0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan37 halaman

Modul PBO dan PHP untuk Pemula

php

Diunggah oleh

leviathan11kid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan37 halaman

Modul PBO dan PHP untuk Pemula

php

Diunggah oleh

leviathan11kid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2022

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji kehadirat Allah SWT serta Sholawat dan
Salam untuk Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Modul atau bahan ajar ini dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman belajar
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Program Studi Sistem Informasi mata
kuliah Pemrograman Berorientasi Objek Tahun Ajaran 2021/2022. Dokumentasi
belajar selama 14 Pertemuan terangkum kesimpulannya dalam bahan ajar ini yang
berisikan :
A. Konsep Dasar PBO / OOP
B. Pengantar PHP
C. Dasar – Dasar PHP
D. Dasar – Dasar OOP / PBO
E. CRUD PHP Dengan Konsep OOP + MySQLi
F. CRUD PHP Procedural
G. Penerapan Lanjutan OOP (Form Login + Kalkulator)

Materi tersebut dirangkum dengan contoh penerapan dalam bahasa pemrograman


PHP 8 dan termasuk penggunaan database MySQL dengan menggunakan aplikasi
Xampp Terbaru Versi 3.3.0 dengan Editor Notepad+.

Pekanbaru, 14 September 2022

Zulfikar, [Link], [Link]


Silahkan dibagikan dan Semoga Bermanfaat.
A. Konsep Dasar Pemrograman Berorientasi Objek
1. Pengantar
a. Mata Kuliah Pendukung Yang Diperlukan Untuk
Mempelajari PBO / OOP :

✓ Database
✓ Struktur Data
✓ Algoritma dan Pemrograman

b. Untuk Praktek PBO Menggunakan Bahasa


Pemrograman PHP. Keterampilan pendukung yang
diperlukan :

✓ Desain Grafis
✓ Analytical thinking

c. Hasil Akhir Yang Diharapkan

✓ Menguasai Konsep PBO / OOP


✓ Menguasai Bahasa Pemrograman PHP Untuk
Tingkat Pemula
✓ Dasar Dasar Bahasa Pemrograman PHP
✓ Database “MySql”
✓ CRUD (Create – Read – Update – Delete) PHP
MySQL

d. Tools Yang Dibutuhkan

✓ Hardware : PC / Notebook
✓ Software : Xampp , Notepad+,
2. Sejarah Pemrograman Berorientasi Objek

Sejarah Pemrograman Berorientasi Objek atau


Object-Oriented Programming (OOP) adalah sebuah
pendekatan untuk pengembangan suatu software
dimana dalam struktur software tersebut
didasarkan kepada interaksi object dalam
penyelesaian suatu proses/tugas. Interaksi
tersebut mengambil form dari pesan-pesan
dan mengirimkannya kembali antar object
tersebut. Object akan merespon pesan tersebut
menjadi sebuah tindakan /action atau metode.

Dasar untuk OOP dimulai pada awal tahun 1960-


an. Sebuah terobosan melibatkan contoh dan objek
telah dicapai di MIT (Massachusetts Institute of
Technology) dengan PDP-1 (Programmed Data Processor-
1), dan pertama untuk menggunakan bahasa pemrograman
objek adalah Simula 67. Ia dirancang untuk tujuan
membuat simulasi, dan dikembangkan oleh Kristen
Nygaard dan Ole-Johan Dahl di Norwegia.

Istilah "object oriented programming" pertama


kali digunakan oleh Xerox PARC mereka di luar program
bahasa. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada
proses menggunakan objek sebagai dasar untuk
penghitungan. Tim Smalltalk yang telah terinspirasi
oleh Simula 67 proyek, tetapi mereka telah merancang
Smalltalk sehingga akan dinamis. Object dapat
diubah, diciptakan, atau dihapus, dan ini berbeda
dengan sistem statis yang digunakan secara umum.
smalltalk juga merupakan bahasa pemrograman pertama
kali yang memperkenalkan konsep inheeritance. Hal
ini adalah fitur yang diperbolehkan untuk Smalltalk
melebihi simula 67 dan pemrograman sistem analog.
Meskipun sistem yang canggih pada saat itu belum bisa
menggunakan konsep inheritance.

Simula 67 adalah sistem yang telah memberikan


inspirasi banyak bahasa pemrograman lain, termasuk
Pascal dan Lips. Pada tahun 1980-an, pemrograman
berorientasi objek telah menjadi dominan, dan faktor
utama dalam hal ini yakitu C++. object oriented
programming juga penting untuk pengembangan grafik
user interface. Cocoa dengan struktur yang ada dalam
Mac OS X adalah contoh yang baik dari GUI yang
dinamis yang bekerja dengan bahasa pemrograman
berorientasi objek. Paradigma dari pemrograman ini
juga telah memainkan peranan penting dalam
pengembangan event-driven programming.

Niklaus Wirth dan asosiasinya yang mencari


daerah seperti modular programming dan abstraction
dan mereka mengembangkan sistem yang menghimpun dua
unsur ini. Kedua sistem ini adalah Oberon dan Modula-
2. Oberon menggunakan pendekatan yang unik untuk
class dan objek orientasi yang jauh berbeda
dibandingkan C++ atau smalltalk. Sejak
diperkenalkannya OOP, sejumlah besar bahasa
pemrograman modern sekarang menggunakan konsep ini.
Beberapa diantaranya adalah Fortran, BASIC, dan
Pascal. Ada beberapa masalah kompatibilitas, karena
banyak bahasa pemrograman yang tidak dirancang
dengan pendekatan OOP. Pemrograman bahasa
berorientasi objek yang "murni" tidak memiliki
banyak fungsi yang diperlukan oleh programmer.

Untuk memecahkan masalah tersebut, sejumlah


peneliti telah mencoba membuat desain baru untuk
bahasa pemrograman yang menggunakan kosep obejct
oriented yang masih tetap memnggunakan fungsi yang
diperlukan oleh programer. Satu contoh dari sebuah
bahasa pemrograman yang telah dicapai adalah Eiffel.
Bahasa pemrograman lain yang telah berusaha untuk
memecahkan masalah ini adalah Java. Java menjadi
populer karena menggunakan virtual Machine, dan
sangat mirip dengan C++ dan C. mesin virtual penting
karena memungkinkan kode untuk dijalankan pada
berbagai platform tanpa perlu diubah. Sistem lain
yang serupa adalah Microsoft .NET. Banyak pengembang
sekarang memahami pentingnya OOP, dan sedang aktif
menggunakan dalam programnya masing-masing. Banyak
peneliti terus membuat pengembangan dengan
menggunakan pendekatan object oriented.

Ada sejumlah bahasa lain yang telah berhasil


mengkombinasikan pendekatan objek oriented dengan
prosedur yang berguna untuk programmer. Python
adalah salah satu contoh, dan Ruby menggunakan
pendekatan yang serupa juga.
3. Intisari Pemrograman Berorientasi Objek
a. Class/Kelas
Di dalam sebuah objek kelas merupakan prototype
atau rancangan yang menafsirkan variabel dan
berbagai method pada sebuah objek tertentu.
Fungsinya adalah untuk menampung konten atau isi dari
sebuah program yang akan dijalankan. Dengan kata
lain, kelas/class adalah rancangan atau prototype
dari sebuah objek dalam pemrograman berorientasi
objek.
Untuk mempermudah kita memahami tentang class,
salah satu contoh dari class adalah class person,
class animal, vehicle, fruit dan lain-lain. Dalam
bidang pemrograman, sebuah class haruslah dapat
dikenali bahkan oleh orang bukan programmer, karena
class merupakan dasar dari sebuah program.

b. Objek
Yang dimaksud dengan objek dalam pemrograman
berorientasi objek adalah kumpulan perangkat lunak
yang terdiri dari metode-metode dan variabel yang
saling berkaitan. Objek juga merupakan wujud nyata
dari prototype atau rancangan yang disebutkan dalam
class tadi.
c. Method/Metode
Method atau metode merupakan suatu operasi
berupa fungsi-fungsi yang dapat dikerjakan oleh
suatu objek. Method didefinisikan pada class, namun
dipanggil melalui objek. Contoh, pada objek buah
pear: terdapat ‘metode ambil rasa’, ‘kupas kulit’
dan lain-lain.
Dalam pemrograman berorientasi objek, method
merupakan kumpulan dari berbagai program yang
memiliki nama. Ini adalah alat yang digunakan oleh
seorang programmer dalam memecah sebuah program
menjadi bagian yang kecil-kecil dan kompleks
sehingga dapat digunakan berulang kali.

d. Abstraksi
Abstraksi merupakan kemampuan dari sebuah
program untuk melewati aspek informasi yang diproses
olehnya, atau bisa juga disebut sebagai kemampuan
untuk memfokuskan pada intinya. Setiap objek dalam
sistem OOP merupakan model dari “pelaku” abstrak yang
dapat melakukan suatu pekerjaan, pelaporan dan
perubahan pada keadaannya, dan melakukan komunikasi
dengan objek lainnya yang ada di dalam sistem suatu
program, tanpa memperlihatkan bagaimana hal ini
diterapkan

e. Enkapsulasi
Ini adalah suatu bentuk dimana pengguna dari
sebuah objek tidak dapat mengganti atau mengubah
(memodifikasi) suatu keadaan dari sebuah objek
dengan cara yang tidak layak, oleh karena itu keadaan
ini hanya dapat dimodifikasi sesuai dengan ketentuan
yang terdapat di dalam objek tersebut. Begitupun
ketika kita ingin mengganti interfacenya haruslah
memenuhi aturan dari objek yang bersangkutan. Objek
yang lainnya tidak akan tergantung dengan objek
tersebut.

4. Kelebihan dari Pemrograman Berorientasi Objek


Pemrograman berorientasi objek memiliki
beberapa kelebihan yang tentunya akan sangat
menguntungkan developer program.
a. Meningkatkan produktivitas pengembangan program
seperti dalam beberapa hal berikut ini.
Modularitas: Pembuatan program dapat
dilakukan dengan membuat modul-modul berupa objek
kemudian menggabungkannya. Dengan kata lain kita
bisa patungan dalam mengerjakan modul-modul
tersebut, alias kroyokan.
Fleksibilitas: Sistem Program yang dihasilkan
dapat dikustom dan kita tidak harus melibatkan
banyak modul di dalamnya, kita cukup memodifikasi
objek yang terkait saja.
Perluasan: Dengan menambahkan perilaku dan
atribut sebuah kelas objek dapat dikembangkan
dengan mudah.
Dapat diperluas: Sistem program yang
dikembangkan dengan menggunakan pemrograman
berorientasi objek bahkan dapat dikembangkan
menjadi sistem perangkat lunak yang besar dan
paling kompleks sekalipun.
Bisa digunakan kembali: Sebuah kelas objek
yang telah dibuat dapat kembali digunakan pada
lintas program. Hal ini biasanya akan
mempersingkat waktu kita untuk membuat coding.
Buat apa bikin ulang kalau bisa dan diperbolehkan
copy paste, kan.

b. Pemeliharaan lebih mudah


Kenapa? Karena OOP memiliki design yang terdiri
dari modul-modul, meskipun sistem aplikasi yang
kita buat dalam skala yang kompleks, kita akan
mudah melakukan pemeliharaan terhadap perangkat
lunak ini jika terjadi perubahan ataupun masalah.

c. Proses pengembangan aplikasi yang lebih cepat


Pemrograman berorientasi objek didukung oleh
adanya banyak library objek yang bisa dipakai
berulang, sehingga mempermudah dan mempercepat
kita dalam pengembangan program dan juga project
lainnya.

d. Hemat biaya pengembangan program aplikasi


Bagaimana tidak, rata-rata harga pengembangan
suatu program adalah tergantung seberapa lama
waktu yang diperlukan, sehingga waktu
pengembangan yang singkat tentunya akan
mengurangi biaya proyek program.
e. Software yang dihasilkan berkualitas tinggi
Waktu pengembangan yang lebih cepat akan memberi
waktu lebih kepada developer dalam melakukan
ujicoba terhadap program yang sudah dibuatnya
sehingga mengurangi adanya bug atau error. Meski
dengan begitu banyak kelebihan dari pemrograman
berorientasi objek, tidak bisa kita pungkiri bahwa
langkah-langkah ini juga memiliki beberapa
kekurangan, terutama bagi kita yang baru terjun
di dalam pemrograman ini. Hal tersebut disebabkan
beberapa hal berikut ini.
Karena OOP terdiri dari modul-modul, otomatis
susunan maupun program yang dihasilkan akan lebih
kompleks. Sehingga untuk programmer pemula
mungkin akan memerlukan waktu lebih hingga
terbiasa menggunakan OOP ini. kuran Program yang
dibuat menggunakan OOP biasanya akan lebih besar
jika dibandingkan dengan program yang dibuat
menggunakan POP (Post Office Protocol). Biasanya
waktu loading program OOP sedikit lebih lambat
karena ukurannya yang lebih besar dari program
lainnya.
Meski dengan sekian banyak kelebihannya, perlu
Anda ketahui bahwa tidak semua permasalahan
program dapat diselesaikan dengan menggunakan
OOP. Beberapa program justru lebih efisien jika
dibangun menggunakan POP atau pemrograman
lainnya.

5. Bahasa Pemrograman Apa Saja yang Didukung Oleh OOP?


Adapun Bahasa pemrograman yang mendukung
pemrograman berorientasi objek yang pastinya sering
di dengar oleh Anda yang menekuni IT. Dan Bahasa
program tersebut adalah sebagai berikut.
a. Bahasa Visual Foxpro, yaitu bahasa pemrograman
berorientasi objek dan procedural keluaran
Microsoft.
b. Java, dijalankan oleh komputer bahkan telepon
genggam.
c. C++, yang merupakan perkembangan lanjutan dari
Bahasa pemrograman C.
d. Bahasa pemrograman Pascal, dibuat oleh Profesor
Niklaus Wirth sebagai alat bantu pengajaran
pemrograman komputer.
e. Bahasa pemrograman Smalltalk, dalam Bahasa
pemrograman ini objek satu dapat saling
berkomunikasi dengan objek lainnya melalui
messages atau berita.
f. Bahasa Ruby, merupakan bahasa pemrograman
dinamis yang berbasis script dan yang pasti
berorientasi pada objek.
g. Bahasa pemrograman Python, sebuah bahasa
pemrograman yang bisa berjalan pada berbagai
platform perangkat lunak.
h. PHP, banyak digunakan untuk membuat website
dinamis.
i. Perl, merupakan bahasa pemrograman serbaguna
yang pertama kali diciptakan oleh Larry wall
pada mesin Unix.
B. Pengantar PHP
1. Pengertian PHP
PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip
yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML.
PHP banyak dipakai untuk memprogram situs web dinamis.
PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang
digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web. Dalam
implementasinya saat membuat aplikasi web, PHP juga
digabung dengan HTML, JavaScript, jQuery, Ajax. Selain
itu, PHP juga dapat dihubungkan dengan sistem basis
data sehingga dapat menghasilkan aplikasi web yang
dinamis.
PHP merupakan bahasa pemrograman yang yang gratis
dan bisa dijalankan pada semua sistem operasi. Untuk
menjalankan script PHP kita membutuhkan Web Server,
itulah kenapa PHP disebut sebagai server side
scripting. Maksud dari server side scripting adalah
proses eksekusi script PHP dilaksanakan di server
menggunakan Web Server, kemudian hasilnya akan dikirim
ke browser pengguna/client.
Misalkan anda melakukan login ke akun sosial media
kesukaan anda, kemudian anda diminta untuk memasukkan
username dan password. Selanjutnya oleh browser data
anda dikirim ke server selanjutnya server akan
menjalankan/mengeksekusi script PHP untuk melakukan
pengecekan data yang tadi anda masukkan dengan data
yang ada di dalam database. Hasil verifikasi tersebut
akan dilaporkan kembali kepada anda dalam bentuk HTML,
kemudian oleh browser akan diubah menjadi tampilan
beranda ataupun pesan login gagal. Penggunaan PHP
sebagai bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi web
semakin efisien dengan adanya framework yang mengusung
sistem Model View Control (MVC). Ada banyak jenis
framework PHP, diantaranya yang paling populer adalah
Laravel, CodeIgniter, Yii, dll.

2. Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari
Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali
dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu
itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang
wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk
mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk
umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode
sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak
pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini,
interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program
C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi
yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend
menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih,
lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998,
perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP
dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan
singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP:
Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis
interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan
PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak
dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai
disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web
kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan
stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam
versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami
perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model
pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk
menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah
paradigma berorientasi objek. Server web bawaan
ditambahkan pada versi 5.4 untuk mempermudah
pengembang menjalankan kode PHP tanpa menginstall
software server.
Versi PHP terbaru hingga hari ini 6 April 2022
saat pertemuan pertama perkuliahan adalah PHP 8.1.4
yang dirilis 17 Maret 2022.
Fungsi PHP dalam pemrograman web adalah untuk
membuat aplikasi web menjadi dinamis yang dapat
memproses data dan menyimpan data ke dalam basis data.
Dengan begitu data pada aplikasi web dapat diubah dan
dihapus tanpa harus langsung mengubah kode program
langsung. Namun hanya cukup dengan mengubahnya melalui
inputan dari aplikasi web. PHP juga mempersingkat
tatanan penulisan kode HTML dan CSS.
Kelebihan PHP adalah sebagai berikut :
a. Berbasis Server Side Scripting
b. Command Line Scripting pada PHP
c. PHP Dapat Membuat Aplikasi Desktop
d. Digunakan untuk Berbagai Macam Sistem
Operasi
e. Mendukung berbagai Macam Web Server
f. Berorientasi Obyek dan Prosedural
g. Mendukung banyak RDBMS
h. Mendukung banyak Komunikasi
i. Output file PHP pada XHTML, HTML & XML
j. PHP Gratis

3. Rumus Dasar PHP


Sebelum kita belajar lebih lanjut tentang
Pemrograman PHP, hal pertama yang perlu kita pahami
adalah aturan penulisan sintaks di PHP. Sintaks PHP
merupakan aturan dalam penulisan kode yang dapat
dipahami dengan baik oleh compiler ketika
menerjemahkan kode program. Penulisan kode PHP yang
benar harus diawali dengan tag pembuka <?php dan tag
penutup ?>. Didalam kode program PHP juga dapat
diselipkan kode HTML maupun JavaScript.

Contoh Penulisan Kode PHP adalah sebagai berikut :

<?php
echo “Hello World” ;
?>

Untuk menandakan bahwa sebuah file merupakan file


PHP maka harus disimpan dengan ekstensi sebagai berikut
: .php .phtml .php3 .php4 .php5 .phps
C. Dasar – Dasar PHP
a. Intro To PHP
Apa itu PHP?

✓ PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext


Preprocessor"
✓ PHP adalah bahasa Pemrograman skrip yang open source
yang banyak digunakan
✓ Skrip PHP dieksekusi di server
✓ PHP gratis untuk diunduh dan digunakan

Apa itu File PHP?

✓ File PHP dapat berisi teks, HTML, CSS, JavaScript, dan


kode PHP
✓ Kode PHP dieksekusi di server, dan hasilnya
dikembalikan ke browser sebagai HTML biasa
✓ File PHP memiliki ekstensi ".php"

Mengapa Harus PHP?

✓ PHP berjalan di berbagai platform (Windows, Linux,


Unix, Mac OS X, dll.)
✓ PHP kompatibel dengan hampir semua server yang
digunakan saat ini (Apache, IIS, dll.)
✓ PHP mendukung berbagai database
✓ PHP 100% gratis. Download dari sumber resmi PHP:
[Link]
✓ PHP sangat mudah untuk dipelajari

Fitur Utama PHP?

✓ PHP dapat digunakan untuk membuat web dinamis


✓ PHP dapat membuat, membuka, membaca, menulis,
menghapus, dan menutup file di server
✓ PHP dapat mengumpulkan data formulir
✓ PHP dapat mengirim dan menerima cookie
✓ PHP dapat menambah, menghapus, mengubah data di
database
✓ PHP dapat digunakan untuk mengontrol akses pengguna
✓ PHP dapat mengenkripsi data

Dengan PHP Anda tidak terbatas pada output HTML. Anda


dapat menampilkan gambar, file PDF, dan bahkan animasi
Flash. Anda juga dapat menampilkan teks apa pun,
seperti XHTML dan XML.

Cara Memulai Bahasa Pemrograman PHP

Sebelum Memulai Bahasa Pemrograman Ada Beberapa


Persiapan Yang Harus Dilakukan Yaitu Aplikasi Web
Server, Aplikasi PHP, Aplikasi MySQL untuk Database,
Aplikasi Editor / Compiler dan Aplikasi Web Browser.
a. Instalasi XAMPP
(Sudah Include web server, php dan database
MySQL)
b. Instalasi Notepad ++
c. Instalasi Browser (Bebas)
d.

Skrip PHP Dasar / Kode PHP Dasar / Syntax

Skrip PHP dapat ditempatkan di mana saja dalam


dokumen.
Skrip PHP dimulai dengan <?php dan diakhiri dengan
?>:

Ekstensi file default untuk penyimpanan file PHP


adalah ".php".

File PHP biasanya berisi tag HTML, dan beberapa kode


skrip PHP.

Di bawah ini adalah contoh file PHP sederhana, dengan


skrip PHP yang menggunakan fungsi bawaan PHP "echo"
untuk menampilkan teks "Hello World!" di halaman web.
Pernyataan PHP diakhiri dengan titik koma (;) atau
semicolon.
Latihan 1. Kode Dasar

Dan Ini adalah hasil ketika dibuka dengan browser

Kode PHP bisa digabungkan dengan kode HTML. Berikut


contoh penerapannya

Latihan [Link] Dasar PHP dengan HTML

Dan Ini adalah hasil ketika dibuka dengan browser


Komentar dalam PHP

Komentar dalam kode PHP adalah baris yang tidak


dieksekusi sebagai bagian dari program. Satu-satunya
tujuan adalah untuk dibaca oleh seseorang yang
melihat kode.

Komentar dapat digunakan untuk:

• Cara memberi tahu orang lain untuk memahami kode


program Anda
• Sebagai pengingat diri Anda tentang apa yang Anda
lakukan – Jika nanti anda memperbaiki kode program
atau melengkapinya satu atau dua tahun kemudian maka
kita bisa paham detail setiap baris kode program
tersebut. Komentar dapat mengingatkan Anda tentang
apa yang Anda pikirkan ketika Anda menulis kode

Untuk membuat komentar di PHP ada beberapa cara


yaitu:

Latihan 3. Komentar Dalam PHP


Ketika dijalankan maka hasilnya adalah :

Lihat… Hasil hanya menampilakn teks “Hi, Saya belajar


php nich. Sementara tesk yang diawali dengan // dan #
tidak dieksekusi.

Contoh komentar yang beberapa baris.

Latihan [Link] Dalam PHP (lebih 1 baris)

Teks yang anda antara /* */ tidak akan dieksekusi


oleh php.

Variabel PHP

Variabel adalah "wadah" untuk menyimpan informasi.

Membuat (Mendeklarasikan) Variabel PHP

Dalam PHP, sebuah variabel dimulai dengan tanda $,


diikuti dengan nama variabel.
Latihan 5. Variabel Untuk Angka dalam PHP

Setelah eksekusi pernyataan di atas, variabel $txt


akan menyimpan nilai Hello world!, variabel $x akan
menyimpan nilai 5, dan variabel $y akan menyimpan
nilai 10.5.

Catatan: Saat Anda menetapkan nilai teks ke variabel,


beri tanda kutip di sekitar nilai. Namun jika nilai
angka untuk variabel maka tidak pakai kutip.

Catatan: Tidak seperti bahasa pemrograman lain, PHP


tidak memiliki perintah untuk mendeklarasikan
variabel. Itu dibuat saat Anda pertama kali
menetapkan nilai padanya.

Variabel PHP

Sebuah variabel dapat memiliki nama pendek (seperti x


dan y) atau nama yang lebih deskriptif (umur,
tanggallahir, tempat_lahir).

Aturan untuk variabel PHP:

✓ Sebuah variabel dimulai dengan tanda $, diikuti


dengan nama variabel
✓ Nama variabel harus dimulai dengan huruf atau
karakter garis bawah
✓ Nama variabel tidak boleh dimulai dengan angka
✓ Nama variabel hanya boleh berisi karakter alfanumerik
dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
✓ Nama variabel peka huruf besar/kecil ($usia dan $Usia
adalah dua variabel yang berbeda)

Output Variabel

✓ Pernyataan echo PHP sering digunakan untuk


menampilkan data ke layar.
✓ Contoh berikut cara menampilkan teks dan sebuah
variabel:

Latihan [Link] Untuk Teks

Hasilnya akan sama dengan yang berikut

Pada contoh di atas, perhatikan bahwa kita tidak


perlu memberi tahu PHP tipe data mana dari variabel
tersebut.

PHP secara otomatis mengaitkan tipe data ke variabel,


tergantung pada nilainya. Karena tipe data tidak
diatur secara ketat, Anda dapat melakukan hal-hal
seperti menambahkan string ke bilangan bulat tanpa
menyebabkan kesalahan.

Ruang Lingkup Variabel PHP

Dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja


dalam skrip.

Ruang lingkup variabel adalah bagian dari skrip di


mana variabel dapat direferensikan/digunakan.

PHP memiliki tiga cakupan variabel yang berbeda:

✓ Lokal
Variabel yang dideklarasikan dalam suatu fungsi
memiliki LINGKUP LOKAL dan hanya dapat diakses di
dalam fungsi itu:
Latihan 7. Variabel Lokal

✓ Global
Variabel yang dideklarasikan di luar fungsi memiliki
LINGKUP GLOBAL dan hanya dapat diakses di luar
fungsi:

Latihan 8. Variabel Global

✓ PHP Global Keyword


PHP Global Keyword atau Kata kunci global digunakan
untuk mengakses variabel global dari dalam suatu
fungsi.
Untuk melakukan ini, gunakan kata kunci “global”
sebelum variabel (di dalam fungsi):
Latihan 9. Variabel Global Keyword

PHP juga menyimpan semua variabel global dalam array


yang disebut $GLOBALS[index]. Indeks memegang nama
variabel. Array ini juga dapat diakses dari dalam
fungsi dan dapat digunakan untuk memperbarui variabel
global secara langsung.
Contoh :

Latihan 10. Variabel global array

✓ PHP Static Keyword


Biasanya, ketika suatu fungsi selesai/dieksekusi,
semua variabelnya akan dihapus. Namun, Jika variabel
lokal TIDAK dihapus dan akan digunakan kembalo maka
gunakan kata kunci “static” saat pertama kali
mendeklarasikan variabel:
Latihan 11. Keyword Statis

PHP Constants – Konstanta PHP

Konstanta hampir sama seperti variabel, perbedaannya


adalah nilai dari konstanda didefinisikan dan tidak dapat
diubah selama program berjalan.

Konstanta adalah pengidentifikasi (nama) untuk nilai


sederhana. Nilai tidak dapat diubah selama kode program
dijalankan.

Nama konstanta yang valid dimulai dengan huruf atau


garis bawah (tanpa tanda $ sebelum nama konstanta).

Catatan: Tidak seperti variabel, konstanta secara


otomatis bersifat global di seluruh skrip atau kode
program.

Cara Membuat Konstanta PHP

Untuk membuat konstanta, gunakan fungsi define().

Rumusnya adalah

define(name, value, case-insensitive)

Parameter:

name: Menentukan nama konstanta


value: Menentukan nilai konstanta

case-insensitive: Menentukan apakah nama konstanta harus


case-insensitive. Defaultnya false (case sensitive)

Contoh 1 – Latihan 12 : Konstanta Case Sensitive

Contoh 2 – Latihan 13 : Konstanta Case Insensitive

Contoh 3 – Latihan 14 : Konstanta Array Dalam PHP

Di PHP7, Anda dapat membuat konstanta Array menggunakan


fungsi define().
Tipe Data Dalam PHP

Tipe Data PHP

Variabel dapat menyimpan data dari tipe yang berbeda, dan


tipe data yang berbeda dapat melakukan hal yang berbeda.

PHP mendukung tipe data berikut:

1. String
✓ String adalah urutan karakter, seperti "Nama Saya!".
✓ String dapat berupa teks apa pun di dalam tanda kutip.
Anda dapat menggunakan tanda kutip tunggal atau ganda:

Latihan 15. String

2. Integer / Bilangan Bulat

Tipe data integer adalah angka non-desimal antara -


[Link] dan [Link].

Aturan bilangan Integer / Bilangan bulat:

✓ Sebuah bilangan bulat harus memiliki setidaknya satu


digit
✓ Bilangan bulat tidak boleh memiliki titik desimal
✓ Bilangan bulat bisa positif atau negatif
✓ Bilangan bulat dapat ditentukan dalam: desimal (basis
10), heksadesimal (basis 16), oktal (basis 8), atau biner
(basis 2) notasi.
Latihan 16. Integer

Latihan 17. Operasi Matematika Integer

3. Float (floating point numbers – dikenal juga dengan double)


✓ float (floating point number) adalah angka dengan titik
desimal atau angka dalam bentuk eksponensial.
✓ Tipe data float (disebut juga tipe data floating point,
atau real number) adalah tipe data angka yang memiliki
bagian desimal di akhir angka, atau memiliki floating point
(floating point adalah istilah dalam bahasa inggris untuk
menyebut tanda “titik” yang menandakan bilangan desimal).
Contoh angka float adalah seperti: 0,9 atau 3,14.
✓ Tipe data float cocok digunakan untuk variabel yang akan
berisi angka pecahan, seperti nilai IPK, hasil pembagian,
atau hasil komputasi numerik yang angkanya tidak bisa
ditampung oleh data integer.
Latihan 18. Latihan Float

4. Boolean
Tipe data boolean adalah tipe data paling sederhana dalam
PHP dan juga dalam bahasa pemograman lainnya. Tipe data
ini hanya memiliki 2 nilai, yaitu true (benar) dan false
(salah).

Tipe data boolean biasanya digunakan dalam operasi logika


seperti kondisi if, dan perulangan (looping). Untuk
penggunaan tipe data boolean akan kita pelajari pada
waktu membahas tentang struktur pemograman PHP.

Latihan 19. Boolean

5. Array
Array adalah sebuah tipe data bentukan yang terdiri dari
kumpulan tipe data lainnya. Menggunakan array akan
memudahkan dalam membuat kelompok data, serta menghemat
penulisan dan penggunaan variabel.
Latihan 20. Array

Operand, Operator dan Urutan Operator dalam PHP

Pengertian Operand dan Operator

Dalam bahasa pemograman, terdapat istilah operand dan


operator. Operand adalah nilai asal yang digunakan didalam
proses operasi, sedangkan operator adalah instruksi yang
diberikan untuk mendapatkan hasil dari proses tersebut.

Contohnya, operasi: 7+3. Angka 7 dan 3 adalah operand,


sedangkan tanda tambah (karakter +) adalah operator.
Beberapa operator bisa mengubah nilai dari operandnya
sendiri, walaupun kebanyakan hanya sebagai penghubung
antar operand. Operator di dalam PHP ada banyak kesamaan
dengan bahasa C atau C++.

Jenis Operator Berdasarkan Jumlah Operand

Berdasarkan jumlah operand, operator dapat dibedakan


menjadi 3, yaitu Operator Unary, Binary dan Ternary.

A. Operator unary adalah operator yang hanya memiliki 1


operand, contohnya karakter – (tanda minus). Tanda minus
digunakan membuat sebuah angka menjadi negatif, contohnya:
-5, atau karakter + untuk menegaskan nilai positif,
contohnya: +5.
B. Operator binary adalah operator yang memiliki 2 operand.
Operator jenis ini adalah yang paling banyak digunakan,
misalkan 7+2, 2-1, atau 10/2.
C. Operator Ternary adalah operator yang memiliki 3 operand.
Didalam PHP hanya dikenal 1 operator ternary, yaitu
operator kondisi (? :)

Urutan Prioritas Operator dalam PHP

Sama seperti membuat persamaan dalam matematika, operator


dalam PHP juga memiliki urutan pemrosesan tersendiri.
Misalkan terdapat kode program sebagai berikut:

$a = 2;
$b = 3;
$c = 5;
$d = $a + $b * $c ;

Program tersebut akan dieksekusi oleh PHP dengan melihat


urutan prioritasnya. Urutan prioritas ini menetapkan
seberapa “dekat” operator dengan kedua operand-nya.
Sebagai contoh, 2+3*5 hasilnya adalah 17, bukan 25. Hal
ini karena operator perkalian (*) memiliki prioritas lebih
tinggi daripada operator penambahan (+).

Namun urutan prioritas ini dapat “dipaksa” dengan


menggunakan tanda kurung, jika anda ingin menjumlahkan 2
dan 3 terlebih dahulu, maka operasi sebelumnya bisa
ditulis menjadi (2+3)*5 yang hasilnya adalah 25.

Pengertian Operator Aritmatika dalam PHP

Operator Aritmatika adalah operator matematis yang terdiri


dari operator penambahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, modulus, plus, dan minus.

Jenis Operator Aritmatika dalam PHP

Didalam PHP terdapat 7 jenis operator aritmatika, berikut


ke tujuh operator tersebut:
Latihan 21. Operator Aritmatika
Fungsi var_dump pada PHP yakni digunakan untuk mencetak
output pada browser sehingga mengetahui informasi pada suatu
nilai variabel, atau dengan kata lain agar dapat melihat
proses yang terjadi di dalam PHP. Fungsi var_dump ini dapat
digunakan hanya untuk proses debugging, dimana ketika kira
perlu mengetahui sebuah struktur informasi berupa nilai dan
tipe data dari suatu variabel. Oleh karena itu, fungsi
var_dump() disediakan oleh PHP agar dapat digunakan untuk
melihat lebih detail tipe data dan nilai sebuah variabel
ketika terjadi konversi misal dari integer ke string dalam
kasus-kasus tertentu

PERCABANGAN DAN PERULANGAN

1. If Else
Rumus Dasar
<?php
if(kondisi){
//jika kondisi terpenuhi
}else{
//jika kondisi tidak terpenuhi
}
?>

Latihan 22
2. IF – Else If – Else
Rumus Dasar
<?php
if(kondisi){
//jika kondisi 1 terpenuhi
}elseif{
//jika kondisi 2 terpenuhi
}else{
//jika kondisi tidak terpenuhi
}
?>

Latihan 23

3. Switch Case
Rumus Dasar
<?php
$variabel = x;
switch ($vaiabel) {
case x:
echo "Isi variabel adalah x";
break;
case a:
echo "Isi variabel adalah a";
break;
case b:
echo "Isi variabel adalah b";
break;
case c:
echo "Isi variabel adalah c";
break;
case d:
echo "Isi variabel adalah d";
break;
default:
echo "Isi variabel tidak di temukan";
break;
}
?>

Latihan 24
4. While
Rumus Dasar
while( Kondisi ){
Statement.
}
Latihan 25

5. For
Rumus Dasar
<?php
for($x=1;$x<=10;$x++){
echo $x;
//membuat perulangan yang menampilkan angka satu
sampai sepuluh sesuai dengan aturan yang sudah di buat
pada kondisi di atas.
}
?>

Latihan 26

Anda mungkin juga menyukai