Algoritma Pemrograman:
Pengertian, Fungsi, Cara Kerja,
Contoh
February 15, 2023 4 min read
Algoritma pemrograman adalah langkah berurutan dan terstruktur untuk membuat program.
Jadi, setiap program komputer seperti software, apps, hingga sistem operasi dibangun dari
algoritma pemrograman.
Ibarat resep, fungsi algoritma pemrograman membantu Anda memecahkan masalah secara
logis dan menciptakan program yang efektif. Karena itu, bagi Anda yang ingin menguasai
programming, wajib paham apa itu algoritma pemrograman.
Tenang, Anda sudah di tempat yang tepat! Kali ini, kami ajak Anda mengenal pengertian
algoritma pemrograman, fungsinya, hingga contoh algoritma yang bisa Anda pelajari.
Sudah tidak sabar, kan? Ini dia materi algoritma pemrograman selengkapnya!
Daftar isi tutup
Apa itu Algoritma Pemrograman?
Cara Penyajian Algoritma
Cara Kerja Algoritma Pemrograman
Fungsi Algoritma Pemrograman
Jenis-jenis Algoritma Pemrograman
1. Algoritma Brute Force
2. Algoritma Recursive
3. Algoritma Randomized
4. Algoritma Sorting
5. Algoritma Searching
6. Algoritma Hashing
Contoh Algoritma Pemrograman
Sudah Paham Pengertian Algoritma Pemrograman, kan?
Apa itu Algoritma Pemrograman?
Algoritma pemrograman adalah serangkaian langkah atau instruksi untuk
memecahkan masalah tertentu. Di dalam pemrograman, algoritma digunakan untuk
menentukan alur logika program.
Bisa dibilang bahwa algoritma adalah aspek utama ketika developer membuat program
dengan bahasa pemrograman apapun. Sebab, hasil akhir program bergantung dari algoritma
yang ditulis.
Oleh karena itu, seorang developer wajib menguasai algoritma pemrograman ketika belajar
pemrograman. Lantas, bagaimana sih cara mempelajari algoritma dan pemrograman?
Cara Penyajian Algoritma
Sebagai awalan, Anda bisa belajar dua cara penyajian algoritma programming, yaitu:
1. Pseudocode
Pseudocode adalah cara penulisan program secara informal dengan kaidah sendiri, daripada
menggunakan aturan yang ditetapkan bahasa pemrograman. Tujuannya yaitu agar alur logika
yang ditulis lebih mudah dipahami manusia.
Di bawah ini adalah contoh pseudocode untuk menentukan bilangan terbesar dari tiga inputan
angka:
2. Flowchart
Flowchart adalah diagram yang menampilkan proses dan langkah pengambilan keputusan
dalam suatu program. Tujuan flowchart adalah menyederhanakan rangkaian prosedur serta
mengurangi risiko salah tafsir.
Salah satu contoh flowchart dalam programming adalah sebagai berikut, untuk menunjukkan
alur kerja program dari awal hingga akhir dalam menghitung luas persegi panjang:
Nah, itu tadi penjelasan mengenai cara penyajian algoritma pemrograman. Agar makin
paham, yuk ketahui bagaimana algoritma dan pemrograman bekerja di poin selanjutnya!
Baca juga: Apa itu Compiler
Cara Kerja Algoritma Pemrograman
Di dalam pemrograman, algoritma bekerja dengan mengandalkan tiga aspek utama,
yakni input → proses → output.
Ketika pengguna memasukkan data atau perintah, komputer akan menganalisis dan
mengeksekusinya sesuai alur algoritma untuk menghasilkan output yang diharapkan.
Sebagai contoh, ketika melakukan pencarian di Google, langkah logika algoritma
pemrogramannya adalah:
Anda menuliskan query pencarian → sistem memproses perintah Anda → sistem
menampilkan hasil pencarian yang relevan terhadap perintah Anda.
Dalam praktiknya, algoritma pemrograman terdiri dari tiga macam konstruksi,
yaitu algoritma sekuensial (linear sequence), algoritma percabangan (conditional), dan
algoritma perulangan (looping).
Algoritma Sekuensial – Algoritma dengan prosedur yang berjalan dari satu proses ke
proses berikutnya untuk mencapai hasil akhir. Contohnya, merebus air mentah hingga
air matang.
Algoritma Percabangan – Algoritma yang menjalankan keputusan berdasarkan
kondisi tertentu dengan dua atau lebih percabangan. Misalnya, jika nilai ujian lebih
dari 75 maka hasilnya lulus ujian.
Algoritma Pengulangan – Algoritma yang menjalankan urutan perintah berulang-
ulang hingga beberapa kali. Contohnya, menampilkan bilangan kelipatan dua mulai
dari 0 hingga 50.
Baca juga: Rekomendasi Buku Pemrograman Terbaik
Fungsi Algoritma Pemrograman
Algoritma pemrograman berfungsi untuk menyelesaikan masalah yang menjadi tujuan
pembuatan program. Namun tak cuma itu, fungsi algoritma pemrograman juga:
1. Mengotomatiskan solusi permasalahan yang ingin diselesaikan program.
2. Menyederhanakan alur kerja dan logika program untuk memudahkan programmer
menulis kode (coding).
3. Mencegah penulisan kode program yang sama secara berulang.
4. Memudahkan penelusuran masalah apabila terdapat bug atau program error.
5. Meringankan pekerjaan programmer saat mengupdate atau menambah fitur-fitur baru
di program.
Sampai di sini, Anda sudah belajar apa itu algoritma pemrograman, cara kerja, dan fungsinya
di dalam dunia programming. Pada poin selanjutnya, kami ajak Anda mengenal beberapa
jenis algoritma.
Yuk scroll ke bawah!
Jenis-jenis Algoritma Pemrograman
Beberapa jenis algoritma yang wajib diketahui programmer adalah sebagai berikut:
1. Algoritma Brute Force
Algoritma brute force adalah jenis algoritma yang mencoba semua kemungkinan untuk
menyelesaikan masalah. Dengan kata lain, ia akan melakukan percobaan satu persatu hingga
menemukan solusi yang tepat.
Contoh penggunaan algoritma Brute Force misalnya untuk memecahkan 4 digit kode PIN
dari angka 0 hingga 9. Setidaknya, butuh hingga 10.000 percobaan untuk menemukan
kombinasi angka yang tepat.
2. Algoritma Recursive
Jenis algoritma yang kedua adalah algoritma recursive. Pada algoritma pemrograman ini,
masalah diselesaikan sedikit demi sedikit dengan cara membaginya ke dalam beberapa
kondisi yang serupa.
Jika sulit membayangkan, algoritma pemrograman recursive bisa Anda temukan ketika
mengerjakan soal perhitungan pohon faktor Matematika.
Lebih jauh, algoritma recursive masih dibagi lagi menjadi empat tipe spesifik, yaitu:
Algoritma Divide and Conquer – Membagi masalah menjadi dua bagian. Yang
pertama yaitu masalah itu sendiri dan yang kedua adalah metode pemecahannya.
Algoritma Dinamis – Menggunakan teknik memoisasi, yaitu menyimpan hasil
pemecahan masalah ke memori untuk selanjutnya digunakan lagi di masa mendatang.
Algoritma Greedy – Bertolak belakang dengan algoritma dinamis, algoritma greedy
justru tidak akan mempertimbangkan hasil pemecahan masalah sebelumnya untuk
mengambil keputusan.
Algoritma Backtracking – Menyelesaikan masalah secara bertahap sambil
mengeliminasi solusi yang ternyata tidak memecahkan masalah tersebut.
3. Algoritma Randomized
Sesuai namanya, algoritma randomized memanfaatkan penggunaan nomor secara acak untuk
menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tujuannya yaitu untuk mengurangi
kerumitan di dalam pemrograman.
Contoh dari algoritma randomized adalah menentukan pivot selanjutnya menggunakan
nomor yang muncul secara acak.
4. Algoritma Sorting
Bisa ditebak, algoritma sorting adalah jenis yang berfungsi untuk mengurutkan data
berdasarkan kondisi tertentu, misalnya dari abjad A sampai Z atau jumlah angka besar ke
kecil.
Contoh penerapan algoritma sorting antara lain bubble sort, merge sort, insertion sort, dan
selection sort.
5. Algoritma Searching
Algoritma searching adalah tipe algoritma yang digunakan untuk mencari suatu data, baik
yang sudah disortir maupun belum, menggunakan query yang spesifik. Contoh pemanfaatan
algoritma searching yaitu binary search dan linear search.
6. Algoritma Hashing
Algoritma hashing sebenarnya mirip dengan algoritma searching. Bedanya, hashing tak
hanya mencari data, tapi juga mencocokkan query pencarian dengan kunci ID yang sudah
ditetapkan.
Contoh pemanfaatan algoritma hashing yaitu untuk verifikasi password ketika ingin masuk
ke akun tertentu.
Bagaimana, Anda sudah paham apa itu algoritma pemrograman, fungsi, dan macam-macam
algoritma bahasa pemrograman, kan?
Jangan beranjak dulu! Karena setelah ini, kami ajak Anda mengenal beberapa contoh
sederhana algoritma program.
Baca juga: Apa itu Struktur Data
Contoh Algoritma Pemrograman
Ini dia lima contoh algoritma pemrograman di dalam kehidupan sehari-hari:
1. Menjumlahkan dua angka
2. Mencari angka terbesar
3. Mengepel lantai
4. Menulis pesan
5. Login Facebook
Mari simak selengkapnya!
1. Algoritma Menjumlahkan Dua Angka
Di dalam pemrograman, algoritma untuk menjumlahkan dua angka adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Masukkan angka pertama.
Langkah 2: Masukkan angka kedua.
Langkah 3: Komputer menjumlahkan angka pertama dan kedua.
Langkah 4: Komputer menampilkan hasil penjumlahan.
2. Algoritma Mencari Angka Terbesar
Untuk mencari tahu angka terbesar dari dua pilihan, maka perhitungan algoritma bahasa
pemrograman yang digunakan adalah:
Langkah 1: Masukkan angka pertama.
Langkah 2: Masukkan angka kedua.
Langkah 3: Buat kondisi pertama. Jika angka pertama lebih besar dari angka kedua,
maka tampilkan angka pertama.
Langkah 4: Buat kondisi kedua. Jika angka kedua lebih besar dari angka pertama, maka
tampilkan angka kedua.
Langkah 5: Komputer menampilkan angka terbesar sesuai kondisi yang sesuai.
3. Algoritma Mengepel Lantai
Contoh penerapan algoritma program untuk mengepel lantai secara sistematis yaitu:
Langkah 1: Lantai basah.
Langkah 2: Ambil alat pel.
Langkah 3: Pel lantai menggunakan alat pel.
Langkah 4: Lantai kering.
4. Algoritma Menulis Pesan
Berikut ini contoh penggunaan algoritma untuk menulis sebuah pesan singkat:
Langkah 1: Ambil handphone.
Langkah 2: Buka aplikasi pesan.
Langkah 3: Tulis pesan singkat.
Langkah 4: Pilih nomor handphone tujuan.
Langkah 5: Kirim pesan singkat.
Langkah 6: Handphone menampilkan notifikasi pesan terkirim.
5. Algoritma Login Facebook
Algoritma program ternyata bisa diterapkan untuk membuat alur sistematis untuk masuk ke
akun Facebook, seperti:
Langkah 1: Buka website Facebook.
Langkah 2: Klik tombol login.
Langkah 3: Komputer menampilkan halaman login.
Langkah 4: Masukkan alamat email dan password Facebook.
Langkah 5: Buat kondisi pertama. Jika alamat email dan password sesuai, komputer
menampilkan pesan ‘berhasil login’ dan mengarahkan pengguna ke halaman beranda.
Langkah 6: Buat kondisi kedua. Jika alamat email dan password tidak sesuai, komputer
akan menampilkan pesan ‘error’ dan pengguna tetap di halaman login.
Langkah 7: Komputer memproses permintaan pengguna berdasarkan kondisi yang
sesuai.
Sudah Paham Pengertian Algoritma
Pemrograman, kan?
Untuk menguasai programming, Anda harus memahami dasar-dasar algoritma program.
Sebab, pemrograman dan algoritma adalah aspek yang berkaitan satu sama lain.
Untungnya di artikel ini, Anda sudah belajar pengertian algoritma pemrograman, cara kerja,
fungsi, sampai contoh alur logika sistematis algoritma di kehidupan sehari-hari.
Setelah mendalami algoritma program, Anda bisa belajar bahasa pemrograman lalu berlatih
coding untuk membuat program sendiri. Nantinya, Anda bisa membangun website portfolio
yang menampilkan contoh program dan skill programming.
Namun ingat, website portfolio Anda perlu hosting yang optimal agar bisa diakses dengan
lancar. Untungnya, Niagahoster menyediakan layanan Unlimited Hosting yang sesuai
kebutuhan Anda.
Layanan ini dibekali LiteSpeed Web Server plus jaminan Uptime 99.99% untuk website
yang ngebut dan ON terus, ketersediaan bahasa program seperti PHP dan JavaScript,
sampai harga yang terjangkau, mulai Rp9 ribuan/bulan saja!
Jadi tunggu apa lagi, yuk bangun portfolio Anda sekarang bersama Niagahoster!