0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Desain Interior: Fungsi dan Elemen Dinding

interior

Diunggah oleh

Richard Albyaser
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Desain Interior: Fungsi dan Elemen Dinding

interior

Diunggah oleh

Richard Albyaser
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jika kita ingin membangun sebuah gedung, tentu mengharapkan bangunan yang dibangun
bisa memenuhi kriteria sebagai bangunan yangindah, sehat, dan nyaman. Keindahan tersebut
tentunya bersifat relatif, tetapi jika menyangkut aspek kesehatan ada beberapa syarat agar
menjadi bangunanyang sehat.

Desain interior merupakan sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang dalam di
dalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan
perlindungan, mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan
gagasan yang menyertai tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi
pandangan, suasana hati dan kepribadian [Link] karena itu tujuan dari perancangan interior
adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior.

Desain interior pada dasarnya terkait dengan hal merencanakan, menata, dan merancang
ruang-ruang interior didalam sebuah bangunan agar menjadi sebuah tatanan fisik untuk
memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam hal penyediaan sarana bernaung dan berlindung.
Sebagai perpanjangan dari bagian perencanaan. Desain interior yang bersifat kontemporer
ditandai dengan adanya variasi dan fleksibilitas atas ruangannya, namun keberhasilan dari hal
tersebut ditentukan dari kesederhanaan dan kejelasan dalam penekanan setiap ruangan yang
menjadi tujuan utamanya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, masalah3masalah yang di3 bahas dapat
dirumuskan sebagai berikut
1.
2.
3.
4.
5.
1.3 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah dengan judul “ Elemen-elemen Interior adalah sebagai berikut
1.
2.
3.
4.
5.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dinding

Dinding merupakan suatu bidang nyata yang membatasi satu ruang dengan ruang yang
lain, ruang dalam dengan ruang luar dan memisahkan kegiatan yang berbeda. Dinding juga
merupakan salah satu syarat terbentuknya ruang. Selain itu, dinding juga memiliki fungsi sebagai
berikut :

1. Sebagai penyekat ruangan


Penyekat ruangan / partisi merupakan pembatas atau Sesuatu yang membatasi
ruangan satu dengan [Link] memiliki fungsi yang hampir sama, akan tetapi
partisi dengan dinding itu berbeda. Untuk partisi itu sendiri dapat di fungsikan
sebagai pemanis yang menambah estetika didalam ruangan rumah atau bangunan
yang anda bangun. Selain itu, penyekat ruangan atau partisi juga dianggap
memberikan nilai tambahan pada dekorasi interior rumah.
Berikut ini adalah beberapa fungsi yang dihasilkan oleh partisi :
a) Pemberi Privasi
Dengan adanya partisi disuatu ruangan maka akan sedikit menambah kesan
ruangan tersebut lebih privasi. Dan banyangkan jika ruangan anda tidak
memiliki sekat atau partisi tentu saja akan membuat anda terganggu. Partisi
sering di pakai sebagai elemen yang menghadirkan rasa nyaman dan
terlindungi.
b) Sebagai Penutup
Selain digunakan untuk membuat ruangan privasi, pertisi ini juga dapat di
gunakan sebagai penutup bagian-bagian yang hampa atau kosong dan tidak
diisi oleh barang-barang seperti misalnya bawah tangga yang memang jarang
di manfaatkan oleh penghuni. Maka dari itu dengan partisi bagian tersebut
dapat di tutupi
c) Back Drop
agar partisi yang berfungsi sebagai backdrop ini lebih cantik dan memukau,
sekat dan partisi sebaiknya diletakkan disudut-sudut yang mudah dilihat dan
ditangkap oleh orang saat pertama kali masuk kedalam ruangan. Dan akan
lebih memberikan kesan "cantik " untuk interior rumah.
2. Sebagai fungsi dekoratif
Dinding merupakan elemen yang membentuk sebuah ruang. Sedangkan dekoratif
panel adalah sebuah bidang yang akan mengubah dinding tampil menjadi lebih
menarik. Sebelumnya cat tembok merupakan solusi terakhir untuk "menghias"
tampilan dinding. Namun pada masa kini, dinding panel dapat menjadi salah satu
solusi yang patut dipertimbangkan dalam menerapkan salah satu elemen interior,
agar ruangan menjadi semakin indah dipandang dan membuat betah.
Dinding panel dapat pula diaplikasikan ke dalam berbagai macam sudut ruang.
Misalnya, di ruang keluarga, backpanel tempat tidur, foyer, atau ruang tamu. Selain
mempercantik dinding, panel-panel ini juga dapat sekaligus berfungsi sebagai partisi
atau pembatas antara ruang satu dengan ruang lainnya.
3. Sebagai fungsi akustik
Dinding akustik merupakan salah satu hal yang diperlukan untuk meredam suara
selain penggunaan bahan peredam suara tentunya pada sebuah ruangan. Hal ini
bertujuan agar ruangan tersebut tidak terlalu berisik dengan suara bising dari luar
ruangan. Penggunaan karakteristik dinding akustik setelah menggunakan peredam
suara pada ruangan dilakukan demi kenyamanan penggunaan pemilik ruangan
tersebut.
Penggunaan dinding akustik ini juga sangat berguna dalam meredam nada rendah
dalam / yang masuk ke dalam sebuah ruangan walaupun ruangan tersebut sudah
memakai peredam suara akan tetapi peredam suara biasanya meredam suara nada
tinggi namun kurang meredam untuk nada rendah, untuk itulah diperlukan sebuah
dinding akustik untuk melengkapi sebuah peredam suara tersebut.

Bahan mentah pembuatan dinding bangunan dibedakan atas :


1. Dinding Batu Bata

Dinding batu bata merupakan dinding yang paling banyak digunakan dalam
pembangunan gedung baik gedung sederhana, perumahan, atau gedung berukuran
besar. oleh karena itu dinding batu bata mempunyai seni tersendiri dalam sistem
pemasangannya
 Kelebihan menggunakan batu bata
- Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan.
- Jarang terjadi keretakan pada tembok
- Kuat dan tahan lama.
 Kekurangan menggunakan batu bata
- waktu pemasangan lebih lama dibanding dinding lainnya
- biaya lebih tinggi.

2. Dinding Batu Kapur


Dinding ini banyak digunakan dipedasaan, rumah rakyat, pagar pembatas, atau
rumah sederhana.
 Kelebihan menggunakan batu kapur
- Harga dinding batu kapur sangat murah
- Waktu pemasangan cepat dan memerlukan sedikit adukan semen-pasir.
- Bila sudah diplester dinding ini tidak terlihat dari tanah atau kapur.
 Kekurangan menggunakan batu kapur
- Dinding ini memerlukan kolom praktis setiap 2.5 m.

3. Dinding Batako

Batako merupakan batu buatan yang pembuatannya tidak dibakar. Bahannya dari
tras, kapur, dan sedikit semen. Pemakaiannya lebih hemat dari dinding batu bata atau
dinding yang lainnya.
 Kelebihan menggunakan batako
- Pemasangannya lebih cepat
- Harga relatif murah.
 Kekurangan menggunakan batako
- Rapuh dan mudah retak.
- Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab
- Dinding mudah pecah
- Menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak.
4. Dinding Bata Hebel

Bata hebel/celcon dibuat dengan mesin di pabrik. Dinding bata hebel/celcon


adalah bahan bangunan pembentuk dinding yang mutu kualitasnya tinggi. Penjualan
bata jenis ini tidak ada pada agen atau toko material. Melainkan harus memesan
terlebih dahulu.
 Kelebihan menggunakan hebel/celcon
- Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air
- Ringan dan tahan api
- Pemasangan lebih cepat dan pemotongan lebih mudah hanya dengan
menggunakan gergaji.
 Kekurangan menggunakan hebel/celcon
- Harga relatif lebih mahal.
- Tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini.
- Hanya toko material besar yang menjual bata jenis ini.

2.2 Plafond/Ceiling/Langit-Langit

Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit
bangunan. Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin
agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap. Namun demikian dewasa ini
plafon tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau dingin, melainkan juga sebagai hiasan
yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan. Plafon biasanya dibuat dengan
ketinggian tertentu. Namun sebagai variasi ada juga yang dibuat tidak selalu rata. Variasi
tersebut dikenal sebagai plafond drop ceiling. Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain.

Manfaat / kegunaan plafon antara lain sebagai berikut :

 Supaya ruangan di bawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak kayu dari rangka
atapnya.
 Untuk menahan kotoran yang jauh dari bidang atap melalui celah-celah genteng
 Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindungi
 Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap
 Sebagai penunjang dekorasi ruang dalam
 Sebagai peredam suara / akustik
 Menciptakan kesan tertentu dari ketinggian dan motifnya

Sifat bahan dan karakteristiknya

Semua bahan untuk jenis plafond rumah merupakan bahan-bahan yang baik dan
berkualitas. Mengingat bahwa plafond adalah bagian yang juga menampilkan keindahan rumah
khususnya bagian interior, maka Anda harus selektif dan pandai memilah jenis dan bahan
plafond yang akan digunakan.

Sebelum memilih model dan bahan dasar plafond yang akan Anda aplikasikan pada
bagian langit-langit rumah, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari tiap
jenis dan bahan plafond tersebut.

1. Tripleks
Plafond berbahan tripleks merupakan
jenis penutup plafond yang sering
dipakai. Ukuran tripleks dipasaran
adalah 122 cm x 244 cm dengan
ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm.
Pemasangan plafond ini dapat
dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat
bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafond
dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Keunggulan jenis plafond tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat
dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya.
Material tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan
bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi
kerusakan untuk menggantinya.
Kelemahan bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan
apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak.
2. Eternit atau asbes
Dalam pasaran ukuran plafond
eternit atau asbes adalah 1.00 m x
1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m. Cara
pemasangan pun sama dengan
plafond tripleks. Anda dapat
menggunakan kasau 4/6 atau 5/7
dengan ukuran rangka kayu 60
cm x 60 cm untuk rangka plafon. Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran,
proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang
ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya tidak
patah atau retak.
3. Serat (fiber)
Saat ini plafond fiber sudah
banyak digunakan. Dalam
aplikasi untuk plafond rumah
menggunakan papan GRC
(Glassfiber Reinforced Cement)
Board. Harganya relatif murah
dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm
dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafond dapat mengunakan kaso 4/6 atau
5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm. Keunggulan plafond GRC tahan terhadap
api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan sama dengan plafond eternit atau asbes tak tahan benturan. Material
GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai.
4. Gypsum
Plafond gypsum salah satu
jenis plafond yang sudah
banyak digunakan untuk
menutup langit-langit rumah.
Ukuran untuk plafond gypsum
adalah 122 cm x 244 cm.
Untuk rangka seperti GRC
Board anda dapat menggunakan kaso maupun besi hollow 4/4 dan 4/2.
Keunggulan, pada saat terpasang plafond gypsum memiliki permukaan yang terlihat
tanpa sambungan sehingga banyak diminati masyarakat. Proses pengerjaanya pun
lebih cepat. Mudah diperoleh, diperbaiki serta diganti.
Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau
rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus
untuk mengaplikasikannya.
5. Akustik board
Plafond akustik merupakan
solusi bagi Anda yang
merencanakan sebuah ruangan
yang dapat meredam
kebisingan. Karena plafond
akustik merupakan plafond
yang tahan terhadap batas
ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm
x 120 cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal
pabrikan yang sudah jadi. Keunggulan, dapat meredam suara sehingga untuk
kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan
sehingga mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat.
Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta
harganya relatif lebih mahal.

2.3 Lantai

Lantai merupakan penutup permukaan tanah dalam ruangan dan sekitar


rumah(teras,carport ). Hal yang kadang terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang jenis,sifat
dan teknik pemasangan setiap lantai sehinggga lantai tidak terpasang secara baik dan tidak
berfungsi secara maksimal menurut kebutuhan ruang. Ada bermacam-macam jenis lantai,tetapi
fungsi secara umum sebagai alas pijakan kaki sehingga memberi kenyamanan ketika berjalan
[Link] juga dapat memberi nilai estetika suatu rumah sehingga dapat menambah nilai
jual bangunan rumah.

Tinggi lantai dari permukaan tanah tergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan
keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi ada pula yang
menyukai lantai yang tinggi. Didaerah yang rawan banjir ataupun rob, lantai dibuat harus tinggi
dari permukaan air banjir, terhadap jalan raya sebaiknya lantai dibuat lebih tinggi dari
permukaan jalan raya. Penggunaan lantai pun bermacam-macam. Untuk dalam ruangan (interior)
sebaiknya digunakan bahan lantai yang mempunyai warna, pola, dan dimensi serta texstur yang
halus.

Jenis bahan-bahan lantai yang biasa digunakan yaitu

1. Lantai Tegel
Lantai tegel dibuat
menggunakan campuran semen
dan pasir. Warna lantai tegel
dipasarkan beragam, mulai dari
abu-abu, merah, biru, kuning
dan lain sebagainya. Lantai
Tegel berukuran 30 cm x 30 cm
atau 40 cm x 40 cm. Lantai Tegel merupakan bahan lantai yang handal, sangat sesuai
dengan iklim Indonesia, juga memberikan kesan sejuk terhadap ruangan.
Bila akan menggunakan tegel sebagai lantai, pilihlah yang terlihat basah agar tidak
mudah pecah atau retak dan tidak gompel sisi-sisinya sehingga pada waktu
pemasangan terlihat bagus dan rapi. Kelebihan lantai tegel dibandingkan dengan
lantai yang lainya adalah harganya yang lumayan murah dan pemasangan yang
mudah. Namun lantai tegel juga mempunyai kekurangan yaitu jika terkena asam
(cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk di bersihkan.
2. Lantai Teraso
Lantai teraso terbuat dari semen
dan pasir yang pada bagian
atasnya dilapisi bahan keras
dengan beberapa beberapa
kombinasi campuran antara kulit
kerang laut dan pecahan marmer,
sehingga tampak berbagai corak
dan texstur sesuai bahan yang digunakan.
Ukuran teraso yang dijual dipasaran antara lain 20 cm x 20 cm,dan 30cm x 30cm
dengan warna putih. Sifat lantai teraso hampir mirip dengan lantai tegel. Hanya saja
lantai teraso mudah berlumut jika sering terkena air. Agar tahan lama lantai teraso
harus sering dilakukan pemolesan ulang.
3. Lantai Keramik
Lantai keramik merupkan jenis bahan
lantai yang paling banyak digunakan
masyarakat pada saat ini karena sifatnya
yang cocok dengan iklim indonesia.
Bahkan warna, corak, ukuran lantai
keramik yang ada dipasaran juga
beraneka ragam sehingga banyak
pilihanya.
Saat ini keramik bukan merupakan bahan lantai rumah yang mahal karena prodak
local pun kini banyak dipasaran dengan kualitas yang tidak kalah dengan keramik
[Link] lantai keramik relatif murah, sama dengan pemasangan lantai
tegel dan lantai teraso. Perawatan lantai keramik pun juga relatif mudah, juga tidak
mudah tergores. Jika terkena cairan atau kotoran, cairan atau kotoran tidak akan
[Link] ruang yang terkena air secara langsung, sebaiknya gunakan
keramik yang bertexstur kasar agar tidak licin. Sedangkan untuk ruangan yang lain
seperti ruangan tamu, ruang tidur, dan ruang keluarga sebaiknya digunakan lantai
bertexstur halus. Keramik juga biasanya digunakan untuk dinding kamar mandi dan
WC karena sifatnya yang tidak menyerap air dan mudah dibersihkan.
4. Lantai Marmer
Lantai marmer terbuat dari batu
marmer yang ukuran awalnya
berupa bongkahan,kemudian
dipotong di pabrik pemotongan.
Lantai marmer terbuat dari batu
marmer yang ukuran awalnya
berupa bongkahan, kemudian
dipotong di pabrik pemotongan. Konsumen biasanya dapat menentukan sendiri
ukuran yang diinginkan atau sesuai pesanan. Warna dan motif yang ada dipasaran
cukup bervariasi. Kesan yang ditampilkan dari lantai marmer sangat indah dan
mewah,tetapi harganya mahal karena marmer terbentuk dari proses alam yang
memakan waktu lama. Bahkan proses pengolahannya pun lama.
Kelebihan dari lantai marmer adalah tahan api dan lebih mampu menahan beban
yang berat dibandingkan dengan jenis yang lain. Sedangkan kekurangan marmer
adalah jika terkena cairan berwarna (air kopi, air teh, atau tinta) akan meresap dan
sulit hilang. Juga jika tidak ada perawatan khusus, marmer bisa berlumut karena
terkena cahaya matahari secara terus menerus dan warna bisa berubah. Oleh karena
itu, marmer cocok digunakan untuk interior saja, minsalnya ruang tamu dan ruang
keluarga.
2.4 Lighting

Lighting adalah penataan cahaya sebagai unsur artisitik. bermanfaat untuk membentuk
dan mendukung suasana. Tata cahaya atau lighting yang ditata secara unik akan mencipta
suasana tertentu dalam ruangan dan dapat membangun estetika pada ruangan. Selain berfungsi
untuk menerangi ruangan, ternyata pencahaayan dapat membuat suasana yang nyaman sesuai
dengan keinginan.

Pencahayaan dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Pencahayaan alami (Natural Lighting)


Pencahayaan alami adalah pencahayaan yang memiliki sumber cahaya yang
berasal dari alam, seperti matahari, bintang, Bulan, dan lain-lain. Matahari adalah
sumber pencahayaan alami yang paling utama, namun sumber pencahayaan ini
tergantung kepada waktu (siang hari atau malam hari), musim, dan cuaca (cerah,
mendung, berawan, dan lain-lain). Diantara seluruh sumber cahaya alami, matahari
memiliki kuat sinar yang paling besar sehingga keberadaanya sangat bermanfaat
dalam penerangandalam ruang. Cahaya matahari yang digunakan untuk
peneranganinterior disebut dengan daylight. Daylight memiliki fungsi yang sangat
pentingdalam karya arsitektur daninterior. Distribusi cahaya alami yang baik dalam
ruang berkaitan langsung dengankonfigurasi arsitektural bangunan, orientasi
bangunan,kedalaman, dan volume ruang.
Pencahayaan alami memiliki beberapa keuntungan yaitu :
 hemat energi listrik,
 hemat energi listrik,
 meningkatkan semangat kerja,
 sebagai penanda waktu,
 bermanfaat bagi kesehatan tubuh,
 dapat membunuh kuman penyakit,
 variasi intensitas cahaya matahari dapat membuat suasana ruangan
memiliki efek yang berbeda-beda, seperti pada hari mendung,
suasana didalam ruang akan memiliki efek sejuk, dan hari cerah
menyebabkan suasana bersemangat.

Kelemahan dari pencahayaan alami yaitu :

 tidak dapat mengatur intensitas terang cahaya matahari sehingga


jika cuacaterik akan menimbulkan kesilauan
 sumber pencahayaan alami yaitu matahari dapat menghasilkan
panas, dan
 distribusi cahaya yang dihasilkan tidak merata.

2. Pencahayaan buatan (Artificial Lighting)


pencahayaan buatan adalah cahaya yang dibuat oleh manusia (lampu minyak,lampu
gas, lilin, lampu listrik).selain itu, . Cahaya buatan adalah jenis pencahayaan yang
relatif dapat dikendalikan oleh manusia sesuai dengan waktu dan jumlah yang
[Link] mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka
diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Pencahayaan buatan dibedakan menjadi


 Sistem pencahayaan langsung (direct lighting)
Sistem pencahayaan langsung merupakan penempatan sumber cahaya secara
langsung ke arah permukaan bidang aplikasi, baik dalam pencahayaan alami maupun
pencahayaan buatan. Permainan cahaya langsung akan memunculkan efek bayangan
yang kuat.
Tujuan dari sistem pencahayaan ini adalah mengoptimalkan penerangan umum dan
intensitas cahaya untuk mendukung kegiatan yang ada di ruangan tersebut.
Pengaturan yang tepat dan cermat dalam peletakan titik cahaya langsung akan
memberikan kesan tegas, fungsional, dan nyaman.
 Sistem pencahayaan tidak langsung (indirect lighting)
Sistem ini merupakan sistem yang menempatkan sumber cahaya dibalik suatu bidang
aplikasi, dan memanfaatkan refleksi cahaya dari balik bidang tersebut untuk
membentuk kesan cahaya tertentu. Permainan cahaya tidak langsung menghasilkan
efek gradasi dan bayang-bayang pada bidang yang tidak terkena bayangan. Sistem
pencahayaan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menegaskan kesan tertentu dari
suatu ruang, atau membentuk batasan pada suatu bidang aplikasi.

Berbeda dengan cahaya alami, cahaya buatan memiliki sistem tersendiri dalam
menerangi ruangan. Sistem tersebut dimasudkan untuk tercapainya efektifitas dan efisiensi
pemanfaatan cahaya buatan di dalam ruangan. Sistem cahaya buatan dibagi menjadi 2,yaitu :

1. Sistem Lighting Primer


a) General Lighting
General lighting adalah penataan peletakannya dilakukan dengan cara
memasang lampu pada titik tengah ruangan atau pada beberapa titik yang
dipasang secara simetris dan merata. Tujuan penggunaan general lighting
adalah menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh pada
ruangan. General lighting digunakan pada ruangan utama dalam rumah.
Seperti ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, kamar tidur, teras
rumah, dan ruangan lainnya.
b) Localized Lighting (Free Standing Up Lighter) : menyerupai general lighting,
tetapi sistem ini mempunyai penataan khusus untuk mendukung aktivitas
tertentu di area tertentu.
c) General Lighting dan Localized Lighting : sistem ini merupakan gabungan
dari sistem general lighting dan localized lighting. Sistem ini biasanya
diterapkan pada ruangan yang membutuhkan intensitas cahaya dengan lux
tertentu.
2. Sistem Lighting Sekunder
a) Ambient Light
sistem penerangan yang sinarnya dibuat merata (difuse). Cahaya yang
merata mengurangi kepekaaan plastisitas (penglihatan 3D) dan tidak
memberikan bayangan sehingga ruangan menjadi lebih terang.

b) Accent Lighting

Pemasangan accent lighting pada ruangan dalam rumah biasanya


digunakan untuk menyorot dekorasi seperti tanaman kecil, foto, action figure,
benda seni, lukisan, dan lain sebagainya. Jenis pencahayaan ini tidak
digunakan untuk membantu aktivitas, melainkan murni hanya untuk elemen
dekoratif ruangan.
c) Task Lighting
merupakan sistem pencahayaan yang fokus pada suatu area dan berfungsi
untuk membantu dalam melakukan aktivitas tertentu. Selain membantu dalam
beraktifitas pencahayaan ini pun dapat berfungsi sebagai pembentuk suasana.
Contoh task lighting yaitu lampu pada meja rias, dimana di bagian cerminnya
ditambahkan lampu led yang berguna untuk menerangi wajah sehingga dapat
melakukan aktifitas make up dengan maksimal.

d) Effect Light

sistem penerangan yang menyerupai accent light, tetapi obyek dan cahaya
itu sendiri menjadi pusat perhatian.
e) Decorative Light
sistem penerangan yang mempunyai bentuk sekaligus sebagai unsur
dekoratif interior dengan intensitas dan warna cahaya tersendiri untuk
menciptakan suasana.

f) Architecture Light
sistem penerangan yang memanfaatkan cahaya sebagai media pendukung
olahan atau karya arsitektur (disebut juga structural light).

[Link]
Makalah_Desain_Interior_Lengkap_Lantai_Dinding_Plafon

[Link]

Anda mungkin juga menyukai