0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan80 halaman

Panduan Membuat File Kode 2D CAM

Diunggah oleh

aguswardiyanto88
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan80 halaman

Panduan Membuat File Kode 2D CAM

Diunggah oleh

aguswardiyanto88
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEM09022A

MEMBUAT FILE KODE 2D DENGAN


SISTEM CAM

By : Sukiman, ST
INTRODUCTION

SUKIMAN

 Teknik Mesin
Universitas Indonesia

 081 590 602 47

 qiman_kiman@[Link]

 Cibubur- Jaktim
TRAINING RULES
Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini,


peserta kompeten :

Membuat file kode 2D dengan sistem CAM


yang mencakup pengaturan file, pengaturan
tools dan kostumasi yang terhubung dengan
instalasi software termasuk penggunaan
macros, fitur, dan pengaturan standar
CADCAM
CAD ( Computer Aided Design)
Software komputer untuk membuat/ merancang/
menggambar sebuah benda dalam bentuk 2D dan 3D
sehingga dapat dipublikasikan

CAM ( Computer Aided Manufacturing)


Software komputer untuk mengontrol tools mesin
atau mengoperasikan mesin produksi dalam proses
manufaktur. Gambar 2D/3D yang dihasilkan CAD
akan diproses dan dikonversi oleh CAM menjadi
bahasa program untuk pengoperasian mesin
berbasis CNC
Tahapan proses CAM
Menyiapkan Perangkat komputer dan software

 Merancang proses untuk membuat produk

 Menentukan mesin yang sesuai untuk proses produksi

 Memilih tools yang akan digunakan

 Memilih metode yg tepat sesuai urutan proses

Mengecek, mengsimulasikan dan pengujian QC untuk


menjamin kualitas produk

 Mengeluarkan G code dan M code program sesuai


kontrol mesin yang disiapkan
Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pemakaian APD

Pencahayaan Ruangan

Pencahayaan PC
Tersedianya APAR
Instruksi Kerja
Intruksi kerja adalah perintah kerja yang harus disusun secara
berurutan untuk memandu pelaksanaan pekerjaan / proses
pembuatan benda kerja
Lembar rencana kerja sekurang – kurangnya harus memuat uraian
proses pengerjaan, jenis alat potong yang dipakai, putaran spindle
dan feeding yang ditetapkan

Lembar program berisi program CNC yang lengkap sesuai dengan


komponen yang akan dibuat, disamping nomor program dan jenis
control yang dipakai
Lembar Koordinat CNC
Lembar Program
Variabel Sistem Software Mastercam

Unit
Variabel Sistem Software Mastercam

Grid + Snap
Variabel Sistem Software Mastercam

WCS
Layar Kerja Mastercam

Keterangan :
1. QAT
2. Tab
3. Grub Tab
4. Tooltip
5. Selection Bar
6. Quick Mask
7. Status Bar
8. Dynamic Gnomon
9. Toolpath Manager
10. Graphics Windows
11. Toolbar
12. Auto Cursor
13. Ribbon Bars
14. Operation Manager
Menu-Menu pada Mastercam

Toolpath Manager
Fitur toolpath manager digunakan untuk memodifikasi langkah-
langkah proses manufaktur yang digunakan pada produk
Menu-Menu pada Mastercam
Auto Cursor
Auto Cursor digunakan untuk input koordinat sumbu X, Y, Z
secara manual
Menu-Menu pada Mastercam
Ribbon Bars
Fitur ribbon bars digunakan pada proses pengeditan geometri
panjang garis, multiline, dan kemiringan sudut garis
Menu-Menu pada Mastercam
Operation Manager
Fitur operation manager digunakan sebagai histori proses
penggambaran dan proses manufaktur yang digunakan pada
produk
Menu-Menu pada Mastercam
Machine Type
Terdapat beberapa jenis Mesin yang dapat digunakan sesuai
dengan kebutuhan. Setelah diklik pada Operation manager akan
diarahkan untuk pembuatan rough material (bahan awal yang
akan diproses) di stocksetup
Menu-Menu pada Mastercam

Pan : Menggeser geometri / gambar


Zoom Fit : Memposisikan semua geometri yang aktif ke
tengah –tengah layar, perintah ini juga bisa
menggunakan Alt + F1 dipencet bersama
Zoom Target : Memperbesar bagian gambar tertentu
dengan jalan membuat window dengan
Menu View Manipulasi mouse. perintah ini juga bisa menekan F1
Zoom Selected : Fungsinya hampir sama dengan Zoom target
Un- Zoom : Memperkecil sedikit pandangan atau
menekan F2
Repaint : Membersihkan layar, atau menekan F3
Zoom Window : Fungsinya hampir sama dengan Zoom
Target dan Zoom Selected
Dynamic Rotation : Memutar – mutar gambar atau geometri
yang berada dilayar (lembar kerja)
Menu-Menu pada Mastercam
Menu Graphic View

Top view : Pandangan Atas


Front view : Pandangan depan
Right view : Pandangan samping kanan
Isometric view : Pandangan Isometrik
Menu-Menu pada Mastercam
Menu Sketcher

Point : membuat titik


Line : membuat garis lurus
Arc : membuat lingkaran dengan titik pusat
Rectangle : membuat persegi panjang
Fillet : membuat radius
Spline : membuat garis bergelombang dan
bersambung
Create Cylinder : membuat silinder
Menu-Menu pada Mastercam
Menu Xform

Translate : menyalin/mengkopi gambar 2D atau 3D arah


sumbu X,Y,Z
Mirror : mencerminkan garis geometri atau gambar 2D
dan 3D
Rotate : memutar gambar 2D/3D
Scale : mengubah skala gambar
Move to origin : memindahkan gambar 2D/3D ke titik pusat
koordinat
Offset contour : membuat garis sejajar sesuai kontur
Rectangular array : memperbanyak gambar arah memanjang
menurut jumlah baris dan kolom
Menu-Menu pada Mastercam
Menu Toolpath

Drill toolpath : Membuat lubang (membor)


2D High Speed : Menentukan alur pemakanan
Countur : Memfrais alur
Pocket : Memfrais kantong datar
Face : Memfrais muka
Menu-Menu pada Mastercam
Menu Delete dan Undelete

Menu Edit Trim

Dellete : menghapus geometri


yang aktif dilayar
Dellete Duplicate : menghapus geometri
yang double dilayar
Undellete : mengembalikan
geometri yang dihapus

Trim : memotong garis geometri yang aktif dilayar


Extend : memanjangkan garis geometri yang aktif dilayar
Import berbagai format file
Orientasi Model 2D Mastercam

Dynamic Rotation :Memutar-mutar gambar yang ada dilayar


Normal View :Kembali ke tampilan normal/awal
Named Views :Menampilkan kotak pilihan tampilan(view
selection)
Database Attribute

Line Color :Memilih warna garis yang


akan digunakan
Line Style :Memilih jenis garis yang
akan digunakan
Point Style :Memilih jenis point yang
akan digunakan
Manage Level
Line Width :Memilih tebal garis yang
akan digunakan
Surface Density
EA Mgr (Entity Attributes Manager)
Membuat Model 2D
Membuat Point

1. Pilih fitur create


2. Klik Point
3. Klik Position
4. Input Koordinat sumbu X,Y
dan Z=0 untuk gambar 2D
pada toolbar sehingga akan
membentuk titik koodinat
tertentu sesuai nilainya
tersebut
Membuat Model 2D
Membuat Garis Lurus

Main menu > create > line > klik horizontal


Main menu > line > klik titik origin > klik endpoint
> input angka koordinat
> input ukuran panjang 200 mm dan sudut 45º

Main menu > Line > klik titik origin > klik
endpoint > input ukuran panjang 100 mm
dan sudut 90º > Klik OK
Membuat Model 2D
Membuat Lingkaran dan Persegi Panjang

1. Pilih menu circle 1. Pilih menu Rectangle


2. Klik origin 2. Klik origin
3. Isi kotak dialog misalkan ukuran 3. Isi kotak dialog misalkan ukuran
radius 50 atau diameter 100 panjang100 lebar 100
4. Klik Ok
4. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Fillet dan Champer

1. Pilih menu Fillet 1. Pilih menu Champer


2. Isi ukuran champer pada kotak dialog
2. Isi ukuran radius pada kotak dialog
misalkan 20
misalkan r=20
3. pilih garis pertama pada bagian sisi
3. pilih garis pertama pada bagian sisi sudut
sudut 4. pilih garis kedua pada bagian sisi
4. pilih garis kedua pada bagian sisi sudut
sudut 5. Klik Ok
5. Klik Ok
Membuat Model 2D

Membuat Arc 3 Point

1. Pilih Create
2. Pilih Arc 3 Points
3. Tentukan First point
4. Tentukan Second point
5. Tentukan Third point
6. Pilih Ok
Membuat Model 2D

Membuat Xform Mirror

1. Buat gambar 2D
separuh bangun seperti
gambar disamping ini
2. Pilih menu Xform
3. Pilih Mirror
4. Select obyek gambar 2D
yang akan di mirror
5. Pilih sumbu
Membuat Model 2D
Membuat Xform Rotate
1. Buat gambar 2D seperti
gambar disamping ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Rotate
3. Select obyek gambar 2D
yang akan di Rotate
4. Klik end selection
5. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
6. Pilih lah salah satu
menu move, copy, join
7. Pilih titik perputaran
8. Isikan jumlah obyek
yang diputar
9. Isikan sudut perputaran
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Rectangular Array
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Rectangular Array
3. Select obyek gambar 2D
yang akan di Array
4. Klik end selection
5. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
6. Isilah jumlah array
7. Pilih titik perputaran
8. Isikan jumlah obyek
yang diputar
9. Isikan sudut perputaran
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Offset
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Offset
3. Select obyek garis /
geometri yang akan di
Offset
4. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
5. Pilih move/copy
6. Isilah jumlah offset
7. Isilah jarak offset
8. Pilih direction
9. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Offset Contour
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Offset Contour
3. Select obyek garis /
geometri yang akan di
Offset
4. Muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah
ini
5. Pilih direction
6. Isikan jumlah offset
7. Isikan jarak offset arah
X, Y dan sudut offset
8. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Translate 2D
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini Pilih menu
Xform
2. Pilih Translate 2D
3. Select obyek garis / geometri
yang akan di Translate 2D
4. Muncul kotak dialog seperti
gambar dibawah ini
5. Pilih salah satu bentuk
translate move, copy atau join
6. Isi jumlah obyek
7. Isi jarak translate arah X, Y,
atau Z
8. Isikan sudut polar jika kita
translate sudut polar
9. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Scale
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini Pilih
menu Xform
2. Pilih Xform Scale
3. Select obyek garis / geometri
yang akan di ubah skala
4. Muncul kotak dialog seperti
gambar disamping ini
5. Pilih salah satu bentuk
translate move, copy atau
join
6. Isi jumlah obyek
7. Tentukan referensi point
8. Pilih uniform atau XYZ
9. Isikan scala
10. Klik Ok
Membuat Model 2D
Membuat Xform Move to Origin
1. Buat gambar 2D seperti
gambar dibawah ini
Pilih menu Xform
2. Pilih Xform Move to
Origin
3. Select titik pusat/tengah
gambar atau obyek 2D
yang akan dipindahkan
ke pusat koordinat
sumbu XYZ (Origin)
4. Maka titik tengah/pusat
gambar atau obyek 2D
akan berpindah ke
pusat koordinat sumbu
XYZ (Origin)
Latihan Membuat Model 2D
1. Gunakan fitur Circle
untuk membuat bidang
awal . Buatlah sebuah
lingkaran dengan Ø 100
mm.
2. Tahap selanjutnya
membuat rectangle
seperti dengan ukuran
74mm X 74mm.
3. Penggambaran
selanjutnya membuat
lingkaran (circle)
dengan ukuran Ø 23
mm pada salah satu
sudut rectangle sebagai
titik origin
Latihan Membuat Model 2D
4. Selanjutnya lakukan
pemotongan pada garis
dengan menggunakan fitur
trim devide/delete, dimana
dengan cara klik langsung
pada garis yang akan dipotong
dengan ditandai dengan kotak
merah kecil . Hasil potongan
dapat dilihat digambar
berikutnya

5. Penggambaran dilanjutkan
dengan fitur fillet dengan
radius 8mm pada garis yang
ditandai kotak merah kecil.
Dan gambar hasil
pembentukan fillet seperti
gambar disamping
Latihan Membuat Model 2D
6. Tahap selanjutnya membuat
circle dengan Ø 12 mm
dimana titik originnya adalah
sama seperti circle ukuran Ø
23 mm (proses sebelumnya)
7. Penggambaran selanjutnya
dilakukan dengan
menggunakan fitur Xform
rotate berfungsi memutarkan
objek dengan sudut putaran
tertentu
8. Langkah selanjutnya
penggunaan fiture trim
devide/delete untuk
menghasilkan profil seperti
disamping
Latihan Membuat Model 2D
9. Tahap selanjutnya membuat
circle dengan Ø 75 mm
dimana titik originnya adalah
pada x=0, y=0
10. Profil dapat dilhat pada
gambar disamping
Input Data Manufaktur
Metode dan Data Teknologi
• Pemilihan metode proses
dilakukan dengan
mempertimbangkan area
proses, kedalaman proses,
tinggi Tool, diameter Tool, dan
jenis Tool
Input Data Manufaktur
Rumus Data Teknologi
 Rumus Kecepatan Pemotongan (Vc atau Cs)
Vc = (π.d.N)/1000 M/menit
 Rumus menentukan Kecepatan Putaran Spindle
N = (Vc.1000)/(π.d) RPM
 Rumus menentukan Kecepatan pemotongan atau pemakanan atau Feeding (Fr)
Fr = Fz.Z.N mm/menit
 Rumus menentukan Feeding (F) pada Penguliran
F = N x Kisar (mm/menit)
 Keterangan :
• Vc atau Cs = Kecepatan Potong (M/menit)
• π = 3.14 (konstanta)
• d = Diameter Tool (mm)
• N = Kecepatan Putaran Spindle (RPM)
• Fr = Feed rate atau Kecepatan pemakanan (mm/menit)
• Fz = Feed per Tooth (mm/menit)
• Z = Jumlah Flute atau jumlah mata potong
Input Data Manufaktur

Tabel Cutting Speed (Vc atau Cs) dari Alat Potong


Input Data Manufaktur
Metode Pengerjaan
Latihan Input Data Manufaktur

Pemilihan Tipe Mesin


1. Pilih menu machine type
2. Pilih Mill
3. Klik Default
4. Setelah di klik maka tampilan
operations manager
5. Tentukan ukuran bahan
dengan cara klik toolpath >
klik tanda + pada properties
untuk breakdown > klik stock
setup(setup ukuran bahan)
6. Kemudian isi ukuran bahan
(stock) benda kerja dengan
x=100, y=100 dan z=10mm
7. Lalu klik tanda centang
menandakan ok
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
8. Klik kanan mouse, kemudian
pilih isometric. Tampilan
gambar dan bahannya adalah
pada gambar disamping
9. Pilih menu Toolpaths > Klik
Contour
10. Masukan nama file NC,
misalnya Countur 1 lalu
centang (√) tanda OK
11. Pilih chain > lalu pilih garis
benda yang akan dibuat
countur > Kemudian centang
(√)
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
12. Pilih menu toolpath type
> Klik Contour
13. Pilih jenis tool
menggunakan select
tool library dan pilih tipe
tool flat endmill
diameter 10 mm
14. Ubah data tool dengan
double klik pada jenis
end mill yang dipilih
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
15. Masukkan Tool # adalah 1 dan Head # adalah 1.
Data parameter yang tool yang harus masuk antara
lain:
 Tool # (urutan nomor tool ) 1
 Head # (urutannomorholder) 1
 Len. Offset (offset untuk panjang tool) 1
 Dia. Offset (offset untuk diameter tool) 1

16. Setting parameter untuk pergerakan sumbu mesin


yaitu:
 Feedrate (pemakanan saat gerakan linier sumbu
X dan Y ), contoh:400
 Plungerate ( pemakanan saat gerakan turun
sumbu Z ), contoh:200
 Spindle speed (besar putaran spindle / menit),
contoh: 1000
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
17. Pemilihan jenis holder dengan tipe
yang masih sama, yaitu BT40- B4C3-
0025
18. Pilih cut parameter dan tipe contour
ramp > Ramp motion (klik depth ) >
Masukkan Ramp depth 3 > klik One
way ramping for open contours dan
klik make pass at final depth
19. Unchecklist pada lead in/ out
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
20. Pengaturan parameter yang terakhir
adalah linking parameters dengan
nilai tercantum pada gambar , semua
acuan menggunakan sistem absolute
dan untuk depth masukkan -10
mm(karena pemakanan ke bawah
dari sumbu nol)
21. Gunakan backplot untuk
mensimulasikan proses contour
untuk menampilkan jejak toolpath
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Contour
22. Gunakan fitur verify untuk
menampilkan simulasi dalam bentuk
3D yang menunjukkan proses
pembuatan contour
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Pocket
1. Pilih menu toolpath > Klik
Pocket
2. Pilih profil yang akan dibentuk
pocket dengan chaining profil
3. Tipe toolpath yang dipilih
adalah pocket
4. Pilih jenis tool menggunakan
select tool library dan pilih tipe
tool flat endmill diameter
10mm
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Pocket
5. Pengaturan parameter tool
dengan double klik tool yang
telah dipilih dan masukkan
data Tool# adalah 2 dan
Head# adalah 2
6. Masukkan nilai parameter
pada tool dengan nilai feed
rate = 200, plungerate =150,
dan spindle speed =2500 RPM
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Pocket
7. Pengaturan cut parameter
pada pembuatan profil pocket
dan pemilihan jenis cutting
method seperti ditunjukkan
pada gambar disamping
8. Aktifkan keep cool down (tool
selalu tetap turun)
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Pocket
9. Pemilihan step pemakanan
dalam proses pocket
menggunakan fitur Dept Cut,
dimana maksimal roughing
2mm dan finishing step 1mm
10. Pengaturan linking parameter
untuk memasukkan data
geometri dari proses
pembuatan pocket
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Pocket
11. Simulasikan proses pembuatan
pocket dengan backplot untuk
melihat hasil toolpath sesuai
metode dan parameter datanya
12. Tampilan dalam versi 3D dapat
dilakukan dengan verify
terhadap proses pembuatan
pocket tersebut
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Drilling
1. Pemilihan jenis proses drilling
dengan menu toolpaths- drill
2. Langkah selanjutnya adalah
pemilihan drill point selection
pada yang model 2D telah
dibuat.
3. Pemilihan drill point (titik
pengeboran ) dapat digunakan
metode window points atau
pick point
4. Pemilihan dilakukan satu
persatu dengan memilih titik
pusat dari 4 lingkaran pada
model 2D hingga muncul garis
titik pusatnya dan diakhiri
dengan klik centang(√)
Latihan Input Data Manufaktur

Proses Drilling
5. Pemilihan proses drill akan
dilanjutkan dengan pemilihan
jenis tool yang akan digunakan
6. Pilih tool dan gunakan select
library tool untuk pemilihan
jenis tool.
7. Pilih jenis tool center drill
dengan diameter 5 mm dan
diakhiri dengan klik
centang(√)
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
8. Double klik pada center drill diameter 5 mm tersebut
hingga muncul kotak dialog define tool – machine
group1. Isikan data setting parameter untuk tool center
drill itu, yaitu :
 Tool # (urutan nomor tool): contohnya 4
 Head # (urutan no. arbor): contohnya 4
 Overall (panjang alat potong yang keluar) :
contohnya 40
 Shoulder (panjang shank maksimal) :
contohnya 35
 Flute (panjang spiral sisi mata potong ) :
contohnya 20 diakhiri dengan klik centang (√)

9. Isilah parameter federate & spindle speed sebagai


berikut:
 Feed rate( gerakan pemakanan saat gerakan
drilling) : missal 70
 Spindle Speed (besar putaran spindle / menit ) :
misal 1000

Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
10. Pemilihan holder dilakukan dengan
open library dan pilih ketirusan arbor,
misalnya BT40 yang dapat diakses
melalui
C:\Users\Public\PublicDocuments\Sha
redMcamx5\Mill\Tools
11. Parameter yang harus dimasukkan
adalah Cut Parameter dimana untuk
center drill prosesnya menggunakan
drill tanpa proses pecking (gerakan
tanpa proses pembuangan
beram/chip). Sehingga pilih Cycle –
Drill/Counterbore
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
12. Parameter terakhir yang harus di
masukkan adalah Linking Parameter,
dimana data yang harus dimasukkan
antara lain :
 Clearance (batas titik kembali
keatas) : isikan50
 Retract (batas titik pembuangan
chip / beram)
 Top of Stock (batas titik saat
penggunaan feeding): isikan 0
 Dept (batas kedalaman akhir):
isikan -2. Semua data diatas
menggunakan sistem ukuran
absolut
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
13. Simulasikan proses pembuatan drill
dengan backplot untuk melihat hasil
toolpath sesuai metode dan parameter
datanya
14. Tampilan dalam versi 3D dapat
dilakukan dengan verify terhadap
proses pembuatan pocket tersebut
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
15. Setelah proses drill dengan
menggunakan center drill, maka
dilanjutkan prosesnya dengan pecking
drill dengan kedalaman lubang tembus
dan diameter drill 12mm.
16. Pilih kembali menuToolpath–Drill–
Drill Point Selection
17. Jenis tool yang akan digunakan dapat
dipilih melalui select library tool dan
pilihlah drill dengan diameter 12 mm
18. Masukkan nilai parameter dengan
double klik pada tool yang telah
dimasukkan data awalnya. Perubahan
tool# adalah 5 dan head# adalah 5
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
19. Isikan data parameter feed rate &
spindle rate sebagai berikut:
 Feed rate (pemakanan saat
gerakan drilling): misalnya 70
 Spindle speed(besar putaran
spindle/menit): misalnya 800
20. Pilih jenis holder yang sama dengan
sebelumnya
21. Parameter yang harus dimasukkan
selanjutnya adalah cut parameter
dimana menggunakan proses peck
drilling (gerakan proses drilling
dengan pembuangan beram/chip
secarabertahap) seperti gambar 99.
Latihan Input Data Manufaktur
Proses Drilling
22. Tahapan terakhir adalah linking
parameter dalam proses peck drill
dilakukan dengan memasukkan
beberapa data
23. Tampilan dalam versi 3D dapat
dilakukan dengan verify terhadap
proses pembuatan pocket tersebut
Save file dalam berbagai format
Save file dalam berbagai Format

Menyimpan File
1. Pilih menu File – Save
2. Pilih Save as untuk menyimpan
dalam format file yangdibutuhkan.
3. Berikan judul file yang
akandisimpan.
4. Pilih conteng (√) untuk
mengakhiri perintah
Verifikasi Model Cam 2D

Verifikasi Model Cam 2D


1. Pilih seluruh proses manufaktur
dengan menu select all operations
untuk memilih semuaprosesnya.
2. Pilih regenerate all operations
untuk update data parameter
terutama apabila ada modifikasi
prosesnya
3. Pilih fitur Verify untuk
memverifikasi dan
mensimulasikan proses
manufaktur dalam bentuk visual
3D
Konversi Model Cam 2D menjadi NC Program

Konversi Model Cam 2D


menjadi NC Program

1. Pilih seluruh proses manufaktur


dengan menu select all operations
untuk memilih semua prosesnya.
2. Pilih regenerate all operations
untuk update data parameter
terutama apabila ada modifikasi
prosesnya
3. Gunakan fitur post selected
programs (G1) untuk
mengkonversikan model 2D
menjadi NC program sampai
muncul keterangan
Konversi Model Cam 2D menjadi NC Program

Konversi Model Cam 2D


menjadi NC Program
4. Pilih lokasi penyimpanan file NC
program yang baru selesai di
konversi
5. Pindahkan file NC program yang
telah selesai ke media
penyimpanan data lain seperti
flashdisk. Apabila ada modifikasi
manual pada NC program dapat
dilakukan menggunakan media
mastercam editor sebelum di
transfer ke mesin CNC

Anda mungkin juga menyukai