SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)
DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan
Medikal Bedah 2 Di Ruang Edelwais Rumah Sakit Bhayangkara
Surabaya
Disusun Oleh Kelompok 2 Reguler C :
1. Ayunda Fadhilah R. (P27820123096)
2. Belinda Nafa Nabillah Danuwara (P27820123097)
3. Ferdinico Zenobia H. (P27820123103)
4. Siwi Sri Embun Wayah .R (P27820123121)
5. Yolanda Disca Agrista (P27820123129)
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN SUTOMO
TAHUN AJARAN 2024/2025
LEMBAR PENGESAHAN
Satuan Acara Penyuluhan tentang Diet Pada Pasien Diabetes Melitus yang
dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2025 telah disahkan sebagai Laporan
Kelompok Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah 2 Semester IV di Ruang
Edelwais Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya oleh Kelompok 5 Reguler C
Tingkat 2 atas nama anggota kelompok :
1. Ayunda Fadhilah R. (P27820123096)
2. Belinda Nafa Nabillah Danuwara (P27820123097)
3. Ferdinico Zenobia H. (P27820123103)
4. Siwi Sri Embun Wayahna .R (P27820123121)
5. Yolanda Disca Agrista (P27820123129)
Surabaya, 14 Juni 2025
Pembimbing Pendidikan Pembimbing Ruangan
Adivtian Ragayasa, SST, [Link], Kep Elvira Pramudya P,[Link].,Ns
NIP. 198404302008121003 TKK/202401010050490
Mengetahui,
Kepala Ruangan
Vita Kurnia Sari, [Link].,NS.
Penda/198301252014122002
RSUD HUSADA PRMA SURABAYA
Jl. Karang Tembok No.39, Pegirian, Kec. Semampir, Surabaya, Jawa Timur 60153
LEMBAR DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN PKMRS
KELOMPOK : Kelompok 5 Reguler C, Program Studi D3 Keperawatan
Sutomo, Poltekkes Kemenkes Surabaya
TEMPAT : Ruang Edelweis RS Bhayangkara Surabaya
MATERI : Diet pada pasien Diabetes Melitus
TANGGAL KEGIATAN : Rabu, 18 Juni 2025
PUKUL PELAKSANAAN : 10.00 WIB - Selesai
No. Nama Alamat Tanda Tangan
1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
NOTULEN
PENYULUHAN KESEHATAN SECARA KELOMPOK
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta :
Penyaji :
Materi :
Kegiatan :
1. ISI MATERI
2. PROSES
3. HASIL
4. RENCANA TINDAK LANJUT
NOTULIS
( )
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa
melimpahkan rahmat, hidayahnya, dan rasa syukur sehingga saat ini masih
memberikan kepada kita nikmat iman serta kesehatan, sehingga penulis diberikan
waktu dalam menyelesaikan SAP dengan judul “SAP (Satuan Acara Penyuluhan)
Diet pada pasien Diabetes Melitus di ruang Edelweis RS Bhayangkara H.S Samsoeri
Mertojoso Surabaya ” dengan baik dan lancar tanpa kendala yang berarti. SAP ini
disusun sebagai salah bentuk pemenuhan tugas Praktik Klinik Keperawatan
Medikal Bedah 2, Kelas Reguler C, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.
Selama proses penyusunan SAP, kami mendapatkan bantuan dan bimbingan dari
beberapa pihak sehingga SAP ini dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Oleh
karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada :
1. Tuhan Yang Maha Esa
2. Adivtian Ragayasa, SST, [Link], Kep, selaku Dosen Pembimbing PKK
Keperawatan Anak Kelompok 5 Reguler C
3. Vita Kurnia Sari, [Link].,NS.,selaku Kepala Ruangan Edelweis, RS Bhayangkara
H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya
4. Elvira Pramadya Putri, [Link].,Ns., selaku Pembimbing Ruangan (CI) Ruang
Edelweis , RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya
5. Teman-teman Anggota Kelompok 5 Kelas Reguler C, Program Studi D3
Keperawatan Sutomo
Kami menyadari bahwa SAP ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
dalam pembuatan SAP selanjutnya dapat menjadi lebih baik lagi. Kami berharap
semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis maupun para pembaca.
Surabaya, 15 Mei 2025
Kelompok 5
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
DAFTAR ISI........................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang.........................................................................................1
1.2 Tujuan......................................................................................................1
1.3 Manfaat....................................................................................................1
BAB II SATUAN ACARA PENYULUHAN......................................................2
2.1 Rencana Kegiatan....................................................................................2
2.2 Tujuan Umum..........................................................................................2
2.3 Tujuan Khusus.........................................................................................2
2.4 Metode.....................................................................................................3
2.5 Media.......................................................................................................3
2.6 Susunan Pelaksana...................................................................................3
2.7 Susunan Kegiatan....................................................................................4
2.8 Kriteria Hasil............................................................................................6
BAB III MATERI PENYULUHAN....................................................................7
3.1 Pengertian Imunisasi................................................................................7
3.2 Tujuan Imunisasi...................................................................................13
3.3 Manfaat Imunisasi.................................................................................14
3.4 Kontraindikasi Imunisasi.......................................................................16
3.5 Jenis Imunisasi.......................................................................................13
1
9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Diabetes melitus adalah sindroma yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang
tinggi (hiperglisemia) menahun karena gangguan produksi, sekresi insulin maupun
resistensi insulin. Saat ini diduga secara global jumlah penderita DM adalah 200
juta orang. Di Amerika Serika, kurang lebih 650.000 kasus diabetes mellitus baru
didiagnosis setiap tahunnya (Healthy People 2000, 1990).
Diabetes mellitus terutama prevalen diantara kaum lanjut usia. Diantara individu
yang berusia lebih dari 65 tahun, 8,6% menderita diabetes mellitus tipe 11. Di
Amerika Serikat, diabetes mellitus merupakan penyebab utama kebutaan diantara
penduduk berusia 25 tahun hingga 74 tahun akibat retinopati diabetik dan juga
menjadi penyebab utama amputasi diluar trauma [Link] usia yang sama,
penderita diabetes mellitus paling sedikit 2,5 kali lebih sering terkena serangan
jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes mellitus.
Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 nanti
akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan asumsi
prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2%, akan didapatkan 3,56 juta pasien Diabetes
Mellitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani sendiri oleh para ahli
DM. Oleh karena itu antisipasi untuk mencegah dan menanggulangi timbulnya
ledakan pasien DM ini harus sudah dimulai dari sekarang. Untuk itu perlu
dilakukan penanganan serius terpadu agar tidak menjadi masalah kesehatan
nasional di kemudian hari. Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes
mellitus yaitu diet, latihan, pemantauan, terapi (jika diperlukan), dan pendidikan.
Diet dan pengendalian berat badan merupakan dasar dari penatalaksanaan diabetes
mellitus. Begitu pula dengan latihan sangat penting untuk menurunkan kadar
glukosa darah dan mengurangi faktor risiko kardiovaskuler.
Penanganan pertama yang harus dilakukan agar klien mampu melakukan kelima
komponen tersebut dengan baik adalah dengan memberikan health education
mengenai pengontrolan gula darah agar mencegah terjadinya komplikasi pada
penderita DM dan pencegahan DM pada orang yang belum terdiagnosis diabetes
melitus serta orang beresiko tinggi menderita DM. Penyuluhan merupakan dasar
utama untuk pengobatan diabetes mellitus bagi pasien dan juga pencegahan
diabetes bagi keluarga pasien serta masyarakat.
Diet bagi pasien DM merupakan komponen yang sangat penting dalam
mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal dan stabil. Untuk itu, penting
untuk dilakukan edukasi kepada penderita beserta keluarganya akan pentingnya
pendidikan akan nutrisi makanan dan cara menerapkan resep-resep masakan yang
sehat di dalam keluarga dengan memperhatikan jumlah kalori yang dibutuhkan,
jadwal, dan jenis makanan yang baik dikonsumsi, untuk menanamkan pola makan
2
sehat kepada penderita diabetes beserta anggota keluarga.
1.2 TUJUAN
Melakukan program penyuluhan dengan materi Diet Pada Penderita Diabeties Melitus
di Rumah Sakit Bhayangkara.
1.3 MANFAAT
Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai diet pada diabetes melitus.
3
BAB II
SATUAN ACARA PENYULUHAN
2.1 RENCANA PENYULUHAN
Topik : Diet pada pasien Diabetes Melitus
Rencana Kegiatan : Penyuluhan
Waktu : 30 Menit
Tempat : Ruang Edelweis RS Bhayangkara
H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya
Sasaran : pasien yang berada di Ruang Edelweis RS
Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso
Surabaya
Pelaksana : Kelompok 5 Reguler C
2.2 TUJUAN UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Imunisasi diharapkan
keluarga pasien dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang “ Diet pada
pasien Diabetes Melitus ”
2.3 TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan tentang “Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil,”
diharapkan pasien dapat mampu :
1) Menjelaskan tentang pengertian Diabetes melitus Dan diet, Tujuan diet pada
pasien Diabetes Melitus.
2) Menjelaskan tentang komposisi makanan yang dianjurkan pada pasien
Diabetes Melitus, dan cara mengukur diet
4
2.4 METODE
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab
2.5 MEDIA
1. Leaflet
2. Materi SAP
3. Power Point
2.6 SUSUNAN PELAKSANA
Pembawa Acara : Ayunda Fadhillah
Penyuluh : 1. Belinda Nafa
2. Yolanda Disca A.
Fasilitator : Ferdinico Zenobia H.
Observer : Siwi Sri Embun Wayahna .R
Pelaksanaan dan uraian tugas :
1. Pembawa Acara
(MC) Uraian tugas :
a) Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan
tim kepada peserta
b) Mengatur proses dan lamanya penyuluhan
c) Membuka sesi tanya jawab
d) Menutup acara penyuluhan
2. Penyuluh
Uraian tugas :
a) Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
mudah dipahami oleh peserta
b) Menjawab pertanyaan dengan jelas
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a) Menyiapkan proyektor dan lokasi penyuluhan
b) Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi
penyuluhan
5
c) Menginterupsi penyuluh tentang istilah / hal – hal yang
dirasa kurang jelas bagi peserta
d) Menyediakan konsumsi bagi peserta
e) Menyebarkan leaflet untuk peserta
4. Observer
Uraian tugas :
a) Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta
menempatkan diri sehingga memungkinkan
mengamankan jalannya proses penyuluhan
b) Mengamati perilaku verbal dan nonverbal peserta
selama proses penyuluhan
c) Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh
yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan
d) Mencatat notulen penyuluhan
e) Mendokumentasikan selama acara berlangsung
2.7 SUSUNAN KEGIATAN
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 5 Menit Pembukaan : Menjawab salam,
Memberi salam mendengarkan dan
Memperkenalkan memperhatikan
diri
Menjelaskan
tujuan penyuluhan
Kontrak waktu (30
menit)
Menyebutkan
materi dan bahasan
yang akan
disampaikan
Menggali
pengetahuan
6
peserta tentang
“Diet pada
pasien Diabetes
Melitus”
2. 15 Menit Penyuluhan : Menyimak dan
Memberikan memperhatikan
pengetahuan
tentang Diet pada
pasien Diabetes
Melitus
3. 5 Menit Evaluasi : Menyimak,
Memberikan mempraktikkan
kesempatan dan mendengarkan
kepada peserta
untuk bertanya
Memberikan
pertanyaan kepada
peserta untuk
menggali
pengetahuan
peserta setelah
diberikan
penyuluhan
4. 5 Menit Penutup : Mendengarkan dan
Menyampaikan menjawab salam
inti dari materi
penyuluhan yang
telah disampaikan
7
Memberikan
doorprize kepada
peserta yang aktif
Menyampaikan
terima kasih atas
perhatian dan
waktu yang telah
diberikan
Mengucapkan
salam
2.8 KRITERIA HASIL
1. Evaluasi Struktur
a) Kesiapan materi
b) Kesiapan SAP
c) Kesiapan media : Materi SAP, Leaflet, dan Power Point
d) Peserta hadir di tempat penyuluhan
e) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Edelweis
RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya
2. Evaluasi Proses
a) Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
b) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara benar
d) Suasana penyuluhan tertib
e) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
a) Menjelaskan tentang pengertian Diabetes melitus Dan diet,
Tujuan diet pada pasien Diabetes Melitus
b) Menjelaskan tentang komposisi makanan yang dianjurkan pada
pasien Diabetes Melitus, dan cara mengukur diet
8
BAB III
MATERI PENYULUHAN
3.1 PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh
hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi) yang terjadi akibat gangguan sekresi insulin,
kerja insulin, atau keduanya. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang
pada berbagai organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
3.2 PENGERTIAN DIET
Diet adalah pengaturan makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang secara
rutin untuk menjaga kesehatan. Diet lebih mengarah pada pengaturan pola makan yang
baik untuk mencapai kondisi [Link] infeksi yang menyebabkan kehilangan zat besi
seperti cacingan dan malaria.
3.3 TUJUAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Membantu penderitan diabetes mellitus (diabetetisi) memperbaiki kebiasaan
hidup dan olah raga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik. Tujuan
khusus:
a. Mempertahankan kadar Glukosa darah mendekati normal dengan keseimbangan
asupan makanan dengan insulin (endogen atau eksogen) atau obat hipoglikemik
oral dan tingkat aktifitas.
b. Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
c. Memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau mempertahankan berat
badan yang memadai orang dewasa, mencapai pertumbuhan dan perkembangan
yang normal pada anak dan remaja, untuk meningkatkan kebutuhan metabolik
selama kehamilan dan laktasi penyembuhan dari penyakit katabolik. Berat
badan memadai diartikan sebagai berat badan yang dianggap dapat dicapai dan
dipertahankan baik jangka pendek maupun jangka panjang oleh orang dengan
diabetes itu sendiri maupun oleh petugas kesehatan.
d. Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan diabetes yang
9
menggunakan insulin seperti hipoglikemia, penyakit-penyakit jangka pendek,
masalah yang berhubungan dengan kelainan jasmani dan komplikasi kronik
diabetes seperti: penyakit ginjal, neuropati automik, hipertensi dan penyakit
jantung.
e. Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.
3.4 KOMPOSISI MAKANAN YANG DI ANJURKAN PADA PASIEN DIABETES
MELITUS
Prinsip pengaturan makan pada diabetisi hampir sama dengan anjuran makan
untuk orang sehat masyarakat umum, yaitu makanan yang beragam bergizi dan
berimbang atau lebih dikenal dengan gizi seimbang maksudnya adalah sesuai
dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Hal yang sangat
penting ditekankan adalah pola makan yang disiplin dalam hal Jadwal makan,
Jenis dan Jumlah makanan atau terkenal dengan istilah 3 J.
Pengaturan porsi makanan sedemikian rupa sehingga asupan zat gizi tersebar
sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5-10kg) sudah terbukti
dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman tidak dicapai.
Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan
asupan energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan
pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 kkal lebih rendah dari asupan rata-rata
sehari.
Komposisi makanan yang dianjurkan meliputi:
a. Karbohidrat
Rekomendari ADA tahun 1994 lebih memfokuskan pada jumlah total
karbohidrat daripada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal. Buah
dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik yang lebih rendah dari
pada sebagian besar tepung-tepungan. Walaupun berbagai tepung-tepungan
mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya lebih pada
jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi daripada sumber karbohidrat.
Anjuran konsumsi karbohidrat untuk diabetesi di Indonesia:
a) 45-65% total asupan energi.
10
b) Pembatasan karbohidrat tidak dianjurkan < 130 g/hari.
c) Makanan harus mengandung lebih banyak karbohidrat terutama berserat tinggi.
d) Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% sehari (3-4 sdm)
e) Makan 3 kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari.
b. Serat
Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang
yang tidak diabetes yaitu dianjurkan mengkonsumsi 20-35 gr serat makanan dari
berbagai sumber bahan makanan. Di Indonesia anjurannya adalah kira-kira 25 gr/1000
kalori/ hari dengan mengutamakan serat larut air.
c. Protein
Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia tahun 2006 kebutuhan protein
untuk diabetisi 15%-20% energi. Perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg
berat badan perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada
orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologic tinggi. Sumber protein yang baik
adalah ikan, seafood, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah
lemak, kacang-kacangan dan tahu-tempe.
d. Total Lemak
Anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20-25% energi. lemak jenuh < 7%
kebutuhan energi dan lemak tidak jenuh ganda <10% kebutuhan energi, sedangkan
selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol makanan hendaknya
dibatasi tidak lebih dari 300 mg perhari. Apabila peningkatan LDL merupakan
masalah utama, dapat diikuti anjuran diet disiplin diet dislipidemia. Tujuan utama
pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolesterol adalah untuk menurunkan risiko
penyakit kardiovaskular.
e. Garam
Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak
lebih dari 3000 mgr atau sama dengan 6-7 g (1 sdt) garam dapur, sedangkan bagi yang
menderita hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan 2400 mgr natrium perhari atau
sama dengan 6 gr/hari garam dapur. Sumber natrium antara lain adalah garam dapur,
vetsin dan soda.
f. Kebutuhan Kalori
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.
Komposisi energy adalah 45-65% dari karbohidrat, 10-20% dari protein dan 20- 25%
11
dari lemak. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan
orang dengan diabetes. Di antaranya adalah dengan memperhitungkan kebutuhan
kalori basal yang besarnya 25-30 kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi
bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis kelamin, umur, aktivitas,
kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan.
Perhitungan berat badan ideal (BBI) dengan rumus Brocca yang dimodifikasi:
1) BBI 90% x (TB dalam cm-100) x 1 kg
Bagi pria dengan TB di bawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, rumus modifikasi
menjadi: BBI = (TB dalam cm – 100) x 1 kg
2) BB Normal: bila BB ideal ± 10%
3) Kurus: <BBI – 10%
4) Gemuk: > BBI + 10%
Faktor-faktor penentu kebutuhan energy yaitu:
1. Jenis kelamin
Kebutuhan kalori wanita sebesar 25 kkal/kg BB ideal dan pria 30 kkal/kg BB ideal
2. Umur
Pasien usia > 40 tahun, kebutuhan kalori:
40-59 tahun dikurangi 5% dari energi basal
60-69 tahun dikurangi 10% dari energi basal
> 70 tahun dikurangi 20% dari energi basal
Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orang
dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kal/kg BB.
3. Aktifitas fisik atau pekerjaan
Kebutuhan kalori ditambah sesuai dengan intensitas aktifitas fisik Penambahan kalori
dari aktifitas fisik:
a) Keadaan istirahat: ditambah 10% dari kebutuhan basa
b) Keadaan aktifitas ringan: ditambahkan 20% dari kebutuhan basal
c) Keadaan aktifitas sedang: ditambahkan 30% dari kebutuhan basal
d) Keadaan aktifitas berat dan sangat berat: ditambahkan 40 & 50% dari kebutuhan
basal
Jenis aktifitas dikelompokkan sebagai berikut :
a) Keadaan istirahat: berbaring di tempat tidur.
12
b) Ringan: pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga dan
lain-lain
c) Sedang: pegawai di industri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
d) Berat: petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit.
e) Sangat berat: tukang becak, tukang gali, pandai besi.
4. Berat badan
a) Bila gemuk: dikurangi 20-30% tergantung dari tingkat kegemukan
b) Bila kurus: ditambah 20-30% tergantung dari tingkat kekurusan untuk menambah
berat badan.
Untuk tujuan penurunan berat badan jumlah kalori yang diberikan paling sedikit 1000-
1200 kalori perhari untuk wanita dan 1200-1600 kalori perhari untuk pria. Pembagian
makanan sejumlah kalori terhitung dibagi dalam 3 porsi besar makan pagi (20%),
siang (30%) dan sore (25%) serta 2-3 porsi makanan ringan (10-15%). Untuk
meningkatkan kepatuhan pasien, sejauh mungkin perubahan dilakukan secara bertahap
dan harus disesuaikan dengan kebiasaan makan.
3.5 Cara Mengatur Diet
1. Untuk pertama kali sebaiknya makanan ditimbang sampai mencapai diet dan porsi
yang sesuai.
2. Makanlah sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang telah ditentukan dalam
daftar diet.
3. Untuk mendapatkan variasi menu, gunakanlah daftar makanan penukar.
4. Makanlah banyak sayur-sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat.
5. Laksanakan diet dengan disiplin untuk mencapai BB normal.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan :
1. Disamping berdiet lakukan olahraga secara teratur.
2. Waspada kemungkinan terjadinya hipoglikemia
Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah dan dapat menyebabkan
koma. Hal ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan dengan
kegiatan dan obat yang digunakan. Gejala hipoglikemia :
1. Keluar keringat dingin
2. Gemetar
3. Pusing
4. Lemas
5. Mata kunang-kunang
13