0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan3 halaman

Cinta Terungkap di Bawah Hujan

Diunggah oleh

desepuluhofc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan3 halaman

Cinta Terungkap di Bawah Hujan

Diunggah oleh

desepuluhofc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

“ Sinopsis”

Di sebuah halte bus pada malam hujan deras, Raka dan Nadia terjebak menunggu bersama. Bagi
Nadia, hujan adalah momen menenangkan, seolah dunia berhenti sejenak. Bagi Raka, hujan
justru membingungkan karena di balik suara derasnya, ada perasaan yang selama ini tak
pernah ia ucapkan.

Dalam suasana dingin dan basah itu, Raka akhirnya memberanikan diri mengungkapkan
ketakutannya: jika ia jujur, mungkin Nadia akan pergi ketika hujan berhenti. Namun tanpa
diduga, Nadia justru mengaku bahwa ia juga menunggu momen hujan agar Raka berani berkata
jujur.

Tatapan mereka akhirnya bertemu, kata-kata cinta terucap, dan hujan menjadi saksi perasaan
yang selama ini tersembunyi. Malam yang sederhana itu berubah hangat sebuah awal baru dari
kisah cinta mereka

“ Di Bawah Rintik Hujan”


Karakter:

•Raka – Lelaki sederhana, agak kikuk.

•Nadia – Perempuan ceria tapi rapuh di balik senyum.

Timeline + Shotlist

[00:00 – 00:05]

​ Wide Shot (WS): Halte bus malam hari, hujan deras. Lampu jalan kuning temaram.

​ Sound: Hujan deras + sesekali petir.

​ Visual: Raka berdiri kikuk sambil memeluk tas. Nadia menatap hujan dengan senyum
tipis.

[00:06 – 00:15]

​ Medium Shot (MS) Nadia: Mengulurkan tangan, merasakan tetes hujan.

Nadia:

“Lucu ya… hujan selalu bikin aku tenang. Kayak dunia dipaksa berhenti sebentar.”

​ Cut to Close Up (CU) Raka: Melirik Nadia sekilas, lalu cepat menunduk.

[00:16 – 00:25]

​ Over the Shoulder (OTS) Nadia → Raka: Raka bicara dengan canggung.

Raka:

“Kalau aku… malah bingung kalau hujan.”

​ OTS Raka → Nadia: Nadia menoleh, tersenyum heran.

Nadia:

“Bingung? Kenapa?”

[00:26 – 00:40]

​ Close Up (CU) Raka: Menunduk, menarik napas, lalu menatap ke depan.


Raka:

“Soalnya… banyak hal yang pengen aku sampein. Tapi… suara rintiknya selalu nutupin
suaraku.”

​ Reaction Shot (CU Nadia): Senyumnya melembut, mulai serius.

[00:41 – 00:55]

​ Two Shot (TS): Keduanya dalam frame. Hujan di latar belakang.

Nadia:

“Maksudnya… ada yang belum pernah kamu bilang?”

​ CU Raka: Langkah maju setengah, wajah ragu.

Raka:

“Ada hal yang udah lama aku simpan. Aku takut… kalau aku bilang, hujan ini berhenti… kamu
juga bakal pergi.”

[00:56 – 01:10]

​ Medium Shot (MS) Nadia: Menunduk sebentar, lalu mendekat.

Nadia:

“Kalau aku bilang… aku justru nunggu hujan supaya kamu berani ngomong… gimana?”

​ CU Raka: Terkejut, menatap Nadia lekat-lekat.

[01:11 – 01:25]

​ Two Shot (TS) dekat: Hanya wajah mereka berdua.

Raka:

“Jadi… kamu juga?”

​ CU Nadia (soft focus): Mata berkaca-kaca, tersenyum hangat.

Nadia:

“Iya. Dari dulu. Aku cuma nunggu kamu jujur duluan.”

[01:26 – 01:40]

​ CU Raka: Tersenyum tulus, wajah tenang.

Raka:

“Kalau gitu… jangan tunggu hujan lagi, ya? Aku sayang sama kamu, Nad.”

​ CU Nadia: Menutup mata sebentar, lalu tersenyum penuh arti.

Nadia:

“Aku juga sayang sama kamu, Rak. Dari dulu.”

[01:41 – 01:50]

​ Extreme Close Up (ECU): Tatapan mata mereka saling bertemu.

​ Cut to Wide Shot (WS): Kamera perlahan zoom out. Hujan deras, lampu jalan berkilau,
keduanya tetap berdiri dekat.
​ Music: Romantis lembut masuk.

​ Fade Out.

Anda mungkin juga menyukai