0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan49 halaman

Modul Ajar Geografi Kelas X Ganjil

Diunggah oleh

Tahsinul Khafid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan49 halaman

Modul Ajar Geografi Kelas X Ganjil

Diunggah oleh

Tahsinul Khafid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPS (GEOGRAFI)


BAB 1 - PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 BATU AMPAR
Nama Penyusun : Muhammad Tahsinul Khafid, [Link].
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (4 x 45 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang
lingkungan sekitar dan beberapa konsep geografis sederhana (misalnya, peta, arah
mata angin) yang didapatkan dari jenjang SMP atau pengetahuan umum. Beberapa
mungkin sudah terpapar berita atau informasi terkait isu-isu geografis global
(perubahan iklim, bencana alam).
● Minat: Minat peserta didik bervariasi. Beberapa mungkin tertarik pada isu
lingkungan, perjalanan, atau teknologi geospasial. Ada juga yang lebih menyukai
pendekatan visual dan interaktif.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, baik sosial
ekonomi maupun pengalaman belajar. Beberapa mungkin memiliki pengalaman
langsung dengan fenomena geografis di lingkungan tempat tinggalnya, sementara
yang lain mungkin lebih banyak belajar dari media.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan media pembelajaran berupa gambar, video, peta,
infografis.
○ Auditori: Membutuhkan penjelasan lisan yang jelas, diskusi kelompok,
presentasi.
○ Kinestetik: Membutuhkan kegiatan praktik, simulasi, atau proyek berbasis
lapangan (jika memungkinkan).
○ Diferensiasi: Ada peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih intensif,
sementara yang lain membutuhkan tantangan lebih untuk eksplorasi mandiri.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (pengertian
geografi, objek studi, prinsip, aspek, pendekatan), pengetahuan faktual (contoh
fenomena geografis), dan pengetahuan prosedural (cara berpikir geografis, penerapan
konsep dalam analisis sederhana).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan karena geografi
membantu peserta didik memahami lingkungan sekitar, interaksi manusia dengan
alam, serta berbagai isu global seperti urbanisasi, bencana alam, sumber daya, dan
perubahan iklim yang memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan materi bervariasi. Konsep dasar cenderung
mudah dipahami, tetapi penerapan prinsip dan pendekatan geografi dalam analisis
kasus nyata memerlukan penalaran kritis dan pemahaman yang lebih mendalam.
● Struktur Materi: Materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari pengertian dasar,
ruang lingkup, kemudian objek, prinsip, aspek, dan pendekatan geografi. Ini
memberikan fondasi yang kuat sebelum masuk ke topik geografi yang lebih spesifik.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menyadari
kebesaran Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan isinya, serta menjaga
kelestarian lingkungan.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis informasi geografis secara objektif dan membuat
kesimpulan yang rasional.
○ Kreatif: Mengembangkan ide-ide baru dalam memecahkan masalah geografis
atau menyajikan informasi.
○ Gotong Royong/Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk
menyelesaikan tugas.
○ Mandiri: Bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.
○ Berkebinekaan Global: Menghargai keragaman fenomena geografis dan budaya
di berbagai belahan dunia.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang
akan dicapai adalah:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
2. Penalaran Kritis
3. Kreativitas
4. Kolaborasi
5. Kemandirian
6. Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai bidang ilmu sosial
sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan lingkungannya untuk memberikan landasan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan
fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya dalam
beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Peserta
didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali fenomena kehidupan manusia
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang
dan waktu. Peserta didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi
dan hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan dokumentasi.
Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari informasi, hasil observasi, dan
hasil dokumentasi, serta menyusun rencana tindak lanjut. Capaian Pembelajaran setiap
elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman • Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara
Konsep kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok
sosial dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam
masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya
sebagai bagian dari masyarakat multikultural.
• Peserta didik memahami hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Peserta didik memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank
sebagai dasar dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta
mengenali dan menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks
mampu membuat laporan keuangan pribadi.
• Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta, pengindraan jauh,
Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan fenomena
geosfer fisik yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang kehidupan.
• Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali
penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau,
masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global
mulai dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.
Keterampilan Peserta didik
Proses • Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
• Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
• Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan
observasi, dan mendokumentasikannya;
• Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
• Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam
bentuk media digital dan/atau nondigital; dan
• Merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun
rencana tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Sosiologi: Interaksi sosial, kependudukan, budaya.
● Ekonomi: Sumber daya alam, aktivitas ekonomi, pembangunan.
● Sejarah: Perubahan bentang alam dan peradaban dari waktu ke waktu.
● Biologi: Ekosistem, flora dan fauna.
● Fisika: Fenomena fisik bumi (atmosfer, hidrosfer, litosfer).
● Matematika: Skala peta, perhitungan jarak, data statistik.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi: Sistem Informasi Geografis (SIG),
pemetaan digital, analisis data.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengertian dan Ruang Lingkup Geografi
● Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan
pengertian geografi menurut para ahli dan hakikatnya dengan bahasa sendiri
(Penalaran Kritis, Komunikasi).
● Setelah mengamati berbagai fenomena di lingkungan sekitar, peserta didik dapat
mengidentifikasi ruang lingkup kajian geografi (fisik dan sosial) dengan cermat
dan akurat (Penalaran Kritis, Mandiri).
● Dengan rasa ingin tahu, peserta didik dapat menyadari bahwa fenomena geografis
merupakan bentuk kebesaran Tuhan Yang Maha Esa (Keimanan dan Ketakwaan
terhadap Tuhan YME).
Pertemuan 2: Objek Studi dan Prinsip Geografi
● Melalui analisis gambar dan video, peserta didik dapat mengklasifikasikan objek
studi geografi (material dan formal) dengan tepat (Penalaran Kritis).
● Setelah menelaah contoh kasus geografis, peserta didik dapat menganalisis empat
prinsip geografi (distribusi, interelasi, deskripsi, korologi) dalam konteks fenomena
nyata (Penalaran Kritis, Kolaborasi).
Pertemuan 3: Aspek dan Pendekatan Geografi
● Melalui kegiatan observasi sederhana lingkungan sekolah, peserta didik dapat
mengidentifikasi aspek-aspek geografi (fisik dan nonfisik) yang relevan dengan
lingkungan sekitar (Kreativitas, Mandiri).
● Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menerapkan tiga pendekatan geografi
(keruangan, kelingkungan, kompleks wilayah) untuk memecahkan masalah
sederhana (Penalaran Kritis, Kolaborasi).
Pertemuan 4: Keterampilan Geografi dan Manfaat Mempelajari Geografi
● Melalui praktik sederhana, peserta didik dapat mendemonstrasikan keterampilan
dasar geografi (observasi, interpretasi peta, analisis data) dalam menyelesaikan
tugas (Kemandirian, Kreativitas).
● Dengan berdiskusi, peserta didik dapat menyimpulkan manfaat mempelajari
geografi dalam kehidupan sehari-hari dan peranannya dalam pembangunan
berkelanjutan (Komunikasi, Penalaran Kritis).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Fenomena alam di sekitar kita (banjir, gempa bumi, erosi, kepadatan penduduk di
kota).
● Pemanfaatan lahan di daerah tempat tinggal.
● Perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan lokal.
● Perencanaan tata kota dan pembangunan infrastruktur di daerah.
● Penyebaran kebudayaan atau tradisi lokal.
● Pemetaan potensi wisata daerah.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
● Model Pembelajaran:
○ Problem-Based Learning (PBL): Mengajukan masalah geografis nyata untuk
diselesaikan oleh peserta didik.
○ Project-Based Learning (PjBL): Mendorong peserta didik membuat produk
(misalnya, peta sederhana, infografis, presentasi) berdasarkan pemahaman
konsep.
○ Discovery Learning: Memberikan kesempatan peserta didik untuk menemukan
konsep sendiri melalui eksplorasi.
● Strategi Pembelajaran:
○ Think-Pair-Share: Peserta didik berpikir individu, berpasangan, lalu berbagi
dengan kelompok.
○ Group Discussion: Diskusi kelompok untuk memecahkan masalah atau
menganalisis kasus.
○ Jigsaw: Membagi materi menjadi bagian-bagian kecil, setiap kelompok ahli
mempelajari satu bagian, lalu mengajarkan kepada kelompok asalnya.
○ Case Study: Menganalisis studi kasus nyata terkait fenomena geografis.
● Metode Pembelajaran:
○ Ceramah Interaktif
○ Diskusi
○ Tanya Jawab
○ Penugasan
○ Presentasi
○ Studi Lapangan Sederhana (jika memungkinkan)

2. Kemitraan Pembelajaran:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Sejarah, Sosiologi, Biologi, TIK),
pustakawan, staf TU (untuk data sekolah), komunitas siswa (OSIS, klub ilmiah).
● Lingkungan Luar Sekolah:
○Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat.
○ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
○ Dinas Lingkungan Hidup.
○ Komunitas lokal peduli lingkungan.
● Masyarakat: Orang tua, tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan atau
pengalaman terkait geografi lokal.

3. Lingkungan Belajar:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel (dapat diatur untuk diskusi kelompok, presentasi),
perpustakaan sekolah dengan koleksi buku geografi dan peta, laboratorium komputer
(untuk akses internet dan perangkat lunak GIS sederhana jika ada).
● Ruang Virtual:
○ Platform Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom untuk
berbagi materi, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi.
○ Sumber daya daring: Google Earth, Google Maps, video edukasi (YouTube),
artikel berita relevan, jurnal ilmiah sederhana.
○ Perpustakaan digital sekolah atau platform e-book.
● Budaya Belajar (Mendukung Pembelajaran Mendalam):
○ Budaya Kolaborasi: Mendorong kerja sama antarpeserta didik dalam
menyelesaikan tugas.
○ Budaya Inkuiri: Memicu rasa ingin tahu dan pertanyaan-pertanyaan mendalam.
○ Budaya Refleksi: Mendorong peserta didik untuk merenungkan apa yang telah
mereka pelajari dan bagaimana itu relevan dengan hidup mereka.
○ Budaya Keterbukaan: Mendorong peserta didik untuk berani bertanya,
berpendapat, dan menerima umpan balik.
○ Budaya Apresiasi: Memberikan penghargaan terhadap usaha dan hasil karya
peserta didik.

4. Pemanfaatan Digital:
● Perpustakaan Digital: Akses e-book, jurnal, artikel ilmiah dari perpustakaan digital
sekolah atau sumber eksternal yang terpercaya.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom, grup chat (WhatsApp/Telegram) untuk
diskusi di luar jam pelajaran, berbagi informasi, dan menjawab pertanyaan.
● Penilaian Daring: Google Forms untuk kuis atau asesmen formatif, Kahoot! atau
Mentimeter untuk kuis interaktif dan survei pendapat.
● Media Presentasi Digital: Google Slides, Canva, Prezi untuk membuat presentasi
yang menarik.
● Alat Visualisasi Geospasial: Google Maps, Google Earth untuk eksplorasi lokasi
dan fenomena geografis secara virtual.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


Pertemuan 1: Pengertian dan Ruang Lingkup Geografi
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING):
● Mindful Learning: Guru memulai dengan menyapa peserta didik, menanyakan
kabar, dan melakukan teknik pernapasan sederhana atau mindfulness singkat
(misalnya, mengambil napas dalam-dalam, merasakan kehadiran di kelas) untuk
membantu mereka fokus dan menenangkan pikiran dari aktivitas sebelumnya.
● Meaningful Learning: Guru menunjukkan sebuah gambar atau video singkat
tentang fenomena geografis menarik (misalnya, letusan gunung berapi,
pemandangan kota dari atas, atau peta interaktif). Guru bertanya: "Apa yang
kalian lihat? Mengapa fenomena ini menarik perhatian kalian? Apa
hubungannya dengan studi tentang Bumi?" Ini memicu rasa ingin tahu dan
mengaitkan materi dengan pengalaman visual.
● Joyful Learning: Guru memutarkan lagu pendek bertema alam atau
lingkungan sebagai ice breaker atau memulai dengan permainan singkat
"Tebak Lokasi" menggunakan petunjuk geografis, menciptakan suasana yang
menyenangkan dan ringan.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan
pentingnya memahami lingkungan sekitar.
● Guru melakukan asesmen diagnostik sederhana (misalnya, pertanyaan lisan
cepat, polling di Mentimeter) untuk mengetahui pemahaman awal tentang
geografi.

2. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):


Diferensiasi Konten:
● Guru menyediakan berbagai sumber belajar: buku teks, artikel singkat dari
koran/majalah, video animasi tentang pengertian geografi.
● Untuk peserta didik yang suka membaca, sediakan ringkasan materi. Untuk yang
visual, sediakan infografis atau mind map yang sudah jadi.
Memahami:
● Guru menjelaskan pengertian geografi secara umum dan menurut beberapa ahli
kunci.
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi kelompok
berdasarkan kemampuan awal jika diperlukan).
● Setiap kelompok diberi tugas untuk menelaah kasus nyata/gambar fenomena
geografis (misalnya, banjir di Jakarta, persebaran hutan di Kalimantan, atau
aktivitas penduduk di desa).
● Guru memberikan pertanyaan pemantik yang bervariasi tingkat kesulitannya
(misalnya, "Apa saja unsur geografis yang terlihat di gambar ini?" hingga
"Bagaimana geografi dapat membantu memahami fenomena ini?").
Mengaplikasi:
● Setiap kelompok diminta untuk menganalisis ruang lingkup kajian geografi
(fisik dan sosial) dari studi kasus yang diberikan, kemudian
mempresentasikannya di depan kelas.
Diferensiasi Proses:
● Kelompok yang membutuhkan dukungan lebih: Guru memberikan scaffolding
berupa daftar pertanyaan panduan, contoh analisis, atau bimbingan langsung.
● Kelompok yang sudah mahir: Diberikan tantangan untuk mencari kasus lain
secara mandiri atau menganalisis kasus dari sudut pandang yang lebih kompleks.
● Peserta didik diberi kesempatan untuk saling bertanya dan memberikan
masukan.
Merefleksi:
● Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan bagaimana konsep
geografi membantu mereka memahami fenomena di sekitar. "Bagaimana konsep
yang kita pelajari hari ini membantu kita melihat dunia dengan cara yang
berbeda?"
● Setiap kelompok menuliskan satu insight atau pemahaman baru yang mereka
dapatkan dari pembelajaran hari ini.

3. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN LANJUTAN):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik secara individu dan
kelompok terhadap hasil presentasi dan diskusi, menyoroti kekuatan dan area
yang perlu ditingkatkan. "Saya melihat kalian sudah memahami dengan baik
konsep X, namun perlu lebih mendalami hubungan antara Y dan Z."
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-
poin penting yang telah dipelajari tentang pengertian dan ruang lingkup geografi.
Guru menggunakan teknik "Ticket to Exit" di mana setiap peserta didik
menuliskan satu hal yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih
mereka miliki sebelum meninggalkan kelas.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan topik untuk
pertemuan berikutnya (objek studi dan prinsip geografi) dan memberikan tugas
persiapan singkat (misalnya, mencari contoh fenomena yang dapat dijelaskan
dengan prinsip geografi). Guru juga menanyakan: "Apa yang kalian harapkan
untuk pembelajaran geografi selanjutnya? Metode apa yang paling membantu
kalian belajar?" untuk melibatkan siswa dalam perencanaan.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik):
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, minat, dan gaya belajar peserta didik.
Format:
● Kuesioner Singkat (Google Forms): Pertanyaan pilihan ganda tentang konsep dasar
geografi (misalnya, "Apa yang kamu ketahui tentang peta?"), serta pertanyaan terbuka
tentang minat terhadap mata pelajaran dan cara belajar yang disukai.
● Diskusi Kelas/Brainstorming: Meminta peserta didik menyebutkan kata-kata yang
terlintas di pikiran mereka ketika mendengar kata "geografi".
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
● "Sebutkan 3 hal yang menurutmu paling menarik dari Bumi!"
● "Apa perbedaan antara gunung dan bukit?"
● "Bagaimana cara kamu paling mudah belajar Geografi? (misalnya: membaca buku,
menonton video, diskusi kelompok, praktik langsung)"
2. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif):
● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran dan
memberikan umpan balik yang konstruktif.
Format:
● Observasi Selama Diskusi Kelompok: Mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan argumentasi peserta didik. (Ceklist observasi: "Berpartisipasi aktif,"
"Memberikan ide," "Mendengarkan dengan baik," "Mampu menjelaskan konsep")
● Penilaian Presentasi Kelompok: Rubrik penilaian yang mencakup pemahaman
konsep, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. (Rubrik: "Kelengkapan materi,"
"Kesesuaian dengan topik," "Gaya presentasi," "Kemampuan menjawab pertanyaan")
● Kuis Singkat (Kahoot!/Mentimeter): Pertanyaan pilihan ganda atau benar/salah untuk
mengecek pemahaman konsep secara cepat di setiap akhir sub-topik.
● Jurnal Refleksi Diri: Peserta didik menuliskan pemahaman, kesulitan, dan pertanyaan
yang masih ada setelah setiap pertemuan.
● Lembar Kerja Kelompok: Penilaian terhadap hasil analisis studi kasus atau
pengerjaan tugas kelompok.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
● "Identifikasi 3 prinsip geografi yang paling menonjol pada fenomena banjir di kota
X. Jelaskan alasannya!" (untuk kelompok)
● "Menurutmu, mengapa geografi disebut sebagai 'ilmu keruangan'?" (pertanyaan lisan
saat diskusi)
● "Tuliskan 2 hal baru yang kamu pelajari hari ini dan 1 pertanyaan yang masih kamu
ingin ketahui!" (jurnal refleksi)
3. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif):
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan setelah tema
selesai.
Format:
● Tes Tertulis: Esai singkat atau pertanyaan analisis kasus.
Penilaian Proyek/Produk:
● Proyek: Membuat mind map interaktif (digital atau manual) tentang Pengetahuan
Dasar Geografi yang mencakup semua konsep kunci.
● Produk: Membuat infografis atau video pendek tentang contoh penerapan prinsip dan
pendekatan geografi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar.
● Presentasi Individual: Peserta didik memilih satu fenomena geografis di lingkungan
mereka dan menganalisisnya menggunakan konsep-konsep dasar geografi yang telah
dipelajari.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
Tes Tertulis:
● "Jelaskan hakikat geografi dan kaitannya dengan kehidupan manusia!"
● "Pilihlah salah satu fenomena geografis yang terjadi di Indonesia. Analisislah
fenomena tersebut menggunakan minimal tiga prinsip geografi dan dua pendekatan
geografi yang telah Anda pelajari!" (Soal esai berbasis analisis)
Tugas Proyek:
● "Buatlah sebuah mind map digital (menggunakan aplikasi seperti
MindMeister/Canva) atau manual yang menjelaskan seluruh konsep Pengetahuan
Dasar Geografi (pengertian, objek, prinsip, aspek, pendekatan). Sertakan contoh
visual untuk setiap konsep!"
Tugas Produk:
● "Buatlah sebuah infografis atau video pendek (durasi maks. 3 menit) yang
menunjukkan bagaimana konsep dasar geografi (misalnya, prinsip interelasi dan
pendekatan keruangan) dapat diterapkan untuk memahami masalah sampah di
lingkungan sekolahmu. Sertakan solusi sederhana berbasis pemikiran geografis!"
Presentasi Individual:
● "Pilih satu permasalahan lingkungan atau sosial di daerah tempat tinggalmu.
Presentasikan analisis permasalahan tersebut dengan mengaplikasikan minimal dua
konsep dasar geografi (misalnya, aspek fisik dan nonfisik, atau pendekatan
kelingkungan dan kompleks wilayah). Sertakan data atau foto pendukung!"
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (GEOGRAFI)
BAB 2 - PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 BATU AMPAR
Nama Penyusun : Muhammad Tahsinul Khafid, [Link].
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran (3 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Sebagian besar peserta didik mungkin memiliki pemahaman
dasar tentang peta sebagai alat penunjuk lokasi dari pengalaman sehari-hari
(misalnya, menggunakan Google Maps atau peta fisik untuk perjalanan). Namun,
pemahaman tentang komponen peta, jenis peta, dan teknik dasar pemetaan
kemungkinan masih terbatas. Beberapa mungkin sudah familiar dengan istilah seperti
"skala" atau "legenda" tetapi belum memahami implikasinya secara mendalam.
● Minat: Peserta didik umumnya tertarik pada hal-hal yang relevan dengan kehidupan
mereka, seperti teknologi (aplikasi peta), perjalanan, atau isu lingkungan. Aspek
visual dan interaktif dari peta dapat menarik minat mereka. Sebagian mungkin
memiliki minat pada bidang yang berhubungan dengan desain grafis atau visualisasi
data.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari
lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Pengalaman mereka dalam membaca dan
menggunakan peta bisa bervariasi. Beberapa mungkin memiliki pengalaman langsung
dengan peta wilayah sekitar tempat tinggal atau destinasi wisata.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik yang cenderung belajar secara visual akan diuntungkan
dengan banyak contoh peta, ilustrasi, dan video.
○ Auditori: Peserta didik yang belajar secara auditori akan mendapat manfaat dari
penjelasan lisan yang jelas, diskusi kelompok, dan presentasi.
○ Kinestetik: Peserta didik yang belajar secara kinestetik akan membutuhkan
kegiatan praktis, seperti menggambar sketsa peta, menggunakan alat pemetaan
sederhana, atau melakukan simulasi.
○ Diferensiasi: Perlu adanya diferensiasi dalam pemberian tugas dan
pendampingan untuk mengakomodasi berbagai tingkat pemahaman dan
kecepatan belajar.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Pemahaman tentang definisi peta, fungsi peta, komponen peta, jenis
peta, dan prinsip-prinsip dasar pemetaan.
○ Prosedural: Kemampuan membaca peta, menginterpretasi simbol dan informasi
pada peta, serta membuat sketsa peta sederhana.
○ Metakognitif: Kesadaran tentang pentingnya peta dalam berbagai aspek
kehidupan, serta kemampuan untuk mengevaluasi kualitas dan kegunaan peta.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
○ Penggunaan peta digital (Google Maps, Waze) dalam navigasi sehari-hari.
○ Perencanaan perjalanan, pariwisata, dan eksplorasi tempat baru.
○ Pemahaman isu lingkungan (seperti banjir, persebaran polusi) melalui peta
tematik.
○ Perencanaan pembangunan wilayah (kota/desa) dan tata ruang.
○ Penggunaan peta dalam mitigasi bencana.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan sedang. Konsep dasar
mudah dipahami, namun detail seperti proyeksi peta, skala yang kompleks, atau
interpretasi peta tematik yang mendalam membutuhkan pemikiran kritis dan latihan.
● Struktur Materi: Materi akan disajikan secara bertahap, dimulai dari konsep dasar
(definisi, komponen), kemudian jenis-jenis peta, lalu prinsip-prinsip pemetaan
sederhana, dan diakhiri dengan aplikasi peta dalam kehidupan sehari-hari.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Kreativitas: Dalam membuat sketsa peta atau mendesain simbol.
○ Penalaran Kritis: Dalam menganalisis dan menginterpretasi informasi dari peta.
○ Kerja Sama (Kolaborasi): Saat mengerjakan proyek kelompok atau diskusi.
○ Kemandirian: Dalam mencari informasi tambahan dan menyelesaikan tugas
individu.
○ Ketelitian dan Ketekunan: Dalam membaca detail pada peta dan membuat peta.
○ Cinta Tanah Air: Melalui pemahaman wilayah Indonesia melalui peta.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi spasial dari peta,
mengidentifikasi pola dan hubungan, serta mengevaluasi kegunaan peta dalam
konteks tertentu.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan orisinal dalam menyajikan
informasi geografis melalui sketsa peta atau representasi visual lainnya.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar mandiri
dalam memahami konsep pemetaan dan mengaplikasikannya.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi dan ide terkait
pemetaan secara jelas dan efektif, baik lisan maupun tulisan.
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Melalui pemahaman akan
kompleksitas ciptaan Tuhan yang dapat digambarkan melalui peta, serta kesadaran
akan tanggung jawab menjaga lingkungan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai bidang ilmu sosial
sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan lingkungannya untuk memberikan landasan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan
fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya dalam
beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Peserta
didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali fenomena kehidupan manusia
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang
dan waktu. Peserta didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi
dan hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan dokumentasi.
Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari informasi, hasil observasi, dan
hasil dokumentasi, serta menyusun rencana tindak lanjut. Capaian Pembelajaran setiap
elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman • Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara
Konsep kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok
sosial dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam
masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya
sebagai bagian dari masyarakat multikultural.
• Peserta didik memahami hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Peserta didik memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank
sebagai dasar dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta
mengenali dan menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks
mampu membuat laporan keuangan pribadi.
• Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta, pengindraan jauh,
Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan fenomena
geosfer fisik yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang kehidupan.
• Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali
penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau,
masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global
mulai dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.
Keterampilan Peserta didik
Proses • Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
• Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
• Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan
observasi, dan mendokumentasikannya;
• Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
• Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam
bentuk media digital dan/atau nondigital; dan
• Merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun
rencana tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Matematika: Konsep skala, perhitungan jarak, luas, dan koordinat.
● Seni Rupa/Desain Grafis: Estetika penyajian peta, penggunaan warna, simbol, dan
tipografi.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Penggunaan aplikasi peta digital,
perangkat lunak GIS (Sistem Informasi Geografis), dan sumber daya digital untuk
pemetaan.
● Sejarah: Peta sebagai sumber informasi sejarah dan perubahan wilayah dari waktu ke
waktu.
● Sosiologi/Antropologi: Peta persebaran penduduk, budaya, atau pola permukiman.
● Lingkungan Hidup: Peta tematik untuk isu lingkungan (kerusakan hutan, persebaran
bencana, penggunaan lahan).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Peta dan Komponennya (2 JP)
● Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan
definisi dan fungsi peta dengan benar (C2).
● Melalui pengamatan berbagai contoh peta (fisik dan digital), peserta didik mampu
mengidentifikasi komponen-komponen peta (judul, orientasi, skala, legenda,
simbol, warna, garis lintang/bujur, sumber, tahun pembuatan) dengan akurat (C4).
● Setelah memahami komponen peta, peserta didik mampu menjelaskan pentingnya
setiap komponen dalam penyajian informasi geografis yang utuh dan mudah
dipahami dengan percaya diri (C5).
Pertemuan 2: Jenis-jenis Peta dan Proyeksi Peta (2 JP)
● Melalui studi literatur dan presentasi kelompok, peserta didik mampu
mengklasifikasikan jenis-jenis peta berdasarkan isi (umum dan tematik) dan
skalanya (kadaster, besar, sedang, kecil, geografis) dengan tepat (C4).
● Dengan menggunakan contoh-contoh peta tematik, peserta didik mampu
menganalisis informasi yang disajikan pada berbagai jenis peta tematik (misalnya
peta kepadatan penduduk, peta penggunaan lahan, peta curah hujan) untuk
mengidentifikasi pola dan distribusi fenomena geografis (C4).
● Melalui simulasi sederhana atau video ilustrasi, peserta didik mampu menjelaskan
konsep dasar proyeksi peta dan pentingnya dalam menggambarkan permukaan bumi
yang melengkung ke bidang datar (C2).
Pertemuan 3: Aplikasi Peta dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pembuatan Sketsa
Peta Sederhana (2 JP)
● Melalui studi kasus dan diskusi, peserta didik mampu menjelaskan berbagai
aplikasi peta dalam kehidupan sehari-hari (misalnya navigasi, perencanaan tata
ruang, mitigasi bencana, pariwisata) dengan memberikan contoh konkret (C2).
● Dengan menggunakan data sederhana atau observasi lingkungan sekitar, peserta
didik mampu membuat sketsa peta sederhana wilayah lokal (misalnya denah kelas,
denah sekolah, atau rute rumah ke sekolah) dengan memperhatikan komponen peta
dasar (C3).
● Melalui refleksi, peserta didik mampu menilai relevansi dan manfaat pemahaman
dasar pemetaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari dan potensi karir di masa
depan (C5).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Mengenal Peta Digital dan Perannya dalam Navigasi Modern (Google Maps, Waze).
● Peta Bencana Alam di Sekitar Kita (misalnya, peta rawan banjir, peta persebaran
gempa).
● Membaca Peta Pariwisata Daerah (wisata lokal Tegal atau sekitarnya).
● Membuat Denah atau Sketsa Lokasi Acara/Kegiatan Sekolah.
● Diskusi tentang Peta sebagai Alat Perencanaan Pembangunan Lingkungan (tata kota,
tata ruang desa).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning (PBL) untuk
bagian pembuatan sketsa peta, Problem-Based Learning (PBL) untuk analisis studi
kasus.
● Strategi Pembelajaran:
○ Mindful Learning: Diawali dengan kegiatan menenangkan pikiran (misalnya,
fokus pada pernapasan singkat, atau pengamatan objek di sekitar tanpa penilaian)
untuk meningkatkan kesadaran dan kehadiran. Pertanyaan-pertanyaan pemantik
yang menstimulasi rasa ingin tahu dan refleksi.
○ Meaningful Learning: Materi dikaitkan dengan pengalaman pribadi peserta
didik, isu-isu aktual, dan relevansi dengan kehidupan nyata. Penggunaan studi
kasus dan proyek yang memungkinkan peserta didik mengaplikasikan
pengetahuan.
○ Joyful Learning: Pembelajaran interaktif, penggunaan media visual yang
menarik (video, infografis, peta interaktif). Aktivitas kelompok, permainan
edukasi (misalnya, kuis interaktif dengan Kahoot/Mentimeter). Eksplorasi luar
kelas (jika memungkinkan) untuk observasi langsung.
● Metode Pembelajaran:
○ Diskusi kelompok
○ Presentasi
○ Penugasan proyek (pembuatan sketsa peta)
○ Studi kasus
○ Tanya jawab
○ Permainan edukasi/Kuis interaktif

2. Kemitraan Pembelajaran
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Matematika, Seni Rupa, TIK),
pustakawan (untuk akses sumber daya peta), OSIS (untuk kegiatan yang
membutuhkan denah).
● Lingkungan Luar Sekolah: Lembaga pemerintah daerah (Dinas Tata Ruang,
BPBD), pegiat komunitas lokal yang bergerak di bidang lingkungan atau pariwisata
(jika memungkinkan untuk menghadirkan narasumber atau kunjungan).
● Masyarakat: Melibatkan orang tua dalam mendukung proses belajar (misalnya,
berdiskusi tentang penggunaan peta dalam keseharian).

3. Lingkungan Belajar
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel dengan pengaturan tempat duduk yang mudah
diubah untuk diskusi kelompok. Dinding kelas dapat digunakan untuk menampilkan
contoh peta atau hasil karya peserta didik. Ketersediaan proyektor/layar, papan tulis.
● Ruang Virtual: Penggunaan Learning Management System (LMS) seperti Google
Classroom untuk berbagi materi, penugasan, dan pengumpulan tugas. Penggunaan
platform video conference (Google Meet/Zoom) untuk sesi penjelasan atau diskusi
jika pembelajaran daring.
● Budaya Belajar:
○ Budaya kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar peserta didik.
○ Budaya bertanya dan rasa ingin tahu yang tinggi.
○ Budaya refleksi dan umpan balik konstruktif.
○ Penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan efektif.
○ Saling menghargai pendapat dan ide.

4. Pemanfaatan Digital
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi peta (peta
topografi, peta tematik) dari sumber daring terpercaya (misalnya, Geospatial
Information Agency of Indonesia - BIG, Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan, atau situs penyedia peta daring lainnya).
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi
asinkron, berbagi ide, atau mengajukan pertanyaan di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis awal/akhir, atau kuis
interaktif dengan Kahoot/Mentimeter untuk evaluasi formatif.
● Aplikasi Peta Digital: Penggunaan Google Maps/Google Earth untuk eksplorasi
lokasi, pemahaman koordinat, dan observasi kenampakan geografis.
● Media Visual: Menonton video edukasi tentang sejarah pemetaan, jenis-jenis
proyeksi, atau aplikasi GIS.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


Pertemuan 1: Pengenalan Peta dan Komponennya
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan & Kesadaran (Mindful): Guru menyapa peserta didik dan meminta
mereka untuk menarik napas dalam-dalam beberapa kali, kemudian meminta mereka
untuk menutup mata sejenak dan membayangkan sebuah tempat yang ingin mereka
kunjungi. Setelah itu, meminta mereka membayangkan bagaimana mereka bisa
mencapai tempat itu. Hal ini untuk membawa kesadaran pada saat ini dan
mengaktifkan imajinasi spasial.
● Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan berbagai gambar
peta yang menarik dan beragam (misalnya peta harta karun, peta pariwisata, peta
bencana alam, peta digital di HP). Mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah
kalian menggunakan peta? Untuk apa? Apa yang kalian lihat di peta ini?"
Memberikan kesempatan peserta didik untuk berbagi pengalaman pribadi.
● Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada hari itu dengan bahasa yang mudah dipahami.
● Asesmen Diagnostik (Awal): Melalui kuis singkat interaktif menggunakan
Mentimeter/Kahoot dengan pertanyaan seperti: "Apa yang kamu ketahui tentang
peta?", "Sebutkan satu hal yang biasanya ada di peta!". Ini untuk mengidentifikasi
pengetahuan awal peserta didik.

KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):


● Eksplorasi (Memahami): Guru membagi kelompok peserta didik. Setiap kelompok
diberikan beberapa jenis peta yang berbeda (peta fisik, peta digital, peta tematik
sederhana).
 Diferensiasi Konten: Kelompok dengan pengetahuan awal yang lebih kuat dapat
diberi peta dengan kompleksitas yang lebih tinggi.
 Guru meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi apa saja yang mereka lihat
pada peta tersebut.
 Peserta didik diajak berdiskusi tentang definisi peta dan fungsinya berdasarkan
pengamatan mereka.
● Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan materi tentang definisi peta,
fungsi peta, dan komponen-komponen peta secara sistematis menggunakan slide
presentasi yang visual dan menarik, serta video singkat. Penjelasan diberikan dengan
mengaitkan contoh-contoh yang ditemukan peserta didik.
● Aplikasi (Mengaplikasi):
 Diferensiasi Proses:
■ Kelompok 1 (Visual/Auditori): Menganalisis sebuah peta yang sudah
disiapkan guru, kemudian mengisi tabel identifikasi komponen peta dan
mempresentasikan hasilnya.
■ Kelompok 2 (Kinestetik/Proyek): Membuat poster mini tentang komponen-
komponen peta dan menjelaskan fungsinya dengan gambar atau simbol.
● Guru berkeliling membimbing, memberikan umpan balik, dan meluruskan konsep
yang salah.
● Refleksi (Merefleksi): Guru meminta peserta didik untuk mengisi jurnal refleksi
singkat tentang: "Tiga hal baru yang saya pelajari tentang peta hari ini," "Satu hal
yang masih membuat saya bingung," "Bagaimana peta ini relevan dengan hidup
saya?".

KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi peserta
didik. Mengomentari hasil kerja kelompok, memberikan penguatan pada pemahaman
yang benar, dan mengklarifikasi miskonsepsi secara umum.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama-sama peserta didik menyimpulkan poin-
poin penting tentang definisi, fungsi, dan komponen peta.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar singkat
tentang topik pertemuan berikutnya (jenis-jenis peta) dan memberikan penugasan
mandiri: mencari contoh-contoh peta umum dan peta tematik dari berbagai sumber
(buku, internet).

Pertemuan 2: Jenis-jenis Peta dan Proyeksi Peta


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Review & Kesadaran (Mindful): Guru memulai dengan sesi singkat "Check-in
Emosi" (misalnya, meminta peserta didik menunjukkan jempol ke atas/tengah/bawah
untuk suasana hati mereka) dan kemudian meminta salah satu atau dua peserta didik
untuk menceritakan kembali hal yang paling menarik dari pembelajaran sebelumnya.
● Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan dua peta yang
sangat berbeda (misalnya, peta jalan dan peta persebaran bahasa di Indonesia).
Mengajukan pertanyaan: "Mengapa kedua peta ini terlihat berbeda? Apakah
fungsinya sama?" Membangkitkan rasa ingin tahu tentang keragaman peta.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):


● Eksplorasi (Memahami): Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan hasil
penugasan mandiri (contoh peta umum dan tematik). Mereka diminta
mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dari peta-peta tersebut.
● Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan secara mendalam tentang
klasifikasi peta berdasarkan isi (umum dan tematik) dan skalanya, serta konsep
proyeksi peta. Menggunakan animasi atau video ilustrasi untuk menjelaskan proyeksi
peta agar mudah dipahami.
● Aplikasi (Mengaplikasi):
■ Diferensiasi Produk:
 Kelompok A (Visual/Analitis): Membuat infografis digital tentang jenis-jenis
peta dan contohnya menggunakan aplikasi seperti Canva atau presentasi
Google Slides.
 Kelompok B (Verbal/Konseptual): Membuat mind map tentang jenis-jenis
peta dan karakteristiknya, kemudian mempresentasikan hasilnya.
 Kelompok C (Praktis/Kreatif): Mencari contoh nyata peta tematik di sekitar
lingkungan mereka (misal: peta penggunaan lahan, peta jalur angkutan umum)
dan menjelaskan informasinya.
■ Guru memfasilitasi diskusi dan bimbingan, fokus pada kemampuan peserta didik
mengklasifikasikan dan menganalisis informasi peta.
● Refleksi (Merefleksi): Peserta didik menulis "Kartu Keluar" (Exit Ticket) dengan
pertanyaan: "Satu hal yang paling menarik dari jenis-jenis peta adalah...", "Saya akan
menggunakan jenis peta ini untuk...".

KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik terhadap hasil presentasi
dan diskusi kelompok. Menyoroti pemahaman yang baik tentang perbedaan peta
umum dan tematik.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum berbagai
jenis peta dan pentingnya memahami proyeksi peta.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menjelaskan bahwa pertemuan
berikutnya akan fokus pada aplikasi peta dan pembuatan sketsa peta sederhana. Guru
meminta peserta didik untuk mengamati lingkungan sekitar rumah atau sekolah
mereka dan memikirkan elemen-elemen penting yang bisa digambar.

Pertemuan 3: Aplikasi Peta dan Pembuatan Sketsa Peta Sederhana


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Penguatan & Kesadaran (Mindful): Guru mengajak peserta didik melakukan
"Permainan Asosiasi Kata": guru menyebutkan kata "peta", peserta didik secara
bergantian menyebutkan satu kata yang terkait dengan peta. Ini untuk mengaktifkan
kembali memori dan membangun fokus.
● Apersepsi & Motivasi (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan video atau cerita
inspiratif tentang bagaimana peta digunakan untuk memecahkan masalah nyata
(misalnya, tim SAR menggunakan peta untuk mencari korban, atau arsitek
menggunakan denah untuk membangun gedung). Mengajukan pertanyaan:
"Bagaimana peta bisa membantu dalam situasi ini?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI):


● Eksplorasi (Memahami): Guru memfasilitasi diskusi panel kecil tentang "Peta
dalam Kehidupan Sehari-hari". Setiap kelompok mempresentasikan studi kasus
singkat (misalnya, penggunaan peta untuk mitigasi bencana, perencanaan kota, atau
kegiatan outdoor).
● Konseptualisasi (Memahami): Guru menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam
membuat sketsa peta sederhana, termasuk bagaimana menentukan objek penting,
arah, skala kasar (jika memungkinkan), dan simbol sederhana.
● Aplikasi (Mengaplikasi):
■ Diferensiasi Proses & Produk:
 Tugas Utama (Project-Based Learning): Peserta didik secara individu atau
berpasangan (sesuai kesiapan) membuat sketsa peta sederhana dari suatu area
yang familiar bagi mereka (misalnya, denah kelas, denah sekolah, atau rute
dari rumah ke sekolah/pusat perbelanjaan terdekat).
■ Dukungan:
 Bagi peserta didik yang kesulitan, guru memberikan panduan langkah demi
langkah dan template sketsa.
 Bagi peserta didik yang ingin tantangan lebih, mereka dapat diminta untuk
menambahkan detail lebih lanjut (misalnya, simbol-simbol yang lebih
kompleks, estimasi skala).
● Peserta didik diberikan waktu untuk mengerjakan proyek. Guru memberikan
bimbingan individual.
● Refleksi (Merefleksi): Setelah selesai, peserta didik mempresentasikan sketsa peta
mereka di depan kelas atau dalam kelompok kecil. Mereka diminta untuk
menjelaskan apa yang mereka gambar, mengapa mereka memilih objek tersebut, dan
bagaimana peta mereka bisa digunakan. Guru memberikan umpan balik konstruktif
dan positif.

KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK, MENYIMPULKAN,


PERENCANAAN):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha
peserta didik dalam membuat sketsa peta. Memberikan masukan spesifik untuk
perbaikan jika diperlukan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru memimpin diskusi untuk menyimpulkan
pentingnya pemahaman dasar pemetaan dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana
setiap individu dapat berkontribusi dalam pembuatan dan penggunaan peta yang
efektif.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru meminta peserta didik untuk terus
mengamati penggunaan peta di sekitar mereka dan menyiapkan diri untuk materi
selanjutnya. Memberikan tantangan: "Coba cari tahu mengapa peta Indonesia selalu
berubah?"

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
a. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik):
● Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang peta dan komponennya,
serta mengidentifikasi gaya belajar dan minat mereka.
● Format:
● Kuis Interaktif Singkat (Mentimeter/Kahoot):
■ Contoh Pertanyaan: "Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata
'peta'?", "Sebutkan satu bagian dari peta yang kamu ketahui!", "Gambar emoji
yang menggambarkan perasaamu saat belajar geografi!".
● Survei Singkat (Google Forms): Pertanyaan tentang pengalaman menggunakan peta
digital/fisik, minat terhadap topik geografi, dan preferensi gaya belajar (visual,
auditori, kinestetik).
● Diskusi Kelas: Guru mengajukan pertanyaan terbuka dan mengamati partisipasi serta
jawaban peserta didik.

b. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif):


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran,
memberikan umpan balik berkelanjutan, dan menyesuaikan strategi pengajaran.
● Format:
● Observasi (Lampiran Rubrik Observasi): Guru mengamati partisipasi peserta didik
dalam diskusi kelompok, kerja sama, inisiatif bertanya, dan kemampuan memecahkan
masalah.
■ Contoh Indikator Observasi:
■ Aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok.
■ Memberikan ide dan pendapat yang relevan.
■ Menghargai pendapat teman.
■ Menunjukkan rasa ingin tahu.
■ Mampu bekerja sama dalam tim.
○ Penilaian Kinerja Kelompok (Rubrik Penilaian Presentasi/Proyek Kelompok):
● Pertemuan 1: Penilaian terhadap hasil identifikasi komponen peta pada studi kasus
atau poster mini.
● Pertemuan 2: Penilaian terhadap infografis/mind map/presentasi tentang jenis-jenis
peta.
■ Contoh Kriteria Penilaian Kinerja Kelompok:
■ Kelengkapan dan keakuratan informasi.
■ Kreativitas penyajian.
■ Kerja sama tim.
■ Kemampuan presentasi (bagi yang presentasi).
● Jurnal Refleksi/Exit Ticket (Teks Singkat): Peserta didik menuliskan pemahaman
mereka, kesulitan yang dihadapi, dan hal baru yang dipelajari setiap akhir pertemuan.
● Kuis Singkat/Tanya Jawab Lisan (Spontan): Guru mengajukan pertanyaan lisan di
tengah atau akhir sesi untuk mengecek pemahaman cepat.
● Umpan Balik Teman Sejawat: Saat presentasi proyek sketsa peta, peserta didik lain
memberikan umpan balik konstruktif (misalnya, menggunakan "Two Stars and a
Wish" - dua hal yang disukai, satu hal yang bisa ditingkatkan).

c. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif):


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan setelah
materi selesai.
● Format:
● Penilaian Proyek (Sketsa Peta Sederhana):
■ Tugas: Membuat sketsa peta sederhana wilayah lokal (denah kelas/sekolah/rute
rumah ke sekolah) dengan memperhatikan komponen peta dasar (judul,
orientasi, simbol sederhana, skala kasar, legenda).
■ Rubrik Penilaian Proyek Sketsa Peta:
■ Kesesuaian dengan Komponen Peta (40%):
■ Judul peta jelas dan sesuai.
■ Orientasi (arah mata angin) ada dan benar.
■ Penggunaan simbol yang konsisten dan mudah dipahami.
■ Penyertaan legenda yang sesuai.
■ Estimasi skala yang logis (walaupun tidak harus presisi matematis).
■ Keakuratan Informasi Spasial (30%):
■ Objek-objek utama tergambar dengan proporsi yang relatif benar.
■ Hubungan antar objek tergambar secara logis.
■ Kreativitas dan Estetika (20%):
■ Kerapian dan kejelasan gambar.
■ Pemilihan warna (jika ada) dan tata letak yang menarik.
■ Presentasi/Penjelasan (10%):
■ Kemampuan menjelaskan peta yang dibuat.
■ Menjawab pertanyaan dengan jelas.
● Tes Tertulis (Pilihan Ganda dan Esai Singkat):
● Pilihan Ganda: Menguji pemahaman konsep dasar (definisi, fungsi, komponen,
jenis-jenis peta).
■ Contoh Pertanyaan:
■ Manakah yang BUKAN termasuk komponen peta? a. Judul b. Legenda
c. Skala d. Buku
■ Peta yang menggambarkan persebaran curah hujan termasuk jenis
peta...? a. Umum b. Tematik c. Kadaster d. Dunia
● Esai Singkat: Menguji kemampuan analisis dan aplikasi.
● Contoh Pertanyaan:
■ Jelaskan mengapa skala sangat penting dalam sebuah peta!
■ Bagaimana peta dapat membantu pemerintah dalam perencanaan
pembangunan kota? Berikan contohnya!
■ Bayangkan kamu adalah seorang pemandu wisata. Bagaimana kamu
akan menggunakan peta untuk menjelaskan rute perjalanan kepada
wisatawan?
● Penilaian Diri (Opsional): Peserta didik mengisi lembar penilaian diri mengenai
sejauh mana mereka telah mencapai tujuan pembelajaran dan area yang masih perlu
mereka tingkatkan.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (GEOGRAFI)
BAB 3 - LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMU GEOGRAFI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 BATU AMPAR
Nama Penyusun : Muhammad Tahsinul Khafid, [Link].
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (4 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Sebagian besar peserta didik kemungkinan sudah familiar
dengan konsep dasar geografi yang dipelajari di tingkat SMP (misalnya, peta,
kenampakan alam). Namun, pemahaman mereka tentang "penelitian" mungkin masih
terbatas pada proyek-proyek sederhana di mata pelajaran lain (IPA, Bahasa
Indonesia). Beberapa peserta didik mungkin memiliki pengalaman awal dalam
mencari informasi dari berbagai sumber (internet, buku).
● Minat: Peserta didik umumnya tertarik pada isu-isu lingkungan di sekitar mereka
(misalnya, banjir, sampah, perubahan iklim lokal) atau fenomena alam yang menarik
(misalnya, gunung meletus, gempa bumi). Minat ini dapat menjadi jembatan untuk
memperkenalkan relevansi penelitian geografi. Beberapa peserta didik mungkin
memiliki minat pada bidang teknologi dan digital, sehingga pemanfaatan alat digital
dalam penelitian akan menarik bagi mereka.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari
lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Pengalaman hidup mereka akan membentuk
perspektif mereka terhadap isu-isu geografis. Guru perlu mempertimbangkan
keberagaman ini dalam memberikan contoh atau studi kasus.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik yang dominan visual akan membutuhkan tayangan gambar,
video, infografis, atau presentasi yang menarik.
○ Auditori: Peserta didik yang dominan auditori akan menyukai diskusi kelompok,
penjelasan lisan, atau mendengarkan presentasi dari teman.
○ Kinestetik: Peserta didik yang dominan kinestetik akan membutuhkan kegiatan
praktik, simulasi, atau aktivitas lapangan sederhana.
○ Beberapa peserta didik mungkin membutuhkan bimbingan lebih personal dalam
memahami konsep-konsep abstrak atau dalam menyusun laporan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan: Materi ini melibatkan pengetahuan konseptual (memahami
langkah-langkah penelitian), prosedural (melakukan setiap langkah penelitian), dan
metakognitif (merefleksikan proses penelitian dan hasilnya). Ini juga mencakup
pengetahuan faktual mengenai contoh-contoh penelitian geografi.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Penelitian geografi sangat
relevan karena membantu peserta didik memahami masalah-masalah di lingkungan
sekitar mereka (misalnya, mengapa terjadi kemacetan di jalan menuju sekolah,
bagaimana pola penggunaan lahan di lingkungan mereka berubah), serta
mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk mencari solusi. Keterampilan
penelitian juga berguna di berbagai bidang kehidupan dan jenjang pendidikan
selanjutnya.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan materi ini moderat. Konsep dasar penelitian
cukup mudah dipahami, namun pelaksanaannya membutuhkan ketelitian dan
kemampuan analisis. Bagian yang menantang adalah merumuskan masalah
penelitian, mengumpulkan data yang relevan, dan menyajikan hasil secara sistematis.
● Struktur Materi: Materi akan disajikan secara berurutan, mengikuti tahapan dalam
penelitian ilmiah: perumusan masalah, penentuan tujuan, pengumpulan data, analisis
data, dan penarikan kesimpulan. Materi ini juga akan memperkenalkan jenis-jenis
data geografi dan teknik pengumpulannya.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Integritas: Kejujuran dalam mengumpulkan dan menyajikan data.
○ Rasa Ingin Tahu: Mendorong peserta didik untuk bertanya dan mencari
jawaban.
○ Ketelitian: Penting dalam setiap tahapan penelitian.
○ Tanggung Jawab: Menyelesaikan tugas penelitian dengan baik.
○ Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan penelitian.
○ Berpikir Kritis: Menganalisis informasi dan menarik kesimpulan yang logis.
○ Kemandirian: Mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian secara
mandiri (dengan bimbingan).

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi, mengevaluasi
argumen, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti dalam konteks penelitian
geografi.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merumuskan pertanyaan penelitian yang inovatif,
mencari solusi yang berbeda dalam pengumpulan data, dan menyajikan hasil dengan
cara yang menarik.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok,
berbagi ide, dan berkontribusi pada proyek penelitian.
● Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan, melaksanakan, dan
merefleksikan proses penelitian secara mandiri, dengan bimbingan dari guru.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide-ide penelitian, metode, dan
hasil secara lisan maupun tulisan dengan jelas dan efektif.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai bidang ilmu sosial
sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan lingkungannya untuk memberikan landasan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan
fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya dalam
beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Peserta
didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali fenomena kehidupan manusia
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang
dan waktu. Peserta didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi
dan hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan dokumentasi.
Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari informasi, hasil observasi, dan
hasil dokumentasi, serta menyusun rencana tindak lanjut. Capaian Pembelajaran setiap
elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman • Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara
Konsep kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok
sosial dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam
masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya
sebagai bagian dari masyarakat multikultural.
• Peserta didik memahami hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Peserta didik memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank
sebagai dasar dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta
mengenali dan menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks
mampu membuat laporan keuangan pribadi.
• Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta, pengindraan jauh,
Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan fenomena
geosfer fisik yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang kehidupan.
• Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali
penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau,
masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global
mulai dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.
Keterampilan Peserta didik
Proses • Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
• Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
• Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan
observasi, dan mendokumentasikannya;
• Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
• Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam
bentuk media digital dan/atau nondigital; dan
• Merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun
rencana tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Matematika: Penggunaan statistik sederhana untuk analisis data, interpretasi grafik
dan tabel.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan menulis laporan penelitian yang sistematis dan jelas,
serta menyusun presentasi.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan perangkat lunak
pengolah data, presentasi, dan sumber daya digital untuk mencari informasi.
● Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Konsep-konsep tentang ekosistem, iklim, dan
geologi yang seringkali menjadi objek penelitian geografi.
● Sosiologi/Antropologi: Memahami aspek sosial dan budaya dalam penelitian
geografi (misalnya, interaksi manusia dengan lingkungan).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1:
○ Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan tujuan penelitian geografi
dengan tepat setelah mengamati contoh-contoh penelitian.
○ Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis data dalam penelitian geografi
(data primer dan sekunder) dengan benar melalui diskusi kelompok.
○ Peserta didik mampu merumuskan masalah penelitian geografi sederhana yang
relevan dengan lingkungan sekitar mereka secara kolaboratif dalam kelompok.
● Pertemuan 2:
○ Peserta didik mampu menentukan metode pengumpulan data geografi yang
sesuai (observasi, wawancara, kuesioner) untuk masalah penelitian yang telah
dirumuskan.
○ Peserta didik mampu menyusun kerangka proposal penelitian geografi sederhana
(pendahuluan, landasan teori, metode penelitian) secara mandiri dan sistematis.
○ Peserta didik mampu mempresentasikan rencana penelitian geografi kelompok
dengan percaya diri dan komunikatif di depan kelas.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● "Investigasi Pola Persebaran Sampah dan Dampaknya di Lingkungan Sekolah"
● "Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Lingkungan Tempat Tinggal Peserta
Didik"
● "Studi Kasus Penyebab Kemacetan di Jalan Raya Dekat Sekolah dan Alternatif
Solusinya"
● "Persepsi Masyarakat Terhadap Ketersediaan Air Bersih di Lingkungan Setempat"

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
○ Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dikombinasikan dengan
Project-Based Learning (PjBL). PBL akan digunakan untuk memicu pemahaman
awal tentang masalah, sedangkan PjBL akan memandu peserta didik melalui seluruh
proses penelitian dari perumusan hingga presentasi.
○ Strategi Pembelajaran:
■ Inquiry-Based Learning: Mendorong peserta didik untuk bertanya dan mencari
tahu sendiri.
■ Collaborative Learning: Mendorong kerja sama antarpeserta didik.
■ Experiential Learning: Memberikan pengalaman langsung dalam melakukan
penelitian sederhana.
○ Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, studi kasus, penugasan proyek (mini
penelitian), presentasi.

2. Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya IPA, Matematika, Bahasa
Indonesia) untuk kolaborasi interdisipliner, petugas kebersihan sekolah (untuk topik
sampah), pihak administrasi sekolah (untuk data demografi sekolah).
○ Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Ketua RT/RW setempat (untuk data
kependudukan atau masalah lingkungan lokal), tokoh masyarakat yang relevan
dengan topik penelitian, pusat data lingkungan (misalnya, dinas lingkungan hidup
setempat).

3. Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, perpustakaan sekolah
untuk akses buku dan jurnal, lingkungan sekitar sekolah sebagai objek observasi
awal.
○ Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, tugas, dan
pengumpulan laporan; Google Meet/Zoom untuk sesi diskusi daring (jika
diperlukan); YouTube untuk video tutorial atau studi kasus; situs web instansi terkait
untuk data sekunder.
○ Budaya Belajar: Lingkungan yang mendukung pertanyaan, eksperimen, dan
kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Guru memfasilitasi suasana yang aman
untuk berbagi ide dan saling menghargai. Mendorong budaya riset sederhana di
kalangan peserta didik.

4. Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau buku elektronik terkait
penelitian geografi.
○ Forum Diskusi Daring: Google Classroom untuk diskusi asinkron antarpeserta didik
dan guru, atau sebagai tempat bertanya jawab.
○ Penilaian Daring: Google Forms untuk kuesioner awal/akhir, Kahoot! atau
Mentimeter untuk kuis interaktif atau refleksi cepat.
○ Penyusunan Laporan: Google Docs/Slides untuk kolaborasi dalam menyusun
proposal atau laporan penelitian.
○ Aplikasi Peta: Google Maps atau aplikasi serupa untuk pemetaan sederhana atau
melihat lokasi studi kasus.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Pertemuan 1: Memahami Konsep Dasar dan Merumuskan Masalah Penelitian (90
menit)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk mengamati
lingkungan sekitar sekolah (melalui jendela kelas atau foto) dan bertanya, "Menurut
kalian, masalah apa yang paling sering kalian lihat atau rasakan di lingkungan ini?"
(misalnya, sampah berserakan, kemacetan, banjir). Ini bertujuan untuk memicu
kesadaran akan isu-isu geografis di sekitar mereka.
● Joyful Learning: Menayangkan video singkat atau gambar-gambar menarik tentang
berbagai fenomena geografis (misalnya, fenomena alam, tata kota) dan menanyakan,
"Bagaimana para ahli bisa memahami dan menjelaskan fenomena ini?" Dilanjutkan
dengan kuis singkat interaktif menggunakan Kahoot! terkait pengetahuan umum
tentang geografi.
● Meaningful Learning: Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya
penelitian untuk memahami dan mencari solusi masalah tersebut. Guru menjelaskan
bahwa hari ini mereka akan belajar tentang langkah-langkah dasar dalam melakukan
penelitian geografi, yang akan sangat berguna dalam kehidupan mereka.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

2. KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (20 menit):
● Guru memaparkan materi tentang pengertian dan tujuan penelitian geografi, serta
jenis-jenis data (primer dan sekunder) menggunakan slide presentasi yang dilengkapi
gambar dan contoh nyata (misalnya, data cuaca dari BMKG, hasil survei wawancara).
● Peserta didik diminta membaca bagian yang relevan di buku teks IPS Kelas X tentang
pengertian penelitian geografi dan jenis data.
● Guru mendorong pertanyaan dari peserta didik dan melakukan tanya jawab interaktif.
○ Mengaplikasi (30 menit):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen
(berdasarkan hasil asesmen awal, minat, dan latar belakang).
● Setiap kelompok diberi tugas untuk mengidentifikasi minimal 3 masalah geografis
yang relevan di lingkungan sekolah atau tempat tinggal mereka.
● Setelah mengidentifikasi masalah, setiap kelompok memilih satu masalah yang paling
menarik dan merumuskan pertanyaan penelitian sederhana (misalnya, "Bagaimana
pola persebaran sampah di kantin sekolah mempengaruhi kebersihan lingkungan?",
"Apa saja faktor penyebab kemacetan di jalan raya depan sekolah pada jam pulang
sekolah?").
● Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan umpan balik, dan
memastikan perumusan masalah sesuai dengan kaidah penelitian geografi.
Merefleksi (10 menit):
● Setiap kelompok secara singkat mempresentasikan satu masalah penelitian yang
mereka pilih dan pertanyaan penelitiannya di depan kelas.
● Guru memberikan apresiasi dan memberikan penguatan terkait pentingnya perumusan
masalah yang jelas sebagai langkah awal penelitian.
3. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Umpan Balik: Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal yang paling
mereka pahami hari ini dan satu hal yang masih membingungkan di kertas kecil (Exit
Ticket). Guru mengumpulkan dan memberikan umpan balik secara umum di
pertemuan berikutnya atau secara personal.
● Menyimpulkan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang
pengertian, tujuan, dan pentingnya perumusan masalah dalam penelitian geografi.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan
berikutnya, yaitu tentang metode pengumpulan data dan penyusunan proposal
penelitian sederhana. Guru meminta peserta didik untuk mulai memikirkan
bagaimana cara mereka akan mengumpulkan data untuk masalah yang telah mereka
rumuskan.

Pertemuan 2: Merancang Metode Penelitian dan Menyusun Proposal Sederhana (90


menit)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan meminta peserta didik mengingat kembali
masalah penelitian yang telah mereka rumuskan pada pertemuan sebelumnya. Guru
bertanya, "Setelah kalian merumuskan masalah, kira-kira bagaimana ya cara kita bisa
mencari jawabannya?" Ini memicu peserta didik untuk memikirkan langkah
selanjutnya.
● Joyful Learning: Guru menayangkan video singkat tentang berbagai profesi yang
menggunakan penelitian geografi (misalnya, penata kota, ahli lingkungan, peneliti
bencana). Ini untuk menunjukkan bahwa penelitian itu menyenangkan dan memiliki
dampak nyata. Dilanjutkan dengan kuis singkat menggunakan Mentimeter tentang
berbagai jenis data dan instrumen pengumpulannya.
● Meaningful Learning: Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan belajar
bagaimana merancang metode penelitian yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang
telah mereka buat, dan menyusunnya dalam bentuk proposal sederhana, yang
merupakan langkah penting dalam setiap penelitian.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.

2. KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (20 menit):
● Guru memaparkan materi tentang berbagai metode pengumpulan data geografi
(observasi, wawancara, kuesioner) beserta kelebihan dan kekurangannya, dan contoh
instrumennya. Guru juga menjelaskan kerangka proposal penelitian sederhana
(Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian; Landasan Teori:
konsep dasar; Metode Penelitian: jenis data, metode pengumpulan data, lokasi dan
waktu penelitian).
● Peserta didik diminta membaca bagian yang relevan di buku teks IPS Kelas X tentang
metode penelitian.
● Guru menunjukkan contoh proposal penelitian sederhana (misalnya dari buku teks
atau contoh yang dibuat guru) dan menunjuk bagian-bagiannya.
Mengaplikasi (30 menit):
● Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing.
● Setiap kelompok diberi tugas untuk melanjutkan proyek mini penelitian mereka
dengan:
 Menentukan metode pengumpulan data yang paling sesuai untuk menjawab
pertanyaan penelitian mereka.
 Menyusun kerangka proposal penelitian sederhana yang mencakup: Latar
Belakang (mengembangkan masalah yang sudah ada), Rumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Landasan Teori singkat (konsep kunci yang relevan), dan Metode
Penelitian (jenis data, teknik pengumpulan data, instrumen, lokasi dan waktu
penelitian).
● Guru berkeliling membimbing, memberikan saran, dan memastikan setiap kelompok
memahami bagaimana menerapkan teori ke dalam praktik.
Merefleksi (10 menit):
● Setiap kelompok mempresentasikan kerangka proposal penelitian sederhana mereka
(bagian-bagian proposal, fokus pada rumusan masalah dan metode).
● Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap proposal yang
disajikan.

3. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik. Guru
meminta peserta didik untuk menuliskan tantangan yang mereka hadapi saat
menyusun proposal dan bagaimana mereka mengatasinya.
● Menyimpulkan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya merancang
metode penelitian yang tepat dan menyusun proposal sebagai panduan dalam
melaksanakan penelitian.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan penugasan individu untuk membaca
lebih lanjut tentang etika penelitian geografi dan mempersiapkan diri untuk proyek
penelitian yang lebih besar di kemudian hari (jika ada).

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik):
● Format: Kuis singkat lisan atau tertulis (isian singkat/pilihan ganda) dan pertanyaan
pancingan diskusi di awal pertemuan 1.
● Pertanyaan/Tugas:
- "Apa yang kalian ketahui tentang 'penelitian'?"
- "Pernahkah kalian mencari informasi untuk memecahkan suatu masalah?
Bagaimana caranya?"
- "Sebutkan 3 masalah yang kalian lihat di lingkungan sekitar kita yang menurut
kalian menarik untuk dipelajari lebih lanjut."
- (Kuis) "Apa perbedaan antara fakta dan opini?" (untuk mengukur kemampuan
berpikir kritis dasar).

Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif):


● Format:
 Observasi: Guru mengamati partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi
kelompok, kemampuan berkolaborasi, dan kemandirian dalam merumuskan
masalah dan proposal.
 Penilaian Kinerja: Penilaian terhadap proses perumusan masalah dan
penyusunan kerangka proposal penelitian kelompok.
 Jurnal Belajar/Refleksi Singkat: Peserta didik menuliskan pemahaman mereka
dan tantangan yang dihadapi.
● Pertanyaan/Tugas:
 Observasi: Ceklis observasi partisipasi dan kolaborasi.
 Penilaian Kinerja (Rubrik):
- Perumusan Masalah (Pertemuan 1): Apakah masalah yang dirumuskan
spesifik dan relevan? Apakah pertanyaan penelitian jelas dan terukur?
- Penyusunan Kerangka Proposal (Pertemuan 2): Apakah komponen
proposal lengkap (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Metode)?
Apakah metode pengumpulan data yang dipilih relevan dengan masalah?
Apakah presentasi kelompok jelas dan terstruktur?
- Jurnal Belajar: "Tuliskan 3 hal baru yang kamu pelajari hari ini." "Apa
tantangan terbesar yang kamu hadapi saat merumuskan masalah/proposal
penelitian?"

Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif):


● Format: Penilaian Proyek (Produk) berupa proposal penelitian sederhana kelompok
dan presentasi.
● Tugas:
- Proyek: "Susunlah proposal penelitian geografi sederhana secara kelompok
(maksimal 3 halaman) dengan tema yang telah kalian pilih, mencakup: Latar
Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Landasan Teori Singkat
(minimal 1 konsep relevan), dan Metode Penelitian (Jenis Data, Teknik
Pengumpulan Data, Instrumen, Lokasi dan Waktu Penelitian). Proposal
dikumpulkan dalam bentuk digital."
- Presentasi: "Presentasikan proposal penelitian kelompok kalian di depan kelas
(maksimal 10 menit per kelompok), jelaskan mengapa kalian memilih masalah
tersebut, bagaimana kalian merumuskannya, dan bagaimana kalian akan
mengumpulkan datanya."
● Rubrik Penilaian Proyek dan Presentasi:
 Aspek Proposal:
- Kejelasan dan relevansi rumusan masalah.
- Ketepatan pemilihan metode pengumpulan data.
- Kesesuaian instrumen penelitian.
- Kelengkapan komponen proposal.
- Sistematika penulisan.
 Aspek Presentasi:
- Kejelasan dan kelancaran penyampaian.
- Kemampuan menjawab pertanyaan.
- Kekompakan kelompok.
- Kreativitas penyajian (misalnya, penggunaan visual).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPS (GEOGRAFI)
BAB 4 - BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 BATU AMPAR
Nama Penyusun : Muhammad Tahsinul Khafid, [Link].
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (4 x 45 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Pengetahuan Awal:
● Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang konsep alam semesta,
tata surya, dan posisi Bumi di dalamnya (misalnya, dari pelajaran IPA di SMP atau
pengetahuan umum).
● Beberapa peserta didik mungkin sudah akrab dengan istilah-istilah geografi dasar
seperti litosfer, hidrosfer, atmosfer, dan biosfer.
● Ada kemungkinan sebagian peserta didik memiliki pengetahuan awal yang beragam
terkait fenomena alam seperti gempa bumi, gunung meletus, atau perubahan iklim
dari berita atau pengalaman pribadi.
Minat:
● Peserta didik yang memiliki minat pada alam, lingkungan, sains, atau isu-isu global
akan lebih antusias dalam pembelajaran ini.
● Beberapa mungkin tertarik pada teknologi dan bagaimana teknologi digunakan
untuk mempelajari Bumi.
● Minat terhadap aktivitas luar ruangan atau observasi fenomena alam dapat menjadi
pendorong partisipasi.
Latar Belakang:
● Peserta didik berasal dari latar belakang daerah yang berbeda (pesisir, pegunungan,
perkotaan, pedesaan) sehingga memiliki pengalaman langsung yang bervariasi
terkait kenampakan dan fenomena geografi.
● Latar belakang keluarga dan akses terhadap informasi (internet, buku) juga akan
mempengaruhi tingkat kesiapan mereka.
Kebutuhan Belajar:
● Beberapa peserta didik membutuhkan visualisasi yang jelas dan interaktif untuk
memahami konsep abstrak.
● Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik akan memperoleh manfaat dari aktivitas
praktis dan observasi.
● Peserta didik yang cenderung auditori akan lebih baik dalam diskusi kelompok dan
penjelasan lisan.
● Kebutuhan akan scaffolding (dukungan bertahap) bagi mereka yang memiliki
pengetahuan awal minim.
● Kebutuhan akan tantangan lebih bagi peserta didik dengan pengetahuan awal yang
sudah kuat.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
● Faktual: Mengenal berbagai fenomena alam di Bumi (gempa, gunung api, tsunami,
cuaca, iklim).
● Konseptual: Memahami konsep struktur Bumi, lapisan atmosfer, siklus hidrologi,
dan karakteristik biosfer.
● Prosedural: Mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah
terkait fenomena geografi sederhana.
● Metakognitif: Mengembangkan kesadaran tentang pentingnya menjaga Bumi dan
memahami keterkaitan antarkomponen geosfer.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
● Fenomena alam seperti cuaca dan iklim mempengaruhi kehidupan sehari-hari
peserta didik (misalnya, menentukan pakaian yang dikenakan, aktivitas pertanian).
● Pemahaman tentang bencana alam (gempa, banjir) dapat meningkatkan kesadaran
mitigasi dan kesiapsiagaan.
● Isu lingkungan global (perubahan iklim, polusi) sangat relevan dengan masa depan
mereka dan mendorong tindakan proaktif.
● Pengetahuan tentang sumber daya alam di Bumi berhubungan langsung dengan
kebutuhan hidup manusia.
Tingkat Kesulitan:
● Materi ini memiliki tingkat kesulitan sedang, dengan beberapa konsep abstrak yang
memerlukan visualisasi dan analogi.
● Analisis data dan keterkaitan antar fenomena mungkin menjadi tantangan awal,
namun dapat diatasi dengan pendekatan bertahap.
Struktur Materi:
● Materi akan disusun secara sistematis, dimulai dari struktur Bumi secara
keseluruhan, kemudian ke komponen-komponen geosfer (litosfer, hidrosfer,
atmosfer, biosfer), dan diakhiri dengan interaksi antarkomponen serta dampaknya
bagi kehidupan.
● Setiap komponen akan dibahas dari karakteristik, proses, fenomena, hingga
dampaknya.
Integrasi Nilai dan Karakter:
● Religius: Mensyukuri ciptaan Tuhan melalui keindahan dan keteraturan alam
semesta.
● Nasionalisme: Cinta tanah air dan lingkungan dengan menjaga kelestarian alam
Indonesia.
● Kerja Sama: Mendorong kolaborasi dalam diskusi dan proyek kelompok.
● Mandiri: Membangun inisiatif dan tanggung jawab dalam belajar.
● Kreatif: Mendorong peserta didik untuk mencari solusi inovatif terhadap masalah
lingkungan.
● Bernalar Kritis: Melatih kemampuan menganalisis informasi dan mengambil
kesimpulan yang tepat.
● Lingkungan: Menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian
lingkungan.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan pembelajaran
yang akan dicapai adalah:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari kebesaran Tuhan
sebagai pencipta alam semesta dan segala isinya.
2. Penalaran Kritis: Mampu menganalisis fenomena geografi, mengidentifikasi
hubungan sebab-akibat, dan menyimpulkan informasi secara logis.
3. Kreativitas: Mengembangkan ide-ide baru dalam memecahkan masalah geografi
atau dalam menyajikan informasi.
4. Kolaborasi: Berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain dalam kelompok
untuk mencapai tujuan bersama.
5. Kemandirian: Menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab dalam proses belajar dan
menyelesaikan tugas.
6. Kesehatan (lingkungan): Memahami dampak aktivitas manusia terhadap
lingkungan dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan Bumi.
7. Komunikasi: Mampu menyampaikan gagasan, informasi, dan argumen terkait
geografi secara efektif baik lisan maupun tertulis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai bidang ilmu sosial
sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan lingkungannya untuk memberikan landasan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan
fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya dalam
beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Peserta
didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali fenomena kehidupan manusia
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang
dan waktu. Peserta didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi
dan hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan dokumentasi.
Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari informasi, hasil observasi, dan
hasil dokumentasi, serta menyusun rencana tindak lanjut. Capaian Pembelajaran setiap
elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman • Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara
Konsep kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok
sosial dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam
masyarakat.
• Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya
sebagai bagian dari masyarakat multikultural.
• Peserta didik memahami hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Peserta didik memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank
sebagai dasar dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta
mengenali dan menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks
mampu membuat laporan keuangan pribadi.
• Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta, pengindraan jauh,
Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan fenomena
geosfer fisik yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang kehidupan.
• Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali
penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau,
masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global
mulai dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.
Keterampilan Peserta didik
Proses • Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
• Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
• Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan
observasi, dan mendokumentasikannya;
• Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
• Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam
bentuk media digital dan/atau nondigital; dan
• Merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer
dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun
rencana tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Fisika: Konsep gaya, energi, tekanan, dan termodinamika dalam menjelaskan
fenomena geologi dan atmosfer.
● Kimia: Siklus biogeokimia, komposisi batuan, dan unsur-unsur dalam air dan udara.
● Biologi: Ekosistem, keanekaragaman hayati, dan adaptasi makhluk hidup terhadap
lingkungan (biosfer).
● Matematika: Pengukuran, skala, grafik, dan analisis data dalam pemetaan dan
interpretasi fenomena geografi.
● Sosiologi: Interaksi manusia dengan lingkungan, dampak bencana alam terhadap
masyarakat, dan perubahan sosial akibat fenomena geografi.
● Sejarah: Perubahan bentang alam dari waktu ke waktu dan pengaruhnya terhadap
peradaban.
● Ekonomi: Pemanfaatan sumber daya alam, dampak ekonomi dari bencana alam, dan
pembangunan berkelanjutan.
● Seni (Seni Rupa/Desain): Dalam pembuatan model, poster, atau presentasi visual
tentang Bumi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Struktur dan Dinamika Bumi (Litosfer)
● Melalui eksplorasi video dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan
struktur lapisan Bumi dengan tepat, menunjukkan bagian-bagiannya pada model
visual, dan menyadari bahwa Bumi adalah bagian dari ciptaan Tuhan YME.
(Pengetahuan, Keimanan)
● Dengan menganalisis studi kasus gempa bumi, peserta didik dapat
mengidentifikasi proses-proses geologi yang membentuk permukaan Bumi
(tektonik lempeng, vulkanisme) secara kritis dan menunjukkan kesadaran terhadap
mitigasi bencana. (Pengetahuan, Penalaran Kritis, Kesehatan Lingkungan)
Pertemuan 2: Air dan Udara di Bumi (Hidrosfer & Atmosfer)
● Melalui simulasi sederhana dan pengamatan, peserta didik dapat menjelaskan
siklus hidrologi dan dampaknya terhadap ketersediaan air bersih di lingkungan
sekitar dengan runtut. (Pengetahuan, Penalaran Kritis)
● Dengan mengkaji data cuaca dan iklim, peserta didik dapat menganalisis
karakteristik lapisan atmosfer dan fenomena cuaca serta iklim di wilayah tempat
tinggalnya, serta menyajikan hasilnya secara kolaboratif. (Pengetahuan, Penalaran
Kritis, Kolaborasi, Komunikasi)
Pertemuan 3: Kehidupan di Bumi (Biosfer) dan Interaksi Antarkomponen Geosfer
● Melalui observasi lingkungan sekolah atau video, peserta didik dapat
mengidentifikasi berbagai bentuk kehidupan di Bumi (biosfer) dan menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan tepat. (Pengetahuan, Penalaran Kritis)
● Dengan berdiskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan dan interaksi
antara litosfer, hidrosfer, atmosfer, dan biosfer dalam membentuk ruang kehidupan
di Bumi, serta mengembangkan ide untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara
mandiri. (Pengetahuan, Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kemandirian, Kreativitas)
Pertemuan 4: Dampak Fenomena Geografi dan Konservasi Bumi
● Dengan menelaah berita dan artikel, peserta didik dapat mengidentifikasi dampak
fenomena geografi (positif dan negatif) terhadap kehidupan manusia dan lingkungan,
serta menyampaikan gagasannya dalam diskusi kelas. (Pengetahuan, Penalaran
Kritis, Komunikasi)
● Melalui proyek kelompok, peserta didik dapat merancang dan mempresentasikan
solusi kreatif untuk menjaga kelestarian Bumi sebagai ruang kehidupan,
menunjukkan sikap bertanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
(Keterampilan, Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi, Kesehatan Lingkungan)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Pertemuan 1: Gempa Bumi dan Gunung Berapi di Indonesia: Mengapa sering terjadi
dan bagaimana kita menyikapinya?
● Pertemuan 2: Perubahan Iklim di Daerahku: Apa yang berubah dan bagaimana
dampaknya pada kehidupan sehari-hari?
● Pertemuan 3: Keanekaragaman Hayati Hutan Mangrove: Bagaimana hutan
mangrove menjaga keseimbangan ekosistem pesisir?
● Pertemuan 4: Bank Sampah dan Gerakan Menanam Pohon: Solusi lokal untuk
masalah lingkungan global.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik
● Model Pembelajaran:
○ Discovery Learning: Mendorong peserta didik menemukan konsep-konsep
sendiri melalui eksplorasi dan investigasi.
○ Problem-Based Learning (PBL): Menyajikan masalah nyata yang relevan untuk
dipecahkan oleh peserta didik, mendorong penalaran kritis.
○ Project-Based Learning (PjBL): Melibatkan peserta didik dalam proyek jangka
panjang yang menghasilkan produk nyata, meningkatkan kreativitas dan
kolaborasi.
● Strategi Pembelajaran:
○ Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi, berbagi ide, dan membangun
pemahaman bersama (Joyful Learning, Meaningful Learning).
○ Studi Kasus: Menganalisis fenomena geografi nyata untuk mengembangkan
penalaran kritis (Meaningful Learning).
○ Observasi Lapangan/Video: Mengamati langsung atau melalui media fenomena
geografi (Mindful Learning, Meaningful Learning).
○ Presentasi: Melatih kemampuan komunikasi dan berbagi pengetahuan (Joyful
Learning, Meaningful Learning).
○ Refleksi Diri: Mendorong peserta didik merenungkan proses belajar dan
pemahaman mereka (Mindful Learning).
● Metode Pembelajaran:
○ Tanya Jawab
○ Diskusi
○ Presentasi
○ Simulasi
○ Proyek

2. Kemitraan Pembelajaran
● Lingkungan Sekolah:
○ Guru mata pelajaran lain (IPA, Matematika, Seni) untuk integrasi materi dan
proyek interdisipliner.
○ Pustakawan sekolah untuk pemanfaatan sumber belajar.
○ Petugas kebersihan atau tata usaha untuk diskusi tentang pengelolaan sampah
sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah:
○ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau dinas terkait
(Dinas Lingkungan Hidup, BPBD) untuk narasumber atau informasi.
○ Organisasi masyarakat lokal peduli lingkungan (jika memungkinkan, untuk
kunjungan atau proyek sosial).
○ Tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kondisi geografis lokal.
● Masyarakat:
○ Orang tua/wali untuk mendukung pembelajaran di rumah dan mengawasi proyek.
○ Masyarakat sekitar sekolah untuk observasi lingkungan atau studi kasus
fenomena lokal.

3. Lingkungan Belajar
● Ruang Fisik:
○ Kelas yang nyaman dengan penataan tempat duduk yang fleksibel untuk diskusi
kelompok.
○ Akses ke laboratorium sains (jika diperlukan untuk simulasi sederhana).
○ Area luar kelas (halaman sekolah, taman) untuk observasi lingkungan.
● Ruang Virtual:
○ Akses internet stabil untuk mencari informasi, menonton video edukasi, dan
menggunakan platform digital.
○ Penggunaan perangkat proyektor/TV untuk presentasi dan visualisasi materi.
● Budaya Belajar (Mendukung Pembelajaran Mendalam):
○ Lingkungan yang mendukung rasa ingin tahu dan pertanyaan.
○ Mendorong eksperimentasi dan belajar dari kesalahan.
○ Menekankan pentingnya kolaborasi dan saling menghargai pendapat.
○ Menciptakan suasana belajar yang positif, aman, dan inklusif.

4. Pemanfaatan Digital
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, e-book, atau artikel relevan tentang
geografi.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom, Edmodo, atau platform lain untuk
melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, berbagi sumber, dan mengumpulkan tugas.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuis formatif, atau platform
lain untuk survei refleksi.
● Kahoot!/Quizizz: Untuk kuis interaktif yang menyenangkan dan memotivasi (Joyful
Learning).
● Mentimeter: Untuk mengumpulkan ide-ide, pertanyaan, atau umpan balik secara
anonim dan interaktif.
● Google Earth/Google Maps: Untuk eksplorasi visual struktur Bumi, kenampakan
alam, dan fenomena geografi dari berbagai sudut pandang.
● Video Edukasi: YouTube atau platform edukasi lainnya yang menyediakan video
tentang proses geologi, siklus air, atau fenomena alam.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1
KEGIATAN PENDAHULUAN
Pertemuan 1: Struktur dan Dinamika Bumi (Litosfer)
1. KEGIATAN PENDAHULUAN (20 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak
peserta didik untuk menenangkan diri sejenak (misalnya, dengan fokus pada napas)
dan mengamati sekeliling mereka, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang
membuat Bumi ini menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali? Pernahkah
kalian terpikir bagaimana Bumi terbentuk dan bergerak?" (membangun kesadaran
akan keberadaan dan keunikan Bumi).
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menampilkan video singkat
atau gambar-gambar tentang fenomena alam seperti gempa bumi, gunung meletus,
atau pembentukan pegunungan. Guru bertanya: "Apa yang kalian rasakan saat
melihat peristiwa ini? Menurut kalian, mengapa hal ini bisa terjadi?" (mengaitkan
materi dengan emosi dan pengalaman nyata).
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik
bermain tebak gambar "Lapisan Bumi" di Kahoot! atau kuis singkat untuk
memancing minat dan mengecek pengetahuan awal secara menyenangkan. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias, menekankan bahwa kita
akan "menjelajahi jantung Bumi".

2. KEGIATAN INTI (100 MENIT)


Memahami (Understanding):
Diferensiasi Konten:
● Visual-Auditori: Guru menyajikan infografis interaktif atau video animasi tentang
struktur lapisan Bumi (inti, mantel, kerak).
● Kinestetik-Baca: Guru menyediakan bahan bacaan lebih detail atau mendorong
peserta didik untuk membuat model sederhana lapisan Bumi (misalnya dari plastisin)
secara individu atau kelompok.
● Aktivitas Diskusi Terbimbing: Peserta didik dalam kelompok kecil (heterogen)
berdiskusi tentang karakteristik setiap lapisan Bumi berdasarkan sumber yang telah
disediakan.
Mengaplikasi (Applying):
Diferensiasi Proses:
● Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru memberikan studi kasus yang lebih
terstruktur tentang gempa bumi, dengan pertanyaan panduan yang jelas untuk
mengidentifikasi penyebab dan dampaknya.
● Kelompok B (Cukup Mandiri): Guru memberikan studi kasus yang lebih kompleks
(misalnya, pergerakan lempeng di Ring of Fire) dan meminta mereka menganalisis
dampaknya pada kenampakan alam di Indonesia.
Proyek Mini (Berdiferensiasi Produk):
● Peserta didik diminta untuk membuat poster digital (bagi yang mahir teknologi) atau
poster manual (bagi yang lebih suka menggambar) tentang zona rawan gempa di
Indonesia, lengkap dengan tips mitigasi.
● Alternatif: Mengembangkan skenario simulasi evakuasi saat gempa di lingkungan
sekolah.
Merefleksi (Reflecting):
● Guru memandu diskusi kelas: "Apa yang kalian pelajari tentang kekuatan alam di
balik permukaan Bumi? Bagaimana perasaan kalian setelah mengetahui potensi
bencana alam ini?"
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mini mereka. Guru memberikan
umpan balik konstruktif dan positif.

3. KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan pujian atas partisipasi dan hasil kerja
peserta didik. Guru meminta peserta didik menuliskan "1 hal yang paling saya
syukuri dari Bumi hari ini" dan "1 pertanyaan yang masih ingin saya tahu tentang
Bumi" di Mentimeter atau kertas kecil.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting tentang struktur Bumi dan fenomena geologi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang
materi pertemuan berikutnya (air dan udara di Bumi) dan memberikan tugas untuk
mencari tahu "bagaimana air bisa berpindah dari laut ke darat" sebagai pancingan
(Mindful Learning).

Pertemuan 2: Air dan Udara di Bumi (Hidrosfer & Atmosfer)


1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru mengajak peserta didik
mengamati kondisi cuaca hari itu: "Bagaimana udara yang kita hirup hari ini?
Bagaimana siklus air mempengaruhi ketersediaan air minum kita?" (mengajak sadar
akan lingkungan sekitar).
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru memutarkan video tentang
dampak kekeringan atau banjir di suatu daerah di Indonesia. "Apa yang terjadi pada
masyarakat di sana? Apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa ini?"
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Permainan "Benar atau Salah"
tentang fakta-fakta unik tentang air dan udara di Bumi.
2. KEGIATAN INTI (105 MENIT)
Memahami (Understanding):
Diferensiasi Konten:
● Visual-Auditori: Guru menampilkan diagram interaktif siklus hidrologi dan video
penjelasan tentang lapisan atmosfer.
● Baca-Tulis: Peserta didik diberikan infografis rinci atau artikel tentang siklus
hidrologi dan karakteristik atmosfer untuk dibaca.
● Simulasi Sederhana: Guru membimbing peserta didik melakukan simulasi sederhana
penguapan dan kondensasi (misalnya dengan gelas berisi air panas dan piring dingin).
Mengaplikasi (Applying):
Diferensiasi Proses:
● Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Diberi data cuaca sederhana (suhu, curah
hujan) suatu daerah dan diminta mengidentifikasi pola harian atau mingguan.
● Kelompok B (Cukup Mandiri): Diberi data iklim jangka panjang dari dua daerah
berbeda dan diminta membandingkan karakteristik iklimnya, serta mengaitkan
dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
● Penyelidikan Kolaboratif: Peserta didik dalam kelompok menganalisis data cuaca dan
iklim dari daerah mereka sendiri atau daerah lain yang menarik. Mereka diminta
mencari berita atau artikel tentang dampak perubahan iklim di daerah tersebut.
Merefleksi (Reflecting):
Presentasi hasil analisis kelompok.
● Diskusi: "Bagaimana pemahaman kita tentang air dan udara dapat membantu kita
dalam kehidupan sehari-hari dan menghadapi perubahan lingkungan?"

3. KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas analisis dan presentasi
peserta didik. Guru meminta setiap peserta didik menuliskan "1 cara saya bisa
berhemat air" atau "1 cara saya bisa mengurangi polusi udara" di kertas kecil.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-sama membuat peta
konsep tentang hidrosfer dan atmosfer.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas untuk mengamati
berbagai jenis tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar rumah dan bagaimana
mereka beradaptasi.

Pertemuan 3: Kehidupan di Bumi (Biosfer) dan Interaksi Antarkomponen Geosfer


1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar-gambar
ekosistem yang beragam (hutan hujan, gurun, laut dalam). "Bagaimana makhluk
hidup bisa bertahan di tempat-tempat yang berbeda ini? Apa peran kita dalam
menjaga keanekaragaman ini?"
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik berbagi
hasil pengamatan mereka tentang tumbuhan/hewan di sekitar rumah dan bagaimana
mereka beradaptasi.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Permainan "Tebak Ekosistem"
atau "Rantai Makanan" singkat.
2. KEGIATAN INTI (105 MENIT)
Memahami (Understanding):
Diferensiasi Konten:
● Visual-Auditori: Guru menampilkan video dokumenter tentang berbagai bioma dan
keanekaragaman hayati.
● Baca-Tulis: Guru menyediakan artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
persebaran makhluk hidup (iklim, topografi, tanah).
● Aktivitas Diskusi: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan konsep biosfer dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Mengaplikasi (Applying):
Diferensiasi Proses:
● Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru membimbing untuk mengidentifikasi
interaksi sederhana antara 2-3 komponen geosfer (misalnya, gunung meletus
memengaruhi tanah dan tumbuhan).
● Kelompok B (Cukup Mandiri): Guru meminta mereka menganalisis studi kasus yang
menunjukkan interaksi kompleks antara seluruh komponen geosfer (misalnya,
fenomena El Nino/La Nina dan dampaknya pada pertanian dan perikanan).
● Pembuatan Peta Konsep/Infografis Interaksi: Peserta didik dalam kelompok membuat
peta konsep atau infografis yang menunjukkan bagaimana litosfer, hidrosfer,
atmosfer, dan biosfer saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain.
Merefleksi (Reflecting):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil peta konsep/infografis mereka.
● Diskusi: "Bagaimana interaksi antar komponen geosfer ini memengaruhi kehidupan
kita secara langsung atau tidak langsung?"

3. KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan masukan yang membangun untuk setiap
presentasi. Guru meminta peserta didik menuliskan "1 hal yang saya pelajari tentang
keseimbangan alam" dan "1 ide saya untuk menjaga keseimbangan itu".
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik merangkum bagaimana semua
komponen Bumi bekerja sama menciptakan ruang kehidupan yang unik.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru meminta peserta didik untuk mencari
berita atau contoh kasus tentang dampak positif dan negatif aktivitas manusia
terhadap lingkungan.

Pertemuan 4: Dampak Fenomena Geografi dan Konservasi Bumi


1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar yang
kontras: satu gambar Bumi yang asri dan satu gambar Bumi yang tercemar.
"Bagaimana perasaan kalian melihat kedua gambar ini? Apa peran kita dalam
menjaga Bumi?"
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengajak peserta didik
berbagi temuan berita atau contoh kasus tentang dampak aktivitas manusia terhadap
lingkungan.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Putar lagu atau video singkat
tentang lingkungan hidup.

2. KEGIATAN INTI (105 MENIT)


Memahami (Understanding):
Diferensiasi Konten:
● Visual-Auditori: Guru menampilkan video dokumenter tentang kerusakan lingkungan
dan upaya konservasi.
● Baca-Tulis: Guru menyediakan artikel tentang isu-isu lingkungan global (pemanasan
global, deforestasi, polusi plastik) dan konsep pembangunan berkelanjutan.
● Diskusi Kasus Nyata: Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus nyata
tentang dampak lingkungan (misalnya, deforestasi di Kalimantan, polusi sungai di
Jakarta) dan mengidentifikasi penyebab serta akibatnya.
Mengaplikasi (Applying):
Diferensiasi Proses:
● Kelompok A (Perlu Bimbingan Lebih): Guru memberikan daftar pilihan proyek
sederhana (misalnya, membuat poster kampanye hemat energi di sekolah, membuat
tempat sampah terpilah).
● Kelompok B (Cukup Mandiri): Guru memberikan kebebasan lebih dalam memilih
proyek yang lebih kompleks dan inovatif (misalnya, merancang sistem pengolahan
limbah sederhana, membuat presentasi tentang energi terbarukan).
● Proyek Konservasi Bumi (Berdiferensiasi Produk): Peserta didik secara berkelompok
merancang dan mengembangkan proyek nyata yang bertujuan untuk menjaga
kelestarian Bumi sebagai ruang kehidupan.
Contoh:
- Kampanye edukasi (poster, video singkat) tentang pentingnya 3R (Reduce, Reuse,
Recycle).
- Rancangan taman sekolah atau kebun mini dengan konsep ekologis.
- Pembuatan presentasi/infografis tentang potensi energi terbarukan di daerah
mereka.
- Proposal sederhana untuk mengatasi masalah lingkungan di lingkungan sekitar.
Merefleksi (Reflecting):
● Presentasi Proyek Akhir: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka
kepada kelas.
● Diskusi: "Apa tantangan yang kalian hadapi dalam merancang solusi ini? Bagaimana
perasaan kalian setelah menyelesaikan proyek ini dan berkontribusi untuk Bumi?"

3. KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang
seluruh proses pembelajaran dan kualitas proyek yang dihasilkan. Guru mendorong
peserta didik untuk terus menerapkan nilai-nilai konservasi dalam kehidupan sehari-
hari.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya
peran manusia sebagai penjaga Bumi dan bagaimana setiap individu dapat
berkontribusi.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mendorong peserta didik untuk terus
mencari informasi tentang isu-isu lingkungan terbaru dan bagaimana mereka dapat
terlibat dalam aksi nyata. Guru juga dapat menanyakan topik Geografi lain yang
menarik minat mereka untuk pembelajaran berikutnya (untuk memancing rasa ingin
tahu dan memberikan suara pada perencanaan).

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, minat, dan gaya belajar peserta didik.
● Format:
○ Kuesioner Minat dan Gaya Belajar: (Daring/Luring) Pertanyaan tentang cara
mereka lebih suka belajar (visual, auditori, kinestetik) dan topik geografi yang
menarik minat mereka.
○ Pre-test Singkat (Tes Tertulis/Daring):
Contoh Pertanyaan:
1. Sebutkan 3 lapisan utama Bumi dari yang paling dalam!
2. Menurutmu, mengapa sering terjadi gempa bumi di Indonesia?
3. Apa yang kamu ketahui tentang siklus air?
4. Apa saja komponen pembentuk udara yang kamu hirup sehari-hari?
5. Berikan contoh 2 jenis makhluk hidup yang hidup di hutan!
6. Apa pendapatmu tentang perubahan iklim? Apakah kamu merasakan
dampaknya?
7. (Skala 1-5) Seberapa besar minatmu terhadap pelajaran Geografi?
○ Diskusi/Jurnal Singkat: Meminta peserta didik menuliskan "Apa yang saya tahu
tentang Bumi sebagai ruang kehidupan?" dan "Apa yang ingin saya pelajari
tentang Bumi?"

B. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)


● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik, dan
menyesuaikan strategi pembelajaran.
● Format:
○ Observasi (Non-tes):
 Lembar Observasi Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi, kemampuan
berkolaborasi, dan kemampuan mengemukakan pendapat.
 Lembar Observasi Saat Presentasi/Proyek Mini: Mengamati pemahaman
konsep, kreativitas, dan kemampuan komunikasi.
 Catatan Anekdot: Mencatat interaksi individual, pertanyaan, atau kesulitan
yang muncul.
○ Penilaian Kinerja (Non-tes):
 Rubrik Penilaian Poster/Model (Pertemuan 1): Mengukur ketepatan
informasi, kreativitas, dan kerapian.
 Rubrik Penilaian Peta Konsep/Infografis (Pertemuan 3): Mengukur
kelengkapan informasi, keterkaitan antar konsep, dan kejelasan visual.
○ Kuis Singkat/Tanya Jawab Lisan (Tes Lisan): Di akhir setiap sub-topik atau di
awal pertemuan berikutnya untuk mengecek pemahaman.
○ Jurnal Refleksi Peserta Didik:
 Contoh Pertanyaan: "Apa yang paling sulit saya pahami hari ini dan
mengapa?" "Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?"
"Bagaimana saya akan menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan saya?"
○ Umpan Balik Teman Sebaya: Memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk saling memberikan umpan balik terhadap presentasi atau hasil kerja
kelompok.

C. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)


● Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara keseluruhan setelah
menyelesaikan tema.
● Format:
○ Penilaian Proyek (Produk dan Presentasi):
 Proyek Akhir (Pertemuan 4): "Rancang Solusi Konservasi Bumi Lokal"
■ Tugas: Peserta didik secara berkelompok (2-3 orang) diminta untuk
merancang sebuah solusi inovatif dan aplikatif untuk salah satu masalah
lingkungan yang relevan di lingkungan sekitar sekolah atau rumah mereka
(misalnya, masalah sampah, kekurangan air bersih, polusi udara, kerusakan
tanah). Solusi tersebut harus mempertimbangkan interaksi antarkomponen
geosfer.
■ Produk: Dapat berupa:
 Model Maket/prototype (misalnya, model pengolahan sampah
sederhana, model penampungan air hujan)
 Video Kampanye Edukasi (Durasi 3-5 menit)
 PowerPoint Interaktif/E-Booklet
 Proposal Proyek (lengkap dengan latar belakang, tujuan, langkah-
langkah, dan perkiraan dampak)
■ Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan proyeknya di depan kelas,
menjelaskan konsep, langkah-langkah, dan potensi dampaknya.
■ Rubrik Penilaian Proyek:
Aspek Penilaian:
■ Relevansi Masalah (5%)
■ Inovasi Solusi (15%)
■ Keterkaitan dengan Konsep Geosfer (20%)
■ Daya Guna/Aplikabilitas (15%)
■ Kolaborasi Kelompok (10%)
■ Kualitas Produk (15%)
■ Kualitas Presentasi (15%)
■ Sikap Tanggung Jawab Lingkungan (5%)
○ Tes Tertulis (Essay/Studi Kasus):
■ Tugas: Analisis Kasus Bencana Alam.
■ Deskripsi Tugas: Peserta didik diberikan satu studi kasus bencana alam
(misalnya, banjir bandang akibat deforestasi, kekeringan akibat El Nino).
Mereka diminta untuk:
1. Mengidentifikasi komponen geosfer yang terlibat dan interaksinya.
2. Menganalisis penyebab terjadinya bencana.
3. Menjelaskan dampak bencana terhadap manusia dan lingkungan.
4. Memberikan rekomendasi solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk
mitigasi atau adaptasi.
■ Kriteria Penilaian:
■ Ketepatan identifikasi konsep geografi.
■ Kedalaman analisis sebab-akibat.
■ Kelengkapan dan relevansi rekomendasi solusi.
■ Keterampilan bernalar kritis dan komunikasi tertulis.

Contoh Pertanyaan/Tugas untuk Asesmen:


Asesmen Awal (Pre-test):
1. Bumi kita tersusun atas beberapa lapisan. Sebutkan dan jelaskan secara singkat 3 lapisan
utama Bumi dari yang paling dalam!
2. Mengapa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi? Jelaskan
secara sederhana!
3. Bagaimana air hujan bisa kembali lagi menjadi awan dan turun lagi sebagai hujan?
Jelaskan prosesnya!
4. Selain oksigen, unsur apa lagi yang paling banyak terdapat di udara yang kita hirup? Apa
fungsinya bagi makhluk hidup?
5. Apa yang kamu ketahui tentang "ekosistem"? Berikan satu contoh ekosistem yang ada di
sekitar tempat tinggalmu!

Asesmen Proses (Contoh Pertanyaan Diskusi/Kuis Harian):


● Pertemuan 1: "Apa yang akan terjadi jika kerak Bumi tidak pernah bergerak?"
"Bagaimana pengetahuan tentang lempeng tektonik dapat membantu kita dalam mitigasi
bencana?"
● Pertemuan 2: "Mengapa penting bagi kita untuk menjaga ketersediaan air bersih?"
"Bagaimana perubahan pola curah hujan dapat memengaruhi kehidupan petani?"
● Pertemuan 3: "Berikan satu contoh bagaimana aktivitas manusia di litosfer (misalnya,
penambangan) dapat memengaruhi biosfer." "Bagaimana keberadaan tumbuhan di
biosfer dapat memengaruhi kondisi atmosfer?"

ASESMEN AKHIR (STUDI KASUS TES TERTULIS):

Studi Kasus: Banjir Bandang di Desa Mekar Jaya


"Desa Mekar Jaya yang terletak di kaki gunung sering dilanda banjir bandang setiap musim
hujan. Beberapa tahun terakhir, intensitas banjir semakin parah, merusak rumah-rumah warga
dan lahan pertanian. Setelah diselidiki, diketahui bahwa hutan di hulu sungai yang dulunya
lebat kini banyak yang beralih fungsi menjadi perkebunan monokultur. Curah hujan di
wilayah tersebut juga cenderung meningkat drastis dalam lima tahun terakhir, kemungkinan
karena dampak perubahan iklim global."
Pertanyaan:
1. Identifikasi dan jelaskan bagaimana komponen litosfer, hidrosfer, atmosfer, dan biosfer
berinteraksi dalam kasus banjir bandang di Desa Mekar Jaya ini!
2. Menurut analisis kritis Anda, apa penyebab utama terjadinya banjir bandang di Desa
Mekar Jaya? Sertakan data atau informasi dari studi kasus untuk mendukung argumen
Anda!
3. Jelaskan dampak-dampak yang timbul akibat banjir bandang ini terhadap kehidupan
masyarakat Desa Mekar Jaya dan lingkungan sekitarnya!
4. Sebagai seorang ahli geografi, rekomendasi solusi jangka pendek dan jangka panjang apa
yang akan Anda usulkan untuk mengatasi masalah banjir di Desa Mekar Jaya agar tidak
terulang di masa depan?

Anda mungkin juga menyukai