0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Terapi Berduka: Pendekatan Perawat untuk Klien

Diunggah oleh

skripsialya2025
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Terapi Berduka: Pendekatan Perawat untuk Klien

Diunggah oleh

skripsialya2025
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
P: “Assalammualaikum”
K: “Waalaikum salam”
P: “Selamat pagi kak, saya perawat Army dan kaka bisa pangil saya Army”
“Saya perawat yang bertugas pada pasi ini sejak pukul 08.30 – 14.00”
“Boleh saya tau nama kaka?”
K: “Rahma”
P: “Baik Ka Rahma yah, kaka senang dipanggil apa?”
K: “Rahma”
P: “Okey, kak Rahma, yah”
b. Evaluasi/validasi
P: “Bagaimana perasaan kaka hari ini? Apakah ada sesuatu yang ingin
diuangkapkan atau menganggu pikiran kaka?”
K: “saya merasa ga berguna, saya harusnya mati aja”
P: “Jadi, Kaka merasa tidak berguna dan ingin mati saja”
“Apa yang membuat kaka merasa tidak berguna hingga ingin mati saja?”
K: “Mamah udah meninggal, ga ada lagi yang nemenin saya, saya ga bisa hidup
tanpa mamah” (pasien tampak sangat sedih)
P: “Baik, selain perasaan itu apakah ada hal lain yang kaka rasakan? Atau mungkin
keluhan kaka secara fisik seperti sulit tidur atau lainnya?”
K: “Saya susah tidur selama ini, saya juga males ngapa-ngapain, saya mau sendiri
aja gak mau diganggu”
P: “jadi kaka sulit tidur, malas berkegiatan dan bertemu orang lain”
“Sejak kapan kaka merasakan keluhan keluhan itu?”
K: “mamah ga ada”
P: “Baik, sejak kepergian mamah, yah”
c. Kontrak
❖ Topik dan tujuan
P: “baiklah karena kaka mengatakan kepergian mamah menjadikan kesedihan
bagi kaka kaka merasa tidak berguna kalo harus hidup sendiri tanpa mamah
bahkan kaka seringkali berpikir untuk bunuh diri maka dari itu bagaimana
kalo kita berbincang tentang perasaan yang sedang akak rasakan. Tujuannya
agar rasa sedih, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup kaka bisa teratasi
dan kaka rahma akan merasa lebih baik, apakah kaka berkenan?”
K: (klien hanya mengangguk)
❖ Waktu
P: “baik karena kaka setuju, gimana kalo perbincangan kita lakukan 20 menit,
apakah kaka bersedia?”
K: “Iya”
❖ Tempat
P: “untuk tempatnya yang bisa membuat kak nyaman dimana? Atau mungkin
disini, kalo kaka suka, di taman juga bisa?
K: “disini aja”
P: “baik di rurangan ini saja ya kalo begitu”

2. Fase kerja
P: “Baiklah, seperti yang sudah kaka ungkapkan, penyebab kaka merasa sedih dan tidak
berguna, hingga berkeinginan mengakhiri hidup karena kepergian mamah. Coba
boleh kaka ceritakan apa yang kaka lakukan setiap kali rasa sedih hingga rasa tidak
berguna itu muncul?”
K: “saya suka nangis sampe muncul keinginan untuk bunuh diri”
P: “Kaka selalu menangis dan berpikiran untuk mengakhiri hidup, sudah berapa kali
kaka melakukannya? Dan seberapa sering kaka berpikir demikian”
K: “saya belum pernah melakukannya, tapi terbesit untuk bunuh diri”
P: “baik. apakah ada hal lain yang mau kaka sampaikan?”
K: “ga ada”
P: “kalo begitu apa kaka rahma sudah tau apa yang sebenarnya terjadi pada kaka?”
K: (menggelengkan kepala)
P: “kalo begitu akan saya bantu jelaskan. Saat ini kaka dalam fase brduka. Fase berduka
ada 5, yang pertama fase denial atau penolakan, kaka akan merasa tidak percaya
atas apa yang terjadi, lalu fase kedua adlaah anger atau marah, kak akan merasa
sangat emosi dan mudah marah terhadap hal-hal sepele pun, yang ketiga adalah
bargaining atau tawar menawar, kaka akan berandai-andai jika hal tersebut tidak
terjadi, kemudian fase depresi dimana kaka akan menutup diri dari segi appaun
hingga bisa menyakiti diri lalu yang terakhir adalah acceptance kaka akan
menerima atas apa yang terjadi dan sudah berdamai dengan keadaan.”
“saat ini kaka berada dalam fase depresi melihat keluhan yang kaka ungkapkan serta
perasaan kaka”
“nah, kaka tadi bilang kalo kaka juga sudah berpikiran untuk mengakhiri hidup, lalu
apa yang mmebuat kak memutuskan datang kesini?
K: “saya merasa lelah, dan mikir kayanya yang saya lakuin udah ga bener buat saya”
P: “baik, bagus sekali, kaka ada rasa ingin dan sadar atas apa yang terjadi pada diri
kaka”
“nah, kaka tinggal di rumah bersama siapa?”
K: “sendiri ayah sudah tiada”
P: “baik. Karena kaka ada kecenderungan untuk menyakiti diri, maka dari itu saya
sangat anjurkan kaka untuk menghindari adanya benda tajam maupun bercaun di
sekitar kaka tujuannya untuk mneghindari hal yang tidak diharpakan. Kaka bisa
ganti peralatan makan minum dari plastic dan peralatan dapur juga”
K: (klien mengangguk)
P: “menurut kaka, adakah hal lain yang bisa kaka lakukan untuk mengurangi rasa
kesedihan dan rasa tidak berguna kaka”
K: “ga ada deh”
P: “saya yakin pasti ada, saya akan bantu kaka rahma untuk bisa menemukan hal yang
menyenangkan untuk kaka”
“kegiatan kesukaan kaka saat terdahulu apa? Hal yang paling kak suka lakukan saat
kaka sedih atau ada masalah dan dnegan melakukan hal itu kaka merasa senang,
atau bahkan tanpa alasan kaak melakukan hal itu tapi kak bisa merasa senang”
K: “mm, masak”
P: “wah, bagus sekali kak, kaka ternyata suka memasak yah”
“biasanya kaka palig senang makanna apa?”
K: “sushi dan semua orang suka sushi ku”
P: “sushi? Wah pasti sushi buatan kaka enak sekali sampe temen temen kaka pun suka”
“kalo begitu bagaimana kalo kita coba membuat sushi di pertemuan kita selanjutnya,
apakah kaka mau?”
K: “iya”
P: “alhamdulillah, nanti kita akan coba buat Bersama ya ka. kaka mau dilakukan
dimana?”
K: di rumah saya boleh?”
P: “baik kalo begitu saya akan kunjungi ke rumah kaka ya. Nah, selain memasak ada
lagi hal yang kaka suka?”
K: “merajut”
P: “wah bagus sekali, merajut ya ka. Nah bagaimana kalo merajut kita masukkan ke
jadwal kegiatan kak setiap hari?”
K: “iya boleh”
P: “baik, kaka biasanya merajut berapa lama dalam sehari?”
K: “bisa 2 jam”
P: “2 jam yah, kalo begitu bagaiaman kalo kita bagi 2 sesi, 1 jam saat siang hari dan 1
jam sore hari?”
K: “boleh ners”
P: “nah, bagus sekali, disini saya jelaskan lembarnya ya ka, ada table berisi nomor,
waktu, kegiatan dan tanggal dalam 1 minggu juga keterangan B (bantuan), M
(mandiri), T (tidak melakukan). Kaka bisa isi ini setiap hari. Misalnya kaka tanggal
27 tidak melakukannya, beri tanda T dan keterangan alasan kenapa kaka tidak
melakukannya. Apakah ada yang ditanyakan?”
K: “tidak ada”
3. Fase terminasi
❖ Evaluasi subjektif
P: “bagaimana perasaan kaka setelah mengungkapkan perasaan kaka dan pikiran
yang kaka alami?
K: “saya lega banget belum pernah se lega ini”
P: “alhamdulillah lebih lega ya ka dan lebih tercerahkan”
❖ Evaluasi objektif
P: “nah, kalo gitu coba kak sebutkan 5 fase berduka apa saja”
K: (klien menyebutkan 5 fase berduka)
P: “wah bagus sekali kak, kak biasa menjawab dengan sangat baik, jangan sampe
lupa ya ka”
“lalu apa saja tadi pesan saya terkait dengan keadaan di rumah dan juga kegiatan
kaka?”
K: “jauhkan benda tajam, ganti alat alat plastic dan lakukan kegiatan yg Sudha
dijadwalkan”
P: “betul sekali, menghindari barang tajam dan juga melakukan rajut secara rutin
dan aka nada rencana memasak di pertemuan selanjutnya”
4. Rencana Tindak Lanjut Perawat
P: “untuk rencana kegiatan masak kita akan lakukan di tanggal 2 Desember di rumah
kaka yah”
5. Rencana Tindak Lanjut Klien
P: “untuk jadwalnya disimpan baik baik ya ka, dan jangan lupa untuk ruitn
melakukannya”
6. Kontrak yang akan datang
❖ Topik
P: “terapi merajut dan memasak bisa dilakukan pada minggu ini, dan untuk minggu
depan akan saya lihat progressnya dan juga ada penambahan terapi baru”
❖ Waktu
P: “Waktunya akan dilakukan sekitar jam 10.00 kurang lebih 1 jam”
❖ Tempat
P: “Lokasinya sesuai permintaan kaka, nanti akan saya kunjungi rumah kaka ya”
7. Salam
P: “baik kegiatan hari ini sudah selesai, ada yang ingin ditanyakan?”
K: “tidak ada”
P: “jika tidak ada kita akhiri ya kak, saya pamit, wassalammualaikum”

Anda mungkin juga menyukai