0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Pembelajaran Budaya dan Kewarganegaraan SD

TUGAS DAN LAPORAN

Diunggah oleh

lembayungnasution25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Pembelajaran Budaya dan Kewarganegaraan SD

TUGAS DAN LAPORAN

Diunggah oleh

lembayungnasution25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NASKAH TUGAS MATA KULIAH

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2024/2025 Genap (2025.1)

Fakultas : FKIP/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Kode/Nama MK : PDGK4505/Pembaharuan dalam Pembel. di SD
Nama : Nur Asni / 856605602
Tugas :2

1) Pembelajaran berbasis budaya menjadikan budaya sebagai metode bagi siswa untuk
mentransformasikan hasil observasi mereka ke dalam bentuk dan prinsip yang kreatif
tentang alam. Pembelajaran berbasis budaya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu belajar
tentang budaya, belajar dengan budaya, dan belajar melalui budaya. Jabarkan perbedaan
ketiganya dan berilah masing-masing contoh !
Jawaban : Pembelajaran berbasis budaya dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Belajar tentang budaya. Memposisikan kebudayaan sebagai bidang ilmu. Proses belajar
tentang budaya sudah dikenal. Misalnya mata pelajaran seperti Seni Rupa dan Kriya, Seni
Rupa dan Sastra, Seni Akustik, Melukis/Menggambar, Musik, dan Drama.
2. Belajar dengan budaya. Itu terjadi ketika suatu budaya diperkenalkan kepada seorang
siswa sebagai cara untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. Belajar dengan budaya
melibatkan penggunaan berbagai bentuk budaya. Misalnya, untuk memasukkan garis
bilangan (bilangan positif atau negatif) ke dalam garis bilangan, gunakan garis bilangan
dengan cepot (karakter dalam wayang Sunda).
3. Belajar melalui budaya. Ini adalah cara untuk memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menunjukkan pencapaian pemahaman atau makna yang diciptakan dalam mata
pelajaran melalui berbagai ekspresi budaya. Misalnya, siswa tidak perlu mengikuti ujian
untuk menjelaskan proses fotosintesis, siswa dapat membuat poster, lukisan, lagu, atau
puisi yang menggambarkan proses fotosintesis.

2) Secara tradisional, hampir pembelajaran demokrasi dan HAM terkesan hanya diajarkan
dengan cara dikenalkan saja. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model pembelajaran
yang strategis, salah satunya yakni model “A Portofolio-based civic education project”
(1998) yang dirancang mempraktikkan salah satu hak warga negara. Inovasi tersebut
menyadarkan kita akan pentingnya pembelajaran berwawasan demokrasi dan HAM.
Menurut anda, apa saja pentingnya pembelajaran berwawasan demokrasi dan HAM jika
dilihat dari model pembelajaran tersebut ?
Jawaban : Ada sejumlah alasan penting pembelajaran berwawasan demokrasi dan
HAM jika dilihat dari model pembelajaran a portofolio-based civic education project.
1. Mengajarkan peserta didik untuk saling menghargai pendapat.

2. Mengajarkan peserta didik untuk tidak bersikap semena-mena terhadap orang lain.

3. Guru dan peserta didik dapat memahami hak dan kewajiban masing-masing.

4. Mencegah keberpihakan atau nepotisme di area sekolah.

 Secara konstitusional kurikuler sesungguhnya pendidikan demokrasi dan HAM sudah ada
sejak tahun 1945 yang ditunjukan untuk “mencerdasan kehidupan bangsa”, sebagaimana
tersurat dalam Pembukaan UUD 1945 yang diwujudkan dalam tatanan pendidikan
nasional. Pembelajaran yang berwawasan demokrasi dan Hak Asasi Manusia terasa
sangat penting sebagai wahana pedagogis untuk memfasilitasi individu warganegara
memperoleh pengalaman belajar namun, dalam pembelajaran kepemimpinan Presiden
Soekarno sampai Presiden Susilo Bambang Yudoyono, ternyata disarankan
bahwa pendidikan demokrasi dan HAM ini harus ditegakan atau dijalankan
disetiap sekolah.

3) Secara keilmuan, pendidikan demokrasi dan HAM merupakan bagian integral dari
pendidikan kewarganegaraan. Salah satu model yang digunakan adalah PKKBI (Praktik-
belajar Kewarganegaraan … Kami Bangsa Indonesia). Model PKKBI membelajarkan
siswa memiliki kepekaan sosial dan memahami permasalahan yang terjadi dilingkungan
secara cerdas. Jelaskan apa saja yang menjadi fokus perhatian dari model PKKBI dan
bagaimana langkah strategi instruksionalnya ?
Jawaban :
 Yang menjadi fokus perhatian dari model PKKBI adalah mengembangkan kemampuan
warganegara dalam hal :
1. Pengetahuan Kewarganegaraan (Civic Knowledge)
2. Kebijakan Kewarganegaraan (Civic Dispositions)
3. Keterampilan Kewarganegaraan (Civic Skills)
4. Komitmen Kewarganegaraan (Civic Commitment)
5. Kepercayaan Diri Kewarganegaraan (Civic Confidence)
6. Kompetensi Kewarganegaraan (Civic Competence)
 Semua kemampuan di atas bermuara pada berkembangnya kemampuan pengambilan
keputusan yang berwawasan luas, bernalar, dan bertanggung jawab. Langkah strategi
instruksional model PKKBI adalah dengan:
1. Mengidentifikasi kebijakan publik yang bermasalah dalam masyarakat
2. Memilih suatu masalah untuk dibahas oleh kelas.
3. Mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah tersebut.
4. Mengembangkan portofolio kelas.
5. Menyajikan portofolio.
6. Melakukan refleksi pengalaman belajar.

 Tujuan dari kegiatan pembelajaran model PKKBI ini adalah untuk mengembangkan
komitmen peserta didik terhadap kewarganegaraan dan pemerintahan dengan beberapa
cara sebagai berikut :
1. Memberi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik agar mereka dapat
berpartisipasi dengan efektif dan bermakna.
2. Menyajikan pengalaman praktis sehingga kompetensi kewarganegaraan peserta didik
dapat berkembang dan menjadi demokratis.
3. Memberi pemahaman kepada peserta didik atas pentingnya partisipasi warga negara
secara demokratis.

4) Pembaharuan dalam pembelajaran memiliki implementasi antara lain pembelajaran


terpadu dan pembelajaran kelas rangkap. Menurut anda, apa alasan terpenting dalam
implementasi pembelajaran terpadu dan bagaimana contoh di kehidupan sehari-hari ?
Jawaban :
 Implementasi pembelajaran terpadu sangat penting dalam menciptakan pengalaman
belajar yang lebih menyeluruh dan relevan bagi siswa. Dengan contoh sederhana, seperti
proyek ekosistem atau aktivitas budaya, siswa dapat lebih terlibat dan termotivasi dalam
belajar.
1. Pembelajaran yang Terintegrasi: Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk
melihat hubungan antar mata pelajaran, seperti mengaitkan pelajaran ilmu pengetahuan
dengan matematika dalam proyek riset. Misalnya, saat siswa meneliti tentang ekosistem,
mereka dapat menghitung populasi spesies menggunakan statistik.
2. Pengembangan Keterampilan Kritikal: Dengan pembelajaran terpadu, siswa dituntut
untuk berpikir kritis dan kreatif. Contoh nyata adalah ketika siswa terlibat dalam proyek
komunitas yang melibatkan ilmu sosial dan seni untuk merancang poster tentang isu
lingkungan.
3. Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan: Pembelajaran terpadu sering kali lebih menarik
karena relevansi dan konteks yang nyata. Misalnya, siswa yang belajar sejarah dengan
cara mendalami budaya lokal melalui kunjungan ke museum atau situs bersejarah dapat
merasa lebih terlibat.

5) Pembaharuan dalam pembelajaran memiliki implementasi antara lain pembelajaran


terpadu dan pembelajaran kelas rangkap. Menurut anda, apa alasan terpenting dalam
implementasi pembelajaran kelas rangkap dan bagaimana contoh di kehidupan sehari-
hari ?
Jawaban :
 Pembelajaran Terpadu adalah pembelajaran yang diupayakan untuk memadukan berbagai
materi belajar yang saling berkaitan baik dalam satu disiplin ilmu yang sama maupun
antar disiplin ilmu dengan kehidupan dan kebutuhan nyata para siswa. Pembelajaran ini
memadukan, [Link] mengkaitkan bahan pelajaran sehingga tidak ada yang
berdiri sendiri atau terpisah-pisah.
 Pembelajaran Kelas Rangkap adalah pembelajaran dengan metode penggabungan
sekelompok siswa yang mempunyai perbedaan usia, kemampuan, minat dan tingkatan
kelas dimana dikelola oleh seorang guru atau beberapa guru yang dalam proses
pembelajrannya difokuskan pada kemajuan setiap siswa. Metode Pembelajaran ini sangat
penting, terutama didaerah-daerah terpencil dengan populasi penduduk yang sedikit dan
sekolah-sekolah yang kekurangan guru atau ruang kelas.
 Dalam penerapannya pembelajaran terpadu membawa pada kondisi pembelajaran yang
relevan dan bermakna pada anak untuk belajar secara terpadu dalam mencari hubungan-
hubungan dan keterkaitan antara apa yang telah diketahui dengan hal-hal dan informasi
baru yang ditemukan proses belajar sehari-hari. Sedangkan pembelajaran kelas
rangkap memberikan pengajaran yang lebih luas dengan pengalaman yang lebih nyata
dalam penerapannya.

Anda mungkin juga menyukai