TOPIK 1: ILMU SHARAF
Ilmu yang membahas perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab (tasrif) untuk mengetahui
makna dan fungsi. Penting agar tidak salah memahami teks Arab klasik maupun modern.
TOPIK 2: ILMU NAHWU
Modul Profesional Bahasa Arab
Ilmu tata bahasa Arab yang mengatur struktur kalimat dan i‘rab (perubahan akhir kata).
Disusun pertama kali oleh Abu al-Aswad ad-Du’ali, kemudian disempurnakan oleh Sibawayh
(Al-Kitab). Tujuannya menjaga ketepatan makna lisan dan tulisan.
TOPIK 3: ILMU BALAGHAH
Modul Profesional Bahasa Arab
Ilmu keindahan bahasa Arab, terbagi menjadi:
Ma‘ani → kesesuaian struktur kalimat.
Bayan → perumpamaan/majas untuk memperjelas makna.
Badi‘ → estetika dan keindahan bahasa.
Melatih berbicara efektif, persuasif, dan indah.
TOPIK 4: ILMU LUGHAH
Modul Profesional Bahasa Arab
Kajian linguistik Arab:
Lughah Nadhariyah (teoretik).
Lughah Tathbiqiyah (terapan).
Metodologi penelitian bahasa.
Linguistik interdisipliner → psikolinguistik, sosiolinguistik.
Memberi dasar ilmiah untuk pembelajaran bahasa Arab.
TOPIK 5: KETERAMPILAN BERBAHASA
Modul Profesional Bahasa Arab
Mengacu pada CEFR, mencakup:
Reseptif (mendengar, membaca, melihat).
Produktif (berbicara, menulis, presentasi).
Interaktif (percakapan, diskusi).
Mediatif (menerjemah, merangkum, menjelaskan).
Ditambah keterampilan baru: memirsa dan mempresentasikan.
TOPIK 6: PEMBELAJARAN BAHASA
Membahas teori dan strategi pembelajaran bahasa Arab. Fokus pada pendekatan komunikatif,
teknologi pembelajaran, serta asesmen berkelanjutan.
TOPIK 7: PENDIDIKAN KARAKTER
Mengintegrasikan nilai-nilai karakter (Profil Pelajar Pancasila, moderasi beragama,
Rahmatan lil-‘Alamin) dalam pembelajaran bahasa Arab. Lingkungan belajar diarahkan
untuk membentuk karakter unggul dan berdaya saing.
TOPIK 8: MODERASI BERAGAMA
Konsep keseimbangan, toleransi, dan sikap inklusif dalam beragama. Dalam konteks bahasa
Arab, pengajaran diarahkan agar mendukung sikap rahmatan lil-‘alamin, menghargai
perbedaan, dan tidak ekstrem.
TOPIK 1: ILMU SHARAF
Isi utama:
Membahas perubahan bentuk kata (tasrif) dari akar kata → berbagai bentuk kata
turunan.
Fokus pada isim (kata benda), fi‘il (kata kerja), dan huruf.
Membedakan kata shahih (sehat) dan mu‘tall (cacat, mengandung huruf illat).
Mengenal pola dasar (mîzân sharfî: fa‘ala) sebagai acuan.
Contoh:
Akar kata ( ك ت ب → كتبmenulis), ( كتابbuku), ( كاتبpenulis), مكتبة
(perpustakaan).
Fi‘il ajwaf (tengah huruf illat): قال → يقول → ُقل.
Manfaat:
Membantu memahami teks agama dengan benar.
Menghindari salah baca ayat Al-Qur’an atau hadis.
TOPIK 2: ILMU NAHWU
Isi utama:
Ilmu tata bahasa yang membahas struktur kalimat dan i‘rab (perubahan akhir kata).
Membagi kata menjadi isim, fi‘il, huruf.
Menentukan fungsi kata dalam kalimat: mubtada, khabar, fa‘il, maf‘ul bih, dll.
Contoh:
( زيٌد قائٌمZaid berdiri) → “Zaidun” sebagai mubtada’ marfu‘, “qa’imun” sebagai
khabar marfu‘.
( رأيُت زيًداAku melihat Zaid) → “Zaidan” sebagai maf‘ul bih manshub.
Manfaat:
Membantu memahami makna kalimat dengan tepat.
Sangat penting untuk tafsir Al-Qur’an dan hadis.
TOPIK 3: ILMU BALAGHAH
Isi utama:
Ilmu keindahan bahasa Arab dengan tiga cabang:
o Ma‘ani → susunan kalimat sesuai konteks.
o Bayan → majas, tasybih (perumpamaan), isti‘arah (metafora).
o Badi‘ → keindahan gaya bahasa (jinās, sajak, dll).
Contoh:
Tasybih: “( ”الطالب كالنجمSiswa itu bagaikan bintang).
Isti‘arah: “( ”غرس العلم في قلوبهمMenanam ilmu di hati mereka).
Manfaat:
Membentuk keterampilan komunikasi yang indah, efektif, dan persuasif.
Bermanfaat dalam pidato, khutbah, dan karya tulis.
TOPIK 4: ILMU LUGHAH
Isi utama:
Kajian ilmiah tentang bahasa Arab, baik teoretik maupun terapan.
Melibatkan psikolinguistik (hubungan bahasa dengan pikiran) dan sosiolinguistik
(bahasa dalam masyarakat).
Menjadi dasar penelitian bahasa dan pengembangan pengajaran.
Contoh:
Kajian dialek: “Lahjah Quraisy” vs. “Lahjah Yamaniyah”.
Psikolinguistik: bagaimana anak Arab belajar bahasa ibunya.
Sosiolinguistik: perbedaan bahasa formal (fusha) dan bahasa sehari-hari (‘ammiyah).
Manfaat:
Membuat pengajaran bahasa lebih ilmiah dan sesuai kebutuhan zaman.
TOPIK 5: KETERAMPILAN BERBAHASA
Isi utama:
Berdasarkan kerangka CEFR:
o Reseptif → mendengar, membaca, melihat.
o Produktif → berbicara, menulis, presentasi.
o Interaktif → percakapan, diskusi.
o Mediatif → menerjemahkan, merangkum, menjelaskan.
Ditambah dua keterampilan baru: memirsa (menyimak visual) dan
mempresentasikan.
Contoh:
Reseptif: mendengarkan khutbah dalam bahasa Arab.
Produktif: menulis esai pendek dalam bahasa Arab.
Interaktif: berdialog dalam percakapan sehari-hari.
Mediatif: menerjemahkan teks Arab ke bahasa Indonesia.
Manfaat:
Membentuk kompetensi komunikatif lengkap, bukan hanya pasif.
TOPIK 6: PEMBELAJARAN BAHASA
Isi utama:
Membahas teori dan strategi pembelajaran bahasa Arab.
Mengutamakan pendekatan komunikatif (student-centered).
Mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran.
Asesmen dilakukan secara variatif dan berkelanjutan.
Contoh:
Menggunakan aplikasi Kahoot/Quizizz untuk evaluasi interaktif.
Mengajar kosakata melalui permainan bahasa.
Role play percakapan di kelas.
Manfaat:
Membuat pembelajaran bahasa lebih menarik, efektif, dan sesuai era digital.
TOPIK 7: PENDIDIKAN KARAKTER
Isi utama:
Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Arab.
Selaras dengan Profil Pelajar Pancasila dan moderasi beragama.
Pembelajaran bukan hanya akademis, tapi juga pembentukan akhlak.
Contoh:
Guru memberi teladan berkata jujur dalam bahasa Arab: “( ”الّصدق منجاةKejujuran
menyelamatkan).
Diskusi kelas yang menanamkan nilai kerja sama dan toleransi.
Manfaat:
Membentuk siswa yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
TOPIK 8: MODERASI BERAGAMA
Isi utama:
Konsep tawasuth (tengah-tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), i‘tidal
(adil).
Membangun sikap inklusif, rahmatan lil-‘alamin, dan menghindari ekstremisme.
Bahasa Arab digunakan untuk menanamkan nilai moderasi.
Contoh:
Membahas ayat Al-Qur’an: “( ”وكذلك جعلناكم أمة وسطاKami jadikan kamu umat
yang pertengahan).
Diskusi kelas tentang perbedaan mazhab dengan sikap saling menghormati.
Manfaat:
Membentuk generasi yang toleran, inklusif, dan damai.