0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan35 halaman

AMDAL Pertambangan Batubara PTBA

Diunggah oleh

harrygideons3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan35 halaman

AMDAL Pertambangan Batubara PTBA

Diunggah oleh

harrygideons3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

‭FORMULIR KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN‬

‭(KA-ANDAL)‬

‭PERTAMBANGAN BATU BARA DI SUMATERA SELATAN PT BUKIT‬


‭ASAM TBK (PTBA)‬

‭Oleh:‬

‭Putrie Afrilia Imeldha‬ ‭5014221039‬

‭Alice Eunike Sianturi‬ ‭5014221053‬

‭Tania Irby‬ ‭5014221054‬

‭DEPARTEMEN TEKNIK LINGKUNGAN‬

‭FAKULTAS TEKNIK SIPIL, PERENCANAAN, DAN KEBUMIAN‬

‭INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER‬

‭SURABAYA‬

‭2024‬

‭1‬
‭I.‬ ‭INFORMASI UMUM‬
‭1.1. Nama‬ ‭:‬ ‭Pertambangan Terbuka Batubara PT. Bukit Asam Tbk.‬
‭Usaha‬
‭dan/atau‬
‭Kegiatan‬
‭1.2. Penanggung‬ ‭Perusahaan‬
‭jawab Usaha‬
‭Nama‬ ‭: PT. BUKIT ASAM (PERSERO)‬
‭dan/atau‬
‭Kegiatan‬ ‭Alamat‬ ‭: Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang‬
‭Kidul, Kabupaten Muara Enim‬
‭Telepon/Fax‬ ‭: 0857575754331‬
‭Email‬ ‭: kaconkjaya@[Link]‬
‭Penanggung Jawab‬
‭Nama‬ ‭: Budiono Siregar‬
‭Jabatan‬ ‭: General Manager PT. Bukit Asam Tbk.‬

‭1.3. Tim‬ ‭ enyusun AMDAL dilakukan oleh lembaga jasa konsultan lingkungan‬
P
‭Penyusun‬ ‭dengan identitas sebagai berikut:‬
‭Amdal‬ ‭1.‬ ‭Penyusun‬ ‭: PT. Satu Cipta‬
‭2.‬ ‭No Registrasi‬ ‭: 017/LPJ/AMDAL-2/LRK/KLH‬
‭3.‬ ‭Masa Registrasi hingga‬ ‭: 15 Agustus 2045‬
‭4.‬ ‭Ketua‬ ‭: Putrie Afrilia Imeldha‬
‭5.‬ ‭Alamat‬ ‭: Jl. Panglima Sudirman No. 18, Jakarta‬
‭6.‬ ‭Telepon‬ ‭: +62 8745091‬
‭7.‬ ‭E-mail‬ ‭:‬‭satucipta@[Link]‬
‭Tim Penyusun terdiri dari:‬
‭No‬ ‭ ama Tim‬
N ‭Tenaga Ahli‬ ‭Sertifikat‬
‭Penyusun‬

‭1.‬ P
‭ rof. Putrie‬ ‭Ketua Tim‬ ‭ ertifikat Kompensasi Ketua Tim‬
S
‭Afrilia Imeldha,‬ ‭Penyusun AMDAL‬
‭ST., [Link].,‬ ‭No. : 000812/SKPA/LSK-‬
‭Ph.D‬ ‭INDOENVIR/VI/2025‬

‭2.‬ D
‭ r. Alice‬ ‭Anggota Tim‬ ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Eunike‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭Sianturi, ST.‬ ‭No. : 000254/SKPA/LSK-‬
‭[Link]‬ ‭INDOENVIR/VI/2020‬

‭3.‬ T
‭ ania Irby, S.‬ ‭Anggota Tim‬ ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Sos.‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭No. : 000412/SKPA/LSK-‬
‭INDOENVIR/VI/2022‬

‭Tim Ahli‬

‭2‬
‭1.‬ ‭Ali Ibrahim, ST.‬ A
‭ hli‬ ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Geofisik-Kim‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭ia‬ ‭No. : 000412/SKPA/LSK-‬
‭INDOENVIR/VII/2024‬

‭2‬ M
‭ . Faizin‬ ‭Ahli Biologi‬ ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Mustofa, S. Si.‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭No. : 000413/SKPA/LSK-‬
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭3‬ I‭ ndra‬ ‭ hli Sosial‬
A ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Herlambang , S.‬ ‭Ekonomi dan‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭Sos.‬ ‭Budaya‬ ‭ o. : 000414/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭4‬ A
‭ hmad Jaelani,‬ ‭ hli‬
A ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭S. KM.‬ ‭Kesehatan‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭Masyarakat‬ ‭ o. : 000415/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭5‬ P
‭ utra Bakhtiar,‬ ‭ hli‬
A ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭M. TR.‬ ‭Transportasi‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭ o. : 000416/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭6‬ R
‭ ahmat‬ ‭ hli‬
A ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Adiningrat, S.‬ ‭Planologi /‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭PWK.‬ ‭Perpetaan‬ ‭ o. : 000417/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭7‬ I‭ rawan‬ ‭Ahli Geologi‬ ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Suhendra, S. T.‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭ o. : 000418/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬
‭8‬ R
‭ aditya‬ ‭ hli‬
A ‭ ertifikat Kompensasi Anggota‬
S
‭Laksana, S. T.‬ ‭Petambangan‬ ‭Tim Penyusun AMDAL‬
‭ o. : 000419/SKPA/LSK-‬
N
‭INDOENVIR/VI/2024‬

1‭ .4 Deskripsi‬ ‭Status Studi AMDAL‬


‭rencana usaha dan‬
‭Studi AMDAL Pembangunan Tambang Batubara dilakukan:‬
‭atau kegiatan‬
‭1.‬ S
‭ etelah uji penapisan kegiatan wajib AMDAL oleh oleh PT. Sejahtera‬
‭Enviro Konsultan tahun 2024‬
‭2.‬ S
‭ etelah keluar‬‭Detail Engineering Desain‬‭(DED) dari‬‭unit‬
‭pembangkit baru oleh PT Bukit Asam Persero Tbk Tahun 2024‬

‭3‬
‭3.‬ B
‭ ersamaan dengan kajian pemodelan kualitas udara dengan data‬
‭sekunder oleh PT. Sejahtera Enviro Konsultan tahun 2024‬
‭4.‬ B
‭ ersamaan dengan penyusunan Analisis Dampak Lalu Lintas‬
‭(ANDALALIN) oleh PT. Sejahtera Enviro Konsultan tahun 2024‬
‭Deskripsi Rencana Usaha atau Kegiatan Tahap Pra-Konstruksi‬
‭●‬ ‭Survei (Sosialisasi Masyarakat)‬
‭ omponen‬ ‭lingkungan‬ ‭yang‬ ‭diperkirakan‬ ‭terkena‬ ‭dampak‬ ‭kegiatan‬ ‭survey‬
K
‭lapangan‬ ‭adalah‬ ‭timbulnya‬ ‭keresahan‬ ‭atau‬ ‭ketidaknyamanan‬ ‭warga‬ ‭sekitar.‬
‭Pihak‬ ‭pemrakarsa‬ ‭wajib‬ ‭mensosialisasikan‬ ‭rencana‬ ‭kegiatan‬ ‭yang‬ ‭akan‬
‭dilakukan‬ ‭di‬ ‭lokasi‬ ‭Tambang‬ ‭Batubara‬ ‭yang‬ ‭berada‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭lokasi‬
‭pemukiman‬ ‭penduduk‬ ‭khususnya‬ ‭di‬ ‭Kelurahan‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim,‬ ‭Kecamatan‬
‭Lawang‬ ‭Kidul‬ ‭sehingga‬ ‭masyarakat‬ ‭mengetahui‬ ‭secara‬ ‭langsung‬ ‭informasi‬
‭dari‬ ‭Pemrakarsa.‬ ‭Selama‬ ‭kegiatan‬ ‭survey‬ ‭tidak‬ ‭ditemukan‬ ‭masalah‬ ‭di‬
‭lapangan‬‭karena‬‭masyarakat‬‭telah‬‭mengenal‬‭kegiatan‬‭penambangan‬‭batubara.‬
‭Dengan‬ ‭demikian‬ ‭terjadi‬ ‭proses‬ ‭komunikasi‬ ‭dua‬ ‭arah‬ ‭(‭t‬wo‬ ‭way‬
‭communication‬‭)‬ ‭antara‬ ‭stakeholder‬ ‭dengan‬ ‭pihak‬ ‭–‬ ‭pihak‬ ‭yang‬ ‭sedang‬
‭melakukan‬ ‭survey‬ ‭di‬ ‭lapangan.‬ ‭Pada‬ ‭saat‬ ‭kegiatan‬ ‭survey‬ ‭lapangan‬ ‭lokasi‬
‭kegiatan‬‭yang‬‭direncanakan‬‭berada‬‭di‬‭dalam‬‭area‬‭eksisting‬‭tambang‬‭batubara.‬
‭Sementara‬ ‭area‬ ‭sekitar‬ ‭lokasi‬ ‭adalah‬ ‭pemukiman,‬ ‭perkebunan‬ ‭,‬ ‭Jalan‬ ‭Raya,‬
‭Sungai,‬ ‭dan‬ ‭Laut.‬ ‭Pada‬ ‭tahap‬ ‭kali‬ ‭ini,‬ ‭terdapat‬ ‭beberapa‬ ‭perkiraan‬ ‭dampak‬
‭yang mungkin terjadi, antara lain :‬
‭-‬ J‭ umlah penduduk yang terkena dampak adalah masyarakat di wilayah‬
‭studi terutama di Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul,‬
‭Sumatera Selatan.‬
-‭ ‬ ‭Luas sebaran dampak diperkirakan lebih dari 40% luas wilayah studi.‬
‭-‬ ‭Ditinjau dari lamanya dampak, maka dampak kegiatan publikasi dan‬
‭survey proyek penambangan batubara diperkirakan tidak akan‬
‭berlangsung lama karena masyarakat sekitar sudah menerima kondisi‬
‭existing.‬
‭Tahap Konstruksi‬
‭-‬ ‭Penerimaan Tenaga Kerja Tahap Konstruksi‬
‭Melalui‬ ‭kegiatan‬ ‭survei‬ ‭lapangan‬ ‭dan‬ ‭berdasarkan‬ ‭pengetahuan‬
‭ asyarakat‬ ‭sendiri‬ ‭atas‬ ‭pengalaman‬ ‭tentang‬ ‭beberapa‬ ‭proyek‬
m
‭pembangunan‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭dilaksanakan‬ ‭di‬ ‭daerahnya‬ ‭masyarakat‬
‭berpersepsi‬‭bahwa‬‭proyek‬‭pembangunan‬‭pada‬‭tahap‬‭kontruksi‬‭tersebut‬
‭akan‬ ‭membutuhkan‬ ‭tenaga‬ ‭kerja‬ ‭dalam‬ ‭jumlah‬ ‭yang‬ ‭cukup‬ ‭besar‬
‭untuk‬ ‭berbagai‬ ‭pekerjaan‬ ‭konstruksi‬ ‭yang‬ ‭sesuai‬ ‭dengan‬ ‭level‬
‭pengetahuan‬ ‭dan‬ ‭keterampilan.‬ ‭Oleh‬‭karena‬‭itu‬‭keberadaan‬‭kontruksi‬
‭akan membawa perbaikan dengan bertambahnya peluang kerja.‬
‭-‬ ‭Mobilisasi Peralatan dan Material‬
‭ obilisasi‬ ‭peralatan‬ ‭dan‬ ‭material‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭konstruksi‬ ‭proyek‬
M
‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭bertujuan‬‭untuk‬‭menyediakan‬‭seluruh‬‭sumber‬‭daya‬
‭teknis‬ ‭yang‬ ‭diperlukan‬ ‭dalam‬ ‭pembangunan‬ ‭infrastruktur‬ ‭tambang,‬
‭termasuk‬ ‭alat‬ ‭berat‬ ‭seperti‬ ‭excavator,‬ ‭dump‬ ‭truck,‬ ‭dan‬ ‭material‬

‭4‬
b‭ angunan.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilaksanakan‬ ‭dengan‬ ‭memperhatikan‬ ‭kondisi‬
‭eksisting‬ ‭lingkungan‬ ‭sekitar,‬ ‭seperti‬ ‭jaringan‬ ‭jalan‬ ‭yang‬ ‭digunakan‬
‭untuk‬‭transportasi‬‭peralatan‬‭serta‬‭area‬‭sensitif‬‭seperti‬‭pemukiman‬‭atau‬
‭kawasan‬ ‭lindung.‬ ‭Mobilisasi‬ ‭yang‬ ‭tidak‬ ‭dikelola‬ ‭dengan‬ ‭baik‬ ‭dapat‬
‭menimbulkan‬ ‭berbagai‬ ‭dampak,‬ ‭antara‬ ‭lain‬ ‭peningkatan‬ ‭kebisingan,‬
‭polusi‬ ‭udara‬ ‭dari‬ ‭emisi‬ ‭kendaraan,‬ ‭kerusakan‬ ‭jalan,‬ ‭dan‬ ‭potensi‬
‭gangguan‬ ‭lalu‬ ‭lintas‬ ‭lokal,‬ ‭sehingga‬ ‭diperlukan‬ ‭perencanaan‬ ‭yang‬
‭matang dan langkah mitigasi yang efektif‬
‭-‬ ‭Pengurukan dan Pematangan Lahan‬
‭Adanya pengoperasian armada truk dari Palembang menuju lokasi‬
p‭ royek untuk mengangkut tanah pengurukan dan pematangan lahan‬
‭dapat mengakibatkan kenaikan jumlah volume kendaraan dan derajat‬
‭kejenuhan pada Jalan Raya Talang Jaya. Melihat jalur transportasi‬
‭yang akan dilalui cukup panjang sampai ke lokasi proyek maka cukup‬
‭banyak manusia yang akan terkena dampak sehingga berpotensi‬
‭menimbulkan peningkatan volume lalu lintas. Dengan pengoperasian‬
‭kendaraan yang memobilisasi tanah urukan lewat jalur darat akan‬
‭menambah frekuensi lewatnya angkutan darat. ada tahap kali ini,‬
‭terdapat beberapa perkiraan dampak yang mungkin terjadi, antara lain‬
‭-‬ ‭Penduduk‬ ‭yang‬ ‭terkena‬ ‭dampak‬ ‭kemacetan‬ ‭adalah‬ ‭para‬
‭pengguna‬‭transportasi‬‭darat‬‭di‬‭dalam‬‭provinsi‬‭dan‬‭jumlahnya‬
‭diprakirakan < 10%.‬
‭-‬ ‭Dengan‬ ‭banyaknya‬ ‭pengoperasian‬ ‭kendaraan‬ ‭yang‬
‭memobilisasi‬ ‭tanah‬ ‭urukan‬ ‭lewat‬‭jalur‬‭darat‬‭akan‬‭menambah‬
‭tingkat polusi udara‬
‭-‬ ‭Pembangunan Jalan Petambangan‬
‭Pembangunan‬ ‭jalan‬ ‭pertambangan‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭konstruksi‬ ‭proyek‬
‭tambang‬‭batubara‬‭berfungsi‬‭sebagai‬‭akses‬‭utama‬‭untuk‬‭transportasi‬‭alat‬
‭berat,‬ ‭material,‬ ‭dan‬ ‭hasil‬ ‭tambang‬ ‭dari‬ ‭area‬‭penambangan‬‭ke‬‭fasilitas‬
‭pengolahan‬ ‭atau‬ ‭titik‬ ‭distribusi.‬ ‭Jalan‬ ‭ini‬ ‭direncanakan‬ ‭dengan‬
‭mempertimbangkan‬ ‭kondisi‬ ‭eksisting‬ ‭area‬ ‭tambang,‬ ‭yang‬ ‭sering‬ ‭kali‬
‭meliputi‬ ‭lahan‬ ‭hutan,‬ ‭lahan‬ ‭pertanian,‬ ‭atau‬ ‭tanah‬ ‭kosong‬ ‭dengan‬
‭topografi‬ ‭yang‬ ‭bervariasi.‬ ‭Potensi‬ ‭dampak‬ ‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭ini‬ ‭meliputi‬
‭perubahan‬‭bentang‬‭alam,‬‭erosi‬‭tanah,‬‭peningkatan‬‭sedimentasi‬‭di‬‭aliran‬
‭air,‬ ‭gangguan‬ ‭terhadap‬ ‭ekosistem‬ ‭lokal,‬ ‭serta‬ ‭potensi‬ ‭penurunan‬
‭kualitas‬ ‭air‬ ‭akibat‬ ‭limpasan‬ ‭sedimen.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭pembangunan‬ ‭jalan‬
‭dapat‬ ‭menimbulkan‬ ‭kebisingan,‬ ‭peningkatan‬ ‭debu,‬ ‭serta‬ ‭fragmentasi‬
‭habitat‬ ‭yang‬ ‭mempengaruhi‬ ‭flora‬ ‭dan‬ ‭fauna‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭lokasi‬ ‭proyek.‬
‭Oleh‬‭karena‬‭itu,‬‭perlu‬‭diterapkan‬‭langkah‬‭mitigasi,‬‭seperti‬‭pengelolaan‬
‭drainase‬ ‭yang‬ ‭baik,‬ ‭revegetasi‬‭lahan‬‭yang‬‭terganggu,‬‭dan‬‭pemantauan‬

‭5‬
‭dampak lingkungan secara berkala.‬
‭-‬ ‭Pembangunan Fasilitas Pendukung‬
‭Pembangunan‬ ‭fasilitas‬ ‭pendukung‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭konstruksi‬ ‭proyek‬
‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭menyediakan‬ ‭infrastruktur‬
‭penunjang‬ ‭operasional‬ ‭tambang,‬ ‭seperti‬ ‭kantor‬ ‭administrasi,‬ ‭bengkel‬
‭perawatan‬‭alat‬‭berat,‬‭tempat‬‭penyimpanan‬‭bahan‬‭bakar,‬‭dan‬‭akomodasi‬
‭pekerja.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭di‬‭area‬‭dengan‬‭kondisi‬‭eksisting‬‭yang‬
‭biasanya‬ ‭berupa‬ ‭lahan‬ ‭kosong‬ ‭atau‬ ‭vegetasi‬ ‭alami,‬ ‭yang‬ ‭dapat‬
‭mencakup‬ ‭habitat‬ ‭flora‬ ‭dan‬ ‭fauna‬ ‭lokal‬ ‭serta‬ ‭area‬ ‭yang‬‭dekat‬‭dengan‬
‭sumber‬ ‭daya‬ ‭air‬ ‭atau‬ ‭pemukiman‬ ‭penduduk.‬ ‭Kemungkinan‬ ‭dampak‬
‭dari‬ ‭pembangunan‬ ‭fasilitas‬ ‭ini‬ ‭meliputi‬ ‭perubahan‬ ‭penggunaan‬‭lahan,‬
‭hilangnya‬‭vegetasi‬‭alami,‬‭peningkatan‬‭erosi‬‭dan‬‭sedimentasi,‬‭gangguan‬
‭terhadap‬‭habitat‬‭satwa,‬‭serta‬‭polusi‬‭udara‬‭dan‬‭kebisingan‬‭dari‬‭aktivitas‬
‭konstruksi.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭pembangunan‬ ‭fasilitas‬ ‭pendukung‬ ‭juga‬ ‭dapat‬
‭menyebabkan‬ ‭peningkatan‬ ‭volume‬ ‭limbah‬ ‭konstruksi‬ ‭dan‬ ‭limbah‬
‭domestik.‬ ‭Untuk‬ ‭meminimalkan‬ ‭dampak‬ ‭tersebut,‬ ‭langkah-langkah‬
‭mitigasi‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan,‬ ‭seperti‬ ‭pengelolaan‬ ‭limbah‬ ‭yang‬ ‭baik,‬
‭perencanaan‬‭tata‬‭letak‬‭yang‬‭menghindari‬‭area‬‭sensitif,‬‭dan‬‭pemantauan‬
‭lingkungan secara berkelanjutan.‬
‭Tahap Operasi‬
‭-‬ ‭Penerimaan Tenaga Kerja‬
‭Melalui‬ ‭kegiatan‬ ‭survei‬ ‭lapangan‬ ‭dan‬ ‭berdasarkan‬ ‭pengetahuan‬
‭masyarakat‬ ‭sendiri‬ ‭atas‬ ‭pengalaman‬ ‭tentang‬ ‭beberapa‬ ‭proyek‬
‭pembangunan‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭dilaksanakan‬ ‭di‬ ‭daerahnya‬ ‭masyarakat‬
‭berpersepsi‬ ‭bahwa‬ ‭proyek‬ ‭pembangunan‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasional‬
‭tersebut‬ ‭akan‬ ‭membutuhkan‬ ‭tenaga‬ ‭kerja‬ ‭dalam‬ ‭jumlah‬ ‭yang‬ ‭cukup‬
‭besar‬ ‭untuk‬ ‭berbagai‬ ‭pekerjaan‬ ‭operasional‬ ‭yang‬ ‭sesuai‬ ‭dengan‬ ‭level‬
‭pengetahuan‬‭dan‬‭keterampilan.‬‭Oleh‬‭karena‬‭itu‬‭keberadaan‬‭operasi‬‭akan‬
‭membawa perbaikan dengan bertambahnya peluang kerja.‬
‭-‬ ‭Pengupasan dan Pemindahan Tanah Pucuk‬
‭Pengupasan‬‭dan‬‭pemindahan‬‭tanah‬‭pucuk‬‭pada‬‭tahap‬‭operasi‬‭proyek‬
‭tambang‬‭batubara‬‭berfungsi‬‭untuk‬‭menghilangkan‬‭lapisan‬‭tanah‬‭teratas‬
‭yang‬‭mengandung‬‭unsur‬‭hara,‬‭sebelum‬‭aktivitas‬‭penambangan‬‭dimulai.‬
‭Tanah‬ ‭pucuk‬ ‭ini‬ ‭biasanya‬ ‭disimpan‬ ‭untuk‬ ‭rehabilitasi‬ ‭lahan‬ ‭pasca‬
‭tambang.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭pada‬ ‭area‬ ‭dengan‬ ‭kondisi‬ ‭eksisting‬
‭yang‬ ‭umumnya‬ ‭berupa‬ ‭lahan‬ ‭vegetasi‬ ‭alami,‬ ‭hutan,‬ ‭atau‬ ‭lahan‬

‭6‬
‭pertanian‬ ‭yang‬ ‭berpotensi‬ ‭mengandung‬ ‭keanekaragaman‬ ‭hayati.‬
‭Potensi‬ ‭dampak‬ ‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭pengupasan‬ ‭tanah‬ ‭pucuk‬ ‭meliputi‬
‭hilangnya‬ ‭vegetasi‬ ‭penutup‬ ‭tanah,‬ ‭meningkatnya‬ ‭risiko‬ ‭erosi‬ ‭dan‬
‭degradasi‬ ‭lahan,‬ ‭serta‬ ‭penurunan‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭akibat‬ ‭sedimentasi‬ ‭dari‬
‭limpasan‬ ‭permukaan.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬
‭gangguan‬ ‭terhadap‬ ‭habitat‬ ‭flora‬ ‭dan‬ ‭fauna‬ ‭lokal.‬ ‭Oleh‬ ‭karena‬ ‭itu,‬
‭diperlukan‬‭pengelolaan‬‭yang‬‭baik,‬‭seperti‬‭penyimpanan‬‭tanah‬‭pucuk‬‭di‬
‭area‬ ‭yang‬ ‭terlindung,‬ ‭revegetasi‬ ‭cepat‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭terbuka,‬ ‭serta‬
‭pengendalian‬‭erosi‬‭melalui‬‭pembangunan‬‭terasering‬‭atau‬‭drainase‬‭yang‬
‭tepat.‬
‭-‬ ‭Pengupasan dan Penimbunan Tanah Penutup (‬‭overburden‬‭)‬
‭Pengupasan‬ ‭dan‬ ‭penimbunan‬ ‭tanah‬ ‭penutup‬‭(overburden)‬‭pada‬‭tahap‬
‭operasi‬ ‭proyek‬ ‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭menghilangkan‬
‭lapisan‬ ‭tanah‬ ‭dan‬ ‭batuan‬ ‭yang‬ ‭menutupi‬ ‭lapisan‬ ‭batubara‬ ‭agar‬ ‭dapat‬
‭diakses‬ ‭untuk‬ ‭penambangan.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭pada‬ ‭area‬ ‭yang‬
‭sering‬ ‭kali‬ ‭memiliki‬ ‭kondisi‬ ‭eksisting‬ ‭berupa‬ ‭lahan‬ ‭hutan,‬ ‭vegetasi‬
‭alami,‬ ‭atau‬ ‭lahan‬ ‭terbuka‬ ‭dengan‬ ‭topografi‬ ‭yang‬ ‭bervariasi.‬ ‭Dampak‬
‭yang‬ ‭mungkin‬ ‭timbul‬ ‭dari‬ ‭pengupasan‬ ‭tanah‬ ‭penutup‬ ‭meliputi‬
‭perubahan‬ ‭bentang‬ ‭alam,‬ ‭peningkatan‬ ‭erosi‬ ‭dan‬ ‭sedimentasi‬ ‭ke‬ ‭badan‬
‭air,‬ ‭penurunan‬ ‭kualitas‬ ‭tanah‬ ‭akibat‬ ‭hilangnya‬ ‭struktur‬ ‭tanah,‬ ‭serta‬
‭gangguan‬ ‭terhadap‬ ‭habitat‬ ‭satwa‬ ‭liar.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭proses‬ ‭penimbunan‬
‭overburden‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬ ‭terbentuknya‬ ‭timbunan‬ ‭tinggi‬ ‭yang‬
‭berpotensi‬‭menciptakan‬‭longsoran‬‭jika‬‭tidak‬‭dikelola‬‭dengan‬‭baik.‬‭Oleh‬
‭karena‬ ‭itu,‬ ‭diperlukan‬ ‭penerapan‬ ‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭seperti‬
‭pengelolaan‬ ‭timbunan‬ ‭secara‬ ‭terencana,‬ ‭penanaman‬ ‭kembali‬
‭(revegetasi)‬‭di‬‭area‬‭yang‬‭terganggu,‬‭serta‬‭pemantauan‬‭dan‬‭pengendalian‬
‭erosi secara berkala.‬
‭-‬ ‭Penggalian Batubara‬
‭Penggalian‬ ‭batubara‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬‭berfungsi‬‭untuk‬‭mengambil‬
‭batubara‬ ‭dari‬ ‭lapisan‬ ‭bawah‬ ‭tanah‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭dibebaskan‬ ‭dari‬ ‭tanah‬
‭penutup,‬ ‭sebagai‬ ‭bagian‬ ‭utama‬ ‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭produksi‬ ‭tambang.‬
‭Kegiatan‬‭ini‬‭dilakukan‬‭pada‬‭area‬‭dengan‬‭kondisi‬‭eksisting‬‭yang‬‭sudah‬
‭melalui‬ ‭pengupasan‬ ‭dan‬ ‭pemindahan‬ ‭tanah‬ ‭penutup,‬ ‭sehingga‬
‭cenderung‬ ‭terbuka‬ ‭dan‬ ‭terdegradasi.‬ ‭Proses‬ ‭penggalian‬ ‭melibatkan‬
‭penggunaan‬ ‭alat‬ ‭berat‬ ‭seperti‬ ‭excavator‬ ‭dan‬ ‭dump‬ ‭truck‬ ‭untuk‬
‭mengangkut‬ ‭batubara‬ ‭ke‬ ‭lokasi‬ ‭pengolahan‬ ‭atau‬ ‭pengangkutan.‬

‭7‬
‭Dampak‬ ‭potensial‬ ‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭ini‬ ‭meliputi‬ ‭peningkatan‬ ‭debu‬ ‭dan‬
‭polusi‬ ‭udara,‬ ‭getaran‬ ‭serta‬ ‭kebisingan‬ ‭akibat‬ ‭operasi‬ ‭alat‬ ‭berat,‬ ‭dan‬
‭potensi‬‭penurunan‬‭kualitas‬‭air‬‭permukaan‬‭dan‬‭air‬‭tanah‬‭akibat‬‭limpasan‬
‭bahan‬ ‭tambang‬ ‭dan‬ ‭kontak‬ ‭dengan‬ ‭air‬ ‭hujan.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭penggalian‬
‭dapat‬ ‭mengganggu‬ ‭stabilitas‬ ‭tanah‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭area‬ ‭tambang,‬ ‭yang‬
‭berisiko‬ ‭memicu‬ ‭longsoran‬ ‭atau‬ ‭subsidensi.‬ ‭Mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬
‭dilakukan‬ ‭meliputi‬ ‭pengelolaan‬ ‭debu‬ ‭dan‬ ‭air‬ ‭limbah,‬ ‭pemantauan‬
‭kebisingan,‬‭serta‬‭perkuatan‬‭struktur‬‭tanah‬‭untuk‬‭menjaga‬‭stabilitas‬‭area‬
‭penambangan.‬
‭-‬ ‭Penyaliran Tambang‬
‭Penyaliran‬ ‭tambang‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬
‭mengendalikan‬‭dan‬‭mengalirkan‬‭air‬‭permukaan‬‭maupun‬‭air‬‭tanah‬
‭yang‬ ‭masuk‬ ‭ke‬ ‭area‬ ‭tambang‬ ‭agar‬ ‭tidak‬ ‭mengganggu‬ ‭aktivitas‬
‭penambangan‬ ‭dan‬‭mencegah‬‭genangan‬‭di‬‭pit‬‭tambang.‬‭Kegiatan‬
‭ini‬‭dilakukan‬‭pada‬‭area‬‭dengan‬‭kondisi‬‭eksisting‬‭yang‬‭sering‬‭kali‬
‭terdiri‬ ‭dari‬ ‭topografi‬ ‭terbuka‬ ‭dan‬ ‭terdegradasi‬ ‭akibat‬ ‭aktivitas‬
‭pengupasan‬‭dan‬‭penggalian,‬‭serta‬‭berpotensi‬‭menerima‬‭limpasan‬
‭air‬ ‭dari‬ ‭daerah‬ ‭sekitar‬ ‭atau‬ ‭rembesan‬ ‭air‬ ‭tanah.‬‭Potensi‬‭dampak‬
‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭penyaliran‬ ‭tambang‬ ‭ini‬ ‭meliputi‬ ‭penurunan‬ ‭muka‬
‭air‬‭tanah‬‭di‬‭sekitar‬‭tambang,‬‭perubahan‬‭pola‬‭aliran‬‭air‬‭permukaan‬
‭yang‬ ‭dapat‬ ‭mempengaruhi‬ ‭ekosistem‬ ‭di‬ ‭hilir,‬ ‭peningkatan‬
‭sedimentasi‬ ‭di‬ ‭badan‬ ‭air,‬ ‭serta‬ ‭potensi‬ ‭pencemaran‬ ‭air‬ ‭akibat‬
‭kontak‬ ‭dengan‬ ‭material‬ ‭tambang.‬ ‭Langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬
‭diperlukan‬ ‭meliputi‬ ‭pembangunan‬ ‭sistem‬ ‭drainase‬ ‭yang‬ ‭baik,‬
‭penggunaan‬ ‭kolam‬ ‭pengendap‬ ‭untuk‬ ‭mengurangi‬ ‭sedimentasi,‬
‭serta‬ ‭pemantauan‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭secara‬ ‭berkala‬ ‭untuk‬ ‭menghindari‬
‭dampak‬ ‭negatif‬ ‭terhadap‬ ‭lingkungan‬ ‭dan‬ ‭sumber‬ ‭daya‬ ‭air‬ ‭di‬
‭sekitar tambang.‬
‭-‬ ‭Pengangkutan Batubara‬
‭Pengangkutan‬ ‭batubara‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬
‭memindahkan‬ ‭batubara‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭diekstraksi‬ ‭dari‬ ‭lokasi‬
‭tambang‬‭ke‬‭fasilitas‬‭pengolahan,‬‭penyimpanan,‬‭atau‬‭langsung‬‭ke‬
‭titik‬ ‭distribusi‬ ‭untuk‬ ‭pasar.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭pada‬ ‭area‬
‭dengan‬ ‭kondisi‬ ‭eksisting‬ ‭yang‬ ‭mencakup‬ ‭jalan‬ ‭akses‬ ‭tambang,‬

‭8‬
‭yang‬ ‭mungkin‬ ‭sudah‬ ‭mengalami‬ ‭perbaikan‬ ‭atau‬ ‭pembangunan‬
‭sebelumnya‬ ‭untuk‬ ‭mendukung‬ ‭aktivitas‬ ‭transportasi.‬ ‭Dampak‬
‭yang‬ ‭mungkin‬ ‭timbul‬ ‭dari‬ ‭pengangkutan‬ ‭batubara‬ ‭meliputi‬
‭peningkatan‬ ‭polusi‬ ‭udara‬ ‭akibat‬ ‭debu‬ ‭yang‬ ‭dihasilkan‬ ‭dari‬
‭kendaraan‬ ‭pengangkut,‬ ‭kebisingan‬ ‭dari‬ ‭mesin‬ ‭dan‬ ‭kendaraan‬
‭berat,‬ ‭serta‬ ‭potensi‬ ‭kecelakaan‬ ‭lalu‬ ‭lintas‬‭di‬‭jalan‬‭umum.‬‭Selain‬
‭itu,‬ ‭beban‬ ‭berat‬ ‭dari‬ ‭kendaraan‬ ‭pengangkut‬ ‭dapat‬‭menyebabkan‬
‭kerusakan‬ ‭pada‬ ‭infrastruktur‬ ‭jalan.‬ ‭Oleh‬ ‭karena‬ ‭itu,‬
‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan‬ ‭termasuk‬
‭penggunaan‬ ‭alat‬ ‭pengendalian‬ ‭debu,‬ ‭pemeliharaan‬ ‭rutin‬ ‭jalan,‬
‭pengaturan‬ ‭waktu‬ ‭dan‬ ‭rute‬ ‭pengangkutan‬ ‭untuk‬ ‭meminimalkan‬
‭gangguan‬‭pada‬‭masyarakat,‬‭serta‬‭penerapan‬‭standar‬‭keselamatan‬
‭yang ketat untuk pengemudi dan kendaraan.‬
‭-‬ ‭Penumpukan dan Pengolahan Batubara‬
‭Penumpukan‬ ‭dan‬ ‭pengolahan‬ ‭batubara‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬
‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭mempersiapkan‬ ‭batubara‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭diekstraksi‬
‭agar‬‭sesuai‬‭dengan‬‭spesifikasi‬‭kualitas‬‭yang‬‭dibutuhkan‬‭sebelum‬
‭didistribusikan‬‭ke‬‭konsumen.‬‭Kegiatan‬‭ini‬‭dilakukan‬‭di‬‭area‬‭yang‬
‭telah‬ ‭disiapkan‬ ‭dan‬ ‭biasanya‬ ‭terdiri‬ ‭dari‬ ‭fasilitas‬ ‭penumpukan‬
‭batubara,‬‭seperti‬‭bunker‬‭atau‬‭stockpile,‬‭serta‬‭instalasi‬‭pengolahan‬
‭yang‬ ‭mencakup‬ ‭proses‬ ‭pencucian,‬ ‭pengeringan,‬ ‭dan‬
‭penggilingan.‬‭Kondisi‬‭eksisting‬‭di‬‭lokasi‬‭ini‬‭mungkin‬‭mencakup‬
‭lahan‬ ‭yang‬ ‭sebelumnya‬ ‭telah‬ ‭terdegradasi‬ ‭akibat‬ ‭aktivitas‬
‭penambangan,‬ ‭dengan‬ ‭akses‬ ‭yang‬ ‭dirancang‬ ‭untuk‬ ‭mendukung‬
‭kendaraan‬ ‭berat‬ ‭dan‬ ‭proses‬ ‭pengolahan.‬ ‭Kemungkinan‬ ‭dampak‬
‭dari‬‭penumpukan‬‭dan‬‭pengolahan‬‭batubara‬‭meliputi‬‭peningkatan‬
‭polusi‬ ‭udara‬ ‭akibat‬ ‭debu‬ ‭dari‬ ‭batubara,‬ ‭potensi‬ ‭pencemaran‬ ‭air‬
‭akibat‬ ‭limpasan‬ ‭dari‬ ‭tumpukan‬ ‭batubara,‬ ‭dan‬ ‭risiko‬ ‭kebisingan‬
‭yang‬ ‭dihasilkan‬ ‭dari‬ ‭peralatan‬ ‭pengolahan.‬ ‭Selain‬ ‭itu,‬ ‭proses‬
‭pengolahan‬ ‭dapat‬ ‭menghasilkan‬ ‭limbah‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭dikelola‬
‭dengan‬ ‭baik‬ ‭untuk‬ ‭mencegah‬ ‭dampak‬ ‭negatif‬ ‭pada‬ ‭lingkungan.‬
‭Oleh‬ ‭karena‬‭itu,‬‭langkah-langkah‬‭mitigasi‬‭yang‬‭perlu‬‭diterapkan‬
‭mencakup‬ ‭penggunaan‬ ‭sistem‬ ‭pengendalian‬ ‭debu,‬ ‭pengelolaan‬

‭9‬
‭limbah‬ ‭yang‬ ‭efisien,‬ ‭dan‬ ‭pemantauan‬‭kualitas‬‭air‬‭secara‬‭berkala‬
‭untuk‬ ‭memastikan‬ ‭bahwa‬ ‭dampak‬ ‭terhadap‬ ‭lingkungan‬ ‭tetap‬
‭dalam batas yang dapat diterima.‬
‭-‬ ‭Pengelolaan Limbah‬
‭Pengelolaan‬ ‭limbah‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬ ‭proyek‬ ‭tambang‬
‭batubara‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭mengelola‬ ‭dan‬ ‭mengurangi‬ ‭dampak‬
‭negatif‬ ‭dari‬‭limbah‬‭yang‬‭dihasilkan‬‭selama‬‭proses‬‭penambangan‬
‭dan‬ ‭pengolahan‬ ‭batubara,‬ ‭termasuk‬ ‭limbah‬ ‭padat,‬ ‭cair,‬ ‭dan‬‭gas.‬
‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭ditentukan,‬ ‭dengan‬
‭fasilitas‬ ‭untuk‬ ‭pengumpulan,‬ ‭penyimpanan,‬ ‭dan‬ ‭pemrosesan‬
‭limbah,‬ ‭serta‬ ‭sistem‬ ‭untuk‬ ‭memantau‬ ‭dan‬ ‭melaporkan‬
‭pengelolaan‬‭limbah‬‭secara‬‭berkala.‬‭Kondisi‬‭eksisting‬‭di‬‭lokasi‬‭ini‬
‭mungkin‬ ‭mencakup‬ ‭infrastruktur‬ ‭yang‬ ‭dirancang‬ ‭untuk‬
‭menangani‬ ‭limbah,‬ ‭seperti‬ ‭tempat‬ ‭pembuangan‬ ‭limbah‬ ‭yang‬
‭memenuhi‬ ‭standar‬ ‭lingkungan,‬ ‭serta‬ ‭akses‬ ‭yang‬ ‭baik‬ ‭untuk‬
‭pengangkutan‬ ‭limbah.‬ ‭Kemungkinan‬ ‭dampak‬ ‭dari‬ ‭pengelolaan‬
‭limbah‬ ‭yang‬ ‭tidak‬ ‭efektif‬ ‭meliputi‬ ‭pencemaran‬ ‭tanah‬ ‭dan‬ ‭air‬
‭akibat‬ ‭kebocoran‬ ‭limbah‬ ‭cair,‬‭peningkatan‬‭risiko‬‭kebakaran‬‭dari‬
‭limbah‬ ‭organik,‬ ‭serta‬ ‭dampak‬ ‭pada‬ ‭kesehatan‬ ‭masyarakat‬ ‭dan‬
‭lingkungan‬ ‭akibat‬ ‭gas‬‭berbahaya.‬‭Untuk‬‭meminimalkan‬‭dampak‬
‭ini,‬ ‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan‬ ‭meliputi‬
‭pemisahan‬ ‭limbah‬ ‭sesuai‬ ‭jenis,‬ ‭pengolahan‬ ‭limbah‬ ‭sebelum‬
‭dibuang,‬ ‭serta‬ ‭pelatihan‬ ‭bagi‬ ‭pekerja‬ ‭mengenai‬ ‭praktik‬
‭pengelolaan limbah yang baik dan aman.‬
‭-‬ ‭Reklamasi dan Revegetasi Lahan‬
‭Reklamasi‬ ‭dan‬ ‭revegetasi‬ ‭lahan‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭operasi‬ ‭proyek‬
‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭mengembalikan‬ ‭fungsi‬
‭ekologis‬ ‭dan‬ ‭estetika‬ ‭lahan‬ ‭yang‬ ‭telah‬ ‭terdegradasi‬ ‭akibat‬
‭aktivitas‬ ‭penambangan,‬ ‭serta‬ ‭mendukung‬ ‭pemulihan‬
‭keanekaragaman‬ ‭hayati‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭tersebut.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬
‭di‬ ‭lokasi‬ ‭yang‬ ‭telah‬‭selesai‬‭ditambang,‬‭dengan‬‭kondisi‬‭eksisting‬
‭yang‬‭sering‬‭kali‬‭berupa‬‭lahan‬‭gundul‬‭dan‬‭tanah‬‭yang‬‭terkompaksi‬
‭akibat‬ ‭pergerakan‬ ‭alat‬ ‭berat.‬ ‭Proses‬ ‭reklamasi‬ ‭mencakup‬

‭10‬
‭pemulihan‬ ‭topsoil,‬ ‭penanaman‬ ‭spesies‬ ‭vegetasi‬ ‭lokal,‬ ‭dan‬
‭pembuatan‬ ‭struktur‬ ‭kontur‬ ‭untuk‬ ‭mencegah‬ ‭erosi,‬ ‭serta‬
‭mempromosikan‬ ‭infiltrasi‬ ‭air.‬ ‭Kemungkinan‬ ‭dampak‬ ‭dari‬
‭reklamasi‬ ‭dan‬ ‭revegetasi‬ ‭yang‬ ‭tidak‬ ‭dikelola‬ ‭dengan‬ ‭baik‬
‭meliputi‬ ‭kegagalan‬ ‭pertumbuhan‬ ‭tanaman,‬ ‭invasi‬ ‭spesies‬ ‭asing‬
‭yang‬ ‭dapat‬ ‭mengganggu‬ ‭ekosistem‬ ‭lokal,‬ ‭dan‬‭peningkatan‬‭erosi‬
‭tanah‬ ‭akibat‬ ‭hilangnya‬ ‭penutup‬ ‭vegetasi.‬ ‭Oleh‬ ‭karena‬ ‭itu,‬
‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan‬ ‭mencakup‬
‭pemilihan‬ ‭spesies‬ ‭tanaman‬ ‭yang‬ ‭sesuai,‬ ‭penerapan‬ ‭teknik‬
‭penanaman‬ ‭yang‬ ‭efektif,‬ ‭serta‬ ‭pemantauan‬ ‭dan‬ ‭pemeliharaan‬
‭lahan‬ ‭reklamasi‬ ‭secara‬ ‭berkala‬ ‭untuk‬ ‭memastikan‬ ‭keberhasilan‬
‭proses revegetasi dan pemulihan ekosistem.‬
‭Tahap Pasca Operasi‬
‭-‬ ‭Pembongkaran,‬‭Pemindahan‬‭dan‬‭Pemanfaatan‬‭kembali‬‭Bangunan‬
‭serta Instalasi Tambang dan infrastruktur‬
‭Pembongkaran,‬ ‭pemindahan,‬ ‭dan‬ ‭pemanfaatan‬ ‭kembali‬
‭bangunan‬ ‭serta‬ ‭instalasi‬ ‭tambang‬ ‭dan‬ ‭infrastruktur‬ ‭pada‬ ‭tahap‬
‭pasca‬‭operasi‬‭berfungsi‬‭untuk‬‭menghapus‬‭struktur‬‭yang‬‭tidak‬‭lagi‬
‭diperlukan‬ ‭dan‬ ‭mengoptimalkan‬ ‭penggunaan‬ ‭lahan‬ ‭yang‬ ‭telah‬
‭ditambang‬ ‭untuk‬ ‭kegiatan‬ ‭lain,‬ ‭seperti‬ ‭rehabilitasi‬ ‭lahan‬ ‭atau‬
‭pengembangan‬ ‭baru.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭dengan‬
‭kondisi‬ ‭eksisting‬ ‭yang‬ ‭mencakup‬ ‭bangunan‬ ‭dan‬ ‭infrastruktur‬
‭yang‬‭sudah‬‭mengalami‬‭kerusakan‬‭akibat‬‭aktivitas‬‭tambang,‬‭serta‬
‭potensi‬ ‭kontaminasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diatasi.‬ ‭Proses‬ ‭ini‬ ‭dapat‬
‭melibatkan‬ ‭pengangkatan‬ ‭peralatan,‬ ‭pembersihan‬ ‭limbah,‬ ‭dan‬
‭pemulihan‬ ‭material‬ ‭yang‬ ‭masih‬ ‭dapat‬ ‭digunakan.‬‭Kemungkinan‬
‭dampak‬ ‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭ini‬ ‭meliputi‬ ‭peningkatan‬ ‭debu‬ ‭dan‬ ‭polusi‬
‭udara‬ ‭selama‬ ‭proses‬ ‭pembongkaran,‬ ‭serta‬ ‭risiko‬ ‭pencemaran‬
‭tanah‬ ‭dan‬ ‭air‬ ‭jika‬ ‭limbah‬ ‭berbahaya‬‭tidak‬‭dikelola‬‭dengan‬‭baik.‬
‭Selain‬‭itu,‬‭kegiatan‬‭ini‬‭dapat‬‭mengganggu‬‭habitat‬‭lokal‬‭jika‬‭tidak‬
‭dilakukan‬ ‭dengan‬ ‭mempertimbangkan‬ ‭ekosistem‬ ‭sekitar.‬ ‭Oleh‬
‭karena‬ ‭itu,‬ ‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan‬
‭mencakup‬ ‭pengendalian‬‭debu,‬‭pemisahan‬‭limbah‬‭berbahaya‬‭dari‬

‭11‬
‭material‬ ‭yang‬ ‭dapat‬ ‭didaur‬ ‭ulang,‬ ‭serta‬ ‭pemantauan‬ ‭lingkungan‬
‭untuk‬‭memastikan‬‭bahwa‬‭dampak‬‭negatif‬‭terhadap‬‭ekosistem‬‭dan‬
‭kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.‬
‭-‬ ‭Reklamasi dan Revegetasi Lahan‬
‭Reklamasi‬ ‭dan‬ ‭revegetasi‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭pasca‬ ‭operasi‬ ‭proyek‬
‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭berfungsi‬‭untuk‬‭memulihkan‬‭lahan‬‭yang‬‭telah‬
‭terdegradasi‬ ‭akibat‬ ‭aktivitas‬ ‭penambangan,‬ ‭sehingga‬ ‭lahan‬
‭tersebut‬ ‭dapat‬ ‭berfungsi‬ ‭kembali‬ ‭sebagai‬ ‭ekosistem‬ ‭yang‬ ‭sehat‬
‭dan‬ ‭mendukung‬ ‭keanekaragaman‬ ‭hayati.‬ ‭Kegiatan‬‭ini‬‭dilakukan‬
‭di‬ ‭area‬ ‭yang‬ ‭sebelumnya‬ ‭terpapar‬ ‭dan‬ ‭kosong,‬ ‭dengan‬ ‭kondisi‬
‭eksisting‬ ‭yang‬ ‭mungkin‬ ‭mencakup‬ ‭tanah‬ ‭yang‬ ‭terkompaksi,‬
‭hilangnya‬‭lapisan‬‭tanah‬‭atas,‬‭serta‬‭pencemaran‬‭yang‬‭diakibatkan‬
‭oleh‬ ‭sisa-sisa‬ ‭aktivitas‬ ‭tambang.‬ ‭Proses‬ ‭reklamasi‬ ‭mencakup‬
‭pengolahan‬ ‭tanah,‬ ‭pemulihan‬ ‭topsoil,‬ ‭penanaman‬ ‭spesies‬
‭vegetasi‬ ‭lokal,‬ ‭dan‬‭pengelolaan‬‭air‬‭untuk‬‭meningkatkan‬‭peluang‬
‭pertumbuhan‬‭tanaman.‬‭Kemungkinan‬‭dampak‬‭dari‬‭reklamasi‬‭dan‬
‭revegetasi‬‭yang‬‭tidak‬‭dilakukan‬‭secara‬‭efektif‬‭meliputi‬‭kegagalan‬
‭pertumbuhan‬ ‭vegetasi,‬ ‭munculnya‬ ‭spesies‬ ‭invasif‬ ‭yang‬ ‭dapat‬
‭merusak‬ ‭ekosistem‬ ‭lokal,‬ ‭serta‬ ‭peningkatan‬ ‭erosi‬ ‭tanah‬ ‭akibat‬
‭kurangnya‬ ‭penutup‬ ‭vegetasi.‬ ‭Untuk‬ ‭meminimalkan‬ ‭dampak‬ ‭ini,‬
‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬ ‭diterapkan‬ ‭mencakup‬
‭pemilihan‬ ‭spesies‬ ‭tanaman‬ ‭yang‬ ‭sesuai‬ ‭dengan‬ ‭kondisi‬ ‭lokal,‬
‭penerapan‬‭teknik‬‭pemeliharaan‬‭yang‬‭baik,‬‭serta‬‭pemantauan‬‭dan‬
‭evaluasi‬‭berkala‬‭untuk‬‭memastikan‬‭keberhasilan‬‭upaya‬‭reklamasi‬
‭dan kesehatan ekosistem yang dikembalikan.‬
‭-‬ ‭Penanganan Tenaga Kerja‬
‭Penanganan‬ ‭tenaga‬ ‭kerja‬ ‭pada‬ ‭tahap‬ ‭pasca‬ ‭operasi‬ ‭proyek‬
‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭berfungsi‬ ‭untuk‬ ‭memastikan‬ ‭transisi‬ ‭yang‬
‭lancar‬ ‭bagi‬ ‭pekerja‬ ‭yang‬ ‭terlibat‬ ‭dalam‬ ‭kegiatan‬ ‭penambangan,‬
‭termasuk‬‭program‬‭pemindahan,‬‭pelatihan‬‭ulang,‬‭dan‬‭penempatan‬
‭kerja‬ ‭alternatif,‬ ‭guna‬ ‭mengurangi‬ ‭dampak‬ ‭sosial‬ ‭dan‬ ‭ekonomi‬
‭dari‬ ‭penutupan‬ ‭operasi‬ ‭tambang.‬ ‭Kegiatan‬ ‭ini‬ ‭dilakukan‬ ‭di‬‭area‬
‭dengan‬‭kondisi‬‭eksisting‬‭yang‬‭mencakup‬‭kehadiran‬‭pekerja‬‭yang‬

‭12‬
‭telah‬ ‭berpengalaman‬ ‭dalam‬ ‭industri‬ ‭tambang,‬ ‭namun‬ ‭mungkin‬
‭menghadapi‬ ‭tantangan‬ ‭dalam‬ ‭mencari‬ ‭pekerjaan‬ ‭baru‬ ‭setelah‬
‭penutupan.‬ ‭Kemungkinan‬ ‭dampak‬ ‭dari‬ ‭penanganan‬‭tenaga‬‭kerja‬
‭yang‬ ‭tidak‬ ‭dikelola‬ ‭dengan‬ ‭baik‬ ‭dapat‬ ‭mencakup‬ ‭peningkatan‬
‭tingkat‬ ‭pengangguran,‬ ‭ketidakstabilan‬ ‭ekonomi‬ ‭lokal,‬ ‭dan‬
‭potensi‬ ‭konflik‬ ‭sosial‬ ‭akibat‬ ‭ketidakpuasan‬ ‭di‬ ‭kalangan‬ ‭mantan‬
‭pekerja.‬ ‭Oleh‬ ‭karena‬ ‭itu,‬ ‭langkah-langkah‬ ‭mitigasi‬ ‭yang‬ ‭perlu‬
‭diterapkan‬ ‭meliputi‬ ‭penyusunan‬‭program‬‭pelatihan‬‭keterampilan‬
‭yang‬ ‭relevan,‬ ‭penyediaan‬ ‭informasi‬ ‭tentang‬ ‭peluang‬ ‭kerja‬ ‭di‬
‭sektor‬ ‭lain,‬ ‭dan‬ ‭komunikasi‬ ‭yang‬ ‭efektif‬ ‭antara‬ ‭manajemen‬
‭tambang‬ ‭dan‬ ‭pekerja‬ ‭untuk‬ ‭memastikan‬ ‭transparansi‬ ‭dan‬
‭partisipasi‬ ‭dalam‬ ‭proses‬ ‭transisi,‬ ‭sehingga‬ ‭mengurangi‬ ‭dampak‬
‭negatif dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.‬
1‭ .5 Lokasi Rencana‬ L
‭ ingkup‬ ‭wilayah‬ ‭studi‬ ‭ditentukan‬ ‭dengan‬ ‭memperhatikan‬ ‭batas‬ ‭tapak,‬ ‭batas‬
‭Usaha dan/atau‬
‭ekologis,‬‭batas‬‭sosial‬‭dan‬‭batas‬‭administrasi.‬‭Resultan‬‭keempat‬‭batas‬‭tersebut‬
‭Kegiatan‬
‭merupakan‬ ‭batas‬ ‭wilayah‬ ‭studi.‬ ‭Masing-masing‬ ‭batas‬ ‭tersebut‬ ‭diuraikan‬
‭sebagai berikut.‬
‭Batas Tapak‬
‭Batas‬‭tapak‬‭merupakan‬‭lokasi‬‭daerah‬‭kegiatan‬‭yang‬‭meliputi‬‭areal‬‭fisik‬‭lahan‬
‭yang‬ ‭akan‬ ‭digunakan,‬ ‭dengan‬ ‭total‬ ‭luas‬ ‭lahan‬ ‭25.000‬ ‭Ha.‬ ‭Secara‬ ‭geografis‬
‭Tambang batubara terletak pada koordinat:‬
‭BM1: 3° 7' 20.50" S dan 104° 46' 30.40" E‬
‭BM2: 3° 7' 15.32" S dan 104° 46' 31.56" E‬
‭BM3: 3° 7' 13.30" S dan 104° 46' 28.40" E‬
‭BM4: 3° 7' 18.50" S dan 104° 46' 27.20" E‬

‭Adapun batas-batas lahan proyek adalah sebagai berikut:‬

‭-‬ ‭Sisi sebelah Utara : Sungai Lematang‬


‭-‬ ‭Sisi sebelah Selatan : Jalan Raya Muara Enim - Prabumulih‬
‭-‬ ‭Sisi sebelah Timur : Perumahan Warga Desa Tanjung Enim‬
‭-‬ ‭Sisi sebelah Barat : Hutan Lindung dan Area Pertanian‬
‭Batas Ekologis‬
‭Batas ekologis untuk tambang batubara ditentukan berdasarkan skala‬
‭berlangsungnya proses alami dan dampak yang mungkin ditimbulkan akibat‬
‭kegiatan penambangan. Batas ini mencakup area yang diperkirakan dapat‬

‭13‬
‭mengalami perubahan mendasar akibat aktivitas penambangan dalam dua‬
‭media utama:‬

‭1.‬ ‭Media‬ ‭Transportasi‬ ‭Limbah:‬ ‭Limbah‬ ‭padat‬ ‭dan‬ ‭cair‬ ‭yang‬ ‭dihasilkan‬
‭dari‬ ‭kegiatan‬ ‭tambang,‬ ‭termasuk‬ ‭air‬ ‭limpasan‬ ‭yang‬ ‭berpotensi‬
‭terkontaminasi,‬ ‭dapat‬ ‭menyebar‬ ‭melalui‬ ‭sistem‬ ‭drainase‬ ‭dan‬ ‭sungai‬
‭yang‬ ‭mengalir‬ ‭ke‬ ‭Sungai‬ ‭Lematang.‬ ‭Sebaran‬ ‭dampak‬ ‭diperkirakan‬
‭akan‬ ‭dipengaruhi‬ ‭oleh‬ ‭kecepatan‬‭dan‬‭arah‬‭aliran‬‭sungai,‬‭serta‬‭kondisi‬
‭hidrologi‬ ‭yang‬ ‭ada‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭tambang.‬ ‭Hal‬ ‭ini‬ ‭dapat‬ ‭mempengaruhi‬
‭kualitas‬ ‭air‬ ‭di‬ ‭sepanjang‬ ‭aliran‬ ‭sungai‬ ‭dan‬ ‭ekosistem‬ ‭perairan‬ ‭di‬
‭sekitarnya.‬

‭2.‬ ‭Media‬ ‭Transportasi‬ ‭Udara:‬ ‭Emisi‬ ‭debu‬ ‭dan‬ ‭gas‬ ‭buang‬ ‭dari‬ ‭aktivitas‬
‭penggalian,‬ ‭pengangkutan,‬ ‭dan‬ ‭pengolahan‬ ‭batubara‬ ‭yang‬ ‭dihasilkan‬
‭dapat‬ ‭terdispersi‬ ‭ke‬ ‭atmosfer,‬ ‭mempengaruhi‬ ‭kualitas‬‭udara‬‭di‬‭sekitar‬
‭tambang.‬ ‭Arah‬ ‭dan‬ ‭kecepatan‬ ‭angin,‬ ‭serta‬ ‭kondisi‬ ‭meteorologi‬ ‭lokal,‬
‭seperti‬ ‭suhu‬ ‭dan‬ ‭kelembaban,‬ ‭akan‬ ‭mempengaruhi‬ ‭sebaran‬ ‭polutan.‬
‭Model‬‭dispersi‬‭polutan‬‭akan‬‭digunakan‬‭untuk‬‭memperkirakan‬‭dampak‬
‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭ambien‬‭dalam‬‭radius‬‭kurang‬‭lebih‬‭5‬‭km‬‭dari‬‭titik‬‭pusat‬
‭kegiatan‬ ‭tambang.‬ ‭Hal‬ ‭ini‬ ‭penting‬ ‭untuk‬ ‭mengidentifikasi‬ ‭potensi‬
‭dampak‬‭terhadap‬‭kesehatan‬‭masyarakat‬‭dan‬‭lingkungan‬‭di‬‭sekitar‬‭area‬
‭operasi.‬
‭Batas Administratif‬
‭Batas‬‭administrasi‬‭untuk‬‭tambang‬‭batubara‬‭PT.‬‭Bukit‬‭Asam‬‭terletak‬‭di‬
‭Desa‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim,‬ ‭Kecamatan‬ ‭Muara‬ ‭Enim,‬ ‭Kabupaten‬ ‭Muara‬ ‭Enim,‬
‭Provinsi Sumatera Selatan.‬
‭Batas Sosial‬
‭Batas‬ ‭sosial‬ ‭untuk‬ ‭tambang‬ ‭batubara‬ ‭PT.‬‭Bukit‬‭Asam‬‭ditentukan‬‭oleh‬
‭adanya‬‭interaksi‬‭sosial‬‭yang‬‭berlangsung‬‭antara‬‭perusahaan,‬‭masyarakat‬‭lokal,‬
‭dan‬‭pemangku‬‭kepentingan‬‭lainnya‬‭di‬‭sekitar‬‭area‬‭tambang,‬‭khususnya‬‭di‬‭Desa‬
‭Tanjung‬ ‭Enim‬ ‭dan‬ ‭sekitarnya.‬ ‭Wilayah‬ ‭ini‬ ‭merupakan‬ ‭pemukiman‬ ‭yang‬
‭memiliki‬ ‭norma‬ ‭dan‬ ‭nilai‬ ‭sosial‬ ‭yang‬ ‭sudah‬ ‭mapan,‬ ‭di‬ ‭mana‬ ‭masyarakat‬
‭berinteraksi‬ ‭dan‬ ‭beradaptasi‬ ‭dengan‬ ‭keberadaan‬ ‭kegiatan‬ ‭tambang.‬ ‭Dampak‬
‭dari‬ ‭aktivitas‬ ‭penambangan‬ ‭dapat‬ ‭dirasakan‬ ‭dalam‬ ‭berbagai‬ ‭bentuk,‬ ‭baik‬
‭positif,‬ ‭seperti‬ ‭peningkatan‬ ‭lapangan‬ ‭kerja‬ ‭dan‬ ‭infrastruktur,‬ ‭maupun‬‭negatif,‬
‭seperti‬ ‭potensi‬ ‭gangguan‬ ‭terhadap‬ ‭kesehatan‬ ‭dan‬ ‭lingkungan.‬ ‭Pentingnya‬
‭memahami‬‭batas‬‭sosial‬‭ini‬‭berfungsi‬‭sebagai‬‭acuan‬‭dalam‬‭merumuskan‬‭strategi‬
‭komunikasi‬ ‭dan‬ ‭program‬ ‭pengembangan‬ ‭masyarakat‬ ‭yang‬ ‭inklusif,‬ ‭sehingga‬

‭14‬
‭hubungan‬ ‭antara‬ ‭PT.‬ ‭Bukit‬ ‭Asam‬‭dan‬‭masyarakat‬‭dapat‬‭terjalin‬‭harmonis‬‭dan‬
‭saling menguntungkan.‬
‭Penetapan Batas Wilayah Studi‬
‭Batas‬ ‭wilayah‬ ‭studi‬ ‭ditetapkan‬ ‭berdasarkan‬ ‭seluruh‬ ‭batas‬ ‭yang‬ ‭ada.‬ ‭Batas‬
‭wilayah‬ ‭studi‬ ‭bisa‬ ‭didapatkan‬ ‭dengan‬ ‭menimpa‬ ‭seluruh‬ ‭batas‬ ‭sosial,‬ ‭batas‬
‭ekologis, batas tapak, serta batas administratif menjadi satu.‬
1‭ .6 Hasil Pelibatan‬ ‭Konsultasi‬‭publik‬‭AMDAL‬‭untuk‬‭Pembangunan‬‭Tambang‬‭Batubara‬‭PT.‬‭Bukit‬
‭Masyarakat‬
‭Asam‬ ‭dilakukan‬ ‭pada‬ ‭15‬ ‭Maret‬ ‭2024‬ ‭di‬ ‭Desa‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim,‬ ‭Kecamatan‬
‭Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.‬
‭Metode pelaksanaan konsultasi publik‬
‭Melibatkan‬ ‭pemberitahuan‬ ‭melalui‬‭spanduk‬‭dan‬‭pamflet‬‭serta‬‭rapat‬‭publik‬‭di‬
‭Balai‬ ‭Desa‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim.‬ ‭Peserta‬ ‭konsultasi‬ ‭publik‬ ‭diberikan‬ ‭kesempatan‬
‭untuk‬ ‭mengajukan‬ ‭pertanyaan‬ ‭dan‬ ‭berdiskusi‬ ‭tentang‬ ‭rencana‬ ‭kegiatan‬
‭tambang.‬
‭Rapat Publik‬
‭Peserta konsultasi publik‬
‭Peserta‬ ‭konsultasi‬ ‭publik‬ ‭terdiri‬ ‭dari‬ ‭perwakilan‬ ‭masyarakat‬ ‭melalui‬‭RT/RW‬
‭setempat‬ ‭yang‬ ‭terdampak‬ ‭secara‬‭administratif,‬‭tokoh‬‭masyarakat,‬‭serta‬‭unsur‬
‭pemerintah‬ ‭dari‬ ‭Dinas‬ ‭Lingkungan‬ ‭Hidup‬ ‭Provinsi‬ ‭Sumatera‬ ‭Selatan‬ ‭dan‬
‭pihak‬ ‭kecamatan.‬ ‭Dalam‬ ‭konsultasi‬ ‭ini,‬ ‭terdapat‬ ‭juga‬ ‭perwakilan‬ ‭dari‬
‭pemrakarsa‬ ‭dan‬ ‭penyusun‬ ‭AMDAL.‬ ‭Jumlah‬ ‭peserta‬ ‭konsultasi‬ ‭mencapai‬ ‭60‬
‭orang, dengan rincian sebagai berikut:‬
‭●‬ ‭Unsur Masyarakat:‬
o‬ ‭Perwakilan RT/RW: 35 orang‬

o‬ ‭Tokoh Masyarakat: 5 orang‬

‭●‬ ‭Pemerintah:‬
o‬ ‭Dinas Lingkungan Hidup: 4 orang‬

o‬ ‭Pihak Kecamatan Muara Enim: 3 orang‬

‭●‬ ‭Pemrakarsa dan Penyusun AMDAL:‬
o‬ ‭Pemrakarsa: 1 orang‬

o‬ ‭Penyusun: 4 orang‬

‭Susunan Acara Konsultasi Publik‬
‭Susunan acara meliputi:‬
‭1.‬ ‭Pembukaan: 09.00 - 09.45‬
o‬ ‭Registrasi peserta‬

‭15‬
o‬ ‭Pembacaan tata tertib dan susunan acara‬

o‬ ‭Doa bersama‬

‭2.‬ ‭Sambutan: 09.45 - 10.15‬
o‬ ‭Perwakilan Kecamatan Muara Enim‬

o‬ ‭Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan‬

o‬ ‭Perwakilan Pemrakarsa‬

‭3.‬ ‭Pemaparan: 10.15 - 12.30‬
o‬ ‭Pemaparan dari tim konsultan: 10.15 - 10.45‬

o‬ ‭Diskusi (3 termin, setiap termin 3 pertanyaan): 10.45 - 12.00‬

o‬ ‭Persetujuan‬ ‭dan‬ ‭ringkasan‬ ‭hasil‬ ‭diskusi‬ ‭dari‬ ‭masyarakat‬ ‭serta‬

‭dinas terkait: 12.00 - 12.15‬
‭4.‬ ‭Penutupan: 12.15 - 12.30‬
‭Hasil Konsultasi Publik‬
‭Hasil dari konsultasi publik untuk rencana pembangunan tambang batubara PT.‬
‭Bukit Asam antara lain:‬
‭1.‬ ‭Mobilisasi‬ ‭alat‬ ‭berat‬ ‭dan‬ ‭material‬ ‭diharapkan‬ ‭dilakukan‬ ‭pada‬ ‭malam‬
‭hari untuk mengurangi gangguan lalu lintas.‬
‭2.‬ ‭Memprioritaskan‬ ‭alokasi‬ ‭tenaga‬ ‭kerja‬ ‭lokal‬ ‭dari‬ ‭Desa‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim‬
‭dan sekitarnya.‬
‭3.‬ ‭Tingkat‬ ‭kebisingan‬ ‭selama‬ ‭proses‬ ‭konstruksi‬ ‭harus‬ ‭dikendalikan‬ ‭agar‬
‭tidak‬ ‭mengganggu‬ ‭aktivitas‬ ‭masyarakat,‬ ‭dengan‬ ‭jadwal‬ ‭kerja‬ ‭di‬ ‭luar‬
‭jam istirahat.‬
‭4.‬ ‭Polusi udara selama konstruksi harus dikelola secara efektif.‬
‭Tanggapan dari Hasil Diskusi‬
‭1.‬ ‭Pendataan‬‭warga‬‭lokal‬‭yang‬‭berminat‬‭untuk‬‭menjadi‬‭tenaga‬‭kerja‬‭akan‬
‭dilakukan oleh pihak perusahaan.‬
‭2.‬ ‭Mobilisasi‬ ‭material‬ ‭akan‬‭dijadwalkan‬‭pada‬‭malam‬‭hari‬‭saat‬‭lalu‬‭lintas‬
‭lebih sepi.‬
‭3.‬ ‭Waktu‬‭pelaksanaan‬‭konstruksi‬‭akan‬‭disesuaikan‬‭dengan‬‭jam‬‭kerja‬‭yang‬
‭berlaku di masyarakat.‬
‭Pemasangan Spanduk dan Pamflet‬
‭Pemasangan‬ ‭spanduk‬ ‭dan‬ ‭pamflet‬ ‭untuk‬ ‭rencana‬ ‭pembangunan‬‭tambang‬
‭batubara‬ ‭PT.‬ ‭Bukit‬ ‭Asam‬ ‭dilakukan‬ ‭setelah‬ ‭memperoleh‬ ‭persetujuan‬ ‭dari‬
‭hasil‬ ‭rapat‬ ‭publik‬ ‭yang‬ ‭sebelumnya‬ ‭dilaksanakan.‬ ‭Spanduk‬ ‭dan‬ ‭pamflet‬
‭tersebut‬ ‭dipasang‬ ‭di‬ ‭Balai‬ ‭Desa‬ ‭Tanjung‬ ‭Enim‬ ‭serta‬ ‭di‬ ‭berbagai‬ ‭lokasi‬
‭strategis‬‭di‬‭sekitar‬‭Desa‬‭Tanjung‬‭Enim‬‭dan‬‭Kecamatan‬‭Muara‬‭Enim.‬‭Selain‬

‭16‬
‭itu,‬ ‭pemasangan‬‭juga‬‭dilakukan‬‭di‬‭titik-titik‬‭potensial‬‭yang‬‭mudah‬‭terlihat‬
‭oleh‬ ‭masyarakat‬ ‭yang‬ ‭terdampak‬ ‭secara‬ ‭administratif,‬ ‭guna‬ ‭memastikan‬
‭bahwa‬ ‭informasi‬ ‭mengenai‬ ‭kegiatan‬ ‭penambangan‬ ‭dapat‬ ‭diakses‬ ‭oleh‬
‭semua‬ ‭pihak‬ ‭yang‬ ‭berkepentingan.‬ ‭Upaya‬ ‭ini‬ ‭bertujuan‬ ‭untuk‬
‭meningkatkan‬ ‭kesadaran‬ ‭masyarakat‬ ‭mengenai‬ ‭rencana‬ ‭dan‬ ‭proses‬ ‭yang‬
‭akan‬ ‭dilaksanakan,‬ ‭serta‬ ‭memberikan‬ ‭ruang‬ ‭bagi‬ ‭masyarakat‬ ‭untuk‬
‭menyampaikan pendapat dan masukan mereka.‬

‭17‬
‭II.‬‭PROSES PELINGKUPAN‬

‭II.1‬‭Matrik Identifikasi Dampak Potensial‬


‭Buatlah‬‭matrik‬‭identifikasi‬‭dampak‬‭potensial‬‭yaitu‬‭interaksi‬‭antara‬‭jenis‬‭komponen‬‭lingkungan‬‭versus‬‭tahapan‬‭kegiatan.‬‭Berikan‬‭tanda‬‭silang‬‭jika‬
‭terdapat interaksi antara komponen lingkungan dengan tahapan kegiatan.‬

‭Tahapan Kegiatan‬

‭Komponen Lingkungan‬ ‭Pra konstruksi‬


‭No‬ ‭Pasca Operasi‬
‭Konstruksi‬ ‭Operasi‬

‭a‬ ‭b‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬
1‭ ‬ I‭ klim mikro‬ ‭x‬ ‭x‬
‭2‬ ‭Kualitas udara‬ ‭‬
x ‭x‬ ‭‬
x ‭‬
x x‭ ‬ ‭x‬ x‭ ‬ x‭ ‬
‭3‬ ‭Kebisingan‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ x‭ ‬ ‭x‬
‭4‬ ‭Getaran‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬
‭5‬ ‭Kualitas air permukaan‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭6‬ ‭Limpasan air permukaan‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭18‬
‭Tahapan Kegiatan‬

‭Komponen Lingkungan‬ ‭Pra konstruksi‬ ‭Konstruksi‬ ‭Operasi‬


‭No‬ ‭ asca Operasi‬
P
‭a‬ ‭b‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬ ‭a‬ ‭b‬ ‭c‬
7‭ ‬ ‭ rosi‬
E ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬
‭8‬ ‭Sedimentasi‬
‭9‬ ‭Bentang lahan‬ ‭x‬ ‭x‬
‭10‬ ‭Arah aliran air sungai‬ ‭x‬ ‭x‬

1‭ 1‬ ‭ egetasi‬
V ‭‬
x x‭ ‬ x‭ ‬
‭12‬ ‭Satwa liar‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬
‭13‬ ‭Biota air‬ ‭x‬
‭14‬ ‭Kesempatan‬ ‭x‬ ‭x‬
‭kerja‬
‭15‬ ‭Kesempatan berusaha‬ ‭x‬

‭16‬ ‭Pendapatan masyarakat‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭17‬ ‭ ikap dan persepsi‬


S ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬
‭masyarakat‬

‭18‬ ‭Keresahan masyarakat‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭19‬ ‭Kesehatan masyarakat‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭20‬ ‭Sanitasi lingkungan‬ ‭x‬ ‭x‬

‭21‬ ‭Kelancaran lalu lintas‬ ‭x‬ ‭x‬ ‭x‬

‭22‬ ‭Kerusakan jalan‬ ‭x‬ ‭x‬

‭19‬
‭Keterangan tahapan kegiatan;‬
‭a.‬ ‭Pra Konstruksi‬
‭a. Survey (Sosialisasi Masyarakat‬
‭b.‬ ‭Sosialisasi‬
‭b. Konstruksi‬
‭a.‬ ‭Penerimaan tenaga kerja tahap konstruksi‬
‭b.‬ ‭Mobilisasi Peralatan dan Material‬
‭c.‬ ‭Pengerukan dan Pematangan Lahan‬
‭d.‬ ‭Pembangunan jalan pertambangan‬
‭e.‬ ‭Pembangunan Fasilitas Pendukung‬
‭c. Operasi‬
‭a.‬ ‭Penerimaan tenaga kerja tahap operasi‬
‭b.‬ ‭Pengupasan dan pemindahan tanah pucuk‬
‭c.‬ ‭Pengupasan dan Penimbunan tanah penutup(‬‭Overburden‬‭)‬
‭d.‬ ‭Penggalian batubara‬
‭e.‬ ‭Penyaliran tambang‬
‭f.‬ ‭Pengangkutan batubara‬
‭g.‬ ‭Penumpukan dan pengolahan batubara‬
‭h.‬ ‭Pengelolaan limbah‬
‭i.‬ ‭Reklamasi dan Revegetasi Lahan‬
‭d. Pascaoperasi‬
‭a. Pembongkaran fasilitas pendukung‬
‭b. Reklamasi dan revegetasi lahan‬
‭c. Penanganan tenaga kerja‬

‭20‬
‭Tabel Proses Pelingkupan‬
‭Pengelolaan‬
‭ encana Usaha‬
R ‭ ingkungan‬ ‭Komponen‬
L ‭Uraian‬ ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭No‬ ‭dan/atau Kegiatan‬ ‭yang Sudah‬ L ‭ ingkungan‬ ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭yang Berpotensi‬ ‭Direncanakan‬ ‭ erkena‬
T ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭Menimbulkan‬ ‭ valuasi‬
E ‭ ampak‬
D
‭Dampak‬
‭Dampak‬ ‭ ampak‬
D ‭Dampak‬ ‭Penting‬
‭Lingkungan‬ ‭Potensial‬ ‭Potensial‬ ‭Hipotetik‬
‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬
‭I.‬ ‭TAHAP PRA KONSTRUKSI‬

‭1.‬ ‭ urvey &‬


S ‭ onsultasi‬
K ‭ omponen‬
K ‭ ersepsi‬
P s‭ osialisasi rencana‬ t‭ermasuk‬ ‭ atas‬
B ‭3 Bulan‬
‭Sosialisasi‬ ‭Publik‬ ‭Demografi dan‬ ‭negatif dan‬ ‭kegiatan tidak selalu‬ ‭dampak‬ ‭Administr‬
‭Sosial‬ ‭positif‬ ‭diterima dengan positif‬ ‭tidak‬ ‭asi‬
‭masyarakat‬ ‭oleh masyarakat setempat‬ ‭penting‬
‭tentang‬ ‭sehingga perlu adanya‬ ‭hipotetik‬
‭rencana‬ ‭kesepakatan terlebih‬ ‭dikelola‬
‭kegiatan‬ ‭dahulu antara pemilik‬ ‭dan‬
‭proyek dan warga‬ ‭dipantau‬
‭setempat‬

‭21‬
‭Pengelolaan‬ K
‭ omponen‬ ‭Uraian‬ ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭Rencana Usaha‬ ‭Lingkungan‬ ‭Lingkungan‬ ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭No‬ ‭dan/atau‬ ‭yang Sudah‬ ‭Terkena‬ ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭Kegiatan yang‬ D
‭ irencanakan‬ ‭Dampak‬
‭Berpotensi‬ ‭ valuasi‬
E ‭ ampak‬
D
‭Menimbulkan‬ ‭ ampak‬
D ‭Dampak‬ ‭Penting‬
‭Dampak‬ ‭Potensial‬ ‭Potensial‬ ‭Hipotetik‬
‭Lingkungan‬

‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬


‭II‬ ‭TAHAP KONSTRUKSI‬

‭1‬ ‭ enerimaan‬
P ‭ enyediaan‬
p ‭ omponen‬
k ‭Adanya‬ ‭tersediannya‬ ‭lapangan‬ ‭DPH‬ ‭-‬ ‭2 minggu‬
‭tenaga kerja‬ ‭tenaga kerja‬ ‭demografi sosial‬ ‭kesempatan‬ k‭ erja‬
‭tahap kostruksi‬ ‭terutama untuk‬ ‭penambahan/pe‬ ‭kerja‬
‭warga lokal‬ ‭ngurangan‬
‭jumlah‬
‭penduduk‬
‭2‬ ‭ obilisasi‬
M ‭jam mobilisasi‬ ‭kelancaran lalu‬ ‭tingkat‬ ‭ obilisasi‬‭peralatan‬‭dan‬
M ‭DPH‬ ‭ atas‬
B ‭ epanjang‬
S
‭peralatan dan‬ ‭dilakukan saat‬ ‭lintas‬ ‭kemacetan‬ ‭lalu‬ ‭material‬ ‭yang‬ ‭ekologi‬ ‭pelaksana‬
‭material‬ ‭jam sepi‬ ‭lintas‬ ‭dan‬ ‭dilaksanakan‬ ‭meliputi‬ ‭kualitas‬ ‭an‬
‭kerusakan‬ ‭jalan‬ ‭4-6‬ ‭truk‬ ‭per‬ ‭hari‬ ‭udara‬ ‭mobilisasi‬
‭selama‬ ‭kegiatan‬ ‭sehingga‬ ‭tidak‬ ‭karena‬ ‭peralatan‬
‭mobilisasi‬ ‭signifikan‬ ‭menimbulkan‬ ‭mobilisasi‬ ‭dan‬
‭debu‬ ‭TSP,‬ ‭namun‬ ‭jalur‬ ‭peralatan‬ ‭material‬
‭mobilisasi‬‭peralatan‬‭dan‬ ‭dan material‬ ‭untuk‬
‭material‬ ‭yang‬ ‭melewati‬ ‭adalah‬ ‭konstruks‬
‭Jalan‬‭dapat‬‭mengganggu‬ ‭sejauh 75‬ ‭i karena‬
‭kelancaran‬ ‭lalu‬‭lintas‬‭di‬ ‭meter dari‬ ‭dampak‬
‭sekitar area proyek‬ ‭as jalan A‬ ‭akan‬
‭terjadi‬
‭selama‬
‭3‬ ‭ engerukan dan‬
P ‭ enyediakan‬
m ‭kebisingan‬ ‭ . penurunan‬
1 k‭ egiatan pengerukan dan‬ ‭DPH‬ ‭ atas tapak‬ ‭2 bulan‬
B
‭Pematangan‬ ‭APD‬ ‭kualitas udara‬ ‭pematangan lahan‬ ‭proyek‬
‭lahan‬ ‭perlindungan‬ ‭[Link]‬ ‭memerlukan banyak alat‬
‭telinga bagi‬ ‭kebisingan‬ ‭berat, sehingga dapat‬
‭para pekerja‬ ‭meningkatkan kebisingan‬

‭4‬ ‭ embangunan‬
P ‭ emberian‬
p ‭kebisingan‬ ‭ . penurunan‬
1 ‭DPH‬ ‭ atas‬
B ‭2 bulan‬
‭kualitas udara‬ b‭ esar nya panjang jalan‬
‭jalan‬ ‭APD berupa‬ ‭pertambangan yang akan‬ ‭Ekologis,‬
‭pertambangan‬ ‭perlindungan‬ ‭2. timbulnya‬ ‭batas‬
‭kebisingan‬ ‭dibangun akan banyak‬
‭telinga bagi‬ ‭memerlukan alat berat dan‬ ‭administrati‬
‭para pekerja‬ ‭akibat‬ ‭f, batas‬
‭pekerjaan‬ ‭pekerja yang dapat‬
‭menimbulkan dampak‬ ‭tapak‬
‭berupa peningkatan‬ ‭proyek‬
‭kebisingan di area proyek‬
‭tersebut‬

‭5‬ ‭ embangunan‬
P ‭ emantauan‬
p ‭kualitas udara‬ p
‭ olusi udara‬
p‭ embangunan fasilitas‬ ‭DPH‬ ‭ atas‬
B ‭3 bulan‬
‭fasilitas‬ ‭kualitas udara‬ ‭akibat proses‬ ‭Ekologis,‬
‭pekerjaan‬ ‭pendukung memerlukan‬
‭pendukung‬ ‭banyak material‬ ‭batas‬
‭terutama debu‬ ‭administrati‬
‭bangunan, alat berat, dan‬
‭jumlah pekerja yang‬ ‭f, batas‬
‭tidak sedikit, sehingga‬ ‭tapak‬
‭dengan banyak nya‬ ‭proyek‬
‭fasilitas yang dibangun‬
‭seperti kantor, gudang,‬
‭tentu akan menimbulkan‬
‭polusi yang ditimbulkan‬
‭dari debu dan partikulat‬
‭lainnya selama‬
‭berlangsungnya proyek‬

‭22‬
‭ enyediakan‬
m ‭kebisingan,‬ ‭ eningkatan‬
p p‭ enggunaan alat berat‬ ‭DPH‬
‭APD untuk‬ ‭kebisingan‬ ‭untuk membangun‬
‭perlindungan‬ ‭berbagai fasilitas‬
‭telinga para‬ ‭pendukung akan‬
‭pekerja‬ ‭menimbulkan kebisingan‬
‭yang dapat mengganggu‬
‭warga sekitar dan para‬
‭pekerja‬

‭23‬
‭Pengelolaan‬ K
‭ omponen‬ U‭ raian‬ ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭Rencana Usaha‬ L ‭ ingkungan‬ ‭Lingkungan‬ ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭No‬ ‭dan/atau‬ ‭yang Sudah‬ ‭Terkena‬ ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭Kegiatan yang‬ ‭Direncanakan‬ ‭Dampak‬
‭Berpotensi‬ ‭ valuasi‬
E ‭ ampak‬
D
‭Menimbulkan‬ ‭ ampak‬
D ‭Dampak‬ ‭Penting‬
‭Dampak‬ ‭Potensial‬ ‭Potensial‬ ‭Hipotetik‬
‭Lingkungan‬
‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭F‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬
‭‬ p
6 ‭ embangunan‬ ‭ emantauan‬ ‭Kualitas udara‬ ‭penurunan‬
p f‭ asilitas‬ ‭penduduk‬ ‭yang‬
‭fasilitas‬ ‭kualitas udara‬ ‭kualitas‬ ‭merasa‬ ‭terkena‬ ‭dampak‬
‭penduduk‬ ‭udara‬ ‭setelah‬ ‭dilakukan‬ ‭survei‬‭pada‬
‭peningkata‬ ‭tahap‬ ‭pra‬ ‭konstruksi‬ ‭akan‬
‭n‬ ‭dibangun‬ ‭sesuai‬ ‭kesepakatan‬
‭kebisingan‬ ‭dengan‬ ‭penduduk‬ ‭setempat‬
‭yang‬ ‭mana‬‭pembangunan‬‭nya‬
‭akan‬ ‭turut‬ ‭mempengaruhi‬
‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭akibat‬
‭penggunaan‬ ‭alat‬ ‭berat‬ ‭dan‬
‭material bangunan‬

‭III‬ ‭TAHAP OPERASI‬

‭1‬ ‭ enerimaan‬
P ‭ emastikan‬
M ‭Kesempatan‬ ‭ danya‬
A ‭ embuka lapangan‬
M ‭DPH‬ ‭ atas‬
B
‭tenaga kerja‬ ‭sistem‬ ‭kerja‬ ‭kesemp‬ ‭pekerjaan, terjadinya‬ ‭sosial-ekono‬
‭tahap operasi‬ ‭perekrutan‬ ‭atan‬ ‭peningkatan populasi‬ ‭mi‬
‭berlandaskan‬ ‭kerja‬
‭meritokrasi‬
‭2‬ ‭Pengupasan dan‬ ‭Penggunaan alat‬‭Kualitas Udara‬ ‭ enurunan‬ ‭Alat‬ ‭berat‬ ‭yang‬ ‭digunakan‬ ‭DPH‬
P ‭Batas ekologi‬
‭pemindahan‬ ‭penekan debu‬ ‭kualitas‬ ‭dalam‬ ‭pengupasan‬ ‭dan‬
‭tanah pucuk‬ ‭dan penutupan‬ ‭udara‬ ‭pemindahan‬ ‭tanah‬ ‭pucuk‬
‭muatan‬ ‭[parameter‬ ‭menghasilkan‬ ‭polusi‬ ‭yang‬
‭debu‬ ‭TSP‬ ‭dapat‬ ‭menurunkan‬ ‭kualitas‬
‭dan‬ ‭udara di area proyek.‬
‭PM10]‬
‭ embuatan‬
p ‭Erosi‬ ‭Terjadinya‬ ‭Tanah yang terpapar‬ ‭DPH‬ ‭ atas‬
B ‭Tiga tahun‬
‭tanaman‬ ‭erosi‬ ‭setelah pengupasan lebih‬ ‭ekologi‬ ‭selama‬
‭penahan‬ ‭rentan terhadap erosi,‬ ‭limpasan air‬ ‭masa‬
‭angin‬ ‭terutama jika tidak ada‬ ‭permukaan‬ ‭operasional‬
‭tindakan konservasi tanah‬ ‭adalah‬ ‭tambang‬
‭yang tepat.‬ ‭sesuai tapak‬ ‭batubara‬
‭proyek yang‬ ‭karena data‬
‭dilakukan‬ ‭kualitas‬
‭lingkungan‬

‭24‬
‭Pengelolaan‬ K
‭ omponen‬ ‭Uraian‬ ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭ encana Usaha‬ ‭Lingkungan‬ ‭Lingkungan‬
R ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭No‬ ‭dan/atau Kegiatan‬ ‭yang Sudah‬ ‭Terkena‬ ‭Evaluasi Dampak‬ ‭ ampak‬
D ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭yang Berpotensi‬ ‭Direncanakan‬ ‭Dampak‬ ‭ ampak‬
D ‭Potensial‬ ‭Penting‬
‭Menimbulkan‬ ‭Potensial‬ ‭Hipotetik‬
‭Dampak‬
‭Lingkungan‬

‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬


‭ elakukan‬
m ‭Kualitas air‬ ‭ enurunan‬ ‭Sedimen‬‭yang‬‭timbul‬‭akibat‬‭erosi‬ ‭DPH‬
P b‭ atas‬
‭monitoring‬ ‭permukaan‬ ‭Kualitas‬ ‭air‬ ‭dapat‬‭mengendap‬‭di‬‭dasar‬‭sungai,‬ ‭ekologis‬
‭kualitas air‬ ‭sungai‬ ‭mengurangi‬‭kedalaman‬‭aliran‬‭air.‬ ‭berupa area‬
‭sungai di sekitar‬ ‭Hal‬ ‭ini‬ ‭dapat‬ ‭memperlambat‬ ‭sungai di‬
‭lokasi proyek‬ ‭aliran‬‭sungai‬‭dan‬‭mengubah‬‭pola‬ ‭sekitar‬
‭secara berkala‬ ‭aliran‬ ‭air,‬ ‭yang‬ ‭berpotensi‬ ‭lokasi‬
‭meningkatkan‬ ‭risiko‬ ‭banjir‬ ‭di‬ ‭proyek‬
‭area hilir.‬

‭3‬ ‭ engupasan‬
P ‭ emastikan‬ ‭Kebisingan‬
M ‭ enurunan‬
P ‭ artikel‬ ‭debu‬ ‭TSP‬ ‭yang‬ ‭DPH‬
P b‭ atas‬
‭dan‬ ‭aspek‬ ‭kualitas‬ ‭dihasilkan‬ ‭dari‬ ‭aktivitas‬ ‭ekologis‬
‭penimbunan‬ ‭keselamatan‬ ‭udara‬ ‭pengupasan‬ ‭dan‬ ‭penimbunan‬ ‭berupa‬
‭tanah penutup‬ ‭dan kesehatan‬ ‭[parameter‬ ‭kualitas‬
‭tanah‬ ‭dapat‬ ‭tersebar‬ ‭ke‬ ‭udara,‬
‭[overburden]‬ ‭kerja bagi pada‬ ‭debu TSP]‬ ‭udara di‬
‭pekerja di area‬ ‭mencemari‬ ‭lingkungan‬ ‭sekitar.‬ ‭area yang‬
‭perrambangan‬ ‭Debu‬ ‭yang‬‭menempel‬‭pada‬‭daun‬ ‭terdampak‬
‭batubara‬ ‭tanaman‬ ‭dapat‬ ‭mengganggu‬ ‭pencemaran‬
‭proses‬ ‭fotosintesis,‬ ‭sehingga‬
‭menurunkan‬ ‭produktivitas‬
‭vegetasi di area sekitar.‬
‭Erosi‬ ‭Terjadinya‬ ‭Erosi‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬ ‭DPH‬ b‭ atas‬
e‭ rosi‬ k
‭ ehilangan‬ l
‭ apisan‬ ‭tanah‬ ‭atas‬ ‭ekologis‬
‭(topsoil)‬ ‭yang‬ ‭subur,‬ ‭sehingga‬ ‭berupa area‬
‭pinggiran‬
‭mengurangi‬ ‭kemampuan‬ ‭tanah‬
‭sungai di‬
‭untuk‬ ‭mendukung‬ ‭vegetasi.‬ ‭sekitar‬
‭Material‬‭hasil‬‭erosi‬‭dapat‬‭terbawa‬ ‭lokasi‬
‭ke‬‭sungai‬‭atau‬‭badan‬‭air‬‭terdekat,‬ ‭proyek‬
‭meningkatkan‬ ‭sedimentasi‬ ‭yang‬
‭merusak ekosistem perairan.‬

‭ ualitas air‬
k ‭ enurunan‬ ‭Limpasan‬ ‭dari‬ ‭area‬ ‭pengupasan‬ ‭DPH‬
P b‭ atas‬
‭permukaan‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭dan‬ ‭penimbunan‬ ‭tanah‬ ‭dapat‬ ‭ekologis‬
‭permukaan‬ ‭membawa‬ ‭partikel‬ ‭tanah,‬ ‭bahan‬ ‭berupa‬
‭organik,‬ ‭dan‬ ‭polutan‬ ‭ke‬ ‭sungai,‬ ‭kualitas air‬
‭sehingga‬ ‭mencemari‬ ‭air‬ ‭permukaan‬
‭permukaan.‬ ‭Perubahan‬ ‭kualitas‬ ‭di sekitar‬
‭air,‬ ‭seperti‬ ‭peningkatan‬ ‭lokasi‬
‭kekeruhan‬‭atau‬‭kandungan‬‭logam‬ ‭proyek‬
‭berat,‬ ‭dapat‬ ‭merusak‬ ‭ekosistem‬
‭akuatik.‬

‭4‬ ‭Peledakan‬ ‭ embuat‬


M ‭Getaran‬ ‭ eningkatan‬ ‭Getaran‬ ‭dari‬ ‭peledakan‬ ‭dapat‬ ‭DPH‬
P b‭ atas‬
‭pemberitahuan‬ ‭Getaran‬ ‭merusak‬ ‭struktur‬‭tanah‬‭di‬‭sekitar‬ ‭ekologis‬
‭dan memasang‬ ‭lokasi,‬ ‭menyebabkan‬ ‭keretakan‬
‭tanda‬ ‭pada‬ ‭bangunan,‬ ‭jalan,‬ ‭atau‬
‭peringatan bagi‬ ‭infrastruktur‬ ‭lainnya.‬ ‭Selain‬ ‭itu‬
‭masyarakat di‬ ‭juga‬‭dapat‬‭mengganggu‬‭stabilitas‬
‭sekitar area‬ ‭ekosistem,‬ ‭seperti‬ ‭habitat‬ ‭hewan‬
‭pertambangan‬ ‭di sekitar area tambang.‬

‭25‬
‭ enyediakan‬
m ‭Kebisingan‬ ‭ eningkatan‬ ‭peledakan‬ ‭menggunakan‬ ‭bahan‬ ‭DPH‬
P b‭ atas‬
‭APD untuk‬ ‭Kebisingan‬ ‭peledak‬‭tentu‬‭akan‬‭meningkatkan‬ ‭ekologis‬
‭perlindungan‬ ‭kebisingan‬ ‭yang‬ ‭Mengganggu‬ ‭wilayah‬
‭telinga para‬ ‭kehidupan‬ ‭satwa‬ ‭liar,‬ ‭terutama‬ ‭pemukiman‬
‭pekerja‬ ‭hewan‬ ‭yang‬ ‭sensitif‬ ‭terhadap‬ ‭yang‬
‭suara,‬ ‭sehingga‬ ‭dapat‬ ‭terkena‬
‭memengaruhi‬ ‭keseimbangan‬ ‭dampak‬
‭ekosistem.‬ ‭kebisingan‬

‭ elakukan‬
m ‭Kualitas Udara‬ ‭ enurunan‬
P ‭ artikel‬ ‭debu‬ ‭yang‬ ‭dihasilkan‬ ‭DPH‬
P
‭pemiliha bahan‬ ‭kualitas‬ ‭dari‬ ‭peledakan‬ ‭dapat‬ ‭menyebar‬
‭peledak sesuai‬ ‭udara (debu‬ ‭ke‬ ‭udara‬ ‭dan‬ ‭mencemari‬
‭standar yang‬ ‭TSP)‬ ‭lingkungan,‬ ‭mempengaruhi‬
‭diatur oleh‬ ‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭lokasi‬
‭pemerintah dan‬ ‭tambang.‬
‭dapat‬ ‭Dapat‬ ‭pula‬ ‭menimbulkan‬
‭meminimalisir‬ ‭terganggunya‬ ‭proses‬ ‭fotosintesis‬
‭penurunan‬ ‭tanaman‬ ‭di‬ ‭sekitar‬ ‭akibat‬ ‭debu‬
‭kualitas udara‬ ‭yang menempel pada daun.‬

‭5‬ ‭ engupasan‬
P ‭ emastikan‬ K
M ‭ ualitas Udara‬ ‭Penurunan‬ ‭ enurunan‬ ‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭akibat‬‭DPH‬
P
‭batuan‬ ‭aspek‬ ‭kualitas‬ ‭kegiatan‬ ‭pengupasan‬ ‭batuan‬
‭penutup‬ ‭keselamatan‬ ‭udara‬ ‭penutup‬ ‭dapat‬ ‭menimbulkan‬
‭dan kesehatan‬ ‭[parameter‬ ‭dampak‬ ‭yang‬ ‭serius‬ ‭terhadap‬
‭kerja bagi pada‬ ‭debu TSP]‬ ‭kualitas hidup masyarakat sekitar.‬
‭pekerja di area‬
‭perrambangan‬
‭batubara‬
‭6‬ ‭ enimbunan‬
P ‭Memastikan‬ ‭Kualitas Udara‬ ‭Penurunan‬ ‭ enurunan‬ ‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭akibat‬‭DPH‬
P
‭batuan‬ ‭aspek‬ ‭kualitas‬ ‭kegiatan‬ ‭penimbunan‬ ‭batuan‬
‭penutup‬ ‭keselamatan‬ ‭udara‬ ‭penutup‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬
‭dan kesehatan‬ ‭[parameter‬ ‭dampak‬ ‭serius‬ ‭terhadap‬
‭kerja bagi pada‬ ‭debu TSP]‬ ‭kesejahteraan‬ ‭masyarakat‬ ‭di‬
‭pekerja di area‬ ‭sekitar lokasi.‬
‭perrambangan‬
‭batubara‬

‭26‬
‭Pengelolaan‬ ‭Uraian‬ ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭Rencana Usaha‬ L ‭ ingkungan‬ K ‭ omponen‬ ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭No‬ ‭dan/atau‬ ‭yang Sudah‬ ‭Lingkungan‬ ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭Kegiatan yang‬ ‭Direncanakan‬ ‭Terkena‬
‭Berpotensi‬ ‭Dampak‬ ‭Evaluasi Dampak‬ ‭ ampak‬
D
‭Dampak‬ ‭Penting‬
‭Menimbulkan‬ ‭ otensial‬
P ‭Potensial‬
‭Hipotetik‬
‭Dampak‬
‭Lingkungan‬
‭a‬ ‭b‬ c‭ ‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬
‭7‬ ‭Penggalian‬ m
‭ elakukan‬ B
‭ entang Lahan‬ ‭Perubahan‬ ‭
K egiatan‬ p
‭ enggalian‬ b
‭ atubara‬ d
‭ apat‬ ‭DPH‬
‭batubara‬ ‭reklamasi lahan‬ ‭bentang‬ ‭menimbulkan‬ ‭dampak‬ ‭berupa‬
‭tambag pasca‬ ‭lahan‬ ‭perubahan‬ ‭topografi‬ ‭alami‬ ‭menjadi‬
‭operasi‬
‭cekungan‬ ‭atau‬ ‭lubang‬ ‭besar,‬ ‭yang‬
‭dapat‬ ‭menciptakan‬ ‭lahan‬ ‭sulit‬ ‭untuk‬
‭dikembalikan‬ ‭ke‬ ‭kondisi‬ ‭semula.‬
‭terbentuknya‬ ‭cekungan‬ ‭ini‬ ‭juga‬ ‭dapat‬
‭menimbulkan‬ ‭banyak‬ ‭korban‬ ‭jiwa‬
‭akibat‬ ‭terjatuh‬ ‭ke‬ ‭dalam‬ ‭cekungan‬
‭tambang.‬ ‭Kecelakaan‬ ‭ini‬ ‭disebabkan‬
‭oleh‬ ‭kelalaian‬ ‭perusahaan‬ ‭dalam‬
‭memberi‬ ‭peringatan‬ ‭di‬ ‭setiap‬ ‭area‬
‭ekstrim‬ ‭pertambangan.‬ ‭hal‬ ‭ini‬ ‭dapat‬
‭menimbulkan‬ ‭respon‬ ‭negatif‬ ‭dari‬
‭masyarakat setempat‬
‭ elakukan‬
m ‭erosi‬ ‭T‬‭erjadinya‬ ongsor‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭tambang‬ ‭dapat‬ ‭DPH‬
L

‭kajian untuk‬ ‭erosi‬ ‭menyebabkan‬ ‭kerusakan‬ ‭ekosistem‬
‭mengetahui‬ ‭dan‬ ‭membahayakan‬ ‭keselamatan‬ ‭para‬
‭potensi longsor,‬
‭pekerja,‬ ‭serta‬ ‭menurunkan‬
‭memberikan‬
‭panduan K3 bagi‬ ‭produktivitas perusahaan.‬
‭para pekerja‬
‭secara ketat‬
‭8‬ ‭ enumpukan‬
P ‭membangun‬ ‭Kualitas Udara‬ ‭Penurunan‬ ‭paparan sinar matahari dapat membuat‬
‭batubara‬ ‭tempat‬ ‭kualitas‬ ‭batubara melepaskan gas berbahaya‬
‭penumpukan‬ ‭udara‬ ‭seperti sulfur dan metana sehingga‬
‭batubara di‬ ‭apabila berada di tempat terbuka akan‬
‭lokasi yang‬ ‭menimbulkan penurunan kualitas‬
‭tertutup‬ ‭udara‬
‭9‬ ‭ enanganan‬
P ‭Membangun‬ ‭Kualitas air,‬ ‭Penurunan‬ ‭Air‬ ‭asam‬ ‭tambang‬ ‭(AAT)‬ ‭yang‬ ‭tidak‬ ‭DPH‬
‭air asam‬ ‭fasilitas‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭dikelola‬‭dengan‬‭baik‬‭dapat‬‭mengalir‬‭ke‬
‭tambang‬ ‭pengolahan air‬ ‭permukaan‬ ‭sungai‬ ‭atau‬ ‭badan‬ ‭air‬ ‭terdekat,‬
‭limbah‬ ‭[jika‬ ‭ada‬
‭sungai]‬ ‭meningkatkan‬ ‭keasaman‬ ‭(penurunan‬
‭pH) air permukaan.‬
‭Kandungan‬ ‭logam‬ ‭berat‬ ‭yang‬ ‭tinggi‬
‭(seperti‬‭besi,‬‭mangan,‬‭dan‬‭aluminium)‬
‭dalam‬ ‭AAT‬ ‭dapat‬ ‭mencemari‬ ‭sumber‬
‭air,‬ ‭membuatnya‬ ‭tidak‬ ‭layak‬ ‭untuk‬
‭kehidupan‬ ‭akuatik‬ ‭atau‬ ‭konsumsi‬
‭manusia.‬
‭Biota air‬ ‭Gangguan‬ iota‬ ‭air,‬ ‭seperti‬ ‭ikan‬ ‭dan‬ ‭organisme‬ ‭DPH‬
B

‭terhadap‬ ‭akuatik‬ ‭lainnya,‬ ‭sensitif‬ ‭terhadap‬
‭biota air‬ ‭perubahan‬ ‭pH‬ ‭dan‬ ‭peningkatan‬
‭kandungan‬ ‭logam‬ ‭berat,‬ ‭yang‬ ‭dapat‬
‭menyebabkan‬ ‭kematian‬ ‭massal‬ ‭atau‬
‭penurunan‬‭populasi.‬‭Kerusakan‬‭habitat‬
‭akuatik‬‭akibat‬‭sedimentasi‬‭logam‬‭berat‬
‭di‬ ‭dasar‬ ‭sungai‬ ‭dapat‬ ‭mengganggu‬
‭rantai‬ ‭makanan‬ ‭dan‬ ‭keseimbangan‬
‭ekosistem.‬

‭27‬
‭10‬ P
‭ engangkutan‬ ‭ enggunakan‬ ‭Kualitas udara‬
m ‭ enurunan‬ ‭Aktivitas‬ ‭truk‬ ‭pengangkut‬ ‭batubara‬ ‭DPH‬
P
‭batubara‬ ‭truk pengangkut‬ ‭kualita‬ ‭menghasilkan‬ ‭debu‬ ‭(TSP‬ ‭dan‬ ‭PM10)‬
‭menggunakan‬ ‭batubara yang‬ ‭udara‬ ‭yang‬ ‭terlepas‬ ‭dari‬ ‭muatan‬ ‭batubara‬
‭tidak banyak‬ ‭[parameter‬
‭truk‬
‭menimbulkan‬ ‭debu‬ ‭TSP‬ ‭atau‬‭dari‬‭permukaan‬‭jalan‬‭yang‬‭dilalui.‬
‭emisi‬ ‭dan PM10]‬ ‭Polutan‬ ‭debu‬ ‭dapat‬ ‭mencemari‬ ‭udara‬
d‭ i‬ ‭sekitar‬ ‭area‬ ‭transportasi,‬
‭memengaruhi‬ ‭vegetasi‬ ‭di‬ ‭sepanjang‬
‭jalan,‬ ‭serta‬ ‭menurunkan‬ ‭estetika‬
‭lingkungan.‬ ‭Polutan‬ ‭lainnya,‬ ‭seperti‬
‭emisi‬ ‭gas‬ ‭dari‬ ‭kendaraan‬ ‭berat,‬ ‭dapat‬
‭memperburuk‬ ‭kualitas‬ ‭udara‬ ‭di‬ ‭area‬
‭pengangkutan.‬

‭ enyediakan‬ ‭Kesehatan‬
M ‭ angguan‬ ‭Paparan‬ ‭debu‬ ‭(TSP‬ ‭dan‬ ‭PM10)‬ ‭yang‬ ‭DPH‬
G
‭masker bagi para‬‭Masyarakat‬ ‭Kesehatan‬ ‭dihasilkan‬ ‭dari‬ ‭truk‬ ‭pengangkut‬
‭pekerja dan‬ ‭Masyarakat‬ ‭batubara‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬
‭warga setempat‬
g‭ angguan‬ ‭kesehatan,‬ ‭seperti‬ ‭infeksi‬
‭saluran‬‭pernapasan‬‭akut‬‭(ISPA),‬‭asma,‬
‭dan bronkitis..‬

‭28‬
‭Komponen‬ ‭Uraian‬ ‭ atas‬
B ‭Batas‬
‭ encana Usaha‬
R ‭Pengelolaan‬ ‭Lingkungan‬ ‭Wilayah‬ ‭ aktu‬
W
‭dan/atau Kegiatan‬ ‭Lingkungan‬ ‭Terkena‬ ‭Studi‬ ‭Kajian‬
‭No‬ ‭yang Berpotensi‬ ‭Dampak‬
‭yang Sudah‬
‭Menimbulkan‬ ‭ irencanakan‬
D ‭Dampak‬ ‭Evaluasi Dampak‬ ‭ ampak‬
D
‭Dampak‬ ‭ otensial‬
P ‭Potensial‬ ‭Penting‬
‭Lingkungan‬ ‭Hipotetik‬

‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬


‭ embuat‬
m ‭Kelancaran‬ ‭Gangguan‬ M ‭ eningkatnya‬ ‭volume‬ ‭kendaraan‬ ‭DPH‬
‭perencanaan rute‬‭lalu lintas,‬ ‭ elancaran‬ ‭berat‬ ‭di‬ ‭jalan‬ ‭umum‬ ‭dapat‬
k
‭pengangkutan‬ ‭Keresahan‬ ‭lalu lintas‬ ‭menyebabkan‬ ‭kemacetan‬ ‭lalu‬ ‭lintas,‬
‭batubara‬ ‭Masyarakat‬
‭terutama‬ ‭pada‬ ‭jam-jam‬ ‭sibuk‬ ‭atau‬‭di‬
‭jalan‬ ‭sempit.‬ ‭Potensi‬ ‭kecelakaan‬
‭meningkat‬‭akibat‬‭interaksi‬‭antara‬‭truk‬
‭pengangkut‬ ‭batubara‬ ‭dengan‬
‭kendaraan lain atau pengguna jalan.‬
‭ elakukan‬
m ‭Kerusakan‬ ‭Terjadi‬ ‭Truk‬ ‭pengangkut‬ ‭batubara‬ ‭dengan‬
‭renovasi jalanan‬ ‭Jalan‬ ‭nya‬ ‭muatan‬ ‭berat‬ ‭dapat‬ ‭menyebabkan‬
‭yang mengalami‬ ‭kerusak‬ ‭kerusakan‬ ‭fisik‬ ‭pada‬ ‭jalan,‬ ‭seperti‬
‭kerusakan‬ ‭an jalan‬ ‭retakan‬ ‭atau‬ ‭lubang.‬‭Kerusakan‬‭jalan‬
‭memperburuk‬ ‭kondisi‬ ‭transportasi,‬
‭meningkatkan‬ ‭risiko‬ ‭kecelakaan,‬ ‭dan‬
‭menambah‬ ‭biaya‬ ‭perawatan‬
‭infrastruktur.‬

‭11‬ P
‭ engolahan‬ ‭ elakukan‬
m ‭kualitas udara‬ ‭Penurunan‬ p‭ engolahan batubara yang banyak‬ ‭DPH‬
‭Batubara‬ ‭pemantauan‬ ‭kualitas‬ ‭memerlukan proses pembakaran akan‬
‭kualitas udara di‬ ‭udara‬ ‭banyak menimbulkan pencemaran‬
‭area pengolahan‬ ‭udara‬
‭batubara‬

‭12‬ P
‭ emindah‬ ‭ erencanaan‬
P ‭Perubahan‬ ‭Terjadinya‬ ‭ erubahan‬ ‭arah‬ ‭aliran‬ ‭air‬ ‭dapat‬ ‭DPH‬
P
‭an aliran‬ ‭berupa DED‬ ‭arah aliran air‬ ‭Perubahan‬ ‭menyebabkan‬ ‭gangguan‬ ‭pada‬ ‭pola‬
‭sungai‬ ‭untuk‬ ‭hidrologi‬ ‭alami,‬ ‭termasuk‬
‭memastikan‬ ‭arah‬ ‭pengeringan‬ ‭di‬ ‭beberapa‬ ‭area‬ ‭dan‬
‭perubahan aliran‬ ‭aliran‬ ‭peningkatan‬ ‭aliran‬ ‭di‬ ‭area‬ ‭lain‬ ‭yang‬
‭air tidak‬ ‭tidak‬ ‭dirancang‬ ‭untuk‬ ‭itu.‬ ‭Dapat‬
‭berdampak‬ ‭air‬ ‭meningkatkan‬‭risiko‬‭banjir‬‭di‬‭wilayah‬
‭secara signifikan‬ ‭permukaan‬ ‭hilir‬‭atau‬‭menyebabkan‬‭kekeringan‬‭di‬
‭pada ekosistem‬ ‭bagian hulu sungai.‬
‭sekitar‬

‭13‬ ‭ elakukan‬
M ‭Kualitas air‬ ‭ enurunan‬ A
P ‭ ktivitas‬ ‭pemindahan‬ ‭sungai‬ ‭dapat‬ ‭DPH‬
‭kontrol pada‬ ‭permukaan‬ ‭kualitas air‬ ‭meningkatkan‬ ‭kekeruhan‬ ‭air‬ ‭akibat‬
‭kualitas alat‬ ‭permukaan‬ ‭partikel‬‭sedimen‬‭yang‬‭terlepas‬‭selama‬
‭berta yang‬ ‭proses‬ ‭pengerukan‬ ‭atau‬ ‭pengalihan‬
‭digunakan‬ ‭aliran.‬ ‭Bahan‬ ‭kimia,‬ ‭minyak,‬ ‭atau‬
‭sehingga tidak‬ ‭limbah‬‭dari‬‭alat‬‭berat‬‭yang‬‭digunakan‬
‭banyak sedimen‬ ‭selama‬ ‭konstruksi‬ ‭dapat‬ ‭mencemari‬
‭yang lolos dan‬ ‭air sungai.‬
‭mencemari‬
‭kualitas air‬
‭sungai‬

‭14‬ ‭biota air‬ ‭ angguan‬ H


G ‭ abitat‬ ‭akuatik‬ ‭terganggu‬ ‭akibat‬ ‭DPH‬
‭terhadap‬ ‭perubahan‬ ‭pola‬ ‭aliran,‬ ‭peningkatan‬
‭biota air‬ ‭sedimentasi,‬ ‭atau‬ ‭penurunan‬ ‭kualitas‬
‭air.‬ ‭Pemindahan‬ ‭aliran‬ ‭dapat‬
‭menyebabkan‬ ‭kematian‬ ‭organisme‬
‭akuatik‬ ‭lokal‬ ‭yang‬ ‭tidak‬ ‭dapat‬
‭beradaptasi‬ ‭dengan‬ ‭kondisi‬
‭lingkungan baru.‬

‭29‬
‭15‬ O
‭ perasi‬ ‭ embuat‬
m ‭Kualitas‬ ‭ enurunan‬
P ‭ ktivitas‬ ‭kendaraan‬ ‭berat‬ ‭di‬ ‭jalan‬ ‭DPH‬
A
‭onal‬ ‭perencanaan‬ ‭Udara‬ ‭kualitas‬ ‭tambang‬ ‭menghasilkan‬ ‭partikel‬ ‭debu‬
‭jalan‬ ‭yang matang‬ ‭udara (debu‬ ‭(TSP)‬‭yang‬‭dapat‬‭menyebar‬‭ke‬‭udara‬
‭pertamb‬ ‭terkait lalu lintas‬ ‭TSP)‬ ‭dan‬ ‭mencemari‬ ‭lingkungan‬ ‭sekitar.‬
‭angan‬ ‭di area tambang‬ ‭Debu‬ ‭yang‬ ‭menempel‬ ‭pada‬ ‭tanaman‬
‭agar tidak terlalu‬ ‭dapat‬‭mengganggu‬‭proses‬‭fotosintesis‬
‭banyak‬ ‭dan‬ ‭menyebabkan‬ ‭penurunan‬
‭pergerakan yang‬ ‭produktivitas‬‭vegetasi‬‭di‬‭sekitar‬‭jalan‬
‭tidak penting‬ ‭tambang.‬

‭30‬
‭Uraian‬
‭ encana Usaha‬
R ‭ engelolaan‬
P ‭ omponen‬
K ‭Batas‬ ‭Batas‬
‭ o‬ ‭dan/atau Kegiatan‬
N ‭Lingkungan‬ ‭Lingkunga‬ ‭ ilaya‬
W ‭ aktu‬
W
‭yang Berpotensi‬ ‭yang Sudah‬ ‭n Terkena‬ ‭h Studi‬ ‭Kajian‬
‭Menimbulkan‬ ‭Direncanakan‬ ‭Dampak‬ ‭Dampak‬ ‭Evaluasi Dampak‬ ‭ ampak‬
D
‭Dampak‬ ‭ otensial‬
P ‭Potensial‬ ‭Penting‬
‭Lingkungan‬ ‭Hipotetik‬

‭a‬ ‭b‬ ‭c‬ ‭d‬ ‭e‬ ‭f‬ ‭g‬ ‭h‬ ‭i‬

‭14‬ ‭Operasional‬ ‭ erancangan‬ ‭Kualitas air‬


P ‭ enurunan‬
P ‭ roses‬ ‭pengolahan‬ ‭air‬ ‭limbah‬ ‭di‬ ‭DPH‬
P
‭fasilitas‬ s
‭ istem‬ ‭fasilitas‬ ‭kualitas air‬ ‭fasilitas‬ ‭settling‬ ‭pond‬ ‭atau‬ ‭Instalasi‬
‭pendukung [efluen‬ ‭pendukung‬ ‭sungai‬ ‭Pengolahan‬ ‭Air‬ ‭Limbah‬ ‭(IPAL)‬
‭settling pond,‬ ‭yang‬ ‭mampu‬
‭bertujuan‬ ‭untuk‬ ‭mengendapkan‬
‭IPAL yang‬ ‭menghasilkan‬
‭efluen‬ ‭sesuai‬ ‭partikel‬ ‭padat‬ ‭dan‬ ‭mengurangi‬
‭dibuang ke‬
‭baku‬ ‭mutu‬ ‭polutan.‬ ‭Namun,‬ ‭jika‬ ‭pengolahan‬
‭sungai]‬
‭sebelum‬ ‭tidak‬ ‭optimal‬ ‭atau‬ ‭kapasitasnya‬
‭dilakukan‬ ‭melebihi‬ ‭batas,‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭sungai‬
‭pembuangan‬ ‭bisa‬ ‭menurun‬ ‭akibat‬
‭[Link]‬ ‭kualitas‬ ‭air‬
‭sungai‬ ‭memaksa‬ ‭pihak‬ ‭berwenang‬
‭atau‬‭masyarakat‬‭untuk‬‭mengeluarkan‬
‭biaya‬‭lebih‬‭tinggi‬‭untuk‬‭mengolah‬‭air‬
‭agar‬‭memenuhi‬‭standar‬‭kualitas‬‭yang‬
‭diperlukan.‬

‭Biota Air‬ ‭ angguan‬


G ‭ enurunan‬ ‭kualitas‬ ‭air‬ ‭yang‬ ‭DPH‬
P
‭terhadap‬ ‭disebabkan‬‭oleh‬‭pembuangan‬‭limbah‬
‭biota air‬ ‭yang‬ ‭belum‬ ‭terolah‬ ‭dengan‬ ‭baik‬
‭dapat‬ ‭menyebabkan‬ ‭stres‬ ‭atau‬
‭kematian‬‭pada‬‭biota‬‭air,‬‭seperti‬‭ikan,‬
‭udang,‬ ‭dan‬ ‭organisme‬ ‭akuatik‬
‭lainnya.‬

‭IV‬ ‭TAHAP PASCA OPERASI‬

‭1‬ ‭ embongkaran‬
P ‭ enggunakan‬ ‭kualitas udara,‬
m ‭ .Peningkatan‬‭1. pembongkaran banyak fasilitas‬ ‭DPH‬
1
‭fasilitas‬ ‭alat berat‬ ‭kebisingan‬ ‭Kebisingan‬ ‭pendukung seperti kantor, gudang,‬
‭pendukung‬ ‭dengan kondisi‬ ‭[Link]‬ ‭dan lainnya akan memicu kebisingan‬
‭yang masih‬ ‭Udara‬ ‭dari pnggunaan alat berat dan‬
‭layak pakai‬ ‭kegiatan lainnya.‬
‭[Link] pembongkaran akan‬
‭banyak menghasilkan debu yang‬
‭bertebaran ke udara dan‬
‭menyebabkan pencemaran udara di‬
‭sekitar lokasi kegiatan‬

‭2‬ ‭ eklamasi dan‬


R ‭ emberikan‬ ‭kebisingan,‬
m ‭ .peningkatan‬‭[Link] reklamasi tambang yang‬ D
1 ‭ PH‬
‭Revegetasi‬ ‭apd‬ ‭kualitas udara‬ ‭kebisingan‬ ‭banyak menggunakan alat berat dan‬
‭Lahan‬ ‭perlindungan‬ ‭[Link]‬ ‭tenaga kerja akan berdampak pada‬
‭telinga bagi‬ ‭Udara‬ ‭peningkatan kebisingan di area‬
‭para pekerja,‬ ‭proyek‬
‭menggunakan‬ ‭[Link] reklamasi dapat memicu‬
‭alat berat‬ ‭penurunan kualitas udara akibat dari‬
‭dengan kondisi‬ ‭debu dan partikulat lainnya yang‬
‭yang masih‬ ‭bertebaran di udara selama kegiatan‬
‭layak pakai‬ ‭berlangsung‬
‭3‬ ‭ enanganan‬
P ‭kesempatan‬ ‭Kesempatan‬ ‭DPH‬
‭Tenaga Kerja‬ ‭kerja‬ ‭Kerja‬

‭31‬
‭III. METODE STUDI‬

‭No‬ ‭DPH‬ ‭Data dan‬ ‭Metode‬ ‭Metode Analisis Data‬ ‭Metode Prakiraan Dampak Penting‬ ‭Metode Evaluasi‬
‭Informasi yang‬ ‭Pengumpulan‬
‭Relevan dan‬ ‭Data‬
‭Dibutuhkan‬
‭1‬ ‭ eningkatan‬
P ‭ ata Primer‬‭Luas‬
D ‭ ata Primer‬
D ‭ etode Analisis Data‬
M ‭ RAKIRAAN DAMPAK‬
P ‭ etode
M Matrik‬
‭limpasan‬ ‭air‬ ‭area dan kondisi‬ ‭Pengumpulan data‬ ‭Debit‬ ‭air‬ ‭larian‬ ‭(‭r‬ un‬ ‭off‬‭)‬ ‭di‬ ‭lokasi‬ ‭kegiatan‬ ‭dapat‬ ‭1.‬ ‭Prakiraan‬ ‭dampak‬ ‭peningkatan‬ ‭debit‬ ‭air‬ ‭larian‬ ‭[contoh Leopold,‬
‭permukaan‬ ‭tata guna lahan‬ ‭luas area dan‬ ‭dihitung‬‭menggunakan‬‭metode‬‭rasional‬‭(Asdak,‬‭2010)‬ ‭(‬‭run‬ ‭off‬‭)‬‭akibat‬‭adanya‬‭rencana‬‭kegiatan‬‭dengan‬ ‭Fisher‬ ‭Davis,‬
‭lokasi kegiatan‬ ‭kondisi tata guna‬ ‭sebagai berikut :‬ ‭menggunakan‬ ‭metode‬ ‭rasional‬ ‭dengan‬ ‭rumus‬ ‭Batelle,‬ ‭Sederhana,‬
‭lahan‬ ‭lokasi‬ ‭ = 0,0028 x C x I x A‬
Q ‭dengan perubahan nilai koefisien aliran C.‬ ‭dll]‬ ‭atau‬ ‭Metode‬ ‭Non‬
‭ ata Sekunder‬
D ‭kegiatan‬ ‭a.‬ ‭Debit sebelum adanya kegiatan‬ ‭Matrik‬ ‭[contoh‬ ‭bagan‬
‭1.‬ ‭Koefisien‬ ‭didapatkan‬ ‭Dimana:‬ ‭Q = 0,0028 x C1 x I x A‬ ‭alir]‬
‭aliran‬ ‭langsung‬ ‭dari‬ ‭Q = debit air larian (‬‭run off‬‭) (m³/detik) C =‬ ‭b.‬ ‭Debit setelah adanya kegiatan‬ ‭Uraikan dengan‬
‭permukaan‬ ‭penanggung jawab‬ ‭koefisien‬‭run off‬ ‭Q = 0,0028 x C2 x I x A‬ ‭metode‬ ‭tersebut‬
‭yang‬ ‭kegiatan‬ ‭I = intensitas curah hujan (mm/jam) A =‬ ‭c.‬ ‭Selisih debit‬ ‭bagaimana‬
‭menyesuaikan‬ ‭dan‬ ‭dengan‬ ‭luas lokasi kegiatan (Ha)‬ ‭△Q = 0,0028 x (C2-C1) x I x A‬ ‭menentukan;‬
‭dengan tata‬ ‭melakukan survey‬ ‭Nilai parameter koefisien limpasan air hujan‬ ‭Dimana:‬ ‭1.‬ ‭Suatu‬ ‭DPH‬
‭guna lahan‬ ‭lokasi.‬ ‭disesuaikan dengan tata guna lahan lokasi‬ ‭Q = Debit air larian (‬‭run off‬‭) (m³/detik) C =‬ ‭menjadi‬ ‭dampak‬
‭2.‬ ‭Data curah‬ ‭rencana kegiatan contoh;‬ ‭Koefisien‬‭run off‬ ‭penting‬ ‭atau‬ ‭dampak‬
‭hujan 5 tahun‬ ‭ okasi‬
L ‭I = Intensitas curah hujan (mm/jam) A =‬ ‭tidak penting‬
‭terakhir‬ ‭Pengambilan‬ ‭Penggunaan Lahan atau‬ ‭Nilai C‬ ‭Luas lokasi kegiatan (Ha)‬
‭Bentuk Struktur‬ ‭2.‬ ‭Karakteristik‬
‭(Tahun 2019.-‬ ‭data‬ ‭dampak‬ ‭secara‬ ‭total‬
‭Hutan Primer‬ ‭0,02‬
‭2024)‬ ‭1. tapak proyek‬ ‭2.‬ B
‭ erdasarkan‬ ‭perhitungan‬ ‭peningkatan‬ ‭debit‬ ‭air‬ ‭dari‬ ‭usaha‬ ‭dan/atau‬
‭Hutan Produksi‬ ‭0,05‬
‭3.‬ ‭Peta topografi‬ ‭larian‬ ‭(‬‭run‬ ‭off‬‭),‬ ‭kemudian‬ ‭dikonversi‬ ‭ke‬ ‭skala‬ ‭kegiatan‬
‭4.‬ ‭Peta kawasan‬ ‭ ata Sekunder‬
D ‭Sumber : Soewarno, 2000‬
‭kualitas‬‭lingkungan‬‭[jika‬‭evaluasi‬‭secara‬‭holistik‬ ‭3.‬ ‭Bentuk‬
‭5.‬ ‭Citra‬ ‭1.‬ ‭Pengumpulan‬ ‭Interpretasi Data‬ ‭menggunakan metode matrik] sebagai berikut :‬ ‭keterkaitan dan‬
‭Kawasan‬ ‭data‬ ‭curah‬ ‭Berdasarkan‬ ‭perhitungan‬ ‭debit‬ ‭air‬ ‭larian‬ ‭(‭r‬ un‬ ‭off‬‭),‬ ‭interaksi‬ ‭DPH‬
‭hujan‬ ‭kemudian‬‭dikonversi‬‭ke‬‭skala‬‭kualitas‬‭lingkungan‬‭[jika‬ ‭beserta‬ ‭karakteristik-‬
‭diperoleh dari‬ ‭evaluasi‬ ‭secara‬ ‭holistik‬‭menggunakan‬‭metode‬‭matrik]‬ ‭Debit Air‬ ‭nya‬ ‭yang‬ ‭digunakan‬
‭stasiun BMKG‬ ‭sebagai berikut:‬ ‭Konversi Skala‬
‭No‬ ‭Larian‬ ‭untuk‬ ‭menentukan‬
‭terdekat‬ ‭Lingkungan‬
‭(m‬‭3‭/‬ detik)‬ ‭sifat‬ ‭penting‬ ‭dan‬
‭2.‬ ‭Pengumpulan‬ ‭besaran‬ ‭dampak-‬
1‭ ‬ ‭<0,50‬ ‭ angat baik‬
S 5‭ ‬
‭data‬ ‭peta‬ ‭tata‬ ‭dampak‬ ‭yang‬ ‭telah‬
‭guna lahan‬ ‭2‬ 0‭ ,6-1,0‬ ‭Baik‬ ‭4‬
‭berinteraksi pada‬
‭3‬ ‭1,1-2,5‬ ‭Sedang‬ ‭3‬

‭32‬
‭ an topografi‬
d ‭Debit Air‬ 4‭ ‬ 2‭ ,6-5‬ ‭ uruk‬
B 2‭ ‬ r‭ uang‬ ‭dan‬ ‭waktu‬
‭lahan eksisting‬ ‭Larian‬ ‭Konversi Skala‬ ‭yang sama‬
‭No‬ ‭5‬ ‭>5,5‬ ‭Sangat Buruk‬ ‭1‬
‭dilakukan‬ ‭(m‬‭3‬‭/detik)‬ ‭Lingkungan‬
‭.‬
‭melalui studi‬ ‭1‬ ‭<0,50‬ ‭ angat‬
S ‭5‬
‭literatur dan‬ ‭baik‬ ‭ ari‬ ‭hasil‬ ‭perkiraaan‬ ‭dampak‬ ‭yang‬ ‭diperoleh,‬
D
‭dokumen-‬ ‭dikonversikan‬ ‭ke‬ ‭skala‬ ‭kualitas‬ ‭lingkungan‬ ‭[jika‬
‭‬
2 ‭ ,6-1,0‬
0 ‭Baik‬ ‭‬
4
‭dokumen atau‬ ‭metode‬‭evaluasi‬‭secara‬‭holistik‬‭menggunakan‬‭metode‬
‭data hasil‬ ‭3‬ ‭1,1-2,5‬ ‭Sedang‬ ‭3‬
‭matrik]‬ ‭untuk‬ ‭mendapatkan‬ ‭besaran‬ ‭dampak‬ ‭yaitu‬
‭laporan dari‬ ‭4‬ ‭2,6-5‬ ‭Buruk‬ ‭2‬
‭nilai‬ ‭kualitas‬ ‭lingkungan‬ ‭dengan‬ ‭proyek‬ ‭dikurangi‬
‭instansi‬ ‭5‬ ‭>5,5‬ ‭Sangat‬ ‭1‬ ‭nilai kualitas lingkungan tanpa proyek‬
‭terkait.‬ ‭Buruk‬

‭ esar dampak = KLDP – KLTP‬


B
‭Dimana:‬
‭KLDP‬ ‭= kualitas lingkungan dengan proyek‬
‭KLTP‬ ‭= kualitas lingkungan tanpa proyek‬

‭ IFAT PENTING DAMPAK‬


S
‭Dengan mempertimbangkan 7 (tujuh) kriteria‬
‭penentu dampak penting yang mengacu dari‬
‭Undang-undang 32 tahun 2009 tentang‬
‭Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup‬
‭pasal 22. Uraikan argumen/indikator yang‬
‭digunakan untuk memutuskan bagaimana‬
‭kriteria tersebut dikatakan penting atau tidak‬
‭penting‬

‭33‬
‭34‬

Anda mungkin juga menyukai