0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan

Diunggah oleh

Amirudin Akhmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan

Diunggah oleh

Amirudin Akhmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN)

Oleh : Betsy Halah Surti

Pembangunan suatu kawasan atau bangunan baru akan berdampak langsung terhadap lalu
lintas disekitar kawasan tersebut. Untuk itu diperlukan data historis lalu lintas yang digunakan
sebagai dasar untuk menetapkan pengaruh dari kawasan baru terhadap jalan-jalan
disekitarnya.
Andalalin ini akan digunakan untuk memperkirakan kondisi lalu lintas mendatang baik untuk
kondisi tanpa adanya “pembangunan kawasan” maupun “dengan pembangunan kawasan”.

A. Pengertian

1. Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah suatu studi khusus yang
menilai efek-efek yang ditimbulkan oleh lalu lintas yang dibangkitkan oleh suatu
pengembangan kawasan terhadap jaringan transportasi di sekitarnya,
2. Studi ANDALALIN Terbatas adalah studi yang meliputi kajian terhadap sirkulasi
lalu lintas di bagian dalam kawasan sampai dengan jalan sekeliling kawasan
yang dikembangkan, yang merupakan jalan akses ke kawasan tersebut.
3. Studi ANDALALIN adalah studi yang meliputi kajian terhadap jaringan jalan
yang terpengaruh oleh pengembangan kawasan, sejauh radius tertentu.
4. Bangkitan Lalu Lintas adalah jumlah kendaraan masuk/keluar rata-rata perhari
atau selama jam puncak, yang dibangkitkan oleh pengembangan kawasan.
5. Kapasitas didefinisikan sebagai jumlah maksimum kendaraan yang melewati
segmen ruas tertentu atau lajur tertentu selama periode waktu tertentu dalam
kondisi jalan dan lalu lintas yang umum.

B. Pendahuluan

Dalam sistem transportasi tujuan dari perencanaan adalah penyediaan fasilitas


untuk pergerakan penumpang/barang dari satu tempat ke tempat lain atau dari
berbagai pemanfaatan lahan. Sedangkan dalam sistem pengembangan lahan
tujuan dari perencanaan adalah untuk tercapainya fungsi bangunan dan harus
menguntungkan. Dilihat dari kedua tujuan tersebut seringkali menimbulkan konflik,
hal inilah yang menjadi asumsi mendasar dari analisis dampak lalu lintas untuk
menjembatani kedua tujuan diatas, atau dengan kata lain :
Proses perencanaan transportasi dan pengembangan lahan mengikat satu sama
lainnya. Pengembangan lahan tidak akan terjadi tanpa sistem transportasi,
sedangkan sistem transportasi tidak mungkin disediakan apabila tidak melayani
kepentingan ekonomi atau aktivitas pembangunan.
Hubungan Antara Fasilitas Transportasi dan Perubahan Tata Guna Lahan

Penyediaan peningkatan
sistem transportasi

Penurunan tingkat pelayanan Peningkatan aksesibilitas


sistem transportasi

Meningkatnya konflik
lalu lintas
Peningkatan harga jual lahan

Meningkatnya
bangkitan perjalanan

Meningkatnya permintaan
untuk perubahan peruntukkan
lahan

Hubungan ini memperlihatkan bahwa setiap upaya peningkatan fasilitas transportasi


akan berdampak terhadap perubahan tata guna lahan apabila tidak ada upaya
pengendalian. Pengendalian ini sangat penting agar upaya peningkatan fasilitas
transportasi dapat bermanfaat dan berdaya guna seoptimal mungkin.

Beberapa hal yang mempengaruhi perubahan lahan antara lain sebagai berikut :
- Kebijaksanaan pemerintah tingkat nasional maupun daerah
- Perubahan pendapatan keluarga
- Perubahan preferensi keluarga dan keinginan-keinginan individual
- Teknologi transportasi dan struktur biaya transportasi
- Perubahan sistem transportasi
- Tingkat pelayanan yang disediakan oleh sistem transportasi

1. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pelaksanaan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah


untuk dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh suatu kawasan
pengembangan terhadap lalu lintas di sekitarnya.

Tujuan dilakukannya ANDALALIN adalah untuk :


♦ Memprediksi dampak yang ditimbulkan suatu pembangunan kawasan;
♦ Menentukan bentuk peningkatan/perbaikan yang diperlukan untuk
mengakomodasikan perubahan yang terjadi akibat pengembangan baru;
♦ Menyelaraskan keputusan-keputusan mengenai tata guna lahan dengan
kondisi lalu lintas, jumlah dan lokasi akses, serta alternatif
peningkatan/perbaikan;
♦ Mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat mempengaruhi putusan
pengembang dalam meneruskan proyek yang diusulkan;
♦ Sebagai alat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen
dan rekayasa lalu lintas.

2. Kriteria Perlunya Studi Andalalin

Kewajiban melakukan studi ANDALALIN tergantung pada “bangkitan lalu


lintas” yang ditimbulkan oleh pengembangan kawasan. Besarnya tingkat
bangkitan lalu lintas tersebut ditentukan oleh jenis dan besaran peruntukan
lahan. Ukuran minimal peruntukan lahan yang wajib melakukan studi
ANDALALIN adalah sebagaimana Tabel berikut.

Tabel 1 : Ukuran minimal peruntukan lahan yang wajib melakukan Andalalin.


Peruntukan Lahan Ukuran minimal kawasan yang wajib Andalalin
Permukiman 50 unit
Apartemen 50 unit
Perkantoran 1.000 m2 Luas Lantai Bangunan
Pusat Perbelanjaan 500 m2 Luas Lantai Bangunan
Hotel/ Motel/ Penginapan 50 kamar
Rumah Sakit 50 tempat tidur
Klinik bersama 10 ruang praktek dokter
Sekolah/ universitas. 500 siswa
Tempat kursus. Bangunan dengan kapasitas 50 siswa/ waktu
Industri/ pergudangan 2.500 m2 Luas Lantai Bangunan
Restaurant 100 tempat duduk
Tempat pertemuan/ Tempat Kapasitas 100 tamu/ 100 tempat duduk
hiburan/ pusat olah raga
Terminal/ pool kendaraan/ Wajib
gedung parkir
Pelabuhan/Bandara Wajib
SPBU 4 slang pompa
Bengkel kendaraan 2000 m2 luas lantai bangunan
bermotor
Drive-through bank/ Wajib
restaurant/ pencucian mobil

Tabel 2 : Faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan kawasan yang


berpengaruh.
Peruntukan Lahan Faktor yang dipertimbangkan Data yang diperlukan
Pusat Perbelanjaan a. pengembangan daerah komersial Distribusi penduduk
sejenis yang saling bersaing;
b. Waktu perjalanan; umumnya
maksimum 20 menit.
Perkantoran dan Waktu perjalanan; umumnya Distribusi penduduk
Industri diasumsikan waktu perjalanan
maksimum 30 menit atau 15 -20 km
Permukiman Waktu perjalanan; umumnya Distribusi penduduk
diasumsikan maksimum 30 menit
atau berjarak 15 km
Sumber: Traffic Impact Analysis, Froda Greenberg with Jim Hecimovich, American
Planning Association, Planning Advisory Service, Report Number 387.
Legalitas ANDALALIN Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 14 Tahun 2006
tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas di jalan.

2. Permasalahan

Maraknya kemacetan lalu lintas akibat pembangunan kawasan :


a. Meningkatnya permintaan perjalanan;
- semakin tingginya aktifitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-
harinya di luar rumah;
- semakin jauhnya jarak antara tempat tinggal dengan tempat bekerja dan;

b. Rendahnya disiplin berlalu lintas;


- angkutan umum berhenti disembarang tempat,
- parkir di tempat yang dilarang untuk parkir, serta
- pejalan kaki menyeberang jalan tidak pada tempat yang ditentukan.

c. Fasilitas pendukung lalu lintas yang kurang memadai


- tidak tersedianya fasilitas pejalan kaki (trotoar, penyeberangan)
- tidak tersedianya fasilitas pemberhentian angkutan umum (halte)
- terbatasnya lahan parkir dan akses keluar masuk pada pusat kegiatan

d. Dominannya penggunaan angkutan pribadi;


- Komposisi (Prosentase) Akivitas Lalu Lintas Berdasarkan Moda
Menurut Kategori Kota.

DKI Kota
Kota Kota Kota Rata-
Moda Jakarta Metropo-
Besar Sedang Kecil rata
litan
Angkutan
10.6% 11 % 7% 8% 11% 14 %
Umum
Barang 6.6% 6.6 % 11 % 15 % 18 % 21%
Kendaraan
50.8% 50.8% 32 % 22.8 % 19 % 15%
Pribadi
Sepeda
32% 31.9% 50 % 54.6 % 52 % 50 %
Motor
Sumber: UTPP, 1999

e. Ketidakkonsistenan pengembangan tata guna lahan;


- Adanya perubahan peruntukan seringkali hanya diikuti dengan perubahan
terhadap rencana tata ruang yang ada. Namun dalam perubahan
rencana tata ruang seringkali tidak diikuti dengan perubahan rencana
jaringan transportasinya.
ƒ Kondisi ini mengakibatkan jaringan transportasi yang ada tidak mampu
menampung beban pergerakan yang dibangkitkan oleh sistem kegiatan
baru.
f. Pemanfaatan jalan dan fasilitas LLAJ diluar kepentingan lalu lintas.
- pedagang kaki lima, akan berakibat pada tidak optimalnya pemanfaatan
prasarana, seperti: berkurangnya lebar efektif jalan, meningkatnya
hambatan samping dan menurunnya tingkat keselamatan pengguna jalan.
ƒ Pemanfaatan jalan untuk kegiatan di luar kepentingan lalu lintas
mengakibatkan bottleneck arus lalu lintas yang berdampak pada
penurunan kecepatan dan bertambah panjang antrian kendaraan.

3. Prosedur Teknik Analisis Dampak Lalu Lintas

Pengembangan Metodologi

Analisis Kondisi Saat Ini

Lalu Lintas Dasar

Bangkitan Lalu Lintas

Distribusi Lalu Lintas

Pemilihan Moda

Pembebanan Lalu Lintas

Analisis Kondisi yang Akan Datang

Analisis Mitigasi

Akses Lingkungan, Sirkulasi, dan Parkir

Kaji Ulang dan Perijinan

Daftar Referensi :

1. Froda Greenberg with Jim Hecimovich, Traffic Impact Analisys, American


Planning Association, Planning Advisory Service, Report Number 387.
2. SITE Handbook, Florida Department of Transportation, Tallahassee, Florida,
April, 1997.
3. Evaluating Traffic Impact Studies – A Recommended Practice for Michigan
Communities, 1994.
4. Transportation Impact Studies for Proposed Development : Applicant’s Guide,
Barton-Aschman Association, Inc. Dallas, Texas, September, 1990.
5. Studi Dampak Lalu Lintas Pembangunan Senayan Square.

Anda mungkin juga menyukai