Desain Interior: Fungsi dan Elemen Dinding
Desain Interior: Fungsi dan Elemen Dinding
PENDAHULUAN
Jika kita ingin membangun sebuah gedung, tentu mengharapkan bangunan yang dibangun
bisa memenuhi kriteria sebagai bangunan yangindah, sehat, dan nyaman. Keindahan tersebut
tentunya bersifat relatif, tetapi jika menyangkut aspek kesehatan ada beberapa syarat agar
menjadi bangunanyang sehat.
Desain interior merupakan sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang dalam di
dalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan
perlindungan, mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan
gagasan yang menyertai tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi
pandangan, suasana hati dan kepribadian [Link] karena itu tujuan dari perancangan interior
adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior.
Desain interior pada dasarnya terkait dengan hal merencanakan, menata, dan merancang
ruang-ruang interior didalam sebuah bangunan agar menjadi sebuah tatanan fisik untuk
memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam hal penyediaan sarana bernaung dan berlindung.
Sebagai perpanjangan dari bagian perencanaan. Desain interior yang bersifat kontemporer
ditandai dengan adanya variasi dan fleksibilitas atas ruangannya, namun keberhasilan dari hal
tersebut ditentukan dari kesederhanaan dan kejelasan dalam penekanan setiap ruangan yang
menjadi tujuan utamanya.
2.1 Dinding
Dinding merupakan suatu bidang nyata yang membatasi satu ruang dengan ruang yang
lain, ruang dalam dengan ruang luar dan memisahkan kegiatan yang berbeda. Dinding juga
merupakan salah satu syarat terbentuknya ruang. Selain itu, dinding juga memiliki fungsi sebagai
berikut :
Dinding batu bata merupakan dinding yang paling banyak digunakan dalam
pembangunan gedung baik gedung sederhana, perumahan, atau gedung berukuran
besar. oleh karena itu dinding batu bata mempunyai seni tersendiri dalam sistem
pemasangannya
Kelebihan menggunakan batu bata
- Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan.
- Jarang terjadi keretakan pada tembok
- Kuat dan tahan lama.
Kekurangan menggunakan batu bata
- waktu pemasangan lebih lama dibanding dinding lainnya
- biaya lebih tinggi.
3. Dinding Batako
Batako merupakan batu buatan yang pembuatannya tidak dibakar. Bahannya dari
tras, kapur, dan sedikit semen. Pemakaiannya lebih hemat dari dinding batu bata atau
dinding yang lainnya.
Kelebihan menggunakan batako
- Pemasangannya lebih cepat
- Harga relatif murah.
Kekurangan menggunakan batako
- Rapuh dan mudah retak.
- Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab
- Dinding mudah pecah
- Menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak.
4. Dinding Bata Hebel
2.2 Plafond/Ceiling/Langit-Langit
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit
bangunan. Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin
agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap. Namun demikian dewasa ini
plafon tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau dingin, melainkan juga sebagai hiasan
yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan. Plafon biasanya dibuat dengan
ketinggian tertentu. Namun sebagai variasi ada juga yang dibuat tidak selalu rata. Variasi
tersebut dikenal sebagai plafond drop ceiling. Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain.
Supaya ruangan di bawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak kayu dari rangka
atapnya.
Untuk menahan kotoran yang jauh dari bidang atap melalui celah-celah genteng
Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindungi
Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap
Sebagai penunjang dekorasi ruang dalam
Sebagai peredam suara / akustik
Menciptakan kesan tertentu dari ketinggian dan motifnya
Semua bahan untuk jenis plafond rumah merupakan bahan-bahan yang baik dan
berkualitas. Mengingat bahwa plafond adalah bagian yang juga menampilkan keindahan rumah
khususnya bagian interior, maka Anda harus selektif dan pandai memilah jenis dan bahan
plafond yang akan digunakan.
Sebelum memilih model dan bahan dasar plafond yang akan Anda aplikasikan pada
bagian langit-langit rumah, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari tiap
jenis dan bahan plafond tersebut.
1. Tripleks
Plafond berbahan tripleks merupakan
jenis penutup plafond yang sering
dipakai. Ukuran tripleks dipasaran
adalah 122 cm x 244 cm dengan
ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm.
Pemasangan plafond ini dapat
dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat
bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafond
dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Keunggulan jenis plafond tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat
dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya.
Material tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan
bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi
kerusakan untuk menggantinya.
Kelemahan bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan
apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak.
2. Eternit atau asbes
Dalam pasaran ukuran plafond
eternit atau asbes adalah 1.00 m x
1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m. Cara
pemasangan pun sama dengan
plafond tripleks. Anda dapat
menggunakan kasau 4/6 atau 5/7
dengan ukuran rangka kayu 60
cm x 60 cm untuk rangka plafon. Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran,
proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang
ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya tidak
patah atau retak.
3. Serat (fiber)
Saat ini plafond fiber sudah
banyak digunakan. Dalam
aplikasi untuk plafond rumah
menggunakan papan GRC
(Glassfiber Reinforced Cement)
Board. Harganya relatif murah
dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm
dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafond dapat mengunakan kaso 4/6 atau
5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm. Keunggulan plafond GRC tahan terhadap
api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan sama dengan plafond eternit atau asbes tak tahan benturan. Material
GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai.
4. Gypsum
Plafond gypsum salah satu
jenis plafond yang sudah
banyak digunakan untuk
menutup langit-langit rumah.
Ukuran untuk plafond gypsum
adalah 122 cm x 244 cm.
Untuk rangka seperti GRC
Board anda dapat menggunakan kaso maupun besi hollow 4/4 dan 4/2.
Keunggulan, pada saat terpasang plafond gypsum memiliki permukaan yang terlihat
tanpa sambungan sehingga banyak diminati masyarakat. Proses pengerjaanya pun
lebih cepat. Mudah diperoleh, diperbaiki serta diganti.
Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau
rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus
untuk mengaplikasikannya.
5. Akustik board
Plafond akustik merupakan
solusi bagi Anda yang
merencanakan sebuah ruangan
yang dapat meredam
kebisingan. Karena plafond
akustik merupakan plafond
yang tahan terhadap batas
ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm
x 120 cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal
pabrikan yang sudah jadi. Keunggulan, dapat meredam suara sehingga untuk
kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan
sehingga mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat.
Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta
harganya relatif lebih mahal.
2.3 Lantai
Tinggi lantai dari permukaan tanah tergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan
keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi ada pula yang
menyukai lantai yang tinggi. Didaerah yang rawan banjir ataupun rob, lantai dibuat harus tinggi
dari permukaan air banjir, terhadap jalan raya sebaiknya lantai dibuat lebih tinggi dari
permukaan jalan raya. Penggunaan lantai pun bermacam-macam. Untuk dalam ruangan (interior)
sebaiknya digunakan bahan lantai yang mempunyai warna, pola, dan dimensi serta texstur yang
halus.
1. Lantai Tegel
Lantai tegel dibuat
menggunakan campuran semen
dan pasir. Warna lantai tegel
dipasarkan beragam, mulai dari
abu-abu, merah, biru, kuning
dan lain sebagainya. Lantai
Tegel berukuran 30 cm x 30 cm
atau 40 cm x 40 cm. Lantai Tegel merupakan bahan lantai yang handal, sangat sesuai
dengan iklim Indonesia, juga memberikan kesan sejuk terhadap ruangan.
Bila akan menggunakan tegel sebagai lantai, pilihlah yang terlihat basah agar tidak
mudah pecah atau retak dan tidak gompel sisi-sisinya sehingga pada waktu
pemasangan terlihat bagus dan rapi. Kelebihan lantai tegel dibandingkan dengan
lantai yang lainya adalah harganya yang lumayan murah dan pemasangan yang
mudah. Namun lantai tegel juga mempunyai kekurangan yaitu jika terkena asam
(cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk di bersihkan.
2. Lantai Teraso
Lantai teraso terbuat dari semen
dan pasir yang pada bagian
atasnya dilapisi bahan keras
dengan beberapa beberapa
kombinasi campuran antara kulit
kerang laut dan pecahan marmer,
sehingga tampak berbagai corak
dan texstur sesuai bahan yang digunakan.
Ukuran teraso yang dijual dipasaran antara lain 20 cm x 20 cm,dan 30cm x 30cm
dengan warna putih. Sifat lantai teraso hampir mirip dengan lantai tegel. Hanya saja
lantai teraso mudah berlumut jika sering terkena air. Agar tahan lama lantai teraso
harus sering dilakukan pemolesan ulang.
3. Lantai Keramik
Lantai keramik merupkan jenis bahan
lantai yang paling banyak digunakan
masyarakat pada saat ini karena sifatnya
yang cocok dengan iklim indonesia.
Bahkan warna, corak, ukuran lantai
keramik yang ada dipasaran juga
beraneka ragam sehingga banyak
pilihanya.
Saat ini keramik bukan merupakan bahan lantai rumah yang mahal karena prodak
local pun kini banyak dipasaran dengan kualitas yang tidak kalah dengan keramik
[Link] lantai keramik relatif murah, sama dengan pemasangan lantai
tegel dan lantai teraso. Perawatan lantai keramik pun juga relatif mudah, juga tidak
mudah tergores. Jika terkena cairan atau kotoran, cairan atau kotoran tidak akan
[Link] ruang yang terkena air secara langsung, sebaiknya gunakan
keramik yang bertexstur kasar agar tidak licin. Sedangkan untuk ruangan yang lain
seperti ruangan tamu, ruang tidur, dan ruang keluarga sebaiknya digunakan lantai
bertexstur halus. Keramik juga biasanya digunakan untuk dinding kamar mandi dan
WC karena sifatnya yang tidak menyerap air dan mudah dibersihkan.
4. Lantai Marmer
Lantai marmer terbuat dari batu
marmer yang ukuran awalnya
berupa bongkahan,kemudian
dipotong di pabrik pemotongan.
Lantai marmer terbuat dari batu
marmer yang ukuran awalnya
berupa bongkahan, kemudian
dipotong di pabrik pemotongan. Konsumen biasanya dapat menentukan sendiri
ukuran yang diinginkan atau sesuai pesanan. Warna dan motif yang ada dipasaran
cukup bervariasi. Kesan yang ditampilkan dari lantai marmer sangat indah dan
mewah,tetapi harganya mahal karena marmer terbentuk dari proses alam yang
memakan waktu lama. Bahkan proses pengolahannya pun lama.
Kelebihan dari lantai marmer adalah tahan api dan lebih mampu menahan beban
yang berat dibandingkan dengan jenis yang lain. Sedangkan kekurangan marmer
adalah jika terkena cairan berwarna (air kopi, air teh, atau tinta) akan meresap dan
sulit hilang. Juga jika tidak ada perawatan khusus, marmer bisa berlumut karena
terkena cahaya matahari secara terus menerus dan warna bisa berubah. Oleh karena
itu, marmer cocok digunakan untuk interior saja, minsalnya ruang tamu dan ruang
keluarga.
2.4 Lighting
Lighting adalah penataan cahaya sebagai unsur artisitik. bermanfaat untuk membentuk
dan mendukung suasana. Tata cahaya atau lighting yang ditata secara unik akan mencipta
suasana tertentu dalam ruangan dan dapat membangun estetika pada ruangan. Selain berfungsi
untuk menerangi ruangan, ternyata pencahaayan dapat membuat suasana yang nyaman sesuai
dengan keinginan.
Berbeda dengan cahaya alami, cahaya buatan memiliki sistem tersendiri dalam
menerangi ruangan. Sistem tersebut dimasudkan untuk tercapainya efektifitas dan efisiensi
pemanfaatan cahaya buatan di dalam ruangan. Sistem cahaya buatan dibagi menjadi 2,yaitu :
b) Accent Lighting
d) Effect Light
sistem penerangan yang menyerupai accent light, tetapi obyek dan cahaya
itu sendiri menjadi pusat perhatian.
e) Decorative Light
sistem penerangan yang mempunyai bentuk sekaligus sebagai unsur
dekoratif interior dengan intensitas dan warna cahaya tersendiri untuk
menciptakan suasana.
f) Architecture Light
sistem penerangan yang memanfaatkan cahaya sebagai media pendukung
olahan atau karya arsitektur (disebut juga structural light).
[Link]
Makalah_Desain_Interior_Lengkap_Lantai_Dinding_Plafon
[Link]