Panduan Membuat File Kode 2D CAM
Panduan Membuat File Kode 2D CAM
By : Sukiman, ST
INTRODUCTION
SUKIMAN
Teknik Mesin
Universitas Indonesia
qiman_kiman@[Link]
Cibubur- Jaktim
TRAINING RULES
Tujuan Pembelajaran
Pemakaian APD
Pencahayaan Ruangan
Pencahayaan PC
Tersedianya APAR
Instruksi Kerja
Intruksi kerja adalah perintah kerja yang harus disusun secara
berurutan untuk memandu pelaksanaan pekerjaan / proses
pembuatan benda kerja
Lembar rencana kerja sekurang – kurangnya harus memuat uraian
proses pengerjaan, jenis alat potong yang dipakai, putaran spindle
dan feeding yang ditetapkan
Unit
Variabel Sistem Software Mastercam
Grid + Snap
Variabel Sistem Software Mastercam
WCS
Layar Kerja Mastercam
Keterangan :
1. QAT
2. Tab
3. Grub Tab
4. Tooltip
5. Selection Bar
6. Quick Mask
7. Status Bar
8. Dynamic Gnomon
9. Toolpath Manager
10. Graphics Windows
11. Toolbar
12. Auto Cursor
13. Ribbon Bars
14. Operation Manager
Menu-Menu pada Mastercam
Toolpath Manager
Fitur toolpath manager digunakan untuk memodifikasi langkah-
langkah proses manufaktur yang digunakan pada produk
Menu-Menu pada Mastercam
Auto Cursor
Auto Cursor digunakan untuk input koordinat sumbu X, Y, Z
secara manual
Menu-Menu pada Mastercam
Ribbon Bars
Fitur ribbon bars digunakan pada proses pengeditan geometri
panjang garis, multiline, dan kemiringan sudut garis
Menu-Menu pada Mastercam
Operation Manager
Fitur operation manager digunakan sebagai histori proses
penggambaran dan proses manufaktur yang digunakan pada
produk
Menu-Menu pada Mastercam
Machine Type
Terdapat beberapa jenis Mesin yang dapat digunakan sesuai
dengan kebutuhan. Setelah diklik pada Operation manager akan
diarahkan untuk pembuatan rough material (bahan awal yang
akan diproses) di stocksetup
Menu-Menu pada Mastercam
Main menu > Line > klik titik origin > klik
endpoint > input ukuran panjang 100 mm
dan sudut 90º > Klik OK
Membuat Model 2D
Membuat Lingkaran dan Persegi Panjang
1. Pilih Create
2. Pilih Arc 3 Points
3. Tentukan First point
4. Tentukan Second point
5. Tentukan Third point
6. Pilih Ok
Membuat Model 2D
1. Buat gambar 2D
separuh bangun seperti
gambar disamping ini
2. Pilih menu Xform
3. Pilih Mirror
4. Select obyek gambar 2D
yang akan di mirror
5. Pilih sumbu
Membuat Model 2D
Membuat Xform Rotate
1. Buat gambar 2D seperti
gambar disamping ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Rotate
3. Select obyek gambar 2D
yang akan di Rotate
4. Klik end selection
5. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
6. Pilih lah salah satu
menu move, copy, join
7. Pilih titik perputaran
8. Isikan jumlah obyek
yang diputar
9. Isikan sudut perputaran
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Rectangular Array
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Rectangular Array
3. Select obyek gambar 2D
yang akan di Array
4. Klik end selection
5. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
6. Isilah jumlah array
7. Pilih titik perputaran
8. Isikan jumlah obyek
yang diputar
9. Isikan sudut perputaran
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Offset
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Offset
3. Select obyek garis /
geometri yang akan di
Offset
4. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
5. Pilih move/copy
6. Isilah jumlah offset
7. Isilah jarak offset
8. Pilih direction
9. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Offset Contour
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Offset Contour
3. Select obyek garis /
geometri yang akan di
Offset
4. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
5. Pilih direction
6. Isikan jumlah offset
7. Isikan jarak offset arah
X, Y dan sudut offset
8. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Translate 2D
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini Pilih menu
Xform
2. Pilih Translate 2D
3. Select obyek garis / geometri
yang akan di Translate 2D
4. Muncul kotak dialog seperti
gambar dibawah ini
5. Pilih salah satu bentuk
translate move, copy atau join
6. Isi jumlah obyek
7. Isi jarak translate arah X, Y,
atau Z
8. Isikan sudut polar jika kita
translate sudut polar
9. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Scale
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini Pilih
menu Xform
2. Pilih Xform Scale
3. Select obyek garis / geometri
yang akan di ubah skala
4. Muncul kotak dialog seperti
gambar disamping ini
5. Pilih salah satu bentuk
translate move, copy atau
join
6. Isi jumlah obyek
7. Tentukan referensi point
8. Pilih uniform atau XYZ
9. Isikan scala
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Move to Origin
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Xform Move to
Origin
3. Select titik pusat/tengah
gambar atau obyek 2D
yang akan dipindahkan
ke pusat koordinat
sumbu XYZ (Origin)
4. Maka titik tengah/pusat
gambar atau obyek 2D
akan berpindah ke
pusat koordinat sumbu
XYZ (Origin)
Latihan Membuat Model 2D
1. Gunakan fitur Circle
untuk membuat bidang
awal . Buatlah sebuah
lingkaran dengan Ø 100
mm.
2. Tahap selanjutnya
membuat rectangle
seperti dengan ukuran
74mm X 74mm.
3. Penggambaran
selanjutnya membuat
lingkaran (circle)
dengan ukuran Ø 23
mm pada salah satu
sudut rectangle sebagai
titik origin
Latihan Membuat Model 2D
4. Selanjutnya lakukan
pemotongan pada garis
dengan menggunakan fitur
trim devide/delete, dimana
dengan cara klik langsung
pada garis yang akan dipotong
dengan ditandai dengan kotak
merah kecil . Hasil potongan
dapat dilihat digambar
berikutnya
5. Penggambaran dilanjutkan
dengan fitur fillet dengan
radius 8mm pada garis yang
ditandai kotak merah kecil.
Dan gambar hasil
pembentukan fillet seperti
gambar disamping
Latihan Membuat Model 2D
6. Tahap selanjutnya membuat
circle dengan Ø 12 mm
dimana titik originnya adalah
sama seperti circle ukuran Ø
23 mm (proses sebelumnya)
7. Penggambaran selanjutnya
dilakukan dengan
menggunakan fitur Xform
rotate berfungsi memutarkan
objek dengan sudut putaran
tertentu
8. Langkah selanjutnya
penggunaan fiture trim
devide/delete untuk
menghasilkan profil seperti
disamping
Latihan Membuat Model 2D
9. Tahap selanjutnya membuat
circle dengan Ø 75 mm
dimana titik originnya adalah
pada x=0, y=0
10. Profil dapat dilhat pada
gambar disamping
Input Data Manufaktur
Metode dan Data Teknologi
• Pemilihan metode proses
dilakukan dengan
mempertimbangkan area
proses, kedalaman proses,
tinggi Tool, diameter Tool, dan
jenis Tool
Input Data Manufaktur
Rumus Data Teknologi
Rumus Kecepatan Pemotongan (Vc atau Cs)
Vc = (π.d.N)/1000 M/menit
Rumus menentukan Kecepatan Putaran Spindle
N = (Vc.1000)/(π.d) RPM
Rumus menentukan Kecepatan pemotongan atau pemakanan atau Feeding (Fr)
Fr = Fz.Z.N mm/menit
Rumus menentukan Feeding (F) pada Penguliran
F = N x Kisar (mm/menit)
Keterangan :
• Vc atau Cs = Kecepatan Potong (M/menit)
• π = 3.14 (konstanta)
• d = Diameter Tool (mm)
• N = Kecepatan Putaran Spindle (RPM)
• Fr = Feed rate atau Kecepatan pemakanan (mm/menit)
• Fz = Feed per Tooth (mm/menit)
• Z = Jumlah Flute atau jumlah mata potong
Input Data Manufaktur
Proses Contour
8. Klik kanan mouse, kemudian
pilih isometric. Tampilan
gambar dan bahannya adalah
pada gambar disamping
9. Pilih menu Toolpaths > Klik
Contour
10. Masukan nama file NC,
misalnya Countur 1 lalu
centang (√) tanda OK
11. Pilih chain > lalu pilih garis
benda yang akan dibuat
countur > Kemudian centang
(√)
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Contour
12. Pilih menu toolpath type
> Klik Contour
13. Pilih jenis tool
menggunakan select
tool library dan pilih tipe
tool flat endmill
diameter 10 mm
14. Ubah data tool dengan
double klik pada jenis
end mill yang dipilih
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Contour
15. Masukkan Tool # adalah 1 dan Head # adalah 1.
Data parameter yang tool yang harus masuk antara
lain:
Tool # (urutan nomor tool ) 1
Head # (urutannomorholder) 1
Len. Offset (offset untuk panjang tool) 1
Dia. Offset (offset untuk diameter tool) 1
Proses Contour
17. Pemilihan jenis holder dengan tipe
yang masih sama, yaitu BT40- B4C3-
0025
18. Pilih cut parameter dan tipe contour
ramp > Ramp motion (klik depth ) >
Masukkan Ramp depth 3 > klik One
way ramping for open contours dan
klik make pass at final depth
19. Unchecklist pada lead in/ out
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Contour
20. Pengaturan parameter yang terakhir
adalah linking parameters dengan
nilai tercantum pada gambar , semua
acuan menggunakan sistem absolute
dan untuk depth masukkan -10
mm(karena pemakanan ke bawah
dari sumbu nol)
21. Gunakan backplot untuk
mensimulasikan proses contour
untuk menampilkan jejak toolpath
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Contour
22. Gunakan fitur verify untuk
menampilkan simulasi dalam bentuk
3D yang menunjukkan proses
pembuatan contour
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Pocket
1. Pilih menu toolpath > Klik
Pocket
2. Pilih profil yang akan dibentuk
pocket dengan chaining profil
3. Tipe toolpath yang dipilih
adalah pocket
4. Pilih jenis tool menggunakan
select tool library dan pilih tipe
tool flat endmill diameter
10mm
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Pocket
5. Pengaturan parameter tool
dengan double klik tool yang
telah dipilih dan masukkan
data Tool# adalah 2 dan
Head# adalah 2
6. Masukkan nilai parameter
pada tool dengan nilai feed
rate = 200, plungerate =150,
dan spindle speed =2500 RPM
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Pocket
7. Pengaturan cut parameter
pada pembuatan profil pocket
dan pemilihan jenis cutting
method seperti ditunjukkan
pada gambar disamping
8. Aktifkan keep cool down (tool
selalu tetap turun)
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Pocket
9. Pemilihan step pemakanan
dalam proses pocket
menggunakan fitur Dept Cut,
dimana maksimal roughing
2mm dan finishing step 1mm
10. Pengaturan linking parameter
untuk memasukkan data
geometri dari proses
pembuatan pocket
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Pocket
11. Simulasikan proses pembuatan
pocket dengan backplot untuk
melihat hasil toolpath sesuai
metode dan parameter datanya
12. Tampilan dalam versi 3D dapat
dilakukan dengan verify
terhadap proses pembuatan
pocket tersebut
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
1. Pemilihan jenis proses drilling
dengan menu toolpaths- drill
2. Langkah selanjutnya adalah
pemilihan drill point selection
pada yang model 2D telah
dibuat.
3. Pemilihan drill point (titik
pengeboran ) dapat digunakan
metode window points atau
pick point
4. Pemilihan dilakukan satu
persatu dengan memilih titik
pusat dari 4 lingkaran pada
model 2D hingga muncul garis
titik pusatnya dan diakhiri
dengan klik centang(√)
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
5. Pemilihan proses drill akan
dilanjutkan dengan pemilihan
jenis tool yang akan digunakan
6. Pilih tool dan gunakan select
library tool untuk pemilihan
jenis tool.
7. Pilih jenis tool center drill
dengan diameter 5 mm dan
diakhiri dengan klik
centang(√)
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
8. Double klik pada center drill diameter 5 mm tersebut
hingga muncul kotak dialog define tool – machine
group1. Isikan data setting parameter untuk tool center
drill itu, yaitu :
Tool # (urutan nomor tool): contohnya 4
Head # (urutan no. arbor): contohnya 4
Overall (panjang alat potong yang keluar) :
contohnya 40
Shoulder (panjang shank maksimal) :
contohnya 35
Flute (panjang spiral sisi mata potong ) :
contohnya 20 diakhiri dengan klik centang (√)
Menyimpan File
1. Pilih menu File – Save
2. Pilih Save as untuk menyimpan
dalam format file yangdibutuhkan.
3. Berikan judul file yang
akandisimpan.
4. Pilih conteng (√) untuk
mengakhiri perintah
Verifikasi Model Cam 2D