0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan36 halaman

Metode Simplex dalam Pemrograman Linier

Diunggah oleh

Petronela Atok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan36 halaman

Metode Simplex dalam Pemrograman Linier

Diunggah oleh

Petronela Atok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Universitas Pamulang Manajemen S-1

PERTEMUAN 4
LINEAR PROGRAMMING (METODE SIMPLEX) FUNGSI TUJUAN
MAKSIMUM FUNGSI BATASAN “≤”

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi dalam pertemuan 4, mahasiswa mampu:
1. Memahami Pengertian metode simplek
2. Menentukan biaya optimum dengan metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan
maksimum dan fungsi batasan ≤
B. Uraian Materi
1. Pengertian Metode Simplek
Masalahan yang sering dihadapi oleh manager produksi ntara lain adalah
penentuan jumlah produksi dan kombinasi dari beberapa produk disuatu
perusahaan. Disisi lain perusahaan selalu menginginkan keuntungan yang
maksimal tetapi dihadapkan dengan berbagai alternativ karena membutuhkan
pengetahuan untuk menentukan pilihan jumlah barang yang harus diproduksi.
Memproduksi barang jenis satu bila di produksi dalam jumlah banyak belum tentu
menghasilkan keuntungan yang maksimum, karena dalam memproduksi suatu
barang di pengaruhi oleh jenis material, jenis mesin yang digunakan dan lainnya.
Untuk menentukan dan menemukan jumlah atau kombinasi barang dari
masing masing jenis produk yang akan di produksi atau pengalaokasian tenaga
kerja salah satunya adalah dengan model program linier metode grafik. Namun
pada metofe grapik adalah terbatas yaitu hanya bias menyelesaikan atau berlaku
untuk dua variabel saja. Untuk variabel yang lebih dari dua digunakan metode
simplek yaitu Suatu teknik yang dapat memecahkan masalah-masalah program
linier secara umum. Dalam metode simpleks model diubah ke dalam bentuk
suatu tabel kemudian dilakukan beberapa langkah dan ketentuan.
Metode Simpleks adalah suatu metode yg secara matematis dimulai dari
suatu pemecahan dasar yg feasibel (basic feasible solution) ke pemecahan
dasar feasibel lainnya dan dilakukan secara berulang-ulang (iteratif) sehingga
akhirnya diperoleh suatu pemecahan dasar yang optimal.
Untuk mendapatkan nilai optimum adalah dengan menganalisis sumber-
sumber daya apakah telah digunakan secara penuh (scarce) atau secara
berlebih (Abundant) digunakan dengan pendekatan tabel simpleks optimal. Nilai

Riset Operasi 42
Universitas Pamulang Manajemen S-1

tersebut dapat dilihat pada bagian kolom NK (atau nilai kanan pada tabel sipleks
yang disederhanakan). Sebagai contoh apabila terdapat tiga kendala dalam
suatu kasus tertentu dan dalam tabel simpleks optimal diketahui nilai S1= 0 dan
S3=3, berarti terdapat kapasitas yang berlebihan (abundant) yaitu pada kendala
ke-1 sebesar 10 satua dan kendala kendala ke-3 sebesar 3 satuan. Sedangkan
untuk kendala ke-2 tidak tertera pada tabel simpleks optimal tersebut (S=2)
dengan demikian sumbe daya tersebut digunakan secara penuh (scarce)
Besarnya harga bayangan (price shadow) dapat diketahui dari tabel
simpleks optimal. Harga bayangan adalah besarnya perubahan nilai tujuan
sebagai akibat perubahan dari sumber daya ruas kanan fungsi kendala misalnya
sebesar satu satuan. Harga bayangan dapat dilihat pada tabel simpleks optimal
bagian baris Cj –Zj (atau baris Z pada tabel simpleks yang disederhanakan)
kolom S1, S2, …. [Link] contoh misalnya pada tabel simpleks optimal
terdapat nilai pada baris Cj –Zj kolom S1 = ¾ , S2 = 0, dan S3 = ¼. Dengan
demikian besarya harga bayangannya adalah S1 = ¾, S2 = 0 dan S3= 1/4 ,
berarti apabila sumber daya ke-1 berubah sebesar satu satuan akan merubah
nilai tujuan sebesar ¾ , begitu pula untuk sumber daya ke-2 tidak berubah
wlaupun terdapat perubahan pada sumber daya tersebut Tabel simplek dapat
digambarkan sebagai berikut:

Gambar 4.1 Tabel Simplex

2. Langkah-langkah pengerjaan metode simpleks


Menurut Andi Wijaya (2012) Terdapat 12 (dua belas ) yang dapat dilakukan
dalam metode simplek yaitu:
a. Mengidentifikasikan fungsi tujuan dan variiabel keputusan serta
Riset Operasi 43
Universitas Pamulang Manajemen S-1

memformulasikan dalam simbol matematis


b. Mengidentifikasikan fungsi tujuan yang akan dicapai kendala kendala y
c. Menginformasikan tujuan dan kendala kedalam fungsi model matematis
d. Mengubah pertidaksamaan“≤” pada kendala dirubah menjadi “=” dengan
menambahkan vaiabel slack (S)
e. Masukkan nila fungsi tujuan dan fungsi kendala-kendala yang telah melalui
proses perubahan ke dalam tabel simpleks. Disamping itu juga menentukan
nilai C1 yaitu angka pada masing masng kolom yang dicari dikalikan dengan
koefisien dasar (kd) dan kemudian mencari nilai C1 – Z1
f. Mencari kolom kunci: negatif terbesar pada baris C1 – Z1
g. Mencari baris kunci: positif terkecil pada indeks,
(indeks =b1 pada masing-masing baris dibagi angka pada kolom kunci di
masing masing baris
h. Mencari angka kunci: pertemuan antara kolom kunci dan baris kunci
i. Mengubah variabel keputusan pada baris kunci dengan variabel keputusan
pada kolom kunci dan kemudian merubah seluruh elemen pada baris kunci
dengan cara membagi seluruh elemen tersebut dengan angka kunci.
j. Mengubah nilai-nilai pada baris lain (diluar baris kunci) dengan menggunakan
pendekatan nilai nilai baris baru
= nilai nilai baris yang lama dikurangi nilai-nilai pada baris kunci baru dimana
sebelumnya telah dikalikan dengan koefisien kolom kunci pada baris awal
tersebut
k. Memastikan seluruh elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai negatif,
apabila masih terdapat nilai negatif maka diulangi melalui langkah ke-6 dan
seterusnya
l. Apabila seluruh elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai negatif
maka proses eksekusi telah selesai. Nilai Z optimum dan besarnya variabel
keputusan berada pada kolom tersebut (Z1dan b)

Riset Operasi 44
Universitas Pamulang Manajemen S-1

mulai

Identifikasi fungsi tujuan dan kendala

Formulasikan dalam model matematis

Membuat pertidaksamaan pada kendala

Memasukkan kedalam tabel simpleks

Mencari kolom kunci

Mencari baris kunci

Mencari angka kunci

Melakukan perubahan pada garis

Melakukan perubahan pada garis yang lain

tidak Seluruh elemen


C1 – Z1 bernilai
positif

Ya

Proses eksekusi selesai nilai Z dan variable


keputusan ada pada Z1 dan b1

selesai

Gambar 4.2 Alur metode simplek

Riset Operasi 45
Universitas Pamulang Manajemen S-1

3. Menentukan biaya optimum dengan metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan


maksimum dan fungsi batasan ≤
Contoh Kasus 1
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 6x1+ 10x2
Fungsi Kendala:
4X1 ≤ 16
6X2 ≤ 30
12X1+ 10X2 ≤ 60
Langkah 1
Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala (lihat ketentuan metode simplex).
Fungsi tujuan Z = 6x1+ 10x2 ====== Z - 6x1 - 10x2 = 0
Fungsi Kendala:
4X1 ≤ 16 === 4 X1 + S1 = 16
6X2 ≤ 30 === + 6X2 + S2 = 30
12X1+ 10X2≤ 60===12X1 + 10X2 +S3 = 60
S1, S2 dan S3 adalah variabel slack
Langkah 2
persamaan – persamaan kedalam tabel simplex
Menyusun Tabel
4.1 Tabel Simplex Contoh Kasus 1

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 -6 -10 0 0 0 0
S1 0 4 0 1 0 0 16
S2 0 0 6 0 1 0 30
S3 0 12 10 0 0 1 60

Langkah 3
menentukan kolom kunci yaitu kolom yang mempunyai angka yang bernilai
negatif (−) pada angka terbesar pada baris Z (fungsi tujuan) seperti tabel di
bawah ini:

Riset Operasi 46
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Tabel 4.2 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 1


Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 -10 0 0 0 0
S1 0 4 0 1 0 0 16
S2 0 0 6 0 1 0 30
S3 0 12 10 0 0 1 60

Langkah 4
Memilih baris kunci (yaitu baris yang mempunyai nilai index terkecil).
Perhitungan index adalah sbb.: Indeks = angka pada masing- masing baris
NK dibagi angka pada kolom kunci dari masing- masing baris

Tabel 4.3 Tabel Simplex Langkah 4 Contoh Kasus 1


Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 -10 0 0 0 0
S1 0 4 0 1 0 0 16
X2 0 0 6 0 1 0 30 5
S3 0 12 10 0 0 1 60 6

Langkah 5
Menentukan nilai-nilai baris kunci ( dengan angka kunci). Baris kunci
semula adalah S2 berobah menjadi X2. Angka kunci merupakan nilai yang
posisinya berada pada perpotongan antara kolom kunci dengan baris kunci pada
kausu ini adalah nilai 6 ,seperti tbel dibawah ini
Tabel 4.4 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 1
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 -10 0 0 0 0
S1 0 4 0 1 0 0 16
S2 0 0 6 0 1 0 30 5

S3 0 12 10 0 0 1 60 6

Langkah 6
Menentukan nilai baris baru kunci yaitu semua baris kunci dibagi angka
kunci hasilnya seperti tabel berikut

Riset Operasi 47
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Tabel 4.5 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 1


Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 -10 0 0 0 0
S1 0 2 0 1 0 0 16 --
.X2 0 0 -1 0 1/6 0 5 5
S3 0 12 10 0 0 1 60 6

Langkah 7
Membuat baris baru dari masing masing baris lainnya (selain baris kunci)
dengan mengubah nilai-nilai baris, sehingga nila dengan langkah perhitungan
sbb.:
NBBK = Nilai baris baru kunci
Baris baru = baris lama – (KAKK x NBBK)
Menghitung nilai pada baris Z, S1 dan S3
Baris Z
Baris Lama [-6 -10 0 0 0 0]

NBBK -1 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru -6 0 0 5/3 0 50

Baris S1

Baris Lama [4 0 1 0 0 16]

NBBK 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru 4 0 1 0 0 16

Baris S3

Baris Lama [4 0 1 0 0 16]

NBBK 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru 4 0 1 0 0 16

Bisa juga di cari denga cara sebagai berikut untuk Contoh baris Z
a. -6 - (-10 x0) = -6

Riset Operasi 48
Universitas Pamulang Manajemen S-1

b. -10 – (-10 x 1) = 0
c. 0 – (-10 x 0 ) = 0
d. 0 – (-10x 1/6) = -5/3
e. 0 – (-10 x 0) = 0
f. 0 – ( -10x 5 ) = 50
Begitu seterusnya dengan baris S1 dan S3
Nilai baris baru Z, S1, dan S3 yang telah didapat dimasukkan kedalam
tabel, sehingga didapat tabel seperti berikut:
Tabel 4.6 Tabel Simplex Langkah 6 Contoh Kasus 1
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 0 0 5/3 0 50
S1 0 4 0 1 0 0 16
X2 0 0 1 0 1/3 0 5
S3 0 6 0 0 -5/3 1 10

Langkah 7
Melakukn perbaikan – perbaikan lagi (seperti langkah3 -6) karena nilai
negatif masih [Link] dengan menentukan baris kunci dan kolom kunci terlebih
dahulu. Hasil dengan pengerjaan yang sama dengan langkah 3 dan langkah 4

Tabel 4.7 Tabel Simplex Langkah 7 Contoh Kasus 1


Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 0 0 5/3 0 50
S1 0 4 0 1 0 0 16 4
X2 0 0 1 0 1/3 0 5 ÷÷
S2 0 6 0 0 -5/3 1 10 5/6

Langkah 8.
Menentukan nilai baris baru kunci yaitu dengan cara semua baris kunci
dibagi angka kunci hasilnya seperti tabel berikut
Tabel 4.7 Tabel Simplex Langkah 8 Contoh Kasus 1
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -6 0 0 5/3 0 50
S1 0 4 0 1 0 0 16 4
X2 0 0 1 0 1/3 0 5 ÷÷
X1 0 1 0 0 -5/18 1/6 10/6 5/6

Langkah 9
Membuat baris baru dengan cara nilai nilai baris yang lama dikurangi

Riset Operasi 49
Universitas Pamulang Manajemen S-1

nilai-nilai pada baris kunci baru dimana sebelumnya telah dikalikan dengan
koefisien kolom kunci pada baris awal tersebut. Seperti langkah 7 sebelumnya
Menghitung nilai pada baris Z, S1 dan X2

Baris Z

Baris lama [ -6 0 0 5/3 0 50 ]

NBBK -6[ 1 0 0 -5/18 1/6 10/6 ]

Baris baru 0 0 0 0 1 60
Baris X1

Baris lama [4 0 1 0 0 16 ]

NBBK 4[ 1 0 0 1/6 10/6 ]


-5/18
1
Baris baru -2/3 9
0 0 1 20/18 3
Baris X2

Baris lama [0 1 0 1/3 0 5]

NBBK 0[1 0 0 5/18 1/6 10/6]

Baris baru 0 1 0 1/3 0 5

Langkah 10.
Menyusun nilai yang sudah ditentukan pada tebel berikut
Var dsr Z X1 X2 S1 X2 X3 NK Index
Z 11 0 0 0 0 1 60
S1 0 0 0 1 20/18 -2/3 9 1/3
X2 0 0 1 0 1/3 0 51
X1 0 1 0 0 -5/8 1/6 10/6

Karena pada baris Z sudah tidak ada bernilai negative maka


didapatkesimpulan yaitu: keuntungan maksimum :Zmax=60 dengan jumlah
X1=10/6 dan X2=5

Cotoh kasus 2
Fungsi tujuan:
Riset Operasi 50
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Maksimalkan Z = 15x1+ 50x2 + 35x3


Fungsi Kendala: 3X1 + 5 X2 ≤ 50
4 X2 + 6 X3 ≤ 60
2 X1 + 5 X3 ≤ 3
Langkah 1
Buat Fungsi Tujuan dan Fungsi Kendala kedalam persamaan “Sama
Dengan ” =”
Z - 15X1 - 50X2 - 35X3 = 0 3X1 + 5X2 + S1 = 50
4X2 + 6X3 + S2 = 60
2X1 + 5X3 + S3 = 30
Langkah 2
Masukkan fungsi persamaan tersebut kedalam tabel simplex
seperti dibawah ini.
Tabel 4.7 Tabel Simplex Langkah 2 Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15 -50 -15 0 0 0 0
S1 0 3 5 0 1 0 0 50
S2 0 0 4 6 0 1 0 60
S3 0 2 0 4 0 0 1 30

Langkah 3
Pilih nilai negatif terbesar pada baris Z yaitu menjadi kolom kunci.
Kemudian hitung nilai index setiap baris, dengan membagi nilai NK dengan nilai
yang berada pada kolom kunci, Pilih nilai Index dengan angka positif terkecil.
Kemudian baris dengan nilai index terkecil merupakan baris kunci (dalam hal ini
adalah baris S1). Selanjutnya menentukan angka kunci yaitu angka pada
perpotongan antara baris dan kolom yaitu pada soal ini adalah angka 5
Tabel 4.8 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15 -50 -15 0 0 0 0
S1 0 3 5 0 1 0 0 50 10
S2 0 0 4 6 0 1 0 60 15
S3 0 2 0 4 0 0 1 30 ∞

Nilai pada setiap baris kunci dibagi pada angka kunci, Baris S1 akan
digantikan dengan X2, ditambahkan dengan pengerjaan langkah 4 di bawah,
hasilnya dapat dilihat pada table berikut

Riset Operasi 51
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Langkah 4
Hitung nilai pada baris Z, S2 dan S3.
Baris S2

Baris Z

Baris lama [ -15 -50 -35 0 0 0 0]

NBBK -50[ 0.6 1 0 0,2 0 0 10]

Baris baru [ 15 0 -35 10 0 0 500 ]

Baris lama [0 4 6 0 1 0 60]

NBBK 4[ 0.6 1 0 0.2 0 0 10]

Baris baru [ -2.4 0 1 0.8 1 0 20]

Baris S3

Baris lama
[2 0 4 0 0 1 30]
NBBK 0 [ 0.6 1 0 0.2 0 0 10]

Baris baru [2 0 4 0 0 1 30]

Tabel 4.9 Tabel Simplex Hasil langkah 4 Contoh Kasus

Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 15 0 -35 10 0 0 500
X2 0 0,6 1 0 0,2 0 0 10 ∞
S2 0 2,4 0 6 -0,8 1 0 20 3,33
S3 0 2 0 4 0 0 1 30 7,50

Langkah yang sama seperti pada langkah 3 karena masih terdapat nilai
negatif. Pilih nilai negatif terbesar pada baris Z yang menjadi kolom kunci.
Kemudian hitung nilai index setiap baris ( table 4.9)
Pilih nilai Index dengan nilai Positif terkecil. Kemudian baris dengan nilai
index terkecil merupakan baris kunci. Dan nilai pada setiap baris kunci dibagi
pada nilai kunci, Nilai kunci yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom

Riset Operasi 52
Universitas Pamulang Manajemen S-1

yaitu nilai 6 lihat table 4, 9.


Langkah 5
Hitung nilai pada baris Z, X2 dan S3.
Baris Z

Baris lama [15 0 -35 10 0 0 500]


-35 [0.4
NBBK 0 1 0.13 0.17 0 3.3]

Baris baru [1 0 0 5.45 5.95 0 615.5]

Baris X2

Baris lama [0.6 1 0 0.2 0 1 10]


0 [0.4
NBBK 0 1 0.13 0.17 0 3.3]

Baris baru [0.6 1 0.2 0.2 0 1 10]

Baris S3

Baris lama [2 0 4 0 0 1 30 ]
4 [0.4
NBBK 0 1 0.13 0.17 0 3.3 ]

Baris baru [0.6 1 0.2 0.2 0 1 10 ]

Tabel 4.10 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 2


Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 1 0 0 5,45 5,95 0 616,55
X2 0 0,6 1 0 0,2 0 0 10
X3 0 0,4 0 1 -0,13 0,17 0 3,33
S3 0 3,6 0 0 0,52 0,68 1 16,68

Karena nilai Z sudah tidak ada yang negatif (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi optimum, yaitu:
X2= 10 ; X3=3.33 ;Zmax=616.67
Contoh Kasus 3
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 5x1+ 10x2 + 4x3
Fungsi Kendala:
2 X1 + 5 X2 ≤ 15
6 X2 + 2 X3 ≤ 30
Riset Operasi 53
Universitas Pamulang Manajemen S-1

4 X1 + 5 X3 ≤ 3
Langkah 1
Buat Fungsi Tujuan dan Fungsi Kendala kedalam persamaan “Sama Dengan / =”
Z - 5X1 - 10X2 - 4X3 = 0
2X1 + 5X2 + S1 = 15
6X2 + 2X3 + S2 = 30
4X1 + 5X3 + S3 = 35
Langkah 2
Masukkan fungsi persamaan tersebut kedalam tabel simplex seperti dibawah ini.

Tabel 4.11 Tabel Simplex Langkah 2 Contoh Kasu

Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 -5 10 -4 0 0 0 0
S1 0 2 5 0 1 0 0 15
S2 0 0 6 2 0 1 0 30
S3 0 4 0 5 0 0 1 35

Langkah 3
Pilih nilai negatif terbesar pada baris Z. Kemudian hitung nilai index setiap
baris, dengan membagi nilai NK dengan masing masing nilai di kolom k u n c i .
Tabel 4.12 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 3

Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 -5 -10 -4 0 0 0 0
S1 0 2 5 0 1 0 0 15 3
s2 0 0 6 2 0 1 0 30 5
S3 0 4 0 5 0 0 1 35 ∞

Langkah 4
Hitung nilai pada baris Z, S2 dan S3..

Baris Z
Baris lama [-5 -10 -4 0 0 0 0 ]

NBBK -10 [0.4 1 0 0.2 0 0 3 ]

Baris baru [-1 0 -4 2 0 0 30]

Riset Operasi 54
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Baris S2
Baris lama [0 6 2 0 1 0 30]

NBBK 6[0.4 1 0 0.2 0 0 3]

Baris baru [-2.4 0 2 -12 1 0 12 ]

Baris S3

Baris lama [4 0 5 0 0 1 35]

NBBK 0 [0.4 1 0 0.2 0 0 3]

Baris baru [4 0 5 0 0 1 35 ]

Tabel 4.13 Tabel Simplex hasil Langkah 4 Contoh Kasus


Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -1 0 -4 2 0 0 30
X1 0 0,4 1 0 0,2 0 0 3 ∞
S2 0 -2,4 0 2 -1,2 1 0 12 6
S3 0 4 0 5 0 0 1 35 7
Lakukan langkah yang sama seperti pada langkah 3. Pilih nilai negatif
terbesar pada baris Z. Kemudian hitung nilai index setiap baris, dengan membagi
nilai kolom (NK) dengan nilai yang berada pada kolom dengan nilai negatif
terbesar

Langkah 5
Hitung nilai pada baris Z, S2 dan S3..
Baris Z
Baris lama [-1 0 -4 2 0 0 30]

NBBK 4[1,2 0 1 0.6 0,5 0 6]

Baris baru [-5,8 0 0 -0,4 2 0 54 ]

Riset Operasi 55
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Tabel 4.14 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus


Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 5,8 0 0 0,4 2 0 54
X2 0 0,4 1 0 0,2 0 0 8 7,5
X3 0 -1,2 0 1 -0,6 0,5 0 6 -5
S3 0 10 0 0 3 -2,5 1 5 0,5

Langkah 6
Hitung nilai pada baris Z, S2 dan S3..

Riset Operasi 56
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Tabel 4.15 Tabel Simplex hasil Langkah 6 Contoh Kasus


Var dsr Z X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 0 0 0 1,34 0,55 0,58 56,9
X2 0 0 1 0 0,08 0,1 -0,04 2,8
X3 0 0 0 1 -0,24 0,2 0,12 6,6
X1 0 1 0 0 0,3 -0,25 ,1 0,5

Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi
optimum, yaitu:
X1 = 0.5 ; X2 = 2.8 ; X3 = 6.6 ; Z = 56,9

C. Soal Latihan/ Tugas


1. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 15X2
Fungsi Kendala:
3 X1 + 4 X2 ≤ 20
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
2. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 30X1 + 25X2
Fungsi Kendala: 6 X1 + 8 X2 ≤ 40
5 X1 ≤ 25
7 X2 ≤ 35
3. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 30X2 + 40X3
Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X1 + 4 X2 + 5 X3 ≤ 40
2 X2 + 3 X3 ≤ 35
Riset Operasi 57
Universitas Pamulang Manajemen S-1

4. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 10X1 + 15X2 + 20X3
Fungsi Kendala:
2 X2 + 5 X3 ≤ 15
6 X1 + 2 X3 ≤ 30
4 X1 + 5 X2 ≤ 35
5. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 40X1 + 50X2 + 60X3
Fungsi Kendala:
4 X1 + 6 X2 + 8X3 ≤ 40
6 X1 + 8 X2 + 10 X3 ≤ 60
8 X1 + 10 X2 + 12 X3 ≤ 80

D. Referensi
Render Barry., Jay Hiizer. Prinsif prinsip Manajemen Operasi, Salemba empat
Siang, Jong Jek. 2011 .Riset Operasi dalam Pendekatan Algoritmis.
Jogjakarta : Andi Offset.
Wijaya, Andi.2012. Pengantar Riset Operasi. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Riset Operasi 58
Universitas Pamulang Manajemen S-1

PERTEMUAN 5
LINEAR PROGRAMMING (METODE SIMPLEX) FUNGSI TUJUAN
MAKSIMUM FUNGSI BATASAN “=”

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari materi dalam pertemuan 5, mahasiswa mampu:
1. Memahami metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan dan fungsi batasan “=”
2. Menentukan biaya optimum dengan metode SIMPLEX untuk fungsi batasan “=”
B. Uraian Materi
1. Metode Simplex
Metode Simpleks adalah bagian dari Linier program dalam memecahkan
permasalahan yang mempunyai dua atau lebih variable keputusan. Metode
simplek adalah dengan pendekatan table yang dinamakan table simplek Metode
simplek dimulai dari suatu pemecahan dasar yg feasibel (basic feasible solution)
ke pemecahan dasar feasibel lainnya dan dilakukan secara berulang- ulang
(iteratif) atau perbaikan sehingga diperoleh pemecahan solusi yang optimal.
2. Metode Simplex fungsi batasan “=”
Untuk masalah dengan fungsi kendala tanda “=” harus ditambah variable
buatan (artificial variable/M), karena batasan “ =” tidak memiliki variable basis.
Variabel basis adalah variable yang nilainya bukan nol pada sembarang itersi.
Iterasi adalah perhitungan berulang dimana hasil dalam perhitungan itu
tergantung dari nilai table [Link] karena itu dengan menambahnya
variable buatan maka table awal simplek dapat dibentuk
3. Langkah-langkah pengerjaan metode simpleks
Terdapat 10 langkah yang dapat dilakukan dalam metode simpleks dimana
pengerjaan pada semua fungsi batasan adalah sama kecuali pada saat
perubahan fungsi batasan = sebagai berikut
a. Mengidentifikasikan fungsi tujuan dan variiabel keputusan serta
memformulasikan dalam simbol matematis
b. Mengubah pertidaksamaan Fungsi kendala dengan tanda “=” yang harus
menambah variable buatan (artificial variable/M), karena batasan “=” tidak
memiliki variable basis.
c. Masukkan data fungsi tujuan dan kendala-kendala yang telah diubah tersebut
ke dalam tabel simpleks dan nilai kanan (NK)
d. Menentukan variabel M yang memiliki nilai negatif paling besar dan akan
Riset Operasi 59
Universitas Pamulang Manajemen S-1

menjadi kolom kunci (untuk maksimasi)


e. Mencari baris kunci: yaitu angka positif terkecil pada indeks, menentukan nilai
indeks: seperti kasus sebelumnya
f. Menentukan angka kunci,
g. Mengubah angka pada baris kunci yaitu membuat angka kunci baru dengan
cara nilai atau elemen pada baris kunci yang lama dibagi angka kunci
h. Membuat baris baru dengan cara mengubah nilai-nilai pada baris lain (diluar
baris kunci): nilai masing masing baris yang lama dikurani nilai masing masing
baris kunci baru dimana sebelumnya telah dikalikan dengan masing masing
koefisien kolom kunci pada
i. Memastikan seluruh elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai negatif
(konstanta pada variabel M), apabila masih terdapat nilai negatif maka
diulangi melalui langkah ke-6 dan seterusnya
j. Apabila elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai negatif (pada
konstanta didepan variabel M) maka proses eksekusi telah selesai. Nilai Z
optimum dan besarnya variabel keputusan berada pada kolom tersebut (Z1 dan
4. Biiaya optimum dengan metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan maksimum
Contoh Kasus
Contoh Kasus 1 Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 3x1+ 5x2
Fungsi Kendala:
a. 2x1 ≤ 8
b. 3x2 ≤ 15
c. 6x1 + 5x2 = 30
Langkah 1
Merubah fungsi pertidaksamaan kedalam fungsi persamaan.
Z - 3X1 - 5X2 – M S3 = 0
2X1 + S1 = 8
3X2 + S2 = 15
6X1 + 5X2 + S3 = 30
Langkah 2
Persamaan Z harus dikalikan dengan fungsi yang memiliki persamaan “=”,
seperti pada gambar dibawah ini.

Riset Operasi 60
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Baris Lama Z -3 -5 0 0 M 0
M 6 5 0 0 1 30
Baris baru 1 -3-6M -5-5M 0 0 0 -30M

Bisa juga di cari denga perkalian sebagai berikut


a. 1 - (M x0) = 1
b. -3 – (M x 6) =-3-6m
c. -5 – (M x 5 )= -5-5M
d. 0 – (Mx0) =0
e. 0 – (M x0) =0
f. M - (M x 1 ) =0
g. 0 –( M x 30 ) = -30M
Langkah 3
Hasil langkah 2 dan fungsi persamaa lainnya di masukkan kedalam tabel simplex
Tabel 5.1 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 1

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 -3-6M -5-5M 0 0 0 -30M
S1 0 2 0 1 0 0 8
S2 0 0 3 0 1 0 15
S3 0 6 5 0 0 1 30

Langkah 4
Tentukan Variabel “M” yang memiliki nilai negatif paling besar yang akan menjadi
kolom kunci. Kemudian tentukan nilai index setiap baris yaitu membagi nilai NK
dengan masing masing nilai negatif di depan “M” terbesar (kolom kunci)
Tabel 5.2 Tabel Simplex Langkah 4 Contoh Kasus 1
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -3- 6M -5-5M 0 0 0 -30M
S1 0 2 0 1 0 0 8 4
S2 0 0 3 0 1 0 15 ∞
S3 0 6 5 0 0 1 30 5

Langkah 5
Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris tersebut merupakan
baris kunci, dalam kasus ini adalah bariis S2. Dengan membagi setiap nilai pada
baris kunci dengan angka kunci (angka 2) yang merupakan perpotongan antara
baris dan kolom didapatkan NBBK
Riset Operasi 61
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Hitung nilai pada baris Z , S2 dan S3

Baris Z

[-3-6M -5-5M 0 0 0 -30M]


Baris lama
NBBK
6M [1 0 0.5 0 0 4 ]

Baris baru [0 -5-5M 1.5+3M 0 12-6M]

Baris S2

Baris lama [0 3 0 1 0 15]

NBBK 0 [1 0 0.5 0 0 4 ]

Baris baru [0 3 0 1 0 15 ]

Baris S3

Baris lama NBBK [6 5 0 0 1 30]


Baris baru
6 [1 0 0.5 0 0 4]

[0 5 -3 0 1 6]

Tabel 5.3 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 1

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 0 -5-5M 1,5+3M 0 0 12 -6M
X1 0 1 0 0.5 0 0 4 ∞
S2 0 0 3 0 1 0 15 5
S3 0 0 5, -3 0 1 6 1,2

Langkah 6
Ulangi langkah yang sama seperti langkah 4 dengan memilih nilai M dengan
negatif paling besar (table 5.3) Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil.
Jadikan baris tersebut merupakan baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada
baris kunci dengan angka kunci yang merupakan perpotongan antara baris dan
kolom
Riset Operasi 62
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Hitung nilai pada baris Z , S2 dan S3 Baris Z

Hasil perhitungan baris baru di susun pada tabel berikut Tabel 5.4 Tabel Simplex
Langkah 6 Contoh Kasus 1
Tabel 5.4 Tabel Simplex Langkah 6 Contoh Kasus 1

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index


Z 1 0 -1,5 0 1+M 18
X1 0 1 0 0,5 0 0 4 8
S2 0 0 0 1,8 1 -0,6 11,4 6.33
X2 0 0 1 -0,6 0 0,2 1,2 1,2

Langkah 7
Karena pada nilai Z masih ada yang negatif, ulangi langkah yang sama seperti
langkah 4. di Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris
tersebut merupakan baris kunci,
Hitung nilai pada baris Z , S2 dan S3 Baris Z

Riset Operasi 63
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Nilai baris baru hasil perhitungan di tuangkan pada tabel berkut


Tabel 5.5 Tabel Simplex Langkah 7 Contoh Kasus 1
iVa Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
r
dsr
Z 1 0 0 0 0,833 0,505+M 27,5
X1 0 1 0 0 -0,278 0,167 0,833
S1 0 0 0 1 1 -0,6 11,4
X2 0 0 1 0 0,33 0 5

Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi
optimum, yaitu: X1 = 0.83 ; X2 = 5 ; Z = 27.5
Contoh Kasus 2
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 6x1+ 8x2
Fungsi Kendala:
2X1 + 3X2 ≤ 10
3X1 + 5X2 = 15

Riset Operasi 64
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Langkah 1
Merubah fungsi pertidaksamaan kedalam fungsi persamaan.
Z - 6X1 - 8X2 - M S2 = 0 2X1 + 3X2 + S1 = 10
3X1 + 5X2 + S2 = 15
Langkah 2
Fungsi Persamaan Z harus dikalikan dengan fungsi yang memiliki persamaan
“=”, seperti pada gambar dibawah ini.
Baris Z [ -6 -8 0 M 0 ]

M [ 3 5 0 1 15 ]

0
[ -6-3M -8-5M 0 -15M ]

Gambar 5.3 Langkah 2 Contoh Kasus 2

Langkah 3
Masukkan fungsi persamaa kedalam tabel simplex
Tabel 5.6 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 NK Index
Z 1 6-3M -8-5M 0 0 -15M
S1 0 2 3 1 0 10
S2 0 3 5 0 1 15

Langkah 4
Tentukan Variabel “M” yang memiliki nilai negatif paling besar (kolom kunci).
Kemudian tentukan nilai index setiap baris dengan membagi nilai yang berada
pada masing masing kolom dengan nilai negatif “M” terbesar (masing masing
kolom kunci)
Tabel 5.7 Tabel Simplex Langkah 4 dan 5 Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 NK Index
Z 1 6-3M -8-5M 0 0 -15M
S1 0 2 3 1 0 10 3,33
S2 0 3 5 0 1 15

Langkah 5
Pilihris baris pada nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris
tersebut merupakan baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada baris kunci
dengan angka kunci yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom seperti

Riset Operasi 65
Universitas Pamulang Manajemen S-1

didapat nilai baris baru kunci (NBBK dapat dilihatpada tabel 5.8) dan seterusnya
dapat mencari baris baru lainnya seperti pengerjaan di bawah ini.
Tabel 5.8 Tabel Simplex Langkah Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 NK Index
Z 1 6-3M -8-5M 0 0 -15M
S1 0 2 3 1 0 10 3,33
S2 0 0,6 1 0 0,2 3

Langkah 6.
Menentukan nilai baris baru dari Z, S1 dan S2 yang berubah menjadi X2
Hitung nilai pada baris Z dan S1 Baris Z
Baris Z
Baris lama [-6-3M -8-5M 0 0 -15 ]
NBBK
-8-5M [0.6 1 0 0.2 3 ]

Baris baru [-1.2 0 0 1.6+M 24 ]

Baris S1
Baris lama [2 -3 1 0 10 ]
NBBK
3 [0.6 1 0 0.2 3 ]

Baris baru [0.2 0 1 -0.6 1 ]

Hasil dari perhitungan baris baru di lihat pada tabel berikut Tabel 5.8 Tabel
Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 2
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 NK Index
Z 1 - 1,2 0 0 1,6+M 24
S1 0 0,2 0 1 -0,6 1 5
X2 0 0,6 1 0 0,2 3 5

Langkah 7
Ulangi langkah yang sama seperti langkah 4 dengan memilih nilai M dengan
negatif paling besar. Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan
baris tersebut merupakan baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada baris
kunci dengan angka kunci yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom.

Riset Operasi 66
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Hitung nilai pada baris Z dan X2 Baris Z


Baris Z

Baris lama [-1.2 0 0 16+M 24 ]


NBBK 1,2 [1 0 5 -3 5 ]

Baris baru [0 0 6 -2+M 30 ]

Baris X2
Baris lama [0.6 1 0 0.2 3 ]
NBBK 0,6 [1 0 5 -3 5 ]

Baris baru [0 1 -3 -2+M 0 ]

baris baru di masukkan pada tabel berikut Tabel 5.9 Tabel Simplex Langkah 6
Contoh Kasus 2

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 NK Index


Z 1 0 6 -2+M 30
X1 0 1 0 5 -3 5
X2 0 0 1 -3 -2+M 0

Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi
optimum, yaitu: X1 = 5 ; X2 = 0 ; Z = 30

C. Soal Latihan/ tugas


1. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 15X2
Fungsi Kendala: 6 X1 + 8X2 ≤ 40
10 X1 + 12 X2 = 60
2. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 30X1 + 25X2
Fungsi Kendala: 6 X1 + 8 X2 ≤ 40
5 X1 ≤ 25
7 X2 = 35
3. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 30X2
Riset Operasi 67
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X1 + 4 X2 = 40
4. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 10X1 + 15X2
Fungsi Kendala:
4X2 = 30
4 X1 + 5 X2 ≤ 35
5. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 25X2
Fungsi Kendala: 2 X1 + 3 X2= 20
3 X1 + 4 X2 ≤ 30

D. Daftar Pustaka
Taha, Hamdy [Link] Operasi. Tangerang : terjemah Binarupa Aksara Siang, Jong
Jek. 2011. Riset, Operasi dalam Pendekatan Algoritmis. Jogjakarta : Andi
Offset
Wijaya, Andi.2012. Pengantar Riset Operasi. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Riset Operasi 68
Universitas Pamulang Manajemen S-1

PERTEMUAN 6
LINEAR PROGRAMMING (METODE SIMPLEX) FUNGSI TUJUAN
MINIMUM FUNGSI BATASAN “≥”
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari materi dalam pertemuan 6, mahasiswa mampu:
1. Memahami metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan minimum dan fungsi batasan ≥
2. Menentukan biaya optimum dengan metode SIMPLEX untuk fungsi tujuan
minimum dan fungsi batasan ≥
B. Uraian Materi
1. Metode Simplex fungsi batasan “≥”
Fungsi kendala dengan tanda lebih besa atau sama dengan artinya
menentukan nilai optimum dalam hal ini adalan tentang biaya yang minimum.
Dengan menggunakan fungsi batasan “≥” harus diriubah terlebih dahulu
kebentuk “≤” dengan cara mengalikan dengan (–1), lalu diubah lagi kebentuk
persamaan dengan ditambahkan variabel slack. Kemudian karena RHS- nya
negatif, dikalikan lagi dengan (–1) dan ditambah artificial variable (M).

Langkah-langkah pengerjaan metode simpleks:


Terdapat 10 tahapan yang dapat dilakukan dalam metode simpleks dimana
pengerjaan pada semua fungsi batasan adalah sama kecuali pada saat
perubahan fungsi batasan “≥” sebagai berikut
a. Mengidentifikasikan fungsi tujuan dan variiabel keputusan serta
memformulasikan dalam simbol matematis
b. Untuk minimum ditandai dengan batasan “≥” yang sebelumnya harus diubah
kebentuk “≤” yaitu dengan mengalikanfungsi tersebut dengan (–1), dan proses
selanjutnya diubah lagi kebentuk persamaan (=) dengan cara menambahkan
variabel slack. Kemudian karena RHS- nya negatif, dikalikan lagi dengan (–1)
dan ditambah artificial variable (M)
c. Memasukkan data fungsi tujuan dan kendala-kendala yang telah diubah
tersebut ke dalam tabel simpleks dan selanjutnya adalah menentukan nilai
kanan (NK)
d. Menentukan kolom kunci : variabel M yang memiliki nilai negatif paling besar
dan akan menjadi kolom kunci (untuk minimasi)
e. Mencari baris kunci: nilai indeks terkecil adalah baris kunci
f. Mencari angka kunci: anka pada perpotongan antara baris kunci dan kolom
Riset Operasi 69
Universitas Pamulang Manajemen S-1

kunci
g. Mengubah angka pada baris kunci, menjadi nilai baris baru kunci (NBBK)
h. Membuat baris baru dari baris lainnya dengan sama seperti proses pada
kasus maksimasi
i. Sebaliknya dalam fungsi batasan “≥” pastikan seluruh elemen pada baris NKj –
Zj tidak ada yang bernilai positif pada konstanta di depan variabel M, apabila
masih terdapat nilai positif maka diulangi melalui langkah ke-6 dan seterusnya
j. Apabila seluruh elemen pada baris NKj -Zj tidak ada yang bernilai positif maka
proses eksekusi telah selesai. Besarnya keuntungan adalah dilihat dari nilai Z
pada kolom NK
2. Fungsi tujuan minimum dengan fungsi batasan ≥
Contoh Kasus Contoh Kasus 1
Fungsi tujuan:
Min z 3 X1 + 5 X2
Fungsi Kendala:
2X1 = 8
3 X2 ≤ 15
6 X1 + 5 X2 ≥ 30
Langkah 1
Merubah fungsi pertidaksamaan kedalam fungsi persamaan.
Z - 3X1 - 5X2 - M S1 - M S4 = 0
-1 ( Z - 3X1 - 5X2 - M S1 - M S4 = 0)
-Z + 3X1 + 5X2 + MS1 + MS4 = 0
2X1 + S1 = 8
3X2 + S2 = 15
6X1 + 5X2 - S3 + S4 = 30
Langkah 2
Fungsi Persamaan Z harus dikalikan dengan fungsi yang memiliki persamaan
“=”, seperti pada gambar dibawah ini.

Riset Operasi 70
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Baris Z [ 3 5 M 0 0 M 0]
M[ 2 0 1 0 0 0 8]

M[ 6 5 0 0 -1 ] 30

3-8M 5-5M 0 0 M 0 -38M

Gambar 6.2 Langkah 2 Contoh Kasus 1

Langkah 3
Masukkan fungsi persamaa kedalam tabel simplex

Tabel 6.1 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 1

Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK Index


Z -1 3-8M 5-5M 0 0 M 0 -38M
S1 0 2 0 1 0 0 0 8
S2 0 0 3 0 1 0 0 15
S3 0 6 5 0 0 -1 1 30

Langkah 4
Tentukan Variabel “M” yang memiliki nilai negatif paling besar. Kemudian
tentukan nilai index setiap baris dengan membagi nilai yang berada pada kolom
dengan nilai negatif “M” terbesar.
Tabel 6.2 Tabel Simplex Langkah 4 Contoh Kasus 1
Var dsr Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK Index
Z -1 3-8M 5-5M 0 0 M 0 -38M
S1 0 2 0 1 0 0 0 8 4
S2 0 0 3 0 1 0 0 15 ∞
S3 0 6 5 0 0 -1 1 30 5

Langkah 5
Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris tersebut merupakan
baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada baris kunci dengan angka kunci
yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom.

Hitung nilai pada baris Z dan S2 dan S3

Riset Operasi 71
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Baris Z

Baris lama
[3-8M 5-5M 0 0 M 0 -38M ]
NBBK

3-8M [1 0 0.5 0 0 0 4 ]
Baris baru
0 5-5M -1.5-4M 0 M 0 -12-6M]
Baris X1
Baris lama [0 3 0 1 0 0 15 ]

NBBK
0 [1 0 0.5 0 0 0 4 ]

Baris baru 0 3 0 1 0 0 15 ]

BarisS2
Baris lama [6 5 0 0 -1 1 30 ]
NBBK
6 [1 0 0.5 0 0 0 4]

Baris baru 0 5 -3 0 -1 1 6 ]

Tabel 6.3 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus


Var dsr Z X1 , S1 S2 S3 S4 NK Index
Z -1 0 5-5M -1,5+M 0 M 0 --12-6M
X1 0 1 0 0,5 0 0 0 4 ∞
S2 0 0 3 0 1 0 0 15 5
S3 0 6 5 -3 0 -1 1 6 1,2

Langkah 6
Ulangi langkah yang sama seperti langkah 4 di atas dengan memilih nilai M
dengan negatif paling besar.

Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris tersebut merupakan
baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada baris kunci dengan angka kunci
yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom

Riset Operasi 72
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Hitung nilai pada baris Z dan X1 dan S2


Baris Z
Baris lama [0 5-5M -15+4M 0 M 0 -12-6M]
NBBK 5
-5M [0 1 -0.6 0 -0.2 0.2 1.2 ]

Baris baru [0 0 1.5+M 0 1 -1+M -18 ]

Baris X1
Baris lama [1 0 0.5 0 0 0 4 ]
NBBK
0 [0 1 -0.6 0 -0.2 0.2 1.2 ]
Baris baru
[1 0 0.5 0 0 0 4 ]

BarisS2
Baris lama [1 3 0 1 0 0 15 ]
NBBK
3 [0 1 -0.6 0 -0.2 0.2 1.2 ]

Baris baru [0 0 1.8 1 0.6 0 11.4 ]

Tabel 6.4 Tabel Simplex Langkah 6 Contoh Kasus 1

V Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK Index
Z -1 0 0 15+M 0 1 -1+M -18
X1 0 1 0 0,5 0 0 0 4
S2 0 0 0 1,8 1 0,6 0 11,4
X2 0 0 1 -0,6 0 -0,2 0,2 12

Karena nilai NK nya sudah negatif sudah , maka sudah dapat diperoleh hasil
solusi optimum, yaitu:
X1 = 4 ; X2 = 1.2 ; Z = 18
Contoh Kasus 2
Fungsi tujuan:
Min z = 8 X1 + 10 X2
Fungsi Kendala:
3 X1 ≤ 10
4 X1 + 6 X2 ≥ 1

Riset Operasi 73
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Langkah 1
Max Merubah fungsi pertidaksamaan kedalam fungsi persamaan.
Z- 8X1 - 10X2 - MS3 = 0
Min -Z + 8X1 + 10X2 + MS3 = 0
3X1 + S1 = 10
4X1 + 6X2 - S2 + S3 = 15
Langkah 2
Fungsi Persamaan Z harus dikalikan dengan fungsi yang memiliki persamaan
“=”, seperti pada gambar dibawah ini.

Baris Z [8 10 0 0 M 0 ]

M[4 6 0 -1 1 15 ]

[8-4M 10-6M 0 M 0 15M]

Gambar 6.3 Langkah 2 Contoh Kasus 2

Langkah 3
Masukkan fungsi persamaa kedalam tabel simplex

Tabel 6.5 Tabel Simplex Langkah 3 Contoh Kasus 2


C Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z -1 8-4M 10-6M 0 M 0 15M
S1
0 3 0 1 0 0 10
S2 0 4 6 0 -1 1 15

Langkah 4
Tentukan Variabel “M” yang memiliki nilai negatif paling besar. Kemudian
tentukan nilai index setiap baris dengan membagi nilai yang berada pada kolom
dengan nilai negatif “M” terbesar.

Tabel 6.6 Tabel Simplex Langkah 4 Contoh Kasus 2


C Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z -1 8-4M 10-6M 0 M 0 15M
S1
0 3 0 1 0 0 10 ∞
S2 0 4 6 0 -1 1 15 2,5

Riset Operasi 74
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Langkah 5
Pilih nilai Index dengan nilai positif paling kecil. Jadikan baris tersebut merupakan
baris kunci. Dengan membagi setiap nilai pada baris kunci dengan angka kunci
yang merupakan perpotongan antara baris dan kolom
Baris Z
Baris lama [8-4M 10-6M 0 M 0 15M

NBBK 10-6M [0.667 1 0 -0.667 0.167 2.5

Baris baru [1.33+0.002M 0 0 1.67-0.002M -1.67+1.002 -25+30M

Baris S1
Baris lama [3 0 1 0 0 10
NBBK
0 [0.667 1 0 -0.667 0.167 2.5

Baris baru [3 0 1 0 0 10

Tabel 6.7 Tabel Simplex Langkah 5 Contoh Kasus 2


C Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z -1 1,33-+0,002M 0 0 1,67+0,002M -1,67+0,002M -25+30M
S1
0 3 0 1 0 0 10 ∞
X2
0 0,667 1 0 -0,167 0,1667 25 10

Karena nilai NK memiliki nilai negative maka metode simplex telah berhenti.
Dimana nilai X1= 0, X2 = 2.5 dengan nilai Z sebesar 25

C. Soal Latihan/ Tugas


1. Fungsi tujuan:
Minimalkan Z = 20X1 + 15X2
Fungsi Kendala:
3 X1 + 4 X2 ≤ 20
5 X1 + 6 X2 ≥ 30
2. Fungsi tujuan:
Riset Operasi 75
Universitas Pamulang Manajemen S-1

Minimalkan Z = 30X1 + 25X2

Fungsi Kendala:
3 X1 + 4 X2 ≤ 20
5 X1 ≥ 25
7 X2 = 35
3. Fungsi tujuan:
Minimalkan Z = 20X1 + 30X2
Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X1 + 4 X2 = 40
4. Fungsi tujuan:
Minimalkan Z = 10X1 + 15X2
Fungsi Kendala:
2 X2 ≥ 15
4 X1 + 5 X2 ≤ 35
5. Fungsi tujuan:
Minimalkan Z = 40X1 + 50X2
Fungsi Kendala:
2 X1 + 3 X2 = 20
3 X1 + 4 X2 ≥ 30

D. Daftar Pustaka
Siang, Jong Jek. 2011. Riset Operasi dalam Pendekatan Algoritmis. Jogjakarta :
Andi Offset.
Taha, Hamdy [Link] Operasi. Tangerang : Binarupa Aksara.

Riset Operasi 76
Universitas Pamulang Manajemen S-1

PERTEMUAN 7
METODE TRANSPORTASI (PENDAHULUAN)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari materi dalam pertemuan 8, mahasiswa mampu:
1. Memahami pengertian metode Transportasi
2. Mengidentifikasi permasalahan yang dapat diselesaikan dengan metode
transportasi
B. Uraian Materi
1. Pengertian Metode Transportasi
Hamdy A Taha (1996) mengemukakan bahwa dalam arti sederhana, model
transportasi berusaha menentukan sebuah rencana transportasi sebuah barang
dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan.
Metode transportasi adalah pengembangan dari persoalan LP,model
transportasi adalah pembahasan tentang penentuan rencana biaya minimum
(minimum cost) untuk transportasi (pengangkutan) single commodity dari
sejumlah lokasi sumber (sources) seperti pabrik, lokasi penambangan,
pelabuhan,dan lain lain ke sejumlah lokasi tujuan (destinations) seperti gudang,
pusat distribusi, tempat pemasaran, dan sebagainya.
Transportasi berkaitan dengan distribusi atau pemindahan barang dari
beberapa titik suplay ke sejumlah titik permintaan. .Masalah transportasi juga
bisa digunakan dalam mencoba untuk mengambil keputusan oleh suatu
perusahaan dimana telah ada rencana membuka fasilitas baru, sebelum
membuka gudang, perusahaan atau kantor pemasaran, sebaiknya menetapkan
beberapa tempat alternatif. Keputusan dalam penetapan lokasi yang tepat
meminimalisasi biaya transportasi dan produksi secara [Link]
dapat memberi dampak baik terhadap keuanngan perusahaan Sasaran
transportasi adalah mengalokasikan produk yang tersedia dari sumber asal
sehingga semua kebutuhan terpenuh pada tempat yang dituju. Dengan tujuan
adalah untuk mencapai biaya yang serendah-rendahnya (minimum) atau
mencapai jumlah laba.
Masalah pada pelaksanaan transportasi adalah pada pemilihan rute dalam
jaringan distribusi produk antara pusat industry atau sumber barangi dan
distribusi gudang penempatan barang atau antara distribusi gudang regional dan
distribusi pengeluaran lokal. Dalam metode transportasi, pihak manajemen
mencari dan menetapkan rute distribusi yang bisa mengoptimalkan tujuan
Riset Operasi 77

Anda mungkin juga menyukai