONDARY ASSIGNMENTS


Setelah Anda menginjak posisi pada pangkat Officer III Anda
diperbolehkan untuk mendaftar divisi lain yang akan menjadi Secondary
Assignments Anda. Tentu divisi yang Anda pilih haruslah divisi yang menjadi
peminatan Anda. Sebelumnya pada pengenalan LSPD sudah kami jabarkan
mengenai divisi-divisi apa saja yang tersebar dari seluruh lima biro yang ada
di LSPD.
Dalam Training Module ini, kami akan menjelaskan dua divisi yang
menjadi Secondary Assignment yang dapat anda pilih setelah anda menjadi
Senior Police Officer atau setidak-tidaknya memiliki pangkat Officer III.
a. Metropolitan Division (SWAT)
Dalam menjalankan operasi-operasi khusus kepolisian, LSPD
memiliki unit special yang mengedepankan fungsi taktis dan
persenjataan yang lebih lengkap dibandingkan dengan unit reguler.
Unit ini disebut Metropolitan Division (SWAT), dipimpin oleh
setidak-tidaknya seorang polisi berpangkat Lieutenant I, SWAT atau
MD memiliki kriteria khusus dalam melakukan rekrutmen
personilnya. Tentu kemampuan fisik dan psikis akan menjadi
penentu apakah anda layak menjadi seorang personil SWAT atau
tidak.
b. Detective Division
Dalam menjalankan operasi yang bersifat rahasia, LSPD memiliki
unit Detective. Unit Detective mengedepankan fungsi
pengumpulan data dan intelijen baik melalui informan, maupun dari
personil Detective itu sendiri. Detective Division dikepalai oleh
seorang polisi berpangkat Detective III atau setara dengan Sergeant
23 II.

3.3. MOBILE DATA COMPUTER


Setelah anda lulus dari Akademi Kepolisian, anda akan dilantik
menjadi Officer I dan anda akan menjalani proses FTP atau Field Training
Program. Selepas itu anda akan menjadi seorang Officer II yang lebih
mandiri. Anda sudah diperbolehkan melakukan patroli tanpa pengawasan
Senior Officer, hal itu berarti anda akan mendapatkan suatu akses ke dalam
sistem komputer kepolisian atau MDC (Mobile Data Computer).
Untuk mendapatkan akses MDC tentunya tidak semudah itu, anda
akan selalu dipantau oleh Supervisor mengenai perilaku dan pekerjaan
anda sehari-hari di LSPD. ((Sifat OOC, behave dalam berperilaku, dan latar
belakang OOC juga akan sangat mempengaruhi apakah anda layak
diberikan akses MDC atau tidak, karena MDC akan sangat rentan menjadi
ajang Meta Gaming)).
MDC dapat anda akses melalui komputer yang ada di kantor LSPD,
kendaraan dinas LSPD, maupun anda dapat mengakses MDC dimana saja
melalui Tab yang anda bawa. MDC dapat anda akses melalui laman
[Link].
Berikut adalah tampilan-tampilan dari MDC.
Laman Login

Laman Utama

24

Laman Untuk Mengganti Password


3.4. RANK JOB DESCRIPTION
High Chief of 1. Bertanggung jawab penuh dalam
Command Police kepengurusan departemen.
Team 2. Dapat menunjuk dan memutasi petugas ke
dalam struktur unit kerja.
3. Dapat melakukan promosi/demosi jabatan
petugas.
4. Dapat memecat petugas dari jabatan dan
pangkatnya.
5. Menjalin hubungan kerja sama dengan
departemen pemerintah lainnya.

Assistance 1. Menggantikan Chief of Police apabila


Chief berhalangan hadir pada suatu kegiatan.
2. Memiliki tugas dan hak yang serupa dengan
Chief of Police namun tetap dalam
pengawasan dan persetujuan Chief of Police.

Deputy 1. Dapat memberikan peringatan terakhir


Chief kepada petugas berpangkat Captain II dan di
25 bawahnya.
2. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Commander dan di bawahnya.
3. Dapat mempromosikan/demosi jabatan dan
pangkat petugas Lieutenant II dan di
bawahnya.
4. Dapat memecat petugas berpangkat
Lieutenant II dan di bawahnya.

Commander 1. Memimpin sebuah Bureau atau biro dalam


LSPD.
2. Dapat memberikan peringatan terakhir
kepada petugas berpangkat Captain II dan di
bawahnya.
3. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Captain II dan di bawahnya.
4. Dapat mempromosikan/demosi jabatan dan
pangkat petugas Lieutenant II dan di
bawahnya.
5. Dapat memecat petugas berpangkat
Lieutenant II dan di bawahnya.

Command Captain II 1. Menjadi Field Commander


Team 2. Dapat memimpin suatu Bureau atau Biro di
LSPD
3. Dapat mempromosikan/menurunkan
jabatan petugas dengan pangkat Sergeant II
dan di bawahnya.
4. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Sergeant II dan di bawahnya.
5. Dapat memberikan Search Warrant atau
surat penggeledahan atau penggerebekan
kepada petugas.

Captain I 1. Menjadi Field Commander


2. Dapat memimpin suatu Bureau atau Biro di
LSPD
3. Dapat mempromosikan/menurunkan
jabatan petugas dengan pangkat Sergeant II
26 dan di bawahnya.
4. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Sergeant II dan di bawahnya.
5. Dapat memberikan Search Warrant atau
surat penggeledahan atau penggerebekan
kepada petugas.

Lieutenant 1. Menjadi Assistant Field Commander.


II 2. Dapat memimpin sebuah Bureau atau Biro di
LSPD sebagai Assistant Director.
3. Dapat memberikan surat peringatan kepada
petugas dengan pangkat Sergeant I dan di
bawahnya.
4. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Officer III+I dan di bawahnya.

Lieutenant I 1. Menjadi Assistant Field Commander.


2. Dapat memimpin sebuah Bureau atau Biro di
LSPD sebagai Assistant Director.
3. Dapat memberikan surat peringatan kepada
petugas dengan pangkat Sergeant I dan di
bawahnya.
4. Dapat memberikan suspend kepada petugas
berpangkat Officer III+I dan di bawahnya.

Supervisors Sergeant II 1. Menjadi Assistant Area Commander.


2. Memberikan teguran atau surat peringatan
kepada petugas berpangkat Officer III+I dan
di bawahnya.
3. Dapat memberi perintah untuk menutup
gerbang tol.

Sergeant I 1. Menjadi Assistant Area Commander.


2. Memberikan teguran atau surat peringatan
kepada petugas berpangkat Officer III+I dan
di bawahnya.
3. Dapat memberi perintah untuk menutup
gerbang tol.

27 Officer III+I 1. Sebisa mungkin berpatroli dengan Sergeant


sebagai Assistant Sergeant.
2. Menjadi Watch Commander
3. Dapat memberi perintah kepada Patrol
Officers saat tidak ada supervisor.

Patrol Officer III 1. Senior Police Officer.


Officers 2. Wajib untuk terlibat dalam program Field
Training Program.
3. Wajib untuk terlibat dalam Akademi Polisi.
4. Dapat mendaftar untuk Secondary
Assignment.

Officer II 1. Standard Police Officer.


2. Wajib untuk terlibat dalam program Field
Training Program.
3. Wajib untuk terlibat dalam Akademi Polisi.

Officer I 1. Probationary Officer.


2. Wajib mengikuti Field Training Program.
3. Kegiatan patroli di lapangan wajib
didampingi oleh Officer II keatas.

Police Trainee Wajib mengikuti Akademi Kepolisian.


Academy

28

Anda mungkin juga menyukai