0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan90 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah PTSQ Cirebon

Diunggah oleh

Quhafah Rahil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan90 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah PTSQ Cirebon

Diunggah oleh

Quhafah Rahil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA

JANGKA MENENGAH

Tahun Pelajaran
2025/2026 s.d 2030/2031

Penyusun:
Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren (TPMPP)
PESANTREN TAHFIZH SABILUL QURÁN

YAYASAN SABILUL QURÁN CIREBON


PESANTREN TAHFIZH SABILUL QURÁN
Jl. Sekar Kemuning No. 5, RT./RW/RW.01/13, Karyamulya, Kec. Kesambi,
KOTA CIREBON
LEMBAR PENGESAHAN

Setelah mendapat pertimbangan dan persetujuan dari Yayasan, Maka


Rencana Kerja Jangka Menengah Ini akan Mulai Diberlakukan Pada Tahun
Pelajaran 2025/2026 s.d 2030/2031

Hari : Kamis
Mengetahui : Tanggal : 15 Juli 2025
Ketua Yayasan, Mengesahkan
Mudir PTSQ

Lily Masngali Zaky Basyarahil, Lc.


NIP. NIP :

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat-Nya serta atas dukungan segenap komponen sekolah, komite sekolah dan
masyarakat, kami Tim Pengembang Sekolah telah menyelesaikan penyusunan
Rencana Kerja Menengah Sekolah
RKJM ini adalah rencana kerja yang disusun berdasarkan kekuatan dan
kelemahan yang berdasarkan fakta masa lalu, fakta kini, harapan yang diinginkan
serta tantangan nyata yang dihadapai. Melalui RKJM ini sekolah telah melihat
alur perjalanan kedepan dalam memwujudkan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah.
Dimana harapan segenap sekolah dalam beberapa tahun ke depan akan memenuhi
keinginan pemerintah dan masyarakat sekolah yang berhasil mememenuhi
kreteria sebagai Sekolah Berstandar Nasional.
Kami menyadari bahwa RKJM ini masih banyak terdapat kekurangan
yang selanjutnya kami sangat mengharapakan kritikan dan saran agar kami dapat
melakukan evaluasi secara berkala. Penghargaan yang sebesar-besarnya kami
sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam penyusunan RKJM
ini. Hal ini merupakan kontribusi dalam rangka memajukan pendidikan di SMA
Pasundan 5 Bandung, mengingat pendidikan merupakan tanggung jawab segenap
komponen bangsa.
Semoga RKJM ini dapat bermanfaat sesuai harapan kita bersama.

Cirebon, 15 Juli 2025


Penyusun
Tim Pengembang PTSQ

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah merupakan sebuah proses


perencanaan atas semua hal dengan baik dan teliti untuk mencapai tujuan
pendidikan dalam jangka waktu 4 tahun. Dengan tujuan ini sekolah dapat
disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, sosial budaya
masyarakat, potensi sekolah dan kebutuhan peserta didik. RKJM (Rencana Kerja
Jangka Menengah) disusun sebagai pedoman kerja pengembangan sekolah, dan
sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi serta mengajukan sumber daya yang
diperlukan.
Dewasa ini kompetisi pendidikan berlangsung sangat ketat dan tajam
hampir tiada batas. Sekolah yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka
akan tertinggal terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu SMA Pasundan 5
Bandung perlu mengembangkan dan meningkatkan secara terus menerus dengan
memperhatikan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya menusia maupun
sumber daya yang lainnya. SMA Pasundan 5 Bandung memiliki siswa sebanyak
62 orang, guru sebanyak 18 orang, didukung oleh 2 orang staf tenaga administras
sekolah dengan kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder) yang
mendukung, sarana dan prasaranadi lingkungan sekolah dengan masyarakat yang
religius.
Menghadapi kondisi tersebut perlu mempersiapkan diri secara mantap
dengan menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM ) bertujuan untuk
tercapainya pelayanan pendidikan yang minimal terhadap siswa dan tercapainya
pendidikan nasional secara umum.

1
B. LANDASAN HUKUM

Berikut adalah landasan hukum yang dijadikan acuan dalam penyusunan


RKJM Pesantren Tahfizh Sabilul Qurán Cirebon :
1. Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Tahun 2005 tentang
Standar NasionalPendidikan.
3. Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang SI dan SKL
4. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
5. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru
6. Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Kepala
Sekolah
7. Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Tugas Guru sebagai
Kepala Sekolah
8. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan
Prasarana
9. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
10. Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
11. Permendiknas No. 20 Tahun 20007 tentang Standar Penilaian

C. MAKSUD DAN TUJUAN


Penyusunan RKJM dengan tujuan untuk:
1. Menjamin agar perubahan / tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.
2. Mendukung koordinasi antar personil sekolah.
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi baik antar
personil sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan.
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan.

2
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan.

D. METODE PENYUSUNAN
Penyusunan RKJM ini disusun berdasarkan data yang dikumpulkan yang
kemudian dianalisis menggunakan metode analisis SWOT. Analisis SWOT
digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang ada pada sekolah baik
pada masa kini dan harapan sekolah ke depan berdasarkan tantangan nyata yang
dihadapi. Sehingga dapat direkomnedasikan jalan keluar agar tujuan yang telah
ditetapkan dicapai. Data yang dianalisis berasal dari data yang dikumpulkan
melalui metode observasi dan metode tanya jawab.
Metode observasi digunakan berdasarkan fakta riil saat ini baik melalui
pengamatan langsung dan berdasarkan data yang tersimpan di Pesantren TSQ
Cirebon. Data tersebut dapat berupa dokumen pengarsipan dan dokumen
elektronik. Sedangkan yang lain yang digunakan dalam mengumpulkan data
adalah metode tanya jawab secara langsung terkait dengan fungsi kepala sekolah
dalam mensupervisi guru. Metode tanya jawab juga digunakan saat rapat dengan
komite sekolah dan rapat interen guru untuk mengetahui beberapa kelemahan dan
kekuatan yang layak untuk mendapat jalan keluar sehingga tantangan nyata yang
dihadapi dapat diatasi menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

E. KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka pemikiran dari Rencana Kerja Menengah Sekolah adalah
mengacu pada tujuan dari pendidikan nasional sesuai dengan bunyi pasal 3
Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 yaitu “Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

3
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab” . Kemudian diatur lebih lanjut ke dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan yang
memuat 8 Standar Nasional Pendidikan yaitu a. standar isi; b. standar proses; c.
standar kompetensi lulusan; d. standar pendidik dan tenaga kependidikan; e.
standar sarana dan prasarana; f. standar pengelolaan; g. standar pembiayaan;dan h.
standar penilaian pendidikan.
Berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam 8
standar pendidikan yang dikaitkan kodisi riil sekolah yang terdiri dari kekuatan
dan kelemahan maka dilkukanlah usaha minimal untuk mencapai SNP (Standar
Nasional Pendidikan) atau bahkan dapat lebih yang selanjutnya dapat mengacu
kepada sistem manajemen sekolah mencakup kurikulum yang mengadopsi
manajemen sekolah dan kurikulum sekolah di sekolah yang sudah maju.
Sudah barang tentu banyak hal yang belum terpenuhi yang merupakan
suatu kodisi nyata saat ini yang harus segera dipenuhi untuk mencapai standar
minimal yaitu Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dimana langkah selanjutnya
menuju Standar Internasional. Maka dari itu sekolah wajib melakukan
perencanaan secara rinci dan terstruktur berdasarkan analisis dari fakta kelemahan
dan kekuatan yang ada sehingga dapat digambarkan kondisi tantangan nyata yang
selanjutnya dijawab dengan melakukan penyusunan dan pelaksanaan program-
program strategis mulai dari saat ini dan seterusnya untuk mempercepat
tercapainya tujuan yang telah ditentukan.

F. SISTEMATIKA PENULISAN
Rencana Kerja Menengah Sekolah ini disusun dengan sistematis dengan
menggunakan kaedah penulisan standard ilmiah. Hal ini dilakukan karna hal
tersebut sesuai dengan karakteristik ilmiah yang tidak dapat dipisahkan dari
rangkaian rencana kerja ini. Oleh karna pada dasarnya setiap rencana selalu
berpijak dari suatu tekad untuk memperbaiki suatu keadaan saat ini yang dianggap
belum baik. Keadaan baik adalah suatu keadaan yang diharapkan. Sehingga

4
perencanaan yang matang perlu dilaksanakan berdasarkan prinsip pemecahan
masalah.
Metode pemecahan masalah yang diawali dengan ditemukannya masalah
sebagai akibat terjadinya kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi yang
diharapkan. Selanjutnya dilakukan analisis masalah yaitu dengan menemukan
beberapa alternatif pemecahan yang mungkin dilaksanakan selanjutnya memilih
satu dari beberapa alternatif tersebut untuk dijadikan solusi dari masalah tersbut
untuk dipecahkan. Tindakan selanjutnya adalah implementasi dari alternatif
pemecahan masalah tersebut. Langkah berikutnya adalah memastikan
penerapannya berjalan baik untuk kemudian dievaluasi dalam rangka menentukan
langkah berikutnya berdasarkan hasil yang dicapai pada tahapan atau siklus
pertama tersebut.
Tahapan yang didasarkan metode ilmiah hendaknya ditulis dengan kaedah
ilmiah pula dengan struktur penulisan yang standar pada penulisan ilmiah
sehingga pada Rencana Kerja Menengah ini mengikuti kaedah penulisan ilmiah
baik dalam format paragarap, huruf, kertas, margin dan srtuktur penomoran.

5
BAB II
KONDISI UMUM

Pada tabel berikut akan digambarkan kondisi saat ini, kondisi yang
diharapkan dan besarnya tantangan yang dihadapi untuk melaksanakannya.

Tabel. 1
Tabel Kondisi Nyata, Kondisi Yang Diharapkan dan Tantangan Nyata

Standar dan Kondisi yang


Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
A Pengelolaan
1 PPDB Tidak Ada Tes Kemampuan Adanya Tes Pembiayaan dari
Kemampuan sekolah tidak ada
ICT, Tes kesehatan, phsiko ICT, Tes kesehatan, Besarnya biaya Tes di
tes (belum) phsiko tes, tanggung
MOU dengan orang tua. (belum)MOU denganorangtua. orang tua murid
2 Rombel dan 1 kelas 20 orang (belum) 1 kelas 22-25 orang Besarnya minat
jumlah siswa masyarakat
3 Keadaan Tidak diperhatikan Tidak diperhatikan
gender
4 Akreditasi Tidak terakreditasi Nilai A Banyaknya
administrasi yang
harus dipenuhi sebagai
bukti fisiknya
8 Perencanaan RPS, RKAS, RAB, RKM RPS, RKAS, RAB, Anggaran terlalu kecil,
Keuangan lengkap (belum) RKM lengkap (sedang sulit
dikerjakan)
9 Struktur School Board lengkap, School Board lengkap, Pendanaan terbatas
Organisasi WakasekKurikulum, Sarpras, WakasekKurikulum,
Humas,Kesiswaan, Komite, Sarpras,
Konsultan (belum) Humas,Kesiswaan,
Komite,Konsultan
(diusahakan)

10 Pakaian A. Seragam siswa Senin- A. Seragam siswa


Selasa, (sudah) Senin-Selasa, Rabu-
Rabu-Kamis Lokal, Jumat- Kamis Lokal, Jumat-
Sabtu (sudah) SabtuPramuka. Senin -
Pramuka. Senin-Kamis Kamis Rompi & dasi
Rompi & dasi (sebagian) (Seluruhnya)

6
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata

B. Seragam B. Seragam
Guru lengkap Guru lengkap
(sudah) (dilanjutkan)

C. Seragam Karyawan C. Seragam Karyawan Dana terbatas


lengkap (Belum) lengkap (diusahakan)
11 Kultur Lingkungan sekolah Clean & Lingkungan sekolah Pendaaan sulit
sekolah Green (Belum) (Clean and Green)
Bebas rokok, Bebas rokok, narkoba, Tenaga Pengawas
narkoba,kekerasan,pornografi, kekerasan,pornografi, terbatas
pornoaksi. Budaya pornoaksi. Budaya
disiplinbaca, tulis, malu, disiplin,baca, tulis,
berprestasi, bersaingsehat malu, berprestasi,
(belum) bersaingsehat
(diusahakan)

12 Administrasi Memiliki sistem Memiliki sistem SDM tenaga tanaga


komputerisasi (belum) komputerisasi pendidik
(usahakan)
dan kependidikan
kualifikasinya
kurang.
13 Siswa Diutamakan siswa yang Diutamakan siswa Sulit mencari yang
Berprestasi miskin (belum maksimal) yang miskin (sedang miskin dan berprestasi
diusahakan)
14 Tidak dua Jumlah rombel sesuai dengan Jumlah rombel sesuai Luas tanah kurang
Shifts. jumlah ruangan (belum) dengan jumlah
ruangan (diusahakan)
15 Visi dan Misi Tercapainya visi dan misi Tercapainya visi dan Kekurangan dana
secara maksimal. (belum) misi secara maksimal. pembinaanKekurangan
(belum) pembinaan,
Kekurangan
keterlibatanmasyarakat
peduli pendidikan

16 Kaderisasi 1 orang guru berhasil lolos 1 orang guru berhasil Guru kekurangan masa
Kasek dalam kegiatan guru lolos dalam kegiatan [Link] tidak

7
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
berprestasi dan Cakep guruberprestasi dan berminat
(belum) Cakep(diusahakan) menjadiKepsek.

17 Daya Serap 85% (belum) 85% (ush) Pembinaan terhadap


siswa
18 Prosentase 100% (sudah) 100%
Kelulusan
19 Prestasi Juara di semua bidang Juara di semua bidang Kesulitan dana dan
Akademik (belum) (diusahakan) pembina
dan Non
Akademik

B Kurikulum 1. KTSP 2006 (Sudah) 1. Kurikulum 2013


(Sedang)
2. Silabus dan RPP (belum 2. Silabus dan RPP
Lengkap) Bilingual (Dilengkapi)
3. Beban belajar 32-36 jam 3. Beban belajar 32-
per minggu(sudah) 36 jam per minggu
(dimaksimalkan)
C Proses 1. Kreatif, produktif, 1. Kreatif, produktif, Ruang kelas, sarana,
Pembelajaran menyenangkan. (belum) menyenangkan. kurang
(diusahakan)
2. PBM peran guru 35%, 2. PBM peran guru Guru kurang inovatif
siswa 65% (belum) 35%, siswa 65% (ush)
3. Supervisi Kepsek kpd 3. Supervisi Kepsek
semua guru (sdh) kpd semua guru (dlj)
4. Supervisi Dinas Kab, 4. Supervisi Dinas Jadwal tiak menentu
profensi (blm) Kab, profensi (kords)
5. Supervisi Konsultan (blm) 5. Supervisi Belum menunjuk
Konsultan konsulan
(dikordinasikan)
6. Kegiatan siswa. Tatap 6. Kegiatan siswa. Kemampuan
muka, terstrukur, outing, Tatap muka, manejemen guru
mandiri (blm mak) terstrukur, outing,
mandiri (ush)
7. Waktu pembelajaran 35 7. Waktu Kemampuan
menit, pembelajaran 35 manejemen guru
menit,
8. Isirahat 15 menit. (sudah) 8. isirahat 15 menit.
(dilanjutkan)
9. Nilai rata-rata UAN 7.00 12. Nilai rata-rata Pemerataan
UAN 8.00 kemampuan siswa

8
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
D SKL 1. KKM Mapel dan BA 7,2 1. KKM Mapel dan Kesulitan dalam
BA 7,5 berbahasa Inggris
2. Remidi dibawah 7,0 2. Remidi dibawah
7,1
E Pendidik dan A. Tendik Guru A. Tendik Guru
Tenaga
Kependidikan
1. Pendidik (Guru Mapel) 1. Pendidik (Guru Kesulitan dalam
S1, D.2, D.3 Mapel) S1 bahasa inggris
2. Guru terampil ICT 2. Guru terampil ICT Dana pengembangan
(belum) (ush) guru kurang
3. Ijasah Linearitas rumpun 3. Ijasah Linearitas
pendidikan dengan Mapel rumpun pendidikan
dengan Mapel
4. IPK guru min 2,25 4. IPK guru min 3,5
5. Memiliki prestasi 5. Memiliki prestasi
akademik dan non (blm) akademik dan non
(ush)
6. Kepribadian, sikap, prilaku 6. Kepribadian, sikap,
yang baik (blm mak) prilaku yang baik
(diusahakan)
9. 0% guru S2 9. 10% guru S2 Sulit mencari guru S2
B. Tendik Kasek B. Tendik Kasek
1. Tendik Kasek S2, Linear 1. Tendik Kasek S2,
S1, Topel Linear S1, Topel
2. Gol IV.a 2. Gol IV.b
3. Kepribadian dan sikap 3. Kepribadian dan
baik sikap baik
D. Tendik Pustakawan D. Tendik Pustakawan
1. SI, memiliki sertifikat 1. SI, memiliki Tamatan khusus
pelatihan (Belum) sertifikat pelatihan belum ada
kepribadian, sikap, dan kepribadian, sikap, dan
prilaku baik prilaku baik
G. Tendik Administrasi G. Tendik
Administrasi
1. SI, memiliki sertifikat 1. SI, memiliki
pelatihan sertifikat pelatihan
kepribadian, sikap, dan kepribadian, sikap,
prilaku baik dan prilaku baik
H. Satpam, Waker, Tukang H. Satpam, Waker,

9
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
Kebun Tukang Kebun
1 orang 1 orang
F Prasarana, Sarana 1. Luas lahan 1.200 m² 1. Luas lahan Belum mendapatkan
dan Media (mencukupi) batuan
2. Ruang Kasek (1) (belum 2. Ruang Kasek serta sulitnya bantuan
ada) (diusahakan) gedung
4. Ruang belajar (3 ruang) 4. Ruang belajar (6
ruang)
5. Ruang guru (belum ada) 5. Ruang guru tidak
memadai
6. Ruang bermain (belum) 6. Ruang bermain
(ush)
7. Tempat tunggu (belum) 7. Tempat tunggu
(ush)
8. Aula (belum) 8. Aula (ush)
9. Ruang tamu (belum) 9. Ruang tamu (ush)
10. Ruang perpustakaan 10. Ruang
referensi cetak perpustakaan referensi
cetak
dan elektro (belum) dan elektro (ush)
11. Lab MIPA (belum) 11. Lab MIPA (ush)
12. Ruang multi media, 12. Ruang multi media
(belum) (ush)
13. Ruang Lab Kumpoter 13. Ruang Lab
(belum) Kumpoter (1 ruang)
14. Lab Bahasa (belum) 14. Lab Bahasa (ush)
15. Media akademik (belum) 15. Media akademik
(ush)
16. Media non akademik 16. Media non
(belum) akademik (ush)
17. Tempat upacara/ Ibadah 17. Tempat upacara/
(1 buah) / (blm) Ibadah (ush)
18. Parkir (belum) 18. Parkir
(diusahakan)
19. Kantin kejujuran (belum) 19. Kantin kejujuran
20. Toilet (belum) 20. Toilet (diajukan)
21. Cuci tangan (belum) 21. Cuci tangan
(diusahakan)
22. Dapur (sudah) 22. Dapur
(diusahakan)

10
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
23. Ruang penghubung 23. Ruang penghubung
(belum) (ush)
24. UKS (belum) 24. UKS (dilanjutkan)
25. Ruang koperasi (belum) 25. Ruang koperasi
(diusahakan)
26. Gudang (belum) 26. Gudang
(diusahakan)
27. Sumber belajar ( hotspot, 27. Sumber belajar (
e-mail, hotspot, e-mail,
internet, dll (sudah ada) internet, dll
(diusahakan ditambah)
28. Alat peraga (belum 28. Alat peraga
memadai) (diusahakan)
29. Buku paket (belum 29. Buku paket
lengkap) (diusahakan)

G Penilaian 1. Penilaian proses (outentik 1. Penilaian proses


assessmen, (outentik assessmen,
portofolio, performance portofolio,
Tes dll) performance Tes dll)
2. Penilaian produk 2. Penilaian produk
3. Jenis Tes (Formatif, UTS, 3. Jenis Tes
Sumatif, (Formatif, UTS,
Sumatif,
UASBN, UAS UASBN, UAS
4. Pelaksanaan Tes 4. Pelaksanaan Tes
5. Analisis penilaian 5. Analisis penilaian
6. Perbaikan, pengayaan, 6. Perbaikan,
dan remidi pengayaan, dan remidi
7. Try out 7. Try out
8. TPA masuk ke SMP 8. TPA masuk ke
SMP

H Pembiayaan (dana 1. PPDB 1. PPDB (min Rp. Sosialisasi pada orang


dan sumber dana) (Rp. 0,00) 200.000,00) tua peserta
2. Sukarela (Rp. 0,00) 2. Sukarela (min Rp. Kemampuan Kasek
500.000,00) mengelola
3. Bulanan (Rp. 0,00) 3. Bulanan (min Rp. seluruh dana yang ada.
150.000,00)
4. Alat (Rp. 0,00) 4. Alat (min Rp.

11
Standar dan Kondisi yang
Besarnya
NO Komponen Kondisi saat ini diharapkan
Standar (1 tahun kedepan) Tantangan Nyata
50.000,00)
5. Pengembangan 5. Pengembangan

6. BOS Pusat (Rp. 6. BOS Pusat (Rp.


15.000.000,00) 15.000.000,00)

12
BAB III
RENCANA STRATEGIS

A. VISI

B. MISI
1. Mendidik SDM Unggul yang menguasai, memahami, menghayati dan
mengamalkan ilmu yang ditekuninya dengan dilandasi oleh nilai-nilai
Budaya Sunda dan Keislaman
2. Memberikan kontribusi untuk peningkatan SDM yang terampil
mengaplikasikan ilmunya selaras dengan dinamika yang dihadapinya
3. Memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan yang peka dan
dinamis
4. Mengembangkan ilmu, teknologi, dan informasi dengan dasar nilai
budaya Sunda dan agama Islam sebagai Implementasi perwujudan
ibadah kepada Alloh SWT
5. Mengembangkan Ilmu dan Nilai-nilai budaya Sunda berbasis
keislaman untuk mencapai puncak budaya nasional yang berakar
pada budaya daerah

C. TUJUAN SEKOLAH

Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan
sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini.
[Link] potensi tenaga kependidikan dalam mengemban tugasnya sebagai
pendidik yang profesional
[Link] pendidikan yang mampu menghasilkan siswa yang unggul dalam
menghadapi era globalisai
[Link] peserta didik dalam ranga ikut serta membangun bangsa dan negara
[Link] budaya dan kesenian sunda dengan melakukan pelatihan baik dalam
kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler
[Link] SMA Pasundan 5 sebagai sekolah yang religius dalam meningkatkan amal
soleh yang berlandaskan amar maruf nahi munkar, sagulung sagalang dan sauyunan.

13
[Link] SEKOLAH
Dalam rangka memenuhi tujuan pendidikan maka perlu dipilah sasaran
yang tepat agar pencapaian tujuan tercapai efektif. Berikut Sasaran
Sekolah :
1. Peningkatan profesional guru secara bertahap dan berkelanjutan
2. Siswa yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi dalam era
kompetisi global
3. Siswa yang siap ikut serta membangun negara dan bangsanya dalam
skala kecil maupun besar
4. Siswa dan seluruh civitas SMA Pasundan 5 ikut berpartisipasi
memelihara budaya dan seni sunda dengan baik
5. Guru dan siswa yang memiliki keimanan yang kuat yang diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari

[Link] FUNGSI-FUNGSI YANG DIPERLUKAN SETIAP


SASARAN
Fungsi-fungsi yang berlaku dalam setiap sasaran adalah :
1. Untuk melakukan pembinaan terhadap guru secara rutin diperlukan
fungsi supervisi kepala sekolah yang dilaksanakan secara konsisten
2. Untuk memastikan segenap komponen sekolah telah melakukan
penghayatan terhadap ajaran agama maka melalui kegiatan keaagaman
berupa acara dan upacara agama secara rutin
3. Untuk memastikan guru melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan adminidtrasi yang baik

F. ANALISIS SWOT
Berdasarkan besarnya tantangan nyata pada tabel di atas maka berikut di
kemukakan analisis Swot untuk dapat menggambarkan kesiapan sekolah
dalam menghadapi tantangan nyata tersebut.

14
Tabel. 2
Tabel Analisis Swot

Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
A Pengelolaan
Belum
Lulus tes
1 PPDB melakukan
administrasi
tes
Nilai sikap
Tidak
Dan wawancara dan nilai
siap
akdemik baik

Tidak
2 Rombel dan 1 kelas 28 orang 28 orang 17 orang
siap
jumlah
siswa

3 Keadaan Tidak
gender diperhatikan
Akreditasi B Tidak
4 Akreditasi 9.8 9.4
siap

RPS, RKAS,
5 Perencanaan Lengkap Blm mampu Siap
RAB, RKM
Keuangan
lengkap

6 Struktur Shcool Board Lengkap Blm Lengkap siap


Organisasi lengkap,
Wakasek
Kurikulum,
Sarpras, Humas,
Kesiswaan,
Tidak
Komite, Lengkap Belum ada
siap
Konsultan
A. Seragam
7 Pakaian siswa Senin- Lengkap Lengkap Siap
Selasa,
Rabu-Kamis
Lokal, Jumat-

15
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
Sabtu
Pramuka. Senin-
Kamis Rompi &
dasi
B. Seragam
Lengkap Lengkap Siap
Guru lengkap
C. Seragam
Karyawan Lengkap Lengkap Siap
lengkap

Lingkungan
11 Kultur
sekolah (Clean
sekolah
and Green)
Bebas rokok,
narkoba,
kekerasan,
pornografi,
pornoaksi.
Budaya disiplin,
baca, tulis, malu,
berprestasi,
bersaing
Belum Tidak
Sehat Terpenuhi
terpenuhi siap
Belum Tidak
12 Administrasi Memiliki sistem Lengkap
lengkap siap
komputerisasi

Diutamakan Belum Tidak


13 Siswa Juara
siswa yang mampu siap
Berprestasi
miskin

Tidak
Tidak Jumlah rimbel
siap
14 dauoble sesuai dengan Satu ship Satu ship
Shifts. jumlah
Ruangan

15 Visi dan Tercapainya visi Lengkap Lengkap Siap


Misi dan misi secara
maksimal.

16
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap

3 orang guru
Kaderisasi Belum Tidak
16 berhasil lolos 1 orang
Kasek mampu siap
dalam
kegiatan guru
berprestasi dan
Cakep
Tidak
18 Daya Serap 8,5 8.5 7.5
siap

19 Prosentase 100% 100% 100% Siap


Kelulusan
Prestasi
Tidak
20 Akademik Juara di semua 100% Belum
siap
dan Non bidang
Akademik
Masih dibuat siap
B Kurikulum 1. KTSP Ada
3. Silabus dan
Ada Masih dibuat siap
RPP
4. Beban belajar 32-36 jam 32-36 jam Siap
Tidak
C Proses 1. Kelas/Lab : Siap 50%
siap
Pembelajaran
Kreatif,
produktif,
menyenangkan.
2. Metode CTL, Tidak
Siap 50%
SCL, Pakem, siap
Humanitis,
KL, PBL
3. Full Inggris,
Belum Tidak
Mapel Sains Siap
mampu siap
Matik
4. PBM peran
Belum Tidak
guru 35%, siswa Siap
mampu siap
65%
5. Supervisi
Kepsek kepada Siap Sudah Siap
smua guru

17
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
6. Supervisi
Dinas Kab, Siap Sudah Siap
profensi
7. Supervisi
Siap Sudah Siap
Konsultan
8. Kegiatan
siswa. Tatap
muka,
terstrukur, Belum Tidak
Siap
outing, mandiri mampu siap
9. Melaksanakan Belum Tidak
Siap
Moving kelas mampu siap
10 Waktu
35 menit 35 menit Siap
pembelajaran
isirahat 15 menit 15 menit
11. Model
pembelajaran
salah satu
Negara Belum Tidak
Siap
OECD(Australia) mampu siap
12. Nilai rata-rata
7.5 7.5 Siap
UAN
1. KKM Mapel Tidak
D SKL 8.5 7.5
dan BA siap
2. Remidi
7.6 7.6 Siap
dibawah
Belum Tidak
3. SKL Siap
mampu siap

Pendidik dan
E A. Tendik Guru
Tenaga
Kependidikan
1. Pendidik
Lengkap Lengkap Siap
(Guru Mapel) S1
2. Guru terampil Tidak
Ada Belum
ICT siap
3. Ijasah
Linearitas
Tidak
rumpun Sesuai 80%
siap
pendidikan
dengan Mapel

18
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
Tidak
4. IPK guru min 3.5 3.5 Siap
siap
5. Memiliki
prestasi akademik Sudah Belum
dan non

6. Kepribadian,
sikap, prilaku Baik Baik Siap
yang baik
7. 20% guru S2 Tidak
Ada 10%
siap
B. Tendik Kasek
1. Tendik Kasek
S2, Linear S1, Ada Ada Siap
Topel
500, ICT
memiliki standar
kompetensi
2. Gol IV.a Ada Ada Siap
3. Kepribadian
Ada Ada Siap
dan sikap baik
C. Tendik
Wakasek
1. Kualifikasi
S1, Topel 500,
ICT
Gol III.c,
kepribadian
sikap, prilaku
Baik Ada ada Siap
D. Tendik
Pustakawan
1. SI, memiliki
sertifikat
pelatihan
perpustakaan,
topel 300, ICT,
kepribadian,
Tidak
sikap, dan prilaku Ada Belum ada
siap
baik

19
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
G. Tendik
Administrasi
1. SI, memiliki
sertifikat
pelatihan
administrasi,
topel 300, ICT,
kepribadian,
sikap, dan prilaku Ada ada Siap
baik
H. Satpam,
Waker, Tukang
Kebun
1 orang Ada ada Siap
Prasarana, Sarana
F 1. Luas lahan 379 M2 5000 m² siap
dan Media
Belum
2. Ruang Kasek 1 ruangan
memadai
3. Ruang Tidak
1 ruangan Belum ada
Wakasek siap
Tidak
4. Ruang belajar 12 ruangan 5 ruangan
siap
5. Ruang guru 1 ruangan Ada
6. Ruang Tidak
1 ruangan Belum ada
bermain siap
7. Tempat Tidak
1 ruangan Belum ada
tunggu siap
Tidak
8. Aula 1 ruangan Belum ada
siap
Tidak
9. Ruang tamu 1 ruangan Belum ada
siap
10. Ruang
Tidak
perpustakaan 1 ruangan Belum ada
siap
referensi cetak
Tidak
11. Lab MIPA 1 ruangan Belum ada
siap
12. Ruang multi Tidak
1 ruangan Belum ada
media, siap
13. Ruang Lab Tidak
1 ruangan Belum ada
Kumpoter siap
14. Lab Bahasa 1 ruangan Belum ada Tidak

20
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
siap
15. Media Tidak
1 ruangan Belum ada
akademik siap
16. Media non Tidak
1 ruangan Belum ada
akademik siap
17. Tempat Tidak
4 tempat 1 tempat
upacara/ Ibadah siap
Tidak
18. Parkir 1 tempat Belum ada
siap
19. Kantin Tidak
1 ruangan Belum ada
kejujuran siap
Tidak
20. Toilet 12 ruang Belum ada
siap
Tidak
21. Cuci tangan 1 set Belum ada
siap
Tidak
22. Dapur 1 ruangan Belum ada
siap
23. Ruang Tidak
1 ruangan Belum ada
penghubung siap
Tidak
24. UKS 1 ruangan Belum ada
siap
25. Ruang Tidak
1 ruangan Belum ada
koperasi siap
Tidak
26. Gudang 1 ruangan Belum ada
siap
27. Sumber
Tidak
belajar ( hotspot, 1 ruangan Belum ada
siap
e-mail,
internet, dll
Belum
28. Alat peraga Lengkap Siap
lengkap
Belum
29. Buku paket Lengkap Siap
lengkap
1. Penilaian
G Penilaian proses (outentik Ada Ada Siap
assessmen,
portofolio,
performance Tes
dll)
2. Penilaian
Ada Ada Siap
produk

21
Tingkat
Kreteria
Kesiapan
Kesiapan Kondisi
No Urusan dan Faktornya Faktor
(Kondisi Nyata
Tidak
Ideal) Siap
Siap
3. Jenis Tes
(Formatif, UTS, Ada Ada Siap
Sumatif,
UASBN,
UAS
4. Pelaksanaan
Ada Ada Siap
Tes
5. Analisis
Ada Ada Siap
penilaian
6. Perbaikan,
pengayaan, dan Ada Ada Siap
remidi
7. Try out Ada Ada Siap
8. TPA masuk
Ada Ada Siap
ke SMP
Pembiayaan
1. PPDB (min Tidak
H (dana dan sumber Tidak ada
Rp. 200.000,00) 2,000,000 siap
dana)
2. Sukarela (min Tidak
Tidak ada
Rp. 500.000,00) 3,000,000 siap
3. Bulanan (min Tidak
Tidak ada
Rp. 150.000,00) 150,000 siap
4. Alat (min Rp. Tidak
Tidak ada
50.000,00) 500,000 siap
5.
Pengembangan Tidak
Tidak ada
(min Rp. 500,000 siap
100.000,00)
6. BOS Pusat
Tidak
(Rp. Tidak siap
178,000,000 siap
178.000.000,00)
7. BOS Propinsi
Tidak
(Rp. Tidak ada
11,000,000 siap
11.000.000,00)
8. BOS
Tidak
Kabupaten (Rp. Tidak ada
4,000,000 siap
4.000.000,00)
9. Peran serta Tidak
Tidak ada
komite 250,000,000 siap

22
G. ALTERNATIF LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
Berbgai berapa alternative pemecahan masalah Nama Sekolah ..... adalah
sebagai berikut :
1. Pengajuan proposal Bansos, DAK, DECON kepada instansi yang terkait
sehubungan dengan peningkatan mutu sarana dan prasarana sekolah
2. Pengiriman pelatihan kepada guru tentang ICT
3. Mengadakan pelatihan Bahasa Inggris kepada seluruh staff dewan guru

H. MENYUSUN PROGRAM PENINGKATAN MUTU


1. Sasaran 1 Peningkatan Nilai UN
a. Untuk meningkatkan nilai UN dilakukan melalui usaha
melaksanakan bimbingan belajar,
b. melakukan tryout pada UN,
c. pemantapan maple yang di UASBN-kan
2. Sasaran 2 Peningkatan prestasi akademik/non akademik
a.
b. Mengadakan pembinaan olimpiade MIPA
c. Mengadakan pembinaan khusus siswa berprestasi
d. Mengadakan pembinaan khusus Mata Pelajaran Bahasa Inggris
e. Mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler

23
I. RENCANA KEGIATAN
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH
SMA PASUNDAN 5 BANDUNG
TAHUN 2021-2025
TAHUN TAHUN TAHUN
TAHUN I
Standar / Indikator / Hasil Yang Penanggung II III IV
Nomor Program / Rekomendasi Kegiatan
SubIndikator Diharapkan Jawab 2022- 2023- 2024-
2021-2022
2023 2024 2025
1 Standar Kompetensi Lulusan

1.1.
Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap

1.1.1. Memiliki perilaku yang Gebyar PPK dilaksanakan 1. Kegiatan membaca doa Peserta didik memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap beriman dan secara berkala dan sebelum dan setelah perilaku ; 1. Kebiasaan Wakasek
bertakwa kepada Tuhan YME berkesinambungan pada kegiatan pembelajaran membaca doa sebelum Kesiswaan, guru
setiap minggunya dan setelah kegiatan PAI
pembelajaran

2. Kegiatan Membaca dan 2. Kebiasaan membaca


menulis Al Quran sesuai dan menulis Al Quran
jadwal sesuai jadwal

3. Kegiatan Sholat 3. Kebiasaan Sholat


Berjamaah Berjamaah

4. Kegiatan Membaca 4. Kebiasaan membaca


Asmaul Husna yang Asmaul Husna yang
terintegrasi dalam terintegrasi dalam
program Imtaq pagi. program Imtaq pagi.

24
[Link] kebaktian oleh [Link] mengikuti
Pendeta bagi non Islam kebaktian oleh Pendeta
bagi non Islam

1.1.2. Memiliki perilaku yang Gebyar PPK dilaksanakan 1.'Kegiatan Menyambut Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap berkarakter secara berkala dan Siswa Di Depan Gerbang : 1. Wakasek kesiswaan,
berkesinambungan pada Sekolah Kedisiplinan yang guru piket, guru PAI
setiap minggunya tinggi sesuai dengan
Tujuan Pendidikan
Nasional
[Link] Jumat Bersih 2. kebiasaan hidup
dan Gerakan Pungut bersih dalam
Sampah kehidupan sehari-hari.

[Link] Sholat Juma'at 3. Kebiasaan Sholat


Berjamaah Berjamaah

1.1.3. Memiliki perilaku yang Penegakan kedisiplinan di 1. Penyusunan Tata Sekolah memiliki Kepala Sekolah 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap disiplin sekolah Tertib siswa dokumen aturan
penegakan disiplin baik
guru atau peserta
didik/siswa
2. Penyusunan Tata
Tertib Guru

3. Penyusunan Kode Etik


Sekolah

4. Razia secara berkala


5. Pemberian sanksi bagi
peserta didik yang
melanggar tata tertib

6. Penanganan siswa
bermasalah

7. Ibu dan Bapak guru


menyambut siswa di
depan gerbang sekolah

25
8. Bapak Ibu guru sebagai
kontributor Program
Imtaq dan literasi

1.1.4. Memiliki perilaku yang Pembuatan Program 5S Pelaksanaan program 5S Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap santun (Senyum, Salam, Sapa, (Senyum, Salam, Sapa, pembiasaan 5S sesuai Wakasek Kesiswaan
Sopan, Santun) Sopan, Santun) setiap dengan Tujuan
pagi Pendidikan Nasional

1.1.5. Memiliki perilaku yang Penanaman sikap kejujuran Pelaksanaan kantin Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap jujur pada siswa di sekolah kejujuran, kegiatan sikap dan perilaku jujur Wakasek
ektrakurikuler, kebiasaan dalam kehidupan
tidak mencontek saat sehari-hari
ujian, pemberian sanksi

1.1.6. Memiliki perilaku yang Penanaman kepedulian 1. Program Bakti Sosial Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap peduli terhadap sesama sikap peduli terhadap
sesama dan lingkungan

2. Mengumpulkan sirkulir
dan memberikan santunan

3. Mambagikan daging
Qurban pada mustahiq di
sekitar sekolah.

4. Peduli terhadap
lingkungan

1.1.7. Memiliki perilaku yang Penanaman sikap percaya diri [Link] didik mengikuti Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap percaya diri dalam berbagai kegiatan bagi berbagai perlombaan motivasi dan sikap
setiap peserta didik/siswa percaya diri yang tinggi

26
[Link] memberikan
penghargaan kepada
peserta didik yang
berprestasi

[Link] didik
melaksanakan diskusi
dalam kegiatan
pembelajaran

1.1.8. Memiliki perilaku yang Penanaman periraku sikap Kegiatan OSIS, Peserta didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
mencerminkan sikap bertanggung bertanggung jawab bagi siswa Ekstrakulikuler, perilaku dan sikap Wakasek Kesiswaan
jawab dalam kehidupan sehari-hari mengikuti berbagai bertanggung jawab
perlombaan, dsb

1.1.9. Memiliki perilaku pembelajar Penanaman periraku sikap 1. Melaksanakan Program Peserta didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
sejati sepanjang hayat pembbelajar sepanjang hayat Literasi sikap perilaku Wakasek dan guru
bagi siswa di sekolah pembelajar sepanjang
hayat
2. Memberdayakan
perpustakaan sekolah

3. Mengikuti lomba karya


tulis ilmiah

1.1.10. Memiliki perilaku sehat jasmani Penanaman sikap hidup sehat 1.'Melaksanaan imtaq Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
dan rohani jasmani dan rohani bagi setiap hari Rabu dan kebiasaan untuk hidup Wakasek, Guru
peserta didik di sekolah Jumat sehat secara jasmani
dan rohani
2. Mengikuti kegiatan
lomba-lomba keagamaan

2. Mengikuti kegiatan
pembelajaran dan Ekskul
Olahraga

27
2. Mengikuti kegiatan
lomba-lomba di bidang
Olahraga

1.2.
Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan

1.2.1. Memiliki pengetahuan faktual, Penanaman bagi siswa untuk 1. Mengikuti berbagai Peserta Didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
prosedural, konseptual, memiliki pengetahuan kegiatan Lomba (O2SN, pengetahuan faktual, Wakasek
metakognitif faktual, prosedural, OSN, dll) prosedural, konseptual, Kesiswaan, guru
konseptual, metakognitif dan metakognitif yang mapel, pembina
memadai Ekskul dan guru BK
2. Meningkatnya nilai
US/UN da

3. Program pengayaan
atau klub mata pelajaran

4. PsikoTes dan PreTes di


kelas X

1.3.
Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan

1.3.1. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi 1. Mengikuti Perlombaan Peserta didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
dan bertindak kreatif keterampilan dan bertindak dalam berbagai mata kompetensi Wakasek, guru
kreatif bagi siswa di sekolah pelajaran, olahraga dan keterampilan dan
karya ilmiah. bertindak kreatif yang
memadai

2. Mengikuti kegiatan
Aksiku

28
1.3.2. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi Mengefektifkan Peserta didik memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
dan bertindak produktif keterampilan dan bertindak pembelajaran PKWU di kompetensi Wakasek, guru
produktif bagi siswa di sekolah keterampilan dan
sekolah bertindak produktif
untuk menghasilkan
suatu produk yang
bermanfaat bagi
kehidupannya
Perlombaan yang melibatkan Melaksanakan workshop
kemampuan kinestetik dalam bagi siswa untuk
kegiatan jeda akhir semester mempelajari suatu produk

Melakukan kerjasama
dengan DUDI untuk
pembuatan suatu produk

1.3.3. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi Mengikuti perlombaan Peserta Didik Memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
dan bertindak kritis keterampilan berpikir dan mata pelajaran, keterampilan berfikir Wakasek dan guru
bertindak kritis bagi siswa di dan bertindak kritis
sekolah yang memadai

Mengadakan program
pengayaan

Mengadakan Try out bagi


siswa kelas XII untuk
persiapan masuk
perguruan tinggi

1.3.4. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi Mengintensifkan Peserta Didik Memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
dan bertindak mandiri keterampilan berpikir dan pembelajaran PKWU di keterampilan berfikir Wakasek Kesiswaan
bertindak mandiri bagi siswa sekolah dan bertindak mandiri dan guru
di sekolah yang memadai

Mengikuti lomba-lomba
mata pelajaran

29
Pelatihan Kepemimpinan
di OSIS

1.3.5. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi Melaksanakan kegiatan Peserta Didik Memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
dan bertindak kolaboratif keterampilan berpikir dan OSIS, Ekstrakulikuler, keterampilan berfikir Wakasek Kesiswaan
bertindak kolaboratif bagi melaksanakan diskusi di dan bertindak dan guru
siswa di sekolah kelas, mengikuti kegiatan kolaboratif yang
seminar/workshop. memadai

1.3.6. Memiliki keterampilan berpikir Penanaman kompetensi Menyampaikan ide dalam Peserta Didik Memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
dan bertindak komunikatif keterampilan berpikir dan diskusi kelas, di OSIS, keterampilan berfikir Wakasek Kesiswaan
bertindak komunikatif bagi Ekstrakulikuler, berbagai dan bertindak dan guru
siswa di sekolah perlombaan. komunikatif dalam
menyampaikan ide
gagassan secara benar

2
Standar Isi

2.1.
Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan

2.1.1. Memuat karakteristik kompetensi Penyusunan perangkat 1. Guru menyusun RPP Sekolah memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
sikap pembelajaran kurikuler dan yang memuat dokumen perangkat Wakasek dan guru
ektrakulikuler yang memuat karakteristik kompetensi pembelajaran kurikuler
karakteristik kompetensi sikap dan ektrakulikuler yang
sikap memuat karakteristik
kompetensi sikap

2. Pembina Ekskul
membuat rencana
kegiatan yang memuat
karakteristik kompetensi
sikap

30
3. Supervisi Kepala
Sekolah

2.1.2. Memuat karakteristik kompetensi Penyusunan perangkat 1. Guru menyusun RPP Sekolah memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
pengetahuan pembelajaran kurikuler dan yang memuat dokumen perangkat Wakasek dan guru
ektrakulikuler yang memuat karakteristik kompetensi pembelajaran kurikuler
karakteristik kompetensi pengetahuan dan ektrakulikuler yang
pengetahuan memuat karakteristik
kompetensi
pengetahuan
2. Pembina Ekskul
membuat rencana
kegiatan yang memuat
karakteristik kompetensi
pengetahuan

3. Supervisi Kepala
Sekolah

2.1.3. Memuat karakteristik kompetensi Penyusunan perangkat 1. Guru menyusun RPP Sekolah memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
keterampilan pembelajaran kurikuler dan yang memuat dokumen perangkat Wakasek dan guru
ektrakulikuler yang memuat karakteristik kompetensi pembelajaran kurikuler
karakteristik kompetensi keterampilan dan ektrakulikuler yang
keterampilan memuat karakteristik
kompetensi
keterampilan
2. Pembina Ekskul
membuat rencana
kegiatan yang memuat
karakteristik kompetensi
keterampilan

3. Supervisi Kepala
Sekolah

31
2.1.4. Menyesuaikan tingkat kompetensi Penyusunan program 1. Guru menyusun RPP Sekolah memiliki Kepala Sekolah, 70% 80% 90% 100%
siswa pembelajaran kurikuler dan yang sesuai dengan dokumen KTSP dan Wakasek dan guru
ekstrakulikuler yang sesuai tingkat kompetensi siswa ekstrakurikuler yang
dengan tingkat kompetensi disesuaikan dengan
siswa baik sikap, pengetahuan tingkat kompetensi
dan keterampilan. siwa

2. Pembina Ekskul
membuat rencana
kegiatan yang yang sesuai
dengan tingkat
kompetensi siswa

3. Supervisi Kepala
Sekolah

2.1.5. Menyesuaikan ruang lingkup Menyusun program 1. Guru menyusun RPP Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
materi pembelajaran pembelajaran yang isi yang isi materinya dokumen RPP yang Wakasek
materinya disesuaikan untuk disesuaikan dengan lengkap dan dokumen
jenjang SMA /SMK standar Isi kegiatan
ekstrakurikuler serta
data hasil supervisi

2. Pembina Ekskul
membuat rencana
kegiatan yang yang sesuai
dengan tingkat
kompetensi siswa

3. Melaksanakan
kegaiatan In House
Training

4. Supervisi Kepala
Sekolah

2.2.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur

32
2.2.1. Melibatkan pemangku Penyusunan program Melaksanakan IHT Sekolah memiliki Kepala Sekolah 70% 80% 90% 100%
kepentingan dalam perangkat pembelajaran analisis standar Isi yng KTSP Dok 1, 2, 3 yang
pengembangan kurikulum dengan melibatkan pemangku melibatkan nara sumber didalamnya
kepentingan dalam dan tokoh masyarakat mengandung muatan
pengembangan muatan isi isi dari pemangku
materi kurikulum. kepentingan dan tokoh
masyarakat

2.2.2. Mengacu pada kerangka dasar Penyusunan KTSP sesuai 1. Melaksanakan IHT Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
penyusunan standar isi analisis standar Isi yng KTSP yang lengkap Wakasek Kurikulum
melibatkan nara sumber
dan tokoh masyarakat

2. Menyusun RPP
3. Menyusun KTSP

2.2.3. Melewati tahapan operasional Penyusunan revisi KTSP 1. Melaksanakan IHT Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
pengembangan sesuai standar isi analisis standar Isi yng KTSP yang lebih baik Wakasek Kurikulum
melibatkan nara sumber sesuai standar isi
dan tokoh masyarakat

2. Melaksanakan Analisis
Konteks

3. Melaksanakan EDS
4. Menyusun KTSP hasil
perbaikan

2.2.4. Memiliki perangkat kurikulum Penyusunan perangkat Melaksanakan IHT Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
tingkat satuan pendidikan yang kurikulum tingkat satuan analisis standar Isi yng KTSP yang lengkap Wakasek Kurikulum
dikembangkan pendidikan (KTSP) yang melibatkan nara sumber
sesuai standar isi dan dan tokoh
penambahan DUDI setempat masyarakat/DUDI
setempat

33
2.3.
Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan

2.3.1. Menyediakan alokasi waktu Penyusunan jadwal pelajaran Menyusun jadwal Jadwal pelajaran setiap Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
pembelajaran sesuai struktur sesuai alokasi waktu pelajaran sesuai alokasi mapel dari setiap guru Wakasek Kurikulum
kurikulum yang berlaku pembelajarandalam struktur waktu sesuai struktur
kurikulum yang berlaku (45 pembelajarandalam kurikulum yang
menit) struktur kurikulum yang berlaku
berlaku (45 menit)

2.3.2. Mengatur beban belajar Penyusunan dokumen Menyusun dokumen Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
bedasarkan bentuk pendalaman pembagian beban belajar per KTSP tentang muatan KTSP yang memuat Wakasek Kurikulum
materi tingkat kelas persemester beban belajar tentang muatan beban
kelas X 16 mapel jumlah jam belajar siswa
46./minggu, kelas XI 15
mapel, jumlah jam
48/minggu,kelas XII 15
mapel, jumlah jam 48/minggu

2.3.3. Menyelenggarakan aspek Penyusunan dokumen KTSP Menyusun dokumen Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
kurikulum pada muatan lokal yang berisi tentang KTSP yang berisi tentang KTSP yang berisi Wakasek Kurikulum
pelaksanaan muatan lokal di muatan lokal yang muatan lokal yang
SMAN 18 Bandung per diksanakan di SMAN 18 dilaksanakan di SMAN
tingkat kelas Bandung 18 Bandung

2.3.4. Melaksanakan kegiatan Penyusunan dokumen KTSP Pelaksanaan kegiatan Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 70% 80% 90% 100%
pengembangan diri siswa yang berisi tentang Ekskul wajib dan ekskul dokumen KTSP yang Wakasek dan guru
pengembangan disi siswa lainnya. berisi tentang BK
(ekskul wajib : Paramuka, pengembangan disi
PMR, Paskibra) atau ekskul siswa dan
lainnya melaksanakan kegiatan
ekskul wajib atau
ekskul lainnya
3 Standar Proses

34
3.1.
Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan

3.1.1. Mengacu pada silabus yang telah Penyusunan RPP dengan Guru membuat RPP yang Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan 80% 90% 100% 100%
dikembangkan mengacu pada silabus yang memuat komponen: dokumen RPP yang Wakasek Kurikulum
telah dikembangkan identitas mata pelajaran, lengkap yang mengacu
kompetensi inti, pada silabus yang telah
kompetensi dasar,materi dikembangkan tiap
pokok, kegiatan MGMP sekolah.
pembelajaran,
penilaian,alokasi
waktu,sumber belajar.

3.1.2. Mengarah pada pencapaian Penyusunan RPP yang Guru membuat RPP yang Guru memiliki Kepala Sekolah dan 80% 90% 100% 100%
kompetensi memuat tujuan pembelajaran memuat tujuan Dokumen Perangkat Wakasek Kurikulum
berdasarkan kompetensi dasar pembelajaran berdasar Pembelajaran dan buku
yang mencakup kompetensi kompetensi dasar yang nilai
sikap, pengetahuan, dan mencakup kompetensi
keterampilan. sikap, pengetahuan dan
keterampilan.

3.1.3. Menyusun dokumen rencana Penyusunan RPP minimal 3 Guru membuat RPP Guru memiliki Kepala Sekolah dan 80% 90% 100% 100%
dengan lengkap dan sistematis komponen yaitu Tujuan minimal 3 komponen Dokumen Perangkat Wakasek Kurikulum
pembelajaran, Kegiatan yaitu Tujuan Pembelajaran dan buku
pembelajaran dan Penilaian pembelajaran, Kegiatan nilai.
pembelajaran dan
Penilaian

3.1.4. Mendapatkan evaluasi dari kepala Supervisi Akademik Guru melaksanakan Perbaikan PBM dan Kepala Sekolah dan 80% 90% 100% 100%
sekolah dan pengawas sekolah kegiatan supervisi perangkatnya Wakasek Kurikulum
akademik

35
3.2.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat

3.2.1. Membentuk rombongan belajar Penentuan jumlah peserta Sekolah membagi rombel Sekolah memiliki data Kepala Sekolah dan
dengan jumlah siswa sesuai didik per rombel maksimum tiap kelas minimal 36 siswa per rombel Wakasek Kesiswaan
ketentuan 36 orang orang. maksimal 36 orang 100% 100% 100% 100%

3.2.2. Mengelola kelas sebelum Mengawali pembelajaran Guru melaksanakan Guru memulai Kepala Sekolah,
memulai pembelajaran kegiatan : memeriksa pembelajaran melalui Wakasek Kurikulum
kehadiran, berdo'a, tahapan pendahuluan dan Guru mata
menyampaikan tujuan pelajaran
pembelajaran,
memotivasi peserta didik, 100% 100% 100% 100%
dan melakukan apersepsi

3.2.3. Mendorong siswa mencari tahu Kegiatan pembelajaran yang Guru memotivasi peserta Guru mampu Kepala Sekolah,
mampu memotivasi peserta didik untuk mencari memotivasi peserta Wakasek Kurikulum
didik tentang pentingnya sendiri materi dari didik untuk mencari dan Guru mata
belajar sepanjang hayat, berbagai sumber sendiri materi pelajaran
melalui kegiatan literasi yang pembelajaran yang aka
dilaksanakan sebelum jam di dari berbagai 100% 100% 100% 100%
belajar dimulai dengan durasi sumberajarkan
15 menit

3.2.4. Mengarahkan pada penggunaan Kegiatan pembelajaran Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
pendekatan ilmiah dengan menggunakan kegiatan pembelajaran mengarahkan kegiatan Wakasek Kurikulum
pendekatan ilmiah dengan menggunakan pembelajaran dengan dan Guru mata 70% 80% 90% 100%
pendekatan ilmiah penggunaan pelajaran
pendekatan ilmiah
3.2.5. Melakukan pembelajaran berbasis Pelaksanaan pembelajaran Guru melaksanaan Guru mampu Kepala Sekolah,
kompetensi yang berbasis kompetensi ( pembelajaran yang melaksanakan Wakasek Kurikulum
sikap, pengetahuan dan berbasis kompetensi ( pembelajaran yang dan Guru mata
keterampilan ). sikap, pengetahuan dan berbasis kompetensi pelajaran 100% 100% 100% 100%
keterampilan ). bagi para peserta didik.

36
3.2.6. Memberikan pembelajaran Kegiatan pembelajaran yang Guru melaksanakan KBM Guru mampu Kepala Sekolah,
terpadu mengarahkan kemampuan yang mengarah pada melaksanakan KBM Wakasek Kurikulum
peserta didik pada penanaman kemampuan yang berbasis dan Guru mata
penggunaan pendekatan multi peserta didik untuk pembelajaran terpadu pelajaran
disiplin ilmu (terpadu). penggunaan pendekatan atau multi disiplin ilmu
multi disiplin ilmu 70% 80% 90% 100%

3.2.7. Melaksanakan pembelajaran Kegiatan pembelajaran harus Guru melaksanakan Guru mampu melatih Kepala Sekolah,
dengan jawaban yang mengarahkan peserta didik kegiatan pembelajaran peserta didik sehingga Wakasek Kurikulum
kebenarannya multi dimensi; untuk mampu memberikan yang mengarahkan dapat menjawab dan Guru mata
jawaban yang kebenarannya peserta didik untuk permasalahan yang pelajaran
multi dimensi. mampu memberikan kebenarannya multi
jawaban yang dimensi 70% 80% 90% 100%
kebenarannya multi
dimensi.

3.2.8. Melaksanakan pembelajaran Kegiatan pembelajaran yang Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
menuju pada keterampilan mengarah pada keterampilan kegiatan pembelajaran melaksanakan KBM Wakasek Kurikulum
aplikatif aplikatif. yang mengarahkan yang menuju pada dan Guru mata
peserta didik pada keterampilan aplikatif pelajaran 70% 80% 90% 100%
keterampilan aplikatif

37
3.2.9. Mengutamakan pemberdayaan Kegiatan pembelajaran yang Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
siswa sebagai pembelajar mampu memotivasi peserta kegiatan pembelajaran melaksanakan KBM Wakasek Kurikulum
sepanjang hayat didik tentang pentingnya yang mampu memotivasi yang dapat memotivasi dan Guru mata
belajar sepanjang hayat, peserta didik tentang para peserta didik pelajaran
melalui kegiatan literasi yang pentingnya belajar
dilaksanakan sebelum jam sepanjang hayat, melalui
belajar dimulai dengan durasi kegiatan literasi yang
15 menit dilaksanakan sebelum
jam belajar dimulai
70% 80% 90% 100%
dengan durasi 15 menit

3.2.10. Menerapkan prinsip bahwa siapa Kegiatan pembelajaran Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
saja adalah guru, siapa saja adalah kooperatif, kolaboratif dan kegiatan pembelajaran melaksanakan KBM Wakasek Kurikulum
siswa, dan di mana saja adalah dilaksanakan di dalam kelas kooperatif, kolaboratif kooperatif, kolaboratif dan Guru mata
kelas. maupun di luar kelas. dan dilaksanakan di di dalam dan di luar pelajaran
dalam kelas maupun di kelas. 70% 80% 90% 100%
luar kelas.

3.2.11. Mengakui atas perbedaan Kegiatan pembelajaran Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
individual dan latar belakang dengan memperhatikan kegiatan pembelajaran melaksanakan KBM Wakasek Kurikulum
budaya siswa. perbedaan individu dan latar dengan memperhatikan dengan memperhatikan dan Guru mata
belakang budaya peserta perbedaan individu dan perbedaan individu dan pelajaran
didik. latar belakang budaya latar belakang budaya 70% 85% 90% 100%
peserta didik. peserta didik.

38
3.2.12. Menerapkan metode Kegiatan pembelajaran yang Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
pembelajaran sesuai karakteristik memperhatikan karakteristik kegiatan pembelajaran melaksanakan Wakasek Kurikulum
siswa peserta didik. yang memperhatikan pembelajaran yang dan Guru mata
karakteristik peserta penggunaan metode pelajaran 70% 80% 90% 100%
didik. sesuai karakteristik
peserta didik.

3.2.13. Memanfaatkan media Kegiatan pembelajaran Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
pembelajaran dalam efisien dan efektif dengan kegiatan pembelajaran memanfaatkan Wakasek Kurikulum
meningkatkan efisiensi dan memanfaatkan kemajuan efisien dan efektif dengan kemajuan Tik dan dan Guru mata
efektivitas pembelajaran TIK, dan multi media. memanfaatkan kemajuan multi media untuk pelajaran
TIK, dan multi media. meningkatkan efisiensi 70% 80% 90% 100%
dan efektifitas
pembelajaran.

3.2.14. Menggunakan aneka sumber Kegiatan pembelajaran Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
belajar dengan menggunakan kegiatan pembelajaran melaksanakan Wakasek Kurikulum
berbagai sumber belajar dengan menggunakan pembelajaran dengan dan Guru mata 70% 80% 90% 100%
aneka sumber belajar menggunakan aneka pelajaran
sumber belajar
3.2.15. Mengelola kelas saat menutup Kegiatan penutup Guru melaksanakan Guru mampu menutup Kepala Sekolah,
pembelajaran pembelajaran kegiatan menutup pembelajaran dengan Wakasek Kurikulum
pembelajaran ( resume, baik dan Guru mata
tugas, rencana pertemuan pelajaran
berikutnya, do'a ) dengan 70% 80% 90% 100%
tertib

3.3.
Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran

3.3.1. Melakukan penilaian otentik Penilaian otentik secara melaksanakan penilaian Guru mampu Kepala Sekolah,
secara komprehensif komprehensif. pembelajaran dengan melakukan penilaian Wakasek Kurikulum
melakukan penilaian otentik secara dan Guru mata
otentik secara komprehensip pelajaran
komprehensif pada 80% 100% 100% 100%
peserta didik

39
3.3.2. Memanfaatkan hasil penilaian Remedial teaching, remedial Guru melaksanakan Guru mampu Kepala Sekolah,
otentik Tes, pengayaan, dan penilaian, remedial, memanfaatkan hasil Wakasek Kurikulum
pelayanan konseling pengayaan, dan penilaian otentik untuk dan Guru mata
memanfaatkan hasil penilaian pelayanan konseling perbaikan KBM. pelajaran
otentik memanfaatkan hasil 75% 80% 90% 100%
penilaian otentik peserta
didik

3.3.3. Melakukan pemantauan proses Pemantauan pembelajaran Kepala sekolah Kepala sekolah Kepala Sekolah dan
pembelajaran oleh kepala sekolah melakukan pemantauan memiliki program Wakasek Kurikulum
proses pembelajaran pemantauan 100% 100% 100% 100%
pembelajara

3.3.4. Melakukan supervisi proses Program supervisi kelas Kepala sekolah Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
pembelajaran kepada guru melakukan kegiatan dokumen supervisi Wakasek Kurikulum
supervisi kelas untuk kelas 100% 100% 100% 100%
memantau KBM.

3.3.5. Mengevaluasi proses Evaluasi proses pembelajaran Kepala sekolah Kepala sekolah Kepala sekolah dan
pembelajaran oleh kepala sekolah melakukan diskusi memiliki data wakasek Kurikulum
dengan guru setelah kompetensi pedagogik
kegiatan supervisi kelas guru
untuk memberikan
masukan guna perbaikan
pembelajaran berikutnya. 100% 100% 100% 100%

40
3.3.6. Menindaklanjuti hasil Tindak lanjut supervisi Kepala sekolah Kepala sekolah Kepala sekolah dan
pengawasan proses pembelajaran akademik melakukan tindak lanjut memiliki data hasil dan Wakasek Kurikulum
supervisi berupa; saran tindak lanjut supervisi
perbaikan atau program akademik
pengembangan
keprofesian berkelanjutan
(PKB) bagi guru 100% 100% 100% 100%

4 Standar Penilaian Pendidikan

4,1 Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi

4.1.1 Mencakup ranah sikap, Penyusunan dokumen dan Guru melakukan Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan penilaian sikap, penilaian sikap, dokumen hasil Wakasek Kurikulum
pengetahuan dan pengetahuan dan penilaian sikap, 100% 100% 100% 100%
keterampilan keterampilan pengetahuan dan
keterampilan
4.1.2 Memiliki bentuk pelaporan sesuai Penyusunan pelaporan hasil guru menyusun pelaporan Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
dengan ranah penilaian sesuai dengan ranah penilaian sesuai dengan dokumen pelaporan Wakasek Kurikulum
ranah hasil penilaian sesuai 100% 100% 100% 100%
dengan ranah
4.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel

4.2.1. Menggunakan jenis teknik Penyusunan dokumen dan Guru menyusun dokumen Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
penilaian yang obyektif dan pelaksanaan penilaian dengan dan melaksanakan dokumen jenis teknik Wakasek Kurikulum
akuntabel jenis teknik penilaian yang penilaian dengan jenis penilaian yang obyektif
obyektif dan akuntabel teknik penilaian yang dan akuntabel
obyektif dan akuntabel 100% 100% 100% 100%

41
4.2.2 Memiliki perangkat teknik Penyediaan perangkat teknik Guru menyiapkan Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
penilaian lengkap penilaian lengkap perangkat teknik dokumen perangkat Wakasek Kurikulum
penilaian lengkap teknik penilaian 100% 100% 100% 100%
lengkap
4,2 Penilaian pendidikan ditindaklanjuti

4.2.1 Menindaklanjuti hasil pelaporan Tindak lanjut hasil pelaporan Guru menindaklanjuti Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
penilaian penilaian hasil pelaporan penilaian dokumen program serta Wakasek Kurikulum
dengan membuat program hasil remedial dan
serta melaksanakan pengayaan
remedial dan pengayaan 100% 100% 100% 100%

4.2.3 Melakukan pelaporan penilaian Pelaporan penilaian secara Penyerahan hasil Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
secara periodik periodik penilaian secara periodik dokumen hasil Wakasek Kurikulum
dalam bentuk rapor penilaian secara
100% 100% 100% 100%
periodik dan daftar
penyerahan rapor
kepada orang tua
4.3. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek

4.3.1 Menggunakan instrumen Penggunaan instrumen Guru menggunakan Sekolah dan guru Kepala Sekolah dan
penilaian aspek sikap penilaian aspek sikap pada instrumen penilaian aspek memiliki instrumen Wakasek Kurikulum
pembelajaran sikap pada pembelajaran penilaian aspek sikap 100% 100% 100% 100%

4.3.2. Menggunakan instrumen Penggunaan instrumen Guru menggunakan Sekolah dan guru Kepala Sekolah dan
penilaian aspek pengetahuan penilaian aspek pengetahuan instrumen penilaian aspek memiliki instrumen Wakasek Kurikulum
pada pembelajaran pengetahuan pada penilaian aspek 100% 100% 100% 100%
pembelajaran pengetahuan

4.3.3. Menggunakan instrumen Penggunaan instrumen Guru menggunakan Sekolah dan guru Kepala Sekolah dan
penilaian aspek keterampilan penilaian aspek keterampilan instrumen penilaian aspek memiliki instrumen Wakasek Kurikulum
pada pembelajaran keterampilan pada penilaian aspek 100% 100% 100% 100%
pembelajaran keterampilan

42
4.4. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur

4.4.1 Melakukan penilaian berdasarkan Pelaksanaan penilaian a) Penilaian Tengah Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
penyelenggara sesuai prosedur berdasarkan penyelenggara Semester (PTS) program dan nilai PTS, Wakasek Kurikulum
sesuai prosedur b) Penilaian Akhir PAS, PAT dan US
Semester (PAS) :
c) Penilaian Akhir Tahun
(PAT) : 100% 100% 100% 100%

d) Ujian Sekolah

4.4.2. Melakukan penilaian berdasarkan Pelaksanaan penilaian Guru melaksanakan Sekolah dan guru Kepala Sekolah dan
ranah sesuai prosedur berdasarkan ranah sesuai penilaian berdasarkan memiliki nilai Wakasek Kurikulum
prosedur ranah sesuai prosedur berdasarkan ranah 100% 100% 100% 100%
sesuai prosedur
4.4.3. Menentukan kelulusan siswa Penentuan kelulusan siswa Sekolah dan guru Sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
berdasarkan pertimbangan yang berdasarkan pertimbangan menentukan kelulusan dokumen penentuan Wakasek Kurikulum
sesuai yang sesuai siswa berdasarkan kelulusan siswa
pertimbangan yang sesuai berdasarkan 100% 100% 100% 100%
pertimbangan yang
sesuai

5
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

5.1.
Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan

5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 ❖ DSO ❖ MemilikiDSO ❖ Kepala Sekolah /


❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Pendataan dan kualifikasi Karyawan
5.1.2. Rasio guru kelas terhadap Guru sesuai kebutuhan mendata kebutuhan guru memiliki junlah guru ❖ Kepala Sekolah /
rombongan belajar seimbang sesuai rombel belajar sesuai kebutuhan dan kurikulum
jumlah rombel 100% 100% 100% 100%

43
5.1.3. Tersedia untuk tiap mata ❖ DSO ❖ MemilikiDSO ❖ Kepala Sekolah /
pelajaran ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.1.4. Bersertifikat pendidik ❖ DSO ❖ MemilikiDSO ❖ Kepala Sekolah /
❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
50% 60% 70% 80%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.1.5. Berkompetensi pedagogik ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Supervisi, ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Monitoring dan kaur TU
❖ SKP dan PKG Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ SKP dan PKG

5.1.6. Berkompetensi kepribadian ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ Memiliki SKP dan
Kompetensi yang harus PKG
5.1.7. Berkompetensi profesional dikuasai Guru ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Supervisi, ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Monitoring dan kaur TU
❖ SKP dan PKG Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ SKP dan PKG

5.1.8. Berkompetensi sosial minimal ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% v
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.2.
Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Kualifikasi Kepala sekolah Karyawan Updating Guru dan 90% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

44
5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
pengangkatan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

5.2.3. Berpengalaman mengajar selama ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


yang ditetapkan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
setara ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

5.2.5. Bersertifikat pendidik ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

5.2.6. Bersertifikat kepala sekolah ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS Karyawan

5.2.7. Berkompetensi kepribadian ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
❖ Memiliki hasil SKP 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS
dan PKG

kompetensi kepala sekolah


5.2.8. Berkompetensi manajerial ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah/
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
❖ Memiliki hasil SKP 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS
dan PKG

45
5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
❖ Memiliki hasil SKP 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS
dan PKG

5.2.10. Berkompetensi supervisi minimal ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
❖ Memiliki hasil SKP 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS
dan PKG

5.2.11. Berkompetensi sosial minimal ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
❖ Memiliki hasil SKP 100% 100% 100% 100%
❖ PPKS
dan PKG

5.3.
Ketersediaan dan kompetensi tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.1. Tersedia Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


Administrasi ❖ ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
Updating Guru dan Updating Guru dan
Karyawan Karyawan
5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga ❖ DSO❖ Updating Guru ❖ Memiliki DSO❖ ❖ Kepala Sekolah /
Administrasi berkualifikasi Pendataan dan kualifikasi dan Karyawan Memiliki hasil kaur TU
minimal SMK/sederajat 100% 100% 100% 100%
kepala tenaga administrasi Updating Guru dan
Karyawan
5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Administrasi bersertifikat ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.3.4. Tersedia Tenaga Pelaksana ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Urusan Administrasi Pendataan dan kualifikasi ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
tenaga administrasi Karyawan Updating Guru dan
Karyawan

46
5.3.5. Memiliki Tenaga Pelaksana ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Urusan Administrasi ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
berpendidikan sesuai ketentuan Karyawan Updating Guru dan 100% 100% 100% 100%
Karyawan

5.3.6. Berkompetensi kepribadian ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.3.7. Berkompetensi sosial minimal ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
kompetensi yang harus dan PKG
5.3.8. Berkompetensi teknis minimal dimiliki tenaga administrasi ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.3.9. Berkompetensi manajerial ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 100% 100% 100% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.4.
Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai ketentuan

5.4.1. Tersedia Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


Laboratorium ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
pendataan dan kualifikasi Karyawan
5.4.2. Memiliki Kepala Tenaga kepala laboratorium ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Laboratorium berkualifikasi ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
sesuai 0% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan

47
5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Laboratorium bersertifikat ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Laboratorium berpengalaman ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
sesuai 0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.4.5. Tersedia Tenaga Teknisi Laboran ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Laboran berpendidikan sesuai ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
ketentuan 0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
pendataan dan kualifikasi Karyawan
5.4.7. Tersedia Tenaga Laboran tenaga laboran ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
berpendidikan sesuai ketentuan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.4.9. Berkompetensi kepribadian ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik
dan Evaluasi❖ SKP dan Supervisi, Monitoring kaur TU
PKG dan Evaluasi❖ 0% 50% 75% 100%
Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.4.10. Berkompetensi sosial minimal ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
kompetensi tenaga laboram ❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.4.11. Berkompetensi manajerial ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 0% 50% 75% 100%

Memiliki hasil SKP
dan PKG

48
5.4.12. Berkompetensi profesional ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
5.5.
Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai ketentuan

5.5.1. Tersedia Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /


Pustakawan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
100% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Pustakawan berkualifikasi sesuai ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
pendataan dan kualifikasi Karyawan
5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga kepala tenaga pustakawan ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Pustakawan bersertifikat ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
Pustakawan berpengalaman ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
sesuai 0% 100% 100% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.5.5. Tersedia Tenaga Pustakawan pendataan dan kualifikasi ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
tenaga pustakawan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
0% 50% 75% 100%
Karyawan Updating Guru dan
Karyawan
5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan ❖ DSO ❖ Memiliki DSO ❖ Kepala Sekolah /
berpendidikan sesuai ketentuan ❖ Updating Guru dan ❖ Memiliki hasil kaur TU
Karyawan Updating Guru dan 0% 50% 75% 100%
Karyawan

49
5.5.7. Berkompetensi manajerial ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG
kompetensi kepala tenaga
5.5.8. Berkompetensi pengelolaan pustakawan ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
informasi minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG

5.5.9. Berkompetensi kependidikan ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG

5.5.10. Berkompetensi kepribadian ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


minimal baik
dan Evaluasi❖ SKP dan Supervisi, Monitoring kaur TU
PKG dan Evaluasi❖ 0% 50% 75% 100%
Memiliki hasil SKP
dan PKG
kompetensi tenaga
5.5.11. Berkompetensi sosial minimal pustakawan ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /
baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi
0% 50% 75% 100%
❖ Memiliki hasil SKP
dan PKG

5.5.12. Berkompetensi pengembangan ❖ Supervisi, Monitoring ❖ Memiliki hasil ❖ Kepala Sekolah /


profesi minimal baik dan Evaluasi Supervisi, Monitoring kaur TU
❖ SKP dan PKG dan Evaluasi 0% 50% 75% 100%

Memiliki hasil SKP
dan PKG
6
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

50
6.1.
Kapasitas daya tampung sekolah memadai

6.1.1 Memiliki kapasitas rombongan Sekolah memiliki kapasitas Pengaturan satu Terpenuhinya Kepala Sekolah
belajar yang sesuai dan memadai rombongan belajar yang rombongan belajar pengaturan satu
sesuai dan memadai minimal 20 orang peserta rombongan belajar
didik dan maksimal 36 minimal 20 orang
orang peserta didik peserta didik dan 100% 100% 100% 100%
maksimal 36 orang
peserta didik

6.1.2 Rasio luas lahan sesuai dengan Sekolah memiliki rasio luas Pengaturan rasio luas Terpenuhinya rasio
jumlah siswa lahan sesuai dengan jumlah lahan sesuai dengan luas lahan sesuai
siswa jumlah siswa dengan jumlah siswa
100% 100% 100% 100%

Jumlah rombel 30 dan Mengajukan proposal Lahan parkir yang Kepala Sekolah,
bangunan 2 lantai, luas untuk mendapatkan lahan memenuhi syarat Wakasek Sarana dan
minimum adalah diperkirakan baru Prasarana,
6375 m2. SMA Negeri 18
Bandung mempunyai luas
lahan 6000 m2, maka luas
lantai adalah (6000:6375)x
100%=94,11%. Lahan yang
tersedia 5,89% dan tidak
cukup untuk lahan parkir, 100% 100% 100% 100%
sehingga diprogramkan lahan
parkir

51
6.1.3 Kondisi lahan sekolah memenuhi Sekolah memiliki kondisi Sekolah mengadakan Kondisi lahan sekolah Kepala Sekolah,
persyaratan lahan yang memenuhi kerjasama dengan tim memenuhi persyaratan Wakasek Sarana dan
persyaratan kesehatan dan tim Prasarana,
keamanan lingkungan
setempat
100% 100% 100% 100%

(1) terhindar dari potensi


bahaya yang mengancam
kesehatan dan keselamatan
jiwa 100% 100% 100% 100%

(2) memiliki akses untuk


penyelamatan dalam keadaan
darurat 100% 100% 100% 100%

(3) terhindar dari pencemaran


air 100% 100% 100% 100%

(4) terhindar dari kebisingan 100% 100% 100% 100%


(5) terhindar dari pencemaran
udara 100% 100% 100% 100%

52
6.1.4 Rasio luas bangunan sesuai Jumlah rombel 30 dan Mengajukan proposal Laboratorium Bahasa Kepala Sekolah,
dengan jumlah siswa bangunan 2 lantai, luas untuk mendapatkan lahan dan Laboratorium IPS Wakasek Sarana dan
minimum adalah diperkirakan baru yang memenuhi syarat Prasarana,
3550 m2. SMA Negeri 18
Bandung mempunyai luas
bangunan 3560 m2, maka
luas bangunan adalah
(3550:3670)x 100%=96,73%.
Lahan yang tersedia 3,27%
dan tidak memenuhi untuk
pembuatan laboratorium 100% 100% 100% 100%
bahasa dan IPS

Untuk sekolah yang memiliki


jumlah siswa kurang dari 20
siswa 100% 100% 100% 100%

6.1.5 Kondisi bangunan sekolah Bangunan sekolah/madrasah Kondisi bangunan yang Kepala Sekolah,
memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan Wakasek Sarana dan
keselamatan, meliputi: Prasarana,

(1) konstruksi yang stabil Perbaikan Pintu dan


Jendela Kelas 100% 100% 100% 100%

(2) konstruksi yang kukuh Perbaikan Langit-Langit


Kelas 100% 100% 100% 100%

(3) sistem pencegahan Pengadaan Alat Pemdam


bahaya kebakaran Kebakaran
0% 100% 100% 100%

53
(4) fasilitas ramah anak Perbaikan Lingkungan
Sekolah 100% 100% 100% 100%

(5) penangkal petir Pemasangan Penangkal


Petir 100% 100% 100% 100%

6.1.6 Memiliki ragam prasarana sesuai Sekolah memiliki prasarana Pengadaan prasarana Memiliki ruang Kelas, Kepala Sekolah,
ketentuan sesuai ketentuan sesuai ketentuan: Ruang Guru, Ruang Wakasek Sarana dan
Pimpinan, Ruang TU, Prasarana,
Ruang Lab Komputer 100% 100% 100% 100%
yang memenuhi syarat

Ruang Kelas 100% 100% 100% 100%


Ruang Perpustakaan
100% 100% 100% 100%

Ruang Laboratorium
Biologi 0% 0% 100% 100%

Ruang Laboratorium
Fisika 0% 0% 100% 100%

Ruang Laboratorium
Kimia 0% 0% 100% 100%

Ruang Laboratorium
Komputer 100% 100% 100% 100%

Ruang Laboratorium
Bahasa 0% 0% 100% 100%

Ruang Pimpinan 100% 100% 100% 100%


Ruang Guru 100% 100% 100% 100%
Ruang Tenaga
Administrasi 100% 100% 100% 100%

Tempat beribadah 100% 100% 100% 100%

54
Ruang Konseling 0% 100% 100% 100%
Ruang UKS 0% 0% 100% 100%
Ruang Organisasi
Kesiswaan 0% 0% 100% 100%

Jamban 100% 100% 100% 100%


Ruang Sirkulasi 100% 100% 100% 100%
Tempat Bermain/Olah
Raga 100% 100% 100% 100%

Kantin 100% 100% 100% 100%


Tempat Parkir 100% 100% 100% 100%

6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak

6.2.1 Memiliki ruang kelas sesuai Jumlah yang sama atau lebih Pengadaan Ruang Kelas Terpenuhi ruang kelas Kepala Sekolah,
standar banyak dari jumlah sesuai ketentuan sesuai rombongan Wakasek Sarana dan
rombongan belajar. belajar Prasarana,
100% 100% 100% 100%

Ukuran minimum sama


dengan jumlah siswa x 2 m,
dengan lebar minimum 5 m
dan luas minimum 30 m2. 50% 60% 100% 100%

55
Sarana ruang kelas terdiri dari
: kursi siswa, meja siswa,
kursi guru, meja guru, lemari,
papan pajang, papan tulis,
tempat sampah, tempat cuci
tangan, jam dinding, 100% 100% 100% 100%
kotan/stop kontak

6.2.2. Memiliki laboratorium IPA sesuai Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhi Kepala Sekolah,
standar Laboratorium IPA sesuai IPA Laboratorium IPA Wakasek Sarana dan
ketentuan sesuai ketentuan Prasarana, 0% 0% 100% 100%

6.2.3. Memiliki ruang perpustakaan Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhi Ruang Kepala Sekolah,
sesuai standar Perpustakaan Perpustakaan Perpustakaan sesuai Wakasek Sarana dan
ketentuan Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Luas minimum sama dengan


1 ½ ruang kelas, dan lebar
minimum 5 m 0% 0% 100% 100%

Buku teks pelajaran, buku


panduan pendidik, buku
pengayaan, dan buku
referensi dapat berwujud e- 0% 0% 100% 100%
book.

6.2.4. Memiliki tempat bermain / Sekolah memiliki tempat Pengadaan tempat Terpenuhi tempat Kepala Sekolah,
lapangan sesuai standar bermain, berolah raga, bermain, berolah raga, bermain Wakasek Sarana dan
berkesenian, keterampilan berkesenian, keterampilan Prasarana,
dan upacara dan upacara dengan
ketentuan: 100% 100% 100% 100%

56
Tempat bermain/olah
raga dengan rasio
minimum 3m2/siswa dan
luas minimum 1000
m2,memiliki permukaan
datar dengan drainase
yang baik dan tidak
digunakan untuk tempat
parkir
100% 100% 100% 100%

Luas minimum tempat


berolah raga 30m x 20m
0% 0% 100% 100%

Sarana tempat
bermain/berolah raga
terdiri dari bendera dan
tiang bendera, peralatan
olah raga, peralatan seni
budaya dan peralatan
keterampilan masing-
masing 1 set
0% 0% 100% 100%

57
6.2.5. Memiliki laboratorium biologi Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhi laboratorium Kepala Sekolah,
sesuai standar Laboratorium Biologi Laboratorium Biologi Biologi sesuai dengan Wakasek Sarana dan
ketentuan Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Rasio minimum 2,4 m2/siswa


dan luas minimum 48 m2
0% 0% 100% 100%

6.2.6. Memiliki laboratorium fisika Memiliki Ruang Pengadaan Laboratorium Terpenuhi laboratorium Kepala Sekolah,
sesuai standar Laboratorium Fisika Fisika Fisika sesuai ketentuan Wakasek Sarana dan
Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Rasio minimum 2,4 m2/siswa


dan luas minimum 48 m2
0% 0% 100% 100%

6.2.7. Memiliki laboratorium kimia Memiliki Ruang Pengadaan Laboratorium Terpenuhi laboratorium Kepala Sekolah,
sesuai standar Laboratorium Kimia Kimia Kimia sesuai ketentuan Wakasek Sarana dan
Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Rasio minimum 2,4 m2/siswa


dan luas minimum 48 m2
0% 0% 100% 100%

6.2.8. Memiliki laboratorium komputer Memiliki Ruang Pengadaan Laboratorium Terpenuhi laboratorium Kepala Sekolah,
sesuai standar Laboratorium Komputer Komputer Komputer sesuai Wakasek Sarana dan
ketentuan Prasarana, 100% 100% 100% 100%

Memiliki 2 server, 50 Client 50% 50% 100% 100%


Memiliki Jaringan 0% 0% 100% 100%
Untuk Kegiatan ANBK 50% 100% 100% 100%

58
Rasio minimum luas ruang
laboratorium komputer adalah
2 m2/siswa. Untuk
rombongan belajar dengan
siswa kurang dari 15 orang,
luas minimum ruang
laboratorium komputer adalah
30 m2. Lebar minimum ruang 50% 100% 100% 100%
laboratorium komputer adalah
5 m.

6.2.9. Memiliki laboratorium bahasa Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Laboratorium Bahasa Kepala Sekolah,
sesuai standar Laboratorium Bahasa Bahasa tersendiri Wakasek Sarana dan
Prasarana, 0% 0% 100% 100%

6.2.10. Kondisi ruang kelas layak pakai Sekolah memiliki ruang kelas Pengadaan Ruang Kelas Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
yang layak pakai yang layak pakai Kelas yang layak pakai Wakasek Sarana dan
Prasarana, 50% 80% 100% 100%

6.2.11. Kondisi laboratorium IPA layak Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
pakai Laboratorium IPA yang layak IPA yang layak pakai Laboratorium IPA Wakasek Sarana dan
pakai yang layak pakai Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Pengadaan Sarana
laboratorium IPA yang
layak pakai 0% 0% 100% 100%

6.2.12. Kondisi ruang perpustakaan layak Sekolah memiliki perpustaan Pengadaan Ruang Terpenuhinya ruang Kepala Sekolah,
pakai dengan kondisi layak pakai Perpustakaan yang layak Perpustakaan yang Wakasek Sarana dan
pakai layak pakai Prasarana, 50% 70% 100% 100%

59
6.2.13. Kondisi tempat bermain/lapangan Sekolah memiliki tempat Pengadaan Tempat Terpenuhinya tempat Kepala Sekolah,
layak pakai bermain/lapangan yang layak Bermain/lapangan yang bermain/lapangan yang Wakasek Sarana dan
pakai dengan ketentuan: layak pakai layak pakai Prasarana, 100% 100% 100% 100%

Tempat bermain/berolahraga
dengan rasio minimum 3
m2/siswa dan luas minimum
1.000 m2, memiliki
permukaan datar dengan
drainase yang baik dan tidak
digunakan untuk tempat 100% 100% 100% 100%
parkir

Luas minimum tempat


berolahraga 30 m x 20 m. 100% 100% 100% 100%

dengan sarana : 100% 100% 100% 100%


Memiliki Tiang Bendera dan
bendera 100% 100% 100% 100%

Memiliki Peralatan Olahraga 100% 100% 100% 100%


6.2.14. Kondisi laboratorium biologi Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
layak pakai Laboratorium Biologi yang Biologi yang layak pakai Laboratorium Biologi Wakasek Sarana dan
layak pakai yang layak pakai Prasarana, 0% 0% 100% 100%

6.2.15. Kondisi laboratorium fisika layak Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
pakai Laboratorium Fisika yang Fisika yang layak pakai Laboratorium Fisika Wakasek Sarana dan
layak pakai yang layak pakai Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Pengadaan Sarana
Laboratorium Fisika 0% 0% 100% 100%

60
6.2.16. Kondisi laboratorium kimia layak Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
pakai Laboratorium Kimia yang Kimia yang layak pakai Laboratorium Kimia Wakasek Sarana dan
layak pakai yang layak pakai Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Pengadaan Sarana
Laboratorium Kimia 0% 0% 100% 100%

6.2.17. Kondisi laboratorium komputer Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
layak pakai Laboratorium Komputer yang Komputer yang layak Laboratorium Wakasek Sarana dan
layak pakai pakai Komputer yang layak Prasarana,
pakai 0% 0% 100% 100%

Pengadaan Sarana
Laboratorium Komputer
0% 0% 100% 100%

6.2.18. Kondisi laboratorium bahasa Sekolah memiliki Pengadaan Laboratorium Terpenuhinya Kepala Sekolah,
layak pakai Laboratorium Bahasa yang Bahasa yang layak pakai Laboratorium Bahasa Wakasek Sarana dan
layak pakai yang layak pakai Prasarana,
0% 0% 100% 100%

Pengadaan Sarana
Laboratorium Bahasa
0% 0% 100% 100%

6,3
Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak

61
6.3.1. Memiliki ruang pimpinan sesuai Sekolah Memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
standar Pimpinan, Ruang pimpinan Pimpinan pimpinan sesuai Wakasek Sarana dan
adalah ruang untuk pimpinan standar Prasarana,
melakukan kegiatan
pengelolaan sekolah dengan
luas minimum 12 m2 dengan
lebar 3 m dengan sarana 50% 50% 100% 100%

Meja dan Kursi 100% 100% 100% 100%


Meja dan Kursi Tamu 100% 100% 100% 100%
Lemari dan Papan Statistik 100% 100% 100% 100%
Simbol kenegaraan 100% 100% 100% 100%
Tempat sampah 100% 100% 100% 100%
Jam dinding 100% 100% 100% 100%
6.3.2. Memiliki ruang guru sesuai Ruang guru adalah ruang Pengadaan Ruang Guru Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
standar untuk guru bekerja di luar sesuai standar Guru sesuai standar Wakasek Sarana dan
kelas, beristirahat, dan Prasarana,
menerima tamu. Ruang guru 50% 50% 100% 100%
memiliki ketentuan:

1) Rasio minimum 4
m2/guru dan luas minimum
56 m2. 50% 50% 100% 100%

2) Sarana ruang guru


sebagaimana tercantum pada
tabel berikut: 50% 50% 100% 100%

Meja dan Kursi 50% 50% 100% 100%

62
Lemari 50% 50% 100% 100%
Kursi Tamu 50% 50% 100% 100%
Papan Statistik 50% 50% 100% 100%
Papan Jadwal Pelajaran 50% 50% 100% 100%
Papan Informasi 50% 50% 100% 100%
6.3.3. Memiliki ruang UKS sesuai Sekolah/madrasah memiliki Pengadaan Ruang UKS Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
standar ruang UKS dengan luas UKS sesuai standar Wakasek Sarana dan
minimum 12 m2, dengan Prasarana,
sarana: 0% 0% 100% 100%

Sarana 0% 0% 100% 100%


Tempat tidur 0% 0% 100% 100%
Lemari 0% 0% 100% 100%
Meja dan Kursi 0% 0% 100% 100%
Catatan Kesehatan siswa 0% 0% 100% 100%
Perlengkapan P3K 0% 0% 100% 100%
Tandu, selimut, tensimeter,
timbangan, termometer, 0% 0% 100% 100%

Pengukur timbangan badan 0% 0% 100% 100%


Tempat cuci tangan 0% 0% 100% 100%
Tempat sampah 0% 0% 100% 100%
Jam dinding 0% 0% 100% 100%

63
6.3.4. Memiliki tempat ibadah sesuai Tempat beribadah adalah Pengadaan Tempat Terpenuhi Tempat Kepala Sekolah,
standar ruang tempat warga Ibadah Ibadah sesuai standar Wakasek Sarana dan
sekolah/madrasah melakukan Prasarana,
ibadah yang diwajibkan oleh
agama masing-masing pada
waktu sekolah. 0% 0% 100% 100%

Tempat beribadah memiliki


ketentuan: 0% 0% 100% 100%

1) Luas minimum 12 m2. 0% 0% 100% 100%


2) Sarana: 0% 0% 100% 100%
a) Perlengkapan ibadah
sesuai kebutuhan. 0% 0% 100% 100%

b) 1 buah lemari/rak. 0% 0% 100% 100%


c) 1 buah jam dinding. 0% 0% 100% 100%
d) Ketersediaan air dan
tempat berwudu. 0% 0% 100% 100%

Dibuktikan dengan
memeriksa tempat ibadah,
perabot, dan perlengkapan
lain. 0% 0% 100% 100%

6.3.5. Memiliki jamban sesuai standar Jamban adalah ruang untuk Pengadaan Jamban Terpenuhi Jamban Kepala Sekolah,
buang air besar dan/atau kecil sesuai standar Wakasek Sarana dan
dengan ketentuan: Prasarana, 60% 60% 100% 100%

64
1) Minimum 3 unit dengan
dinding, atap, dan dapat
dikunci, 1 jamban untuk
setiap 40 siswa pria, 1 jamban
untuk setiap 30 siswa wanita,
dan 1 jamban untuk 60% 60% 100% 100%
guru/karyawan.

2) Luas minimum tiap unit 2


m2 60% 60% 100% 100%

3) Tersedia air bersih yang


cukup 60% 60% 100% 100%

4) Kondisi jamban selalu


dalam keadaan bersih. 60% 60% 100% 100%

5) Dengan sarana meliputi: 60% 60% 100% 100%


a) 1 buah kloset. 60% 60% 100% 100%
b) 1 buah tempat air. 60% 60% 100% 100%
c) 1 buah gayung. 60% 60% 100% 100%
d) 1 buah gantungan
pakaian. 60% 60% 100% 100%

1 buah tempat sampah 100% 100% 100% 100%

65
6.3.6. Memiliki gudang sesuai standar Gudang berfungsi sebagai Pengadaan Gudang Terpenuhi Gudang Kepala Sekolah,
tempat menyimpan peralatan sesuai standar Wakasek Sarana dan
dan bahan pembelajaran di Prasarana,
luar kelas, tempat menyimpan
sementara peralatan
sekolah/madrasah yang
tidak/belum difungsikan, dan
tempat menyimpan arsip yang
telah berusia lebih dari 5 0% 0% 100% 100%
tahun.

Sekolah/madrasah memiliki
gudang dengan ketentuan: 0% 0% 100% 100%

1) Luas minimum gudang


adalah 21 m2. 0% 0% 100% 100%

2) Gudang dilengkapi sarana


lemari dan rak tiap ruang. 0% 0% 100% 100%

3) Gudang dapat dikunci. 0% 0% 100% 100%


Dibuktikan dengan
memeriksa gudang dan sarana
yang tersedia 0% 0% 100% 100%

6.3.7. Memiliki ruang sirkulasi sesuai Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
standar sirkulasi sesuai standar Sirkulasi sirkulasi sesuai standar Wakasek Sarana dan
Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Ruang sirkulasi memiliki


ketentuan: 0% 0% 100% 100%

66
1) Memiliki luas minimum
30% dari luas total seluruh
ruang pada bangunan, lebar
minimum 1,8 m, dan tinggi 0% 0% 100% 100%
minimum 2,5 m.

2) Dapat menghubungkan
ruang-ruang dengan baik,
beratap, serta memperoleh
cahaya dan udara yang cukup. 0% 0% 100% 100%

3)Terawat dengan baik,


bersih, dan nyaman. 0% 0% 100% 100%

6.3.8. Memiliki ruang tata usaha sesuai Sekolah memiliki Ruang tata Pengadaan Ruang Tata Terpenuhinya ruang Kepala Sekolah,
standar usaha/tenaga administrasi Usaha Tata usaha sesuai Wakasek Sarana dan
sesuai standar. standar Prasarana, 50% 50% 100% 100%

1) Rasio minimum 4 m2/staf


dan luas minimum 16 m2.
50% 50% 100% 100%

Sarana ruang tenaga


administrasi sebagaimana
tercantum pada table berikut 50% 50% 100% 100%

6.3.9. Memiliki ruang konseling sesuai Sekolah memiliki ruang Pengadaan Ruang Terpenuhi Ruang Kepala Sekolah,
standar konseling dengan luas Konseling Konseling sesuai Wakasek Sarana dan
minimum 9 m2, dengan standar Prasarana,
sarana: 0% 0% 100% 100%

Meja dan Kursi 0% 0% 100% 100%


Kursi Tamu 0% 0% 100% 100%

67
Lemari 0% 0% 100% 100%
Papan kegiatan 0% 0% 100% 100%
Instrumen konseling 0% 0% 100% 100%
Buku Sumber 0% 0% 100% 100%
Media Pengembangan
Kepribadian 0% 0% 100% 100%

Jam dinding 0% 0% 100% 100%


6.3.10. Memiliki ruang organisasi Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
kesiswaan sesuai standar organisasi kesiswaan sesuai Organisasi Kesiswaan Organisasi Kesiswaan Wakasek Sarana dan
standar, yaitu ruang untuk sesuai standar Prasarana,
melakukan kegiatan
kesekretariatan pengelolaan
organisasi siswa. Ruang
organisasi kesiswaan 0% 0% 100% 100%
memiliki ketentuan:

1) Luas minimum 9 m2. 0% 0% 100% 100%


2) Sarana: 0% 0% 100% 100%
1 buah meja. 0% 0% 100% 100%
4 buah kursi. 0% 0% 100% 100%
1 buah papan tulis. 0% 0% 100% 100%
1 buah lemari. 0% 0% 100% 100%
1 buah jam dinding. 0% 0% 100% 100%
6.3.11. Menyediakan kantin yang layak Sekolah memiliki Kantin Pengadaan Kantin yang Terpenuhinya Kantin Kepala Sekolah,
yang layak layak yang layak Wakasek Sarana dan
Prasarana, 100% 100% 100% 100%

68
1) Kantin menempati area Pemenuhan Perabot
tersendiri. Kantin 100% 100% 100% 100%

2) Luas kantin sesuai dengan


kebutuhan siswa, dengan luas
total minimum 12 m2.
100% 100% 100% 100%

3) Kantin memperhatikan
aspek kebersihan, kesehatan,
keamanan. 100% 100% 100% 100%

4) Kantin memiliki sanitasi


yang baik. 100% 100% 100% 100%

Kantin menyediakan
makanan dan minuman yang
sehat dan bergizi bagi guru 100% 100% 100% 100%

6.3.12. Menyediakan tempat parkir yang Sekolah memiliki Tempat Pengadaan Tempat Parkir Terpenuhinya Tempat Kepala Sekolah,
memadai parkir yang memadai yang memadai Parkir yang memadai Wakasek Sarana dan
Prasarana, 50% 50% 100% 100%

2) Tempat parkir dibuat


dengan mengikuti standar
yang ditetapkan dengan
peraturan daerah atau 50% 50% 100% 100%
peraturan nasional.

3) Tempat parkir memiliki


sistem pengamanan. 50% 50% 100% 100%

69
4) Tempat parkir dilengkapi
dengan rambu-rambu lalu
lintas sesuai dengan
keperluan. 50% 50% 100% 100%

5) Tempat parkir dijaga oleh


petugas khusus parkir 50% 50% 100% 100%

6.3.13. Menyediakan unit kewirausahaan Sekolah dapat menyediakan Penyediaan unit Terpenuhinya Kepala Sekolah,
dan bursa kerja unit kewirausahaan dan bursa kewirausahaan dan bursa penyediaan unit Wakasek Sarana dan
kerja kerja kewirausahaan dan Prasarana, 0% 0% 100% 100%
bursa kerja
6.3.14. Kondisi ruang pimpinan layak Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
pakai pimpinan yang layak Pimpinan pimpinan yang layak Wakasek Sarana dan
Prasarana, 50% 50% 100% 100%

Sarana Prasarana Ruang Pemenuhan Perabot


Pimpinan (Komputer, Printer, Ruang Pimpinan
Meja dan Kursi Tamu,
Lambang Negara, Meja dan
Kursi Kerja, Lemari) 50% 50% 100% 100%

6.3.15. Kondisi ruang guru layak pakai Sekolah memiliki Ruang guru Pengadaan Ruang Guru Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
yang layak. Ruang guru yang yang layak Guru yang layak Wakasek Sarana dan
layak adalah ruang untuk Prasarana,
guru bekerja di luar kelas,
beristirahat, dan menerima
tamu. Ruang guru memiliki 50% 50% 100% 100%
ketentuan:

70
1) Rasio minimum 4 Pemenuhan Perabot
m2/guru dan luas minimum Ruang Guru
56 m2. 50% 50% 100% 100%

2) Sarana ruang guru


sebagaimana tercantum pada
tabel berikut: 50% 50% 100% 100%

Meja dan Kursi 50% 50% 100% 100%


Lemari 50% 50% 100% 100%
Kursi Tamu 50% 50% 100% 100%
Papan Statistik 50% 50% 100% 100%
Papan Jadwal Pelajaran 50% 50% 100% 100%
Papan Informasi 50% 50% 100% 100%
6.3.16. Kondisi ruang UKS layak pakai Sekolah/madrasah memiliki Pengadaan ruang UKS Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
ruang UKS dengan luas yang layak UKS yang layak Wakasek Sarana dan
minimum 12 m2, dengan Prasarana,
sarana: 0% 0% 100% 100%

Sarana Pemenuhan Perabot


Ruang UKS 0% 0% 100% 100%

Tempat tidur 0% 0% 100% 100%


Lemari 0% 0% 100% 100%
Meja dan Kursi 0% 0% 100% 100%
Catatan Kesehatan siswa 0% 0% 100% 100%
Perlengkapan P3K 0% 0% 100% 100%
Tandu, selimut, tensimeter,
timbangan, termometer, 0% 0% 100% 100%

Pengukur timbangan badan 0% 0% 100% 100%

71
Tempat cuci tangan 0% 0% 100% 100%
Tempat sampah 0% 0% 100% 100%
Jam dinding 0% 0% 100% 100%
6.3.17. Kondisi tempat ibadah layak Sekolah memiliki Tempat Pengadaan Tempat Terpenuhinya tempat Kepala Sekolah,
pakai Ibadah yang layak pakai. Ibadah yang layak pakai ibadah yang layak Wakasek Sarana dan
Tempat beribadah yang layak pakai Prasarana,
pakai adalah ruang tempat
warga sekolah/madrasah
melakukan ibadah yang
diwajibkan oleh agama
masing-masing pada waktu 0% 0% 100% 100%
sekolah.

Tempat beribadah memiliki Pemenuhan Perabot


ketentuan: Tempat Ibadah
0% 0% 100% 100%

1) Luas minimum 12 m2. 0% 0% 100% 100%


2) Sarana: 0% 0% 100% 100%
a) Perlengkapan ibadah
sesuai kebutuhan. 0% 0% 100% 100%

b) 1 buah lemari/rak. 0% 0% 100% 100%


c) 1 buah jam dinding. 0% 0% 100% 100%
d) Ketersediaan air dan
tempat berwudu. 0% 0% 100% 100%

72
Dibuktikan dengan
memeriksa tempat ibadah,
perabot, dan perlengkapan
lain. 0% 0% 100% 100%

6.3.18. Kondisi jamban sesuai standar Sekolah memiliki jamban Pengadaan Jamban sesuai Terpenuhinya jamban Kepala Sekolah,
sesuai standar. Jamban yang standar sesuai standar Wakasek Sarana dan
sesuai standar adalah ruang Prasarana,
untuk buang air besar
dan/atau kecil dengan 100% 100% 100% 100%
ketentuan:

1) Minimum 3 unit dengan Pemenuhan Perabot


dinding, atap, dan dapat Jamban
dikunci, 1 jamban untuk
setiap 40 siswa pria, 1 jamban
untuk setiap 30 siswa wanita,
dan 1 jamban untuk 100% 100% 100% 100%
guru/karyawan.

2) Luas minimum tiap unit 2


m2 100% 100% 100% 100%

3) Tersedia air bersih yang


cukup 100% 100% 100% 100%

4) Kondisi jamban selalu


dalam keadaan bersih. 100% 100% 100% 100%

5) Dengan sarana meliputi: 100% 100% 100% 100%


a) 1 buah kloset. 100% 100% 100% 100%
b) 1 buah tempat air. 100% 100% 100% 100%
c) 1 buah gayung. 100% 100% 100% 100%

73
d) 1 buah gantungan
pakaian. 100% 100% 100% 100%

1 buah tempat sampah 100% 100% 100% 100%


6.3.19. Kondisi gudang layak pakai Sekolah memiliki gudang Pengadaan Gudang yang Terpenuhinya gudang Kepala Sekolah,
yang layak pakai layak pakai yang layak pakai Wakasek Sarana dan
Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Sekolah/madrasah memiliki Pemenuhan Perabot


gudang dengan ketentuan: Gudang 0% 0% 100% 100%

1) Luas minimum gudang


adalah 21 m2. 0% 0% 100% 100%

2) Gudang dilengkapi sarana


lemari dan rak tiap ruang. 0% 0% 100% 100%

3) Gudang dapat dikunci. 0% 0% 100% 100%


Dibuktikan dengan
memeriksa gudang dan sarana
yang tersedia 0% 0%

6.3.20. Kondisi ruang sirkulasi layak Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya ruang Kepala Sekolah,
pakai Sirkulasi yang layak pakai Sirkulasi yang layak Sirkulasi yang layak Wakasek Sarana dan
pakai pakai Prasarana, 0% 0% 100% 100%

Ruang sirkulasi memiliki Pemenuhan Perabot


ketentuan: Ruang Sirkulasi
0% 0% 100% 100%

1) Memiliki luas minimum


30% dari luas total seluruh
ruang pada bangunan, lebar
minimum 1,8 m, dan tinggi 0% 0% 100% 100%
minimum 2,5 m.

74
2) Dapat menghubungkan
ruang-ruang dengan baik,
beratap, serta memperoleh
cahaya dan udara yang cukup. 0% 0% 100% 100%

3)Terawat dengan baik,


bersih, dan nyaman. 0% 0% 100% 100%

6.3.21. Kondisi ruang tata usaha layak Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Tata Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
pakai TataUsaha yang layak Usaha yang layak pakai Tata Usaha yang layak Wakasek Sarana dan
[Link] tata usaha/tenaga pakai Prasarana,
administrasi adalah ruang
untuk pengelolaan
administrasi
sekolah/madrasah dengan 50% 50% 100% 100%
ketentuan:

1) Rasio minimum 4 m2/staf Pemenuhan Perabot


dan luas minimum 16 m2. Ruang Tata Usaha
50% 50% 100% 100%

Sarana ruang tenaga


administrasi sebagaimana
tercantum pada table berikut 50% 50% 100% 100%

6.3.22. Kondisi ruang konseling layak Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
pakai konseling yang layak Konseling yang layak konseling yang layak Wakasek Sarana dan
[Link] memiliki ruang pakai pakai Prasarana,
konseling dengan luas
minimum 9 m2, dengan 0% 0% 100% 100%
sarana:

75
Meja dan Kursi Pemenuhan Perabot
Ruang Konseling
0% 0% 100% 100%

Kursi Tamu 0% 0% 100% 100%


Lemari 0% 0% 100% 100%
Papan kegiatan 0% 0% 100% 100%
Instrumen konseling 0% 0% 100% 100%
Buku Sumber 0% 0% 100% 100%
Media Pengembangan
Kepribadian 0% 0% 100% 100%

Jam dinding 0% 0% 100% 100%


6.3.23. Kondisi ruang organisasi Sekolah memiliki Ruang Pengadaan Ruang Terpenuhinya Ruang Kepala Sekolah,
kesiswaan layak pakai Organisasi Kesiswaan yang Organisasi Kesiswaan Organisasi Kesiswaan Wakasek Sarana dan
layak pak. aiRuang organisasi yang layak pakai yang layak pakai Prasarana,
kesiswaan adalah ruang untuk
melakukan kegiatan
kesekretariatan pengelolaan
organisasi siswa. Ruang
organisasi kesiswaan 0% 0% 100% 100%
memiliki ketentuan:

1) Luas minimum 9 m2. Pemenuhan Perabot


Ruang Organisasi
Kesiswaan
0% 0% 100% 100%

2) Sarana: 0% 0% 100% 100%


1 buah meja. 0% 0% 100% 100%

76
4 buah kursi. 0% 0% 100% 100%
1 buah papan tulis. 0% 0% 100% 100%
1 buah lemari. 0% 0% 100% 100%
1 buah jam dinding. 0% 0% 100% 100%

7 Standar Pengelolaan Pendidikan

7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan

7.1.1. Memiliki visi, misi, dan tujuan Penyusunan Visi, Misi, dan Sekolah menyusun Visi, Sekolah memiliki Visi, Kepala Sekolah dan
yang jelas sesuai ketentuan Tujuan sekolah Misi, dan Tujuanmelalui Misi, dan Tujuan TPMPS
kegiatan IHT
100% 100% 100% 100%

7.1.2. Mengembangkan rencana kerja Penyusunan RKJM, RKT, Sekolah menyusun Tersusun RKS sesuai Kepala Sekolah dan
sekolah ruang lingkup sesuai RKAS RKJM, RKT,RKAS ketentuan TPMPS
ketentuan dalam IHT atau Raker
75% 80% 90% 100%

7.1.3. Melibatkan pemangku Penyusunan RKJM, RKT, Raker manajemen Sekolah memiliki RKS Kepala Sekolah dan
kepentingan sekolah dalam RKAS dengan komite sekolah sekolah dengan komite sesuai kesepakatan dan TPMPS
perencanaan pengelolaan sekolah dan tokoh masyarakat sekolah dan para kemampuan ortu
stakeholder 100% 100% 100% 100%

7.2. Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan

7.2.1. Memiliki pedoman pengelolaan Penyusunan Pedoman menyusun RKS dan buku Sekolah memiliki RKS Kepala Sekolah dan
sekolah lengkap pengelolaan sekolah ( RKS, 1,2,3 dan Buku 1,2,3 yang TPMPS
Buku 1,2,3 ) lengkap 100% 100% 100% 100%

77
7.2.2. Menyelenggarakan kegiatan Layanan kegiatan kesiswaan melaksanakan kegiatan Sekolah memiliki Kepala Sekolah,
layanan kesiswaan kesiwaan dan bimbingan dokumen layanan TPMPS dan
karir kesiswaan dengan kesiswaan 100% 100% 100% 100%
lengkap
7.2.3. Meningkatkan dayaguna pendidik Peningkatan kualitan SDM melaksanakan SDM pendidik dan Kepala Sekolah dan
dan tenaga kependidikan pendidik dan tenaga pelatihan/workshop bagi tenaga kependidikan TPMPS
kependidikan SMAN 18 SDM PTK baik didalam SMAN 18 meningkat
Bandung maupun diluar sekolah kualitasnya dan lebih 80% 85% 90% 100%
berdaya guna

7.2.4. Melaksanakan kegiatan evaluasi Penyusunan evaluasi diri melaksanakan EDS memiliki data mutu Kepala Sekolah dan
diri sekolah (PMP, IPSNP maupun sekolah atau raport TPMPS
analisis kontek ) mutu sekolah
70% 100% 100% 100%

7.2.5. Membangun kemitraan dan Kerjasama kemitraan sekolah melaksanakan program peningkatan mutu Kepala sekolah,
melibatkan peran serta dan masyarakat untuk bersama sekolah dan sekolah dan citra diri TPMPS dan Komite
masyarakat serta lembaga lain meningkatkan mutu SMAN masyarakat ( polisi, sekolah Sekolah
yang relevan 18 Bandung puskesmas, muspida, PT,
DUDI Dll) guna
meningkatkan mutu
sekolah
70% 100% 100% 100%

7.2.6. Melaksanakan pengelolaan Pelaksanaan program melaksanakan PBM yang peningkatan mutu kepala sekolah,
bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang efektif efektif akademik peserta didik [Link] dan
pembelajaran TPMPS
70% 100% 100% 100%

7.3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan

78
7.3.1. Berkepribadian dan bersosialisasi Harmonisasi kepala sekolah melaksanakan hubungan kepala sekolah menjadi kepala sekolah,
dengan baik dengan PTK untuk yang harmonis antara tauladan bagi PTK humas dan TPMPS
meningkatkan mutu sekolah kepala sekolah dengan
seluruh warga sekolah
dalam melaksanakan
peningkatan mutu
100% 100% 100% 100%

7.3.2. Berjiwa kepemimpinan kepemimpinan kepala sekolah merencanakan, sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
yang efektif mengarahkan dan kepala sekolah yang TPMPS
mengendalikan kegiatan berjiwa kepemimpinan
di sekolah untuk
mewujudkan visi sekolah 75% 80% 90% 100%

7.3.3. Mengembangkan sekolah dengan pelaksanaan program melaksanakan sekolah memiliki Kepala Sekolah dan
baik pengembangan sekolah untuk pembangunan fisik dan kepala sekolah yang TPMPS
menjadi lebih baik non fisik untuk kemajuan mampu
sekolah mengembangkan 75% 80% 90% 100%
sekolah

7.3.4. Mengelola sumber daya dengan Kepala sekolah mampu merencanakan, sekolah memiliki kepala sekolah
baik mengelola segala sumber mengarahkan dan kepala sekolah yang
daya sekolah untuk mengendalikan segala mampu mengelola
mewujudkan visi sekolah sumber daya sekolah sekolah dengan baik
dengan baik untuk mewujudkan visi
sekolah 75% 80% 90% 100%

79
7.3.5. Berjiwa kewirausahaan kepala sekolah mampu melaksanajan berbagai sekolah memiliki kepala sekolah
mencari alternatif-altrnatif inovasi untuk memajukan kepala sekolah mampu
penyelesaian masalah yang di sekolah mewujudkan visi
hadapi sekolah sekolah 75% 80% 90% 100%

7.3.6. Melakukan supervisi dengan baik Program supervisi kepala melaksanakan supervisi kinerja sekolah terjadi Kepala Sekolah dan
sekolah baik kelas maupun peningkatan TPMPS
supervisi kinerja tendik
100% 100% 100% 100%

7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen

7.4.1. Memiliki sistem informasi pengelolaan SIM sekolah membuat SIM ( web Adanya SIM yang kepala sekolah,
manajemen sesuai ketentuan secara efektif sekolah dan segala bentuk efektif humas dan TPMPS
informasi) antara sekolah
dengan siswa, guru dan
masyarakat berjalan baik.
75% 80% 90% 100%

8 Standar Pembiayaan

8,1
Sekolah memberikan layanan subsidi silang

8.1.1 Membebaskan biaya bagi siswa Pembebasan biaya bagi siswa Sekolah membebaskan Sekolah memiliki data
tidak mampu tidak mampu biaya bagi siswa tidak siswa yang perlu
mampu dibantu melalui dana
subsidi silang 50% 50% 100% 100%

80
Pengurangan dan pembebasan Pengajuan Biaya Tidak
biaya pendidikan Bagi siswa Mampu
tidak mampu
50% 50% 100% 100%

Pemberian bea siswa Data Peserta Didik Yang


Tidak Mampu (Subsidi
Silang) 50% 50% 100% 100%

Membantu Biaya Lainnya Memprogramkan IPDB


(Buku, Baju, Olahraga, dll) (min Rp. 4.000.000,-)
50% 50% 100% 100%

Sekolah membebaskan biaya Memprogramkan


operasional bagi siswa tidak Tunggakan IPDB dan IB
mampu 50% 50% 100% 100%

8.1.2 Memiliki daftar siswa dengan Melalui bantuan wali kelas Membebaskan biaya bagi
latar belakang ekonomi yang jelas mendata latar belakang siswa tidak mampu
ekonomi orang tua siswa 50% 50% 100% 100%

Terdapat data riil pemasukan pendekatan lebih intensif


pembayaran dari orangtua kepada orang tua
siswa yang ada pada buku
kas/laporan keuangan 50% 50% 100% 100%

Terdapat data siswa tidak


mampu. 50% 50% 100% 100%

8.1.3 Melaksanakan subsidi silang Melaksanakan subsidi silang Membebaskan biaya bagi
untuk membantu siswa kurang untuk membantu siswa siswa tidak mampu
mampu kurang mampu 50% 50% 100% 100%

81
UUD 1945 mengamanatkan, Usaha Penggalian dana
bahwa pendidikan hak warga dari CSR atau Blokgrant
negera Indonesia 50% 50% 100% 100%

Penetapan uang sekolah


(iuran bulanan)
mempertimbangkan
kemampuan ekonomi
orangtua siswa 50% 50% 100% 100%

8,2
Beban operasional sekolah sesuai ketentuan

8.2.1 Memiliki biaya operasional non Sekolah Menyusun RKAS Pada RKAS, memiliki
personil sesuai ketentuan biaya peruntukan :

1. ATK 100% 100% 100% 100%


2. Bahan dan Alat Habis
Pakai 100% 100% 100% 100%

3. Pengembangan Sarana
Prasarana (Pemeliharaan
dan Perbaikan Ringan)
100% 100% 100% 100%

4. Daya dan Jasa 100% 100% 100% 100%


5. Transportasi /
Perjalanan Dinas 100% 100% 100% 100%

6. Pembinaan Siswa /
Ekstrakurikuler
100% 100% 100% 100%

82
7. Pengembangan
Pendidik 100% 100% 100% 100%

8. Pengembangan Tenaga
Kependidikan
100% 100% 100% 100%

9. Gaji Pendidik dan


Tenaga Kependidikan
100% 100% 100% 100%

10. Pelaporan 100% 100% 100% 100%


8,3
Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik

8.3.1 Mengatur alokasi dana yang Sekolah dapat Bantuan BOS Memprogramkan IPDB
berasal dari APBD / APBN / Pusat, BOPD, Hibah (min Rp. 5.000.000,-)
Yayasan / sumber lainnya
60% 75% 75% 75%

8.3.2 Memiliki laporan pengelolaan Sekolah menyusun Laporan Pengarsipan Buku Tersusunnya Laporan
dana Buku Kas Umum, Buku Kas Laporan Keunagan Keuangan transparan
Tunai, Buka Kas Pembantu Pertahun dan akuntabel
Pajak, Buku Kas Pembantu 100% 100% 100% 100%
Bank untuk Laporan BOS

Tersusunnya Laporan
Keuangan dari
Masyarakat dan
Pemerintah 100% 100% 100% 100%

Daya Serap Per Mata


Anggaran

1. ATK 100% 100% 100% 100%

83
2. Bahan dan Alat Habis
Pakai 100% 100% 100% 100%

3. Pengembangan Sarana
Prasarana (Pemeliharaan
dan Perbaikan Ringan)
100% 100% 100% 100%

4. Daya dan Jasa 100% 100% 100% 100%


5. Transportasi /
Perjalanan Dinas 100% 100% 100% 100%

6. Pembinaan Siswa /
Ekstrakurikuler
100% 100% 100% 100%

7. Pengembangan
Pendidik 100% 100% 100% 100%

8. Pengembangan Tenaga
Kependidikan
100% 100% 100% 100%

8.3.4 Memiliki laporan yang dapat Sekolah menyusun Laporan Realisasi BOS Pusat Tersusunnya Laporan
diakses oleh pemangku Buku Kas Umum, Buku Kas Keuangan transparan
kepentingan Tunai, Buka Kas Pembantu dan akuntabel
Pajak, Buku Kas Pembantu 100% 100% 100% 100%
Bank untuk Laporan BOS

Laporan BOS Pusat 100% 100% 100% 100%


Realisasi BOPD Propinsi
100% 100% 100% 100%

Laporan BOPD Propinsi


100% 100% 100% 100%

84
BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN
Delapan standard pendidikan wajib dilaksanakan di sekolah. Untuk
efektifnya pelaksanaan delapan standard pendidikan di SMA Pasundan 5 maka
diperlukan RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) Tahun 2021 – 2025. RKJM
bertujuan memberikan arah pelaksanaan untuk terjaminnya mutu pendidikan
Adapun lingkup RKJM terdiri atas :
1. Maksud dan tujuan
2. Kerangka penyusunan
3. Sistematika penulisan
4. Kondisi umum
5. Rencana Strategis
6. Visi/Misi
7. Tujuan Sekolah
8. Sasaran
9. Identifikasi Fungsi-fungsi yang diperlukan
10. Analisis Swot
11. Alternatif pemecahan masalah
12. Penyusunan program peningkatan mutu
13. Jadwal kegiatan
14. Kesimpulan dan saran

B. SARAN
RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) disusun dalam waktu yang
sangat singkat. Sudah pasti isinya sangat jauh dari harapan. Untuk itu saran dan
kritik yang membangun sangat diharapkan guna sempurnanaya RKJM ini. Untuk
pemangku kepentingan, disarankan memberikan pelatihan-pelatihan dalam
penyusunan RKJM.

85
DAFTAR PUSTAKA

Presiden Republik Indonesia, 2003. Undang-undang No 20 tentang Sistem


Pendidikan Nasional.

Prsesiden Republik Indonesia, 2005. Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005


tentang Standar Nasional Pendidikan

Mendiknas, 2006. Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

Mendiknas, 2007. Permendiknas No 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan

Mendiknas, 2007. Permendiknas No 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian

Mendiknas, 2006. Permendiknas No 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi


Lulusan

Mendiknas, 2007. Permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses

Mendiknas, 2007. Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan


Prasarana

Mendiknas, 2006. Permendiknas No 69 tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan

Mendiknas, 2010. Permendiknas No 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan


Minimal

Mendiknas, 2009. Permendiknas No 78 tahun 2009 tentang Sekolah Berstandar


Internasional

Pengembang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, 2010. Pengembangan


Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kementrian Pendidikan Nasional
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum : 2010

86
LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Keputusan Kepala Sekolah Pembagian Tugas Guru


Lampiran 2 Surat Keputusan Kepala Sekolah Tim Pengembang Sekolah

87

Anda mungkin juga menyukai