MODUL AJAR DEEP LEARNING SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : LIA KESWARI
• Satuan Pendidikan : SDN RAWA BUAYA 09
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : SENI RUPA
• Fase :A
• Kelas/Semester : 2/1
• Alokasi Waktu : 18 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
[✔] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan orisinal
dalam berkarya seni.
[✔] Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dengan teman dalam proses
penciptaan seni.
[✔] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi
unsurunsur rupa dalam karya seni.
[✔] Komunikasi: Peserta didik dapat mengemukakan ide dan perasaan mereka
melalui karya seni dan diskusi.
[✔] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan tugas
seni secara mandiri.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat melalui
percakapan santai di awal pembelajaran atau pada saat refleksi. Contoh
pertanyaan yang bisa diajukan:
• Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya tepat
waktu dan langsung merapikan tempat tidurnya?"
• Beribadah: "Setelah bangun tidur, ada yang langsung beribadah?
Ibadah apa yang kalian lakukan?"
• Berolahraga: "Tadi pagi ada yang sempat bergerak atau
berolahraga ringan? Bagaimana perasaan kalian setelahnya?"
• Gemar Belajar: "Apakah kalian suka belajar hal baru di rumah? Apa
yang paling seru kalian pelajari kemarin?"
• Makan Sehat dan Bergizi: "Siapa yang tadi pagi sarapan makanan
sehat? Makanan apa yang membuat tubuhmu jadi kuat?"
• Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu ayah atau ibu
di rumah? Atau membantu teman yang kesusahan?"
• Tidur Cepat: "Tadi malam siapa yang tidurnya tidak terlalu larut?
Kenapa tidur cepat itu penting?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
• Capaian Pembelajaran:
o ELEMEN: Mengalami (Experiencing)
o Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan sekitarnya
dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur rupa.
• Tujuan Pembelajaran:
o Mengidentifikasi minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan
bentuk) yang terdapat di lingkungan sekitar dengan tepat.
o Mengelompokkan benda-benda berdasarkan unsur rupa yang
dominan (garis lurus, garis lengkung, bentuk geometris, bentuk non-
geometris) dengan benar. o Mengkomunikasikan hasil pengamatan
tentang unsur rupa yang ditemukan dalam karya sederhana.
o Menyajikan hasil eksplorasi unsur rupa dalam bentuk gambar
atau kolase sederhana dengan percaya diri. o Mengapresiasi
keberagaman unsur rupa yang ada di lingkungan sekitar.
E. Sarana dan Prasarana
1. Benda-benda di sekitar kelas atau lingkungan sekolah yang memiliki
unsur rupa menonjol (misalnya, meja, kursi, daun, batu, dll.).
2. Alat tulis dan gambar (pensil, spidol, krayon, pensil warna).
3. Kertas gambar atau buku sketsa.
4. Media presentasi (papan tulis/flipchart, proyektor jika tersedia).
5. Aneka bahan bekas/daur ulang (kardus, koran, kain perca, sedotan)
untuk eksplorasi bentuk dan tekstur.
F. Target Peserta Didik
• Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.
• Jumlah peserta didik: Maksimal 28 peserta didik.
G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik Langsung, Presentasi.
Model PBL dipilih karena sangat mendukung pendekatan deep learning, di mana
peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi benar-benar mendalami
dan mengaplikasikan pengetahuan melalui proyek nyata.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan
bendabenda yang ada di sekitar kita. Apa saja bentuk yang paling sering
kalian lihat?"
• Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa kita perlu tahu
tentang garis, bentuk, atau warna dalam benda-benda di sekitar kita? Apa
gunanya dalam kehidupan sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Jika kalian diminta untuk menggambar 'rumah
impian' kalian, garis dan bentuk apa yang akan kalian gunakan agar rumah
itu terlihat unik dan menarik?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna
dan menyenangkan, dengan fokus pada pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru menyambut peserta didik
dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian siswa dan
mengaitkan materi dengan pengalaman mereka. Misalnya, "Coba lihat
meja ini, bentuk apa yang kalian lihat? Bagaimana dengan garis-garisnya?"
3. Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini
kita akan menjelajahi unsur rupa seperti garis dan bentuk yang ada di
sekitar kita. Guru dapat menunjukkan beberapa contoh gambar atau benda
sederhana yang memiliki garis dan bentuk yang jelas.
4. Motivasi (5 menit): Guru menjelaskan manfaat memahami unsur
rupa dalam menciptakan karya seni dan mengamati dunia. "Dengan
mengenal garis dan bentuk, kita bisa membuat gambar yang lebih bagus
dan melihat keindahan di sekitar kita!"
Inti (± 14 JP / 630 menit)
1. Eksplorasi Lingkungan (Observasi) (2 JP):
o Peserta didik diajak berkeliling di area sekolah (kelas, taman,
koridor) untuk mengamati berbagai benda.
o Guru memandu mereka untuk mencari benda-benda yang
memiliki garis lurus, garis lengkung, bentuk segitiga,
lingkaran, persegi, atau bentuk bebas lainnya. o Peserta didik
diminta untuk mencatat atau menggambar sketsa sederhana benda-
benda yang mereka temukan beserta unsur rupa dominannya di
buku catatan.
o Kegiatan Bermakna dan Menyenangkan: Guru dapat
memberikan
"misi rahasia" untuk menemukan benda dengan ciri tertentu, misalnya
"Cari 5 benda yang punya garis lengkung!"
2. Diskusi Kelompok Kecil (Kolaborasi) (3 JP):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4
orang). o Setiap kelompok berbagi hasil pengamatan mereka.
Mereka berdiskusi tentang unsur rupa yang mereka temukan dan
mencoba mengelompokkannya. o Guru berkeliling, membimbing
diskusi, dan mengajukan pertanyaan seperti, "Menurut kelompokmu,
kenapa benda ini punya bentuk seperti ini?" atau "Apa bedanya
garis lurus dan garis lengkung?"
o Kegiatan Melatih Kolaborasi: Setiap anggota kelompok
harus berkontribusi dalam diskusi dan saling mendengarkan ide.
3. Eksplorasi Media dan Teknik (Kreativitas & Praktik) (5 JP):
o Peserta didik diajak untuk bereksperimen dengan berbagai
media (pensil, krayon, spidol) untuk membuat berbagai jenis garis
(tebal, tipis, putus-putus, bergelombang) dan bentuk dasar. o Guru
memberikan contoh dan panduan, namun mendorong siswa untuk
mencoba ide-ide mereka sendiri.
o Peserta didik kemudian diajak membuat kolase sederhana
menggunakan kertas bekas atau bahan daur ulang, dengan fokus
pada penggunaan berbagai bentuk. o Kegiatan Aktif dan Kreatif:
Guru bisa menugaskan mereka membuat "monster bentuk" dari
kertas, atau "pemandangan garis" dari benang.
4. Penyimpulan Konsep (Penalaran Kritis) (2 JP):
o Guru memfasilitasi diskusi kelas besar untuk menyimpulkan
pemahaman tentang garis dan bentuk.
o Peserta didik diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata
sendiri apa itu garis dan bentuk, serta memberikan contoh benda-
benda di sekitar mereka yang mengandung unsur-unsur tersebut.
o Guru menguatkan konsep dengan menunjukkan contoh-
contoh karya seni yang menonjolkan garis dan bentuk.
5. Proyek "Dunia Garis dan Bentukku" (Produk Akhir) (2 JP):
o Setiap peserta didik membuat sebuah karya seni (gambar
atau kolase) yang menunjukkan pemahaman mereka tentang
minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan bentuk). o Mereka
bebas memilih tema, namun harus mampu menjelaskan bagaimana
mereka menggunakan garis dan bentuk dalam karya mereka.
o Kegiatan Aktif, Kreatif, dan Bermakna: Proyek ini
memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan semua yang
telah mereka pelajari secara mandiri dan dengan cara yang sesuai
dengan minat mereka.
Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Apresiasi (15 menit): Beberapa perwakilan
peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas,
menjelaskan unsur rupa yang mereka gunakan. Peserta didik lain
memberikan apresiasi.
2. Refleksi Diri (10 menit): Guru memandu peserta didik untuk
melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini (sesuai bagian M).
3. Kesimpulan dan Informasi Lanjut (5 menit): Guru merangkum
pembelajaran dan memberikan motivasi untuk terus mengamati dan
berkreasi. Guru juga menyampaikan informasi mengenai materi
selanjutnya.
4. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan peserta didik selama diskusi
kelompok, eksplorasi, dan praktik langsung. Mencatat partisipasi,
pemahaman konsep, dan kemampuan kolaborasi.
2. Jurnal Belajar Peserta Didik: Peserta didik menuliskan atau
menggambar apa yang mereka pelajari tentang garis dan bentuk, serta
apa yang mereka rasakan selama pembelajaran.
3. Tanya Jawab Singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan secara
acak kepada peserta didik untuk mengecek pemahaman mereka tentang
unsur rupa.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Karya "Dunia Garis dan Bentukku": Penilaian
berdasarkan rubrik yang berfokus pada: o Penggunaan unsur rupa (garis
dan bentuk) yang sesuai. o Kreativitas dan orisinalitas ide. o Kerapian dan
usaha dalam berkarya.
o Kemampuan menjelaskan konsep dalam karya.
2. Presentasi Hasil Karya: Penilaian kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan karya mereka dan menjawab pertanyaan.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa seperti garis dan bentuk tidak hanya membuat kita pandai
menggambar, tetapi juga membantu kita melihat keindahan dan pola di dunia
sekitar. Setiap benda, dari daun kecil hingga gedung tinggi, tersusun dari
berbagai garis dan bentuk. Pengetahuan ini melatih sensitivitas visual kita dan
mendorong kita untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah atau
menciptakan sesuatu yang baru. Ini adalah dasar untuk mengapresiasi seni
dan bahkan memahami bagaimana alam semesta bekerja.
L. Materi Bahan Ajar
Unsur rupa adalah bagian-bagian paling dasar yang membentuk sebuah karya
seni. Dua unsur rupa yang penting untuk kita pelajari adalah garis dan bentuk.
Garis adalah goresan atau jejak yang dihasilkan dari alat gambar. Garis bisa
lurus seperti penggaris, lengkung seperti pelangi, zig-zag seperti petir, atau
bahkan putus-putus seperti jalanan. Garis bisa tipis, tebal, pendek, atau panjang.
Selain garis, ada juga bentuk. Bentuk adalah wujud dari sebuah benda, baik itu
benda dua dimensi (seperti gambar) maupun tiga dimensi (seperti patung).
Bentuk bisa berupa bentuk geometris seperti lingkaran, persegi, atau segitiga
yang memiliki aturan dan sisi yang jelas. Ada juga bentuk non-geometris atau
bentuk bebas yang tidak memiliki aturan khusus, seperti bentuk awan, bentuk
daun, atau bentuk batu yang tidak beraturan.
Memahami garis dan bentuk membantu kita mengamati dunia dengan lebih
cermat. Ketika kita melihat sebuah rumah, kita bisa melihat garis-garis lurus
pada dindingnya dan bentuk persegi pada jendelanya. Ketika kita melihat pohon,
kita bisa melihat garis-garis melengkung pada dahannya dan bentuk-bentuk
bebas pada daunnya. Dengan mengenal unsur-unsur ini, kita jadi lebih peka
terhadap keindahan di sekitar kita dan bisa menggunakannya untuk menciptakan
karya seni kita sendiri.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang kalian pelajari tentang garis dan bentuk hari ini?
2. Bagian kegiatan mana yang paling kalian sukai dan mengapa?
3. Apakah ada kesulitan yang kalian alami saat membuat karya seni?
Bagaimana kalian mengatasinya? Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran? Jika
tidak, bagaimana cara meningkatkan partisipasi mereka di pertemuan
berikutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika belum,
bagian mana yang perlu diperbaiki?
3. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam membantu
peserta didik memahami konsep garis dan bentuk?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Judul: Petualangan Garis dan Bentuk di Sekitarku!
Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
Tujuan Kegiatan:
• Mengidentifikasi berbagai jenis garis dan bentuk pada benda-benda
di sekitar.
• Berkolaborasi dengan teman untuk mengelompokkan benda
berdasarkan unsur rupa.
• Menggambar atau membuat kolase sederhana menggunakan garis
dan bentuk yang ditemukan.
Langkah Kegiatan:
1. Eksplorasi Garis dan Bentuk!
o Bersama kelompokmu, carilah 5 benda di dalam kelas atau di
halaman sekolah yang memiliki garis lurus. Gambarlah benda-benda
itu di kolom di bawah ini. o Kemudian, carilah 5 benda yang memiliki
garis lengkung. Gambarlah juga benda-benda itu. o Terakhir, carilah
5 benda yang memiliki bentuk lingkaran, persegi, atau segitiga.
Gambarlah benda-benda tersebut.
2. Diskusikan Bersama!
o Diskusikan dengan teman kelompokmu:
§ Mengapa benda A memiliki garis lurus, sedangkan
benda B memiliki garis lengkung?
§ Apa perbedaan antara bentuk lingkaran dan bentuk
persegi? § Adakah benda yang kalian temukan memiliki
lebih dari satu jenis garis atau bentuk? Sebutkan!
3. Karya Kolase "Dunia Garis dan Bentukku"!
o Bersama kelompokmu, buatlah sebuah kolase sederhana dari
kertas bekas atau bahan daur ulang yang menunjukkan
pemahamanmu tentang garis dan bentuk. Kalian bisa membuat
pemandangan, binatang, atau benda apa saja yang kalian sukai!
Gunakan gunting untuk memotong berbagai bentuk dan garis dari
kertas. o Tempelkan karyamu di lembar kerja ini atau di kertas lain
yang sudah disiapkan.
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa) Nama Kelompok:
Tanggal Penilaian:
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
A.
Diskusi
Kelompo
k
Hampir Semua
Semua
semua anggota
1. Hanya 1 anggota
2 anggota anggota sangat
anggota berpartisi aktif
Partisipas aktif,
yang aktif berpartisi aktif dan
i Aktif berbicara pasi,
lainnya memberik
pasi
Anggota . pasif. namun
dalam an ide
ada yang
diskusi. orisinal.
kurang.
2. Ide yang Ide yang Ide cukup Ide Ide sangat
disampai disampaik relevan relevan relevan,
Kualitas
kan an kurang dan orisinal,
Ide/Kontri dan mulai
sangat relevan dikemban dan
busi dikemban
terbatas atau gkan
gkan menduku
dan tidak kurang dengan
dengan
relevan. dikemban ng diskusi
baik. baik,
gkan. secara
menunjuk signifikan
kan
pemaham .
an.
3. Tidak Kadang Mendeng
Cukup Mendeng
mendeng
Kemamp mendeng mendeng arkan
arkan, arkan
arkan arkan dan dengan
uan dengan
atau namun
merespo baik dan saksama,
Mendeng sering sulit mampu memban
ns, merespon
arkan & memoton merespon gun ide
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Merespo g s ide namun s ide teman,
ns pembicar orang lain. belum teman. dan
aan. konsisten memberik
. an
umpan
balik
konstrukti
f.
B.
Presenta
si Hasil
Karya
Penjelasa
Penjelasa n sangat
n cukup jelas,
Penjelasa Penjelasa
Penjelasa jelas
1. n kurang rinci, dan
n tidak n jelas,
namun menunjuk
Kejelasan jelas dan lengkap,
jelas dan ada
Penjelasa banyak dan kan
sulit bagian
n Konsep yang tidak mudah
dipahami. yang pemaha
relevan. dipahami.
kurang man
lengkap. mendala
m.
Karya
tidak
Penggun
menunjuk aan Penggun Penggun
2. Pengguna garis/bent aan aan
kan an
Penggun garis/bent garis/bent
garis/bent uk cukup
aan Unsur pemaha uk jelas
uk masih uk sangat
Rupa terlihat, dan
man yang kurang kreatif
dalam bervariasi
konsisten. namun dan
Karya jelas
belum . inovatif.
tentang
variatif.
garis/bent
uk.
Cukup Sangat
3. Presenta Cukup
Kurang kompak, kompak,
Kekompa si kompak semua
kompak, namun
dan anggota
kan & didomina ada
terlihat terkoordin berkontri
Kolabora bagian
si 1 orang, beberapa yang asi
si dalam busi aktif
tidak ada anggota kurang
Presenta dengan dan
kerja tidak siap. terkoordi
baik. terkoordi
si sama. nasi. nasi.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Sangat
percaya
4. Percaya
Menunjuk Cukup diri,
Kurang diri dan
Kepercay kan percaya
percaya mampu antusias,
keraguan
aan Diri diri,
dan diri, sering menyamp dan
dalam kurang sesekali
melihat aikan
Presenta percaya melihat mampu
catatan. dengan
si diri. catatan.
lancar. menarik
perhatian
audiens.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menguasai materi, dapat diberikan
tugas tambahan untuk menciptakan karya seni dengan tema bebas yang
lebih kompleks, dengan penekanan pada penggunaan tekstur atau
warna sebagai unsur rupa tambahan.
• Peserta didik dapat diajak untuk mencari dan mendiskusikan
berbagai jenis karya seni dari seniman terkenal yang menonjolkan
penggunaan garis dan bentuk.
• Menjadi "mentor" bagi teman-teman yang masih kesulitan.
Remedial
• Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil kepada
peserta didik yang masih kesulitan mengidentifikasi atau menggunakan
unsur rupa.
• Memberikan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh garis
dan bentuk yang lebih sederhana.
• Mengajak peserta didik melakukan observasi ulang terhadap benda-
benda konkret dengan panduan langsung dari guru.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Gardner, H. (2006). Five Minds for the Future. Harvard Business
School Press. (Untuk memahami konsep pembelajaran mendalam)
2. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
(Untuk panduan kurikulum merdeka)
3. Efland, A. (2002). Art and Cognition: Integrating the Visual Arts in
the Curriculum. Teachers College Press.
Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar yang menonjolkan berbagai bentuk dan garis
(contoh: The Dot oleh Peter H. Reynolds).
2. Buku-buku aktivitas menggambar dan mewarnai yang fokus pada
bentuk dasar.
3. Ensiklopedia anak-anak tentang seni rupa dan benda-benda di
sekitar kita.
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam dan kemampuan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan sekadar menghafal.
2. Unsur Rupa: Elemen-elemen dasar yang membentuk sebuah karya
seni visual, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan gelap terang.
3. Kolase: Teknik seni rupa dengan menempelkan berbagai potongan
bahan (kertas, kain, foto, dll.) pada satu permukaan untuk menciptakan
komposisi baru.
R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.
Mengetahui Jakarta, Juli 2025
Kepala SDN RAWA BUAYA 09 Guru Kelas II (Dua)
DWI KURNIAWATI H, [Link] LIA KESWARI
NIP. 197211152008012014 NIP. 198610132014032003
MODUL AJAR DEEP LEARNING SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : LIA KESWARI
• Satuan Pendidikan : SDN RAWA BUAYA 09
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : SENI RUPA
• Fase :A
• Kelas/Semester : 2/1
• Alokasi Waktu : 18 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
[✔] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi karya
seni rupa secara objektif.
[✔] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide orisinal dalam
penciptaan karya seni.
[✔] Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam sesi kritik dan apresiasi
karya seni.
[✔] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dan penilaian
terhadap karya seni dengan jelas.
[✔] Kemandirian: Peserta didik mampu menilai karyanya sendiri dan membuat
keputusan artistik secara mandiri.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat melalui
percakapan di awal pembelajaran untuk membangun kedekatan dan kebiasaan
baik:
• Bangun tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangun tepat
waktu dan langsung merasa segar?"
• Beribadah: "Sebelum berangkat ke sekolah, ibadah apa yang kalian
lakukan? Apa kalian merasa tenang setelahnya?"
• Berolahraga: "Ada yang sudah berolahraga ringan atau bergerak
tadi pagi? Kenapa kita perlu membuat badan kita sehat?"
• Gemar Belajar: "Di rumah, kalian paling suka belajar tentang apa?
Apa yang membuat kalian penasaran?"
• Makan sehat dan Bergizi: "Siapa yang tadi pagi sarapan makanan
sehat?
Makanan apa yang membuat kalian bersemangat?"
• Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu teman atau
orang tua di rumah? Contohnya apa?"
• Tidur Cepat: "Semalam ada yang tidurnya tidak larut malam?
Kenapa tidur cukup itu penting untuk belajar?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
• Capaian Pembelajaran (CP):
o ELEMEN: Merefleksikan (Reflecting)
o Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
• Tujuan Pembelajaran (TP):
o Mendeskripsikan perasaan dan kesan pribadi terhadap sebuah
karya seni rupa sederhana menggunakan kosakata sehari-hari. o
Mengidentifikasi unsur rupa (garis, bentuk, warna) yang dominan
dalam sebuah karya seni dan menggunakannya sebagai dasar
penilaian.
o Memberikan penilaian yang konstruktif (masukan positif)
kepada karya seni teman sebaya.
o Menjelaskan proses kreatif dalam penciptaan karya seninya
sendiri. o Melakukan refleksi diri terhadap karya yang telah dibuat
dan menentukan area yang bisa diperbaiki.
E. Sarana dan Prasarana
1. Contoh-contoh karya seni rupa sederhana (gambar, lukisan anak-
anak, atau karya seni lokal).
2. Alat dan bahan untuk berkarya (kertas, pensil warna, krayon, spidol,
cat air).
3. Lembar kerja penilaian dan refleksi.
4. Papan pajangan atau area khusus untuk "Galeri Seni Mini".
5. Kamera atau telepon seluler untuk mendokumentasikan karya
(opsional).
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan belajar yang
berarti.
G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning (Fokus pada pemahaman dan evaluasi mendalam)
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dan
Critique and Appreciation (Kritik dan Apresiasi)
Metode: Observasi, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Kritik Seni Sebaya,
Presentasi.
Model ini dipilih untuk mendorong peserta didik mendalami makna di balik
sebuah karya seni dan melatih mereka untuk berpikir kritis dan berkomunikasi
secara efektif.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Ketika kalian melihat sebuah gambar, apa hal
pertama yang kalian perhatikan? Apakah gambar itu membuat kalian
merasa senang, sedih, atau bersemangat?"
• Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa sebuah karya seni
itu penting? Apa yang bisa kita pelajari dari melihat gambar buatan orang
lain?"
• Joyful Learning: "Jika kalian diminta memberikan hadiah berupa
gambar kepada teman, kira-kira gambar seperti apa yang akan membuat
teman kalian tersenyum?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfokuskan siswa pada kegiatan
merefleksikan dan menilai karya seni rupa, mendorong aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru menyapa
peserta didik, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru juga
menanyakan tentang
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sesuai bagian C) sebagai rutinitas positif.
2. Apersepsi dan Pertanyaan Pemantik (15 menit): Guru
menampilkan beberapa gambar sederhana atau karya seni yang berbeda
(misalnya, lukisan pemandangan, gambar abstrak). Guru mengajukan
pertanyaan pemantik (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful
Learning) untuk membuka diskusi tentang bagaimana kita merasakan dan
menilai sebuah karya seni.
3. Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa kita akan
belajar bagaimana "membaca" sebuah karya seni. "Hari ini, kita akan
menjadi kritikus seni cilik! Kita akan belajar bagaimana memberikan
pendapat tentang sebuah karya seni dengan cara yang baik dan sopan."
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran (merefleksikan dan menilai karya).
Inti (± 17 JP / 765 menit)
1. Eksplorasi Perasaan dalam Karya Seni (2 JP):
o Guru menunjukkan berbagai gambar yang menggambarkan
emosi berbeda (senang, sedih, berani).
o Peserta didik diminta mendeskripsikan perasaan yang muncul
saat melihat gambar tersebut menggunakan kosakata sederhana.
o Kegiatan Bermakna dan Menyenangkan: Peserta didik
bermain "tebak perasaan" dari gambar yang ditampilkan.
2. Mengenali Unsur Rupa dalam Penilaian (3 JP):
o Guru mengulas unsur rupa dasar (garis, bentuk, warna,
tekstur).
o Peserta didik diberikan lembar kerja untuk menganalisis karya
sederhana. Mereka menandai di mana mereka melihat garis lurus,
warna cerah, atau bentuk aneh.
o Melatih Penalaran Kritis: Peserta didik diajak berdiskusi,
"Menurutmu, kenapa pelukis ini menggunakan garis melengkung di
sini? Apa hasilnya?"
3. Menciptakan Karya Seni (4 JP):
o Peserta didik secara mandiri menciptakan satu karya seni
(misalnya, menggambar "Dunia Impianku" atau "Binatang
Kesayanganku") dengan fokus pada penggunaan unsur rupa yang
telah dipelajari.
o Melatih Kreativitas dan Kemandirian: Proses penciptaan
ini adalah persiapan untuk sesi refleksi dan penilaian.
4. Galeri Mini dan Kritik Sebaya (Peer Critique) (6 JP):
o Karya seni peserta didik dipajang di kelas (Galeri Mini).
o Peserta didik berkelompok untuk "Gallery Walk" (berkeliling
melihat karya teman). o Mereka menggunakan LKPD untuk
memberikan masukan positif kepada karya teman. Guru
menekankan pentingnya memberikan penilaian yang konstruktif
("Saya suka warna ini karena terlihat cerah" atau "Garis ini rapi
sekali").
o Melatih Kolaborasi dan Komunikasi: Ini adalah inti dari
kegiatan deep learning, di mana siswa belajar memberikan dan
menerima umpan balik yang bermakna.
5. Refleksi Diri dan Diskusi (2 JP):
o Peserta didik kembali ke karya mereka sendiri dan membaca
komentar dari teman-teman. o Mereka diminta menuliskan refleksi:
apa yang mereka sukai dari karya mereka, apa yang paling sulit,
dan apa yang akan mereka perbaiki di karya berikutnya. o Guru
memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya merefleksikan proses
kreatif.
Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Apresiasi (15 menit): Beberapa peserta didik
secara sukarela mempresentasikan karya mereka dan menjelaskan proses
refleksi mereka. Guru memberikan apresiasi.
2. Refleksi Akhir (10 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa
yang telah dipelajari tentang merefleksikan karya seni dan bagaimana hal
itu dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari (sesuai bagian
M).
3. Penutup dan Motivasi (5 menit): Guru memberikan kesimpulan
dan memotivasi peserta didik untuk terus berkarya dan menghargai seni.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Proses Diskusi: Guru mengamati kemampuan peserta
didik dalam memberikan penilaian terhadap karya teman dan
menggunakan kosakata yang tepat.
2. Jurnal Refleksi Harian: Catatan singkat siswa tentang apa yang
mereka pelajari mengenai kritik seni.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Proses Kritik Sebaya: Menggunakan Rubrik Penilaian
Analitik (Bagian N) untuk menilai kemampuan siswa dalam memberikan
umpan balik yang konstruktif dan berkomunikasi.
2. Penilaian Refleksi Diri: Berdasarkan catatan refleksi siswa
terhadap karya mereka sendiri.
K. Pemahaman Bermakna
Merefleksikan dan menilai karya seni rupa tidak hanya tentang "suka" atau "tidak
suka," tetapi tentang memahami dan mengkomunikasikan alasan di balik
penilaian tersebut. Ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, memahami perasaan orang lain melalui karya seni, dan
menghargai upaya kreatif. Kemampuan ini juga dapat diterapkan dalam
mengevaluasi pekerjaan mereka sendiri di berbagai mata pelajaran.
L. Materi Bahan Ajar
Merefleksikan karya seni adalah kegiatan penting untuk memahami sebuah karya
dengan lebih mendalam. Saat kita merefleksikan sebuah gambar, kita mencoba
memahami apa yang ingin disampaikan oleh pembuat gambar, bagaimana
perasaan kita saat melihatnya, dan apa saja yang membuat gambar itu menarik.
Kita bisa menggunakan kosakata sehari-hari seperti "rapi," "indah," "unik,"
"ceria," "menarik," atau "sedih" untuk menggambarkan perasaan dan penilaian
kita terhadap karya tersebut.
Dalam merefleksikan sebuah karya, kita juga perlu memperhatikan unsur-unsur
rupa yang digunakan. Misalnya, apakah lukisan tersebut menggunakan banyak
garis yang kuat, atau apakah warnanya sangat cerah? Memperhatikan detail
seperti ini membantu kita memberikan penilaian yang lebih baik. Ketika kita bisa
menjelaskan "mengapa" kita menyukai sebuah karya, kita menunjukkan
pemahaman yang lebih dalam tentang seni.
Merefleksikan juga berarti menilai karya yang kita buat sendiri. Ini adalah bagian
dari proses kreatif. Setelah selesai menggambar, kita bisa melihat kembali karya
kita dan bertanya: "Apakah saya sudah menggunakan garis dan warna dengan
baik? Apa yang bisa saya perbaiki di gambar berikutnya?" Proses ini melatih kita
untuk lebih teliti dan berani menerima masukan, baik dari diri sendiri maupun
dari teman.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apakah saya bisa menjelaskan apa yang saya suka dari karya
teman?
2. Bagaimana perasaan saya ketika teman memberikan masukan
untuk karya saya?
3. Apa yang akan saya lakukan berbeda saat membuat karya seni
berikutnya berdasarkan refleksi hari ini? Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu menggunakan kosakata sederhana
untuk menilai karya seni?
2. Apakah suasana diskusi kritik sebaya berjalan positif dan
konstruktif?
3. Apakah saya sudah memberikan ruang yang cukup bagi peserta
didik untuk merefleksikan karya mereka sendiri?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Judul: Saya adalah Kritikus Seni Cilik!
Nama Peserta Didik:
Tujuan Kegiatan:
• Mengamati karya seni dan memberikan penilaian yang baik.
• Menjelaskan alasan penilaianmu dengan kosakata sehari-hari.
Langkah Kegiatan:
1. Amati karya seni temanmu (atau karya seni yang ditampilkan guru)
dengan seksama.
2. Gunakan kolom di bawah ini untuk menuliskan atau menggambar
perasaanmu saat melihat karya tersebut.
3. Berikan penilaianmu dengan sopan dan jelaskan mengapa kamu
memberikan penilaian tersebut.
Lembar Kerja Pengamatan Karya Seni
Nama Perasaan saat Penilaian saya terhadap karya ini
Karya/Pembuat (lingkari): Menarik / Biasa saja /
melihat karya
Karya Tidak menarik
Alasan Penilaian:
(Contoh: "Saya suka lukisan ini karena warnanya sangat cerah dan membuat
saya merasa senang. Garisnya juga sangat rapi.")
Rubrik Penilaian Analitik (Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa)
Tema: Merefleksikan dan Menilai Karya Seni Rupa
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang sudah mahir merefleksikan, mereka dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengkritik karya seni yang lebih
kompleks (misalnya, lukisan yang lebih abstrak) dan mencari tahu makna
di balik karya tersebut.
• Mengajak peserta didik membuat jurnal apresiasi seni, di mana
mereka mencatat dan merefleksikan karya seni yang mereka temui di
kehidupan sehari-hari (misalnya, desain baju, mainan, atau bangunan).
Remedial
• Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk melatih
peserta didik dalam menggunakan kosakata penilaian yang tepat.
• Mengajak peserta didik untuk berdiskusi dengan guru mengenai
karya mereka secara langsung (satu-satu) untuk membantu mereka
mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya mereka.
• Memberikan contoh kalimat-kalimat sederhana untuk memulai
proses refleksi.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
(Bagian tentang asesmen formatif dan sumatif dalam konteks refleksi).
2. Gardner, H. (1983). Frames of Mind: The Theory of Multiple
Intelligences. Basic Books. (Untuk memahami kecerdasan spasial dan
intrapersonal dalam seni).
3. Eisner, E. W. (2002). The Arts and the Creation of Mind. Yale
University Press.
Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar yang menceritakan tentang perasaan dan
ekspresi seni.
2. Buku-buku aktivitas menggambar yang mengajak anak untuk
berpikir tentang karya mereka.
3. Kumpulan gambar atau foto karya seni sederhana yang bisa
dianalisis bersama.
Q. Glosarium
1. Merefleksikan: Proses berpikir kembali dan merenungkan
pengalaman atau karya yang telah dibuat untuk memahami makna atau
meningkatkan pemahaman.
2. Apresiasi Seni: Kegiatan menghargai, menikmati, dan memahami
karya seni.
3. Kritik Konstruktif: Penilaian atau masukan yang diberikan dengan
tujuan membangun atau memperbaiki, disampaikan dengan cara yang
positif dan sopan.
R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.
Mengetahui Jakarta, Juli 2025
Kepala SDN RAWA BUAYA 09 Guru Kelas II (Dua)
DWI KURNIAWATI H, [Link] LIA KESWARI
NIP. 197211152008012014 NIP. 198610132014032003
MODUL AJAR DEEP LEARNING SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : LIA KESWARI
• Satuan Pendidikan : SDN RAWA BUAYA 09
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : SENI RUPA
• Fase :A
• Kelas/Semester : 2/1
• Alokasi Waktu : 18 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
[✔] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan orisinal dan
mewujudkannya dalam karya seni.
[✔] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memilih alat
serta bahan yang sesuai untuk karyanya.
[✔] Kolaborasi: Peserta didik dapat berbagi ide dan bekerja sama dalam
eksplorasi bahan.
[✔] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan proses
berkarya seni secara mandiri.
[✔] Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan gagasan dan proses berkarya
seninya.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat sebagai
pembuka percakapan santai di awal pembelajaran:
• Bangun Tidur: "Siapa tadi pagi bangunnya langsung semangat dan
siap belajar?"
• Beribadah: "Sebelum ke sekolah, apakah kalian sudah beribadah?
Bagaimana perasaan kalian setelahnya?"
• Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Apa manfaatnya untuk tubuh kita?"
• Gemar Belajar: "Kemarin, apa hal baru yang paling menarik yang
kalian pelajari di rumah?"
• Makan Sehat dan Bergizi: "Apa menu sarapan sehat kalian hari
ini? Kenapa makanan sehat itu penting?"
• Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu ayah atau ibu
mengerjakan sesuatu di rumah? Apa yang kalian bantu?"
• Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak
terlalu larut?
Kenapa tidur yang cukup itu baik?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
• Capaian Pembelajaran (CP):
o ELEMEN: Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and
working artistically)
o Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai
sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mengeksplorasi alat
dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar.
• Tujuan Pembelajaran (TP):
o Mengidentifikasi minimal tiga benda atau objek dari
pengalaman visual pribadi yang dapat menjadi sumber gagasan
untuk karya seni. o Mengeksplorasi minimal dua jenis alat dan
bahan dasar yang berbeda (misalnya, pensil warna dan krayon, atau
daun kering dan ranting) yang tersedia di lingkungan sekitar.
o Mengaplikasikan penggunaan alat dan bahan yang
dieksplorasi untuk menciptakan karya seni sederhana yang
terinspirasi dari pengalaman visualnya. o Menjelaskan keterkaitan
antara pengalaman visual dengan gagasan dalam karyanya. o
Menunjukkan sikap kreatif dan berani mencoba dalam bereksplorasi
alat dan bahan.
E. Sarana dan Prasarana
1. Berbagai alat tulis dan gambar (pensil, spidol, krayon, pensil
warna).
2. Aneka bahan alam/bekas dari lingkungan sekitar (daun kering,
ranting kecil, batu kerikil, kardus bekas, koran, kain perca).
3. Kertas gambar atau buku sketsa.
4. Contoh-contoh karya seni yang dibuat dari bahan alam/bekas.
5. Media presentasi (papan tulis/flipchart, proyektor jika tersedia).
F. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan belajar yang
berarti.
G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning (Fokus pada eksplorasi mendalam, pemikiran artistik,
dan penggunaan pengalaman visual sebagai inspirasi)
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dan
Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis Pengalaman)
Metode: Observasi, Eksplorasi, Eksperimen, Diskusi Kelompok, Praktik Langsung,
Presentasi.
Model ini dipilih untuk mendorong peserta didik secara aktif menemukan dan
memahami bagaimana pengalaman visual dapat diubah menjadi gagasan
artistik, serta bereksperimen langsung dengan berbagai alat dan bahan.
H. Pertanyaan Pemantik
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan apa
yang kalian lihat di perjalanan ke sekolah tadi. Benda apa yang paling
menarik perhatianmu?"
2. Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa kita bisa membuat
gambar atau karya seni dari apa yang kita lihat di sekitar kita? Apa
gunanya bendabenda sederhana itu?"
3. Joyful Learning: "Jika kalian bisa mengubah daun kering menjadi
sebuah karya seni, kalian akan membuat apa? Kenapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan
berpikir dan bekerja secara artistik siswa, mempromosikan aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi melalui pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan dengan pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
• Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru menyambut peserta didik
dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru
juga menanyakan tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat untuk
membangun kebiasaan positif dan kedekatan.
• Apersepsi (10 menit): Guru menampilkan beberapa gambar
sederhana atau video singkat tentang anak-anak yang berkarya seni dari
bahan alam atau benda-benda di sekitar mereka. Guru mengajukan
pertanyaan pemantik (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful
Learning) untuk menggugah rasa ingin tahu siswa dan mengaitkan
pembelajaran dengan pengalaman visual mereka.
• Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini
kita akan menjadi seniman cilik yang akan menggunakan "mata seniman"
untuk melihat benda-benda di sekitar kita sebagai sumber ide dan bahan
untuk berkarya. "Kita akan belajar bagaimana benda biasa bisa jadi luar
biasa di tangan kita!"
• Motivasi (5 menit): Guru menjelaskan pentingnya berani mencoba
dan bereksperimen dengan berbagai bahan. "Tidak ada yang salah saat
kita
bereksplorasi. Yang penting adalah kita berani mencoba ide baru!"
Inti (± 17 JP / 765 menit)
• Eksplorasi Pengalaman Visual (Observasi) (3 JP):
o Peserta didik diajak berkeliling di lingkungan sekolah (taman,
halaman, koridor).
o Guru membimbing mereka untuk mengamati berbagai benda
(daun, bunga, batu, bentuk awan, bentuk pohon, pola lantai).
o Peserta didik diminta mencatat atau menggambar sketsa
sederhana tentang apa yang mereka lihat dan menarik bagi mereka
sebagai calon gagasan karya seni.
o Kegiatan Bermakna: Siswa diajak bermain "detektif visual"
untuk menemukan objek-objek unik di lingkungan.
• Diskusi Gagasan dari Pengalaman Visual (Penalaran Kritis &
Komunikasi) (2 JP): o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok
kecil (3-4 orang). o Setiap kelompok berbagi hasil pengamatan dan
gagasan mereka. "Benda apa yang paling membuatmu ingin menggambar
atau membuat sesuatu?"
o Guru berkeliling, membimbing diskusi, dan membantu siswa
menghubungkan pengalaman visual mereka dengan potensi
gagasan karya seni.
o Melatih Kolaborasi: Siswa belajar mendengarkan dan
menghargai ide teman.
• Eksplorasi Alat dan Bahan dari Lingkungan Sekitar
(Eksperimen & Kreativitas) (5 JP): o Guru menyiapkan berbagai stasiun
dengan alat dan bahan berbeda (Stasiun Pensil Warna, Stasiun Krayon,
Stasiun Kolase Daun, Stasiun Bentuk Kardus, dll.). o Peserta didik secara
bergiliran atau berkelompok kecil mengunjungi stasiun-stasiun ini untuk
mencoba berbagai teknik dan merasakan tekstur serta potensi dari setiap
bahan.
o Kegiatan Aktif dan Menyenangkan: Guru bisa
memberikan tantangan, misalnya "Buat garis paling tebal dengan
krayon!" atau
"Buat kolase wajah dari daun!"
• Perencanaan Karya Seni (Kemandirian & Penalaran Kritis) (3
JP):
o Setiap peserta didik memilih satu gagasan dari pengalaman
visual mereka (misalnya, "pohon di halaman sekolah" atau "bentuk
awan yang lucu"). o Mereka memilih alat dan bahan yang paling
sesuai dari hasil eksplorasi mereka untuk mewujudkan gagasan
tersebut. o Peserta didik membuat sketsa atau rencana sederhana
untuk karya mereka.
o Melatih Kemandirian: Siswa membuat keputusan artistik
tentang bahan dan desain.
• Penciptaan Karya Seni "Pengalaman Visualku" (Praktik
Langsung & Kreativitas) (4 JP):
o Peserta didik mulai menciptakan karya seni mereka
berdasarkan gagasan dan perencanaan yang telah dibuat. o Guru
membimbing dan memberikan bantuan teknis jika diperlukan,
namun mendorong siswa untuk bereksperimen dan menemukan
solusi sendiri.
o Kegiatan Bermakna dan Aktif: Ini adalah puncak dari
proses berpikir dan bekerja secara artistik, di mana siswa
mengaplikasikan semua yang telah mereka pelajari.
Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Berbagi Karya (15 menit): Beberapa perwakilan
peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas. Mereka
menjelaskan
"Apa yang menginspirasimu?" dan "Bahan apa yang kamu gunakan?"
2. Refleksi Diri (10 menit): Guru memandu peserta didik untuk
melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini (sesuai bagian M), fokus
pada proses menemukan ide dan menggunakan bahan.
3. Kesimpulan dan Informasi Lanjut (5 menit): Guru merangkum
pembelajaran dan memberikan motivasi untuk terus mengamati dunia
dengan "mata seniman". Guru juga menyampaikan informasi mengenai
materi selanjutnya.
4. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan peserta didik selama
eksplorasi bahan, diskusi kelompok, dan proses perencanaan karya.
Mencatat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi gagasan visual dan
memilih bahan.
2. Jurnal Eksplorasi Bahan: Peserta didik mencatat atau
menggambar singkat bahan-bahan yang mereka eksplorasi dan kesan
mereka terhadap bahan tersebut.
3. Tanya Jawab Singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk
mengecek pemahaman tentang sumber gagasan visual dan potensi bahan.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Karya "Pengalaman Visualku": Penilaian berdasarkan
rubrik yang berfokus pada:
1. Keterkaitan gagasan dengan pengalaman visual.
2. Eksplorasi dan penggunaan alat/bahan yang beragam.
3. Kreativitas dan orisinalitas karya.
4. Kerapian dan usaha dalam berkarya.
2. Presentasi Proses Berkarya: Penilaian kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan gagasan, pilihan bahan, dan proses pembuatan karya
mereka.
K. Pemahaman Bermakna
Belajar berpikir dan bekerja secara artistik berarti kita menyadari bahwa
inspirasi seni ada di mana-mana, bahkan pada benda-benda sederhana di
sekitar kita. Kita tidak perlu mencari jauh-jauh untuk menemukan ide atau bahan.
Dengan mata yang jeli dan pikiran yang kreatif, kita bisa mengubah daun kering
menjadi sayap peri atau kardus bekas menjadi rumah impian. Ini melatih kita
untuk peka terhadap lingkungan, berani bereksperimen, dan percaya diri
dengan ide-ide sendiri, yang semuanya adalah kemampuan penting tidak
hanya dalam seni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
L. Materi Bahan Ajar
Berpikir dan bekerja secara artistik adalah tentang bagaimana kita menggunakan
mata dan pikiran kita untuk menciptakan sesuatu yang indah. Mata kita adalah
"kamera" yang merekam banyak hal setiap hari. Kita melihat pohon yang tinggi,
bunga yang berwarna-warni, awan yang berbentuk lucu, atau bahkan pola-pola
pada keramik lantai. Semua yang kita lihat dan alami ini bisa menjadi sumber
gagasan atau ide untuk membuat karya seni. Contohnya, jika kita melihat kupu-
kupu yang indah, kita bisa menggambar kupu-kupu, atau membuat kolase kupu-
kupu dari daun-daun kering.
Selain gagasan, kita juga memerlukan alat dan bahan untuk berkarya. Yang
hebatnya, kita tidak selalu perlu membeli alat dan bahan yang mahal. Banyak
sekali alat dan bahan dasar yang bisa kita temukan di lingkungan sekitar kita.
Pensil, krayon, spidol, kertas, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan daun
kering, ranting kecil, batu kerikil, kardus bekas, koran bekas, atau bahkan kain
perca? Semua itu bisa kita gunakan untuk menciptakan karya seni yang unik dan
menarik. Kuncinya adalah berani mencoba dan mengeksplorasi bagaimana
setiap bahan bisa digunakan.
Saat kita mengeksplorasi alat dan bahan, kita belajar banyak hal baru. Kita jadi
tahu kalau pensil bisa membuat garis tipis, krayon bisa membuat warna tebal,
dan daun kering bisa memberi tekstur kasar. Dengan mencoba-coba berbagai
bahan, kita jadi lebih kreatif dan bisa menemukan cara baru untuk
menyampaikan ide kita melalui seni. Jadi, mulai sekarang, lihatlah sekelilingmu
dengan "mata seniman", dan kamu akan menemukan banyak sekali harta karun
untuk berkarya!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa ide paling menarik yang saya dapatkan dari melihat benda-
benda di sekitar hari ini?
2. Bahan apa yang paling saya suka gunakan, dan kenapa? Apakah
ada bahan yang sulit saya gunakan?
3. Apakah saya sudah berani mencoba ide baru saat berkarya? Apa
yang saya pelajari dari percobaan itu? Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi sumber gagasan
visual dari lingkungan sekitar dengan baik?
2. Apakah eksplorasi alat dan bahan berjalan efektif dan mendorong
kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya dapat lebih mendorong peserta didik untuk
berani bereksperimen dengan berbagai media di pertemuan selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Judul: Detektif Seni: Ide dan Bahan dari Sekitarku!
Nama Peserta Didik:
Tujuan Kegiatan:
1. Menemukan ide-ide seni dari apa yang kamu lihat.
2. Mengeksplorasi berbagai bahan yang ada di sekitarmu.
3. Membuat karya seni dari ide dan bahan yang kamu temukan.
Langkah Kegiatan:
1. Melihat dengan "Mata Seniman"!
1. Ajak matamu berkeliling di dalam atau di luar kelas. Cari 3
benda atau pemandangan yang menarik hatimu dan membuatmu
ingin menggambar atau membuat sesuatu.
2. Gambarkan di sini:
Benda/Pemandangan Benda/Pemandangan Benda/Pemandangan
Menarik 1 Menarik 2 Menarik 3
(Gambar sketsa) (Gambar sketsa) (Gambar sketsa)
3. Dari 3 gambar di atas, mana yang paling ingin kamu jadikan
karya seni? Lingkari!
2. Eksplorasi Bahan Ajaib!
1. Di meja bahan, ada banyak benda menarik! Coba pegang dan
rasakan: pensil warna, krayon, daun kering, kertas bekas.
2. Tuliskan atau gambarkan 2 bahan yang paling kamu suka dan
kenapa:
1. Bahan 1: ___________ Kenapa suka?
__________________________
2. Bahan 2: ___________ Kenapa suka?
__________________________
3. Karya Seniku dari Pengalaman Visual!
1. Sekarang, gunakan idemu dari nomor 1 dan bahan pilihanmu
dari nomor 2 untuk membuat sebuah karya seni! Kamu bisa
menggambar, menempel, atau kombinasikan keduanya! Gunakan
kertas yang sudah disediakan.
2. Judul Karyaku: _________________________________
3. Apa yang ingin kamu ceritakan dari karyamu ini?:
________________________________________________________
____________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa)
Tema: Berpikir dan Bekerja Secara Artistik
Skala 1 Skala 5
Aspek
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n
Kurang) Baik)
A.
Sumbe
r
Gagasa
n&
Penggu
naan
Bahan
1. Gagasan Gagasan Gagasan
Gagasan Gagasan
Keterkai kurang cukup
tidak jelas jelas sangat
tan atau tidak jelas terkait, kuat dan
kaitannya terkait
Gagasa namun orisinal
terkait dengan belum dengan
n pengalam dari
pengalaman tergamba pengalam
dengan visual. an visual. r kuat. an visual. pengalam
Pengala
man
an visual.
Visual
Sangat
Menggun kreatif
2. Menggun Menggun
Hanya dalam
akan 2 akan 2-3 akan
Eksplor menggunak mengeks
jenis lebih dari
asi & jenis
an 1 jenis 3 jenis plorasi
bahan,
Penggu bahan, tidak bahan bahan
namun dan
naan dengan dengan
ada kurang
Alat/Ba eksploras eksploras menggun
eksplorasi. bereksplo
han i cukup. i baik. akan
rasi.
beragam
bahan.
Sangat
3.
berani
Kebera Tidak berani Berani
Cukup Berani dan
nian mencoba mencoba
mencoba, mencoba
ide/teknik inovatif
Mencob hal baru, namun ide/teknik
baru dalam
hanya masih baru
a dengan
meniru. raguragu. sesekali. mencoba
(Eksperi antusias.
ide/teknik
men)
baru.
B.
Proses
&
Produk
Berkar
ya
Skala 1 Skala 5
Aspek
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n
Kurang) Baik)
Cukup Sangat
Membutu Cukup
1. Sangat mandiri
hkan mandiri, mandiri
bergantung dan
Proses banyak sesekali dalam
Berkary pada proaktif
bimbinga butuh menyeles
a bantuan dalam
n untuk bimbinga aikan
Mandiri guru/teman. proses
memulai. karya.
n. berkarya.
Sangat
2.
rapi,
Kualitas Kurang Cukup
Sangat tidak rapi dan Rapi dan detail,
Visual rapi dan kurang rapi dan menunjuk dan
kurang menunjuk menunjuk kan usaha menunjuk
Karya
usaha. kan kan yang baik. kan usaha
(Kerapi
usaha. usaha.
an & maksimal
Usaha)
.
Penjelasa
3.
Penjelasa Penjelasa Penjelasa n
Penjela Tidak bisa
n n n gagasan/
san menjelaska
gagasan/ gagasan/ gagasan/ proses
n
Gagasa proses proses proses sangat
gagasan/pro
kurang cukup jelas dan
n& sesnya. jelas dan
jelas. jelas. runtut.
Proses mendala
m.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
1. Bagi peserta didik yang telah mahir, mereka dapat ditantang untuk
membuat karya seni 3 dimensi dari bahan alam atau bahan bekas.
2. Mengajak peserta didik membuat jurnal inspirasi, di mana mereka
secara rutin mencatat dan menggambar benda-benda menarik yang
mereka temui di lingkungan rumah dan sekolah.
3. Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang seniman
yang menggunakan bahan daur ulang dalam karyanya.
Remedial
1. Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk
membantu peserta didik dalam mengidentifikasi sumber gagasan visual
dari pengalaman sehari-hari.
2. Menyediakan pilihan bahan yang lebih sedikit dan sederhana untuk
eksplorasi bagi peserta didik yang masih kesulitan.
3. Mengulang kembali kegiatan observasi langsung di lingkungan
sekitar dengan pendampingan yang lebih intensif.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
• Efland, A. D. (2002). Art and Cognition: Integrating the Visual Arts in
the Curriculum. Teachers College Press.
• Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
• Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source
of Learning and Development. Prentice-Hall.
Peserta Didik
• Buku cerita bergambar yang menunjukkan anak-anak berkreasi dari
bendabenda sekitar.
• Buku-buku aktivitas seni yang mengajak anak untuk bereksperimen
dengan berbagai bahan.
• Majalah anak-anak tentang daur ulang dan kerajinan tangan.
Q. Glosarium
• Pengalaman Visual: Segala sesuatu yang kita lihat atau tangkap
oleh mata, yang kemudian dapat menjadi sumber ide atau inspirasi.
• Eksplorasi: Kegiatan mencoba atau menjelajahi sesuatu secara
mendalam untuk menemukan potensi atau karakteristiknya.
• Karya 3 Dimensi: Karya seni yang memiliki panjang, lebar, dan
tinggi (volume), contohnya patung atau kerajinan tangan.
R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Modul Ajar Seni Rupa Fase A. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.
Mengetahui Jakarta, Juli 2025
Kepala SDN RAWA BUAYA 09 Guru Kelas II (Dua)
DWI KURNIAWATI H, [Link] LIA KESWARI
NIP. 197211152008012014 NIP. 1986101320140320031
MODUL AJAR DEEP LEARNING SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : LIA KESWARI
• Satuan Pendidikan : SDN RAWA BUAYA 09
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : SENI RUPA
• Fase :A
• Kelas/Semester : 2/2
• Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan Centang dimensi yang sesuai:
• [✓] Kreativitas
• [✓] Kolaborasi
• [✓] Komunikasi
• [✓] Kemandirian
• [✓] Penalaran Kritis
• [ ] Keimanan dan Ketakwaan
• [ ] Kewargaan
• [ ] Kesehatan
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat
melalui percakapan santai dan interaktif di awal pembelajaran atau pada momen
yang sesuai. Berikut adalah contoh cara guru menanyakan:
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar seni hari ini, Ibu/Bapak mau tahu
nih, siapa di sini yang tadi pagi Bangun tidur langsung semangat? Angkat
tangan! (Memberi kesempatan anak-anak mengangkat tangan). Wah, hebat! Lalu,
siapa yang sudah Beribadah pagi ini? (Memberi waktu anak-anak merespons).
Bagus sekali! Nah, siapa yang sudah Berolahraga atau bergerak di rumah?
Mungkin peregangan sebentar atau lari-lari kecil? (Guru bisa mencontohkan
gerakan). Luar biasa!
Sekarang, siapa yang kemarin malam sudah Gemar Belajar? Mungkin membaca
buku cerita atau membantu orang tua belajar? (Memberi waktu). Keren! Kalau
soal makan, siapa yang tadi pagi sudah Makan sehat dan Bergizi? Sarapan apa
tadi?
(Minta beberapa anak menceritakan). Enak sekali kedengarannya!
Terakhir, siapa yang di rumah suka Bermasyarakat? Mungkin membantu orang
tua, bermain dengan adik, atau menyapa tetangga? (Memberi waktu). Hebat
sekali! Dan yang paling penting, siapa yang tadi malam sudah Tidur Cepat agar
bangun pagi ini segar? (Memberi waktu). Itu tandanya anak-anak hebat sudah
siap belajar dengan semangat!"
Guru juga bisa menggunakan stiker, tabel ceklis personal, atau "bintang
kebaikan" untuk mengapresiasi anak-anak yang sudah melakukan kegiatan
tersebut secara konsisten. Pendekatan ini membuat anak merasa diapresiasi dan
termotivasi untuk terus melakukan kebiasaan positif.
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Berdampak (Impacting)
Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan
lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai kejadian sehari-hari atau fenomena
lingkungan sekitar yang menarik perhatian mereka.
2. Mengekspresikan perasaan dan ide terkait kejadian atau fenomena
tersebut melalui media seni rupa dengan eksplorasi bentuk, warna, dan
tekstur.
3. Menciptakan karya seni rupa yang merefleksikan pemahaman
mereka terhadap suatu isu atau pengalaman.
4. Menjelaskan potensi dampak positif dari karya seni rupa yang
mereka hasilkan bagi diri sendiri atau orang lain.
5. Berdiskusi dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya
seni rupa teman untuk mengembangkan apresiasi dan pemahaman.
6. Memamerkan karya seni rupa mereka dan mengkomunikasikan
pesan yang ingin disampaikan.
E. Sarana dan Prasarana
1. Proyektor/Papan Tulis Interaktif
2. Alat dan Bahan Seni Rupa (Pensil warna, krayon, cat air, kertas
gambar, gunting, lem, media daur ulang seperti kardus bekas, botol plastik)
3. Contoh karya seni rupa yang berdampak (gambar/video)
4. Speaker/audio untuk musik latar (opsional)
5. Sudut pajang karya siswa
F. Target Peserta Didik
• Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep
Learning
Metode Pembelajaran: Diskusi, Eksplorasi, Demonstrasi, Presentasi, Bermain
Peran (opsional untuk stimulasi ide).
Pendekatan deep learning dalam PBL akan mendorong siswa untuk:
• Mengembangkan Pengetahuan Mendalam (Deep Knowledge):
Melalui riset sederhana dan eksplorasi konsep seni rupa terkait respons
terhadap lingkungan.
• Berpikir Kritis (Critical Thinking): Menganalisis isu atau kejadian,
merencanakan ide karya seni, dan mengevaluasi hasil.
• Berkomunikasi Efektif (Effective Communication):
Mempresentasikan ide dan karya, serta berdiskusi dengan teman.
• Berinovasi dan Berkreasi (Innovation and Creativity):
Menciptakan solusi artistik yang unik dan bermakna.
• Berkolaborasi (Collaboration): Bekerja sama dalam kelompok,
berbagi ide, dan saling mendukung.
• Mengembangkan Karakter (Character): Bertanggung jawab,
menghargai proses, dan peduli terhadap lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, hirup napas
dalam-dalam, dan rasakan apa yang ada di sekitar kita. Suara apa yang
kamu dengar? Aroma apa yang kamu cium? Apa yang kamu rasakan saat
ini? Bagaimana perasaanmu tentang lingkungan di sekitar kita?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, bisakah sebuah gambar atau
patung kecil membuat orang lain berpikir atau bahkan melakukan sesuatu
yang baik? Pernahkah kamu melihat karya seni yang membuatmu merasa
senang, sedih, atau ingin berubah? Contohnya apa?"
• Joyful Learning: "Apa ya kira-kira yang paling seru kalau kita bisa
membuat sesuatu yang keren dari barang-barang bekas, lalu karya kita itu
bisa bikin teman-teman jadi senyum atau mikir hal baik? Kira-kira, karya
seni apa yang
paling ingin kamu buat kalau bisa membuat perubahan kecil di sekitarmu?"
I. Kegiatan Pembelajaran (18 JP)
Pendahuluan (Estimasi 2 JP)
1. Pembukaan (15 menit): Guru menyapa peserta didik dengan
hangat, mengajak berdoa, dan melakukan ice breaking ringan yang
melibatkan gerakan tubuh atau tebak-tebakan tentang benda-benda di
sekitar.
Mengaitkan dengan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat" melalui pertanyaan
pemantik santai.
2. Apersepsi (20 menit):
o Guru menunjukkan beberapa contoh karya seni rupa yang
memberikan dampak atau pesan tertentu (misalnya, gambar tentang
kebersihan lingkungan, patung kecil dari barang daur ulang yang
indah).
o Guru bertanya: "Apa yang kamu rasakan saat melihat
gambar/karya ini? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh
pembuatnya?"
o Guru mengaitkan dengan pengalaman siswa: "Pernahkah
kamu melihat sesuatu di sekitar kita (misalnya, sampah berserakan,
bunga yang mekar indah, teman yang bersedih) dan kamu ingin
menceritakan atau mengubahnya lewat gambar atau bentuk?"
3. Motivasi dan Orientasi Masalah (35 menit):
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan
belajar bagaimana kita bisa menjadi pahlawan kecil lewat karya seni.
Kita akan membuat karya seni yang tidak hanya indah, tapi juga bisa
membuat diri kita dan orang lain merasa senang, berpikir, atau
bahkan melakukan kebaikan!"
o Guru memberikan stimulus berupa cerita pendek atau video
singkat tentang sebuah isu sederhana di lingkungan sekitar
(misalnya, pentingnya menjaga kebersihan, indahnya persahabatan,
atau keajaiban alam). o Guru memantik diskusi: "Dari cerita/video
tadi, hal baik apa yang bisa kita lakukan? Bagaimana kalau kita
mencoba membuat sesuatu yang bisa mengingatkan kita dan teman-
teman untuk melakukan hal baik itu?"
Kegiatan Inti (Estimasi 14 JP)
Pertemuan 1-2: Eksplorasi Ide dan Perencanaan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah/Topik (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak). o
Setiap kelompok diajak mengamati lingkungan sekitar (di dalam
kelas, halaman sekolah jika memungkinkan, atau melalui
gambar/video) dan mengidentifikasi satu kejadian atau fenomena
yang menarik perhatian mereka dan ingin mereka respons melalui
seni. Contoh: sampah berserakan, bunga di taman, teman yang
membantu. o Guru membimbing diskusi agar setiap kelompok dapat
menentukan "pesan" atau "dampak positif" apa yang ingin
disampaikan melalui karya seni mereka.
o Kegiatan melatih penalaran kritis: Setiap kelompok
mempresentasikan singkat isu yang dipilih dan alasan mengapa isu
tersebut penting bagi mereka.
2. Brainstorming Ide dan Media (90 menit):
o Setiap kelompok berdiskusi ide-ide kreatif tentang bentuk
karya seni rupa yang akan mereka buat (misalnya, poster, patung
mini, kolase, diorama sederhana).
Guru memperkenalkan berbagai alat dan bahan yang tersedia (termasuk barang
bekas) dan mendemonstrasikan teknik dasar penggunaannya.
o Kegiatan melatih kreativitas dan kolaborasi: Setiap
kelompok menggambar sketsa awal karya mereka, menentukan
bahan yang akan digunakan, dan membagi tugas dalam kelompok.
Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.
o Time Allocation: Diskusi dan sketsa awal.
Pertemuan 3-6: Proses Berkarya (8 JP)
1. Penciptaan Karya Seni (240 menit):
o Peserta didik mulai menciptakan karya seni mereka sesuai
dengan rencana. o Guru bertindak sebagai fasilitator, memberikan
dukungan, saran teknis, dan mendorong eksplorasi.
o Kegiatan melatih kemandirian: Setiap anak aktif dalam
proses pembuatan, namun tetap berkolaborasi dalam kelompok.
o Kegiatan bermakna dan menyenangkan: Guru dapat
memutarkan musik instrumental yang menenangkan atau
memotivasi selama proses berkarya. Guru memberikan apresiasi
verbal yang positif untuk setiap usaha dan ide yang muncul. o Fokus
pada proses eksplorasi dan ekspresi, bukan hanya hasil akhir.
Dorong siswa untuk mencoba hal baru dengan bahan-bahan yang
berbeda.
o Time Allocation: Proses pembuatan karya seni secara
berkelompok, dengan bimbingan individu dari guru.
Pertemuan 7-8: Refleksi dan Presentasi (2 JP)
1. Penyelesaian dan Finalisasi (30 menit):
o Kelompok menyelesaikan karya mereka, memastikan pesan
atau dampak positif yang ingin disampaikan terlihat jelas.
o Guru membantu jika ada kesulitan teknis.
2. Presentasi dan Diskusi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan karya mereka di depan
kelas.
o Kegiatan melatih komunikasi efektif: Setiap anggota
kelompok menjelaskan:
§ Judul karyanya.
§ Kejadian/fenomena yang direpons.
§ Pesan/dampak positif yang ingin disampaikan.
§ Proses pembuatannya dan peran masing-masing anggota. o
Kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif
(dipandu guru). Contoh: "Menurutmu, pesan apa yang ingin
disampaikan dari karya ini? Bagian mana yang paling kamu sukai?"
o Time Allocation: Persiapan presentasi dan presentasi
kelompok.
Penutup (Estimasi 2 JP)
1. Refleksi dan Apresiasi (30 menit):
Guru mengajak seluruh peserta didik untuk melakukan refleksi singkat tentang
pembelajaran hari ini: "Apa yang kalian pelajari hari ini? Perasaan apa yang
muncul saat membuat karya ini? Hal baik apa yang bisa kita ambil dari proses
ini?"
o Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh
peserta didik atas usaha, kreativitas, dan kolaborasi mereka.
o Kegiatan Bermakna: Peserta didik memilih satu karya seni
yang paling menginspirasi mereka dan menuliskan satu kalimat
pendek tentang mengapa karya itu berdampak bagi mereka.
2. Penguatan Konsep (15 menit): Guru menyimpulkan pentingnya
seni rupa sebagai media ekspresi dan penyampai pesan positif.
Menekankan bahwa setiap karya seni, sekecil apapun, bisa membawa
dampak.
3. Penugasan/Tindak Lanjut (15 menit): Guru memberikan
tantangan kecil, misalnya, mengamati hal-hal baik di rumah atau di jalan
dan menuliskannya dalam jurnal sederhana.
4. Doa dan Salam (10 menit): Guru menutup pembelajaran dengan
doa dan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif:
• Observasi Selama Proses Pembelajaran:
o Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi
kelompok. o Pengamatan kreativitas dan eksplorasi saat berkarya. o
Pengamatan kolaborasi antar anggota kelompok.
o Pengamatan kemampuan mengidentifikasi isu atau
fenomena.
• Penilaian Diskusi Kelompok: Guru mencatat poin-poin penting
dari presentasi awal kelompok (isu, ide).
• Sketsa Awal/Rencana Karya: Penilaian terhadap ide, konsep, dan
kesesuaian dengan tujuan dampak positif.
• Umpan Balik Lisan: Guru memberikan umpan balik langsung
selama proses pembuatan karya.
Asesmen Sumatif:
• Penilaian Proyek Karya Seni Rupa:
o Kesesuaian dengan Tema/Pesan: Sejauh mana karya
merepresentasikan isu yang dipilih dan dampak positif yang ingin
disampaikan.
o Kreativitas dan Orisinalitas: Keunikan ide dan eksplorasi
bentuk, warna, tekstur.
o Teknik dan Kerapian: Penggunaan alat dan bahan yang
tepat serta kerapian hasil karya.
o Dampak/Pesan yang Tersampaikan: Sejauh mana karya
memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi yang
melihatnya.
• Penilaian Presentasi Kelompok: (Menggunakan Rubrik Penilaian
Analitik di bagian LKPD) o Kejelasan Penyampaian: Mampu menjelaskan
ide, proses, dan pesan karya dengan jelas.
o Kepercayaan Diri: Kemampuan berbicara di depan kelas.
Kerja Sama Tim: Keterlibatan setiap anggota dalam presentasi.
o Kemampuan Menjawab Pertanyaan: Mampu merespons
pertanyaan dari guru atau teman.
K. Pemahaman Bermakna
• Seni rupa bukan hanya tentang membuat gambar atau bentuk yang
indah, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menggunakan kreativitas
kita untuk menyampaikan pesan dan memberikan dampak positif
pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.
• Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal kecil di
sekitarnya menjadi lebih baik, dan seni adalah salah satu cara yang sangat
menyenangkan untuk melakukannya.
L. Materi Bahan Ajar
Mengenal Seni Rupa dan Lingkungan Sekitar
Seni rupa adalah cara kita mengungkapkan ide, perasaan, dan apa yang kita lihat
di sekitar kita menggunakan berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Kita bisa
menggambar, mewarnai, membuat patung kecil, atau bahkan menyusun
bendabenda menjadi sesuatu yang baru. Lingkungan sekitar kita, seperti rumah,
sekolah, taman, atau bahkan kejadian sehari-hari seperti hujan atau melihat
sampah, bisa menjadi sumber ide yang luar biasa untuk membuat karya seni.
Dengan seni, kita bisa menceritakan apa yang kita rasakan tentang hal-hal ini.
Seni yang Memberi Dampak Positif
Karya seni yang kita buat bisa memiliki "dampak positif". Artinya, karya kita bisa
membuat orang yang melihatnya merasa senang, berpikir tentang hal baik, atau
bahkan terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang berguna. Misalnya, kita bisa
membuat gambar yang mengajak teman-teman untuk membuang sampah pada
tempatnya, atau patung kecil dari botol bekas yang mengingatkan kita untuk
menjaga kebersihan sungai. Karya seni yang berdampak adalah karya yang tidak
hanya indah, tetapi juga punya "pesan kebaikan".
Proses Membuat Karya Seni Berdampak
Untuk membuat karya seni yang berdampak, kita bisa mulai dengan mengamati
lingkungan sekitar dan menemukan hal yang ingin kita sampaikan. Lalu, kita bisa
mencari ide dan merencanakan karya kita: akan pakai bahan apa? Bentuknya
seperti apa? Pesan apa yang mau kita tunjukkan? Setelah itu, kita bisa mulai
berkreasi menggunakan alat dan bahan yang ada, seperti pensil warna, cat air,
atau bahkan barang-barang bekas. Ingat, proses berkarya itu penting dan
menyenangkan, karena di situlah kita belajar berkreasi dan menyampaikan ide
kita!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian yang paling menyenangkan dari kegiatan membuat
karya seni yang berdampak ini?
2. Hal baru apa yang kamu pelajari tentang seni rupa atau tentang
lingkungan sekitarmu?
3. Apakah karyamu sudah berhasil menyampaikan pesan yang ingin
kamu sampaikan? Mengapa/mengapa tidak?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang bagaimana seni dapat memberikan dampak?
2. Apakah strategi pembelajaran yang digunakan (PBL dan deep
learning) efektif dalam mendorong kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran
kritis?
3. Bagian mana dari kegiatan ini yang perlu ditingkatkan atau
dimodifikasi untuk pembelajaran selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Karya Seni Berdampak Positif Nama Kelompok: ____________________
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Amati lingkungan di sekitarmu (di kelas, di rumah, atau dari
gambar/video yang ditunjukkan guru).
2. Diskusikan dalam kelompok:
o Kejadian/fenomena apa yang menarik perhatianmu? (Contoh: sampah
berserakan, bunga layu, teman yang sedang membantu, indahnya
pemandangan). o Pesan baik apa yang ingin kamu sampaikan tentang
kejadian/fenomena itu melalui karya seni?
3. Tuliskan idemu di bawah ini:
1. Kejadian/Fenomena yang Diamati:
(Contoh: Banyak sampah plastik di selokan)
2. Pesan Baik yang Ingin Disampaikan Melalui Karya Seni:
(Contoh: Ayo jaga kebersihan lingkungan dari sampah!)
3. Ide Karya Seni (Bentuk dan Bahan):
(Contoh: Membuat patung kecil dari botol plastik bekas berbentuk hewan laut
yang terjerat sampah, atau poster ajakan membuang sampah pada tempatnya.)
4. Gambarlah sketsa awal karyamu di sini:
[Kotak kosong untuk menggambar sketsa]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa Tema: Karya Seni Berdampak Positif
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaia n (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
A.
Diskusi
Kelomp
ok
Kurang Sangat
Tidak Cukup
Mampu jelas dan
1. mampu jelas relevan
jelas mengiden
Identifik dalam dalam
mengiden mengiden tifikasi isu
asi mengiden
tifikasi isu mengiden
tifikasi isu dan pesan
Isu/Pesa atau tifikasi isu
tifikasi isu dengan
n pesan dan
atau jelas. dan
yang jelas. pesan.
pesan. pesan.
Kerja Aktif
Tidak ada Sangat
sama Cukup
kerja berkolabo
2. kurang, aktif
sama, kolaborati
beberapa rasi,
Kolabor hanya f, ada berkolabo
asi Tim satu anggota saling rasi dan
pembagia
anggota tidak berkontrib
n tugas. menduku
yang aktif. terlibat. usi penuh.
ng.
3. Ide tidak Ide kurang Ide cukup Ide orisinal Ide sangat
orisinal orisinal dan
Kreativi orisinal orisinal,
atau tidak atau
t as Ide dan relevan, inovatif,
relevan. kurang
relevan. dan
relevan. menunjuk
relevan.
kan
kreativitas
.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaia n (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
B.
Present
asi
Kelomp
ok
Penyamp
aian Penyamp
1.
Penyamp cukup Penyamp aian
Penyamp
Kejelasa
aian tidak jelas, aian jelas sangat
n aian
jelas dan dan jelas,
kurang namun
Penyam sulit mudah terstruktur
jelas. ada
dipahami. dipahami. , dan
paian bagian
persuasif.
yang
kurang.
Cukup Percaya
Tidak Kurang Sangat
2. percaya
percaya percaya diri, percaya
Keperca diri, diri dan
diri, sulit diri, berbicara
yaan
namun dengan komunikat
berbicara sering
Diri masih ada cukup if.
di depan. raguragu.
keraguan. mantap.
Penjelasa
Penjelasa Penjelasa n sangat
3.
n tidak Penjelasa Penjelasa n sesuai sesuai
Kesesu sesuai n kurang n cukup dengan
dan
aian Isi dengan sesuai sesuai karya
karya dengan dengan yang mampu
dengan
yang karya. karya. ditampilka menjelask
Karya
dibuat. n. an makna
karya.
4. Tidak
Sangat
Kurang Cukup
Kemam mampu Mampu mahir
mampu mampu
menjawab menjawab
puan menjawa menjawab menjawab
pertanyaa pertanyaa
Menjaw pertanyaa pertanyaa
b n dengan n dan
ab n dengan
pertanyaa n. baik. berargum
Pertany bantuan.
entasi.
aan n.
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat diberikan
tantangan tambahan untuk membuat karya seni rupa yang lebih kompleks
atau menggunakan teknik yang lebih variatif.
• Mengajak peserta didik untuk meneliti lebih lanjut tentang seniman-
seniman yang karyanya memberikan dampak sosial atau lingkungan.
• Membuat proyek mini "pameran seni berdampak" di lingkungan
sekolah.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk memahami
konsep dan mengulang proses pembuatan karya seni dengan fokus pada
aspek yang belum dikuasai.
• Menyediakan contoh-contoh karya yang lebih sederhana dan
membimbing langkah demi langkah.
• Memberikan kesempatan untuk merevisi karya atau membuat karya
baru dengan bimbingan lebih intensif.
P. Bahan Bacaan
Untuk Pendidik:
1. Purwanto, B. (2010). Pendidikan Seni Rupa di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
2. Glazer, S. M. (1998). The Creative Classroom: Ideas for the 21st
Century. Allyn & Bacon.
3. Fullan, M. (2013). Stratosphere: Integrating Technology, Pedagogy,
and
Change Knowledge. Pearson. (Membahas Deep Learning secara umum) Untuk
Peserta Didik:
1. Buku cerita bergambar tentang lingkungan atau kebaikan.
2. Buku-buku aktivitas seni rupa untuk anak.
3. Majalah anak-anak yang menampilkan karya seni atau cerita
inspiratif.
Q. Glosarium
1. Dampak Positif: Pengaruh atau hasil yang baik dan
menguntungkan.
2. Eksplorasi: Kegiatan mencari tahu atau menjelajahi sesuatu untuk
menemukan hal baru.
3. Kolaborasi: Kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Profil Pelajar
Pancasila. Jakarta: Kemendikbud. (Sebagai referensi umum, meskipun
dimensi yang diminta berbeda)
2. Tim Penyusun. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. (Referensi
umum untuk penyusunan modul ajar)
3. National Research Council. (2012). A Framework for K-12 Science
Education:
Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. The National Academies Press.
(Konsep deep learning sering diadaptasi dari kerangka kerja ini, meskipun untuk
konteks yang lebih luas).
Mengetahui Jakarta, Juli 2025
Kepala SDN RAWA BUAYA 09 Guru Kelas II (Dua)
DWI KURNIAWATI H, [Link] LIA KESWARI
NIP. 197211152008012014 NIP. 198610132014032003