0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan107 halaman

Dasar Manajemen Perkantoran SMKN 12

Diunggah oleh

Ahmad Ripai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan107 halaman

Dasar Manajemen Perkantoran SMKN 12

Diunggah oleh

Ahmad Ripai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

DASAR DASAR
MANAJEMEN
PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

PROSES BISNIS MANAJEMEN PERKANTORAN


DAN LAYANAN BISNIS DI DUNIA KERJA

SMKN 12 PANDEGLANG

Kelas X MPLB

Penyusun
OVI NOVIANI, S.E

Tahun Pelajaran
2025-2026
DAFTAR ISI
Halaman
A INFORMASI UMUM...................................................................
1. Identitas Modul.................................................................................... 1
2. Kompetensi Awal ................................................................................ 1
3. Profil Pelajar Pancasila ....................................................................... 1
4. Sarana dan prasarana ......................................................................... 1
5. Bahan Bacaan untuk Siswa................................................................... 2
6. Moda pembelajaran yang digunakan .................................................. 2
7. Kata Kunci .......................................................................................... 2
8. Ketersediaan Materi ............................................................................ 2
9. Persiapan Pembelajaran ..................................................................... 3
B KOMPONEN INTI........................................................................................ 5
ELEMEN 1 PROSES BISNIS MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS DI DUNIA KERJA .......................................................... 5
1 Tujuan Pembelajaran .......................................................................... 5
2. Pemahaman bermakna ........................................................................ 5
3. Pertanyaan Pemantik .......................................................................... 6
4. Kegiatan Pembelajaran ....................................................................... 8
Pertemuan 1 ........................................................................................ 8
Pertemuan 2 ....................................................................................... 9
Pertemuan 3 ..................................................................................... 10
Pertemuan 4 ... ..................................................................................... 11
5. Asesmen............................................................................................... 12
6. Pengayaan dan remedial ..................................................................... 19
[Link] siswa dan guru ....................................................................... 21
C LAMPIRAN ................................................................................................... 23
1. Lembar Kerja Peserta Didik ................................................................ 25
2. Bahan Bacaan untuk Siswa ............................................................... 38
3. Bahan bacaan siswa dan guru .......................................................... 38
4. Glosarium .......................................................................................... 67
5. Daftar Pustaka ................................................................................... 68
INFORMASI UMUM
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

IDENTITAS MATA PELAJARAN


Satuan Pendidikan : SMKN 12 Pandeglang
Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Program Keahlian : Manajemen Perkantoran dan Layanan
Mata Pelajaran Bisnis
: Dasar-dasar Manajemen Perkantoran
dan
Kelas
Layanan Bisnis
Fase
:X
Guru/Fasilitator
:E
Tahun Pelajaran
: OVI NOVIANI, S.E
Alokasi Waktu
: 2025-2026
: 4 x 6 Jam Pelajaran ( 24 x 45 menit)

KOMPETENSI AWAL
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
Peserta didik Sudah memiliki kemampuan dasar tentang materi
Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis.

PROFIL PELAJAR PANCASILA


 Dimensi 1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia.
 Dimensi 2. Mandiri
 Dimensi 3. Bergotong Royong
 Dimensi 4. Bernalar Kritis
 Dimensi 5. Kreatif

SARANA/PRASARANA
Sumber
 Belajar : Lingkungan Belajar terdekat
 Alat : Smartphone, LCD, Laptop, Alat Tulis Kantor
: Jaringan Internet, Form Pengamatan, Daftar
 Bahan Pertanyaan lisan /tulisan

MODUL AJAR KELAS X MPLB SMKN12PDG 1


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS

TARGET PESERTA DIDIK


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas X
(Sepuluh ) maksimal 36 peserta didik Program Keahlian Manajemen
Perkantoran dan Layanan Bisnis, pada bidang keahlian SMK Bisnis dan
Manajemen. Terdapat 2 target peserta didik, yaitu :

1. Peserta didik dengan kesulitan belajar (hanya menonjol pada salah


satu gaya belajar saja)
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi

MODA PEMBELAJARAN
 Model Pembelajaran :
Discovery Learning
Project based learning

 Moda Pembelajaran :
Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning)

 Metode Pembelajaran :
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
Observasi
Peragaan atau demonstrasi

KETERSEDIAAN MATERI
Materi disajikan dalam bentuk aktivitas pembelajaran (mengamati, menyimak,
membaca, bertanya, mencoba, berlatih, berdiskusi, presentasi, bermain peran,
menulis,

MODUL AJAR KELAS X SMK 2


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS

atau lainnya) sehingga menghasil proses kognitif, afektif dan psikomotorik


yang membentuk karakter tediri:
 Membaca buku dan dokumen , menuliskan hasilnya secara mandiri
melalui proses daring atau luring
 Mengamati Proses bisnis (dalam berita, jurnal, Tayangan media,) dan
menuliskan dalam dokumen
 Mengobservasi , mengamati , menanyakan pemasaran konvensional
dan modern, melalui Kunjungan Belajar di IDUKA
 Penugasan proyek sederhana secara berkelompok
 Materi disajikan tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dalam
gambar

KATA KUNCI
 Proses Bisnis
 Manajemen Perkantoran
 Layanan Bisnis
 K3 Perkantoran
 5R di Tempat Kerja

PERSIAPAN PEMBELAJARAN
Asesm
Strategi en
Mate Pembela Alat Diagno Suma
N ri j Tem bantu Wak s Formatif tif
o. aran pat tu tik
Penugas 6 JP
1 Proses a Kelas Alat : Menguk Sambil Di akhir
Smart kompetensi
bisnis n  p ur peserta /t
dibida
n mencari hone sejauh didik engah
informa melaku semester/
g si  LCD mana k ak
pemah
Manaje tentang  Laptop a an hir
alur/ semesterm
men pros  ATK man proses el
Perkan es pembel
t bisnis, Bahan: peserta a akukan tes
oran tahapan  Jaringa didik jaran secara
dan fungsi n guru holisticdg
manaje tujuan
m untuk

MODUL AJAR KELAS X SMK 3


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Strat Asesm
Te W
egi en
N m ak
Mate Pemb Alat Diag Form Sumati
o
ri elaj bantu nos atif f
. pat tu
aran tik
intern menany menentuka
Layana en e a n
n perkan peserta
Bisnis to t kan didik
ran,
serta  Form secara kompeten
tdk/
konsep Penga acak mengeta
layana
n matan kepada hui
bisnis  Daftar peserta ketuntasan
Pertan didik
terhada
yaan p
Lisan/t pemaha
ulis man
materi
Penuga Kel 6 Mengu
2 Jenis sa as Alat : JP k Sambil Di akhir
Smart kompetensi
Bisnis n  p ur peserta /t
menca
dan ri hone sejauh didik engah
inform semester/
Layana asi  LCD mana melakuk ak
n tentan Lapto pema
Bisnis g  p ha an hir
tentan semesterm
g  ATK man proses el
jenis pesert pembel
dan Bahan: a a akukan tes
layana
n  Jaringa didik jaran secara
bisnis, n guru holisticdg
intern menany tujuan
tujuan e a untuk
menentuka
dan t kan n
manfa peserta
at  Form secara didik
layana
n Penga acak kompeten
tdk/
bisnis, matan kepada mengeta
serta  Daftar peserta hui
karakt
eri Pertan didik ketuntasan
terhada
stik yaan p
layana
n Lisan/t pemaha
bisnis ulis man
materi
Penuga Kel 6 Mengu
3 Konsep sa as Alat : JP k Sambil Di akhir
K3 n Smart ur peserta kompetensi
 p /t
perkan menca hone sejauh didik engah
t ri
oran inform LCD mana melakuk semester/
asi  ak
tentan Lapto pema
g  p ha an hir
penger semesterm
ti  ATK man proses el
pesert pembel
an K3, Bahan: a a akukan tes
tujuan  Jaringa didik jaran secara
dan n guru holisticdg
prosed intern menany tujuan
ur e a untuk
K3, menentuka
serta t kan n
penang peserta
a  Form secara didik
nan Penga acak kompeten
situasi/
k matan kepada
 Daftar

MODUL AJAR KELAS X SMK 4


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Strat Asesm
Te W
egi en
N m ak
Mate Pemb Alat Diag Form Sumati
o
ri elaj bantu nos atif f
. pat tu
aran tik
tdk/
ondisi Pertan peserta mengeta
darurat yaan didik hui
terhada ketuntasa
Lisan/t p n
ulis pemaha
man
materi
Penuga Kel 6 Mengu
4 Konsep sa as Alat : JP k Sambil Di akhir
Smart kompeten
5R di n  p ur peserta si/t
Tempa menca
t ri hone sejauh didik engah
inform semester/
Kerja asi  LCD mana melakuk ak
tentan Lapto pema
g  p ha an hir
semester
konsep  ATK man proses mel
pesert pembel akukan
5R dan Bahan: a a tes
manfa
at  Jaringa didik jaran secara
penera
pa n guru holisticdg
intern menany tujuan
n 5R di e a untuk
menentuk
tempat t kan an
peserta
kerja  Form secara didik
Penga acak kompeten
tdk/
matan kepada mengeta
 Daftar peserta hui
ketuntasa
Pertan didik n
terhada
yaan p
Lisan/t pemaha
ulis man
materi

KOMPONEN INTI
TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Fase “E”
b. Rumusan Capaian Pembelajaran masng-masing elemen adalah
sebagai berikut :
Eleme Capaian Pembelajaran
manajeme Pada akhir fase E peserta didik mampu
Proses bisnis n menjelaskan
perkantoran dan layanan proses bisnis di bidang manajemen perkantoran
bisnis di dan
dunia layanan bisnis, tahapan fungsi manajemen
kerja (perencanaan
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian)
dalam
lingkup pekerjaan kantor, serta pengenalan rantai
pasok

MODUL AJAR KELAS X SMK 5


SAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

c. Tujuan Pembelajaran yang Ingin Dicapai

1. Mendeskripsikan Proses Bisnis Manajemen Perkantoran dan


Layanan Bisnis (MPLB) secara tepat dan mandiri.
2. Mengidentifikasi jenis layanan bisnis secara kreatif dan mandiri.
3. Mendeskripsikan tujuan dan manfaat bisnis secara kreatif dan mandiri.
4. Mendeskripsikan karakteristik layanan bisnis dibidang MPLB secara
kritis dan mandiri.
5. Menerapkan konsep K3 di tempat kerja/belajar melalui gotong-
royong, kreatif dan mandiri.
6. Menerapkan konsep 5R di tempat kerja/belajar melalui gotong-
royong, kreatif dan mandiri.

PEMAHAMAN BERMAKNA
 Proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis
 Tahapan fungsi manajemen
 K3 industri dan 5R.

PERTANYAAN PEMANTIK
Perhatikan gambar berikut anak-anak, apa yang kalian pikirkan dari
gambar tersebut

________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________

MODUL AJAR KELAS X SMK 6


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________

________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________
________________________________

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 : 6 JP x 45 Menit
Proese Bisnis Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
Pendahuluan (30 Menit)
1 Guru membuka kegiatan dengan aktivitas rutin seperti, salam, berdoa, mengecek kehadiran
peserta didik, dan menyampaikan bahwa tujuan belajar adalah belajar mengenai proses bisnis
manajemen perkantoran dan layanan bisnis
2 Peserta didik menyiapkan diri (berdoa dan mengakses grup WA/e-learning), kelas dilanjutkan
dengan do’a di pimpin oleh salah seorang peserta didik
3 Guru menyapa peserta didik dan mengecek keikutsertaan peserta didik di e-learning (LMS
lain), serta media sosial
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat dan asesmen yang digunakan
5 Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik memahami pentingnya
keterampilan sofskill bagi seorang yang bekerja di bidang manajemen dan layanan bisnis
dengan melakukan apersepsi melalui pengamatan gambar
Inti (180 Menit)
1 Peserta didik mengamati video Pembelajaran Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
sebagai dasar pemahaman masuk ke SMK Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis.

MODUL AJAR KELAS X SMK 7


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

2 Guru meminta peserta didik mencari informasi mengenai proses bisnis Manajemen
perkantoran dan layanan bisnis
3 Diskusi setelah menonton video, guru melontarkan pertanyaan : apa yang kalian lihat dari
tayangan video tersebut? Hal apa yang menarik dari tayangan video tersebut?
Guru memberikan tugas untuk melakukan observasi dilingkungan belajar
4 Guru membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk dikerjakan secara Kelompok
melalui grup WA/e-learning/Google Classroom dan diarahkan untuk mengerjakan LKPD
Peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKPD yang
diberikan
5 Setiap peserta didik mengirim laporan hasil kerja kepada guru melalui Google Classroom/
e-learning
6 Guru menampilkan hasil kerja melalui fitur presentasi
7 Secara bergantian peserta didik mempresentasikan hasil kerja yang telah dibuat secara online
melalui video conference (gmeet/zoom)
8 Guru menanyakan tentang pemahaman materi yang telah dipelajari
9 Guru memberikan evaluasi dalam bentuk Whatsapp/Google clasroom/e-learning
Penutup (30 Menit)
1 Refleksi belajar: guru meminta peserta didik untuk mengisi lembar pengenalan diri
2 guru membimbing peserta didik dalam merangkum materi yang telah dipelajari dengan
mengacu pada indicator pencapaian kompetensi.
3 Pengayaan: tugas menulis narasi singkat tentang pengertian manajemen perkantoran dan
layanan bisnis

Pertemuan 2 : 6 JP x 45 Menit
Jenis Bisnis dan Layanan Bisnis
Pendahuluan (30 Menit)
1 Guru berkomunikasi dengan peserta didik melalui grup whatsapp untuk segera masuk ke
aplikasi zoom, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi zoom, mengucapkan salam
pembuka dan berdo’a untuk memulai pembelajaran.
2 Peserta didik menyiapkan diri, kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh ketua kelas
3 Guru menanyakan kabar tentang kesehatan peserta didik, mengingatkan untuk senantiasa
menjaga kebersihan dan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat dan asesmen yang digunakan
5 Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik memahami pentingnya
keterampilan sofskill bagi seorang yang bekerja di bidang manajemen dan layanan bisnis
dengan melakukan apersepsi melalui pengamatan gambar
Inti (180 Menit)
1 Peserta didik mengamati video Pembelajaran Jenis Bisnis dan Layanan Bisnis di youtube yang
link atau tautannya dikirim oleh guru.
2 Guru meminta peserta didik mencari informasi mengenai Jenis Bisnis dan Layanan Bisnis
3 Diskusi setelah menonton video, guru memberikan tugas untuk melakukan observasi
dilingkungan belajar
4 Peserta didik diberikan sebuah studi kasus tentang layanan bisnis, lalu menganalisisnya dari
berbagai sudut pandang ( jenis layanan bisnis, prosedur layanan bisnis)

MODUL AJAR KELAS X SMK 8


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

5 Guru membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk dikerjakan secara Kelompok
melalui grup WA/e-learning/Google Classroom dan diarahkan untuk mengerjakan LKPD
Peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKPD yang
diberikan
6 Peserta didik menyajikan hasil analisisnya didepan kelas/zoom untuk didiskusikan secara
bersama-sama dengan semua peserta didik lainnya dengan dibimbing oleh guru
7 Guru menanyakan tentang pemahaman materi yang telah dipelajari
8 Guru memberikan evaluasi dalam bentuk whatsapp/google clasroom/ e-learning
Penutup (30 Menit)
1 Refleksi belajar: Guru meminta peserta didik untuk mengisi lembar pengenalan diri
2 Guru membimbing peserta didik dalam merangkum materi yang telah dipelajari dengan
mengacu pada indicator pencapaian kompetensi.
Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran melalui grup
whatsapp/Google classroom/e-learning.
Guru menginformasikan pembelajaran berikutnya melalui grup whatsapp atau aplikasi daring
lainnya.
3 Pengayaan: tugas menulis narasi singkat tentang Jenis Bisnis dan Layanan Bisnis

Pertemuan 3 : 6 JP x 45 Menit
Konsep K3 Perkantoran
Pendahuluan (30 Menit)
1 Guru berkomunikasi dengan peserta didik melalui grup whatsapp untuk segera masuk ke
aplikasi zoom, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi zoom, mengucapkan salam
pembuka dan berdo’a untuk memulai pembelajaran.
2 Peserta didik menyiapkan diri, kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh ketua kelas
3 Guru menanyakan kabar tentang kesehatan peserta didik, mengingatkan untuk senantiasa
menjaga kebersihan dan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari
4 Guru berkomunikasi dengan peserta didik melalui grup whatsapp untuk segera masuk ke
aplikasi zoom, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi zoom, mengucapkan salam
pembuka dan berdo’a untuk memulai pembelajaran.
5 guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik memahami pentingnya
keterampilan sofskill bagi seorang yang bekerja di bidang manajemen dan layanan bisnis
dengan melakukan apersepsi melalui pengamatan gambar
Inti (180 Menit)
1 Peserta didik mengamati video Pembelajaran Konsep K3 perkantoran
2 Guru meminta peserta didik mencari informasi mengenai Konsep K3 Perkantoran
3 Diskusi setelah menonton video, guru memberikan tugas untuk melakukan observasi
dilingkungan belajar
4 Guru membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk dikerjakan secara Kelompok
melalui whatsapp/google classroom/ e-learning dan diarahkan untuk mengerjakan LKPD
Peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKPD yang
diberikan

MODUL AJAR KELAS X SMK 9


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

5 Setiap peserta didik mengirim laporan hasil kerja kepada guru di grup whatsapp/google
classroom/ e-learning
6 Guru menampilkan hasil kerja melalui fitur presentasi
7 Secara bergantian peserta didik mempresentasikan hasil kerja yang telah dibuat secara online
melalui video conference (gmeet/zoom)
8 Guru menanyakan tentang pemahaman materi yang telah dipelajari
9 Guru memberikan evaluasi dalam grup whatsapp/google classroom/ e-learning
Penutup (30 Menit)
1 Refleksi belajar: Guru meminta peserta didik untuk mengisi lembar pengenalan diri
2 Guru membimbing peserta didik dalam merangkum materi yang telah dipelajari dengan
mengacu pada indicator pencapaian kompetensi.
Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran melalui grup
whatsapp/Google classroom/e-learning.
Guru menginformasikan pembelajaran berikutnya melalui grup whatsapp atau aplikasi daring
lainnya.
3 Pengayaan: tugas menulis narasi singkat tentang Konsep K3 Perkantoran

Pertemuan 4 : 6 JP x 45 Menit
Konsep 5R di Tempat Kerja
Pendahuluan (30 Menit)
1 Guru berkomunikasi dengan peserta didik melalui grup whatsapp untuk segera masuk ke
aplikasi zoom/google classroom/e-learning, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi
tersebut, mengucapkan salam pembuka dan berdo’a untuk memulai pembelajaran.
2 Peserta didik menyiapkan diri, kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh ketua kelas
3 Guru menanyakan kabar tentang kesehatan peserta didik, mengingatkan untuk senantiasa
menjaga kebersihan dan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat dan asesmen yang digunakan dan
menyampaikan bahwa tujuan belajar pada sesi ini adalah belajar mengenai konsep 5R di
Tempat Kerja
5 Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik memahami pentingnya
keterampilan sofskill bagi seorang yang bekerja di bidang manajemen dan layanan bisnis
dengan melakukan apersepsi melalui pengamatan gambar
Inti (180 Menit)
1 Peserta didik mengamati video Pembelajaran tentang penerapan 5R di Tempat Kerja
2 Guru meminta peserta didik diminta membuat pertanyaan untuk mengemukakan simbol/
slogan 5R di Tempat Kerja
3 Guru mengajak peserta didik untuk berdiskusi merencanakan sebuah project membuat poster
simbol/ slogan 5R ditempat kerja
Guru memberikan penugasan berupa project Membuat poster simbol /slogan 5R ditempat
kerja
4 Guru membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk dikerjakan secara Kelompok
melalui whatsapp/google classroom/ e-learning dan diarahkan untuk mengerjakan LKPD
Peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKPD yang
diberikan

MODUL AJAR KELAS X SMK 10


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

5 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang penerapan simbol /slogan 5R ditempat kerja
dari berbagai sumber
6 Peserta didik mengasosiasi informasi yang diperoleh, sehingga dapat membuat rancangan
project membuat simbol/slogan 5R ditempat kerja secara kolaboratif
7 Guru menyampaikan jadwal penyelesaian project
8 Guru memfasilitasi dan memonitor peserta didik dalam melaksanakan rancangan project yang
telah dibuat
9 Peserta didik mempresentasikan didepan kelas atau melalui zoom hasil rancangan pembuatan
simbol/slogan 5R di tempat kerja dan mempublikasikan hasil karyanya
Penutup (30 Menit)
1 Refleksi belajar : Guru meminta peserta didik untuk mengisi lembar pengenalan diri
2 Guru membimbing peserta didik dalam merangkum materi yang telah dipelajari dengan
mengacu pada indicator pencapaian kompetensi.
3 Pengayaan : tugas menulis narasi singkat tentang Konsep penerapan 5R di Tempat Kerja

PENILAIAN PEMBELAJARAN (ASSESMENT)


Tertulis Performa Sikap
Menggunakan ujian online Dengan Teknik observasi Disiplin (Dapat dilihat dari
yang sudah disiapkan guru guru mengamati kinerja timestamp saat mulai
dengan google classroom sebagai aspek keterampilan mengerjakan)
peserta didik Dilihat dari ▪ Kerja keras dan Tanggung
hasil Jawab (Dapat dilihat dari
pekerjaan dan kelengkapan dalam
kelengkapannya mengerjakan soal

Asesmen Diagnostik
1. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
Gaya belajar, karakter dan minat peserta didik
Berilah skor 1 bila jawabanmu “YA” dan 0 bila “TIDAK” pada kotak dibawah ini!

2. Asesmen Diagnostik Kognitif


Untuk memperjelas pemahaman terhadap konsep manajemen
perkantoran dan layanan bisnis serta pehaman terhadap penerapan
konsep K3 dan 5R dilingkungan kantor maka perlu lakukan terlebih
dahulu asesmen mandiri sebagai berikut :

Menjawab dengan jujur dari pernyataan berikut dengan memberi


tanda ceklis pada kolom benar atau salah

MODUL AJAR KELAS X SMK 11


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

No Pernyataan Ya Tidak
1. Saya lebih suka banyak ilustrasi (gambar-gambar) saat belajar
2. Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan bantak ilustrasi
gambar
3. Saya sangat menyukai obyek yang warna warni
4. Saya sering mengantuk dan susah focus kalau guru menerangkan
atau berbicara
5. Saya lebih mudah mengingat materi tayangan film dari pada
penjelasan guru
6. Saya lebih mudah mengingat dari penjelasan atau pemapaparan
guru
7. Saya lebih mudah hafal apabila diucapkan berulangkali
8. Saya lebih nyaman melafalkan dengan keras saat belajar
9. Saya merasa asik kalau mendengarkan orang yang sedang
berbicara
10. Saya lebih suka mendengarkan rekaman daripada membaca buku
teks
11. Bongkar pasang peralatan adalah kegemaranku
12. Saya lebih menyukai pembelajaran yang banyak melibatkan gerak
badan
13. Saya kurang suka diam lama dikit
14. Saya lebih suka banyak gerak mesti saat belajar
15. Saya lebih mudah belajar melalui praktik daripada mendengarkan
No Pernyataan Benar Salah
1. Area bagi seorang salles roti dalam penjualan
keliling setiap harinya sama, maka kantor penjual
roti tersebut adalah wilayah atau area yang
dikunjungi setiap hari.
2. Seorang pelanggan yang melakukan pembayaran
secara m-banking dalam setiap transaksi
merupakan jenis layanan pelanggan livechat.
3. Pelanggan yang akan membayar rekening tagihan
telepon melalui mesin ATM merupakan jenis
layanan self-service
4. Setelah barang belanja diambil maka akan
dilakukan transaksi pembayaran di bagian kasir.
Sering kita lihat dibelakang monitor menunjukkan
gambar emon yang dapat dipilih oleh pembeli
setelah pembayaran dilakukan. Contoh penilaian
terhadap pelayanan pembeli dalam hal ini
dinamakan komentar pembeli
5. Setelah kita melakukan transaksi menggunakan
aplikasi, sering kita harus memberikan kualitas
layanan berupa bintang 1 sampai dengan bintang 5
maka jenis umpan balik pelanggan akan

MODUL AJAR KELAS X SMK 12


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

berdampak pada kebijakan organisasi


6. Apabila kita akan melakukan pembelian tanah
maka setelah transaksi pembayaran akan
dilakukan pemindahan nama pemilik yang
dilakukan oleh kantor notaries. Kantor tersebut,
menurut jenis aktifitas bisnisnya tergolong bisnis
jasa.
7. Tempat rekrasi yang kadang dikunjungi menurut
jenis usaha jasa tergolong jasa rekreasi
8. Dapat menciptakan peluang usaha sendiri
merupakan manfaat bisnis

3. Asesmen Formatif
Menilai lembar kerja peserta didik (melalui diskusi) dan observasi saat
diskusi
a. LKPD 1 Observasi Kantor di Lingkungan Belajar
b. LKPD 2 Observasi Layanan Bisnis
c. LKPD 3 Jelajah Internet tentang peralatan dan sarana K3

4. Asesmen Sumatif
A. Pilihan Ganda
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih jawaban yang dianggap
paling tepat !
1. Mengajak teman atau orang lain dalam penyelesaian tugas
kelompok merupakan contoh dari fungsi manajemen….
A. Planning
B. Organizing
C. Actuating
D. Reporting
E. Bugeting
2. Setelah tugas pekerjaan selesai dikerjakan maka akan dilanjutkan
dengan perumusan kesimpulan untuk dilaporkan atau
dipresentasikan, maka tindakan ini merupakan fungsi manajemen...
A. Actuating
B. Coordinating
C. Controlling
D. Reporting
E. comunicating
3. Tempat kerja yang digunakan setiap hari akan tersa lebih nyaman
apabila terlihat bersih dan rapi. Tempat kerja seperti itu dapat
diartikan dalam definisi kantor secara…
A. Dinamis
B. Statis
C. Nyata
D. Online
E. Dalam arti sempit
4. Jika dalam pelayanan informasi dilakukan secara terpusat atau
terdapat bagian tersendiri, sedangkan untuk peayanan bidang

MODUL AJAR KELAS X SMK 13


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

pemasaran, pergudangan, keuangan dan kepegawaian ada pada


bagian tersendiri maka organisasi tersebut menganut asas..
A. Sentralisasi
B. Desentralisasi
C. Dekonsentrasi
D. Dekonsetralisasi
E. Devisi
5. Apabila kita memiliki usaha sendiri maka kita akan dapat menjadi
bos untuk diri sendiri, hal ini merupakan…
A. Tujuan bisnis
B. Manfaat bisnis
C. Karakteristik bisnis
D. Kegunaan bisnis
E. Manajemen bisnis
6. Jika dalam pelayanan informasi dilakukan secara terpusat atau
terdapat bagian tersendiri, sedangkan untuk pelayanan bidang
pemasaran, pergudangan, keuangan dan kepegawaian ada pada
bagian tersendiri maka organisasi tersebut menganut asas…
A. Sentralisasi
B. Desentralisasi
C. Dekonsentrasi
D. Dekonsetralisasi
E. Devisi
7. Apabila kita memasuki kantor layanan konsumen di PT Telkom kita
selalu menerima nomor antrian untuk proses pelayanannya. Jenis
pelayanan ini termasuk …
A. Layanan pelanggan melalui telepon
B. Layanan pelanggan berjalan
C. Layanan pelanggan melalui livechat
D. Layanan self service
E. Layanan pelanggan melalui komunitas
8. PT Bank Mandiri atau Perusahaan perbankkan merupakan jenisbisnis
berdasarkan aktivitasnya tergolong…
A. Bisnis ekstraktif
B. Bisnis Agraris
C. Bisnis Industri
D. Bisnis jasa
E. Bisnis Perdaganan
9. Apabila kita memiliki usaha sendiri maka kita akan dapat
menjadi bos untuk diri sendiri, hal ini merupakan…
A. Tujuan bisnis
B. Manfaat bisnis
C. Karakteristik bisnis
D. Kegunaan bisnis
E. Manajemen bisnis
10. Ketersediaan dokter dalam sebuah perusahaan merupakan
salahsatu bentuk program K3 untuk mewujudkan kinerja yang lebih
baik dan aman bagi karyawan. Program tersebut merupakan
standar K3 perkantoran …
A. Keselamatan kerja
B. Kesehatan kerja
C. Kesehatan lingkungan hidup
D. Kesehatan lingkungan kantor

MODUL AJAR KELAS X SMK 14


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

E. Ergonomic kantor
11. Membawa barang dengan tumpukan yang cukup tinggi perlu alat
bantu berupa troli, untuk itu jalan yang harus dilalui apabila barang
harus dibawa ke lantai dua menggunakan…
A. Tangga
B. Tangga berjalan
C. Eskalator
D. Lift
E. Gantungan
12. Meletakkan pensil ke dalam tempat diatas meja kerja sebaiknya
unjung menghadap kebawah atau masuk dalam wadah. Hal ini
merupakan salah satu prosedur kerja perkantoran…
A. Kerja sehat
B. Kerja aman
C. Kerja selamat
D. Kerja baik
E. Kerja rapi
13. Di jalan raya kadang kita bertemu atau berpapasan denganmobil
ambulance yang menyalakan alarmnya. Jenis kendaraan tersebut
secara etika dijalan membutuhkan perhatian pengguna jalan lain
untuk memberi jalan pada mobil ambulance. Alarm pada mobil
ambulance merupakan jenis sarana penanganan kondisi darurat
jalan yang tergolong….
A. Sistem Proteksi kebakaran
B. Sitem peringatan bahaya
C. Tatacara penanggulangan kebakaran
D. Manajemen darurat
E. P3K
14. Setiap kali kita akan bekerja tempat kerja harus dicek dan dibersihkan
salah satunya memisahkan barang yang masih dipakai dan yang tidak
dipakai untuk selanjutnya yang tidak terpakai dan harus disingkirkan
kita buang atau disimpan. Prilaku seperti itu termasuk prinsip 5R …
A. Rapi
B. Ringkas
C. Rawat
D. Resik
E. Rajin
15. Prinsip 5R yang dilakukan secara konsisten akan berdampakpada
awetnya peralatan atau mesin-mesin kantor sehingga biaya yang
dikeluarkan untuk perbaikan dapat ditekan dan dapatdigunakan
untuk pemenuhan kebutuhan lain. Prinsip yang dimaksud adalah…
A. Rapi
B. Ringkas
C. Rawat
D. Rajin
E. Resik

PENGAYAAN dan REMEDIAL

MODUL AJAR KELAS X SMK 15


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Lakukan pembelajaran mandiri untuk menambah wawasan tentang konsep


manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Baca dengan teliti artikel berikut
yang diambil dari [Link] ditulis oleh Faidah Umu Safuroh
diunggah pada Rabu, 03 Maret 2021.

Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Kemnaker Minta


Perusahaan Tingkatkan K3 Jakarta -

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan


Kementerian Ketenagakerjaan terus mengingatkan para erusahaan untuk
mengoptimalkan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja. Upaya
tersebut bertujuan untuk meningkatkan perlindungan pekerja.

"Upaya pelaksanaan K3 yang serius bertujuan menghindari terjadinya kecelakaan


dan penyakit akibat kerja, sehingga terciptalah tempat kerja yang aman,
nyaman, sehat dan tercapai produktivitas yang tinggi," kata Anwar dalam
keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Anwar mengatakan pihaknya mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan


puncak penerimaan penghargaan WISCA 2021 yang diselenggarakan World
Safety Organization (WSO) perwakilan Indonesia. Menurutnya, acara seperti
sangat penting dalam rangka memberikan apresiasi kepada perusahaan-
perusahaan yang menerapkan program budaya Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) di perusahaan masing-masing.

"Dengan adanya kegiatan semacam ini tentunya akan mendorong


terciptanya Indonesia Berbudaya Keselamatan kerja di tingkat dunia dan
menekan angka kecelakaan kerja di perusahaan," katanya.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada 2018 telah terjadi kecelakaan


di tempat kerja sebanyak 114.148 kasus dan pada 2019 terdapat 77.295
kasus.

"Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan yang terjadi di


tempat kerja sebesar 33,05%. Namun jika kita bandingkan dengan 2020
mencapai 177.000 kasus, artinya terjadi kenaikan sejumlah 62.852 kasus
kecelakaan kerja," ujar Anwar.

Berdasarkan data tersebut, kecelakaan di Indonesia dipengaruhi oleh aspek


manusia baik berupa tindakan tidak aman (unsafe act) maupun kondisi tidak
aman (unsafe condition). Kecelakaan tidak hanya menyebabkan kematian,
kerugian materi moril, dan kerusakan lingkungan namun juga mempengaruhi
produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

MODUL AJAR KELAS X SMK 16


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

"Kecelakaan kerja juga mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia dan


Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Dia menuturkan dahulu Kemnaker telah membangun pondasi pentingnya


penerapan budaya K3 yaitu melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja. Lembaga atau perusahaan yang menerapkan
budaya K3 yang baik akan menurunkan angka kecelakaan kerja, yang pada
akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja.

"Oleh karena itu perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan baik dari
serikat pekerja, pengusaha, pekerja maupun masyarakat agar terus
meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3). K3 bukan penghambat investasi, justru K3 adalah
penjaga investasi karena pelaksanaan K3 adalah soal nyawa dan kesehatan
manusia serta keberlangsungan berusaha, K3 adalah prioritas," jelasnya.

Dalam K3, kata Anwar, ada teori yang menjelaskan untuk terciptanya K3
unggul mensyaratkan tiga hal. Pertama, komitmen dan kepemimpinan
manajemen. Kedua, keterlibatan pekerja atau buruh. Ketiga tersedianya
akses untuk masukan kritik dan saran untuk perbaikan K3.

"Untuk itu, kami mengajak semua pihak untuk terus menggelorakan K3 agar
dapat terlaksana secara efektif dan efisien di semua tempat. Kerja sama dan
koordinasi yang baik ini harus terus kita tingkatkan dalam memotivasi
pelaksanaan K3 di tempat masing-masing sesuai kewenangan masing-
masing," tutur Anwar.

REFLEKSI
a. Refleksi Guru

Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar


dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan oleh guru untuk peserta didik dan
mengekspresikan kesan konstruktif, pesan, harapan dan kritik terhadap
pembelajaran yang diterima, Guru
MODUL AJAR KELAS X SMK 17
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

dapat mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, dengan minta pendapat


tentang cara mengajar, suasana pembelajaran,pemahaman
[Link] meminta kritik dan saran kepada peserta didik
terhadap pembelajaran dan [Link] ini dapat dilakukan menjelang
pembelajaran berakhir sehingga tidak menggangu pembelajaran.

b. Refleksi Peserta Didik


Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna untuk kalian,
yuk sejenak berefleksi tentang aktivitas pembelajaran kali ini.
Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya
sesuai dengan perasaan kalian ketika mengerjakan suplemen bahan
materi ini!
Bubuhkanlah tanda centang (v) pada salah satu gambar yang dapat
mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini!

Setelah mempelajari materi diatas dan melakukan kegiatan observasi


dilapangan maka deskripsikan apa yang telah Kalian dapatkan dengan
panduan pertaanyaan berikut:

1. Apakah yang Kalian ketahui tentang Manejemen Perkantoran dan


Layanan bisnis?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_______________
2. enis Bisnis apa yang telah Kalian amati dalam pembelajaran
ini, dan klasifikasikan menurut jenisnya!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________

MODUL AJAR KELAS X SMK 18


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_______________

3. Berikan contoh kegiatan yang telah Kalian lakukan dalam


mengerjakan tugas observasi mengenai sikap pada saat memasuki
ruang kantor dan bagaimana sikap petugas yang melayani kalian
dikantor terebut.
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
______________

4. Bagaimana perasaan kalian saat memasuki suatu lingkungan/kantor


yang baru belum pernak Kalian kunjungi?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_______________

5. Untuk dapat dikenal dan mengenal banyak orang kita dituntut untuk
memiliki sikap terbuka, menurut Kalian sikap terbuka itu sikap yang
bagaimana dan upaya apa yang dapat kalian lakukan untuk memiliki
sikap terbuka.
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_______________

LAMPIRAN
MODUL AJAR KELAS X SMK 19
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

LEMBAR KERJA PRAKTIK


Lembar Kerja Peserta Didik ini ditujukan untuk siswa (bukan guru), dan
dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada
siswa ,Termasuk lembar kerja untuk siswa non-reguler.

IDENTITAS MATA PELAJARAN


Satuan Pendidikan : SMKN 12 Pandeglang
Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Program Keahlian : Manajemen Perkantoran dan Layanan
Mata Pelajaran Bisnis
: Dasar-dasar Manajemen Perkantoran
dan
Kelas
Layanan Bisnis
Fase
:X
Guru/Fasilitator
:E
Tahun Pelajaran
: OVI NOVIANI, S.E
Alokasi Waktu
: 2025-2026
: 6 Jam Pelajaran x 4 Minggu

ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBEMBELAJARAN

Elemen Capaian Pembelajaran


Proses bisnis Pada akhir fase E peserta didik mampu
manajemen menjelaskan
perkantoran dan layanan proses bisnis di bidang manajemen
bisnis perkantoran dan
layanan bisnis, tahapan fungsi
di dunia kerja manajemen
(perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan,
dan
pengendalian) dalam lingkup pekerjaan kantor,
serta
pengenalan rantai pasok (supply chain)
dalam
layanan pengelolaan barang berbasis K3
industri dan
5R.
TUJUAN PEMBELAJARAN

MODUL AJAR KELAS X SMK 20


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

1. Mendeskripsikan proses bisnis Manajemen Perkantoran dan


Layanan Bisnis (MPLB)
2. Mengidentifikasi jenis layanan bisnis.
3. Mendeskripsikan tujuan dan manfaat bisnis.
4. Mendeskripsikan karakteristik layanan bisnis dibidang MPLB.
5. Menerapkan konsep K3 di tempat kerja/belajar
6. Menerapkan konsep 5R di tempat kerja/belajar

PETUNJUK KERJA
Untuk membantu anda dalam menguasai kemampuan di atas, LKPD ini dibagi
menjadi LKPD sebagai berikut:
1. LKPD 1 Observasi Kantor di Lingkungan Belajar
2. LKPD 2 Observasi Layanan Bisnis
3. LKPD 3 Jelajah Internet tentang peralatan dan sarana K3
4. LKPD 4 UJI PRAKTIK
5. LKPD 5 Pembuatan Poster 5R

Anda dapat menggunakan LDPD ini secara berurutan. Jangan memaksakan diri
sebelum benar-benar menguasai bagian demi bagian dalam LKPD ini, karena
masing-masing saling berkaitan.

Lembar Kerja Peserta Didik 1


Observasi kantor dilingkungan belajar.

MODUL AJAR KELAS X SMK 21


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Langkah kerja:
1. Bentuk kelompok kerja terdiri dari 4 orang.
2. Lakukan koordinasi untuk menentukan rencana dan pembagian tugas
pelaksanaan project. Hal yang dikoordinasikan meliputi:
a. Pembagian tugas kelompok terdiri dari ketua, sekretaris, dan 2 anggota.
b. Diskusikan rencana observasi dengan memilih tempat /kantor / unit kerja
sebagai object observasi .
c. Membuat daftar pertanyaan atau caklis yang akan digunakan untuk
observasi untuk mengetahui
a. Identitas keberadaan kantor/ unit kerja
b. Kerangka kepengurusan kantor (struktur Organisasi)
c. Fungsi-fungsi bagian dalam pelayanan kantor
3. Lakukan observasi sesuai rencana kerja kelompok
4. Diskusikan hasil observasi.
Dari hasil diskusi akan dapat menyimpulkan bagian apa saja yang
melaksanakan fungsi-fungsi kantor dan jenis asas manajemen perkantoran
apa yang diterapkan pada kantor tersebut
5. Presentasikan hasil observasi di depan kelas/secara online

Lembar Kerja Peserta Didik 1


Pembagian Tugas Kelas : X MPLB 1 /2 /3 /4 /5
:
………………………………………
Ketua …………….. Objek Observasi
:
Sekretar ………………………………………
is ……………..
:
………………………………………
Anggota ……………..
: Tanggal Observasi
………………………………………
:
………………………………………
……………..

MODUL AJAR KELAS X SMK 22


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Diskusikan dan susunlah Kesimpulan Hasil


Pertanyaan Observasi
Untuk
a. Identitas keberadaan kantor/ unit kerja

b. Kerangka kepengurusan kantor (struktur


Organisasi)

c. Fungsi-fungsi bagian dalam pelayanan kantor

Kesimpulan
bagian apa saja yang melaksanakan fungsi-fungsi kantor dan jenis
asas manajemen perkantoran apa yang diterapkan pada kantor
tersebut !

MODUL AJAR KELAS X SMK 23


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Dokumentasi
Foto 1 Foto 2

Foto 3 Foto 4

Lembar Kerja Peserta Didik 2


Observasi Layanan Bisnis

Tujuan Tugas 2 adalah memahami jenis bisnis dan layanan bisnis yang ada
disekitar
sekolah/ tempat tingga.
Langkah kerja:
1. Bentuk kelompok kerja terdiri dari 4 orang
2. Lakukan koordinasi untuk menentukan rencana dan pembagian tugas
pelaksanaan project. Hal yang dikoordinasikan meliputi:

MODUL AJAR KELAS X SMK 24


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

a. Pembagian tugas menjadi ketua, sekretaris, dan 2 anggota.


b. Diskusikan rencana observasi dengan memilih tempat /kantor / unit
kerja sebagai object observasi .
c. Membuat daftar pertanyaan atau caklis yang akan digunakan untuk
observasi untuk mengetahui
 Identitas keberadaan kantor/ unit kerja
 Kerangka kepengurusan kantor (struktur Organisasi)
 Prosedur layanan bisnis
3. Lakukan observasi sesuai rencana kerja kelompok
4. Diskusikan hasil observasi.
Dari hasil diskusi akan dapat menyimpulkan jenis layanan apa yang
diberikan klasikasikan menurut jenisnya, bagaimana prosedurnya, tindakan
apa yang menjadi ukuran dari kepuasan pelanggan.
5. Presentasikan hasil observasi di depan kelas/secara online

Lembar Kerja Peserta Didik 2


Pembagian Tugas Kelas : X MPLB 1 /2 /3 /4 /5
:
………………………………………
Ketua …………….. Objek Observasi
:
Sekretar ………………………………………
is ……………..
:
………………………………………
Anggota ……………..
:
………………………………………
…………….. Tanggal Observasi
:
………………………………………
……………..

Diskusikan dan susunlah


Pertanyaan Kesimpulan Hasil Observasi
Untuk
d. Kerangka kepengurusan kantor
(struktur Organisasi)
MODUL AJAR KELAS X SMK 25
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

e. Prosedur layanan bisnis

Kesimpulan
jenis layanan apa yang diberikan klasikasikan menurut jenisnya, bagaimana
prosedurnya, tindakan
apa yang menjadi ukuran dari kepuasan pelanggan.

Dokumentasi
Foto 1 Foto 2

MODUL AJAR KELAS X SMK 26


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Foto 3 Foto 4

Lembar Kerja Peserta Didik 3


Jelajah Internet

Tujuan LKPD 3 adalah memahami berbagai peralatan dan sarana K3


perkantoran
Langkah kerja:
1. Bentuk kelompok kerja terdiri dari 4 orang
2. Lakukan pembagian tugas menjadi ketua, sekretaris, dan 2 anggota.
3. Bagi tugas sesuai tema berikut:
 Alat dan sarana K3 di sekolah dilengkapi foto
 Design kesesuaian persyaratan tangga darurat sekolah
 Jenis program P3K di sekolah
 Prosedur penanganan kondisi darurat
4. Lakukan jelajah internet sesuai pembagian tema
5. Diskusikan hasil observasi.
6. Tulislah hasil diskusi sesuai urutan tema diatas.
7. Kumpulkan hasil tulisan kepada pembimbing/guru.

MODUL AJAR KELAS X SMK 27


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Lembar Kerja Peserta Didik 3


Pembagian Tugas Kelas : X MPLB 1 /2 /3 /4 /5
:
………………………………………
Ketua …………….. Objek Observasi
:
Sekretar ………………………………………
is ……………..
:
………………………………………
Anggota ……………..
:
………………………………………
…………….. Tanggal Observasi
:
………………………………………
……………..

Kesimpulan Hasil Jelajah Internet


a. Alat dan sarana K3 di sekolah
dilengkapi foto Sumber HTTP :
MODUL AJAR KELAS X SMK 28
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

b. Design kesesuaian persyaratan tangga


darurat sekolah Sumber HTTP :

c. Jenis program P3K di


sekolah Sumber
HTTP :

d. Prosedur penanganan kondisi


darurat Sumber HTTP :

MODUL AJAR KELAS X SMK 29


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Lembar Kerja Peserta Didik 4


a. Buatlah bagan klasifikasi jenis bisnis
b. Lengkapi kolom keterangan berikut dengan mengisi nama barang dan
kegunaannya serta posisi penempatannya sesuai gambar disamping
kiri
c. Kerjakan Secara Mandiri!
Nama Peserta
Didk :

Kelas :XMPLB1/2/3/4/5

No
. Gambar Keterangan
_____________________________________________
1 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
2 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
MODUL AJAR KELAS X SMK 30
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

3 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
4 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
5 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
6 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________

7 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________

MODUL AJAR KELAS X SMK 31


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________

8 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________
9 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________

10 _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
__________________________________________

MODUL AJAR KELAS X SMK 32


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Lembar Kerja Peserta Didik 5


Project Pembuatan Poster 5R

Tujuan LKPD 5 adalah memahami budaya kerja 5R ditempat kerja


Langkah kerja :
1. Bentuk kelompok kerja terdiri dari 4 orang
2. Lakukan pembagian tugas menjadi ketua, sekretaris, dan 2 anggota.
3. Membuat jadwal rencana kegiatan
4. Bagi tugas sesuai tema budaya kerja 5R :
 Desain template, Huruf
 Slogan yang digunakan
 Skema warna yang relevan
 Ajakan untuk bertindak.
5. Buatlah Desain Poster 5R ditempat kerja
6. Publikasikan hasil karya pembuatan poster 5R diarea yang strategis

MODUL AJAR KELAS X SMK 33


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS

A. Pengertian Proses Bisnis

Proses bisnis adalah tiap rangkaian aktivitas yang memiliki keterkaitan, serta
saling kerja sama di dalam sebuah organisasi. Tentunya, proses bisnis
tersebut memiliki fungsi untuk membantu dalam mencapai beragam tujuan
dari organisasi itu sendiri yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam menjalankan sebuah proses bisnis yang baik hendaknya memiliki


tujuan, input, output, penggunaan sumber daya yang jelas, punya sejumlah
aktivitas dalam beberapa tahapan, bisa pengaruhi lebih dari satu unit dalam
organisasi, serta dapat menciptakan nilai bagi pelanggan. Bahkan, proses
bisnis yang baik juga perlu memiliki tujuan untuk mengefisienkan dan
meningkatkan produktivitas organisasi.
Menurut Weske (2007)
Proses bisnis adalah kegiatan yang dapat dilakukan baik secara manual
maupun dengan bantuan sistem informasi.
Davenport (1993)

Proses bisnis adalah aktivitas yang terukur dan terstruktur untuk


memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat
di dalamnya penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu
dijalankan di suatu organisasi, tidak seperti fokus dari produk yang berfokus
pada aspek “apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik
dari aktivitas kerja lintas waktu dan ruang, dengan suatu awalan dan
akhiran, dan secara jelas mendefinisikan input dan output.
Contoh Proses Bisnis Perbesar
[Link]
Tujuan: Untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
Peserta: Staf pabrik, staf penjualan.
Input: Pemesanan kembali, pemberitahuan pembuatan, bahan baku.
Output: Barang jadi.
[Link]
MODUL AJAR KELAS X SMK 34
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Tujuan: Untuk menjual barang ke pelanggan dan mengumpulkan


uang dari penjualan.
Peserta: Staf penjualan, pelanggan, staf penagihan, gudang.
Input: Pesanan penjualan.
Output: Faktur, kwitansi, dokumen pengiriman.
3. Pembelian
Tujuan: Untuk mendapatkan barang dari pemasok dan mengelola
stok untuk dijual ke pelanggan dan menghindari kehabisan stok.
Peserta: Staf gudang, staf pembelian, staf penjualan, vendor.
Input: Permintaan pembelian, pemesanan kembali.
Output: Pesanan pembelian.

Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: [Link]/fauxels

Manfaat Proses Bisnis untuk Perusahaan


 Menjadi solusi bagi supaya bisa membantu perusahaan melihat gambaran
bisnis secara menyeluruh (komprehensif) dan realtime.
 Sediakan laporan yang menjelaskan mengenai perusahaan saat ini.
 Memberi nilai kompetitif untuk persaingan bisnis yang semakin kompleks
dalam perkembangan pasar yang berubah dengan cepat.
 Percepat respon perusahaan terhadap tantangan bisnis yang bisa muncul
secara tidak terduga.
 Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melihat peluang bisnis baru
serta pergerakan pesaing.
 Utamakan deteksi sedini mungkin supaya terhindar dari sifat reaktif dari
umumnya perusahaan yang jadi penyebab kontraproduktif.

MODUL AJAR KELAS X SMK 35


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

 Percepat proses penilaian informasi untuk bereaksi dengan cepat serta


akurat terhadap setiap insiden dan masalah.

B. Pengertian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Dalam pemahaman kantor diatas merupakan pengertian kantor secara


sederhana dan dapat dilihat. Namun dalam perkembangannya sekarang ini
kantor dalam bentuk virtual sudah banyak dijumpai disekolah seperti halnya
pembelajaran di googleclass, moodle atau yang lain terlihat dalam contoh
tersebut kantor diartikan dalam bentuk maya atau hanya terlihat melalui
media elektronik rangkaian kegiatan yang dilakukan. Untuk lebih mengerti
tentang pengertian manajemen perkantoran dan layanan bisnis berikut kita
pahami tahap demi tahap.

1. Pengertian Kantor

Kantor menurut etimologi bahasa Inggris “Office” berarti tempat untuk


memberikan pelayanan, ruang tempat bekerja ataupun posisi. Dalam
bahasa Belanda kantor berasal dari kata “Kantoor” yang berarti ruangan
tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Dari pengertian tersebut
kantor dapat diartikan secara dinamis dan secara statis.

Pengertian kantor secara statis menurut Dr. Rasto, [Link] merupakan


tempat kerja, ruang kerja, biro, markas, instansi, badan, perusahaan
maupun tempat untuk menyelenggarakan kegiatan pengumpulan,
pencatatan, pengolahan, penyimpanan serta pendistribusian
data/informasi.

Pengertian kantor secara dinamis yakni proses-proses dalam


penyelenggaraan kegiatan seperti seperti pengumpulan, pencatatan,
pengolahan, penyimpanan maupun pendistribusian data. Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa arti kantor secara fisik merupakan
bangunan, ruang atau tempat kerja, sedangkan secara dinamis diartikan
sebagai proses kegiatan yang dilakukan didalam ruang, tempat kerja.

Dalam pengertian kantor secara dinamis inilah, maka manajemen merupakan


hal penting untuk mengarhkan, menggerakkan dan mengendalikan setiap
unsur dalam sebuah kantor tersebut. Tugas manajemen adalah menetapkan
tujuan organisasi dan berupaya untuk mencapainya. Dengan demikian sebuah
organisasi harus memehami
MODUL AJAR KELAS X SMK 36
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

tujuan yang jelas dan membuat sebuah system untuk mencapai tujuan
secara efisien dan efektif.

Menurut Rao M.E.T (2000:77) Istilah system berasal dari konsep


“systematic” yang mengacu pada pendekatan yang terorganisasi dan
teratur untuk memecahkan masalah. Dalam konsep manajemen
perkantoran, system dapat dianggap sebagai pendekatan yang
direncanakan untuk suatu kegiatan dalam upaya mencapai tujuan.

Dengan demikian system akan menjadikan sebuah layanan atau kegiatan


pada suatu organisasi, perusahaan atau kantor menjadi jelas. Sebagai
contoh layanan bidang jasa tranportasi online, untuk mendapatkan
pelayanan calon konsumen harus memiliki syarat aplikasi di smartphone
miliknya. Melalui aplikasi tersebut akan terlihat mekanisme atau prosedur
layanan sampai pada umpan balik layanan itu diterima oleh konsumen.
Umpan balik ini merupakan hasil evaluasi bagaimana sebuah system
dalam pelayanan jasa transportasi itu diterima dan dirasakan oleh
konsumen.

2. Fungsi Kantor

Sebagai sebuah sistem dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan,


kantor berperan penting dalam pencapaian tujuan dalam suatu organisasi,
instansi, atau perusahaan. Oleh karena itu peranan kantor dalam layanan
bisnis sangat penting guna mencapai tujuan untuk menyelenggarakan
kegiatan setiap harinya. Fungsi kantor menurut Sumathy [Link] al (2011: 3)
dibedakan menjadi fungsi rutin atau fungsi pokok, dan fungsi penunjang
atau fungsi administrative. Sedangkan Balachandran V (1009:2-4)
membedakan fungsi kantor kedalam fungsi pokok dan fungsi tambahan.
Dari kedua pendapat tersebut, maka fungsi kantor dapat dibedakan
menjadi dua yaitu fungsi utama dan fungsi pendukung.

a. fungsi utama kantor menurut Rao, Sumathy, V. et al (2011:2-3) terdiri


dari:
1) Menerima Informasi

Informasi yang diterima berasal dari dua sumber yakni sumber


internal dan eksternal. Sumber internal diperoleh dari unit-unit kerja
yang ada didalam organisasi (kantor), sedangkan sumber informasi
eksternal diterima dari luar organisasi seperti pelanggan, pemasok,
pemerintah, investor dan perusahaan lain. Informasi yang diterima
dapat berupa dalam berbagai bentuk seperti surat, laporan, pesan
telepon, facsimile, e-mail, surat kabar, perundangan yang berlaku.

MODUL AJAR KELAS X SMK 37


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

2) Merekam informasi.

Informasi dari berbagai sumber dan dalam berbagai bentuk


diterima, maka fungsi selanjutnya adalah merekam informasi.
Langkah pertama merekam informasi adalah menyortir
informasikedalam kategori atau kelompok tertentu. Seperti
informasi mengenai pesanan dicatat secara manual maupun
elektronik kedalam bagian pesanan atau informasi mengenai urusan
keuangan dicatat dalam bagian keuangan dan lain sebaginya.

Pencatatan dilakukan melalui system computer akan memudahkan


pegawai dalam mengidentifikasi dan mencari informasi dengan
cepat. Rekaman informasi harus dijamin ketersediaannya, sehingga
akan memudahkan dalam pencarian untuk memenuhi data yang
dibutuhkan.
3) Mengolah informasi.

Untuk menjadi sebuah informasi yang siap digunakan,


data/informasi harus dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu.
Untuk itu perusahaan/kantor perlu melibatkan staf terlatih dan
terdidik dalam mengolah data tersebut secara sistematis. Hasil
pengolahan informasi dapat berupa laporan keuangan, laporan
statistic, laporan biaya dan jenis laporan lain yang berkaitan dengan
jenis usaha yang dijalankan.
4) Mendistribusikan Informasi.

Informasi yang telah diolah dan telah menjadi informasi yang siap
digunakan, selanjutnya informasi tersebut didistribusikan kepada
pihak-pihak yang membutuhkan. Pendistribusian informasi tersebut
dapat dilakukan menggunakan komunikasi.

b. Fungsi pendukung

Pada prinsipnya fungsi pendukung kantor merupakan aktivitas kantor


yang memfasilitasi kinerja fungsi utama kantor. Fungsi pendukung
kantor menurut Rasto (2015:11) memaparkan sebagai berikut.
1) Melaksanakan fungsi manajemen.

Setiap pekerjaan selalu dilakukan dengan merencanakan,


melaksanakan dan mengevaluasi. Hal ini dilakukan agar pencapaian
tujuan kegiatan tersebut akan berjalan dengan baik. Berhasil
tidaknya sebuah kegiatan akan selalu dilakukan evaluasi, sehingga
pelaksananaan kegiatan berikutnya akan menjadi lebih efektif dan
efisien.
2) Merancang system dan prosedur kantor.
MODUL AJAR KELAS X SMK 38
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Sebuah system merupakan kelompok bagian yang saling terkait


bergantung satu dengan yang lain dalam operasinya secara
berurutan berdasarkan rencana yang telah ditentukan untuk
mencapai tujuan perusahaan. Prosedur adalah serangkaian langkah
untuk melakukan tugas sesuai dengan system yang ditentukan.
Setiap system harus dipecah menjadi beberapa bagian untuk
menentukan prosedur tertentu. Dalam setiap prosedur yang dbuat
selalu memeperhatikan sarana dan prasana yang dibutuhkan.
3) Mengendalikan Formulir kantor.

Formulir merupakan sarana penting dalam mencapai kinerja kantor


lebih sistematis dan cepat. Kantor modern menggunakan system
formulir dengan menekan dokumen manual atau menggunakan
aplikasi formulir. Formulir merupakan catatan standar yang
digunakan untuk mengumpulkan data/informasi untuk tujuan
referensi. Sebuah formulir dirancang dengan baik atas dasar
kebutuhan perusahaan/organisasi, agar data/informasi memberi
manfaat yang maksimal.
4) Mengendalikan karyawan kantor

Karyawan kantor merupakan bagian dari proses manajemen secara


umum, Namun dalam mencapai efisiensi kantor karyawan harus dipilih,
dilatih dan ditugaskan melalui penilaian yang tepat. Oleh karena itu
evaluasi terhadap karyawan harus selalu dilakukan setiap waktu untuk
mencapai kinerja puncak.
5) Menjamin ketersediaan Alat tulis kantor.

Alat tulis kantor merupakan sarana penting dalam pekerjaan kantor,


untuk itu kantor harus mampu mengendalikan ketersediaan alat
tulis. Upaya yang dilakukan dalam pengendalian ATK melalui
prosedur pembelian, penggunaan, pengeluaran barang, dan
penyimpanannya.
6) Menjamin ketersediaan peralatan, furniture dan mesin kantor.

Kantor memiliki tugas penunjang dalam menjamin ketersediaan


peralatan, furniture dan mesin kantor yang memadai. Hal ini berarti
kebutuhan akan peralatan, furniture dan mesin kantor merupakan
kebutuhan yang benar-benar sesuai dengan pekerjaan kantor.
7) Menjamin keamanan asset.

Aset merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan/ organisasi.


Aset dapat berupa asset bergerak dan asset tidak bergerak. Kantor
harus menjamin keamanan asset tersebut dari kehilangan,
kerusakan akibat pencurian, kebakaran, karena dapat berpengaruh
terhadap produktivitas karyawan.

MODUL AJAR KELAS X SMK 39


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

8) Melaksanakan hubungan masyarakat.


Hubungan masyarakat oleh sebuah perusahaan atau kantor
merupakan hubungan yang bertujuan untuk:
a) Memperoleh informasi mengenai perubahan opini public.
b) Mengkomunikasikan kebijakan, tujuan dan sasaran organisasi
kepada
public.
c) Mengantisipasi realsi dari public terkait tidakan organisasi.
Dengan demikian kantor akan mampu meningkatkan citra
organisasi dimata public.

3. Pengertian Manajemen Perkantoran

Pengertian manajemen perkantoran menurut Rao, M.E.T. adalah


perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian dokumen oleh
administrator dalam suatu organisasi. Gambaran secara utuh suatu
organisasi dapat dilihat dalam struktur organisasi.

Wyle and Brecht mengartikan bahwa manajemen perkantoran merupakan


pemanfaatan dan pengendalian manusia, metode, mesin, dan material
untuk mencapai hasil terbaik, kualitas tinggi, upaya terbaik, waktu
tersingkat, cara yang paling praktis dan dapat diterima oleh manajemen
puncak.

E.C. Eyre mandefinisikan bahwa manajemen kantor berkaitan dengan


penyediaan layanan komunikasi, informasi, dan pengamanan asset.

P.W Betts menyebutkan pengertian manajemen perkantoran untuk


mencapai tujuan yang berhubungan dengan fungsi kantor dalam
menyediakan informasi yang tepat dan jaringan komunikasi untuk semua
bidang dalam organisasi.

Dari berbagai pendapat tentang pengertian manajemen perkantoran


dapat disimpulkan bahwa manajemen perkantoran didefinisikan sebagai
proses merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi aktivitas kantor
dalam menwujudkan kantor sebagai penyedia layanan informasi dan
komunikasi untuk membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif
dan efisien. Pemahaman terhadap aktivitas kantor dalam hal ini merujuk
pada peranan atau fungsi kantor yang terdiri dari fungsi utama dan fungsi
pendukung.

Oleh karena fungsi kantor sebagai penyedia layanan informasi dan


komunikasi, maka dalam penyelenggaraannya harus ditopang oleh tiga
hal berikut.
a. Manajemen informasi yang berkualitas

MODUL AJAR KELAS X SMK 40


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

b. Sistem komunikasi yang efektif


c. Teknologi informasi dan komunikasi yang relevan.
Tiga hal diatas yang merupakan pusat kajian utama dari manajemen
perkantoran adalah informasi.
4. Asas-asas Manajemen Perkantoran

Pengertian azas menurut kamus besar bahasa Indonesia merupakan sesuatu


yang menjadi tumpuan berfikir dan berpendapat. Asas manajemen berarti
dasar yang digunakan dalam manajemen atau pengelolaan suatu usaha atau
organisasi. Semakin besar organisasi akan semakin banyak unit-unit kerja
dalam organisasi tersebut dalam

rangka menjamin pelayanan lebih baik dan optimal. Dalam hubungannya


unit-unit kerja tersebut secara menyeluruh, pengorganisasian pekerjaan
kantor dapat menggunakan asas-asas sebagai berikut:
a. Asas Sentralisasi.
Dilihat dari sebutannya “Sentral” berarti terpusat, maka
kantor/organisasi yang menggunakan asas ini memiliki cirri sebagai
berikut:
1) Semua pekerjaan dipusatkan pada satu bagian tersendiri.
2) Jenis pekerjaan kantor yang terpusat adalah jenis pekerjaan yang
bersifat umum, seperti pekerjaan tata persuratan, pengelolaan
dokumen dan informasi serta jenis pekerjaan yang bersifat
mendukung operasional organisasi lainnya.

3) Karena pengelolaan informasi dilakukan secara terpusat, maka


kerahasiaan informasi akan lebih terjamin.
4) Asas ini cocok digunakan untuk jenis organisasi yang masih kecil dan
sederhana.

5) Tempat atau bagian pelayanan dalam asas ini tidak terpisah dari
gedung atau kantor utama, sehingga pengawasan mudah
dilaksanakan, prosedur kerja mudah diseragamkan.
6) Oleh karena lingkup pengguna asas ini masig kecil, maka beban
kerja dapat dibagi secara merata, dan penggunaan alat dan
perabotnya lebih hemat.

b. Asas Desentralisasi.

Asas desentralisasi merupakan asas yang membagi jenis kegiatan


kantor kedalam beberapa bagian/unit kerja. Masing-masin bagian atau
unit kerja menangani jenis pekerjaan yang berbeda. Contohnya bagian
pemasaran, bagian keuangan, bagian kepewaian, bagian gudang
dalinnya. Oleh karena itu asas ini memiliki ciri sebagai berikut:
MODUL AJAR KELAS X SMK 41
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

1) Cocok digunakan untuk organisasi/kantor yang lebih besar.


2) Pelayanan lebih focus dan detil karena sudah terbagi sesuai
bidang/bagiannya sendiri.
3) Dapat mengurangi penumpukan pekerjaan karena sifat layanan
secara khusus.
4) Karena tidak terjadi penumpukan, maka akan berdampak pada
semakin cepat pelayanan bagi organisasi tersebut.
c. Asas Dekonsentralisasi.

Asas dekonsentralisasi merupakan gabungan dari asas sentralisasi dan


dekonsentralisasi artinya masing-masing asas digunakan untuk
memperoleh efektifitas dan optimalitas dalam pelayanan. Dalam
praktiknya jarang dijumpai penggunaan asas sentralisasi atau
desentralisasi digunakan secara murni. Namun sekalipun kecil organisasi
tetap saja masih menggunakan asas gabungan ini. Hal ini terlihat pada
urusan kantor dan kuangan tetap saja berbeda petugasnya.
5. Pengertian layanan Bisnis

Pelanggan merupakan factor utama dalam layanan bisnis, sehingga dalam


bentuk apapun layanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting
baik untuk skala kecil maupun besar. Pengertian Layanan menurut
Suparlan (200:35) adalah pemberian pertolongan atau bantuan pada
orang lain, baik berupa materi maupun non materi supaya orang tersebut
dapat mengatasi masalahnya sendiri.

Menurut Barata (2003:9) menyebutkan bahwa pelayanan akan terbentuk


karena ada suatu proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia
layanan kepada pihak yang dilayani.

Pengertian Pelayanan menurut Moenir (1992:16) merupakan suratu proses


penenuhan kebutuhan yang melalui aktivitas orang lain secara langsung.
Pelayanan yang diberikan menyangkut segala usaha yang dilakukan
seseorang dalam rangka untuk mencapai tujuan guna memperoleh
kepuasan didalam hal pemenuhan kebutuhan.

Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Layanan bisnis


merupakan proses pemberian layanan kepada pelanggan/konsumen baik
yang bersifat materi maupun non materi untuk pemenuhan kepuasan
pelanggan.
MODUL AJAR KELAS X SMK 42
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen perkantoran dan


layanan bisnis adalah penerapan fungsi manajemen dalam proses
pemberian layanan kepada pelanggan /kolega untuk mencapai kepuasan
pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
C. Jenis Bisnis dan layanan Bisnis

Customer service atau layanan pelanggan dalam perkembangannya


mengalami perubahan yang signifikan. Departemen customer service yang
dulunya dilakukan melalui perjumpaan secara fisik sekarang sudah berubah
menjadi layanan hot line number dan layanan secara online.

1. Jenis layanan Bisnis.


Menurut Hendra Mahyudi dalam tulisannya di laman Weefer menyebutkan
bahwa jenis layanan pelanggan/customer service meliputi:
a. Layanan pelanggan berjalan.

Jenis layanan berjalan merupakan pelayanan terhadap pelanggan yang


dilakukan bertemu langsung secara fisik dengan pelanggan.
Customer/pelanggan harus datang ke kantor customer service(CS) dan
menyampaikan keluhannya atau kebutuhannya. Kadang terjadi antrian
panjang untuk mendapatkan layanan. Jenis layanan ini cukup menyita
waktu.
b. Layanan pelanggan melalui email dan telepon.

Perkembangan bisnis sekarang ini sudah masuk dalam era digitalisasi.


Untuk menghemat biaya dan menerapkan layanan pelanggan virtual,
tren yang sekarang ini digunakan untuk layanan pelanggan adalah
dengan menggunakan layanan call service dan email untuk
memudahkan penyampaian keluhan. Seperti contoh layanan pelanggan
PLN, Telkom dan layanan pembelian online.
c. Layanan pelanggan melalui livechat.

Livechat merupakan jenis layanan yang secara langsung dapat dilakukan


berupa obrolan yang telah dipersonalisasi antara customer dan
departemen layanan (CS). Livechat bisa membuat percakapan dan
keterlibatan secara langsung atau real-time. Pelanggan dengan zona waktu
berbeda tidak perlu menunggu jam kerja untuk menyampaiakan keluhan,
sebab livechat menwarkan aksesibilitas sepanjang waktu. Tools livechat
cukup modern dan lebih akurat karena memiliki kemampuan dalam
memahami konteks pelanggan, baik melalui audio ataupun visual.
Kemampuan livechat dalam bisnis adalah:
1) Bisnis akan selalu bergerak secara online.
MODUL AJAR KELAS X SMK 43
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

2) Dapat menjaga kedekatan dengan pelanggan setiap saat


3) Biaya akan lebih hemat.
4) Tren layanan akan terlihat lebih berkelas.

d. Layanan self-service. Jasa layanan mandiri merupakan departemen


customer service yang memberikan pelayanan lebih instan, ramah dan
akurat, pelanggan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
Keunggulan dari jenis layanan seperti ini dilihat dari pelanggan adalah
solusi terhadap masalah yang dihadapi dapat ditentukan oleh
pelanggan itu sendiri.

Jenis layanan seperti ini dapat diperoleh pada kanal chatbots, FAQ,
artikel berbasis pengetahuan, panduan produk, tutorial video dan
sebagainya. Jenis layanan ini cocok digunakan perusahaan yang
mendapatkan permintaan yang bersifat umum seperti refund, reture
produk, atau invoice.
e. Layanan pelanggan melalui komunitas dan forum.

Komunitas dan forum adalah kanal layanan pelanggan yang dibangun


oleh pengguna jasa layanan/produk. Untuk penggunaan layanan ini
sebuah bisnis/usaha harus mampu menciptakan pengikut dan
komunitas yang lebih besar berdasarkan brand yang mereka miliki.
Kecepatan respon terhadap layanan pelanggan terkadang arbitner,
tergantung pada keaktifan anggotanya

2. Jenis bisnis
a. berdasarkan jenis aktivitasnya bisnis dibedakan menjadi,

1) Bisnis Ekstraktif adalah aktivitas bisnis yang pergerakkanya


dibidang pertambangan dengan melakukan penggalian
bahanbahan tambang yang ada didalam dan terkandung di perut
bumi. Seperti batu bara, emas, besi, intan, alumunium, tembaga
semen, minyak dan gas bumi.

2) Bisnis Agraris adalah kegiatan bisnis yang pergerakannya pada


bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan
kehutanan.
3) Bisnis Industri merupakan usaha dalam bidang industry manufaktur
yang memproduksi barang.
4) Bisnis Jasa adalah aktivitas usaha yang menghasilkan produk tidak
dalam bentuk fisik.

Pengertian jasa menurut Zeithaml dan Bitner adalah aktivitas


ekonomi dengan adanya pengeluaran(output) selain produk yang
dikonsumsi serta diproduksi saat waktu yang bersamaan yang
memberikan nilai positif serta tidak berwujud untuk pembelinya.

MODUL AJAR KELAS X SMK 44


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Menurut Adrian Payne jasa merupakan aktivitas ekonomi yang


memiliki beberapa elemen (manfaat atau nilai) intangible yang
saling berkaitan, yang melibatkan beberapa interaksi dengan
konsumen atau dengan barang-barang milik, namun tidak
menghasilkan transfer kepemilikan.

Djaslim Saladin menyebutkan bahwa jasa diartikan sebagai suatu


manfaat atau kegiatan yang tidak berwujud serta tidak
menghasilkan kepemilikan yang ditawarkan oleh suatu pihak
terhadap pihak yang lain.

Dari pendapat diatas maka yang dimaksud layanan bisnis bidang


jasa merupakan jenis layanan yang diberikan kepada pelanggan
yang berupa manfaat atau kegiatan yang tidak berwujud dan hanya
dapat dirasakan atau dinikmati dari suatu barang.
Jenis jasa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a) Jasa perumahan meliputi; sewa kamar, hotel, usaha tani atau jasa
pembangunan.
b) Jasa usaha rumah tangga meliputi PDAM, perbaikan rumah,
reparasi alat rumah tanggan, perawaatan kebun, pembersihan
dan lain-lain.
c) Jasa usaha rekreasi dan kesukaan melliputi penyewaan,
peralatan pesta, perjalanan wisata, panggung hiburan dan
lainnnya.
d) Jasa usaha perawatan pribadi seperti binatu pakaian, perawatan
kecantikan/salon.
e) Jasa usaha pendidikan seperti kursus ketrampilan, sekolah
formal/informal.
f) Jasa bisnis profesi seperti jasa layanan hukum, akuntan,
konsultan manajemen, jasa layanan kesehatan (dokter)
g) Jasa layanan keuangan seperti asuransi(perlindungan), kredit,
investasi dan pajak.
h) Jasa tranportasi seperti pengiriman dokumen atau barang,
angkutan penumpang, penyewaan mobil, sopir dan lainnya.
i) Jasa bidang komunikasi seperti layanan telepon, customer
service, call center, telepram dan layanan kantor virtual.
b. Berdasarkan Kegunaannya jenis bisnis dibedakan menjadi:

1) Form Utility (kegunaan bentuk), adalah bisnis yang berupaya


mengubah suatu benda menjadi benda lain dengan bentuk yang
tidak sama sehingga lebih bermanfaat untuk manusia, seperti
meubel, genteng, garment dan lain sebagainya.
MODUL AJAR KELAS X SMK 45
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

2) Place utility ( kegunaan Tempat ) merupakan bisnis yang


menjalankan pemindahan suatu barang dari satu tempat ke tempat
lain sehigga memeiliki manfaat lebih.

3) Time Utility (kegunaan waktu) adalah bisang bisnis yang


memeberikan manfaat waktu terhadap keberadaan suatu barang.
Seperti peti kemas, kotak pos dan lainnya.

4) Posisesion Utility (keguanaan pemilikan) merupakan jenis usaha


untuk membuat atau memenuhi keguanaan pemilikan pada suatu
barang atau jasa. Seperti pertokoan, perdagangan atau jual beli.

c. Jenis bisnis berdasarkan motifnya dapat dikalsifikasikan menjadi dua


yakni bisnis berorientasi yang merupakan bidang bisnis yang
berorientasi pada keuntungan/profit dan bisnis tidak berorientasi
merupakan bidang bisnis yang berorientasi pada nirlaba seperti contoh
yayasan, organisasi social, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya.
d. Menurut bentuknya jenis bandan usaha dapat dibedakan menjadi
1) Badan Usaha berbentuk Badan Hukum.

Badan usaha yang berbadan hukum memiliki karakteristik dalam


pemisahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha,
sehingga pemilik hanya bertanggungjawab sebatas harta yang
dimilikinya. Jenis badan usaha berbentuk badan hokum meliputi:
a) PT (Perseroan Terbatas)
Sebuah badan usaha yang berbentuk PT menurut Yahya Harahap
dalam bukunya “Hukum Perseroan Terbatas (33-36) harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:

 Merupakan persekutuan modal, sehingga pemegang saham


hanya bertanggungjawab sebatas sahamnya yang dimilikinya
dan tidak termasuk harta pribadi. Modal dasar PT ditentukan
oleh kesepakatan para pendiri PT dan disetor minimal 25 %
dengan bukti penyetoran yang sah.
 Didirikan berdasarkan perjanjian
 Melakukan kegiatan usaha
 Lahirnya perseran melalui proses hokum dalam bentuk
pengesahan oleh Pemerintah.
b) Yayasan

MODUL AJAR KELAS X SMK 46


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Yayasan merupakan badan hokum yang yang terdiri atas


kekeayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai
tujuan tertentu di bidang social, keagamaan, dan kemanusiaan
yang tidak mempunyai anggota. Yayasan dapat melakukan
kegiatan usaha untuk menunjang ketercapaian maksud dan
tujuannya dengan cara mendirikan badan usaha dan/atau ikut
dalam badan usaha.
c) Koperasi

Koperasi merupakan usaha yang beranggotakan orang-orang


atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rankyat berdasarkan asas kekeluargaan.

Sifat keanggotaan koperasi secara sukarela dan terbuka bahwa


tidak ada pengecualian untuk menjadi anggota koperasi. Modal
usaha koperasi terbentuk dari simpanan pokok dan simpanan
wajib anggota yang ditentukan dalam rapat anggota. Ketentuan
yang berlaku dalam usaha yang berbentuk koperasi ini dilakukan
dalam rapat anggota koperasi. Jadi rapat anggota koperasi ini
merupakan kekuasaan tertinggi. Rapat anggota dilakukan secara
rutin dalam setiap tahunnya yang kemudian di sebut dengan
RAT.
2) Badan Usaha Bukan berbentuk badan hukum.

Jenis badan usaha yang bukan berbentuk badan hokum memiliki


karakteristik dalam kepemilikan kekayaan. Dalam hal ini Antara
kekayaan badan usaha dan kekayaan pribadi tidak ada
pemisahannya. Jenis badan usaha yang bukan badan hokum ini
meliputi:
a) Persekutuan Perdata (maatschap).

Merupakan perjanjian yang dilakukan oleh dua oran atau lebih


mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu di dalam pesekutuan
dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi
karenanya. Karena badan usaha ini bukan badan hokum maka
tanggungjawab secara pribadi ditentukan oleh kesepakatan kedua
belah pihak atau ketentuan undang-undang.
b) Firma.
Firma merupakan perseroan yang didirikan untuk melakukan
suatu usaha dibawah satu nama bersama. Para anggota memiliki
tanggungjawab terhadap firma yang didirikan.
c) Persekutuan Komanditer (CV)
MODUL AJAR KELAS X SMK 47
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

CV tediri dari pesero aktif dan pesero pasif/komanditer. Pesero


aktif bertanggungjawab sampai dengan harta pribadi, sedangkan
pesero pasif hanya bertanggungjawab sebatas modal yang telah
disetor ke dalam CV saja.
3. Tujuan Bisnis
Dari artikel [Link] yang diunduh pada tanggal 30 mei 2021
lalu ditemukan bahwa tujuan bisnis tentunya mendapatkan keuntungan
atau laba, namu tujuan yang lain dapat dilihat sebagai berikut:
a. Ingin memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup.
b. Untuk menambah kesejahteraan dan kemakmuran keluarga.
c. Untuk memenuhi kebutuhan pencitraan diri maupun usahanya agar
semakin dikenal dimasyarakat.
d. Untuk mempertahankan kelansungan usaha sehingga mampu terus
berdiri/berjalan.
e. Dengan bertambahnya pengalaman dalam menjalankan usaha, maka
akan muncul kreatifitas atau gagasan baru untuk memajukan usaha
yang sudah ada.
f. Adanya operasional dalam kegiatan bisnis maka tujuan dari bisnis juga
dapat dijadikan sebagai upaya mengisi waktu atau memanfaatkan
waktu.
g. Usaha yang dijalankan secara mandiri mampu menopang kebutuhan
sendiri dan tidak tergantung dari orang lain.
h. Tujuan lain dari penyelenggaraan bisnis untuk memperoleh simpati atau
pencitraan.

4. Manfaat Bisnis
a. Memperoleh penghargaan atau pengkuan.

Penghargaan ataupun pengakuan dapat diperoleh dengan berbisnis.


Dengan adanya suatu bisnis yang berhasil dan tumbuh serta
berkembang eyang dapat memberikan dampak positif kepada
masyarakat yang akan memberikan anda pengakuan positif dari
masyakat itu sendiri

b. Kesempatan untuk menjadi Bos bagi diri sendiri Dengan berbisnis juga
akan menjadi seorang penentu dan pemimpin dari bisnis anda. Besar
kecilnya bisnis yang dijalankan ditentukan oleh kemampuan diri sendiri,
dengan kata lainmenjadi bos.
c. Menggaji diri sendiri.
Dengan usaha yang dilakukan sendiri maka besar kecilnya gaji atau
pendapatan dapat ditentukan sendiri.
MODUL AJAR KELAS X SMK 48
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Atur waktu diri sendiri Demikian juga dengan waktu yang yang lebih
flesibel, usaha yang dijalankan sendiri akan membutuhkan waktu
sesuai dengan kemampuan dan kesempatan diri sendiri
d. Masa depan lebih cerah.
Dengan pengelolaan usaha secara mandiri, maka dapat dikatakan masa
depan diri kita ditentukan oleh usaha yang kita lakukan.

[Link] Bisnis
a. Lembaga atau institusi atau organisasi sosial dan ekonomi.

Sebuah usaha atau bisnis merupakan lembaga, instansi atau organisasi


social dan ekonimi berarti bahwa bisnis itu lakukan oleh jenis organisasi
baik yang berbentuk badan hukum maupun berbentuk bukan berbadan
hokum. Didalam organisasi tersebut memeiliki aturan dan ketentuan yang
berlaku sesuai demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan.

b. Berhubungan dengan berbagai barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan


manusia. Pada prinsipnya bisnis itu menjual barang atau jasa yang dibutuhkan
oleh konsumen.
c. Mencari laba, profit atau keuntungan.
Mencari laba, profit, atau keuntungan merupakan tujuan bisnis yang
sebenarnya.
d. Menetukan harga yang sesuai.
e. Akan ada kemungkinan mengalami kerugian.
6. Pihak Pihak Yang Berkepentingan Dalam Bisnis
a. Pemilik atau owner
b. Kreditor, pihak yang memberikan pinjaman pendanaan kepada entitas
bisnis anda.
c. Karyawan atau employee, baik itu karyawan operasional maupun
karyawan manajerial guna membantu mencapai tujuan yang ditetapkan
entitas bisnis anda.
d. Pemasok atau supplier, berperan dalam menyediakan bahan baku guna
memperlancar proses produksi.
e. Pelanggan, merupakan nyawa dari adanya kegiatan berbisnis.

Loyalitas dari pelanggan akan menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.


Maka dari itu, untuk tetap menarik minat pelanggan atau konsumen, maka
pelaku bisnis harus terus meningkatkan kualitas dan keterjangkauan harga
dari produk yang dijualnya.
D. Konsep Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Dalam rangka mempersiapkan kerja secara fisik dan mental perlu dipahami
juga konsep kesemalatan, kesehatan kerja atau sering dikenal dengan K3. Gbr
1.4 Logo K3

MODUL AJAR KELAS X SMK 49


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Sumber : [Link]
Mengingat pentingnya K3 dalam bekerja, pihak pemerintah telah menetapkan
dasar hukum yang mengatur keselamatan dan kesehatan kerja. Adalah:
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamtan kerja.
2. Undang-undang No. 25 Tahun 1997 dan UU No. 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan.
3. Keputusan Presiden No 22 Tahun 1993 tentang penyakit yang timbul
akibat hubungan kerja.

Pada prinsipnya peraturan perundangan diatas menunjukkan bahwa


pentingan perlindungan kerja bagi seorang karyawan sehingga dalam bekerja
dapat dilakukan dengan aman.

1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Dalam ruang lingkup yang diatur oleh undang-undang No.1 Tahun 1970
menyebutkan keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat,
di dalam tanah, dipermukaan air, maupun di udara yang berada di dalam
wilayah kekhususan hokum Republik Indonesia.

Menurut Mondy dan Noe (1995), keselamatan kerja meliputi perlindungan


karyawan dari kecelakaan di tempat kerja, sedangkan kesehatan merujuk
kepada terbebasnya karyawan dari penyakit secara fisik dan mental.

Dari pemahaman diatas maka yang dimaksud dengan keselamatan kerja


adalah keadaan saat seseorang merasa aman dan sehat dalam
melaksanakan tugasnya. Aman dalam hal ini diartikan sebagai terhindar
dari kecelakaan dan factor penyakit yang muncul akibat proses kerja.

Kesehatan kerja menurut Flippo (1984:537) terdiri dari dua jenis yakni
physical health dan mental health. Physical health dapat berupa
pemeriksaan sebelum bekarja, saat bekerja, dan paska bekerja. Sebelum
bekerja dilakukan pemeriksaan jasmani sebelum penempatan atau
bekerja. Saat bekerja program ini dapat berupa jaminan kesehatan
karyawan, fasilitas klinik, dan tenaga medis dalam rangka tindakan
preventif. Paska bekerja dalam program ini dapat berupa pemeriksaan
berkala atau fasilitas kesehatan yang diterima.

MODUL AJAR KELAS X SMK 50


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

Mental health dalam program kesehatan kerja dapat berupa ketersediaan


penyuluhan kejiwaan dan psikiater, kerjasama dengan spesialis dan
lembaga psikiater, pelatihan-pelatihan yang diberikan dalam rangka
tindakan preventif untuk mencapai kesehatan mental.

Dalam Kepres No. 22 Tahun 1993 tentang penyakit yang timbul akibat
hubungan kerja, pasal 2 menyebutkan bahwa setiap tenaga kerja yang
menderita penyakit yang timbul karena hubngan kerja berhak mendapat
jainan kecelakaan kerja,baik pada saat masih dalam hubungan kerja
maupun setelah hubungan kerja berakhir.

Pasal ini memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja yang beresiko


tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Penyebab penyakit akibat kerja antara lain :


1) Golongan fisik seperti bising, radiasi, suhu ekstrem, tekanan udara,
vibrasi, dan penerangan.
2) Golongan kimiawi meliputi semua bahan kimia dalam bentuk sebu,
uap, gas, larutan dan kabut.
3) Golongan biologis seperti bakteri, virus, dan jamur.
4) Golongan fisiologis/ergonomis antara lain desin tempat kerja, dan
beban [Link] psikososial meliputi stress psikis, kerja yang
monoton, dan
tuntutan pekerjaan.
Oleh Karen itu tindakan preventif yang berupa program kesehatan baik
fisik maupun mental sangat diperlukan bagi pelaku usaha demi
terciptanya tenaga kerja yang sehat dan kuat yan pada akhirnya
berdampak positif untuk perusahaan.

2. Tujuan K3
Tujuan adanya keselamatan dan kesehatan kerja dari uraian diatas adalah
untuk tercapainya keselamatan tenaga kerja saat sedang bekerja dan
setelah bekerja.
a) Tujuan K3 dilihat dari pelaku usaha
1) Menignkatkan kinerja dan omset perusahaan
2) Mencegah terjadinya kerugian
3) Memelihara sarana dan prasarana perusahaan
b) Tujuan K3 dilihat dari Karyawan
1) Meningkatkan kesejahteraan jasmani dan rohani karyawan
2) Meningkatkan penghasilan karyawan
MODUL AJAR KELAS X SMK 51
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

3) Menjamin keberlangsungan pekerjaan.


c) Tujuan K3 dilihat dari lingkungan.

Dilihat dari lingkungan pekerjaan setiap organisasi yang konsisten


dengan program K3 akan terwujud lingkungan yang sehat dan aman.
Dalam lingkungan yang sehat dan aman tersebut akan terlihat hasil
seperti dibawah ini:
1) Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja
yang hilang.
2) Meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen.
3) Menurunkan biaya-biaya kesehatan dan asuransi.
4) Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih
rendah karena menurunnya pengajuan klaim.
5) Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari
meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan.
6) Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra
perusahaan.
d) Tujuan K3 dilihat dari bidang pekerjaan

Dampak K3 terhadap pekerjaan akan menekan angka kecelakaan kerja,


disamping timbulnya jenis penyakit yang diakibatkan karena lingkungan
kerja yang dapat diantisipasi sebelumnya. Volume perkerjaan yang
tinggi juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan jam kerja dan
layanan sosio psykologis seperti kegiatan refresing diluar lapangan atau
kegiatan yang lainnya.

3. K3 Perkantoran

Mengutip laman
[Link]
perkantoran/tanggal 31 Juli 2018 menyebutkan standar K3 Perkantoran
meliputi: keselamatan kerja, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan kerja
perkantoran dan ergonomic perkantoran.

a. Persyaratan Keselamatan Kerja Perkantoran ada beberapa


poin, diantaranya:
1) Lantai bebas dari bahan licin, cekungan, miring, dan berlubang yang
menyebabkan kecelakan dan cidera pada karyawan.
2) Penyusunan dan penempatan lemari cabinet tidak mengganggu
aktifitas lalu lalang pergerakan karyawan
3) Penyusunan dan pengisian failing cabinet yang berat berada di
bagian bawah.
MODUL AJAR KELAS X SMK 52
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

4) Dalam pengelolaan benda tajam, sedapat mungkin bebas dari benda


tajam, serta siku-siku lemari meja maupun benda lainnya yang
menyebabkan karyawan cidera.

5) Dalam pengelolaan listrik dan sumber api, terbebas dari penyebab


elektrikal syok.

b. Prosedur Kerja Aman di Kantor, diantaranya:

Pada masa pandemik perlu dilakukan prosedur protocol kesehatan


meliputi: mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker
dan jaga jarak untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Sebelum memasuki lokasi kerja biasanya dilakukan pengukuran suhu
badan menggunakan termogan.
Prosedur kerja aman dilingkungan kantor dapat terlihat dari ketentuan
berikut:
1) Dilarang berlari di kantor.
2) Permukaan lantai harus yang tidak licin atau yang menyebabkan
pekerja terpleset/tergelincir.
3) Semua yang berjalan di lorong kantor dan di tangga diatur berada
sebelah kiri.

4) Karyawan yang membawa tumpukan barang yang cukup tinggi atau


berat harus menggunakan troli dan tidak boleh naik melalui tangga
tapi menggunakan lift barang bila tersedia.

5) Tangga tidak boleh menjadi area untuk menyimpan barang,


berkumpul, dan segala aktivitas yang dapat menghambat lalu
lalang.

6) Bahaya jatuh dapat dicegah melalui kerumahtanggaan kantor yang


baik, cairan tumpah harus segera dibersihkan dan potongan benda
yang terlepas dan pecahan kaca harus segera diambil.
7) Bahaya tersandung dapat diminimalkan dengan segera mengganti
ubin rusak
dan karpet usang.
Lemari arsip bisa menjadi penyebab utama kecelakaan dan harus
digunakan dengan

Manfaat Menerapkan 5R:


a) Membuat area kerja jadi lebih bersih, rapi, aman, dan
menyenangkan.
b) Meningkatkan pemanfaatan lantai kerja sebagai ruang
penyimpanan.
c) Meminimalisasi waktu yang terbuang untuk mencari alat kerja,
material dan dokumen.

MODUL AJAR KELAS X SMK 53


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

d) Mengurangi kerusakan mesin karena peralatan selalu bersih dan


terawat, sehingga membuat peralatan jadi lebih awet dan tahan
lama.
e) Menumbuhkan tanggung jawab karyawan dan rasa memiliki di area
kerja.
f) Mengurangi bahkan menghilangkan potensi bahaya atau apa saja
yang menjadi penyebab umum terjadinya kecelakaan kerja.

g) Meningkatkan produktivitas kerja. Dengan penataan material dan


peralatan kerja yang baik, Karyawan pun bisa bekerja lebih efektif
dan efisien. Kenakan pelindung jari untuk menghindar pemotongan
kertas.
h) Menggunakan listrik dengan aman.

i) Hindarkan kebiasaan yang tidak aman termasuk: menyimpan pensil


dengan ujung runcingnya ke atas; menempoatkan gunting atau
pisau dengan ujung runcing kearah pengguna; menggunakan
pemtong kertas tanpa penjaga yang tepat, dan menempatkan objek
kaca di meja atau tepi meja.

c. Penanganan Kondisi Darurat

Beberapa kondisi darurat (kewaspadaan terhadap bencana) yang bisa


terjadi di perkantoran, antara lain: Kebakaran, Gempa, Bahaya biologi,
Huru-hara, Banjir dan Ancaman bom. Untuk menangani kondisi tersebut
maka diperlukan:
a) Manajemen tanggap darurat seperti prosedur, struktur organisasi
dll.
b) Manajemen keselamatan kebakaran gedung seperti terdapat sistem
proteksi kebakaran dll.
c) Prosedur atau tatacara evakuasi
d) Mekanik dan elektrik
e) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Manajemen Tanggap Darurat perlu ditetapkan dalam rangka menangani


kondisi darurat. Beberapa poin yang bisa dilakukan, diantaranya:
a) Identifikasi risiko kondisi darurat
b) Penilaian analisa risiko kondisi darurat
c) Pemetaan risiko kondisi darurat
d) Pengendalian kondisi darurat
e) Mengatasi dampak yang berkaitan dengan kejadian setelah
bencana.
Agar proses penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara efektif dan
aman, maka harus dibuatkan rencana tindakan awal rencana tanggap darurat
yang meliputi:

MODUL AJAR KELAS X SMK 54


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

a) Merencanakan suatu titik kumpul


b) Mengadakan simulasi kebakaran
c) Menyiapkan sirene-sirene dan alarm tanda bahaya
d) Menyiapkan rambu-rambu ke arah titik kumpul aman
e) Menyiapkan prosedur

d. Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG)


Berikut penjelasan dan perincian dari sistes manajemen keselamatan
kebakaran gedung. Pendukung MKKG adalah alat proteksi kebakaran (fire
protection) berupa:
1) APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
2) APAB (Alat Pemadam Api Berat) yang menggunakan roda
3) Sistem alarm kebakaran
4) Hydrant halaman
5) Sistem sprinkler otomatis
6) Sistem pengendalian asap

Persyaratan APAR yang wajib diketahui:


a) Mudah terlihat, dijangkau dan mudah diambil (tidak diikat, dikunci
atau digembok)
b) Jarak 15 meter dan maks tinggi pemasangan 125 cm.
c) Jenis media dan ukuran disesuaikan dengan klasifikasi bahan api.
d) Dilakukan pemeriksaan dan masa pakai secara berkala minimal 6
bulan sekali.

Persyaratan Tangga Darurat


1) Bangunan =3 lantai, harus memiliki 2 tangga darurat yang berjarak
45 m (bila ada sprinkler, jarak maks 67,5 m)
2) Dilengkapi pintu tahan api minimum 2 jam dengan membuka ke arah
tangga dan tertutup otomatis.
3) Dilengkapi fan untuk memberi tekanan positif.
4) Pintu dilengkapi petunjuk keluar yang menyala.
5) Terletak di dalam bangunan dan terpisah dengan ruang yang lain.
Pencapaian mudah, jarak maks 45 m dan min 9 m.
6) Lebar tangga minimum 1,2 meter.
7) Tidak boleh dalam bentuk tangga melingkar
MODUL AJAR KELAS X SMK 55
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

8) Tangga darurat lantai dasar langsung ke arah luar halaman.


9) Dilengkapi handrail setinggi 1.10 m, lebar injakan anak tangga min.
28 cm dan tinggi maks. 20 cm.
10) Tangga darurat terbuka yang terletak diluar bangunan harus berjarak
minimal 1 m dari bukaan dinding yang berdekatan dengan tangga
kebakaran tersebut.

11) Jarak pencapaian ke tangga darurat dari setiap titik dalam ruang
efektif, maksimal 25 m apabila tidak dilengkapi dengan spinkler dan
maksimal 40 m apabila dilengkapi dengan sprinkler

Persyaratan Pintu Darurat


a) Bangunan =3 lantai, harus memiliki minimal 2 pintu darurat.
b) Lebar pintu darurat minimum 100 cm.
c) Jarak pintu darurat maksimum dalam radius/jarak capai 25 meter dari
setiap titik posisi orang dalam satu blok bangunan gedung.
d) Pintu tahan api minimum 2 jam.

e) Pintu dilengkapi minimal 3 engsel, alat penutup otomatis, tuas


pembuka pintu, tanda peringatan “PINTU DARURAT-TUTUP KEMBALI”,
dan kaca tahan api maks 1 m2 diletakan di atas dari daun pintu.

f) Pintu dicat warna


merah. Gbr. 1.5 Pintu
darurat
Sumber: Image search [Link]

Sistem peringatan bahaya/ Sistem Alarm:


a. Detektor panas
b. Detektor asap
c. Detektor nyala api
d. Detektor gas
e. Detektor getaran gempa

Sistem proteksi kebakaran


a. Instalasi pompa pemadam kebakaran
b. Instalasi pemipaan sprinkler, box hidran, dan lain-lain
c. APAR
Sistem proteksi terdiri dari:
a. Proteksi Aktif
MODUL AJAR KELAS X SMK 56
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

b. Proteksi Pasif

Persyaratan rencana tanggap darurat kebakaran:


a. Pembentukan tim pemadam kebakaran
b. Pembentukan tim evakuasi
c. Pembentukan tim P3K
d. Penentuan satuan pengamanan
e. Penentuan tempat berhimpun
f. Penyelamatan orang yang perlu dibantu (orang tua, orang sakit,
orang cacat dan anak – anak)

Tata cara penanggulangan kebakaran:


a. Penyelamatan orang yang perlu dibantu (orang tua, orang sakit,
orang cacat dan anak-anak).
b. Mengendalikan keamanan setiap penanganan dan penyimpanan
bahan yang mudah terbakar.
c. Mengatur kompartemenisasi ruangan untuk mengendalikan
penyebaran/penjalaran api, panas, asap dan gas.
d. Mengatur lay out proses, letak jarak antar bangunan, pembagian
zone menurut jenis dan tingkat bahaya.
e. Menerapakan sistim deteksi dini dan alarm.
f. Menyediakan sarana pemadam kebakaran yang handal.
g. Menyediakan sarana evakuasi yang aman.
h. Membentuk regu atau petugas penanggulangan kebakaran
i. Melaksanakan latihan penanggulangan kebakaran.
j. Mengadakan inspeksi, pengujian, perawatan terhadap sistem
proteksi kebakaran secara teratur.
Persyaratan Evakuasi
a) Rute evakuasi harus bebas dari barang-barang yang dapat
mengganggu kelancaran evakuasi dan mudah dicapai.
b) Koridor, terowongan, tangga harus merupakan daerah aman
sementara dari bahaya api, asap dan gas. Dalam penempatan pintu
keluar darurat harus diatur

MODUL AJAR KELAS X SMK 57


DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

sedemikian rupa sehingga dimana saja penghuni dapat,


menjangkau pintu keluar (exit).
c) Koridor dan jalan keluar harus tidak licin, bebas hambatan dan
mempunyai lebar untuk koridor minimum 1,2 m dan untuk jalan
keluar 2 m.
d) Rute evakuasi harus diberi penerangan yang cukup dan tidak
tergantung dari sumber utama.
e) Arah menuju pintu keluar (exit) harus dipasang petunjuk yang jelas.
f) Pintu keluar darurat (emergency exit) harus diberi tanda tulisan.
Tatacara Evakuasi
a) Pelaksanaannya sesuai SPO (systems project office)
b) Mengikuti instruksi komando
c) Tidak membawa barang-barang
d) Keluar melalui pintu darurat dan menuju titik kumpul (assembly
point)
e) Lakukan simulasi evakuasi kedaruratan secara periodik

Mekanik dan Elektrik

a) Pemasangan instalasi listrik harus aman dan atas dasar hasil


perhitungan yang sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik
dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 12 Tahun 2015
tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di Tempat Kerja.

b) Setiap bangunan gedung harus memiliki pembangkit listrik darurat


sebagai cadangan, yang dapat memenuhi kesinambungan
pelayanan, berupa genset darurat dengan minimum 40 % daya
terpasang.

c) Penggunaan pembangkit tenaga listrik darurat harus memenuhi


syarat keamanan terhadap gangguan dan tidak boleh menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan, knalpot diberi silencer dan
dinding rumah genset diberi peredam bunyi.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


a) Semua kantor harus memiliki karyawan yang terlatih P3K dan
mempunyai sertifikat P3K yang bertaraf nasional.
b) Fasilitas P3K harus di tempatkan pada tempat yang mudah
dijangkau.
c) Tempat kerja yang besar harus mempunyai Pusat P3K dengan
persyaratan: memiliki peralatan yang memadai, mudah
diidentifikasikan, kebersihan yang selalu terjaga, dan tercatat
dengan baik; penerangan dan ventilasi yang
MODUL AJAR KELAS X SMK 58
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

mencukupi; Penyediaan sediaan medis yang cukup untuk


pengobatan, bidai, tandu dan obat-obatan harus disediakan;
mempunyai air mengalir yang bersih; mempunyai kelengkapan
seperti tandu/usungan, dan telephone.
d) Ada SPO rujukan kasus penyakit ataupun kecelakaan

e) Alat-alat P3K dan kotak obat-obatan harus berisi paling sedikit


dengan obat untuk kompres, perban, gauze yang steril, antiseptik,
plester, forniquet, gunting, splint, dan perlengkapan gigitan ular.

f) Isi dari kotak obat-obatan dan alat P3K harus diperiksa secara
teratur dan harus dijaga supaya tetap berisi (tidak boleh kosong).
g) Alat-alat P3K dan kotak obat-obatan harus berisi
keterangan/instruksi yang mudah dan jelas sehingga mudah
dimengerti.

E. Konsep Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R)

Logo disamping menunjukkan konsep ringkas rapi, resik, rawat, dan rajin yang
selalu dijumpai dilingkungan kerja. Tujuannya tidak lain adalah agar konsep
5R dapat selalu tercermin didalam diri setiap pegawainya
Gbr.1.6 Logo 5R
Sumber: Image search [Link]

Ringkas, dapat diartikan sebagai prilaku kerja yang selalu memisahkan


segala sesuatu yang diperlukan dan memisahkan yang tidak diperlukan
sebelum dan sesudah bekerja, disamping memahami benda atau alat apa
yang masih dibutuhkan lagi dan yang tidak.

Manfaat yang dapat diambil dari prilaku ini adalah kita dapat memahami
dengan baik jumlah, kondisi dan jenis barang, alat dan bahan apa saja yang
akan dibutuhkan untuk bekerja. Dengan demikian dapat meminimalisir
kehilangan dan kerusakan akan suatu barang. Dengan mengetahui jumlah
barang yang digunakan berarti dalam bekerja akan menekan penggunaan
barang dan bahan yang berlebihan.

Kualitas standar ringkas dapat terjaga ditandai dengan tindakan selalu


melakukan pemilahan alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum dan setelah
bekerja. Gunakan tanda penunjuk dapat dengan warna atau posisi letak
barang agar dapat terlihat dengan jelas barang-barang yang diperlukan dan
tidak diperlukan dan jika perlu dibuatkan jadwal ringkas pekerjaan yang akan
dikerjakan terlebih dahulu. Apakah Kalian sudah pernah melakukan standar
ringkas? Coba Kalian ingat prilaku tersebut sering dilakukan atau
MODUL AJAR KELAS X SMK 59
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

jarang bahkan belum pernah? Mulailah dari sekarang untuk melakukan


standar ringkas disetiap pekerjaan kegiatan yang kalian lakukan.

Rapi, merupakan prilaku seseorang dalam menyimpan barang sesuai dengan


tempatnya. Manfaat dari prilaku kerja rapi adalah lingkungan terlihat lebih
indah dan tertata sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi pegawai yang
bekerja. Penyimpanan yang benar akan memudahkan kita dalam pengambilan
alat, bahan ketika dibutuhkan.

Standar kerja rapi dapat dijaga konsistensinya dengan membuat layout


penempatan barang, alat dan bahan kantor, memberi batasan sesuai tempat
kerja masing-masing, dan memberi label pada alat sesuai layout yang telah
dibuat. Prinsip rapi apakah yang Kalian lakukan di rumah atau di sekolah?

Resik, merupakan prilaku kerja selalu membersihkan tempat/lingkungan


kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak tdak terdapat kotoran,
debu atau bau. Kegiatan ini hendaknya selalu dilakukan setiap orang mulai
dari pimpinan sampai kepada bawahan atau pelaksana/operator.

Manfaat yang dapat dilihat dari prilaku resik adalah lingkungan kerja akan
terlihat bersih, sehingga dapat menumbuhkan rasa nyaman dalam bekerja.
Lingkungan bersih dari debu dan bau juga akan meminimalisir atau
menghilangkan sumber kontaminasi terhadap jenis makanan.

Standar kerja resik dapat diciptakan dengan pemenuhan peralatan dan bahan
kebersihan di tempat kerja, adanya penanggungjawab bagian khusus
kebersihan, dan resik akan lebih terjamin apabila ada kepedulian dan tindakan
pegawai yang melaksanakan tugas kebersihan secara terjadwal.

Rawat, prinsip rawat ini merupakan upaya prilaku memepertahankan hasil


yang telah dicapai pada prilaku ringkas, rapi dan resik yang dilakukan secara
konsinten. Prinsip ini akan bermanfaat apabila prinsip 3R sebelumnya sudah
dilakukan oleh semua karyawan yang ada dilingkungan kerja.

Manfaat yang dapat dilihat dari prinsip rawat ini antara lain peralatan akan
memiliki nilai guna lebih lama, dengan demikian akan menekan biaya
perawatan yang tinggi sehingga dapat menghemat biaya yang akhirnya biaya
dapat digunakan untuk pengembangan
MODUL AJAR KELAS X SMK 60
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

usaha atau kegiatan lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan prinsip
rawat ini adalah adanya standarisasi pekerjaan 3R yang diatur secara tertulis dan
selalu dilakukan sosialisasi standar yang telah dibuat secara rutin dan terus
menerus kepada karyawan.

Rajin, prinsip ini dapat tercipta dengan membiasakan diri atau menerapkan
prinsip 4R dalam setiap harinya. Oleh karena itu rajin akan membentuk
kebiasaan seseorang dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kerja yang
lebih baik.

Manfaat yang dapat dilihat dari prinsip rajin diantaranya setiap pribadi akan
terlihat lebih disiplin dan menjadikan 5R sebagai budaya kerja.

Standar Rajin dari karyawan dapat dilihat dari komitmen dalam penerapannya
di tempat kerja. Teladan atasan/pimpinan juga akan membawa pengaruh
terhadap karyawan untuk melakukan prinsip rajin.

Untuk menjadikan 5R sebagai budaya kerja maka perlu dilakukan evaluasi


dalam penerapannya secara rutin sehingga hasil evaluasi ini dapat digunakan
dalam pengambilan kebijakan pimpinan seperti pemberian motivasi,
penghargaan atau bahkan sampai pada peringatan.

Manfaat Menerapkan 5R:


a) Membuat area kerja jadi lebih bersih, rapi, aman, dan menyenangkan.
b) Meningkatkan pemanfaatan lantai kerja sebagai ruang penyimpanan.
c) Meminimalisasi waktu yang terbuang untuk mencari alat kerja, material
dan dokumen.
d) Mengurangi kerusakan mesin karena peralatan selalu bersih dan
terawat, sehingga membuat peralatan jadi lebih awet dan tahan lama.
e) Menumbuhkan tanggung jawab karyawan dan rasa memiliki di area
kerja.
f) Mengurangi bahkan menghilangkan potensi bahaya atau apa saja yang
menjadi penyebab umum terjadinya kecelakaan kerja.
g) Meningkatkan produktivitas kerja. Dengan penataan material dan
peralatan kerja yang baik, karyawan pun bisa bekerja lebih efektif dan
efisien.
MODUL AJAR KELAS X SMK 61
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

GLOSARIUM
: kegiatan pengolahan data dan informasi yang dilakukan
Manajemen secara
teratur, sistematik dan terus menerus mengikuti
Perkantoran kegiatan
organisassi dengan tujuan untuk mencapai
keberhasilan tugas
organisasi yang bersangkutan
: Proses pemberian layanan kepada pelanggan/konsumen
Layanan bisnis baik yang
bersifat materi maupun non materi untuk pemenuhan
kepuasan
pelanggan.
: kepanjangan dari manajemen perkantoran dan layanan
MPLB bisnis
Data yang telah dioleh dan berfungsi dalam
Informasi : pengambilan
keputusan yang berguna bagi penerimanya.
: Sumber kekayaan yang dimiliki seseorang atau organisasi
Asset yang
dimanfaatkan di masa yang akan datang
: Rangkain dari beberapa unsure yang salaing
Sistem berhubungan.
: Asas manajemen yang memiliki system terpusat pada satu
Sentralisasi bagian.
: Asas manajemen yang membagi kedalam beberapa
Desentrasilisasi unsure dalam
system organisasi.
Self Service : Layanan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Customer serviice : Layanan yang diberikan kepada pelanggan/kolega.
K3 : Keselamatan dan kesehatan kerja
konsep berpilaku kerja secara ringkas rapi resik, rawat,
5R : dan rajin.
Darurat : Suatu kondisi sulit yang memerlukan bantuan
MKKG : manajemen keselamatan kebakaran gedung.
APAR : Alat pemadam api ringan
P3K : Pertolongan pertama pada kecelakaan
MODUL AJAR KELAS X SMK 62
DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN
LAYANAN BISNIS

DAFTAR PUSTAKA
Endang, Sri dan Sri Mulyani. 2009. Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan. Jakarta:
Erlangga.
_____________________2013. Pengantar Administrasi Perkantoran. Jakarta: Erlangga.
Siagian, Sondang P. 1989. Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.
Sutrisno dkk. 2010. Modul K3 LH untuk SMK. Bogor:Yudhistira.
Suparmin,Ismi Nur Cahyani, Hery Sawiji. [Link] Administrasi Perkantoran .
Surakarta: CV Mediatama.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
The Liang gie. 2000. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta : Liberty Offset.
Rasto, [Link], Dr. 2015. Manajemen Perkantoran Modern- Paradigma Baru. Bandung:
Alfabeta. Arora, SP.2009. Office Organisasi and Management. 2nd Edition. Verlag Vikas
Publishing House Pvt
Ltd.
Rao, MET. 2000. Office Organization and Management. New Delhi: Atlatic Publishers and
Distributors.
Sumanthy, V. Et al. 2011 Office management. Tamilnadu Texbook corporation.
Wastebusters. 2013. The Green Office Manual. Aguide to Reponsible Practice. Routledge.
Balachanran, V Chandrasekaran, V. 2009. Office managemen. New Delhi:
Tata MacGraw-HillHavinal V. 2009 Managemen and Entreprenuership. New Age
International(P) Ltd.
Publishers.
Nailul Fauziah Endang Sri Indrawati. 2016. Budaya 3 S (senyum, sapa, salam) Sebagai
Upaya Awal Membentuk Karakter Anak Yang Anti Kekerasan.
MODUL AJAR KELAS X SMK 63

Anda mungkin juga menyukai