Edukasi Gizi Seimbang untuk Hipertensi
Edukasi Gizi Seimbang untuk Hipertensi
NURUL ASTIPANI
220305501088
Judul :
Nama :
NIM :
Program Studi :
Menyetujui,
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 3
BAB I 5
PENDAHULUAN 5
A. Latar Belakang 5
B. Rumusan Masalah 8
C. Tujuan Penelitian 8
D. Manfaat Penelitian 8
BAB II 10
TINJAUAN PUSTAKA 10
A. Kajian Teori 10
B. Kerangka Pikir dan Konsep 27
C. Hipotesis 28
BAB III 29
METODE PENELITIAN 29
A. Jenis Penelitian 29
B. Waktu dan Tempat Penelitian 29
C. Desain Penelitian 29
D. Populasi dan Sampel 29
E. Definisi Operasional 31
F. Prosedur Penelitian 32
G. Teknik Pengumpulan Data 33
I. Instrumen Penelitian 37
J. Pemeriksaan keabsahan data 39
K. Teknik analisis data 39
DAFTAR PUSTAKA 40
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM) yang meningkat menjadi salah
Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang dewasa kini perlu
terhadap sistem peredaran darah. Hipertensi adalah suatu keadaan diamana tekanan
darah berada diatas ambang batas normal yaitu tekanan darah sistolik ≥140 mmHg
pertama 40.7% dan yang terendah pada Provinsi Papua Pegunungan 19.9%.
hipertensi yaitu lansia berusia >60 tahun dengan persentase sebesar (41.8%),
Hipertensi dianggap sebagai salah satu kondisi kesehatan yang cukup serius
karena penyakit ini dapat terus bertambah parah tanpa disadari hingga dapat
hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung konorer dan dapat
makanan yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu makanan siap saji yang
mengandung pengawet, makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, dan
konsumsi lemak berlebihan (Yuanta et al., 2023). Menurut (Mardianto et al., 2021)
terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Pola
makan yang buruk dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Dari 28
responden, 16 orang (57.1%) memiliki pola makan yang tidak sehat dan menderita
hipertensi, sedangkan 12 orang (42.9%) memiliki pola makan sehat dan tidak
menderita hipertensi. Hasil uji statistik Chi-square memperkuat temuan ini dengan
nilai p=0,000 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua
dan pengetahuan. Sikap dan pengetahuan dapat di rubah melalui edukasi (Kafi et
al., 2023). Menurut (Didipu et al., 2025) menunjukkan bahwa edukasi pola makan
terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian
kasus pada Ny. U, pasien berusia 57 tahun dengan tekanan darah 150/100 mmHg,
pasien di RSUD H.A. Sulthan Daeng Radja Bulukumba diperoleh 3 dari 5 orang
pasien memiliki pola makan yang kurang baik. Pasien cenderung mengonsumsi
belum pernah mmendapatkan edukasi terkait pola makan yang baik dan benar
Oleh karena itu, menyadari pentingnya pola makan, edukasi gizi seimbang
menerapkan pola makan yang sesuai dengan rekomendasi klinis. Di RSUD H. Andi
Sulthan Daeng Radja Bulukumba meskipun edukasi gizi secara umum telah
dan belum secara spesifik berfokus pada perubahan pola makan pasien.
Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi kesenjangan tersebut.
perubahan pola makan pasien, penelitian ini diharapkan dapat memberikan data
empiris yang kuat. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pihak rumah sakit untuk
merancang program edukasi gizi yang lebih terstruktur yang berdampak nyata bagi
pasien hipertensi, sehingga pada akhirnya dapat membantu mengendalikan
B. Rumusan Masalah
ini, yaitu apakah edukasi gizi seimbang efektif dalam mengubah pola makan pasien
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
teori tentang efektivitas edukasi gizi seimbang dalam mengubah pola makan pasien
hipertensi, serta memperkaya pengetahuan tentang hubungan antara edukasi gizi
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pasien
Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan penting bagi manajemen rumah
sakit dalam mengembangkan program edukasi gizi yang lebih terstruktur dan
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Hipertensi
a. Pengertian hipertensi
darah di atas ambang batas normal, yaitu tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan
tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan “silent killer” yang
biasa dikenal sebagai penyakit kardiovaskular. Hipertensi adalah salah satu faktor
lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal, jantung dan otak bila tidak
dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai (Al Rasyid et al.,
2022).
b. Klasifikasi hipertensi
primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer (esensial) yaitu hipertensi yang
Hipertensi sekunder yaitu tekanan darah tinggi karena adanya kondisi dasar
pil kontrasepsi, penyakit lupus, dan kondisi hormon (Cahyanti et al., 2024).
Menurut European Society of Cardiology (ESC) dan European Society of
(Rahmadhani, 2021):
1) Usia
Usia merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diubah dan berpengaruh
signifikan terhadap kejadian hipertensi. Pada rentang usia ini, terjadi peningkatan
risiko terjadinya hipertensi karena perubahan fisiologis dan faktor resiko lain
2) Genetik
meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada individu. Hal ini disebabkan karena
adanya faktor keturunan yang mempengaruhi metabolisme garam, regulasi renin,
3) Obesitas
memicu aktivasi sistem saraf simpatis serta sistem renin angiotensin aldosterone.
Hal tersebut dapat memicu peningkatan tekanan darah dan berkontribusi terhadap
kejadian hipertensi
4) Faktor stress
Stress dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik dan hormon stress
Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan tekanan darah secara jangka Panjang.
5) Alkohol
stimulasi sistem saraf simpatik dan gangguan fungsi endotel. Penggunaan alkohol
resistensi vascular.
6) Pola makan
Pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam, lemak dan
makanan olahan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu kebiasaan makan
yang tidak teratur juga berkontribusi terhadap kejadian hipertensi (Donatus et al.,
2021). Pola makan atau kebiasaan makan seseorang yang tidak sehat atau tidak
teratur seperti mengonsumsi ikan asin dan junk food dapat meningkatkan tekanan
d. Komplikasi hipertensi
Rahayu, 2023) :
1) Stroke
Stroke terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang ada di dalam otak atau
akibat embolus yang terlepas dari pembuluh nonotak. Stroke dapat terjadi pada
dan penebalan pembuluh darah pada area tersebut berkurang. Arteri yang
aneurisma.
2) Infark miokardium
tersebut. Karena terjadi hipertensi kronik dan hipertrofi ventrikel makan kebutuhan
oksigen miokardium tidak dapat terpenuhi dan terjadi iskemia jantung yang
menyebabkan infark
3) Gagal ginjal
terlalu tinggi. Ketika glomerulus rusak, darah dapat masuk kebagian penyaring
ginjal (nefron), hal tersebut mengganggu kerja ginjal. Apabila ginjal mengalami
kekurangan oksigen yang lama (hipoksia) dan bisa mengalami kerusakan permanen
Bersama urine, padahal seharusnya tidak. Hal ini dapat menurunkan tekanan
osmotik dalam darah yang berfungsi menjaga cairan tetap di pembuluh darah.
edema.
1) Ensefalopati
tekanan darah yang cepat. Tekanan darah tinggi disebabkan oleh kelainan yang
membuat tekanan pada kapiler meningkat dan mendorong cairan kedalam ruang
e. Penatalaksaan hipertensi
1) Pendekatan nonfarmakologis
a) Diet
Diet mediteranian merupakan diet tinggi serat seperti buah-buahan,
sayuran, sereal, biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan. Selain itu, diet ini
membatasi konsumsi gula dan makanan kaleng. Selain diet mediteranian ada juga
disebut dengan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), diet ini
mirip dengan diet mediteranian, tetapi juga menekankan diet rendah garam dan
rendah lemak jenuh. Diet DASH mampu menurunkan tekanan darah dengan
Aktivitas fisik yang dilakukan secara aktif dan teratur akan menyebabkan
pembuluh darah lebih elastis sehingga dapat mengurangi tahanan perifer. Aktivitas
fisik yang teratur akan menyebabkan kerja jantung lebih efisien sehingga curah
jantung akan berkurang dan akan menyebabkan penurunan tekanan darah (Indriani
et al., 2023). Brisk walking exercise merupakan salah satu Latihan fisik yang dapat
dilakukan dengan menggunakan teknik berjalan lebih cepat dari kecepatan normal
selama 20-30 menit dengan keecepatan rata-rata 4-6 km/jam. Berjalan adalah salah
satu latihan yang paling aman dan paling sederhana untuk pasien hipertensi dari
bahwa penurunan berat badan sekitar 5-10% dari berat badan awal dapat
menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 5-20 mmHg. Penurunan berat badan ini
2021).
c) Restriksi alkohol
perubahan gata hidup dalam mengontrol hipertensi. Individu dengan tekanan darah
tinggi dianjurkan untuk membatasi asupan alkohol harian mereka guna membantu
al., 2024).
2. Gizi Seimbang
gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan
bersih serta mempertahankan berat badan ideal untuk mencegah masalah gizi.
Status gizi erat kaitannya dengan pola makan seseorang. Sehingga untuk mencegah
terjadinya masalah gizi, seorang individu harus memiliki pola makan sesuai
Dalam prinsipnya, gizi seimbang terdiri dari 4 pilar, yang pada dasarnya
merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi
yang masuk dengan mengontrol berat badan secara teratur. Adapun 4 pilar gizi
Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, kecuali ASI
untuk bayi 0–6 bulan. Oleh karena itu, kita perlu makan makanan yang bervariasi.
Karbohidrat (nasi, mie, umbi) memberi energi tapi rendah vitamin dan mineral.
Sayur dan buah kaya vitamin, mineral, dan serat, tapi rendah protein dan kalori.
2) Beraktivitas fisik
PHBS mencegah penyakit, seperti diare yang 45% bisa dicegah dengan
a) Sebelum/sesudah makan
apakah status gizi berada dalam kategori normal, kurang, atau berlebih. Cara
kesehatan.
c. Diet sehat untuk pasien hipertensi
makan yang dirancang untuk menurunkan tekanan darah tinggi serta meningkatkan
kesehatan jantung. Diet ini menekankan konsumsi makanan kaya akan buah-
buahan, sayuran, biji-bijian dan produk susu rendah lemak serta membatasi asupan
garam, lemak jenuh dan gula tambahan. Tujuannya yaitu untuk mengurangi risiko
hipertensi. Prinsip dari diet DASH adalah mengkonsumsi banyak sayuran dan buah,
serat pangan (30 gram per hari), mineral (kalium, magnesium, dan kalsium), serta
membatasi konsumsi garam. Selain menurunkan tekanan darah, diet DASH juga
(Kemenkes, 2023):
c) Ganti roti tawar dengan roti gandum tanpa menambahkan keju, coklat atau
mentega
pisang. Makan sebagai snack pada jam 11 pagi dan 5 sore atau 1 jam sebelum
makan besar
b) Sebaiknya jangan kupas kulit buah karena mengandung banyak zat gizi dan
3) Susu dan produk susu rendah atau tanpa lemak (2 sampai 3 sajian per hari)
a) Konsumsi daging, unggas tanpa lemak (buang kulit dan gajih dari ayam dan
c) Pilih ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 yang berfungsi untuk
a) Batasi asupan daging, mentega, keju, susu, krim dan telur serta makanan olahan
minyak kelapa
b) Hindari lemak trans yang banyak ditemukan pada olahan seperti biscuit,
c) Baca dengan teliti label makanan pilihlah yang mengandung lemak jenuh dalam
6) Manisan, terutama yang rendah atau tanpa lemak (maksimal 5 sajian per
minggu)
a) Hindari minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan. Walaupun
berlabel diet atau low sugar, namun kandungan gula yang tidak terlalu
b) Pilihlah air putih sebagai minuman sehari-hari. Selain tanpa kalori, air putih
juga memiliki banyak fungsi seperti melarutkan racun tubuh, pembentuk sel dan
cairan tubuh, sebagai bantalan organ tubuh, sebagai pelumas, dan melancarkan
fungsi pencernaan.
minggu)
tolo.
c) Batasi makanan sumber natrium seperti : kecap, garam dapur, tauco, petis, saos
1) Asupan natrium
2) Asupan kalsium
3) Asupan kalium
4) Asupan magnesium
3. Edukasi gizi
a. Pengertian edukasi
tujuan untuk meningkatkan pemahaman individu tentang suatu hal. Selain itu,
edukasi juga merupakan pendidikan dalam artian lain suatu upaya yang telah
direncanakan oleh seseorang agar dapat mempengaruhi orang lain, baik individu,
individu atau masyarakat tentang pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan,
yang dapat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup secara
umum (Sawidi et al., 2025). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Didipu et
pasien. Setelah dilakukan edukasi pasien menunjukkan pemahaman yang lebih baik
perubahan perilaku, dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor materi atau
pesannya,pendidikan atau petugas yang melakukannya,dan alat bantu peraga atau
wawancara
Kelompok besar adalah apabila peserta penyuluhan lebih dari lima orang.
Metode yang baik digunakan untuk kelompok besar adalah ceramah dan
1) Leaflet
Leaflet merupakan bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tetapi
tidak dimatikan atau dijahit. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara
singkat serta mudah dipahami. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi
yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih kompetensi
2) Poster
(Nugraheni, 2024):
4. Pola makan
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung pada jenis kelamin
penanggulangan hipertensi. Pola makan terbagi atas frekuensi makan, jenis dan
kombinasi makanan, serta jumlah porsi makan. Gizi yang baik adalah cara atau
upaya untuk menyesuaikan jumlah dan jenis makanan untuk tujuan tertentu.
Menurut (Pane, 2023) pola makan sehat bagi penderita hipertensi adalah :
Salah satu sumber bahan pangan yang baik untuk memperoleh zat gizi
adalah buah dan sayur. Porsi buah yang dianjurkan sehari untuk lansia adalah
sebanyak 200-300 gram atau 2-3 potong sehari sedangkan porsi sayuran dalam
bentuk tercampur yang dianjurkan sehari adalah 150-200 gram atau 1setengah atau
2 mangkok sehari. Mengkonsumsi buah dan sayur yang berserat tinggi seperti
sayuran hijau, pisang, tomat, melon dan jeruk setiap hari sangat penting karena
Kandungan vitamin, protein, pada bahan mentah yang segar dapat terpenuhi.
mengkonsumsi pangan yang kandungan zat gizinya kurang, seperti fastfood dapat
yang masuk dengan jumlah energi yang kita keluarkan. Apabila jumlah kalori yang
masuk lebih besar dari energi yang kita kelurkan maka kita mengalami kelebihan
berat badan.
lemak dan nutrien spesifik. Karbohidrat komplek bisa kita penuhi dari gandum,
beras, terigu, buah dan sayuran. Pilih karbohidrat yang berserat tinggi dan kurangi
karbohidrat yang berasal dari gula, sirup dan makanan yang manis-manis.
Konsumsi makanan yang manis paling banyak 3-5 sendok makan per hari.
Kebutuhantubuh akan serat sebanyak lebih dari 25 gram per hari. Untuk
harus lengkap antara protein nabati dan hewani. Sumber protein nabati didapat dari
kedelai, tempe dan tahu, sedangkan hewani berasal dari ikan, daging (sapi, ayam,
kerbau, kambing), serta kurangi makanan yang mengandung lemak jenu. Tingginya
konsumsi juga makanan yang mengandung kalium, magnesium, dan kalsium karna
Pola makan merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi oleh penderita
penyakit hipertensi. Makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu faktor yang
berlebihan dapat menahan air sehingga terjadi peningkatan volume darah, yang
bekerja lebih keras untuk memompanya dan tekanan darah menjadi naik (Ronaldo
dihubungkan dengan tekanan darah tinggi karena konsumsi lemak berlebih dapat
menyebabkan penebalan pada dinding arteri sehingga dapat menambah beban keja
jantung menjadi lebih kuat dan pada akhirnya dapat membuat tekanan darah akan
sehingga jantung akan bekerja lebih kuat dan akhirnya tekanan darah seseorang
pola makan baik sebanyak 14 orang (66.7%) dengan hipertensi stage I dan
7 orang (33.3%) hipertensi stage II sedangkan pola makan yang tidak baik 5
orang (26.3%) dengan hipertensi stage I dan 14 orang responden (73.7%) dengan
hipertensi stage II. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,05 sedangkan nilai
p-value=0,011 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pola
1. Kerangka pikir
Manfaat Edukasi:
1. Peningkatan pengetahuan
2. Peningkatan sikap positif
3. Peningkatan pola makan
sehat (rendah natrium
tinggi serat)
4. Penurunan resiko hipertensi
5. Peningkatan kualitas hidup
(Shabrina & Koesyanto, 2023;
Dwiasstuti, 2025)
C. Hipotesis
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
antara intervensi (edukasi gizi seimbang) dengan hasilnya (perubahan pola makan).
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan September 2025 dan bertempat
C. Desain Penelitian
Design. Desain ini subjek penelitiannya yaitu pasien hipertensi akan diukur
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang terdaftar dan
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien
hipertensi berusia >18 tahun dan bersedia jadi responden. Teknik pengambilan
a. Kriteria inklusi
b. Kriteria eksklusi
Maka penelitian ini akan dilakukan penentuan besar sampel dengan teknik
𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑒2 )
Keterengan :
N = Besaran populasi
n = Besaran responden
𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑒2 )
𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑒2 )
𝑛 = 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛
Dapat ditarik kesimpulan, sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini
E. Definisi Operasional
Ukur
menit
FFQ
F. Prosedur Penelitian
1. Tahap awal
izin penelitian dari Universitas Negeri Makassar kepada lokasi penelitian yaitu
serta menentukan populasi dan sampel yang akan diteliti menggunakan metode
purpose Sampling.
2. Tahap pelaksanaan
kepada sampel
yang sama
3. Tahap akhir
penelitian
4. Alur penelitian
Observasi Awal
Tujuan penelitian
1. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah pengisian formulir FFQ dan kuesioner berupa pre-test
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kategori
yaitu :
a. Data primer
Data primer pada penelitian ini diperoleh dari subjek penelitian, Teknik
kepada pasien
b. Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada. Data
sekunder yang akan digunakan adalah rekam medis pasien mengenai riwayat
diagnosis, usia, jenis kelamin dan data tekanan darah awal pasien dari RSUD H.
3. Pengolahan Data
data atau informasi yang telah dikumpulkan melalui instrumen penelitian. Peneliti
b. Coding
perubahan data yang berbentuk kalimat atau huruf menjadi angka atau bilangan
dengan memberikan kode. Setelah itu dimasukkan dalam lembar tabel kerja agar
memudahkan pembacaan.
yaitu:
a) 1 = Laki-laki
b) 2 = Perempuan
yaitu:
a) 1 = Tidak Sekolah
b) 2 = SD
c) 3 = SMP
d) 4 = SMA
e) 5 = S1
f) 6 = S2
a) 1 = Tidak Bekerja
b) 2 = IRT
c) 3 = PNS
d) 4 = Karyawan
e) 5 = Wiraswasta
f) 6 = Buruh
a) 1 = Ya
b) 2 = Hipertensi
a) 1 = Normal
b) 2 = Hipertensi
6) Keterangan total skor variabel pola makan dibagi menjadi dua, yaitu:
c. Entry
Data entry, yakni kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan dalam
data base computer. Peneliti memasukkan semua data yang diperoleh dari
Dalam entry data, peneliti diharapkan teliti dalam memastikan agar tidak ada data
yang tertinggal.
d. Tabulating
analisis data. Dengan tujuan penelitian pada Microsoft Excel. Sehingga data yang
e. Cleaning
dilakukan pengecekan ulang dalam memastikan tidak terdapat kesalahan kode atau
4. Penyusunan Data
Tabulasi data yaitu proses memasukkan data pada tabel-tabel yang telah
dihitung.
I. Instrumen Penelitian
meliputi:
a. Identitas Responden
b. Riwayat Kesehatan
Berisi informasi tentang riwayat penyakit hipertensi, lama menderita
responden.
1) Tujuan
responden mengenai gizi seimbang, diet rendah garam, manfaat serat, dan
2) Format
1) Tujuan
2) Format
Dapat berupa kuesioner frekuensi makanan (Food Frequency
Questionnaire) atau metode Food Recall 2x24 jam untuk mendapatkan gambaran
asupan makanan yang lebih detail. Kuesioner ini akan digunakan untuk menilai
reliabilitas untuk memastikan alat ukur ini benar-benar mampu mengukur variabel
isi dan konstruk, sedangkan reliablitas akan diuji dengan uji Cronbach’s Alpha.
2. Analisis bivariat : digunakan untuk menguji hipotesis. Karena data yang akan
Al Rasyid, N. H. S., Febriani, N., Nurdin, O. F. T., Putri, S. A., Dewi, S. C., &
Paramita, S. (2022). TINGKAT KEEPATUHAN MINUM OBAT PASSIEN
HIPERTENSI DI PUSKESMAS LEMPAKE SAMARINDA. Jurnal
Kedokteran Mulawarman, 9(September), 55–63.
Anindya, K., Malawi, I., & Jatmikawati, M. (2023). Media Poster untuk
Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskriptif Siswa Sekolah Dasar.
Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 666–672.
[Link]
Cahyanti, L., Yuliana, A. R., Putri, D. S., Fitriana, V., & Nur, H. A. (2024).
Konseling Pencegahan Penyakit Hipertensi di Desa Jepang Kecamatan
Mejobo Kabupaten Kudus. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 7(1), 346–358.
[Link]
Charchar, F. J., Prestes, P. R., Mills, C., Ching, S. M., Neupane, D., Marques, F.
Z., Sharman, J. E., Vogt, L., Burrell, L. M., Korostovtseva, L., Zec, M., Patil,
M., Schultz, M. G., Wallen, M. P., Renna, N. F., Islam, S. M. S., Hiremath, S.,
Gyeltshen, T., Chia, Y. C., … Tomaszewski, M. (2024). Lifestyle management
of hypertension: International Society of Hypertension position paper
endorsed by the World Hypertension League and European Society of
Hypertension. Journal of Hypertension, 42(1), 23–49.
[Link]
Didipu, R., Febrianti, N., & Maryam, M. (2025). Edukasi Pola Makan Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah
Keperawatan Defisit Pengetahuan Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota
Palu Diet Education for Lowering Blood Pressure in Hypertension Patients
with Nursing Problems. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 973–981.
[Link]
Dinkes Bulukumba. (2024). Profil Kesehatan Tahun 2023. Dinas Kesehatan
Bulukumba, 1–176.
Donatus, D., Syarifah, N., & Chasanah, S. U. (2021). Hubungan Pola Makan
Dengan Kejadian Hipertensi Diet Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Dan Penelitian Keperawaan, 10(1), 99–112.
Dwiasstuti, E. (2025). Which is more effective in hypertension?: Salt-free diet vs
DASH diet. Medicine (United States), 104(10), e41636.
[Link]
Fatmawati, B. R., Suprayitna, M., & Prihatin, K. (2023). EFEKTIVITAS EDUKASI
DIET DASH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIET
DASH PADA PENDERITA HIPERTENSI. 10(1), 11–17.
Hall, M. E., Cohen, J. B., Ard, J. D., Egan, B. M., Hall, J. E., Lavie, C. J., Ma, J.,
Ndumele, C. E., Schauer, P. R., & Shimbo, D. (2021). Weight-Loss Strategies
for Prevention and Treatment of Hypertension: A Scientific Statement from
the American Heart Association. Hypertension, 78(5), E38–E50.
[Link]
Indriani, M. H., Djannah, S. N., & Ruliyandari, R. (2023). Pengaruh Aktivitas Fisik
terhadap Kejadian Hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Terkini, 18(4),
1–5.
Kafi, I. A., Prihatin, S., & Jaelani, M. (2023). Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi
Diet DASH dengan Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan
Perilaku Gizi pada Pasien Hipertensi. Jurnal Riset Gizi, 11(1), 5–12.
[Link]
Kartika, R. C., Selviyanti, E., Umbaran, D. P. A., Fitriyah, D., & Yuanta, Y. (2021).
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Untuk Mencegah
Permasalahan Gizi Pada Balita di Kabupaten Jember. Journal of Community
Development, 2(2), 91–96. [Link]
Kemenkes. (2022). Pilar Utama Gizi Seimbang. Dian Eka Yuningsih AMG.
[Link]
seimbang
Kemenkes. (2023). Penerapan Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH).
Enny Dwiastuty. [Link]
dietary-approach-to-stop-hypertension-dash
Khairiyah, U., Yuswar, M. A., & Purwanti, N. U. (2022). Pola Penggunaan Obat
Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit.
Jurnal Syifa Sciences and Clinical Reasearch (JSSCR), 4(3), 609–617.
Lakoro, A., Handian, F. I., & Susanti, N. (2023). PENGARUH GAYA HIDUP
TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRALANSIA DI PUSKESMAS
BUALEMO. 12(April 2022), 15–25.
Mardianto, Darwis, & Suhartatik. (2021). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian
Hipertensi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(4), 507–
512.
Musdar, T. A., Junita, N., Asjur, A. V., Saputro, S., Hasmar, W. N., Santi, E.,
Ikhsan, M. K., Latu, S., Supardi, N., & Firdaus. (2024). Hubungan Tingkat
Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di RSUD H. A. Sulthan
Daeng Radja Bulukumba. 6(4), 519–523.
Nugraheni, R. (2024). Program Edukasi Gizi pada Remaja Putri untuk Mencegah
Stunting: Tinjauan Literatur Nutrition Education Program for Adolescent Girls
to Prevent Stunting: Literature Review. Jurnal Promotif Preventif, 7(3), 569–
577.
Pane, H. A. (2023). Hubungan Pola Makan Lansia Dengan Kejadian Hipertensi Di
Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan Tahun 2023. In ilmiah Mahasiswa &
Penelitian Keperwatan (Vol. 3, Issue 2).
Purwati, N., Wibowo, T. H., & Khasanah, S. (2021). Study Pola Makan Pasien
Hipertensi Literatur Review. [Link], 44(1), 45–58.
Rahmadhani, M. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi
Pada Masyarakat Di Kampung Bedagai Kota Pinang the Factors That
Affecting Hypertension in Bedagai Village, Kota Pinang Society. Jurnal
Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 4(I), 52–62.
Ratna Sari, D., & Palupi, R. (2024). Pengaruh Latihan Fisik Brisk Walking
Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Punggur. Health Research Journal of Indonesia, 2(3), 191–200.
[Link]
Riskesdas. (2023). SURVEI KESEHATAN INDONESIA (SKI).
Ronaldo, F., & Winta. (2024). Hubungan Pola Makan dengan Tekanan Darah pada
Lansia Riwayat Hipertensi di UPT Puskesmas Marina Permai Kota Palangka
Raya The Relationship Between Diet and Blood Pressure in Elderly
Hypertension History at UPT Puskesmas Marina Permai Palan. Jurnal
Kesehatan Saelmakers PERDANA, 7(1), 110–116.
Sainda, S. N. (2023). PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA
AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING
PADA BALITA DI DESA SITARDAS KECAMATAN BADIRI KABUPATEN
TAPANULI TENGAH TAHUN. UNIVERSITAS AUFA ROYHAN.
Saputra, A., Sastrawan, A., & Chalimi, I. R. (2017). Pengaruh Penggunaan Media
Leaflet terhadap Hasil Belajar Sejarah pada Siswa Kelas XI IIS MAN 1
Pontianak. 1–11.
Sawidi, H., Nur, G. F., Fadillah, F., & Naldi, N. (2025). Edukasi tentang manfaat
pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan di Desa Tanete Kabupaten Maros.
JOURNAL OF Public Health Concerns, 4(6), 220–224.
[Link]
Shabrina, S. Q., & Koesyanto, H. (2023). Kejadian Hipertensi pada Pekerja Bagian
Machining. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development),
7(1), 12–18. [Link]
Sihombing, S. E., Cb, T., & Sinaga, F. (2021). LITERATURE REVIEW
HUBUNGAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA
IBU HAMIL. 9(1).
Simamora, H. G., Simbolon, N., & Sianturi, E. (2023). Hubungan Pola Makan
Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Mangga Dua Week Vii
Simalingkar. Jurnal Keperawatan Wiyata, 4(2), 15–20.
[Link]
Telaumbanua, A. C., & Rahayu, Y. (2023). PENYULUHAN DAN EDUKASI
TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI. Jurnal Abdimas Saintika, 2, 154.
Umasugi. (2021). Sosialisasi dan Edukasi Pemberian Vaksin Sebagai Upaya Trust
Pada Masyarakat Kota Ambon. Journal of Human and Education Research &
Learning in Primary Education Journal Of Human And Education, 1, 1–3.
Waluyani, I., Siregar, F. N., Anggreini, D., Aminuddin, A., & Yusuf, M. U. (2022).
Pengaruh Pengetahuan, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik Remaja Terhadap
Status Gizi di SMPN 31 Medan, Kecamatan Medan Tuntungan. PubHealth
Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 28–35.
[Link]
Yuanta, Y., Widiyawati, A., Ayu, D. P., & Janna, T. A. (2023). Pengaruh Media
Flipchart terhadap Tingkat Pengetahuan dan Pola Makan Pada Pasien
Hipertensi Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember. Jurnal Ners, 7(2), 1100–
1106. [Link]